The Bride & The Bridesmaid 2

Author : Tsalza Shabrina and Bella Eka
Cast. : Cho Kyuhyun | Song Joong Ki | Shin Ji Eun | Sam Rin Hyo
Genre : Romance, Angst
Rate : T
A/N : Makasih buat semuanya yang udah baca, aku juga mengapresiasi buat kalian yang mau bubuhin komentar, kritikan atau pun saran kalian setelah baca FF aneh ini 😛 hehe 😀
Happy Read, dear!

***

Cho Kyuhyun memasuki gedung Cho corp. dengan langkah angkuhnya. Semua pegawai yang berpapasan dengannya selalu menundukkan badannya untuk memberi hormat, sedang Kyuhyun hanya membalas mereka dengan sekali anggukan. Ia menghentikan langkahnya saat mendapati seorang gadis dan seorang pria yang sangat ia kenal tengah berjalan bersama. Sayup-sayup ia mendengar obrolan dan tawaan mereka. Kyuhyun membuang napas kasar, entah untuk apa kemudian melangkah cepat mendekati kedua orang itu.

“Aku sudah sampai sini, kau masih belum berada ditempatmu?!”

“Astaga!” Rin Hyo terlonjak kaget saat menoleh kesamping kirinya.

“Sajangnim, kau mengagetkanku saja!” lanjutnya kini dengan menyentuh dadanya.

“Kau ini berlebihan sekali Kyu! Lagipula waktu masuk juga kurang 30 menit lagi.” Bela Joong Ki.

“Joong Ki benar.” Timpal Rin Hyo. Merasa terpojokkan Kyuhyun menatap tajam mereka berdua lalu berkata

“Kau tidak usah ikut campur! Dia adalah sekertarisku. Bukan sekertarismu, tuan Song!” Rin Hyo melebarkan kedua matanya saat Kyuhyun menariknya menuju lift. Ia menatap Song Joong Ki dengan pandangan bingung bercampur merasa bersalah. Sedangkan Joong Ki hanya dapat tersenyum miring seraya menyaku kedua tangannya disaku celana.

****

“Sajangnim! Lepaskan tanganku! Kenapa kau jadi seperti ini sih?!” gerutu Rin Hyo kesal. Kyuhyun melepas cengkraman tangannya saat lift telah tertutup. Rin Hyo menggosok-gosok pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkraman Kyuhyun yang begitu kuat.

“Ya tuhan, mengapa sampai merah begitu?” tanya Kyuhyun terkejut saat ia melirik tangan Rin Hyo. Dengan gerakan cepat ia menarik tangan kanan Rin Hyo dan menggosok-gosoknya, Rin Hyo terdiam merasakan desiran aneh yang menyelimutinya dan juga debaran jantung yang tengah berpacu tak normal.

“Apa aku terlalu kuat tadi?” Dengan perlahan Rin Hyo menarik tangannya.

“A—aku , aku tidak apa-apa sajangnim.” Kyuhyun menatap Rin Hyo ragu. Rin Hyo tersenyum kecil.

“Lagipula aku tidak terluka, kau tidak usah sekhawatir itu.” Ucapan Rin Hyo seolah menyadarkannya. Untuk apa ia harus sekhawatir itu pada gadis ini? ia juga sadar, bahwa tadi ia sangat marah saat tahu Sam Rin Hyo tengah mengobrol akrab dengan Song Joong Ki. Tapi, kenapa ia harus marah? Dengan cepat Kyuhyun mengalihkan pandangannya kedepan. Ia merasa sangat gugup dan salah tingkah.

“Eung, bagaimana dengan lukamu?”

“Cukup baik.” Kyuhyun masih menatap lurus kedepan tak berniat menoleh kearah Rin Hyo walau sebenarnya ia sangat ingin. Lift terbuka, Kyuhyun berjalan mendahului Rin Hyo dengan tenang sedangkan Rin Hyo masih harus mengatur detakan jantungnya yang melebihi pacuan kuda sebelum keluar dari lift.

****

Seoul, south korea, 2012

Shin Ji Eun menatap ponselnya nanar, sudah 1 minggu lebih Kyuhyun tak menghubunginya bahkan berulang kali mengacuhkan panggilan dan pesan darinya. Ia menghela napas pelan lalu tersentak saat merasakan pukulan pelan dibahunya.

“Melamun saja!” Ji Eun menoleh kebelakang lalu tersenyum tipis.

“Ahra eonnie!” gumamnya bersamaan dengan Cho Ahra yang duduk disampingnya. Shin Ji Eun sengaja tinggal di kediaman keluarga Cho setelah sepupunya bekerja diluar negeri, karena ia merasa sangat kesepian diapartemen.

“Apa yang kau fikirkan?” Shin Ji Eun kembali menghela napas berat lalu tersenyum.

“Aku merindukan Cho Kyuhyun.”

“Aku tahu kau merindukannya setiap hari. Namun akhir-akhir ini kau seperti berbeda dari biasanya.”

“Eung, itu… aku bingung mengapa Kyuhyun sangat sulit untuk dihubungi. Akhir-akhir ini ia mengacuhkan semua panggilan dan pesanku. Bahkan ia tidak pernah menghubungiku.” Ujar Ji Eun seraya tersenyum lirih. Ahra sangat tahu bagaimana perasaan Shin Ji Eun saat ini, pasti yang ada difikiran gadis itu adalah hal-hal yang bukan-bukan. Jika sudah seperti ini pasti Shin Ji Eun mulai khawatir dan curiga dengan adiknya. Cho Ahra menyentuh bahu Ji Eun ringan, membuat gadis itu menoleh kearahnya.

“Mungkin dia sangat sibuk saat ini atau mungkin ia ganti nomor.”

“Jika ganti nomor, harusnya dia akan memberitahukukan? Tapi,” Shin Ji Eun menghela napas berat-lagi- kemudian terkekeh “aku sangat berlebihan, ya?”

“Aku tahu apa yang kau pikirkan saat ini. Tapi , aku sangat mengerti jika Cho Kyuhyun itu sangat mencintaimu. Ia tidak akan mungkin mengacuhkanmu tanpa alasan. Dia bukanlah orang yang dapat hidup dengan tenang jika tak mengerti kabar gadis yang sangat ia cintai,” Shin Ji Eun tertawa kecil.

“Kau benar eonnie, tapi—“

“Sudahlah, kau harus berpikiran positif. Dan tanamkan dalam hatimu bahwa ia sangat sangat mencintaimu, kau mengerti?” Ji Eun tersenyum miring seraya mengangguk. Tapi, jika orang yang ia cintai sekarang bukanlah aku? Lantas aku harus bagaimana?

****

Tokyo, Jepang

Sam Rin Hyo berjongkok seraya memberi makan burung-burung merpati yang tengah bertengger dilantai. Ia sesekali memekik kecil saat burung-burung itu berterbangan seolah hendak menabrak wajahnya.

“Hei! Burung-burung itu takut denganmu!” Rin Hyo berdiri bersamaan dengan terbangnya semua burung itu. Ia berputar dan mencibir kearah orang yang baru saja meneriakinya tadi.

“Lihat! Mereka langsung melarikan diri semua, kan?”

“Itu karna kau yang berteriak-teriak seperti itu, sajangnim!” teriak Rin Hyo pada Kyuhyun yang tengah duduk memperhatikannya dikursi taman. Mereka tengah menghabiskan waktu libur kerja dengan bersantai ditaman kota. Awalnya Rin Hyo menolak ajakan Kyuhyun, entahlah ia hanya merasa janggal jika bermain dengan atasannya. Rin Hyo duduk disamping Kyuhyun seraya meluruskan kakinya.

“Sam Rin Hyo!” Rin Hyo menoleh menatap Kyuhyun tepat dikedua matanya, begitupun sebaliknya.

“Ne?” Tiba-tiba otak Kyuhyun kosong, ia lupa ingin mengatakan apa pada Rin Hyo. Cukup lama mereka terdiam, Rin Hyo menunggu Kyuhyun bicara sedangkan Kyuhyun memutar otaknya apa yang harus ia katakan saat ini?

“Jangan panggil aku sajangnim! Diluar jam kerja, kau adalah Sam Rin Hyo dan aku adalah Cho Kyuhyun! Kau mengerti?” Rin Hyo tersenyum miring dan mengangguk.

“Jadi, sekarang kau bukan atasanku, kan?” Kyuhyun mengangguk membuat seringaian Rin Hyo semakin nampak jelas. Kyuhyun meneguk ludah, ia merasa ada aura menakutkan yang memancar didalam diri Rin Hyo.

“Baiklah Cho Kyuhyun! Hahaha terasa aneh jika memanggilmu seperti itu.” Rin Hyo terkikik sendiri dengan ucapannya. Kerutan didahi Kyuhyun berubah dengan senyuman dibibirnya. Ia menyukai berbagai ekspresi yang ditunjukkan gadis ini padanya. Ia sangat menyukainya dan ia menyadari jika ia telah mencintai gadis aneh ini.

“Hei! Berapa umurmu?! kau lebih muda dariku! Panggil aku oppa!!”

“Apa? Mimpi saja kau! Menjijikan sekali.”

“Ya! kau ini!”

“Sudahlah, bangga sekali menjadi orang tua.” Kyuhyun semakin melebarkan kedua matanya sedangkan Rin Hyo sudah berlari menjauhi Kyuhyun dengan langkah cepat. Kyuhyun ikut beranjak dan mengejar Rin Hyo.

“Hei, kau jangan lari!! Dasar, gadis menyebalkan!!” Rin Hyo menjulurkan lidahnya berniat mengejek Kyuhyun. Kapan lagi ia bisa mengejek atasan galaknya itu. Kyuhyun menangkap Rin Hyo dengan posisi memeluknya dari belakang, tubuh keduanya seketika membeku. Mereka terdiam sampai Rin Hyo menyentuh tangan Kyuhyun dan melepaskan kedua tangan itu dari perutnya. Rin Hyo melangkah satu langkah kemudian memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun saat kedua tangan lelaki itu kembali menariknya mendekat. Ia memposisikan kedua tangannya pada pinggang Rin Hyo.

“Cho—Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan?” bisik Rin Hyo gugup. Tatapan Kyuhyun sangat lembut padanya, Kyuhyun semakin membunuh jarak diantara mereka dengan menatap tepat dikedua mata indah Rin Hyo.

“Aku mencintaimu.” Rin Hyo melebarkan kedua matanya saat ia merasakan sensasi basah dibibirnya. Ia mengerjap pelan kemudian memejamkan kedua matanya, ikut larut pada ciuman pertamanya. Kyuhyun melepas ciumannya kemudian tersenyum manis.

“Aku juga mencintaimu, Cho” Senyuman Kyuhyun semakin melebar, ia menarik Rin Hyo kedalam dekapannya dan memeluk gadis itu sangat erat.

****

Suara deringan bel yang terdengar sangat nyaring membuat gadis yang tengah menyibukkan diri mempersiapkan makan malam didapur itu segera berlari kecil dan membuka pintu apartemennya.

“Joong Ki-ya!” gadis itu, Sam Rin Hyo. Segera membuka pintunya lebar-lebar mempersilahkan Song Joong Ki memasuki apartemen sederhananya. Memang sudah tak sangsi lagi jika Joong Ki berkunjung kerumah Rin Hyo, karna lelaki itu sudah berulang kali bermain kerumah tetangganya itu. Song Joong Ki duduk disofa seraya mengangkat kepalanya seolah tengah menghirup wewangian dengan sangat dalam.

“Hmm, baunya sedap sekali. Kau sedang masak apa?” tanya Joong Ki pada Rin Hyo yang kembali menuju dapur. Merampungkan kegiatannya yang sempat tertunda tadi.

“Yuk Hae dan juga Kimchi.” Song Joong Ki tergerak untuk mendekati Rin Hyo. Ia menyingsingkan lengannya kemudian berdiri disamping Rin Hyo yang tengah menumis sesuatu.

“Perlu bantuan?”

“Tidak usah Joong Ki-ya, kau sudah tiap hari membantuku membuat makan malam. Kali ini aku ingin memasak sendiri. Kau duduklah yang manis diruang makan, mengerti?!” celoteh Rin Hyo tanpa menatap Joong Ki karna masih terfokus pada masakan-masakannya.

“Kau masak banyak sekali! Apa akan ada tamu?” Rin Hyo tersenyum, kali ini menggerakkan tubuhnya menyamping untuk menatap Song Joong Ki. Rin Hyo mengangguk semangat.

“Iya, tamu special. Awalnya aku akan mengundangmu seusai masakanku matang. Tapi ternyata, kau datang duluan. Jadi aku tidak perlu repot-repot.”

“Tamu special? Siapa?”

“Nanti kau juga akan tahu! Sekarang duduklah.” Perintah Rin Hyo yang dibalas anggukan pasrah dari Joong Ki. Baru saja Song Joong Ki 3 kali melangkah, suara pekikan kecil yang keluar dari bibir Rin Hyo membuatnya segera berbalik dan memeriksa keadaan Sam Rin Hyo.

“Ada apa Rin Hyo-ah? Apa ada yang sakit?” Rin Hyo meringis kecil seraya mengibas-ngibaskan tangannya.

“Tidak apa, hanya teriris sedikit.” Joong Ki memeriksa jari telunjuk Rin Hyo kemudian segera menyesapnya, mencoba menghentikan aliran darah tersebut. Sam Rin Hyo hanya dapat terdiam menatap Joong Ki dalam, ia tidak tahu harus melakukan apa saat ini.

“Sam Rin Hyo!” kedua orang itu segera menolehkan kepalanya kesamping dan tersentak saat mendapati Cho Kyuhyun yang tengah berdiri tegak disana.

“Kk—Kyuhyun…” gumam Rin Hyo terbata. Ia dengan cepat menarik tangannya yang masih berada digenggaman Joong Ki. Cho Kyuhyun menatap Rin Hyo yang tengah gusar dengan datar, sejenak kemudian mengalihkan tatapannya pada Joong Ki yang menatapnya dengan dahi berkerut.

“Untuk apa kau kesini? Dan, bagaimana bisa kau memasuki rumah Rin Hyo dengan seenaknya sendiri?” Cecar Song Joong Ki tak sabar. Sam Rin Hyo mendongakkan kepalanya lalu tersenyum kikuk pada Kyuhyun.

“Aku yang mengundangnya kesini Joong Ki-ah, dan ia sudah tahu password rumahku karna kuberi tahu.” Song Joong Ki menatap Rin Hyo dengan kedua mata yang membulat. Sejenak ia dapat membaca apa yang tengah terjadi disini, tamu special itu? Cho Kyuhyun?

“Cho Kyuhyun! Kau duduklah di meja makan.” Rin Hyo mengambil alih bungkusan plastik yang dibawa Kyuhyun ketangannya. Ia mengangkat bungkusan itu lalu mengintip isinya,

“Woah, kau membawa milkshake strawberry untukku? Terima kasih, Cho Kyuhyun!” Kyuhyun tak bereaksi, ia hanya menggumam tak jelas setelah itu duduk didengan manis diruang makan, itu pun karena Rin Hyo yang mendorong tubuhnya.

“Joong Ki-ya! kenapa berdiam diri disana? Cepat kesini!” Song Joong Ki tersadar dari lamunannya, ia menatap Rin Hyo dengan senyuman tipisnya kemudian ikut duduk disebelah Kyuhyun.

“Kalian tunggu disini sebentar! Aku akan membawa makanan-makanan itu kesini.”

“Aku akan membantu” Joong Ki memundurkan kursinya lalu beranjak untuk membantu Rin Hyo. Sedangkan Kyuhyun hanya diam dan sedikit melirik Song Joong Ki sebal. Mood nya benar-benar sedang diuji saat ini.

“Song Joong Ki, duduk! Sudah kubilang, biar kali ini saja aku melakukannya sendiri. Kau bisa membantuku besok, tapi tidak sekarang!” Tegas Rin Hyo namun tak membuat Song Joong Ki melunak. Ia masih keras kepala membantu Rin Hyo dengan alasan ia tidak mau gadis itu terluka seperti tadi. Dan akhirnya Rin Hyo menyerah saat Joong Ki melayangkan tatapan tajam padanya, ia tahu Song Joong Ki sangatlah keras kepala.

Seusai menata semuanya diatas meja, Rin Hyo duduk dihadapan Kyuhyun dan menyuruh mereka makan. Kyuhyun makan dalam diam, sedangkan Rin Hyo dan Joong Ki seolah telah tenggelam pada dunia mereka sendiri. Mengobrol asyik, sesekali tertawa lepas, tanpa mengerti bagaimana perasaan Cho Kyuhyun. Dalam hati Kyuhyun selalu mengumpat saat Rin Hyo dan Joong Ki tengah tertawa lepas, ia hanya menjawab seadanya jika Rin Hyo atau Joong Ki bertanya akan pendapatnya tentang topic cerita tersebut.

“Ini” Kyuhyun mengeluarkan sebuah kotak boks yang cukup besar.

“Untukmu” lanjutnya, Rin Hyo menatap kotak itu lalu beralih pada wajah kusut Kyuhyun. Ia baru sadar, Kyuhyun jarang sekali bahkan hampir tidak pernah berbicara sejak kejadian tadi.

“Aku sudah selesai, aku pergi!” kata-kata Kyuhyun seolah menohok hati Rin Hyo dengan sebilah kayu kering.

“Cho Kyuhyun!” Kyuhyun yang sudah berdiri menatap Rin Hyo datar. Rin Hyo meneguk ludahnya, ia sangat merasa bersalah pada Cho Kyuhyun saat ini.

“Aku ingin melihat kembang api. Bisakah kita pergi bersama?”

****

TOK TOK TOK

Kepala Cho Kyuhyun yang sedari tadi terpaku pada layar laptop-nya itu terangkat, menatap pintu ruangannya yang sudah terbuka karena seseorang.

“Untuk apa kau keruanganku?” suara Kyuhyun terdengar datar dan dingin saat mengatakannya. Sedangkan pria yang baru saja memasuki ruangannya itu tersenyum sinis, ia menatap Cho Kyuhyun penuh dengan kebencian.

“Kau sadar apa yang telah kau lakukan, ha?!” Bentak pria itu, Song Joong Ki. Joong Ki berdiri didepan meja kerja Kyuhyun dengan kedua tangan yang mengepal, pandangan tajam dan napas yang tak beraturan. Cho Kyuhyun juga berdiri dari tempatnya saat Joong Ki membentaknya.

“Memang apa yang telah ku lakukan, ha?!” balas Kyuhyun dengan bentakannya pula.

“Brengsek, kau!” umpat Joong Ki. Jika saja Joong Ki tidak mengingat bahwa ini adalah kantor, ia pasti sudah memukuli pria itu hingga tersungkur diatas lantai, lalu menginjak perut pria itu hingga mulutnya mengeluarkan darah.

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?! Katakan dengan jelas!”

“Tsk, apa kau memang tidak sadar, Cho Kyuhyun?” Desis Song Joong Ki. Matanya seolah menelanjangi Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun masih belum bisa menebak kemana arah pembicaraan Joong Ki. Ia hanya bisa diam, menunggu kelanjutan dari ucapan pria itu.

“Kau dan Shin Ji Eun, kalian belum berpisah kan?” Rahang Kyuhyun mengeras saat Song Joong Ki menyebutkan nama gadis itu, gadis yang sudah cukup lama ia lupakan. Gadis yang namanya sudah perlahan tersingkir oleh nama Sam Rin Hyo. Gadis yang sudah menjadi calon istrinya.

“Kenapa diam? Merasa bersalah?”

“Tutup mulutmu, brengsek!” Bentak Kyuhyun seraya menarik kerah Song Joong Ki. Napas pria itu juga sama terengahnya dengan Song Joong Ki.

“Menyingkirlah dari Sam Rin Hyo!” Ucap Joong Ki penuh penekanan, tanpa rasa takut, Song Joong Ki malah menatap Kyuhyun dengan mata elang tajamnya. Kyuhyun mendorong Joong Ki seraya melepaskan tangannya dari kerah Song Joong Ki. Pria itu duduk dikursinya, menunduk dalam.

“Aku tidak bisa, aku… mencintainya.” Ucap Kyu Hyun lirih. Sedangkan, Song Joong Ki sudah semakin mengepalkan kedua tangannya.

“Kau tidak boleh egois Kyu, lalu bagaimana dengan Shin Ji Eun? Bukankah 3 bulan lagi kalian akan menikah? Apa kau akan memutuskan hubungan itu begitu saja?” Geram Song Joong Ki tertahan. Jujur, ia sangat marah pada pria ini. Pria yang menjadi kakak sepupunya, tapi dilain sisi ia tak tega melihat Cho Kyuhyun yang seperti ini. Pria itu terlihat menyedihkan sekarang. Sangat menyedihkan.

“Aku… aku tidak tahu harus berbuat apa.”

“Apa kau mencintai Sam Rin Hyo?”

“Sangat. Salahku, sudah menaruh semuanya padanya. Hatiku, energiku, oksigenku, hingga aku sudah menaruh rotasi kehidupanku padanya. Aku tanpa dia, sama saja dengan Cho Kyuhyun yang tak berjiwa.”

“Shin Ji Eun, kau masih mencintai gadis itu?” Cho Kyuhyun mendongak, menatap Joong Ki dengan tatapan merasa bersalah. Membuat Joong Ki mendesis sinis,

“Bagaimana bisa seorang Sam Rin Hyo dengan cepatnya merubah arah hatimu, ha?!” Cho Kyuhyun kembali menunduk, menaruh kepalanya diatas meja. Frustasi. Ia juga tidak tahu, bagaimana bisa seorang gadis bernama Sam Rin Hyo itu dengan cepat membelenggunya dalam kubangan pesonanya. Hingga ia lupa akan rumahnya, lupa akan seseorang yang sudah menunggunya sekian lama. Dan mirisnya, rasa cintanya pada seseorang itu sudah terganti dengan rasa bersalah. Bersalah, karena sudah menitipkan segala rasanya pada seorang gadis yang ia temui di Jepang. Seorang gadis yang menjadi sekertarisnya. Seorang gadis yang mengisi hari-harinya. Sam Rin Hyo, bagaimana bisa ia menjerat seorang pria seperti Kyuhyun dengan waktu sesingkat itu?

“Cho Kyuhyun.” Panggil Joong Ki. Kini nada bicaranya sudah tidak seemosi tadi. Kyuhyun mendongak menatap Joong Ki dengan pandangan lelahnya.

“Aku tahu kalian saling mencintai. Aku juga tidak ingin memisahkan kalian, karena aku tahu Rin Hyo sangat bahagia setelah berhubungan denganmu. Aku tidak ingin menghapus senyuman itu. Aku juga mencintainya Kyu, tapi jika ia mencintai orang lain aku bisa apa?” Ujar Song Joong Ki dengan nada pelan. Menahan perih dihatinya yang seolah mengirisnya secara perlahan.

“Tapi, jika sekali kau membuatnya menangis. Aku lah orang pertama yang berusaha menghancurkan hubungan kalian.” Ucapan Joong Ki itulah yang mengakhiri percakapan mereka. Song Joong Ki berbalik, meninggalkan Kyuhyun dengan tergesa lalu menutup pintu ruangan Kyuhyun dengan tidak santai. Sedangkan Cho Kyuhyun masih terdiam ditempatnya, ia menegakkan badannya, membuka laci meja kerjanya. Ia hembuskan napas beratnya, wajah ini. Shin Ji Eun, apa aku akan tega menghapus senyumanmu ini? Kau sangat baik. Kau benar-benar tipe ideal untuk menjadi istriku. Tapi, bagaimana bisa aku lebih mencintainya, Ji Eun-ah? Bantu aku, Shin Ji Eun. Bantu aku! Aku harus bagaimana?

Drrt Drrt

Cho Kyuhyun meletakkan kembali foto itu didalam laci mejanya. Menutup laci itu lalu meraih ponselnya yang berada diatas meja.

“Yeoboseyo?”

“…”

“Apa?!”

“…”

“Baik, aku akan segera kesana!” Cho Kyuhyun menutup teleponnya dengan lemas. Baru saja ia mendapat telepon bahwa ayahnya tengah dalam keadaan yang benar-benar kritis. Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kasar lalu beranjak dari tempatnya.

***

“Kyu, kau mau kemana?” Tanya Rin Hyo saat ia melihat Kyuhyun tengah mengemasi beberapa barangnya kedalam tasnya. Saat ini , Rin Hyo mengunjungi apartemen Kyuhyun. Ia tengah duduk diatas ranjang Kyuhyun.

“Korea Selatan. Ayahku sedang kritis.” Ucap Kyuhyun singkat tanpa melihat Rin Hyo.

“Jinja?! Bisakah aku ikut Kyu? Aku juga ingin melihat keadaan Tuan Cho.” Cho Kyuhyun menghentikkan gerakannya, memutar badannya. Menatap Rin Hyo dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

“Kau disini saja.”

“Wae?! Aku juga mengkhawatirkan tuan Cho Kyu!”

“Jika aku bilang kau disini! Kau disini saja! Jangan keras kepala!” Bentak Kyuhyun. Membuat Rin Hyo terdiam, ada sesuatu yang sakit dibagian tubuhnya, tapi entah apa itu. Rin Hyo tak membalas ucapan Kyuhyun, lebih memilih keluar dari kamar Kyuhyun, menuju ruang tengah. Tempat tas jinjingnya berada. Ia mengambil ponselnya, telentang di sofa Kyuhyun seraya memainkan ponselnya.

“Argh,” Kyuhyun menggeram saat ia sadar ia sudah menyakiti Rin Hyo. Setelah berkemas, Kyuhyun berjalan menuju ruang tengah.

“Aish, sok cantik sekali gadis ini! Ya! Kau pikir Lee Donghae pantas bersanding denganmu?! Tsk, berita murahan.” Kyuhyun tersenyum saat melihat Rin Hyo tengah memaki layar ponselnya sendiri. Gadis itu pasti tengah meng-update berita dari idolanya itu. Lee Donghae. Aktor tampan yang mempunyai tubuh sangat bagus. Cho Kyuhyun menghampiri gadis itu, berjongkok tepat pada sisi kepala gadis itu. Ia rasa, Rin Hyo belum menyadari kehadirannya.

“Gadis itu tak bersalah apapun padamu! Kenapa kau memakinya seperti itu?” Ucap Kyuhyun pelan. Rin Hyo segera menoleh kesampingnya, kemudian dengan cepat merubah posisinya menjadi duduk dikursi itu. Kyuhyun tersenyum tipis lalu duduk disamping Rin Hyo, memeluk tubuh gadis itu dari samping. Sesekali ia mengecupi leher gadis itu.

“Aku akan kembali, tunggulah sebentar saja.” Hembusan napas Kyu Hyun benar-benar terasa dikulit lehernya. Membuat Rin Hyo salah tingkah.

“Arayo.”

“Untuk tadi, aku minta maaf. Banyak masalah yang mengganggu pikiranku.”

“Seharusnya jika kau ada masalah, katakan padaku! Kau tidak boleh menyimpannya sendirian! Algetji?” Cho Kyuhyun terkekeh mendengar rajukan Rin Hyo.

“Ara.. Ara…”

***

Seoul Hospital, korea selatan, 2012

Dengan tergesa Cho Kyuhyun segera menuju ruangan dimana ayahnya dirawat. Sesampainya di depan pintu bangsal kamar berkelas VVIP itu ia berhenti sejenak untuk mengatur deru napasnya yang sangat tak beraturan. Sedetik kemudian ia tertegun melihat seorang gadis yang tiba-tiba muncul dibalik pintu bangsal tersebut, ia menatap nanar gadis itu. Seorang yeoja yang membuatnya semakin merasa bersalah ketika ia melihat wajahnya. Yeoja yang selama ini ia lupakan ketika berada di Jepang. Yeoja yang merupakan calon istrinya.

“Kyuhyun-ah, apa benar ini kau?” tanya Shin Ji Eun tak percaya. Kyuhyun hanya dapat mengangguk lemah. Ji Eun tidak dapat memendung air matanya lagi ketika melihat sosok yang begitu ia rindukan selama ini. Ia pun langsung berhambur ke dalam pelukan Kyuhyun.

“Syukurlah kau baik-baik saja. Aku begitu mengkhawatirkanmu Kyuhyun-ah.” Gumamnya dengan suara sedikit terisak. Namun Kyuhyun hanya membatu di tempatnya dan tanpa sadar ia tidak membalas pelukan Ji Eun, ia hanya memandangi gadis itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Ji Eun yang menyadari hal itu seketika melepas pelukannya dan menyeka air matanya dengan kasar.

“Maaf, tidak seharusnya aku melakukan hal ini. Hehehe.” Kyuhyun masih saja bergeming.

“Oh! Ara! Pasti karena itu kan kau menjadi seperti ini?” raut wajah Kyuhyun berubah tegang, ia langsung teringat pada Sam Rin Hyo.

“Karena apa Ji Eun-ah?” tanya Kyuhyun dengan suara bergetar.

“Aku mengerti kau telah berada di Jepang dalam waktu yang cukup lama. Dan mungkin kau telah terbiasa tanpaku. Jadi, mungkin saja kau perlu sedikit waktu untuk membiasakan dirimu denganku lagi. Hehehe. Kau tau Kyu? Aku sangat sangat sangat merindukanmu. Dan, apakah nomormu telah non-active? Atau kau terlalu sibuk disana?”

“….”

“Sekali lagi maafkan aku Kyu, mungkin aku terlalu excited dengan kedatanganmu.” Shin Ji Eun menundukkan kepalanya sejenak sekedar untuk memberikan salam pada Kyuhyun kemudian meninggalkan Kyuhyun yang masih membatu di tempatnya. Kyuhyun hanya dapat memandangi punggung Ji Eun dari belakang. Perasaan bersalahnya semakin membesar.

“Ji Eun-ah”

“Mm?” Ji Eun hanya menghentikan langkahnya tanpa menoleh kearah Kyuhyun.

“Kau… mau kemana?” tanya Kyuhyun masih dengan suara bergetar. Ji Eun hanya menjulurkan jari telunjuk kanannya kearah sebuah papan kecil bertuliskan toilet dan masih dengan tatapan lurus ke depan.

Cho Kyuhyun’s POV

Shin Ji Eun… dia… jelas sekali punggungnya terlihat bergetar sekarang. Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Dia sedang menangis sekarang. Cho Kyuhyun brengsek! Bagaimana bisa kau melakukan hal ini pada calon istrimu yang begitu kau cintai itu? Cinta? Aigooo! Rasanya aku hampir gila. Ji Eun-ah, Shin Ji Eun, maafkan aku. Maafkan aku yang telah menyakitimu. Maafkan aku yang telah membuatmu berfikiran bahwa aku telah terbiasa tanpamu. Shin Ji Eun… Sam Rin Hyo… apa yang harus kulakukan sekarang?

“Ya! Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan disini? Masuklah, appa dan eomma telah menunggumu.” Teguran Ahra noona membuyarkan lamunanku. Aku pun segera memasuki kamar appa.

“Annyeong haseyo appa, eomma, maaf aku terlambat.”

To be Continued

Advertisements

69 thoughts on “The Bride & The Bridesmaid 2

  1. Nggak jelas nih sih Abang Gembul -___-
    Nge PHPin Ji Eun, kan kasian Shin Ji Eun.
    Tapi kalau dia milih Ji Eun kasian sih Rin Hyu.
    Hadeeehh jadi bingung 😦
    Tapi thor kok aku ngerasa alurnya kecepatan ya?
    Tapi feelnya tetap dapat kok.
    Aku suka bahasamu thor ^^

  2. rin hyo sm ji eun sepupuan ky nya.. trus yg di prolog itu yg nikah rin hyo apa ji eun.. rin hyo deh ky nya.. kyu blm bisa netapin hati nih.. kasihan yg digantung.. izin next chap lg yaa 🙂

  3. Bingung pilih yang mana…
    Solat istikaroh dlu gih sono biar gag bingung..
    Haaahaaa..konyol
    Salah 1 kan hrs dipilih tuh nah yang gag kepilih Sakitnya tuh disini bangg 😀
    Iya..ngerasa agak cepet alurnya

  4. Hah, pilihan yang sulit. Kedua2nya sama baik..

    Aku setuju bgt Rinhyo ma kyuhyun tapi kasihan ma shin ji eun.

    Ah galau jadinya,pilihan yang sangat sulit.. 😦

  5. Buset ditinggal 2th,, berselingkuh kau kyu,,
    Telak,, salah telak kau…
    Karena udah sm hyo,,
    Tp ngomong2 apa hyomgtw kalo kyu udh punya calon istri,mkan kyu terkenal, apalagi hyo sering liat2 berita diinternet soal hae,,,
    Whwahahhahaa lucu vae jd cameo disini, ga ada part bicaranya,, kkk
    Knp ji eun ga selingkuh aja, biar semuanya mudah? Kalo ji eun baik gt kan jd kasian ,,, :””

  6. Nakal nya kebangetan pura2 bingung tuh,blng az seneng pnya 2 cwe..but gmn pun jg aq dukung kyurin az lah..dah pas itu az deh..maafkan aq ji eun,mianhe..
    Author ff nya semakin bgus,bikin hati gmn gt..hahaha..
    Semangat,come on next part..

  7. aaah aku ngerti..
    Si kyuhyun maruk banget sih ..
    Kiri digarap,. Kanan digarap
    rakus banget sih.

    Dan atau mungkin kyu emang ga cinta ama nona shin dari awal .
    Eoh makin penasaran

  8. Ihh sebel banget sama sosok cho kyuhyun…oppa kau sudah menyakiti calon istrimu.. hisk
    Bahkan aku pernah mengalami Hal seperti itu…ya walaupun bukan sebuah pernikahan… tapi semuanya hancur karna sahabatku sendiri..*plak…gak ada yg nanya* Tapiii kini aku happy…karna tuhan mengirim sosok malaikat padaku yang jauh lebih baik dari dirinya..

    Aduhhh nyesek kalo baca ini..heee

    • :””””( emang kalo kita mau ngejalanin sesuatu yang disebut ‘sahabat’ itu harus selektif banget. bukannya pilih – pilih temen, tapi sekarang jarang banget ada temen yang bener – bener temen ._.

  9. Ini Kyuhyun nya harus teges dongg
    kasian deh kalau digantungin begitu 😦 apalagi dua”nya keliatan cinta banget sama kyuhyun
    hwaiting author! 😀

  10. bacanya bikin aku sesak nafas hehehe kasian yaa tunangannya aku sampe terbawa suasana cerita itu. joong ki yaa kau benar2 mencintai rin hyo aaaa keren caranya ngomong sama kyuhyun gentleman banget hehehe.

  11. kyuhyun benar2 bimbang akan mempertahankan ji eun atau perpaling ke rin hyo..
    Itu pasti akan mjd keputusan yg sgt berat untk kyuhyun

  12. Iddiiiihhh bang epiiilll…
    Disini jadi tukang php yaaaa???
    Kasian itu jieunnya di php in… Digantungin gak jelas.
    Harus bisa milih salah satu doong. Tapi aku agak gak rela kyu sm rinhyo..
    Abis, rin hyo brarti selingkuhannya kan???
    Rin hyo sm joong ki aja deeeh!!!
    Hahahahha..
    Gak deng, bang epil kau harus tegas.
    Kau jg blm tau kan klo mereka berdua ada hub???
    Sepupuan kan ya?
    Eeh apa salah nebak aku??
    Lanjuut aja deeh.

  13. Makes me feel frustrated. Yang bener aja kyuuuu. Teges lah kalo jd lakik. Maaf ya malah marah2 disini hehe. Baca lanjutannya aaah

  14. Jinjja??
    Ini ff semakin lama aku baca bikin aq flashback 😦
    aq jga peenah merasakan hal yg kyk gini.. Dan disini gue berasa jd ji eun..
    Ji eun,, lepas aja cowok kyk gt.. Paikting!!!

  15. assa!! firasatku bener,cih laki” brengsek kau cho,rin hyo itu hanya cinta sesaat mu karena kau merasa kesepian. yega ya sama orang setia kayak ji eun,semoga kyu dapet karmaaaaa amiiien

  16. Aduhh, kyu yg gentle dong! Pilih salah satu, jgn dua-duanya!
    Jgn cuma siap untuk mencintai, tapi harus siap juga untuk kehilangan..
    Hoho, udah kaya mario teguh aja nih.. :v
    knp ya kok aku yakin bgt kalo sepupunya jieun itu rinhyo??

  17. Itu kalau di kasih wanita satu lagi kyu akan ambil lagi?.-. Aduh bng, elu doyan atau ape? *ups* Menurut aku di part ini alur nya kecepatan.__. Mian klo tersinggung;;-;;

  18. Nah loh kyuu bingung kan. Galau tuh kyunya milih antara ji eun ato hyo..pilih aja hyo ,kyu #bisikansetan wkkkk…
    Suka bangeg ama ff ini..alurnya aku suka dan gk terlalu kecepetan..next chapt

  19. Ahhh,,,jadi galau ne,,,kciann shin jieun,,,tpi d sisi lain juga kcian rinhyo juga klo tau kenyataannya c evil “Ǚϑɑ̤̥̈̊ħ punya calonnn,,,ahhhhh c evil mah marukk bgtt,,,udahh kciin za rinhyo ma jong ki#plakk emank rinhyo brang pa#,,

  20. yah kyu main hati nih… rin hyo ga tau kl dia jadi selingkuhan si kyuhyun…. ji eun udah punya firasat kl kyuhyun udah pindah hatinya… jongki cinta sama rin hyo tpi mau ngalah untuk kebahagiaan rin hyo… kayanya nih yg jadi sepupunya eun ji itu rin hyo ya? kl gitu makin sulit nih kisah cinta mereka… bisakah ini di bilang cita bersegi banyak?

  21. cinta tanpa bukti,,,, daam hitungan menit bisa berganti seketika dgn org yg berbeda,,,,,, nyesek bgt jadi ji eun

  22. Neh kyuhyunya gak jelas.. –”

    Php baget dia.. trus gimana sama rin hyo nya.. 😥 ji eun juga gimana..:'(
    Duh aku sebagai cewek ngerasa sakit bgt sama bacanya.. ngebayangin berada di posisi mereka berdua.. 😥

    Kyuhyun harus menentukan pilihannya.. !!
    Langsung ke next part deh yaa eonni. . 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s