Fate, Love, and Temptation 1

Author : Tsalza Shabrina
Cast. : · Cho Kyuhyun · Song Joong Ki · Sam Rin Hyo · Kim Hyera
Other Cast. : · Shin Ji Eun · Lee Kikwang · Lee Hyuk Jae
Genre : Sad Romance
Rate : T
Length : Chapter
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini. (NO COPAS)
Happy read ^-^

***

Jika tuhan mengizinkanku untuk tetap bersamamu Aku percaya, kau akan bangkit dari ketidak-tahuanmu Dan kembali berdiri disampingku… -Sam Rin Hyo

BAB 1 (Prologue)

Auditorium Rink Grand Hyatt Hotel Seoul , 2013

Gadis yang memakai gaun bewarna putih selutut dengan dipadu sepatu ber-hak 5 cm itu terlihat berlari kecil menuju sebuah auditorium. Seorang temannya sedang melaksanakan pernikahan sekarang.

“Selamat pagi! Maaf aku terlambat,” Sesal gadis itu kepada orang tua temannya yang telah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri.

“Tidak apa-apa, lagi pula masih ada waktu 5 menit lagi. Kau tidak terlambat.” Ujar ibu temannya dengan ramah. Gadis itu tersenyum.

“Jika ingin melihat Ji Eun dahulu, tidak apa-apa. Ia ada didalam.” Lanjut ibu Ji Eun, temannya itu.

“Baiklah, aku kesana dulu bu…” Gadis itu menunduk memberi hormat pada orang tua Shin Ji Eun dengan sopan kemudian berjalan menuju ruangan yang ditunjukan oleh ibunya tadi.

“Selamat pagi, Shin Ji Eun!” Sapa gadis itu seraya memasuki ruangan itu lebih dalam lagi. Ji Eun yang terbalut gaun pengantinnya yang indah itu terlihat berkali-kali lipat lebih cantik dari biasanya.

“Woahh.. kau cantik sekali, Ji Eun.”

“Apa yang kau katakan! Bukankah mempelai wanita itu selalu terlihat cantik dihari pernikahannya.” Ucap Ji Eun merendah. “Makanya, segera menikah Sam Rin Hyo.” Ledek Shin Ji Eun pada gadis itu, Sam Rin Hyo.

“Diam kau!” Rin Hyo mencibir, sedangkan Shin Ji Eun hanya terkekeh pelan.

“Untung saja kau ada disini, aku sangat gugup tadi. Namun, sejak ada kau disini… hatiku terasa lebih tenang.” Ucap Shin Ji Eun seraya menyentuh dadanya sambil mengatur nafas.

“Aku tahu, sudah ya… aku tidak boleh disini terlalu lama. Shin Ji Eun, fighting!” Ji Eun hanya mengangkat kepalan tangannya seraya tersenyum menanggapi Rin Hyo.

Sam Rin Hyo berjalan menuju tempatnya, dibarisan terdepan. Ia duduk disamping kanan seorang lelaki berkulit putih dan berparas tampan dan disebelah kirinya adalah tempat ibu Shin Ji Eun.

“Anda teman dari nona Shin Ji Eun?” Sam Rin Hyo menoleh kesamping kanannya kemudian mengangguk setuju.

“Dan anda?”

“Aku teman dari Lee Kikwang, calon suami Shin Ji Eun.” Lee Kikwang adalah salah satu personil dari Boyband yang sedang naik daun sekarang. Dan setelah Rin Hyo menelisik wajah lelaki disampingnya ini ia baru menyadari sesuatu.

“Bukankah anda Song Joong Ki? Aktor itu?” Lelaki itu tersenyum tipis.

“Anda teman Lee Kikwang? Kenapa infotaiment tidak pernah memberitahukan hal ini… tak kusangka kalian berteman.” Lanjut Rin Hyo. Joong Ki hanya tersenyum, menurutnya gadis ini tipe gadis yang cerewet dan terbuka.

“Kami memang tidak pernah terlihat didepan kamera, tapi kami sebenarnya sangat dekat.” Rin Hyo hanya mengangguk-angguk mengerti. Obrolan itu terhenti disaat MC mengatakan bahwa acara akan segera dimulai.

****

Sam Rin Hyo’s

“Iya… aku akan menyelesaikannya dalam 3 hari… iya aku yakin! Baik, aku mengerti”

Rin Hyo mematikan sambungan teleponnya dengan cepat. Baru saja ia sampai di apartemennya setelah upacara pernikahan Shin ji eun, produser Kim tiba-tiba menelponnya dan menanyakan kabar naskah drama episode 13 dan 14 yang harus ia selesaikan 3 hari kedepan. Sam Rin Hyo adalah penulis naskah drama maupun film yang dipercaya oleh beberapa produser terkenal. Salah satunya produser Kim, maka dari itu tak heran ia mempunyai banyak teman yang bekerja di industri hiburan. Sedangkan Shin Ji Eun, adalah temannya mulai dari SMA sampai sekarang dan seterusnya.

Bel apartemennya berbunyi nyaring memekikkan telinga. Sam Rin Hyo mendengus kesal. Hari ini seolah hari sibuknya. Ia berjalan menuju pintu apartemennya. Rin Hyo tinggal sendiri, orang tuanya ada di Busan. Sedangkan ia di Seoul, lagipula tinggal di Busan sama saja seperti tinggal di Seoul. Ia tetap saja merasa sendiri. Namun bedanya, jika di Busan ia selalu ditinggal ayahnya berkali-kali keluar negeri karena ayahnya juga punya cabang perusahaan yang berdiri dibeberapa negara besar di luar negeri. Sedangkan ibunya, selalu disibukkan oleh butiknya yang mempunyai banyak cabang di Korea Selatan. Dan tahun ini, ibunya mungkin lebih jarang pulang kerumah karena cabang butik ibunya baru saja berdiri di Jepang. Lalu jika di Seoul ia memang sendiri namun, disini ia lebih dekat dengan teman-temannya. Contohnya saja, Shin Ji Eun yang ternyata membeli apartemen baru disebelah apartemennya. Namun, tentu saja ia tinggal disana dengan suaminya.

“Kau?” Rin Hyo menatap lelaki dihadapannya ini tajam.

“Untuk apa kau kesini?” lanjutnya seraya melipat tangannya dikedua dadanya.

Lelaki itu tersenyum kemudian berkata “Kau selalu membiarkan tamumu berada diluar seperti ini, ya?” Rin Hyo memutar bola matanya malas kemudian mempersilahkan lelaki itu masuk kedalam apartemennya. Lelaki itu adalah Lee Hyuk Jae, mantan kekasihnya.

“Mau minum apa?” tanya Rin Hyo seiring dengan Hyuk Jae yang dengan santainya duduk disofa.

“Kalau kau ingin susu stroberi, aku tidak mempunyai itu!” potong Rin Hyo disaat Hyuk Jae baru saja membuka mulutnya. Hyuk Jae tersenyum miring, menatap Rin Hyo yang sedang berdiri didapur seraya menatap tajam kearahnya.

“Kau masih mengingat minuman kesukaanku ? sepertinya aku masih ada dipikiranmu,ya?” Rin Hyo mendengus malas, ia menyesal telah mengatakan hal itu tadi.

“Jangan terlalu banyak bicara! Sebenarnya, ada apa kau kesini?”

“Aku hanya ingin melihat keadaanmu.”

“Dan sekarang kau sudah melihatnya, kan?”

“Ya, apa kau sudah menemuinya?” Rin Hyo tersentak saat Hyuk Jae menanyakan hal itu. Ia masih berdiri didapur dengan kaku. Perlahan ia menghampiri Hyuk Jae dan duduk disamping lelaki itu, setelah menaruh segelas air mineral diatas meja pendek didepan sofanya.

“Lee Hyuk Jae ssi , jika pertanyaanmu semakin tak jelas. Bukankah sebaiknya kau pulang saja? Tunanganmu pasti akan marah jika tahu kau ada dirumah wanita lain disaat hari sudah gelap.”

“Tapi dia tidak tahu, kan?”

“Aku sibuk, dan aku tidak mau terlibat dalam masalah kalian jika wanita itu tahu.” Hyuk Jae menghela nafasnya panjang. Ia menatap gadis disampingnya ini dengan tulus.

“Kau tahu kan aku hanya ingin membantumu? Kau tahu dengan jelas bagaimana perasaanku padamu.” Rin Hyo mengunci mulutnya seraya mengalihkan pandangannya lurus kedepan.

“Aku tahu, maka dari itu… aku ingin kau tidak mendekatiku lagi.”

****

“Permainan piano anda sangat hebat tuan Cho.”

Cho Kyuhyun tersenyum ramah pada Cha Jae Soo, pianis yang sudah dapat dibilang senior. Dan Kyuhyun sangat menghormati beliau.

“Terimakasih. kurasa anda yang lebih baik.” Cha Jae Soo hanya terkekeh seraya menepuk-nepuk pundak Kyuhyun.

“Ahh… sunbaenim sayang sekali. Saya tidak bisa terlalu lama berbincang dengan anda. Saya harus pergi sekarang.” Cha Jae Soo tersenyum ramah seraya mengangguk.

“Baiklah, aku tahu kau sangat sibuk… hati-hati dijalan ya…” Kyuhyun membungkuk pada Cha Jae Soo dalam-dalam, kemudian berjalan menuju ruang gantinya. Ia segera berganti pakaian lalu keluar dari gedung itu bersama Park jung Sik, managernya.

“Hyeong, setelah ini kita kemana?” Tanya Kyuhyun yang duduk dijok belakang bersama Park Jung Sik. Park Jung Sik yang sedang mengotak-atik Ipad yang ia pegang itu sontak menoleh kearah Kyuhyun.

“Ke gedung KBS, acara music bank, hari ini adalah penampilan ‘selamat tinggal’mu.” Kyuhyun hanya mengangguk mengerti. “Kau masih kuat kan? Jika kau merasa lelah, bilang saja” Kyuhyun tersenyum seraya menggeleng.

“Tentu saja tidak hyeong, aku tidak apa-apa.”

“Baiklah jika begitu.” Kyuhyun menghela nafasnya pelan kemudian menatap jalanan Seoul dari balik jendela mobilnya. Deringan ponselnya berbunyi, ia merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya.

“Halo… ahh, Hyera? Ada apa?…. Sekarang? Mianhe aku sibuk hari ini… besok saja ya? … iya… iya aku tahu, kau ini cerewet sekali!… sampai jumpa!” Kyuhyun memutuskan sambungan teleponnya seraya tersenyum tipis.

“Dari kekasihmu?” Kyuhyun mengangguk sekenanya.

“Hyeong, besok aku tidak ada jadwal kan?” Park Jung Sik memeriksa Ipad-nya kemudian menggeleng pelan.

“Tidak ada, memangnya ada apa?” Kyuhyun tersenyum kecil.

“Aku ingin mengajak Kim Hyera berjalan-jalan. Aku tidak enak padanya, tadi ia kecewa karna aku membatalkan janji.” Kyuhyun menghela nafas seraya menatap layar ponselnya.

“Hanya perasaan tidak enak?” Kyuhyun menatap Park Jung Sik tak mengerti kemudian ia menggedikan bahunya.

“Entahlah…” ucapnya terdengar seperti gumaman.

“Wae?” Park Jung Sik menatap Kyuhyun yang sedang menatap lurus kedepan dengan kosong.

“Sebenarnya… ada apa denganku, ya?” tanyanya terdengar seperti berbicara pada dirinya sendiri. Park Jung Sik mengerutkan dahinya bingung.

“Maksudmu?” Kyuhyun yang tersadar segera menatap Park Jung Sik seraya tersenyum kecil.

“Tidak… tidak ada hyeong…”

***

“Selamat pagi!” sapa Rin Hyo saat ia telah sampai dikantornya. Staff-staff kantornya membalas sapaan Rin Hyo dengan ramah.

“Rin Hyo ssi sudah lama kau tidak kekantor, kenapa?” tanya Jeong Kyu Jin salah satu staff kantornya. Rin Hyo tersenyum seraya meletakkan tasnya dimeja kerjanya.

“Aku bosan dengan suasana kantor. Jadi aku menulis naskah dirumah saja. Disana otakku terasa lebih luas.”

“Untunglah, kau belum melupakan kami.”

“Tentu saja, bagaimana mungkin aku melupakan kalian?!” Ujar Rin Hyo seraya tertawa ringan, kemudian ia mengeluarkan 2 bendel naskah drama episode 13 dan 14 dari tasnya.

“Produser Kim ada didalam?” Tanya Rin Hyo seraya menunjuk pintu kaca yang ada dibelakangnya.

“Ahh iya, aku hampir lupa. Tadi Produser Kim mencarimu, dan sekarang menunggumu didalam.” Ucap Gyuri.

“Ahh benarkah? Dia tidak sabaran sekali. Baiklah, aku kedalam dulu.”

TOK TOK TOK

“Masuk!” Setelah mendengar suara Produser Kim, baru Rin Hyo memasuki ruangan atasannya.

“Selamat pagi, Produser Kim.” Ucap Rin Hyo seraya berjalan menuju meja atasannya itu, tentunya setelah membungkuk hormat padanya.

“Duduklah!” Rin Hyo duduk dikursi yang berhadapan dengan produsernya.

”Apa sudah selesai?”

“Iya sajangnim. Ini…” ucap Rin Hyo seraya menyodorkan 2 bendel kertas itu. Produser Kim membaca naskah itu sekilas kemudian tersenyum.

“Kau melakukan ini dengan baik!” Rin Hyo tersenyum puas dengan komentar atasannya ini, karena biasanya ia tidak pernah dipuji secara langsung olehnya seperti ini. Mengingat bagaimana kakunya atasannya yang satu ini.

“Tinggal 2 episode terakhir lagi. 1 minggu lagi selesai, ya?”

“Baik sajangnim. Lagipula aku sudah mencicil episode 15 kemarin.” Produser Kim semakin mengembangkan senyumnya. Produser yang berumur 30 tahun-an itu seolah puas mempunyai penulis seperti Sam Rin Hyo.

“Emm… Sam Rin Hyo ssi, setelah ini kan drama-nya telah selesai. Dan tugasmu juga telah selesai.” Rin Hyo mengangguk pelan.

“Aku tertarik dengan sinopsis yang kau kirimkan padaku 1 tahun yang lalu.” Rin Hyo mengerutkan dahinya dengan kedua matanya yang menerawang pada ingatannya.

“Sinopsis tentang perpisahan yang menyedihkan.” Produser Kim menjelaskan dengan kedua mata berbinar.

“Separate, itu judul film-nya.” Lanjutnya.

“Ahh… sinopsis itu,” Ucap Rin Hyo yang terdengar seperti gumaman.

“Anda ingin aku membuatkan naskah sinopsis itu? maksudku proyek film ini?” Produser Kim mengangguk setuju.

“Cerita-cerita yang seperti itu sangat banyak penggemarnya akhir-akhir ini.” Rin Hyo hanya tersenyum tipis.

“Dan… sebagai rasa terima kasihku padamu nona Sam, kau berhak untuk menjadi asisten sutradara dari sutradara Jung. Bukankah itu salah satu dari impianmu?” Rin Hyo tersenyum dengan kedua mata yang berbinar-binar. Itu memang salah satu keinginannya.

“Baiklah sajangnim, aku akan menyelesaikan itu secepatnya. Dan aku berjanji akan melakukan yang terbaik. Terima kasih banyak sajangnim.”

“Iya nona Sam, sejujurnya aku sangat beruntung mempunyai penulis seperti dirimu. Umurmu masih muda, tapi kau sudah menjadi penulis yang berbakat. Anak-anak seumuranmu rata-rata masih menjadi asisten penulis atau sebagai editor saja.” Produser Kim tersenyum tulus pada Rin Hyo.

“Pertahankan prestasimu!” Rin Hyo mengangguk.
“Terima kasih, sajangnim.”

****

“Menunggu lama ya?” Tanya Kyuhyun saat Kim Hyera baru saja masuk kedalam mobilnya. Gadis itu menggeleng pelan seraya tersenyum seiring Kyuhyun yang melajukan mobilnya.

“Tidak, hanya sekitar 5 menit. Untung saja tidak ada yang mengenaliku tadi.” Ucap Hyera sambil melepas kaca mata hitamnya. Kim Hyera adalah artis yang sedang naik daun. Ia biasa membintangi Drama, Film, bahkan Video Klip. Mereka memang sepasang kekasih, Cho Kyuhyun dan Kim Hyera.

“Ini masih sore, dan kau mengajakku keluar, aneh sekali! Biasanya kau mengajakku ketepi sungai han pada malam hari.”

“Aku hanya ingin mengajakmu keluar hari ini. Tidakkah kau menyukainya?” Kim Hyera tersenyum seraya menatap Kyuhyun.

“Kau tidak takut jika ada yang mengenali kita?” Kyuhyun tersenyum tipis.

“Emm… tapi, sebenarnya kita akan kemana?”

“Tidak akan ada yang melihat kita. Kau tidak suka keramaian kan?” Hyera tersenyum manis.

“Baiklah, terserah kau saja oppa.”

****

Sam Rin Hyo menguncir rambut panjangnya dan memakai kemeja casual dipadu dengan celana panjang. Ia memakai sepatu snikers kemudian meraih tasnya cepat. Ia berlari kecil menuju area parkir, memencet remote controle mobilnya kemudian masuk kedalam mobil. Ia melajukan mobilnya dengan cepat menuju lokasi syuting. Hari ini, hari pertamanya menjadi asisten sutradara dan ia hampir terlambat. Kalau sampai ia terlambat, bagaimana pandangan sutradara Jung nantinya. Tadi pagi, jam bekernya seperti sedang menguji kesabarannya, dengan tiba-tiba jam beker yang biasa mengusik paginya itu kehabisan baterai. Dan alhasil, ia bangun kesiangan.

“Selamat pagi semua! Maaf aku terlambat!” Ucap Rin Hyo saat ia baru saja datang ke lokasi pertama. Pantai. Rin Hyo berkali-kali menunduk pada staff-staff disana.

“Hei kau!” Panggil seorang pria yang terlihat berumur 40 tahun-an pada Rin Hyo seraya menggerak-gerakkan tangannya. Rin Hyo menunjuk dirinya sendiri kemudian menghampiri pria itu setelah pria itu mengangguk membenarkan.

“Sutradara Jung, anda memanggil saya?”

“Kau asisten sutradaraku yang baru?” Rin Hyo mengangguk.

“Nama saya Sam Rin Hyo. Senang bertemu dengan anda.” Ucap Rin Hyo seraya membungkukkan badannya dalam.

“Kau ini, seharusnya kau datang lebih pagi dariku! aku kerepotan mengurusi semua ini!” omel sutradara jung dengan emosi. Rin Hyo meneguk ludahnya berat, kemudian menunduk dan meminta maaf. Syuting scene pertama dimulai. Pemeran utama didrama ini adalah Song joong Ki, Kim Hyera dan Kim Bum. Scene awal bertempat dipantai. Dimana disini diperlihatkan kemesraan pemeran utama pria (Song Joong Ki) dan pemeran utama wanita (Kim Hyera) saat menjadi sepasang kekasih.

“CUT!” Ucap sutradara Jung.

“Perhatikan ekspresi kalian! Kalian tidak boleh kaku seperti itu. Kalian adalah sepasang kekasih! Ingat, sepasang kekasih!” Ucap sutradara Jung terdengar seolah menekan ucapan ‘sepasang kekasih’ . Joong Ki dan hyera mengangguk hampir bersamaan. “camera roll! Action!” Song Joong Ki dan Kim hyera memulai aktingnya kembali.

“CUT!” sutradara Jung tersenyum,

“Baik! Kita pindah tempat!” ujar sutradara Jung kemudian membereskan barang-barangnya. Tentu saja dengan bantuan Sam Rin Hyo. Sejujurnya, Rin Hyo tidak pernah menjadi asisten sutradara jadi ia masih sedikit bingung akan tugas-tugasnya.

“Rin Hyo ssi, kau membawa naskahnya kan? Untuk scene selanjutnya, seingatku ada di Lotte world, benarkan?”

“Iya, sutradara.”

“Untuk selanjutnya, kau hanya perlu memeriksa kecocokan naskahnya saja. Aku yang memeriksa ekspresi wajahnya, mengarti?” Rin Hyo mengangguk mengerti.

“Emm… sutradara Jung, aku memakai mobilku jadi kau duluan saja.” Ucap Rin Hyo seraya mempersilahkan sutradara Jung berjalan mendahuluinya. Sedangkan ia berjalan cepat kearah mobilnya terparkir.

****

“CUT!” Sutradara jung menepuk tangannya 3 kali.

“Baik! Hari ini selesai, kita lanjutkan besok!” Ucap sutradara yang disusul oleh tepuk tangan para staff dan para pemeran.

“Kalian telah melakukan dengan baik!” Puji Rin Hyo pada beberapa staff seraya membungkuk berterima kasih.

“Terima kasih banyak…” Lanjut gadis itu.

“Anda juga telah melakukannya dengan sangat baik.” Bisik seorang lelaki pada Rin Hyo, disaat gadis itu sedang merapikan barang-barangnya. Rin Hyo menoleh kemudian tersenyum.

“Anda juga, Song joong Ki ssi…”

“Nona Sam! Apa yang kau lakukan disana?! cepat kesini!” perintah sutradara Jung pada Rin Hyo. Rin Hyo terlihat sedikit panik dan dengan cepat merapikan barang-barangnya.

“Iya sutradara Jung, tunggu sebentar!” Rin Hyo mengait tasnya kemudian menunduk pada Song joong Ki.

“Song Joong Ki ssi, aku harus pergi dulu. sampai jumpa!” Joong Ki tersenyum menatap kepergian Rin Hyo yang berlari kecil menuju sutradara Jung.

****

Cho Kyuhyun menghentikan mobilnya didepan pintu utama gedung mewah itu. Ia keluar bersamaan dengan Kim Hyera, malam ini Kyuhyun mengajak Kim Hyera makan malam disebuah restoran elite agar mereka tidak repot-repot untuk memakai penyamaran.

“Aku senang kau lebih meluangkan waktu untukku, oppa!” Kyuhyun tersenyum tipis.

“Aku sudah tidak terlalu sibuk sekarang. Tidak seperti waktu itu.” Hyera tersenyum seraya mengait lengan Cho Kyuhyun. Mereka berjalan menuju mejanya, Kyuhyun menarik kursi untuk Hyera kemudian ia duduk dihadapan gadis itu. Setelah memesan makanan mereka kembali berbincang.

“Bagaimana dengan film barumu tadi?” Tanya Kyuhyun.

“Aku menikmati film ini. Dan aku menyukai film ini, judulnya separate . Perpisahan sepasang kekasih yang saling mencintai satu sama lain karena alasan yang menyedihkan. Lelaki itu menghilang selama bertahun-tahun, kemudian muncul tapi gadis itu tak bisa mendekatinya. Hahh… menyedihkan sekali pokoknya… aku tidak bisa melanjutkannya.

“Semenyedihkan itu?” Kim Hyera mengangguk setuju.

“Saat syuting aku sangat menghayati peranku dengan baik.” Hyera tersenyum simpul.

“Aku salut dengan penulisnya, ia cantik dan terlihat seumuranku atau mungkin lebih tua satu tahun? , ia juga menjadi asisten sutradara.”

“Gadis yang multitalenta.” Puji Kyuhyun.

“Tapi, masih lebih hebat kau Kim Hyera. Dalam kacamata-ku…” Hyera tertawa ringan.

“Jangan merayuku, oppa! “ Kyuhyun hanya tersenyum.

****

“Ahjussi, aku ingin melihat yang itu!” Rin Hyo menunjuk sebuah jam beker berbentuk kartun devil dengan 2 tanduk dan berwarna merah. Ia memegang jam itu dengan senyum getir. Ia menghembuskan nafasnya perlahan.

“Ahjussi! Aku membeli yang ini.” Sam Rin Hyo mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya seiring dengan ahjussi penjual jam itu membungkus barang yang Rin Hyo beli.

“Terima kasih…” Ucap Rin Hyo seraya membawa kantong kertas yang berisi jam bekernya.

“Seleramu menyeramkan sekali, Rin Hyo ssi…” Rin Hyo menoleh kesamping dan mendapati seorang lelaki bertubuh tinggi yang memakai topi coklat, dan jaket yang sewarna dengan topinya.

“Astaga, Song Joong Ki ssi?” bisik Rin Hyo agar tidak ada yang mendengarnya. Joong Ki tersenyum manis pada Rin Hyo.

“Bagaimana anda bisa ada disini?”

“Ada waktu luang dan aku ingin berjalan-jalan.” Song joong Ki menghela nafasnya dalam.

“Sudah lama tidak berkeliling di Myeongdong”

“Ahh… begitu ya.”

“Lalu bagaimana denganmu?”

“Aku sedang mencari keperluan-keperluanku…”

“Termasuk jam beker setan itu?” Rin Hyo tersenyum seraya mengangguk pelan.

“Jam beker lamaku membuat aku terlambat tadi. Benda itu kehabisan baterai dan tidak sengaja kujatuhkan hingga pecah. Jadi, aku harus mencari yang baru.” Rin Hyo mengangkat kantongnya.

“Dan sekarang aku mendapatkannya. Anda… sendiri? Manajer mana?”

“Entah kemana dia sekarang. Ia bersama kekasihnya tadi, jadi lebih baik kami berpisah. Dari pada nantinya aku terlihat menyedihkan ditengah-tengah mereka berdua.” Sam Rin Hyo tertawa ringan.

“Kalau begitu, kita bersama saja. Itupun kalau anda mau?” tawar Rin Hyo.

“Tentu saja mau, tadinya aku yang berniat mengatakan itu.” Sam Rin Hyo tersenyum.

“Baiklah, sekarang kau mau kemana? Niatanku kan hanya ingin berkeliling, jadi kemanapun kau pergi aku akan mengikutimu.” Lanjut Song joong Ki.

“Emm…. tiba-tiba aku lapar. Mencari makanan dulu?”

“Ide bagus.” Rin Hyo tersenyum kemudian berjalan beriringan dengan Joong Ki.

“Rin Hyo ssi , bisakah kita tidak memakai bahasa yang formal. Err… Aku tidak nyaman..” Rin Hyo terlihat berpikir sejenak kemudian mengangguk.

“Baiklah , Song Joong Ki oppa.”

“Nah, begitu lebih baik Hyo…” Joong Ki tersenyum puas.

“Boleh aku menanyakan sesuatu?” Rin Hyo mengangguk.

“Tanyakan saja.”

“Tentang jam beker itu? kau memang menyukai setan ya? Maksudku kartun itu…” Rin Hyo tersenyum kecil.

“Iya,” Rin Hyo menghembuskan nafasnya panjang.

“Aku sangat menyukainya.” Ujar Rin Hyo seraya menatap lurus kedepan. Pandangannya seolah menerawang sesuatu. Song Joong Ki yang memperhatikan Rin Hyo dari samping menyadari bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh gadis ini. Ia merasa dibalik senyuman manis Sam Rin Hyo terselip kepahitan disana. Tapi, ia tidak tahu kepahitan yang seperti apa dan karna apa.

To Be Continued

Advertisements

76 thoughts on “Fate, Love, and Temptation 1

  1. Woah keren..tp ko kyupil ma hyera sih,,bkn’a ma hyori?..

    Btw thor…ko ff The Cruel Fate jd ngegantung gag da lanjutan’a sih..padahal ntuh ff keren loh, n qu jg dh lama bgt nunggu k’lanjutan’a..d’tuggu bgt yaa thor k’lanjutan cerita ff’a..

  2. Asik ceritanya baru tapi..jd teringat your the only one kbs..hehehe..tp semoga ga complicated ya..aq bca lanjutannya dl ya thor..msh bingung month comment apa soalnya mash blm jelas..hehhee
    Semangat..next part..

  3. Annyeeoooong eonni
    Aku reader baru di wp inii. Tau dari wp flyng nc *ketahuanyadongnya* wkwkwk
    Tapi disanaa aku belum comment di esspresso soalnya aku belum baca hihiw
    Cerita ini awalnyaa udah banyak tanda tanyaanyaa. Rin hyo sama hyuk jae napa putus? Joong ki jangan2 ntar suka sama rin hyo. Trus kyu sama rin hyo ntar ketemu ngaaaak. Dan main couplee nyaaa iniii masiiih abu abuuu dan bikin penasaaraaan. Semoga gak too complicated neee :3. Hwaiting eoonn

  4. kayaknya si kyuhyun sama rin hyo itu sepasang kekasih ya dulu? dan ceritanya yang dibuat rin hyo itu ceritanya dia sendiri kah? bakalan banyak konflik:”
    annyeong author aku new readers hapmichan imnida. mau ijin ubek2/? wp nya yaaaa:) ghamsahamnida~~

  5. ini cerita kaya flashback gitu yah? Aku udah baca part endingnya hahah makanya penasaran sama awalnya tp kok kaya gini ceritanya…… daripada bingung lanjuttttt dulu

  6. Halooo~. New reader disini.. numpang ubek2 yahh.. kkk~ Howaahh.. pas baca ini langsung aja satu kata terlintas “Keren!”. Tapi masi abu-abu sih bacanya #maklumbarubacapartini #kkk~.tp ko knp si epil itu smahyera sih,, -.-a. Okeh dehh, lanjut dlu ke part selanjutnyaaa 😀

  7. Pengenalan tokohnya asik. Dan mereka akan saling berkaitan gitu. Suka sama tokoh-tokohnya. Awalan ceritanya udah bikin penasaran, hehe. Setelah baca still you hyohyun ver aku langsung tertarik baca ini. izin baca next part ya….^^

  8. kenapa?ada apa?apa yg di sembunyiin sama rin hyo ya??apa kyuhyun ada hubungannya???karna kayanya sinopsis cerita yg di buat sma rin hyo itu pengalamannya dia menurut aku sih kayanya gitu….soalnya saat hyuk jae dateng pembicaraan mereka kaya nyinggung sesuatu hal…tapi apa itu???hmmmmm
    authornya pinter buat penasaran nih…

  9. Kayanya song joongki udah suka deh ama rinhyo dari awal ketemu..
    Film separate yang naskahnya ditulis rinhyo apa mungkin kisah tentang percintaan dia dulu?? Hoho..
    Rinhyo suka sama devil, apa mungkin berkaitan dengan kyuhyun??
    Wow, super duper curious!

  10. aku rasa naskah film separate yg ditulis rin hyo itu karena pengalaman hidupnya dg kata lain kisah nyatanya, benar gak sih?

  11. aku rasa naskah film separate yg ditulis rin hyo itu karena pengalaman hidupnya dg kata lain kisah nyatanya, benar gak sih?
    Pasti ada masa lalu yg menyakitkan dari diri rin hyo

  12. Emmm …
    menurutku feelingnya dpt di karakter sam rin hyo. Kesedihan nya bener2 sampai aplgi di saat dia menatap beker evil . Aku udah curiga dg kata2 hyukjae diawal pragraf tdi . Tpi dia itu kyuhyun oppa kah ? Kurasa kyuhyun oppa dech .
    Onnie aku ke next part ne 😉

  13. jad ceritanya rin hyo itu mantan hyukjae? dia putus sama hyukjae, trus hyukjae dah punya tunangan… jangan jangan yang di bilang “dia” sama hyukjae itu apakah mungkin merujuk pada kyuhyun? karna rin hyo beli jam devil pasti itu menggambarkan kyuhyun kan? trus tentang cerita film itu mungkin kisah kyuhyun sama rin hyo? tpi knpa mereka pisah… apa karena kyuhyun jadi artis?

  14. Haai aku reader espresso dari wp sebelaah 🙂
    Aku tertarik buat baca ff ini. Pengenalannya baguss. Belum masuk ke masalaah. Reader jadi bertanya tanya dan penasaran deh ‘ini sebenernya masalah yang terjadi apasih ? ‘
    Greaaat :))

  15. annyeong.. nongol lagi di ff ini.. setelah selesai baca ff contras.. 😀

    awal yg keren.. (y) jadi ada apa dengan setan yg buat rin hyo jadi sedih.. ??

    Ijin baca part selanjutnya .. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s