Fate, Love and Temptation 2

Fate, Love and Temptation – Love? (2/?)

 

 

Cast. :

  • Cho Kyuhyun
  • Song Joong Ki
  • Sam Rin Hyo
  • Kim Hyera

 

Other Cast. :

  • Shin Ji Eun
  • Lee Kikwang
  • Lee Hyuk Jae

 

Genre : Sad Romance

Rate : T

Length : Chapter

Author : Tsalza Shabrina / @TsalzaCho / Shabrinatsalza.wordpress.com

A/N :         Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF iniJ(NO COPAS)

 

 

Happy read ^-^

.

.

.

.

         

 

 

 

Part. 2 (Love?)

.

.

.

 

            “Kamera rolling and… Action!” suara instrumen musik menyedihkan terdengar. Seorang gadis yang kulitnya telah pucat bersandar ditempat duduknya dengan lemah seraya menulis dengan sebuah pena sederhana disecarik kertas putih itu.

            “Aku memang tidak sempurna dan tidak pantas untuk mencintaimu. Kita memang tidak ditakdirkan bersama , walau kau memaksa bahwa kita telah bersama… “ Sepucuk kertas itu terlihat ternodai oleh bercak-bercak merah yang keluar dari hidung gadis itu. Gadis itu mengusap darahnya kemudian kembali menulis. “Apa kabarmu disana? apa aku masih ada dibenakmu? Apa kau juga menangis merindukanku, sama sepertiku? Ataukah kau telah menggenggam tangan lain dan telah melupakanku dengan segenap kenangan manis kita?” gadis yang menulis itu akhirnya menangis, dan disaat itu juga Sam Rin Hyo menangis pula. Naskah yang ia pegang sedikit basah karna setitik demi setitik air matanya yang keluar. Sutradara Jung menoleh kearahnya sekilas kemudian mengalihkan pandangan pada layar kecil yang terpampang dihadapannya kembali. “Haruskah aku tidak menaruh harapan untukmu lagi? karna mengharapkanmu sama saja mengharapkan ada sumber air dipadang pasir. Mustahil, tapi dapat saja terjadi. Ataukah, aku masih terus mengharapkanmu dengan menutup hatiku untuk orang lain seperti yang telah kulakukan ini. Jarak diantara kita sangat dekat, tapi mengapa sangat sulit untuk menggapaimu? Jarak kita sangat dekat, membuatku sulit untuk tak mengharapkanmu lagi dan tak mencintaimu lagi. Karena, melupakanmu tak secepat saat aku mulai mencintaimu.”

            “CUT! Bagus Kim Hyera! Kau melakukannya dengan sangat baik.” Kim Hyera tersenyum seraya menunduk pada sutradara jung. “Hei, kau kenapa?” tanya sutradara Jung pada Rin Hyo yang sedang menangis terisak. Rin Hyo menggeleng.

            “Kim Hyera sangat menghayati perannya tadi, sehingga membuatku menangis.”

            “Kau ini sensitiv sekali…. ini!” sutradara jung menyodorkan tissue untuknya. Sutradara yang satu ini memang cepat meledak dan marah, namun sebenarnya lelaki 40 tahun-an ini sangat pengertian dan lembut. Rin Hyo mengambil tisu itu kemudian mengusap air matanya.

 

****

 

            Sam Rin Hyo menyantap makan siang-nya disamping sutradara Jung sekaligus dihadapan Song Joong Ki. Rin Hyo mengaduk nasi dimangkuknya dengan malas. Pikirannya melayang pada suatu kenangan pahit hingga ia tidak berniat untuk makan.

            “Hyo, makanlah ini!” suara Song Joong Ki membuatnya tersadar seraya menatap Joong Ki, ia tersenyum. “Kau ini melamun saja, habiskan makananmu!” Titah lelaki itu lagi.

            “Iya,” Rin Hyo menyuap nasi bersama dengan lauk yang diberi oleh Joong Ki tadi.

            “Wah, kalian akrab sekali ya?” goda Kim Hyera yang duduk disebelah Song Joong Ki.

            “Tentu saja, Joong Ki oppa adalah teman yang baik.” Ucap Rin Hyo.

            “Teman? Kalian tidak terlihat seperti sepasang teman, apakah—?”

            “Tentu saja tidak!” Ucap Joong Ki dan Rin Hyo bersamaan. Hyera terkekeh geli kemudian menyuap makanan kemulutnya.

            “Wah wah wah… kalian kompak sekali”goda Hyera lagi.

            “Kim Hyera! Hentikan!” Bisik Joong Ki, Hyera masih saja tertawa. Sedangkan Rin Hyo hanya menatap tajam kearah Kim Hyera. Candaan itu akhirnya terhenti karena suara berat sutradara Jung terdengar.

            “Hei, hei, hei! Apa yang kalian lakukan, ha? Cepat habiskan makanan kalian. Setelah ini take terakhir kalian harus mempunyai energi yang besar, mengerti?”

            “Iya, sutradara.” Ucap mereka serempak kemudian melanjutkan makan siang dengan diam. Keheningan itu terpecah disaat deringan ponsel Sam Rin Hyo terdengar. Rin Hyo meletakkan sumpitnya kemudian merogoh tas kecilnya.

Lee Hyuk Jae calling

Mimik wajahnya seketika berubah setelah menatap layar ponsel-nya itu. Rin Hyo memasukkan ponsel itu kedalam tas kecilnya kembali tanpa mengangkatnya.

            “Kenapa tidak diangkat?” tanya sutradara Jung.

            “Em? Ahh… itu salah sambung.” Song joong Ki yang masih diam ternyata menyimak pembicaraan kedua orang dihadapannya ini.

            “Jangan berbohong! Aku melihat namanya tadi.” Rin Hyo menghembuskan nafasnya.

            “Baiklah, dia seseorang yang paling kuhindari dimuka bumi ini.” deringan ponsel yang beberapa menit yang lalu telah berhenti itu kini berdering lagi. Rin Hyo memutar bola matanya seraya merogoh tasnya kembali. Segera ia melepas baterai ponselnya kemudian memasukkannya kasar kedalam tasnya. Sutradara Jung hanya terdiam, tidak ingin mencampuri urusan Rin Hyo. Sedangkan Song Joong Ki menatap Rin Hyo dengan tatapan curiga.

 

****

            Rin Hyo melepas mantel serta tas-nya diatas meja didepan sofa. Ia menghempaskan tubuhnya kesofa seraya memejamkan mata. Hari ini seolah hari melelahkan untuknya, baru saja ia pulang dari tour untuk mempromosikan film barunya itu. Mulai dari Seoul, Busan, Incheon, Gangnam, dan beberapa kota lainnya. Namun syukurlah, walaupun ia lelah segalanya terbayar karena reaksi para masyarakat yang begitu tertarik dengan film ini.

            “Huh… lelahnya…” gumam Rin Hyo. Ia membuka kedua matanya kemudian beranjak ke kamar mandi, ia sangat gerah dan butuh mandi. Setelah selesai membersihkan diri, gadis itu berjalan menuju meja kerjanya. Ia membuka laptop biru safirnya dengan perlahan kemudian menghidupkannya.

            “Melanjutkan project novel? Sepertinya menarik.” gumamnya seraya berpikir-pikir. Ia tersenyum kemudian membuka folder dimana berkas-berkas novel yang tak pernah ia sentuh semenjak ia harus menulis naskah drama dan film tersimpan. Namun sebelum itu, kedua matanya menatap folder yang berjudul xxx love . Nafasnya tiba-tiba sesak, kedua matanya panas. Nalurinya mengatakan ia harus membuka folder itu, dan ya! Naluri menang. Ia membuka folder itu dan membuka berkas foto yang ada didalam folder itu. kilasan potret-potret kenangannya dengan seorang pria yang terlihat sedang memeluknya di foto itu membuatnya menangis. Ia benar-benar merindukan lelaki itu, lelaki yang masih ia cintai selama 10 tahun ini. Lelaki yang benar-benar terukir dihatinya itu.

            “Aku merindukanmu…” gumam Sam Rin Hyo seraya menangis, tangannya terulur untuk menyentuh gambaran pria itu dilayar laptop.

            “Aku … benar-benar merindukanmu…” Ucap gadis itu lagi, kini suaranya terdengar semakin hilang. Sam Rin Hyo kini terisak, ia menutup laptop itu dengan kasar kemudian menyelusupkan kepalanya pada kedua tangannya yang ia lipat diatas meja. Tubuhnya bergetar karena isakannya yang makin menjadi. Isakan yang disebabkan oleh pria itu.

 

****

 

            Sam Rin Hyo mendorong trolley-nya menuju kasir. Langkahnya terhenti disaat telepon genggamnya berdering. Rin Hyo mengeluarkan benda yang berisik itu dari saku cardigan-nya seraya menaruh barang-barang yang akan ia bayar diatas meja kasir.

            “Halo? Song Joong Ki oppa?” Cepat-cepat Sam Rin Hyo mengatupkan bibirnya disaat petugas kasir itu menatapnya penuh selidik padanya. Rin Hyo tersenyum kaku kemudian menjauh dari meja kasir. “Ada apa oppa? … apa? Makan malam? … hanya kita berdua?… baiklah, asal kau yang menjemput ya oppa… iya, sampai jumpa nanti malam!” Rin Hyo terkekeh seraya mematikan sambungan teleponnya. Ia kembali pada meja kasir yang telah dipenuhi kantong-kantong kertas miliknya.

“Semuanya 50.000 won nyonya.” Sam Rin Hyo mengeluarkan beberapa lembar uang kertas seraya menyerahkannya pada petugas kasir. Ia mengambil barang-barangnya kemudian keluar dari super market menuju tempat mobilnya diparkirkan.

Barang-barang kebutuhan yang ia beli tadi terjatuh seketika disaat ia menatap seorang lelaki yang berdiri disamping sebuah van yang berhenti diseberang super market. Seorang pria yang berjalan melewati jalan itu memunguti barang-barang Rin Hyo dan memasukkan kedalam kantong kertas milik gadis itu yang terlepas dari genggamannya.

“Nyonya, ini barang-barangmu… lain kali berhati-hatilah nona…” Ucap pria itu seolah menyadarkan gadis yang sedang terpaku menatap lelaki diseberang sana.

“Eo? Terima kasih ahjussi, sekali lagi terima kasih.” Ahjussi itu hanya menunduk kemudian meninggalkan Rin Hyo. Rin Hyo berjalan menuju mobilnya dengan gontai namun sesaat sebelum ia memasuki mobilnya, ia kembali menoleh kearah lelaki tadi. Walau sudah dijarak yang jauh, tapi gadis itu masih bisa menangkap sosoknya. Kantong itu kembali terjatuh disaat lelaki yang tadinya celingak-celinguk disamping van kini telah menutup pintu untuk seorang gadis. Gadis? Hati Rin Hyo sangat sakit, siapa dia? Pacarnya? Rin Hyo memunguti barang-barangnya seiring dengan van yang telah berlalu melewatinya.

 

****

 

“Wooaah… kau membeli banyak sekali Hyera-ya?” Kim Hyera melepas kaca mata hitamnya seraya tersenyum pada Kyuhyun.

“Bahan-bahan makanan diapartemen telah habis, dan beberapa kebutuhanku juga banyak yang habis oppa.” Kyuhyun mengangguk pelan. “Tumben sekali menjemputku memakai van? Biasanya memakai mobil pribadimu.”

“Setelah ini aku ada kegiatan di Dongdaemun. Maaf ya, aku tidak bisa berlama-lama setelah mengantarmu aku harus pergi lagi.” Hyera hanya tersenyum.

“Tidak apa-apa oppa, kau meluangkan waktu sempitmu untukku itu sudah membuatku senang.”

“Bagaimana dengan film-mu? Sukses kan?” Hyera mengangguk semangat.

“Tentu saja oppa, bayangkan saja! Baru 3 hari yang lalu film ini launching tapi penggemarnya sudah lebih dari 10.000 orang.” Kyuhyun tersenyum.

“Selamat ya! kalau begitu, untuk merayakan ini… bagaimana jika malam nanti kita makan malam ditempat biasa?” Hyera mengangguk semangat diiringi Kyuhyun yang mengacak rambutnya.

 

****

Sam Rin Hyo memakai dress selutut dengan warna biru tosca yang terlihat cantik sekali. Dress itu sangat pas ditubuhnya, sehingga ia terlihat berkali-kali lipat lebih cantik sekarang. Ia memoles wajahnya dengan bedak tipis dengan lemah, kedua matanya terlihat melamunkan sesuatu. Pertemuannya dengan lelaki tadi benar-benar membuat segala yang ia lakukan tidak ada semangatnya.

Rin Hyo sedikit tersentak disaat deringan bel rumahnya berdering nyaring ditelinganya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mnyadarkan diri sendiri seraya memejamkan mata. Setelah itu iaberlari kecil menuju pintu disaat deringan itu berbunyi sudah ketiga kalinya.

“Eo! Oppa wasseo!” Song Joong Ki yang memakai kemeja dengan warna yang sama dengan Rin Hyo tersenyum. Rin Hyo menatap sosok tampan ini dari bawah keatas. “Bagaimana bisa kita memakai warna yang sama?”

“Mungkin karena ikatan batin,” mereka terkekeh mendengar jawaban Song Joong Ki. “Sepertinya kita akan terlihat seperti sepasang kekasih hari ini, kau sudah siap sepertinya.” Rin Hyo menatap tubuhnya sendiri kemudian mengangguk.

“Ahh… tapi sebentar,” Rin Hyo masuk kedalam apartemennya lagi lalu kembali dengan tas jinjing yang sepadan dengan warna bajunya. “Ayo! Perlukah kita bergandengan tangan?” canda Rin Hyo seraya menutup pintu apartemennya. Song Joong Ki tertawa kecil.

“Ide bagus…” Rin Hyo hanya menepuk lengan Joong Ki kemudian mengait lengan Joong Ki. “Kau melakukannya ?” Tanya Joong Ki bodoh. Rin Hyo menarik tangannya kembali kemudian tersenyum kearah lelaki itu.

“Tentu saja tidak oppa, kau ini actor terkenal. Ahh aku baru ingat! Kau tidak memakai masker atau semacamnya?” Song Joong Ki menggeleng.

“Hari sudah malam, kita hanya perlu berjalan dengan cepat.” Rin Hyo hanya mengangguk-angguk mengerti.

 

***

 

Kim Hyera dan Cho Kyuhyun memasuki restoran bintang lima itu dengan bergandengan tangan. Mereka makan malam bersama untuk merayakan kesuksesan film yang dibintangi gadis itu. Sebelum kesini, mereka menonton film dahulu. Pastinya dengan memakai segala penyamaran.

“Kau ingin makan apa?” Tanya Kyuhyun yang sudah melepas kacamata hitamnya dan membuka-buka resep yang ada ditangannya. Restoran elite ini memang menjaga privacy tamu dengan sebaik mungkin, jadi tidak heran jika banyak selebriti yang makan malam disini dengan pasangannya. Kim Hyera membuka-buka resep itu dengan anggun.

“Terserah kau saja oppa, tapi jangan sayur! Aku tidak suka itu,” Kyuhyun terkekeh kemudian memesan makanan dan minuman favoritnya, wine.

“Hari ini kau tidak ada jadwal apapun ya? jarang sekali kau mengajakku makan dan berjalan-jalan selama seharian penuh.” Kyuhyun tersenyum.

“Aku tidak ada jadwal hari ini, tadi pagi aku ingin pulang kerumah. Tapi karena ternyata penghuni rumah tidak ada, maka dari itu aku putuskan untuk merayakan film suksesmu.” Hyera tersenyum tipis, sebenarnya ada sedikit rasa kecewa disaat Kyuhyun berkata seperti itu. Jika saja dirumah itu ada orang, pasti ia lebih memilih kesana kan? Dari pada menemuinya yang sudah jarang sekali bermain bersama seperti ini. Itulah yang ia pikirkan.

 

****

 

Sam Rin Hyo sedikit terperangah disaat mobil Song Joong Ki berhenti didepan sebuah gedung mewah yang disebut sebuah restoran ini.

Oppa… kita makan disini?” Song Joong Ki tersenyum kemudian keluar dari mobilnya.

“Rin Hyo-ah… kau tidak ingin turun?” Rin Hyo sedikit tersentak disaat Song Joong Ki sudah membukakan pintunya dan sedikit membungkuk untuk menatapnya.

“Ahh… iya, aku turun.” Rin Hyo turun dari mobil seiring dengan Joong Ki yang menutup pintu mobil. Song Joong Ki menyerahkan kunci mobilnya pada petugas parker disana agar mobilnya diparkirkan. Rin Hyo yang masih menatap ukiran-ukiran dinding dikiri-kanannya dengan terus berjalan itu membuat Song Joong Ki tersenyum tipis, entah karena apa.

Song Joong Ki menaiki anak-anak tangga yang berbalut karpet merah itu dengan berlari kecil kemudian menarik lengan Rin Hyo. Rin Hyo berhenti kemudian menatap Song Joong Ki.

“Lihat jalannya, nanti kalau tersandung bagaimana?” Rin Hyo tersenyum bocah kemudian mengait lengan Song Joong Ki.

“Kalau begini tidak akan jatuh kan?” Joong Ki tersenyum seraya mengangguk.

“Kalau begini nanti aku yang jatuh.”

“Jatuh? Kan aku nanti bisa menangkapmu.”

“Bukan jatuh yang seperti itu, tapi jatuh hati padamu.” Rin Hyo diam. Ia tidak tahu apa ini sebuah candaan atau serius. Karna, wajah Song Joong Ki terlihat serius. Sedetik kemudian gadis itu tertawa tidak jelas dan segera menarik Joong Ki untuk memasuki restoran.

Mereka berjalan dalam diam. Langkah Rin Hyo terhenti disaat ia menatap lelaki itu sedang tersenyum bersama gadis lain. Ia tidak dapat melihat dengan jelas siapa gadis itu, karena ia memunggungi Sam Rin Hyo. Tapi lelaki itu, ia tau dengan jelas siapa lelaki itu. Lelaki yang mempunyai segala kenangan dalam foder xxx love-nya itu. Joong Ki menatap Rin Hyo yang matanya telah berair kemudian mengikuti arah gadis itu melihat.

“Apa kau mengenal lelaki itu Rin Hyo­-ah?” Air mata Rin Hyo menetes, ia hanya bahagia dapat menatap wajah itu tersenyum lagi. “Kau mengenal Cho Kyuhyun?” Rin Hyo menoleh kearah Song Joong Ki dengan cepat.

Oppa… ayo kita pindah tempat. Aku… aku tidak suka suasana restorannya.” Ucap Rin Hyo seraya menarik lengan Joong Ki. Song Joong Ki hanya dapat menurut pada permintaan Sam Rin Hyo yang menurutnya sangat aneh. Padahal jelas sekali gadis itu menyukai interior restoran ini.

 

****

 

“Hyo-ah… sudahlah jangan menangis lagi!” ucap Song Joong Ki seraya menepuk-nepuk punggung Rin Hyo yang bergetar itu. Mereka sekarang ada didalam mobil yang mengarah pada sungai han yang tenang itu. Dari sini, terlihat jelas bagaimana tenangnya arus sungai han tapi tidak bisa menenangkan hati gadis yang sedang terisak ini.

Tangisan Rin Hyo perlahan terhenti. Gadis itu menatap Joong Ki yang seperti meminta penjelasan.

“Maafkan aku oppa… kita jadi tidak makan malam.”

Gwenchana… sebenarnya, kalau boleh tahu mengapa kau seperti ini? Dan … apa hubunganmu dengan Cho Kyuhyun?” cecar Song Joong Ki lembut. Rin Hyo menghela nafasnya bimbang apakah ia harus mengatakan ini pada Song Joong Ki.

“Mungkin cerita ini terdengar tidak mungkin. Tapi, jika kau mau mendengar ini semua… baiklah.” Rin Hyo menghela nafasnya pelan kemudian menoleh pada Joong Ki. “Kami… sebenarnya sebelum Kyuhyun debut. Disaat SMA, kami… adalah sepasang kekasih.” Joong Ki sedikit terkejut, tak ia sangka dunia begitu sempit. “Dulu… kami sering sekali bertengkar. Bahkan, hubungan Lee Kikwang dan Shin Ji Eun… adalah buah hasil dari cara kami menyatukan mereka. Yah… dulu mereka itu sangat pemalu sekali. Kami ber-empat, Kikwang oppa, Ji Eun-ah, dan Cho Kyuhyun adalah sahabat. Aku mengenal Cho Kyuhyun itu juga kebetulan. Kebetulan ia menjadi kakak kelas yang bertugas untuk memarah-marahiku disaat hari pertama masuk sekolah.”

 

KwangEun High School, Busan. 2004

 

“Cho Kyuhyun! Kau urus murid baru bernama Sam Rin Hyo, kau mengerti!” Kyuhyun mengangguk kemudian meneriakan nama gadis itu. Salah satu gadis mengacungkan jarinya seraya mendekat pada Kyuhyun dengan santai, tak ada raut ketakutan diwajahnya. Padahal ia tahu, Kyuhyun adalah senior yang paling dingin dan mengerikan di KwangEun senior high school ini.

“Kau! Ikut aku!” ucap Kyuhyun dingin. Sebenarnya, dalam hati lelaki ini bingung dengan sikap santai gadis ini. Tidak seperti murid-murid baru yang lain, yang ketakutan setengah mati. Dan gadis ini? Apa mungkin karna wajah malaikatku ini dia tidak takut padaku? Itulah yang ia pikirkan sekarang.

“Siapa namamu?” Tanya Kyuhyun sedikit membentak.

“Sam Rin Hyo,” Kyuhyun diam, tidak tahu akan berkata apa. Tiba-tiba ia yang merasa takut dengan degupan jantungnya sendiri yang berdegup tidak normal. Bahan-bahan pertanyaan yang sudah ia persiapkan tempo hari seolah hilang ditiup angin, dia Blank.

“Kau… tidak takut padaku?” pertanyaan bodoh itu meluncur begitu saja dibibir Kyuhyun. Rin Hyo menatap Kyuhyun datar seraya menggeleng.

“Apa anda bangga jika seseorang takut padamu, sunbae-ssi?” Kyuhyun sedikit tersentak dan tak terima dengan jawaban Rin Hyo. Dan apa itu? Sunbae-ssi? Apa ia tidak tahu namanya? Padahal hampir semua murid baru yang bergender gadis itu mengenal dirinya.

“Namaku Cho Kyuhyun!”

“Aku tahu…” Kyuhyun mengerutkan dahinya,

“Kalau tahu, mengapa tidak menyebut namaku?”

“Karna anda belum memperkenalkan diri, Cho Kyuhyun sunbae…” Kyuhyun menggeram tertahan. Gadis ini benar-benar menyebalkan.

“Kau tidak punya inisiatif, ya? itu sama saja punya pengetahuan tapi tidak dimanfaatkan dengan baik.” Rin Hyo memejamkan kedua matanya meredam marah.

“Cho Kyuhyun sunbae yang terhormat… baik, aku yang salah.” Pasrah Sam Rin Hyo seraya menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun tertawa, entah kenapa menatap wajah Rin Hyo yang seperti itu sangat menyenangkan untuknya.

“Kau memang bersalah.”

 

 

Rin Hyo tersenyum kecil, “Menceritakan ini membuatku ingin kembali ke masa lalu.”

“Lalu, kalian menjalin hubungan?” Rin Hyo menatap Song Joong Ki dalam seraya menggeleng pelan.

“Awalnya tidak… awalnya, kami seperti jelmaan Tom and Jerry, selalu bertengkar.”

 

KwangEun High School, Busan. 2004

 

“Ya ya! kau mau kemana?!” Rin Hyo yang hendak memasuki kawasan kantin berhenti. Shin Ji Eun yang berdiri disampingnya juga berhenti seraya menatap Rin Hyo cemas.

“Aku mau ke kantin. Jangan halangi aku!” Ucap Rin Hyo seraya mendorong kuat tubuh tegap Kyuhyun. Tapi Kyuhyun malah menatap tajam Rin Hyo seraya mengikuti gaya gadis itu bicara. “Cho Kyuhyun!!” pekik Rin Hyo, Shin Ji Eun menatap Sam Rin Hyo dan Cho Kyuhyun bergantian dengan cemas.

“Rin Hyo-ah… sebaiknya kau jangan mencari masalah dengan Kyuhyun sunbae. Kau tau sendiri kan dia—“

“Dia apa?! Dia hanyalah seseorang paling menyebalkan didunia ini.” Ucap Rin Hyo pada Ji Eun sedikit keras.

“Apa kau bilang?” Tanya Kyuhyun seraya mendekat pada Rin Hyo.

“Cho Kyuhyun adalah namja termenyebalkan didunia, apa aku salah?”

“aku ini sunbae-mu.”

“seorang sunbae seharusnya tidak bertindak seperti ini pada hoobae-nya.”

“YA!”

“Apa? Kau ini selalu saja menganggu ya? kau menyukaiku ya?”

“Kalau iya, memang kenapa? Kau mau menjadi kekasihku?”

 

 

Sam Rin Hyo tertawa hambar. Tak ia sangka memutar memorinya kemasa lalu yang masih begitu jelas terasa sedikit menyakitkan.

“Apa ada seorang lelaki yang menyatakan cinta seperti itu?” gumamnya disela tawa hambarnya. Joong Ki tersenyum kecut menatap Rin Hyo. “Kupikir, waktu itu hanyalah bualannya saja. Tapi, ternyata tidak. Hari-hari berikutnya, ia tiba-tiba saja merecokiku dengan sikap manisnya. Dan recokannya itu berhasil mengetuk hatiku untuk mencintainya selama ini. Cho Kyuhyun adalah lelaki yang tidak suka mengatakan perasaannya secara langsung, Ia lebih nyaman menyampaikannya dengan caranya sendiri.” Sam Rin Hyo menggigit bibir bawahnya kuat, mencoba untuk menahan rasa sakit yang mendera didadanya.

“Hyo-ah… ceritanya dilanjutkan lain kali saja. Ini sudah larut, kau harus pulang…” Rin Hyo tersenyum tipis seraya mengangguk pelan. Song Joong Ki menyetir mobilnya dalam diam, sesekali ia mencuri pandang pada Rin Hyo yang sedang menatap hampa jalanan Seoul dari balik kaca jendela mobilnya. Sebenarnya ia sakit mendengar segala celotehan Rin Hyo tadi, sebenarnya ia sakit saat mengetahui bahwa ternyata Rin Hyo telah mencintai lelaki lain, dan sebenarnya hatinya lebih sakit lagi saat menatap air mata Sam Rin Hyo yang keluar karna lelaki itu. Karna sebenarnya, ia telah mencintai gadis itu. Mencintai Sam Rin Hyo entah sejak kapan, dan sampai kapan.

 

 

To Be Continued

 

 

 

Advertisements

67 thoughts on “Fate, Love and Temptation 2

  1. Ya ampun joongki :’
    Dan tunggu, trs rin hyo sama kyuhyun putus kenapa? Jangan2 alasan klise, gaafa restu orang tua? Heeeh. Kasian rin hyo. 10 tahun gak bisa berhenti mencintai kyuhyun
    Dan rin hyo posisinya sama kayak aku sekarang , gagal move on * curcol

  2. Jd kyuhyun sama rinhyo dulu pernah pacaran ya??
    Tapi apa mereka putus? Terus kenapa kyuhyun gak ingat ma Rinhyo??

    Gak sabar baca cerita selanjutnya ^^

  3. Oh jadi, rinhyo sama kyuhyun pernah pacaran. Adegan mereka berantem bikin aku penasaran. Agak bingung baca kalimat langsung-nya siapa yang ngomong kalimat itu. Tapi syukur masih bisa ngerti dari responnya. Seru banget. Izin next part ya…

  4. noh….tuh kan bener kyuhyun ntu masa lalunya rin hyo….tapi kenapa mereka pisah apa karna kyu dah jadi artis??tapi ni lagi asik2 cerita masa lalu malah di potong si joong ki nyebelin nih ah….padahal kan dengerin aja ampe selesai kan saya juga pengen tau apa yg terjadi…di next chap diceritain lagi gak??smoga ya….
    see u next chap….

  5. dari part pertama udh nebak nebak cowok masalalu rin hyo dan ternyata memang benar si evil.
    penasaran mereka berpisahnya kenapa?

  6. Haha, bener kan tebakan aku! Serasa jadi cenayang, hoho..
    Gayanya cho kyuhyun bgt, nembak cewe kaya gitu..
    Kira-kira apa ya yg bikin mereka pisah?? Kyu jahat ya??
    Uhh, penasaran.. >_<

  7. Cho kyuhyun hilang ingatan? Kan di part awal kyu bilang apa ya lupa yg kyaknya ga ada prasaan yg waw buat hyera.

  8. jadi seperti itu masa lalunya rin hyo..
    Lalu apa sebab yg mengharuskan rin hyo dan kyuhyun berpisah?
    Makin penasaran

  9. Ah bener dugaanku rin hyo sama kyuhyun pernah kenal bahkan sampe pacaran. Song joong ki suka sama rin hyo dan rin hyo belum bisa move on. Huhu konflik mulai muncul. Gimana ya perasaannya kyuhyun sekarang sama rin hyo?? Aa lanjut ajaa

  10. Aduh bikin pnasran ni ceritanya . Sedih bnget dg kisah rin hyo 😥 tpi kenpa kyu oppa dak kenal ya dg rin hyo wktu di supermarket ??? Apkh kyu oppa amnesia kli ya ?? *udah mulai ngawur ni* wkwkw 😀

  11. hebat ya 10.thn masih cinta dan blm bisa ngelupain… pasti sakitnya pake banget deh… jadi dia pacaran sama hyukjae itu sesudah putus dari kyuhyun mungkin untuk coba buat lupain kyuhyun tpi ttp ga bisa ya? jong ki knpa sama kyuhyun lawan nya akukan jadi bingung bela siapa? kasian jong ki cinta nya layu sebelum berkembang…

  12. Wew ternyata dunia itu sempit wkwkwkwkwk
    Jangan jangan kyu hyun selingkuh sama hyera dan ninggalin rin hyo.
    Dan jangan jangan film separate itu berdasarkan kisah nya sendiri ? Waaaaaaaaaaa :’
    Kalo gitu rin hyo sama joongki aja deeh

  13. Ohh kyuhyun masa lalu nya sam rin hyo.. trus kok kek gak kenal gitu pas di super market sama rin hyo..
    ya udah rin hyo sama joon ki aja.. wkwk 😀

    si kyuhyun lupa sama rin hyo gegara jadi artis kah.. ?? -..-

  14. Feelingku mengatakan kalau masalalu rin hyo adalah kyuhyun, dan ternyata benar. Tapi kok rin hyo kayak menghindar dari kyuhyun, ada masalah apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s