Love Oh Love 1

Love Oh Love ! – Hello, Love! (1/?)

 

 

Cast. :

  • Cho Kyuhyun
  • Sam Rin Hyo
  • Lee Donghae
  • Kim Min Jung

 

Other Cast. :

  • Find it by your self J

Genre : Romance, school life

Rate : T

Length : Chapter

Author : Tsalza Shabrina

A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini J

 

Happy read ^^

.

.

.

Part. 1 (Hello, Love!)

 

            “Annyeong haseyo! Sam Rin Hyo imnida”

Ucap seorang gadis yang berdiri ditempat duduknya sembari membungkukkan sedikit badannya.
           “Sam Rin Hyo ?” gumam seorang lelaki yang tempat duduknya sedikit berjauhan dari gadis itu. Beberapa saat setelah berfikir lelaki itu menegakkan badannya dan mendapati gadis yang bernama Sam Rin Hyo itu tengah menyenderkan badannya dikursi dengan lemas.
           “hei! Rin Hyo… Sam Rin Hyo…”bisik lelaki itu pada Rin Hyo. Namun tentu saja ia tidak mendengarnya.
           “Cho Kyuhyun?” suara guru yang memanggil namanya membuatnya terkesiap dan meninggalkan aktivitasnya sejenak.
           “Ne! saya guru!” Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya. “Annyeong haseyo! Cho Kyuhyun imnida…” ucap Kyuhyun sembari sedikit membungkuk lalu duduk kembali ditempatnya. Ia menolehkan kepalanya lagi kearah Rin Hyo yang sekarang tengah menatap Cho Kyuhyun tak percaya. Kyuhyun menyengir sembari melambaikan tangan ‘annyeong’ ucapnya tanpa suara. Rin Hyo mulai tersenyum dan masih menatap Cho Kyuhyun tak percaya.
           “Karna hari ini hari pertama kalian di Inha high school jadi, hari ini pelajaran saya diisi dengan perkenalan dulu. Bagaimana?”
           “Ne~” ucap mereka-siswasiswikelastingkat1A- .
           “Nama saya Park Jungsoo kalian dapat memanggil saya Park guru. Disini saya adalah wali kelas kalian jadi, jika kalian macam-macam dan membuat masalah harus berhadapan dengan saya dahulu, aratchi?!” ucap guru ramah ini sembari tersenyum.
           “Baiklah… kalian adalah anak-anak terpilih yang ingin menjadi pelajar di sekolah ini… blablabla…” Park guru tak kenal lelah untuk bercerita tentang seluk beluk Inha high school. Sedangkan lelaki itu masih sesekali menatap Rin Hyo yang sedang mengketuk-ketukan bullpen diatas mejanya. Senyuman samar Kyuhyun kembali merekah saat menatap tingkahnya.
           Dia pasti sangat bosan…

***

           “Heii… Sam Rin Hyo!”

Seru Kyuhyun yang sudah duduk dihadapan Rin Hyo. Ia hanya tersenyum dan menepuk wajah Cho Kyuhyun.
           “Ini benar kau? Cho Kyuhyun?” Tanya Rin Hyo dibarengi dengan Kyuhyun yang menggosok-gosok pipinya yang habis ditepuk oleh Rin Hyo.
           “Ne~ isshh… bisakah kau tidak memukulku?” Rin Hyo hanya terkekeh.
           “Ternyata benar ini adalah kau! Cho Kyuhyun yang menyebalkan!”ucap Rin Hyo disela tawanya. Kyuhyun hanya tersenyum lebar sembari menggaruk-garuk rambutnya yang sama sekali tidak gatal.
           3 tahun tidak bertemu memang membuat mereka tidak percaya dapat bertemu lagi. Mereka berteman sejak kelas 2 SD. Dan hubungan mereka memang tidaklah akur, selalu saja bertengkar dan saling mengolok-olok satu sama lain. Jadi wajar saja Rin Hyo menyebutnya ‘Cho Kyuhyun yang menyebalkan’ .
           “ya! Bagaimana kabarmu?” Tanya Kyuhyun membuka pembicaraan.
            “Seperti yang kau lihat! Aku masih hidup, semua alat indraku juga berfungsi dengan baik. Dan alat gerakku juga sangat berfungsi. Bagaimana denganmu? Apa kau masih sama menyebalkannya seperti dulu?”
           “Eiyy… jangan berkata seperti itu! Memangnya aku dulu menyebalkan? Aku tidak menyebalkan… hanya saja… suka mengganggu orang haha…”
           “Tsk… itu sama saja bodoh…”
           “ya! Kenapa kau malah mengataiku bodoh, bodoh…”
           “ya! Aku tidak bodoh… issh… kau membuatku kesal saja. Pergilah sana ketempatmu! Hush hush… “ ucap Rin Hyo yang terlihat kesal sembari melambai-lambaikan tangannya seperti mengusir ayam.
           “Shireo! Aku akan duduk disini…”         
           “ya! Jangan berlagak seperti anak kecil. Kau ini sudah besar! Lihat! Eun jin jadi tidak bisa dudukkan?!” Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap Eun jin yang berdiri disampingnya. Ia ikut berdiri sambil menatap Eun jin lembut dan tersenyum. Dengan pelan ia menyodorkan tangannya.
           “Cho Kyuhyun imnida… kau?” ucap Kyuhyun lembut yang membuat Rin Hyo memutar bola matanya dan mengalihkan pandangannya dari sikap tebar pesona menjijikan yang disuguhkan Cho Kyuhyun pada Eun jin.
           “Lee… Lee Eun jin imnida… “ ucap gadis itu gugup. Ya! Karna memang gadis itu menyukai Kyuhyun saat pertama melihat Kyuhyun.
           “Senang berkenalan denganmu” ucap Kyuhyun yang sedari tadi tersenyum manis pada Eun jin. Senyuman yang membuat gadis-gadis lain meleleh pastinya, tapi tidak untuk Rin Hyo.
           “Nado~”
           “Eumm…. Bisakah kau memenuhi permintaanku?”
           “Apa itu?”
           “Setelah duduk disini sepertinya aku menyadari aku tidak bisa melihat guru dengan jelas. Karna kau adalah gadis cantik dan pintar, rasanya bangku ini tidak pantas untuk kau tempati bagaimana jika kau bertukar tempat duduk denganku. Disana sangat nyaman dan kau pasti dapat melihat jelas guru dari sana.” Rin Hyo melebarkan kedua matanya dan menendang kaki Kyuhyun.
           “Rin Hyo-ssi… kenapa tiba-tiba kau menendangku? “ Rin Hyo hanya tertawa hambar.
           “Jusung hamida Kyuhyun-ssi… kurasa aku salah tendang. Sebenarnya aku ingin menendang kaki meja.” Ucap Rin Hyo asal. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa mengulum tawanya yang rasanya ingin keluar saat menatap wajah lucu Rin Hyo yang sedang marah.
           “Otte… Eun jin-ah?” Tanya Kyuhyun lagi yang membuat Eun jin terkesiap.
           “Eo… kau benar. Disini sangat tidak nyaman. Untuk menatap guru saja aku harus menegakkan badanku dan rasanya melelahkan. tapi … apa kau tidak apa-apa duduk disini?”
           “Gwenchana Eun jin-ah… kalau badanmu sakit bagaimana? Lebih baik kita bertukar tempat saja.” Eun jin tersipu malu dengan perkataan Kyuhyun.
           “Baiklah… gomapta Kyuhyun-ah…” ujar Eun jin yang pipinya sudah memerah.
           “Eo… tidak usah sungkan. Seharusnya aku yang berterima kasih.” Ucap Kyuhyun sembari menatap Eun jin yang sedang memberesi bukunya dan membawa tasnya pindah tempat ketempat Kyuhyun. Rin Hyo menatap Kyuhyun dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
           “Kau benar-benar licik Cho!” ucap Rin Hyo sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Kyuhyun hanya terkekeh lalu beranjak dari sana untuk mengambil tasnya. Rin Hyo kembali memutar bola matanya saat ia melirik Kyuhyun yang kembali tebar pesona pada Eun Jin.
           “Ya! Sepertinya ia menyukaimu!” ucap Rin Hyo saat Kyuhyun sudah duduk didepannya. Kyuhyun hanya terkekeh pelan.
           “Tentu saja! Aku kan sangat tampann…”
           “Dasar narsis!” ucap Rin Hyo sembari sesekali berdecak kesal dan mendorong kepala Kyuhyun.

***

 

           “Jin-ah… sepertinya aku sedang jatuh cinta!”

ucap Rin Hyo pada Eunjin yang sedang membaca buku. Eun Jin menatap Rin Hyo dengan berbinar.
           “Jinja?! Nugu?” ucap Eun jin bersemangat.
           “Itu… sunbae yang sedang membaca buku dipojok itu.”
           “Namanya Lee Donghae. Selain tampan, ia pintar dan baik.” Lanjut Rin Hyo, kedua matanya masih menangkap sosok Donghae yang sedang berdiri bersandar didinding dengan buku yang setia ditangannya.
           “Seleramu tinggi sekali Hyo!”
           “Tentu saja! Tidak sepertimu! Menyukai Cho Kyuhyun bodoh itu!”
           “ya! Aku tidak menyukainya! Itu dulu! Setelah tau dulu ia hanya tebar pesona padaku. Rasanya aku sangat membencinya!” Rin Hyo terkekeh pelan menatap Eun jin yang sekarang menjadi sahabat baiknya ini.
           “Keunde.. dia cukup popular. Kau tau? Banyak gadis yang menyukainya. Bahkan aku pernah melihat isi lokernya yang dipenuhi dengan hadiah.”
           “Jinja? Sepertinya gadis-gadis itu sedang tidak sehat… menyukai si bodoh Cho Kyuhyun itu.”
           “ya! Siapa yang kau bilang bodoh, ha?!” Rin Hyo terlonjak kaget saat menatap Cho Kyuhyun yang sudah duduk disebelahnya.
           “YA!” teriak Rin Hyo yang membuat petugas perpustakaan menghampirinya.
           “Agassi… tolong diam. Ini perpustakaan!” ucap lelaki paruh baya itu sopan. Rin Hyo hanya tersenyum kikuk sembari membungkukkan sedikit badannya dan meminta maaf. Sedangkan Cho Kyuhyun dan Lee Eun jin terlihat menahan tawanya.
           “Awas kau Cho!” umpat Rin Hyo berbisik pada Cho Kyuhyun. Pandangannya ia edarkan kembali pada tempat dimana ia dapat menatap Lee Donghae tadi. Namun, nihil. Ia tidak menemukan sosok Lee Donghae. Ia tegakkan badannya dan menajamkan penglihatannya, berharap dapat menemukan sosok lelaki tadi. Ia kembali melemaskan badannya dan menghembuskan nafas beratnya.
           “Hyo-ah… kau kenapa?” Tanya Eun Jin saat tau bahwa Rin Hyo terlihat lemas.
           “Dia menghilang…”
           “Siapa yang menghilang?” Tanya Kyuhyun.
           “Bukan urusanmu!” ucap Rin Hyo ketus.
           “ya! Jangan membuatku penasaran!”
           “Sudah kau diam saja, kau tidak tau apa-apa bodoh!”
           “ya! Siapa yang bodoh?”
           “Kau… kenapa? Belum sadar juga?”
           “Isshh… aku tidak bodoh, bodoh!”
           “Mwo? Kau panggil aku apa tadi?” ucap Rin Hyo sembari menoleh pada Kyuhyun dan menatap Kyuhyun yang juga sedang menatap tajam padanya. Eun Jin yang tau bahwa mereka akan bertengkar dengan perlahan pergi dari perpustakaan. Sedangnkan Rin Hyo dan Kyuhyun tidak sadar akan kepergian Eun jin.
           “Bisakah kau tidak menggangguku sekali saja?”
           “Tidak bisa! Aku sangat suka mengganggumu!” Kyuhyun menjulurkan lidahnya lalu pergi meninggalkan Rin Hyo yang berkali-kali mengumpat. Ia kembali mengumpat saat menatap bangku kosong didepannya yang menandakan Eun Jin sudah meninggalkannya tadi.
           “Cho Kyuhyun bodoh… gilaa!!” umpat Rin Hyo tertahan lalu dengan cepat meninggalkan tempat itu berniat mencari Kyuhyun lalu jika sudah bertemu, ia akan manjambak rambutnya,menginjak kakinya, menendang tulang keringnya dan menyumpal mulutnya dengan kaus kaki miliknya.

           BRAK
           Karna ia tak focus ia tidak sengaja menabrak seseorang didepannya.
           “Jusung hamnida…” ucapnya tanpa menatap siapa orang itu lalu berlalu begitu saja. Lelaki yang ia tabrak hanya tersenyum menatap punggung Rin Hyo yang semakin hilang. Sedangkan Rin Hyo yang sudah memuncak amarahnya , mengepalkan kedua tangannya. Namun langkahnya berhenti saat mendengar deringan bel.
           “Bukankah ini bel pulang? Kenapa secepat ini?” gumam gadis itu. Segera ia berlari kekelasnya agar ia tidak kehilangan Cho Kyuhyun. Ia masih ingin membalas dendam pada Cho Kyuhyun. Saat ia ada didalam kelasnya, ‘kosong’ .
           “Isshhh…. Cho Kyuhyun… awas kau!” rutuk Rin Hyo lalu menyambar tasnya dan pergi kedepan gerbang. Kedua matanya menelusuri sepeda motor- sepeda motor yang berlalu lalang keluar.
           “Bahkan ia meniggalkanku.” Memang! Rin Hyo selalu diantar-jemput oleh Cho Kyuhyun. Entah daya ingat Cho Kyuhyun seperti apa, sampai ia masih ingat rumah Rin Hyo. Padahal ia pernah kerumah Rin HYo hanya sekali, itupun sudah sekitar 5 tahun yang lalu. Bahkan saat ia mengunjungi rumahnya beberapa waktu yang lalu, Kyuhyun menanyakan vas bunga yang dulu terpajang diruang tamu kemana. Dan jawabannya, Rin Hyo memecahkannya 1 tahun yang lalu. Bagaimana dia bisa mengingat itu?
           Tin Tin
           Klakson mobil itu membuat lamunan Rin Hyo buyar. Ia memincingkan matanya saat melihat sebuah mobil ferarri merah berhenti didepannya. Saat jendela itu diturunkan betapa terkejutnya ia bahwa yang ada dibalik sana adalah Lee Donghae. Sunbae yang sangat ia puja. Lee Donghae turun dari mobilnya lalu tersenyum pada Rin Hyo.
           “Kau pulang bersama siapa?” Rin Hyo masih menatap Donghae tanpa berkedip.
           “heii… kau mendengarku?” segera Rin Hyo menunduk dan merutuki kebodohannya yang terpaku didepan donghae.

           Pasti aku terlihat bodoh tadi…
           “Ehh… aku… sebenarnya… tadi temanku yang biasa mengantarku tidak bisa mengantarku.”
           “Kalau begitu, bagaimana jika pulang denganku?”
          Ehh… ? aku tadi malam mimpi apaa?
           “Emm… kalau kau tidak keberatan…” ucap Rin Hyo gugup, lelaki itu tersenyum lalu mempersilahkan Rin Hyo masuk kedalam mobilnya.
           Didalam mobil mereka masih terdiam. Rin Hyo memilih menatap jendela untuk mengatasi rasa gugupnya.
           “Kau… yang tadi berteriak diperpus itukan?”
           *BLUSH
           Rin Hyo tersenyum kikuk. Demi apa ia sangat malu sekarang. Tiba-tiba lintasan nama Cho Kyuhyun datang diotaknya.
           dan itu semua karna Cho Kyuhyun!
           “I..itu… tadi aku terkejut jadi aku berteriak.” Ucap Rin Hyo apa adanya.
           “Gwenchana… tidak usah malu. Kau terlihat menggemaskan tadi…” sontak Rin Hyo menatap Donghae saat tangan Donghae terulur untuk mengusap lembut kepala Rin Hyo.
           “Emmm… cham… bagaimana kau tau jalan kerumahku?” Tanya Rin Hyo saat ia baru menyadari Donghae mengetahui jalan kearah rumahnya tanpa ia beritau.
           “Kau tidak pernah melihatku yaa? Aku tinggal didepan rumahmu…” Rin Hyo mengerutkan keningnya.
           “Jinja? Keunde… kenapa aku tidak pernah melihatmu yaa…” gumam Rin Hyo dengan raut wajah yang menyiratkan kebingungan. Donghae hanya terkekeh saat melirik raut wajah Rin Hyo yang sangat lucu , menurutnya.
           “Sudah sampai. Inikan rumahmu?” Rin Hyo hanya mengangguk sambil tersenyum. Mereka turun dari mobil.
           “rumahku ada didepan rumahmu. Jadi seringlah main kerumah…” ucap Donghae yang dibalas senyuman oleh Rin Hyo.
           “Donghae sunbae… gamsahamnida.” Ucap Rin Hyo sedikit membungkuk.
           “Tidak usah terlalu formal padaku! Panggil saja aku oppa. Sebutan’sunbae’ terdengar sangat formal.”
           “Eo… arasseo Donghae o..oppa…” ucap Rin Hyo canggung. Donghae hanya tersenyum lalu mengusap pelan puncak rambut gadis itu.
           “Kau tidak ingin mampir dulu oppa?”
           “Sepertinya tidak. Dirumah sedang ada urusan. Tapi, lain kali aku pasti akan mampir.” Ucap lelaki itu .
           “Eoh… kalau begitu aku masuk dulu… annyeong!” ucap gadis itu sembari tersenyum lalu masuk kedalam rumahnya.
           Sementara itu seorang lelaki yang ternyata sedari tadi mengawasi gerak-gerik Rin Hyo dan Donghae mulai mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras dan dadanya sakit! Sakit sekali!

 

***

 

“Aku pulang~”

Teriak Rin Hyo setelah mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Tidak ada yang menyahut! Sayup-sayup Rin Hyo mendengar suara pergelutan alat dapur saat ia memasuki rumahnya lebih dalam lagi. Bau-bauan makanan yang sangat sedap seolah menggodanya untuk duduk dikursi makan. Matanya membulat saat menatap siapa yang ada didapur.

           “Eo! Cho Kyuhyun! Sedang apa kau disini?” Sontak Cho Kyuhyun dan Rin Hyo eomma menoleh kebelakang.
           “Kau sudah pulang?!” ucap Kyuhyun.

           “Rin Hyo-ah… kau ingat diakan? Dia Cho Kyuhyun teman SD-mu dulu… kau ingat?” Rin Hyo tersenyum kecut dan meng-iya-I ucapan eommanya itu.

           “Kyuhyun-ah… kurasa aku harus bicara denganmu!” “Eomma… aku bicara dengan Kyuhyun sebentar yaa…” eomma Rin Hyo hanya mengangguk dibarengi Rin Hyo yang menyeret Kyuhyun kekamarnya yang berada dilantai 2.

           “YA! Apa yang kau lakukan disini?”

           “Memangnya aku tidak boleh berkunjung kerumahmu?”

           “Ya… tidak apa-apa sih! Tapi sekarang eommaku sudah kembali ke Seoul!”

           “Memangnya kenapa? Apa itu menjadi sebuah masalah?”

           “Bukan seperti itu… eommaku tidak suka jika ada namja asing yang datang kerumah. Karna ia sangat mengkhawatirkan tentang pergaulanku.”
           “Kau ini bodoh yah? Tidakkah kau lihat raut wajah eommamu tadi? Ia terlihat bahagia bertemu denganku! Issh… dasar! Tidak peka!”

           “MWO?! Kau bilang apa? Tidak peka? Berhentilah mengejekku! Kau ini tidak disekolah tidak dirumah terus saja mengangguku… kapan kau berhenti mengangguku?! Kalau kau begini terus aku akan membencimu! Dan juga, Berhentilah mengganggu kehidupanku!” bentak Rin Hyo.

           “Mworago? Menganggu?”

           “Ne! pergilah ! aku lelah denganmu! Aku tidak mau melihatmu lagi!”
            “Baiklah! Maaf aku selalu menganggumu!” sedetik kemudian Kyuhyun keluar dari kamar Rin Hyo lalu pamit pada eomma Rin Hyo untuk pulang. Rin Hyo hanya terdiam dikamar ia sedikit terkejut dengan perubahan sikap Kyuhyun tadi. Terkesan… sangat dingin. Karna, baru kali ini Kyuhyun sedingin itu padanya.

           Apa dia sangat marah? Aduh! Bagaimana ini? Apa aku tadi salah bicara? Aaahhh… tidak-tidak! Kau seharusnya bahagia dia marah padamu! Mungkin besok ia akan diam dan tidak mengganggumu! Ya! Benar! Fikirkan sisi positifnya Sam Rin Hyo!

           Rin Hyo menghembuskan nafas panjangnya lalu duduk ditepi kasur, melepaskan penat setelah setengah hari bergelut dengan buku dan pulpen. Beberapa saat kemudian ia mandi dan mengganti bajunya dengan T-shirt longgar lengan pendek yang sedikit panjang disertai celana jeans pendek diatas lutut. Sangat simple memang! Tapi ia masih saja terlihat cantik walau hanya berpakaian seperti itu. Rin Hyo melemparkan dirinya kekasur big size miliknya itu, saat ia memiringkan badannya dahinya mengkerut saat kedua bola matanya menangkap sebuah kotak bewarna biru safir yang dihiasi dengan pita putih diatasnya sangat menarik dimata Rin Hyo. Karna keduanya adalah warna kesukaannya. Ia mendudukkan dirinya dan menyandarkan dirinya di dinding kasur. Perlahan ia ambil kotak itu dan membukanya. Senyumnya merekah, ia mengambil secarik kertas yang berada didalam kotak itu lalu membacanya.

          

Kau suka bermain PS-kan? Bukankah dulu kau selalu kalah melawanku? Kau bisa latihan dengan ini agar kau bisa menang melawanku! Ahh… stick itu sengaja kupesan bewarna biru safir dan putih. Tidakkah kau menyukainya?

           Baiklah! Selamat ulang tahun! Aku hanya berharap satu hal! Semoga kau dapat selalu sabar menghadapi teman sepertiku! Hahaha 😀

                                                                                  

                                                                                                                                                                                                                                                                        Cho Kyuhyun

           “Ulang tahun? Hari ini aku ulang tahun?” racau Rin Hyo tak jelas. Dengan cepat ia mengambil kalender yang terabaikan diatas meja.

           Benar! Ini ulang tahunku! Bagaimana aku bisa lupa? Dan apa ini? Ia hanya memberiku stick PS? Huh… benar-benar sulit dipercaya! Tapi… sejujurnya.. aku sangat menyukainya.

           Perasaan bersalah menyelimuti Rin Hyo saat ini. Kyuhyun yang datang kesini untuk mengucapkan ulang tahun padanya, dengan terang-terangan ia usir dari rumahnya. Sekarang, Rin Hyo sangat merasa bersalah pada Cho Kyuhyun. Ia bingung bagaimana besok ia menghadapi Cho Kyuhyun.

          

            “Sudah mau berangkat?”

Tanya eomma pada Rin Hyo saat ia menyambar (?) tasnya yang tergeletak diatas meja makannya. Rin Hyo hanya tersenyum dan mengangguk.

           “Apa Kyuhyun yang menjemputmu?” Rin Hyo sontak mengubah raut wajahnya.

           “Entahlah… aku tidak tau eomma.”

           “Apa kalian bertengkar?” Seolah mengerti apa yang dirasakan oleh anaknya, eommanya mulai menatap curiga anaknya itu. Mengingat kemarin setelah KYuhyun turun dari kamar Rin Hyo, Kyuhyun langsung pamit padanya lalu pergi pulang.

           “Aniioo eomma… hanya… sedikit kesalah pahaman.”

           “Bukankah disetiap pertemanan selalu ada hal-hal seperti itu?” lanjut Rin Hyo . Eommanya hanya menatap Rin Hyo sebentar lalu mengangguk. Entah apa arti dari anggukan itu.

            “Baiklah! Minta maaflah padanya… Kyuhyun namja yang baik. Jadi jangan sia-siakan teman seperti dia, arattchi?”

           “Arasseo eomma…” ucap Rin Hyo pelan.

 

            “Sst… Kyuhyun-ah…”

Bisik Rin Hyo saat park seosangnim sedang menerangkan didepan kelas. Kyuhyun hanya melirik sekilas Rin Hyo dengan dingin lalu kembali menghadap kedepan. Rin Hyo sangat kecewa melihat tatapan Kyuhyun yang sepertinya sangat marah padanya. Seolah mendapatkan sebuah ide cemerlang, Rin Hyo tersenyum lalu menyobek secarik kertas dan mulai menguntai kata disana.

            “Kyuhyun-ah…” bisik Rin Hyo lagi sembari menyodorkan sebuah lipatan kertas pada Kyuhyun. Dan Rin Hyo mulai bernafas lega saat Kyuhyun menerima kertas itu. Kyuhyun membuka secarik kertas itu dan mulai membacanya.

           Kyuhyun-ah…. Mian atas sikapku kemarin. Aku benar-benar menyesal!

            Terserah kau ingin menghukumku seperti apa , aku memang pantas untuk kau hokum Kyu!

            Maafkan aku yaa~~

            Aku suka hadiahmu! Ayo nanti kita bermain bersama dirumahku! Aku jamin, pasti aku yang akan menang!

            Kyuhyun sedikit mengulum senyumnya saat membaca surat itu. Ia terlihat bingung untuk membalasnya, dia tidak mau merusak harga dirinya kan? Karena, sekarang ceritanya ia sedang marah pada Rin Hyo. Setelah menimbang-nimbang sedikit lama akhirnya ia mulai menulis balasan dan menaruh kertas itu dimeja Rin Hyo dengan kasar.

           Diamlah! Aku tidak butuh kata maafmu! 

            Rin Hyo terlihat kecewa saat membaca balasan Kyuhyun itu, tapi karna sebuah kalimat membuatnya tersenyum kembali.

           Aku tidak akan kalah darimu! Ayo bermain!

           Ia tersenyum senang lalu menyaku lipatan kertas itu.

BREAK

            “Jadi kau sudah tidak marah lagi padaku, Kyu?”Tanya Rin Hyo girang sambil berdiri disamping meja Kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap Rin Hyo datar sembari mengangkat kedua bahunya. Dengan gemas Rin Hyo mencubit lengan Kyuhyun sembari terkekeh pelan.

            “Jangan kekanakan Kyu! Issh… menjijikan sekali!” Kyuhyun hanya menggosok-gosok pelan lengannya sambil menatap Rin Hyo kesal.

            “Tsk… iya iya… aku tidak marah. Jika kau berhasil mengalahkanku nanti.”

            “Aissh,,, perjanjian macam apa itu? Kau ingin hubungan pertemanan kita pecah ya KYu? Jadi kau sengaja membuat pemikiran seperti itu?”

            “Aiss… aku hanya bercanda bodoh! Kau ini tidak bisa membedakan ya?” Rin Hyo tertawa renyah sembari memeluk Kyuhyun yang masih duduk ditempatnya. Kyuhyun terpaku sejenak lalu tersenyum samar. Rin Hyo mengakhiri pelukannya,

            “Kau memang teman terbaikku Kyu!” ucap Rin Hyo sambil mengacungkan jempolnya. Kyuhyun tersenyum getir.

            Teman? Ya! Teman! 

           “Rin Hyo-ah…” panggil seorang namja lembut dan membuat Rin Hyo menoleh kearah pintu kelasnya. Senyumnya langsung merekah saat melihat siapa namja yang sedang berdiri diambang pintu kelasnya.

            “Donghae oppa?” gumamnya saat Donghae mulai berjalan mendekat pada Rin Hyo. Kyuhyun terlihat kaku dan berpura-pura membaca buku.

            “Emm… nanti pulang sekolah kau ada waktu tidak? Aku ingin mengajakmu berkeliling kota.” Rin Hyo menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal itu lalu melirik Kyuhyun yang seolah tidak peduli.

            “Emm… Aku…”

            “Eunjin-ah… nanti selepas sekolah tolong antar aku ketoko buku ya?” perkataan namja yang membuat Rin Hyo menoleh kearah namja itu, Cho Kyuhyun terlontar begitu saja dibibir tebalnya. Kyuhyun melirik Rin Hyo sebentar lalu kembali membaca bukunya setelah mendapat persetujuan dari Eun Jin.

            “Bagaimana Hyo-ah?” Tanya Donghae lagi. Rin Hyo semakin bingung.

            “Mungkin… lain waktu saja, aku ada janji dengan Cho Kyuhyun.” Ucap Rin Hyo cepat.

            “Maafkan aku oppa.” Donghae terlihat kecewa sambil menatap Kyuhyun dan setelah itu ia tersenyum manis pada Rin Hyo.

            “Tidak apa-apa. Bagaimana dengan besok?” Rin Hyo mengangguk.

            “Baiklah. Maaf oppa.” Donghae tersenyum pada Rin Hyo.

            “Sudah kubilang tidak apa-apa, aku kembali dulu ya.” Pamit Donghae yang mendapat anggukan dari Rin Hyo. Sebelum benar-benar pergi, Donghae bertatapan dengan Kyuhyun tatapan yang penuh amarah. Tatapan yang tidak dapat dimengerti oleh siapapun.

            “Untuk apa kau menolaknya? Bukankah kau menyukainya?” Tanya Kyuhyun dingin pada Rin Hyo saat Donghae sudah pergi. Rin Hyo menatap Kyuhyun tidak mengerti.

            “Kau akan pergi dengan Eunjin nanti? Segampang itukah kau membatalkan acara kita?”

            “Itu juga karna aku tau kau ingin sekali menerima tawaran dari Lee Donghae.” Ucap Kyuhyun santai, dan membuat Rin Hyo geram.

            “Ya! Aku memang menginginkannya, tapi aku tidak akan semudah itu membatalkan janjiku denganmu.”

            “Sudahlah… bukankah sekarang kau dan dia bisa berkeliling kota?”

            “Cho KYuhyun! Aku sangat kecewa padamu!” ucap Rin Hyo tajam lalu dengan cepat ia duduk ditempatnya. Kyuhyun menghela nafasnya pelan.

            Kau bodoh Cho Kyuhyun! Kau adalah orang bodoh yang pengecut!

            Rutuk Kyuhyun didalam hati. Ia memang telah menyimpan perasaan pada Rin Hyo sejak lama, sejak mereka masih duduk dibangku kelas 2 SD. Dan sudah terlampau 5 tahun ia tidak bertemu dengan yeoja itu, tapi ajaibnya rasa itu masih ia simpan dengan baik dilubuk hatinya. Apa ini yang dinamakan dengan True Love?

 

            Bel pulang yang telah ditunggu-tunggu para pelajar Inha pun bordering. Terlihat seorang yeoja yang dengan kesal mengemasi barang-barangnya diatas meja. Bibirnya terus cemberut sambil sesekali menatap punggung seseorang dihadapannya. Dan sekarang ia benar-benar kecewa saat punggung itu dengan cepat menghilang dengan kerumunan pelajar yang ingin cepat keluar kelas.

            Ia menangis, ia tidak tahan lagi membuncahkan rasa sakit hatinya pada Kyuhyun.

            “Kyuhyun bodoh! Kyuhyun gila!” ucap Rin Hyo tak jelas sambil menghapus air matanya. Eun jin memeluk sahabatnya itu dari samping.

            “Sudahlah… jangan menangis!”

            “Tapi eunjin-ah… dia benar-benar menyebalkan!”

            “Kita tidak benar-benar pergi ketoko buku kook… “

            “Tapi dia pergi dulu Jin-ah…” Eun Jin menghela nafasnya berat lalu menuntun sahabatnya untuk berdiri.

            “Ayo kita pulang! Biar aku yang mengantarmu. Kau berangkat dengan Kyuhyun kan tadi?” Rin Hyo mengangguk pelan lalu mengikuti kemana Eunjin menuntunnya. Dan ternyata ditengah perjalanan ketempat parkir mereka bertemu dengan Donghae. Donghae terlihat khawatir saat menatap Rin Hyo menangis.

            “Hyo-ah… kau kenapa?” Rin Hyo hanya menggeleng pelan .

            “Dia kenapa?” Tanya Donghae yang terlihat khawatir pada Eun Jin. Eun Jin hanya tersenyum sambil menggeleng. Donghae tetap mengikuti kedua yeoja itu, sampai saat Eun jin memasukkan (?) Rin Hyo kemobilnya akhirnya Donghae menarik Eun jin agar yeoja itu menceritakan semua padanya.

            “Ada apa? Apa yang terjadi pada Rin Hyo?” Tanya Donghae khawatir. Karena tidak tega melihat Donghae begitu khawatir ia menceritakan semuanya padaDonghae. Kedua tangan itu mengepal diiringi kepergian mobil sedan itu dari hadapannya.

            “Cho Kyuhyun! Lagi-lagi kau!” ucap Donghae geram.

 

            “Apa yang kau lakukan pada dia, hah?!” Tanya Donghae geram sambil meraih kerah kemeja Kyuhyun. Mereka sedang berada di apartemen Kyuhyun sekarang.

            “Apa hyung! Lepaskan aku!” ucap Kyuhyun geram sambil melepas paksa tangan Donghae dari kerahnya. Hyung?

            “Selalu saja kau membuat yeoja yang kucintai menangis!! Kenapa kau selalu merampas apapun yang kumiliku Cho!”

            “Apa maksudmu ?! aku tidak mengerti!”

            “Sudah puaskah kau membuatnya menangis? Apa sekarang kau juga berniat merebut yeoja itu?”

            “Yeoja siapa?!”

            “Kurasa kau lebih mengerti Cho!”

            “Maksudmu Rin Hyo? Ia menangis? Wae?”

            “Karnamu Cho! Jika kau ingin merebut Rin Hyo juga, jangan pernah menyakitinya!”

            “Merebut? Bahkan ia bukan siapa-siapamu hyung!” Donghae mencengkeram kerah Kyuhyun lagi.

            “Setelah kau merebut Min Jung, sekarang kau berniat mengambil Rin Hyo juga,ya? Tsk… menjijikan sekali. Apa kau ingin membalas dendam padaku, Cho?!”

            “Min jung, aku tidak merebutnya darimu hyung, dia yang mengejarku! Tapi untuk Rin Hyo, aku mencintainya hyung. Aku memang sangat mencintainya”

            Bukk

            Donghae memukul Kyuhyun dengan sangat keras hingga sudut bibir Kyuhyun berdarah.

            “Jaga perkataanmu Cho! Aku tidak akan melepas Rin Hyo dengan mudah,” ucap Donghae lalu meninggalkan apartemen Kyuhyun dengan membanting pintu itu dengan keras. Kyuhyun menyeka darah yang berada disuut bibirnya dengan menahan amarah. Dadanya naik turun ingin meredam emosi. Sebentar, ia ingat sesuatu. Rin Hyo, menangis? Ada apa dengannya?

            Dengan cepat ia mengambil handphonenya yang terlantar diatas kasurnya lalu mencantumkan beberapa digit nomor disana.

            Yeoboseyo … Suara serak itu membuat Kyuhyun ingin segera memeluk yeoja itu dengan erat. Ia tau, yeoja itu habis menangis.

            “Hyo! Kau tidak apa-apa?”

            Apa suaraku terdengar seperti itu? Kau kemana tadi? Aku menunggumu dirumah tapi kau tidak datang-datang! Aku sangat membencimu Kyu! Aku sangat kecewa padamu! Hiks…

           “Ya! Kenapa kau jadi menangis? Baiklah… maafkan aku,ne?”

            Tidak mau!

           “Kenapa? Apa salahku sebesar itu?”

           Sudahlah Kyu! Mengangkat teleponmu memang bukan ide yang baik dari awal.

           PLIP

            Kyuhyun menatap layar handphonenya sambil mengulum senyumnya,

           Setidaknya aku tau kau baik-baik saja.

            Apapun yang terjadi nantinya, aku akan selalu membuatmu mencintaiku seperti aku mencintaimu Hyo!

            Saranghamnida…

TO BE CONTINUED~~~~

          

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Love Oh Love 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s