The Bride & The Bridesmaid 3

Author: Bella Eka
Cast: Cho Kyuhyun, Shin Ji Eun, Sam Rin Hyo, Song Joong Ki
A/N: No Copas! Tolong commentnya yaa.
Happy Read!

***

Shin Ji Eun’s POV

Aku membasuh wajahku yang tampak kusam. Saat ini aku hanya terpaku memandangi pantulan bayanganku di cermin kamar mandi rumah sakit. Mengapa aku merasa seperti ini? Seharusnya aku merasa lega melihat Kyuhyun yang telah kembali dengan keadaan sangat baik. Tapi mengapa malah sebaliknya, hatiku terasa sangat sakit ketika melihatnya baik-baik saja. Ia dapat menjalani hari-harinya tanpaku, tanpa kabar sedikitpun dariku. Tapi aku, mengapa aku tidak bisa? Perasaan janggal ini, entah mengapa semakin membesar.

“Dia bukanlah orang yang dapat hidup dengan tenang jika tak mengerti kabar gadis yang sangat ia cintai”

Perkataan Ahra eonni tiba-tiba berputar berulang-ulang seperti kaset rusak di otakku. Apabila Kyuhyun dapat hidup dengan baik tanpaku, apakah itu berarti aku bukanlah seorang gadis yang ia cintai lagi? Bahkan dia tidak membalas perkataanku ketika aku mengatakan bahwa aku merindukannya, dia tidak menyangkal bahwa ia telah terbiasa tanpaku. Dan, ia sudah tidak mau lagi membalas pelukanku. Dasar Shin Ji Eun bodoh! Apa yang telah kau pikirkan. Kyuhyun tidak mungkin seperti itu. Dia bukanlah pria brengsek seperti itu. Tapi, bagaimana kalau aku memang bukanlah takdirnya?

Aku pun memutuskan untuk beranjak dari kamar mandi dan kembali menuju ruangan appa sebelum pikiranku semakin berkhayal yang tidak-tidak tentang Kyuhyun, seseorang yang amat sangat kucintai.

***

Author’s POV

Ji Eun dan Kyuhyun berada di sebuah taman yang masih dalam area rumah sakit. Mereka duduk bersama di kursi panjang berwarna biru di bawah pohon rindang yang meneduhkan. Sudah setengah jam mereka berada dalam suasana canggung ini. Mereka hanya duduk terdiam, tanpa sepatah katapun.

Oppa!”

“Mm?” Kyuhyun masih tetap bergeming. Ji Eun semakin merasa ada yang aneh dengannya.

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

“Kau.” Kyuhyun mulai menghadap kearah Ji Eun.

“Aku?” tanya Ji Eun tak mengerti.

“Ne.” jawab Kyuhyun sambil menatap Ji Eun lebih dalam. Ji Eun pun menatap dalam manic mata Kyuhyun, berharap menemukan sebuah pencerahan terhadap segala pertanyaannya.

Shin Ji Eun’s POV

Tatapan ini, bagaimana bisa, berbeda. Aku semakin merasa bahwa memang ada yang disembunyikan oleh pria ini. Tapi, aku masih belum bisa menerima jika kenyataannya memang aku bukanlah takdirnya.

“Apakah kau masih mencintaiku?” aku berharap sebuah kemantapan dari jawabannya seperti saat kita berada di sungai Han.

“….” Jebal..

“Ne. Tentu saja Ji Eun-ah” Aku hanya bisa tersenyum miris mendengarnya. Sama sekali tidak ada kemantapan dalam jawabannya, walaupun kau mengatakan bahwa kau masih mencintaiku tapi matamu tidak bisa menyembunyikan yang sebenarnya Kyu. Saat ini kau benar-benar seperti orang asing, kau bukanlah Kyuhyun yang selama ini kucintai.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu?” dia masih sama. Sangat tidak menyukai senyuman miris seperti ini. Dia selalu mengatakan bahwa aku terlihat menyedihkan ketika melakukan hal itu.

“Katakan saja Kyu, katakan yang sebenarnya. Ayolah. Kita sudah 3 tahun bersama dan aku tau kapan saatnya ketika kau berbohong ataupun tidak.” aku berusaha memberikan senyuman terbaikku padanya.

“Tapi, aku memang mengatakan yang sebenarnya Ji Eun-ah. Sungguh aku masih mencintaimu.”

“Ne, ara.” Aku sudah tau, aku tau kebenarannya.

***

Author’s POV

Shin Ji Eun yang baru saja bangun, keluar dari kamarnya masih dengan piyama tidur merah muda dengan corak awan dan little sheep juga tak lupa sandal rumahnya yang berbentuk keroppi warna hijau. Ia berjalan dengan gontai menuju dapur dan tanpa disadarinya, di depannya telah berdiri tegak seorang Cho Kyuhyun dengan senyuman manisnya dan menyodorkan segelas air mineral kepada Ji Eun. Ji Eun pun membalas dengan senyuman tak kalah manisnya dan menerima segelas air itu.

Gomawo Ahjussi.” Ucap Ji Eun sambil sedikit menundukkan kepalanya.

“Ternyata kebiasaanmu masih sama saja ya Ji Eun-ah.” Ucap Kyuhyun sambil menunduk sedikit untuk menatap lekat Ji Eun yang sedang meneguk air mineral darinya itu. Ji Eun hanya tersenyum samar disela ia meminumnya.

“Tapi, tunggu, kau tadi bilang apa?”

“Apa?” tanya Ji Eun tak mengerti. Tiba-tiba saja Kyuhyun mengusap sudut bibir Ji Eun yang basah akibat kegiatannya tadi. Ji Eun hanya terdiam membeku dan sedetik kemudian ia tersadar ketika Kyuhyun mulai mengeluarkan senyuman smirknya.

“Ya! Apa yang sedang kau pikirkan? Berani-beraninya kau.” Bentak Ji Eun dan tangannya dengan sigap memiting tangan Kyuhyun yang mencari kesempatan itu.

“Ya! Lepaskan tanganku Ji Eun. Jebal!” Sekarang Ji Eun yang melemparkan senyuman smirk kejamnya pada Kyuhyun.

“Kau begitu mempesona jika berekspresi seperti itu, sayang.” Goda Kyuhyun.

“Apa? Apa yang kau katakan tadi? Menjijikkan sekali.” Sontak Ji Eun langsung melepaskan tangan Kyuhyun ketika mendengar panggilan yang menurutnya menjijikkan itu.

“Apa salahnya? Hahaha. Tapi, bagaimana bisa kau tadi memanggilku Ahjussi? Kau lupa jika pria tampan ini adalah calon suamimu?” Kyuhyun memasang wajah cemberutnya. Sangat menggemaskan.

“Itu kan terserah padaku.” Goda Ji Eun dan langsung berjalan cepat menuju kamarnya. Tapi na’as, Kyuhyun sedetik lebih cepat dan berhasil menahan Ji Eun dengan memeluknya dari belakang. Ji Eun yang meronta ingin dilepaskan tak dihiraukan oleh Kyuhyun.

“Kau benar-benar ingin tau apa alasanku?”

“Ya, cepat katakan.” Ucap Kyuhyun sambil mengecup lembut ujung kepala yeojanya itu. Entah kenapa dia begitu merindukan gadis ini sekarang. Seluruh kekalutannya selama ini seakan hilang ketika ia berada sedekat ini dengan gadis ini.

“Karena, aku merasa, seperti, kau, bukanlah Cho Kyuhyun-ku.” Pelukan Kyuhyun mengendur seiring perkataan Ji Eun, wajahnya kembali menegang. Ji Eun berbalik dan menatap Kyuhyun dengan senyuman manisnya.

“Jangan seperti itu lagi, aku tidak suka dengan raut wajahmu yang seperti itu. Apakah kau sedang terfikirkan sesuatu? Ataukah seseorang?” Jantung Kyuhyun seakan berhenti berdetak saat itu juga ketika Ji Eun mengatakan hal itu.

“Apa maksudmu Ji Eun-ah?”

“Aku hanya bercanda Kyu, mengapa kau jadi seserius ini? Hahaha. Ayo nanti kita ke butik untuk fitting baju pernikahan kita.”
“Ah, baiklah, ayo.”

***

Kyuhyun’s POV

Entah mengapa jika melihatnya seperti ini hatiku terasa semakin sakit ketika mengingat apa yang telah kulakukan padanya. Dan entah bagaimana ia selalu mengetahui segala kebenaran yang ada pada diriku. Dia selalu memiliki feeling yang tepat terhadapku, terhadap kami. Tanpa sadar aku tersenyum ketika memandanginya yang sedang sibuk memilihkan sepasang tuxedo dan gaun untuk pernikahan kami.

“Kyu, kenapa kau tersenyum seperti itu? Apakah kau tidak memiliki suatu keinginan untuk membantuku disini?”

“Baiklah, calon istriku.” Ji Eun selalu menunjukkan senyuman favoritku ketika ia mendengar panggilan itu untuknya. Ketika aku baru saja beranjak dari tempat dudukku, terdengar suara deringan dari ponselku. Aku tertegun melihat siapa yang tengah meneleponku itu, kemudian aku menatap Ji Eun seakan meminta ijin untuk mengangkat telepon itu dulu, dan seakan mengerti, Ji Eun mengangguk menandakan ia mengijinkannya. Aku pun beranjak ke luar butik untuk mengangkatnya.

Yeoboseyo.”

Yeoboseyo, oppa. Bagaimana kabarmu?

“Aku baik-baik saja disini, kau bagaimana Rin Hyo-ah?”

Aku sangat merindukanmu, oppa. Kapan kau akan kembali kemari?

“Aku juga merindukanmu. Secepatnya Rin Hyo-ah, secepatnya.”

Baiklah oppa, aku akan selalu menunggumu disini. Saranghaeyo.

Nado, Rin Hyo-ah. Nado Saranghae.”

Shin Ji Eun’s POV

Kenapa? Tidak biasanya ia menjauh seperti itu ketika mengangkat telepon. Tadi, raut wajahnya kenapa berubah seperti itu? Untuk memenuhi rasa penasaranku, akupun memperhatikan Kyuhyun dari balik jendela. Dan, dari gesture bibirnya, dia mengatakan sesuatu, seperti
“Lee Yo?” tapi siapa itu Lee Yo? Sepertinya aku tidak pernah mendengar rekan kerja Kyuhyun yang bernama seperti itu. Dan, “merindukanmu”? Siapa yang sedang ia rindukan saat ini? Dan, “nado saranghae”? Apa yang sedang ia katakan? Apa dia sudah gila mengatakan hal-hal seperti itu kepada orang lain selain aku?

Cho Kyuhyun telah mematikan ponselnya dan wajahnya terlihat lebih sumringah daripada sebelumnya. Apa dia telah memiliki cinta yang baru? Akupun berpura-pura tidak mengetahui apa-apa ketika dia kembali masuk ke dalam butik.

“Dari siapa, Kyu?”

“Rekan kerja.” Jawabnya singkat.

“Apakah kau sangat dekat dengan rekan kerjamu itu?”

“Iya, dia adalah sekretarisku ketika aku berada di Jepang.”

“Yeoja?” lagi-lagi Kyuhyun menampilkan raut wajah seperti ini lagi, raut wajah yang kubenci, dia menjadi seperti ini semenjak ia pulang dari Jepang, seperti ada yang dirahasiakan, dan terlihat seperti ada semacam penyesalan dalam raut wajahnya, ah molla, aku tidak tau raut wajah macam apa itu.

“Ne.” jawabnya dengan sangat hati-hati. Mungkinkah, ia sedang merindukan dan mencintai sekretarisnya itu?

“Sepertinya sekretarismu itu telah menjagamu dengan sangat baik ya disana, tolong ucapkan rasa terimakasihku padanya, Kyu.”

***

Author’s POV

Kyuhyun duduk di sofa ruang tengah sambil menatap layar televisi yang sedang menampilkan drama korea. Entah apa yang ia pikirkan saat ini, pandangannya kosong ke depan, ia terlihat seperti mayat hidup tampan yang tak bergerak sedikitpun.

“Apa yang sedang kau pikirkan? Tidak biasanya kau mau melihat drama seperti ini” tanya eomma yang entah sejak kapan berada di samping Kyuhyun.

Omo! Waaah daebak! Sejak kapan eomma berada disini? Eomma membuatku kaget saja. Tidak ada eomma, tidak ada yang sedang kupikirkan.” Jawab Kyuhyun yang terkejut setengah mati karena keberadaan eommanya secara tiba-tiba.

Aigoo, apa kau lupa aku ini siapa? Apa kau yakin bisa berbohong pada eommamu ini?”

“Bukan begitu eomma.”

“Kyuhyun-ah, bagaimana hubungan kalian saat ini?” Kyuhyun gelagapan, tidak tau harus menjawab apa, ia yakin tidak akan mungkin baginya berbohong kepada eomma yang sudah pasti akan mengetahui gelagat kebohongannya.

“Permisi Nyonya, Tuan. Tuan Cho Kyuhyun, saat ini anda sedang ditunggu oleh Tuan Besar di kamar beliau.” Ucap salah satu pelayan yang tiba-tiba menghampiri ibu dan anak tersebut. Tuan Besar, ayah Cho Kyuhyun telah diperbolehkan pulang setelah menunjukkan beberapa perkembangan yang signifikan walaupun masih harus melakukan rawat jalan.

Ne, terimakasih bibi.” Kyuhyun tersenyum lega. Ya, dia berterimakasih karena telah menyelamatkannya dari situasi canggung tersebut.

Tok tok tok… Cklek

“Ada apa ayah? Tadi bibi bilang ayah mencariku?” Kyuhyun menutup pintu dengan hati-hati dan berjalan menuju ranjang.

“Ah, iya. Kemarilah.” Kyuhyun membantu ayahnya yang ingin mengubah posisinya agar dapat duduk bersandar dengan nyaman.

“Jangan memaksakan diri ayah, berbaringlah, aku tidak apa-apa.” Mendengar kekhawatiran anaknya, Tuan Cho hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Setelah dirasa nyaman, Kyuhyun menempatkan dirinya dengam duduk di tepi ranjang

“Kyuhyun-ah, bagaimana perkembangan hubungan kalian?” raut wajah Kyuhyun berubah menegang, sama seperti reaksinya saat ditanya oleh eomma tadi.

“Kami baik-baik saja appa.” Jawab Kyuhyun singkat.

Appa minta, jaga hubungan kalian. Jangan sampai ada celah sedikitpun.” Kyuhyun hanya bergeming, tidak tau harus berkata apa. Pikirannya berkecamuk saat ini.

“Shin Ji Eun, dia adalah gadis yang sangat baik. Appa dan eomma telah merasakannya sejak pertemuan pertama kami, saat pertama kali kau mengenalkannya pada keluarga kita. Dan, appa dan eomma yakin, dia adalah gadis yang terbaik untuk mendampingimu Kyuhyun-ah.” Appa menatap dalam manik mata Kyuhyun yang terlihat tidak fokus kesana kemari.

“Kyuhyun-ah!”

“Ya?”

“Kau tau kan kondisi appa saat ini sudah benar-benar tidak memungkinkan untuk bertahan lebih lama. Sebelum saat itu tiba, aku ingin kau mempercepat pernikahan kalian Kyuhyun-ah, jangan sia-siakan Shin Ji Eun, ia telah rela menunda pernikahan ini dan menunggumu selama ini. Ini adalah permintaan terakhir appa, appa hanya ingin melihat kalian bahagia Kyuhyun-ah.” Kedua mata Kyuhyun berkaca-kaca, ia benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah appa, Shin Ji Eun, dan Sam Rin Hyo. Ia tidak mungkin akan mengecewakan ayahnya sendiri tapi saat ini dia jelas-jelas sangat mencintai Rin Hyo, dan ia menjadi semakin merasa bersalah pada Ji Eun.

“Tapi appa,” Kyuhyun mulai berani berbicara walaupun dengan suara yang bergetar.

“Bagaimana jika, gadis itu bukanlah Shin Ji Eun.” Akhirnya ia berani mengutarakan perasaannya, ia tidak berani menatap wajah appa sedikitpun, ia benar-benar merasa bersalah.

Mwo? Apa maksudmu?” Seketika Tuan Cho bangun dari sandarannya. Hal ini sungguh diluar dugannya.

“Maksudku… bagaimana jika gadis yang dapat membuatku bahagia itu bukanlah Shin Ji Eun.” Tetesan demi tetesan cairan bening itu mulai menerobos pelupuk mata Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, appa dan eomma tau mana yang terbaik bagimu dan dia adalah Shin Ji Eun. Kami benar-benar bahagia apabila kau dapat menikah dengannya, bahkan Ahra juga sangat menyukainya. Apalagi, dia juga sangat pandai memasak. Tapi, semua tergantung dirimu Kyuhyun-ah. Kau yang akan menjalaninya, dan tentunya kau dapat merasakan mana yang benar-benar kau butuhkan. Appa hanya ingin kau dapat menemukan kebahagiaanmu yang sebenarnya, bukan hanya kebahagiaan sesaat, namun untuk selamanya.” Tuan Cho mengelus lembut puncak kepala anak laki-lakinya yang telah beranjak dewasa itu sambil tersenyum. Kyuhyun masih menunduk dalam dan semakin bingung dengan keputusan yang akan diambilnya.

***

Shin Ji Eun berjalan dengan langkah ringannya memasuki gedung Cho corp sambil membawa beberapa kotak makanan di tangan kanannya. Ia sangat bersemangat untuk menemui calon suaminya itu hari ini. Saat ini ia hanya ingin melihatnya, melihat wajah tampannya karena sudah 3 hari ini ia tidak dapat menemuinya karena harus pulang untuk menemui eommanya di rumahnya sendiri.

Saat ia sudah berada tepat di depan pintu ruangan pribadi Kyuhyun, tanpa sengaja ia mendengar suara Kyuhyun bersama dengan seorang wanita. Ji Eun pun memutuskan untuk menunggu mereka karena takut jika hanya akan mengganggu perbincangan mereka. Sayup-sayup perbincangan mereka terdengar oleh Ji Eun..

“Sekretaris Sam, tolong kembali secepat mungkin ketika aku membutuhkanmu.” Ji Eun tersenyum simpul ketika mendengar nama itu.

“Baik Tuan Cho.” Seseorang yang dipanggil Sekretaris Sam itupun keluar dari balik pintu dan bertatapan dengan Shin Ji Eun.

“M-maaf, siapa anda?” tanya sekretaris itu, Shin Ji Eun hanya tersenyum manis dan memperkenalkan diri.

“Saya Shin Ji Eun. Senang bertemu dengan anda.” Ucap Ji Eun dengan sedikit membungkuk, begitupun dengan wanita itu.

“Kau, sekretaris barunya Tuan Cho ya?”

“Ne, perkenalkan nama saya Sam…”

“Dia adalah yeojachingu-ku.” Potong Kyuhyun sambil menggandeng tangan Ji Eun dan membawanya masuk ke ruangannya. Ji Eun masih menatap lekat sekretaris itu dan mengangkat sebelah alisnya yang menunjukkan bahwa ia menunggu lanjutan dari perkenalannya tadi.

“Sam Yura.” Jelas sekretaris itu sambil tersenyum. Ji Eun pun ikut tersenyum sambil mengangkat ibu jari tangan kanannya.

“Ada apa kau kesini Ji Eun-ah? Apa kau merindukanku?” goda Kyuhyun dengan senyuman jahilnya.

“Aku membawakanmu makan siang oppa.” Ji Eun membukakan satu per satu kotak makanannya tanpa menghiraukan godaan Kyuhyun seperti biasa.

“Aku membawakanmu Bibimbap, Yuk Hae dan Kimchi, sudah lama aku tidak membuatkanmu ketiga masakan ini. Pasti kau merindukan masakanku kan Kyu?” Kyuhyun hanya tersenyum tipis, Yuk Hae dan Kimchi, hal ini semakin membuatnya teringat dan merindukan Sam Rin Hyo.

Gomawo, Ji Eun-ah.”

***

Cho Kyuhyun’s POV

“Cho Kyuhyun! Bagaimana bisa kau melakukan hal ini padaku? Kau sangat jahat, Kyu! Kau bukanlah manusia!”

“Ji Eun-ah, jangan menangis. Kumohon jangan menangis. Maafkan aku, ini memang salahku.” Shin Ji Eun, jangan menangis seperti itu, rasanya pembuluh darahku tersumbat, jantungku berhenti berdetak dan aku hampir mati jika melihatmu seperti ini.

“Pergi saja kau! Pergilah bersama wanita itu! Menjauhlah dari kehidupanku! Aku muak melihat wajahmu!” Rasanya aku benar-benar akan gila!

“Ji Eun-ah! Jangan pergi! Jebal! Shin Ji Eun!!!” Aku telah berlari dan berteriak sekuat tenagaku tapi entah mengapa suaraku sangat sulit untuk menjangkaunya yang telah berada semakin jauh dan rasanya tenggorokanku sudah benar-benar mengering.

“Kyuhyun oppa!” Suara ini, aku menolehkan kepalaku kebelakang dan jauh disana, di seberang lautan, terdapat Sam Rin Hyo yang juga menangis. Sekarang aku benar-benar sudah gila! Ya Tuhan.. Apa yang harus kulakukan?!!!

TENG TENG TENG

Aku sontak terbangun dari tidurku karena dentangan jam itu yang telah menunjukkan pukul 2 pagi. Tunggu! Tidur? Syukurlah kejadian tadi hanyalah mimpi buruk, sangat sangat buruk. Aku menyeka keringatku dan beranjak dari ranjangku menuju dapur untuk mengisi tenggorokanku yang sudah sangat kering ini. Lampu dapur masih terlihat menyala. Siapa yang masih berada disana dini hari begini? Shin Ji Eun?

“Ji Eun-ah, apa itu kau?”

Ne? Ah oppa, iya ini aku.” Ada apa dengannya? Wajahnya terlihat seperti sangat ketakutan. Setelah mengambil segelas air mineral, aku memilih untuk duduk di sampingnya di ruang makan.

“Kau kenapa? Apakah sesuatu telah terjadi padamu, sayang?” tanyaku agar dapat sedikit menenangkannya.

“Tidak. Hanya saja, aku mengalami mimpi yang sangat buruk.” Tatapannya masih kosong. Mimpi? Mungkinkah mimpi itu?

“Mimpi apa yang telah membuatmu seperti ini Ji Eun-ah, jangan terlalu dipikirkan, itu hanyalah mimpi.” Aku mengelus lembut bagian belakang kepalanya.

Oppa, kau, tidak akan mengkhianatiku kan?” Astaga! Mungkinkah ini benar-benar mimpi yang sama. Dia beralih menatapku, aku tidak sanggup melihat matanya.

“Apa yang kau katakan? Mimpi apa yang telah membuatmu menanyakan hal seperti ini?”

“Aku bermimpi jika kau mengkhianatiku, kau berselingkuh dengan yeoja lain.” Bagaimana mungkin hal ini terjadi pada waktu yang sama? Ya Tuhan, apa maksud dari semua ini?

“Jangan terlalu dipikirkan Ji Eun-ah. Semua itu hanyalah mimpi.” Aku tersenyum dan memeluknya. Saat ini, aku merasakannya lagi, degupan jantung yang dulu selalu kurasakan setiap saat ketika sedang bersamanya. Aku tersadar, ternyata perasaanku belum berubah untuknya.

***

Author’s POV

Saat ini seluruh keluarga Cho kecuali Kyuhyun dan Ji Eun sedang pergi ke rumah sakit Seoul karena kondisi appa yang tidak juga semakin membaik. Mereka berdua mendapatkan tugas untuk menjaga putri dari Cho Ahra, yaitu Choi Sera. Kyuhyun terlihat sedang sibuk membuatkan sebotol susu bayi dan Ji Eun yang sedang menggendong Sera duduk di ayunan taman belakang rumah itu.

“Kyuhyun-ah, jangan lupa rendam botol susunya ke dalam air dingin sebentar!” Teriak Ji Eun agar ia tidak perlu repot-repot berjalan ke dapur hanya untuk mengingatkan hal itu.

“Ya! Sudah berapa kali kau mengatakan hal itu? Aish! Setiap lima menit sekali kau selalu meneriakkan hal itu. Seperti alarmku saja.” Ujar Kyuhyun protes sambil berjalan ke arah Ji Eun.

“Hey! Alarm mana yang memiliki pilihan tone semerdu itu hah? Kau ini ada-ada saja. Aku hanya tidak ingin lidah bayi kita ini kehilangan kepekaan rasanya hanya karena minum susu yang terlalu panas. Apalagi kau yang membuatnya!” Shin Ji Eun mengambil botol susu dari tangan Kyuhyun, meneteskannya beberapa kali ke tangannya untuk mengetes suhunya, dan menyesapnya untuk memastikan rasanya.

“Oke! Kerja bagus Cho Kyuhyun.” Shin Ji Eun mengarahkan dot botol susu itu ke mulut kecil Se Ra dengan hati-hati. Ia tidak menyadari Kyuhyun yang sedari tadi menatapnya dengan senyuman penuh arti.

“Sepertinya gadis ini sudah siap untuk menikah ya?” Kyuhyun tersenyum manis dan tak henti-hentinya mencubit kedua pipi Ji Eun yang sibuk dengan Sera.

“Ya! Hentikan Kyu!”

Why, why you leave me alone baby… I’m still… Still loving you…

Suara deringan ponsel Ji Eun membuyarkan godaan Kyuhyun, Ji Eun menyerahkan Sera ke tangan Kyuhyun dan bergegas mengambil ponselnya di sakunya.

“Siapa?”

“Sepupuku.” Jawab Ji Eun singkat, senyumannya merekah seketika menghiasi wajahnya. Kyuhyun mendaratkan tubuhnya dengan hati-hati di sebelah Ji Eun agar tidak terlalu mengguncang Sera.

Yeoboseyo?”

Eonni?

“Ya! Akhirnya dapat mendengar suaramu lagi. Kapan kau akan pulang?”

Sampai tugas disini selesai. Aku merindukanmu eonni, sangat sangat sangat!

“Ya! Kau kira aku senang berjauhan denganmu seperti ini? Bagaimana pekerjaanmu? Apakah bosmu yang baru itu memperlakukanmu dengan baik?”

Ya, tentu saja! Dia sangat baik. Bahkan dia telah berhasil mengambil hatiku. Hahaha.

Mwo? Apakah kau menyukainya? Baru kali ini kau menaruh hatimu pada seseorang. Pasti dia seorang yang sangat hebat ya? Waaaah daebak!” Kyuhyun yang memandang Ji Eun di sampingnya tanpa kata hanya tersenyum manis melihat tingkah laku yeojanya itu.

Ne eonni, aku sangat ingin sekali mengenalkanmu padanya. Sayangnya dia sedang tidak bersamaku saat ini.

“Ah ne, ara.”

Baiklah eonni, lain kali aku telepon lagi ya. Annyeong. Saranghae.

“Ne, annyeong. Jaga kesehatan selalu ya. Saranghae.” Senyuman Ji Eun masih terus menghiasi wajahnya. Saat ini ia benar-benar merindukan sepupunya itu.

“Sepupumu yang berada di luar negeri itu ya?” tanya Kyuhyun sambil menutup botol susu Sera yang telah habis.

“Iya, dia sama denganmu sedang ditugaskan di Jepang.”

“Benarkah?”

“Ne, lain kali aku akan mengenalkannya denganmu.” Ucap Ji Eun sambil mencium pipi Sera yang menggemaskan dan membuat lekukan bibir yang manis untuk Kyuhyun. Kyuhyun pun ikut tersenyum dan mencium pipi Ji Eun yang juga menggemaskan menurutnya.

“Tapi Ji Eun-ah, besok aku akan kembali ke Jepang.” Raut wajah Kyuhyun seketika berubah menjadi penuh keseriusan.

“Kenapa? Apakah urusannya belum selesai? Kenapa tiba-tiba sekali?” senyuman Ji Eun mulai luntur karena akan ditinggalkan oleh Kyuhyun lagi.

“Aku hanya ingin memastikan sesuatu.” Jelas Kyuhyun sambil memberikan senyuman yang biasanya menenangkan. Namun tetap saja Shin Ji Eun merasa ada yang aneh, tiba-tiba dia teringat akan mimpinya yang sangat buruk tentang mereka.

“Entah mengapa tiba-tiba aku teringat tentang mimpiku tentang kita waktu itu, tapi aku percaya padamu Kyuhyun-ah.”

-TBC-

Advertisements

65 thoughts on “The Bride & The Bridesmaid 3

  1. Kok aku kirang mengerti jalan cerita di part yang ini ya thor??
    Hahahahaha
    Alurnya terlalu kecepatan thor.

    Si Ji Eun dan Rin Hyo sepupuh?
    Pasti bakal seru tuh 😀

  2. Pilih lah dengan hati kyu..
    Maka kamu tau siapa yg kamu pilih..

    jgn plin plan donk
    Ngk cowok banget deh lo lw gitu..

    Sekertarismu adalah sepupu dri calon istrimu 🙂

    Alurnya kecepatan banget..
    Pi masih bisa di mengerti kok
    Semangat author 🙂

  3. Aku kira pertama sekretaris kyu sam rin hyo, trnyata sam yura,,, ia orang berbeda,… wahahaaa
    Kyknya sepupu ji run hyo deh,,, hahahefhaaaa
    Mati kau kyu,,
    Spa yg vau kau pastikan? Hyo?
    Knp blm ada salah satu dr mereka yg tau kalo kyu brengsek? Kekeeee

  4. Memastikan apa lg kyu,ktnya udh mantap perasaannya ma ji eun..??adeh sebel deh..bingung lg kan..ya udh kl diliat de part ini lbh baik rinhyo az yang pergi,secara mereka sepupuankan lbh lg eunji lama pacarannya ma kyu,aaahh tau lah terserah author az..
    Aq cap cus yee..thank mengaduk ngaduk2 hati ku selama 1 hari ini..keren!!!

  5. dasar kyu plinplan !
    Nona shin..dirimu sangat peka .
    Emang susah ngeaohongin perasaan perempuan.
    Karena perasaan perempuan itu sensitif, dan bisa merasakan perubahan suasana sekecil apapun.

  6. Itu pasti sepupunya Ji Eun si Sam._. buset tambah panjang aja urusan kalau begini._.
    Nggak ngerti deh gimana kalau misalnya saudaraan dan suka sama cowok yang sama._. pasti kelewat panjang urusannya 😦

  7. siapa yang akan dipilih kyuhyun yaa woaaah aku penasaran hehehe walau baru nemu blog ini tapi aku udh suka . semangat yaa buat onnie

  8. jangan jangan rin hyo sepupunya ji eun..
    Jika iya, kira2 reaksi kyuhyun gimana ya jika dia tahu?
    Smoga apa yg diputuskan kyuhyun memang benar

  9. ji eun trrnyata sepupuan sama rin hyo,tambah runyam masalahnya… apalagi kyu mendadak ngga punya salah,pas di jepang bilangnya kek gitu pas di seoul bilangnya kek gitu,dasar plin-plan,entah kenapa setiap aku baca ff kyu selalu punya sifat kek gitu,gak suka aku bangggg aish jinja emosi akuu

  10. Aduhh, kyu..
    Kalo kejadian yang kaya di mimpi, kamu bakal milih siapa??
    Bingung kan? Makanya cepet bilang sejujurnya, biar gak ada yang lebih tersakiti nanti!
    Author fighting! Daebak ffnya!

  11. Shin ji eun dan sam rin hyo sepupu?? Woaaahhh..tambah seru nih ceritanya wkkk.kyu galau galau nentuin perasaannya…
    Next chapt..ahh dan juga hwaiting eoh..keep writing ^^

  12. kayaknya kyuhyun bakalan ttp sama ji eun deh dan nantinya orang yg di kenalin rin hyo ke ji eun bkn kyuhyun tpi jong ki… karena rin hyo ga mau nyakitin ji eun…

  13. Duhh kyuhyun sih main api.. –” jadi bingung kan milihnya..
    Kasian dua wanita itu..
    cho kyuhyun memang php.. wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s