At Least I Still Have You 2

Author: Tsalza Shabrina
Cast: Cho Kyuhyun, Lee Donghae, and Sam Rin Hyo
Rate: T
Categories: Angst, Romance
Happy Read!

***

Author’s POV

Sam Rin Hyo memencet tombol password apartemen-nya dengan gerakan lemas. Ia lelah, sangat lelah hingga ingin segera melompat keranjang dan tertidur pulas. Ia mengganti sepatu kets-nya dengan sandal rumah lalu menyalakan saklar lampu yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

“KEJUTAN!!!” Suara petasan kertas dan teriakan yang begitu familiar di telinganya, membuat Rin Hyo segera menatap asal suara itu. Bibirnya sedikit terbuka, menatap interior apartemennya dengan pandangan kagum. Balon-balon biru safir yang tergeletak acak-acakkan di atas lantai, tulisan Happy Birthday yang besar terpasang setengah lingkaran dibelakang pria itu.

“Selamat ulang tahun, sayang.” Seolah tersadar dari rasa tercengangnya, Rin Hyo menatap pria itu dengan kedua mata berbinar. Hari ini ulang tahunnya? Bagaimana ia bisa lupa?

“Kau… yang membuat ini semua?”

“Tentu saja, kau harus berterima kasih padaku. Kau tahu, tadi setelah jadwalku selesai aku segera kesini untuk memberimu kejutan. Dan yang perlu kau ketahui, aku membuat ini sendiri!”

“Ya Tuhan, sebenarnya aku sedikit tidak percaya, tapi… baiklah! Terima kasih, sayang. Hihihi.” Ujar Rin Hyo seraya terkikik sendiri. Baru pertama kali ia memanggil Kyuhyun dengan panggilan sayang. Menurutnya, panggilan itu sangat tabu.

“Kemari!” Ujar Kyuhyun seraya melembaikan tangannya. Lilin yang berada diatas kue yang tadinya belum dinyalakan, sekarang sudah terlihat menyala. Menampakkan angka 23 disana.

Make A Wish!” Rin Hyo memejamkan kedua matanya. Senyumannya tidak pernah hilang dari wajah berbinarnya. Bahkan rasa lelah dan kantuknya hilang seketika.

Tuhan, semoga Kyuhyun selalu sehat dan bersinar seperti ini. Aku berjanji! Nanti, jika sinar Kyuhyun hilang. Aku akan membuatnya kembali bersinar terang. Apapun yang terjadi nantinya.

Rin Hyo meniup lilin-lilin itu dengan hati yang sangat lapang. Ia senang, bahagia, dan… ah, sudah tidak dapat dikatakan dengan kata-kata lagi. Kyuhyun menarik tangan Rin Hyo menuju sofa, mereka duduk disana. Kyuhyun menaruh kue tart yang tidak terlalu besar itu diatas meja. Karena ia tahu, Rin Hyo tidak terlalu menyukai hal-hal yang terlalu berlebihan.

“Selamat ulang tahun, Hyo! Sayang!”

“Kau sudah mengatakannya tadi. Dan, jangan memanggilku seperti itu lagi! itu terdengar sangat aneh.”

“Baiklah, jika calon istriku atau istriku, bagaimana?”

“Kyu, sejak kapan kita menikah?”

“Bagaimana jika bulan depan?”

“Oh, apakah kau sedang melamarku sekarang?”

“April mob! Tentu saja tidak!”

“Jih,” Rin Hyo mendecih dengan sedikit kecewa. Ia lebih berharap Kyuhyun benar-benar melamarnya. Ia jadi menyesal lahir ditanggal 1 April.

“Kau ingin makan kuenya?”

“Aku tidak lapar.”

“Tapi, kau harus memakan kuenya!”

“Baik, baik!” sergah Rin Hyo seraya memotong kue itu-tentunya, setelah menyingkirkan lilin berbentuk angka 23 itu dari kue. Kyuhyun menatap Rin Hyo seraya tersenyum miring.

“Bagaimana? Enak?”

“Tch, tentu saja!”

“Hyo! Kau tidak meminta hadiah padaku?”

“Ck, kau ini! Dihari ulang tahunku saja, kau masih sempat-sempatnya menyuruhku ini itu.” Kyuhyun malah terkekeh seraya mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.

“Ini!”

“Apa itu?”

“Hadiah.”

“?”
Kyuhyun membuka kotak itu, menampakkan sebuah cincin berlian yang begitu indah. Kyuhyun meraih tangan kanan Rin Hyo lalu memasangkan cincin itu pada jari manis Rin Hyo.

“Menikahlah denganku, Hyo!”

“April mob lagi?”

“Tidak. Aku ingin kau menjadi istriku, pendamping hidupku.”

“Bagaimana ya?”

“Ish, untuk apa kau masih mempertimbangkannya?!”

“Aku juga tidak tahu, tapi… rasanya, aku belum yakin!”

“Belum yakin?” Rin Hyo mengangguk lemah seraya menunduk. Menyesal telah mengatakan hal itu pada Kyuhyun.

“Apa yang membuatmu seperti itu?”

“Aku tidak tahu, Kyu! Bukankah aku sudah mengatakan jika aku tidak tahu!?” Kyuhyun menutup kembali kotak itu, menaruhnya diatas meja dengan gerakan lemah.

“Itu artinya, kau menolak lamaranku?”

“Bukan, bukan seperti itu… tapi…”

“Belum yakin? Kita sudah bersama selama 3 tahun dan kau masih belum yakin padaku?”

“Aku… April Mob!!!!! Huahahaha.” Rin Hyo tertawa keras saat melihat wajah Kyuhyun yang terlihat sangat kecewa.

“Kita impas!”

“Kau…”

“Aku mau menjadi istrimu. Jadi, kapan kita akan menikah?”

“Kau tidak membohongiku lagi, kan?”

“Tidak.”

“Kau benar-benar tidak berbohong? Apa buktinya?” Rin Hyo tersenyum kecil lalu mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun. Mengecup bibir pria itu cepat.

“Itu buktinya! Itu bukti jika aku serius dengan ucapanku.”

***

Sam Rin Hyo semakin menenggelamkan dirinya pada pelukan hangat Cho Kyuhyun yang begitu ia rindukan. Kyuhyun memutuskan untuk tidur di apartemen Rin Hyo hingga besok pagi. Kyuhyun memang tidak jarang menginap di apartemen Rin Hyo. Namun hanya sebatas tidur bersama dengan berpelukan, tidak lebih dari itu.

“Kyu!”

“Eum?”

“Eung… tidak, tidak jadi.” Rin Hyo kembali terdiam. Sebenarnya ia ingin bercerita tentang pria misterius yang memberi sinyal-sinyal aneh padanya. Pria misterius yang selalu datang ke café-nya.

“Ceritakan saja padaku. Aku tidak apa-apa.” Rin Hyo kembali menghela napasnya.

“Tidak, ini tidak penting kok.”

“Baiklah, ceritakan jika kau benar-benar ingin menceritakannya padaku.”

“Mm! Kyu!”

“Apa?”

“Aku mencintaimu. Selamat tidur!” Kyuhyun tersenyum kecil.

“Aku juga mencintaimu. Selamat tidur, calon istriku.”

***

Sam Rin Hyo baru saja selesai bekerja. Ia sudah mengganti bajunya dan hendak menutup café. Ya, ia bekerja sendiri untuk hari ini. Karena, Ji Eun izin tidak bekerja. Gadis itu tengah mempersiapkan pernikahannya dengan Lee Kikwang. Padahal mereka baru saja bertemu 1 bulan yang lalu, dan sekarang sudah berniat untuk menikah? Mengesankan sekali. Ia jadi ingat lamaran Kyuhyun 1 bulan yang lalu. Memang setelah lamaran itu, esoknya mereka mengunjungi rumah orang tua Kyuhyun. Walaupun pertemuan tersebut menyisakan kesan yang tidak baik. Ya, ia sudah memprediksikan hal itu sebelumnya. Namun, itu semua tidak memperngaruhi tekad bulatnya untuk serius menjalin hubungan dengan Cho Kyuhyun.

“Nona Sam!” Tubuh Rin Hyo berjengit terkejut saat mendengar suara seseorang yang memanggilnya. Ia menoleh kebelakang dan menemukan pria misterius itu lah yang berdiri dibelakangnya.

“Ne?” Pria itu tersenyum tipis, dan semakin menambah kadar ketampanan pria itu. Rin Hyo meneguk ludahnya berat. Demi Tuhan, pria ini sangat tampan.

“Kau ada waktu sebentar?”

***

Entah sudah berapa kali Rin Hyo menggaruk-garuk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal itu. Ia begitu canggung berada disana. Duduk didepan pria misterius yang tidak pernah ia kenal sekali pun. Pria yang kata Ji Eun menyukainya.

“Ehm.” Rin Hyo berdehem mencoba mencairkan suasana kemudian meminum lemon squash-nya sedikit. Pria itu tersentak, sepertinya pria itu juga merasa gugup.

“Namaku Lee Donghae.”

“Aku Sam Rin Hyo.”

“Aku tahu.” Rin Hyo hanya tersenyum tipis menjawabnya. Karena, sejujurnya ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Dan juga, kegugupan pria yang bernama Lee Donghae ini begitu lucu dan menggemaskan. Pria tampan yang begitu menggemaskan.

“Aku… ingin menikahimu.”

“?”

“Aku mencintaimu dan sering memperhatikanmu. Apa kau tak menyadarinya?”

“Eh? Aku…”

“Aku ingin menikah denganmu. Hanya kau. Aku akan memberi apa yang kau inginkan padamu.”

“Kita baru saja berkenalan dan…”

“Aku tahu, ini terlalu cepat, kan? tapi, untukku… tidak. Sudah 2 tahun sejak aku mengunjungi café. Sejak itu kau selalu menyita seluruh perhatianku.”

“…”

“Kudengar ibumu memiliki hutang yang sangat besar pada Taesan group. Perusahaanku adalah investor terbesar di Taesan. Jadi, jika kau menikah denganku. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun.”

“Mwo?!”

“Dengan pekerjaan ibumu, dan pekerjaanmu. Itu tidak akan cukup untuk membayarnya. 50 juta won. Itu bukan uang yang sedikit.” Kedua tangan Rin Hyo terkepal. Ia merasa, harga dirinya diinjak-injak oleh pria ini. Ia pun tidak tahu dari mana Lee Donghae mengetahui seluk beluk keluarganya. Hutang 50 juta won pada Taesan? Bagaimana bisa pria ini tahu?

“Donghae-ssi! Pekerjaanku yang hanya sebagai pelayan café, dan pekerjaan ibuku yang hanya penjual ikan di pasar. Aku tahu itu tidak akan cukup. Tapi, aku tidak akan menjual diri untuk mendapat uang.” Rin Hyo menghela napas dalam-dalam kemudian membuangnya panjang.

“Aku harus mengejar bus terakhirku di halte, jadi aku pergi dulu. Terima kasih atas minumannya, Lee Donghae-ssi!”

***

“Ji Eun-ah, sampai kapan kau akan terus menguras dompetmu?” Omel Rin Hyo saat kedua kakinya sudah pegal karena Shin Ji Eun yang tidak berhenti berbelanja. Hari ini hari Sabtu, hari yang seharusnya ia pakai untuk menemani Kyuhyun. Namun, karena Kyuhyun harus mempromosikan album barunya di Osaka. Setelah itu, Kyuhyun juga harus disibukkan dengan konser keliling dunianya yang menghabiskan waktu hingga setengah tahun. Bayangkan saja, mereka akan berpisah selama 6 bulan dengan kadar komunikasi yang minim.

“Sudahlah Rin Hyo-ah, kau ini apa tidak bisa baik sedikit pada pengantin baru!”

“Ish, seharusnya kau itu menemani suamimu. Bukannya berkeliaran disini! Baru saja kalian menikah 4 bulan yang lalu.”

“Suamiku juga sibuk Hyo-ah. Aku sangat bosan dirumah terus setelah menikah.”

“Heol.” Rin Hyo memandang Ji Eun dengan tatapan tak percaya. Bosan? Bilang saja jika ia ingin melarikan diri dari mertuanya.

“Wae? Mengapa menatapku seperti itu? Aku tidak melarikan diri dari mertua. Hanya bosan. Kau mengerti?”

“Keure.. keure! Tidak ada yang bisa membantahmu.”

Drrt Drrt

Shin Ji Eun menaruh kantong-kantong belanjaannya lalu sibuk mengambil ponsel yang berada di tas jinjingnya.

“Yeoboseyo? … Aku di pusat perbelanjaan Hongdae, wae oppa? … Oppa tidak usah khawatir! Aku bersama sahabat terbaikku yang pintar Taekwondo… Eo! Sampai jumpa nanti dirumah,ya! … Sebentar oppa! Aku ingin semangka … Yeey! Sampai nanti oppa! Saranghae!” Sam Rin Hyo menatap Ji Eun yang tengah berbinar-binar dengan nanar. Ia merindukan Cho Kyuhyun. Sangat merindukan pria itu.

“Ish, lihat! Kau seperti anak kecil! Haruskah kau berteriak senang saat suamimu akan membelikan semangka?”

“Ck, kau ini iri saja! Ah, aku ingin bercerita Sesuatu. Ayo kita cari tempat makan disini.”

***

“MWO?! 2 bulan?” Dengan segaris senyuman malu-malu Ji Eun mengangguk membenarkan. Sam Rin Hyo masih belum bisa menutup mulutnya saking terkejutnya.

“Kalian adalah pasangan yang sangat keren.” Puji Rin Hyo seraya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

“1 bulan kalian mengenal lalu menikah, 4 bulan kalian menikah, dan sekarang kau sudah hamil 2 bulan? Astaga, keren. Kalian sangat keren.”

“Hihihi, tentu saja! kami sudah menginginkan ini sejak lama.” Ujar Ji Eun seraya mengelus-elus perutnya. Rin Hyo hanya menggeleng melihat tingkah laku Ji Eun yang seperti seorang istri yang sudah 10 tahun menikah dan baru saja diberi anak.

“Rin Hyo-ah, kau masih ingat pria tampan yang misterius itu?” Sam Rin Hyo menghentikkan sumpitnya diudara saat mendengar pertanyaan Shin Ji Eun. Tiba-tiba ia ingat pertemuan terakhirnya dengan pria itu. Ya, sejak itu pria yang bernama Lee Donghae itu tidak pernah mengunjungi café lagi.

“Eo! Aku ingat.” Singkat Rin Hyo kemudian memasukkan sepotong makchang kedalam mulutnya dengan kaku.

“Namanya ternyata Lee Donghae. Dia adalah direktur utama di Lee group sekaligus pewaris utama perusahaan besar itu. Kau pasti tahu kan Lee group? Perusahaan terbesar di Korea Selatan. Aku mengenalnya dari Kikwang, karena ternyata Kikwang dan Donghae bersahabat baik.”

“Em? Woah, dia sangat kaya ternyata.” Komentar Rin Hyo dengan nada malas yang kentara sekali. Shin Ji Eun menatap Rin Hyo dengan kedua mata yang memincing kearah Rin Hyo.

“Kau ada sesuatu ya dengannya? Oh! Apa dia benar-benar menyukaimu?”

“Entahlah, 3 hari yang lalu ia berkata ingin menikah denganku.”

“Jeongmal? Daebak. Sudah kubilang kan pria itu menyukaimu.”

“Eum.”

“Lalu? Kau menolaknya?”

“Tentu saja. Aku tidak mencintainya.”

“Keure. Hanya ada satu pria dimatamu, Cho Kyuhyun.” Rin Hyo hanya tersenyum kecil lalu meminum air mineral yang tersedia direstoran itu. Ia sudah tak berselera makan lagi. Mengingat Lee Donghae membuat ia merasa mual.

***

Sam Rin Hyo berjalan pelan seperti mayat hidup, menaiki satu persatu anak tangga di apartemennya dengan lemah. Apartemennya memang jauh dari mewah. Meski apartemennya tidak semewah itu, namun ia senang dapat tinggal disini. Karena tidak kumuh dan layak tinggal.

Sekarang sudah pukul 8 malam, ia sudah sangat lelah berbelanja dengan Shin Ji Eun. Meski, pada kenyataannya hanya Ji Eun yang berbelanja. Tapi, ia senang karena dapat bercerita banyak hal pada Ji Eun, melakukan hal gila dengan Ji Eun di tempat karaoke, dan lain lain. Meski ia bercerita banyak pada Ji Eun, ia tidak pernah menceritakan tentang hutang ibunya pada Taesan. Karena, ia dapat memastikan Ji Eun akan langsung bertindak dengan membayar hutang-hutang ibunya. Ia tidak mau itu. Ia tidak ingin balas budi pada siapapun.

Rin Hyo memasuki apartemennya. Mengernyit saat mendapati lampu apartemennya menyala terang benderang. Sofa jeleknya juga berganti dengan sofa baru yang jauh lebih baik. Beberapa perabotan baru seperti mesin cuci, televisi LED, dan pendingin ruangan yang masih terbungkus kardus memenuhi ruang tengahnya.

“Ige mwoya?” gumamnya pada diri sendiri. Tidak mungkin Kyuhyun yang melakukan ini, karena dulu pria itu pernah melakukan ini padanya namun ia langsung marah-marah. Rin Hyo tidak suka dikasihani dan diberi sesuatu secara Cuma-Cuma.

“Eo! Putriku sudah pulang?” Rin Hyo mengangkat kepalanya saat menatap ibunya yang keluar dari ruang dapur.

“Eomma? Kapan kau datang?”

“Tadi siang, kau dari mana saja, huh? Tadi ada seorang pria yang memberikan ini semua untukmu. Kau ini mengapa tidak cerita jika mempunyai kekasih yang tampan dan kaya?”

“Mwo? Pria siapa eomma?”

“Kalau tidak salah namanya Lee Donghae.” Tubuh Rin Hyo menegang saat mendengar nama itu disebutkan oleh ibunya. Ia segera mengeluarkan ponselnya lalu mengumpat saat ia ingat jika ia tidak mempunyai nomor Lee Donghae.

“Kenapa ekspresimu seperti itu, putriku? Harusnya kau ini senang. Lihat! Barang-barang ini begitu bagus! Apa perlu kita coba dulu ya?”

“Eomma jangan menyentuh barang-barang ini! Jika Eomma menyentuhnya dengan jari kelingking sekali pun, aku akan memotong jari eomma!” bentak Rin Hyo penuh penekanan.

“Aish, kau ini selalu tidak dapat mensyukuri apa yang telah orang beri untukmu.” Rin Hyo hanya memilih diam lalu berlalu memasuki kamar. Ia menyayangi ibunya, sungguh. Namun, ia membenci ibunya disaat seperti ini. Disaat ibunya mulai buta akan uang.

Sam Rin Hyo bukanlah gadis yang sudah miskin sejak ia dilahirkan. Dulu, keluarganya sangat kaya. Hingga ayahnya meninggal dan meninggalkan warisan untuk ia dan ibunya. Rin Hyo yang masih 14 tahun masih belum bisa meneruskan perusahaan dan akhirnya pamannya lah yang mengurusi perusahaan itu. Paman yang awalnya terlihat begitu baik dan hangat pergi membawa uang hasil penjualan semua saham perusahaan. Ibunya yang masih tidak mau terima dengan kebangkrutan perusahaan terus menerus menghambur-hamburkan uang sisa warisan untuk membeli barang-barang bermerk. Hingga ibunya hutang 50 juta won pada Taesan dengan alasan ingin membuka usaha. Namun, nyatanya uang itu habis oleh ibu yang kalah berjudi.

Pada umur 18 tahun Rin Hyo dan ibunya pindah di Pohang, meninggalkan semua kehidupan mewahnya di Seoul. Ibunya yang serakah akhirnya berjualan ikan, karena Pohang termasuk daerah yang terkenal dengan ikan-ikan segarnya. Sedangkan Rin Hyo yang dulu selalu menyayangi ibunya sekarang selalu menampakkan wajah tidak sukanya pada ibunya.

Tok Tok Tok

“Rin Hyo-ah! Keluarlah! Ibu sudah membuat Dalgakbi kesukaanmu.” Rin Hyo yang tengah duduk ditepi kasur dengan kedua mata kosongnya menatap pintu kamarnya. Ia menghela napasnya dalam lalu mengganti pakaiannya dengan kaus lengan pendek dan celana pendek yang tidak terlalu ketat kemudian keluar untuk menghargai apa yang sudah ibunya masakkan untuknya.

***

Suara peraduan sumpit dan mangkuk memenuhi ruang makan. Sam Rin Hyo makan dalam diam, tidak seperti ibunya yang terus mengoceh. Memuji-muji Lee Donghae dan membanding-bandingkan pria itu dengan Cho Kyuhyun.

“Kau itu jika memang lebih mencintai Cho Kyuhyun, mengapa tidak cepat-cepat menikah saja?” Rin Hyo masih tetap menikmati makanannya dengan diam. Tidak menghiraukan suara ibunya.

“Kudengar Lee Donghae itu adalah pewaris tunggal Lee Group. Ck,ck,ck ia pasti sangat kaya. Menurut ibu, masih lebih baik Lee Donghae dari pada Kyuhyun. Pekerjaan sebagai musisi itu tidak terlalu menjanjikan masa depan. Berbeda dengan Lee Donghae pemilik sebuah perusahaan besar seperti Lee group.” Sam Rin Hyo menaruh sumpitnya dengan kasar hingga membuat bunyi yang cukup keras. Ia beranjak dari tempat duduknya lalu menghela napas kasar. Sudah terlalu muak mendengar ibunya yang terus membanding-bandingkan kekayaan seseorang.

“Aku selesai.”

“Ya! Ibu belum selesai berbicara!” teriak ibunya saat baru satu langkah ia berjalan. Rin Hyo kembali menghela napasnya lalu menatap ibunya tanpa berniat duduk kembali dikursi itu.

“Menikahlah dengan Lee Donghae! Meski kau tidak mencintainya, menikah sebentar juga tidak apa-apa. Pokoknya kau harus mengambil uang pria itu untuk membantu ibumu ini. Lagipu—“

“EOMMA!!” Seketika ibu Rin Hyo menutup bibirnya. Berhenti berbicara. Rin Hyo mengambil napas dalam-dalam seraya menatap ibunya keji.

“Jika ingin menikah dengan Lee Donghae, menikahlah! Aku… putri ibu satu-satunya ini. Tidak akan pernah mau membantu ibu. Jadi, terserah aku mau menikah dengan siapapun. Sekali pun aku hanya mengambil uang dari pria itu. Aku tidak akan pernah memberinya pada ibu.” Ujar Rin Hyo dengan penuh penekanan. Kedua tangannya sudah terkepal, sedangkan kedua matanya sudah mengeluarkan cairan bening yang sejak tadi ditahannya. Ia segera berjalan kearah kamarnya. Ia marah mendengar ibunya berkata seperti itu. Ia marah karena ia merasa begitu menyedihkan. Ia marah karena, Ibunya juga terlihat begitu menyedihkan.

“Kau ini.. berani-beraninya membentak ibumu sendiri. Tidak sopan.” Teriak ibunya sebelum ia menutup pintu kamarnya dengan keras.

***

“Ya! Sam Rin Hyo!! Kau ini tidak becus sekali! Kau tahu, berapa orang yang sudah melapor padaku karenamu? Ck,ck,ck, kau ini membuatku rugi saja.” Sam Rin Hyo hanya bisa menunduk seraya memainkan kedua tangannya. Ia juga tidak bisa menyangkal ucapan bos-nya itu. Hari ini, ia sudah membentak pelanggan, menampakkan wajah lesu, menumpahkan kopi ke baju pelanggan, dan lain lain.

“Besok kau tidak usah bekerja dulu sampai satu minggu kedepan.” Kepala Rin Hyo yang sejak tadi menunduk, langsung terangkat begitu saja. Menatap Bos-nya dengan kedua mata yang melebar.

“Nde? Tapi…”

“Selesaikan dulu masalahmu, lalu kembali kesini 1 minggu lagi. Aku tidak butuh bantahan. Sekarang, kau bisa pulang.” Rin Hyo menatap bos-nya kecewa lalu menghela napas beratnya. Membungkuk sejenak lalu keluar dari ruangan yang kini terasa sesak itu.

“Eonnie, gwenchanayo?” Sam Rin Hyo tersenyum kecil pada Eun Gi yang menjadi pengganti Ji Eun. Karena, Setelah menikah Ji Eun tidak diperbolehkan bekerja di café oleh suaminya. Ia berumur 21 tahun, hanya berjarak 2 tahun dengan Rin Hyo yang sekarang berusia 23 tahun.

“Gwenchana. Bos memberiku hari libur. Woah, bukankah itu keren? Aku lebih bisa tenang untuk satu minggu ini.” Ucap Rin Hyo berpura-pura tangguh agar tidak mengkhawatirkan Eun Gi.

“Ck, baiklah. Lagi pula itu lebih baik untuk menenangkan diri eonnie. Dan lebih baik, segera selesaikan masalah eonnie agar aku tak terlalu repot bekerja sendiri disini.”

“Ara.” Sam Rin Hyo tersenyum pada Eun Gi yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu.

“Aku pulang dulu, ya!” “Ne! hati-hati di jalan ya!”

***

Sam Rin Hyo menatap kardus-kardus yang berisi perabotan-perabotan yang diberi oleh Lee Donghae dengan menghela napas panjang. Perabotan-perabotan itu masih diam ditempatnya tanpa bergeser sedikit pun, ia senang ibunya dapat menepati janjinya untuk tidak menyentuh barang-barang ini. Ngomong-ngomong tentang ibunya, sepertinya wanita itu sudah pulang ke Pohang. Karena, biasanya ibunya yang cerewet akan langsung mengomel ini itu saat ia sudah pulang. 1 minggu tanpa bekerja? Itu artinya ia membuang-buang gajinya selama 1 minggu ini. Ck, menyebalkan sekali. Ini semua karena ia merindukan Kyuhyun, sikap ibunya kemarin yang menjengkelkan, dan pria bernama Lee Donghae itu.

“Setidaknya aku mempunyai waktu untuk mengembalikan ini semua pada pria itu.” gumamnya seraya menendang salah satu kardus itu hingga bergeser, membuat secarik kertas yang ternyata berada diatas barang-barang itu terjatuh kelantai. Rin Hyo mengernyit, mengambil kertas itu lalu membaliknya. Ia tidak ingat ada kertas disini, atau lebih tepatnya ia memang tidak memperhatikan.

Nona Sam, kemarin aku memasuki apartemenmu tanpa izin hanya untuk memeriksa. Aku harus berterima kasih pada penjaga apartemenmu yang memberiku kunci cadangan.

“MWO?! Aish, pria ini sepertinya ingin mati ditanganku.”

Aku hanya membelikan perabotan yang tidak kau punya di rumahmu. Jadi, aku mohon terimalah. Ah, dan juga! Mengganti beberapa perabotan yang hampir rusak.

Dengan cinta, Lee Donghae.

PS: Ah, iya! Aku juga memasuki kamarmu. Aku melihat fotomu dengan seorang pria. Sepertinya aku mengenal pria itu. Ck, nona Sam kau membuatku cemburu. Dan ingat! Aku tidak akan berhenti begitu saja. Kau harus menjadi milikku, Sam Rin Hyo.

“Sepertinya pria ini sudah gila.” Gerutunya seraya melempar kertas itu setelah meremasnya hingga tak terbentuk.
“Lee Donghae, awas kau!”

***

Chile, south of America

Cho Kyuhyun melempar tubuhnya pada kasur empuk yang berada di hotel tempatnya beristirahat. Hari ini, adalah hari terakhir-nya di Chile. Namun, ia masih harus ke Swiss, New York, Brazil, Singapore, dan Jepang untuk penutupnya. 2 minggu lagi, ya, ia hanya harus menunggu sampai waktu itu tiba dan ia bisa kembali ke Seoul dan melepas rindu pada kekasihnya itu.

“Huuuh.” Entah sudah berapa kali Cho Kyuhyun menghela napas panjangnya. Ia ambil ponsel yang tergeletak diatas nakas yang berada disamping ranjangnya. Menatapi fotonya dengan Sam Rin Hyo yang tengah berada di Pohang, tempat tinggal ibu mertuanya. Dahi Kyuhyun mengernyit saat menatap layar ponselnya berkedip-kedip, tertera nama ibunya disana.

“Eomma?” gumamnya, kemudian segera mengangkat telepon dari ibunya itu.

“Yeoboseyo?”

Eo! Kyuhyun-ah, kapan kau pulang?

“Masih sekitar 2 minggu lagi. wae, eomma?”

Ah, keure! Putri teman ibu baru saja pulang dari Amerika dan ingin bertemu denganmu. Kau pernah bertemu dengannya saat kau berumur 15 tahun. Cho Kyuhyun menghela napasnya berat. Lagi-lagi ibunya ingin mencoba menjodohkannya dengan gadis-gadis yang kata ibunya sestrata dengan keluarganya. Kyuhyun-ah, kau masih disana? Namanya Song Qian. Kau pasti menyukainya. Bukankah dulu kalian satu sekolah saat SMA?

“Eomma! Bukankah sudah kubilang, aku sudah memiliki seorang gadis yang begitu kucintai.”

Ck ck ck, kau mulai lagi! apa yang kau maksud itu gadis miskin yang ibunya seorang penjual ikan dari Pohang itu,kan? kau ini! mana bisa keluarga kita menerima gadis miskin sepertinya. Dan cinta? Dengan cinta yang selalu kau elu-elu kan itu, kau juga dapat membuat nama keluarga kita yang dielu-elukan masyarakat jatuh sampai dibawah sepatu olahragamu.

Cho Kyuhyun menghela napasnya panjang. Rahangnya mulai mengeras, ia tidak suka jika seseorang mencela Sam Rin Hyo. Meski itu ibunya sendiri.

“Bisakah eomma berhenti memanggilnya gadis miskin? Dia punya nama. Sam Rin Hyo, begitulah namanya. Dan aku hanya ingin menikah dengannya. Tidak dengan Song Qian atau gadis-gadis lain yang kau rekomendasikan untukku.”

Tapi Kyuhyun-ah, kau sudah tahu bukan bagaimana latar belakang gadis itu? Ibunya itu seseorang yang rakus dan sangat mata duitan, dan kau masih saja mau menerima gadis itu? Bagaimana jika gadis itu juga—

“EOMMA!!!” bentak Kyuhyun, ia sudah muak dengan perkataan ibunya yang begitu menyakiti hatinya.

Kau berani-beraninya membentak ibumu!! Apa gadis itu yang mengajarimu?! Kau ini—

“Jika eomma terus menerus membahas ini, lebih baik aku tutup saja! aku benar-benar lelah. Selamat malam, eomma!” Cho Kyuhyun menutup teleponnya sepihak kemudian mencampakkan ponselnya itu keatas ranjang. Ia memejamkan kedua matanya, menghela napas beratnya, kemudian bergelung diatas ranjang.

TBC ~

Advertisements

106 thoughts on “At Least I Still Have You 2

  1. Gotcha. Ternyata bener dugaanku cowok misteriusnya donghae.
    Donghae kayaknya terobsesi banget deh sama rinhyo -_- dateng2 main ngajak nikah aja :’v
    Seru tapi ih ceritanya :’3
    Sampai jumpa di part selanjutnya 😀

  2. yhela donghae oppa bnr2 ektrim deketin rinhyonya klo memeng oppa suka yh dengan baik2 caranya … kan rinhyo terluka kan harga dirinya … tapi percuma juga oppa suka orng pada akhirnya tin ama kyuh bersatu selamnya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s