Fate, Love, and Temptation 3

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini (NO COPAS)
Happy read ^-^

Part. 3 (The Day)

“Iya nyonya, saya mengerti. … Tapi, bukankah tinggal satu minggu lagi? Tidakkah lebih baik—ahh iya maafkan saya,…. Iya saya hanya berbicara asal tadi nyonya… tapi—ahh iya baiklah saya mengerti.” Park Jung Sik menutup teleponnya dengan lemas kemudian berjalan menuju meja makan. Kyuhyun yang menunggunya dimeja makan terlihat menatap manager-nya itu cemas.

“Kenapa hyeong? Ada masalah?” Jung Sik terlihat salah tingkah seraya menggeleng kuat.

“Kau aneh, ada apa hyeong?”

“Tidak .. tidak ada apa-apa…” Kyuhyun menatap tajam manager-nya lumayan lama kemudian menghembuskan nafas beratnya. Baru saja ia akan menyuapkan makanan kedalam mulutnya, tapi ia teringat sesuatu dan meletakkan sumpitnya kembali.

“Ahh iya, bukankah aku ada tawaran dari produser Kim untuk menjadi cameo dramanya itu… bagaimana? Bukankah ia produser besar?” Park Jung Sik meneguk ludahnya berat.

“I—itu… iya memang produser Kim mempunyai rumah produksi yang sangat besar. Tapi, i—ia… membatalkan untuk bekerja sama dengan kita.” Kyuhyun menghembuskan nafasnya berat kemudian tersenyum pada Park Jung Sik.

“Jadi itu yang membuatmu bersikap seperti ini? Tidak apa-apa hyeong… bukankah ini hal biasa? Kita juga masih banyak jadwal, kan?” Park Jung Sik tersenyum kaku kemudian mengangguk pelan. Kyuhyun memulai makan kembali sedangkan Park Jung Sik yang umurnya lebih tua 5 tahun dari lelaki itu hanya bisa bernafas lega kemudian melakukan hal yang sama dengan Kyuhyun.

****

“Ya! Rin Hyo-ah….” Gyuri berjalan menghampiri meja kerja Rin Hyo dengan 2 mochacino dikedua tangannya. Salah satu-nya ia taruh dimeja Rin Hyo yang sedang sibuk mengetik. Sedangkan satunya lagi ia sesap perlahan. “ini..”

“Terima kasih,” Rin Hyo tersenyum kemudian menatap layar komputernya kembali. Gyuri mendengus kesal kemudian menepuk pundak Rin Hyo.

Jangan mengetik dulu… kau ini butuh istirahat. Ini jam makan siang, kau tidak ingin makan?” Rin Hyo menggeleng pelan.

“Episode 3 drama baru kita belum kurampungkan naskahnya, apalagi kita kedatangan cameo disana.”

“Sudahlah… minum dulu, aku sudah susah-susah membuatkannya untukmu…” Rin Hyo terkekeh kemudian mulai menyesap mochacino itu.

“Cameo-nya adalah Cho Kyuhyun, penyanyi terkenal itu.” Seketika Rin Hyo tersedak dan meletakkan gelasnya. Ia menepuk-nepuk dadanya, dibantu dengan Rin Hyo yang menepuk punggungnya pelan.

“Kau tidak apa-apa? Minum ini…” Gyuri menyerahkan segelas air mineral yang entah ia dapat dari mana. Rin Hyo menyambut gelas itu dengan cepat kemudian meneguknya hingga setengah gelas.

“Aku tidak apa-apa… hanya tersedak.” Ucap Rin Hyo pelan. Cho Kyuhyun? Kenapa lelaki itu akhir-akhir ini selalu saja muncul ? apa karna sudah satu minggu lagi?

“Hyo!”

“Eh? Apa?”

“Apa yang kau lamunkan?” Rin Hyo menggeleng.

“Tidak ada…”

“Tapi sudah diganti dengan Lee Eunhyuk, kau tahu kan?” Rin Hyo mengangguk sekenanya.

“Entah apa yang dipikirkan pihak Cho Kyuhyun, mereka malah menolak tawaran dengan alasan yang tidak jelas. Apa mereka tidak tahu rumah produksi kita itu paling besar di Korea selatan?” celoteh Gyuri. Sam Rin Hyo hanya diam, tak tahu mau berkomentar apa. Dan juga tak tahu sedang memikirkan apa.

****

Song Joong Ki duduk disofa apartemen Rin Hyo dengan santai. Lelaki itu menggonta-ganti channel televise selagi menunggu Rin Hyo yang sedang menyiapkan minuman untuknya. Joong Ki menoleh kesamping disaat merasakan sofa itu sedikit bergoyang karna diduduki Rin Hyo. Gadis itu menaruh satu gelas hot chocolate-nya diatas meja pendek depan sofa dan satunya lagi ia genggam untuk ia minum. Senyuman tipis Joong Ki terulas disaat menatap tingkah Rin Hyo dengan baju rumahnya. Ia selalu senang menatap segala tingkah yang ditimbulkan oleh gadis itu.

“Ada perlu apa kesini oppa?” Ucap Rin Hyo seraya meniup-niup isi gelasnya.

“Hanya bermain, apa tidak boleh?”

“Kau tidak ada jadwal?” Joong Ki menggeleng seraya mengganti channel televise lagi.

“Untuk hari ini tidak.” Rin Hyo hanya manggut-manggut mengerti kemudian menyesap hot chocolate-nya. Kedua mata Joong Ki tertarik dengan kalender meja yang menempel di meja kecil tak jauh dari tempatnya duduk. Ia berjalan mendekati meja itu kemudian mengambil kalender itu.

“Kurang 3 hari?” gumam lelaki itu pelan.

Kau melihat apa, oppa?”

“Mengapa kau menandai tanggal ini? dan ‘kurang 3 hari’?” Rin Hyo terseyum miring.

“Tanggal itu adalah hari pementasan piano Cho Kyuhyun. Dan juga, hari dimana aku terbebas dari segala janji sialan itu.”

“Janji sialan?”

“Iya, janji sialan.” Kedua mata Rin Hyo menatap lurus seolah menerawang jauh kedalam ingatan-ingatan pahitnya. Ingatan dimana ia harus kehilangan lelaki itu.

Sam Rin Hyo’s Apartment, 3 years ago

“Yeoboseyo…” Rin Hyo menaruh Handphone-nya tepat ditelinga kirinya. Sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk mengaduk-aduk Teflon yang berisi pasta dengan menggoyang-goyangkan Teflon tersebut.

“Aku sedang memasak… kau jadi kesinikan?” Hari ini ia ingin membuat kejutan pada Cho Kyuhyun, namjachingunya. Karena hari ini adalah hari ulang tahun lelaki itu sekaligus merayakan kemenangannya di acara Music Bank kemarin.

“Apa? Tidak jadi kesini? Ya! pokoknya hari ini aku tunggu kau disini atau aku yang kesana!” Rin Hyo memutuskan panggilan dengan kesal. Ia sudah susah-susah memasak banyak untuk lelaki itu. Tapi, dengan mudahnya ia berkata tidak jadi karna malas? Bagus sekali. Tak lama kemudian, Handphone Rin Hyo kembali bergetar. Gadis itu mematikan api kompornya kemudian mengangkat telepon itu lagi.

“Ada apa lagi? Kau jadi kesini atau tidak?” Ucap Rin Hyo ketus.

“Maaf… apa ini teman dari pemilik handphone ini?” Raut muka Rin Hyo berubah serius. Ia menghentikan segala pekerjaannya.

“Iya… bukankah handphone ini milik Cho Kyuhyun?”

“Ahh… jadi namanya tuan Cho Kyuhyun? Nona… apa anda bisa kesini ? tuan ini baru saja mengalami kecelakaan tunggal karna menghindari seorang tuna netra yang sedang menyebrang tadi. Tadi aku menemukannya dan langsung memanggil ambulance. Tuan ini sedang dirawat di Seoul hospital sekarang. Bisakah anda kesini?” Sam Rin Hyo terdiam, ia menjatuhkan tangannya dengan lemas. Lututnya yang terasa lemas membuat gadis itu jatuh terduduk dilantai.

“Nona? Nona?” Seolah telah tersadar ia mengangkat Handphone-nya kembali kemudian menjawab pertanyaan lelaki penyelamat itu dan segera beranjak meninggalkan apartemen. Sebelum pintu itu tertutup sempurna ia menatap dekorasi apartemennya yang sangat meriah khusus diperuntukan pada Cho Kyuhyun, lelaki yang sangat ia cintai itu. Air matanya jatuh kemudian ia segera berlari menuju pintu lift.

Seoul hospital, 3 years ago

Sam Rin Hyo setiap hari mengunjungi Kyuhyun yang tak kunjung sadar. Sudah 2 minggu lamanya, ia melakukan rutinitas seperti ini. Rin Hyo mengusap pelan punggung tangan Kyuhyun. Ia menyibakkan poni Kyuhyun yang menutupi dahinya dengan lembut kemudian mengecup dahi Kyuhyun.

“Jika saja aku melarangmu waktu itu… kau tidak akan seperti ini kan? Maafkan aku Kyu… kumohon maafkan aku… bangunlah… aku merindukan suaramu yang dulu selalu menyanyikanku lagu-lagu balad itu. Merindukan tarian anehmu yang biasa aku lihat disaat hari jadi kita. Hari ini hari kita Kyu, aku ingin melihat tarianmu dan menertawakannya. Setelah itu, kau memarahiku karna menertawakanmu.” Celoteh Sam Rin Hyo pelan seraya membelai sayang rambut Kyuhyun. Tanpa sadar air mata gadis itu turun dengan senditinya.

“Apa yang kau lakukan disini?!” pekik seorang wanita yang sudah terlihat cukup tua dengan pakaian yang memperlihatkan bahwa wanita itu bukanlah wanita sembarangan. Tentu saja, dia adalah nyonya Cho ibu Kyuhyun. Wanita yang sedari dulu ia hindari.

“Selamat pagi, Nyonya Cho.” Cho Hana, nama wanita itu. Ibu seorang Cho Kyuhyun yang sangat menentang hubungan Kyuhyun dan Rin Hyo, entah karna alasan apa. Cho Hana menatap Rin Hyo dengan pandangan tidak suka kemudian menariknya dengan kasar.

“Tolong lepaskan nyonya, ini sakit.”

“Siapa yang menyuruhmu kesini, ha?! Pergi kau dari sini!” ketus Cho Hana seraya mendorong gadis itu dengan kuat, hingga gadis itu terduduk dilantai depan pintu kamar Kyuhyun. Rin Hyo menghela nafasnya kemudian berdiri tegap dihadapan Cho Hana.

Apapun yang terjadi hubungan kita tak akan pernah berakhir Hyo… seperti cintaku yang tak pernah berakhir… Aku mencintaimu…

Rin Hyo memejamkan kedua matanya mendengar kata-kata Kyuhyun yang terngiang disaat ia diusir secara tidak terhormat dari rumah Kyuhyun. Ia membuka kedua matanya lagi dan menatap Cho Hana tajam.

“Apapun yang terjadi, aku tidak akan berhenti menjaganya… karna, aku mencintainya nyonya…” Rin Hyo menghela nafasnya berat kemudian kembali menatap Cho Hana.

“Aku sangat mencintai putramu…” Ucapnya kemudian beranjak pergi dari sana.

“Sam Rin Hyo!” Rin Hyo menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang.

“Aku terkesan denganmu, dan setelah ini kau pasti akan terkesan denganku.” Rin Hyo mengepalkan kedua tangannya kuat kemudian beranjak pergi dari sana dengan langkah cepat. Pikirannya berkecamuk dengan ancaman Cho Hana yang terdengar mengerikan. Terkesan? Apa yang wanita itu rencanakan?

Still 3 years ago

“Apa?” segala persendian Rin Hyo melemas. Ia segera menopang tubuhnya dengan sebelah tangannya yang memegang pinggiran meja dengan kuat. Tangan kanannya masih membawa telepon genggam.

“Lalu apa yang harus kita lakukan appa?” baru saja ayahnya mengatakan bahwa mereka harus pindah ke Belanda untuk sementara karna perusahaan yang sedang diambang kehancuran. Belum lagi para penagih hutang yang sedang mengejar-ngejar keluarga Sam.

“Meminjam uang pada keluarga Cho ? Itu tidak mungkin appa…” Rin Hyo mengepalkan tangannya. Ia yakin ini pasti perbuatan nyonya Cho, karna sebelum ancaman itu perusahaan keluarganya biasa-biasa saja. Rin Hyo menghela nafasnya pelan kemudian mengangguk.

“Baiklah appa…” Rin Hyo memutuskan sambungan telepon dengan lemas kemudian melangkah keluar apartemennya.

“Dan setelah itu, akhirnya aku pergi kekediaman keluarga Cho yang selalu menolakku dan meminjam uang disana.” Rin Hyo menghembuskan nafasnya pelan sekedar mengatasi kesesakan hatinya.

“Nyonya Cho memakiku, tapi aku hanya diam. Dan sampai akhirnya, wanita itu membuat pernyataan bahwa ia akan meminjamiku uang jika aku akan pergi dari hadapan Kyuhyun selama 2 tahun.”

“Kenapa kau tidak menonton konser atau bertemu dengan Kyuhyun secara diam-diam saja?” Rin Hyo tersenyum miris seraya menggeleng.

“Manager Kyuhyun, dan orang-orang suruhan nyonya Cho. Mereka selalu mengawasiku” Song Joong Ki menatap Rin Hyo lirih. Ia sangat sakit saat mendengar nada bicara lemas Sam Rin Hyo dan juga senyuman lirih gadis itu.

“Hanya 2 tahun bukan? 3 hari lagi, kau akan bertemu dengannya.”

“Tapi aku yakin, lelaki itu tak akan mengingatku.” Rin Hyo tersenyum miris.

“Aku tahu apa yang ada dibenak wanita itu. Mengapa hanya 2 tahun? Karna saat itu Kyuhyun amnesia. Jika aku selama itu tidak ada disampingnya, kata dokter kesempatannya 0,5 persen untuk mengingatku kembali.” Joong Ki menatap sayu Rin Hyo. Ia menepuk bahu Rin Hyo kuat, membuat gadis itu menoleh menatapnya.

“Aku akan membantumu Hyo-ah…” Ucapnya mantap. Rin Hyo tersenyum seraya mengangguk.

“Gomawo Joong Ki oppa…”

***

Dentingan piano itu mengalun indah ditelinga semua orang yang medengarnya, Rin Hyo yang duduk diantara puluhan penonton itu mengigit bibir bawahnya kuat. Alunan yang terdengar penuh kepedihan itu masih mengalun seolah mengiringi tetesan air mata gadis itu yang mengalir tanpa henti. Alunan itu telah mencapai klimaks, ia menutup mulutnya rapat-rapat meredam isakannya yang semakin kuat. Kedua orang yang mengapitnya ini terlihat menatapnya aneh. Tubuh gadis itu bergetar hebat.

“Kau tidak apa-apa?” tanya seorang lelaki yang duduk disamping kanannya, Song Joong Ki dengan berbisik. Rin Hyo tak membalasnya, masih tenggelam dalam isakannya sendiri. Alunan itu berhenti, sedetik kemudian ia segera pergi dari pementasan itu. Tak ia perdulikan panggilan Joong ki yang sedang mengekorinya sekarang. Disekanya air mata itu setelah ia sampai diluar studio pementasan . Air matanya telah berhenti, namun tubuhnya masih bergetar dan isakan itu masih ada.

“Hyo, kau kenapa?” Gadis itu menggeleng. Song Joong Ki menepuk-nepuk punggungnya seraya tersenyum manis .

“Kau berjanji padaku untuk tidak menangis! Tapi mengapa jadi seperti ini?” Ia menghela nafas beratnya seraya menatap Joong Ki dengan mengulas senyuman terbaiknya.

“Maaf, aku melanggar janji yang kubuat sendiri. Bukankah aku memang seperti ini? selalu melanggar janji?” Song Joong Ki tersenyum pahit, lalu menarik Sam Rin Hyo kedalam pelukannya.

“Kau tidak melanggar janji, namun kau hanya tidak dapat menepati janjimu untuk saat ini. Hanya untuk saat ini. Dan untuk seterusnya, kau pasti bisa menghadapi ini dengan senyuman.” Rin Hyo terdiam, Joong Ki melepas pelukannya disusul dengan suara pintu studio yang terbuka. Beberapa orang mulai keluar dari pintu itu, pementasan musik telah selesai. Suara pujian dan kritikan bercampur menjadi satu seiring dengan suara derap langkah puluhan orang yang bergantian keluar dari pintu studio itu.

“Sam Rin Hyo! Ini kesempatanmu,” Bisik Song joong Ki tepat ditelinga Rin Hyo. Rin Hyo menarik nafas kemudian menghembuskan nafasnya pelan. Cara banyak orang untuk merilekskan diri. Seorang lelaki bertubuh tinggi tegap dan berparas tampan itu terlihat baru keluar dari balik pintu itu seraya berbincang kepada seorang lelaki asing. Rin Hyo melangkah mendekati lelaki itu dengan langkah yang gemetar bercampur ragu. Suara perbincangan yang semakin jelas terdengar memakai bahasa inggris itu diakhiri dengan kata see you.

“Permisi, Tuan Cho Kyuhyun. Aku penggemarmu, bisakah aku meminta tanda tanganmu?” Ucap Rin Hyo dengan suara yang bergetar. Kyuhyun memincingkan kedua matanya menatap Rin Hyo intens. Cho Kyuhyun adalah pianis terkenal di Korea Selatan, selain pianis ia juga penyanyi balad terkenal.

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Rin Hyo terdiam seraya menyodorkan selembar foto dan bolpoin pada Kyuhyun.

“Mungkin,” Ucap Rin Hyo yang terdengar seperti gumaman. Kyuhyun mengambil foto dan bolpoin itu dengan kedua mata yang tetap menatap Rin Hyo.

“Mungkin, kita memang pernah bertemu.” Kyuhyun hendak menandatangani selembar foto itu. Namun, niatannya tertunda disaat ia menatap foto dirinya dengan seorang gadis disana. Seorang gadis yang sekarang berada tepat dihadapannya. Kyuhyun terkejut, bukan karna fotonya bersama gadis yang baru ia temui itu. Tapi ia terkejut karena background foto itu ialah sebuah bianglala dan langit menunjukkan malam hari, ia juga menangkap adanya huruf kanji disana.

“Kau mengingat itu?” Suara Rin Hyo seolah tercekat saat mengatakannya. Kyuhyun mengerutkan dahinya sambil menatap Rin Hyo bingung.

“Kau… tidak mengingatnya, Cho Kyuhyun ssi?”

“Foto ini—bagaimana bisa…” Kyuhyun menghela nafasnya pelan. Ia sangat terkejut, karna setahunya ia tidak pernah ke Jepang. Dan ia tidak pernah bertemu dengan gadis ini.

“Apa kau meng-edit foto ini?” Rin Hyo tersenyum pahit.

“Kau berfikiran seperti itu?” Kedua mata Rin Hyo berkaca-kaca.

“Foto itu, jika aku meng-edit-nya, dari mana aku dapat fotomu disaat itu? foto 6 tahun yang lalu satu tahun sebelum kau debut.” Kyuhyun masih menatap foto itu dan Sam Rin Hyo bergantian dengan bingung. Rin Hyo segera mengambil foto dan bolpoinnya kemudian tersenyum ramah pada Kyuhyun. Air matanya telah menetes dikedua pipinya.

“Maaf mengganggu waktu anda. Saya pergi dulu..” Ujar Rin Hyo seraya meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam. Kyuhyun menyentuh dadanya, entah apa yang terjadi padanya. Yang jelas, dadanya terasa sesak disaat menatap air mata Rin Hyo.

“Apakah berhasil?” bisik Song Joong Ki yang berjalan beriringan dengan Sam Rin Hyo. Rin Hyo tersenyum kecil seraya menggeleng pelan. Song Joong Ki merangkul pundak Rin Hyo, “Tak apa, segalanya memang tak pernah selesai dengan sangat cepat. Semuanya butuh proses…” Ujar Joong Ki lagi. Rin Hyo mengangguk pelan seraya tersenyum tipis. Sedangkan Kyuhyun yang masih mematung ditempatnya menatap penuh arti punggung Rin Hyo yang semakin menjauh. Ia merasakan sesak didadanya, kakinya berjalan selangkah kedepan. Kakinya seolah ingin mengikuti gadis itu hingga tepukan ringan dibahunya membuat ia kembali sadar pada kekosongannya.

“Kyuhyun, setelah ini ada pemotretan. Bersiaplah!” tegur Park Jung Sik. Kyuhyun mengangguk pelan kemudian berjalan menuju ruang ganti setelah menatap punggung itu sekali lagi. Jung Sik yang mencium gelagat aneh dari Kyuhyun mengikuti arah pandang lelaki itu. Ia memincingkan matanya pada gadis yang sedang berjalan bersama seorang lelaki menuju pintu keluar. Disaat gadis itu menoleh kebelakang lagi, ia terkejut.

“Sam Rin Hyo, bukankah dia itu Sam Rin Hyo?” gumamnya heran. Namun sedetik kemudian ia tersenyum bahagia.

“Aku harap akan kembali seperti semula…” gumamnya lalu menyecahkan langkah cepatnya menuju ruang ganti Kyuhyun.

****

Rin Hyo berbaring di sofa dengan tv yang menyala. Ia hanya berbaring terdiam dan merasa bosan.

“Haah… Aku merindukan Shin Ji Eun!” Gumamnya pelan, biasanya ia selalu berkeluh kesah pada gadis itu. Begitupun sebaliknya.

Tok tok tok

“Rin Hyo-ah…” Sam Rin Hyo segera menegakkan badannya, senyum manisnya merekah saat mendengar suara Shin Ji Eun yang memanggilnya dari speaker intercom. Ia bergegas menuju pintu, membukanya dan segera berhambur memeluk seseorang yang ada didepan pintunya.

“Hei, Hyo! Kau tidak salah memeluk orang?” Rin Hyo tersentak, merasa badan ini lebih besar dari badan Ji Eun. Rin Hyo mendongak dan mendapati wajah datar Kikwang disana. Dengan cepat ia melepas pelukannya dan meminta maaf dengan canggung.

“Ahh… Kau ini mencari kesempatan ya?” Rin Hyo menjitak kepala Ji Eun kemudian memeluk sahabatnya itu. Mereka melompat-lompat bahagia karna sudah 1 bulan lebih tidak bertemu.

“Masuklah! Ahh… Aku sangat merindukan kalian,” ucap Rin Hyo tulus. Kikwang dan Ji Eun memasuki rumah Rin Hyo dan langsung mengambil tempat disofa empuk milik gadis itu.

“Kalian ingin minum apa?”

“Terserah kau saja!” Jawab Kikwang sekenanya. Rin Hyo akhirnya membuat es jeruk dan menaruh gelas-gelas itu dimeja pendek depan sofanya.

“Kalian lama sekali bulan madunya, sepertinya bulan madu kalian sukses besar,” Komentar Rin Hyo asal.

“Hei, apa yang kau maksud sukses besar?” Ucap Ji Eun yang sudah merona.

“Kami ke Roma hanya satu minggu. Sisanya, ibuku menyuruh kami tinggal dirumahnya.” Jelas Kikwang yang membuat Rin Hyo manggut-manggut mengerti.

“Hari itu kemarin kan?” Rin Hyo yang tahu kemana acara pembicaraan itu hanya mengangguk.

“Sudah kau coba temui?” Lagi-lagi Rin Hyo mengangguk.

“Lalu?” Rin Hyo menghela nafasnya pelan.

“Kurasa memang ia sudah melupakanku, oppa…” Rin Hyo menatap hampa lurus kedepan.

“Benar-benar melupakanku…” Imbuhnya. Shin Ji Eun segera mengambil tempat disisi kiri Rin Hyo seraya memeluk gadis itu dari samping.

“Gwenchana… Kita akan membantumu Hyo, iya kan oppa?” Kikwang mengangguk.

“Dia juga teman kami, aku ingin ia mengingat kami juga.” Rin Hyo tersenyum, sudah tak dapat lagi menangisi lelaki yang bernama Cho Kyuhyun itu.

****

Kyuhyun menatap makanannya dalam diam. Malam ini, keluarga Cho berkumpul untuk makan malam. Choi Siwon, suami kakak perempuannya yang bernama Cho Ahra juga ikut dalam makan malam ini ditengah kesibukannya mengurusi perusahaan. Disana juga terlihat Park Jung Sik yang sudah mereka anggap keluarga sendiri.

“Kyuhyun-ah, kenapa tidak dimakan?” Kyuhyun tersentak dengan teguran Cho Ahra. kemudian menatap satu per satu anggota keluarganya yang tengah menatapnya heran.

“Aku tidak lapar, aku kekamar dulu…” Ucap Kyuhyun lalu berjalan cepat kearah kamarnya. Membuat keluarga Cho segera menatap Park Jung Sik seolah meminta penjelasan.

“Aku juga tidak tahu, kurasa ia sedang ada masalah pribadi.” Nyonya Cho menatap Park Jung Sik curiga.

“Apa mereka sudah bertemu?” Park Jung Sik mengangguk, tuan Cho Seung Hwan tidak menghadiri makan malam ini. Maka itu, nyonya Cho Hana dengan bebas menanyakan hal yang paling disembunyikannya dengan bebas.

“Bertemu siapa?” Tanya Cho Ahra tajam.

“Bukan urusanmu! Habiskan saja makananmu, dan diamlah!” Titah Cho Hana membuat Ahra mendengus dan memilih pergi dari sana. Choi Siwon juga mengikuti kepergian Ahra. Cho Hana tak bereaksi, lebih memilih menyakan ini itu pada Park Jung Sik yang hanya menjawab seadanya.

****

Sam Rin Hyo termenung didepan layar laptop-nya dengan perasaan campur aduk. Antara senang, menyesal, dan sesak. Ia senang dapat menatap Kyuhyun dari dekat lagi. Sesak karna mendapat tamparan keras saat tahu Kyuhyun sudah benar-benar melupakannya. Dan menyesal, telah menutup hati untuk orang lain karna seorang Cho Kyuhyun, yang tak lagi mengingatnya.

Drrt Drrt

Ponselnya bergetar menimbulkan suara bising ditelinganya. Ia mengangkat telepon dengan lemas.

“Yeoboseyo?”

Hyo … Ia menegakkan badannya saat mendengar suara Lee Hyuk Jae disana.

“Aku sedang sibuk Hyuk Jae-ssi. Telepon aku nanti saja!”

Tunggu Hyo, jangan ditutup dulu! Aku hanya akan berbicara sebentar
Rin Hyo menghela nafas beratnya, “Baiklah,”

2 hari lagi, aku akan menikah! Kumohon kau datang kepernikahanku…

Rin Hyo tersenyum ia senang mendengar Lee Hyuk Jae akan menikah.

“Aku pasti datang!”

Terima kasih, undangannya aku titipkan pada seseorang mungkin malam ini akan sampai dirumahmu. Aku memberimu 2 undangan. Bawalah temanmu yang waktu itu!

“Aku tahu, terima kasih.”

Baiklah… Lee Hyuk Jae menghela nafasnya berat membuat senyuman dibibir Rin Hyo sirna. Helaan itu seolah mengatakan bahwa ia tidak menyukai pernikahan itu.

Terima kasih Hyo,

“Oppa?”

Ne?

“Terima kasih, kau lelaki yang sangat baik. Begitupun Park Sera, calon istrimu. Kalian akan menjadi pasangan yang serasi. Belajarlah mencintainya dengan ketulusanmu. Pilihan orang tuamu memang sangatlah tepat!”

Aku tahu itu… aku juga ingin seperti itu. Tapi ketulusan itu sangat sulit untuk teralihkan.

“Gadis yang kau cintai dengan tulus itu sangat jahat padamu! Dia tidak pantas menerimanya! Yang pantas hanyalah Park Sera, oppa mengerti?”

Iya, aku harus menutup telepon. Sampai jumpa!

Sam Rin Hyo menaruh ponselnya dengan perasaan bersalah. Ia merasa menjadi gadis yang terjahat didunia ini. Membiarkan Lee Hyuk Jae berlarut-larut mencintainya hanya karna ia ingin melupakan Cho Kyuhyun. Namun disaat ia merasa ia sudah menyerah untuk mencoba melupakan sosok itu, ia memutuskan Lee Hyuk Jae dan membuat lelaki itu hancur karnanya. Sampai-sampai ia menerima perjodohan dari orang tuanya karna sangat pasrah dengan keadaan. Rin Hyo tersenyum miris “Dia sangat baik! Tapi kenapa aku tak bisa mencintainya?” lirihnya. Perasaan campur aduk itu akhirnya dapat menjatuhkan air mata yang dari tadi ia tahan.

****

Deringan ponselnya membuat Sam Rin Hyo yang tadinya tertidur pulas mengerjap pelan dan meraba-raba nakas kecil disamping tempat tidurnya. Dengan kedua mata yang setengah terbuka ia menggeser layar ponselnya dan mendaratkan benda persegi panjang itu tepat ditelinganya.

“Yeoboseyo”

Hei, aku sudah didepan apartemenmu! Cepat buka pintu! Rin Hyo mengernyit.

“Kau ini siapa?!”

Cepat buka pintumu! Nanti kau tahu siapa aku! Aku sudah setengah jam berdiri disini, cepatlah!

“Issh… menyebalkan sekali!” gerutu Rin Hyo seraya bangkit dari tidurnya lalu memakai sandal rumahnya dengan kesal. Ia berjalan dengan cepat kearah pintu dan membukanya.

“Kau?” ponsel yang masih menempel ditelinganya terjatuh seketika. Kedua mata yang tadinya hampir tertutup, membelalak dengan sendirinya.

“Annyeong, Sam Rin Hyo!” ucap lelaki itu seraya tersenyum lebar, sedangkan Rin Hyo menatap risih pada lelaki yang sudah cukup lama ia kenal itu.

-To Be Continued-

Advertisements

60 thoughts on “Fate, Love, and Temptation 3

  1. bagus… tp author jahat, setelah baca part 3 bukannya menghilangkan penasaran malah mendapati rasa itu berkali-kali lipat bertambah, jadi geregetan sm authornya,

    fighting thor!

  2. Nuguya? Jungshik ssi??
    Walaaah ternyata amnesia ples alasan klise toooh

    Eh tunggu, jadi yang gasetuju itu eomma nya kyu aja? Trs appa sama ahra gatau apaapa gitu? Kok berasa ny cho nyembunyiin itu dari appa nya kyuhyun

  3. disini ntar yg bakalan jadi.masalhnya pasti ibunya kyu ih bete ngeliat ibunya kyu._.
    eh btw siapa tuh yg ke aprtmennya rin hyo?
    lanjut ke next partnya aja deh

  4. Wehey yang ngasih undangan itu Kyuhyun kah?
    Duh pasti sesek sedih gitu nggak diinget sama orang yang pernah berarti banget buat hidup ktia.-.

  5. siapa itu yg bertamu?. ckckck… aih gila, gw baca ini ff ngepot bener dahh saking penasaran #wkwkwkwkwk… okehh lanjutt ke part selanjutnyeee 😀

  6. Pas di bagian tengah cerita, aku meneteskan air mata. Emosi rinhyo nangis di pentas kyuhyun dapet banget. Gak kebayang perjuangan rinhyo ngelupain kyuhyun gimana. Setiap part selalu bisa bikin aku penasaran. Next ya..

  7. siapa lagi tuh laki2 yg dateng muncul dihadapan rin hyo…..ibunya kyu jahat ya….bikin kyu ma rin hyo pisah…..sedih jadinya…..
    kyu beneran gak bisa inget ma rin hyo???
    aku harap next chap ada berita bagus buat si rin hyo…tapi si kyu dah punya pacar…..huuuaaa gmn dong…..

  8. uhh akhirnya kejawab juga kenpa mereka bisa pisah.
    rin hyo nya harus tetap semangat buat kyuhyun ingat lagi pada di rimu.
    siapa tuh yg datang ke apartement rin hyo?

  9. Cho hana kenapa jahat bgt sih sama rinhyo??
    Sungguh tragis kehidupan percintaan rinhyo-kyuhyun..
    Kyuhyun gak inget rinhyo? Nyesek bgt rasanya jadi rinhyo..
    Ayolah, buat rinhyo bersatu dengan kyuhyun..
    Hyukjae disini kayanya cinta mati ya ama rinhyo? Mending sama aku aja.. :p

  10. jadi alasan perpisahan kyuhyun dan rin hyo krn kyuhyun amnesia,yg dimanfaatkan eomma kyuhyun untk menyingkirkan rin hyo dr hidup kyuhyun..
    Siapa yg dtang ke apartement rin hyo?

  11. Astaga itu ibunya cho kyuhyun kejam amat yaak.. Aduh ternyata kyuhyun amnes to,ayo sam rin hyoo buat kyuhyun ingat lagi padamuuu,banyak sahabat” mu yang akan membantumuu

  12. Oh ,god ! Aku kesal dg omma nya kyu . Kesallll !!!
    Aku jdi sedihh lihat rin hyo 😥
    Kisah cinta nya benar2 di uji hiks 😥
    Bdw siapa ya yg dtang ke t4 rin hyo ya ?? Kyu oppa kah ? Atw bkan ?
    Emm .Onnie aku lanjut bc.a ya ..
    Udh pnasran 😉
    Keep writing ya 😉

  13. oh kyu hilang ingatan… ibunya kyu jahat bangt… hati kyuhyun masih inget sama rin hyo…. cowok tadi siapa ya? dia yg ngasih undangan hyukjae kan?

  14. Yaa ampuun dikebanyakan ff biasanya cho hanna baik hati dan malah ngedukung cho kyuhyun. Tapi ini kenapa cho hanna mendadak jadi nenek sihir yang nyebeliiin?
    anyway sapa yaaa pria ituu ? Park jung sik ? Hyukjae? Jongki?

  15. Ohh jadi kyuhyunnya ilang ingatan.. 😥
    Iyuhh ibu nya kyuhyun jahat.. ><

    Nah loo itu yg dateng siapa.. ??
    Makin kesini makin penasaran.. Jadi geregetan.. wkwkwk. 😀

  16. Jadi,… kyuhyun mengalami kecelakaan yg mengakibatkan kyuhyun amnesia dan Ny. Cho berusaha menyembunyikan kebenaran tentang rin hyo pada kyuhyun.
    Kira-kira siapa yah yg mengganggu pagi hari rin hyo?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s