At Least I Still Have You 3

Author: Tsalza Shabrina
A/N: Don’t Copas! Read and comment. Need Critics and support! Thanks 😉
Inspired by Super Junior M – At Least I Still Have You
Happy Read, dear!

.

.

Seoul, South Korea

Lee Donghae menatap perabotan-perabotan yang masih terbungkus kardus itu dengan mata yang tajam. Baru saja ia datang di kantornya, dan sudah dikejutkan oleh datangnya barang-barang yang bahkan tidak pernah ia pesan. Ia menatap kesamping, melirik sekertarisnya yang tengah berdiri kaku dibelakangnya. Lee Hyuk Jae, begitulah nama sekertarisnya yang bertubuh kurus itu.

“Siapa yang menaruh barang-barang ini disini?” Tanya Lee Donghae penuh penekanan. Hyuk Jae sedikit salah tingkah saat mendengar suara tajam Donghae.

“I—itu, sebenarnya… tadi ada beberapa pria pengantar barang yang datang kesini. Mereka bilang, ini semua paket untukmu. Aku kira, kau yang memesan semua ini.” Ujar Hyuk Jae takut-takut saat Lee Donghae membalikkan badannya. Menatapnya dengan tatapan mengintimidasinya.

“Apa aku pernah memesan perabotan dan kukirim kekantor, Sekertaris Lee?”

“Ah, i—itu…. Aku… tidak tahu. Jeosonghamnida.” Lee Hyuk Jae membungkuk sedalam-dalamnya pada Lee Donghae. Lee Donghae hanya bisa mendengus kesal, lalu berjalan menuju kardus-kardus itu. Memperhatikan barang-barang apa saja yang tergeletak disana.

“Sajangnim, pria itu juga menitipkan ini untukmu!” Lee Hyuk Jae menyerahkan sebuah surat yang beramplop biru muda. Donghae mengernyit kemudian mengambil surat itu. Membuka amplop lalu membaca rentetan kata tersebut.

Aku tidak butuh apapun darimu! Jadi simpan saja sendiri! Ah, dan juga! Untuk lampu dan sofa baru itu! Akan kukembalikan setelah kau mengembalikan milikku yang dulu!

Sam Rin Hyo

PS : Pria yang ada difoto itu adalah calon suamiku, jadi kau tidak usah mengirimkan apapun padaku, karena aku bisa meminta padanya!

Lee Donghae tersenyum miring saat membaca surat dari Sam Rin Hyo.

“Hyuk Jae-ah!” panggil Lee Donghae pada Hyuk Jae. Disaat seperti ini dan disaat Donghae memanggilnya tanpa embel-embel sekertaris, itu artinya Donghae menganggap Hyuk Jae sahabat baiknya bukan sebagai sekertaris pribadinya.

“Mm?”

“Kau ingat gadis yang bernama Sam Rin Hyo itu, kan?” Hyuk Jae berpikir sejenak kemudian membuka mulutnya.

“Ah, gadis yang menarik perhatianmu hingga kau menyuruhku untuk mencari informasi tentangnya, bukan?”

“Eo! cari tahu mengapa ibunya berhutang pada Taesan. Dan juga, beritahu ibu tentang ini!” perintah Donghae.

“Arasseo!” Hyuk Jae membungkuk sedikit pada Donghae kemudian berbalik keluar dari ruangan Donghae. Sedangkan, Lee Donghae lebih memilih duduk diatas sofa yang terletak tepat didepan mejanya.

Lee Donghae kembali membaca tulisan yang tertera disecarik kertas tersebut dengan senyuman tipisnya. Seperti dugaannya, Sam Rin Hyo berbeda dari gadis lain. Dan itu semakin membuat kadar tergila-gilanya pada gadis itu bertambah. Ia juga tidak tahu sejak kapan ia mulai menyukai Sam Rin Hyo. Menurutnya itu tidak terlalu penting. Tidak penting kapan ia mulai menyukai gadis itu, yang terpenting kapan ia akan meminang gadis itu ke pelaminan. Sejujurnya, ia tidak ingin cepat – cepat seperti ini. Jika saja orang tuanya tidak mendesak Donghae untuk menikah lebih cepat. Tentu, ia lebih memilih mendekati gadis itu dengan cara yang lazim kemudian menikahinya. Bukan dengan cara licik yang berupa ancaman seperti ini.

Tiba – tiba saja, pandangannya meredup. Ia mengingat foto yang terpajang diatas nakas kecil yang berada disamping ranjang Sam Rin Hyo. Foto mesranya dengan seorang pria lain. Cho Kyuhyun, tentu ia tahu siapa dia. Pria yang sedang namanya sedang berada dipuncak. Dan, pria itu akan menjadi kartu as-nya untuk menarik Rin Hyo kepelukannya.

***

“Ah, begitu ya? Terima kasih atas bantuannya. Terima kasih banyak…” Sam Rin Hyo menutup sambungan telepon yang berasal dari ponselnya seraya menghela napas lega. Ahjussi pengantar barang tersebut bilang jika mereka sudah melakukan tugasnya dengan baik sejak tadi pagi. Ya, setidaknya ia sudah lega karena sudah tidak berhutang pada orang lain.

Drrt Drrt

Ponselnya bergetar lagi. Bukan, bukan dari ahjussi pengantar barang itu lagi. Melainkan dari, ibunya. Sam Rin Hyo menatap layar ponselnya sejenak kemudian mengangkat telepon itu.

“Wae, eomma?”

Aigoo, Rin Hyo-ah! Kau ini mengapa tidak bilang – bilang dulu pada eomma?

Sam Rin Hyo mengernyit saat mendengar suara melengking ibunya. Bilang? Bilang apa?

“Maksud eomma?”

Baru saja ibu Lee Donghae datang kesini. Kau ini! jika kau memang sudah berpacaran dengan Lee Donghae, seharusnya cerita dulu pada eomma! Kau membuat eomma malu saja!

“Berpacaran dengan Lee Donghae? Eomma ini bicara apa?”

Aish, kau masih saja jual mahal. Sudahlah, nanti pulsa eomma habis. Eomma tutup dulu!

Sam Rin Hyo mengatupkan bibirnya yang hendak berteriak menyangkal perkataan eomma-nya sebelum terdengar suara telepon yang sudah diputuskan secara sepihak. Rin Hyo melempar ponselnya keatas ranjang, kemudian menghela napasnya kasar.

“Apa lagi yang dilakukan pria bodoh itu, sekarang?” gumamnya kesal.

Ia memejamkan kedua matanya, berusaha mengontrol emosinya yang bisa meledak begitu saja sekarang. Sudah cukup ia tersiksa karena Cho Kyuhyun tak kunjung pulang ke Korea, namun kini ia juga terusik oleh kelakuan Lee Donghae. Pria yang awalnya terlihat begitu mempesona dan misterius, namun kini ia menyesal pernah mengatakan hal itu pada pria menyebalkan dan kekanakan seperti pria itu.

Sam Rin Hyo menghela napasnya berat. Kepalanya ia tolehkan kearah pigura foto yang membingkai dirinya dan Cho Kyuhyun.
“Kyu! Kapan kau pulang, huh?”

Shin Ji Eun melambaikan tangannya kearah Sam Rin Hyo yang baru saja memasuki café. Gadis itu berdiri dibalik meja kasir dengan segaris senyuman lebarnya. Sam Rin Hyo membalas senyuman gadis itu, walaupun sedikit terheran – heran bagaimana bisa Ji Eun mendapat izin untuk bekerja kembali.

“Selamat datang kembali, Sam Rin Hyo!” sapa Ji Eun masih mempertahankan senyuman lebarnya itu.

“Bagaimana liburanmu? Menyenangkan?” Tanya gadis itu seraya menarik tangan Rin Hyo yang masih berdiri terdiam didepan meja kasir untuk mengikutinya kearah ruang ganti karyawan.

“Ada apa ini? Lee Kikwang mengizinkanmu bekerja?”

“Ani.”

“Lalu? Apa yang kau lakukan disini?”

“Sudahlah, sekarang lebih baik kau ganti baju dulu. Lalu, kita jalan – jalan. Hari ini café tutup.” Sam Rin Hyo sedikit membuka bibirnya saat mendengar perintah Ji Eun yang sedikit aneh. Dan apa? Café tutup? Sejak kapan bosnya itu mau menutup café barang sehari pun?

“Aku tidak mengerti dengan ucapanmu.” Shin Ji Eun menghela napasnya kesal kemudian menyuruh Rin Hyo membawa satu kantong kertas yang berisi dress dan sepatu.

“Pakai ini! dan kita pergi! Cepat!!” Sam Rin Hyo masih menatap Ji Eun bingung, kemudian mengintip isi dari kantong kertas itu dengan curiga.

“Mwoya? Aku tidak butuh ini semua.”

“Kau butuh! Cepat ganti!!” Shin Ji Eun mendorong tubuh Rin Hyo kedalam kabin ganti kemudian menutup pintu dan menguncinya dari luar.

“Cepat pakai! Atau aku tidak akan membukakan pintu!!”

“YAAAA!!!!! Shin Ji Eun!! Kau gila?!!! Buka pintunya!!!” Sam Rin Hyo menggedor – gedor pintu itu dengan keras hingga membuat telinga Ji Eun sakit.

“Aish, sudah pakai saja!”

“Sial! Baiklah, baiklah!”

***

“Kau pasti tahu kan, mengapa aku mengajakmu kesini?” Tanya Shin Ji Eun dengan kedua mata yang memancarkan binar – binar kebahagiaan. Sedangkan, Sam Rin Hyo menatap kesekelilingnya dengan malas. Kini mereka berada di sebuah pusat perbelanjaan yang berada di Hongdae. Kemudian, ia menatap dirinya sendiri. Gaun berwarna putih tulang selutut dan dipadu dengan sepatu boot berwarna coklat. Memang ia menyukai ini, tapi ia tidak tahu mengapa Shin Ji Eun memaksanya memakai sesuatu seperti ini.

“Alasanmu menyuruhku memakai barang – barang ini, aku bahkan tidak tahu. Tapi, untuk alasan mengajakku kesini… menemanimu berbelanja, mungkin.” Shin Ji Eun menghela napasnya jengah. Tak habis pikir dengan kebodohan sahabatnya yang semakin mendekati kata akut.

“Kau benar – benar tidak tahu?”

“Aish, Shin Ji Eun! Kau tahu bagaimana bingungnya aku saat ini? pertama, aku tidak tahu bagaimana kau bisa ke café sedangkan suamimu tidak mengizinkanmu bekerja. Kedua, aku tidak tahu alasanmu mengatakan jika ‘hari ini café tutup’. Ketiga, apa maksudmu menyuruhku memakai pakaian seperti ini? dan terakhir, kau begitu aneh hari ini, Shin Ji Eun.” Sam Rin Hyo menarik napasnya dalam – dalam setelah mengucapkan rentetan kalimat tersebut dengan sekali tarikan napas. Sedangkan, Shin Ji Eun menatap Sam Rin Hyo dengan tatapan malas.

“Kau sudah selesai bicaranya?”

“Eo! dan sekarang, aku menunggu jawabanmu.” Ujar Rin Hyo seraya melipat kedua tangannya. Shin Ji Eun menghela napasnya jengah. Tak habis pikir, bagaimana bisa gadis ini melupakan hari yang begitu penting seperti ini.

“Hari ini Cho Kyuhyun ulang tahun! Dan bukannya katamu hari ini hari kepulangannya?” Sam Rin Hyo terdiam sejenak, mencerna ucapan Ji Eun dengan otak bodohnya itu. Setelah terdiam selama 5 menit, ia menepuk dahinya lalu mulai mengumpati kebodohannya.

“Ah, kau benar!” Sam Rin Hyo mengacak rambutnya sendiri frustasi.

“Eottokhae? Aku belum mempersiapkan apapun…” Shin Ji Eun menatap Rin Hyo seraya menggeleng pelan, bibirnya sudah berkali – kali mengeluarkan decakan kesalnya.

“Apa gunanya aku mengajakmu kesini, bodoh? Sekarang, carilah beberapa bahan untuk pesta kejutan di apartemennya. Aku akan membantumu!” Ujar Ji Eun seraya tersenyum lebar.

***

Sam Rin Hyo berkali – kali memegang perutnya yang sudah begitu lapar. Ia dan si gila belanja Shin Ji Eun itu baru saja menyelesaikan misi untuk membeli beberapa bahan dan perlengkapan ulang tahun untuk perayaan ulang tahun kecil – kecilan Cho Kyuhyun. Sudah lebih dari 4 jam mereka berputar – putar untuk mencari kado yang pas untuk Kyuhyun. Dan sialnya, Rin Hyo selalu menggeleng saat Ji Eun menawarkan barang – barang bagus untuknya. Tidak, ia tidak mempermasalahkan harganya. Namun, ia tahu Kyuhyun tidak suka dibelikan barang – barang seperti itu. Lagi pula, seorang superidol seperti Cho Kyuhyun sudah pasti mempunyai itu semua bukan?

“Ck, kenapa pelayanan disini begitu lama sih?” umpat Rin Hyo yang sudah begitu lapar. Entah sudah keberapa kalinya perutnya berbunyi seperti bunyi The Grudge yang begitu mengerikan itu. Shin Ji Eun menatap Rin Hyo seraya menggeleng, temannya ini akan menjadi sensitive dengan apapun yang berhubungan dengan perut. Karena, Sam Rin Hyo adalah pemakan yang patut diacungi jempol.

Tak lama setelah gelengan Ji Eun, seorang pelayan datang dan menyajikan makanan – makanan yang sudah mereka pesan. Mereka memesan 2 curry ramyun yang begitu lezat, dan juga satu porsi hanwoo.

“Ck, ck, ck, tidakkah itu panas? Kau memakannya seperti memakan nasi saja.” Dengan mulut penuh Rin Hyo hanya membalas perkataan Ji Eun dengan sebuah tatapan tajam dan sinis.

“Keure! Keure! Aku tidak akan mengganggumu!” Mereka akhirnya makan dalam diam, hingga tidak sampai 10 menit mangkuk Rin Hyo sudah bersih. Hanya tinggal beberapa mili kuah yang mengisi mangkuk hitam itu. Namun seperti biasa, Shin Ji Eun selalu makan dengan sangat pelan dan membutuhkan waktu yang lama.

“Ah, iya! Kau belum menjawab pertanyaanku tadi.” Ujar Rin Hyo setelah ia meminum air mineral. Shin Ji Eun mengernyit kemudian menggedikkan bahunya acuh.

“Mengapa kau tiba – tiba ada di café tadi? Dan juga apa maksudmu dengan café hari ini tutup? aku sangat mengerti bagaimana sensitive-nya boss tentang café. Ia tidak akan melewatkan uang yang datang barang sehari.”

“Ah, itu… kau benar – benar ingin tahu?” Tanya Ji Eun seraya tersenyum miring, membuat Rin Hyo mengeluarkan desisan jijiknya. Shin Ji Eun sangat tidak pantas tersenyum seperti itu.

“Sekarang, aku boss-mu. Aku bosan dirumah terus, jadi aku beli saja café itu. Kikwang tidak mengizinkanku kerja berat, jadi ia lebih bisa menerima jika aku menjadi owner disana.” Ujar Ji Eun begitu ringan. Sam Rin Hyo tertawa kecil mendengar ucapan Ji Eun. Ya, dia bisa sangat begitu mudah membeli apapun sesuka hatinya.

“Kalau begitu, kerja yang baik! Jangan mengecewakan Kikwang yang sudah memberikan izin padamu.” Nasihat Rin Hyo bijak. Shin Ji Eun hanya tersenyum kecil kemudian kembali melanjutkan makannya.

Drrt Drrt

Shin Ji Eun cepat –cepat mencari ponselnya yang berada disaku cardigannya, kemudian mengangkat ponselnya yang sudah bergetar sejak tadi.

“Dari siapa?” Tanya Rin Hyo.

“Lee Kikwang.” Jawab Ji Eun singkat lalu segera menggeser logo telepon yang berwarna hijau.

“Yeoboseyo?… aku sekarang di kedai ramyun, wae?…. Baiklah, aku pulang sekarang!” Shin Ji Eun menutup teleponnya dengan lesu, kemudian menatap Rin Hyo dengan begitu menyesal.

“Lee Kikwang menyuruhmu cepat pulang?” Tanya Rin Hyo yang begitu mengerti saat Ji Eun menatapnya dengan seperti itu. Shin Ji Eun mengangguk pelan.

“Mianhe. Kau bisa pulang sendiri, kan?”

“Tsk, kau seperti tidak aku saja? sudah sana, pulang! Nanti Kikwang bisa – bisa mengamuk.”

“Arasseo! Aku pulang dulu, ya! Annyeong!”

***

Sam Rin Hyo berjalan pelan menyusuri jalanan Hongdae yang begitu ramai dan didominasi oleh remaja. Dulu, ia sering menyusuri jalan ini dengan teman – temannya sewaktu SMA. Bercanda bersama dan melakukan hal gila disini. Ya, dulu sebelum keluarganya mengalami krisis. Meskipun krisis tersebut sudah membuat ekonomi keluarganya hancur. Namun ia dapat belajar banyak dari hal itu. Belajar untuk selalu berkerja keras dan tidak mudah percaya dengan orang lain. Hal itu juga yang membuatnya sulit untuk dekat dengan orang lain.

“Nona Sam!” Sam Rin Hyo menghentikkan langkahnya saat mendengar suara yang sangat familiar itu memanggilnya. Perlahan ia mengangkat kepalanya, bibirnya terbuka sedikit saat menatap pria itu berdiri dihadapannya dengan senyuman tipisnya.

“Annyeong!” sapa pria itu lagi, namun kini dengan mengangkat sebelah tangannya. Sam Rin Hyo mengatupkan bibirnya, menatap pria dihadapannya dengan tajam.

“Kau… mengikutiku, Lee Donghae-ssi?” Donghae menggeleng pelan kemudian berjalan mendekati Sam Rin Hyo.

“Aku hanya lewat. Dan tidak menyangka dapat bertemu denganmu.” Rin Hyo mendengus kesal kemudian memilih untuk berjalan dengan cepat menjauhi Donghae.

“Sial.” Umpatnya saat Donghae sudah mengambil kantong – kantong kertas berisi perlengkapan perayaan ulang tahun Kyuhyun dari tangannya. Gadis itu membalikkan badannya, mencoba mengambil kembali barangnya namun tak berhasil karna pria itu dengan lihai menghindar.

“Cepat kembalikan, atau aku akan berteriak jika ada seorang perampok yang mengambil barangku.”

“Teriak saja, mereka tidak akan percaya padamu.” Sam Rin Hyo memejamkan kedua matanya seraya menghembuskan napasnya kesal. Baiklah, untuk kali ini saja biarkan pria ini melakukan apa yang ia mau. Donghae membuka kantong itu dan mengernyit bingung.

“Woah, apa temanmu sedang berulang tahun?” Rin Hyo tersenyum miring kemudian menyendekapkan kedua tangannya.

“Ani, bukan temanku! Tapi calon suamiku. Dia berulang tahun hari ini, dan aku ingin memberinya kejutan. Jadi, sekarang aku mohon dengan hormat padamu untuk mengembalikan barangku. Karena, aku sudah tidak punya waktu lagi untuk menanggapimu.” Ujar Rin Hyo begitu tajam. Kedua mata Lee Donghae menggelap seketika. Bahkan kantong – kantong itu sudah tak tertarik lagi untuknya. Sam Rin Hyo terdiam menatap perubahan raut wajah Donghae yang begitu signifikan. Ia tidak bisa berucap apa – apa. Yang ada dipikirannya kini adalah ada apa dengan dia? Apa dia benar – benar menyukaiku?

“Wae?” Tanya Rin Hyo lirih. Ia pun tidak tahu harus bagaimana saat Donghae menatapnya tajam. Namun yang ditanya masih diam, hingga akhirnya Rin Hyo mengambil barang – barangnya tanpa kesulitan.

“Jika kau masih diam saja, lebih baik aku pulang!”

“Apa yang kau lihat darinya? Apa yang tidak aku punya dan dia punya?” Sam Rin Hyo diam mendengar pertanyaan Lee Donghae. Sebenarnya pertanyaan itu begitu mudah, namun saat melihat kedua mata tulus Donghae membuat ia sedikit limbung dan bingung untuk menjawabnya.

“Hatinya, jika kau punya hati Cho Kyuhyun. Hati Cho Kyuhyun yang begitu aku butuhkan, aku akan berpikir lagi untuk mencoba mencintaimu.” Ujar Sam Rin Hyo dengan begitu datar tanpa ekspresi. Ia membalikkan badannya, kemudian berjalan meninggalkan Lee Donghae. Namun, lagi – lagi ia harus berbalik saat Donghae menarik tangannya dan tiba – tiba kedua bibir mereka bertemu. Sam Rin Hyo melebarkan kedua matanya. Ia bahkan tidak dapat melakukan apa – apa saat Donghae mulai melumat bibirnya. Ia tidak membalas tidak juga menghindar. Terlalu terkejut dengan apa yang terjadi.

BRAKK

Suara tabrakan yang begitu keras itu akhirnya mengembalikan kesadaran Sam Rin Hyo. Dengan kuat ia mendorong Lee Donghae dan menampar pria itu begitu keras. Donghae juga hanya diam, ia tidak menyangka dapat dengan beraninya menyentuh Sam Rin Hyo. Rin Hyo menoleh kebelakang tubuhnya saat menyadari jika banyak orang yang berlari terbirit – birit kesana kemudian kembali menatap Donghae dengan tajam dan sinis kemudian mengatakan beberapa kata sebelum beranjak menghampiri kerumunan tersebut.

“Jika kau melakukannya lagi, aku akan membunuhmu!” Rin Hyo menatap dengan tercengang saat melihat bagian depan mobil sedan hitam itu sudah remuk sama seperti bagian depat mobil van putih yang berasal dari arah berlawanan. Baru kali ini ia melihat kecelakaan mobil yang separah ini. Tapi tunggu, ia seperti pernah melihat mobil itu. Sam Rin Hyo menggeleng – gelengkan kepalanya mengusir pemikiran buruk diotaknya.

“Mungkin hanya mirip.” Gumamnya kemudian segera pergi dari tempat itu.

***

“Kau yakin ia sudah membaca pesanmu?” Pertanyaan Shin Ji Eun itu membuat bahu Sam Rin Hyo menggedik lemah. Ia bahkan sudah menelfon Cho Kyuhyun, namun pria itu tak kunjung menjawabnya. Sam Rin Hyo menghela napasnya pelan. Perasaannya kini terasa kalang kabut, seperti ada sesuatu yang membuatnya takut. Namun, ia tidak tahu itu apa.

“Sudahlah, Hyo. Mungkin ia sedang dalam perjalanan kesini. Aku akan menemanimu sampai ia datang.” Ujar Shin Ji Eun seraya menepuk – nepuk bahu sahabatnya itu, karena ia juga tidak tahan menatap wajah Rin Hyo yang ditekuk terus seperti itu. Sam Rin Hyo tersenyum kecil seraya mengangguk.

“Aku tunggu sambil menonton tv saja, ya! Rumah ini terasa begitu dingin karena begitu sepi.” Shin Ji Eun melangkah melewatinya, menuju sofa untuk menonton TV. Sedangkan Sam Rin Hyo masih menatapi dekorasi rumahnya yang begitu meriah. Ia jadi ingat saat Kyuhyun memberinya kejutan saat ia pulang dari café. Bibirnya tertarik kebelakang saat mengingat bagaimana pria itu melamarnya dengan cara yang terbilang tidak romantis. Ia juga ingat bagaimana rasanya berada dipelukan Cho Kyuhyun malam itu. Haaah, aku merindukan pria itu!

“Rin Hyo-ah! Kau harus melihat ini!” kepala Sam Rin Hyo menoleh dengan cepat saat mendengar teriakan Ji Eun yang begitu keras itu. Rin Hyo menghela napasnya kesal. Pasti karena ada B2ST. Sam Rin Hyo menghampiri Ji Eun dengan langkah malasnya. Karena saat ia meneriakinya seperti itu, biasanya karena ada boyband B2ST ditelevisi.

“Pasti kau ing—“

Penyanyi solo Cho Kyuhyun baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas pada pukul 05.00 pm didaerah Hongdae. Kepolisian menduga kecelakaan terjadi karena kelalaian pengemudi saat berkendara. Sekarang Cho Kyuhyun dirawat intensif di rumah sakit Seoul karena ia terluka sangat parah—

Sam Rin Hyo merasa kepalanya sangat pusing saat mendengar suara yang keluar dari speaker televisinya itu. Ia bahkan belum bisa mempercayai apa yang baru saja ia lihat. Ia juga tidak bisa berpikir dengan baik sekarang. Apa benar? Cho Kyuhyun?

“Itu… bukan Cho Kyuhyun, kan?” gumam gadis itu dengan kedua mata yang berkaca – kaca. Shin Ji Eun yang sangat terpukul menatap sahabatnya itu segera memeluk Rin Hyo dengan kuat.

“Aku pasti sedang bermimpi.” Ujarnya lagi.

“Cho Kyuhyun pasti baik – baik saja, Hyo!”

“Kyuhyun memang baik – baik saja, mengapa kau berbicara seperti itu huh?!” racau Rin Hyo tak jelas. Otaknya terasa tidak berfungsi. Ia merasa… runtuh.

***

Dengan kedua mata yang terus menerus berair, Sam Rin Hyo berlari menyusuri lorong rumah sakit. Mencari keberadaan Cho Kyuhyun yang bahkan tidak ia ketahui. Dengan bodohnya ia terus berlari, tanpa bertanya ke resepsionis dimana Kyuhyun dirawat. Ia hanya berlari, dengan bermodalkan instingnya saja.

Hingga langkahnya tiba – tiba terhenti saat ia melihat ibu Kyuhyun tengah duduk dikursi tunggu dengan menunduk. Kemudian ia menatap pintu ruang ICU yang masih tertutup rapat. Disana… ada Cho Kyuhyun, kan? Tanpa pikir panjang ia berjalan kearah pintu itu. Berniat membukanya, namun lengannya dicekal oleh seorang suster yang berjaga didepan pintu.

“Maaf, nona tidak bisa masuk.” Rin Hyo meronta untuk dilepaskan.

“Ani. Dia tidak akan tenang jika aku tidak menggenggam tangannya. Aku mohon lepaskan aku!” pinta Rin Hyo seraya menatap suster itu dengan kedua mata basah dan bengkaknya.

“Sam Rin Hyo!!” Shin Ji Eun yang sejak tadi ikut berlari mengejar Rin Hyo segera menarik gadis itu dan menamparnya. Sam Rin Hyo yang masih terkejut menatap Ji Eun dengan bingung.

“Aku mohon sadarlah!” Sam Rin Hyo hanya menunduk dalam, kemudian perlahan ia duduk disamping ibu Kyuhyun yang sudah menatapnya dengan pandangan tidak suka.

“Kau masih berani datang kesini?” suara tajam ibu Kyuhyun itu membuat Rin Hyo dengan pelan menoleh. Ibu Kyuhyun sama saja dengannya, kedua mata yang basah dan bengkak.

“Annyeong haseyo, eommonie!”

“Jangan sekali – kali kau menyebutku ibu! Kau bukan anakku!” Rin Hyo menarik napasnya dalam – dalam. Mencoba membuang kesesakan yang berada didalam hatinya. Kemudian ia menunduk. Ibu Kyuhyun memang sejak dulu selalu menentang hubungan mereka karena ia yang berasal dari keluarga menengah kebawah. Berbeda jauh dengan keluarga Cho yang sangat terpandang.

“Mana janjimu yang kau katakan dengan lantang padaku saat itu, huh?!” suara serak Nyonya Cho membuat Rin Hyo menoleh kearah wanita yang terlihat begitu lusuh, sama seperti dirinya. Sam Rin Hyo mengernyit tak mengerti.

“Kau bilang padaku kau akan menjaganya dan melindunginya dari apapun yang membahayakannya. Tapi sekarang mana?! Omong kosong!” Sam Rin Hyo tersentak mendengar penuturan Nyonya Cho. Janji itu, janji yang ia teriakkan saat Nyonya Cho dengan kejam mengusirnya dari rumah. Saat itu, Kyuhyun berada disampingnya. Menggenggam tangannya dengan hangat. Disaat seperti itu, Kyuhyun malah berdiri disampingnya. Bukan disamping ibunya.

“Cho Kyuhyun.” Gumamnya tanpa sadar. Kedua matanya kembali memanas, kilasan – kilasan kenangannya bersama pria itu dan juga kehangatan yang selalu terasa saat pria itu menyentuhnya. Membuat ia kembali menangis. Meraung – raung tanpa peduli dengan tatapan banyak orang yang menatapnya dengan pandangan terganggu.

“Kau tidak akan bisa melindunginya dengan tangisanmu itu!” ucapan tajam Nyonya Cho yang terdengar parau juga tidak ia pedulikan. Sam Rin Hyo masih menangis, berharap kesesakan dihatinya itu keluar tanpa bekas. Nyonya Cho yang awalnya terlihat begitu tegar itu juga mulai menitihkan air mata. Didalam hati mereka, hanya ada satu. Yaitu mendoakan agar Cho Kyuhyun dapat terselamatkan dan kembali tersenyum seperti biasa. Hanya itu.

-TBC.

Advertisements

78 thoughts on “At Least I Still Have You 3

  1. Aish. Kenapa kyu mesti kecelakaan ? Ahh pasti salah paham kan ?
    Gak suka banget liat perannya donghae disini, tapi tapii ..
    Ahh speechless, intinya part selanjutnya aku tunggu ya chingu 🙂

  2. Cho…
    Kamu tidak ap2…
    aKu blm bca dri awaL, jd bngung mau ngedukung sp buat pndampng Rin Hyo…

    AAAAA…
    Smga Kyuhyun tdk knpa2…

  3. aduh kenapa jdi sedih sedih bgini hiks hiks jdi nangis aku bca y..kyu y kcelakaan di saat hari ultah y dia dan kenpa kyu bisa di hongdae atau jangan2 dia liat adegan donghae sma rin hyo aduh bkalan rumit kw smpe bner..kasian rin hyo y dia pasti sedih bnget apalagi liat skap y iby y kyu tmbah bkin nyesek buat rin hyo..
    ijin baca next part

  4. pasti kyu oppa liat adegan rinhyo di cium sama donghae oppa …

    huwaaaa…
    kyu oppa mianhae oe …
    bukan aku yg nyium donghae oppa ,, tapi donghae duluan ….
    *apa ini?
    #plakk
    hehehe..

    aku next deh baca nya ..
    fighting ne .
    ^^

  5. eh jangan2 kyu kecelakaan karna liat rin hyo ciuman ma dongha? –a
    jd kesel ma donghae. kyu akan baik2 ajakan, kyu akan bersama rin hyo lagi. yeah moga happy end. 🙂
    donghae jangan di buat antagonis banget ya? biar dia gak terlalu ‘menghalangi’ cinta kyu-rin.
    fanfictnya bagus, tinggal dua part lg. penasaran banget ma lanjutannya

  6. Aduhh ,, oppa gwenchana?
    Haeppa kok berambisi bngt bwt dpetin Rin hyo , kan kyu jdi Slah paham ,,, tpiimskipun bgitu , ttp syang kok sma Haee :* …

  7. Galau mau dukung kyu atau donghae ‘-‘
    Nangis dikit pas kyu ketabrak , jgn2 kyu liat ciuman mereka lg TT
    Smga kyu ga apa2 , cpt sembuh kyu 🙂 hehe
    Ijin bc part 4 ne 😀

  8. aduh knp si kyu tu kecelakaan?
    apa gara si donghae nyium rin hyo??
    ahh donghae rese ni
    klo mereka tengkar gimana hayo
    ah donghae ni

  9. Apa ini? Kenapa ada adegan ini? Ada apa dg kyuhyun?dy kecelakaae bukan karna dy liat hae ciup hyo kan??
    aigooo… Tpi kan yg bwa supir. Aduh bingung.

  10. Aduhh, itu kyuhyunnya knp?? Gak papa kan?? Selamat kan??
    Iya dong, harus!
    Pasti kyuhyunnya salah paham itu liat rinhyo sama donghae ciuman, sampe akhirnya malah tabrakan..
    Tabahkan hatimu rinhyo.. #pukpuk
    at least, love it!! 😉

  11. Hellow tanteee…itu kyuhyun kecelakaan mobil lho..kan yang nyupir bukan rin hyo..kenapa masih nyalahin rin hyo nya coba…
    Salahin aja kyu yg ngeliat pacarnya di cium orang lain di pinggir jalan.. *pradugasementara*

  12. Yahhh,,,kyu kmu knpp,,,pa jgan” kyu ng’liat pas donghae nyium rinhyo mknya kyu ilang konsen truzz tbrakann?????
    Ahhh penasarann,,,donghae juga nyebelin bgtt sich udh tau rinhyo nya gg mau msih ttep keueuh wae,,,next chapter ,,,udh gg sbar,,,

  13. jangan-jangan kyuhyun tau donghae ciuman sm rin hyo??
    donghae disini jd antagonis ya?kok jahat, kartu as nya kyuhyun? aga ga paham sm yg itu…

  14. Waduh makin runyiam aje … Kyupa pasti ngeliat sang kekasih lagi kisseu sama donghae mangkanya dia kecelakaan karna ga’ fokus *mungkin* isshhh donghae ngeselin, nyebelin, jengkelin *eh? nikta gina dong jengkelin kkkk* #plakkkkkk
    aduh yg sabar ya nyonya cho dan calon nyonya cho *pukkk pukkk* “kyuhyun ga’ papa ko’, serahin semuanya sama author nya #plakkk”

    go next part >>> tetap semangat ya dekkk ^^

  15. Sbnernya donghae baik, cma trllu terobsesi sma Hyorin
    Kyu lg knpa pake adegan kecelakaan apa dia ngeliat Hyorin sma Donghae ya(?) penasaraann.

  16. cinta yg di milikin donghae,,, benar,,, benar lupa bahwa dia tidak bisa memaksa untuk memiliki Rin Hyo
    tetapi di sini dia egois,,,,,, dan si kyuhyun kasian dia juga kecelakaan,,, mobil :@

  17. Mungkin kyuhyun kecelakaan saat melihat donghae sama rin hyo
    part ini sedih sekali ;-(
    eomma kyu juga tega bgt sama rin hyo ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s