Fate, Love, and Temptation 4

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini (NO COPAS)
Happy read ^-^

.
.

“Annyeong, Sam Rin Hyo!” Rin Hyo menatap risih lelaki itu. Namun lelaki itu tak menggrubis tatapan Rin Hyo dan malah membungkuk untuk mengambil ponsel Rin Hyo yang terjatuh.

“Ini!” Rin Hyo meraih ponselnya dengan gerakan cepat.

“Sebegitu terkejutnya kau melihatku?” Rin Hyo membuang mukanya kesal.

“Masuklah!”

Lelaki itu adalah Park Jung Sik. Maka itu, Rin Hyo sangat malas dengan kedatangannya. Mengingat, ia adalah tembok dari kesempatannya untuk mendekati Cho Kyuhyun. Park Jung Sik menyecahkan kakinya kedalam apartemen Rin Hyo dengan ringan. Ia mengedarkan pandangannya keberbagai penjuru apartemen ini.

“Masih belum berubah! Sama saja seperti dulu!” Dengan percaya diri Park Jung Sik merebahkan dirinya diatas sofa menatap kearah televisi yang berlayar hitam itu.

“Untuk apa kau kesini?”

“Aku ingin menyerahkan ini. Lee Hyuk Jae menitipkan ini padaku! Ahh… atau lebih tepatnya, aku yang menawarkan diri untuk mengantar ini padamu.”

“Kau… mengenal Lee Hyuk Jae?” Jung Sik mengangguk ringan.

“Tentu saja, Park Hye Rin adalah adik perempuanku!”

“Tsk, dunia begitu sempit.”

“Hei, kau tidak merindukanku?!” Rin Hyo menggedikkan bahunya.

“Kau bersikap seolah tak terjadi apapun. Bagaimana bisa kau bertingkah seperti ini?” sindir Rin Hyo seraya menatap Park Jung Sik tajam. Sebelumnya, disaat ia dan Cho Kyuhyun masih bersama. Park Jung Sik adalah teman dekatnya, ia selalu mengerti hubungan mereka dan tentunya mengerti Sam Rin Hyo. Tapi sekarang, ia menjadi tembok yang memisahkan mereka. Karna Jung Sik sangat takut dengan ancaman nyonya Cho. Jung Sik membenahi duduknya menghadap Rin Hyo dengan menghela nafas berat.

“Hyo, sebenarnya aku juga tidak ingin seperti ini!” Rin Hyo mengernyit.

“Tapi dulu, saat aku mencoba mendekat pada Cho Kyuhyun. Kau selalu menghalangiku, kan?”

“Itu semua karna janji itu, nyonya Cho menyuruhku mengawasimu kalau tidak, ia akan menghancurkan karirku. Kau tahu kan, mendapat pekerjaan bagus seperti ini tidaklah mudah?” Sam Rin Hyo menatap Jung Sik dengan iba dan bersalah.

“Maaf oppa, ini semua karnaku! Kau jadi ikut terlibat.” Park Jung Sik tersenyum.

“Tidak apa-apa, janji itu sekarang sudah hilang kan?” Rin Hyo tersenyum getir seraya mengangguk pelan.

“Aku akan membantumu Hyo…” Rin Hyo menggeleng.

“Tidak usah oppa, aku tidak ingin kau jatuh lebih dalam lagi.”

“Aku juga tak tahan melihat sikap Kyuhyun, Hyo…” Rin Hyo mengernyit heran.

“Memangnya ada apa dengannya?”

“Setelah bertemu denganmu waktu itu, ia semakin murung dan sering tidak mau makan.”

“Benarkah? Apa aku seperti sebuah trauma untuknya? Apa dengan adanya aku akan semakin menyiksa dirinya?”cecar Rin Hyo dengan pandangan kosong. Jung Sik memegang bahu Rin Hyo seraya menggeleng.

“Jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti ini!”

“Tapi, jika saja waktu itu aku tidak memaksanya datang kerumah! Pasti segalanya tidak akan menjadi seperti ini! Kalau dia tidak makan, ia akan sakit oppa… ia mudah terserang penyakit!” racau Rin Hyo yang semakin tak jelas.

“Hyo! Sadar Hyo!!” bentak Jung Sik dengan menggoyang-goyangkan bahu gadis itu. Rin Hyo tersentak dan menatap Jung Sik sendu.

“Itu semua hanyalah batu yang mengganjal jalannnya hubungan kalian. Batu itu hanyalah ujian apa kau bisa melewatinya atau tidak! Kau mengerti?”

“Tapi oppa—“

“Renungkan perkataanku Hyo! Jika tidak disertai kekuatan yang besar, kalian tidak akan bisa melewati batu itu! Dan kekuatan itu adalah cinta tulus dari hati kecil kalian!” Rin Hyo terdiam.

“Ini sudah semakin larut, aku harus pulang! Aku akan sering mengunjungimu!” Rin Hyo mengangguk pelan. Park Jung Sik beranjak dan berjalan menuju pintu, diikuti Rin Hyo dibelakangnya.

“Jaga dirimu baik-baik dan… jangan lupa untuk menghadiri pernikahan adikku!” Lagi-lagi Rin Hyo mengagguk dan tersenyum saat Jung Sik mengacak rambutnya pelan.

“Terima kasih, oppa!”

****

Cho Kyuhyun duduk ditepi sungai Han dengan menekuk lutut. Langit yang hitam pekat seolah mengatakan bahwa sekarang sudah sangat larut. Ia meraih ponselnya yang bergetar dari saku mantelnya dengan gerakan pelan. Ia menolak panggilan dari managernya itu kemudian kembali menikmati semilir angin yang menerpa kulit wajahnya dan juga helaian rambutnya.

Di jam 11 malam keatas seperti ini, sungai han sudah sangat sepi. Hanya satu dua orang biasa yang mengunjungi sungai ini. namun tak sedikit pula para selebriti yang memanfaatkan hal ini untuk berkencan dengan pasangannya masing-masing. Kebanyakan dari mereka adalah idol. Sedangkan untuk Cho Kyuhyun, ia kesini bukan ingin berkencan yang biasa ia lakukan dengan Kim Hyera. Tetapi, ia hanya ingin menenangkan dirinya akan segelintir rasa aneh yang membuncah didalam dirinya. Seperti kalut, bingung dan gelisah. Terasa sangat aneh hingga ia tidak bisa tidur tiap malamnya, sejak ia bertemu dengan gadis itu, Sam Rin Hyo. Bahkan ia masih mengingat nama gadis itu.

“Sebenarnya siapa gadis itu?” gumamnya pelan.

Entah untuk keberapa kalinya ia menghela nafasnya dengan berat. Semilir angin yang sebelumnya mendamaikan hati itu kian lama semakin menusuk tulang. Ia meringis kedinginan seraya mengeratkan mantel hitamnya. Karna sudah tidak tahan lagi, ia memutuskan untuk pulang keapartemennya.

Disaat berbalik ia menghentikan langkahnya. Debaran jantungnya kembali tidak normal seperti ini saat menatap gadis itu. Sam Rin Hyo terlihat duduk disebuah kursi panjang dengan menunduk dalam. Ia mengenakan kaus rumah dan celana pendek selutut. Ia tidak memakai jaket ataupun mantel, hanya seutas cardigan yang membalut tubuh mengigilnya. Kyuhyun terkejut saat ia sadar sudah berdiri dihadapan Rin Hyo. Rin Hyo yang menoleh kesamping membelakangi dirinya mungkin tak menyadari jika ia berada disana.

“Pakailah ini!” Kyuhyun menyerahkan mantel yang tadi ia pakai untuk Rin Hyo. Gadis itu menoleh pelan kemudian tersentak saat menatap Kyuhyun yang memberi mantel itu padanya. Apa aku sedang bermimpi? Pikirnya. Tapi saat ia mencubit punggung tangannya sendiri ia merasa sakit. Itu artinya ia tidak sedang bermimpi, kan?

“Ti—tidak usah… aku sudah memakai ini!” Ia menarik ujung cardigannya dengan gugup.

“Boleh aku duduk disini?” Rin Hyo mengangguk pelan. Kyuhyun duduk disamping Rin Hyo, dan suasana sekarang menjadi hening.

“Larut malam seperti ini, untuk apa datang kesini?”

“Hanya mencari ketenangan.” Jawab Rin Hyo pelan, ia mendongak menatap Kyuhyun yang juga tengah menatapnya.

“Kau… masih mengingatku?”

“Tentu saja, kau adalah gadis yang waktu itu datang kepementasanku kan?” Rin Hyo tersenyum miris. Bukan itu jawaban yang ia inginkan.

“Ya, kau benar” Ia mengalihkan pandangannya dari Cho Kyuhyun. Berlama-lama menatap mata itu membuatnya ingin sekali memeluk Kyuhyun.

“Kyuhyun ssi, aku harus kembali sekarang!” Rin Hyo menunduk hendak meninggalkan Kyuhyun. Namun Kyuhyun segera berdiri dan menahan gadis itu.

“Ini!” ia memakaikan mantelnya pada tubuh Sam Rin Hyo.

Rin Hyo terdiam membeku tak dapat berkata apapun, ia hanya bisa menggigit kuat bibir bawahnya saat mengingat kenangannya bersama Kyuhyun waktu itu. Dulu ia sering sekali mengunjungi sungai han dengan Kyuhyun dan selalu memilih kursi ini untuk duduk bersama.

Disaat musim dingin tiba, Kyuhyun ingin sekali melihat membekunya sungai han dan memaksa Rin Hyo untuk datang saat itu juga dengan alasan kalau ia baru saja mengalami kecelakaan. Rin Hyo yang panik segera menuju ke sungai han hanya dengan baju rumahan yang ia pakai. Dan akhirnya ia sangat menggigil setelah itu, kejadiannya sama seperti hari ini, Kyuhyun meminjaminya mantel. Tapi waktu itu, esoknya Kyuhyun sakit flu dan demam karna ternyata ia juga kedinginan.

“Kau bisa mengembalikannya saat kau bertemu denganku lagi!” suara Kyuhyun itu membuyarkan lamunannya akan kenangan manisnya dengan Kyuhyun waktu itu. Ia melepas mantel itu dan mengembalikannya pada Kyuhyun.

“Kau mudah sakit, jadi kau saja yang memakai ini! jika kau terlalu kedinginan, kau bisa flu dan demam nantinya!” Rin Hyo menunduk.

“Aku pergi dulu, terima kasih atas perhatianmu!” Ia segera berbalik dan meninggalkan Kyuhyun yang masih bergelut dengan pikirannya sendiri.

“Bagaimana ia tahu semua hal?” gumamnya pelan dan menatap punggung Rin Hyo yang semakin mengecil dan akhirnya menghilang.

****

“Selamat! Kau telah menjadi seorang suami Lee Hyuk Jae oppa!” Rin Hyo tersenyum seraya memeluk Hyuk Jae dengan hangat. Ia melepas pelukannya dan menatap Park Sera menyesal.

“Maafkan aku, kau tenang saja Park Sera ssi! Hyuk Jae oppa adalah lelaki yang sangat baik! Ia akan selalu menjagamu nanti dan selamanya, sesuai janjinya.”

“Kau berlebihan sekali Hyo!” Rin Hyo terkekeh.

“Terima kasih kau sudah datang!” Hyuk Jae tersenyum tulus pada Rin Hyo. Sedangkan Lee Sera tersenyum manis pada Rin Hyo.

“Selamat atas pernikahan kalian!” ucap Song Joong Ki seraya tersenyum. “iya, terima kasih” jawab Sera.

“Kuharap kau menjaga lelaki ini dengan baik, ya!” Sera tersenyum lagi. Rin Hyo sangat mengagumi senyuman Lee Sera yang menawan. Memang benar katanya, Park Sera adalah pilihan terbaik orang tuanya untuk Lee Hyuk Jae.

“Hyo, berbaliklah! Kau pasti terkejut.” Bisik Joong Ki yang membuat Rin Hyo mengernyit heran. Ia membalik badannya dan benar saja ia sangat terkejut.

“Bukankah itu Kim hyera?”

“Dan Cho Kyuhyun?” Dada Rin Hyo terasa sangat sesak.

“Apa mereka sepasang kekasih?” Hyera yang terus mengaitkan lengannya pada lengan Kyuhyun berjalan kearah mereka, mungkin ingin mengucap selamat untuk Hyuk Jae dan Sera.

“Oppa, Sera ssi, aku harus pergi dulu! Terima kasih sudah mengundang kami!” Rin Hyo segera menarik tangan Joong Ki untuk menjauh dari sana. Sedangkan Hyuk Jae hanya bisa menatap Rin Hyo miris. Ia tahu apa yang gadis itu rasakan saat ini.

“Hyo!” Rin Hyo menghentikan langkahnya saat mereka berada diareal luar resort Lee Hyuk Jae yang menjadi tempat resepsi pernikahan Hyuk Jae dan Sera. Rin Hyo memijit dahinya.

“Hyo!” Panggil Joong Ki lagi, tapi Rin Hyo masih tetap gusar.

“Hyo! Dengarkan aku!” tegas Joong Ki seraya meraih bahu gadis itu, membuat mau tak mau ia harus menatap Song Joong Ki.

“Maaf seharusnya tadi aku langsung menarikmu keluar!” Rin Hyo menggeleng.

“Aku… aku tidak apa-apa. Setidaknya aku sekarang mengerti! Jika sudah tak ada lagi harapan untukku”

“Dan seharusnya kau mengerti, bagaimana raut wajah lelaki itu tadi.” Rin Hyo mengerutkan dahinya dan menatap Joong Ki bingung.

“Kau tidak mengerti?” ia menggeleng pelan.

“Wajahnya menggambarkan bahwa ia tidak nyaman! Tatapannya juga mengatakan kalau ia tak mencintai Kim Hyera!” Rin Hyo tertawa kecut.

“Kau jangan berusaha menghiburku! Nanti kalau aku jatuh, itu semakin menyakitkan!” Rin Hyo menghela nafas berat

“Aku pergi dulu! Aku menggunakan bis, jadi jangan mengikutiku! Aku sedang ingin sendiri.” Joong Ki mengangguk lemah dan terdiam menatap Rin Hyo yang semakin menjauh dengan langkah gontainya.

“Sam Rin Hyo!” Rin Hyo menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Hubungi aku jika sudah tiba.” Rin Hyo tersenyum tipis seraya mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya dengan gerakan cepat.

****

Auditorium Rink Grand Hyatt Hotel, Seoul

Cho Kyuhyun memasuki ballroom yang tengah ramai ini dengan langkah santai dan angkuh miliknya. Kim Hyera yang sejak tadi mengeratkan tangannya pada Cho Kyuhyun sesekali tersenyum pada para tamu yang hadir.

“Cho Kyuhyun!” suara Park Jung Sik membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan celingak-celinguk mencari Jung Sik diantara keramaian para tamu. Setelah menemukannya ia tersenyum dan menghampiri lelaki itu tak lupa dengan Hyera yang masih setia disampingnya.

“Kau datang bersama Hyera?” Kyuhyun mengangguk.

“Tentu saja, memang apa yang kau harapkan hyeong?” tanya Kyuhyun bingung saat membaca raut wajah Park Jung Sik yang terlihat aneh.

“Memangnya aku tidak boleh datang bersama lelaki ini, oppa?”

“Bu—bukan begitu, hanya saja aku terkejut. Karna tadi aku dengar kau sangat sibuk. Ternyata kau menyempatkan diri untuk datang, terima kasih banyak…” Park Jung Sik tersenyum ramah pada Hyera. Dalam hatinya ia mengumpat, rencana yang sudah ia susun dengan baik hancur sudah.

“Aku sengaja membatalkan segala jadwalku untuk menghadiri acara ini. Aku tidak ingin Kyuhyun datang kesini sendiri.” Hyera melempar senyum pada Kyuhyun diakhir kalimat, membuat Jung Sik hanya bisa tersenyum canggung saat menatap kedua orang didepannya tengah saling melempar senyum.

“Emm… sebaiknya kau segera menyapa mereka! Dia ada disana” Kyuhyun mengikuti arah telunjuk Jung Sik kemudian mengangguk.

“Baiklah, kami akan kesana hyeong!” ujar Kyuhyun sekaligus pamit dari hadapan Jung Sik.

“Hari ini Jung Sik oppa aneh sekali!”

“Aku juga merasa begitu!” Kyuhyun menghentikan langkahnya mendadak. Dadanya terasa berdenyut saat menatap gadis yang beberapa hari yang lalu merecoki pikirannya. Sam Rin Hyo. Gadis itu tengah menarik seorang lelaki keluar gedung.

“Lelaki itu…” gumamnya pelan, ia mendongak saat ia sadar siapa lelaki itu. Lelaki yang datang bersama Rin Hyo dipementasan. Ia juga baru menyadari jika ia adalah actor.

“Song Joong Ki? Bukankah itu Song Joong Ki?” Kyuhyun menoleh kearah Hyera yang sedang menatap lekat pada kedua orang itu.

“Dengan Sam Rin Hyo?”

“Kau mengenalnya?” Hyera mengangguk lalu menarik Kyuhyun untuk mengikuti Joong Ki dan Rin Hyo.

“Kita mau kemana?”

“Entahlah, aku penasaran dengan mereka. Di lokasi syuting mereka juga terlihat sangat dekat.,” celoteh Hyera. Saat mereka sampai diluar mereka hanya bertemu dengan Joong Ki disana. Lelaki itu memunggungi mereka, menatap kearah pintu keluar dengan bahu yang terlihat lemah.

“Joong Ki oppa!” Song Joong Ki berputar, dapat dilihat rahang lelaki itu menegang.

“Eo! Hyera-ya!”

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Emm… aku hanya menemani temanku”

“Tadi aku melihat Rin Hyo. Dimana dia?” Kyuhyun menegakkan badannya, seolah ia juga penasaran dengan jawaban yang akan Joong Ki lontarkan. Song Joong Ki menatap Kyuhyun sebentar kemudian berkata, “Ia sudah pergi! Baru saja”

“Kenapa tak pulang denganmu saja? Apa kalian bertengkar?” rentetan pertanyaan dari Hyera seolah mendengung ditelinga Kyuhyun. Entah kenapa, saat ini ia hanya memikirkan keselamatan gadis yang baru saja pulang tadi. Langit sudah gelap, sekarang jam 8 malam. Dan gadis itu pulang sendirian?

“Bertengkar? Em, mungkin.” Jawab Joong Ki menggantung dengan nada gugup.

“Dimana?” Seketika Joong Ki dan Hyera menoleh pada Kyuhyun yang tiba-tiba mengeluarkan suara.

“Dimana rumah gadis itu?” Kening mereka berdua mengerut bingung dengan pertanyaan Kyuhyun.

“Kau mengenal gadis itu? Maksudku Sam Rin Hyo?” Kyuhyun yang tersadar langsung gugup namun ia tutupi dengan wajah datarnya.

“Dia fansku, tidak baik seorang gadis pulang sendiri malam-malam.”

“Rumahnya tidak jauh dari sini.” Kerutan di dahi Joong Ki sudah pudar. Ia senang melihat perhatian Kyuhyun yang keluar dengan spontanitas, namun di lain sisi ia sedikit sakit. Mengingat jika ingatan Kyuhyun telah pulih, pasti kesempatan untuk menjadi pendamping Sam Rin Hyo sudah pupus.

“Dia pulang naik bis.” Joong Ki mencoba memancing gerakan Kyuhyun dengan kata-kata. Ia ingin Kyuhyun melepas gandengan Hyera dan berlari mengejar Rin Hyo.

“Joong Ki-ssi, bisa kau menemani dan mengantar Hyera pulang?” Hyera segera menoleh pada Kyuhyun dan menatap lelaki itu tak percaya. Song Joong Ki tersenyum tipis.

“Dengan senang hati, Kyuhyun-ssi!”

“Oppa!”

“Mianhe, Hyera-ya… aku harus pergi!”

Sesuai doa Joong Ki, Kyuhyun melepas eratan tangan Hyera pada lengannya kemudian berlari kecil keluar gedung. Hati Hyera mencelos, ia tidak mengerti mengapa Kyuhyun sampai sekhawatir itu pada fans-nya? Baru kali ini Kyuhyun bersikap seperti ini.

“Kau tidak ingin menyapa mempelai, Hyera-ya?” Hyera tersentak menatap Joong Ki yang sudah berdiri dihadapannya. Ia mengerjap beberapa kali kemudian tersenyum kaku. Mencoba bersikap ia baik-baik saja agar tak terlihat menyedihkan.

****

Sam Rin Hyo duduk dihalte bus dengan perasaan yang campur aduk. Berkali-kali ia menghembuskan napas beratnya, raungan tangisan yang sejak tadi ia keluarkan telah usai. Kapasitas air matanya telah habis, namun kini ia semakin tersiksa karna tak bisa mengeluarkan rasa sesak yang masih menggelayuti hatinya.

Sebuah bus kembali berhenti dihadapannya. Ini sudah bus yang ke-3, mungkin ini yang terakhir. Dengan terpaksa ia beranjak dari duduknya dan berjalan gontai menuju pintu bus yang terbuka lebar.

“Sam Rin Hyo!” langkahnya terhenti tepat didepan pintu. Ia terpaku menatap sopir bus yang menyuruhnya segera naik. Lelaki yang menegurnya tadi telah berdiri disampingnya. Rin Hyo menoleh dan melebarkan kedua matanya saat mendapati lelaki itu adalah Cho Kyuhyun. Awalnya, ia mengira jika suara itu hanyalah khayalan dan halusinasinya saja. Namun ternyata ia salah.

“Cho Kyuhyun?” lirihnya. Para penumpang bus mulai berbisik-bisik, tengah membicarakan seorang lelaki yang berdiri dihadapan Rin Hyo. Menimang-nimang, apakah lelaki itu adalah Cho Kyuhyun, seorang musisi terkenal atau bukan. Kyuhyun mendongak menatap beberapa penumpang yang tengah menegakkan tubuh mereka seolah memastikan sesuatu. Kyuhyun kembali menatap Rin Hyo yang masih menatapnya dalam diam kemudian menarik tangan gadis itu menuju mobilnya. Rin Hyo hanya diam dan menurut kemana Kyuhyun akan membawanya.

“Rumahmu dimana?” Rin Hyo menoleh, menatap Kyuhyun yang memfokuskan diri dengan jalanan.

“Tak jauh, setelah ini belok kanan lalu lurus saja sampai ada sebuah café, turunkan saja aku disana.”

“Kau tinggal disebuah … café?” Rin Hyo mengulum tawa dan mengalihkan pandangannya kearah jendela. Apa ia terlihat menyedihkan hingga harus tinggal disebuah café?

“Hei! Kau tertawa!” Tawa Rin Hyo akhirnya pecah.

“Hei! Berhenti tertawa seperti itu!” Rin Hyo masih saja tertawa. Membuat Kyuhyun mencibir kemudian tersenyum samar, ia senang dapat melihat Rin Hyo tertawa seperti itu.

“Uhuk Uhuk” Rin Hyo terbatuk dan akhirnya menghentikan tawanya.

“Baiklah, aku berhenti.” Rin Hyo menghela napasnya panjang berusaha tidak tertawa lagi. Karna jika sudah sekali Rin Hyo tertawa sangat sulit untuknya berhenti.

“Aku tidak tinggal di café, tapi apartemenku ada disebelah café. Jika berhenti didepan apartemen itu tidak boleh harus masuk terlebih dahulu.” Jelas Rin Hyo sekaligus menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Kalau begitu kita masuk.”

“Apa? Tidak usah, aku tidak apa-apa.” Rin Hyo menggerak-gerakkan tangannya menolak dengan halus perkataan Kyuhyun.

“Aku bukannya mengkhawatirkanmu! Aku hanya tidak ingin seseorang melihatku menurunkanmu didepan café dan berprasangka jika kau baru saja bertengkar denganku hingga aku sengaja menurunkanmu dipinggir jalan. Dan yang paling penting, aku bukan orang yang seperti itu.” Rin Hyo mencibir, alasan yang rumit dan tidak penting. Alasan yang hanya menjadi alibi Kyuhyun agar ia dapat mengetahui dimana Rin Hyo tinggal.

****

“Sudah sampai, ini rumahku. Kau tidak ingin mampir dulu, Kyuhyun-ssi?” Sam Rin Hyo berdiri didepan pintu apartemennya seraya memutar tubuhnya untuk menatap Kyuhyun yang tengah mengedarkan pandangannya, menelisik lorong gedung apartemen ini.

“Astaga” Rin Hyo mengernyit.

“Ada apa?”

“Aku lupa, sejak tadi aku tidak memakai alat penyamaran.”

“Ahh, benar juga!” Rin Hyo menoleh kekanan dan kekiri memastikan jika tidak ada siapa-siapa selain mereka saat ini. ia melebarkan kedua matanya saat menyadari sesuatu.

“Tetanggaku juga seorang idol sepertimu. Mungkin dia mempunyai sesuatu. Ikut aku!” Rin Hyo melangkah kepintu sebelah apartemennya dan memencet-mencet bel apartemen itu. Tak selang waktu lama pintu terbuka, menampakkan seoran gadis berambut sebahu berdiri terkejut dengan piyama yang melekat ditubuhnya.

“Ji Eun-ah, bisakah kita masuk?”

****

Dentingan peraduan pisau dan garpu menghiasi acara makan malam Song Joong Ki dan Kim Hyera. Mereka berada disebuah restoran amerika yang sangat mewah dan tengah menikmati steak dengan cita rasa bintang 5. Mereka makan dalam diam, kalut dalam pikirannya masing-masing. Joong Ki sejak tadi berdoa agar Kyuhyun bertemu dengan Rin Hyo dan akhirnya Rin Hyo sampai dirumah dengan selamat. Sedangkan Hyera bergelut dengan pikirannya akan sikap aneh Kyuhyun.

“Menurutmu,” Joong Ki mendongak menatap Hyera yang tengah menatap kosong kearahnya tapi bukan padanya.

“Menurutmu, kenapa Kyuhyun oppa sangat mengkhawatirkan Rin Hyo?”

“Apa dia tidak pernah seperti itu? Mungkin dia memang sangat perhatian dengan para fans-nya.” Hyera sontak menggeleng tegas.

“Sudah cukup lama aku mengenalnya. Ia tidak pernah sekhawatir itu pada fans-nya.” Song Joong Ki diam, tidak tahu harus menjawab apa. Ia menghembuskan napasnya pelan kemudian kembali melanjutkan makannya.

“Tapi, aku penasaran.” Joong Ki menghembuskan napas berat dan menaruh garpunya diatas hotplate-nya lagi. Sudah 2 kali ia akan makan selalu tertunda karna Hyera yang membuka obrolan.

“Sebenarnya, apa kau itu berpacaran?” Joong Ki mengerutkan dahinya bingung.

“Dengan siapa?” tanyanya lalu langsung menyesakkan sepotong daging itu kedalam mulutnya. Mengantisipasi agar kejadian tadi tak terulang.

“Sam Rin Hyo, kalian berpacaran kan?”

“Uhuk Uhuk” Joong Ki langsung tersedak daging yang untungnya berukuran tidak terlalu besar. Ia meneguk air mineral untuk mendorong daging-yang belum sempat ia nikmati itu- kedalam perutnya.

“Gwenchana?” Joong Ki mengangguk seraya menepuk-nepuk pelan dadanya.

“Tapi, apa perkataanku benar?” Joong Ki menggeleng seraya tersenyum tipis.

“Dia,… hanya seorang teman dekat.”

.
.

To Be Continued

Advertisements

49 thoughts on “Fate, Love, and Temptation 4

  1. What’s.. jadi kyuhyun lupa ingatan..kasian bgt ma Joong ki, ga sabar gmn cerita perjalanan rumit yang hrs kyurin hadapi..trs sebenarnya ibunya kyuhyun nyuruh rinhyo pergi slma 2. Tahun tuk apaan thor??
    Ga sabar langsung next chap az x ya..
    Figthing..makasih ff nya seru abis.

  2. ya makin pengen cpet2 kyuhyun sembuh dan cpet ingat sma rin hyo kasian bnget sma dia, kasian sma rin hyo y ya ampun dia tuh bner2 wanita yg tegar..

  3. Author perempuan korea yg sudah menikah ga akan ganti marga jd ikt marga suaminya
    Mereka akan ttp dgn marga ayah mereka
    Kalo ga percaya coba cari tau dr drama, novel terjemahan korea atau artis korea yg udh nikah
    Tp jgn coba nyari tau dr ff jg itu sama aja boong kan bukan buatan orng korea

    • Iya aku tahu kook 🙂 banyak lagi koleksi novel terjemahan korea dirumah 🙂 tapi ini kan ff yaa 🙂 jadi aku nyesuain ajaa 🙂 kalo nulis novel enggak kook 🙂

      Maaf kalo kamu nggak suka ceritanya 🙂 daripada makin gak suka mending gausah dibaca ajaa 🙂

  4. Joong Ki nya ternyata juga fall in love nih sama Si Sam 😉
    salah tebakan dehh ternyata si Park Jung Sik 😆
    Makin penasaran duhhh 😀

  5. authorr tercintaahh sekedar ngasi tau aja, #setaugwyah marga utk anak perempuan korea yg menikah ga akan berubah ngikut marga suaminya. Tapi klo tnyta authornya lebih prefer utk mengganti marga ‘its up to you dear’ :D. Karena mo gimanapun juga itu haknya author yg nyiptain ini karya jadi suka2 authorny jg #iyapan? #kkk~. Btw, feeling gw bner ga ni?. klo si joongki oppa ini udah kepecut eh, kepicut sama rin hyo?. kkkk~

  6. Aaaa…. Makin seru…. Berharap kedekatan kyuhyun dan rinhyo berkembang terus sampe kyuhyun ingett. Gregetan deh sama kyuhyun

  7. ni si kyu di ajak ketemu ma temen2nya kan??apa kyu inget mereka??bagus deh klo kyu dah mulai mw perhatian ma rin hyo…..
    geregetan baca ffnya……kyu putus aja ma hyera…..y y ya y….
    see u next chap….

  8. ndak nyangka kyuhyun berinisiatif untk mengejar dan mengantarkan rin hyo pulang..
    Ji eun dan kikwang pasti sgt terkejut dg kedatangan rin hyo dan kyuhyun..
    Aku ykin hyera pasti akan mengetahui masa lalu kyuhyun

  9. Waah kenangan di sungai han udah mulai buat kyu setidaknya inget” dikit lah,hyukjae selamat atas pernikahanmu hehe,sebenernya kasian juga sama hyera kan dia ngga tau apa – apa dari awal,ituu kyu tanggap banget pas rin hyo ilang sampe ninggalin pacarnya dengan alibi karna dia fans ku ckck

  10. Aku dak bsa bnyak komen dech.
    Tpi harapan ku kyu oppa ingat lgi dg rin hyo . Karena hati hyo-ah udah sakit 😥 gra2 kyu dak ingat .
    Keep writing
    And aku lanjut nee
    Bye bye 😉

  11. kyuhyun karena panik sama sam rin hyo sampe ga sadar kl dia ga pake alat penyamaran…. trus dia dia di bawa ketempat ji eun…. biar bisa ketemu sama mereka…

  12. Otak mungkin bisa alami amnesia
    Tapi kebiasaan sedikit banyak gaakanpernah bisa dilupakan sana tubuh dan perasaan.
    Akankah ini pertanda baik buat rin hyo?
    Atau nenek sihir akan berulah lagi ? Jangan bilang kalo cho younghwan sebenernya ngerestuin kyu sama hyo. Makanya masalah ini dirahasiain sama cho hanna

  13. Kasian rin hyo nya.. 😥 tapi kek nya sama2 sakit sama2 menderita.. 😥

    Masalahnya terlalu rumit.. 😥 😥 😥

    Semoga cepet2 selesai masalahnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s