Lost

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Maaf kalau ini drabble yang gagal :” soalnya ini drabble pertama saya 🙂 jangan jadi silent readers ya 🙂 ini karya saya asli dan tolong jangan diplagiatin 🙂 happy read!

———

My memories of loving you are leaving me
So I won’t say good bye
The night I lost you

Lost – Park Hyo Shin

***

“Kau tahu apa itu cinta?” Aku terdiam mendengar pertanyaannya. Sedikit menoleh kesamping, kemudian menggeleng pelan.

“Tidak. Karena, aku mencintai seseorang pun tanpa sebuah makna yang teoristis. Jadi, aku tidak tahu. Apa itu cinta.” Pria disampingku ini tertawa kecil mendengar jawabanku. Membiarkanku mengerutkan dahiku seraya menatapnya kebingungan.

“Buang wajah tak berekspresimu itu, Sam Rin Hyo. Kau bisa membuat semua pria takut untuk sekedar mendekatimu.” Ujar pria ini dengan ringannya. Aku hanya menatapnya lalu membuang pandanganku kearah depan lagi. Menatapi semburan ombak yang silih berganti, menemani heningnya malam.

“Tidak semua, kau tidak takut padaku.” Ucapku ringan sambil menekuk kedua kakiku, memeluknya untuk sekedar mencoba menghilangkan hawa dingin yang semakin menusuk itu. Kudengar kekehan pria itu setelah mendengar jawabanku.

“Ya, hanya aku. Hanya Cho Kyuhyun yang dapat tahan dengan ekspresi mengerikanmu itu.” Ucap pria itu, Cho Kyuhyun.

Selama ini, aku tidak pernah bisa mengekspresikan perasaanku dengan gamblang. Karena, satu hal yang ada dipikiranku saat melihat mahkluk yang nyatanya satu spesies denganku itu adalah pembohong, penipu, tidak bisa dipercaya. Aku benar – benar tidak dapat mempercayai satu pun manusia didunia ini. Maka itu, mereka selalu berkata jika aku sering menampakkan wajah tidak sukaku pada mereka.

Aku sudah lulus sekolah menengah atas dan juga sudah mendapatkan gelar master. Tapi, yang kulakukan selama ini hanyalah memenuhi kebutuhan pribadiku dengan memakai uang warisan orang tuaku yang entah sampai kapan habisnya. Tanpa bekerja, dan tanpa gairah hidup.

“Bagaimana perasaanmu setelah kehilangan mereka? Apa sakit?” tanyanya dengan nada yang sangat jelas menunjukkan rasa penasaran.

Aku menghela napas berat sejenak sebelum menggedikkan bahuku. “Aku lupa.” singkatku.

Ya, kejadian dimana orang tuaku dibunuh oleh pamanku sendiri sudah lama terjadi. Sejak aku masih berumur 12 tahun, dan sejak itu pula. Sam Rin Hyo yang selalu tersenyum, naif, periang dan ramah. Berubah menjadi Sam Rin Hyo yang dijauhi teman – teman, dingin, tak berekspresi dan kejam.

Diam – diam aku memperhatikan wajah Cho Kyuhyun dari samping. Aku sudah mengenalnya sejak 5 tahun yang lalu saat aku baru saja masuk menjadi mahasiswi baru di Kyunhee university , ia juga salah satu mahasiswa popular dan pintar disana. Disaat semua orang menjauhiku, dan disaat aku benar – benar membutuhkan orang lain. Ia selalu datang tanpa kutahu dari mana datangnya. Seperti saat ini, tidak ada yang memberitahunya jika aku berada dipantai dan benar – benar membutuhkan teman.

Aku bukanlah orang yang suka berkicau didunia maya untuk sekedar men- update kegiatan yang sedang kulakukan. Tapi, dengan ajaibnya pria ini datang, melemparkan senyum padaku, kemudian duduk disampingku. Tidak, kami bukanlah sepasang kekasih. Aku pun tidak tahu apa sebenarnya hubungan yang sedang kami jalani. Namun, pernah sekali dia berkata jika ia mencintaiku dengan tulus. Saat itu, aku hanya diam. Karena, aku tidak tahu apa itu cinta secara teoristis, jika disimpulkan aku memang belum pernah merasakan apa itu cinta.

Cho Kyuhyun tiba – tiba menoleh padaku, kembali melempar senyuman menenangkan itu untukku. Aku hanya mengerjap kemudian tersenyum kecil, senyuman pertamaku selama 15 tahun sejak orang tuaku meninggal. Aku bisa melihat wajah Kyuhyun yang sedikit terperangah menatapku. Aku sekarang mulai tersadar, hanya pria ini lah yang dapat membuatku seperti ini. Meski memang membutuhkan waktu 5 tahun untukku sedikit membuka celah pada Cho Kyuhyun. Tapi, selama ini aku merasa tidak merugi sama sekali. Karena, rasanya begitu tenang dan menyenangkan. Aku bersyukur dapat mengenal Cho Kyuhyun.

“Mau kuceritakan sesuatu?” tawar Kyuhyun seraya menatapku lembut. Aku mengangguk pelan, kemudian menyandarkan kepalaku diatas lipatan kakiku dengan posisi miring kearahnya.

“Ada suatu cerita dimana seorang pria dan wanita yang saling jatuh cinta. Namun, mereka tidak bisa bersama karena ternyata mereka adalah saudara. Meski bukanlah saudara kandung, tapi mereka tetaplah sepasang saudara yang tidak boleh menikah.” Cerita Cho Kyuhyun dengan nada bicara yang begitu mendayu dan menenangkanku. Jika saja cerita Kyuhyun bukanlah cerita menyedihkan yang sangat menjijikan seperti ini, pasti aku sudah tertidur.

“Terlalu menyedihkan. Kurasa tidak ada kisah cinta yang seperti itu.” Kyuhyun tertawa kecil mendengar gerutuanku.

“Kau tahu apa soal cinta, hm?” ejeknya, membuat aku bungkam. Karena tidak ada satu pembelaan pun atas ejekannya itu. Kenyataannya pun aku memang buta akan cinta.

“Kisah ini benar – benar ada. Wanita itu tidak mengerti siapa sebenarnya pria yang ia cintai itu. Jika saja wanita itu tahu, pria itu yakin bahwa ia tidak akan bisa termaafkan.” Aku masih diam. Membiarkan ia terus berkicau tentang ceritanya yang entah fakta atau hanya sebuah fiktif pengantar tidur.

“Akhirnya kini pria itu memilih untuk menyerah, karena ia sadar. Cintanya adalah sebuah perasaan yang tidak akan mungkin tersampaikan.” Aku menghela napas kasarku kemudian beranjak dari posisiku. Membersihkan rok bagian belakangku dari pasir – pasir halus pantai.

“Cerita itu sangat memuakkan. Aku tidak percaya itu.” Ujarku kemudian berjalan pelan mendekati semburan ombak yang memanggil – manggil untuk dicicipi. Namun belum sampai aku merasakan air asin itu, tubuhku terhuyung kebelakang karena seseorang tengah mencekal lenganku dengan kuat. Siapa lagi pelakunya jika bukan Cho Kyuhyun. Aku menatapnya dengan pandangan tidak suka.

“Apa?”

“Kubilang jangan memasang wajah seperti itu!” bentaknya tiba – tiba. Membuat bibirku kelu untuk sekedar melontarkan teriakan protesku karena bentakannya.

“Kau harus hidup dengan baik. Cobalah untuk bersosialisasi dengan orang disekitarmu dan bekerja ditempat yang bagus. Lalu tersenyum, tersenyumlah seperti dulu. Rin Hyo-ah!”

“Seperti… dulu?” ulangku.

“Tahu apa kau tentang aku yang dulu?” Ia memejamkan kedua matanya kemudian mendesah frustasi. Membuatku semakin gencar untuk menanyainya lagi.

“Aku sedang bertanya padamu, Cho Kyuhyun.”

“Aku adalah putra bungsu Cho Seung Hyun dan Kim Hana.” Jantungku serasa berhenti berdetak saat mendengar dua nama itu meluncur dari bibir tebalnya.

Kedua orang yang dengan kejamnya merebut kebahagiaanku. Paman dan bibi yang selalu kusayangi namun akhirnya membuatku bersumpah untuk membencinya seumur hidup. Cho Seung Hyun dan Kim Hana yang menjadi dalang pembunuhan orang tuanya.

“Tidak mungkin.” Air mataku sudah tumpah seketika. Hatiku terasa begitu sakit, apa ini rasanya? Rasanya terkhianati? Rasanya ingin membenci tapi tidak bisa? Rasa cinta yang salah?

“Aku mencintaimu, Hyo. Sungguh. Dan aku tahu kau akan membenciku setelah ini. Meskipun aku tidak pantas untuk mengatakan ini, tapi aku mohon… maafkan aku. Jangan membenciku, ya?” Perlahan aku menarik tangannya yang masih mencekal lenganku dengan kuat. Aku menatapnya dengan sendu, tidak! Aku bahkan tidak bisa membencimu Cho Kyuhyun.

Kini aku sadar, aku sudah sadar. Aku terlalu jauh jatuh kedalam cinta yang bodoh ini. Aku masih diam. Tidak ingin mengucapkan apapun. Aku juga tidak terisak sama sekali, hanya saja air mataku sudah tumpah dan tidak ada tanda – tanda untuk berhenti.

“Besok aku akan ke Belgia. Aku akan melangsungkan pernikahan disana. Aku.. dijodohkan.” Kedua mataku melebar. Luka yang baru saja terbuka kini semakin menganga, terasa begitu perih. Disini, dihati ini.

“Tidak apa – apa kau tidak mencintaiku, aku hanya ingin kau memaafkanku. Walaupun rasanya sangat mustahil.” Lirihnya, aku juga sedikit terperangah menatap wajahnya yang kini sudah basah. Untuk pertama kalinya, ia melihat Cho Kyuhyun menangis.

“Aku pergi. Kumohon jaga dirimu baik – baik, dan… tersenyumlah!” ucap pria itu setelah memelukku sebentar. Lalu pergi, meninggalkanku disini. Sendirian.

Aku terjatuh diatas pasir putih ini. Kedua kakiku terasa begitu lemas, seperti tak bertulang. Hatiku, hatiku pun terasa begitu kosong. Seperti inikah rasanya kehilangan seseorang yang kau cintai? Sesakit inikah? Apa ini perasaan yang sudah kulupakan saat aku kehilangan orang tuaku dulu? Jika tidak ada Cho Kyuhyun, aku harus bagaimana?

“Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.”

***

Apa kau mengerti, apa itu cinta? Cinta adalah dimana kau akan menangis dan jatuh saat kehilangannya.

Sam Rin Hyo

———

The End.

Advertisements

15 thoughts on “Lost

  1. Memang sakit kalo kita menyukai seorang laki tapi pada kenyataannya laki itu adlh keturunan dr org yg kita benci sehingga kita merasa dikhianati oleh laki itu padahal gak ..yahh memang kenyataan itu kejam dan nyata meskipun kita mencoba menghindar dari kenyataan tapi mustahil utk bisa lupa akan kenyataan yg ada dan yah itu yg terjadi..

  2. Uhh, sedih.. 😦
    kyu knp harus dijodohin coba? Rinhyo juga diem aja pas kyu pergi, cegah kek..
    Ahh, author, jgn bikin ff sad, bikin nangis mulu tau rasanya, hehehe.. :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s