The Bride and The Bridesmaid 5

Author : Bella Eka
A/N : Hai 🙂 no copas, comment please. Happy read! ^^

———

Jepang

Cho Kyuhyun berdiri mematung tepat di depan pintu apartemen Rin Hyo. Entah sudah berapa lama ia menatap nanar pintu tak bersalah itu. Berulang kali ia hendak memencet tombol bel apartemen Rin Hyo, namun berulang kali pula ia mengurungkan niatnya. Ia menghembuskan nafasnya kasar, menyentuh dadanya erat seraya memejamkan matanya seakan jantungnya benar-benar akan keluar saat itu juga.

Cklek

Sam Rin Hyo keluar dari apartemennya secara tiba-tiba yang sontak membuat Kyuhyun membuka kedua matanya cepat. Kyuhyun menatap Rin Hyo sendu yang hanya dibalas dengan tatapan datar milik kedua mata sembap Sam Rin Hyo.

“Rin Hyo-ah, maafkan aku.”

Sekujur tubuh Sam Rin Hyo melemas seketika saat mendengar suara yang terdengar sangat menyedihkan itu, sebenarnya ia tidak sanggup melihat keadaan Kyuhyun saat ini. Pria di hadapannya itu masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat ia temui di kantor tadi, namun sangat berantakan. Rambut yang tak beraturan sama sekali, dan aroma soju yang menyebar ke setiap sudut ruangan.

“Apa yang kau lakukan disini?” Sam Rin Hyo masih mempertahankan raut wajah datarnya walaupun setengah mati ia menahan segala emosi yang bercampur aduk dalam dirinya.

“Maafkan aku, Sam Rin Hyo. Aku benar-benar minta maaf.” Kedua bola mata Cho Kyuhyun memerah dan mulai basah. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia katakan selain meminta maaf pada Sam Rin Hyo.

“Pergilah, jangan buang-buang waktumu disini.” ucap Rin Hyo dingin kemudian segera berlalu meninggalkan Kyuhyun yang tentunya setelah menutup pintu apartemennya. Di sepanjang Rin Hyo berjalan, Kyuhyun terus saja mengekorinya hingga mereka berada di depan gedung apartemen Rin Hyo. Sam Rin Hyo mendecak kesal kemudian menatap tajam Kyuhyun yang berada tepat di belakangnya.

“Kubilang pergi! Apa kau tak mengerti?” Kyuhyun masih saja menatapnya sendu.

“Maafkan aku.” Pikirannya kosong, hanya ada kata maaf yang masih tertinggal di otaknya saat ini.

“Baiklah, kau kumaafkan. Sekarang pergilah.” Perintah Rin Hyo dan segera berbalik meninggalkan Kyuhyun lagi. Namun Cho Kyuhyun tidak beranjak pergi dan lebih memilih untuk tetap mengikuti Sam Rin Hyo kemanapun gadis itu pergi. Sam Rin Hyo kembali berbalik dan menatap Kyuhyun penuh kebencian.

“Apa yang kau inginkan sekarang, huh? Aku sudah bilang bahwa aku telah memaafkanmu. Sekarang kau mau apa lagi? Tinggalkan aku Cho Kyuhyun! Tinggalkan aku sendiri untuk saat ini!” Air mata Sam Rin Hyo yang dengan susah payah ia tahan sedari tadi mendesak keluar tanpa permisi. Sebenarnya ia sangat lelah, terlalu lelah karena terus menerus menangisi pria itu sejak ia mendengar kenyataan yang pedih tentangnya, Kyuhyun, dan sepupu yang paling disayanginya siang tadi.

“Sam Rin Hyo.” Sepasang mata milik Cho Kyuhyun kembali membasah saat melihat tangisan pilu Sam Rin Hyo. Ia sangat sangat merasa bersalah melihat gadis periang yang selalu membuatnya bahagia itu terlihat sangat rapuh saat ini. Kyuhyun mencoba menggiring Rin Hyo ke dalam pelukannya namun tangannya ditepis kasar oleh Rin Hyo.

“Apa kau tuli, Cho Kyuhyun-ssi?!” Tangisan Rin Hyo semakin menjadi, dan Cho Kyuhyun segera membawa Rin Hyo ke dalam pelukannya. Sam Rin Hyo yang sudah sangat lelah itu pun tak sanggup lagi untuk menghindari pelukan Kyuhyun.

“Jangan menangis seperti ini Sam Rin Hyo, jebal.”

***

Seoul

Shin Ji Eun memeluk kedua kakinya yang tertekuk di atas ranjang kamarnya dalam diam, ia masih saja terisak walaupun sudah tak lagi mengeluarkan air mata. Semenjak ia memutuskan untuk membuat surat pembatalan pernikahan dirinya dengan Cho Kyuhyun, ia memilih tinggal dia apartemennya sendiri. Ia tidak ingin semakin merepotkan keluarga Cho yang terbebani olehnya, karena keberadaannya di rumah itu yang bukanlah siapa-siapa lagi. Ia belum juga memberi kabar pada ayah dan ibunya tentang keputusannya itu dan segala hal yang telah terjadi mengenai hubungannya dengan pria itu. Ia takut akan mengecewakan mereka mengingat kedua orangtuanya itu sangat merestui hubungannya dengan Cho Kyuhyun.

Ting Tong, Ting Tong

Shin Ji Eun melangkah gontai keluar dari kamarnya menuju arah pintu apartemennya. Ia berjengit dan mengulas senyuman tipis yang terkesan canggung ketika mendapati Cho Ahra dan Choi Siwon berdiri dengan senyuman manis mereka.

“Annyeong, Ji Eun-ah. Aku sangat merindukanmu.” Sapa Cho Ahra ramah yang hanya dibalas dengan anggukan kecil Shin Ji Eun dan masih mempertahankan raut penuh kecanggungannya.

“Silahkan masuk.” Shin Ji Eun menggiring sepasang suami istri itu duduk di sofa ruang tamunya.

“Mau kubuatkan minuman apa, eonni? Oppa?”

“Ah, tidak usah Ji Eun-ah. Kami baru saja makan siang tadi.” jawab Siwon.

“Duduklah disini.” ucap Ahra sambil menarik tangan Ji Eun agar duduk disampingnya.

“Bagaimana keadaanmu, Shin Ji Eun?” tanya Ahra dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Seperti yang kau lihat, eonni.” Jawab Ji Eun dengan senyuman mirisnya.

“Aku tahu ini sangat sulit.” Ujar Ahra seraya membelai lembut rambut Shin Ji Eun kemudian memeluknya.

“Maafkan aku, Ji Eun-ah. Maafkan aku karena memiliki adik brengsek sepertinya.” Shin Ji Eun menarik dirinya dari pelukan Ahra dan menatapnya dengan tatapan sendu.

“Jangan salahkan dirimu, eonni. Hal ini sama sekali bukan salahmu.” Cho Ahra menatap nanar Shin Ji Eun yang terlihat sangat rapuh, bahkan matanya masih memerah dan sembap. Ia membayangkan bagaimana Shin Ji Eun menjalani hari-harinya dengan keadaan seperti ini sendirian di apartemen ini.

“Tidakkah kau kesepian disini, Ji Eun?” ujar Cho Ahra seraya menyapukan pandangannya ke seluruh sudut ruangan apartemen Ji Eun. Tiba-tiba Ahra tersenyum penuh arti dan menatap tajam kearah Siwon.

“Apa?” tanya Siwon yang sudah sangat hafal dengan gelagat istrinya itu.

“Bolehkah aku menginap disini hari ini? Aku tidak bisa meninggalkan Shin Ji Eun kesepian disini.” ucap Ahra seraya menarik kedua tangan Shin Ji Eun ke dalam genggamannya.

“Alasan apa yang dapat membuatku melarangmu?” Cho Ahra tersenyum senang dan segera menghampiri Siwon hanya sekedar untuk mengecup singkat bibir suaminya itu sebagai tanda terimakasihnya.

“Astaga, aku baru saja melihat adegan erotis secara langsung.” Ucap Shin Ji Eun dengan tawa gelinya.

“Akhirnya kau bisa tertawa Shin Ji Eun.” Choi Siwon dan Cho Ahra yang melihatnya pun ikut tersenyum senang.

***

Shin Ji Eun dan Cho Ahra sedang terkekeh bersama di depan layar televisi. Mereka sedang melihat drama comedy di ruang tengah apartemen Ji Eun. Memang setelah kedatangan Cho Ahra, gadis itu tak lagi mengurung dirinya dalam kamar dan terus menerus meratapi keterpurukannya. Karena mereka berdua sudah sangat klop seperti layaknya saudara kandung. Namun walaupun begitu, disela kekehan Shin Ji Eun, sesekali ia mengusap tetesan air mata di pipinya yang tak terkontrol ketika ia tiba-tiba teringat sekelebat kenangannya bersama Cho Kyuhyun.

Drrt Drrt

Shin Ji Eun yang menyadari getaran ponsel Cho Ahra yang tergeletak di meja yang berada di sebelahnya mengambil ponsel itu dan segera menyerahkannya pada pemiliknya. Sekilas ia dapat membaca bahwa di layar ponsel itu tertulis “Cho Kyuhyun”. Ia segera menatap lurus kearah televisi dan mencoba untuk kembali tertawa walaupun terlihat sangat palsu ketika Ahra menatapnya dan hendak menjawab panggilan itu.

“Ini dari Cho Kyuhyun.” Ucap Ahra singkat kemudian menggeser logo hijau yang terpampang di layar ponselnya. Ia sengaja tidak meninggalkan tempatnya dan tetap duduk di sebelah Ji Eun ketika menerima panggilan itu, dan ia malah mengurangi volume suara televisi agar dapat mendengar suara Kyuhyun dengan jelas.

“Yeoboseyo … ada apa dengan suaramu? … kau sedang menangis Kyuhyun-ah?”

Shin Ji Eun beranjak dari tempatnya namun ketika ia hendak melangkahkan kakinya, Ahra menahannya dengan memegang tangan kanannya.

“Apa kau tidak ingin berbicara dengan Ji Eun sekarang? Aku sedang bersamanya saat ini.” Selang beberapa detik setelah Ahra mengucapkan sederet kalimat itu, ia menyerahkan ponselnya pada Ji Eun yang membatu. Gadis itu masih belum siap untuk mendengar suara pria itu, pria yang pikirnya tak lagi mencintainya. Ia masih belum siap dengan kenyataan pahit itu.

“Shin Ji Eun. Apa kau baik-baik saja?” Suara Cho Ahra menyadarkannya dari lamunannya, lalu ia menerima ponsel Ahra dan menempelkannya pada telinga kanannya.

“Yeoboseyo.”

“Ji Eun-ah.” Air mata Shin Ji Eun kembali menetes setelah mendengar suara yang begitu ia rindukan. Ia memang dengan sengaja menon-aktifkan ponselnya sejak ia mendengar suara kekasih sepupunya saat itu.

“Shin Ji Eun, taukah kau? Aku sangat merindukanmu, sayang. Rasanya aku hampir mati karena merindukanmu.”

“…”

“Shin Ji Eun, sayangku, satu-satunya yeoja yang kucintai setelah ibuku. Maafkan aku. Aku benar-benar menyesal, sangat-sangat menyesal karena telah mengkhianatimu seperti ini. Aku memang pria brengsek yang hanya dapat membuatmu khawatir dan sakit karenaku.”

“Hentikan, Cho Kyuhyun.” Shin Ji Eun semakin terisak ketika mendengar pernyataan Cho Kyuhyun, ditambah lagi dengan suara bergetar yang terdengar seperti isakan yang berasal dari ponsel Cho Ahra itu.

“Maafkan aku, sayangku. Kumohon. Aku sangat mencintaimu. Sangatlah mencintaimu.”

“Hentikan omong kosongmu, Cho Kyuhyun!”

“Dan soal surat pembatalan pernikahan itu. Aku tidak akan pernah menandatanganinya. Aku telah membuangnya.”

“Apa kau sudah gila?! Apa surat itu hanya kau anggap sebagai lelucon? Tch!”

“Aku tak mau menikah dengan yeoja lain selain dirimu, Ji Eun-ah. Aku tak akan bisa.” Suara isakan Cho Kyuhyun semakin jelas, Shin Ji Eun yang mendengarnya menutup mulutnya rapat-rapat menahan isakannya yang semakin tak terkendali agar tak tampak bahwa sebenarnya ia juga sangat rapuh saat ini.

“Menikahlah dengan Sam Rin Hyo.” tanpa pikir panjang, kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir Ji Eun.

“Tidak bisa, Shin Ji Eun. Kau. Hanya kau, Ji Eun-ah! Kumohon mengertilah.”

“Kau memintaku untuk mengerti setelah apa yang kau lakukan padaku, Kyuhyun-ah? Terlebih pada Sam Rin Hyo. Tidakkah kau mengerti perasaannya sekarang? Tidakkah kau tau bagaimana aku sangat menyayanginya? Apa kau tak mengindahkan ucapanku saat aku memintamu untuk menjaganya baik-baik saat itu? Kau benar-benar kejam, Kyu!” Shin Ji Eun tak sanggup menahan emosinya lagi, isak tangisnya meledak saat itu juga.

“Maafkan aku, sayang. Jebal. Aku sangat mencintaimu, sungguh. Percayalah padaku.”

“Maaf, Cho Kyuhyun. Namun kepercayaanku padamu telah hilang menguap bersamaan dengan pengkhianatanmu.”

Shin Ji Eun segera memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak. Ia benar-benar rapuh, hancur, ia tak sanggup lagi menghadapi kenyataan yang begitu pedih ini. Cho Ahra yang sedang bersamanya pun memeluknya erat seraya mengelus lembut punggung Ji Eun, mencoba memberikan ketenangan pada gadis yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung itu sambil sesekali menyeka air matanya seakan juga merasakan kepedihan Shin Ji Eun.

***

Jepang

Cho Kyuhyun sedang sibuk memeriksa berkas-berkas laporan akhir keuangan perusahaan Cho group yang berada di Jepang. Setelah tuntas, ia duduk dan bersandar di kursi kebesarannya. Berulang kali ia mengambil nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan, berharap agar segala kekalutannya ikut terbebas bersama hembusan nafasnya. Berulang kali pula ia mengacak rambut hitamnya sendiri seraya mendesah gusar. Ia tak dapat menyapu bersih pikirannya dari bayang-bayang Shin Ji Eun dan Sam Rin Hyo, ia juga telah kehilangan akal untuk membuat Shin Ji Eun kembali padanya.

Tok tok tok

“Masuk.”

“Annyeong haseyo, Tuan Cho.”

“S—Sam Rin Hyo. A—ada apa?” Sam Rin Hyo memasuki ruangan Cho Kyuhyun dengan langkah formalnya setelah membungkukkan tubuhnya sejenak untuk memberikan salam pada Cho Kyuhyun.

“Apakah anda memiliki waktu luang setelah jam kerja nanti?”

“Ah, iya.”

“Maukah anda meluangkan waktu anda sebentar nanti, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan.” Ucap Sam Rin Hyo masih dengan posisi formalnya, seakan mereka tak pernah memiliki hubungan special apapun, hanya sebatas boss dan sekretarisnya.

“Baiklah, dengan senang hati, sekretaris Sam.”

***

Cho Kyuhyun dan Sam Rin Hyo berjalan beriringan setelah keluar dari mobil Audi hitam milik Kyuhyun menuju sebuah café langganan yang sering mereka kunjungi, dulu. Hanya berjalan beriringan, tanpa tautan tangan seperti yang biasa mereka lakukan.

“Silahkan, Nona Sam.” Ucap Cho Kyuhyun seraya menggeser dengan sopan sebuah kursi untuk mempersilahkan gadis itu duduk

“Terimakasih.” Balas Rin Hyo sambil menganggukkan kepalanya sopan. Cho Kyuhyun mengambil tempat tepat di depannya, kemudian memberikan isyarat pada pelayan di café itu, tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri mereka berdua.

“Mau pesan apa, Tuan, Nona.”

“Seperti biasa.”

“Baiklah, mohon tunggu sebentar, Tuan Cho.” Mereka sudah terlalu sering berkunjung di café ini, tanpa perlu menyebutkan pesanan mereka pun semua pelayan disana akan mengerti dengan sendirinya, bahkan telah hafal dengan nama Cho Kyuhyun.

Mereka berdua duduk dalam suasana yang sangat canggung, memang sejak malam itu, mereka tak pernah lagi keluar bersama, bahkan saling bercakap pun tidak, selain tentang urusan pekerjaan. Sebenarnya mereka masih belum siap untuk saling bertatap muka secara pribadi lagi untuk saat ini.

“Apa yang ingin kau bicarakan, Sam Rin Hyo.” akhirnya Cho Kyuhyun memutuskan untuk membuka pembicaraan.

“Ini tentang, kita, dan Shin Ji Eun eonni.” Rahang Kyuhyun mengeras seketika saat Rin Hyo menyebutkan nama itu.

“Kau, cepatlah kembali ke Korea dan segera langsungkan pernikahanmu bersama Ji Eun eonni.”

“Apa kau ti—“

“Aku tak apa-apa, Cho Kyuhyun-ssi.” Potong Rin Hyo sebelum Kyuhyun melanjutkan perkataannya.

Gadis itu menggigit bibir bawahnya kuat, menahan perasaan pedihnya agar tak terlihat menyedihkan di depan Cho Kyuhyun. Walaupun ia merasakan pedih yang amat sangat, namun ia merasa bahwa telah memilih keputusan yang paling tepat. Sama seperti yang dirasakan Shin Ji Eun, ia tidak ingin merenggut serta merebut kebahagiaan sepupunya itu. Dan juga, ia merasa tak berguna bila tetap berada di samping Cho Kyuhyun karena ia tak mampu lagi untuk memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya bagi Cho Kyuhyun, pikirnya. Terlebih lagi ia tak akan mau tetap tinggal dengan seseorang yang tak lagi mencintainya.

“Maafkan aku, Sam Rin Hyo.” kedua bola mata Cho Kyuhyun memerah sekali lagi ketika mengucapkan sederet kalimat itu.

“Aku mengajakmu kesini tidak untuk melihatmu memohon-mohon lagi padaku, Cho Kyuhyun. Harus kukatakan berapa ribu kali lagi bahwa aku telah memaafkanmu. Sudahlah, berhenti seperti ini.” Ujar Sam Rin Hyo sambil menepuk-nepuk kecil kedua lengan Cho Kyuhyun seraya tersenyum tulus, walaupun tersirat kesedihan di dalamnya. Kyuhyun pun membalas senyuman Rin Hyo, dengan senyuman yang sangat tulus pula.

“Terimakasih, Rin Hyo-ah. Aku benar-benar berterimakasih padamu.” Ucap Kyuhyun seraya menggenggam erat kedua tangan Rin Hyo.

“Permisi.” Seorang pelayan yang sama datang menghampiri mereka lagi namun dengan membawa sebuah nampan yang terdapat dua buah cangkir di atasnya.

“Satu Americano, dan Mocchachino.” Ucap pelayan itu sambil meletakkan sebuah cangkir yang berisi Americano tepat di depan Kyuhyun, dan cangkir lainnya yang berisi Mocchachino di depan Rin Hyo. Kyuhyun telah hafal di luar kepala minuman kesukaan Sam Rin Hyo ini, disamping karena mereka sering keluar bersama, juga karena itu merupakan minuman favorite Shin Ji Eun.

Arigatou.” Ucap Kyuhyun. Kemudian dibalas dengan anggukan serta senyuman ramah oleh pelayan itu. Pelayan itu membungkukkan badannya sedikit sejenak, kemudian berbalik meninggalkan Cho Kyuhyun dan Sam Rin Hyo.

“Tapi Rin Hyo-ah.” Sam Rin Hyo yang baru saja menyesap minumannya itu kembali memusatkan perhatiannya pada Cho Kyuhyun.

“Shin Ji Eun tak lagi mempercayaiku sekarang.” Lanjut Kyuhyun bersamaan dengan kedua matanya yang mulai menggelap.

“Benarkah? Astaga, bagaimana ini. Tapi jika aku menjadi Ji Eun eonni, sudah dipastikan bahwa aku akan melakukan hal yang sama sepertinya.” Balas Rin Hyo tanpa berpikir dua kali untuk mengatakannya, disusul dengan kedua bola mata Cho Kyuhyun yang membulat sempurna, namun tak lama kemudian kembali menggelap. “Kau benar.”

“Kau sungguh terlihat menyedihkan saat ini, Cho Kyuhyun-ssi.” Lontar Rin Hyo sambil terkekeh kecil, seakan ia telah melupakan semua beban beratnya dalam sekejap.

Namun benar, setelah ia melihat Cho Kyuhyun yang terlihat begitu hancur karena kehilangan Shin Ji Eun, ia tersadar bahwa yang paling dibutuhkan Cho Kyuhyun adalah sepupunya, Shin Ji Eun. Bukan dirinya. Ia merasa bahwa Kyuhyun merupakan pendamping Shin Ji Eun yang paling tepat karena besarnya ketulusan yang terpancar dari kedua bola mata Cho Kyuhyun.

“Aku merestui hubungan kalian, Cho Kyuhyun.”

“Mwo?”

“Aku merestui hubungan kalian, Cho Kyuhyun dan Shin Ji Eun eonni dengan sepenuh hatiku, dengan segenap jiwaku.” Ucap Rin Hyo dengan senyuman tulusnya seraya menempatkan telapak tangannya di dadanya, berharap agar dapat mengontrol degupan jantungnya.

“Walaupun aku mencintaimu, namun aku lebih bahagia bila kau bersama dengan seseorang yang dapat memberikanmu kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan aku bersyukur bahwa seseorang itu adalah sepupuku sendiri yang paling kusayangi, karena dia adalah seseorang yang hampir mendekati sempurna, kebaikannya, keramahannya, ketulusannya, keterampilannya dalam hal memasak yang sama sekali tak kupunyai. Dia adalah seseorang yang sangat kukagumi setelah ibuku.” Sam Rin Hyo melontarkan deretan panjang kalimat itu tanpa berpikir. Kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibirnya, karena semua itu berasal dari lubuk hatinya.

Cho Kyuhyun mengusap air matanya yang menetes begitu saja di wajah tampannya. “Terimakasih, Sam Rin Hyo. Terimakasih atas segala ketulusanmu. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi selain berterimakasih padamu.”

“Tapi Kyuhyun-ah.”

“?”

“Jangan sekali-kali kau mengkhianati eonni-ku lagi. Jika kau tega melakukannya walaupun hanya sekali lagi, aku tak akan segan-segan untuk mematahkan seluruh gigi putihmu itu.” Ancam Rin Hyo yang disambut dengan kekehan Cho Kyuhyun.

“Kenapa malah tertawa? Aku serius Cho Kyuhyun!”

“Akhirnya keceriaanmu kembali lagi, Sam Rin Hyo.” Sam Rin Hyo ikut terkekeh sedangkan kedua tangannya tekepal kuat di bawah meja, menahan kesesakan yang amat sangat dalam dirinya.

***

Seoul

Aroma harum menyebar ke segala penjuru apartemen Ji Eun. Ia sedang sibuk berkutat di dapur sekarang. Sibuk memasakkan makanan untuk seseorang yang akan datang hari ini, seseorang yang sangat ia tunggu kedatangannya.

Sam Rin Hyo, sepupunya itu akan datang dari Jepang hari ini, maka dari itu ia menyiapkan segala masakan untuk menyambutnya. Mulai dari makanan berkuah yang menghangatkan seperti Samgyetang sampai yang pedas dan menyegarkan seperti Kimchi. Ia sibuk memasak dengan senyuman yang terus terulas indah di wajahnya. Ia begitu merindukan Sam Rin Hyo, hingga ia melupakan segala hal yang telah terjadi diantara mereka, dan Kyuhyun. Setelah semua masakan telah siap, ia menghidangkannya di meja makan apartemennya.

Ting tong ting tong

Shin Ji Eun bergegas melepas celemeknya dan meletakkannya di mesin cuci kemudian membukakan pintu yang telah diyakininya bahwa yang datang adalah sepupunya, Sam Rin Hyo. Dan benar saja, sosok yang ia rindukan itu muncul dari balik pintu yang dibukanya.

“Rin Hyo-ah!” Sam Rin Hyo segera berhambur ke pelukan Ji Eun hingga tanpa sadar mereka melompat-lompat kegirangan.

“Omo! Bukankah kau–” ujar Ji Eun yang baru menyadari keberadaan Song Joong Ki disamping Rin Hyo.

“Annyeong haseyo, Shin Ji Eun. Akhirnya kita dapat bertemu lagi.” Balas Joong Ki seraya membungkuk memberikan salamnya seraya tersenyum manis. Tentu saja dibalas dengan perlakuan yang sama oleh Ji Eun.

“Akhirnya kau pulang juga, Sam Rin Hyo. Kau tahu? Aku sangat kesepian karena eomma jarang sekali pulang, walaupun terkadang Ahra eonni menginap disini.” Ucap Ji Eun dalam sekali tarikan nafas yang disambut pelukan yang lebih erat oleh Rin Hyo.

“Cho Ahra?” Shin Ji Eun sontak menolehkan kepalanya kearah sumber suara dan mendapati Cho Kyuhyun berdiri disana. Tubuhnya seketika membatu, kedua kakinya lemas, pelukan eratnya pada Sam Rin Hyo mengendur, rasanya ia ingin segera melarikan diri dari pria itu.

“Apa yang kau lakukan disini, Cho Kyuhyun-ssi?” ucap Ji Eun dingin, ia masih terlalu muak dengan wajah Kyuhyun saat ini, bahkan tak sanggup hanya untuk menatap wajahnya lama.

“Ji Eun-ah. Aku sangat merindukanmu.”

“Ayo masuk Rin Hyo-ah.” Ajak Ji Eun tanpa menghiraukan keberadaan Kyuhyun disana dan segera menarik tangan Rin Hyo untuk segera masuk.

“Tapi, Kyuhyun oppa—“

“Terserah kau saja.” Ucap Ji Eun singkat, Sam Rin Hyo menggedikkan kepalanya kearah apartemen mereka sebagai isyarat pada Kyuhyun untuk mengikuti mereka masuk ke dalam.

Mereka duduk bersama di meja makan. Sedari awal, Shin Ji Eun, Sam Rin Hyo, dan Song Joong Ki sibuk dalam dunia mereka sendiri, tanpa mempedulikan keberadaan Kyuhyun. Lebih tepatnya Ji Eun yang tidak mempedulikannya, karena Sam Rin Hyo telah mencoba berulang kali agar Kyuhyun dapat terlibat dalam percakapan mereka namun Shin Ji Eun selalu mengalihkan pembicaraan hingga Kyuhyun tak dapat mengucap sepatah katapun.

Samgyetang-nya sangat enak, Ji Eun-ah. Apa kau yang telah memasak semua ini?” Akhirnya Kyuhyun membuka mulutnya, ia sudah tidak tahan dengan perlakuan Ji Eun terhadapnya. Sebenarnya ia sangat ingin segera memeluk Shin Ji Eun sejak gadis itu keluar dari apartemennya tadi, namun ia segera mengurungkan niatnya saat melihat reaksi gadis itu ketika pertama kali melihatnya.

“Iya. Terimakasih Cho Kyuhyun-ssi.” Jawab Ji Eun singkat dengan wajah datarnya. Melihat itu, Rin Hyo memberi sebuah isyarat pada Joong Ki dan memutuskan untuk beranjak dari tempatnya untuk meninggalkan mereka berdua agar dapat mengobrol dengan leluasa, namun Ji Eun mengikuti jejak Rin Hyo, ia juga segera beranjak dan hendak meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun yang duduk tak jauh dari tempatnya, segera menghadangnya tepat di depannya dan dengan sigap mencengkeram kuat kedua pergelangan tangan Ji Eun, karena gadis itu terus saja berusaha untuk menghindarinya.

“Hentikan, Shin Ji Eun!” bentakan Kyuhyun terlontar begitu saja dan sukses membuat Ji Eun terdiam di tempatnya.

“Kumohon jangan seperti ini, Shin Ji Eun. Aku tak tahan melihatmu seperti ini.”

“Aku juga tak tahan melihatmu, jadi tolong menyingkirlah dari hadapanku.”

“Aku sangat mencintaimu, Shin Ji Eun. Kumohon percayalah.” Cengkeraman Kyuhyun mengendur saat Ji Eun menatap lekat matanya, tatapan tajam yang kosong.

“Kau gila, Cho Kyuhyun? Bagaimana bisa kau mengatakan ini padaku sedangkan kekasihmu berada disini?” ucap Ji Eun datar dengan nada suara yang sangat rendah namun terkesan tegas.

“Tidak, Shin Ji Eun. Kekasihku adalah kau, kau satu-satunya kekasih yang kumiliki. Bukan, kau adalah calon istriku!” ujar Kyuhyun tergesa karena bibirnya yang mulai bergetar, dan kedua matanya mulai memanas. Tapi tidak dengan Shin Ji Eun, gadis itu masih diam, dingin, dan tanpa ekspresi. Ia sudah terlalu lelah dalam menghadapi semua ini.

“Aku merestui hubungan kalian, eonni.” Shin Ji Eun sontak menatap kearah Sam Rin Hyo yang sudah terduduk di tempat duduknya semula. Ji Eun mengernyit tak mengerti dengan perkataan sepupunya itu.

“Apa perlu kuulangi lagi kata-kataku ini? Aku merestui hubungan kalian, Cho Kyuhyun dan Shin Ji Eun eonni dengan sepenuh hatiku, dengan segenap jiwaku.” Sam Rin Hyo mengulangi perkataannya yang pernah ia lontarkan pada Cho Kyuhun sebelumnya, mendengar itu Kyuhyun tersenyum simpul seraya menatap lembut Shin Ji Eun dan membelai rambut gadis yang masih bergeming itu.

“Tapi, bagaimana denganmu, Rin Hyo-ah?” tatapan Ji Eun berubah menyendu, ia merasa bersalah karena membuat Sam Rin Hyo kehilangan cinta pertamanya.

“Aku tidak apa-apa, eonni. Sungguh. Aku telah menemukan seseorang yang lebih tepat untukku, yang sangat tulus mencintaiku.”

“Siapa yang kau maksud?” tanya Ji Eun.

“Pria tampan ini.” ucap Rin Hyo seraya tersenyum manis pada Joong Ki yang berada di sampingnya, namun pria itu malah melebarkan kedua matanya tak percaya.

“Mwo?!” pekik Ji Eun.

“Bukankah dia adalah sepupu Kyuhyun yang mengurus perusahaan di Jepang itu, iya kan?” lanjutnya memastikan.

“Ya, kau benar, eonni.”

Sam Rin Hyo memang telah mencoba untuk membuka celah dihatinya untuk Song Joong Ki, karena ia sadar bahwa memang pria itulah yang ia butuhkan. Disaat ia membutuhkan sandaran, pria itu selalu berada disisinya, tak pernah meninggalkannya, tidak seperti Cho Kyuhyun. Walaupun sebenarnya ia masih sangat mencintai Cho Kyuhyun, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi, Shin Ji Eun dan Cho Kyuhyun saling mencintai dan ia tak berniat sedikitpun untuk menghancurkan hubungan mereka, tak akan pernah.

“Jika Joong Ki dan Kyuhyun berada di sini, apakah tidak apa-apa dengan perusahaan di Jepang?”

“Maka dari itu eonni, cepatlah langsungkan pernikahanmu dengan Cho Kyuhyun, agar Joong Ki dapat kembali ke Jepang dan meneruskan perusahaan disana.” lontar Rin Hyo.

“Mwo?” pekik Ji Eun -lagi-.

***

Sam Rin Hyo duduk menunduk dengan perasaan yang kalut. Gaun putih cantik yang kini tengah ia kenakan, seolah merubah penampilannya bak seorang putri dengan pesona kecantikannya.

“Maafkan aku!” Sam Rin Hyo mendongak, menatap gadis yang sedang menatapnya dengan tatapan bersalah. Rin Hyo memaksakan mengulas senyum dihadapannya, dihadapan sepupunya, Shin Ji Eun.

“Tidak apa-apa, ini sebuah permainan takdir dimana pemainnya adalah kita dan dia.” Sam Rin Hyo menghela napas beratnya dengan panjang.

“Dan takdir tidak memihakku, aku yakin Tuhan mengarahkanku pada arah yang baik.” Sekali lagi Rin Hyo mengulas senyum terbaiknya.

Shin Ji Eun menatapnya sendu kemudian memeluknya. “Maaf, dan terima kasih”

***

Shin Ji Eun berjalan di sepanjang karpet merah dengan anggunnya bersama sang ayah yang setia berada disampingnya. Karpet merah itu berujung pada sebuah mimbar yang disana telah berdiri seorang pria tampan yang sedang menatap penuh kekaguman mempelai wanitanya itu. Seluruh undangan serta kerabat yang berada di dalam ruangan memfokuskan pandangan mereka dan berdecak kagum karena pesona yang dimiliki oleh Shin Ji Eun. Tepat di depan Shin Ji Eun, terdapat Sam Rin Hyo dan Cho Ahra yang mengiringinya dengan membawa sekeranjang bunga yang ditaburkan disepanjang karpet merah ketika mereka melaluinya.

Disepanjang jalan, Sam Rin Hyo menggigit bibir bawahnya kuat seraya mengulas senyuman tipis di wajahnya. Ia merasa bahagia untuk Ji Eun dan Kyuhyun namun disaat yang bersamaan ia juga merasakan sakit pula. Segala perasaan bercampur aduk di dadanya saat ini. Namun ketika ia melihat sebuah senyuman manis milik Song Joong Ki yang berdiri di tengah-tengah keluarga besar Cho, ia juga tersenyum manis karena merasa kekuatannya telah kembali.

Setelah sampai tepat di depan mimbar, Sam Rin Hyo dan Cho Ahra membuka jalan untuk Ji Eun, dan Tuan Shin mengantarkannya sampai ia berada di samping Kyuhyun. Gadis itu menatap lama ayahnya sebelum ia beranjak meninggalkannya yang dibalas dengan anggukan serta senyuman yang selalu dapat menenangkannya milik pria itu. Kemudian ia beralih menatap Sam Rin Hyo yang juga memberikan senyuman terbaiknya padanya, Ji Eun menghela nafas beratnya saat menatap Sam Rin Hyo, terdapat perasaan bersalah yang menyelimutinya setiap kali ia melihat gadis itu. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Cho Kyuhyun, pria yang sedari tadi menunggunya yang juga memberikan senyuman menenangkannya dan tatapan penuh keyakinannya.

“Saudara Cho Kyuhyun, apakah kau bersedia untuk menjadi pendamping Shin Ji Eun dalam keadaan suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian?”

“Ya, aku bersedia.”

“Saudari Shin Ji Eun, apakah kau bersedia untuk menjadi pendamping Cho Kyuhyun dalam keadaan suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian?”

Shin Ji Eun memejamkan matanya sejenak dan membuat Kyuhyun sontak menatapnya dengan penuh harap, kemudian ia mengatakan “Tentu, aku bersedia.”

Riuh tepuk tangan menggema setelah janji suci yang diucapkan Shin Ji Eun dan Cho Kyuhyun. Sepasang pengantin yang sedang berbahagia itu pun berhadapan kemudian menautkan kedua telapak tangan mereka dan saling melempar senyuman manis mereka.

“Cium! Cium! Cium!” Shin Ji Eun mengalihkan pandangannya kepada para undangan dan membuat gesture bibir yang mengatakan, “Mwo? Shireo!”

Namun sedetik kemudian ia melebarkan kedua bola matanya sempurna ketika Kyuhyun mencium bibirnya secara tiba-tiba. Semua orang yang melihatnya pun bersorak kegirangan melihat sepasang pengantin baru tersebut. Pada awalnya Shin Ji Eun mencoba untuk mendorong tubuh Kyuhyun agar melepaskan tautan mereka, namun tak dapat dipungkiri jika kekuatan pria lebih besar dibanding wanita.

Kedua mata Ji Eun mulai terpejam bersamaan saat Kyuhyun mulai melumatnya pelan, tanpa sadar ia pun membalas lumatan-lumatan kecil itu dan membuat senyuman Kyuhyun terukir diwajahnya. Ketika Kyuhyun mulai menuntun kedua tangan Ji Eun agar mengalungkannya di lehernya, Ji Eun tersadar dan membuka matanya serta melepas tautan mereka dengan cepat, wajahnya memerah yang membuat Kyuhyun merasa gemas dan mengecupi bibirnya lagi berulang kali.

Para hadirin termasuk keluarga mereka pun terkekeh geli melihat tingkah laku sepasang pengantin baru tersebut. Akhirnya Shin Ji Eun dan Cho Kyuhyun pun menghadap kearah para hadirin dan membungkuk sejenak sebagai tanda terimakasih mereka.

———

THE END

*—*—*—*—*

안녕 하세요 여러분 ^^ ㅋㅋㅋ.

Hai semuaaa ^^ hehehe.
Akhirnyaaa ff ini selesai juga. Gimana menurut kalian? Comment dong yaaa, kita juga pengen tau gimana reaksi kalian habis baca ff ini, kritik saran dibutuhkan sekaliiii. Hihi

Terimakasih buat semuanya yang udah ngikutin ff ini dari awal sampe akhir *bow* tapi jangan berhenti buat baca-baca ff yang lainnya yaaa.

고맙습니다 사랑합니다 여러분 ^^ 안녕히 가세요오오오…

— Shin Ji Eun & Sam Rin Hyo —

*—*—*—*—*

Advertisements

122 thoughts on “The Bride and The Bridesmaid 5

  1. ceritanya bagus bgt. aku ga nyangka kalo kyuhyun akhirnya milih shin ji eun dari pada rin hyo. awalnya aku pikir kyuhyun bakalan ama rinhyo. hehe…
    nyesek bgt baca endingnya, ga kebayang deh rasa sakitnya rinhyo.
    karya yg bagus author… aku suka bgt walaupun endingnya nyesek…
    terus berkarya ya author 🙂

  2. ini ceritanya senyum dalam luka… sedih tapi happy ahh… ga tau lah gimana perasaan ku nyesek tapi seneng…

  3. yey akhirnya balikan lagi. gitu donk kyupa jangan dibutakan cinta sesaaf.
    tapi kok pas si sam bilang jongki dah ganti posisi kyuhyun si jongkinya diam aja ya gag ada dilagouenya hehehe

  4. Owhhh gak nyangka kyuhyun bakalan milin ji eun.. 😥
    Pasti sakit banget yaa jadi rin hyo..
    tp demi apa pun endingnya bagus.. (y)

    Semanagt terus nulisnya.. Sam rin hyo eonni dan Shin ji eun eonni.
    *bow

  5. Sipp deh kyu udah milih ji eun. Setuju sih kyu milih ji eun soal’y mengingat hubungan mereka yang udah lama terjalin dan emang kyuhyun’y aja kurang jaga hati jadi sempet goyah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s