It’s You 1

image

Author: Bella Eka
A/N: hai 🙂 no copas dan tolong commentnya yaaa.
Selamat membaca ff gaje ini ^^ Hihi

———

Shin Ji Eun’s POV

Aku mengecek ponselku berkali-kali, menunggu sebuah panggilan ataupun pesan dari seseorang yang sedari tadi kunanti kedatangannya. Aku berjalan kesana kemari hanya untuk mengintip dari arah jendela kamarku kalau-kalau seseorang itu telah menunjukkan batang hidungnya, namun nihil. Aku menekan tombol tunggal di ponselku, disana tertulis 7:30 PM. Aku menghembuskan nafas beratku seraya bergumam, “Kemana lelaki bodoh itu sekarang?”

Aku melangkahkan kakiku menuju lantai dasar, tak lupa dengan membawa tas jinjingku. Saat aku berada di tangga menuju ruang tamu, terlihat seberkas cahaya terang dari arah luar rumahku, aku pun bergegas lebih cepat untuk membukakan pintu rumahku. Karena pasti itu adalah cahaya yang ditimbulkan oleh lampu utama mobil pria itu.

“Ya! Darimana saja kau? Sekarang kan musim dingin, apa kau ingin kita mati kedinginan disana?” cercaku saat ia baru saja keluar dari mobilnya, namun aku segera berdecak kesal saat pria itu malah melewatiku begitu saja dan masuk ke dalam rumahku. “Ya! Lee Kikwang!”

“Annyeong haseyo, eommeonim.” Lee Kikwang memberikan salamnya seraya mencium tangan ibuku. Ia memang telah terbiasa dengan hal itu mengingat sudah 10 tahun Kikwang dan aku menjalin persahabatan kami, maka dari itu keluarga kami pun telah mengenal satu sama lain dengan baik.

“Kikwang-ah, kau tahu? Gadis itu sudah menunggumu sedari jam 4 sore tadi. Bisa kau bayangkan berapa ribu kali decakan yang telah ia lontarkan.”

“Mungkin jumlahnya sudah melebihi helai rambutnya itu, eommeonim.” Kikwang dan ibuku terkekeh melihat tingkahku. Selalu saja begitu, jika kedua orang itu telah bersama, terlihat seperti Kikwang-lah anaknya, bukan aku.

“Tch!” aku mendecak seraya mengulas senyuman tipis di bibirku.

“Lihat! Dia mendecak lagi.” Tambah ibuku. Mereka berdua semakin terkekeh dan segera saja kulayangkan tatapan mematikanku.
“Sudah hentikan! Ayo berangkat!” ucapku seraya menyeret lengan Kikwang dengan tergesa.

“Annyeonghi gaseyo, eommeonim.” salam Kikwang seraya melambaikan tangannya kearah ibuku yang juga melakukan hal yang sama.

***

Author’s POV

Shin Ji Eun terlihat sibuk menyapukan pandangannya ke segala arah di supermarket ini untuk mencari barang bawaan yang harus mereka penuhi untuk Masa Orientasi mereka besok. Sedangkan lelaki berkacamata di sampingnya itu sibuk mengecek list barang bawaan mereka di ponselnya. Ya, besok adalah hari pertama mereka masuk sekolah tingkat SMA di KwangEun High School, salah satu SMA terfavorit di Negara mereka.

“Akhirnya, semua sudah terpenuhi.” Ucap Kikwang seraya mendesah lega.

“Benarkah? Syukurlah.”

Krucuk krucuk

“Itu kau?” tanya Kikwang sambil mengulas senyuman gelinya ketika mendengar suara perut keroncongan itu dari arah Ji Eun.

“Mm.” gumam Ji Eun seraya tersenyum tipis.

“Baiklah, ayo makan.” ajak Kikwang sembari menarik lengan Ji Eun

***

Shin Ji Eun keluar dari mobil Mercedes Benz hitam dan disusul oleh Kikwang dari arah sebaliknya. Karena Ji Eun lahir pada tanggal 2, maka ia menguncir twintail rambutnya yang hitam pekat itu, sedangkan Kikwang memakaikan pita di lengan kanan dan kirinya masing-masing 15 buah karena ia lahir pada tanggal 30, sesuai dengan ketentuan dari sunbae baru mereka yang berada di sekolah itu. Tak lama setelah mereka datang, terdengar bunyi lonceng yang sangat memekakan telinga.

“Kita harus kemana?” tanya Ji Eun tergesa.

“Aku juga tidak tahu, bukankah biasanya jika seperti ini akan diadakan acara pembukaan?”

“Berarti kita ke lapangan basket?” Shin Ji Eun mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut area parkir ini dan menemukan seorang pria yang memakai nametag di dadanya, sepertinya dia adalah seorang panitia. Sejenak ia tertegun karena ketampanan dan pesona pria itu. Ia pun menggelengkan kepalanya cepat dan segera menghampiri pria itu.

“Annyeong haseyo, sunbaenim. Pembukaan acara ini akan dilaksanakan dimana?”

“Disana.” Jawab pria itu seraya mengacungkan jari telunjuk kanannya kearah sebuah gedung besar yang berbentuk lingkaran dalam area sekolah itu.

“Baiklah, terimakasih.” Ucap Ji Eun sambil membungkukkan badannya sedikit dan segera meninggalkan pria itu seraya menyeret lengan Kikwang yang masih sibuk memperhatikan sunbae itu, “Ayo cepat!”

Pria itu masih berdiri di tempatnya tertegun dengan kelakuan gadis yang baru saja datang padanya tadi, kemudian ia tersenyum manis dan mengacak pelan rambutnya.

***

Seluruh peserta Orientasi duduk bersila di Dome KwangEun High School dan menundukkan kepalanya. Ada beberapa orang yang mengelilingi mereka dengan tatapan mengintimidasinya, salah satunya adalah seorang pria tampan yang Ji Eun dan Kikwang temui tadi.

“Aku tidak menyangka jika dia sekejam ini.” Gumam Ji Eun kearah Kikwang yang berada di sampingnya.

“Semua ini hanyalah permainan, Ji Eun-ah.”

“Iya aku tahu, tapi dia terlihat sangat arogan, sepertinya dulu aku tak sekejam dia.” Balas Ji Eun sambil berdecak kesal.

“Hey kau!” seluruh peserta sontak mendongak ketakutan, namun tidak dengan Ji Eun dan Kikwang yang mengetahui bahwa semua ini hanyalah sebuah permainan yang direncanakan, karena mereka pernah melakukan hal yang sama ketika mereka menjadi panitia Orientasi di sekolah mereka dulu, di Seoul Junior High School.

“Kau!” tunjuk pria itu pada Ji Eun dan Kikwang, pria yang mereka temui tadi.

“Kami?” tanya Ji Eun memperjelas.

“Ya, kau gadis yang berkuncir dua dan lelaki berkacamata di sebelahmu! Berdiri dan kemarilah sekarang juga!” bentak pria itu lagi dengan nada yang lebih tinggi. Ji Eun dan Kikwang pun menuruti perintah pria itu dengan santai, dan melangkah maju ke depan lapangan.

“Apa yang kalian lakukan disana tadi?!” pria itu tak kunjung merendahkan nada suaranya sedikitpun.

“Nde?”

“Apa kau tak menyimak ucapanku?”

“Tidak, bukan itu. Tapi memangnya apa yang telah kami lakukan?” pria itu tak menjawab pertanyaan Ji Eun, namun hanya melayangkan tatapan mengintimidasinya. Gadis itu memanglah tipe gadis yang sedikit kurang peka pada situasi di sekitarnya.

“Apakah mungkin, karena kami berbisik-bisik tadi?” ucap Kikwang sambil menatap Ji Eun yang dibalas dengan anggukan oleh gadis itu, menandakan bahwa ia baru sadar akan hal itu.

“Maafkan kami.” Ucap mereka berdua bersamaan. Ketika mereka menundukkan kepalanya untuk meminta maaf, Ji Eun dapat membaca nametag pria tampan nan kejam itu, ternyata nama pria itu adalah ‘Jung Il Woo’.

Setelah acara penyambutan itu telah usai, seluruh peserta digiring untuk menuju kelas masing-masing, setelah mengetahuinya dari papan pengumuman yang tak jauh dari lapangan Dome.

“Kita sekelas lagi!” pekik Ji Eun kuat kemudian reflex memeluk Kikwang saat itu juga seraya melompat-lompat kegirangan, Kikwang pun menepuk-nepuk punggung Ji Eun pelan sambil mengulas senyuman canggungnya karena kerumunan peserta lain disekitar mereka tertegun melihat kemesraan sepasang sahabat itu. Dari kejauhan, Jung Il Woo juga turut memperhatikan mereka.

“Apa mereka berdua adalah sepasang kekasih?” gumamnya seraya mengernyitkan dahinya penasaran.

“Mereka? Siapa?” tanya Kim Soo Hyun yang tepat berada di sampingnya.

“T-tidak. Bukan siapa-siapa.”

***

“Annyeong haseyo, perkenalkan namaku Kim Soo Hyun. Aku akan menjadi pendamping kalian selama 3 hari Masa Orientasi ini.” Ujarnya dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Seketika seluruh peserta perempuan di kelas itu bersorak kegirangan, termasuk Shin Ji Eun.

“Astaga, akhirnya malaikatnya keluar juga. Ya Tuhan, lihat Kikwang-ah! Wajahnya innocent sekali. Omo~” ucap Ji Eun dengan sambil tak henti-hentinya menggoyang-goyangkan lengan Kikwang yang digunakannya untuk menyanggah kepalanya.

“Aku tidak tertarik padanya.” Balas Kikwang malas.

“Justru akan sangat aneh jika kau juga tertarik padanya.”

“Rasanya aku ingin menikahinya saat ini juga!” lanjut Ji Eun masih dengan tatapan penuh kekagumannya pada Kim Soo Hyun.

“Mwo?!” pekik Kikwang kuat yang menyebabkan semua orang dalam kelas memusatkan perhatiannya pada mereka berdua, termasuk Kim Soo Hyun.

“M-maaf, aku tidak sengaja.” Ucapnya canggung kemudian menjitak kepala Ji Eun. Kim Soo Hyun menatap lekat mereka berdua, seakan tak asing lagi dengan Shin Ji Eun dan Lee Kikwang.

“Bukankah mereka berdua adalah orang yang diperhatikan Il Woo tadi?” pikirnya dalam hati.

“Sekarang, silahkan kalian semua memulai untuk saling mengenal satu sama lain. Karena kalian akan berada dalam kelas yang sama selama satu tahun ini.”

“Nde!”

Sedetik kemudian suasana kelas menjadi riuh, mereka semua sibuk berkenalan dan memperkenalkan diri masing-masing, termasuk Lee Kikwang. Namun tidak dengan Shin Ji Eun, ia terdiam di tempatnya, bingung harus berbuat apa. Karena dia bukanlah seorang yang pandai berbasa-basi, tidak seperti Lee Kikwang. Dia hanya akan berbicara banyak pada orang yang telah benar-benar ia kenal. Dan ia akan merasa sangat canggung jika ia memaksakan untuk melakukan hal seperti itu, dan akan membuatnya terlihat konyol.

Tiba-tiba Kikwang memberikan sebuah isyarat padanya agar ia membalikkan tubuhnya ke belakang. Kemudian ia mendapati seorang gadis dengan senyuman manisnya dengan seorang lelaki yang juga tersenyum padanya, namun terkesan canggung, sepertinya.

“Annyeong haseyo, Sam Rin Hyo imnida.” Sapa gadis itu seraya mengulurkan tangannya. Ji Eun pun menyambut uluran tangan Rin Hyo seraya mengatakan,

“Annyeong haseyo, Shin Ji Eun imnida,” dengan senyuman canggungnya.

“Perkenalkan juga, dia Cho Kyuhyun.” Lanjut Rin Hyo sambil menarik tangan Kyuhyun agar bersalaman dengan Ji Eun.

“Annyeong, Cho Kyuhyun imnida.”

“Ne, bangapseumnida.”

***

“Ilwoo-ya! Apa yang sedang kau pikirkan?”

“Eo? Tidak, tidak ada.” Ucap Ilwoo gugup karena baru tersadar dari lamunannya.

“Sepertinya sejak kau terlihat memperhatikan gadis itu, kau menjadi sedikit aneh.”

“Mwo? Siapa gadis yang kau maksud?” Ilwoo segera menyesap Cappucinonya untuk menyembunyikan kegugupannya di depan sahabat lamanya ini, Kim Soo Hyun.

“Gadis itu, murid baru yang selalu bersama teman lelakinya yang berkacamata.”

“Apa maksudmu? Tidak mungkin jika aku menyukainya.”

“Apa aku bilang jika kau menyukainya?” ucap Kim Soo Hyun seraya tersenyum miring. Ilwoo melebarkan kedua bola matanya tak percaya. Ilwoo memang paling tidak bisa berbohong pada sahabatnya ini selain orangtuanya. Baru kali ini Soo Hyun menemukan Ilwoo dalam keadaan melamun dan sesekali tersenyum sendiri seperti itu, jadi kesimpulan apa lagi yang dapat diambil selain bahwa ia sedang jatuh cinta?

Namun, Ilwoo bukanlah seseorang yang mudah jatuh cinta. Bahkan ia belum pernah merasakan bagaimana indahnya jika sedang jatuh cinta.

“Tapi aku tidak tahu apakah aku menyukainya atau tidak. Hanya saja, seperti ada perasaan aneh yang menyelimutiku sejak pertama kali aku bertemu dengannya.” Ujar Ilwoo sembari memaku tatapannya kearah jalanan, memandang orang-orang yang berlalu lalang di depan café di daerah Gangnam yang sedang mereka tempati itu.

“Coba ceritakan padaku perasaan aneh apa yang kau rasakan.” Soo Hyun semakin penasaran karena ini adalah pertama kalinya Ilwoo membicarakan perasaannya pada seorang gadis.

“Rasanya seperti, seakan ada sebuah magnet yang membuatku terus menatapnya. Apabila dia sedang tidak terjangkau oleh jarak pandangku, aku merasa seperti polisi yang kehilangan buronannya, mencari sosoknya kesana kemari hingga dapat.” Ia menghentikan ucapannya sejenak seraya terkekeh kecil. Kemudian ia melanjutkan ucapannya, “Hanya melihatnya dari kejauhan saja sudah membuatku merasa senang. Kurang lebih seperti itu.”

“Bingo!” Ilwoo sontak menatap tak mengerti Soo Hyun yang secara tiba-tiba mengatakan hal itu sambil menggedikkan salah satu jari telunjuknya.

“Kau-sedang-jatuh-cinta Ilwoo-ya!” ucap Soo Hyun mengeja sembari mengulas senyuman manisnya.

“Akhirnya aku lega, prasangka burukku padamu terhenti detik ini juga.”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Dulu kukira kau hanyalah seorang pria arogan yang menyukai sesama pria, karena kau tak pernah sekalipun menceritakan seorang gadis padaku. Bahkan kau tak melirik sama sekali seorang gadis paling mempesona di sekolah kita yang mati-matian mengejarmu.” Ujar Soo Hyun seraya bernafas lega.

“Gadis paling mempesona?”

“Ya, Jun Hyosung.” Ilwoo terkekeh mendengar namanya, karena memang benar. Hyosung adalah salah satu gadis yang sejak lama mendambakan Ilwoo, seperti gadis-gadis lainnya yang selalu menampakkan wajah seakan ingin menerkamnya saat itu juga dikala Ilwoo dan Soo Hyun sedang melintas.

“Kau bisa memanfaatkan event terakhir kita besok, Ilwoo-ya.” Ilwoo berpikir sejenak mencerna perkataan Soo Hyun, selang beberapa detik ia mengulas senyumnya penuh arti.

“Kau benar.”

***

Shin Ji Eun’s POV

“Kau menulisnya untuk siapa?” tanyaku pada Kikwang yang sedang menyanggah dagunya dengan sebelah tangannya dan terlihat seperti memikirkan sesuatu. Kami sedang berada di ruang tengah rumahku sekarang. Karena kedua orangtuaku sedang menghadiri pertemuan antar perusahaan malam ini sedangkan aku adalah anak tunggal, maka ibuku menghubungi Kikwang agar datang untuk menemaniku sekaligus mengerjakan tugas kami untuk hari terakhir masa orientasi kami besok.

“Aku masih belum terfikirkan untuk siapa, kau?” Kikwang mendekatkan dirinya padaku yang sibuk menulis ‘surat cinta’ku.

“Jung Il Woo?” pekiknya saat membaca bagian atas suratku yang tertuliskan ‘To: Jung Il Woo sunbaenim.’

“Aku tidak ada pilihan lain, sekret yang kuingat namanya hanyalah dia, lagipula dia juga sangat tampan. Sejujurnya, aku ingin memberikan surat ini pada Soo Hyun sunbaenim, tapi apa dayaku.”

“Apa kau benar-benar menyukainya?” tanyanya. Raut wajahnya berubah menyendu, ada apa dengannya, dan pertanyaan macam apa itu?

“Apa kau sudah gila? Aku telah memilikimu, jadi untuk apa aku mencari orang lain selagi ada dirimu?” Ia tersenyum lebar mendengar jawabanku, tersirat sebuah kelegaan dalam senyumannya. Kemudian ia menyandarkan kepalanya di bahu kananku.

“Sepertinya aku tahu akan kuberikan pada siapa.” Ucapnya tiba-tiba.

“Siapa?”

“Jun Hyosung sunbaenim.”

“Mwo?” sontak aku menatap Kikwang cepat yang juga tengah menatapku, jarak diantara kami semakin tipis hingga dapat merasakan hembusan nafas kami satu sama lain. Hangat.

“Kenapa harus dia?” tanyaku lirih.

“Kau sendiri? Kenapa harus dia?”

“Sudah kukatakan alasanku padamu kan?” Kikwang menarik dirinya dan meletakkan kepalanya di pangkuanku. Kami telah terbiasa dengan hal-hal seperti ini, hingga tak jarang pula orang lain yang melihat kami berfikiran bahwa kami adalah sepasang kekasih.

“Menurutku, karena dia sangatlah cantik. Apabila dia tersenyum, pasti dia akan terlihat berkali lipat lebih cantik.” Keadaan berbalik, raut wajahku yang berubah menyendu sekarang. Sungguh aku tidak rela jika Kikwang menyukai gadis lain. Hubungan kami hanyalah sebatas sahabat, namun tak dapat dipungkiri jika kami memiliki perasaan yang lebih dari itu. Rasa saling memiliki yang begitu besar.

“Kalau begitu cepat kerjakan suratmu sekarang.”

“Buatkan aku.”

“Aku? Menuliskan suratmu padanya? Shireo!” Kikwang terkekeh. Memperlihatkan senyuman lebarnya yang selalu kurindukan meskipun kami selalu bersama.

***

Author’s POV

Shin Ji Eun merasakan ada seseorang yang menepuk-nepuk bahunya dari belakang. Dan sudah dapat dipastikan jika orang itu adalah Sam Rin Hyo. Masih 3 hari mereka berkenalan namun sudah seakan berteman lama. Entah kekuatan apa yang dimiliki Sam Rin Hyo dan Lee Kikwang hingga dapat membuat Shin Ji Eun dengan mudahnya merasa nyaman bersama Rin Hyo dan Kyuhyun, begitu juga dengan Kyuhyun pada Ji Eun dan Kikwang.

“Kau menulisnya untuk siapa?” tanya Rin Hyo penasaran.

The Cruel Master.” Jawab Ji Eun singkat seraya memutar bolanya malas.

“Nde? Siapa itu?”

“Siapa lagi kalau bukan, Jung Il Woo. Kau?” Rin Hyo terkekeh mendengar jawaban Ji Eun. Kemudian menjawab dengan senyuman cerianya, “Song Joong Ki.”

“Astaga! Bagaimana bisa aku melupakan Pangeran Joong Ki itu? Aigoo, walaupun dia sebagai sekret namun ia sama sekali tidak arogan.” Ucap Ji Eun menyesali suratnya yang ditujukan pada Il Woo.

“Lihat wajah kekasihmu itu, sepertinya dia sedang merajuk.” Ujar Ji Eun seraya menunjuk raut wajah Kyuhyun yang terlihat jengah karena topic pembicaraan mereka.

Ya, Sam Rin Hyo dan Cho Kyuhyun adalah sepasang kekasih. Mereka mulai menjalin hubungan mereka baru saja, ketika mereka mendapatkan pengumuman bahagia bahwa diterima di sekolah yang sama lagi. Sebelumnya, Sam Rin Hyo dan Cho Kyuhyun telah bersahabat sangat lama seperti Shin Ji Eun dan Lee Kikwang. Tapi, apakah Ji Eun dan Kikwang akan memiliki nasib yang sama seperti mereka? Entahlah.

“Diam kau, Shin Ji Eun!” ucap Kyuhyun yang disambut kekehan Ji Eun yang sangat keras dan membuat Kikwang menyumpalkan tangan kanannya untuk menghentikan tawa Ji Eun yang menggelegar itu.

***

Seluruh siswa baru serta beberapa panitia duduk berlesehan dan membentuk sebuah lingkaran besar di dalam Dome KwangEun High School saat ini untuk melakukan event terakhir yang diselenggarakan sebelum peresmian penutupan Masa Orientasi Siswa.

Tak lama kemudian para sekret yang paling ditakuti itu pun mulai memasuki Dome dan menyebabkan suasana yang pada awalnya sangat riuh menjadi hening tanpa sekecil suara apapun. Bahkan langkah kaki para panitia yang disebut sekret itu pun menggema ke berbagai sudut ruangan Dome yang sangat luas itu.

“Keluarkan surat cinta kalian sekarang juga!” bentak Jung Il Woo yang membuat seluruh peserta mengeluarkan benda itu dengan tergesa.

“Aku mau masing-masing 4 orang siswa dan siswi maju ke depan sekarang juga!” Sam Rin Hyo terbelalak saat itu juga ketika tiba-tiba tangannya ditarik oleh Soo Hyun agar ia maju ke depan.

“Jangan lupa sertakan surat cinta kalian!” bentak Ilwoo lagi dan membuat gadis itu semakin membelalakkan kedua bola matanya.

“Sepertinya aku akan gila!” gumam Rin Hyo yang dibalas dengan kepalan tangan Ji Eun yang ia layangkan di udara sembari berkata, “Hwaiting!”

“Sekarang, baca surat kalian masing-masing, dimulai dari ujung sana.” Ucap Ilwoo dengan nada tak setinggi tadi. Sam Rin Hyo sedikit bernafas lega karena ia merupakan urutan terakhir yang akan membacakan suratnya. Ketika ia menunggu gilirannya, ia melirik sedikit kearah Kyuhyun yang berulang-kali mengambil nafas panjang dan menatap Rin Hyo tajam. Ia adalah seorang kekasih yang sangat posesif menurut Rin Hyo. Tidak, bahkan ketika mereka masih bersahabat pun Kyuhyun juga bersikap seperti itu.

Dari ketiga siswi yang telah membacakan suratnya terlebih dahulu, mereka semua menujukannya pada Jung Il Woo. Yang disetiap bait surat mereka selalu membuat para peserta dan panitia lain menyorakinya, namun hanya dibalas senyuman tipis oleh Ilwoo. Kebanyakan mereka menuliskan bahwa Jung Il Woo adalah sunbae yang sebenarnya tampan, manis, dan berkharisma. Penuh dengan kata-kata mutiara yang berisikan pujian bagi Ilwoo.

Kini tiba giliran Rin Hyo untuk membacakan suratnya untuk Song Joong Ki. Ia membuka amplopnya yang berwarna biru muda kemudian membuka surat itu perlahan sembari menatap Kyuhyun sesekali. Isi surat Rin Hyo sama seperti gadis-gadis yang lain, berisi pujian-pujian untuk Song Joong Ki. Sunbae yang dituju itu pun tersenyum lebar entah karena apa. Namun yang membedakan surat Rin Hyo dengan yang lainnya adalah,

“Aku juga ingin menyampaikan bahwa aku meminta maaf kepada Cho Kyuhyun, aku melakukan hal ini hanya karena kewajiban. Aku hanya menyukaimu, hanya dirimu. Terimakasih.” ia menambahkan kata-kata itu pada penutupnya yang menyebabkan ledakan tawa dari semua orang yang berada di ruangan itu, termasuk Joong Ki dan para sekret lainnya.

“Baiklah. Sekarang adalah pembacaan surat putaran kedua sekaligus yang terakhir. Aku minta masing-masing 4 siswa dan siswi lagi, tentu harus dengan orang yang berbeda.” Nada bicara Ilwoo telah merendah, tak setinggi seperti awal tadi.

Shin Ji Eun berjengit dan sontak menggenggam lengan Kikwang yang berada di sampingnya ketika Jung Il Woo melayangkan tatapan tajam padanya. Kemudian pria itu mengulurkan tangan kanannya untuk menarik Ji Eun maju ke depan. Karena Ilwoo adalah seorang sunbae, akan sangat tidak sopan apabila Ji Eun menolak uluran tangannya, maka ia menerimanya dan kemudian bangkit dari duduknya. Namun tanpa ia sadari, tangan kirinya masih menggenggam lengan Kikwang erat.

“Ji Eun-ah.” Panggil Kikwang lirih sembari menggoyangkan lengannya yang masih berada dalam genggaman Ji Eun. Dari gesture bibirnya Shin Ji Eun mengatakan, “Bagaimana ini?” kemudian segera melepas lengan Kikwang.

Persis seperti Sam Rin Hyo sebelumnya, Shin Ji Eun berada pada urutan terakhir untuk membacakan suratnya. Gadis itu tak henti-hentinya menatap Kikwang dalam, begitu juga sahabatnya itu. Seakan mereka sedang berinteraksi menggunakan kedua bola mata mereka. Pada pembacaan putaran kedua ini, seluruh siswi yang dipilih untuk maju ke depan memperuntukkan suratnya untuk Jung Il Woo. Begitu juga dengan Ji Eun.

Giliran Ji Eun membacakan suratnya telah tiba, ia membuka amplopnya perlahan namun kemudian terhenti seketika saat ia baru menyadari bahwa sedari awal tadi, Ilwoo selalu berada disampingnya dan semakin mendekat padanya.

“Jangan mengintip!” ucap Ji Eun tiba-tiba pada Ilwoo yang dibalas kekehan kecil olehnya kemudian menjauh selangkah dari gadis itu.

“Annyeong haseyo, Shin Ji Eun imnida. Sama seperti yang sebelumnya, aku memperuntukkan surat ini untuk Jung Il Woo sunbaenim.” Sedetik kemudian seluruh peserta perempuan yang berada dalam ruangan itu bersorak, “Whoaaaa!!” dan terlihat terperangah. Shin Ji Eun yang tak mengerti pun mengikuti arah pandang mereka dan mendapati Jung Il Woo yang sedang mengulas senyuman manisnya, senyuman yang pertama kali ia rilis di depan para peserta Orientasi.

Gadis itu mengerutkan dahinya, kemudian mengalihkan pandangannya kearah Kikwang yang menatapnya sendu. Ketika suasana kembali tenang, ia melanjutkan ucapannya.

“Aku ingat saat kita pertama kali bertemu di tempat parkir sekolah kita. Jujur saja, saat pertama kali aku melihatmu, aku merasa kau sangatlah tampan dan menawan. Aku merasa seperti aku dengan mudahnya jatuh hati padamu begitu saja. Namun segalanya telah berubah ketika kau memerankan peranmu sebagai seseorang yang kejam. Sejujurnya aku ingin membuat sebuah surat cinta ini kepada pendamping kelasku, yaitu Kim Soo Hyun sunbaenim. Bukan untukmu. Karena ia bagaikan malaikat yang datang dalam mimpi burukku.” Kim Soo Hyun mengulum tawanya ketika Il Woo mengernyitkan dahinya saat Ji Eun membacakan bagian itu.

“Tapi bagaimanapun juga, aku belum tau bagaimana dirimu yang sebenarnya, Jung Il Woo sunbaenim. Aku berharap bahwa kau adalah seseorang yang baik hati dan berhati malaikat seperti rupamu. Terimakasih.” Shin Ji Eun mendesah lega kemudian segera beranjak kembali ke tempatnya. Namun ia menghentikan langkahnya ketika merasakan seseorang memegang pergelangan tangan kirinya. Dia, adalah Jung Il Woo.

“Aku menerimamu.” Ucap Ilwoo tiba-tiba dan sontak membuat ruangan itu hening seketika.

“Nde?” pekik Ji Eun dan segera mencari sosok sahabatnya di tengah kerumunan para peserta yang lainnya, namun tak kunjung ia temukan. Ia mengalihkan pandangannya kembali kearah Ilwoo. Raut wajahnya terlihat menunjukkan keseriusan. Ia masih tertegun dengan semua yang baru saja terjadi.

“Sepertinya kau salah paham, sunbaenim. Aku tidak sedang menyatakan cinta padamu. Aku—“

“Yang kau bacakan tadi apa?” tanya Ilwoo dengan arogannya.

“Surat cinta.” Jawab Ji Eun lirih.

“Apa?”

“Surat cinta!” bentak Ji Eun. “Tapi aku membuat ini hanya karena sebuah kewajiban. Dan sama seperti Sam Rin Hyo, aku sudah ada yang memiliki!”

“Apa dia juga sudah memiliki kekasih sepertimu?” tanya Ilwoo pada Rin Hyo. Sam Rin Hyo menggelengkan kepalanya jujur, karena ia hanya mengetahui jika Ji Eun dan Kikwang hanyalah sebatas sahabat.

“Tapi Ji Eun memiliki seorang sahabat pria yang sangat dekat dengannya.” lanjut Rin Hyo cepat. Shin Ji Eun mengangguk kuat, membenarkan ucapan Rin Hyo.

“Hanya sebatas sahabat? Kalau begitu tidak ada salahnya kan.”

“Tapi aku tidak sedang menyatakan cinta padamu, Jung Il Woo sunbaenim!!” ulang Ji Eun dengan nada suara yang sangat tinggi. Ia sudah mulai tersulut emosi karena Ilwoo, dan juga karena sosok sahabatnya itu belum juga kembali ke tempat asalnya.

“Kalau begitu, aku menyukaimu, jadilah kekasihku.”

“Apakah semua sunbae disini selalu memperlakukan hoobae mereka dengan seenaknya sendiri seperti ini? Dan haruskah kuulangi sekali lagi? Aku sudah ada yang memiliki!”

“Karena kau tak menolaknya, aku anggap kau menerimaku.”

“Mwo? Shireo!”

“Penutupan masa orientasi belum dilaksanakan, itu artinya aku masih sebagai sekret disini. Kau ingat kan 2 pasal yang wajib kau ketahui selama acara ini?” Shin Ji Eun membungkam mulutnya, ia sudah lelah menghadapi pria ini.

“Bagaimana bisa kau melupakannya, Shin Ji Eun?”

“Sekret tak pernah salah, dan jika sekret salah kembali ke pasal pertama.” Ilwoo tersenyum puas mendengar jawaban Ji Eun.

“Jadi, jika aku menganggapmu bahwa kau telah menerimaku maka itu sah-sah saja bukan? Jadi mulai sekarang, Shin Ji Eun milik Jung Il Woo dan Jung Il Woo milik Shin Ji Eun!”

***

Lee Kikwang’s POV

“Dasar gadis pelupa!” gumamku.

Aku sedang berjalan menuju Dome setelah kembali untuk mengambil ponsel Shin Ji Eun yang tertinggal di kelas. Aku dapat mengetahuinya karena tadi Nyonya Shin mengirim pesan padaku dan mengatakan bahwa beliau tidak dapat menghubungi Ji Eun.

Karena aku tidak menemukan ponselnya dalam ransel gadis itu, aku segera mengeceknya di kelas dan ternyata benar, benda itu tertinggal disana.

“Jadi mulai sekarang, Shin Ji Eun milik Jung Il Woo dan Jung Il Woo milik Shin Ji Eun!”

Suara Jung Il Woo terdengar menggelegar karena suasana Dome yang hening. Aku menghentikan langkahku seketika ketika mendengarnya, jantungku berdebar dengan hebatnya hingga terasa seakan hampir saja terlepas dari sarangnya.

Aku mengulas senyuman tipis di bibirku. Hal ini, tepat seperti perkiraanku sebelumnya. Aku dapat melihat tatapan mata pria itu ketika pertama kali bertemu Shin Ji Eun, sahabat yang kucintai.

———

To be Continued

Advertisements

14 thoughts on “It’s You 1

  1. Ouew..no way,ingat kikwang yang adorable bgt bikin aq tersentuh karakternya co2k bgt ma dia..sallluut once again ma author,biasanya kl lain dr kyuhyun aq ga suka,tp kali ini aku jatuh cinta ma cast maupun critanya..makasih ya thor,semangat!!!next part ya…

  2. Ihh, ilwoo parah bgt ya! Mentang-mentang jadi sekret jadi maksa gitu..
    Hihihi, pasal itu..
    Jadi inget pas nge-MOSin anak-anak, pake pasal begitu..
    Malah ada yang disuruh nembak cewe segala pake bahasa daerah, hehehe..
    Gak boleh ada yang nolak, karena panitia selalu benar.. :v
    Eh, kok jadi curhat sih? Sorry thor.. :v
    ayo kikwang, pertahanin jieun lah, jgn nyerah gitu! Dia hanya milikmu!
    Bagus thor, keep writing! 🙂

  3. Omoo ilwoo memanfaatkan momen hari trakhir mos dgn baik..kk..masa ya cuman krn nulis surat cinta trus disuruh baca, eh giliran selese diterima jadi pacarnya wkk brasa ji eun yg ngungkapin cinta pdhl kan kewajibannya..
    Dan ternyat kikwang cinta ama ji eun, kikwang sihh kelamaan ngungkapinnya jadi kedahuluan kan ama ilwoo..
    Baca next ah..

  4. Wawww jadi cast utamanya sekarang jieun ma kikwang,,,smogaa persahabatan mereka bisaa brubah jdi sepasang kekasih kya kyu ma rinhyo gto,,,tpii godaan besarr bgtt jung ill wo gtoo,,,cp yg nau nolak,,,hhahha seruu pokonya critanya de,,,,

  5. seru bgt ceritanya
    kikwang kasihan dia keduluan dg il woo..
    Lucu, waktu il woo dan ji eun berdebat..
    Next ah., baca lagi

  6. Hahahaha keren keren ….. Il woo kalo ji eun kagak mau sama abang sini sama aku aja hahahahaha xDDD

    sahabat jadi cinta… Penggambaran anak SMA yg menyenangkan, dan aku suka 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s