Fate, Love, and Temptation 6

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini 🙂 (NO COPAS)
Happy read ^-^

———

“Yang ini atau yang ini?” Park Jung Sik memperlihatkan dua setel baju milik Cho Kyuhyun yang dibuat langsung oleh designer ternama di Korea Selatan, menyuruh pria itu untuk memilih salah satu.

Cho Kyuhyun yang tengah duduk disofa rumahnya menatap baju-baju itu sejenak kemudian mendengus kesal. Entah mengapa, sejak tadi wajah Kyuhyun begitu suntuk dan menakutkan.

“Terserah kau saja, hyeong.” Ucap Kyuhyun singkat lalu kembali bergelut dengan pikirannya sendiri. Park Jung Sik yang melihat itu menurunkan kedua tangannya yang tadinya terangkat keatas. Ia meletakkan 2 setel baju itu lalu berjalan menghampiri Kyuhyun, duduk disamping pria itu.

“Kau bertengkar dengan Hyera?” Tanya Jung Sik begitu hati-hati. Ia tahu actor-nya ini sedang dalam mood yang benar-benar tidak baik. Cho Kyuhyun menggeleng tegas.

“Kau merindukannya?” Tanya Jung Sik lagi.

“Baru kemarin aku bertemu dengannya, hyeong” ucap Kyuhyun malas, ia menyandarkan dirinya di sofa lalu memejamkan mata. Park Jung Sik mengernyit tak mengerti.

“Lalu?” Kyuhyun membuka matanya lagi, menatap Park Jung Sik dengan tajam. Jung Sik menelan ludahnya dengan berat. Kyuhyun hanya berdecak kesal kemudian meninggalkan Jung Sik diruang tengah.

BRAK

Badan Jung Sik sedikit berjengit saat merasakan dentuman pintu kamar Kyuhyun yang tertutup itu.

“Aish, ada apa dengan anak itu?” gerutunya kesal. Park Jung Sik merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku semua. Ia mengedarkan pandangannya pada ruang tengah Kyuhyun yang begitu rapi. Diatas televisi ia melihat sebuah foto keluarga disana. Senyuman tipis Jung Sik terulas saat melihat wajah datar Kyuhyun di foto itu.

“Pria itu memang tidak mudah berekspresi. Tapi sangat berbeda saat di layar televise.” Gumamnya lagi. Saat pandangannya berhenti pada gambar Nyonya Cho, senyumannya seketika hilang.

“Maafkan aku, Kyuhyun-ah.” Pria itu menunduk. Ia tahu ia telah salah, membuat 2 orang yang ia sayangi tidak bisa bersatu karena ia tidak ingin kehilangan pekerjaannya. Alasan klasik bukan? Tapi begitulah adanya. Semuanya sudah terjadi, dan kini ia hanya bisa membantu mulai sekarang. Saat Jung Sik menoleh kekanan, kedua matanya memincing tajam pada pojokan sofa.

“Bukankah itu ponsel Kyuhyun?” Tanyanya pada dirinya sendiri. Mulutnya sedikit terbuka saat ia mengingat sesuatu.

“Bukankah tadi Kyuhyun kesal setelah melihat ponselnya?” Dengan cepat ia mengambil ponsel yang hamper saja tenggelam diantara lipatan sofa itu, menyalakannya dan seketika senyumnya mengembang.

“Ah, jadi ini yang membuatnya kesal?”

Song Joong Ki dan penulis naskah drama baru-nya, Sam Rin Hyo tertangkap basah sedang berlibur bersama di Jepang.

“Aku… akan membantu kalian, aku harus membayar semua kesalahanku yang pernah kulakukan pada kalian. Semuanya.” Gumam Park Jung Sik kemudian menaruh ponsel Kyuhyun diatas meja.

***

Sam Rin Hyo duduk dikursi pesawat kelas bisnis dengan canggung. Bukan karena ia pertama kali duduk di kelas bisnis, akan tetapi pria yang duduk disampingnya ini lah yang membuatnya gelisah.

Setelah pernyataan mengejutkan Joong Ki tadi malam, sejak tadi ia terus merasa canggung dengannya. Ia seringkali menghidari kontak mata dan juga berbicara seadanya. Rin Hyo menoleh kesamping, menatap Joong Ki yang tengah terlelap seperti seorang bayi. Wajah pria itu memang sangat innocent seperti malaikat. Ia tidak seperti orang jahat, dan ternyata ia memang baik. Hal itu lah yang membuat ia nyaman disisi Song Joong Ki. Bukan karena hal lain.

“Jika aku mengatakan… gadis itu, gadis yang kucintai tapi mencintai pria lain itu adalah dirimu, apa boleh aku mengejar cintamu? Seperti yang kau katakan.”

“Sial!” rutuk Rin Hyo saat ucapan Joong Ki tadi malam mendengung ditelinganya. Ia membenci situasi seperti ini. Ia tidak suka canggung seperti ini.

Sam Rin Hyo menggeleng kuat, menyandarkan diri dikursi seraya memejamkan kedua mata. Ia menyumpal kedua telinganya dengan headseat, mencoba mencari kesibukan. Karena, ia tidak suka saling berdiam saat ia tengah bersama seseorang yang jelas-jelas ia kenal.

***

Cho Kyuhyun menghempaskan pintu kamarnya dengan kesal. Ia duduk di tepi kasur dengan gusar, entah mengapa setelah membaca artikel tentang Sam Rin Hyo dan Song Joong Ki membuat ia merasa begitu marah. Padahal ia sadar, ia tidak terlalu mengenal Rin Hyo. Tapi mengapa?

“Entah sampai kapan kau akan sadar. Aku tidak tahu, tapi yang jelas. Aku masih mencintaimu Kyu! Aku masih menunggumu sampai kau mengingatku!”

“Ia bilang ia mencintaiku, tapi bagaimana bisa ia malah berlibur bersama actor itu dan apa? Berdua? Cih, plin plan sekali wanita itu!” Gerutunya kesal.

“Tapi, kenapa aku harus marah?” tanyanya pada diri sendiri. Ia meremas rambutnya kesal lalu menjatuhkan diri diatas kasur.

“Argh! Aku bisa gila!”

***

“Yeoboseyo!” Sam Rin Hyo menoleh pada Joong Ki yang berada disampingnya. Baru saja pesawat yang mereka tumpangi mendarat, Joong Ki langsung mendapat telefon entah dari siapa.

“Ne, baru saja kami turun dari pesawat.” Rin Hyo hanya berjalan disamping Joong Ki dengan bungkam, acuh.

“Mwo? Jangan berbelit-belit.” Suara Joong Ki naik beberapa oktaf, menandakan jika ia tengah kesal. Mereka mengambil koper mereka lalu kembali berjalan, hendak keluar dari pintu departure.

“Tunggu.” Tiba-tiba Joong Ki menarik tangan kanan Rin Hyo, menyuruhnya berhenti melangkah. Sam Rin Hyo menatap Joong Ki bingung, namun Joong Ki hanya menatapnya dengan pandangan yang sulit ia terka.

“Iya hyeong. Aku mengerti.” Song Joong Ki menutup teleponnya lalu menghembuskan napas beratnya.

“Wae?” Tanya Rin Hyo bingung.

“Skandal tentang kita sedang menjadi bahan pembicaraan media dan pencarian pertama di jejaring social.” Ujar Joong Ki datar.

“MWO?”

“Manajerku sudah menunggu kita di pintu VIP , jika kita lewat pintu biasa akan ada banyak wartawan. Jadi, kita harus lewat pintu VIP.”

“Astaga, bagaimana bisa mereka membuat skandal tentang kita? Aish, merepotkan saja!” gerutu Rin Hyo kesal.

“Sudahlah, lebih baik nanti saja kau mengomelnya! Sebelum wartawan-wartawan itu tahu jika kita lewat pintu VIP.” Rin Hyo berdecak kesal sebelum mengikuti langkah besar Joong Ki yang melangkah menuju pintu VIP.

***

“Annyeong Haseyo, eommonie.” Kim Hyera membungkuk sopan pada Kim Ha Na yang tengah duduk dikursi café dengan elegannya. Ha Na tersenyum ramah, beranjak lalu member Hyera pelukan hangat yang biasa ia berikan untuk Hyera.

“Duduklah.” Kim Hana mempersilahkan Hyera duduk dengan begitu ramah. Hyera tersenyum senang lalu duduk dihadapan Ha Na.

“Kau ingin minum apa?”

“Terserah ommonie saja.”

“Minuman yang terbaik disini, dua!” Hyera menatap Kim Ha Na yang tengah memesan minuman. Setelah itu, menyisir café yang menjadi tempat pertemuannya dengan calon mertuanya ini. Mereka memang berada di café elit yang terletak di Gangnam, dekat rumah Kyuhyun. Ah dan juga, mereka berada disatu ruangan yang jika ingin menempatinya harus memesan 1 hari sebelumnya. Tapi, tidak untuk keluarga berdarah biru seperti Kim Ha Na.

“Bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun?”

“Kami… tentu baik, eommonie.” Ha Na tersenyum lebar. Sedangkan Hyera hanya tersenyum sekenanya. Sebenarnya, ia sedikit merasa aneh dengan Kyuhyun akhir-akhir ini. Terutama, sejak Kyuhyun meninggalkannya demi mengejar Sam Rin Hyo yang hanya seorang fansnya.

“Kapan kalian akan menikah? Kau tahu sendirikan jika…”

“Aku akan mempertahankannya, eommonie. Kau tidak usah khawatir. Apapun yang terjadi aku akan mempertahankannya. Meski kita tidak bisa menikah dalam waktu dekat ini, aku berjanji akan mempertahankan Cho Kyuhyun.” Potong Hyera begitu saja. Tidak ingin mendengar ucapan Kim Ha Na yang pasti akan membuatnya mengingat itu lagi. Mengingat hal yang mengerikan itu lagi. Kim Ha Na tersenyum, tepatnya tersenyum menang. Ia senang Kim Hyera bersikap seperti ini, karena itu ia dapat menghela napas lega agar Sam Rin Hyo tidak dapat terlalu dekat dengan Kyuhyun.

“Bagus. Pertahankanlah Kyuhyun, perjanjian itu sudah berakhir. Dan kau tahu bukan, gadis itu juga tidak akan tinggal diam untuk mengambil Kyuhyun lagi darimu.” Rahang Hyera mengeras, tubuhnya menegang. Ia tidak suka saat Kim Ha Na mengungkit hal itu lagi. Karena, itu membuatnya takut. Takut kehilangan Cho Kyuhyun.

“Tapi, sebetulnya aku sangat penasaran. Gadis itu, siapa? Apa ia juga berada di Seoul?” Kim Ha Na tersenyum miring.

“Belum waktunya kau mengetahui hal ini. Yang terpenting, kau harus menepati janjimu untuk mempertahankan Kyuhyun.”

***

Beijing, China

Cho Kyuhyun turun dari mobil mewahnya, berjalan dengan langkah pelan diatas karpet merah. Sesekali ia tersenyum pada netizen yang tengah sibuk memotretinya. Malam ini adalah malam penghargaan MAMA 2013 yang dilaksanakan di Hongkong. Tentu acara ini sudah ditunggu-tunggu oleh seluruh warga Hongkong, khususnya fans-fans musisi yang datang di acara ini.

Cho Kyuhyun sebagai putra kebanggaan Korea Selatan dengan suara emasnya, berdiri didepan Photo boot dengan begitu gagah dan memesona. Pria itu tersenyum tipis pada kamera-kamera yang tak henti-hentinya memotretinya. Blitz-blitz kamera yang bersahutan mengarah pada Kyuhyun, sama sekali tidak mengganggunya. Seolah itu sudah menjadi makanannya sehari-hari.

Setelah dirasa cukup, Kyuhyun memasuki pintu venue didampingi dengan seorang staff yang memperlakukannya bak raja. Cho Kyuhyun duduk dibangku paling depan, dikursi itu sudah ada namanya. Ia duduk dengan beberapa selebriti lainnya, tentu selebriti yang akan naik ke atas panggung dan menerima penghargaan.

Kyuhyun pun sebelumnya sudah menerima telepon dari produser Kim selaku salah satu produser di stasiun TV MBC, jika ia memenangkan 2 nominasi penghargaan diantaranya adalah Artist of the year dan Best Male Singer. Kyuhyun berbincang sejenak dengan salah satu member Boyband yang sangat terkenal, TVXQ’s Shim Chang Min. Mereka memang dalam satu naungan agensi yang sama, maka itu ia begitu akrab dengan Changmin.

Suara riuh didalam gedung itu terdengar semakin memekak ketika acara sudah akan dimulai. Bumper animasi yang menyerupai film 3D sudah terpampang dilayar LED. Lampu sorot menyala terang, menyinari spot kosong ditengah panggung. Menunggu seorang MC yang dirahasiakan identitasnya muncul disana. Teriakan para penonton sontak riuh saat MC misterius itu sudah menampakkan dirinya seraya menyapa penonton.

“Pria itu… sial.”

***

Cho Kyuhyun duduk didepan kaca besar yang dipinggirnya terdapat lampu-lampu kecil. Ia membiarkan hair-stylish nya menata rambutnya, sementara ia masih menatap lurus kedepan. Bagaimana bisa pria itu yang menjadi MC ? batinnya kesal.

“Cho Kyuhyun-ssi, 30 menit lagi!” Kyuhyun menatap seorang pria yang membawa beberapa kertas dan membawa HT itu dengan tersenyum kecil.

“Ne, algesseumnida.” Ujar Park Jung Sik yang tengah duduk di sofa, menunggu Kyuhyun selesai. Noona Hairstylish itu menghentikkan aktivitasnya. Mengangguk kecil pada Kyuhyun menandakan jika ia sudah selesai.

“Hyeong! Aku ingin ke kamar mandi!” Jung Sik yang tengah membaca sesuatu-entah apa, mendongak pada Kyuhyun lalu mengangguk kecil.

“Jangan terlalu lama!” Cho Kyuhyun mengangguk sekenanya kemudian keluar dari ruangannya. Menuju kamar mandi yang terletak di pojokkan lorong. Kyuhyun memasuki kamar mandi lalu membasuh tangannya diwastafel. Ia menghembuskan napasnya perlahan, mencoba menenangkan dan meredakan rasa kesalnya karena kedatangan pria itu sebagai MC misterius.

Salah satu kabin kamar mandi terbuka, menampakkan seorang pria yang benar-benar ia hindari untuk sekarang. Pria itu, pria yang menjadi MC utama acara ini itu tengah menatapnya bingung.

“Cho Kyuhyun-ssi?” Kyuhyun tersenyum kaku. Mencoba terlihat normal dan tidak menunjukkan rasa kesalnya.

“Aku sedikit terkejut dengan kau yang menjadi MC diacara ini. Karena, bukankah akhir-akhir ini kau terlibat skandal dengan…”

“Oh, kau mengetahuinya?” Kyuhyun tersentak.

“Eung itu, manajerku yang memberitahuku. Dia adalah pria penggosip.”

Maafkan aku, hyeong!

Joong Ki juga hanya mengangguk menanggapinya. Ia mencuci tangannya seraya terdiam tidak tahu harus berucap apa lagi. Sedangkan Kyuhyun, banyak yang ingin ia tanyakan pada pria itu. Banyak sekali.

“Eung… selamat ya!” Pancing Kyuhyun dengan nada bicara aneh. Joong Ki mengernyit, tidak mengerti dengan perkataan Kyuhyun.

“Untuk?”

“Hubunganmu dengan … Sam Rin Hyo.” Tawa Song Joong Ki pecah seketika.

“Kau mempercayai skandal itu? Aku dan dia memang tengah berlibur ke Jepang saat itu. Tapi, kami hanyalah teman dekat. Tidak lebih. Ya… itulah yang ia katakan padaku.” Ujar Song Joong Ki seraya tersenyum lirih. Membuat Kyuhyun yakin jika pria disampingnya ini juga menyimpan perasaan lebih pada Rin Hyo. Tunggu, juga? Astaga apa yang ada dipikirannya? Bodoh kau Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Merasa ada yang salah dengan pikirannya. Tapi, mengapa ia masih merasa janggal? Padahal ia sudah tahu jika mereka tidak menjalani hubungan khusus.

“Maaf, aku berpikir seperti itu karena dalam berita itu, kalian berlibur ke Jepang hanya berdua. Maka itu aku beranggapan jika kalian… eung, berhubungan khusus.” Song Joong Ki tersenyum lagi, lirih dan sendu.

“Memang kami hanya berdua. Berlibur dengannya sangat menyenangkan. Jadi, aku tidak merasa rugi meski aku terlibat skandal.” Entah mengapa, yang ada dipikiran Kyuhyun kini adalah rasa panas yang serasa membakar tubuhnya. Ia hampir saja hangus jika Joong Ki tidak melanjutkan perkataannya.

“Sejujurnya, aku ingin skandal itu akan terwujud. Namun, kurasa itu mustahil karena ia mencintai orang lain, dan rasanya aku akan begitu jahat jika mempertahankan egoku untuk memilikinya. Oh, astaga! Maaf, aku jadi melantur seperti ini! Aku harus kembali, sampai jumpa Cho Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun tersenyum kecil seraya mengangguk. Menatap kepergian Joong Ki dengan sendu. Rasa panas itu menghilang. Karena, entah mengapa ia sangat yakin jika pria lain yang dimaksud Joong Ki adalah dirinya.

***

Seoul, South Korea

Kim Hyera mendorong trolley-nya dengan perlahan. Karena kedua matanya menyusuri satu persatu bahan-bahan makanan yang dijual di supermarket langganannya ini. Gadis itu sesekali merapatkan topinya dan membenarkan kaca mata coklatnya, takut jika ada yang mengenalinya.

Hyera memang selalu membeli bahan-bahan makanannya sendiri, ia pun tinggal sendiri di apartemennya. Ia tidak menyewa pembantu. Membersihkan rumah, memasak, mencuci piring, semua ia lakukan sendiri. Kecuali mencuci baju, ia melaundry.

Tak sengaja kedua mata Hyera menangkap sosok Sam Rin Hyo yang tengah memilah buah jeruk yang sepertinya ingin ia beli. Kim Hyera mendekat, mencoba untuk memastikan penglihatannya.

“Sam Rin Hyo-ssi!” Panggil Hyera saat ia sudah berada dibelakang Rin Hyo. Rin Hyo membalikkan badannya, kemudian mengernyit saat melihat gadis yang memakai jaket tebal berwarna hitam, memakai topi dan kacamata coklat. Kim Hyera tersenyum kecil saat merasa tebakannya benar. Ia menurunkan sedikit kacamatanya, agar Rin Hyo dapat mengenalinya.

“Hai, ini aku!”

***

“Oh, jadi kalian hanya sekedar berlibur, begitu?” Ucap Hyera seraya mengangguk-angguk mengerti. Sedangkan Rin Hyo menyesap Hot Chocolate yang ia pesan tadi setelah tersenyum kecil.

“Tapi, dengan skandal besar seperti ini. Bagaimana bisa Song Joong Ki masih saja menjadi MC utama di MAMA? Bukankah, skandal itu semakin memanas?” Rin Hyo menggedikkan bahunya acuh.

“Aku juga tidak mengerti. Kami sudah mengadakan konferensi pers tentang skandal itu. Namun, kenyataannya malah tidak seperti yang kami bayangkan. 75% fans Song Joong Ki menyetujui skandal ini dan merestui kami. Mereka malah menuduh kami menyembunyikan hubungan. Ck, merepotkan sekali bukan?” Kim Hyera tertawa pelan.

“Itu salah kalian yang tidak berhati-hati. Ya, walau pun kalian tidak menjalin hubungan khusus. Seharusnya kalian harus lebih berhati-hati. Aku dan Kyuhyun saja jarang berlibur bersama hanya karena takut hubungan ini terbongkar.” Kedua tangan Rin Hyo yang hendak mengangkat mug-nya terhenti seketika. Tubuhnya menegang.

“Kau … dan Kyuhyun, sepertinya kalian sudah lama berhubungan, ya?” Pertanyaan ringan yang dilontarkan Rin Hyo itu sudah membuat seulas senyuman manis Kim Hyera terpantri dibibirnya.

“Tentu saja, sudah genap 2 tahun kita bersama. Dan kau tahu? Dalam waktu selama itu, skandal tentang kami sekali pun tidak pernah terkuak dalam media.” Bangganya. Sam Rin Hyo hanya bisa tersenyum kecil. Merutuki bibirnya yang mengeluarkan pertanyaan yang bahkan ia tahu dapat menyakiti hatinya.

“Hyera-ssi!” Kim Hyera yang tengah menyesap mochacino-nya menatap Rin Hyo penuh Tanya.

“Bagaimana bisa kau bertemu dengan Kyuhyun?” Kim Hyera hampir saja tersedak mendengan pertanyaan Rin Hyo. Ia seakan tertampar keras. Sam Rin Hyo semakin curiga saat melihat tingkah laku Hyera.

“Mm, itu… karena kami sama-sama bekerja di dunia entertainment.” Ujar Hyera tanpa menatap Rin Hyo.

“Oh, begitu.” Hyera mengangguk kaku, kemudian meminum mochacino-nya lagi. Sedangkan Rin Hyo hanya bisa menatap Kim Hyera dengan aneh.

***

Beijing, China

Shin Ji Eun menunggu diruang ganti Beast dengan gusar. Entah mengapa, ada hal yang mengganggu hatinya. Ji Eun mengangkat kepalanya, saat mendengar suara pintu ruangan itu terbuka. Lee Kikwang masuk kedalam sana dan melempar senyuman ringan pada Ji Eun.

“Oppa! Aku ingin bicara denganmu.” Kikwang mengernyit, merasa istrinya bertingkah sangat aneh. Dengan penasaran, Kikwang menghampiri Ji Eun.

“Kau tadi bertemu Kyuhyun?” Kikwang mengangguk sekali.

“Dia tadi duduk didepanku, wae?”

“Tidak, bukan Kyuhyun.” Gumam Ji Eun tak jelas.

“Sam Rin Hyo! Mungkin gadis itu…”

“Hei, kau tidak apa-apa?” Ji Eun mengangkat kepalanya lalu menggeleng lemah.

“Aku mempunyai feeling buruk antara Kyuhyun dan Rin Hyo.” Feeling Shin Ji Eun itu selalu benar. Lee Kikwang pun ikut khawatir, karena sudah sangat lama Ji Eun tidak merasakan feeling seperti itu.

***

Lee Kikwang keluar dari kamar hotelnya. Shin Ji Eun tiba-tiba ingin jjajangmyeon, jadi ia ingin mencarikannya untuk Ji Eun. Kikwang berjalan dengan santai menyusuri lorong hotel. Tak sengaja ia melihat punggung seseorang yang berada didepannya. Punggung itu begitu familiar. Siapa lagi jika bukan Cho Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun.” Panggil Kikwang seraya menyentuh bahu kanan Kyuhyun. Cho Kyuhyun menoleh kebelakang, mengernyit sebentar kemudian tersenyum kecil.

***

“Kau masih saja menyukai Jjangmyeon.” Lee Kikwang terkekeh menatap Kyuhyun yang tengah melahap jjangmyeon-nya. Kyuhyun mengangkat kepalanya, menatap Kikwang dengan tatapan aneh.

“Masih?” Kikwang hanya mengangguk sekali menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Ah iya! Sepertinya kau adalah temanku dulu …. sebelum aku amnesia.” Lanjut Kyuhyun santai. Kikwang terkekeh pelan.

“Aku benar-benar terkejut waktu itu saat kau datang kerumah. Kukira, kau tidak akan kembali pada kami.” Lee Kikwang menghela napasnya lalu tersenyum tipis.

“Tapi, aku senang kau kembali. Sejak kau muncul lagi, Ji Eun selalu saja mengoceh tentang dirimu. Sedangkan Rin Hyo, ia terlihat sedikit lebih manusiawi.” Kyuhyun terdiam. Sam Rin Hyo? Mengingat nama itu membuatnya terdiam. Lee Kikwang tersenyum miring membuatnya.

“Kau merasakannya?” Kyuhyun mengangkat kepalanya, mengernyit saat mendengar pertanyaan Kikwang.

“Kau merasakan… disitu, dihatimu, kau merasa Rin Hyo hidup didalam sana?” Saat mendengar ucapan Kikwang kepalanya terasa pusing. Spontan ia menyentuh dadanya yang bergemuruh dengan kencang.

“Didalam sini, dihati ini, aku merasa kau hidup disini. Dan selamanya akan seperti itu. Jadi, aku mohon jangan pernah meninggalkanku Karena, hatiku akan mati.”

“Kau tidak apa-apa, Kyuhyun-ah?” Cho Kyuhyun tersenyum lirih seraya menggeleng. Bola mata pria itu bergerak tak terarah. Kepalanya begitu pening hingga rasanya hampir pecah. Suara-suaranya dan wajah Sam Rin Hyo membayang-bayangi penglihatan dan pendengarannya. Kikwang sedikit panik saat wajah Kyuhyun terlihat begitu pucat.

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya lagi.

“Maaf, aku harus pergi sekarang. Aku harap kita bisa bertemu lagi.” Kikwang tidak bisa menahan Kyuhyun yang sudah beranjak dari tempatnya dan berjalan dengan cepat-meski sedikit terhuyung-huyung.

———

– TBC-

Advertisements

50 thoughts on “Fate, Love, and Temptation 6

  1. ya ampun rin hyo jalan ke jepang sma joonki dan ap joonki berani nyatain cinta ke rin hyo secara tdk lansung..dan penasaran apakhak rin hyo akan bner2 bisa mmbuka hati buat joonki, dan seperti y kyu udh mulai ad pencerahan ttng rin hyo..

  2. howaaaa ga lama lagiiiii kyuhyun pasti inget. Ah jd hyera itu didatengin.sama ibunya kyuhyun? Apasih sebenernya motifnya doi ga restuin mereka berdua duh.. trs hyera jg ternyata gatau kalo cewe itu ternyata rinhyo? Kalo tau bakal benci kali ya? Ahh lanjuuuuttt

  3. Akhir’a q bisa baca lanjutan ff’a maaf eonni qlo q jarang comment di tiap part q lg sibuk buat ukom sih 😦

    #hadehkokmalahcurhat-_-

    Kaya’a kyu dah mulai inget walau masih dikit 🙂
    Emang hyera nyembunyi’n apa dri rhin hyo sih ??-_-

  4. yayayayayyayaaaaayy kyu mulaii ingettt 😀 kyu kalo lu ga inget2 udah ama gw aja sini… #wkwkwkkwk.. authornya tinggalin aja ama ki kwang, #eh?. #kkkk~

  5. Banyak yang ingin mempersatuka kyuhyun-rinhyo. Ayo mereka bersatu!!! Hyera jangan jadi jahat, kasian rinhyo menanti kyuhyun lama banget hiks…

  6. asik kyk’y kyu bakaln lbh mikirin hyo niii… 🙂

    bagus kikwang oppa… emng kmu mah is the bes lh 😉

    kasian joongpa…. T.T
    yg sabar ya oppa…

  7. Waw, kyuhyun kayanya udah mulai inget rinhyo, bagus-bagus!
    Mm, curiga sama pernyataan hyera tentang dia ama kyuhyun..
    Apa lagi ibunya kyuhyun nyuruh hyera gitu..
    Huh, kesel deh..

  8. Hatinya mati? Ga tau napa ya..
    q kok di part 1 apa 2 dy aneh kyuhyun maksudnya.
    Nd di part itu kan manager bilang k0ntes perpisahan.

  9. ya dong kyuhyun,ingat2 lagi masalalumu, supaya kau ingat rin hyo,
    jgn sampe terlambat, aku tkut kau akan menyesal nantinya

  10. Astaga !! Onnie ,ceritanya malah tambah ngeselin sekaligus bikin mengap2 gra2 terlalu sedih+menghayati jalan cerita.a . Bdw apakah kli ini kyu oppa ingat ya ??
    Ok onnie , aku selalu bisa blang keep writing
    And aku lanjut lgi nee 🙂 😉
    Bye bye

  11. kayaknya hyera juga bagian dari konspirasi ibunya kyuhyun deh…. terbukti waktu rin hyo tanya awal pertemuan mereka hyunra gugup kayak ada yg di sembunyikan…. wah joongki ada skandal sama rin hyo kyuhyun panas denger nya… suka deh sama kata kata kikwang kl rin hyo itu hidup jauh di dalam hatinya kyuhyun… walaupun kyuhyun ga inget sama dia tpi hatinya tetap berdetak dan mengenali pemiliknya…. kasian joongki….

  12. Mulai inget mulai inget mulai inget.
    Jadi disini semuanya adalah korban ? Korban keegoisan hanna? Sebenernya apasih alasan hanna gasetuju kyu sama hyo? Perang bisnis kah? Atau alasan klise, gasederajat?

  13. Ohh hyera nya jahat juga atau gimana.. ?? Kok kek nya dia ikut terlibat sama masalahnya kyuhyun dan rin hyo..

    Nah kyuhyun udaa mulai inget walaupun masih samar2..
    semoga di part selanjutnya terkuak rahasia yg di sembunyiin sama kim hana dan kyuhyun udaa bisa inget.. wkwk.. 😀
    *banyak maunya #plakkkk 😀

    okee lanjut ke next part dulu..

  14. Apa lagi yang di sembunyikan ny.cho dan hyera? Bikin kesel aja itu ibu-ibu yg satu itu.
    Semoga ingatan kyuhyun berangsur-angsur pulih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s