Contrast 1

image

Author : Tsalza Shabrina
A/N : unpredictable
Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini 🙂
Happy read ^-^

———

“Turunkan senjatamu, nona!” Ucap lelaki yang bernama Cho Kyuhyun itu dengan tenang. Gadis yang terlihat berantakan dengan keringat yang mengucur deras dikeningnya tidak mengindahkan perkataan Cho Kyuhyun dan memilih tetap menodongkan pisau keleher lelaki paruh baya itu. Kyuhyun dan timnya masih setia membidik gadis yang sedang termakan emosi itu.

“Jangan mendekat atau aku akan memotong nadinya sekarang juga!” Kyuhyun mengehentikan langkahnya seketika, tapi pistolnya tetap terus membidik gadis itu.

“Kami tahu kelakuan lelaki itu nona. Dia akan menerima hukuman yang setimpal ditangan kami.” Ujar Kyuhyun lagi meyakinkan.

“Kau akan menerima hukuman jika melakukan ini nona. Jadi biarkan kami meringkusnya, dan kau tidak akan terkena hukuman.” Gadis itu perlahan menjatuhkan pisaunya dan melepaskan lelaki yang memang berkelakuan bejat itu. Kyuhyun memberi tanda pada timnya untuk memborgol lelaki itu. Namun, keadaannya dengan cepat berubah. Gadis itu melawan 2 anggota tim lalu mengambil senjata salah satu anggota itu dan menembak lelaki paruh baya itu. Kejadian itu terjadi sangat cepat. Saat Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk meringkus gadis itu. Langkahnya kembali terhenti saat gadis itu dengan cepat menembakkan peluru tajam kekepalanya.

Shit. Kau! Cepat panggilkan ambulan.” umpat Kyuhyun disertai perintah pada anggotanya saat menatap cucuran darah yang mengalir dari kepala gadis itu. Ia segera mendekat lalu memeriksa denyut nadi gadis itu, “Mati.”

Ia beralih ke lelaki paruh baya itu dan mendapati denyut nadi yang masih terasa dilehernya. “Dia masih hidup… cepat larikan kerumah sakit.” Ujar Kyuhyun pada lelaki yang baru keluar dari dalam ambulan yang baru sampai itu.

“Ne … arasseumnida.” Ucap lelaki itu lalu dengan dibantu petugas yang lain ia menaikkan lelaki paruh baya itu keatas kasur beroda ala rumah sakit lalu memasukkannya kedalam ambulan dan dengan cepat melesat kerumah sakit.

“Lee YonHee gadis berumur 20 tahun dan bekerja di sebuah kedai kopi ini mempunyai masa lalu yang buruk rupanya. Ayah dan ibu kandungnya sudah meninggal dunia. Dan terpaksa menjadi anak Gil Jung yang notabene-nya adalah ketua salah satu genk terbesar di Busan, nama genknya adalah Raid” Jaksa Sam menghentikan bicaranya dan mengalihkan pandangannya pada jaksa Cho yang menginterupsi laporannya.

“Bagaimana bisa ayah kandungnya dan ibunya meninggal?”

“Ah… ayah kandungnya juga ketua salah satu geng terbesar di Busan Dan ia meninggal pada sebuah kecelakaan lalu lintas tapi, kasus itu sudah ditutup sejak 15 tahun yang lalu. Dan ibunya meninggal karna mengkonsumsi obat-obatan terlarang karena ia depresi akan kematian suaminya. Jadi, Lee Yeon Hee dikirim ke panti asuhan dan di angkat oleh seorang lelaki, kau tahu sendirikan siapa lelaki itu?”

“Ah… baiklah teruskan…” Jaksa Cho mengangguk-angguk mengerti seiring dengan jaksa Sam yang kembali memfokuskan pandangannya pada berkas yang ia pegang.

“Oke.. Saat Yon Hee berumur 13 tahun ia dilecehkan oleh ayah tirinya sendiri lalu kabur dari rumah. Dan sejak itu, hidupnya sangat berantakan. Ia sangat membenci ayah tirinya dan akhirnya kejadian kemarin terjadi.” Papar Jaksa Sam. Kyuhyun terlihat memikirkan sesuatu.

“Kurasa… bukan hanya itu alasannya…” gumam Kyuhyun pelan.

“Maksudmu?”

“Tidak mungkin Yon Hee sangat ingin membunuh Gil Jung hanya karna ia pernah dilecehkan. Pasti ada alasan lain.” Jaksa Sam juga tampak memikirkan sesuatu.

“Kau dengar apa yang dikatakan Gil Jung saat Yon Hee mengintimidasinya dengan pisau itu?”

Yon Hee semakin mendekatkan pisaunya keleher Gil Jung dan membuat Gil Jung ketakutan dan mulai meracau tidak jelas.

“Mi…mianhe Yon Hee-ah… tolong lepaskan aku! Soal appamu… bukan aku… benar… bukan aku…” ucapan membingungkan Gil Jung itu terlontar begitu saja saat pihak kejaksaan sudah mulai membidik Yon Hee disana.

“ ‘Bukan aku’? ‘appa’? menurutmu kata-kata itu menunjukkan apa jaksa Sam?” Jaksa Sam menegakkan badannnya seolah mengerti semuanya.

“Benar! Bisa saja, kematian appa Yon Hee ada keterkaitannya dengan Lee Gil Jung. Yon Hee tau semuanya dan membenci Gil Jung…” Jaksa Sam menghela nafasnya pelan.

“Dan akhirnya ia berniat untuk membunuhnya” sambung Jaksa Sam Rin Hyo.

“Ani! Tidak mungkin sedangkal itu pemikiran Yon Hee. Pertama, ia berniat melaporkan polisi, tapi Gil Jung mengingatkan jika kasus yang telah ditutup lebih dari 10 tahun tidak akan pernah dibuka lagi. Ditambah ancaman Gil Jung dengan anggota-anggota gengnya. Dan akhirnya saat Gil Jung sendiri dan lengah Lee Yon Hee membunuh Gil Jung disana, di parking lot apartemen.” Papar Kyuhyun santai. Rin Hyo manggut-manggut mengerti.

“Ahh… benar! Jadi ancaman yang ada di kotak masuk handphone Yon Hee itu dari Gil Jung. Hhh… sayang sekali, kita tidak bisa menguak kembali kasus Kim Jong Kook , ayah Yon Hee yang sudah meninggal. Jadi pembunuhan yang dilakukan Lee Yeon Hee juga termasuk pembunuhan berencana.” Racau Sam Rin Hyo seraya kedua matanya menerawang lurus kedepan. Kyuhyun menggosok-gosok dagunya seolah memikirkan sesuatu.

“Batasan untuk membuka kasus kembali itu hanya 10 tahun. Dan kasus ini telah ditutup selama 15 tahun.”

“Bagaimana jika kita interogasi Lee Gil Jung dengan alibi kasus pelecehan seksual terhadap anaknya sendiri yang Ia lakukan 7 tahun yang lalu.” Kyuhyun mengangguk setuju pada Rin Hyo.

Drrt Drrt

“Yeoboseyo?”

“Eo … jaksa Cho apa kau bersama jaksa Sam?! Kami menemukan sesuatu, kalian cepatlah kesini.”

“Baik kami akan segera kesana…”

PIP

“Siapa?” Tanya Jaksa Sam sembari menyesap vanilla lattenya. Mereka sedang berada di Café sekarang.

“Jaksa Sam… ayo ikut aku!” Ujar Kyuhyun sembari beranjak dari tempat itu.

“Ya! Jaksa Cho… tunggu aku!” Rin Hyo segera menyusul langkah besar Kyuhyun yang menuju ke tempat mobilnya yang ia parker itu.

***

“Apa yang kau temukan?” Tanya Cho Kyuhyun saat ia dan rekannya telah sampai di ruang outopsi kejaksaan.

“Aku menemukan kandungan narkoba didarahnya, dan juga memar-memar seperti ini ditubuhnya.” Ujar Dokter Lee sembari memperlihatkan memar yang sangat terlihat di beberapa bagian tubuhnya.

“Memar? Apa selain dilecehkan ia juga dianiaya? Seperti sering dipukuli?” Tebak Rin Hyo pada dokter Lee Donghae. Donghae mengangguk.

“Kurasa begitu.”

“Apa YonHee juga pengguna narkoba? Tapi, kenapa tidak ditemukan bukti apapun yang mengarah kesana?” ujar jaksa Cho.

“Mungkin karna Lee Gil Jung pengguna narkoba . Jadi, saat mereka melakukan ‘itu’…” ujar Jaksa Song Joongki yang sebelumnya sudah berada disana.

“Ahh… benar! Sperma Lee Gil Jung.” Ucap Cho Kyuhyun. Rin Hyo hanya menatap Joongki dan Kyuhyun bergantian, ia merasa sangat risih dengan pembicaraan mereka.

“Tapi, pastinya bukan hanya karna sperma. Ini didarahnya jaksa Cho dan jaksa Song… kurasa ia memang pengguna narkoba. Bukankah ibunya juga demikian?”

“Eyy… kenapa kau sangat yakin jaksa Sam? Dan kenapa nada bicaramu seperti itu, eoh? Kau sinis sekali, kau… iri dengan kecantikan Lee Yeon Hee ya?” goda jaksa Song. Yang langsung mendapat injakan kaki kuat dari Rin Hyo dan juga kepalan tangannya yang seolah ingin melayangkan tinju pada Jongki.

“Sudah diamlah! Dokter Lee bagaimana menurutmu?” Tanya Cho Kyuhyun menengahi.

“Pendapat jaksa Sam memang benar! Pasti ia pengguna narkoba.”

“Ahh begitu… yasudah lagipula kita juga tidak bisa meringkusnya. Ia sudah meninggal. Emmm ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Lee Gil Jung?” tanya jaksa Sam mengalihkan pembicaraan.

“Dia ada diruang introgasi.” Ucap jaksa Song yang mendapat anggukan dari mereka.

“Baiklah dokter Lee, kami pergi dulu!” kata Cho Kyuhyun seraya melangkah meninggalkan ruang otopsi disusul dengan jaksa Song dan jaksa Sam.

****

Sam Rin Hyo’s Apartmen

“Iya ibu, aku sudah menjadi chef disini!” Ucap Rin Hyo yang sedang duduk bersila diatas sofa empuknya. Ibunya sedang menghubunginya saat ini.

“Ibu tidak usah khawatir! Aku baik-baik saja,” Rin Hyo memainkan jari-jari kakinya sambil berbicara, “Iya bu, sampai jumpa!”

Ia menghela nafasnya berat seraya menaruh ponselnya kasar diatas meja. Entah sampai kapan ia harus membohongi ibunya tentang pekerjaannya ini. Ia pejamkan kedua matanya dan menyandarkan tubuhnya disofa.

“Kau seorang chef?” tanya seorang pria yang tengah duduk disampingnya seraya memeluknya dari samping. Pria itu menenggelamkan wajahnya dilekukan leher Rin Hyo dan sesekali menciumi leher jenjang itu. Rin Hyo terkekeh mendengar pertanyaan bodoh dari kekasihnya itu.

“Kau lebih tahu siapa aku Kyu!” Kyuhyun mendongak dan tersenyum bersamaan dengan Rin Hyo yang menatap lelaki itu. Namun ia langsung mengalihkan pandangannya. Ia tak bisa berlama-lama menatap kedua mata tajam Kyuhyun yang memabukkan itu.

“Hei!”

“Apa?” jawab Rin Hyo tanpa menoleh pada Kyuhyun. Kyuhyun mengulum tawanya menatap tingkah Rin Hyo yang menurutnya lucu.

“Sudah lebih dari 1 tahun kita menjalin hubungan kau tidak biasa seperti ini! 1 bulan terakhir ini kau tak bisa menatapku!” ucap Kyuhyun yang membuat Rin Hyo melepas pelukan Kyuhyun dan beranjak kedalam dapur. Membuat Kyuhyun sedikit mencibir.

“Kau ingin makan apa?”

“Kau tidak bisa mengalihkan pembicaraan lagi Hyo! Sekarang jawab aku!” ucap Kyuhyun yang sudah memeluk Rin Hyo dari belakang. Tubuh Rin Hyo menegang, ia menggigit bibirnya bimbang akan mengatakan hal ini atau tidak pada Kyuhyun. Ia melepas pelukan Kyuhyun dan berbalik menatapnya. Kyuhyun memposisikan kedua tangannya disamping kanan dan kiri tubuh Rin Hyo. Seolah memenjarakan gadis itu agar tak melarikan diri seperti biasanya.

“Aku minta kau pergi!” Kyuhyun mengerutkan dahi bingung.

“Ini sudah malam! Kembalilah ke apartemenmu!” ucapnya lagi tanpa menatap Kyuhyun. Sekalipun ia tak pernah diusir seperti ini oleh Rin Hyo. Kyuhyun mengangkat tangan kirinya, menatap arloji dan kembali menatap Rin Hyo. Ia meraih dagu Rin Hyo agar menatapnya.

“Ini masih jam 9 malam.” Rin Hyo diam terpaku menatap kedua mata Kyuhyun. Sebenarnya ia rindu menatap Kyuhyun dengan jarak yang sedekat ini, Namun, sekarang ia tidak bisa melakukan itu. Rasanya bersalah dan takut.

“Ada apa denganmu? Kau berubah! Kenapa?” cecar Kyuhyun lembut. Rin Hyo kembali mengalihkan pandangannya dan menarik tangan kanan Kyuhyun agar ia dapat melarikan diri dari lelaki itu. Dengan langkah cepat ia memasuki kamar dan menguncinya.

“Aku lelah! Kau pulanglah!” teriaknya dari dalam kamar. Kyuhyun menghela nafasnya berat. Ia sangat tidak nyaman dengan sikap Rin Hyo yang seperti ini. Ia mendekati pintu kamar Rin Hyo dan mengetuknya.

“Baiklah kau istirahatlah! Aku pulang!” Rin Hyo diam duduk bertekuk lutut dibelakang pintu. Ia bersikap seperti ini pasti ada alasannya, namun ia tidak bisa mengatakan pada Kyuhyun sekarang. Ia sedikit menyesal karna menjadi pribadi yang sulit untuk menangis. Disaat seperti ini, ia ingin sekali menangis. Namun, ia tidak bisa. Ia hanya dapat diam merasakan sesak yang amat sangat didadanya.

****

NIS south korea

Song Joong Ki melepas kaca matanya dan memijit-mijit tengkuknya. Kasus Lee Gil Jung tak kunjung selesai, karna kondisi kesehatan Gil Jung yang semakin parah. Jadi tak memungkinkan untuknya mengintrogasi Lee Gil Jung.

“Jaksa Sam! Tolong ambilkan aku minuman!” Sam Rin Hyo yang sedang sibuk menganalisa hasil introgasi dimejanya mendongak dan melayangkan tatapan mematikan pada Joong Ki. Joong Ki tertawa kecil saat menatap ekspresi Rin Hyo yang sangat mudah ia lihat dari sini. Karna mejanya berhadapan dengan meja Rin Hyo.

“Hei, jaksa Sam! Aku haus!” Perintahnya lagi saat Rin Hyo mulai kembali focus pada berkas-berkasnya. Rin Hyo menghembuskan nafas kasar dan menatap Joong Ki dengan kilatan marah.

“Jaksa Song! Aku sedang banyak pekerjaan! Kau ambil saja sendiri, atau suruh office boy mengambilkanmu!” Tawa Joong Ki semakin menjadi. Ia sangat suka menggoda Sam Rin Hyo seperti itu. Sam Rin Hyo dan Song Joong Ki adalah jaksa di divisi kejahatan tingkat lanjut. Sedangkan Cho Kyuhyun adalah pemimpin mereka.

“Kenapa kau malah tertawa?”

“Ya tuhan… kau sangat lucu Hyo!”

“Oppa!” pekik Rin Hyo frustasi. Ia tidak suka ditertawakan. Joong Ki masih saja tertawa, karna sudah tak tahan lagi Rin Hyo menghampiri Song Joong Ki dan membekap mulut lelaki itu dengan tangannya.

“Diamlah oppa! Akkh” Rin Hyo mengibas-ngibaskan tangannya karna Joong Ki menggigit tangannya. Ia mengacak-acak rambut Joong Ki hingga ketampanan lelaki itu berkurang drastis. Karna kontras dengan jas yang ia pakai. Ia yang balik tertawa saat menatap penampilan Joong Ki dan juga raut wajahnya yang innocent.

“Kau lucu sekali, oppa!” karna tak tega akhirnya Rin Hyo menata ulang rambut Joong Ki hingga serapi mungkin.

“Sudah selesai! Rambutmu tak susah ditata kembali!”

“Tidakkah kalian tahu disini adalah kantor?” Keduanya tersentak dan menoleh kearah suara. Cho Kyuhyun dengan wajah datarnya menatap mereka berdua bergantian.

“Sejak kapan anda ada disana?” tanya Rin Hyo bingung.

“Sejak kau memekik kesakitan!” ucapnya datar.

“Jaksa Sam! Ikut aku!” Rin Hyo menggigit bibirnya dan mengikuti langkah Kyuhyun. Setelah ia menoleh kebelakang dan melotot pada Joong Ki yang mengulum tawa.

Kyuhyun menyuruh Rin Hyo duduk disofa ruangannya, tepat disamping lelaki itu. Ia menatap Rin Hyo tajam, sedangkan Rin Hyo hanya dapat mengedarkan pandangannya kearah lain. Tak berniat membalas tatapan itu. Sebenarnya yang ia takutkan bukanlah kemarahan Kyuhyun, melainkan ia takut Kyuhyun akan mengungkit kejadian kemarin malam dan ia tidak bisa mengelak pada lelaki itu.

“Tidakkah kau merasa bersalah?” Rin Hyo sontak menoleh kearah Kyuhyun yang menatapnya terluka. Apa ia sudah tahu?

“Kau tidak merasa bersalah sedikitpun?” Rin Hyo semakin terpojokkan. Ia menunduk.

“Maafkan aku Kyu…”

“Kau tertawa bersama orang lain, dan menyentuhnya! Didepan kekasihmu sendiri.” Rin Hyo kembali menatap Kyuhyun lalu menghela nafas lega. Ternyata ia salah mengartikan pertanyaan Kyuhyun.

“Astaga! Aku hanya bercanda dengannya!”

“Setidaknya kau memikirkan perasaanku!”

“Aku hanya ingin menyegarkan pikiranku! Kenapa kau marah ?”

“Aku marah karna kau tak melakukan apa yang kau lakukan padanya padaku selama 1 bulan ini!” Rin Hyo terdiam.

“Kau menjauh Hyo! Wae?”

“Ini kantor!”

“Lantas?”

“Kyu… kumohon! Jangan desak aku seperti ini! aku tidak berubah, kau membuatku menjadi orang yang melakukan kesalahan besar jika sepeti ini.” Kedua mata Rin Hyo mulai berkaca-kaca. Dengan segera Kyuhyun menarik Rin Hyo kedalam pelukannya. Ia paling tidak bisa jika harus menatap kedua mata itu mengeluarkan air mata.

“Baiklah, maafkan aku! Mungkin aku yang terlalu berlebihan.” Rin Hyo tersenyum tipis dipelukan Kyuhyun, ia lega akhirnya Kyuhyun tidak merecokinya dengan segala pertanyaannya yang tajam itu. Tak ia sangka ia bisa mengeluarkan air mata seperti ini. Bakat actingnya boleh juga.

“Tapi, aku masih belum yakin.” Kyuhyun melonggarkan pelukannya, dan saat itu juga sebuah ide terlintas dibenak Rin Hyo. Rin Hyo menghela nafasnya berat.

“Baiklah aku akan mengatakan semuanya padamu!” Kyuhyun menyingkirkan anak rambut Rin Hyo yang menutupi bagian atas wajahnya. Ia menghapus air mata gadis itu lalu mendongakkan kepalanya agar mereka dapat saling tatap.

“Ibuku tahu jika aku menjalin hubungan denganmu!”

“Lantas?”

“Ia tidak menyukaimu! Aku juga tak tahu alasannya apa.” Rin Hyo menghela nafasnya berat kemudian melanjutkan penjelasannya “Dan satu bulan yang lalu saat aku berlibur kerumah keluargaku di Busan selama 2 minggu. Sebenarnya aku melangsungkan pertunanganku dengan lelaki yang dipilihkan orang tuaku.” Kyuhyun melemas rasanya seperti tertembak tepat didadanya.

“Dan lelaki itu… adalah Song Joong Ki!” Kyuhyun masih diam, tak tahu harus berkata apa.

“Maafkan aku, aku… waktu itu aku… aku benar-benar tak tahu harus melakukan apa.”

“Kau itu pandai mengatur suasana! Seharusnya kau bisa membatalkan itu bukan?!” bentak Kyuhyun, Rin Hyo tersentak dan menjauhkan tubuhnya dari pelukan Kyuhyun. Ia menunduk saat Kyuhyun mulai melemparkan vas kaca yang terletak dimeja depan sofa hingga pecah.

“Atau…” Kyuhyun menatap Rin Hyo tajam.

“Atau memang kau menyukai Joong Ki!” Rin Hyo mendongakkan kepalanya dan membalas tatapan tajam Kyuhyun. Ia memang sulit melontarkan kata cinta, tapi ia sangat mencintai Kyuhyun tanpa alasan. Meski tak dapat dipungkiri Joong Ki lebih tampan dari pada Kyuhyun.

“Benar itu?” geram Kyuhyun.

“Kau selalu menilainya dengan pandanganmu sendiri!”

“Jangan mengalihkan! Kau tinggal menjawab!”

“Jujur, aku memang menyukainya!” Kyuhyun mendongak menatap Rin Hyo yang ternyata sudah berdiri tegak.

“Tapi aku hanya mencintaimu!” Gadis itu berputar dan meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk terdiam disana. Merasa bodoh karna telah menuduh Rin Hyo bermacam-macam.

****

Rin Hyo menutup pintu ruangan Kyuhyun lalu mengelus dadanya. Semoga saja alasan itu dapat membuat Kyuhyun tidak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya terpojokkan lagi. Lagipula tidak sepenuhnya ia berbohong, soal ibunya yang sudah tahu dan ibunya yang sangat membenci Kyuhyun ialah sesuatu yang benar adanya. Ia baru ingat, ia membawa nama Song Joong Ki disana. Astaga, masalah baru.

“Hei! Kau tidak apa-apa?” Rin Hyo yang sudah duduk ditempatnya mendongak mendapati Joong Ki tersenyum hangat serta menyerahkan segelas cappuccino padanya. Rin Hyo membalas senyuman itu seraya menyambut gelas hangat itu dengan senang hati. Ia menghirup aroma cappuccino yang menenangkan itu seraya sesekali meniupinya membuat kepulan asap itu memencar tak karuan.

“Jaksa Cho hanya mengatakan hal-hal yang semestinya. Kau tahu sendiri kan, oppa?” Rin Hyo menyesap cappuccino itu perlahan lalu meletakkan gelas itu diatas mejanya, tepat disebelah keyboard komputer.

“Jaksa Cho itu benar-benar, apa kita harus selalu bekerja dan bekerja tanpa ada refreshing? Lelaki yang sangat kolot” Rin Hyo terkekeh kecil.

Song Joong Ki tidak tahu akan hubungan Rin Hyo dan Kyuhyun. Mereka sengaja menyembunyikan hubungan itu dengan rapi, karena di kantor kejaksaan ada sebuah peraturan tak tertulis yang sangat melarang keras hubungan cinta dengan sesama jaksa. Jika ada, maka salah satu dari mereka atau keduanya harus mengundurkan diri. Sungguh peraturan yang sangat menyebalkan.

Oppa!” Joong Ki menggumam tak jelas karena ia tengah menyesap segelas kopi hitam yang tengah ia pegang itu.

“Bagaimana dengan Lee Gil Jung? Ia sudah sadar?” Song Joong Ki menggeleng pelan, membuat helaan napas Rin Hyo terdengar keras.

****

Sepulang dari kantor NIS, Rin Hyo memilih singgah dulu di Dongdaemun. Sekedar untuk melepas rasa ingin yang luar biasa akan berbelanja. Ia juga ingin membeli makanan ringan disaat malam hari, sudah lama ia tidak mengunjungi Dongdaemun disaat malam-malam seperti ini. Karena biasanya, sepulang dari kantor ia langsung tertidur diranjang atau menemani Kyuhyun yang mengunjungi rumahnya hingga larut malam.

Tapi kali ini, ia sangat bosan dan ingin berbelanja. Sam Rin Hyo berjalan pelan seraya memakan kimbap mini yang ia beli dari kedai kecil seorang wanita yang kulitnya telah keriput, lebih cocok jika dipanggil seorang nenek tua. Tapi, tidak dengan sikap nenek itu yang sangat humoris dan ramah.

Langkahnya terhenti didepan sebuah butik yang memajang patung wanita dengan balutan gaun selutut berlengan panjang dan bewarna putih tulang , dipadu sepatu hak yang sangat indah serta tangan kanannya membawa tas jinjing bewarna coklat yang selaras dengan kerah gaun itu.

Ia sangat menginginkan gaun itu. Tanpa ragu ia memasuki butik itu—setelah memasukkan kimbap mini yang tadi dipegangnya itu kedalam bungkusan, ia segera mengatakan pada penjaga butik jika ia ingin membeli gaun yang tadi ia inginkan sekaligus pernak pernik-nya. Setelah membayar, Rin Hyo segera meraih bungkusan itu dan mengucap terima kasih.

Ia keluar butik dengan senyuman yang merekah, selama hampir 2 tahun ia tidak pernah berbelanja sendiri. Selalu bersama Kyuhyun, dan tentunya selalu lelaki itu yang memaksa membayar. Ia sangat senang bisa menghabiskan uangnya sendiri sekarang. Seperti ada kebebasan tersendiri.

———

To Be Continued

Advertisements

100 thoughts on “Contrast 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s