Fate, Love, and Temptation 7

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini 🙂 (NO COPAS)
Happy read ^-^

———

“Rin Hyo eonnie! Kau cantik sekali!” Sam Rin Hyo hanya bisa melemparkan senyuman pada pejalan kaki-yang mendukung hubungannya dengan Joong Ki. Ia menyesal memilih untuk berjalan kaki menuju apartemennya. Ini semua karena skandal itu, jika saja waktu itu ia tidak ke Jepang bersama Joong Ki pasti ia tidak usah repot-repot menampakkan diri dijalanan seperti ini.

“Sam Rin Hyo-ssi!” Rin Hyo seketika menghentikan langkahnya, mengangkat kepalanya untuk memastikan siapa pemilik suara itu. Dadanya sudah mulai bergemuruh, semua anggota badannya terasa bergetar. Ia takut, meski hanya mendengar suara itu.

Saat ia sudah mengangkat kepalanya, kedua matanya sedikit melebar. Wanita itu, wanita yang menjadi penghancur kehidupannya. Wanita yang selalu membuat seluruh anggota badannya bergetar. Berada tepat didepan kedua matanya tengah tersenyum lebar. Benar-benar iblis yang bermuka malaikat.

“Nyonya Cho.”

“Kau dalam perjalanan pulang?”

“Ne.”

“Sudah tidak ada pekerjaan lagi, kan?”

“Ne.”

“Mau minum teh bersama?”

***

Cho Kyuhyun baru saja pulang dari Beijing, hari ini Park Jung Sik dengan baik hatinya mengosongkan jadwal untuk Kyuhyun beristirahat. Karena sejak di Beijing-tepatnya sejak Kyuhyun bertemu dengan Kikwang, ia terlihat pucat dan tidak enak badan.

“Huuh.” Entah sudah berapa kali ia menghela napas beratnya. Ia berjalan kearah kamar mandi, menatap bak mandi-nya yang sudah dipenuhi oleh air hangat. Senyum kecilnya terulas, terkadang Park Jung Sik terlihat seperti ibunya daripada managernya.

Kyuhyun segera mengganti pakaiannya dengan baju handuknya. Memasuki bak mandi penuh itu hingga beberapa mili liter air hangat itu tumpah kelantai dingin kamar mandi.

“Didalam sini, dihati ini, aku merasa kau hidup disini. Dan selamanya akan seperti itu. Jadi, aku mohon jangan pernah meninggalkanku Karena, hatiku akan mati.”

Cho Kyuhyun memejamkan kedua matanya. Kata-kata itu benar-benar membuat hatinya sesak. Ia tidak tahu mengapa kata-kata picisan itu membuatnya seburuk ini. Ia pun tidak tahu kata-kata itu siapa yang membuatnya, untuk siapa, dan kapan. Ia benar-benar tidak tahu. Yang ia tahu, suara yang didengarnya saat itu adalah suaranya sendiri.

“Didalam sini, dihati ini, aku merasa kau hidup disini. Dan selamanya akan seperti itu. Jadi, aku mohon jangan pernah meninggalkanku karena, hatiku akan mati.” Gumamnya dengan begitu lancar. Seolah ia sudah pernah mengatakan itu sebelumnya. Seolah ia sudah sering mengucapkan kata-kata picisan itu untuk seseorang.

***

“Bagaimana kabarmu? Sepertinya kau cukup terkenal sekarang.” Rin Hyo menatap Nyonya Cho dengan senyuman miring. Meski ia takut pada wanita ini, tapi ia harus melawan ketakutan itu. Tidak pantas ia menakuti iblis berwajah malaikat seperti wanita ini. Namun sialnya, wanita ini lah yang melahirkan lelaki yang sangat ia cintai.

“Ah, aku juga tidak menyangka akan seperti itu. Tentu saja baik. Bagaimana dengan anda?”

“Aku merasa awet muda. Aku selalu tersenyum dan bahagia. Karena, sejak kau menyingkir dari keluarga kami. Hidup kami terasa lebih bahagia.”

“Benarkah begitu? Sepertinya setelah ini keluarga bahagia anda akan terusik sedikit.” Ujar Rin Hyo seraya tersenyum ringan. Ia sudah dapat melawan rasa canggungnya sekarang.

“Maksudmu?”

“Kurasa anda sudah cukup pintar untuk mencerna perkataan saya.”

“Kau! Jangan sekali-kali kau mendekati Kyuhyun lagi! dia adalah putraku satu-satunya. Dialah yang mewarisi Cho group. Jadi jangan mendekatinya lagi!”

“Dia memang pewaris tunggal Cho Group dan satu-satunya putra anda, nyonya. Namun, lantas? Apa yang harus kuperbuat? Menyerah dengan semua penantianku?”

“Sam Rin Hyo!”

“Nyonya sudah tidak bisa membuat alasan lagi untuk mengusir saya dari kehidupan Kyuhyun. Pertama, 2 tahun sudah berlalu. Dan kedua, hutang-hutang keluarga saya juga sudah terbayar, kan?” Nyonya Cho menatap Rin Hyo dengan raut wajah emosi. Sedangkan Rin Hyo masih menatap Nyonya Cho dengan senyuman ringannya.

“Nyonya Cho, aku mencintainya. Dari awal dia adalah milikku, dan sampai akhir pun harus begitu.”

“Tapi sekarang dia sudah menjadi milik orang lain.”

“Biarkan hatinya yang memilih. Aku tidak akan memaksa putra kesayanganmu, nyonya.”

***

Shin Ji Eun baru saja keluar dari pintu apartemennya, hendak pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan. Lee Kikwang masih berada di Ilsan untuk mengusaikan jadwalnya yang padat.

Setelah mengunci pintu, Shin Ji Eun melangkah menuju lift yang berada diujung lorong seraya sibuk memasukkan kunci yang berupa kartu kredit itu kedalam tasnya. Langkahnya berhenti seketika saat ia menatap Sam Rin Hyo tengah berjalan dari arah lift dengan langkah gontai dan pandangan kosongnya.

“Rin Hyo-ah!” panggil Ji Eun. Sam Rin Hyo menghentikkan langkahnya, mengangkat kepalanya seraya menatap Ji Eun dengan kedua mata lelahnya. Ia terpaku sejenak, kemudian menyunggingkan senyuman lemahnya.

“Eo! Ji Eun-ah? Kau mau kemana? Kau sendirian?” Shin Ji Eun terdiam, ia tahu Rin Hyo sedang tidak baik-baik saja. Bahkan senyuman terpaksa yang ia sunggingkan pun begitu terlihat jelas.

“Eo! Kikwang sedang ada jadwal. Aku akan ke supermarket, kau mau ikut? Hitung-hitung aku tidak akan sendirian kan?” Ujar Ji Eun seraya tersenyum kaku.

“Keure, aku juga sedang sangat lapar. Nanti mampir di kedai Ramyun biasanya, ya?” Shin Ji Eun mengangguk kuat, kemudian menarik tangan Rin Hyo agar mengikuti langkahnya.

***

Sam Rin Hyo mengaduk-aduk ramyun-nya tak berselera. Berbanding terbalik dengan Shin Ji Eun yang hampir mengangkat mangkuknya untuk meminum kuah dari ramyun tersebut, sebelum melihat mimik wajah Rin Hyo yang terlihat begitu kusut. Dengan helaan napas berat, Ji Eun menaruh kembali mangkuk ramyun-nya, menatap Rin Hyo dengan nanar.

“Wae?” Rin Hyo tersentak mendengar pertanyaan singkat Shin Ji Eun. Ia baru sadar, jika sejak tadi ia melamun.

“Eung? Wae?” Tanya Rin Hyo balik, membuat Shin Ji Eun memutar bola matanya malas.

“Kau, baru kali ini aku melihatmu tak berselera pada makanan. Biasanya, makanan apapun selalu kau habiskan dan bahkan tak jarang kau malah menambah beberapa porsi lagi.” Ujar Shin Ji Eun dengan kedua mata yang memincing tajam kearah Sam Rin Hyo.

Ya, Shin Ji Eun tidak berbohong dengan kata-katanya. Bahkan, gadis itu juga pernah dengan terpaksa meminjam uang pada Ji Eun karena tidak membawa uang lebih untuk menambah porsi makannya. Gadis yang begitu rakus, namun bertubuh kecil. Entahlah, mungkin ia juga membagikan makanannya pada cacing-cacing yang menyinggahi perutnya.

“Ah, iya! Ya Tuhan, ramyun-ku hampir dingin.” Shin Ji Eun mengernyitkan dahinya saat melihat perubahan yang begitu drastis dari mimic wajah dan juga cara makan Rin Hyo yang begitu rakus.

“Ck ck ck, bukan hanya mendingin. Tapi juga mengembang.” Dengan mulut penuh Sam Rin Hyo menatap Ji Eun tak terima, karena sudah melayangkan nada ejekan padanya. Namun tak berlangsung lama, karena ia segera melahap kembali ramyun kesukaannya itu.

“Aku tahu kau sedang ada masalah. Ya, memang hidupmu itu penuh dengan masalah. Namun, kau tidak seharusnya menutupinya dariku. Aku, akan menjadi pendengar setiamu, eoh?” Sam Rin Hyo mengunyah ramyun-nya pelan-pelan. Ia menatap Ji Eun dengan segaris senyuman tipis. Ji Eun pun hanya dapat membalas senyuman Rin Hyo dengan senyuman lebarnya.

Setelah minum air mineral dengan sekali tegukan, Sam Rin Hyo menghela napas panjang kemudian menatap Ji Eun yang sedang menunggunya untuk berbicara.

“Aku sedang dalam masalah.”

“Masalah apa?”

“Masalah yang benar-benar serius. Huuh, aku takut membangunkan singa yang berada dalam tubuhnya itu. Membayangkan saja sudah sangat menakutkan.” Gerutu Sam Rin Hyo seraya menggelengkan kedua kepalanya. Sedangkan Ji Eun masih tidak bisa menangkap kemana arah pembicaraan Sam Rin Hyo.

“Bicara yang jelas. Aku benar-benar tidak mengerti!”

“Tadi, aku bertemu dengan nyonya Cho.”

“MWO?!”

“Dan aku meminum teh bersamanya.” Shin Ji Eun masih belum berniat menutup bibirnya yang terbuka. Lebih memilih untuk menatap Rin Hyo dengan kedua mata yang melebar dan mulut yang sedikit terbuka.

“Kau… benar-benar bertemu dengannya?” Sam Rin Hyo mengangguk pelan, kemudian menghela napas beratnya seraya menurunkan kedua bahunya yang terasa begitu berat.

“Lalu, apa yang ia katakan padamu? Pasti dia mengatakan hal-hal yang buruk lagi, ya?” Sam Rin Hyo tertawa remeh saat mengingat pertemuannya dengan Nyonya Cho tadi pagi.

“Katanya, ia merasa awet muda karena aku tidak mengganggu keluarga terhormatnya.”

“Lalu, apa yang kau katakan?”

“Aku? Eum… hanya memperingatkan padanya karena, setelah ini keluarganya akan kembali terusik lagi.”

“MWO?! Kau sudah gila, ya?!” Teriakan Shin Ji Eun menggelegar begitu saja. Membuat para pengunjung disana menatapi mereka dengan pandangan diam! Dan pergi dari sini!.

“Kecilkan suaramu, bodoh!” perintah Sam Rin Hyo dengan berbisik.

“Kau! Kau tahu betapa menakutkannya wanita itu jika sudah bertindak. Apa kau tidak bisa belajar dari pengalaman , ha?!” Sam Rin Hyo menutup telinganya karena Shin Ji Eun tidak mengindahkan perkataannya sama sekali. Sedangkan Shin Ji Eun masih berusaha mengatur napasnya yang tak beraturan karena terbawa emosi.

“Dasar gadis bodoh! Apa yang ada diotak kecilmu itu, huh?!”

“Aku hanya tidak ingin melarikan diri lagi. Aku tidak ingin merasa takut padanya. Dia hanyalah wanita berumur 50 tahun yang bahkan bertanding jalan cepat denganku saja akan kalah. Tingginya juga masih dibawah tinggiku. Jadi, untuk apa aku takut dengannya?” Ucapan Rin Hyo yang begitu santai membuat Shin Ji Eun menggeleng-geleng tak percaya.

“Keure! Kau benar sekali! Dia adalah wanita tua yang lebih pendek darimu. Tapi, kekuasaannya jauh diatasmu, bodoh!!” Sam Rin Hyo diam. Untuk yang itu, ia tidak bisa mengelak atau menyalahkan Shin Ji Eun. Karena gadis itu benar. Kekuasaan dan kekayaan, ia benar-benar berada dibawah wanita itu.

***

Park Jung Sik melemparkan dirinya keatas sofa empuk yang berada di apartemen Cho Kyuhyun. Ia tersenyum-senyum sendiri saat menatapi sebuah map yang berisikan tawaran sebuah CF.

“Ck, kebiasaannya mandi terlalu lama masih saja sama.” Park Jung Sik menggerutu seraya menatap arloji yang melingkari pergelangan tangannya. Kepalanya ia tolehkan kearah pintu kamar Kyuhyun yang tertutup rapat.

“YA!! CHO KYUHYUN!! CEPATT!!!” Teriaknya dengan keras. Karena jika tidak begitu, mereka akan terlambat menuju gedung teater KBS yang menjadi tempat berlangsungnya drama musical yang dibintangi oleh Cho Kyuhyun.

CKLEK

“Ck, tidak usah berteriak-teriak seperti itu juga aku mengerti, hyeong!” Ucap Cho Kyuhyun datar tepat setelah ia membuka pintu kamarnya. Menatap Park Jung Sik dengan tatapan malasnya.

“Ya, biasanya kan kau begitu lama di kamar mandi.” Ujar Jung Sik tak terima jika disalahkan begitu saja. Namun saat ia menatap sebuah map yang berada diatas meja, membuat raut wajahnya berupa menjadi berbinar.

“Ya! Cho Kyuhyun! Aku mendapat tawaran yang begitu bagus.” Cho Kyuhyun mengernyit, kemudian berjalan menghampiri Park Jung Sik dengan wajah datarnya.

“Ini… apa?” Tanya Kyuhyun saat ia sudah duduk disamping Park Jung Sik yang tengah memberinya sebuah map.

“CF! bacalah dulu!” Dengan setengah hati Cho Kyuhyun mengambil map itu dari tangan Park Jung Sik, kemudian membacanya dengan teliti. Sementara itu, Park Jung Sik tak henti-hentinya mengucapkan segala keuntungan yang didapat Kyuhyun jika mengambil CF ini.

“Ini adalah iklan sebuah maskapai penerbangan SK airlines, konsepnya seperti cerita bersambung. Ini adalah tawaran yang sangat menguntungkan untuk kita. Kau tahu? Mereka juga memakai penulis naskah dan juga aktor yang terkenal akhir-akhir ini.”

“Song Joong Ki dan Kim Hyera?” Tanya Kyuhyun saat membaca pemain dalam iklan penerbangan ini.

“Eo! Mereka baru saja memenangkan beberapa penghargaan di film separate. Ah, iya! Penulis naskahnya juga penulis naskah film itu.”

“Mm..maksudmu, Sam Rin Hyo?” Park Jung Sik tersenyum seraya mengangguk kuat.

“Aku tidak mau!” Senyuman Jung Sik luntur seketika.

“Wae?!”

“Aku hanya… tidak mau! Itu saja! apa harus ada alasan lain?” Park Jung Sik memincingkan kedua matanya kearah Cho Kyuhyun. Menatap pria itu dengan pandangan curiganya.

“Kau… sepertinya kau begitu sensitive dengan hal yang berkaitan dengan Sam Rin Hyo.”

“MWO?! Bukan seperti itu. Ini karena, ada Song Joong Ki disana. Bukan karena Sam Rin Hyo!” Dahi Park Jung Sik mengernyit heran.

“Song Joong Ki? Kau ada masalah dengan pria itu?” Kyuhyun tersentak, ia baru saja mengatakan hal yang mati-matian ia tahan.

“Bu—bukan seperti itu…”

“Lalu apa? Jika kau memang tidak ada masalah. Tentu tidak apa-apa jika mengambil tawaran ini, bukan?” Cho Kyuhyun menatap Park Jung Sik kesal kemudian membuang napasnya kasar.

“Keure! Kau menang! Aku ambil tawaran itu.” Ujar Kyuhyun kesal kemudian mengangkat kedua kakinya dari sana, menuju pintu apartemennya. Meninggalkan Park Jung sik yang masih tersenyum-tersenyum tidak jelas.

“Aku akan membantu kalian. Aku akan mengeluarkanmu dari labirin ini, Cho Kyuhyun.” Gumamnya seraya tersenyum kecil.

“Hyeong!!! Kau ingin kita terlambat, huh?!” Teriakan Cho Kyuhyun membuat Park Jung Sik tersadar dan berdiri dari tempatnya.

“Ck, anak itu cerewet sekali.”

***

Sam Rin Hyo mendatangi beberapa tempat bersejarah di Seoul. Ia tengah menyeleksi tempat-tempat yang akan ia gunakan untuk syuting CF maskapai penerbangan.

“Bagaimana menurutmu? Apa sudah ada yang cocok?” Tanya Henry Lau, sekertaris dari Lee Donghae-direktur utama SK airlines.

Sam Rin Hyo mengernyitkan dahinya seraya menatapi kesekelilingnya. Konsep dari iklan ini seperti cerita bersambung dan drama kolosal. Pemain utamanya pun sudah ia ketahui sejak awal. Song Joong Ki, Kim Hyera dan Cho Kyuhyun. Benar-benar kebetulan yang sangat luar biasa, bukan? Setelah berpikir cukup lama Sam Rin Hyo mengangguk sekali.

“Keure! Kita gunakan tempat ini, Kyungbok.” Ujar Sam Rin Hyo pada pria tampan yang bernama Henry Lau itu dengan tersenyum.

Kyungbok adalah salah satu tempat bersejarah di Korea Selatan. Disana kita dapat melihat rumah-rumah tradisional Korea Selatan yang masih terawat dan ditinggali.

“Kalau begitu, kapan kita dapat memulai pengambilan gambar?”

“Besok lusa kita mulai dengan reherseal terlebih dahulu di gedung SK, dan untuk minggu depan kita mulai pengambilan gambar. Bagaimana?” Henry Lau mengangguk patuh kemudian mencatat ucapan Rin Hyo di kertas memonya.

“Henry -ssi, aku pamit dulu. Karena aku ada janji dengan temanku.”

“Ne, Sam Rin Hyo-ssi. Hati-hati dijalan!” Sam Rin Hyo membungkuk pada Henry kemudian berjalan cepat menuju mobilnya. Ia sesekali melirik jam tangannya.

“Ck, aku tidak boleh terlambat.”

***

Shin Ji Eun menata ulang beberapa perabotan yang sudah tertata rapi di apartemennya. Hari ini adalah hari ulang tahun Lee Kikwang yang ke 26. Alasan Shin Ji Eun kemarin pergi ke supermarket juga untuk semua ini. Hiasan khas perayaan ulang tahun seperti balon dan beberapa petasan kertas sudah ia siapkan.

“Ck, dimana gadis itu? Jangan sampai ia terlambat.”

TING TONG TING TONG

Shin Ji Eun segera berjalan cepat menuju pintu. Menghela napas lega saat menatap Rin Hyo sudah berdiri disana dengan membawa satu box kue tart.

“Aku belum terlambat, kan?” Tanya Rin Hyo gelisah seraya menatap kebelakang Ji Eun.

“Ck ck ck, makanan dan dekorasi semua sudah siap. Katanya kau mau membantu, tapi nyatanya aku mengerjakannya sendiri.” Cibir Shin Ji Eun kesal. Sam Rin Hyo mengembungkan pipinya menatap Ji Eun dengan perasaan bersalah.

“Mianhe, setidaknya aku tidak terlambat kan? tadi, aku harus mengobservasi tempat.”

“Keure! Keure! Nona super sibuk, sekarang lebih baik kau masuk dan kita mempersiapkan kue tart yang kau bawa itu.” Ujar Shin Ji Eun seraya membuka pintunya lebar-lebar. Sam Rin Hyo tersenyum kecil lalu memasuki apartemen Shin Ji Eun.

“Woah… ini kau sendiri yang membuatnya?” Tanya Rin Hyo takjub saat melihat macam-macam makanan yang begitu banyak memenuhi meja makan Ji Eun.

“Tentu saja, aku tidak sepertimu yang tidak bisa memasak seporsi makanan pun.”

“Ck, aku bisa memasak ramyun, omelet, dan makanan-makanan instan lainnya. Ah, dan juga! Nasi goreng.”

“Nasi goreng? Kau mau memamerkan nasi goreng buatanmu yang selalu banjir minyak itu? Ck, menjijikan.” Sam Rin Hyo mendesis kesal mendengar ocehan Shin Ji Eun. Tangan jailnya mencomot ddobokki dan memakannya dengan memejamkan mata.

“Masshita.” Gumamnya.

“Ya! Dari pada kau menghabiskan makanan sebelum tamu datang. Lebih baik kau kesini membantuku menyiapkan kue tart.” Rin Hyo mengurungkan niatnya untuk mencomot kembali ddobokki yang sangat enak itu dan dengan terpaksa berbalik untuk membantu Shin Ji Eun.

“Tapi, untuk apa kau memasak makanan begitu banyak? Dan tamu? Ada tamu lain selain aku?”

“Ambilkan lilin itu!” perintah Ji Eun seraya menunjuk lilin yang berada diatas meja kecil tepat disamping Rin Hyo berdiri. Sam Rin Hyo mengambil lilin itu, lalu kembali berjalan menghampiri Ji Eun yang duduk disofa ruang tamu.

“Ya! Jawab aku!”

“Teman-teman Kikwang oppa juga akan kesini. Jadi, aku memasak begitu banyak makanan.” Sam Rin Hyo hanya mengangguk-angguk mengerti kemudian membantu Ji Eun meletakkan lilin kecil itu.

***

“SELAMAT ULANG TAHUN!!” Suara teriakan itu begitu menggelegar hingga membuat Kikwang yang duduk ditengah-tengah menutup telinganya yang terasa sakit.

Ya, memang Kikwang membawa teman-temannya. Hyunseung, Yoseob, Junhyung, Doojoon, Dongwoon dan juga manager hyeong. Yoseob dan Doojoon sudah menyalakan petasan kertas itu dan membuat rumah Kikwang-Ji Eun sangat berantakan dibuatnya.

“Kikwang oppa, selamat ulang tahun! Semoga kau makin sukses dan juga mendapat banyaaaak anak. Minimal 6, agar bisa membuat beast junior.” Ujar Rin Hyo seraya tersenyum manis.

“Ya! Kau tidak kasihan padaku! Melahirkan satu anak saja sudah sangat menyakitkan.” Timpal Ji Eun tak terima.

“Aish, itu agar kau terbiasa melahirkan anak. Lagipula, kau tidak ingin anak-anakmu menjadi beast junior, huh?”

“Tapi tetap saja.” Sam Rin Hyo dan Shin Ji Eun saling bertatapan sengit karena perdebatan yang benar-benar tidak penting itu.

Hyunseung lebih memilih mencomoti cream kue tart, Doojoon dan Dongwoon tengah berjalan menuju ruang makan, sedangkan Junhyung sedang menyendiri dipinggir sofa seraya mendengarkan sesuatu dari headseat-nya. Entah yang ia dengar lagu ataukah ceramah rohani, sulit membedakannya karena pria itu tak bergerak sedikit pun.

Hanya 1 orang pria yang merasa tertarik dengan perdebatan kedua gadis itu. Yaitu Yoseob. Karena, sejak tadi Kikwang hanya bisa memijit pelipisnya.

“Ya! Ya! Daripada kalian bertengkar seperti ini. Lebih baik begini saja!” Kepala Ji Eun dan Rin Hyo serentak menoleh kearah Yoseob yang terlihat berbinar seolah baru saja mendapat ilham.

“Satu member melahirkan satu anak. Kan jika digabung sudah menjadi 6 anak, bukan? Dan juga, cara itu lebih adil bagi member beast yang lain.”

“Ah, benar juga.” Ujar Ji Eun dan Rin Hyo bersamaan. Sedangkan Kikwang menunduk tak kuasa mendengar percakapan Ji Eun, Rin Hyo, dan Yoseob yang tengah membicarakan sesuatu yang benar-benar tidak penting dan nosense.

“Kalau begitu, kalian sampai tua nanti tidak boleh putus hubungan! Agar lebih mudah untuk menggabungkan anak-anak kalian.” Saran Rin Hyo pada Yoseob.

“Dan juga, cepatlah menikah! Lagi pula, menikah diam-diam juga tidak seburuk itu, bukan? Kikwang oppa saja sudah melakukannya. Kalian kapan?” Yoseob memutar bola matanya mendengar pertanyaan Ji Eun.

“Molla, doakan kami ya!”

TING TONG TING TONG

“Ya! Sam Rin Hyo! Buka pintunya!” perintah Ji Eun yang masih asyik mengobrol dengan Yoseob dan tentunya menghiraukan Lee Kikwang yang sudah menekuk wajahnya.

“Aku? Kenapa aku?”

“Aish, sudah buka saja!” kini Yoseob juga ikut-ikutan memerintah membuat Rin Hyo melebarkan kedua matanya. Setelah mendesis kesal, akhirnya Rin Hyo beranjak untuk membuka pintu apartemen.

CKLEK

Sam Rin Hyo membuka pintu itu, kemudian tubuhnya menegang saat melihat siapa yang berdiri disana. Song Joong Ki, pria yang sudah ia hindari beberapa waktu yang lalu. Tepat setelah kepulangan mereka dari Jepang atau lebih spesifik lagi, mereka saling menghindar karena pernyataan tiba-tiba dari Song Joong Ki. Tentang perasaannya pada Rin Hyo.

Song Joong Ki pun sama, tubuhnya kaku saat menatap gadis yang sangat ia rindukan namun sulit untuk ia gapai ini. Gadis yang sudah benar-benar menyita seluruh perhatian dan kasih sayangnya.

Sam Rin Hyo membungkuk canggung, hendak menyuruh Joong Ki memasuki rumah. Namun bibirnya ia katupkan kembali saat menatap wajah datar pria itu. Rin Hyo menghembuskan napas panjangnya kemudian kembali menatap Joong Ki.

“Kau sudah datang?” suara yang berasal dari belakang tubuhnya membuat Rin Hyo menoleh kebelakang. Mendapati Lee Kikwang yang tengah berdiri seraya mengangkat tangannya pada Song Joong Ki. Seperti orang bodoh, Rin Hyo menatap Joong Ki yang sudah mengembangkan senyuman manisnya. Benar-benar berbeda dengan raut wajahnya 5 detik yang lalu.

“Eo! Aku tidak terlambat, kan?”

“Kau sudah terlambat, bodoh! Jadi, sampai kapan kau akan berdiri disana?! Cepat masuk!” Kikwang menggedikkan kepalanya, menyuruh Joong Ki masuk.

“Dan kau! Sam Rin Hyo! Kau ini, mengapa tidak menyuruh Joong Ki masuk?”

“Eung? I—itu… masuklah!” Singkat Rin Hyo kemudian ia segera berlalu dari sana.

“Ck, menyebalkan sekali!” gerutunya kesal.

———

-To be Continued-

Advertisements

42 thoughts on “Fate, Love, and Temptation 7

  1. Maap yaa baru komen di part inii, keterusan baca kelanjutannya soalnya *ketawa canggung*

    Makin buat penasaran sama kelanjutannya, dan oh iya aku suka banget sama pasangan yang ada di ff inii 🙂

    Ceritanya baguss, paket yang sempurna 😀
    Next part aku tunggu yaa 😉

  2. Astaga knp aq mikirnya kyk gini..ap lbh baik kl rinhyo ama Joong ki az biar ga ad masalah ma ibunya kyuhyun..oh my my..ga tau seh terserah author az lah..next part cap cap…thanks thor ff nya seru bikin nagih,pgn tau..pengennnn trs hahahahha.. semangat!!!

  3. Sebenarnya sih yang bikin penasaran dari awal kenapa emaknya Kyuhyun jahat setengah mati sih._. Duh pingin sensi aja tiap muncul di bagian ff._.
    Itu enak bener hidupnya rin hyo yakk full of idol 😦

  4. Ibu kyu kok kejam sih. Makin penasaran gimana kkelanjutannya. Apakah kyuhyun udah bisa inget atau rinhyo sama joongki..

  5. Ayo rinhyo, lawan terus ibu kyuhyun! Aku mendukungmu!
    Cie cie yang udah mulai inget, semoga cepet inget rinhyo, amin..
    Masih canggung aja rinhyo-joongki, jgn gitulah, gak enak bgt liatnya..
    Kalian berdua pantes bgt berdua sahabatan, saling melengkapi bgt..

  6. Makin rumit :/
    Pokok nya gak bisa bnyak komen ni .
    Lebih baik aku lanjut lagi hehehe 😀
    Penasaran !!! 😉
    Keep writing onnie 😉

  7. sepertinya ibu kyuhyun itu menyembuhkan sesuatu sama ayahnya kyuhyun….. soalnya waktu makan malem itu dia berani ngomongin masalah rin hyo sudah berakhir masa perjanjian selama 2 tahun karena ga ada ayahnya….. waktu ahra tanya ibunya ga suka kan? apa dulunya kyuhyun sama rin hyo punya hubungan lebih dari pacaran… dan mungkin hubungan itu di dukung sama ayahnya… karena kl cuma hubungan kekasih kok aneh waktu ayahnya rin hyo nyuruh rin hyo minjem uang sama keluarga cho?

  8. ya ampun cho hanna -.- sebenernya apasih thor masalahnya hanna sama rin hyo ? Ko Gak dijelasin?
    Berasa kek egois banget si ahjumma itu -.-

  9. yang masih nganjal di kepala aku itu masalahnya Ny.cho sebener nya dia itu gk suka sama Rin Hyo kenapa?
    sampe2 eommanya kyu gk setuju sama hubungannya kyu & Rin Hyo

  10. Aishhh ternyata ibu nya kyuhyun sejahat itu.. ><

    Truss kenapa cobak dia setuju bgt sama hyera.. emang apa bedanya hyera sama rin hyo.. -..-

    Semoga kyuhyun cepet sadah deh.. trus rin hyo nya bisa ngelawan kim hana.. 😀 😀

  11. Joong ki sama rin hyo jadi canggung kan gara-gara pernyataan perasaanya tempo hari…
    Kyuhyun-hyera-joong ki- rin hyo bakalan jadi satu dalam syuting CF, kira-kira gimana ya?
    Disini apa cuma hyera yang tidak tahu masa lalu kyuhyun-rin hyo?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s