Contrast 2

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini 🙂
Happy read ^-^

———

Rin Hyo keluar dari butik, tak sengaja menabrak bahu seorang wanita yang hendak memasuki butik. Rin Hyo mengucapkan permohonan maaf seraya membungkukkan badannya, wanita itu memakai pakaian mahal dan kacamata hitam. Rin Hyo mengerutkan dahinya, tak habis pikir dengan wanita yang memakai kaca mata hitam disaat malam-malam seperti ini.

Wanita itu tersenyum tipis dan segera melesakkan tubuhnya kedalam butik. Sam Rin Hyo terdiam sejenak lalu kembali berjalan, Kimbap mini-nya sudah habis. Jadi, ia berniat membeli sesuatu yang lain. Sam Rin Hyo termasuk tipe pemakan yang sangat luar biasa.

Prang

Suara pecahan kaca yang sangat keras yang disusul dengan teriakan para warga yang berlalu lalang itu membuat Rin Hyo dengan cepat berputar, ia membulatkan mata disaat pintu kaca butik yang tadi baru saja ia kunjungi hancur terganti dengan serpihan-serpihan pecahan kaca.

Ia segera menghubungi kepolisian untuk melapor seraya berlari mengejar mobil sedan hitam—milik penembak tersebut yang masih belum berjalan, ia mengumpat saat mobil itu sudah berjalan. Dengan cepat ia memotret nomer plat mobil tersebut lalu mengayunkan langkahnya kedalam butik. Matanya tertuju pada segerombolan orang yang terlihat tengah mengerubungi sesuatu.

“Permisi! Aku adalah jaksa!” Rin Hyo menunjukkan kartu ID-nya membuat orang-orang tersebut memberi jalan pada Rin Hyo. Sam Rin Hyo melebarkan matanya, saat mendapati wanita yang tergeletak karena terkena tembakan itu adalah wanita yang tadi tak sengaja bertabrakan dengannya. Ia berjongkok lalu memeriksa denyut nadi wanita itu.

“Masih hidup” gumamnya. Tak berapa lama, pertolongan datang kepolisian dan juga ambulance. Petugas ambulance itu segera menggotong wanita itu masuk kedalam ambulance.

“Sebentar!” Rin Hyo mendekati wanita itu lalu melepas topi dan kacamata hitam yang masih terpakai kepala dan wajahnya itu.

“Kim Bong Sun?” petugas itu segera memasukkan wanita itu—Kim Bong Sun, kedalam ambulance setelah Rin Hyo mengayunkan tangannya memberi tanda agar segera membawa Bong Sun kerumah sakit.

“Jaksa Sam!” Rin Hyo tersentak dan mengedarkan pandangannya menelusuri keramaian para warga serta petugas kepolisian yang tengah mengamankan TKP. Pandangannya terhenti pada seorang lelaki—yang sangat ia kenali tengah berlari mendekatinya.

“Kau tidak apa-apa?” Rin Hyo tersenyum tipis seraya mengangguk.

“Aku tidak apa-apa, jaksa Song!” Rin Hyo menegakkan badannya dan menolehkan kepalanya, mengitari sekitarnya agar tidak ada yang tertinggal.

“Kau mencari jaksa Cho?” Rin Hyo mengangguk pelan lalu kembali menatap Joong Ki.

“Dimana dia?”

“Entahlah, aku juga belum bertemu dengannya. Ahh.. itu dia! Jaksa Cho!!” Rin Hyo menoleh kebelakang arah Joong Ki melambai-lambaikan tangannya. Tubuhnya menegang saat pandangan mereka bertemu, tatapan Kyuhyun seolah mengulitinya saat itu juga. Dengan cepat ia menghadap kedepan, ia tidak tahu apa yang menyebabkan Kyuhyun seperti itu.

“Bagaimana?” Rin Hyo tersentak saat mendengar suara Kyuhyun tepat disebelah kanannya.

“Penembak itu melarikan diri. Namun, aku sudah memotret plat mobilnya. Dan korbannya adalah Kim Bong Sun. kalian tahu kan? Diva korea.”

“Kim Bong Sun?” gumam Joong Ki. Rin Hyo menggumam seraya mengangguk.

“Kurasa mereka menggunakan pistol pengedap suara. Karna tidak terdengar suara ledakan. Warga sangat panik karena peluru itu menembus pintu kaca butik dan melukai Kim Bong Sun.”

“Menembak dari jarak sekitar 3-4 meter, korban ada didalam butik dan didepan butik banyak orang yang berlalu lalang bukan? Hanya dalam satu tembakan, korban tumbang seketika. Sangat mengesankan. Penembak ini sepertinya telah terlatih.” Jelas Kyuhyun dengan wajah tenang dan datar.

“Kau benar jaksa Cho! Tadi sebelum penembakan terjadi, aku baru saja membeli sesuatu disana lalu astaga, belanjaanku!” Rin Hyo segera berlari menuju tempat disaat ia meninggalkan barang belanjaannya, sedangkan Kyuhyun dan Joong Ki hanya menahan tertawa saat menatap tingkah konyol Rin Hyo.

“Bodoh!”

“Menggemaskan!” ucap Kyuhyun dan Joong Ki bersamaan namun mengucap kata yang sangat kontras. Kyuhyun segera menatap Joong Ki yang masih tersenyum manis menatap Rin Hyo, menggemaskan?

Kyuhyun membuang napas kasar dari mulutnya. Tetiba ingatannya kembali pada kejadian tadi pagi diruangannya. Disaat Rin Hyo mengatakan bahwa Song Joong Ki adalah tunangannya. Dalam hati ia mengumpat berkali-kali, melihat ini semakin memperkuat pernyataan Rin Hyo. Karena awalnya, ia tidak mempercayai perkataan Rin Hyo sepenuhnya.

Dengan napas yang terengah-engah Rin Hyo kembali seraya menenteng belanjaannya.

“Untung saja masih ada. Aku menghabiskan ratusan ribu won untuk barang-barang ini.” racaunya.

“Dasar kau ini! selalu saja ceroboh!” ledek Joong Ki. Rin Hyo menatap Song Joong Ki tak terima lalu melayangkan tinjunya pada lengan lelaki itu.

“Akkh! Sakit Hyo!”

“Salahmu sendiri oppa!” Kyuhyun melebarkan kedua matanya, oppa? Astaga, ia tidak pernah dipanggil seperti itu oleh Rin Hyo. Namun dengan ringannya ia memanggil Song Joong Ki dengan panggilan oppa ? ia ingin meledak sekarang juga rasanya.

“Lebih baik sekarang kau segera melapor, jaksa sam!” ucap Kyuhyun datar namun tajam. Rin Hyo mengangguk pelan, berusaha tak menatap Kyuhyun.

“Jadi, saat aku hendak keluar. Aku tak sengaja berpapasan dengan Kim Bong Sun raut wajah dan gerakan tubuhnya seolah ia tengah dikejar seseorang, seolah ia tengah gusar.”

“Kalau begitu, besok pagi kita rapatkan lagi! Sekarang lebih baik kalian istirahat. Kita juga perlu bertemu dengan Kim Bong Sun nanti setelah ia pulih!”

“Iya, jaksa Cho!” ucap Joong Ki dan Rin Hyo serempak.

“Aku pulang dulu” ucap Rin Hyo kemudian buru-buru menuju parkiran. Joong Ki juga pulang. Sedangkan Kyuhyun mengekori Rin Hyo dan duduk disamping gadis itu.

“A—apa yang kau lakukan disini?” tanya Rin Hyo yang sebelumnya terkejut karena Kyuhyun yang tiba-tiba memasuki mobilnya. Dalam hati ia merutuki kebodohannya karena tidak mengunci pintu langsung.

“Mobilku ada di parkiran apartemenmu. Aku kesini menggunakan taksi.” Rin Hyo mengerutkan dahi lalu mengendarai mobilnya menuju apartemen. Mereka terdiam, tenggelam pada pikiran masing-masing.

“Kenapa tidak menjawab teleponku?” Rin Hyo tersentak, telepon? Ia bahkan meninggalkan ponselnya di mobil.

“Ponselku ada disitu!” Rin Hyo menunjuk dashboard mobilnya dengan kaku. Kyuhyun menghela napasnya kasar.

“Lain kali bawalah ponselmu! Aku sudah menunggu diapartemenmu selama 3 jam lebih. Sepulang dari kantor aku langsung kesana.” Nada bicara Kyuhyun sangatlah datar dan terkesan dingin.

“Maaf”

“untuk?”

“Karena kau menungguku selama itu.” Kyuhyun mendesah keras, Ia mengacak rambutnya kasar.

“Bukan itu masalahnya. Kau tahu? Aku sangat khawatir hingga rasanya hampir mati, apalagi disaat aku dengar kau ada dilokasi penembakan. Aku sangat takut.” Rin Hyo menghentikan mobilnya saat ia sudah memarkir mobilnya dengan rapi disebelah mobil Kyuhyun. Ia menghela napas jengah, ia kesal dengan sikap Kyuhyun yang menurutnya terlalu berlebihan.

“Aku sudah bisa melindungi diriku sendiri Kyu! Bukankah tidak kali ini saja aku terlibat dalam hal seperti ini?” Kyuhyun menghela napas pelan kemudian memiringkan badannya, ia menyentuh bahu Rin Hyo. Membuat gadis itu agar menatap kearahnya.

“Dan disaat-saat itu, rasanya aku tidak pernah tenang.”

“Kau hanya perlu yakin dan percaya Kyu! Yakin dan percayalah jika aku akan selalu baik-baik saja.”

“Sudah kucoba, dan sama sekali tidak berhasil” Rin Hyo menghela napas kasar.

“Hyo?” Rin Hyo menatap mata Kyuhyun menanti apa yang akan kekasihnya bicarakan selanjutnya.

“Bagaimana jika kau berhenti menjadi jaksa?” Rin Hyo membulatkan kedua matanya tak percaya.

“Kau tahu sendirikan bagaimana aku menyukai pekerjaanku ini?”

“Aku tahu, aku sangat mengerti itu. Tapi, pekerjaan ini terlalu membahayakan Hyo!”

“Aku tahu Kyu, selama 2 tahun ini aku juga tidak apa-apa karena pekerjaan ini, bukan? Walaupun aku pernah tertembak saat itu.” Kyuhyun memejamkan kedua matanya, dadanya terasa berdenyut saat Rin Hyo mengungkit kejadian setahun lalu disaat Rin Hyo tertembak saat menyergap pembunuh berantai disebuah club malam.

Saat itu, ia begitu hancur. Ia merasa bodoh karena tak bisa menjaga kekasihnya dengan baik. Dan karena itulah ibu Rin Hyo akhirnya menyuruh gadis itu berhenti dari pekerjaannya.

Namun, karena keras kepala ia malah memilih membohongi ibunya dengan alibi bekerja disebuah restoran italia dan menjadi chef disana. Tentu ibunya percaya kepada anaknya itu.

“Entah sampai kapan kau terus menyuruhku berhenti dari pekerjaan ini, aku tidak akan menurutimu! Aku … terlanjur mencintai pekerjaanku.” Rin Hyo membuka pintu mobilnya dan keluar dengan gerakan pelan namun santai. Kyuhyun ikut keluar setelah menghela napas beratnya. Cho Kyuhyun mengitari mobil Rin Hyo dan berdiri dihadapan gadis yang masih terdiam disamping mobil.

“Hyo!” Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun—dengan sedikit mendongak— ia menatap Kyuhyun lekat. Tangan kanan Kyuhyun yang terayun bebas ia gunakan untuk membelai lembut pipi Rin Hyo.

“Soal Song Joong Ki, aku tidak akan bertanya macam-macam padamu! Aku tahu kau tidak berkata sejujurnya…” Rin Hyo menangkap tangan Kyuhyun yang masih betah memainkan pipinya. Ia meremas jemari itu pelan menyalurkan kehangatan kedalam diri Cho Kyuhyun yang sedikit menggigil itu.

“Baiklah, tapi aku jujur mengenai ibuku yang tidak menyukaimu.” Pasrah Rin Hyo akhirnya. Senyuman miring Kyuhyun merekah seketika, dalam hati ia lega karena Sam Rin Hyo masih belum bertunangan.

“Lalu? Sekarang apa yang tengah kau sembunyikan?” Tubuh Rin Hyo menegang.

“I—ini… tidak ada hubungannya denganmu Kyu!” Kyuhyun menyentuh kedua bahu Rin Hyo lalu tangannya bergerak untuk menangkup kedua pipi Rin Hyo. Membuat dirinya seperti sedang menghibur anak kecil yang menangis.

Bola mata Rin Hyo bergerak tak tentu arah, ia berusaha menghindari tatapan tajam—namun menenangkan—milik Kyuhyun itu. Ia tidak bisa mengalihkan kepalanya, membuatnya terintimidasi oleh tatapan Kyuhyun.

“Kau sedang berbohong lagi?” Rin Hyo meneguk salivanya dengan berat saat Kyuhyun masih saja membingkai wajahnya dan kali ini disertai nada bicara yang meledek. Persis seperti seorang lelaki yang berbicara pada anak kecil.

Dengan cepat Sam Rin Hyo menunduk lalu berpura-pura menguap lebar—tentu saja dengan menutupi mulutnya—membuat tangkupan Kyuhyun terlepas.

“Cho Kyuhyun! Aku mengantuk, kita bicara besok saja ya!” Rin Hyo mengecup bibir Kyuhyun dengan cepat lalu tersenyum bocah.

“Aku pulang dulu, kau hati-hati dijalan.” Tubuh Kyuhyun tak bergerak saat Rin Hyo memeluknya dengan pelukan singkat lalu meninggalkannya. Selalu seperti ini, ia selalu takluk dengan gadis itu, pada akhirnya.

****

“Selamat pagi!” Sapa Rin Hyo saat ia baru saja memasuki bangsal rumah sakit bernomor 5 kelas VVIP. Pasien yang terbaring lemah diranjang dengan wajah pucat itu tersenyum tipis, meski begitu kecantikannya tak kurang sedikitpun.

Rin Hyo duduk dikursi samping ranjang dengan gerak pelan. Ia menunduk memberi hormat pada wanita itu.

“Saya Sam Rin Hyo, jaksa divisi pembunuhan dan kejahatan tingkat tinggi. Senang bertemu dengan anda” Ucap Rin Hyo seraya menjabat tangan wanita itu.

“Ya, saya juga” balasnya seraya melepas tautan tangan tersebut.

“Bagaimana keadaan anda, Kim Bong Sun-ssi?”

“Sudah sedikit membaik, syukurlah tuhan masih mengizinkan aku hidup.” Sam Rin Hyo tersenyum tulus.

“Iya, syukurlah. Baik, saya kesini hanya untuk menanyakan beberapa hal pada anda… anda hanya perlu rileks dan menjawab pertanyaan dengan tenang.” Jelas Rin Hyo seraya merogoh tasnya untuk mengeluarkan recorder.

Rin Hyo menghidupkan recorder itu kemudian meletakkan recorder itu diatas sebuah nakas kecil yang berada disampingnya. Setelah itu ia menatap Kim Bong Sun dengan senyuman menenangkan.

****

Sam Rin Hyo keluar dari rumah sakit dengan ponsel yang menempel ditelinganya.

“Kerahkan beberapa petugas untuk menjaga Kim Bong Sun, tak menutup kemungkinan mereka akan kembali” Rin Hyo memutuskan panggilan kemudian memasukkan ponselnya kedalam tas. Ia segera melajukan mobilnya ke kantor pengadilan. Karena, sedang dilangsungkan sidang kasus Lee Gil Jung disana.

****

Jaksa Sam dan Jaksa Cho keluar dari ruang persidangan. Akhirnya kasus Lee Gil Jung mereka menangkan, dan lelaki bejat itu masuk kedalam jeruji besi.

Meski didalam tadi banyak cek cok dan perdebatan yang menyinggung emosi. Itu semua seolah tidak berarti jika akhirnya Lee Gil Jung sudah mendapat balasan yang setimpal.

“Bagaimana dengan Kim Bong Sun?” tanya Kyuhyun pada Rin Hyo saat mereka tengah menuruni anak-anak tangga. Mereka baru saja keluar dari kantor pengadilan.

“Menurut penyaksiannya, sebelum kejadian itu berlangsung ia merasa diikuti oleh beberapa orang misterius. Namun, disaat ia ingin bersembunyi didalam butik ia tidak beruntung. Karena, orang-orang yang mengejarnya itu malah menembaknya disana.”

“Lalu?”

“Ia bilang beberapa minggu sebelumnya ia terlibat pertengkaran kecil dengan Kang Chae Rin, rekan satu grup vokalnya. Katanya, Kang Chae Rin tidak terima karena bagian menyanyinya hanya sedikit didalam lagu baru mereka.”

“Baiklah, nanti saat rapat kita pikirkan bersama-sama.” Sam Rin Hyo mendesis pelan karena menurutnya sia-sia saja ia berbicara panjang lebar disini jika nantinya akan diulang lagi.

****

“Duo Diva, Kim Bong Sun dan Kang Chae Rin. Keduanya sudah mempunyai suami dan sama-sama berumur 35 tahun. 2 bulan yang lalu Kim Bong Sun bercerai dengan suaminya dan harus menghidupi kedua anaknya sebagai single parent, sedangkan Kang Chae Rin sebaliknya kehidupan keluarganya sangat harmonis.” Jelas Song Joong Ki seraya menampilkan slide-slide foto keduanya.

“Dapat kita lihat, mereka sangat dekat. Namun, beberapa minggu sebelumnya mereka terlibat pertengkaran kecil karena bagian menyanyi Kang Chae Rin lebih sedikit daripada Kim Bong Sun. Memang, dari pandangan masyarakat korea selatan, suara Kim Bong Sun jauh lebih bagus daripada Kang Chae Rin. Mungkin Kang Chae Rin marah karena ia sedikit tertekan dengan ucapan orang-orang.”

“Mungkin, Kang Chae Rin menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Kim Bong Sun.” Ucap Sam Rin Hyo ragu, “Tapi, apa mungkin orang berpikiran sedangkal itu untuk membunuh seseorang?”

“Atau ada alasan lain” sambung Cho Kyuhyun cepat.

“Kurasa ada alasan lain dibalik semua ini.” ulangnya lagi.

“Alasan lain?” gumam Song Joong Ki bingung.

“Kang Chae Rin dan produser mereka. Kita cari kedua orang itu!” ujar Cho Kyuhyun yang terdengar seperti perintah.

“Dan mantan suaminya, kurasa lelaki itu mungkin juga terlibat.” Ucap Sam Rin Hyo. Alis Joong Ki terangkat sebelah.

“Mantan suaminya?” tanya Joong Ki bingung, Rin Hyo menggumam.

“Aku merasakan sesuatu yang aneh dengan lelaki itu.”

———

-To Be Continued-

Advertisements

79 thoughts on “Contrast 2

  1. Kayaknya ada kasus ne sebenernya antarabkyu sm hyo…
    Kalonbukan joong ki tunangannya trs siapa? Di cast nya aku liat ada kim soo hyun sm jennifer,, tp blm nongol nih d part ini…
    Agak risih sih dg ff genre kekerasan gini,, tp sayang kalo dimlewatin,, kkk

  2. gilssss bikin penasaran bgtttt kan ini kalo kasus2 begini ah betapa kerennya ngebayangin kyuhyun jadi jaksa eakakaka lanjutttt dulu

  3. bner kan keren bnget ff y, wuahh kyu sama rin hyo y keren bnget aplagi pas waktu mcahin teka teki ttng kasus yg mreka hadapi, mereka juga bner bisa membedakan antara pekerjaan dan urusan pribadi di kanyor mereka kaya gx ad ap2..penasarn sbnar y ap rahasia yg di sembunyikan rin hyo??

  4. Apa seh yang hyo sembunyiin ????!!!
    kalo mereka berdua ketahuan pacaran berarti salah satu dari mereka harus keluar gtu , semoga aja gg ada yang tau hanya mrreka berdua tuhan dan readers yang tau kl mereka pacaran *plakkkkk
    kasus baruu , dan bikin penasaran !!!!!?????

  5. Untung rin hyo ga knp2
    Tp aku ngerasa ada yg aneh , ganjal gtu bcnya hehe
    Silent readers merajalela ni , crta bgs begini . Ck mungkin siders nya ga ngerti crnya berkomentar kali ya hehehe

  6. sulit bgt ya buat rinhyo jujur. penasaran kenapa rinhyo selalu menghindar kalo kyuhyun udah mulai nyinggung masalah mereka…

  7. apa suami kim bong sun selingkuh sama kang chae rin? ada konspirasi antara menejer kang chae rin, chae rin sama mantan suami bong sun tpi kira2 apa ya? jadi penasaran…

  8. Teka-tekinya udh bagus meski msh kurang gregett kurang garem gtu.. hihihi.. trus buat alasan rinhyo ke kyu jg masi abu2. Hmmm.. okelah gw lanjut lg ke part berikutnyaaa…

  9. kyak.nya pendek ya di part ini, hehe,entah aku nya atau emang iya pendek 😀

    suka sama teka teki nya di kasus. jadi penasaran.

    nexttt……

  10. Kya!! Penasaran, super duper penasaran sama cara mereka nyelesain kasusnya!
    Di posternya ada jennifer kalo gak salah, kembarannya rinhyo bukan??
    Abis mirip sih, hehehe..
    Keep writing!

  11. Hmm..hyoo masih blm berani bilang mslhnya selain ibunya yg tdk suka kyu ya..
    Jinjjaa ini critanya aku suka, saeng.. Penuh dgn teka teki .,
    Lanjut baca next chap :d

  12. Mkinn seruuu za critanyaa ne,,,kebayang c evill jadi jaksaa,,,krennya sgimanaa tuch c evill,,,penasarann bgtt sbnernyaa ad mslahh pa sichh sma rinhyo,,,mpee kyk nyuekinn c evil gtoo,,,

  13. Masih penasaran sama masalah nya rin hyo yg buat dia ngejauhin kyuhyun.. ><
    Trus sekarang ada masalah kim bong sun.. ugh.. makin seruu.. 😀

    ijin baca part selanjutnya author nim.. 🙂 *bow

  14. Part 2nya lebih pendek T.T
    Gapapa deh… tapi kurang puas.. duh ilah hehehe
    Suka sama moment KyuHyo nya aiiih 😘😘😘

  15. makin menegangkan dan membingungkan kasus barunya. tapi penasaran sbnernya masalah rinhyo yg ditutupin dri kyu apa y………….

  16. makin seru aja nihhh. konfliknya udah keluar nihhh. apa sebenarnya yang disembunyikan sam rihyo. aku jadi penasaran dehhh ffnya bagus bikin deg2an dan penasaran. pemilihan kata2 juga bagus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s