Love Oh Love 3

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini 🙂
Happy read ^^

———

Rintikan salju yang dingin itu turun dengan bergerombolan. Sam Rin Hyo, gadis yang tengah berdiri ditrotoar memilih untuk berdiam dan menikmati rintikan hujan itu. Ia mengadahkan tangan kanannya agar salju-salju itu terjatuh ditelapak tangannya.

Dingin. Itulah yang tengah ia rasakan. Sedingin sikap Lee Donghae selama seminggu terakhir ini.

Rin Hyo sedikit terkejut, disaat tangan kekar seorang lelaki sedang menariknya masuk kedalam mobil. Kehangatan yang dihasilkan penghangat didalam mobil itu terasa, membuat hati Rin Hyo merasa damai. Sam Rin Hyo menoleh kesamping dan sedikit terperangah saat mendapati Cho Kyuhyun yang sedang menatapnya tajam.

“Kau ingin mati membeku disana, ha?!” Ucap Kyuhyun dingin. Sam Rin Hyo hanya menggedikan bahunya tak bersemangat.

“Aku hanya ingin menikmati musim dingin ini, Musim ini indah bukan?” Cho Kyuhyun menghela napasnya pelan.

“O iya, Bagaimana bisa kau menemukanku disana, Kyu?”

“Hanya kebetulan lewat,” Kyuhyun melajukan mobilnya dengan perlahan.

“Kau mau kemana?” Rin Hyo tersenyum tipis lalu menggeleng.

“Bukankah sudah kubilang, hanya ingin menikmati musim dingin.” Kyuhyun terdiam. Sejak dari satu minggu yang lalu gadis ini seolah berubah, tidak ada ejekan yang ia lontarkan untuknya dan juga senyum ceria favoritnya juga sudah hilang.

Apa karna lelaki itu? Apa kau benar-benar mencintainya , hyo…

****

Lee Donghae mengepalkan kedua tangannya kuat disaat kedua matanya mengarah pada mobil bewarna silver yang terparkir didepan pagar Rin Hyo.

Ia marah sangat marah. Namun, hanya marah. Entah itu marah karena rasa cemburu? Atau karena ia merasa kalah dengan adiknya itu? Lelaki itupun tidak tahu.

“Sam Rin Hyo!” Pekik Lee Donghae kuat saat gadis itu hendak memasuki pagar rumahnya, karena rumahnya hanya berseberangan tentunya Rin Hyo mendengar panggilan itu dengan jelas.

Senyuman Rin Hyo terulas, mengingat selama satu minggu ini ia tidak pernah mendengar suara itu. Lee Donghae menghampiri Sam Rin Hyo dan juga sempat melirik Kyuhyun yang sedang bersandar di mobil dengan tajam.

“Ada apa, oppa?” Lee Donghae menggenggam tangan Rin Hyo kuat.

“Oppa , jangan terlalu keras. Itu sakit.” Ucap Rin Hyo lirih. Donghae menarik tangan Rin Hyo untuk mengikuti langkahnya.

“Ya! Hyeong! Bukankah ia bilang bahwa itu sakit, apa begitu caramu memperlakukan gadis yang kau cinta?” celetukan Kyuhyun itu membuat Lee Donghae menghentikan langkahnya kemudian menatap Kyuhyun tajam.

“Tch, tidak usah mengurusi urusan yang bukan urusanmu! Kau pulang saja!” Kyuhyun menarik kerah Donghae, napasnya menggebu-gebu ia benar-benar ingin memusnahkan lelaki ini sekarang juga. Sedangkan Donghae hanya tersenyum mengejek pada Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah… sudah cukup. Aku akan berbicara sebentar dengan Donghae oppa. Kau pulanglah…”

Kyuhyun menarik tangannya dari kerah Donghae seraya menatap Rin Hyo. Ia tersenyum miring kemudian memasuki mobilnya dan segera pergi meninggalkan tempat itu. Mendengar gadis yang telah ia bela lebih memilih mengusir dirinya itu sangat menyakitkan.

Keadaan rumah Lee Donghae sangat hening sekarang. Bahkan lelaki dan gadis itu hanya terdiam tanpa ada yang memulai pembicaraan.

“Oppa… aku ingin meminta maaf padamu. Waktu itu aku benar-benar—“ “

Aku tahu, sudah kumaafkan. Ini semua memang karena lelaki brengsek itu. Sebenarnya apa sih yang ia inginkan dariku? Selalu merebut apapun yang aku miliki!” gerutu lelaki itu, kening Rin Hyo berkerut pertanda bingung.

“Maksud oppa?” Donghae menatap Rin Hyo sebentar kemudian mengalihkan pandangannya lagi kedepan.

“Dia itu benar-benar mimpi burukku.” Lee Donghae menghela napasnya pelan.

“Apa setelah merebut eomma-ku dan yeoja yang dulu pernah kucintai. Apa ia berniat merebutmu juga? Tch, itu tidak akan terjadi lagi.” Gumam Lee Donghae, dahi Rin Hyo kembali berkerut.

“Eomma-mu?” Donghae mengangguk.

“Sebenarnya aku dan Kyuhyun adalah saudara tiri. Kyuhyun adalah anak kandung Cho Seung Hwan, Appa tiriku. Dan aku adalah putra eomma-ku yang satu tahun yang lalu telah menjadi eomma tiri Kyuhyun. Sejak mereka menikah, segala perhatian eomma selalu tertuju pada Kyuhyun dan aku selalu salah dimatanya. Aku mencoba untuk bersabar sampai pada saat Kim Min Jung datang dan membuatku gila karnanya. Aku benar-benar mencintainya…” Lee Donghae menghela napasnya berat.

“Tapi ternyata lelaki brengsek itu malah menusukku dari belakang. Kim Min Jung mencintainya. Namun, dengan mudahnya lelaki itu menolak Min Jung sehingga gadis itu bertolak ke Amerika. Aku tahu, segala hal yang ia lakukan itu hanya untuk membuatku sakit. Tapi mengapa harus Min Jung?” Rin Hyo menatap Lee Donghae nanar. Yang bisa ia tangkap dari cerita Donghae hanya lelaki itu masih mencintai Kim Min Jung.

“Mungkin maksud Kyuhyun tidak seperti itu. Kyuhyun bukan orang yang seperti itu oppa….” Lee Donghae menatap Rin Hyo tajam kemudian menghela napas kasar.

“Disaat seperti ini kau masih membelanya? Sebenarnya kekasihmu itu aku atau dia?!” bentak Donghae membuat Rin Hyo mengatupkan bibirnya rapat. Ia terkejut dengan sikap Donghae yang seperti ini.

“Aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan. Itu pendapatku… dan juga, tentu saja kekasihku adalah kau oppa.” Ucap Rin Hyo sedikit lirih.

Sosok manis Lee Donghae sekarang seolah berubah menjadi lelaki yang kasar dan menakutkan. Lee Donghae menatap Rin Hyo nanar kemudian menarik gadis itu kedalam pelukannya.

“Maaf aku membentakmu, aku … aku hanya ingin mempertegas jika kau adalah milikku Hyo-ah…” Bisik Donghae yang membuat kehangatan menghampiri hati Rin Hyo saat ini juga.

****

Hubungan Sam Rin Hyo dengan Lee Donghae lambat laun kembali terbenahi. Cho Kyuhyun yang awalnya ingin menjadikan gadis itu mencintainya telah tidak dapat melakukan apa-apa lagi.

Sudah cukup ia melihat gadis itu tersiksa disaat bertengkar dengan Donghae, lebih baik ia mencintainya dengan caranya sendiri jika memaksakannya hanya akan membuat gadis itu semakin menderita.

“Hyo-ah… setelah ini kita berduet, kau sudah siap kan?” Bisik Kyuhyun pada Sam Rin Hyo yang duduk disampingnya.

Hari ini ujian praktek kesenian yang bertajuk duet akapella dimulai, dan setiap kelompok harus duduk bersama dengan kelompok akapellanya.

“Hahh… bagaimana ini, Kyuhyun-ah? Aku gugup sekali.” Ucap Rin Hyo seraya meremas kertas yang berisi not-not balok disertai lirik lagu itu.

Kyuhyun tersenyum seraya menggenggam tangan Rin Hyo lembut, membuat ada desiran aneh ditubuh yeoja itu.

“Jangan gugup. Kita pasti bisa!” Rin Hyo menatap Kyuhyun dengan tertegun. Lekungan manis dibibirnya terulas.

Tampan dan manis. Segera Rin Hyo menggeleng-gelengkan kepalanya kuat dan sesegera mungkin mengalihkan pandangannya dari lelaki itu.

“Ada apa?” Rin Hyo sedikit bernapas lega disaat Kyuhyun melepas genggamannya.

“Tidak… tidak ada apa-apa.”

Kyuhyun berniat membuka mulutnya, namun guru kesenian itu memanggil namanya dan nama gadis ini. Kedua orang itu langsung bertatapan dengan pandangan, Kita pasti bisa!

“Lagu untuk kalian A Whole New World kan?” Kedua murid yang sudah berdiri didepan kelas sembari membawa kertasnya masing-masing itu mengangguk pelan.

“Baik, mulai!” Kyuhyun dan Rin Hyo bertatapan kemudian menganggukkan kepala hampir bersamaan, entah apa yang membuat mereka berlaku seperti itu.

“1..2..3..” bisik Rin Hyo lalu diiringi dengan suara khas Cho Kyuhyun yang mengisi keheningan kelas. Bait demi bait telah dinyanyikan Kyuhyun dengan baik, kemudian sekarang adalah bagian Sam Rin Hyo.

Dan syukurlah, pendidikan yang diberikan Kyuhyun untuk Sam Rin Hyo ternyata sangat berguna. Buktinya, sekarang gadis itu bernyanyi tanpa ada minus atau false satupun. Kalau ditanya suara? Ya… memang suara Sam Rin Hyo itu bagus, tapi tak sebagus Kim Taeyon snsd.

Untuk bagian akhir diisi dengan suara lembut Kyuhyun, suara riuh tepukan tangan para murid menggema diruang kelas itu. Rin Hyo maupun Kyuhyun tersenyum senang seraya saling tatap satu sama lain.

Suara tepukan tangan itu reda, membuat Kyuhyun dan Rin Hyo beralih menatap guru seni mereka yang sedang berdiri disamping mejanya.

“Cho Kyuhyun , Sam Rin Hyo…” Guru seninya menggantung kalimatnya membuat Kyuhyun dan Rin Hyo dibuat sangat penasaran dan jantung yang berdebar.

“A+” Kedua orang itu bertatapan kemudian tersenyum dan melakukan hi-5 dengan riang. Setelah itu mereka duduk ditempatnya kembali dengan hati yang berbunga-bunga.

****

“Kau sudah menunggu lama oppa?” Tanya Rin Hyo sesaat setelah bel pulang berdering. Lee Donghae yang telah menunggu didepan kelas Rin Hyo hanya tersenyum tipis.

“Tidak, aku baru saja sampai tadi.”

“Baiklah kalau begitu ayo kita pulang!” Ucap Rin Hyo seraya mengait lengan Donghae.

“Ahh… Kyuhyun-ah… sampai jumpa besok!” Pekik Rin Hyo seraya menggoyang-goyangkan tangannya, tak lupa senyum manisnya mengembang kearah Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum miris menatap kepergian Rin Hyo yang dengan mesranya mengait tangan hyeong-nya sendiri.

Sekarang ia hanya bisa menatap gadis itu dari sini, dari belakang. Jika ingin memaksakan kehendaknya sama saja menyakiti hati gadis itu kan? Terlihat dari bagaimana cara gadis itu tersenyum saat sudah berbaikan dengan Donghae. Terlihat sangat manis. Lalu harus bagaimana lagi? Apa ia tega merampas senyuman itu? Ia percaya, jika memang gadis itu ditakdirkan untuknya. Tuhan pasti mempersatukan mereka dengan keajaibanNya.

****

Kyuhyun menyantap makanannya dalam diam, suara peraduan alat-alat makan terdengar menghiasi keheningan suasana makan malam hari ini. Kyuhyun duduk dihadapan eomma-nya sekaligus disebelah Lee Donghae.

Tuan Cho secara tiba-tiba menyuruh Kyuhyun pulang kerumah untuk satu minggu kedepan.

“Kyuhyun-ah… kudengar kau mendapat nilai A+ saat ujian praktek seni, apa itu benar?” Tanya eomma memecah keheningan. Kyuhyun hanya tersenyum miring seraya mengangguk.

“Berarti tetangga kita itu mempunyai suara yang bagus, ya? haha… tidak kusangka. Kata ibunya, ia adalah gadis yang cerewet dan mempunyai suara yang memekikkan telinga. Tidak kusangka ia bisa bernyanyi dengan baik.” Celoteh eomma lagi. Tanpa Kyuhyun sadari senyumnya mengembang.

“Jika bukan aku yang mengajarinya bagaimana bisa ia bernyanyi seperti itu. Dan memang gadis itu sangat cerewet dan selalu false disetiap nada pada awal kami berlatih.” Kyuhyun terkekeh seraya pandangannya menerawang kedepan.

“Gadis itu memang penuh kejutan, aku juga tidak menyangka ia dapat bernyanyi sebaik itu saat ujian. Selain cerewet ia juga selalu kalah jika bermain game denganku. Dan setiap kalah ia selalu saja marah dan mencibir, hahaha… seperti anak kecil saja.”

Suasana meja makan mendadak hening, bahkan suara peraduan alat-alat makan itu telah terhenti.

Tuan Cho dan Nyonya Cho menatap Kyuhyun curiga, terkecuali Donghae ia melayangkan pandangan yang sulit untuk dimengerti pada Kyuhyun. Kyuhyun juga menghentikan celotehannya seraya menatap ketiga orang itu bingung.

“Ada apa?”

“Kau menyukai gadis itu ya Kyuhyun-ah? Tetangga kita, Sam Rin Hyo…” Ucap eomma seraya menatap Kyuhyun curiga dan tersenyum.

Memang ia baru melihat Kyuhyun berekspresi sejak ini, sebelumnya ia benar-benar tidak pernah tahu menahu anak tirinya ini berekspresi sampai sejauh ini.

“Kalau kau memang menyukainya, appa membebaskanmu Kyuhyun-ah…” suara decitan kursi membuat mereka menghentikan pembicaraan ini.

“Aku sudah kenyang, aku kekamar dulu…” Ucap Lee Donghae kemudian pergi menjauh dari kerumunan itu.

Cho Kyuhyun yang menyadari keanehan itu segera menyusul Lee Donghae dengan alasan yang sama. Membuat orang tuanya menatap kedua anaknya itu aneh.

***

Kyuhyun bersandar diambang pintu kamar Lee Donghae seraya menatap Donghae datar. Donghae yang sedang duduk ditepi kasur menatap Kyuhyun sebentar lalu melempar pandangannya kearah lain. “mau apa kau kesini?” Tanya Donghae dingin.

Kyuhyun tersenyum sinis kemudian duduk disebelah Lee Donghae.

“Kau tidak usah mengkhawatirkan perkataan eomma hyeong… aku dapat menjamin, rasaku ini tak akan pernah menganggu hubunganmu.” Ucap Kyuhyun pelan. Donghae menatap Kyuhyun dengan pandangan, apa maksudmu?.

“Aku memang mencintainya hyeong. Tapi aku tahu, jika aku memaksakan perasaan ini sama saja aku menyakitinya. Jadi aku harap, kau dapat menjaganya hyeong, dapat mencintai yeoja itu dengan tulus.”

Lee Donghae hanya terdiam seraya menatap lurus kedepan. Sedangkan Kyuhyun menepuk bahu Donghae kemudian meninggalkannya, namun langkahnya terhenti disaat ia ada diambang pintu. Ia menoleh kemudian tersenyum miring.

“Tapi, jika kau membuatnya sakit. Aku tidak akan sungkan-sungkan untuk merebutnya darimu hyeong, cam-kan itu…” Ucap Kyuhyun pelan namun ada nada penekanan disana. Belum Donghae membuka mulutnya Kyuhyun kembali memotong perkataannya.

“Selamat malam hyeong…” pintu itu tertutup meninggalkan Donghae yang hanya menatap tajam pintu kamarnya dengan pikiran yang bercampur aduk.

***

Kyuhyun menghela napasnya malas, hari wisuda hyeong-nya ini seolah hari terberat untuknya. Jika tidak karna kedua orang tuanya yang memaksa ia ikut perayaan ini ia tidak akan ikut jika akhir-akhirnya seperti ini.

Kyuhyun menghela napasnya kembali kemudian memotret kedua orang yang sedang bergaya dengan mesranya.

“Otte Kyuhyun-ah? Hasilnya bagus?”

Sam Rin Hyo berlari cepat kearah Kyuhyun meninggalkan Lee Donghae yang masih berdiri disana. Sebenarnya lelaki itu juga malas jika Kyuhyun ada disini.

“Wooahh… ternyata kau ini multitalenta ya? tidak kusangka hasil fotonya bagus seperti ini.” Kyuhyun mendelik kearah Rin Hyo yang hanya tersenyum tanpa dosa.
“Kau mengejekku, eoh?” Cibirnya.

“Aku ini memang sangat berbakat. Selain tampan, suara bagus, popular, aku juga menguasai banyak hal. Fotografi ini hanya salah satu dari ratusan bakat ku.” Rin Hyo mengacak rambut Kyuhyun asal, dan membuat tubuh Kyuhyun menegang. Sedangkan Donghae sedikit terhenyak saat menatap mereka berdua yang terlihat… mesra?

“Ya! apa yang kau lakukan ha?! Rambutku ini sudah kutata rapi.” Pekik Kyuhyun berusaha menutupi rasa gugupnya. Sedangkan Rin Hyo hanya terkikik geli.

“Hahaha… itu balasan karna kau sangat narsis dihadapanku, Kyu… dengan begitu tidak ada yang menyukaimu, kau tahu? Hahaha… kau jelek sekali!” ejek Rin Hyo. Walau yang dikatakan Rin Hyo itu sebenarnya berbanding terbalik, bagaimanapun Kyuhyun masih saja tampan.

Kyuhyun hanya mencibir seraya menata rambutnya.

“Rin Hyo-ah… ayo kita jalan-jalan… aku ingin menraktirmu..” Ucap Donghae sontak membuat Rin Hyo sedikit kaget. Ia baru sadar, ia mengacuhkan lelaki itu sejak tadi. Rin Hyo tersenyum kemudian mengangguk.

“Ide bagus oppa, aku sangat lapar sekali~” ucap Rin Hyo seraya memegang perutnya.

Lee Donghae hanya terkekeh menatap kemanjaan Rin Hyo yang terlihat dibuat-buat itu.

“Kalau begitu ayo!” ucap Donghae seraya menggenggam tangan Rin Hyo lembut, membuat Kyuhyun langsung membuang pandangannya agar tak menatap pemandangan memuakkan itu.

Disaat sudah beberapa langkah Rin Hyo dan Donghae meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiam itu, Rin Hyo menghentikan langkahnya dan menatap Kyuhyun yang masih berdiri disana. Rin Hyo menghembuskan napas kasarnya seraya memutar bola matanya malas.

“Kyuhyun-ah… apa yang kau lakukan disana?! Ayo cepaat!!!” pekik Rin Hyo membuat Kyuhyun menatap Rin Hyo. Sedetik kemudian, Kyuhyun menggeleng seraya tersenyum.

Rin Hyo mendengus kemudian menghampiri Kyuhyun dan menarik tangan lelaki itu agar mengikutinya.

Dan lagi-lagi Donghae selalu tak dapat melakukan apa-apa hanya dapat diam menatap keakraban mereka berdua. Menurutnya, jika Rin Hyo bersama Kyuhyun ia dapat meng-ekspresikan segalanya dengan bebas, namun tidak jika dengannya.

“Kan kita dari tadi ber-tiga, jadi kemana-mana harus bertiga. Benarkan Donghae oppa?” lamunan Lee Donghae buyar seketika disaat ia menyadari Rin Hyo telah berada didepannya dengan menarik lengan Kyuhyun. Lee Donghae hanya dapat tersenyum kecil pada Rin Hyo.

****

Sekarang, Kyuhyun hanya bisa merutuki kebodohannya untuk sekedar menolak ajakan Rin Hyo tadi.

Suasana makan siang saat ini sangatlah canggung, dari sini ia dapat melihat bahwa Rin Hyo masih belum terlalu terbuka di depan Donghae. Tapi, bagaimana bisa gadis itu mencintai Lee Donghae begitu dalam? Entahlah, hal itu belum ditemukan jawabannya oleh Kyuhyun.

“Oppa, kenapa sup-nya hanya diaduk-aduk saja?” Tanya Rin Hyo pada Donghae yang masih betah mengaduk-aduk sup-nya dengan lemas. Lee Donghae menoleh pada Rin Hyo kemudian tersenyum kaku.

“Kau ini harus makan yang banyak ,oppa…” Ucap Rin Hyo lagi. Cho Kyuhyun menatap Rin Hyo dengan tatapan yang sulit diartikan,

Bukankah aku juga hanya mengaduk-aduk sup-ku? Apa hanya ada dia dikedua matanya?

“Aku akan memakannya… Hyo-ah… kau tidak usah khawatir.” Ucap Lee Donghae seraya tersenyum manis.

“Kau sedang memikirkan sesuatu oppa?” Lee Donghae menggeleng sembari memakan sup-nya.

“Aku mau ke toilet dulu…” ucap Kyuhyun kemudian beranjak dari kursinya. Rin Hyo hanya menatap Kyuhyun dengan bingung, sedangkan Lee Donghae tersenyum miring.

“Aku juga ingin ke toilet dulu Hyo-ah… tidak apa kan kau sendiri disini?” Rin Hyo mengangguk pelan seraya tersenyum.

Kyuhyun mencuci mukanya dengan kasar. Ia menatap pantulan dirinya yang terlihat berantakan. Kran wastafel terbuka dan menimbulkan suara gemericik air yang jatuh.

Kyuhyun menoleh kesamping dan mendapati Lee Donghae dengan wajah innocent-nya tersenyum miring kearahnya. Kyuhyun hendak keluar namun Donghae menahan tangannya.

“Sepertinya kau sudah menyerah ya?”

“Bukan urusanmu!”

“Tapi tidak apa-lah, aku hanya ingin bilang. Jika kau benar-benar menyerah, tolong jauhi Rin Hyo! Kau seperti parasit yang selalu menempel padanya!” Ledek Donghae.

Kyuhyun yang amarahnya sudah memuncak menarik kerah Donghae lalu memukulnya.

“Parasit? Bukankah kau dan ibumu itu yang menjadi parasit dikeluargaku?!” Bentaknya tak mau kalah. Donghae tak terima dan segera membalas pukulan Kyuhyun.

Mereka berkelahi hingga beberapa security datang untuk melerai mereka. Rin Hyo yang juga ada disana menatap kedua lelaki itu tajam.

“Nona, apa ini teman-teman anda?” Tanya security itu pada Rin Hyo yang mengangguk pelan.

“Maaf, anda dan teman-teman anda harus keluar dari restoran karna mereka membuat keributan yang akan mengganggu pelanggan lain.”

“Aku tahu! Tolong maafkan kelakuan mereka.” Tegasnya kemudian segera menarik Kyuhyun dan Donghae keluar restoran.

“Sebenarnya apa yang kalian pikirkan?! Tidak bisakah kalian akur untuk sehari saja?! Kalian itu bersaudara, seharusnya kalian bisa lebih baik dari ini!” Bentak Rin Hyo yang juga emosi, ia sangat jerah dan jenuh menatap kedua kakak-beradik ini bertengkar.

“Sudahlah, aku lelah sekali! Aku pulang!” Putusnya seraya menyecahkan langkah cepatnya dan segera menyetop taksi. Meninggalkan Kyuhyun dan Donghae yang merasa terlambat menahan Rin Hyo.

****

“Annyeong haseyo, eommonim!” Sapa seorang gadis yang tinggi semampai dengan rambut hitam kecoklatan yang tergerai panjang bergelombang.

Dress berwarna violet miliknya membuatnya terlihat sangat cantik dan pas dengan warna kulit putih susu yang ia miliki.

“Omo! Min jung-ah… Kau datang?!” Kejut nyonya Cho yang kebetulan membuka pintu untuk Min Jung.

Gadis bernama Min Jung itu tersenyum manis, senyuman yang membuat semua orang yang melihatnya terpesona padanya.

“Masuklah!” Ajak nyonya Cho seraya membuka pintunya lebar-lebar. Dengan anggunnya Min Jung memasuki rumah megah itu dan duduk bersama nyonya Cho disofa ruang tamu.

“Tuan Cho, dimana ?”

“Dia sekarang di Jepang, mengurusi cabang baru kami.” Min Jung mengangguk-angguk mengerti.

Pandangannya berputar, menelisik beberapa foto yang terpajang disana. Senyumnya tipisnya merekah disaat menatap foto seorang lelaki yang dulu sangat ia cintai, dan sampai sekarang belum berubah.

“Lalu mereka?”

“Ahh… Lee Donghae dan Kyuhyun tadi sedang makan malam bersama dengan temannya. Hari ini perayaan kelulusan uri Donghae…” Ungkapnya. Min Jung hanya menggumam mengerti.

“Bagaimana kabarmu? Beberapa tahun ini tidak bertemu, kau tambah cantik saja…” Min Jung kembali tersenyum tersipu.

“Eommonim berlebihan sekali!”

Suara pintu yang terbuka membuat kedua wanita yang sedang berbincang itu menolehkan kepalanya kearah pintu.

“Kurasa mereka sudah datang,” ujar Nyonya Cho seraya beranjak dan menghampiri kedua anaknya yang sedang memasuki rumah.

“Astaga! Ada apa dengan wajah kalian? Kalian bertengkar lagi, ha?!” Suara tinggi Nyonya Cho itu hanya dibalas tatapan sayu milik keduanya. Kyuhyun melewati tubuh Nyonya Cho berjalan menuju kamarnya.

“Cho Kyuhyun!” Panggil Min Jung, membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap gadis itu. Ia menghela napasnya kemudian kembali menyecahkan kakinya, mengacuhkan Kim Min Jung.

Min Jung terlihat kecewa, hatinya terasa sakit saat menatap lelaki yang sejak dulu ia rindukan menyikapi kedatangannya seperti itu. Seolah Kyuhyun tidak pernah mengharapkan kehadirannya.

“Kim Min Jung?” Panggil Donghae yang sebelumnya berjalan dibelakang Kyuhyun. Min Jung tersenyum manis pada lelaki itu, Donghae mendekat pada Min Jung dan dengan segera memeluk gadis itu erat. Ia benar-benar merindukan gadis ini.

“Kau kembali, Min Jung…” Gumamnya seiring dengan ia melepas pelukannya dan duduk disamping Min Jung.

“Ne oppa, ada apa dengan wajahmu ini ? Kau berkelahi lagi? Sampai saat ini kau belum juga akur dengannya ?” Cecar Min Jung khawatir.

“Entah sampai kapan mereka akan akur…” Timpal Nyonya Cho yang sudah duduk didepan mereka.

“Ck, kau ini harus berbaikan dengannya oppa. Kalian adalah saudara!” Nasehat Min Jung seraya memegang bahu kiri Donghae. Donghae hanya dapat tersenyum kecut.

“Dia bukan saudaraku.” Sinisnya, nyonya Cho mendesah gusar.

“Min Jung-ah, ini sudah larut. Kau menginap disini ya ?” Ajak Nyonya Cho pada Min Jung.

“Ahh… Besok aku harus pergi kesekolahku yang baru eommonim.”

“Sekolah baru?” Min Jung mengangguk.

“Aku bersekolah di Dongguk eommonim.”

“Benarkah? Sayang sekali aku sudah lulus.”

“Apa yang harus disayangkan, oppa? Kau ini lucu sekali. Ahh iya, selamat juga atas kelulusanmu!” Ucap Min Jung tulus.

“Kalau begitu aku harus pulang sekarang eommonim, oppa…”

“Kau membawa mobil?” Min Jung mengangguk pada Donghae.

“Apa perlu aku antar? Kau masih hafal jalan kan?” Min Jung terkekeh pelan.

“Tentu saja oppa, aku masih belum pikun. Baiklah, aku pulang dulu…” Ucap Min Jung seraya beranjak dan menunduk pada nyonya Cho.

“Hati-hati Min Jung-ah…” Ucap Nyonya Cho, Donghae mengantar Min Jung sampai depan pagar.

“Besok kau akan kujemput dan kuantar ke Dongguk, aku yakin kau belum hafal jalan kesana bukan?” Min Jung tertawa hambar laksana membenarkan apa yang dikatakan Donghae.

“Alamat rumahmu, nanti kirimkan saja lewat pesan, okay?” Min Jung mengangguk kemudian memasuki mobilnya setelah mereka bertukar nomor ponsel.

“Terima kasih oppa , sampai jumpa besok!!!”

****

Rin Hyo menatap jalanan Seoul dengan malas. Sekarang ia berada didalam taksi, tadi pagi Donghae mengatakan tidak bisa menjemput dirinya karna ada urusan penting.

Kyuhyun tak mungkin menjemputnya, karna sejak ia menjalin hubungan dengan Donghae lelaki itu tak pernah lagi menjemput gadis itu.

Rin Hyo menghela napasnya pelan, dan meyakinkan dirinya kalau Lee Donghae memang sedang ada urusan penting. Dan ia harus percaya akan hal itu.

Setelah sampai pada tujuan, gadis itu segera turun dan tak lupa membayar supir taksi itu dulu. Ia menyecahkan kakinya santai, sekolah masih tampak sepi. Tentu saja, karna Rin Hyo memang terbiasa berangkat pagi sekali.

Rin Hyo duduk dibangkunya, ia menatap Kyuhyun yang juga sudah duduk dibangkunya dengan heran. Tidak biasanya lelaki ini berangkat pagi.

“Kau dijemput Lee Donghae?” Tanya Kyuhyun yang sudah membalikkan badannya untuk menatap Rin Hyo. Ia menggeleng pelan dan memasang wajah biasa saja.

“Dia bilang ada urusan penting.”

“Urusan penting?” Sinis Kyuhyun, yang membuat Rin Hyo mengernyit curiga.

“Memangnya kenapa?”

“Tidak… Dia… Memang mengurusi sesuatu yang dia anggap sangat penting.” Rin Hyo mengangguk ringan dan kembali mengedarkan pandangannya pada ruangan kelas yang sepi ini.

“Tumben sekali kau berangkat pagi…”

“Kau mengejekku? Aku memang selalu berangkat pagi…” Bangga Kyuhyun, yang membuat Rin Hyo mendorong pelan dahi Kyuhyun dengan jari telunjuknya.

“Selalu? Jihh.. Mungkin selalu disaat liburan. Tapi jika hari biasa, yang kau lakukan adalah kebalikannya.” Ledeknya lagi, membuat Kyuhyun semakin geram. Baru saja ia membuka mulutnya, ia kembali menutup mulutnya lagi disaat beberapa gadis yang ada dikelasnya beranjak keluar kelas.

Rin Hyo menatap mereka dengan bingung. Tak lama, Eun Ji yang masih menggendong tas ranselnya menarik Rin Hyo dengan wajah histeris. Kyuhyun pun ikut mengekori Rin Hyo.

“Hei! Apa yang kau lakukan Lee Eun Ji!” Pekik Rin Hyo.

“Kau harus melihat ini Hyo…” Ucapnya seraya menyerombol kerumunan gadis yang berkerumun didepan gerbang sekolah, Kyuhyun yang ikut penasaran masih saja mengikuti Rin Hyo.

Langkah mereka terhenti disaat mereka tahu apa yang mereka lihat.

“Hahh… Kasihan sekali Rin Hyo…”

“Apa karna ini tadi ia berangkat menggunakan taksi?”

“Apa mereka sudah berpisah?”

“Lihat! Apa gadis itu murid baru? Dan mungkin saja pacar barunya Lee Donghae.”

“Dia cantik sekali, pantas mereka berpisah!” Gunjingan-gunjingan yang gadis-gadis itu bisikkan membuat kedua matanya terasa panas.

“Apa ini urusan pentingnya?” Gumamnya hampir tak terdengar. Ia menggigit bibir bawahnya kuat, Kyuhyun yang berada disampingnya segera menarik Sam Rin Hyo bersamaan dengan pekikan tertahan para penggemar Kyuhyun.

Kyuhyun terus menarik Rin Hyo pada taman sekolah. Ia mendudukkan gadis itu dikursi dengan telaten. Kepalan tangannya itu pertanda bahwa ia sedang menahan amarah. Ia tidak bisa menatap Rin Hyo seperti ini, gadis ini menunduk dan meremas kuat ujung roknya.

“Gwenchana?” Rin Hyo mendongak, tatapan terluka dan mata yang berkaca-kaca. Itulah yang ia lihat.

“Apa aku terlihat baik-baik saja?” Ungkapnya tanpa menangis tapi suaranya bergetar menahan tangis.
Kyuhyun menghela napasnya kemudian menarik gadis itu kedalam pelukan hangatnya, seketika air mata Rin Hyo yang mati-matian ia tahan itu meleleh deras.

“Tumpahkan lah semua didadaku. Karna didalamnya, ada hatiku yang selalu mencintaimu.” Bisik Kyuhyun seraya mengecup puncak kepala Rin Hyo.

Rin Hyo semakin keras menangis. Antara terharu akan perkataan Kyuhyun dan juga sakit hati yang menyayat saat menatap lelaki yang ia cintai telah membohonginya.

———

To be continued

Advertisements

6 thoughts on “Love Oh Love 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s