Contrast 3

image

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini 🙂
Happy read ^-^

———

Satu bulan lalu, liburan di Busan Sam Rin Hyo melangkah ringan dijalanan yang menuju rumah sederhana keluarganya. Ia menghembuskan napas kuat-kuat lalu mengeluarkannya secara perlahan. Hawa di Busan, ia sangat merindukan angin Busan.

Langkahnya terhenti saat ia berada tepat didepan pintu kayu. Ia membuka pintu itu. Untuk memasuki rumahnya, ia harus berjalan beberapa langkah terlebih dahulu.

“Bagaimana bisa kau melakukan hal itu, HA?! Kau apakan anakku?! Kau apakan dia? Hiks…” Rin Hyo menghentikan langkahnya secara spontan, senyuman yang selalu ia kembangkan sejak tadi pun telah luntur saat mendengar jerit dan tangis ibunya.

Pintu rumah memang terbuka, ada 2 pasang sepatu yang terletak didepan pintu. Dengan langkah cepat ia berlari kedalam rumah, “Ibu!” pekiknya saat menatap tubuh kecil ibunya yang terduduk lemas diatas lantai. Kedua mata ibunya itu memerah, ia menangis.

“Apa yang telah kau lakukan, ha?!” kedua mata Rin Hyo menatap tajam pada lelaki paruh baya yang tengah berkacak pinggang. Tubuh lelaki itu tegap dan kekar, terlihat seperti preman. Lelaki itu menatap Rin Hyo mulai dari bawah hingga keatas, kedua tangannya ia sendekapkan.

“Kau, Sam Rin Hyo?”

“Siapa kau?!”

“Pergi! Pergilah! Jangan ganggu kami! Kau harus pergi!” belum sempat lelaki itu menjawab ibu Rin Hyo segera mendorong-dorong tubuh lelaki itu agar keluar dari rumahnya. Lelaki itu tidak melawan, ia berjalan mundur dengan kedua mata yang masih menatap lekat Sam Rin Hyo.

Rin Hyo hanya bisa berdiri ditempatnya, entah kenapa ia tidak bisa bergerak saat ini. Bahkan ia masih belum bisa membaca keadaan, lelaki itu siapa? Apa hubungan lelaki itu dengan ibunya? Apa maksud ibunya dengan kata ‘kau apakan anakku?!’ ? ia tidak mengerti, dan ingin segera mencari tahu.

BRAK

Lamunan Sam Rin Hyo buyar seketika saat mendengar dentuman keras yang disebabkan oleh ibu yang menutup pintu dengan sangat kencang. Ibunya duduk diruang tamu dengan terisak, biasanya jika Rin Hyo datang ia pasti akan langsung memeluk anaknya itu. Namun sekarang, giliran anaknya lah yang harus memeluk ibunya terlebih dahulu.

“Ibu…” Rin Hyo memeluk ibunya dari samping.

“Apa lelaki itu sering menyakiti ibu saat aku pergi? Kenapa ibu bertambah kurus?” Ibunya masih terisak tak sanggup untuk menjawab.

“Seharusnya ibu menelfonku jika ada sesuatu yang terjadi.” Sam Rin Hyo menggosok-gosok punggung ibunya dengan ritme pelan.

“Ibu, jangan menangis! Aku membawa beberapa bahan makanan, ibu ingin aku membuat sesuatu?”

***

“Jaksa Sam! Jaksa Sam!” Tubuh Rin Hyo tersentak saat mendapat pukulan yang cukup keras dibahunya. Segera ia menoleh kesamping, kearah lelaki yang sedang menyetir dengan santainya.
“Kau melamun?” tanya lelaki itu dengan sesekali melirik Rin Hyo lalu memfokuskan diri kejalanan.

“Tidak! Sok tahu!” balasnya singkat. Lelaki itu tersenyum miring lalu mengacak-acak rambut Rin Hyo brutal.

“Yak!!”

“Jaksa, tidak boleh sering melamun!”

“Jaksa juga tidak boleh mengisengi rekan kerjanya seperti ini! menyebalkan sekali!” Rin Hyo mencibir seraya merapikan tatanan rambutnya, kali ini lelaki yang bernama Song Joong Ki itu masih beruntung. Karena, ia malas membuat keributan yang tak berujung dengan Joong Ki.

Perdebatan kecil itu diakhiri oleh kekehan Song Joong Ki yang terdengar memuakkan ditelinga Sam Rin Hyo. Rin Hyo mengalihkan pandangannya kearah jendela, ia kembali gelisah dengan ingatan yang selalu menghampiri otaknya. Ingatan yang seperti tadi. Ia bingung,

“Eottokhae?” gumamnya sangat pelan seraya menyandarkan diri kekursi mobil dengan mata terpejam. Song Joong Ki yang bingung dengan sikap Rin Hyo hanya menatapnya sebentar, ia merasa bukan waktu yang tepat untuk menanyakan apa yang terjadi pada gadis ini. Karena, disaat seperti ini Sam Rin Hyo butuh waktu untuk diam dan sendiri.

***

“Kalian, datang bersama?” Tanya Cho Kyuhyun bingung seraya menatap Rin Hyo dan Joong Ki bergantian. Song Joong Ki mengangguk pelan.

“Tadi aku menjemputnya. Wae?” Kyuhyun menatap datar kedua orang itu lalu berdehem cukup keras.

“Tidak apa-apa, tidak biasanya saja.” Dengan cepat Kyuhyun berbalik memasuki lift diikuti oleh Song Joong Ki dan Rin Hyo. Mereka berdiri tepat dibelakang Kyuhyun yang tengah memasang wajah malas.

“Oppa! Kau sudah memeriksa ponsel Kang Chae Rin, kan?” Song Joong Ki mengangguk sekenanya.

“Baguslah, kupikir kau melupakan tugasmu!” Ucap Rin Hyo dengan nada santai, yang terdengar mengejek di telinga Song Joong Ki.

“Yak! Kau meremehkanku, ha?! Aku ini rajin mengerjakan tugas.”

“Tsk, kau tidak ingat berapa kali kau melupakan tugasmu karena terlalu sering pergi ke club?! Dasar!” Kyuhyun yang diam-diam mendengar semua obrolan kedua orang dibelakangnya hanya dapat menghela napas kesal, ucapan Rin Hyo seolah menyatakan bahwa ia tahu segala hal tentang Joong Ki. Dan hal itu membuat mood Kyuhyun menjadi sangat tidak baik.
Sekali lagi Kyuhyun berdehem dengan keras, berharap menyadarkan Joong Ki dan Rin Hyo agar menghentikan obrolan mereka. Sudut bibir Kyuhyun terangkat sempurna saat keheningan menghampiri ruang lift yang cukup besar untuk ukuran lift.

***

Kyuhyun’s apartement

Sam Rin Hyo mengetuk-ketukan bolpoinnya berirama. Ia menatap berkas yang berada di atas meja milik Cho Kyuhyun yang berada dikamar pria itu, dengan dahi mengernyit.

Hasil sidang kemarin, Kang Chae Rin masih belum mengakui perbuatannya. Padahal sudah sangat jelas bahwa wanita itu telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Kim Bong Sun.

“Kyu, tidakkah ini aneh?” Cho Kyuhyun yang tengah duduk disampingnya sambil membaca sesuatu dari Tablet PC- nya itu sontak menoleh pada kekasihnya.

“Wae?”

“Kang Chae Rin, tidak mungkin seorang wanita seperti dia berniat membunuh temannya sendiri hanya karena masalah sepele itu.”

“Kau sudah mencari keberadaan suami Kim Bong Sun?”

“Eo! Tapi, aku tidak menemukannya.”

“Kau sudah memeriksa ponsel Kang Chae Rin?”

“Eo!”

“Lalu apa lagi yang dibingungkan? Sudah sangat jelas suami Kim Bong Sun dan Kang Chae Rin memiliki hubungan khusus.” Sam Rin Hyo terdiam sejenak, seketika badannya menegak saat ia mengingat sesuatu.

“Kau benar! Aku baru menyadarinya.” Ucap Rin Hyo, dengan cepat ia mengambil salah satu berkas disana dan membukanya.

“Jadi nama kontak ‘suami’ disini bukanlah suaminya, akan tetapi suami Kim Bong Sun?”

“Aku merasa, suamiku telah berubah.”

“…”

“Kurasa ia berselingkuh, ia sering pulang malam dan sering memarahiku dengan alasan yang tak jelas.”

“…”

“Sebenarnya aku telah mencurigai seseorang, tapi… sering kali aku merasa konyol jika harus mencurigainya. Karena ia adalah teman dekatku sendiri.”

“…”

“Ah, tidak. Biarkan aku menyimpan ini sendiri saja. Aku masih belum tahu yang sebenarnya.”

Tiba-tiba sekelebat curahan hati Kim Bong Sun pada Sam Rin Hyo disaat Rin Hyo tengah mewawancarainya dirumah sakit, datang diingatannya. Seolah telah membuka semuanya.

“Apa mungkin…” Dahi Rin Hyo berkerut, pandangannya menerawang kedepan. Ia tak peduli dengan Cho Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan mengulum senyum.

“Kau tahu?” Rin Hyo menatap Kyuhyun aneh saat pria itu masih saja menatapnya dalam seraya tersenyum.

“Kau terlihat menggemaskan saat kau mulai penasaran akan suatu hal.” Masih dengan tersenyum Kyuhyun menyentuh dahi Rin Hyo yang masih mengernyit, mengusap dahinya hingga Rin Hyo tak lagi mengernyit.

“Kerutan didahimu” Kyuhyun beralih pada rambutnya, merapikan rambut panjang bergelombang itu dengan telaten.

“Rambut yang mulai berantakan” Setelah itu, ia mengecup satu persatu kelopak mata gadis itu hingga kedua mata lebarnya benar-benar terbuka.

“Dan mata yang selalu menyipit”

“Itu semua terlihat menggemaskan untukku.” Lanjutnya.

Sam Rin Hyo masih terdiam, tubuhnya seolah kaku. Ia hanya dapat menatap Kyuhyun penuh arti. Setiap perlakuan Kyuhyun, sentuhan Kyuhyun, seolah mematikan gerakannya, mematikan hatinya.

“Ah, aku melupakan satu hal.” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Rin Hyo. Sam Rin Hyo hanya bisa meremas ujung blazer-nya saat Kyuhyun mengecup lalu melumat bibirnya.

“Mulut yang selalu bergumam tak jelas.” Bisik pria itu seduktif kemudian ia membenamkan kepalanya dilekukan leher gadis yang menyandang status sebagai kekasihnya itu. Menghirup aroma kekasihnya itu dalam-dalam.

Pelukan Kyuhyun semakin erat, memapas segala jarak yang tercipta diantara mereka. Membuat otak Rin Hyo semakin tak terkontrol seperti degupan jantungnya.

“Itu tidak mungkin, eomma!”

“…”

“Tidak, aku tidak percaya ini!”

“…”

“Apakah, ini juga alasan mengapa eomma begitu melarangku menjadi seorang jaksa?”

Rin Hyo segera melepas pelukan Kyuhyun . Napasnya tersengal, perasaan sesak itu datang saat ia mengingat kejadian itu. Kejadian yang membuatnya dihantui oleh rasa bersalah sekaligus rasa benci.

“Wae?” Rin Hyo menatap wajah Kyuhyun yang tengah menatapnya bingung. Perlahan gadis itu menggeleng lalu memeluk pria itu lagi. Kali ini, lebih erat dari sebelumnya.

“Apapun yang terjadi, tolong jangan pernah meninggalkanku.” Ucap Rin Hyo lirih. Kyuhyun yang merasa ada sesuatu dengan Rin Hyo hanya terdiam.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Hyo, jika aku melakukan itu. Bunuhlah aku.” Ucap Kyuhyun mantap. Ia mengusap punggung Rin Hyo dengan penuh sayang.

Hyo, sebenarnya kau kenapa?

***

Sam Rin Hyo berjalan ringan di sepanjang trotoar di distrik Gangnam. Sudah larut malam, tadi ia menemani Kyuhyun dirumah pria itu hingga pria itu ketiduran. Karena tidak tega membangunkan Kyuhyun, akhirnya Rin Hyo pulang sendiri.

Namun, untuk kali ini, ia ingin berjalan-jalan dulu di sini. Distrik yang tak ada matinya, selalu ramai kapanpun. Tak peduli itu pagi, siang , ataupun malam.

Ia menarik napas dalam-dalam. Mengisi kekosongan yang ia rasakan dibagian dadanya, kalau bisa menangis, ia ingin menangis. Tapi sayangnya ia tidak mampu untuk mengeluarkan air mata.

Langkahnya terhenti didepan sebuah klab, ia menoleh kearah klab itu lalu memasukinya.

Bersenang-senang sejenak, tak apa kan?

“Berikan aku wine.” Ucapnya pada bartender itu.

“Oke!” ucap bartender itu semangat seraya mengerling kearahnya.

Rin Hyo hanya menghela napas jengah, kemudian memandang kesekeliling. Klab ini cukup ramai ternyata, dan ia rasa klab untuk kalangan menengah keatas. Terlihat dari gaya mereka dan pakaian mereka yang berkunjung disini.

“Baru berkunjung disini, nona?” Rin Hyo tersentak, lalu ia menoleh kesampingnya. Ia mengernyit, tak mengenal pria yang tengah tersenyum kearahnya itu. Pria itu tersenyum manis, tak dipungkiri pria ini begitu tampan. Bahkan lebih tampan dari Cho Kyuhyun.

“Kim Soohyun” ucap pria itu mengenalkan diri seraya mengulurkan tangannya. Sam Rin Hyo menyambut tangannya dengan ragu sembari berucap, “Sam Rin Hyo” Pria itu menatap Rin Hyo aneh.

“Sepertinya wajahmu terlihat tidak asing lagi, tapi aku tidak pernah bertemu denganmu nona Sam.”

“Aku pun tak pernah bertemu denganmu sebelumnya tuan Kim”

“Sudahlah lupakan saja, ngomong-ngomong kau tak pernah terlihat di klab ini, baru pertama kali?” Rin Hyo mengangguk jujur.

“Ya, aku jarang sekali mengunjungi tempat-tempat seperti ini. Jika ada masalah saja aku datang ketempat-tempat semacam ini.”

“Wine pesananmu nona manis.” Ucap bartender itu seraya menaruh sebotol wine dan satu gelas kosong didepan Rin Hyo.

“Dan kau ingin pesan apa tuan… Tuan Kim? Ternyata sejak tadi anda berada disini? Maaf, aku tak menyadarinya.” Kim Soohyun tersenyum tipis.

“Ambilkan aku wine. Dan kau! Jangan coba-coba merayu Nona Sam lagi ya!” Titah Soohyun seraya mengacungkan jari telunjuknya pada bartender itu.

“Of Course.” Ucap bartender itu kemudian dengan cepat menyiapkan pesanan Kim Soohyun.

Rin Hyo hendak mengucapkan sesuatu, namun bibirnya kembali terkatup saat sapaan seseorang pada Soohyun menginterupsinya.

“Kim Soohyun!” Rin Hyo menoleh pada sumber suara kemudian menatap Soohyun yang tengah melambaikan tangan pada pria yang memanggilnya tadi.

“Jong In, kau membawa seorang gadis lagi, ha?!” Goda Soohyun pada pria yang tengah memeluk pinggang seorang gadis yang cantik dan seksi itu dengan satu tangannya.

“Dan kau pun kurasa begitu.” Jawab Jong In tak mau kalah sambil melirik Rin Hyo. Kim Soohyun menatap Rin Hyo sebentar kemudian kembali menatap Jong In dengan desisan kecilnya.

“Pergilah sana! Mereka sudah ada disana!” Ucap Soohyun dengan nada mengusir. Jong In mendesis kesal.

“Baiklah, baiklah aku tidak akan mengganggu kalian. Kau tidak bergabung?”

“Nanti aku menyusul, cepat pergi!”

“Aish, iya, aku akan pergi! Nona, kau jangan terbuai dengan wajah tampannya ya. Dia itu mempunyai wajah yang menipu.”

“Ya! Kim Jong In!” Bentak Soohyun yang membuat Jong In tertawa, berjalan menjauh dari Soohyun.

“Jangan dengarkan dia, dia itu Jong In yang bermulut besar.” “

Tapi, aku suka dengan orang-orang seperti itu, mereka biasanya berucap jujur tanpa dipikir terlebih dahulu. Dan kurasa…” Rin Hyo menyanggah kepalanya dengan satu tangan, menatap Kim Soohyun dari bawah keatas.

“Kau mungkin saja mempunyai wajah menipu.”

“Aish, kau sama saja dengan Kim Jong In.” Rin Hyo tiba-tiba tertawa saat melihat wajah kesal Soohyun yang sangat lucu dan menggemaskan.

“Berhenti tertawa!” rajukan Soohyun membuat Rin Hyo semakin mengeraskan tawanya.

Kim Soohyun menatap Rin Hyo yang tengah tertawa dengan pandangan yang sulit diartikan, ia menyentuh dadanya yang bergemuruh hebat. Tanpa ia sadari bibirnya membentuk segaris senyuman yang menenangkan.

“Wae?” tanya Rin Hyo yang sudah menghentikan tawanya karena melihat gerak-gerik Soohyun yang begitu aneh.

“Kau, terlihat mengagumkan saat tertawa.”

“Tentu saja, itu sudah cerita lama tuan.” Bangga Rin Hyo sambil menyelipkan anak rambut yang mengganggunya disela telinganya.

“Tuan Kim, ini wine anda.” Ucap bartender itu dengan sopan seraya menaruh pesanan Soohyun diatas meja.

Kim Soohyun yang sejak tadi memandangi Rin Hyo tak berkedip, akhirnya menoleh pada bartender itu. Ia menuangkan wine itu digelasnya, begitupun Rin Hyo.

“Sepertinya kau cukup disegani disini.” Ucap Rin Hyo seraya memutar-mutar gelasnya, seperti yang dilakukan Soohyun.

“Tentu saja, tuan Kim adalah pemilik klab ini.” Timpal Bartender itu. Kim Soohyun hanya tersenyum miring, dan Rin Hyo berani bersumpah kalau senyuman itu membuat wajah Soohyun jadi semakin tampan saja.
“Nona Sam, ayo bersulang!” Ucap Kim Soohyun seraya mengangkat gelasnya. Rin Hyo mengangguk kemudian mengangkat gelasnya.

“Untuk awal pertemuan kita, semoga kita akan bertemu lagi!”

TING!

Mereka meminum segelas wine itu dengan begitu elegan. Rin Hyo mendesis sembari mengernyit saat cairan itu mengaliri tenggorokannya. Ia sudah lama sekali tidak meminum wine, dan ia rasa nanti ia akan cepat mabuk.

“Kau tidak pernah minum wine?”

“Bukan tidak pernah, hanya saja sudah lama sekali tidak meminum ini.”

“Oh, begitu.” Soohyun mengangguk-angguk mengerti kemudian menoleh pada sebuah tempat khusus yang sudah ia dan kumpulannya pesan. Setelah itu, ia kembali menatap Rin Hyo dengan tatapan merasa bersalah dan tidak rela (?)

“Nona Sam, aku harus segera kesana! Kau tidak apa-apa kutinggal sendiri?” Sam Rin Hyo tersenyum simpul seraya mengangguk.

“Tentu saja,”

“Nona Sam, Aku benar-benar berharap bertemu denganmu lagi dilain waktu.” Ucap Kim Soohyun serius kemudian meninggalkan Rin Hyo yang menatap punggung pria itu aneh. Entahlah, Rin Hyo merasa sedikit sedih saat pria itu meninggalkannya.

“Nona!” Badan Rin Hyo berjengit saat seseorang memanggilnya. Ia menoleh, dan ternyata bartender-lah yang tengah memanggilnya.

“Aku tidak pernah sekali pun melihat tuan Kim membawa gadis ataupun mendekati seorang gadis disini. Aku juga tidak pernah mendengar tuan Kim mempunyai kekasih atau semacamnya,”

“Lantas?”

“Kau yang pertama nona, kurasa Tuan Kim tertarik padamu.” Rin Hyo mengernyit, tak begitu yakin dengan apa yang dikatakan bartender itu.

“Tuan Kim begitu populer, bersiaplah menjadi bahan gosip dikalangan sini, nona” Rin Hyo memandang bartender itu sejenak, kemudian melemparkan pandangan kesekelilingnya.

Benar, para gadis dan beberapa lelaki pun tengah menatapnya. Rin Hyo menghembuskan napasnya jengah, lalu mulai meneguk wine-nya lagi.

***

“Kau ini selalu membuatku cemas! Untung saja tadi seseorang menelponku, jika tidak bagaimana?!” Bentak Kyuhyun seraya menyetir mobil. Sedangkan yang dibentak hanya mendesis kesal.

“Ya! Sam Rin Hyo!” bentak Kyuhyun lagi. Gadis yang dipanggil itu menatap Kyuhyun kesal lalu bergumam.

“Kau terlalu banyak berbicara jaksa Cho!” Cho Kyuhyun menghela napasnya jengah, percuma saja berbicara dengan Rin Hyo. Jika Sam Rin Hyo sudah mabuk, ia akan mudah tersulut emosi.

Tadi saat ia mulai terlelap, Kyuhyun dikagetkan oleh deringan ponselnya. Dan ia lebih terkejut lagi saat mendapat telepon dari seorang lelaki tentang keadaan Rin Hyo yang tengah marah-marah disebuah klab.

Setelah tahu alamatnya, ia segera melesat menuju klab itu dan menemukan Rin Hyo yang hampir saja membunuh seorang pria paruh baya yang katanya hendak melecehkannya.

“Bagaimana bisa seorang gadis mempunyai kekuatan seperti itu saat melawan seorang pria? Mengerikan.” Gumam Kyuhyun, ia masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya tadi.

Cho Kyuhyun kembali menoleh pada Rin Hyo yang sudah terlelap ditempatnya. Senyuman tipis Kyuhyun terulas, tangannya terulur untuk mengacak rambut Sam Rin Hyo.

“Gadis mengerikan ini, kenapa selalu membuatku cemas, ha?!”

***

Sam Rin Hyo menguap lebar di meja kerjanya. Mungkin karena efek wine yang ia minum kemarin malam.

“Jaksa Sam! Tidak bisakah kau menguap lebih anggun lagi?” Rin Hyo menatap Joong Ki kesal dengan mata sayunya. Rin Hyo hanya berdecak kesal, kemudian kembali menekuni pekerjaannya.

Berusaha untuk fokus, namun tetap saja pikirannya masih tak bisa fokus untuk sekarang. Mulai dari tadi pagi, ia belum bertemu dengan Cho Kyuhyun. Padahal ia berniat untuk mengucapkan terima kasih pada pria itu karena sudah menjemput dan mengantarnya pulang. Ya, sebenarnya itu juga untuk alibi karena ia memang ingin bertemu dengan pria itu.

“Jaksa Sam! Kau akan terus berdiam diri disana?” Rin Hyo yang baru saja tersadar dari lamunannya, sontak menatap Song Joong Ki yang tengah berdiri didepan mejanya.

“Nde? Memangnya kalian akan kemana?” Tanya Rin Hyo seperti orang bodoh. Cho Kyuhyun yang berada tepat dibelakang Joong Ki menatap Rin Hyo dingin sembari berkata “kita ada meeting sekarang!”

Seperti dikejutkan oleh listrik, Rin Hyo langsung bangkit dari duduknya. Merapikan bajunya kemudian mengambil beberapa berkas yang berserakan diatas mejanya.

“Ah, ya! Maaf, aku sedikit tidak fokus tadi.” Ucap Rin Hyo cepat seraya melemparkan senyuman simpulnya.

***

“Kalian masih ingat Dark Pearl?” Ucap Kyuhyun seraya berdiri diujung meja, bersendekap dengan tatapan tajamnya.

“Ah, komplotan pembunuh bayaran yang sampai sekarang masih menjadi buronan, bukan?” sahut Song Joong Ki cepat. Cho Kyuhyun mengangguk.

“Kau benar, Kang Chae Rin memakai komplotan itu untuk membunuh Kim Bong Sun.” Ucap Kyuhyun kemudian menyalakan proyektornya. Menampakkan seorang pria yang bertopi tengah memegang senjata berjenis sniper, di foto itu, pria itu terlihat tengah membidik sesuatu.

“Ini adalah foto dari kamera CCTV kota. Setelah dilacak, ternyata pria itu adalah…” Kyuhyun memencet remote control-nya, sehingga foto itu terganti dengan foto seorang pria yang memakai baju tentara khas Korea Selatan.

“Choi Siwon, mantan tentara kita. Ia dipecat dari pekerjaannya 5 tahun yang lalu, karena suatu hal. Dia adalah pe-sniper terbaik saat itu.”

“Dark Pearl…” Gumam Rin Hyo, ia seolah tengah berpikir. Entah apa yang ia pikirkan.

“Untuk kali ini, kita harus membagi tugas. Kita tidak bisa terus terpaku pada kasus Kang Chae Rin dan melupakan keberadaan Dark Pearl. Kita mendapat beberapa anggota tambahan,” Cho Kyuhyun menoleh kearah pintu, menggerakkan kepalanya seolah menyuruh seseorang untuk memasuki ruang meeting. Tak lama kemudian, 2 orang pria dan seorang wanita memasuki ruangan meeting.

“Kalian bisa berkenalan dengan mereka nanti, yang pasti. Mereka bukanlah orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang pliihan. Pria yang berambut pirang itu bernama Lee Hyuk Jae, sedangkan yang satunya lagi bernama Lee Donghae. Dan wanita itu, Song Qian atau biasanya mereka memanggilnya Victoria, Victoria Song.” Ke-3 anggota baru itu sudah menduduki kursi masing-masing. Kyuhyun mulai membagi tugas pada 5 anggotanya.

“Sam Rin Hyo, Lee Dong Hae, dan Lee Hyuk Jae. Kalian bertanggung jawab pada kasus Dark Pearl. Sedangkan Song Joong Ki dan Victoria, kalian merampungkan kasus Kang Chae Rin. Aku disini sebagai penetral, jadi aku akan membantu tugas kalian. Bisa dimengerti?”

“Siap! Dimengerti!”

———

To be Continued

Advertisements

73 thoughts on “Contrast 3

  1. Tumben nie ada poster nya #hihihi , rin hyo nya cantik lo di poster nya , aduh hyo nggak mau jujur ama kyu , kan ksian kyu nya , ayeyy ada kim soohyun , jgn2 hyo nya suka ame soohyun nie , hyo nya ame kyu ajja jgn di pisahin mereka #ditendangauthor , udah gitu ajja komen sya yg kaga gelas ame skli ini , anyyeong , lanjutttt

  2. wiuahhhh di posternya ada cewe lain dan kim soohyunn… ada apakah gerangan…
    aku masihhhh penasaraannn apa rahasiaaa sammmmmm??

  3. Soo hyun jatuh cinta sama hyo,, cie,,cie,, bang,, kau itu cm sekedar pengusaha apa terlibat kasus? Jgn sampe deh… biar ff nya jd ga berat,, kkk

  4. asikkk udah mulai degdegan, kasusnya udah mulai terungkap yesssssah(?) btw itu kyuhyun sama rinhyo kaya gitu aja sweet bgt kesannya hahah lanjuttttt

  5. rin hyo ini terlalu baik tau ke namja , jdii banyak di incer am namja , atii” ahh ntar tergoda lg am soo hyun , cukup sudah aq salit hati hyo nikah am hae di ff sebelum nya dan nyakitin kyu , ahh gg mau itu terulang lg , kasian tau cho kyuhyun disakitin terus , hihihi *Okeinilebay

  6. Tuhkan ganjel gt bc ff ini hhe
    Ohya jenifer itu siapa ya
    Kok blm muncul ya?
    Greget deh bcnya pengen cpt2 ke endnya biar ga penasaran .

  7. tambah cast baru, dan kasus yang mereka tangani juga semakin rumit. siwon jadi pembunuh bayaran? bisa mati bahagia kalo di bunuh sama sniper seganteng dia 😀

  8. Uwahh abang kuda jd sniper.. tembak hati gw bang tembakk wwkwkwkwk.. naambah castnya yah.. makin seru dah inii! ^^

  9. huuuu kereeenn 😀 .

    kyak detektif ya.. haha. . apa mungkin kerjaan nya jaksa 11 12 ama detekif? molla -_- ^-^

    haha, nextt
    kalo di part ini pas,g pendk g jga panjang2 amat

  10. Ngiahh.. Ada Soohyun ada Joong Ki 😆 TAMBAH NIKMAT 😀
    Btw author, aku cuma mau kasih sedikit koreksi aja pada bagian Dia adalah pe-sniper terbaik saat itu.” –> harusnya itu “Dia adalah sniper terbaik saat itu.” karena sniper sendiri artinya sudah penembak 😀

  11. Cie cie, soohyun-nya jatuh cinta..
    Kekeke..~
    Joongki juga kaynya..
    Haha, kyuhyun punya saingan baru nih, siap-siap ya oppa!
    Keren, siwon jadi antagonis!
    Biasanya kan dia tokoh protagonis gitu, religius lah..
    Ahh, keren ffnya, makin penasaran bgt sama lanjutannya..

  12. Rinhyo ada masalah apa sih sebenarnya, bikin penasaran tingkat akut. Jalan ceritanya keren. Kekasih yang sama-sama jaksa. Pasti konfliknya bukan dari hubungan mereka aja. Aku suka ff ini. Rinhyo jangan pindah hati ke soohyun

  13. wow makin seru aja,
    Dark Pearl, komplotan, dan rin hyo yg bertugas di misi ini, kurasa nanti akan ada hal yg menarik..

  14. wow makin seru aja,
    Dark Pearl, komplotan, dan rin hyo yg bertugas di misi ini, kurasa nanti akan ada hal yg menarik..
    Siapa sebenarnya kim soohyun?

  15. Nah masalahnya rin hyo udaa mulai terbongkar sedikit sedikt.. 😀
    kenapa rin hyo nya gak jujur aja sama kyuhyun kan kasian kyuhyunnya.. ><

    Ijin baca next part nya eonni.. * bow

  16. Nah nah nah… itu kenapa ibunya? Ada apa ini? Terus kim soohyun bakalan jadi pengganggu KyuHyo kah? Aaaihh masih belum nemu inti ceritanya…
    Ciyeee ada EunHae disini ahaydeee makin semangat bacanya saya 😉

  17. makin seru ceritanya,tu ahjussi yg ada dirumah ibunya rinhyo siapa yach,apa ada hbungan antara ahjussi dan kyuhyun. kim soohyun kayaknya ada “something” deh. hehehe…………..

  18. kim shoyun jatuh cinta sama rin hyo. bahaya ini bisa2 kyu akan mengamuk. sebenarnya siapa lelaki yang datang kerumah rin hyo sehingga ibu nya menangis gt.

  19. banyak orng maka banyak konfliknya juga … kepo abis ama ff ini buat baca sampe ending … bnr2 keren abis 👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s