Love Oh Love 4

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini πŸ™‚
Happy read ^^

———

Rin Hyo duduk dibangkunya dalam diam. Para gadis yang juga penggemar Kyuhyun dan Donghae terlihat berkumpul melingkar membicarakan tentang hubungan Rin Hyo dan Donghae dan juga hubungan Rin Hyo dan Kyuhyun.

Lee Eun Ji duduk disamping gadis itu seraya menggenggam tangannya. Sam Rin Hyo tak bereaksi, lebih memilih untuk berdiam. Mata sembabnya membuat Lee Eunji sangat khawatir. Sedangkan Kyuhyun, lelaki itu hanya bisa diam tak menoleh pada Rin Hyo karna itu hanya akan memperkeruh keadaan.

“Hyo-ah, aku mohon bicaralah sedikit.” Pinta Eun Ji entah untuk yang keberapa kali. Rin Hyo menatap Eun Ji datar kemudian menghela napas beratnya.

“Gomawo Eun Ji-ah…,” Lee Eun Ji mengulas senyum mirisnya.

“Kau tidak ingin tahu yang sebenarnya?” Tanya Rin Hyo . Karna biasanya temannya ini selalu ingin tahu dan merecokinya dengan cecaran pertanyaan yang membuat pusing kepala.

“Tentu saja aku ingin. Tapi terserah padamu kapan menjelaskannya, yang terpenting sekarang tersenyumlah… Kau menakutkan sekali jika berdiam diri seperti ini.” Rin Hyo tersenyum kemudian memeluk Eun Ji. Tidak biasanya Eun Ji terlihat sangat dewasa seperti ini.

Murid kelas mereka terlihat cepat-cepat menduduki kursinya masing-masing karna guru Park sudah memasuki kelas bersama seorang gadis. Rin Hyo menghela napasnya sebal disaat menatap siapa gadis itu. Dia adalah gadis yang diantar Donghae tadi.

“Anak-anak, kali ini kalian mempunyai teman baru. Namanya, Kim Min Jung ia pindahan dari Jepang. Min Jung, perkenalkan dirimu.” Min Jung tersenyum ramah, ia menatap Kyuhyun dengan berbinar. Senang dapat sekelas dengan Kyuhyun, itulah yang ia pikirkan.

Annyeong yeorobeun, Kim Min Jung imnida. Aku harap kita bisa berteman dengan baik…” Ujarnya ramah. Warga kelas menyambutnya dengan baik kecuali Rin Hyo dan Kyuhyun. Guru Park mempersilahkan Min Jung duduk disamping bangku Rin Hyo yang memang kosong. Membuat Rin Hyo menghela napas jengahnya.

Annyeong Cho Kyuhyun!” Sapa gadis itu sebelum duduk dibangkunya. Rin Hyo menatap gadis itu heran, sebenarnya siapa gadis ini?

****

Bel istirahat berbunyi, Min Jung segera menghampiri meja Kyuhyun untuk sekedar bertegur sapa dan berbasa-basi. Kyuhyun menyikapi Min Jung seadanya.

Eun Ji menarik tangan Rin Hyo mengajak gadis itu untuk kekantin. Kyuhyun menatap kepergian Rin Hyo dengan tatapan khawatir, entah apa yang ia khawatirkan.

“Kyuhyun-ah, tak kusangka kita sekelas. Eum, ada beberapa hal yang tak kumengerti tentang sekolah ini. Kau bisa mengenalkan sekolah ini padaku?” Tanya Min Jung pada Kyuhyun. Kyuhyun menggumam pelan menyetujui ajakan Min Jung. Min Jung menepuk tangan semangat dan segera mengait lengan Kyuhyun, seperti yang biasa ia lakukan.

“Min Jung, jangan seperti ini banyak orang yang melihat kita.” Tolak Kyuhyun halus. Tapi Min Jung malah tersenyum tak mengindahkan tolakan Kyuhyun.

“Tak apa, bukankah kita juga sering seperti ini.” Kyuhyun menghela napasnya dan berjalan mengikuti langkah Min Jung.

****

Rin Hyo berjalan santai menuju gerbang sekolah bersama Eun Ji. Ia tidak sempat bercakap bersama Kyuhyun tadi karna kehadiran Min Jung yang selalu menempeli Kyuhyun.

“Rin Hyo-ah, ayo kita ke mall. Kau tidak boleh lesu seperti ini!” Ajak Eun Ji yang terdengar seperti titahan pada Rin Hyo. Rin Hyo berpikir sejenak dan menyanggupi ajakan Eun Ji, kalau dipikir-pikir ia memang butuh pelampiasan agar melupakan segala masalahnya, kan?

“Hei, Sam Rin Hyo!” Panggil seorang gadis kuat dari arah belakang Rin Hyo. Rin Hyo menoleh kebelakang, menatap gadis-gadis yang sedang menatap garang padanya bingung.

“Kami sudah cukup bersabar karna kau merebut Donghae kami. Tapi sekarang? Pasti kau menjalin hubungan dengan Cho Kyuhyun kan? Jadi Donghae oppa kami juga ikut berselingkuh. Iya kan?” Cecar gadis itu. Rin Hyo melotot tak terima, langkah majunya dihentikan oleh Eun Ji.

“Hyo, lebih baik kita pergi saja! Fans Donghae oppa itu mengerikan!” Bisik Eun Ji mencoba menarik Rin Hyo. Sam Rin Hyo menghela napasnya kasar kemudian berbalik.

“Lagipula kami lebih suka jika Donghae oppa bersama Kim Min Jung, dia lebih cantik dan juga baik hati.” Kedua tangan Rin Hyo mengepal, bahkan ia sudah menghentikan langkahnya.

“Hyo jangan dengarkan mereka! Jika kau menanggapi mereka itu berarti kau sama saja dengan gadis-gadis itu.” Rin Hyo menoleh kearah sekumpulan gadis itu dan menatap mereka satu persatu remeh.

“Terserah kalian mau berkata apa, seharusnya kalian sadar daripada menghabiskan waktu berharga kalian untuk menggilai Lee Donghae yang sudah jelas-jelas bukan milik kalian, lebih baik kalian mengurusi hal lain yang lebih penting.” Wajah para gadis itu tersentak, mereka tidak dapat membalas perkataan Rin Hyo yang memang benar adanya. Rin Hyo tersenyum miring kemudian berjalan menjauh dengan Eun Ji.

“Wooah, darimana kau belajar berkata seperti itu, Hyo?”

“Entahlah, kata-kata itu keluar begitu saja.” Rin Hyo tersenyum, “Rasanya sedikit lebih lega sekarang.” Gumamnya.

****

To : Lee Donghae Oppa

Kita perlu bicara

Pesan singkat yang ia kirimkan pada Donghae itu membuatnya duduk dikursi kafe ini. Donghae menyanggupi ajakan Rin Hyo dan membuat janji dikafe biasa mereka bertemu. Rin Hyo beberapa kali mendecak kesal karna lelaki yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang.

“Hyo-ah, maaf aku terlambat tadi ada urusan penting.” Rin Hyo mendongak menatap Donghae datar tanpa menggubris perminta maafan Donghae. Ia sudah muak dengan kalimat urusan penting.

“Aku juga membeli ini untukmu,” ucap Donghae seraya mengulurkan sebuket bunga mawar putih untuk Rin Hyo, bunga kesukaan gadis itu. Rin Hyo menerima bunga itu dengan tersenyum kecil.

Gomawo.” Singkatnya.

Lee Donghae duduk disanding Rin Hyo. Rin Hyo menaruh buket bunga itu disamping kanannya. Ia memiringkan tubuhnya kekiri untuk menatap Donghae. Sekeping sakit hatinya muncul lagi saat menatap wajah lelaki ini.

Oppa” panggilnya pelan.

Ne ?” “Kau tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?” Donghae mengernyit.

“Menjelaskan apa?”

“Tentang kejadian kemarin pagi, didepan gerbang sekolah.” Rahang Donghae mengeras sedangkan Rin Hyo tersenyum miring.

“Tsk, kau pikir aku tidak melihatnya oppa? Kau lupa jika aku masih sekolah disana?” Donghae meneguk ludahnya berat.

“Aku bisa menjelaskannya Hyo…” Rin Hyo tersenyum sinis.

“Kau baru akan menjelaskannya? Jika saja aku tidak mengetahui kejadian pagi itu, pasti kau akan berlagak segalanya baik-baik saja dan tak pernah menjelaskan apapun padaku, kan?” Sergah Rin Hyo dingin.

“Bagaimana kau bisa menyimpulkannya sendiri? Apa kau pikir segala asumsimu itu benar?”

“Tentu saja, karna ini asumsiku. Aku bertanya padamu oppa, apa kau mencintaiku?”

“Tentu saja, aku mencintaimu Hyo…” Rin Hyo menatap sepasang mata Donghae dalam, menelisik kebohongan yang ada disana. Tapi, ia tidak menemukan itu.

“Dan Kim Min Jung, kau masih mencintai dia, oppa?” Wajah Donghae menegang. Ia mengerjap-kerjapkan kedua matanya mencoba melarikan diri pada tatapan tajam Rin Hyo.

Rin Hyo yang mengetahui itu hanya bisa menghela napasnya seraya tertawa. Menertawakan dirinya sendiri yang dengan bodohnya menanyakan hal itu dan membuat hatinya sakit lagi sekarang.

“Kau masih mencintainya oppa…” Lirihnya. Donghae tak bisa membalas perkataan Rin Hyo.

“Aku… Aku akan berusaha melupakannya Hyo…” Rin Hyo menggeleng pelan.

“Tidak usah melupakannya, aku ingin kau memantapkan hatimu. Dan memilih antara aku atau dia… Kuberi kau waktu satu minggu. Dan selama itu jangan pernah menemuiku.” Donghae menggeleng frustasi. Tidak mungkin ia bisa tenang jika tidak menatap wajah Rin Hyo selama itu.
“Kau tidak boleh serakah, oppa! Aku akan mempersiapkan diriku. Karna aku yakin kau lebih memilih dirinya…”

****

Cho Kyuhyun menegakkan badannya disaat melihat Rin Hyo berjalan kearah halte dekat kafe. Kyuhyun tadi sempat menguping Lee Donghae yang sedang menghubungi Rin Hyo untuk bertemu. Dan seperti sekarang, ia mengikuti lelaki itu sampai disini.

Kyuhyun menghela napasnya pelan saat menyadari apa yang ia prediksi ternyata terjadi. Rin Hyo duduk dibangku halte itu dengan badan yang bergetar. Rin Hyo memang lebih sering menangis dari kelihatannya karna ia jarang menagis didepan orang lain, ia lebih memilih bersembunyi dan menangis sendiri.

Kyuhyun melajukan mobilnya pelan mendekati Rin Hyo, berniat membuka pintu mobil untuk memeluk gadis itu. Niatannya terhenti disaat ia menatap Donghae yang berlari cepat kearah Rin Hyo lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya.

Kyuhyun tersenyum miris, ia sakit ? Tentu saja. Tapi ada segelintir rasa bahagianya disaat ia tahu, Lee Donghae tidak mencampakkan Rin Hyo yang seperti ia pikirkan.

****

“Cho Kyuhyun! Kau tinggal disini juga?” Kyuhyun tersentak saat menatap Min Jung berdiri dihadapannya. Kyuhyun sudah kembali ke apartemennya tadi malam. Dan pagi ini ia bergegas untuk berangkat sekolah.

“Kau juga?” Min Jung mengangguk semangat. Sebetulnya ia sudah tahu Kyuhyun tinggal disini, maka itu ia memilih gedung apartemen ini untuk ia tinggali.

“Oh, aku duluan!” Min Jung segera menahan lengan Kyuhyun.

“Kita bersama saja!” Kyuhyun melepas genggaman Min Jung pelan, membuat gadis itu sedikit kecewa.

“Maaf, tapi aku harus menjemput seseorang.” Min Jung menatap Kyuhyun terluka.

β€œSeseorang? Laki-laki? Perempuan?” Cecarnya tak sabar.

β€œKurasa itu bukan urusanmu Min Jung, aku harus pergi. Sebelum dia menungguku terlalu lama.”

Kyuhyun segera menyecahkan langkah cepatnya meninggalkan Min Jung yang masih mematung disana. Kyuhyun menghentikan langkahnya disaat pintu lift terbuka, dan ia berpapasan dengan Lee Donghae yang hendak memasuki lift.

“Brengsek.” Umpat Kyuhyun yang berhenti sejenak disebelah Donghae lalu melanjutkan langkahnya dengan tenang.

“Cho Kyuhyun!” Kyuhyun menghentikan langkahnya, lagi. Menoleh kebelakang dan mengernyit saat menatap senyum lebar yang diberikan Lee Donghae padanya. Lelaki itu mendekati Kyuhyun masih dengan tersenyum.

“Urusan kita tidak selesai sampai disini!” Bisiknya tajam pada Kyuhyun.

“Kau harus menghentikan ini semua, hyeong!”

“Apa yang harus dihentikan? Tak ada yang perlu dihentikan…”

“Kau sama saja menyakitinya dengan perlahan. Gadis itu sangat mencintaimu, hyeong!”

“Dia yang menyuruhku menghindar darinya selama 1 minggu untuk memantapkan hatiku.”

“Tapi bukan seperti ini caranya, jika kau terus berada didekat Min Jung terus. Aku yakin, hatimu pasti akan terarah ke Min Jung.”

“Bukankah… Selalu seperti itu?” Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat.

“Kalau begitu, jangan menyesal jika Rin Hyo tak mencintaimu lagi!” Ujar Kyuhyun tajam lalu berjalan cepat meninggalkan Donghae yang sudah sangat geram.

****

Dedaunan terlihat mengering berubah warna menjadi kecoklatan. Sungai Han juga mulai mencair dan mengalir seperti biasa. Para penjual minuman segar terlihat berjajar rapi didaerah pasar tradisional. Para penduduk Seoul banyak yang memakai pakaian yang tipis dan lumayan terbuka.

Musim panas telah tiba, musim panas berarti liburan. Banyak para penduduk Seoul, khususnya pelajar yang memanfaatkan liburan ini dengan mengunjungi Sungai Han, berbelanja di Dongdaemun atau mengunjungi tempat-tempat menarik lainnya.

Rin Hyo terlihat duduk didalam cafe dengan sesekali menyedot cappucino ice-nya, sesekali ia menghela napasnya. Ia memandang jalanan yang terpampang dibalik kaca bening disampingnya. Ia tersenyum tipis saat menatap senyuman keluarga kecil yang kebetulan melewati cafe yang ia kunjungi. Sejak kapan ia tersenyum bahagia seperti itu?

Satu minggu berlalu, Lee Donghae menepati janjinya untuk menjauhi Rin Hyo. Rin Hyo terlihat menyesal telah memutuskan hal itu, namun karna Kyuhyun yang selalu menemaninya ia masih bisa tersenyum manis seperti biasa.

“Apa yang kau lihat?” Rin Hyo menoleh kearah Kyuhyun yang duduk dihadapannya. Ia menggedikkan bahunya.

“Gadis aneh, sepertinya kau perlu ke rumah sakit jiwa karna senyum-senyum sendiri seperti itu.” Ledeknya. Rin Hyo melotot.

“Kyu, kau melihat pohon tinggi itu?” Kyuhyun mengarahkan pandangannya kearah pohon yang sangat tinggi itu, kelihatannya umur pohon itu sudah sangat tua. Kyuhyun mengangguk.

“Terlihat sangat tua.”

“Pohon itu seolah menggambarkan seseorang.” Kyuhyun mengernyit.

“Bertubuh tinggi, dedaunan yang terlihat masih belum mengering itu terlihat segar seperti wajahnya yang tampan. Tapi sayang, ia terlihat sangat tua.”

“Memangnya siapa seseorang itu?” Wajah Rin Hyo terlihat sangat serius. Kyuhyun yang terbawa suasana juga menatap Rin Hyo penuh tanya.

“Seseorang itu… Adalah dirimu!” Rin Hyo tertawa sedangkan Kyuhyun menatap Rin Hyo bingung. Sedetik kemudian, Kyuhyun melebarkan kedua matanya.

“Aku? Apa aku terlihat tua? Aku masih sangat muda!”

“Kau itu selain terlihat tua dari anak seumuranmu kau juga bodoh ya?! Kau tidak ingat pernah dipanggil dengan sebutan ahjussi oleh anak kecil saat kau memakai kemeja hitam?”

“Ck,mungkin anak kecil itu rabun. Jadi ia tak tahu… ”

“Issh, jaga bicaramu!”

“Tunggu, kau tadi mengataiku bodoh , bukan?” Rin Hyo mengangguk santai.

“Dasar! Awas kau ya! Jika ini bukan cafe aku akan menghabisimu!” lanjutnya garang.

“Astaga, aku takut sekali…” Kata Rin Hyo dengan nada yang dibuat-buat.

“Kau ini cari mati, ya?!” Rin Hyo tertawa lepas. Kyuhyun yang awalnya marah, akhirnya ikut tertawa bersama Rin Hyo.

“Emm, Kyu…” Kyuhyun yang baru saja meminum orange juice-nya menatap Rin Hyo dengan tanya.

“Kenapa.. Kenapa kau sangat baik padaku? Yah, walau kau sedikit menyebalkan.” Kyuhyun mengernyit.

“Maksudmu?”

“Maksudku, aku tahu dengan jelas kau menyukaiku. Tapi aku malah menjalin hubungan dengan hyeong-mu sendiri. Tidakkah seharusnya kau marah dan menjauhiku?” Kyuhyun tersenyum miris.

“Untuk apa? Untuk menambah lukamu lagi, begitu?” Rin Hyo mengernyit.

“Apa kau benar-benar ingin aku pergi?” Rin Hyo lantas menggeleng tegas.

“Lalu?”

“Aku hanya merasa menjadi gadis yang jahat. Aku sadar, sejak Lee Donghae menjadi kekasihku. Kau hanya kujadikan pohon Kyu, disaat aku lelah bersama Donghae aku pasti akan berteduh padamu. Tapi jika tidak, aku sedikit mengacuhkanmu. Maafkan aku Kyu … Kau pantas marah padaku.” Rin Hyo menunduk dalam. Kyuhyun menatap Rin Hyo nanar kemudian menarik dagu Rin Hyo agar menatapnya.

“Sekarang aku marah padamu, kau ingin kumaafkan?” Rin Hyo mengangguk seperti bocah kecil yang menurut pada ibunya.

“Aku akan memaafkanmu jika kau mengabulkan satu permintaanku.”

“Apa itu?”

“Berhenti terpaku pada lelaki itu” Rin Hyo mengernyit.

“Bagaimana caranya?”

“Tataplah aku!”

****

Kim Min Jung melangkah ringan disebuah taman. Kali ini Lee Donghae dengan setianya berjalan beriringan disampingnya. Sesekali gadis itu menghirup udara dalam-dalam kemudian membuangnya panjang. Ia tersenyum tipis, satu minggu ini Donghae semakin dekat dengannya.

Beberapa tahun yang lalu ia sempat menolak Donghae. Mungkin, karna ia memandang Donghae dengan pandangan lelaki itu tergila-gila padanya. Namun, ternyata sosok Donghae itu sosok yang sangat perhatian, lembut, penyayang dan dia sangat tampan. Ia begitu bodoh karena baru menyadarinya.

“Min Jung,” Kim Min Jung segera tersadar dari lamunanya kemudian menoleh kearah Donghae dengan alis terangkat.

Ne?”

“Em, apa kau masih mencintai Kyuhyun?” Min Jung sontak menghentikan langkahnya, ia tersenyum miris.

“Kurasa perasaan ini semakin dalam.”

“Kau masih ingat, aku pernah menyatakan cinta padamu?” Min Jung mengangguk pelan.

“Apa… Apa kau masih mencintaiku?” Donghae tersentak, ia menatap Min Jung sendu.

“Aku mencintaimu dulu, tapi sekarang aku sadar. Perasaan itu hanyalah perasaan suka dan terpesona sesaat…” Hati Min Jung seolah terhantam beton yang sangat berat, sakit sekali.

Sejujurnya, karna sikap Lee Donghae selama satu minggu ini ia mulai menyukai lelaki itu. Min Jung mencoba tersenyum, ia masih memegang teguh gengsinya untuk tak terlihat sedih saat menerima pernyataan Donghae. Mengingat, ia pernah menolak lelaki itu kan?

“Min Jung, kau baik-baik saja?”

“Tentu saja oppa, memangnya aku terlihat seperti apa?” Min Jung tertawa hambar seraya melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti mencoba menjauh dari lelaki itu.

Donghae mengernyit saat mencium gelagat aneh dari Min Jung ia berjalan cepat lalu menarik tangan gadis itu. Ia tersentak saat menatap kedua mata indah itu berkaca-kaca.

“Min Jung…” Lirih Donghae seraya menarik gadis itu kedalam pelukannya.

“Apa aku menyakitimu?” Min Jung menggeleng dalam pelukan Donghae.

“Aku hanya merasa kehilangan seseorang yang dulu sangat mencintaiku dengan ketulusannya. Aku bodoh dulu malah memilih pergi.” Donghae mengusap pelan punggung Min Jung, menyalurkan kehangatan yang dapat dengan jelas Min Jung rasakan karena telapak tangan hangat Lee Donghae.

“Kau cantik dan baik, banyak lelaki yang mengantri untuk mendapatkan cintamu. Dan aku masih menyayangimu, seperti adikku. Sebatas itu, kau mengerti?” Min Jung tersenyum tipis. Donghae mendorong pelan tubuh Min Jung, ia tersenyum manis kearah gadis itu seraya mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata dikedua pipi Min Jung.

“Aku selalu menyayangimu Min Jung, jadi jangan menangis lagi!”

****

Rin Hyo terlihat mengantri dengan sangat sabar untuk membeli gula kapas. Kyuhyun yang berdiri disampingnya sesekali tersenyum geli menatap ekspresi Rin Hyo yang sangat kekanakan. Ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya dan sesekali menghentakkan kakinya kesal.

Disaat ada anak kecil yang menyerombolnya ia malah berkata “hei, kau harus antri!” Dengan nada tak terima. Meskipun anak itu menangis, ia tak peduli yang penting ia harus mendapat gula kapas itu secepatnya.

“Haah… Akhirnya.” Desah Rin Hyo lega saat ia sudah berdiri dihadapan gerobak penjual gula kapas.

“Anda mau yang warna apa nona? Untuk gadis secantik anda, biasanya yang warna pink.” Rin Hyo segera mengayun-ayunkan tangannya menyalahkan.

“Aku tidak suka warna pink ahjussi. Warna birunya 2, ahjussi. Nanti biar lelaki ini yang bayar” Penjual itu memberinya 2 batang gula kapas yang terlihat menggiurkan itu.

“Kau suka warna biru,kan?” Tanya Rin Hyo sakartis sambil memberi sebatang gula kapas pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum tipis seraya menerima gula kapas itu.

“Dan kau masih membenci warna merah muda.” Mereka terkekeh bersama.

“Kyu! Lihat! Ada badut!!!” Pekik Rin Hyo histeris saat ia menatap badut yang terlihat mengerikan dimatanya itu sedang menghampiri mereka. Rin Hyo segera bersembunyi dibelakang tubuh Kyuhyun.

“Kyu… Jauhkan dia Kyu… Aku mohon.” Kyuhyun mengeluarkan seringaiannya dan malah menarik Rin Hyo mendekat pada badut itu. Rin Hyo berontak dan sesekali berteriak saat badut itu berusaha meraih tangan Rin Hyo.

Saat pegangan Kyuhyun pada lengannya terlepas, dengan cepat ia berlari menuju taman bunga. Berusaha melarikan diri dari badut itu. Ia akhirnya menyerah saat sudah sampai dijalan setapak taman bunga itu, ia terengah sembari mengatur napas.

Kyuhyun yang masih mengekorinya juga berhenti dan melakukan hal yang sama dengan Rin Hyo. Rin Hyo yang awalnya membungkuk, mendongak menatap Kyuhyun dengan pandangan garang.

“Cho Kyuhyun! Kau!” Ia memukul-mukuli Kyuhyun brutal. Ia sangat kesal pada lelaki ini.

“Kau hampir membuatku mati berdiri!” Kyuhyun mengaduh kesakitan tapi Rin Hyo masih saja memukul-mukulnya.

“Kyuhyun bodoh! Menyebalkan!!!” Kyuhyun akhirnya mengunci pergelangan tangan Rin Hyo dengan kedua tangannya. Rin Hyo melayangkan pandangan tak sukanya pada Kyuhyun.

“Kalau kau memukuliku terus, aku bisa masuk rumah sakit.” Kedua mata Rin Hyo berkaca-kaca. Kyuhyun segera melepas cengkeramannya.

Wae? Apa aku menyakitimu?” Rin Hyo menggeleng.

“Gula kapasku tadi jatuh waktu berlari. Huaa, padahal susah sekali mencari penjual gula kapas…” Rengek Rin Hyo. Kyuhyun tersenyum geli.

“Kau ini! Kekanakan sekali! Nanti kubelikan!” Mata Rin Hyo berbinar.

“Benarkah?” Kyuhyun mengangguk seiring dengan Rin Hyo yang melompat gembira.

“Huaa.. Bunga-bunga ini indah sekali!” Rin Hyo berlari kecil menuju kearah bunga-bunga indah yang tertata rapi disana. Kyuhyun tersenyum manis, melihat Rin Hyo seperti ini sangat menyenangkan.

Sam Rin Hyo kembali, Sam Rin Hyo yang cepat merubah suasana hatinya, Sam Rin Hyo yang menyebalkan, Sam Rin Hyo yang kekanakan, dan Sam Rin Hyo yang selalu tersenyum sudah kembali.

“Kyu!” Kyuhyun tersadar dari lamunannya dan menatap Rin Hyo yang sudah berdiri jauh darinya. Rin Hyo melambaikan tangannya menyuruh Kyuhyun menghampirinya.

“Kau ingin menjadi patung disana , eo?!” Teriaknya. Kyuhyun tersenyum tipis kemudian berlari kecil kearah Rin Hyo.

“Kau tahu Kyu, aku sangat menyukai bunga!” Komentar Rin Hyo saat Kyuhyun sudah berdiri disampingnya, tentunya juga sudah menyamai langkah kecilnya.

“Aku tidak bertanya padamu!” Rin Hyo melirik Kyuhyun sebal.

“Tsk, lelaki menyebalkan!” Rutuknya. Rin Hyo menghentikan langkahnya saat menatap pemandangan yang menyakitkan untuknya. Donghae sedang mengusap air mata gadis itu, Kim Min Jung. Dari jarak yang cukup dekat seperti ini ia dapat mendengar Lee Donghae mengatakan apa.

“Aku selalu menyayangimu Min Jung, jadi jangan menangis lagi.” Rin Hyo menggigit bibirnya kuat dan mengalihkan pandangannya kearah lain. Ia berputar dan melangkah cepat, Kyuhyun juga berputar seraya memanggil-manggil nama gadis itu.

Lee Donghae menoleh kedepan dan terkejut saat melihat Kyuhyun sedang mengejar seorang gadis, dan kalau tidak salah ditelinganya terdengar nama gadis yang ia cintai. Sam Rin Hyo.

“Min Jung, aku.. Aku harus pergi!” Donghae yang hendak berlari mengejar Rin Hyo menahan langkahnya saat Kim Min Jung menarik lengannya. Ia menatap mata sembab Min Jung dengan rasa bersalah.

“Setidaknya kau harus mengantarku dulu…” Lirihnya. Donghae akhirnya menghela napasnya pelan dan menuruti kemauan Min Jung.

****

From: Cho Kyuhyun

Ingat perkataanku di kafe, kan?

Rin Hyo membuang ponselnya kesegala arah. Ia tentu masih jelas mengingat bagaimana perkataan Kyuhyun padanya. Tapi ia merasa ia mencintai Donghae dengan tulus.

Ia tak tahu bagaimana menghentikan keterpakuannya pada lelaki itu. Ia sangat sakit saat mengingat hal yang terjadi tadi sore ditaman bunga. Walaupun ia tahu, itu artinya ia telah kalah. Donghae lebih memilih gadis itu. Seharusnya ia sudah siap,kan? Air matanya terjatuh lagi. Badannya naik turun karna isakan hebatnya.

“Aku seharusnya sudah menyiapkan diri oppa…” Lirihnya seraya menatap foto Donghae yang terpampang diatas meja belajarnya. Ia membalik kasar bingkai foto itu kemudian menenggelamkan kepalanya kedalam lipatan tangannya.

Drrt drrt

Ponselnya bergetar, ia tidak punya kekuatan lagi untuk mencari ponsel yang sudah ia buang entah kemana. Sesaat setelah getaran itu berhenti getaran itu mulai bergetar lagi. Ia masih bergeming, sampai ketukan pintu kamarnya membuatnya beranjak kearah pintu dengan langkah gontai.

Eomma?” Lirihnya.

“Lee Donghae menunggumu diruang tamu.” Rin Hyo menghela napasnya lalu tersenyum miris. Apa sebegitu antusiasnya lelaki itu ingin berkata penolakan sampai menghampirinya kerumah? Itulah yang ia pikirkan.

“Katakan padanya aku sedang tidak ada dirumah eomma, aku sedang tidak enak badan aku ingin istirahat. Selamat malam” dengan cepat Rin Hyo menutup pintu kamarnya. Ia tahu pasti ibunya akan menanyainya ini itu, dan untuk saat ini ia sedang ingin sendiri.

Rin Hyo menyandarkan tubuhnya didaun pintu. Ia menutup mulutnya untuk sekedar meredam isakannya yang semakin menjadi.

“Kenapa? Kenapa rasanya sesakit ini?” Ia memukul-mukul dadanya berharap dengan itu sakit yang bersarang didalamnya akan sirna.

———

To Be Continued

Advertisements

7 thoughts on “Love Oh Love 4

  1. My partner and I stumbled over here from a different web page and thought I may as well
    check things out. I like what I see so now i’m following
    you. Look forward to exploring your web page repeatedly.

  2. aq kasian ma kyhyun cuma di jdiin pnggnti klo lg sdih doank πŸ˜₯ kyuppa ma aq aja aq gk suka kyuppa skit hti hiks hiks hiks
    #nangisbrngsparkyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s