At Least I Still Have You 5

At Least I Still Have You 5

aT

 

Author : Tsalza Shabrina | Samshinfiction.wordpress.com

Cast. : Cho Kyuhyun | Sam Rin Hyo | Lee Donghae

Genre : Romance, angst.

A/N : Happy read! Mampir kerumah yaaa alamatnya ada diatas J

 

Story Begin.

 

Karena, untuk mendapatkan sesuatu yang besar,

setidaknya kita harus melepaskan sesuatu yang berharga.

 

CHO KYUHYUN.

 

Sekali lagi, kuulas senyumanku. Entah sudah yang keberapa kalinya aku melakukan hal ini sejak kepulangan ibu tadi. Aku juga tidak tahu mengapa tiba – tiba ibu datang ke apartemenku dan berkata jika ia sudah merestui hubunganku dan Sam Rin Hyo. Rasanya hatiku begitu lega dan tenang, apa lagi saat ibu bilang jika aku harus segera melangsungkan pernikahan dengan Sam Rin Hyo.

Ngomong – ngomong tentang gadis itu, mengapa Sam Rin Hyo tak kunjung pulang? Aku juga tidak tahu sekarang jam berapa. Tapi, biasanya Rin Hyo tidak pernah selama ini saat diluar. Ia selalu ingin cepat – cepat pulang kerumah karena aku tahu ia sangat mengkhawatirkanku. Walaupun sebenarnya sudah tersedia cukup pelayan disini untuk menjagaku. Tapi, ia selalu ingin melakukan semuanya dengan kedua tangannya sendiri. Benar – benar gadis yang keras kepala. Tapi aku mencintainya.

Sejujurnya, aku begitu terpukul dengan kebutaanku ini. Saat pertama kali aku menyadari jika aku tidak bisa melihat lagi, hanya satu hal yang melintas dipikiranku. Yaitu, apakah Sam Rin Hyo masih mau menerima keadaanku yang seperti ini? walaupun aku juga sangat marah karena hal ini juga yang membuatku tidak bisa mencapai impianku. Namun, kini aku bahagia. Minimal Sam Rin Hyo selalu berdiri disampingku dan selalu mencintaiku dengan tulus, impianku sebagai penyanyi sudah tidak ada apa – apanya.

“Kim ahjumma!” kudengar suara langkah yang tergopoh – gopoh tengah mendekatiku. Karena indera mataku sudah tidak berfungsi, indra pendengaranku menjadi begitu peka terhadap suara kecil sekalipun.

Nde, tuan? Apa tuan membutuhkan sesuatu?”

“Sekarang, jam berapa?” tanyaku yang tengah duduk disofa ruang tengah.

“Jam 12 malam, tuan.” Entah bagaimana raut wajahku sekarang, yang pasti kini aku begitu mengkhawatirkan gadis itu. Tidak mungkin jika Rin Hyo pulang kerumahnya sendiri. Kecuali jika memang ada sesuatu yang terjadi pada gadis itu.

“Ada apa, tuan? Apa ada sesuatu yang terjadi?”

Baru saja aku ingin mengucapkan sesuatu, namun bibirku kembali terkatup saat mendengar suara pintu yang terbuka.

“Aku pulang!” hatiku terasa penuh saat mendengar suaranya. Namun, sepertinya memang ada sesuatu yang terjadi padanya. Nadanya terdengar begitu lemah dan lelah.

“Kau baru pulang? Dari mana saja, huh?” tanyaku dengan nada yang kubuat merajuk. Bagaimanapun gadis ini sudah keterlaluan pulang ditengah malam seperti ini. Dan lagi, ia seorang wanita.

Kudengar ia terkekeh, sepertinya begitu dipaksakan. Kudengar derap langkah pelannya mendekatiku disusul dengan sofa yang sedikit bergoyang. Tubuhku berjengit saat merasakan ia memelukku. Napasnya pun begitu terasa beraturan dileherku. Aku tersenyum kecil, kemudian membalas pelukannya seraya menggosok – gosok punggungnya lembut.

Mian, Cho Kyuhyun.”

Eo! aku sudah memaafkanmu. Tapi, kau dari mana saja? bukankah hari ini café tutup?” Ia terdiam cukup lama sebelum menjawab pertanyaanku.

“Tadi aku mengunjungi beberapa tempat.”

“Mm” gumamku sekenanya sebagai balasan untuknya. Sejujurnya, aku ingin bertanya lagi dengan rinci. Karena jawabannya begitu menggantung. Namun, segera kuurungkan setelah mendengar helaan napas beratnya. Sepertinya ia sedang benar – benar lelah saat ini. “Kau lelah?” kurasakan ia mengangguk didalam pelukanku kemudian kembali mengeratkan pelukannya lagi.

“Cho Kyuhyun!”

“Mm?”

“Aku ingin mengatakan sesuatu.” Aku mengernyitkan dahiku. Tidak biasanya ia seperti ini. Biasanya, jika ia ingin bicara langsung ia utarakan tanpa harus berbasa – basi seperti ini. “Tapi, aku tidak bisa mengatakannya sekarang.”

Wae?”

“Karena aku tidak ingin mengatakannya sekarang.” Aku tertawa kecil, gadis ini memang keras kepala dan tidak bisa dibantah.

“Baiklah, aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu. Tapi, sama denganmu! Aku akan mengatakannya besok.” Ia hanya menggumam kecil menjawab ucapanku. Sedangkan aku tersenyum tipis, Besok pasti kau akan terkejut dengan ini Sam Rin Hyo.

 

***

 

Author POV’s

 

Suara peraduan peralatan makan itu memenuhi ruang makan rumah Cho Kyuhyun. Beberapa pelayan berdiri diambang pintu, bersiap – siap jika tiba – tiba Kyuhyun dan Rin Hyo membutuhkan sesuatu. Cho Kyuhyun yang sedang memakan sarapannya dengan lahap tak berniat untuk melunturkan senyuman manisnya itu. Sedangkan Sam Rin Hyo yang memakan sarapannya dengan enggan sambil menatapi Cho Kyuhyun nanar.

Rin Hyo berdehem samar, membuat seluruh perhatian tertuju padanya. Bahkan Cho Kyuhyun juga sudah menghentikan kegiatan makannya. “Eum… itu… bisakah aku berbicara berdua dengan Cho Kyuhyun saja?” tanya Sam Rin Hyo seraya menatap para pelayan itu dengan penuh harap.

Para pelayan itu terlihat saling menatap satu sama lain, bingung harus melakukan apa. “Kalian tunggu kami diluar saja, dan juga! Tutup pintunya.” Titahan Cho Kyuhyun itu seolah membangunkan keterpakuan para pelayan disana. Mereka segera keluar dari ruang makan setelah mebungkukkan badannya sopan, dan tidak lupa menutup pintu geser itu.

Cho Kyuhyun menaruh sumpitnya, mengusapi bibirnya dengan sapu tangan kemudian menoleh kearah Rin Hyo. Walaupun tidak dapat menatap gadis itu seperti biasanya. “Kau ingin bicara?”

Pertanyaan Kyuhyun itu membuat tubuh Sam Rin Hyo menegang. Ia menunduk, menaruh sumpitnya dengan kaku kemudian menghela napasnya panjang. Mencoba mempersiapkan diri untuk mengatakan hal ini. Hal yang sebenarnya, tidak ingin ia katakana.

“Kyuhyun-ah!” suara Sam Rin Hyo terdengar parau. Membuat senyuman Kyuhyun luntur, terganti dengan dahinya yang mengernyit bingung.

“Mm?” gumamnya. Terselip nada keraguan disana.

“Aku ingin pernikahan kita dibatalkan.” Ujar Rin Hyo tegas. Lebih tepatnya, berusaha untuk tidak terdengar menyedihkan. Cho Kyuhyun terdiam cukup lama, pasokan napasnya terasa menipis saat tiba – tiba Sam Rin Hyo mengatakan hal yang benar – benar tidak pernah ia duga. Padahal, tadi malam mereka masih tertidur dengan saling berpelukan. Namun mengapa tiba – tiba?

Tiba – tiba Cho Kyuhyun tertawa hambar, menggosok – gosok tengkuknya lalu tertawa kecil. “Tsk, aku hampir saja tertipu olehmu!” Sam Rin Hyo menghela napasnya panjang. Menggigit bibir bagian bawahnya kuat, menahan air matanya yang sudah membendung dikedua matanya.

“Aku tidak sedang bercanda, Cho Kyuhyun!” senyuman Kyuhyun hilang seketika. Jantungnya berdentum dengan kencang hingga terasa mau keluar. Sekujur tubuhnya pun terasa begitu sakit saat mendengar perkataan Sam Rin Hyo yang begitu dingin. Dan ia tahu, saat ini Rin Hyo tidak bercanda.

Sam Rin Hyo menatapi Cho Kyuhyun dengan kedua mata yang sudah mengeluarkan air mata. Ia menarik napasnya dalam – dalam, menghembuskan perlahan. Sudah lebih dari 3 menit Cho Kyuhyun tidak bergerak dari tempatnya dan juga membungkam bibirnya.

“Mungkin nanti sore aku akan pulang keapartemen yang dulu. Dan juga, aku tidak tinggal disana lagi nanti. Jadi, jangan cari aku!” tukas Rin Hyo setelah menetralkan deru napasnya yang memburu, menahan emosi.

Wae?” Cho Kyuhyun menggantungkan kalimatnya sejenak, menghela napas Cho Kyuhyun menggantungkan kalimatnya sejenak, menghela napas berat kemudian kembali melanjutkan ucapannya. “Apa aku melakukan kesalahan padamu?”

Pertanyaan pria itu membuatnya memejamkan kedua mata. Hatinya seperti diremas kuat mendengar suara tercekat pria itu. Dan juga pertanyaan pria itu, melakukan kesalahan? Dia lah yang melakukan kesalahan. Bukan Cho Kyuhyun.

“Kau ingat, saat kau tidak fokus menyetir. Kau melihat seorang gadis yang sepertiku tengah berciuman dengan orang lain, bukan?” Cho Kyuhyun tidak menjawab. Ia hanya mengepalkan kedua tangannya yang berada diatas meja. “Dan kau bertanya apa gadis itu adalah aku? Atau orang lain? Gadis itu adalah aku, sedangkan pria itu bernama Lee Donghae. Dia pewaris tunggal Lee corp.

“Tidak mungkin.” Desis Cho Kyuhyun. Tubuh Sam Rin Hyo berjengit saat mendengar desisan Cho Kyuhyun yang menyerupai iblis. Terdengar begitu mengerikan. Sam Rin Hyo menggigit bibir bagian bawahnya dengan kuat, berusaha untuk bertahan.

 

Tahan, Hyo! Setelah ini semuanya akan membaik. Biar Kyuhyun sakit untuk kali ini saja, dan setelah itu akan bahagia untuk selamanya.

 

“Sayangnya, itu sudah terjadi. Aku sudah memutuskan untuk menikah dengannya. Ibuku sudah merestui hubungan kami dan—“

“Kapan kau mulai mengenalnya? Dan bagaimana bisa kau… dan dia?”

“Haruskah aku menceritakan semuanya padamu? Apa kau tidak khawatir dengan keadaanmu nanti setelah… mengetahui semuanya?” Nada bicara Sam Rin Hyo begitu sinis dan terdengar seperti tokoh antagonis disebuah drama. Ia ingin Cho Kyuhyun membencinya dan akhirnya memilih untuk melepaskan gadis brengsek sepertinya.

“Sam Rin Hyo! Apa ini kau? Kau siapa, huh? Rin Hyo yang kukenal tidak seperti ini!!” Cho Kyuhyun mulai berteriak frustasi saat mendengar kekehan ringan Rin Hyo yang seolah mengejeknya.

Sam Rin Hyo seolah tak mendengar teriakan itu, lebih memilih untuk membuat Cho Kyuhyun membencinya lebih dalam lagi. “Kami berkenalan saat kau masih melakukan konser keliling duniamu itu. Lalu, semuanya terjadi begitu saja. Ia memiliki charisma yang sangat dikagumi banyak wanita. Dan juga, masa depannya lebih cerah dibandingkan denganmu.”

Wajah Cho Kyuhyun terperangah saat mendengar ucapan Rin Hyo yang dengan ringannya menyanjung pria lain dihadapannya. Apa gadis itu tidak tahu seberapa cintanya ia padanya?

“Aku dulu menyukaimu karena kau seorang bintang yang bersinar. Kau begitu charming dan sangat memukau. Tapi sekarang? Kau… jauh dari kata bintang. Aku tidak menyukai itu. Aku ingin kita selesai.”

Kedua mata Kyuhyun sudah berkaca – kaca, kepalanya menggeleng frustasi. Bahkan ia mulai menggertakkan giginya karena menahan emosi. Segala ucapan Rin Hyo sudah menjelaskan semuanya. Sam Rin Hyo berdiri disampingnya hanya karena sebuah materi dan fisiknya. Ia benar – benar merasa dibodohi oleh gadis brengsek ini. Tapi, ia memang benar – benar bodoh. Karena, ia masih sangat mencintai gadis itu.

Sedangkan gadis brengsek itu sudah tidak bisa menahan air matanya yang sudah keluar tanpa henti. Ia tidak tahan menatap Cho Kyuhyun yang seolah tersiksa saat ia mengatakan semua itu padanya. Tapi, jika tidak begitu. Jika Kyuhyun tidak segera membencinya. Ia masih belum siap untuk meninggalkan Kyuhyun yang mungkin akan sangat terluka.

“Kau benar – benar brengsek, Hyo! Selama ini kau membuatku seperti orang bodoh dan menganggap jika kau memang benar – benar mencintaiku dengan tulus. Namun nyatanya… tsk, kau benar – benar gadis bajingan yang mengesankan.”

Sam Rin Hyo hanya bisa mengepalkan kedua tangannya seraya menggigit bibir bagian bawah itu hingga tanpa ia sadar sudah mengeluarkan darah. Walaupun ia sudah berulang kali meyakinkan dirinya jika ia sudah siap dengan apapun ucapan Kyuhyun padanya. Namun, ia tidak tahu pada faktanya akan terasa begitu menyakitkan seperti ini. Sekalipun ia tidak pernah mendengar sumpah serapah Cho Kyuhyun terlontar untuknya.

“Aku memang gadis brengsek. Jih, seharusnya kau menyadarinya dari dulu, Kyuhyun-ah. Bukankah ibumu yang terhormat itu selalu mengingatkanmu, huh?” Kedua mata Cho Kyuhyun terpejam kuat, sangat terkejut dengan ucapan yang dengan lancar keluar dari bibir gadis yang sangat ia cintai itu.

“Baiklah, Kita selesai!! Dan kau bisa keluar dari rumahku sekarang juga.”

 

***

 

Selanjutnya benar – benar buruk. Cho Kyuhyun menolak asupan makanan yang selalu dihidangkan diatas meja makannya, ibunya yang sudah mulai menerima Sam Rin Hyo pun semakin memaki gadis itu bahkan lebih kasar dari sebelumnya. Dan yang lebih bodohnya, selalu saat Kyuhyun mendengar gadis brengsek itu dihina ia selalu merasa sakit hati juga. Karena, sampai detik ini ia masih sangat mencintai gadis itu sepenuh hati.

“Tuan, ada tamu yang menunggu diluar.” Cho Kyuhyun menolehkan kepalanya kekiri sedikit, mendengar suara salah seorang pelayannya yang terdengar begitu kaku. Mereka selalu seperti itu dihadapan Kyuhyun, seolah Cho Kyuhyun adalah seorang pria cannibal yang dapat menerkamnya kapan saja.

“Siapa?”

“Park Jung Sik, manajer anda.” Kyuhyun sempat menghela napas kasarnya sebelum menyuruh pelayan itu memasukkan pria yang sejak kebutaannya tiba – tiba menghilang layaknya abu.

Tanpa bantuan seorang pun Cho Kyuhyun berjalan keluar dari kamarnya, jika biasanya ia dibantu Sam Rin Hyo. Tapi sekarang ia melakukan semuanya sendiri, ya! ia sudah sangat terbiasa dengan keadaan ini.

“Kyuhyun-ah!” panggilan Park Jung Sik itu terdengar digendang telinganya saat ia sudah sampai diruang tamu. Seketika ia menghentikkan langkahnya, memasang wajah dingin yang tidak pernah ia tampakkan pada pria yang sudah ia anggap seperti hyeong sendiri sebelumnya. “Maaf aku baru bisa mengunjungimu sekarang.”

Walaupun Cho Kyuhyun mendengar nada penyesalan disana, tapi itu tidak bisa menghilangkan rasa kesalnya pada pria itu. Bagaimana bisa tiba – tiba Park Jung Sik menghilang begitu saja saat ia jatuh dan perlu genggaman orang lain? Selama ini, Kyuhyun sudah menganggap Park Jung Sik seperti kakaknya sendiri. Tapi, hanya karena ia buta tiba – tiba Jung Sik menghindarinya. Tch, saudara apa.

“Aku tahu kau tidak akan bisa memaafkanku. Tapi, aku kesini untuk menyampaikan kabar baik untukmu.” Cho Kyuhyun masih mempertahankan wajah dingin dan datarnya saat ia bisa mendengar langkah Park Jung Sik yang mendekatinya. Meraih bahunya, kemudian meremasnya kuat. Seolah menyalurkan kekuatan untuknya.

“Akhirnya kau mendapatkannya, Kyu!” dahi Cho Kyuhyun mengernyit mendengar ucapan Park Jung Sik. Terdiam, membiarkan Jung Sik melanjutkan perkataannya. “Akhirnya kau mendapatkan pendonor kornea yang cocok untukmu, setelah ini kau dapat melihat lagi seperti dulu.”

Perlahan kerutan didahi Cho Kyuhyun menghilang, wajahnya tak berekspresi. Namun, didalam hatinya ia senang. Satu yang ada dipikirannya, Sam Rin Hyo! Setelah ini ia dapat merengkuh gadis itu lagi dengan begitu percaya diri. Tak peduli, gadis itu sudah pernah mencampakkannya hanya karena keadaannya. Tak peduli, gadis itu sudah membohonginya hingga sejauh ini. Ia tidak peduli dengan itu semua, yang ia pedulikan kini adalah hatinya. Hatinya yang sangat membutuhkan Sam Rin Hyo seperti obat ekstasi. Tanpa gadis itu, rasanya begitu kosong.

 

***

 

Cho Kyuhyun’s side

 

Semuanya begitu gelap. Sangat gelap hingga rasanya aku takut untuk bergerak, aku melihat secercah cahaya yang sangat terang tengah mendekatiku. Aku tidak tahu apa itu, namun semakin cahaya itu mendekat. Semakin hatiku sangat tenang dibuatnya.

“Cho Kyuhyun!” aku melebarkan kedua mataku saat mendengar suara itu. Suara yang sudah lama tidak pernah kudengar, suara yang begitu kurindukan. Sam Rin Hyo, dimana dia?

“Cho Kyuhyun!” entah dapat kekuatan dari mana, aku mampu untuk berdiri dan berjalan pelan. Mencari suara itu.

“Kyuhyun-ah!” suara itu semakin jelas saat aku sudah berjarak begitu dekat dengan cahaya putih itu. Kedua mataku membulat saat melihat Sam Rin Hyo memakai gaun putih, berdiri tepat didepan cahaya putih itu. Tersenyum kepadaku dengan begitu tulus. Aku ikut tersenyum kearahnya, namun ia malah menjatuhkan air mata.

“Maafkan aku.” Ucapnya sebelum berbalik, kemudian berlari menjauhiku. Aku ingin meneriakinya, namun tidak bisa. Ingin mengejarnya, namun kakiku terasa kaku disana. Tidak, Tidak, Sam Rin Hyo! Kau bisa mendengar suara hatiku? Jangan pergi! Aku mohon!

 

Kedua mataku yang sejak tadi terpejam, perlahan terbuka. Hatiku begitu sakit saat mengingat mimpi itu. Bagaimana bisa aku bermimpi seperti itu? Apa maksudnya?

“Kyuhyun-ah! Kau bisa melihatku, nak?” suara ibu menyeruak digendang telingaku, aku menoleh kearahnya. Terperangah saat aku dapat menangkap sosok ibuku yang begitu kurindukan. Tuhan… aku dapat melihat lagi?

Kusisir pandanganku kearah lain. Tersenyum kecil saat mendapati semua orang tengah tersenyum padaku. Ahra noona, ayah, ibu, dan Park Jung Sik. Dapat kulihat ibu menangis tersedu – sedu seraya memelukku. Aku mengelus punggungnya dengan begitu lembut. Aku juga merindukanmu, ibu!

“Aku… dapat melihat lagi.” gumamku pelan. Membuat semua orang disana semakin melebarkan senyumnya, bahkan Cho Ahra yang selalu kejam padaku dapat meneteskan air mata bahagianya.

Operasi berhasil dan aku dapat melihat lagi… namun, dimana Sam Rin Hyo?

 

***

 

Hanya 2 minggu aku menerima perawatan di rumah sakit, kemudian aku dapat keluar dari sini dengan berlapang dada. Park Jung Sik selalu menemaniku setiap hari di rumah sakit. Karena, ayah, ibu, dan Cho Ahra tersibukkan oleh kesibukan mereka masing – masing.

“Aku sudah memasukkan barang – barangmu ke koper. Kau sudah siap?” tanya Jung Sik setelah mengetuk pintu kamar mandi sebanyak dua kali. Kini aku berada di kamar mandi yang berada didalam bangsal rumah sakit yang kutinggali 2 minggu ini, sekedar untuk membasuh muka dan memeriksa penampilan.

Aku hanya menggumam menjawab pertanyaan Park Jung Sik, lalu keluar dari kamar mandi. Dapat kulihat Park Jung Sik menarik koperku diikuti denganku yang berjalan dibelakangnya.

“Didepan rumah sakit sudah banyak wartawan. Sengaja CEO Kang menyuruh mereka berkumpul disini, untuk menghilangkan kebingungan media atas menghilangnya dirimu selama 2 bulan ini.”

“Eum… hyeong! Sebelum pulang kerumah… aku ingin mengunjungi suatu tempat.”

“Kemana?”

“Nanti, akan kuberitahu di mobil.”

 

***

 

“Kau masih marah padaku?”

Tanya Park Jung Sik setelah kami baru saja memasuki mobil. Wartawan – wartawan tadi sudah begitu puas mendengar jawabanku dan akhirnya berhenti merecokiku.

“Tidak.” Singkatku kemudian menyandarkan diri dikursi mobil seraya memejamkan kedua mata.

“Waktu itu, CEO Kang mengatakan padaku jika kau tak kunjung mendapatkan pendonor, kau akan diberhentikan dari profesimu setelah berita kecelakaanmu mereda. Lalu, CEO Kang memberimu uang kompensasi agar kau menghilang dari dunia entertainment.” Aku masih diam, tanpa Park Jung Sik mengatakannya pun aku sudah tahu hal itu. “aku menghilang selama ini, karena aku berusaha mencarikanmu pendonor. Dan akhirnya, seperti sebuah anugerah ada seseorang yang bersedia memberikan donor padamu.”

Kedua mataku terbuka dengan cepat, menoleh kearah Park Jung Sik dengan kedua mata yang sedikit melebar. “Siapa? Siapa orang yang bersedia mendonorkan korneanya untukku?”

“Ah itu… hanya ibumu yang tahu. Karena orang itu menemui ibumu terlebih dahulu. Aku juga bertanya pada ibumu, tapi dia bilang orang itu ingin merahasiakan identitasnya.”

Aku menghembuskan napasku berat. “Lalu bagaimana caraku untuk berterima kasih padanya?”

“Tenang saja, kata ibumu… orang itu sudah diberikan kompensasi seumur hidup.” Aku mengangguk dengan ragu kemudian mengalihkan pandangan kearah jendela. Siapapun orang itu aku tetap harus berterima kasih secara langsung padanya.

Kutatap jendela mobilku dengan nanar. Menatap kearah luar, jalanan yang licin dan juga atap mobil yang hampir penuh dengan timbunan salju. Aku meringis getir, musim dingin. Musim yang selalu dielu – elukan keindahannya oleh Sam Rin Hyo.

 

“Aku selalu menyukai musim salju, sangat menyenangkan melihat sungai han itu membeku.”

“Musim dingin itu merepotkan. Dan juga dapat membahayakan jika sampai terjadi badai.”

“Tentu aku tidak suka jika itu terjadi. Aku hanya menyukai salju karena putih, lembut dan dingin. Dan juga, aku menyukai bentuk cartoon snowflake. Sangat indah.”

“Tapi kemarin kau menyukai musim gugur, lalu saat musim panas kau menyukai musim panas, dan disaat musim semi kau juga menyukai musim itu. Lalu apa yang kau sukai sebenarnya?”

“Hm? Kurasa aku menyukai semuanya, hihihi. Ya, kau tau sendiri jika aku menyukai banyak hal. Namun meski banyak yang kusukai didunia ini hanya ada satu yang kucintai, yaitu Cho Kyuhyun.”

 

Aku tersenyum lagi, mengenang ini semua tidak membuatku merasa lebih baik. Aku benar – benar ingin bertemu dengan gadis itu, ingin merengkuhnya dan mengatakan padanya aku sudah bisa melihat! Aku akan kembali menjadi bintang! Jadi, tidak bisakah kau kembali padaku?. Terdengar sangat rendah, iya kan? tapi masa bodoh. Aku akan melakukan apapun untuk membuat gadis itu kembali padaku.

“Ah, kau tadi bilang jika ingin mengunjungi tempat sebelum pulang kerumah. Kemana?” aku menoleh pada Jung Sik hyeong, ia masih fokus pada jalanan.

“Rumah Sam Rin Hyo.” ujarku seraya tersenyum tipis. Aku bisa melihat wajahnya menegang dan kukunya mengerat pada setir. Sesekali ia melirik padaku dengan lirikan yang membuatku sangat penasaran. Ada apa? Biasanya pria ini akan tersenyum jahil saat aku mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan Sam Rin Hyo. biasanya ia akan menggodaku dengan mulut embernya itu.

“Kyuhyun-ah, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu. Malam ini, kita makan malam diluar saja ya.” dahiku mengernyit, lalu mengangguk ragu. Ah, aku punya firasat buruk tentang apa yang akan pria itu katakan padaku.

 

***

 

“Sam Rin Hyo sudah menikah.”

Aku menatap Jung Sik hyeong dengan tubuh yang kaku. Seperti es, seperti terikat. Dahiku tidak mengernyit bingung dan mulutku pun tak dapat melontarkan kata – kata kasar. Namun sesuatu seperti menghantam tubuhku dengan keras, sesuatu seperti menampar pipiku hingga memerah, sesuatu seperti meremas batinku hingga hancur.

Jung Sik hyeong menghela napasnya seraya memejamkan kedua mata. Seperti begitu sulit untuk mengatakan sesuatu yang selanjutnya. Sedangkan aku? Aku masih diam, sesenti pun aku tak bergerak. Hanya debaran jantungku saja yang menggila seperti ingin segera keluar.

“Dia menikah dengan Lee Donghae, aku juga tidak tahu bagaimana bisa ia mengatakan itu semua padaku? Aku yakin, ia tidak menginginkan pernikahan itu. Terlihat dari cara ia bicara padaku saat itu yang—“

“Langsung saja pada intinya.” Desisku hampir tak terdengar. Jung Sik hyeong diam sejenak kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Sebuah kotak kecil berwarna biru safir-warna kesukaanku.

“Ia menyuruhku memberi ini padamu. Dan ia ingin aku berkata Selamat tinggal Cho Kyuhyun padamu.” Dengan tangan gemetar kuambil kotak itu menatapnya dengan rapuh kemudian memasukkannya pada saku mantelku. Sungguh, aku ingin sekali menangis, meraung seperti gila dan ingin membunuh diriku sendiri sekarang juga.

 

Seseorang yang sudah menjadi separuh hidupku, pergi menikah dengan pria lain.

Seseorang yang sudah menguasai hati, bahkan kehidupanku. Telah hilang.

Apa aku akan baik – baik saja?

Hyeong, kita pulang sekarang.”

***

 

Aku memasuki rumahku dengan langkah pelan. Berhenti tepat didepan pintu, menghidupkan saklar lampu dan mengganti sepatuku dengan sandal rumah. Suara langkah tergopoh terdengar mendekatiku.

“Tuan sudah pulang? Selamat atas kesembuhan anda.” Aku tersenyum kecil pada pelayan yang mengurusi rumah ini dengan sangat baik.

“Terima kasih.”

“Apa tuan butuh sesuatu?”

Ani. Kau bisa pergi.” Pelayan itu membungkuk dalam kemudian pergi meninggalkanku yang masih berdiri disana. Langkahku sedikit terseok saat melewati satu per satu ruangan dirumah ini. Aku menghentikan langkah tepat disamping sofa ruang tengah. Bayangan Sam Rin Hyo yang menidurkan kepalanya dipahaku, tertawa keras denganku saat menonton variety show, dan juga sofa yang biasa kugunakan untuk bermesraan. Aku tertawa miris, mengalihkan pandanganku namun aku salah. Tatapanku malah beralih pada dapur dan juga ruang makan. Sam Rin Hyo terlihat berjalan kesana – kemari disana, menyiapkan makanan dan juga merecoki pelayan yang tengah memasak. Aku tersenyum kecil, tidak! Aku tidak akan melupakanmu Hyo. Aku bahkan tidak pernah mencoba atau pun berniat untuk melakukan itu. Aku akan menyimpan semua kenanganmu disini, dihati ini.

Kutundukkan kepala, berjalan kearah tangga dan menaiki satu per satu anak tangga yang membawaku pada kamarku. Aku memasuki kamar, menggantung mantel ditempat khusus, setelah mengibaskannya karena masih ada beberapa butiran salju yang tertinggal disana.

 

Buk

 

Alisku terangkat, menatap sebuah kotak kecil yang tergeletak diatas lantai. Ah, kotak dari Sam Rin Hyo. Kupungut kotak itu kemudian berjalan menuju ranjang. Membukanya. Mataku menatapi isi dari kotak itu tanpa berkedip. Ada sebuah cincin disana, dengan tangan yang masih gemetar ia mengambil cincin itu. Menuruti insting untuk memakainya, lalu tersenyum kecil menyadari jika cincin itu begitu pas pada jari manisnya. Dibawahnya, terdapat sepucuk lipatan kertas yang bertuliskan

 

untuk Cho Kyuhyun, seorang penyanyi kelas dunia.

 

Bola matanya menelisik satu per satu kata yang tertoreh disana. Bibirnya terbuka sedikit air matanya keluar setetes demi setetes, setelah membacanya sampai akhir. Segera ia mengambil kunci mobilnya. Berlari keluar rumah dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata – rata.

 

Halo Kyuhyun! Sam Rin Hyo disini!

Aku ingin minta maaf padamu karena perkataanku saat itu yang pasti sangat menyakitimu. Aku benar – benar minta maaf atas semuanya. Maaf telah merepotkanmu selama ini, maaf telah menjadi seorang kekasih yang tidak bisa berbuat apa – apa untukmu, maaf telah membuatmu melampaui masa – masa yang sulit ini karenaku.

 

Air mata pria itu keluar terus menerus tanpa henti, kepalan tangan kanannya ia buat untuk memukul – mukul setir. “Bodoh, sangat bodoh!” umpatnya berkali – kali. “Sam Rin Hyo kau sangat bodoh!”

 

Kyuhyun-ah, aku telah melakukan sesuatu yang sangat baik untukmu. Aku sangat senang dan lega karena melakukan ini semua untukmu. Kupikir ini hal terbaik yang pernah kulakukan pada seseorang. Hitung – hitung ini semua untuk membalas perbuatanku padamu dan juga semua yang telah kau lakukan padaku. Karena, jika seperti ini. Aku dapat meninggalkanmu dengan lapang dada. Ah, tidak! Aku berbohong! Aku tidak dapat meninggalkanmu dengan lapang dada. Aku… benar – benar tak ingin meninggalkanmu, Kyu. Tapi, aku pernah dengar kalimat seperti ini. Untuk mencapai suatu pencapaian yang besar, akan ada sesuatu yang harus dikorbankan . Aku tahu sekarang apa artinya, dengan aku berkorban untukmu! Semuanya akan berjalan dengan baik – baik saja. Bahkan sangat baik.

 

Aku mengetuk pintu apartemen Sam Rin Hyo dengan penuh kekuatan. “Sam Rin Hyo!! buka pintunya!!!” teriakku seperti orang kesetanan. Aku harus bertemu dengan gadis itu sekarang, sekarang juga.

 

Cho Kyuhyun bintang kelas dunia, aku pergi! Kumohon jangan cari aku lagi. Berbahagialah dengan hidupmu. Jangan buat pengorbananku ini sia – sia! Aku akan membunuhmu jika itu terjadi! Kau pasti tidak apa – apa kan tanpaku? Aku yakin, kau bisa melewati semuanya dengan baik. Kau punya banyak orang yang mencintaimu, orang tuamu, fans, sahabat – sahabatmu, dan … aku. Jadi jangan membuat orang – orang itu kecewa.

 

“Tuan, nona ini sudah pindah beberapa minggu yang lalu. Sekarang apartemennya kosong.” Aku menoleh pada ahjumma yang tengah menatapku dengan pandangan tak suka. Mungkin terusik dengan teriakanku. Aku hanya diam, tak berniat menjawab pertanyaannya. Kuturunkan tanganku yang masih menempel didaun pintu.

“Kau bodoh, Hyo! kau sangat bodoh!” bisikku lirih seraya menatap daun pintunya dengan nanar. Air mataku sudah tidak bisa berhenti mengalir.

 

Ah ya! aku membeli sepasang cincin untuk kita. Aku harap, kau dapat memakainya agar dapat mengingat gadis brengsek ini. Aku tidak menyuruhmu untuk terus mencintaiku, aku hanya ingin kau mengingatku. Mengingat kenangan kita.

Ingatlah, jika kau pernah mencintai gadis biasa sepertiku. Karena gadis biasa ini, selalu mengingat mantan kekasihnya yang sangat hebat layaknya Cho Kyuhyun.

Aku selalu ingin mengatakan ini sejak kejadian aku pergi dari rumahmu saat itu…

Cho Kyuhyun! Pria mesum yang sangat menyebalkan! Aku mencintaimu, sangat.

 

Selamat Tinggal, Cho Kyuhyun!

 

                                                                                    Dengan cinta,

 

 

                                                                                    Sam Rin Hyo.

 

TBC

Advertisements

86 thoughts on “At Least I Still Have You 5

  1. Kok jd kyk yg aku blg wktu itu ya ? Lanjut dong thoooorrr. Klo enxing nya kek gni brti gk sesuai judul. Tapi bisa juga mksdnya cnta rin hyo yg tetep milik kyi. Duhhh galau mikirin ending nya . Lanjut plis….

  2. Aaahhh… Kmn sebenernya hyo? Bnran nikqh sm hae? Trs utang ibunya? Hae bantu hyo dgn apa? Aarrgghhh…
    Mata kyu dr hyo kah?
    Suka bgt sama kyu dsini,, bnr2 cinta, udh dsakitin msh berharap mw nyari hyo lagi,, bukannya ,alah dendam…
    Aaahhh… Romantisnya bang kyupil. Kkkkekeee

  3. aduh tambah nyesek, ya ampun knpa rin hyo malah pergi tinggalin kyuhyun trus knpa rin hyo apakah bnar dia udh nikah sma donghae, trus bagai mana dngan kyu atau jangan2 pendonor mata kyu itu rin hyo??

  4. aduh tambah nyesek, ya ampun knpa rin hyo malah pergi tinggalin kyuhyun trus knpa rin hyo apakah bnar dia udh nikah sma donghae, trus bagai mana dngan kyu atau jangan2 pendonor mata kyu itu rin hyo?? ya ampun makin pnasaran..

  5. what ??
    apa ini ??
    aku menangis ??
    aku menangis karena ff ini ..
    OMG …
    *lebaymodeon

    surat itu benar2 mengharu biru isinya …
    tapi ,, apa benar sam rin hyo nya nikah sama donghae ?
    dan pendonor kornea mata untuk kyu itu siapa ??

    mudah2an bukan sad ending …

    fighting ne ^^

  6. huft~ its hurt ;-(
    yg donorin mata buat kyu pasti rin hyo. tp masa’ iya dia nikah ma donghae. liat kyu menderita itu jdi nyesek
    oke, aku lanjut ke part end ya~ gak sabar banget pengen tau endingnya
    at last i still have u, jd artinya di saat terakhir kyu tetep bersama rin hyo, begitupun sebaliknya. jdi harusnya emang happy ending dengan kyu-rin yg bersatu. 🙂

  7. Kan air matanya jatuh lagi ka TT
    Kaka sukses buat sy nangis dipart ini , bener kynya tebakanku dipart 4 , klo rin hyo menikah sm donghae dan kornea mata rin hyo kynya didonorin jg ke kyu .
    Memang cinta sejati kyu sm rin hyo
    rela mengorbankan smua ny demi org disyg
    Smga ga sad ending , berhrp happy ending
    Ijin part endingnya ya

  8. Berarti rin hyo donorin mata untuk kyuhyun nikah sama donghae… trus donghae yg bantu ngelunasi utang ibunya rin hyo? sedih juga semoga ga sad ending..

  9. Ahh!!!! Part ini sungguh menguras emosi!
    Hiks hiks..
    Rinhyo berkorban besar demi kyuhyun sampe nyumbangin kornea matanya sendiri..
    Tapi, aku mau nanya? Emang kalo nyumbang kornea gak harus mati dulu gak papa ya??
    Biasa lah, pengetahuan sedikit, jadi pengen tau, hehehe..

  10. End! End! End! End!!
    i need end part..rrrr

    Pasti rin hyo yg jadi pendonor kornea mata buat kyu deh..
    iya kan? Iya kan? Iya kan?
    trus dia minta uang sama ibunya kyu buat bayar utang ibunya rin hyo. Donghae cuma untuk alibi aja biar kyu nya benci sama rin hyo kan… *ngarangceritasendiri*dibacokauthor*

  11. padahal aku blum bc part 1sampai 4 langsung ending aku bc kok sedih kayak gini,tp itu kyu dapwt donor mata dari siapa sih,ato jangan2dati rin hyo ya.duh penasaran banget ma kelanjutannya.

  12. jangan jangan yg menjadi pendonor kornea buat kyuhyun itu rin hyo..
    Lalu apa benar rin hyo menikah dg lee donghae

  13. Adeohhhh nyesekkk 😦 mungkin sam rin hyo yg donorin mata bwt kyuhyun dan aku berharap rin hyo kaga’ menikah sama donghae >>>> tetap semangat ya 🙂

  14. Huaaaaa,,,,knp rinhyo ninggalinn kyu truz nikah sma c ikann,,,cpa pendonor mata buat kyuu???
    Pa rinhyo yg donorin matanya buat kyu,,,huaaa knpp critanyaa nyesekk bgtt sichh,,,ayooo kyuu kejarr truzz rinhyo nyaa,,,rebutt kembali dr c ikann,,,ahhh penasarann lanjutt next chapterr,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s