STILL YOU (HYO-HYUN Vers.) (1/2)

STILL YOU (1/2)

10626513_280963695434537_6559809524036188158_n

 

 

Author : Tsalza Shabrina | @TsalzaCho | Samshinfiction.wordpress.com
Cast. : Cho Kyuhyun | Sam Rin Hyo (OC) | Kim Myung Soo

Other Cast. : Shin Ji Eun (OC) | Kim Seulgi

Length : Two Shoot

Genre : Romance, Angst.

Rate : T

A/N : Makasih buat semuanya yang udah baca J aku juga mengapresiasi buat kalian yang mau bubuhin komentar, kritikan atau pun saran kalian setelah baca FF aneh ini 😛 hehe 😀

Happy Read, dear! J

Recommended Song : Still You – EunHyuk and Lee Donghae.

 

STILL YOU part.1

 

 

“Cho Kyuhyun!”

Panggil seorang gadis berambut panjang bergelombang itu pada seorang pria yang tengah berkutat dengan ponselnya. Pria bernama Cho Kyuhyun itu mendongak, menatap gadis yang tengah tersenyum dan berjalan kearahnya. “Mianhe, aku sedikit terlambat.” Sesal gadis itu, saat ia sudah duduk dihadapan Kyuhyun. Mereka kini berada di sebuah kafe langganan mereka. Seperti biasa, mereka memilih tempat yang berlabel private dipintunya.

“Sedikit? Kau bilang 30 menit itu sedikit? Apa kau pikir waktuku seluang itu?” Cecar Cho Kyuhyun kesal. Gadis itu mendesis kesal, menganggap Kyuhyun hanya bercanda saat mengatakan itu. Walaupun jauh didalam hatinya ada desiran aneh yang mengatakan ‘kau berubah Kyu!’ mengingat Kyuhyun tidak pernah kesal jika gadis itu terlambat menemuinya. Mengingat, Kyuhyun selalu mengulas senyum saat bertemu dengannya. Namun, semua kebiasaan itu kini telah hilang. 1 bulan ini, ya! Kurang lebih selama itu gadis ini selalu bersabar menghadapi kelakuan kekasihnya yang kian berubah.

“Sam Rin Hyo! Kenapa diam saja, ha?! Merasa bersalah?” Rin Hyo sedikit berjingit saat mendengar ucapan Kyuhyun. Ia mendengus seraya menatap Kyuhyun kesal.

“Sudah 3 minggu kita tidak bertemu karena jadwalmu. Kenapa kau sekarang malah memarah-marahiku?! Aku terlambat karena aku harus menyelesaikan beberapa tugas yang belum rampung. Kau tahu, tadi Dosen Kim baru saja memarahiku tanpa alasan yang jelas. Dan sekarang kau! Tsk, menyebalkan.” Omel Rin Hyo dengan kesal.

“Aish, kenapa malah mengomel padaku?” Rin Hyo menghela napasnya kasar, Kyuhyun sudah keterlaluan.

“Kita baru saja bertemu, tidak bisakah kita berhenti berdebat?” Pinta Rin Hyo setelah itu memanggil pelayan untuk memesan sesuatu. Cho Kyuhyun akhirnya menyerah, ia menyandarkan tubuhnya dikursi, lalu kembali tenggelam pada ponselnya. Entah apa yang tengah dilakukan pria itu.

Sam Rin Hyo menatap Cho Kyuhyun cukup lama. Berharap pria itu sadar, bahwa ia sudah berubah sejauh ini. 1 bulan ini, setiap bertemu, Kyuhyun selalu saja disibukkan dengan ponselnya. Tidak ada lagi Kyuhyun yang manja. Tidak ada lagi Kyuhyun yang selalu menjahilinya. Tidak ada lagi Kyuhyun yang selalu melemparkan senyum bodohnya itu padanya. Walaupun ia selalu kesal saat Kyuhyun mulai manja dan menjahilinya saat itu, tapi saat ini, ia malah berharap Kyuhyuyn akan seperti itu.

“Apa ponselmu lebih menarik dari apapun, huh?” tanya Rin Hyo seraya bersendekap. Menatap Kyuhyun dengan tatapan tajamnya. Cho Kyuhyun menatap Rin Hyo sejenak lalu menaruh ponselnya diatas meja.

“Kau cemburu dengan ponselku?” tanya Kyuhyun balik dengan nada menggoda. Sam Rin Hyo tersenyum dalam hati. Kyuhyun yang seperti inilah yang ia tunggu.

Mwo?! Untuk apa aku harus cemburu?”

“Jih, terlihat sekali dari wajahmu nona Sam.” Ucap Kyuhyun seraya memajukan badannya. Hingga menyisakan hanya beberapa sentimeter dari wajah Rin Hyo, membuat gadis itu memundurkan wajahnya sedikit. Merasa malu walaupun kedua mata itu masih menatap mata hitam Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun!” Panggil Rin Hyo pelan. Kyuhyun masih tetap dalam posisinya.

“Eung?”

“Kau timbul jerawat lagi, ya?” Tanya Rin Hyo polos seraya menunjuk dahi Kyuhyun. Membuat Kyuhyun melebarkan kedua matanya, memundurkan tubuhnya seraya menyentuh dahinya. Seolah mencari keberadaan jerawat barunya itu.

“Aish, urus saja urusanmu sendiri!” Ucap Kyuhyun kesal masih dengan menyentuh dahinya. Sam Rin Hyo tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa, wajah Kyuhyun saat itu sangatlah konyol. “Berhenti tertawa!” Ucap Kyuhyun tak terima dengan kedua mata melotot. Dan itu semakin membuat wajah konyolnya itu semakin konyol.

“Hahaha, Cho Kyuhyun! Lain kali kau harus berkaca saat berekspresi seperti itu!”

“Haish, Sam Rin Hyo!!!”

 

***

 

Sam Rin Hyo berjalan ringan dikoridor kampusnya. Kepalanya ia tolehkan kekanan dan kiri, ia sedang mencari seseorang. Ia menghentikan langkahnya putus asa saat seseorang itu tak juga ia temukan.

“Kemana gadis itu?!” Gerutunya kesal.

“Rin Hyo-ah!” Sam Rin Hyo membalikkan badan saat dirasa suara itu berasal dari belakangnya. Senyumnya seketika merekah saat ia melihat seorang pria yang tengah berlari menghampirinya. Mungkin saja, ia dapat menanyakan keberadaan gadis itu pada pria ini.

“Myung Soo-ya!” Pria itu tersenyum semakin lebar saat Rin Hyo menyebut namanya. “Kau dari mana? Mengapa berlari seperti itu?”

Kim Myung Soo mengatur napasnya sejenak sebelum membalas perkataan Sam Rin Hyo. “Aku dari kantor, menemui dosen Kim. Dan kata pria galak itu aku harus mencarimu. Karena, kita mengerjakan tugas tambahan itu bersama!”

MWO?!” pekik Rin Hyo terkejut. Bukannya ia tidak mau bekerja sama dengan Kim Myung Soo. Hanya saja, ia sudah berjanji dengan Shin Ji Eun untuk mengerjakan tugas tambahan dari Dosen Kim bersama.

Wae? Kau tidak mau?” Tanya Myung Soo kecewa.

“Bukannya begitu, masalahnya aku sudah mengajak Shin Ji Eun. Aku tidak mau membuatnya kecewa.” Ucap Rin Hyo dengan raut penuh rasa bersalah. Kim Myung Soo terkekeh pelan.

“Tidak usah merasa bersalah seperti itu. Kita bisa mengerjakannya ber-3. Yang terpenting, keinginan Dosen Kim agar kita satu kelompok terwujud, bukan?”

“Apa tidak apa-apa? Bukannya satu kelompok maksimal 2 orang?”

Gwenchana, aku sudah mengantisipasi tadi. Aku berpikir hal seperti ini akan terjadi, karena aku memberitahumu secara mendadak. Jadi, aku menanyakan hal ini pada Dosen Kim. Dan dia mengizinkannya! Aish, aku juga tidak mengerti pada pria itu! Mengapa ingin sekali agar kita berada dalam satu kelompok?!” Sam Rin Hyo menghela napas lega. Ia tersenyum pada Kim Myung Soo.

“Kalau begitu, itu akan lebih mudah untuk kita! Jadi, kita mulai kapan? Tugasnya harus dikumpulkan 2 minggu lagi.”

“Aku terserah pada kalian. Pokoknya, kabari aku terus, ya?” Rin Hyo mengangguk seraya tersenyum pada Kim Myung Soo. “Aku pergi dulu! Mereka sudah menungguku disana!” Ucap Myung Soo seraya menggedikkan kepalanya pada segerumbulan pria yang tengah bersenda gurau di kursi yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berdiri. Sam Rin Hyo hanya bisa mengangguk pelan, menatap Kim Myung Soo hingga pria itu sampai pada gerombolannya.

“Ya!!!” Rin Hyo tersentak saat seseorang menepuk bahunya dengan cukup keras. Rin Hyo berbalik, hendak memaki orang yang berani memukul bahunya itu.

Bibirnya yang terbuka itu kembali terkatup saat ia melihat bahwa pelakunya adalah Shin Ji Eun. Gadis yang sejak tadi ia cari keberadaannya. “Shin Ji Eun.” Desis Rin Hyo seraya menatap gadis itu kesal. Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum bocah seraya melambaikan tangannya.

 

***

 

“Jadi, sekarang sudah ada kemajuan?”

Pertanyaan Shin Ji Eun itu membuat Rin Hyo yang tengah menyesap orange juice-nya itu mengernyit.

“Kemajuan?”

“Heisshh, jangan pura-pura seperti itu!” Sam Rin Hyo mencoba berpikir lebih keras lagi. Kemajuan? Kemajuan apanya?

“Kim Myung Soo!” Lanjut Ji Eun dengan nada yang penuh dengan penekanan. Senyum Rin Hyo merekah seketika. Memang Kim Myung Soo adalah sosok yang begitu mengagumkan dimata Rin Hyo. Walaupun ia mencintai seorang maknae Super Junior yang dijuluki setan itu. Tapi, tetap saja jika ia ditanya, siapa yang paling tampan diantara mereka? Ia pasti akan memilih Kim Myung Soo. Sejujurnya, visual Kim Myung Soo adalah tipe idealnya sejak dulu. Namun, entah mengapa ia malah terjatuh dalam pesona Kyuhyun. Waktu itu, pada saat SMA Kyuhyun adalah seniornya. Senior yang selalu saja mem-bully Sam Rin Hyo jika ada kesempatan. Sam Rin Hyo dulunya begitu membenci Cho Kyuhyun, hingga rasanya ingin membunuh pria itu.

“Ji Eun-ah, kau tahu? Kita sekelompok dengan Kim Myung Soo! Woah, kalau begini bagaimana bisa aku berkonsentrasi mengerjakan tugas?” Celoteh Rin Hyo seraya tersenyum sendiri seperti orang bodoh.

“Aish, Jangan buat aku mengerjakan semuanya sendiri! Kau harus menunjukkan pesonamu pada Kim Myung Soo. Bukankah kau sudah mengaguminya sejak SMA?” Sam Rin Hyo terkikik geli, ia sudah punya Cho Kyuhyun! Mengapa ia harus repot-repot menunjukkan pesonanya pada Kim Myung Soo? Ya! Ia maklumi Shin Ji Eun dapat dengan mudahnya berkata seperti itu. Ia memang tidak mengerti akan hubungan Sam Rin Hyo dan Cho Kyuhyun. Mengingat, Cho Kyuhyun adalah salah satu dari anggota Boy Band ternama di Korea Selatan. Bahkan grup-nya itu sudah mendunia. Ah, dan lagi! Walaupun Ji Eun temannya dari SMA, tapi gadis itu tak pernah berpikir jika Kyuhyun dan Rin Hyo dapat menjalin hubungan. Karena dimatanya, mereka itu seperti jelmaan Tom&Jerry. Selalu bertengkar setiap bertemu.

“Sudahlah Ji Eun-ah, dia adalah seorang idola kampus. Apa mungkin gadis biasa seperti aku dapat menaklukannya?”

 

***

 

Cho Kyuhyun mengkombinasikan password apartemen Rin Hyo kemudian berjalan kedalam apartemen gadis itu. Duduk disofa ruang tengah milik Rin Hyo. Ia menatap jam dinding, pukul setengah 8 malam. “Kenapa gadis itu belum pulang juga?” Gumam Kyuhyun seraya melepas topi dan masker yang tadi ia pakai. Meletakkan benda-benda itu diata meja, satu alisnya terangkat saat ia menemukan sebuah majalah yang ber-cover foto dirinya dan seorang gadis.

 

Super Junior’s Cho Kyuhyun tertangkap tengah makan malam dengan seorang gadis di restoran xxx, diduga gadis itu adalah seorang trainee SM ent. Yang bernama Kim Seulgi! Apakah ada hubungan khusus diantara mereka?

 

Kyuhyun menghela napasnya berat. Apa Rin Hyo membaca berita murahan ini? Apakah ini alasan mengapa sejak kemarin Rin Hyo tak pernah menghubunginya ? Apa ini juga alasan mengapa gadis itu tidak pulang seperti biasanya? Apakah gadis itu sedang pergi ke klab? Pertanyaan-pertanyaan aneh mulai muncul dibenak Cho Kyuhyun. Sam Rin Hyo adalah gadis ceroboh dan juga imajinatif. Yang ia takutkan, disaat-saat seperti ini, Rin Hyo akan mulai berimajinasi tentang sesuatu yang bersifat negatif.

Cho Kyuhyun baru saja mengambil ponselnya, hendak menelpon Sam Rin Hyo. Namun tangannya kembali terkulai lemas saat ia mendengar suara pintu yang terbuka. Ia menghembuskan napas lega, beranjak dari tempatnya dan menuju ke beranda.

“Dari mana saja kau?” Tanya Cho Kyuhyun dengan tangan bersendekap.

Omo!” Rin Hyo menyentuh dadanya, saat ia melihat Kyuhyun yang tiba-tiba berdiri disana ditengah kegelapan. “Kau mengagetkanku saja! Kau seperti seorang ninja jika berdiri seperti itu, di kegelapan seperti ini.”

Cho Kyuhyun masih tidak bereaksi. Sedangkan Rin Hyo mencari saklar lampu yang berada tidak jauh dari pintu apartemennya. Menyalakan semua lampu yang ada di apartemennya. “Kau belum menjawab pertanyaanku!”

“Tidak bisakah kita berbicara dengan duduk? Aku lelah!” Ucap Rin Hyo seraya berjalan melewati Kyuhyun. Menjatuhkan pantatnya diatas sofa merahnya yang empuk itu. “Haah, kakiku!” Rin Hyo meluruskan kedua kakinya seraya memijitnya pelan.

Rin Hyo menoleh kekiri saat ia merasakan sofanya bergerak. Cho Kyuhyun sudah duduk disampingnya, menatapnya dengan tatapan menuntut. “Apa kau baru saja mendaki atau semacamnya, ha?! Biasanya jam 6 sore kau sudah berada dirumah. Tapi mengapa jam setengah 9 baru saja sampai rumah?”

“Tadi aku harus mengerjakan tugas tambahan dari dosen Kim. Maka itu aku pulang sedikit terlambat.” Ucap Rin Hyo tanpa melihat Kyuhyun lebih memfokuskan diri pada pijatannya dibagian kaki. Sebenarnya tadi Rin Hyo bukan menyelesaikan tugas tambahan. Tapi, ia pulang telat karena mendapat hukuman dari dosen Kim karena ia kelepasan membentak dosen galak itu. Tadi dosen Kim memang sudah keterlaluan. Ia kembali memarahi Sam Rin Hyo tanpa alasan yang jelas, karena saat itu Rin Hyo masih sedikit bad mood karena berita murahan yang ada di cover majalah yang pagi ini dibacanya itu, membuat gadis mungil itu mudah tersulut emosi.

Cho Kyuhyun menatap nanar Sam Rin Hyo yang memang terlihat begitu kelelahan. Pria itu menghela napas perlahan kemudian berjalan menuju kamar mandi. Rin Hyo menatap Kyuhyun sejenak, mengernyit. “Apa yang akan dilakukan pria itu?” gumamnya tak mengerti.

Cho Kyuhyun kembali dengan membawa bak kecil yang berisi air hangat. Dengan telaten, ia melepas kaus kaki Rin Hyo, kemudian memasukkan kedua kaki Rin Hyo disana. Untung saja, gadis itu memakai rok pendek selutut, jadi ia dapat dengan mudah memasukkan kaki itu kedalam air.

“Haah, hangat.” Gumam Rin Hyo seraya tersenyum senang. “Gomawo.” Singkatnya seraya tersenyum manis pada Cho Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun tak bereaksi, ia malah menyibukkan diri dengan kaki Rin Hyo.

“Kau sudah makan malam?” Tanya Kyuhyun seraya memijat-mijat kaki Rin Hyo.

Tubuh Rin Hyo langsung tegang, makan malam? Tentu saja sudah. Tadi, Kim Myung Soo dengan baik hatinya, menungguinya yang tengah membayar hukuman. Sebenarnya ia menyelesaikan hukuman itu tidak sampai semalam ini. Hanya sampai jam 7 malam, kemudian Kim Myung Soo menawarinya makan malam disebuah restoran. Mereka lupa waktu karena terlalu lama mengobrol dan setelah itu Myung Soo mengantarnya pulang.

“Hyo?”

Eo?”

“Kau sudah makan malam apa belum?”

“Ah, a—aku belum makan malam.” Ucap Rin Hyo ragu lalu menggigit bibirnya sendiri. Ia memang tidak pintar berbohong, tapi ia pintar menyembunyikan perasaannya. Kyuhyun menghentikkan pijatannya, berjalan pelan menuju dapur untuk mencuci tangan diwastafel.

“Jika sudah makan, tidak usah berbohong seperti itu!” Ucapan Kyuhyun itu membuatnya kembali dilanda rasa bersalah, apa lagi ia menatap bungkusan yang berada diatas meja itu. Kyuhyun kembali keruang tengah dengan membawa 2 piring kosong. Pria itu merogoh bungkusan itu. Tadi ia membeli jjangmyeon langganannya yang berada diseberang gedung apartemen Rin Hyo. Ia memakan makanannya itu dengan lahap. “Kau tadi makan dengan siapa?” Sam Rin Hyo yang tadinya menunduk langsung menoleh kearah Kyuhyun yang masih sibuk dengan makanannya.

“Kim Myung Soo.” Ucapnya lirih. Ia bisa melihat Kyuhyun sempat menghentikkan gerakannya sejenak, namun setelah itu kembali memakan makanannya. Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun tak percaya, biasanya Kyuhyun akan mengomelinya jika ia makan malam dengan orang lain. Biasanya Kyuhyun akan merajuk. Tapi, mengapa reaksi-nya sekarang seperti itu?

 

Cho Kyuhyun! Marahlah! Marah!

 

Mianhe, aku tidak tahu kau datang kesini. Jadi aku,..”

“Iya aku tahu! ” Ucap Kyuhyun memotong ucapan Rin Hyo. Masih dengan memakan jjangmyeon-nya itu.

“Tadi Myung Soo berniat mengantarku pulang. Aku tidak enak untuk menolak, karena dia sepertinya menungguku cukup lama. Jadi, “

“Iya aku tahu! Sudahlah, jangan membahas itu lagi! Jika kau masih lapar, makanlah!” Ucap Kyuhyun seraya menggedikkan kepalanya pada bungkusan itu. Sam Rin Hyo menghela napasnya berat, ia menarik kakinya dari air yang sudah mulai dingin itu. Merapatkan diri pada Cho Kyuhyun lalu memeluk tubuh atletis pria itu dari samping.

Ia bisa merasakan Kyuhyun terdiam, sejujurnya ia ingin mendengar detak jantung Cho Kyuhyun. Ia semakin merapatkan kepalanya pada dada Kyuhyun. Tersenyum kecil saat mendengar detak jantung Kyuhyun yang masih berdegup dengan cepat saat ia memeluknya.

Wae?!” Tanya Cho Kyuhyun seraya meletakkan piringnya dimeja.

“Jangan bergerak-gerak! Sebentar saja! Aku… ingin memastikan sesuatu.” Ucap Sam Rin Hyo yang semakin mengeratkan pelukannya. Cho Kyuhyun mengernyit saat menangkap sesuatu yang aneh dari Rin Hyo namun, ia menuruti ucapan Rin Hyo untuk tidak bergerak. “Cho Kyuhyun?”

“mm?”

“Kau mencintaiku?” Cho Kyuhyun mengernyit, Sam Rin Hyo semakin aneh saja. Ia membalas pelukan gadis itu, sesekali menciumi puncak kepala Sam Rin Hyo.

“Kenapa kau jadi aneh seperti ini?”

“Kyu, kau tidak akan meninggalkanku, kan?”

“Jangan bicara yang tidak-tidak. Apa kau seperti ini karena berita murahan itu, huh?”

“Tsk, untuk apa aku mempermasalahkan berita murahan seperti itu? Tapi, sejujurnya berita itu tadi membuatku bad mood di kampus.” Cho Kyuhyun terkekeh.

“Itu artinya kau cemburu!” Sam Rin Hyo hanya mendesis kesal. “Sam Rin Hyo, dia hanyalah seorang adik untukku. Jujur, aku memang cukup dekat dengannya. Namun, hanya sebatas adik.”

“Ya! Aku percaya padamu!” Rin Hyo menghela napasnya sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. “Kyu, kau ingat kapan pertama kali kita resmi menjadi sepasang kekasih?”

“Eung, 3 tahun yang lalu, saat itu reuni 3 angkatan, aku bertemu denganmu! Dan akhirnya saat itu aku menyatakan perasaanku padamu. Karena aku takut tidak akan bertemu denganmu lagi nantinya.”

“Ya!dan kau berhasil menjadikanku sebagai kekasihmu! Woah, bukankah aku hebat? Kau adalah idola sewaktu SMA, dan ternyata kau sudah menyukaiku sejak kau berada di tahun terakhir. Lalu sekarang, aku ternyata satu kampus dengan Kim Myung Soo. Kurasa ia juga menyukaiku. Bukankah aku begitu hebat? Kim Myung Soo dan kau! Sama-sama idola saat di SMA! Hahaha, aku memang mempesona.” Cho Kyuhyun mendengus kesal.

“Ya! Apa hebatnya Kim Myung Soo? Dia mungkin idola kampus ataupun SMA. Tapi aku sudah menjadi idola dunia. Kim Myung Soo tidak ada apa-apanya dibandingkan aku.”

“Tapi jika dibandingkan dengan Kim Myung Soo, tentu masih lebih tampan Kim Myung Soo.”

“Ya sudah sana! Pacaran saja dengan Kim Myung Soo!” Rin Hyo terkikik geli mendengar rajukan Kyuhyun yang seperti bocah. Sam Rin Hyo melepas pelukannya, menatap Kyuhyun dengan serius.

“Tapi bagaimana lagi? aku mencintaimu. Bukan Kim Myung Soo.” Ucap Rin Hyo pelan. Cho Kyuhyun tersenyum miring, seolah membanggakan dirinya sendiri. Ish, Sam Rin Hyo pasti menyesal setelah mengatakan itu.

“Aku ingin ketoilet.” Rin Hyo mengangguk pelan seiring dengan perginya Kyuhyun dari ruang tengah.

 

Drrt Drrt

Sam Rin Hyo melirik pada ponsel yang berada diatas sofa itu. “Apa ponselnya terjatuh tadi?” gumamnya penuh tanya.

 

Drrt Drrt

Ponsel itu bergetar lagi, bukan telepon! Tapi pesan. Sebelumnya, Rin Hyo tidak pernah peduli dengan kehidupan pribadi Kyuhyun. Ia tidak pernah berniat memeriksa kontak Kyuhyun, inbox Kyuhyun, ataupun semacamnya. Namun kali ini, ia begitu penasaran. Dengan sesekali menatap pintu kamar mandi yang tertutup itu, ia mengambil ponsel Kyuhyun, memeriksanya. Kedua matanya melebar seketika.

 

From : Kim Seul Gi

Oppa sudah makan malam?

 

Dahi Rin Hyo berkerut. Kini dengan gesit ia mulai membacai satu persatu percakapan Kyuhyun dan Kim Seul Gi di SMS.

Oppa, kenapa tadi tidak ikut latihan ?

Kau mencariku, ya? Haha, aku ada jadwal lain Seul Gi-ah. Kau sudah tidur?

Belum oppa, aku masih belum mengantuk.

Cepatlah tidur! Jangan memikirkanku terus! Hihi 😀 Jaljja Seul Gi-ah!

 

Rin Hyo dengan cepat menutup pesan, lalu melempar ponsel Kyuhyun hingga ponselnya sekarang terletak di pojokan sofa. Kyuhyun sudah keluar dari kamar mandi, menghampiri Sam Rin Hyo yang tengah duduk disana dengan pandangan kosongnya.

“Hyo!” Cho Kyuhyun menyentuh bahu Rin Hyo. Membuat gadis itu terkejut, ia menatap Kyuhyun dengan pandangan aneh dan asing. Namun sedetik kemudian ia tersenyum tipis, berusaha bersikap seperti biasanya.

“Apa kau sudah selesai? Aku mengantuk. Aku ingin tidur!” Ucap Rin Hyo seraya menampakkan wajah lelahnya.

“Baiklah, apa perlu kutemani?” Tanya Kyuhyun seraya duduk disamping gadis itu. Memang tak jarang Kyuhyun menginap dirumah Rin Hyo untuk sekedar memeluk gadis itu hingga tertidur. Tapi, mereka tak pernah melakukan sesuatu hingga melampaui batas. Setidaknya, ia masih punya etika yang sangat bagus.

“Tidak usah, kau juga lelah kan? Lebih baik kau pulang ke dorm saja!”

“Baiklah, Ah ya! Besok aku akan pergi ke Beijing. Mungkin 3 minggu lagi aku akan pulang.” Rin Hyo menatap Kyuhyun sejenak kemudian mengangguk seraya tersenyum tipis. Sebelumnya, ia selalu mempercayai semua perkataan Kyuhyun. Tapi, entah mengapa sekarang rasanya sulit.

 

***

 

Rin Hyo menutup pintu kamarnya dengan lemas, baru saja ia mengantar Kyuhyun hingga depan pintu apartemennya. Tentu saja masih dengan kecupan selamat jalan. Rin Hyo hanya berusaha bersikap seperti biasanya, tak menunjukkan tanda-tanda jika ia tengah marah atau kesal.

Gadis itu mengganti bajunya dengan piyama setelah ia mandi. Duduk ditepi ranjang seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk. Gerakannya begitu pelan, kedua matanya memandang kosong kearah lantai. Ia kembali menggigit bibirnya saat dadanya terasa berdenyut perih.

Cho Kyuhyun-nya berselingkuh? Tapi, pria itu bilang Seul Gi hanyalah seorang adik untuknya. Lantas, apa maksud dari pesan-pesan Kyuhyun yang sarat akan perhatian? Bahkan Kyuhyun tidak pernah bersikap seperti itu padanya. Tidak, Cho Kyuhyun pasti hanya berusaha bersikap ramah. Tapi, apakah iya? Apakah ini juga alasan mengapa Kyuhyun selalu berkutat dengan ponselnya? Alasan Kyuhyun merubah sikapnya saat berhadapan denganku? Apa iya?

Segala asumsi tentang Cho Kyuhyun memenuhi otaknya saat ini. Ia terlihat seperti melamun, namun otaknya terus berputar. Berperang dengan suara hatinya. Otaknya berkata, Kyuhyun akan selalu mencintainya! Tidak mungkin Kyuhyun berselingkuh! Namun, hatinya mengatakan bahwa Kyuhyun berselingkuh! Kyuhyun jahat! Kyuhyun berubah!

 

Cho Kyuhyun, aku harus bagaimana?

 

***

Tatapan gadis itu masih saja kosong, gerakan gadis itu juga masih tetap pelan. Tak bertenaga. Sam Rin Hyo, gadis itu tengah duduk di ayunan tunggal dan menggerak-gerakkan ayunan itu dengan kedua kakinya. Sesekali ia menarik napas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya secara perlahan, mencoba untuk rileks namun tak kunjung berhasil. Sudah 2 minggu lebih, dan Cho Kyuhyun belum juga menghubunginya. Ia pernah satu kali mencioba mengenyampingkan segala ego dan gengsinya untuk menghubungi Kyuhyun terlebih dahulu. Namun, pria itu malah memutuskan sambungan sepihak setelah mereka bercakap tidak lebih dari satu menit. Membuat gadis itu tidak sudih untuk menghubungi pria itu lagi.

Sam Rin Hyo menunduk, menatap kedua kakinya yang bergerak pelan untuk menggerakkan ayunannya. Tak sadar jika sejak tadi seorang pria yang juga duduk di ayunan sebelahnya tengah menatapnya khawatir.

“Hei!” Sapa pria itu. Sam Rin Hyo mendongakkan kepalanya, kemudian menatap kesamping kirinya. Kedua matanya membulat saat ia melihat Kim Myung Soo disana.

“Ba—bagaimana kau bisa ada disini?” Tanya Rin Hyo bingung, bahkan jari telunjuknya sudah mengacung lurus kearah Kim Myung Soo.

“Hanya mencari udara segar. Rumahku tidak jauh dari sini.” Sam Rin Hyo menurunkan bahunya kemudian tersenyum tipis pada Myung Soo. “Lalu, apa yang kau lakukan di malam seperti ini? Bukankah rumahmu cukup jauh dari sini?”

“Hanya mencari ketenangan. dan juga, sebenarnya taman ini sudah tidak asing lagi untukku! Setiap ada masalah aku selalu kesini, pada pukul 8 malam, karena taman ini sudah sepi.”

“Jadi, kau sedang ada masalah? Begitu?” Sam Rin Hyo kembali menatap Myung Soo dengan cepat. Gadis itu mengangguk pelan seraya tersenyum miris.

“Ya, seperti itu lah…” Ucap Rin Hyo, ia menyelipkan nada enggan disana. Membuat Kim Myung Soo yang hendak menanyakan apa masalah gadis itu. Mengurungkan niatnya, karena ia rasa Sam Rin Hyo tidak ingin mengumbar permasalahannya.

“Tentu bukan karena Dosen Kim, kan?” tanya Myung Soo berusaha mencairkan suasana.

“Aish, jangan sebut nama itu! Membuat mood-ku semakin memburuk saja.” Myung Soo terkekeh menatap Rin Hyo yang tengah kesal.

“Ya, setidaknya kita sudah terbebas dari tugasnya.” Sam Rin Hyo seketika tersenyum. Ya, tugas tambahan itu memang sudah diterima oleh dosen Kim 2 hari yang lalu.

“Kau benar, akhirnya pria bertanduk merah itu tidak mengusik kehidupanku lagi! Aku tidak pernah tahu apa motifnya itu, kurasa ia membenciku! Tapi, jika memang ia membenciku, seharusnya ia langsung bilang padaku, bukan? Untuk apa ia menyiksaku dengan omelan tak beralasan dan juga tugas-tugas tambahan yang memusingkan?” Celoteh Rin Hyo dengan sekali tarikan napas. Kim Myung Soo hanya terdiam, menikmati segala ekspresi yang Sam Rin Hyo keluarkan dihadapannya. Entah sejak kapan, jantungnya selalu berdetum dengan keras saat ia bertemu dengan Sam Rin Hyo. “Haah, 2 minggu ini kita libur. Dan sampai sekarang, aku tidak punya pikiran untuk melakukan hal lain selain makan, tidur, menonton televisi, membaca novel dan bermain playstation sendiri. Haish, 2 minggu yang membosankan.”

Eo! Kau suka bermain game?” Sam Rin Hyo menoleh kearah Myung Soo yang tengah menatapnya excited. Ia menganggukkan kepalanya semangat seraya menatap Myung Soo penuh harap.

“Kau juga suka?”

“Ya! Aku suka! Kalau begitu kau tidak perlu khawatir bermain game sendiri. Jika butuh teman, kau bisa menghubungiku!” Sam Rin Hyo tersenyum simpul, jika saja Cho Kyuhyun tidak berada di Beijing saat ini, ia sudah pasti bermain game bersama pria itu.

“Tentu saja, dan akan kupastikan kau akan…” Rin Hyo mengangkat satu tangannya, membentuk jemarinya layaknya pistol. Lalu menghembus pada ujung telunjuknya. “Kalah.”

“Eyy, itu tidak mungkin!”

“Jangan meremehkan gadis sepertiku ya! Aku bisa mengalahkanmu hanya dengan satu kibasan tangan.”

“Coba saja kalau berani!”

“Oke! Aku jadi tidak sabar bermain denganmu!” Kim Myung Soo hanya membalas perkataan Rin Hyo dengan senyuman miring andalannya. Membuat Rin Hyo sempat menahan napas. Tampan, Kim Myung Soo terlihat sangaaat tampan saat berekspresi seperti itu.

“Myung Soo-ya!” Kim Myung Soo menatap Rin Hyo dengan aneh. Karena gadis itu memandangnya dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan. “Kau tahu, saat kau tersenyum seperti itu. Kau terlihat sangaaat tampan.” Ucap Rin Hyo seraya menatap Myung Soo tanpa berkedip. Kim Myung Soo tertawa kecil, kemudian menatap Rin Hyo serius.

“Rin Hyo-ah!” Nada Myung Soo begitu sama dengan nada yang dipakai oleh Rin Hyo tadi. Sam Rin Hyo mengerjap pelan, masih terpaku pada kedua mata elang Myung Soo. “Kau tahu, saat kau sedang melakukan semua aktivitasmu, apapun itu. Kau juga terlihat sangaat cantik.” Rin Hyo menegang. Ia mengulum senyumnya seraya mengalihkan pandangannya dari Kim Myung Soo.

 

Eottokhae? Kurasa kedua pipiku sudah terlihat seperti kepiting rebus sekarang!

 

***

 

“YA! Kim Myung Soo! Jangan mengusikku!”

Sam Rin Hyo menjauhkan diri dari Myung Soo dengan kedua mata yang masih terfokus pada layar televisinya. Sesuai janji, Rin Hyo benar-benar mengajak Myung Soo kerumahnya dan bermain game bersama. Selama 1 minggu ini, ia seolah menempel pada sosok Kim Myung Soo. Mereka sering jalan-jalan bersama, bermain bersama, bahkan tak jarang pria itu memasakkan makan malam untuk Rin Hyo diapartemen Rin Hyo.

Kim Myung Soo yang memang berniat untuk menjahili Rin Hyo itu malah semakin mendekat pada Rin Hyo. Menggelitik pinggang gadis itu hingga membuat gadis itu tertawa sampai mengeluarkan air mata.

“HAHAHA, Kim Myung Soo! Hentikan!”

 

GAME OVER

 

2 kata itu membuat Rin Hyo akhirnya membanting stiknya dengan kasar. Menatap Myung Soo garang kemudian tanpa aba-aba ia mengacak-acak tatanan rambut pria itu.

“Ya! Ya! Sam Rin Hyo! Apa yang kau lakukan, ha?!”

“Itu semua karena kau bermain curang.”

“Aish, karena kau aku harus menata ulang rambutku.” Gerutu Myung Soo seraya berjalan menuju wastafel yang letaknya tak jauh dari pintu kamar mandi. Ia melihat pantulan dirinya di kaca. Terlihat begitu berantakan, seperti preman-preman yang menguasai pasar tradisional. Lihat! Bahkan Myung Soo sudah hampir hafal segala tata letak ruangan yang ada di apartemen Rin Hyo.

Sam Rin Hyo terkikik geli seraya menatap kepergian Myung Soo yang tak terima jika tatanan rambutnya dirusak. “Seperti wanita saja!” komentarnya seraya memainkan ulang permainannya tadi.

Kim Myung Soo masih menggerutu kesal, walaupun ia sudah menata kembali rambutnya hingga seperti biasanya. Saat ia hendak menghampiri Rin Hyo, kedua mata pria itu menangkap sebuah majalah yang berada diatas tumpukkan majalah lainnya.

“Hyo-ah! Kau berlangganan majalah ini, ya?” Tanya Myung Soo seraya mendekati Rin Hyo dengan membawa majalah itu. Sam Rin Hyo yang masih berkutat dengan game-nya itu masih tak menyahut. Kim Myung Soo akhirnya memutuskan untuk duduk disofa seraya membuka-buka majalah itu. “Eo! Kim Seulgi!” ucap pria itu terkejut saat melihat foto Seulgi terpampang dengan jelas disana.

“YES!!” Rin Hyo mengepalkan tangannya diudara saat ia membaca kata WINNER yang terpampang di layar televisinya.

“Hyo! Hyo! Lihatlah!” Ucap Myung Soo semangat seraya melambaikan tangan pada Rin Hyo, menyuruh gadis itu mendekat. Sam Rin Hyo yang awalnya bingung akhirnya menghampiri Myung Soo. “Ini! Kau tahu siapa nama gadis ini?” tanya Myung Soo semangat seraya menunjuk foto Seulgi.

“Kim Seulgi.” Lirih Rin Hyo. Kesenangannya meluap begitu saja saat melihat foto itu. Ia jadi teringat pria itu lagi, Cho Kyuhyun.

“Dia, adalah adik kandungku.” Seketika Rin Hyo menoleh cepat kearah Myung Soo. Pria itu mulai membangga-banggakan adiknya itu, namun Rin Hyo seolah tak mendengar apapun. Bukankah dunia itu sangat sempit? Kim Myung Soo kakak Kim Seulgi?

“Myung Soo-ya! Bolehkah aku bertanya sesuatu?” Kim Myung Soo menghentikkan celotehannya. Menatap Rin Hyo dengan dahi yang berkerut, karena Rin Hyo menatap kearah lain dengan kosong.

“Tanyakan saja!” Rin Hyo menunjuk artikel yang memberitakan Cho Kyuhyun dan Kim Seulgi.

“Apa berita ini benar?” tanya Rin Hyo seraya menatap Myung Soo harap-harap cemas. Kim Myung Soo terlihat berpikir, kemudian ia menghembuskan napasnya pelan.

“Entahlah, aku tidak mengerti dengan hubungan mereka. Tapi, tak jarang Kyuhyun mengantar Seulgi pulang, kurasa Seulgi menyukainya. Ia selalu terlihat seperti orang gila saat saling berkirim pesan dengan pria itu.” Jantung Rin Hyo seakan telah melompat dari tempatnya. Mengantar pulang? Berkirim pesan? Rin Hyo menghembuskan napas kasar. Berusaha membuang sesak yang ada didadanya. Sejujurnya ia ingin menangis, tapi air mata itu tak kunjung keluar.

“Rin Hyo-ah, kau tidak apa-apa?” Tanya Myung Soo khawatir seraya menyentuh bahu gadis itu. Sam Rin Hyo menggeleng lemah, ia lebih memilih diam. Ia tidak ingin berbicara. Berkali-kali ia mengumpat dalam hati, terlebih mengumpati dirinya sendiri yang sudah membuat kesalahan. Jatuh cinta pada Cho Kyuhyun, itulah kesalahan terbesarnya. Inilah yang membuat ia takut jatuh cinta. Rasa sakit. Mencintai seseorang itu seperti menyakiti diri sendiri untuknya. Karena, sekali ia mencintai seseorang, ia tidak dapat berhenti. Butuh waktu 2-3 tahun atau bahkan lebih untuk menghapus rasa itu, dan proses itu begitu menyakitkan. Ia sudah pernah merasakannya, dan ia tidak mau merasakan hal itu lagi.

“Hyo-ah, kau tidak terlihat baik-baik saja! Apa ini ada hubungannya dengan… Cho Kyuhyun?” Dengan cepat kepala Rin Hyo menoleh kearah Myung Soo. Ia menatap sendu pria itu dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca.

Eottokhae Myung Soo-ya? Aku tidak tahu harus melakukan apa saat ini!” Kim Myung Soo menatap nanar gadis yang mulai ia cintai itu. Dengan sigap, pria itu menarik Sam Rin Hyo kedalam pelukannya. Mencoba memberikan ketenangan pada gadis itu.

“Aku tidak tahu apa yang kau takutkan, aku pun tidak tahu apa yang kau pikirkan! Tapi, kumohon jangan seperti ini Hyo! Aku juga takut melihatmu seperti ini!” Gumam Myung Soo seraya mengeratkan pelukannya. Lebih merapatkan Rin Hyo kedalam dada bidangnya.

Pelukan. Sam Rin Hyo merindukan sebuah pelukan. Ia sudah bisa mengatur pernapasannya dengan baik, sejujurnya pelukan adalah obat terampuh untuknya saat merasa sesak seperti ini. Namun, ia merasakan hal lain jika orang selain Kyuhyun yang memeluknya. Ia merasa asing, jika saja ia berada dipelukan Cho Kyuhyun. Pasti rasanya akan lebih hangat dari pada ini.

Myung Soo mengendurkan pelukannya, menatap Rin Hyo yang tengah menatapnya dengan tersenyum kecil. “Gomawo, Myung Soo-ya!” Ucap Rin Hyo pelan lalu mengalihkan pandangannya kebelakang Kim Myung Soo. Napasnya seketika tercekat saat ia melihat Cho Kyuhyun tengah berdiri dengan masker dan topi sebagai alat penyamarannya. Dengan cepat Rin Hyo melepas pelukan Kim Myung Soo. Menatap Kyuhyun dengan segala rasa bersalahnya.

“Siapa kau? Bagaimana bisa kau masuk kesini?” Cho Kyuhyun masih menatap Rin Hyo tajam. Tak mengindahkan segala ucapan Myung Soo yang seperti meng-introgasinya. Dengan Sigap Kyuhyun menarik Rin Hyo keluar dari apartemen.

“AKH!” Pekik Rin Hyo saat merasakan cengkraman Kyuhyun begitu menyakitinya.

“Rin Hyo-ah!” Kim Myung Soo segera mengejar Rin Hyo dan menarik sebelah tangan Rin Hyo yang terbebas. “Kau siapa, ha?! Lepaskan maskermu! Kau ini penculik atau apa?!” Bentak Myung Soo. Cho Kyuhyun menatap Kim Myung Soo dengan tajam.

“Lepaskan gadis ini!”

“Kau yang harus melepaskannya, orang asing!” Kyuhyun mengepalkan tangannya seraya melangkah maju mendekati Myung Soo, namun dengan sigap Rin Hyo berdiri dihadapan Myung Soo.

“Jangan Kyu! Aku mohon, jangan membuat keributan.” Rin Hyo menoleh kearah Kim Myung Soo yang masih menatap Kyuhyun tajam. “Myung Soo-ya! Pulanglah! Aku mengenal pria ini, jadi kau tidak usah mengkhawatirkanku!” Rin Hyo tersenyum tipis meyakinkan Kim Myung Soo. Akhirnya, pria itu melepas genggamannya. Membiarkan Cho Kyuhyun membawa Rin Hyo dengan gerakan yang begitu kasar.

 

***

 

“Cho Kyuhyun! Hentikan mobilnya!!”

Pekik Rin Hyo saat Cho Kyuhyun masih saja menyetir dengan kecepatan diatas rata-rata. “Jika kau masih keras kepala! Aku akan melompat!” Ucap Rin Hyo seraya melepas seatbelt-nya.

 

DUK

 

“AKH!” Pekik Rin Hyo saat kepalanya membentur dashboard mobil, ketika Kyuhyun menepikan mobilnya dengan me-rem dadakan. “Kau ingin membunuhku, ha?!”

“Ya! Aku ingin kau mati, Hyo!”

“MWO?!”

“Awalnya aku tidak pernah mempermasalahkan hubunganmu dengan Kim Myung Soo. Karena aku percaya padamu jika kalian hanyalah teman. Tapi, apa yang kau lakukan ha?!” Bentak Kyuhyun seraya menatap Rin Hyo dengan penuh kebencian. “Aku kemarin baru saja datang dari Beijing. Lalu hari ini, aku langsung mengunjungimu. Aku ingin beristirahat dibahumu. Tapi, apa yang kulihat tadi bukan halusinasi, kan? Kau…”

“Tadi aku dalam keadaan yang tidak baik. Lalu Myung Soo memelukku agar aku tenang.” Cho Kyuhyun masih diam, menatap Rin Hyo. “Dan, Myung Soo memang sering menemaniku dirumah. Dan itu hanya untuk menemaniku bermain. Aku tidak suka sendirian, kau tahu itu kan?”

“Jih, lalu apa? Lalu kalian akhirnya saling mencintai, begitu?”

“Cho Kyuhyun! Apa yang kau katakan?!”

“Tak kusangka kau ternyata gadis yang seperti ini.” Desis Kyuhyun.

“Berhenti bersikap seperti ini Kyu!” Bentak Rin Hyo dengan kedua mata yang berkaca-kaca. “Berhenti bersikap seolah-olah aku yang paling bersalah disini!”

“Memang kau yang paling bersalah!”

“Lalu bagaimana denganmu? Aku sudah cukup bersabar dengan skandalmu dengan Kim Seulgi! Aku juga sudah menekan emosiku ketitik terendah saat melihat SMS mesra dengannya. Tapi, sejujurnya aku terkejut dengan yang satu ini. Kau sering mengantarnya pulang dan berkunjung kerumahnya. Bahkan kau tidak pernah mengizinkanku mengunjungi dorm. ”

“Kau menguntitku?”

Ani! Untuk apa aku melakukan itu?” Rin Hyo mengusap kasar air matanya. Menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh kebencian. “Aku lelah. Aku pergi!” Rin Hyo keluar dari mobil itu, namun belum sempat ia melangkah menjauh, Kyuhyun terlebih dahulu mencengkeram lengannya.

“Kau mau kemana? Kau tidak tahu daerah sini!” Rin Hyo menepis tangan Kyuhyun kasar.

“Biar! Aku lebih ingin tersesat dan tidak bertemu denganmu lagi.”

“Sam Rin Hyo! Jangan bertindak bodoh! Bukankah sudah kubilang, Kim Seulgi hanyalah juniorku. Tidak lebih.” Rin Hyo menghentikan langkahnya, berbalik menatap Kyuhyun dengan kilatan amarah.

“Lalu apa arti pesan-pesan itu? Untuk apa kau repot-repot mengantarnya pulang? Apa yang kau lakukan saat kau berada dirumahnya? Aku tidak mengerti denganmu. Kau… sudah tertangkap basah, tapi tidak mengakuinya. Kau sadar, jika kau terlihat sangat menjijikan, huh?” ucap Rin Hyo dengan bibir yang bergetar menahan tangis.

“Aku tidak melakukan apa-apa disana, Hyo. Aku pernah dengar jika ia menyukaiku. Jadi, aku berusaha bersikap ramah agar ia nyaman padaku. Kau mengerti maksudku, kan? Aku hanya tidak ingin ada seseorang yang bersikap tidak biasa padaku.”

“Jadi, kau tahu dia menyukaimu? Dan kau malah memberinya celah?” Sam Rin Hyo tertawa miris. “Baiklah, kita selesai.” Ucap Rin Hyo pada akhirnya. Membuat Cho Kyuhyun membeku ditempatnya, ia bahkan tidak bisa mengatakan apapun saat Rin Hyo dengan cepat pergi meninggalkannya. Ia hanya bisa berjalan pelan memasuki mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju dorm dengan kecepatan diatas rata-rata. Sesekali ia memukul-mukul setir mobilnya.

Eottokhaji?”

 

TBC-

Advertisements

55 thoughts on “STILL YOU (HYO-HYUN Vers.) (1/2)

  1. Kyu benar2 bodoh..pantas saja rin hyo marah.siapa juga pacar yg ngak marah kl dicuekin gt..malah lbh care sma gadis lain.
    ya mending putus aja kl yh?.

  2. Wow….
    Dunia sepertinya memang smpit ya…
    Ternyata myungsoo adlh abangnya seulgi..
    Dan keluarga kim ad hubungannya sama kyuhyun and rin hyo….

    aduh… semoga hubungan mrk baik2 aj ya…
    Hahahahhahaa

    anyway, ak reader bru di sini…
    Salam kenal ^^

  3. Annyeong! Aku reader baru di blog ini. Ff pertama yg aku baca di blog ini. Sedih bacanya… Hiks… Hiks… Kok kyu kejam sih, kasian kan rin hyo. Suka sama cerita ini, rin hyo yang setia tapi kyu malah nyebelin. Mau baca next-nya…

  4. ini seru bgt, konfliknya keren,
    kyuhyun hrusnya kau jgn pergi ke dorm, hrusnya kau mengejar rin hyo, untk menjelaskan hub.mu dg seulgi jika memang kau tdk memiliki perasaan apapun dg seulgi

  5. Kadang penjelasan akan menjadi suatu hal yang paling sulit dilakukan saat ego mengurung kita..
    Kyu cepatlah beri penjelasan sebelum kau yang terluka terlalu dalam karena kehilangan

  6. woawoawoa,dunia memang sempit haha ituu rin hyo sama myung soo aja haha,eonni apa ini lanjutannya yang versi ji eun sama gikkwang tapi pov nya berbeda? kalo iya baguslah berarti aku ngga lagi penasaran pas scene rin hyo nangis itu lanjuuut

  7. Omo!!! Mereka selesai?! Aigoo, jgn!!
    Kalian cocok bersama tau!
    Myungsoo kayanya juga suka ama rinhyo ya??
    Aduhh, seulgi, jgn ganggu kyu lagi dong!
    Kyu juga knp mesti dibales sih pesan dari dia?!
    Aigoo, emosi sendiri bacanya..
    Mian ne author, hehehe.. :v

  8. admin dri td ak bca Ff mu bneran deh nguras air mata bnget
    Kyu ko tega amat
    mna yg yeoja iy bb sblah hadeh
    Konflik nya kena bnget deh

  9. Yaakkk,,,c evill mh “Ǚϑɑ̤̥̈̊ħ tau cwe tu suka mlah ngsihh celah buat cwe tu,,,ya ♧ȋȋ̊γ̲̣̣̥ÿ̲̣̣̣̥γ̥ɑ̤̥̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊♧° lah jelas rinhyo mrah,,kyu juga yg pabo,,,udahh punya rinhyo msih za nganterin tuch cwe pulang,,,nah lho sekarang mau gimana klo rinhyo “Ǚϑɑ̤̥̈̊ħ bilang selesai kyak gto,,,strez kn,,,

  10. hmmm apakah bnr kyu selingkuh hrsnya dia bis jga jrak dgn seulgi pa lagi tau suka padanya bnr kata rin hyo kyu kaya mberi harapan pd seulgi

  11. Wahh daebakk.. cho kyuhyun daebak..
    bikin sakit hati rin hyo..
    marah2 gak jelas.. –”
    Buat kyuhyun menderita dikit asik kali yaa eonni.. wkwkwk

  12. Masalah mrk cukup rumit sih jdnya cinta segi empat ini, kyuhyunnya jg salah klo emg cm anggep junior ga perlu sering nganter plg jg kali, blm lagi sms2 -,- pacar mana yg ga akan salah paham.. trs klo soal rin hyo yg di peluk myung soo bukan salah rin hyo jg, dia lg sedih lg ada masalah tp malah myung soo yg ada disampingnya dan aku ngerti bgt klo lg ada masalah emg yg plg dibutuhin pelukan buat nenangin biar kita ga merasa sndr hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s