Fate, Love, and Temptation 8

image

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Aku mohon jangan jadi silent reader ya^^ karna setiap komentar kalian adalah penyemangat tersendiri buatku untuk melanjutkan FF ini 🙂 (NO COPAS) Happy read ^-^

———

Sam Rin Hyo terus saja mendesis kesal seraya meminum orange juice-nya. Shin Ji Eun sedang mengobrol bersama Yo Seob, meneruskan pembicaraan yang tadi, mungkin. Sedangkan ia lebih memilih duduk sendiri seraya menatap Joong Ki yang tengah bersenda gurau dengan Lee Kikwang. Entah, ia tidak tahu mengapa bisa sekesal ini saat tahu jika Joong Ki juga diundang. Sebenarnya selain kesal, ia juga merasa canggung dengan pria itu. Ya, setelah kejadian di Jepang.

“Woah! Song Joong Ki juga ada disini? Bukankah kau yang baru saja digosipkan dengan Sam Rin Hyo?” teriakan melengking Hyunseung membuat semua orang diam. Pria itu memang tergolong aneh dan menjengkelkan.

Mereka menatap Song Joong Ki yang memasang wajah datar kemudian menatap Sam Rin Hyo secara bergantian. Sam Rin Hyo mengembungkan kedua pipinya dengan sesekali menatap Joong Ki yang menatapnya dengan datar. Sialnya, ia memang tidak bisa membaca raut wajah ekspresi pria itu.

“Kau tidak ingin menjelaskan sesuatu, Nona Sam?” tanya Yo Seob yang memang selalu penasaran dengan gossip – gossip seperti itu.

“Kami tidak ada apa – apa.” Ujar Sam Rin Hyo dengan nada kesal lalu menaruh gelas kosongnya dimeja.

“Ji Eun-ah! Aku pulang dulu, aku harus menyelesaikan naskah untuk dikumpulkan besok.” Ujarnya dengan senyuman kecil.

“Baiklah, jangan tidur terlalu malam karena semangat bekerja!” Rin Hyo menjinjing tasnya seraya mendecih.

“Ara.” Gadis itu berjalan menuju beranda rumah kemudian melambaikan sebelah tangan.

“Semuanya! Aku pulang!” teriaknya.
“Dasar, kau melarikan diri dari pertanyaan ya?” bentak Yo Seob tak terima dan hanya dibalas dengan decakan kesal oleh Sam Rin Hyo. Gadis itu memilih untuk segera pergi dari sana, berusaha menutup telinga dari celotehan – celotehan pria – pria yang menggila itu.

Ia keluar dari apartemen Shin Ji Eun dan hanya berjalan 2 – 3 langkah kekiri untuk sampai pada apartemennya. Belum ia membuka pintu apartemen, lengannya dicekal oleh seseorang. Sontak Rin Hyo menoleh kebelakang, menatap pria yang tengah menatapnya tanpa ekspresi. Song Joong Ki.

Wae?”

“Maaf.” Singkat Joong Ki. Namun penuh dengan nada penyesalan disana.

“Aku yang membuat hubungan kita memburuk. Seharusnya aku tidak egois menyatakan perasaanku yang sebenarnya padamu saat itu. Seharusnya aku memendam perasaan yang pasti tak ada balasannya ini.” Rin Hyo menatap Song Joong Ki yang tengah menunduk dalam dengan nanar. Tangan kanan gadis itu terangkat untuk menyentuh pipi Song Joong Ki. Sedikit mengangkatnya agar pria itu menatap kedua matanya.

“Aku juga minta maaf. Sudah menghindarimu.” Joong Ki tersenyum kecil. Sam Rin Hyo pun membalas serupa.

“Kau… benar – benar sahabat yang baik.” Senyum Song Joong Ki meluntur perlahan, namun cepat – cepat ia ganti dengan senyuman patah. Memangnya kau mau berharap apa? Pikir Song Joong Ki pada diri sendiri.

“Aku memang orang baik.” Bangga pria itu. berusaha menghibur diri.

“Tch, sayangnya memang benar!” Joong Ki tersenyum manis saat menatap kekehan Sam Rin Hyo yang sangat ia rindukan.

“Boleh aku memelukmu?”

“?” segera Song Joong Ki menarik tubuh kecil Sam Rin Hyo kedalam pelukannya. Memeluk gadis itu dengan begitu erat, mencoba meredakan kesesakan hatinya yang sangat menyakitkan.

Seandainya, kau bertemu denganku sebelum Cho Kyuhyun. Seandainya, kau mengenalku dengan baik sebelum Cho Kyuhyun. Seandainya, akulah yang berada di posisi Cho Kyuhyun. Rasanya tak sesakit ini, kan?

***

Kedua tangan Kim Hyera bergulat diatas meja dengan gusar. Bola matanya bergerak kesana kemari. Tadi, Nyonya Cho bilang jika wanita itu ingin mengatakan sesuatu yang penting padanya. Dan entah mengapa, ia merasa gelisah dengan apa yang akan dikatakan Nyonya Cho.

“Menunggu lama?” kepala Hyera menengadah, menatap Nyonya Cho yang sedang mengulas senyuman tipisnya. Hyera menatap wanita tua itu sejenak kemudian beranjak. Membungkuk dalam pada Nyonya Cho dengan salam sewajarnya.

“Aku baru saja datang, silahkan duduk.” Nyonya Cho duduk dihadapan Kim Hyera tanpa melunturkan senyumannya.

“Anda mau pesan apa?”

“Tidak. Aku langsung saja.” Hyera menatap Nyonya Cho yang sudah merubah raut wajahnya menjadi serius dengan degupan jangtung yang tak terkendali.

“Jadi, apa yang ingin anda katakan?”

“Ini tentang Cho Kyuhyun. Aku bertemu dengan gadis itu beberapa hari yang lalu.” Kedua mata Kim Hyera sedikit melebar mendengar ucapan Nyonya Cho. Ia tahu siapa yang dimaksud gadis itu oleh Nyonya Cho.

“Lalu?”

“Ia berniat untuk mengambil Cho Kyuhyun darimu. Ya, apa yang harus kulakukan? Dia yang memilikinya terlebih dahulu, kan? Aku sudah tidak bisa menahannya lagi.” Kepala Hyera menggeleng cepat mendengarnya.

“Tidak. Aku tidak akan melepaskannya. Siapa gadis itu, eommonim? Aku tidak akan membiarkan gadis itu berhasil mendapatkan Cho Kyuhyun lagi. Aku sangat mencintainya, eommonim.” Kedua mata yang membesar, dan juga bola mata yang sedikit bergetar. Begitulah keadaan Kim Hyera saat ini. Bayangan kehilangan sosok Cho Kyuhyun yang sangat ia cintai membuatnya sangat takut.

“Namanya Sam Rin Hyo. Penulis film-mu. Kau… pasti mengenalnya kan?”

“Sam Rin Hyo?” ulang Kim Hyera tak percaya. Bibirnya terbuka meski tak selebar kedua matanya.

“Tidak mungkin.”

***

Staff – staff yang mengurusi jalannya syuting CF itu terlihat mondar – mandir kesana kemari. Ada yang menyiapkan lighting dan kamera, ada yang sibuk memolesi wajah para bintang, memakaikan baju, dan lain – lain.

Kim Hyera duduk didepan cermin dengan raut wajah datar dan dingin. Ia membiarkan hair stylist-nya menata rambutnya, sedangkan ia tengah mengawasi gerak – gerik Sam Rin Hyo yang dapat ia lihat dari pantulan cermin itu. Gadis itu terlihat bercakap – cakap dengan asistennya dan juga sesekali bercakap pada seorang pria yang ia ketahui bernama Lee Donghae. CEO SK airlines.

Tatapan Kim Hyera yang tadinya semakin menajam itu, kini sudah tak terlihat seperti itu lagi. Ia menghela napasnya dalam – dalam seraya memejamkan kedua matanya.

Tidak, aku tidak akan melepaskanmu! Kau milikku!!

“Hyera-ssi!” kedua mata Kim Hyera terbuka cepat. Menatap Sam Rin Hyo dari pantulan kaca dengan wajah datar sejenak, kemudian mengulas senyuman manisnya.

“Woah, kau terlihat seperti seorang sutradara dengan kaca matamu. Bukan asisten sutradara lagi.” Komentar Kim Hyera yang sudah selesai di make up itu. Sam Rin Hyo terkekeh pelan.

“Benarkah? Ya… ini berkat Sutradara Jung yang memberiku kaca mata ini sebagai hadiah.” Canda Rin Hyo yang hanya dibalas oleh kekehan ringan Kim Hyera.

“Kau sudah siap?” Hyera mengernyit.

“Semuanya sudah datang?”

“Em. Mereka sedang menunggumu disana.” Hyera mengikuti arah telunjuk Sam Rin Hyo, mendapati Cho Kyuhyun dan Song Joong Ki tengah mengobrol disana.

“Ah, baiklah! Aku akan kesana.” Sam Rin Hyo tersenyum kecil kemudian berjalan mendahului Hyera. Duduk dikursi monitor seraya mengarahkan pemain CF.

Sam Rin Hyo mengambil konsep fantasy pada iklannya kali ini. Dimana tiga orang sahabat yang hidup dimasa lalu tengah berdebat tentang liburan mereka, pada saat itu juga akhirnya mereka mengalami perjalanan ke masa depan dan menikmati fasilitas yang diberikan oleh SK airlines.

***

“Saatnya makan siang!!!” Song Joong Ki yang sejak tadi tengah bercanda bersama Sam Rin Hyo, menarik tangan gadis itu menuju tempat makan. Mereka memang sudah berbaikan dan kembali menjadi sepasang sahabat yang begitu manis seperti sedia kala. Joong Ki menunjuk meja yang diduduki Hyera dan Kyuhyun.

“Bagaimana jika kita makan bersama?” tawar pria itu. entah apa yang ia rencanakan.

“MWO?!”

“Permisi, kami bisa duduk disini kan?” belum sempat Sam Rin Hyo melontarkan banyak protes, Song Joong Ki sudah mengatakan itu pada sepasang kekasih yang berada dihadapannya ini.

Cho Kyuhyun yang sejak tadi dirundung mood jelek, menengadahkan kepala. Menatap Song Joong Ki seraya tersenyum tipis lalu menatap Sam Rin Hyo yang terlihat acuh. Kim Hyera yang melihat tatapan berbeda dari Cho Kyuhyun untuk Sam Rin Hyo diam – diam mengepalkan kedua telapak tanganya.

“Duduk saja!” tukas Hyera cepat seraya tersenyum manis.

“Oh, maaf mengganggu kalian. Ini semua karena—“

“karena Sam Rin Hyo ingin aku bisa meningkatkan chemistry dengan kalian.” Sam Rin Hyo mendesis kesal kemudian duduk disamping Hyera. Sedangkan, Song Joong Ki duduk disamping Kyuhyun.

“Kalian sudah memesan?” Tanya Kyuhyun basa – basi.

“Sudah, tentu saja.” sahut Song Joong Ki, tersenyum tipis kemudian melirik Sam Rin Hyo yang masih mempertahankan wajah acuhnya. Beralih pada Kim Hyera yang menatap tajam kearah Cho Kyuhyun dan Sam Rin Hyo bergantian, membuatnya mengangkat alis tak mengerti.

Tak berselang waktu lama, makanan mereka datang. Meski bukan makanan mewah, namun terasa sangat nikmat karena dimakan saat lelah dan juga bersama – sama. Mereka makan dalam keheningan, tak ada yang memulai pembicaraan. Menurut Sam Rin Hyo, hari ini Kim Hyera seperti bukan Kim Hyera.

“Didalam sini, dihati ini, aku merasa kau hidup disini. Dan selamanya akan seperti itu. Jadi, aku mohon jangan pernah meninggalkanku Karena, hatiku akan mati.” Gumam Cho Kyuhyun pelan tiba – tiba. Song Joong Ki dan Kim hyera menatap Cho Kyuhyun dengan dahi mengernyit, bingung. Sedangkan Sam Rin Hyo menegang ditempat, jantungnya berdegup kencang. Kedua matanya menatap Cho Kyuhyun terperangah.

Kata – kata itu…

“Apa yang kau bicarakan, Kyuhyun-ah?” Tanya Hyera pada Cho Kyuhyun yang tengah menatapnya menelisik. Lalu pria itu beralih pada Sam Rin Hyo yang kedua matanya sudah berkaca- kaca. Sedikit terkesiap saat melihat raut wajah Sam Rin Hyo. Ia berkedip sekali lalu tertawa hambar.

“Tidak, aku hanya teringat kata – kata yang pernah kudengar disebuah drama.” Kilah Cho Kyuhyun seraya tersenyum pada Hyera. Song Joong Ki tertawa kemudian meledek Kyuhyun yang ternyata melankolis. Sam Rin Hyo masih diam dan menyibukkan diri dengan makanannya. Sedangkan, Kim Hyera menatap Cho Kyuhyun dan Sam Rin Hyo bergantian, ia merasa ada sesuatu dari kata – kata yang diucapkan Cho Kyuhyun tadi.

***

Flashback.

“Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun!” Kim Hyera mengeratkan genggamannya pada ujung baju yang dikenakan Kyuhyun dengan kedua mata yang memerah menahan tangis. Cho Kyuhyun menghela napas frustasi, melepas tangan Hyera dengan lembut namun kedua matanya menatap tajam gadis yang terlihat berantakan itu.

“Maaf, aku sudah mencintai gadis lain. Hyera-ya! Aku menganggapmu tidak lebih sebagai seorang adik untukku. Kuharap kau mengerti.” Jelas Cho Kyuhyun kemudian berbalik, hendak meninggalkan ruang latihan sebelum Kim Hyera kembali berulah. Mereka memang berada dalam satu agency yang sama. Meski Cho Kyuhyun adalah penyanyi dan Kim Hyera adalah seorang aktris.

“Aku tidak akan pernah mengerti!!” Kyuhyun memejamkan kedua mata mendengar teriakan frustasi Hyera. Tidak tega melihat gadis kecilnya menangis seperti itu. Ia membalikkan badan, memeluk tubuh Hyera sebentar kemudian menghapus air matanya.

“Kau cantik dan baik. Banyak pria yang akan jatuh cinta padamu. Jadi, lepaskanlah aku! Aku sudah mempunyai kekasih yang nantinya akan menjadi ibu untuk anak – anakku. Aku sangat mencintainya, dan kami sudah lama berhubungan. Jadi… aku mohon Hyera-ya! Geumanhe!” Cho Kyuhyun berbalik lagi, meninggalkan Kim Hyera yang semakin meraungkan tangisannya didalam ruang latihan.

“Tidak, Kyu! Aku tidak akan pernah bisa berhenti mencintaimu! Kau… harus jatuh padaku!”

Flashback END.

Kluk.

Kim Hyera sedikit terkejut saat pensil kayu yang sejak tadi ia pakai untuk pelampiasan emosinya itu terbelah. Ia menatap pensil itu kemudian melemparnya kebawah kursi mini van-nya. Managernya yang dapat mendengar suara pensil yang terbelah itu membagi fokusnya sebentar pada Kim Hyera. Lalu segera menatap jalanan. Syuting sudah selesai, dan waktunya mereka untuk beristirahat.

“Ada apa lagi, hm?”

Oppa tahu jika aku sangat mencintai Cho Kyuhyun, kan?”

“Em, tentu.”

“Aku tidak akan pernah melepaskannya oppa! Aku tidak akan bisa membiarkan pria itu direbut oleh gadis lain!” manager oppa menghela napasnya berat. Ia menilai rasa cinta yang dirasakan aktrisnya ini layaknya obsesi yang harus ia dapatkan dan takkan pernah ia lepaskan.

“Sekarang apa lagi?”

“Gadis yang dulu sangat dicintai Cho Kyuhyun! Ia sudah kembali! Aku takut ia akan hilang, oppa! Eoddokhae?”

“Cho Kyuhyun tidak akan mengingatnya. Jadi kau tenang saja.”

“Tapi aku masih khawatir! Aku harus melakukan sesuatu!”

“Jika memang Cho Kyuhyun jodohmu, pasti akan kembali padamu.”

“Tapi bagaimana jika tidak?”

“Relakan saja.”

“Tidak akan! Ia harus menjadi jodohku! Harus!!” Manager oppa hanya bisa menghela napas lelah seraya mengedip pelan. Tidak tahu harus melakukan apa lagi.

***

Shin Ji Eun menyusuri lorong gedung Cube ent. Yang lumayan sepi itu. ya, mungkin karena sekarang sudah hampir pukul sepuluh malam. Gadis itu menenteng dua kantung yang penuh oleh makanan untuk ia bagikan pada member b2st yang harus lembur. Mereka akan melakukan comeback sebentar lagi, dan Ji Eun tidak ingin suaminya telat makan karena itu.

Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Member B2ST menatap cermin guna memperhatikan gerakan dance mereka yang harus kompak dan terlihat bagus. Awalnya mereka tidak menyadari kehadiran Shin ji Eun disana, namun tiba – tiba Lee Kikwang hampir tersandung kakinya sendiri saat sadar jika istrinya tengah duduk disebuah sofa yang tersedia dibelakang ruang latihan.

“Oh!” para member beast pun mulai menyadarinya dan tida focus.

Aish! Jangan hiraukan aku! Fokus!” bentak Ji Eun hingga membuat enam pria itu menuruti ucapan Shin Ji Eun dan mengikuti irama dance yang terlihat begitu keren itu. terbukti dengan Shin Ji Eun yang tak melepas pandangannya sedikit pun pada suaminya.

“Wuuuuhuuu!!!” teriak Shin Ji Eun seraya bertepuk tangan dengan keras setelah mereka merampungkan latihannya.

“Kalian sangat keren, oppa!!” pujinya pada ke enam pria itu seraya mengacungkan dua jempolnya.

“Tentu saja! Woah, apa kau membawa sesuatu untuk kami makan?” Tanya Yo Seob yang sudah membuka kantung itu dan mengeluarkan semua isinya-dibantu oleh Doojoon dan Dongwoon. Lee Kikwang mengambil tempat disamping istrinya seraya memeluk istri yang sangat ia rindukan dari samping. Menyandarkan kepalanya pada pundak Shin Ji Eun. Hyunseung membukai kotak – kotak makanan yang dikeluarkan oleh Yo Seob, Doojoon dan Dongwoon. Sedangkan Junhyung masih sibuk menggerakkan badannya didepan cermin.

“Aku merindukanmu!” bisik Kikwang.

“Aku juga.” Balas Ji Eun seraya menyandarkan kepalanya diatas kepala Kikwang.

“Kau tidak makan?” Tanya Ji Eun.

“Aku ingin makan hanya berdua denganmu. Makan bersama mereka sangat membosankan!” celetuk Kikwang, membuat kedua mata Yo Seob terbelalak tak terima.
Aish, bukankah kau yang selalu habis duluan saat makan! Ck, pembohong!” celetuk Dongwoon santai tanpa mengalihkan pandangan dari makanan – makanan yang sudah tersaji dihadapannya.

Annyeong Haseyo!” sapaan seseorang membuat bibir Kikwang yang hendak protes terkatup kembali. Semua pandangan tertuju pada seorang pria yang tengah berdiri tegak diambang pintu latihan dengan wajah tak berekspresinya.

“Maaf, aku membukanya langsung. Karena sejak tadi aku mengetuk tapi tak ada sahutan.” Lee Kikwang menatap pria itu lama, kemudian segera beranjak dari duduknya diikuti dengan member B2ST lain yang membenarkan duduknya.

“Oh! Cho Kyuhyun-ssi?” gumam Hyunseung tak percaya. Junhyung yang sejak tadi tak dapat diam pun tengah melepas headseat-nya, menatap Cho Kyuhyun dengan sedikit mengerutkan dahi. Lee Kikwang tersenyum, berdiri dihadapan Cho Kyuhyun yang tengah menatapnya tak berekspresi. Tapi, Kikwang tahu jika banyak pertanyaan yang sebenarnya ingin pria itu lontarkan untuknya.

“Kau mencariku?” Cho Kyuhyun mengangguk dua kali.

“Ya, aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Maaf mendadak, karena aku harus mendapatkan jawaban itu sekarang juga. Kau sibuk?” Kikwang menggeleng pelan.

“Kami bisa menjawab pertanyaanmu dengan senang hati, Cho Kyuhyun!”

“Kami?” dahi Cho Kyuhyun mengernyit, sedangkan Kikwang mengangguk.

“Ya, aku dan Shin Ji Eun!”

***

Sam Rin Hyo menaruh tasnya diatas nakas kecil samping kasur dengan lemah. Ia duduk ditepi kasur seraya memejamkan kedua mata, menekan dadanya dengan kuat. Dada yang terasa sesak dan sakit.

“Didalam sini, dihati ini, aku merasa kau hidup disini. Dan selamanya akan seperti itu. Jadi, aku mohon jangan pernah meninggalkanku Karena, hatiku akan mati.” Kedua mata yang terpejam tadi seketika terbuka.

“Bagaimana ia bisa mengatakan itu? apa ingatannya sudah pulih?” gumam Sam Rin Hyo, berbicara pada diri sendiri kemudian menghela napas panjang.

Flashback.

“Kau tidak boleh pergi begitu saja, Hyo!” Cho Kyuhyun mencekal tangan Sam Rin Hyo yang mengayun bebas. Terpaksa gadis itu berhenti dan menatap Kyuhyun dengan tajam.

“Mwo?!”

“Kumohon dengarkan penjelasanku!” Sam Rin Hyo menghela napas pendek saat mendengar nada permohonan itu. Padahal sudah jelas – jelas ia melihat Kyuhyun berpelukan dengan gadis lain dikelas, namun bagaimana bisa pria itu masih merengek menyuruhnya mendengarkan penjelasan.

“Aku sudah melihatnya! Penjelasan apa lagi, hm?! Aku mau pulang! Shin Ji Eun sudah menunggu didepan gerbang!” Sam Rin Hyo mencoba menghentakkan tangan Cho Kyuhyun namun tak berhasil, pria itu malah mengeratkan genggamannya.

“Gadis itu bilang ia menyukaiku. Dan dia menangis karena aku menolaknya, apa aku akan membiarkannya begitu saja?!”

“Aku tidak peduli siapa gadis itu! yang kuinginkan sekarang adalah pulang!”

“Dengar! Didalam sini, dihati ini, aku merasa kau hidup disini. Dan selamanya akan seperti itu. Jadi, aku mohon jangan pernah meninggalkanku Karena, hatiku akan mati.” Kedua mata Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun dengan terperangah. Jantungnya berdegup kencang, sedangkan hatinya mulai menghangat karena kata picisan itu. Bukan, bukan karena kata itu. tapi cara Cho Kyuhyun menatapnya. Ia selalu luluh oleh tatapan tulus itu.

Flashback END.

“Dan aku juga, Cho! Aku juga sangat mencintaimu!” gumam Sam Rin Hyo seraya menatap kosong kedepan.

***

“Kata – kata yang kau katakan waktu itu… dariku untuk Sam Rin Hyo, kan?” Ucapan ringan dari Cho Kyuhyun berhasil membuat Shin Ji Eun dan Lee Kikwang terbelalak kaget. Bahkan Shin Ji Eun lupa untuk sekadar menutup mulutnya.

“Ingatanmu… kembali?” Tanya Lee Kikwang hati – hati dengan pandangan menyelidik. Kyuhyun menghela napas seraya menggeleng pelan.

“Tidak, aku mencoba mengatakan kalimat itu didepan Hyera dan Rin Hyo. Dan aku sadar, wajah Sam Rin Hyo tidak bisa terkrontrol.” Ji Eun dan Kikwang menurunkan bahunya bersamaan dengan lemas. Harapan yang tadinya meninggi sudah menurun dengan sendirinya.

“Ya, Sam Rin Hyo memang sulit untuk mengontrol ekspresi.” Komentar Ji Eun.

“Lalu apa yang ingin kau tanyakan padaku? Hanya itu?” Cho Kyuhyun menatap Lee Kikwang seraya menghela napas panjang. Seperti ingin mengatakan sesuatu namun sangat berat.

“Apa itu artinya… Sam Rin Hyo adalah gadis yang kucintai?”

“Kau yang bisa menemukan jawabannya. Ingatanmu akan kembali jika kau punya kemauan untuk itu.” jawab Kikwang seraya tersenyum tipis. Shin Ji Eun mengangguk membenarkan.

“Tidak ada yang bisa mengingkari jodoh yang sudah ditulis tuhan. Kami bukannya ingin memaksakanmu agar mengingat Sam Rin Hyo. Kami tidak bisa menyalahi takdir jika berkata lain.” Tambah Ji Eun bijak.

“Tapi, meski aku belum ingat siapa dia sebelumnya. Entahlah, aku merasa… sekarang… aku mencintainya. Tanpa alasan.”

***

“Untuk SK airlines, staff yang sudah bekerja keras, Aktor dan aktris kita yang sangat keren, dan juga sutradara yang berbakat. Cheers!” Suara dentingan gelas itu mewarnai suasana malam yang menyenangkan ini. Ya, hari ini adalah perayaan selesainya pembuatan CF SK airlines.

Sam Rin Hyo terlihat tengah meminum wine-nya dengan kaku, sedangkan Cho Kyuhyun yang duduk tepat didepannya terlihat menatapnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. Song Joong Ki pun begitu, merasa aneh dengan Sam Rin Hyo yang tiba – tiba berubah menjadi pendiam. Ia bingung harus melakukan apa.

Eo?! Aku tidak melihat Kim Hyera!” celetuk direktur Lee Donghae seraya celingak – celinguk kesana kemari.

“Ia sedang ada jadwal lain hari ini.” Ujar Kyuhyun cepat, menjawab ucapan Donghae. Lee Donghae hanya tersenyum sebagai balasan. Rin Hyo menghembuskan napasnya berat, kemudian mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk. Melempar senyum pada sekitar kemudian berdiri.

“Aku ingin ke kamar mandi sebentar.” Rin Hyo memundurkan kursinya saat melihat Lee Donghae mengangguk ringan padanya. Ia berjalan dengan langkah tak terlalu cepat, namun terburu – buru menuju kamar mandi.

“Huuh.” Helaan napas itu akhirnya keluar juga, ia menatap pantulan dirinya dikaca wastafel. Memejamkan kedua mata kemudian mencuci tangannya yang sudah basah karena keringat. Memang tangannya selalu berkeringat saat ia sedang gugup. Setelah dirasa ia sudah cukup tenang, ia membuang satu napas panjangnya lalu membuka pintu kamar mandi.

“Eo!!” hampir saja ia meloncat saat melihat Cho Kyuhyun sudah berdiri didepan pintu kamar mandi awanita dengan wajah tak terbaca.

“Cho Kyuhyun-ssi?” Kyuhyun menoleh kearah Rin Hyo, menipiskan bibirnya seperti ingin mengungkapkan sesuatu lalu menarik tangan gadis itu agar mengikutinya.

“Kita mau kemana?” Tanya Rin Hyo bingung saat Kyuhyun membawanya keluar dari restoran itu.

“Hari ini kau bersamaku!” dahi Rin Hyo mengernyit saat Kyuhyun memasukkannya kedalam mobil.

“Tapi—“ Kyuhyun yang hendak menutup pintu mobil, menatap Rin Hyo dengan tajam.

“Aku tahu kau tidak sibuk hingga satu minggu kedepan. Sama denganku. Jadi, aku ingin kau membantuku satu minggu ini, mengerti?” Sam Rin Hyo hanya berkedip – kedip cepat, mencoba memahami ucapan Kyuhyun. Sedangkan pria itu sudah menutup pintu mobil. Berlari kecil menuju pintu kemudi dan memasukinya.

“Pertama, kita ke sungai han!” Rin Hyo menoleh cepat kearah Kyuhyun.

“Maksudmu? Mengapa kita kesana? Dan juga, membantu apa? Selama satu minggu? Aku tidak mengerti!” cecar Sam Rin Hyo pada Kyuhyun dengan nada yang sedikit meninggi. Cho Kyuhyun memejamkan kedua mata sejenak, menghela napas kemudian menatap Rin Hyo dengan tatapan yang berbeda. Entahlah, Rin Hyo pun tak pernah melihat tatapan itu.

“Aku ingin kau membantuku mengingat semuanya lagi. Kata dokter, sebagian besar memori kebahagiaan dan kesedihanku datang dari gadis yang kucintai. Jika aku mengingatnya, aku akan lebih mudah mengingat yang lainnya.” Sam Rin Hyo masih tak bergeming, hanya menatap Cho Kyuhyun dengan kedua mata nanarnya.

“Dan aku yakin, kau adalah gadis yang kucintai dulu. Kau, adalah satu – satunya gadis yang bisa membuatku mengingat semuanya lagi.”

—TBC—

Advertisements

53 thoughts on “Fate, Love, and Temptation 8

  1. Huaa cerita inii baru nongol lagii 😁 kereenn (y)

    Mga ingatannya kyuhyun cepet pulih dehh yaa .. next part selalu aku tunggu chingu 😊

  2. Annyeong thor akuu reader baru
    Ffmu ini daebak
    Tapi kalo boleh saran banyakin moment Kyuhyun oppa sma Rin Hyo nya…
    Akuu baca dari part 1-8 dikit bgt momen Kyu-Rin Hyo nya…

    Semoga Ingatan Kyuhyun oppa cpat kembali , ksian Rin Hyonya udh lama bget menunggu
    Pokoknya harus happy ending yah thor…

    Trus kasi jugaa ganjaran Buat Hyera samaa Ny.Cho
    Akuu yakin mreka yg udh bohongin kyuhyun oppa kalau Hyera pacaran sma Kyunya…
    Pokoknya sadarin Hyera itu salah…

    Harus happy ending thor
    #maksa kekekekeke

    Next part jangan lama-lama yah, keep writing thor 🙂

  3. sifat pemaksa kyuhyun slalu ada ya
    cepet. dong. ingatan kyuhyun kembali
    biar dy bsa sma rin hyo lagi

    hyera pnya rencana apa ya???

  4. rin hyo mau ke jepang dengan kyuhyun, semoga ajh itu bisa mmbantu untuk mngembalikan ingat kyuhyun amin..ya ampun knpa ibu y kyu bisa rencanain itu semua sbnar y knpa dia bisa bnci bnget sma rin hyo??
    next part ijin bca y thor

  5. Ya ampun itu frontal bener mintanyaa 😀 Biuh biuh 😀
    Hyera keliatan bener kejemnya disini duhh kaya tipikal nya saudara tiri Cinderella, emaknya Cinderella udah diambil sama mamanya Kyuhyun._.

  6. Aaaaaa…. Makin seru. Ayo kyu harus yakin kamu bisa mengingat semuanya. Jangan nyakitin hati rinhyo terus. Semangat buat kyuhyun wkwk. Rinhyo jangan menyerah dengan cintamu

  7. Akhirnya hari itu datang juga! Hari dimana kyuhyun bener yakin kalo dia cinta rinhyo dan pengen ingatannya balik lagi!
    Ayo cho! Berusaha, kau pasti bisa!
    Fighting cho!

  8. Oh hyera.kau.!! Ya ampun kau terobsesi jeng bukan cinta kalo nyakitin mah.
    Bukan cuma kyu yg tersakiti.hyo,orang2 yg cinta hub mereka nd juga qm.
    sadar napa.

    ya ampun auth0r t0l0ng buat mereka blik lg. Ahh..galau

  9. Senang nya 🙂
    Akhirnya kyu oppa ingin mengingat rin hyo . Moga2 kyurin bisa bersatu lagi . Tinggal gimana nyingkirin 2 penghalang omma kyu dan hyera yg egois itu . Udh kelhatan bnget tingkah nya tt . Ckckck dia itu kaya rubah betina . Benar2 licik . Fighting !! Bwt couple kyurin and onnie , keep writing ne 😉
    NEXT PART 😉

  10. semoga dengan rin hyo ada di samping kyuhyun, ingatan kyuhyun balik lagi… ihhh…. jadi sebel deh sama hyera…. maksa banget…. Bener kt manajer nya kl hyera itu terobsesi sama kyuhyun….

  11. Itu hyera pasti cuma obsesi aja.. kalo cinta gak mungkin kek gitu.. wkwkkw *apaan sih sok tau.. 😀

    semoga kyuhyun cepet pulih ingatannya.. 😀

    cuss ke next part..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s