Still You 2 (HyoHyun ver.)

image

Author : Tsalza Shabrina
A/N : Makasih buat semuanya yang udah baca 🙂 aku juga mengapresiasi buat kalian yang mau bubuhin komentar, kritikan atau pun saran kalian setelah baca FF aneh ini 😛 hehe 😀
Happy Read, dear! 🙂

Recommended Song : Still You – EunHyuk and Lee Donghae.

———

Jika sudah lelah dan jenuh. Apa lagi yang harus dipertahankan? Cinta? Tsk, bahkan aku tidak tahu apa itu cinta.

***

Cho Kyuhyun menutup pintu kamarnya dengan keras hingga menimbulkan suara dentuman yang begitu keras. Eunhyuk, Donghae, Kangin dan Ryeowook yang tengah menonton TV bersama seketika terlonjak dari tempat duduknya.

“Ada apa lagi dengan bocah itu?” gumam Eunhyuk seraya menatap pintu yang sudah tertutup itu dengan pandangan tak suka.

“Tidak di Beijing, tidak disini. Selalu saja membuatku kesal” kini Kangin yang ikut mengumpati sikap Kyuhyun.

“Memangnya di Beijing ia melakukan apa padamu, hyeong?” Tanya Ryeowook penasaran. Eunhyuk dan Donghae pun mulai merapatkan diri pada Kangin, sudah tak perduli lagi dengan acara TV yang sejak tadi mereka tonton.

“Awalnya dia terlihat menghubungi seseorang. Namun tiba-tiba ia mengumpati ponselnya yang sepertinya tidak ada sinyal. Karena sudah waktunya naik keatas panggung, aku menyuruhnya segera keluar dari ruang backstage. Padahal aku tidak memarahinya, tapi ia malah membentakku dengan kasar. Benar-benar tidak sopan!”

“Aneh sekali. Apa mungkin Kyuhyun sudah punya kekasih? Apa Kim Seulgi itu kekasihnya?” gumam Donghae seraya pandangannya menerawang.

“Ah, kau benar Donghae-ah! Pasti mereka sedang bertengkar!” Komentar Eunhyuk yang ditanggapi oleh desisan malas dari Kangin dan Ryeowook.

“Eyy… hyeong! Mengapa kau seyakin itu? Belum tentu Kim Seulgi itu kekasihnya Cho Kyuhyun!” Ucap Ryeowook yang seketika disetujui oleh Kangin.

“Mereka terlihat dekat, dan skandal itu! Bahkan hingga sudah diadakan konferensi pers pun, Kyuhyun masih terlihat dekat dengan Seulgi.” Tambah Donghae, mencoba meyakinkan Ryeowook dan Kangin. “mungkin mereka sebatas senior dan juniornya.”

BRAK

Keempat pria yang tengah bergunjing itu seketika menatap pintu kamar Kyuhyun yang terbuka, menatap wajah lelah dan marah seorang Cho Kyuhyun.

“Bisakah kalian diam? Aku butuh ketenangan.” Desis Kyuhyun dengan wajah dinginnya. Keempat pria itu hanya bisa mengangguk 2 kali sebagai jawaban.

BRAK

Kyuhyun kembali menutup pintu kamarnya dengan kasar. Membuat ketegangan disana mereda seketika.

“Aish, lihatlah! Tidak sopan sekali bocah itu!” Komentar Kangin seraya mendengus malas. Eunhyuk, Donghae, dan Ryeowook menatap Kangin bersamaan.

“Lalu mengapa tadi diam saja?” Tanya ke-tiga pria itu bersamaan. Membuat Kangin sedikit gelagapan.

“I—itu… karena aku orang baik, jadi aku pikir, lain kali saja.”

***

Cho Kyuhyun berbaring diatas ranjangnya dengan mencoba untuk menutup kedua matanya. Namun sialnya, saat ia menutup matanya bayang Sam Rin Hyo serasa menghantuinya.

“Sial!” umpatnya seraya menutup wajahnya dengan bantal, berusaha menyingkirkan bayangan Sam Rin Hyo yang begitu menyesakkan untuknya.

Berhenti bersikap seolah-olah aku yang paling bersalah disini! Aku sudah cukup bersabar dengan skandalmu dengan Kim Seulgi! Aku juga sudah menekan emosiku ketitik terendah saat melihat SMS mesramu dengannya. Tapi, sejujurnya aku terkejut dengan yang satu ini. Kau sering mengantarnya pulang dan berkunjung kerumahnya. Bahkan kau tidak pernah mengizinkanku mengunjungi dorm! Aku lelah. Aku pergi! Biar! Aku lebih ingin tersesat dan tidak bertemu denganmu lagi!

Jadi, kau tahu dia menyukaimu? Dan kau malah memberinya celah? Baiklah, kita selesai!

Cho Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kasar. Dadanya serasa perih saat segala ucapan Rin Hyo kembali menghampiri otaknya. Apa memang ia memberi Kim Seulgi celah? Tapi, Kyuhyun tidak menganggap Seulgi lebih dari seorang juniornya. Ia tidak pernah. Memberinya celah ? apa iya ? Dan selesai. Apa benar sudah selesai ? ia tidak mau. Ia tidak ingin selesai.

Cho Kyuhyun mengerang kesal seraya membanting tumpukkan buku yang berada diatas meja yang berada disamping ranjangnya. Ia sudah terduduk dengan kedua mata lelah, menatap selembar foto yang tak sengaja terjatuh diatas lantai. Ia memungut foto itu dengan tangan gemetar.

“Rin Hyo-ah, bagaimana caranya agar kau bisa percaya padaku, eo? Bisakah kau menarik kembali ucapanmu?” Ia seperti orang tidak waras yang tengah berbicara sendiri pada benda yang tidak akan mungkin menjawab pertanyaannya. Selesai? Rin Hyo yang berkata selesai, bukan dia. Bukan Cho Kyuhyun.

“Jika kau memang ingin kita selesai, silahkan Hyo. Karena aku tidak pernah ingin.”

***

Cho Kyuhyun duduk didalam mobilnya dengan gusar. Tatapannya tak pernah ia alihkan dari sebuah gerbang yang masih terbuka dengan lebar dimana beberapa orang yang berlalu-lalang disana. Sudah seminggu lamanya ia tidak bertemu Rin Hyo. Dengan membuang segala gengsi dan emosinya, ia memutuskan untuk menjemput gadis cerewet itu.

Sesekali ia memainkan setirnya, kemudian menyetel musik diradionya dengan suara yang cukup keras. Gerakannya terhenti seketika saat melihat gadis itu tengah keluar dari gerbang . Ia berdiri disamping gerbang, seraya menoleh kesana kemari seperti mencari seseorang. Senyuman Cho Kyuhyun terulas, ia begitu merindukan gadis aneh itu. Baru saja Cho Kyuhyun hendak membuka pintu mobilnya, gerakannya terhenti. Tangannya terkepal kuat, “Kau benar-benar mengesankan.” Gumamnya.

***

Cho Kyuhyun berdiri didepan pintu apartemen Rin Hyo dengan perasaan yang berkecamuk. Antara marah dan… entah, ia tidak bisa mengartikan apa yang ia rasakan saat ini. Yang pasti, jantungnya berdegup dengan kencang dan ia merasakan kepalanya hampir pecah.

“Myung Soo-ya , kau melihat wajah Shin Ji Eun tadi? Hahaha, seharusnya aku memotretnya tadi!” Suara Rin Hyo yang terdengar penuh semangat itu membuat Tubuh Kyuhyun menegang. Sudah berapa lama ia tidak mendengar suara tawa Rin Hyo. 3 bulan. Ya, selama itu ia penuh dengan schedule-nya. Saat suara tawa Myung Soo yang menyusul ucapan Rin Hyo, hati Kyuhyun berdenyut perih.

Eoh?” Seketika Rin Hyo menghentikkan langkahnya saat menatap Kyuhyun berdiri didepan pintu apartemennya dengan menatapnya sendu. Kim Myung Soo pun ikut terkejut saat menatap Kyuhyun yang berdiri disana tanpa penyamaran apapun.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Rin Hyo dingin. Bahkan kini ia berani menatap Kyuhyun tajam. Cho Kyuhyun menelan ludahnya kemudian berkata dengan suara yang bergetar “Kau… ada waktu setelah ini?” Rin Hyo menatap Myung Soo seraya tersenyum lebar.

“Myung Soo-ya… setelah ini kita jadi makan siang bersama?”

“Aku mohon…” Kyuhyun memohon dengan kedua mata yang menatap Rin Hyo lirih. Sebenarnya, Myung Soo dan Rin Hyo tidak membuat janji apapun soal makan siang. Myung Soo hanya mengantarnya pulang, itu saja. Sam Rin Hyo menatap Myung Soo dengan tatapan menuntut. Berharap Myung Soo menolak permohonan Kyuhyun.

“Eung… kurasa makan siang kita dapat ditunda besok.” Rin Hyo mengumpati Myung Soo dalam hati, ia melebarkan kedua matanya seolah melayangkan protes pada ucapan pria itu.

“Dan sepertinya Kyuhyun mempunyai hal penting untukmu. Jadi, aku pulang dulu. Annyeong!” Kim Myung Soo segera meninggalkan tempat itu. Menyisakan keheningan antara Kyuhyun dan Rin Hyo.

“Hyo!” Rin Hyo mengangkat wajahnya, menatap Kyuhyun dengan tatapan tajamnya. Rahang Cho Kyuhyun mengeras saat Rin Hyo menatapnya seperti itu. Seolah ia adalah orang asing yang akan berbuat jahat padanya.

***

Rin Hyo mengaduk-aduk kopinya dengan malas. Jujur, ia merindukan Cho Kyuhyun. Namun, egonya lah yang mendominasi kali ini. Ia tidak ingin memaafkan Cho Kyuhyun begitu saja. 3 bulan menghilang setelah pertengkaran itu selesai, seolah Kyuhyun memang ingin mereka berpisah.

“Jika kau ingin menyampaikan sesuatu? Sampaikanlah! Ck, kau merepotkan saja menyuruhku mengikutimu ke Kona Beans seperti ini.” Ucap Rin Hyo kesal. Cho Kyuhyun tersenyum lirih seraya menatap Rin Hyo. Ia begitu merindukan wajah itu.

“Soal pertengkaran itu… kita… tidak benar-benar selesai, kan?” Ucap Kyuhyun terbata. Rin Hyo mendecih seraya tersenyum miring.

“Bukankah sudah kubilang kita selesai? Ah, dan juga, kau tidak melihat siapa pria yang berdiri disampingku tadi?” Rahang Kyuhyun mengeras. JAntungnya berdebar begitu kuat hingga dadanya terasa sakit.

“Maksudmu?”

“Cho Kyuhyun, kita sudah selesai. Apa kau tidak mengerti juga? Jujur, aku sudah lelah menjalin hubungan dengan seorang world star sepertimu. Aku juga ingin berjalan-jalan tanpa perasaan khawatir dikeramaian kota, aku lelah harus bersembunyi seperti ini. Aku lelah Kyu.” Bohong. Semua itu bohong. Rin Hyo selalu menyukai apapun yang ada pada Kyuhyun. Ia tidak mempermasalahkan itu semua. Ia benar-benar mencintai Kyuhyun dengan tulus.

“Kau ingin aku melepasnya? Melepas semuanya? Keure! Aku akan mengikuti jejak appa dan menjadi apa yang kau mau. Aku akan melepas itu semua asal kau kembali padaku, Hyo! Kau tahu betapa tersiksanya aku selama ini?” Rin Hyo terkejut saat melihat kedua mata Kyuhyun memerah, menahan tangis. Yang bisa ia lakukan kini hanya diam ditempatnya tanpa melakukan apapun. Terlalu terkejut dengan wajah menyedihkan Kyuhyun. Wajah itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya, wajah itu terlihat pucat.

“Apa itu yang kau ingin, kan? Aku tidak apa-apa. Apa kau mempunyai hal lain agar kau dapat kembali padaku?” Rin Hyo menarik napas dalam-dalam. Ia hancur melihat Kyuhyun yang seperti ini. Ia lebih ingin Kyuhyun mengangkat wajahnya memintanya dengan tegas agar kembali padanya. Bukan memelas dan memohon seperti ini.

“Cho Kyuhyun! Kau begitu menyedihkan.” Ucap Rin Hyo dengan jeda yang mengisyaratkan ia kecewa.

“Apa dengan kau memohon seperti ini aku akan luluh?”

“Rin Hyo-ah…”

“Aku tidak mungkin meninggalkan Myung Soo begitu saja.”

“Lalu kau? Kau juga meninggalkanku begitu saja.”

Ani. Bedanya, Myung Soo lebih memperlakukanku dengan baik dari pada kau. Dan juga, aku dapat menggenggam tangannya dengan erat ditengah keramaian. Tidak seperti saat aku bersamamu.” Ucap Rin Hyo tegas sebelum meninggalkan Kona Beans dengan langkah cepatnya. Dada Kyuhyun begitu sesak saat Rin Hyo mengatakan hal itu. Badannya terasa remuk semua. Ia hancur, ia hilang, ia mati.

***

Entah sudah keberapa kalinya cairan pekat itu mengaliri tenggorokkannya. Pria yang tengah duduk disofa itu adalah Cho Kyuhyun. Pria rapuh itu kembali mengisi gelas kosongnya dengan cairan pekat itu. Ia kini berada di ruang tengah dorm dengan 2 botol wine kosong dan 1 botol wine penuh diatas mejanya. Kepalanya sudah mulai pusing.

Saat ia mengangkat gelasnya kembali, seseorang mengambil alih gelas itu dan meneguk isinya hingga habis. Cho Kyuhyun menatap garang pada seseorang yang berani-beraninya mengambil gelasnya.

“Aku tahu kau sekarang sedang dalam keadaan yang benar-benar tidak baik. Meski aku tak tahu apa yang membuatmu seperti ini, namun dengan minuman-minuman ini masalahmu tak akan selesai Kyu.” Suara Lee Sungmin membuat Kyuhyun tertawa miris, ia menggeleng seperti menyangkal ucapan Sungmin.

“Ini sudah selesai, hyeong. Semuanya sudah selesai.” Gumam Kyuhyun tak jelas, namun dapat didengar oleh Sungmin.

“Apanya yang sudah selesai?” Kyuhyun kembali mengisi gelas kosongnya dengan wine lagi. Ia meminumnya seteguk lalu menatap Sungmin dengan tatapan miris.

“Sam Rin Hyo, kau tahu seberapa besar aku mencintainya hyeong? Aku sangat mencintainya, hingga aku enggan membawanya ke dorm. Karena aku takut, ia akan tertarik pada pria lain selain aku. Aku tidak pernah mengenalkannya pada kalian, karena aku takut hubungan kami akan tercium media dan merugikannya. Namun ternyata aku salah. Ia lebih ingin aku melakukan itu semua. Andai aku tahu, aku akan melakukan semua apa yang ia minta hyeong. Aku akan melakukan semuanya!” Lee Sungmin menatap dongsaeng-nya dengan nanar. Ternyata itu, ternyata gadis bernama Sam Rin Hyo lah yang membuat Kyuhyun bersikap aneh. Tersenyum sendiri, mengumpati ponselnya, dan terkadang mudah tersulut emosi. Lee Sungmin mengisi gelas kosong Kyuhyun dengan wine kemudian meminumnya.

“Seorang wanita memang sulit untuk dimengerti, dan juga terkadang, apa yang mereka bicarakan itu tak seperti apa yang mereka rasakan. Manusia itu berbeda-beda macamnya, ada yang dapat menyampaikan semua perasaannya secara gamblang, ada yang berpura-pura tangguh dan ceria meski didalam hatinya menangis, dan sebagainya. Sam Rin Hyo, kau pasti tahu kan dia wanita seperti apa, Kyuhyun-ah?” Cho Kyuhyun menatap Lee Sungmin cukup lama. Seolah meresapi apa yang dikatakan hyeong-nya itu.

***

Hari itu begitu mendung, sepertinya akan hujan. Sam Rin Hyo duduk disofa dekat jendela dengan menatapi langit biru gelap yang membentang menutupi awan putih yang begitu menyejukkan.

CTAR

Tubuhnya sedikit berjengit saat melihat petir yang mengerikan itu. Biasanya, Kyuhyun ada disana untuk memeluknya. Ia membenci petir dan suara gemuruh, jika dalam pelukan Kyuhyun, ia tidak pernah takut dengan apapun. Asalkan Kyuhyun ada disampingnya, itu sudah menjadi satu penguat yang paling ampuh untuknya.

“Cho Kyuhyun…” gumamnya pelan. Berita-berita tentang Kyuhyun yang sebelumnya melejit itu hilang dimakan waktu. Ia pun sudah tidak peduli dengan itu, dengan berita itu atau pun dengan Kyuhyun. Sekali ia sakit hati, rasa sakit itu akan lama hilangnya. Sudah begitu lama ia tidak mendengar kabar Kyuhyun setelah pertemuannya di café 1 minggu yang lalu.

“Kau ingin aku melepasnya? Melepas semuanya? Keure! Aku akan mengikuti jejak appa dan menjadi apa yang kau mau. Aku akan melepas itu semua asal kau kembali padaku, Hyo! Kau tahu betapa tersiksanya aku selama ini?” Sejujurnya, ia hampir hilang kendali saat Kyuhyun berkata seperti itu. Pria itu juga tersiksa? Pria itu benar-benar akan melepas semuanya?

“Bodoh.” Rutuknya saat ia mulai mengeluarkan air mata, seperti halnya langit yang mengeluarkan air hujan. Sebelumnya, sekali pun ia tak pernah menangis hanya karena seorang pria. Namun, pria itu! Pria yang bernama Cho Kyuhyun itu merubah segalanya. Meruntuhkan benteng pertahannya, meluluhkan hatinya.

Sam Rin Hyo mengangkat kedua kakinya, menyembunyikan wajahnya disana. Meredam raungan tangisannya yang terdengar perih dan menyakitkan. Ia malu, malu pada dirinya sendiri yang seperti ini. Ia benci, benci berada dalam situasi seperti ini. Ia salah, salah karena terlalu mencintai Kyuhyun seperti ini.

***

Kim Myung Soo baru saja pulang ke rumahnya. Tadi, ia mengantar Rin Hyo pulang terlebih dahulu. Sebetulnya, ia ingin singgah dirumah Rin Hyo untuk beberapa waktu. Namun, melihat Rin Hyo yang seperti ingin sendiri akhirnya ia pulang lebih cepat dari biasanya.
Myung Soo keluar dari mobilnya, kemudian mengernyit bingung saat melihat mobil seseorang yang terparkir tak jauh dari mobilnya. Myung Soo mengangkat bahunya acuh, kembali melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam rumah.

“Aku pulang!” ucapnya sambil mengganti sepatunya dengan sandal rumah, ia mengangkat kepalanya lalu melebarkan kedua matanya saat ternyata Cho Kyuhyun berada dihadapannya. Cho Kyuhyun juga menatap Myung Soo tajam, lagi-lagi ucapan Rin Hyo terngiang-ngiang dibenaknya.

Kim Myung Soo tersenyum miring, menatap Kyuhyun bengis. Ia tahu, pria inilah yang sudah membuat Sam Rin Hyo sering melamun dan tidak banyak bicara. Cho Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah lain kemudian kembali melanjutkan langkahnya.

“Tunggu!” ucap Myung Soo dingin. Kyuhyun menghentikan langkahnya, menoleh kebelakang sedikit untuk melihat Myung Soo.

“Kita… perlu bicara.”

***

Rin Hyo mengangkat kepalanya saat mendengar bel rumahnya berbunyi. Mata sembab dan masih merah, serta rambut yang seperti singa. Itulah penampilannya saat ini.

“Ck, siapa yang berkunjung kesini saat hujan seperti ini?” rutuknya kesal lalu merapikan rambutnya asal-asalan. Dengan langkah lemas ia menghampiri pintu dan membukanya.

“Kau?” lirihnya terkejut.

Annyeong!” Pria itu melambaikan sebelah tangannya ringan seraya tersenyum manis.

“Kau… bukankah kau Lee Sungmin?” Tanya Rin Hyo bingung.
“Lebih baik kau menawariku masuk sekarang nona Sam.”

“Ah, iya! Masuklah!” Rin Hyo membuka pintunya lebih lebar dari sebelumnya. Dengan percaya dirinya, Sungmin masuk dengan kedua mata yang menatap kesekelilingnya. Rin Hyo menatap Sungmin yang kini sudah duduk di sofa dengan bingung. Ia mengernyit kemudian menggeleng pelan, setelah itu ia menutup pintu rumahnya. Rin Hyo berjalan menuju dapur. Mengambil 2 kotak susu dari lemari es lalu memberikannya pada Lee Sungmin.

“Ini!” Lee Sungmin menerimanya dengan baik lalu segera meneguknya hingga hampir habis. Rin Hyo menatap Sungmin aneh kemudian duduk disamping pria itu.

“Bagaimana bisa kau ada dirumahku? Kurasa kita tidak saling mengenal.” Ucap Rin Hyo masih dengan menatap Sungmin tajam. Lee Sungmin tersenyum miring.

“Namun kurasa, adikku mengenalmu.” Ucap Sungmin ringan. Tubuh Rin Hyo menegang, ia bisa menebak kemana arah pembicaraan ini. Rin Hyo mengalihkan pandangannya dari Sungmin.

“Aku tidak mengenal adikmu sama sekali.”

“Maksudku Cho Kyuhyun.”

“Lee Sungmin-ssi, berbicaralah dengan jelas!” Rin Hyo menatap Sungmin dengan mata sembabnya.
“Ternyata kau sama saja.” Ucap Sungmin seraya tersenyum tipis.

“Kalian sama saja.” Lanjutnya. Sam Rin Hyo masih diam, membiarkan Sungmin berbicara.

“Aku tahu kalian masih saling mencintai. Cho Kyuhyun…”

“Sungmin-ssi!” Ucap Rin Hyo memotong pembicaraan. Bahkan kini ia sudah berdiri dari tempatnya, mengepalkan kedua tangannya disisi tubuhnya.

“Sebaiknya kau pulang! Karena kurasa kau sedang mabuk. Kau salah orang.” Ucap Rin Hyo dingin. Sungmin beranjak dari tempatnya.

“Tiap malam, dia selalu pulang dalam keadaan mabuk berat. Ia selalu membicarakan tentang kau padaku, meski hal yang ia ceritakan sama saja tiap harinya, aku tetap mendengarkannya. Ia begitu rapuh, Hyo! Dia semakin kurus, dan kemarin malam ia pulang dengan banyak luka disekitar wajah dan tangannya. Aku tidak bisa membiarkannya terus menerus seperti itu. Ia hanya membutuhkanmu Hyo. Hanya kau!” Ujar Sungmin. Sam Rin Hyo mengigit bibirnya kuat, berusaha tampak tangguh didepan Sungmin.

“Baiklah, aku pergi! Aku berharap… kau dapat benar-benar mencerna perkataanku Hyo.”

***

“Waktuku tidak banyak, jadi kuharap kita segera mengakhiri obrolan ini.” Ucap Kyuhyun tajam pada Myung Soo yang tengah duduk dihadapannya. Mereka kini berada di café yang tak jauh dari rumah Kim Myung Soo.

“Ini tentang Sam Rin Hyo.” Kyuhyun merapatkan giginya saat mendengar ucapan Myung Soo.

“Aku mencintainya.” Rahang Kyuhyun mengeras, kedua tangannya sudah terkepal kuat.

“Lantas?”

“Namun, aku sadar, tidak ada lagi harapan untukku.” Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

“Tapi bukankah kalian… sudah menjadi sepasang kekasih?” Myung Soo tertawa hambar.

“Rin Hyo berkata seperti itu? Dan kau percaya dengannya begitu saja?” Ucap Myung Soo sakartis.

“Ia mencintaimu dan tidak pernah menatapku. Jujur, aku ingin memilikinya. Berusaha menjadi sandaran untuknya saat ia lelah. Tapi, kau lah yang dapat mengembalikan senyuman dan kebahagiaannya. Bukan aku.” Cho Kyuhyun terdiam. Ia menatap kosong kedepan tanpa melakukan apapun. Ia bingung, benar-benar bingung.

“Itu saja yang ingin kusampaikan. Ah, dan juga! Kurasa lebih baik kau tidak usah mengantar adikku lagi! Aku bisa menjemputnya sendiri.”

***

Sam Rin Hyo berdiri ditepi sungai han, menatap hampa pada arus tenang sungai han yang menyejukkan. Hari sudah begitu larut, sungai han juga sudah sepi. Ia menghirup udara sedalam-dalamnya, seolah ia sudah lama tidak menghirup udara segar.

Namun, sedalam apapun ia menghirup udara, hatinya tetap sama. Terasa begitu kosong. Ia yang memulai peperangan ini, seharusnya ia yang menang bukan? Namun, mengapa ia malah merasa jika ia telah kalah? Kalah dengan perasaannya sendiri yang tidak bisa hidup tenang tanpa Kyuhyun disisinya.

“Rin Hyo-ah!!” Suara nyaring seorang wanita membuat ia menoleh kebelakang. Mengernyit saat menatap Shin Ji Eun tengah melambai padanya, jarak mereka memang tidak terlalu jauh namun karena gelap ia tidak bisa melihat Ji Eun dengan jelas. Senyumnya merekah seketika saat akhirnya dapat melihat Ji Eun dengan jelas. Gadis itu berjalan menghampiri Rin Hyo dengan riang.

“Hyo, kau sedang apa disini?” Tanya Ji Eun. Rin Hyo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedang apa ia disini? Ia juga tidak tahu.

“Kau sendiri sedang apa?” menghindari pertanyaan. Itulah yang ia lakukan sekarang. Shin Ji Eun tersenyum manis lalu melirik pria yang berada disampingnya.

“Bukankah pria ini… Lee Kikwang?” Ji Eun mengangguk pelan.

“Kalian…”

“Iya! Kuharap kau bisa menjaga rahasia ini, ya!” Rin Hyo mendecih lalu mengangguk sekenanya.

“Kikwang oppa, kau pulang saja. Aku akan menemani Rin Hyo dulu.”

“Apa tidak apa-apa?” Tanya Kikwang. Rin Hyo menatap kedua orang itu dengan lirih. Lee Kikwang begitu memperhatikan Ji Eun, sorot matanya seolah mengatakan jika ia sangat mencintai Shin Ji Eun. Berbeda sekali dengan sikap cuek Kyuhyun. Ah, mengapa ia terus memikirkan pria yang bahkan ia tidak tahu apa ia memikirkannya juga atau tidak.

“Aku titip Shin Ji Eun ya, Rin Hyo-ssi. Kau membawa mobil?” Sam Rin Hyo tersentak kaget dari lamunannya. Bahkan ia tidak mendengar percakapan mereka tadi.

Eo? Ne.”

“Aku akan senang sekali jika kau mengantarnya sampai rumah, dan tolong jangan sampai tengah malam.”

“Astaga, oppa! Hentikan! Kau membuatku malu saja. Kau bersikap seperti ayahku saja!” ucap Ji Eun kesal.

“Sudah sana cepat pulang!”

“Ji Eun-ah, aku seperti ini karena mengkhawatirkanmu.”

“Aku bisa mengurus diriku sendiri. Cepat pulanglah!!” Ji Eun mendorong tubuh tegap Kikwang agar menjauh dari mereka.

“Rin Hyo-ssi, terima kasih atas bantuanmu. Aku pulang dulu.” Pamit Kikwang disela Ji Eun yang masih saja mendorong Kikwang agar segera pulang. Rin Hyo hanya tersenyum tipis, Jujur, ia merasa iri melihat mereka berdua. Tiba-tiba ia merindukan Kyuhyun.

“Kikwang oppa memang selalu begitu. Keras kepala dan terlalu mengkhawatirkan aku.” Ucap Ji Eun setelah ia berhasil mengusir paksa Lee Kikwang.

“Itu tandanya dia sangat mencintaimu.” Ji Eun tersenyum tipis mendengar ucapan Rin Hyo.

“Ya, itu juga yang membuatku selalu percaya padanya. Meskipun ia diberitakan dengan siapapun atau ia jarang sekali menemuiku. Mengingat bahwa ia sangat mencintaiku. Itu sudah cukup untuk meyakinkanku.” Rin Hyo menatap Ji Eun dengan seulas senyum miris. Ji Eun bisa mempercayai Lee Kikwang sepenuhnya, tapi mengapa ia tidak?

“Kau sendiri sedang apa?” menghindari pertanyaan. Itulah yang ia lakukan sekarang. Shin Ji Eun tersenyum manis lalu melirik pria yang berada disampingnya.

“Bukankah pria ini… Lee Kikwang?” Ji Eun mengangguk pelan.

“Kalian…”

“Iya! Kuharap kau bisa menjaga rahasia ini, ya!” Rin Hyo mendecih lalu mengangguk sekenanya.

“Kikwang oppa, kau pulang saja. Aku akan menemani Rin Hyo dulu.”

“Apa tidak apa-apa?” Tanya Kikwang. Rin Hyo menatap kedua orang itu dengan lirih. Lee Kikwang begitu memperhatikan Ji Eun, sorot matanya seolah mengatakan jika ia sangat mencintai Shin Ji Eun. Berbeda sekali dengan sikap cuek Kyuhyun. Ah, mengapa ia terus memikirkan pria yang bahkan ia tidak tahu apa ia memikirkannya juga atau tidak.

“Aku titip Shin Ji Eun ya, Rin Hyo-ssi. Kau membawa mobil?” Sam Rin Hyo tersentak kaget dari lamunannya. Bahkan ia tidak mendengar percakapan mereka tadi.

Eo? Ne.”

“Aku akan senang sekali jika kau mengantarnya sampai rumah, dan tolong jangan sampai tengah malam.”

“Astaga, oppa! Hentikan! Kau membuatku malu saja. Kau bersikap seperti ayahku saja!” ucap Ji Eun kesal.

“Sudah sana cepat pulang!”

“Ji Eun-ah, aku seperti ini karena mengkhawatirkanmu.”

“Aku bisa mengurus diriku sendiri. Cepat pulanglah!!” Ji Eun mendorong tubuh tegap Kikwang agar menjauh dari mereka.

“Rin Hyo-ssi, terima kasih atas bantuanmu. Aku pulang dulu.” Pamit Kikwang disela Ji Eun yang masih saja mendorong Kikwang agar segera pulang. Rin Hyo hanya tersenyum tipis, Jujur, ia merasa iri melihat mereka berdua. Tiba-tiba ia merindukan Kyuhyun.

“Kikwang oppa memang selalu begitu. Keras kepala dan terlalu mengkhawatirkan aku.” Ucap Ji Eun setelah ia berhasil mengusir paksa Lee Kikwang.

“Itu tandanya dia sangat mencintaimu.” Ji Eun tersenyum tipis mendengar ucapan Rin Hyo.

“Ya, itu juga yang membuatku selalu percaya padanya. Meskipun ia diberitakan dengan siapapun atau ia jarang sekali menemuiku. Mengingat bahwa ia sangat mencintaiku. Itu sudah cukup untuk meyakinkanku.” Rin Hyo menatap Ji Eun dengan seulas senyum miris. Ji Eun bisa mempercayai Lee Kikwang sepenuhnya, tapi mengapa ia tidak?

***

Beberapa hari lagi adalah upacara kelulusan. Selama ini, Rin Hyo tidak pernah bertemu dengan Cho Kyuhyun dan itu artinya sudah lebih dari setengah tahun ia menjadi mantan kekasih Cho Kyuhyun. Tidak, ia tidak baik-baik saja selama itu. Berkali-kali ia berharap dapat melepaskan Kyuhyun sepenuhnya, berkali-kali pula ia terus menerus memikirkan Kyuhyun.

“Hyo, kau tahu sekarang tanggal berapa?” Rin Hyo menatap Ji Eun yang baru saja menge-cek sesuatu di ponselnya. Mereka kini berada di salah satu pusat pembelanjaan yang berada di Hongdae.

Molla.” Rin Hyo menggedikkan bahunya acuh. Ia memang tidak pernah mempunyai kalender di apartemennya, karena ia tidak biasa melihat tanggal.

“Sekarang tanggal tiga februari. Kau masih ingat kan itu hari apa?” Rin Hyo diam. Ia ingat, bahkan sangat ingat. Hari ini adalah hari ulang tahun Kyuhyun.

“Ji Eun-ah, aku ingin menghabiskan uangku hari ini.” Ujar Rin Hyo lalu menarik tangan Ji Eun. Jelas sekali Rin Hyo tengah menghindari pertanyaan Ji Eun. Ya, Ji Eun memang sudah mengerti semuanya sejak pertemuan mereka di sungai han saat itu, dan jujur saja, Shin Ji Eun tidak tega melihat Rin Hyo yang seperti ini. Tidak pernah riang seperti biasanya.

***

“Selamat ulang tahun!!!” Suara petasan kecil dan kertas-kertas yang berhamburan memenuhi taman yang berada didalam mansion keluarga Kyuhyun. Hari ini adalah hari ulang tahunnya, orang tua Kyuhyun memaksa Kyuhyun untuk membawa teman-temannya untuk mengadakan garden party di mansion-nya. Cho Kyuhyun tersenyum tipis pada semuanya. Semua member Super Junior, kecuali Leeteuk dan Yesung. Dan juga beberapa member grup dalam SM ent. Yang tidak ada jadwal menyempatkan diri untuk datang.

Lee Sungmin membawa kue tart yang menunjukkan bahwa Kyuhyun berulang tahun yang ke-25. Menyuruh Kyuhyun meniup lilin. Cho Kyuhyun meniup lilin seraya tersenyum. Ya, bukan senyuman lebar seperti biasanya.

“Aku tahu kau merindukannya. Tapi, kau tidak kasihan dengan mereka yang menyempatkan datang kesini. Singkirkan wajah lesumu, dan tersenyumlah. Ini hari ulang tahunmu, Kyu!” Ujar Sungmin seraya tersenyum menenangkan. Kyuhyun mengangguk sekenanya.

“Selamat ulang tahun!!”

Eo! Kim Seul Gi!”

“Hai, Sungmin oppa!” Sungmin hanya tersenyum kecil lalu meninggalkan Kyuhyun dan Seul Gi.

“Sekali lagi, Selamat ulang tahun, Kyuhyun oppa.” Ujar Seul Gi dengan girang. Cho Kyuhyun tersenyum kecil. Jadi, kau tahu dia menyukaimu? Dan kau malah memberinya celah? Kata-kata Rin Hyo seolah tengah merasuki pikirannya saat ini. Sejak itu, ia menjaga jarak pada Seul Gi. Tapi, ia juga berpikir, apa ia salah? Apa ia begitu jahat?

“Terima kasih, Seul Gi-ah.”

“Eumm… oppa! Kau ada waktu besok?”

“Eh? Eum…”

“Kalau oppa sibuk, aku juga tidak apa-apa.”

“Maaf.” Maaf, aku telah bohong. Sebenarnya, besok aku tidak sibuk.
“Baiklah, tidak apa-apa. Kalau begitu, aku kesana dulu ya, oppa!” Kyuhyun mengangguk sekali, lalu pergi dari sana. Semua orang yang melewatinya, selalu mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

“Hei, Kyu! Kau mau kemana?” teriak Eunhyuk yang tengah mengobrol dengan Yuri.

“Toilet.”

***

Sam Rin Hyo memasuki kamarnya dengan lemas, menaruh kantong-kantong kertasnya diatas sofa lalu melemparkan diri diatas ranjangnya yang empuk itu. Seharian ini, ia menghabiskan waktu dengan berbelanja habis-habisan dengan Shin Ji Eun. Sejak tadi, Ji Eun mengkhawatirkan Rin Hyo yang tidak dapat berhenti menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak disukai Rin Hyo. Tas bermerk, dress mahal, sepatu heels yang limited edition, dan lain lain. Sam Rin Hyo yang tidak suka berbelanja, tidak suka sesuatu yang berbau ‘wanita’. Tiba-tiba saja melakukan hal-hal itu. Bukankah itu begitu aneh?

Rin Hyo menghela napasnya berat. Mengambil ponselnya yang berada ditas selempang kecilnya. Ia menatapi wallpaper-nya yang masih terpampang foto Kyuhyun disana. Membuka inbox, membacai pesan-pesan dari Kyuhyun yang belum pernah ia hapus.

“Pasti mereka sedang bersenang-senang dipesta.” Rin Hyo memutuskan untuk membuka akun twitternya. Dan sialnya, baru saja ia me-refresh timeline. Foto-foto acara ulang tahun Kyuhyun beredar disana. Disana juga ada Kim Seulgi.

“Oh, baiklah! Mereka memang sedang bersenang-senang.” Rin Hyo mengernyit saat memperhatikan raut wajah Kyuhyun yang terlihat aneh. Seperti suram dan murung.

“Apa pria ini melihat Seul Gi dengan pria lain? Ya ampun, kebiasaannya sama saja. Itu adalah pestamu, Kyu! Untuk apa kau memasang wajah seperti itu?” gerutunya sendiri pada ponselnya. Sepertinya, Rin Hyo memang mulai gila. Rin Hyo keluar dari akun twitternya, merasa sangat malas melihat foto-foto itu. Ia melihat kontak Kyuhyun disana.

“Apa aku harus mengucapkannya?”

***

Pesta sudah selesai. Kyuhyun pun sudah membaringkan dirinya diatas ranjang. Ia lelah.

TOK TOK TOK

“Masuk.” Ibunya masuk kedalam kamarnya yang hanya diterangi oleh lampu tidur. Kyuhyun merubah posisi tidurnya dengan duduk bersandar di dinding ranjang.

“Kau sudah ingin tidur, putraku?”

“Eum. Aku lelah.”

“Kau tidak melupakan sesuatu?”

“Hah?”

“Kau bilang, di hari ulang tahunmu kau ingin mengenalkan kekasihmu pada ibu. Mana? Apa tadi ia tidak datang?” Tubuh Kyuhyun menegang. Sebenarnya, hari ini ia akan membawa Rin Hyo ke acara ulang tahunnya. Ia ingin memperkenalkan Rin Hyo pada semuanya, teman-temannya, bahkan orang tuanya.

“Eung, itu…”

“Dia tidak datang, ya?”

“Tidak.”

“Padahal ibu sangat penasaran dengan gadis itu. Siapa namanya? Apa pekerjaan orang tuanya? Dia sudah bekerja?”

“Ibu, aku sangat lelah. Kita membicarakan ini lain kali saja, ya? Aku mohon.” Ibu Kyuhyun menghela napas dengan wajah kecewanya.

“Baiklah, selamat ulang tahun, putraku!”

“Eum, selamat tidur, bu!” Ibunya melangkah mendekati pintu dan keluar dari kamarnya. Mengenalkannya? Apa ia bisa mengenalkan Sam Rin Hyo pada ibunya?

Drrt Drrt

Ekor mata Kyuhyun melirik nakas kecil yang berada disebelah ranjangnya. Diatasnya terdapat ponselnya yang tengah bergetar. Ia mengambil ponsel itu dengan lemas lalu membaca pesan masuk.

From : Sam Rin Hyo

Selamat ulang tahun.

Cho Kyuhyun terpaku sejenak, menatapi ponselnya seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Sedikit demi sedikit senyumnya mengembang. Sam Rin Hyo mengucapkan selamat ulang tahun padaku! Kyuhyun berpikir keras, bingung harus menjawab apa. Jika hanya berterima kasih, ia takut terlalu singkat dan membuat Rin Hyo berpikir ia sudah tidak menginginkannya lagi. Tapi, ia benar-benar tidak bisa berpikir tentang apapun kali ini. Ia begitu bahagia, rasanya perasaannya begitu tenang. Sejak tadi, banyak yang mengucapkan selamat padanya, ia bahagia. Namun, kali ini ia benar-benar sangat bahagia-meskipun itu hanya lewat SMS.

“Bagaimana ini? Bodoh! Bodoh!” rutuknya, sudah 5 menit ia berpikir namun tak kunjung menemukan kata yang tepat.

To : Sam Rin Hyo

Terima kasih. Kau dirumah?

Ya Tuhan, jawaban apa ini? Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Ia sangat ingin pergi kerumah gadis itu, jadi kata-kata yang terlintas dibenaknya.

***

Rin Hyo memeriksa ponselnya saat sudah hampir 10 menit Kyuhyun tak kunjung membalas pesannya. Ia pikir Kyuhyun memang benar-benar sudah tidak memikirkannya-tidak seperti dirinya.

“Untuk apa pria ini bertanya seperti itu? Dan jawaban apa itu?! Menyebalkan.” Belum sempat ia mengetikkan sesuatu, ponselnya kembali bergetar.

From : Cho Kyuhyun

Kau tidak menyiapkan hadiah? Meski kita adalah mantan kekasih, setidaknya jangan hanya mengucapkan selamat ulang tahun. Aku tunggu kau di sungai han sekarang juga. Aku menunggu hadiahku.

Mulut Rin Hyo sedikit terbuka saat membaca kata-kata Kyuhyun. Bahkan setelah mereka berpisah, Kyuhyun masih saja memerasnya. Hadiah? Hadiah apa? Rin Hyo menatap jam dindingnya yang menunjukkan pukul setengah 12 malam. Astaga, memangnya ada toko yang masih buka jam setengah 12 malam. Rin Hyo mengacak rambutnya, bingung harus memberi Kyuhyun apa.

Super market? Ah, ya! Super market kan buka 24 jam.”

***

Rin Hyo menggertakkan giginya saat ia keluar dari mobilnya, angin berhembus sangat kencang di sungai han. Dan bodohnya, ia tidak memakai jaket dan lebih mengkhawatirkan Kyuhyun yang pasti sudah menunggunya lama. Pasti ia sangat kedinginan. Aduh, bagaimana ini? Pasti karena aku terlalu lama mencari hadiah.

Ya, hadiah darurat yang hanya seharga 10.000 won. Sam Rin Hyo memasuki kawasan sungai han, menyisir pandangannya ke segala arah. Dan akhirnya, menemukan Kyuhyun yang tengah duduk disebuah kursi yang mengarah pada sungai han yang sangat tenang itu.

Jantung Rin Hyo berdegup dengan kencang, hanya menatap punggungnya saja sudah membuatnya begitu gugup. Bagaimana nanti jika ia bertatap muka dengan pria itu? Kau sudah disini, Hyo. Jangan berbalik arah, dan berjalanlah kearahnya. Kau hanya perlu memberikan hadiah itu dan pulang. Ya, seperti itu.

“Hai!” Sapa Rin Hyo canggung, saat ia sudah berada dibelakang Kyuhyun. Cho Kyuhyun menoleh kebelakang, menatap Rin Hyo dari bawah hingga atas. Gadis ini tetap cantik seperti biasanya, meski tanpa make up sekali pun.

“Hai!” balas Kyuhyun dengan senyuman aneh yang terpantri diwajahnya. Ia terus menatap gerak-gerik Rin Hyo yang tengah duduk disampingnya.

“Kau tidak memakai jaket?”

“Oh, itu karena aku terburu-buru. Aku pikir tidak sopan jika aku membuatmu menunggu terlalu lama dihari ulang tahunmu.” Ujar Rin Hyo tanpa menatap Kyuhyun. Cho Kyuhyun melepas jaketnya, mendekatkan diri pada Rin Hyo lalu memakaikan jaket lebarnya padanya dan pada Rin Hyo.

“Kau kedinginan, kan?” Rin Hyo menghindar.

“Tidak usah seperti ini, Kyu!”

“Sudahlah! Menurutlah padaku!” Rin Hyo diam, ia tidak bisa melawan perkataan Kyuhyun. Ia hanya bisa diam dan menunduk.

Apa aku sebegitu mengerikannya, sampai kau tidak mau menatapku, Hyo?

“Hyo!”

“Eung?”

“Tatap aku!” Rin Hyo menoleh kesamping, menatap Kyuhyun dengan kedua mata beningnya. Inilah yang tidak ia sukai jika sudah bertatapan dengan Kyuhyun, mereka tidak dapat mengalihkan pandangannya lagi, seperti sudah terkunci. Kyuhyun pun begitu, ia tidak bisa menahan gemuruh didadanya.

Jika sudah begini, ia ingin memeluk Rin Hyo dengan erat. Sudah berapa lama, ya? 4 bulan? 5 bulan? Yang jelas, aku sangat merindukanmu sekarang. Tangan kanan Kyuhyun tergerak untuk menyelipkan rambut Rin Hyo yang terlihat tidak rapi itu kedalam lipatan telinganya.

“Kau cantik, Hyo.”

“Hmph.” Rin Hyo tidak bisa menahan tawanya saat menatap wajah Kyuhyun yang begitu aneh saat memujinya.

“Kenapa tertawa?”

“Hahaha”

“Ya! Berhenti tertawa. Kau ini… dasar.”

“Kau tidak pernah memujiku segamblang ini, sepertinya kau begitu merindukanku, ya?”

“Memang. Sangat.” Rin Hyo diam, menatap kedua mata Kyuhyun yang begitu lelah dan tidak berbinar seperti biasanya. Tidak ingin terlalu jatuh didalam sana, Rin Hyo menyerahkan kantong plastik yang bahkan tidak ia bungkus terlebih dahulu.

“Ini!” Kyuhyun mengernyit, menatap bungkusan itu dengan pandangan aneh.

“Apa itu?”

“Hadiahmu.” Kyuhyun mengambil bungkusan itu dengan ragu kemudian membukanya.

“Hmph, apa ini? Hahaha.”

“Ya! Jangan menertawakan hadiah dariku. Itu salahmu sendiri tiba-tiba menyuruhku membawa hadiah yang tidak pernah kusiapkan di pukul setengah 12 malam.”

“Kaus kaki? Cotton bud? Dan apa ini, sarung tangan? Ya ampun, ini adalah hadiah teraneh yang pernah aku dapat.”

“Kalau tidak suka, sini! Tidak usah diambil.”

Andwe! Meski aneh, tapi aku sangat suka.” Rin Hyo tersenyum tipis, pasti kedua pipinya sudah memerah sekarang. Kyuhyun kembali memasukkan barang-barang itu kedalam kantong plastik. Ia tersenyum senang, dapat duduk berhimpitan dengan Rin Hyo di tepi sungai han. Benar-benar malam yang indah.

“Hyo!”

“Eum?”

“Aku sudah memaafkanmu.”

“Hah?”

“kau berbohong, kan tentang hubunganmu dengan Myung Soo?”

“Eung… itu…”

“Aku juga minta maaf.”

“…”

“Aku sudah menuduhmu yang tidak-tidak, dan tentang Kim Seul Gi. Aku benar-benar tidak berpacaran dengannya. Aku tidak menyukainya. Bahkan, kini aku sudah menjaga jarak dengannya. Aku memang salah, sudah memberinya celah dan membuat ia terus menerus menyukaiku.”

“…”

“Aku, sekali pun tidak pernah berniat berpisah denganmu. Aku mencintaimu Hyo, sangat mencintaimu.”

“Kyu!”

“Aku belum selesai bicara,”

“Kyu dengarkan aku!”

“Aku belum selesai bicara!”

“Lihat! Kau selalu seenaknya sendiri.”

“Seenaknya sendiri bagaimana? Aku hanya ingin kau mendengarku sebentar saja.”

“Kita memang tidak pernah bisa akur, ya?”

“?”

“Kita bahkan baru saja bertemu, dan sudah ribut mempersalahkan siapa yang berbicara terlebih dahulu.”

“Itu karena kau yang memotongku terlebih dahulu.”

“Karenaku? Kau yang memotongku tadi. Kau sudah pikun, ha?”

“Pikun? Kau yang pikun!”

“Sudahlah! Aku ingin pulang.” Baru saja Rin Hyo beranjak dari tempat duduknya Kyuhyun menarik tangan gadis itu hingga ia duduk lagi diatas kursi.

“Maaf.”

“…”

“Dan jangan pergi lagi, aku mohon. Aku sangat tersiksa.”

“Aku juga minta maaf. Tentang semuanya. Tentang kesalah pahamanku pada Seul Gi dan… hadiah ulang tahunmu.”

“Hmph.”

“Disaat seperti ini kau masih saja tertawa?”

“Hahaha. Aku jadi ingat sarung tangan berwarna merah itu.”

“Terus saja tertawanya,” rajuk Rin Hyo seraya tertawa kecil. Ia juga merasa hadiahnya benar-benar konyol. Mereka tertawa bersama hingga tanpa sadar, dahi mereka bertemu.

“Aku mencintaimu, Hyo. Sangat mencintaimu.” Entah siapa yang memulai, bibir mereka bersatu. Mencium, mengecup, melumat satu sama lain. Menumpahkan segala rasa rindu yang sudah ia pendam selama 4 bulan tidak bertemu.

Tangan kanan Kyuhyun mendorong tengkuk Rin Hyo, sedangkan tangan kanannya melingkar dipinggang Rin Hyo. Menarik tubuh gadis itu agar semakin mendekat dengannya. Rin Hyo pun begitu, ia hanya bisa melingkar kedua tangannya dileher Kyuhyun dan juga sesekali memainkan rambut Kyuhyun. Bahkan jaket yang mereka kenakan sudah turun, namun itu tidak membuat mereka kedinginan lagi.

Ciuman itu semakin panas saat Kyuhyun membawa Rin Hyo kepangkuannya. Tiba-tiba Kyuhyun menghentikkan ciumannya, dengan terengah-engah mereka saling bertatapan.

“Jadilah istriku, Hyo!”

“Terserah kau saja.” Rin Hyo kembali meraup bibir Kyuhyun dan mereka kembali tenggelam pada adegan intim itu meski ditempat umum.

***

Epilogue

Kyuhyun menyetir mobilnya dengan senyuman yang merekah lebar di bibirnya. Tadi sore, baru saja ia mengenalkan Rin Hyo pada orang tuanya. Ternyata, orang tuanya memberi sambutan baik pada Rin Hyo. Bahkan mereka menanyakan kapan pernikahan mereka akan dilaksanakan.

“Kita mau kemana?”

“Ke dorm. Bukankah kau sangat ingin pergi kesana?” Rin Hyo menoleh kearah Kyuhyun dengan kedua mata yang berbinar. Ia memang sangat ingin pergi kesana, terutama untuk bertemu dengan pria tampan bernama Lee Donghae.

“Benarkah? Woah, pasti akan sangat seru!”

“Seru apanya, bukankah kau ingin bertemu dengan Donghae hyeong?”

“Oh? Bagaimana kau bisa tahu?”

“Bagaimana aku bisa tahu? Di ponselmu, akun twittermu, bahkan semua fanficmu itu selalu tentang pria itu. Ish, apa sih yang kau lihat dari dia? Selain pendek, tampan juga masih lebih tampan aku.”

“Terserah kau mau bicara apa. Yang penting, setelah ini aku akan bertemu dengan Donghae oppa!”

“Ish!” Tiba-tiba Kyuhyun teringat sesuatu, membuat senyuman miringnya terulas begitu saja.

“Oh, iya! Bukankah Donghae oppa-mu itu sedang melakukan konser di Jepang dengan Eunhyuk? Aku baru ingat, ia tidak ada di dorm.”

“Mwo?! Cho Kyuhyun! Kau pasti sengaja menjauhkanku dari Donghae oppa? Iya, kan?”

“Tentu saja aku harus menjauhkan kalian! Kau itu calon istriku!”

“Ck, kalau begitu tidak usah ke dorm! Lebih baik kita pergi makan saja!” Kyuhyun melebarkan kedua matanya mendengar ucapan Rin Hyo.

“Jadi selama ini, kau sangat ingin ke dorm. Hanya ingin bertemu dengan Donghae?” Rin Hyo menoleh pada Kyuhyun seraya mengangguk kecil.

“Bukan karena kau ingin aku memperkenalkanmu pada teman-temanku?”

“Hah?”

“Ya Tuhan, jadi selama ini… kukira kau…”

“Lagi pula apa yang bisa dibanggakan berpacaran dengan evil maknae sepertimu? Aku tidak menyangka kau berpikiran seperti itu.” Ujar Rin Hyo dengan wajah polosnya.

“Sam Rin Hyo! Kau benar-benar…” Mengapa lidahnya lebih tajam dari lidahku. Dasar!

“Aku hanya bercanda Kyu. Kau ini sensitif sekali.”

“…”

“Kyu!”

“…” Rin Hyo menghela napasnya, lalu mengecup pipi Kyuhyun berulang kali.

“Hahaha. Pipimu memerah!” Cho Kyuhyun tidak bisa menutupi rasa senangnya karena kulitnya yang sangat putih itu akan langsung memerah.

“Ck, kau ini…” rutuk Kyuhyun lalu dengan cepat, Kyuhyun menepikan mobilnya. Rin Hyo yang bingung dengan apa yang akan dilakukan Kyuhyun hanya dapat bergidik ngeri saat Kyuhyun menatapnya dengan tajam. Tanpa Rin Hyo sangka, tiba-tiba Kyuhyun mencium bibirnya.

“Jangan membuatku marah! Atau kau akan menerima lebih dari itu.” Rin Hyo hanya mengangguk dua kali.

“Dan, jangan menciumku sembarangan seperti tadi!”

“Mwo? Bukankah kau juga begitu? Coba saja tadi kau tidak marah. Aku juga tidak akan menciummu. Lagi pula itu hanya ciuman dipipi saja.” “Sam Rin Hyo!!!!”

———

FIN

Advertisements

69 thoughts on “Still You 2 (HyoHyun ver.)

  1. woaaaa suka bgt. nyesek banget ya baa kyuhyun terpuruk kayak gitu. semoga di kehidupan nyata dia jgn pernah ngerasain sakit kayak gitu deh.
    seneng mereka balikan. mau nikah lagi.hahahah
    great job!

  2. Sempet ngira kalo merek ngak balikan lg.
    abisnya kyu walaupun udah tau kl rin hyo sama myungsoo ngak pacaran..tp ngak langsung klarifikasi.
    malah diem aja…ahh tp lega dh akhirnya.

  3. Jadi bayangin gimana ming….tiba2 muncul ming…mikir kalau dia lakuin apapun buat saeun……sebagai fans…rasanya nyesek karena bayangin dia gak nginget pengorbanan para fans T_T aa

  4. hwiiii ngakak ngakak sendiri ngeliatnyaxD sedih juga pas ngeliat kyu terpuruk:(( hyokyu emang couple paling yg bijin envy didunia per ffan hahahaha

  5. Hohohohoohoh
    Senangnya mrk bsa ber satu lg
    Untung aj mrk bsa baikan ya

    Tq myungsoo oppa yg ud capek2 ngeyakinin kyu
    Hahahhahaa

  6. Ah ternyata kyuhyun gak ngubungin rinhyo karena gak ada sinyal wkwk. Udah kesel sama kyu di part 1 tapi di part 2 jadi ngerasa kasian juga sama kyuhyun. Akhir yang manis 🙂

  7. akhirnya mereka bersama lagi..
    Mereka slalu konyol kalo sedang bertengkar..
    Hadiah yg diberin rin hyo untk kyuhyun bener2 langka dan unik

  8. sebelnya terbayar sudah di part 2 ini,tingkah mereka bedua menggelikan jd ketawa sendiri saat bc wkwkw…
    endingnya so sweet banget.

  9. Kasihan sekali kakak beradik itu tidak bisa mendapakan kyuhyun atau punya rin hyo hehehe….
    Iya ampun baru aja ketemu mereka udah berdebat……
    Senang deh akhirnya hyekyu bersatu kembali lagi…..

  10. Akhirnya mereka balikan!
    Ahh, senangnya!
    Akhirnya semua kesalahpahaman diantara mereka bisa selesai juga..
    Semua ini berkat sungmin dan myungsoo, baiknya mereka.. ^^
    daebak ffnya!

  11. Admin JusungHanmida, ak slah ktik ne di coment td, mlah hyorin bkan Rim Hyo Hueee mian admin
    typo ku adeh.*bungkukBow

  12. Admin JusungHanmida, ak slah ktik ne di coment td, mlah hyorin bkan Rin Hyo Hueee mian admin
    typo ku adeh.*bungkukBow

  13. 안녕 .. aku balik lagi hehehe… coba aja kalo mereka real pasti bener bener bikin envy orang orang :^) hohoho

  14. Kyaaaa,,,akhirnyaa kyu baikan juga ma rinhyo,,,mskipun byakk yg harus mreka lalui,,,pertengkaran,,,kesalahpahaman,,,cemburu,,,tpi akhirnyaa mreka brsatu lagi,,,

    Bner kta reader yg coment d atas,,,cinta akan kembali K̶̲̥̅̊​ε̲̣̣̣̥​ rumahnya meskipun dgn tertatihh,,,seruuu critanya outhor,,,fighting ya buat bkin” lagi karya” yg lbih seru lagi,,,

  15. baru baca ff ini! keren min.. dari part awal feelnya dapet bgt. sempet greget juga sama mereka berdua tapi untungnya happy ending haha. endingnya manis banget 😀

  16. Hihi emang dasar pasangan tom&jerry ngga pernah bisa akur. Baru ketemu aja udah berantem 😀
    Tp seruuuu banget ceritanya. Konflik2nya selalu sukses bikin nyesek para readers.
    Semangat ya kak ^^
    Lanjut baca ff lainnya >>>>>>>>>
    Hehehe 😀

  17. Ahhh akhirnya mereka balikan lagi, tp emg hubungan yg udah berjalan lama kadang emg ada bosennya, mungkin mereka jg butuh break hehehe

    Dan selamatttt mereka mau nikah ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s