Contrast 7

cntrs

Author : Tsalza Shabrina

A/N : Jangan jadi silent readers 🙂 maaf lamaaa 😀

 Contrast 7

“Apa yang ingin kau laporkan padaku?”

Tanya Jennifer seraya menatap pria dihadapannya dengan begitu tajam. Sedangkan, pria tersebut hanya menunduk. Kedua tangannya bergerak gelisah diatas pahanya.

“Kau tuli?” kembali Jennifer bertanya dengan nada tajamnya. Akhirnya, setelah meneguk ludahnya dengan berat, pria itu mengangkat kepalanya. Menatap Jennifer dengan kedua mata takutnya.

“Me—mereka sedang melakukan pencarian di Korea Utara untuk menemukan Cho Siwon.”

“Lalu? Apa yang membuatmu gemetaran seperti ini?”

“Me—mereka juga, tahu jika ada mata – mata yang berada di NIS.” Jennifer menghentikkan gerakan tangannya yang hendak menaruh gula di kopinya diudara. Menatap pria itu dengan tatapan tajamnya.

“Bagaimana mereka bisa tahu?”

Pria itu menggedikkan kedua bahunya. “Entahlah, aku tidak tahu dengan pasti.” Jennifer menghela napasnya kemudian melanjutkan kegiatannya, memasukkan gula kedalam kopinya lalu mengaduk kopi yang berada dicangkirnya itu. Meneguknya sedikit untuk sekedar membasahi tenggorokannya yang tiba – tiba terasa kering.

“Untuk sekarang, kembalilah ke NIS dan jangan bersikap berlebihan. Lebih berhati – hatilah!”

***

Sam Rin Hyo’s Apartment

Cho Kyuhyun menyesap kopi hitam yang baru saja Rin Hyo buatkan dengan begitu damai. Setelah kejadian Rin Hyo yang menyuruhnya pulang dengan nada dingin itu, Kyuhyun dan Rin Hyo memang tidak pernah berinteraksi selain tentang pekerjaan. Karena tentu mereka harus professional.

Cho Kyuhyun juga jarang mengunjungi rumah Rin Hyo seperti dulu. Ya, mungkin karena ia juga masih bingung dengan sikap Rin Hyo yang begitu berubah – ubah layaknya warna kulit bunglon. Namun, jika ia tidak menyelesaikan ini semua secepatnya itu akan berimbas buruk dalam hubungan mereka.

“Ada apa kau kesini?” Tanya Rin Hyo seraya duduk disofa tunggal yang berada disamping sofa panjang yang biasa ia dan Kyuhyun gunakan untuk bermesraan. Ia melipat kedua kakinya kemudian menatap Kyuhyun dengan angkuh.

“Tsk, untuk pertama kalinya kau bertanya seperti itu saat aku kesini.” Sam Rin Hyo memutar bola matanya kesal.

“Berhenti berucap omong kosong, Cho Kyuhyun! Kau tahu kan aku sedang malas melihat raut wajahmu? Dan kau juga tahu aku selalu muak karena harus melihatmu dikantor setiap hari.” Cecar Sam Rin Hyo. Sedangkan, Kyuhyun terlihat mengulum senyumnya, ia suka saat Rin Hyo memarahinya seperti ini. Daripada diam dan membuatnya terlihat seperti orang bodoh yang tidak tahu harus berbuat apa.

“Aku tahu. Ah, dan juga! Kopimu sangat enak nona Sam.” Ujar Kyuhyun ringan seraya mengangkat cangkir kopinya.

Sam Rin Hyo terlalu malas menanggapi Cho Kyuhyun yang semakin melantur tidak jelas, ia beranjak dari tempat duduknya. Berniat untuk masuk kekamarnya, namun entah kapan Kyuhyun berdiri tiba – tiba pria itu sudah ada didepannya. Menatapnya dengan tatapan tajamnya.

“Sampai kapan kau akan seperti ini?” Tanya pria itu penuh penekanan. Sedangkan Rin Hyo mendesis kesal, berniat berjalan lagi namun tubuh Kyuhyun menghadangnya.

“Minggir.”

“Tidak sampai kau menjawab pertanyaanku.” Sam Rin Hyo menghembuskan napas panjangnya.

“Sampai kau bisa jujur padaku. Sekarang, minggir. Aku sudah menjawab pertanyaanmu, kan?” nada bicara Sam Rin Hyo masih sama dengan sebelumnya, begitu datar dan dingin. Cho Kyuhyun menghela napas kasar, ia sudah lelah dengan kelakuan Sam Rin Hyo yang semakin menjadi – jadi.

“Baiklah! Terus saja mengacuhkanku, aku tidak tahu mengapa kau seperti ini. Tapi, aku mohon jangan bertingkah kekanakan seperti ini!” Rin Hyo mengangkat wajahnya, menatap Kyuhyun dengan pandangan tajamnya.

“Kekanakan? Tch, kau semakin mengesalkan Cho Kyuhyun!” Sam Rin Hyo menggertakkan giginya kemudian berbalik menuju kamarnya. Membanting pintu kamarnya itu begitu keras setelah memasukinya.

***

“Bagaimana keadaan ayahmu? Dia sudah sehat, kan?”

Tanya Cho Kyuhyun pada Lee Jong Suk yang tengah duduk dihadapannya. Lee Jong Suk adalah dokter bedah yang bertugas untuk meng-autopsi para korban mr. x dan para tersangka yang meninggal dengan tidak wajar. Ia adalah dokter muda yang terampil dan sangat berbakat.

“Eum, tentu saja. Itu juga alasan mengapa aku kini bisa duduk berhadapan denganmu, ketua Cho!” Cho Kyuhyun tersenyum senang mendengarnya. 1 minggu yang lalu, Dokter Lee mengambil cuti karena ayahnya sedang sakit keras.

“Aku senang mendengarnya.” Ucap Cho Kyuhyun dengan tulus, membuat senyuman tipis Lee Jong Suk merekah. “Kalau begitu, kau bisa mulai bekerja kembali, Dokter Lee.”

Ne, arasseumnida.

***

“Misi kali ini tidak terlalu berat. Pelanggan kita adalah salah seorang pejabat yang ingin menyingkirkan pesaingnya. Ia ingin kita menjalankan misi ini dengan mulus dan tanpa cela.”

Jelas Kim Soohyun pada Jennifer. Mereka tengah berada di markas yang berada di daerah Nowon. Jennifer terlihat berpikir sejenak kemudian tersenyum miring.

“Berikan misi ini pada Lee Sungmin. Aku ingin tahu apa ia masih seperti itik kecil yang selalu mengikuti induknya ataukah ia sudah menjadi angsa yang begitu indah.” Ujar Jennifer masih mempertahankan senyuman miringnya. Kim Soohyun sedikit melebarkan kedua matanya.

“Tapi, apa itu bukan tindakan yang ceroboh?” salah satu alis Jennifer terangkat.

“Maksudmu?”

“Maksudku… dengan keadaan Dark Pearl yang kini diambang kehancuran. Jika kita mengirim Lee Sungmin yang jelas – jelas tidak kompeten dan malah mengacaukan misi, apa itu tidak bahaya untuk kelangsungan Dark Pearl?”

“Jika itu yang kau khawatirkan, kau tidak perlu cemas. Ayah yang menyuruhku melakukan ini. Kau tahu istilah pasien DNR di sebuah rumah sakit, Kim Soohyun?” Kim Soohyun mengernyit kemudian menggedikkan bahunya tak mengerti. “DNR adalah pasien yang sudah tak ada harapan untuk hidup dan para dokter disana hanya bisa angkat tangan seraya menunggu datangnya kematian itu.”

“Jadi maksudmu…”

“Ya, Lee Sungmin adalah pasien DNR kita.” Ucap Jennifer seraya tersenyum licik. Kim Soohyun terdiam sejenak kemudian mengangguk mengerti. “Cepat hubungi Lee Sungmin dan katakan padanya untuk melakukan misi ini dengan baik dan bersih.”

Kim Soohyun mengangguk sekali kemudian berjalan menjauh dari Jennifer. Sedangkan gadis itu tengah menatap punggung Kim Soohyun dengan nanar. Ia menggeleng tegas kemudian mendesis, “Tidak, Kim Soohyun tidak boleh mencintai Sam Rin Hyo!”

***

Tok Tok Tok

Cho Kyuhyun yang tengah sibuk dengan kertas – kertas yang berserakan diatas meja kerjanya menoleh kearah pintu sejenak kemudian kembali menatap kertas – kertas itu. “Masuk!”

Suara pintu tertutup dan derap sepatu heels seseorang itu membuatnya menghentikkan pekerjaannya. Sekadar untuk menatap siapa wanita yang memasuki ruangannya dengan langkah yang menghentak – hentak, seperti sedang kesal.

“Apa hubunganmu dengan Sam Rin Hyo?” cecar wanita itu langsung saat ia sudah berdiri didepan meja kerja Cho Kyuhyun. Pria itu menghela napasnya berat kemudian beranjak dari duduknya.

“Duduklah.” Titah Cho Kyuhyun seraya duduk disofa yang tak jauh dari meja kerjanya. Namun, Song Victoria-wanita itu malah bersendekap seraya menatap Cho Kyuhyun tajam.

“Tidak mau. Jawab dulu pertanyaanku!” Cho Kyuhyun memijit dahinya mendengar desakan mantan kekasihnya ini. Sejujurnya, ia sudah tidak menaruh perasaan apapun pada wanita ini. Namun, kini ia lebih menyayanginya sebagai seorang adik.

“Aku mencintai Sam Rin Hyo, Qian-ie!” Kedua mata Victoria terlihat berkaca – kaca. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan kesal.

“Dan kau tahu kan, jika aku selalu mencintaimu, Cho Kyuhyun?” Song Qian mulai terisak disana. Kedua kakinya yang lemas, membuatnya terjatuh diatas lantai. Sedangkan, Cho Kyuhyun mulai terenyuh menatap Qian yang terlihat menyedihkan. Ia berjalan mendekati wanita itu, kemudian merengkuh tubuh lemas wanita itu kedalam pelukan hangatnya.

“Sudahlah, kau sangat cantik dan baik. Banyak pria yang lebih mencintaimu daripada aku, Song Qian.” Ujar Cho Kyuhyun seraya menepuk – nepuk punggung Qian dengan penuh sayang.

Tok Tok Tok

CKLEK

 

            “Ketua Cho, aku—“ Ucapan Sam Rin Hyo menggantung saat menatap Cho Kyuhyun dan Song Qian tengah berusaha melepas diri masing – masing. Ada sesuatu yang begitu sakit didadanya. Namun, ia harus bersikap professional bukan?

Kedua matanya bertemu dengan kedua mata Cho Kyuhyun yang menatapnya dengan penuh rasa bersalah. Cukup lama bertatapan, Sam Rin Hyo berdehem sejenak untuk menormalkan suara yang akan keluar dari pita suaranya.

“Maaf jika aku mengganggu kalian. Namun, aku harus menyampaikan ini pada ketua Cho.” Sam Rin Hyo berjalan mendekat pada Cho Kyuhyun yang mulai beranjak dari posisinya. Menyerahkan sebuah map pada Cho Kyuhyun. “Itu adalah bukti – bukti tentang mata – mata yang berada di NIS. Terduga tersangka sudah dijelaskan didalam sana. Kalau begitu, aku keluar dulu. Permisi.” Tanpa menunggu jawaban dari Cho Kyuhyun, Sam Rin Hyo segera meninggalkan tempat itu.

Cho Kyuhyun memejamkan kedua matanya frustasi. Mengapa Sam Rin Hyo harus melihat ini? baru saja selangkah ia berjalan. Song Qian sudah terlebih dahulu mencekal lengannya.

“Kau ingin mengejarnya? Bukankah dia hanyalah wanita yang kau cintai? Dia bukan kekasihmu, kan?”Kyuhyun menghela napasnya kasar. Mengumpat dalam hati karena ia tidak bisa berbuat apa –apa. Karena pada dasarnya, hubungannya dengan Sam Rin Hyo adalah hubungan rahasia yang benar – benar harus ditutup rapat. Cho Kyuhyun berbalik, menatap Song Qian dengan senyuman tipisnya.

“Kau benar! Lebih baik sekarang kau kembali bekerja. Aku sedang sibuk.” Ucap Kyuhyun datar seraya berjalan kearah meja kerjanya. Duduk dikursi kebesarannya seraya berpura – pura memeriksa kertas – kertas itu lagi. Walaupun sebenarnya, tidak ada satu pun isi dari kertas – kertas itu yang dapat masuk kedalam otaknya.

***

Cho Kyuhyun membelah jalanan kota Seoul dengan wajah lelah dan gusarnya. Ia menginjak pedal gas itu lebih dalam lagi saat perasaan gelisah itu menghampirinya. Bayangan wajah gelap Sam Rin Hyo saat menatapnya tadi membuat ia sangat gusar. Mengapa Sam Rin Hyo harus melihat itu semua disaat hubungan mereka sedang tidak baik?

“Sial.” Umpatnya lagi. Sekarang ia dalam perjalanan menuju rumah Sam Rin Hyo untuk menyelesaikan semuanya. Semua permasalahan yang mengancam kelangsungan hubungan mereka.

Ia mengenjak pedal rem kuat – kuat disaat ia harus diberhentikan oleh lampu lalu lintas. Para penyeberang jalan pun mulai berjalan melewati zebra cross dengan tertib. Sedangkan Cho Kyuhyun, ia menatap tajam seorang pria yang memakai jaket, topi dan masker hitam. Kedua tangannya selalu ia sembunyikan didalam saku jaket tebalnya itu. Kecurigaannya pun terjawab saat salah satu tangan pria misterius itu ia keluarkan dan dengan cepat menusuk perut seorang gadis yang tengah menyeberang dari arah berlawanan. Kedua mata Kyuhyun melebar dan dengan cepat ia keluar dari mobilnya. Berlari kearah pria itu kemudian memukulnya, hingga terjadilah baku hantam disana. Samar – samar Cho Kyuhyun melihat seorang gadis yang terlihat sangat persis seperti kekasihnya. Gadis itu tengah menatapnya dari ujung jalan seraya tersenyum miring.

“Sam Rin Hyo?” bisiknya bingung. Namun, tak lama rasa tercengangnya itu terganti dengan pekikan kecil yang keluar dari bibirnya. Pria misterius itu menusuk perutnya dengan pisau yang bahkan masih memiliki bercak darah korban sebelumnya. Kemudian, pria itu segera melarikan diri dari sana. Kyuhyun kembali menatap ujung jalan itu, namun gadis itu telah menghilang.

“Akh.” Kembali rintihan itu keluar. Ia menekan luka yang bersarang diperutnya itu kemudian mengambil ponselnya untuk menelfon bantuan. Ia menatap kerumunan orang yang tengah mengelilingi gadis malang yang tengah tersungkur karena tertusuk beberapa kali itu. Dengan terseok, Kyuhyun berusaha memeriksa keadaan gadis itu.

“Tuan, anda tidak apa – apa?” pertanyaan beberapa orang yang juga menatap darah diperut Cho Kyuhyun itu mulai bersahutan.

“Aku tidak apa – apa. Aku meminta tolong pada kalian untuk mengangkat tubuh gadis ini kepinggir jalan. Dan juga tolong jangan mengerumun disini, karena dapat menyebabkan kemacetan.” Orang – orang itu mengangguk kemudian mulai mengangkat tubuh gadis itu untuk dipinggirkan. “gamsahamnida!” Cho Kyuhyun membungkuk beberapa kali kemudian berjalan terseok menuju pinggir jalan. Hampir saja ia terjatuh jika seseorang tidak menangkap tubuhnya dari samping. Dengan mata sayunya, Kyuhyun menoleh kesamping. Tersenyum kecil saat mendapati Sam Rin Hyo yang tengah memapahnya.

“Ck, bagaimana bisa seorang ketua tim sepertimu tertusuk pisau?” gerutu Sam Rin Hyo tanpa dapat menyembunyikan wajah khawatirnya. Kyuhyun terkekeh pelan kemudian memejamkan kedua matanya, karena darah yang keluar dari perutnya sudah cukup banyak.

***

Jennifer berjalan dilorong rumah sakit dengan langkah besar – besar. Napasnya sudah tersenggal, namun ia tetap berjalan cepat seperti itu. Kedua matanya tidak terlihat tajam dan dingin seperti biasanya. Kedua mata membesar dan juga berkaca – kaca. Sangat jauh dengan penggambaran gadis dingin dan tegas seperti Jennifer.

Langkahnya terhenti saat ia berdiri didepan kamar rawat yang berlabelkan VVIP disana. Ia menunduk, tak percaya jika ia sudah berada disini karena kekalutannya. Dengan degupan jantung yang kencang, ia membuka gagang pintu itu dengan gerakan sangat pelan. Membukanya sedikit sekadar untuk mengintip apa yang berada didalamnya.

Ada seorang gadis yang serupa dengannya, Sam Rin Hyo. gadis itu tengah duduk disamping ranjang pria itu. Pria yang membuatnya berjalan seperti orang gila kesini. Jennifer menatap punggung Sam Rin Hyo dengan nanar. Apa hubungan antara Rin Hyo dan pria itu? Pria yang ia tahu bernama Cho Kyuhyun. Jaksa di NIS, seseorang yang seharusnya ia hindari karena dapat membahayakannya.

Tapi sialnya, hati Seo Jung Hee selalu mengantarnya untuk mendekat pada Cho Kyuhyun.

 

Jennifer melangkah mundur, menutup pintu itu dengan gerakan yang amat sangat pelan. Kepalanya tertunduk dalam. Ia juga merasa aneh dengan dirinya sendiri. Mencintai Cho Kyuhyun? Cinta pada pandangan pertama? Demi apapun, sebelumnya ia tidak pernah sekalipun mempercayai pernyataan itu. Namun kini? Ia bahkan tidak dapat percaya pada dirinya sendiri.

***

Cho Kyuhyun membuka kedua matanya, mengernyit saat mendapati ruangan yang sangat asing dikedua matanya. Namun, segera ia sadar saat ia melihat selang infuse yang menempel dipergelangan tangannya. Ia sedang berada dirumah sakit.

Kepalanya menoleh kesamping, tersenyum kecil saat mendapati Sam Rin Hyo tengah tertidur disampingnya dengan posisi duduk. Salah satu tangannya tergerak untuk membelai pipi gadis yang sangat ia cintai itu. Sam Rin Hyo yang merasa tidurnya terganggu, mulai membuka mata. Ia menatap Cho Kyuhyun tanpa ekspresi, kemudian menarik tangan Kyuhyun agar tidak menyentuhnya. Cho Kyuhyun mengernyit bingung oleh sikap Sam Rin Hyo yang tiba – tiba aneh seperti ini.

“Kau masih marah padaku?” Sam Rin Hyo hanya menatap Cho Kyuhyun dengan tatapan yang tak terbaca. Membuat pria itu mendesah frustasi. “Yang kau lihat waktu itu, tidak seperti yang kau pikirkan.”

“Tutup mulutmu!” sergah Sam Rin Hyo tajam kemudian membuang wajahnya kearah lain. Ia ingin sekali marah pada Cho Kyuhyun, namun selalu tidak bisa. Ia tidak seperti Cho Kyuhyun yang dapat melampiaskan kemarahannya dengan seenaknya sendiri.

“Qian adalah mantan kekasihku. Dia berkata jika ia masih mencintaiku, namun aku bersumpah! Aku sudah tidak ada perasaan lagi untuknya, Hyo! ia adalah gadis naif dan mudah tersakiti hatinya, maka itu aku selalu menganggapnya seperti adikku sendiri.” Perlahan Sam Rin Hyo menatap Cho Kyuhyun yang juga tengah menatapnya. Kyuhyun meraih tangan bebas Sam Rin Hyo kemudian meremasnya, seolah mengatakan jika ia tidak ingin melepaskan genggaman ini untuk selamanya. “Apapun yang terjadi, aku akan selalu mencintaimu. Bukankah aku sudah pernah berkata seperti itu? Kumohon… kau hanya perlu percaya padaku, Hyo! aku… benar – benar mencintaimu dengan tulus.” Rin Hyo mengangguk pelan kemudian tersenyum kecil pada Cho Kyuhyun.

“Aku juga mencintaimu, Kyu. Hingga rasanya seperti gila.” Cho Kyuhyun mengulas senyuman manisnya. Hatinya begitu lega kini, seperti tidak ada beban apapun yang menggantunginya. Pria itu merubah posisinya menjadi duduk dengan bersandar pada dinding ranjang. Kemudian menatap Sam Rin Hyo dengan tatapan sendu. Tangannya mengelus pipi Rin Hyo dengan lembut, wajahnya semakin mendekat. Sam Rin Hyo hanya bisa memejamkan kedua matanya saat bibir mereka bersentuhan. Cho Kyuhyun mulai melumat bibir tipis gadis itu dan Rin Hyo hanya bisa pasrah dan membalas ciuman yang sangat lembut itu.

Tanpa mereka tahu, diambang pintu ada seorang wanita yang tengah mengawasi mereka dengan kedua mata memerah. Song Qian berbalik, tak sanggup untuk melihat suguhan yang sangat menyakiti hatinya itu. Ia berjalan dengan langkah cepat seraya mengusap wajahnya yang basah karena air mata. Ia tidak terlalu fokus dengan jalannya hingga akhirnya menabrak tubuh tegap seseorang. Qian mengangkat kepalanya, menatap Song Joong Ki yang juga tengah menatapnya dengan nanar.

Oppa!” panggil gadis itu seraya menangis sesenggukan. Song Joong Ki membawa adiknya itu kedalam pelukan hangatnya, tangannya sudah menepuk – nepuk punggung gadis itu dengan lembut.

“Sudahlah, berhenti menangis!” ucap Joong Ki lembut. Ya, mereka adalah sepasang kakak beradik. Namun, para jaksa NIS tidak mengetahui hal itu. Bukan mereka menyembunyikannya, hanya saja belum ada waktu yang tepat untuk mengatakannya.

***

Lee Sungmin tersungkur saat ia mendapat pukulan yang sangat keras dari Jennifer. Dada pria itu naik turun, karena menahan emosi dan juga karena pipinya terasa kesakitan. Sedangkan Jennifer, gadis itu malah menendang pria itu hingga Lee Sungmin kembali tersungkur untuk yang kedua kalinya.

“Kau! Kau tahu apa yang kau lakukan hari ini?!” bentak Jennifer seraya memasukkan kedua tangannya disaku jaket panjangnya. “Aku sudah mempercayaimu misi yang bahkan tidak sulit seperti ini. Tapi kau? Kau mengacaukannya, seperti biasa.”

Lee Sungmin menunduk dalam. Mengumpati Jennifer dan juga dirinya sendiri yang selalu tidak dapat melakukan misi dengan baik. “Aku mohon, beri aku kesempatan yang kedua!” Jennifer tertawa kecut mendengar permohonan Lee Sungmin yang terdengar begitu menyedihkan itu.

“Apa?! Kesempatan kedua? Kau bahkan sudah kuberi banyak kesempatan Lee Sungmin! Ayahku berkata kau sudah belajar banyak di New York, tapi apa? Kau bahkan tidak bisa menyelesaikan misi semudah ini!” Bentakan Jennifer yang semakin mengeras itu membuat Sungmin berlutut didepan gadis yang bahkan lebih muda darinya itu. Kepalanya masih menunduk dalam, ia benar – benar ingin diberi kesempatan lagi dan menunjukkan jika ia bukanlah itik yang selalu dikatakan oleh Jennifer.

“Aku akan melakukan yang terbaik. Aku mohon… maafkan aku.” Jennifer menghela napasnya kasar kemudian berjongkok, menatap Lee Sungmin dengan tajam.

Keure! Aku beri satu kesempatan lagi. Jika kau tidak bisa melakukannya dengan baik, kau tahu kan apa yang akan terjadi?” tanya Jennifer seraya menampakkan smirknya. Sedangkan Lee Sungmin sudah mengeluarkan keringat dingin dengan deras, bahkan tubuhnya pun gemetar. “Kau… akan disingkirkan.” Ujar Jennifer dingin sebelum ia berdiri dan berjalan keluar dari tempat Lee Sungmin.

Kedua tangan Sungmin mengepal. Ia menatap pintu yang sudah tertutup itu dengan tatapan membunuh.

“Aku… akan buktikan pada kalian! Kalian tidak boleh meremehkanku!”

***

Sam Rin Hyo berjalan memasuki kantor NIS dengan langkah angkuhnya. Kepalanya selalu terangkat keatas, karena begitulah penggambaran Sam Rin Hyo. Gadis yang terlihat sangat tangguh diluar namun sebenarnya hatinya begitu rapuh dan butuh pertolongan. Sangat ironis.

Ia kembali ke kantor pada tengah malam seperti ini, karena ia meninggalkan sesuatu yang penting dimejanya. Map berisi bukti – bukti yang mengarah pada 2 terduga tersangka, Song Joong Ki dan Lee Hyuk Jae. Meski ia dapat membuat pernyataan tertulis seperti itu, namun ia masih belum yakin jika kedua orang itulah yang melakukannya. Menjadi mata – mata.

“Cho Kyuhyun sedang berada dirumah sakit. Yang kudengar, besok pria itu akan keluar dari sana.” Langkah Sam Rin Hyo otomatis terhenti saat mendengar suara seorang pria dari arah pantry. Ia menatap pantry itu dengan alis mengerut, keadaan ruangan itu begitu gelap. Dengan langkah yang hampir tak terdengar, ia mendekati ruangan itu dan berusaha mendengar apa yang dapat ia dengar.

“Sepertinya keadaan seperti ini dapat dimanfaatkan Lee Sungmin. Karena, mereka tidak akan bisa melakukan penyelidikan tanpa seizin ketua tim….. Lalu, bagaimana dengan Lee Sungmin? Apa rencana selanjutnya? …. Baiklah, aku mengerti! Nanti—“

“Apa yang kau lakukan disini, Lee Jong Suk-ssi?” Lee Jong Suk segera menjauhkan ponsel yang sejak tadi menempel ditelinganya itu dengan spontan. Lampu pantry sudah dihidupkan oleh Sam Rin Hyo yang sudah tidak tahan jika hanya terdiam dan menguping disana.

Kedua mata Lee Jong Suk melebar, jantungnya juga berdegup dengan kencang. Ia menatap Sam Rin Hyo dengan penuh ketakutan. Sedangkan, wanita yang sejak tadi bercakap dengannya melalui telepon juga ikut terdiam. Tak berniat untuk menutup telefon agar ia dapat mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Apa yang kau lakukan disini, Dokter Lee?” tanya Sam Rin Hyo lagi, kini dengan sedikit menekankan kata dokter lee. Lee Jong Suk berkedip beberapa kali kemudian tersenyum tipis pada Sam Rin Hyo.

“I—itu… Jaksa Song Joong Ki bertanya tentang keadaan Ketua Cho.” Dahi Sam Rin Hyo kembali mengernyit curiga. Salah satu tangannya terangkat seolah tengah meminta sesuatu pada Lee Jong Suk.

“Bisa aku berbicara dengannya?”

nde?”

“Aku ingin berbicara dengan jaksa Song.” Ucap Rin Hyo dengan senyuman tipisnya. Lee Jong Suk meneguk ludahnya berat kemudian menatap layar ponselnya yang sudah mati. Ia dapat menghela napasnya lega karena wanita itu sudah mematikan sambungan teleponnya.

“Ia sudah mematikan sambungan teleponnya, Jaksa Sam!”

“Kalau begitu, boleh kupinjam ponselmu untuk mengiriminya pesan? Ponselku tertinggal dirumah.”

“Pe—pesan apa? Biar aku ketikkan, ponselku sedikit eror jadi biar aku saja yang mengetikkan pesan itu pada jaksa Song.” Sam Rin Hyo mendecih saat menatap keringat dingin yang sudah keluar dari pelipis Lee Jong Suk.

“Lee Jong Suk-ssi, apa mungkin kau… mata – mata Dark Pearl?” kedua mata Lee Jong Suk kembali membesar. Membuat Sam Rin Hyo tersenyum kecil melihatnya, memang lidah bisa berbohong. Namun, sorot mata dapat menjelaskan semuanya dengan jelas.

“I—itu… bagaimana bisa kau berpikir seperti itu, jaksa Sam?”

“Kau tahu jika aku tidak suka berbasa – basi, kan? jadi katakan saja! lagi pula aku juga tidak sedang menuntutmu atau pun mengintograsimu. Aku tahu, jika kau melakukan hal itu pasti ada alasan yang mendesakmu. Karena, kau sudah sangat dipercaya NIS, dokter Lee!” Kedua mata Lee Jong Suk terpejam. Ia menunduk dalam, kemudian berlutut dihadapan Sam Rin Hyo.

“Maafkan aku, jaksa Sam! Aku… aku benar – benar minta maaf.” Bibir Sam Rin Hyo sedikit terbuka, terlalu terkejut dengan kenyataan yang ia dapatkan ini. Jadi, mata – mata itu bukanlah Lee Hyuk Jae atau pun Song Joong Ki. Melainkan, dokter Lee Jong Suk.

TBC-

Advertisements

49 thoughts on “Contrast 7

  1. Apa benar kalo lee jong suk itu mata2 dark pearl ? Gak ada mata2 lain lagii ? 😁

    Seneng dehh akhirnya wp ini ngeluarin ff lagii .. 😊

    • alhamdulillaah yaaa 🙂 emang bulan ini kami lagi sibuk, pulang sekolah jam lima sore masuk jam 6 pagi -_- jadi rada males, pulang sekolah langsung tidur 🙂 maaf yaaa makasih uda setia sama kamiiii {}

  2. Aaahhh jong suk,,, dr awal part ini pantes fokus jong suk juga, yg notabenenya ga terlalu aktf d misi, dy cuma dokter,,,
    Trs apa maksdnya jennifer juga sukamkyu? Andweeee
    Victoria mulai lapar,, jgn sampe bkn pasangan hyo-kyu pisah ya

  3. ahhh jadi yg disuruh kembali ke nis sama jennifer itu si lee jongsuk tohhhhh! ah kesian bgt padahal kyuhyun udah percaya kan sama dia? kalo kyuhyun tau bakal apa dia hahah karena ffnya udah end, jd semangat bacanya hahah lanjuuuttt

  4. makin gemes trnyata yang jadi mata2 itu jong suk bkan y jongki opa wuaahh bner2 gx ketebak..ya ampun cinta segi bnyak mulai berseliweran nihh, jangam smpe dehh itu semua bisa pisahin kyu sma rin hyo..

  5. ternyata mata” nya itu lee jong suk , aigoo gg disngka” , ckckckc
    ternyata kyu nolongin orang yang jdii incaran jenifer itu ???!!
    dan bner kan jeni suka am kyu -_-
    aigoo cint mereka berdua sulit bangett banyak rintangan :/
    Ternyata ohh ternyata joong ki am victoria adek kakak , heumm

  6. Entah knp disini bnyk yg ganjel .
    Bener jg kan keganjalannya itu .
    Dipart sblmnya aku mikir ga mungkin song jong ki , tp marga nya sm victoria kan sm jd aku menebak2 hbgnnya pst ad . Dan bnr aj mereka br2 kakak adik . Dan aku ganjel sm dokter nya si lee jong suk yg tb2 dtg gtu . Aku curiga gtu sm dia . Tp aku msh ganjel , gtw makin penasaran bgt . Smga aja kyu ga slah paham aja .

  7. akhirnya hubungan kyu-rinhyo membaik juga ^^. tapi, loh, jadi jong suk itu mata-mata dark pearl? kok dia bisa tau semua rencana rinhyo dan timnya, bukannya dia dokter… (?)

  8. masalahnya semakin rumit,jennifer auka sama kyu,kakak beradik song,kyuhyun sakit,tambah tu lee jong suk muncul tiba” jadi mata” astaga kalo dijadiin film mah keren niihh

  9. Aww, lee jongsuk! Kau menusuk NIS dari belakang, huhuhu..
    Kasian sama victoria, jennifer, sama soohyun karena cinta bertepuk sebelah tangannya..
    Akhirnya masalah antara rinhyo-kyuhyun bisa selesai juga, jadi rinhyo gak ada salah paham lg..
    Baru sadar aku kalo victoria sama joongki marganya sama, hahaha..

  10. Tebakan q salah tentang qian tpi q tetep ga suka dy.
    aduh jeni suka kyu tpi ga suka tau sonhyun cinta ma hyo

  11. Aaa… Sedih deh baca part ini entah kenapa hiks..hiks.. Mata-matanya mulai terungkap nih. Kira-kira apa ya respon kyuhyun kalo dia tau. Terus jongsuk bakal ngasih tau tentang black pearl gak ya ke rinhyo. Seru banget ff ini. Teruslah berkarya…

  12. bener2 ndak bisa ditebak,
    kak hebat membuat ff ini jd keren..
    Trnya org dlamnya jong suk bukan joong ki..
    Dan yg mengejutkan lagi victoria dan joong ki kakak beradik

  13. wahh gak nyangka ternyata jong suk yg jadi mata-mata dark pearl. Bisa gawat kalo jennifer sampe suka sama kyu . Nanti rin hyo dalam bahaya kalo si jennifer kagak bisa dapetin kyu.

  14. Lee jong suk.. jadi dia mata2 nya.. tapi kok keknya masih ada mata2 lain yaa.. 😀

    jennifer suka sama kyuhyun kah.. ??
    Makin kesini makin greget.. 😀
    ijin baca next part nya lagi eonni..

  15. Hah… saya percaya matamatanya bukan song joongki ataupun hyukjarm oh! Ternyata jongsuk. Cih…
    Eh tp ngomong ngomong cinta nya kyuhyo kuat banget yaak.. biar sering marahan tapii aww aaih so swiit..
    Dan ada dua orang yang cinta sama kyu.. jennifer dan song qian. Aiiigo~
    Aku gak sabar kyuhyun dipertemukan sama jennifer, kira kira gimana reaksinya kkkk

  16. benarkah jong suk? apa cuma dia mata2nya? gak ada yg lain lg? aq dengar klo anak kembar pny ikatan batin yg kuat.hehe smpe2 masalah cwok aja bisa sama2 suka. okelah lanjuuuut………

  17. dunia brgitu sempit di ff ini. rin hyo dan jenifer bersaudara, dan sekarang ternyata song joong ki dan victoria song juga bersaudara.
    apakah jenifer mencintai kyuhyun?
    oh… tuduhanku salah ternyata, mata-mata NIS bukan joong ki tapi dokter lee.

  18. kan benr enga mungkin mereka bertiga maslahnya mereka semua kan bnr2 pengen bnget nangkep siapa musuh mereka … so pasti adh orng laen selain mereka yaitu dokter lee … ais makin rumit ajh knp juga kembaran rin hyoo suka am kyuh makin makin rame juga nich kasus …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s