Contrast 8

wpid-cntrs1

Contrast 8

Lee Jong Suk berdiri disamping Sam Rin Hyo, kedua tangannya berumpu pada beton pembatas di rooftop itu dengan sesekali menghela napas. Menenangkan diri. Sam Rin Hyo tampak meniupi kopi pahitnya kemudian meminum kopi itu dengan kaku. Ia masih terkejut.

“Aku melakukan ini karena ayahku.” Rin Hyo menaruh cup kopinya diatas beton pembatas kemudian menatap Lee Jong Suk heran. “Ayahku sedang sakit dirumah sakit selama satu minggu. Aku selalu menyempatkan diri mengunjunginya yang sedang koma karena penyakit jantung. Namun tiba – tiba ia menghilang dari rumah sakit, perawat bilang ada wali yang membawanya untuk melakukan rawat jalan dirumah. Padahal, walinya hanyalah aku, anaknya. Saat aku pulang kerumah dengan tangan hampa, seseorang menghubungiku.”

“Kau mencari ayahmu, Lee Jong Suk?” Kedua mata Lee Jong Suk melebar seketika. Napasnya memburu ia semakin merapatkan ponselnya pada telinganya. Berusaha mencari suara ayahnya yang mungkin terdengar ditelinganya.

“SIAPA KAU?!! KAU YANG MENCULIKNYA, HAH?! KATAKAN PADAKU, DIMANA AYAH?!” Suara kekehan terdengar dari seberang sana, membuat Lee Jong Suk naik pitam dibuatnya.

“Ayahmu baik – baik saja. Kau tidak usah khawatir Dokter Lee, ya! ayahmu akan baik – baik saja jika kau mendengar ucapanku.” Lee Jong Suk terdiam, air matanya sudah terjatuh dan hanya suara napas yang memburu saja yang ia dengarkan pada penelpon misterius itu. “Datang ke jembatan sungai han besok jam 10 malam.”

 

“Saat itu, aku benar – benar kalut. Didalam pikiranku hanya ada nama ayahku, bagaimana keadaan ayahku, dan bagaimana caranya aku membawanya pulang. Jadi aku menemuinya, seorang pria bermasker dan berkacamata hitam membawaku kesebuah gudang tua.”

“Kau tahu dimana itu?” Lee Jong Suk menggeleng sesal.

“Tidak, ia menutup kedua mataku dan juga menyuruhku mendengar lagu rock mengusik dari earphone. Aku sampai disana dan bertemu dengan seseorang yang memakai kaca mata hitam dengan mantel bulu panjang. Ia adalah seorang wanita, seseorang yang memimpin dark pearl. Dalang dari puluhan kasus pembunuhan, Jennifer.” Dahi Sam Rin Hyo mengernyit.

“Jennifer? Bagaimana rupanya?”

“Aku tidak tahu dengan jelas, ia selalu memakai kaca mata hitam saat bertemu denganku. Namun yang kuingat adalah, bibirnya terlihat seperti bibirmu.”

Keure. Terima kasih kau sudah mau jujur padaku, dokter Lee. Untuk sekarang, manfaatkan posisimu dengan baik. Kau mengerti maksudku, kan?” Lee Jong Suk menghela napasnya berat kemudian terlihat berpikir, ragu. Sam Rin Hyo menyentuh pundak pria itu kemudian tersenyum manis padanya. “Aku akan mengatakan ini pada Cho Kyuhyun. Hanya aku dan dia yang akan tahu, lalu untuk ayahmu. Kami akan berusaha sekuat mungkin untuk mengeluarkan ayahmu dari sana.” Lee Jong Suk membalas senyuman Sam Rin Hyo seraya mengangguk mantap. “Ah, iya! Tadi kulihat kau sedang menelpon seseorang? Aku akan melacaknya.” Mimik wajah Lee Jong Suk berubah.

“Biasanya jika ia menelponku dengan nomor ini. Ia akan menelponku dengan nomor lain esoknya, jadi dia jarang menghubungiku selain memang benar – benar mendesak.”

“Seperti tadi?” Lee Jong Suk mengangguk pelan kemudian menyodorkan ponselnya pada Sam Rin Hyo.

“Tapi tidak apa – apa jika kau ingin melacaknya.” Belum 5 detik ia menawarkan itu, ponselnya kembali berbunyi. Namun dengan nomor yang berbeda lagi. Jong Suk dan Rin Hyo bertatapan, gadis itu menggedikkan kepalanya pada ponsel Lee Jong Suk yang bunyinya sudah memekakkan telinga. Lee Jong Suk mengangguk, mengatur napasnya agar tak terlihat gugup, menggeser logo hijau yang bervisual telepon, menekan logo speaker.

Bagaimana?

Suara wanita yang terdengar tajam dan rendah itu terdengar keras dari speaker ponselnya. Lee Jong Suk menatap Rin Hyo yang masih menatapnya tanpa ekspresi.

“Aku sedang berada diatap gedung, sekarang. Jaksa Sam sudah pulang, ia hanya mengambil ponselnya yang tertinggal dikantor.”

Lalu, alasan apa yang kau berikan padanya hingga ia percaya?

            “Aku bilang jika aku sedang ditelpon Jaksa Song yang tengah menanyakan kabar Jaksa Cho. Dan dia percaya.”

Semudah itu?

            “Aku juga menambahkan jika ada beberapa sampel yang harus kuambil dari lab, jadi aku berada di kantor.”

Baiklah, mulai sekarang jika kau ceroboh atau hampir ketahuan lagi! Sekali lagi kau terpergok! Kau dan ayahmu. Kalian sama – sama akan mati. Mengerti?

            “Ya.”

Lee Jong Suk memutuskan sambungan telepon itu kemudian menghela napas berat. Ia merasa bersalah pada NIS yang telah memberikan banyak pelajaran untuknya, namun ia malah mengkhianatinya.

“Maaf, aku tidak bisa menghindari ini.” Sam Rin Hyo mengangguk mengerti.

“Jika aku berada diposisimu, mungkin aku juga akan sama denganmu. Jadi, sekarang tugasmu adalah menjadi mata – mata NIS juga untuk Dark Pearl. Kau mengerti, kan Dokter Lee?”

***

Jennifer menutup teleponnya dengan pandangan yang menerawang kedepan. Kosong. Ia memejamkan kedua matanya frustasi seraya menyeruakkan kepala kedalam lipatan tangannya diatas meja.

“Jangan berusaha menipu hatimu sendiri. Jika kau memaksa, akan berimbas buruk nantinya.” Ujar Kim Soohyun yang tengah duduk disampingnya. Ia sudah sangat mengerti apa yang kini dirasakan sahabatnya. Menyukai seseorang yang seharusnya tidak boleh ia sukai. Sama seperti dirinya.

Jennifer mengangkat kepalanya, menatap Kim Soohyun dengan kedua mata yang basah. “Ini… aku tidak pernah merasakan perasaan yang seperti ini. Aku… sangat hancur saat melihatnya ditikam oleh Lee Sungmin. Aku benar – benar…” Soohyun merengkuh tubuh Jennifer yang bergetar karena isakannya.

“Menangislah.” Singkat pria itu seraya menggosok – gosok punggung Jennifer. Ia terkejut melihat Jennifer yang menangis karena perasaannya sendiri. Dan kini ia sadar, perasaan Jennifer pada Cho Kyuhyun bukanlah suatu perasaan yang biasa.

***

TOK TOK TOK

 

            “Masuk.” Suara tegas seorang pria yang tengah memeriksa layar komputernya membuat Sam Rin Hyo akhirnya memasuki ruangan itu. Ia berdiri tegak didepan Cho Kyuhyun yang memang sudah pulih dari sakitnya.

“Aku ingin bicara denganmu. Ikut aku ke atap.” Suruhnya tanpa menggunakan nada penekanan atau pun rengekan, hanya nada datar dan dingin saja yang ia pakai. Sontak Kyuhyun menatap Rin Hyo bingung.

“Jika kau ingin membicarakan masalah kita—“

“Ini bukan tentang kita.” Potong Rin Hyo cepat. “Dan ini sangat penting.” Cho Kyuhyun terdiam, kemudian mengangguk sekali.

“Tunggu aku diatas.”

***

“Lee Jong Suk?”

Sam Rin Hyo mengangguk sekadar, menatap kesekeliling atap yang sangat sepi dan damai dengan tatapan waspada kemudian menatap Kyuhyun dingin.

“Ya, selama ini dia adalah mata – mata Dark Pearl.”

“Sialan! Ternyata selama ini—“

“Dia melakukan itu untuk ayahnya, Kyu. Bukankah aku sudah mengatakan alasannya padamu?” Kyuhyun menatap Rin Hyo tak terima.

“Tapi dalam NIS, kita dilarang keras mencampuri urusan pribadi. Itu bukan alasan, Hyo! Itu namanya egois!” Sam Rin Hyo memejamkan kedua matanya frustasi. Cho Kyuhyun selalu sensitif jika ada yang melanggar peraturan NIS, walau pada kenyataannya ia juga melanggar peraturan tentang tidak boleh mengencani rekan kerja.

“Sudahlah, kau juga jangan termakan emosi! Berpikirlah dengan kepala dingin, dengan begini Lee Jong Suk dapat menjadi mata – mata kita.”

“Itu terlalu berbahaya.”

“Tapi tidak ada jalan lain selain itu, kau tahu sendiri kan bagaimana sulitnya menangkap Dark Pearl?” Cho Kyuhyun hanya bisa membuang napas kasarnya lalu mengalihkan pandangan pada keramaian kota yang dapat ia lihat dari atas sini dengan jelas. “Hanya kau dan aku yang tahu. Walaupun kita sudah tahu siapa mata – matanya, namun kita tetap harus waspada.”

“Ya, tentu saja.” Sam Rin Hyo mengangguk dua kali.

“Kalau begitu aku kembali dulu, permisi.”Baru saja ia melangkahkan langkah keduanya, tiba – tiba ada yang mencekal lengannya. Gadis itu menghela napas lelahnya, menatap tangan Kyuhyun yang mencengkeram lengannya erat lalu menoleh kebelakang. “Wae?

“Urusan kita belum selesai.”

“Kurasa kau masih terlalu sibuk untuk membicarakan hal ini.” Tukas Rin Hyo tajam, lalu menarik lengannya kuat. “Dan aku juga sedang sibuk, kepala Cho.”

“Kau tidak ingin menanyakan apapun padaku?” langkah Rin Hyo berhenti lagi. Ia berdehem samar sebelum menjawab, “Tidak.”

“Nanti malam, orang tuaku datang kerumah. Ia ingin bertemu denganmu.”

“Lalu?”

“Aku akan menjemputmu, mau tidak mau, siap tidak siap, aku akan membawamu.”

***

Sam Rin Hyo.

Aku memasuki klab yang masih tidak terlalu ramai ini dengan kepala yang menoleh kesana kemari. Duduk ditempat biasa dengan kedua mata yang tak henti – hentinya menatap kesekeliling. Aku harus menemukan Kim Soohyun, dan sialnya aku tidak tahu nomor teleponnya apalagi alamat rumahnya.

Persetan dengan pertemuan dengan orang tua Cho Kyuhyun. Tch, apa ia pikir aku wanita yang akan selalu tunduk padanya? Tidak. Aku bukan wanita yang mudah dipermainkan, apalagi oleh Cho Kyuhyun. Bisa – bisanya tadi ia bersikap arogan dan sok keren dengan mengancamku, huh?! Cho Kyuhyun sialan!

“Kau datang lagi, nona Sam!” teguran ringan dari seorang pria yang suaranya sangat familiar ditelinga ini membuatku menoleh kebelakang. Melemparkan senyuman kecil lalu kembali memasang wajah serius.

Auhtor.

 

“Apa kau tahu dimana Kim Soohyun, Henry-ssi?” bartender tampan itu terlihat menegakkan badannya seraya menatap kesekeliling. Kedua matanya menajam saat melihat seorang pria yang terlihat seperti Kim Soohyun tengah berbincang dengan seorang wanita dilantai dua.

“Tuan Kim… itu dia! Dilantai dua. Kau naik saja langsung kesana, tuan Kim sepertinya sedang—“

“Oke! Terima kasih, Henry-ssi!” tanpa mendengar kelanjutan kalimat Henry, Rin Hyo segera melenggang pergi menuju Kim Soohyun. Ia ingin melarikan diri dari Cho Kyuhyun dengan pria itu.

Henry terlihat kecewa, ia menghembuskan napas beratnya lalu melanjutkan kalimatnya meski ia tahu Sam Rin Hyo pasti tidak dapat mendengarnya. “Tuan Kim sedang bersama nona Jennifer.”

Sam Rin Hyo berjalan menaiki anak – anak tangga ditengah remangnya tempat itu dengan perlahan. Setelah sampai diatas, ia menegakkan badan. Mencoba mencari Kim Soohyun diantara kerumunan orang yang berlalu lalang dengan jeli. Senyumnya terulas saat ia melihat Soohyun tengah duduk dihadapan seorang gadis yang membelakanginya. Sepertinya pria itu tengah berbicara serius dengan gadis berambut panjang itu.

Sam Rin Hyo melangkahkan kedua kakinya mendekat, namun tiba – tiba ia berhenti dan berbalik. Keinginannya untuk bertemu Kim Soohyun menguap begitu saja. Entahlah, seperti ada sesuatu yang menahannya untuk bertemu Kim Soohyun sekarang. Namun, ia benar – benar harus berbicara dengan pria itu kali ini.

Setelah memantapkan hati, ia kembali berbalik. Berjalan menghampiri Kim Soohyun dan memanggil nama pria itu. “Kim Soohyun!!” Soohyun tersentak mendengar suara Sam Rin Hyo, ia menengadah dan menemukan Sam Rin Hyo tengah tersenyum manis padanya. Ia hanya diam, tubuhnya kaku. Ia mengalihkan pandangan pada Jennifer yang tengah menatapnya datar.

Sam Rin Hyo menatap gadis yang sejak tadi berhadapan dengan Kim Soohyun. Seketika kedua matanya melebar. “Jung Hee-ah?” Jennifer mengangkat sebelah tangannya, tersenyum dingin pada Sam Rin Hyo.

“Hai! Sam Rin Hyo! Senang kau datang diwaktu yang tepat.” Ujar Jennifer dengan senyuman mengerikannya. Sam Rin Hyo menatap Kim Soohyun bingung, namun pria itu seolah menolak tatapan Rin Hyo dan memilih untuk membuang muka. Tangan Jennifer yang sejak tadi terangkat melambai dua kali, seolah memberi kode.

Dan tepat disaat itu, dua pria menahan tangan Sam Rin Hyo. Jennifer tersenyum miring, mendekati Sam Rin Hyo. “Apa maksud dari semua ini, Jung Hee-ah?! Soohyun-ah?!” tanya Rin Hyo bingung seraya menatap kedua orang itu bergantian. Jennifer mengelus pipi Rin Hyo lalu mengeluarkan jarum suntiknya. Ia menancapkan jarum itu pada lengan Rin Hyo,memberi gadis itu obat bius.

Sebelum benar – benar tidak sadarkan diri, Sam Rin Hyo sempat mendengar ucapan Jennifer. “Namaku Jennifer, bukan Seo Jung Hee!” dan akhirnya gadis itu roboh.

“Bawa dia keruangan 01.” Suruh Jennifer pada dua orang pria kekar itu. Ia menatap satu orang lagi yang berada dibelakangnya, menyerahkan jarum suntik itu. “Bakar dan timbun.” Pria itu mengangguk lalu segera menjalankan tugasnya.

Jennifer menghela napas bergfatnya. Ia menoleh kebelakang, menatap Kim Soohyun yang tengah menatapnya dengan kedua mata penuh amarah. “Mengapa menatapku seperti itu?”

“Aku tidak percaya, kau benar – benar melakukannya.” Kedua tangan Jennifer mengepal kuat. Ia menatap Soohyun murka.

“Kau! Jangan berlagak suci! Perbuatanmu lebih kejam daripada yang kulakaukan, Kim Soohyun!!” bentak Jennifer pada pria itu. Kedua mata Kim Soohyun terpejam frustasi, Jennifer  tidak pernah mengungkit masalah ini lagi.  Dan sialnya, saat seseorang mengungkit masa lalunya. Reaksi Kim Soohyun masih sama. Terbayang – bayang dengan perasaan takut dan bersalah.

“Dan aku berharap kau bisa belajar dariku, Jen!! Aku menyesal. Sangat!”

***

Cho Kyuhyun menghembuskan napasnya dengan kasar. Berkali – kali ia menelfon Sam Rin Hyo, dan berkali – kali pula ia hanya mendengar suara operator disana. “Apa mungkin dia bersama pria itu?” gumamnya seraya mengecek ponselnya, lalu mengumpat kesal saat mengingat jika ia tidak punya nomor ponsel pria yang seingatnya bernama Kim Soohyun.

Kyuhyun menyaku ponselnya lagi lalu terdiam cukup lama. Kedua matanya terpejam, sungguh ia merasa ada sesuatu yang salah disini. Namun, ia tak tahu apa.

Kini ia berada didalam apartemen Sam Rin Hyo, tepatnya diruang tengah. Duduk seorang diri disofa merah ini dengan perasaan kalut. Ia sudah menelisik seisi rumah ini tanpa tertinggal sedikit pun, namun Sam Rin Hyo tak ada.

Cho Kyuhyun.

Aku memasuki klab yang biasa Sam Rin Hyo kunjungi, sekaligus mungkin tempat gadis itu bertemu dengan Kim Soohyun. Aku sangat hapal dengan alamatnya, karena saat itu aku pernah menjemput Rin Hyo yang tengah memukuli seorang pria hidung belang hingga hampir mati.

Kepalaku tertoleh kesana kemari, tempat ini sangat ramai. Dan hal itu tak akan membuatku jerah untuk mencari gadis itu. entahlah, tapi aku merasa ada sesuatu yang terjadi.

Beberapa wanita berpakaian minim mendekat padaku, membuatku semakin kesal saja! Ck! Aku sedikit mendorong mereka menjauh dan akhirnya kedua mataku dapat menatap seorang pria yang terlihat familiar wajahnya. Ah, pria itu! ia adalah bartender yang menelfonku saat itu.

Chogiyo!” pria itu menatapku kemudian melemparkan senyumannya.

Tequilla sunrise? Wine ?” aku menggeleng pelan seraya menatapnya datar.

“Apa kau melihat seorang wanita rambutnya panjang lurus, wajahnya terlihat dingin dan mempunyai kedua mata lebar yang tajam. Ah! Dan juga jika kau ingat, kau pernah menelfonku saat ia bertengkar dengan seorang ahjussi.”

“Ah! Maksudmu, nona Sam yang cantik itu?” aku berdehem sebentar. Apa Sam Rin Hyo sangat populer disini? Sial! Membayangkan gadis itu ditatapi banyak pria membuatku ingin memukul seseorang saja!

“Ya.”

“Dia mungkin berada dilantai dua. Sudah sekitar 4 jam ia disana.”

“Lantai 2?” pria berpipi tembam itu mengangguk ringan walau terihat dari sorot matanya jika ia sedang bingung. “Untuk apa ia kesana?” gumamku.

“Terakhir ia mencari Tuan Kim dan bertanya padaku. Jadi, aku menyuruhnya kelantai dua.” Seru pria itu cepat. Tuan Kim? Kim Soohyun?

“Oh! Oke! Terima kasih.” Tukasku lalu segera berjalan menaiki anak – anak tangga, dan mencari Sam Rin Hyo yang tak kutemukan juga. Ck, gadis itu memang tergolong nekat! Tapi, jika ia tidak sedang disini. Lalu dimana?

Sekali lagi aku menelisik klab itu, mulai dari meja bar, lantai dansa, tempat DJ, hingga aku memeriksa data pelanggan yang memesan tempat VIP pada seorang resepsionist. Namun semua itu, tiada hasil. Sama sekali.

Meski otakku mengatakan jika Sam Rin Hyo mungkin saja sedang menghindar dariku karena ancamanku tadi. Namun, hati kecilku berfikiran lain dan sebenarnya sedikit tidak nyambung. Entahlah, yang pasti aku sangat mengkhawatirkan keadaannya sekarang. Seolah ada sesuatu yang tidak benar.

Aku keluar dari klab tanpa membuahkan hasil sama sekali. Bahkan pria bernama Soohyun itu tidak ada. Apa mungkin mereka sedang keluar bersama.

Drrt Drrt

 

            Yeoboseyo?

Eomma dan appa sudah sampai di bandara, kau dimana nak?

            “Oh, benarkah? Baiklah, aku akan segera kesana.”

Kau tidak lupa dengan janjimu pada eomma kan? Eomma sangat menanti calon menantuku yang cantik.

Cho Kyuhyun memejamkan kedua matanya frustasi, ia menghela napas berat lalu kembali membuka mata. “Eomma, sepertinya aku ti—“

Eomma tutup dulu, ya! Jangan lupa, putraku!

Kembali desahan napas berat ini keluar. Entah apa yang harus aku katakan pada orang tuaku nanti. Namun, yang pasti… tidak mungkin membawa Sam Rin Hyo sekarang.

To : Sam Rin Hyo.

            Entah ini sudah pesan yang keberapa kalinya, jika kau tidak ingin datang seharusnya kau langsung bilang padaku tidak dengan cara menghilang seperti ini!

            Aku mohon, dimana pun kau sekarang jika mungkin saja kau berubah pikiran. Datanglah ke bandara Incheon, kami akan menunggumu hingga jam 11 malam.

 

Ps: Aku sangat mencintaimu, dan kau harus tahu itu!

 

***

Auhtor.

Gadis yang kedua tangannya terikat dan meringkuk diatas lantai berdebu dan dingin itu perlahan membuka kedua matanya. Ia mengernyit, mencoba menyesuaikan diri dengan lampu spotlight yang menyorot padanya. Samar – samar ia bisa melihat siapa yang tengah duduk didepannya, dengan kaki bersilang yang sarat akan jiwa penguasa.

“Kau…” desisnya tajam, ia melihat saudari kembarnya itu dengan pandangan nanar namun begitu tajam. Sedangkan Jennifer hanya tersenyum remeh menatapnya, meski kedua matanya masih terselip keraguan disana. “Dan kau…” desisannya semakin tajam saat menatap Kim Soohyun tengah berdiri disamping Jennifer. Menatapnya tanpa ekspresi, lalu membuang muka kesamping.

“Terkejut, Jaksa Sam?” Rin Hyo menatap Jennifer dengan tatapan tak terbaca.

“Jung Hee-ah… apa maksud dari semua ini? aku tidak mengerti.”

“Kau sedang disekap, apa kau tidak mengerti juga?” Mulut Sam Rin Hyo terbuka sedikit, tak bisa berucap apapun. “Dan juga, namaku Jennifer. Bukan Seo Jung Hee! Jadi jangan sekali pun memanggilku dengan nama sialan itu!”

“Jennifer?” gumam Rin Hyo pada diri sendiri.

Ia adalah seorang wanita, seseorang yang memimpin dark pearl. Dalang dari puluhan kasus pembunuhan, Jennifer.

Ucapan Lee Jong Suk saat itu tiba – tiba terngiang ditelinganya. Kepalanya terangkat begitu saja, menatap Jennifer dengan tatapan tak percaya.

Jennifer? Tidak! Tidak mungkin Jung Heeku yang polos dan berhati putih itu adalah pemimpin Dark Pearl! Tidak! Tidak! Ini hanya mimpi! Sam Rin Hyo! Aku mohon kau harus bangun sekarang juga!!!

 

Teriakan Sam Rin Hyo yang terus diteriakan gadis itu dalam hati akhirnya berhenti saat mendengar suara tajam Jennifer lagi. “Aku adalah pemimpin Dark Pearl yang mati – matian kau selidiki! Jadi, kau mengerti kan maksudku menyekapmu disini?” Rin Hyo menatap Jennifer tidak suka kemudian melempar pandangannya kearah lain. Namun sialnya objek yang ia lihat adalah wajah datar Kim Soohyun. Pria yang awalnya ia kira sebagai keberuntungannya.

“Apa ayah yang mendidikmu menjadi gadis brengsek seperti ini?” Sam Rin Hyo menatap wajah Jennifer yang mengeras, seperti menahan emosi. “Jika ya, aku akan bersumpah untuk membunuhnya nanti.” Jennifer menatap Sam Rin Hyo yang tengah menatapnya datar dengan kedua mata menantang.

“Kau! Jangan ikut campur! Jika kau memang tidak ingin aku terjerumus dalam hal ini, mengapa tidak menjemputku dari dulu, huh?! Jika kau… ah! Maksudku kalian-kau dan ibu berniat untuk mencariku kalian pasti dapat menemukanku. Atau setidaknya memperjuangkanku dimeja hijau. Tapi apa, huh?! Omong kosong!” Napas Jennifer menggebu – gebu saat mengucapkan itu semua. Sedangkan, Sam Rin Hyo hanya bisa terdiam mendengar semua keluhan saudari kembar yang sangat ia sayangi seperti adik. Semua yang keluar dari bibir Jennifer memang benar adanya, dan bodoh! Sam Rin Hyo baru mengetahuinya. “Masukan dia ke tempat biasanya.” Perintah Jennifer lalu beranjak dari sana. Sam Rin Hyo hanya bisa pasrah saat dua pria bertubuh kekar tengah menariknya menuju ruangan yang dimaksud Jennifer, tanpa perlawanan sama sekali.

***

Dan ternyata inilah yang dimaksud tempat  biasanya oleh Jennifer. Setelah terombang – ambing dibawa oleh dua pria kekar ini mengelilingi pabrik tua yang sudah usang dan tak berguna ini, akhirnya mereka sampai pada sebuah ruangan sempit yang hanya berisi sebuah rantai panjang yang ujungnya terdapat sebuah borgol. Ah, juga satu ruangan tambahan, yaitu kamar mandi.

Rin Hyo menatap kesekeliling dengan pandangan dingin yang tak terbaca. Lantai berwarna abu – abu itu terlihat sangat berdebu dan juga dihiasi dengan bercak – bercak merah meski tak terlalu banyak. Ia sudah bisa membayangkan hal – hal mengerikan apa saja yang sudah terjadi disini.

Salah satu pria bertubuh paling besar itu mendorongnya, memakaikan borgol itu pada tangannya. Tidak semua, karena satu sisi borgol lainnya disambungkan pada rantai besi kuat itu. “Kamar mandinya disana, dan rantai ini panjangnya sudah terukur dengan pas. Jadi, kau tidak usah merepotkan penjaga jika sedang ingin memakai kamar mandi.” Rin Hyo menarik – narik tangannya yang terborgol lalu tertawa kecut.

Mereka menyiapkan semua ini dengan cermat

 

“Ah, dan juga! Ada kamera CCTV yang terpasang disini, jadi kau jangan macam – macam. Bahkan dikamar mandi juga ada.” Seketika Rin Hyo menatap pria itu dengan kedua mata melebar.

“Aku ingin melihat kamar mandi.” Tukasnya, lalu berjalan menuju kamar mandi yang hanya dilengkapi dengan satu kloset duduk dan juga satu shower. Tapi bukan itu yang Rin Hyo ingin lihat, melainkan letak kamera CCTV itu. berada di pojok, dekat dengan kloset. “Apa anggota Dark Pearl membuat bisnis video porno?” tanya Sam Rin Hyo dengan wajah serius. Kedua pria itu berjengit bingung.

“Tentu tidak, untuk apa kami melakukan hal murahan seperti itu!”

“Kalau begitu matikan kamera CCTV-nya.” Suruh Sam Rin Hyo dengan nada tajamnya, membuat kedua pria itu meneguk ludahnya berat. Disamping karena wajah dingin Sam Rin Hyo yang mengerikan, mereka juga seperti melihat Boss mereka yang tengah mengamuk.

“Aish, baiklah! Akan kami matikan.” Alis Rin Hyo terangkat satu, menatap pria itu dengan pandangan tak terima. “Kami akan mematikannya, untuk apa menatapku seperti itu?!”

“Matikan dengan cara kalian. Cara Dark Pearl.” Lagi – lagi mereka dibuat berjengit dengan ucapan ambigu Sam Rin Hyo. Gadis itu menghela napas kasar lalu menyodorkan tangan kirinya yang terborgol. “Lepaskan aku, aku berjanji tidak akan kabur! Aku hanya ingin memberi tahu kalian bagaimana cara mematikan kamera CCTV seperti gaya Dark Pearl.” Dua pria berbadan besar itu saling bertatapan lalu menatap Sam Rin Hyo curiga. “Oh, ayolah! Aku bukan gadis bodoh yang akan mencoba kabur sendirian tanpa senjata apapun. Dan apa kalian lupa jika diluar banyak penjaga yang pastinya bisa membekapku dengan mudah?” Akhirnya salah satu pria itu membuka borgol Rin Hyo.

Sam Rin Hyo menatapi dua orang itu datar seraya melemaskan tangan kirinya yang terasa kaku. Pandangannya ia alihkan pada kamera CCTV yang seolah menatapinya dengan tajam itu dengan pandangan datar. Ia berdiri diatas kloset lalu memukul – mukul bagian atas kamera CCTV itu hingga terjatuh dan pecah diatas lantai. Dua orang pria itu melotot melihat kelakuan tak terduga Sam Rin Hyo. Namun ia tak hanya berhenti sampai disitu, ia juga menginjak – injak kamera CCTV itu hingga benar – benar remuk tak berbentuk.

Tanpa merasa bersalah sama sekali, ia menyodorkan lagi tangan kirinya. “Kau benar – benar ingin aku kabur, ya?” tanya Sam Rin Hyo saat kedua pria itu hanya menatapnya dengan kedua mata melebar. Akhirnya salah satu pria itu bergegas memborgol tangan Rin Hyo. Sedangkan satu pria lainnya melototi Sam Rin Hyo tanpa ampun.

“Kau pikir apa yang kau lakukan, ha?!” bentak pria itu hingga membuat wajah Rin Hyo sedikit mundur kebelakang.

“Tch, kau terlalu berlebihan ahjussi! Aku hanya mematikan kamera itu dengan cara Dark Pearl. Bukankah begitu cara kalian mematikan target? Membuatnya tersiksa terlebih dahulu, hingga akhirnya ia benar – benar mati.”

“Aish, gadis ini benar – benar!” umpat pria itu lalu segera keluar, diikuti dengan pria yang sepertinya masih anak baru itu. Sam Rin Hyo mendecih lalu menatap kepergian kedua pria itu, hingga pintu itu tertutup rapat. Ia bisa mendengar suara berisik pintu terkunci dari sini, karena ruangan ini begitu hening dan sepertinya kedap suara.

Sam Rin Hyo merogoh sakunya, mengeluarkan satu- satunya benda yang tersisa disaku dalam blazer-nya. Karena tas-nya sudah hilang entah kemana. Mungkin mereka sedikit melupakan bagaimana cara menggeledah yang benar. Dan ia yakin, jika beberapa saat setelah ini mereka menyadari kelupaannya.

Ia mendesah keras saat menatapi pesan – pesan dari Cho Kyuhyun dan juga beberapa missed call dari Cho Kyuhyun. Sedikit menyesali perbuatannya yang ceroboh. Ya, ia memang gadis yang suka tantangan dan ceroboh. Ia selalu meremehkan segala hal yang seharusnya tak pantas untuk diremehkan.

To : Cho Kyuhyun

            Aku tidak bisa datang ke bandara.

            Dan tolong jangan percaya pada siapapun. Meski itu aku! Simpan rahasia Lee Jong Suk dan rahasia – rahasia kita yang lain hanya untukmu saja!

            Ingat! Jangan percaya padaku!

 

Ps: Ada sesuatu yang terjadi. Dan aku juga sangat mencintaimu.

 

Setelah menatap notifikasi sent di ponselnya ia segera membanting benda persegi panjang itu keras. Tanpa ragu, ia menginjak – injak ponselnya hingga keadaan benda itu sama halnya dengan keadaan kamera CCTV yang remuk dipojok kamar mandi ini.

TBC-

Halllooo!!!! Ini yang part. 8 yaaJ mungkin untuk selanjutnya bakalan semi-full with action scene. Dan juga, dipart selanjutnya bakal diungkap mengapa Kim Soohyun bisa masuk Dark Pearl.

Stay tune and please, dont make us upset with your reaction. Karena, viewers sama komentar ff – ff kami beda jaaaaauuuuhhhhh. Kami nulis memang niatnya buat ngehibur kalian 🙂 tapi, kami juga capek kalau reaction yang kita dapet cuman gitu – gitu aja. Dan dan dan kami bisa aja nggak ngelanjutin nulis FF kalau kejadian ini keulang – ulang lagi 🙂 So, intinya we are glad to get your appreciate and critics, guys!

 

Sampe sini saja yes 🙂

Sam.

Advertisements

54 thoughts on “Contrast 8

  1. weits ini udha mulai terkuak semuanya. ah kyuhyun gimana ituuuuu kalo tau ada apa apa sama rinhyo bakal gimana stressnya hababaha next part full action? justru itu yg favoritee kkkk lanjutttt

  2. Wooww… Daebak ceritanya.. Menguras emosi..haahaa
    Keras kepala bgt tu rin hyo nya, kan udah dbilangin jgn kmna2 malah pergi.
    Gag nyangka kembarannya sejahat itu, kirain mskipun jahat tp ttp baik sm kmbarannya,,
    Thor, semangat yakk nulisnya
    Fighting fighting

  3. Ishh menengangkan sekali .
    Bener2 ga pnya perasaan ya si jennifer ‘-‘
    Degdegan nih bcnya , next part ad actionnya? Aku lg cr2 ff action kebetulan hehehe
    Smgaaa smua baik2 saka , dan makin penasaran knp soo hyun bs masuk ke dark pearl .
    Untuk siders , jgn jd siders dong . Ga merasa bersalah apa? Ud bc tp main kbr aja .
    Uda ky pencopet wkwk
    Ud dpt apa yg diinginkan eh kabur deh haha

  4. ya ampun, jeniffer benar-benar tega ngelakuin itu sama saudaranya sendiri. bukan salah rinhyo kan kalo appa mereka ngebawa jeniffer sampe akhirnya dia jadi seperi yg sekarang. tapi masa iya dia setega itu…
    apa jeniffer berniat nyamar jadi rinhyo? apa dia berniat jadi rinhyo biar bisa terus sama kyuhyun?
    hufft, penasaran >.<

  5. astaga jangan tambah rumit gini aku pusiiing,jangan bilang jennifer nyamar jadi rin hyo?? arrgh ya ammpub ngga bisa ngebayanginn kenapa rin hyo ngga minta tolong sama kyu,malah sms nya gituuuu ih gregeeeett

  6. Waduh tambah panas gini keadaannya 😦
    Duh ya ampun Soo Hyun emangnya kenapa coba dulunya 😦
    Kisah mereka rada rumit baru sadar, gimana caranya Jennifer suka sama Kyuhyun masih belum kepikiran._.

  7. Uhh, jennifer kok jahat bgt sih ama sodara kembarnya sendiri?!
    Gemes jadinya!
    Itu soohyun diem aja lg si rinhyo-nya digituin?!
    Cinta beneran gak sih?
    Aduh, maaf ya, jadi rada emosian gini, hehehe.. :v
    keep writing..

  8. Ya Tuhan..jenifer kejam bgt ya…gk nyangka didikan appanya hyo ke jennifer sperti itu..jenifer seperti gadis yg tanpa memberi ampun..
    Wooaa..critanya juga makin keren dan banyak adegan action nya..

  9. Kok jennifer jahat sih. Aih, klimaksnya udah mulai part ini. Kyuhyun ayo tolongin rinhyo biar bisa nikah. Kira-kira jennifer mau ngapain rinhyo ya, penasaran banget

  10. aku berharap kyuhyun mengerti pesan yg dikirimkan rin hyo,
    dr pesan yg dikirim rin hyo, aku berfikir kalo jenifer akan menyamar jadi rin hyo

  11. aku berharap kyuhyun mengerti pesan yg dikirimkan rin hyo,
    dr pesan yg dikirim rin hyo, aku berfikir kalo jenifer akan menyamar jadi rin hyo..
    Klimaksnya makin keren dan bikin penasaran

  12. Kasian Kyuhyun…. kadang Hyo suka gitu deh! Semacam ngasih harapan ke Kyu. Dia nyari soohyun buat apa sih? Aiih gregetan trs maksud dari pesan nya ‘jangan percaya paaku tuh apa yak?’ Gak ngertiii…

  13. aq agak ksel sma rinhyo,soalnya kadang sifatnya baik ntar gak lama nyebelin. kan kasihan kyuhyunnya. udah mulai tegang situasinya. tapi kenapa handphonenya jg dirusak. kan ntar gak bisa dilacak.

  14. bnr2 bagaikan pinang dibelah dua … mereka tuh bnr2 sama enga adh bedanya …aph lagi cararin hyo menghancurkan cctv kejam tanpa perasaan aph lagi hp dya haduh kayanya rin hyo mau mengungkapkan kasusnya dengan sendri tanpa campur tangan kyuh sekali pun .. semoga ajh dengan terbongkarnya kasus ini enga adh yg tersakiti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s