Love Oh Love 5

Love Oh Love ! 5

A/N : Happy read! 🙂

Rin Hyo keluar dari pagar rumahnya dan sempat terkejut saat menatap 2 mobil yang terparkir didepan pagar rumahnya. Seolah dejavu, hal ini terulang kembali, Lee Donghae dan Cho Kyuhyun menjemputnya. Ia menghela napasnya, menahan gejolak perih dihatinya saat berhadapan dengan Donghae. Ia menghampiri Kyuhyun dan tersenyum pada lelaki itu. “Kau menunggu lama?” Tanyanya dengan suara yang hampir habis. Dengan sekali sentakan Donghae menarik lengannya hingga ia sedikit terhuyung. Rin Hyo tak menatap Donghae dan memilih menghindari tatapan Donghae. “Tolong lepaskan aku! Aku harus berangkat!” Ujarnya dingin.

“Berangkat bersamaku!” Rin Hyo menggeleng.

“Aku harus segera pergi!” Ucapnya lagi kemudian segera memasuki mobil Kyuhyun yang disusul oleh Kyuhyun. Donghae menatap kepergian mobil Kyuhyun dengan perasaan yang sangat kacau. Sakit, sesak dan perih.

****

Kyuhyun menatap Rin Hyo khawatir. “Hyo?” Rin Hyo bergumam seraya menatap Kyuhyun dengan senyuman terpaksa. “Gwenchana?” Rin Hyo kembali tersenyum.

“Kau selalu bertanya hal itu! Kali ini aku baik-baik saja…” Rin Hyo menghela napasnya pelan. “Hanya dalam masa pemulihan.” Rin Hyo tersenyum manis. Kyuhyun menatap Rin Hyo tak berekspresi. “Kyu!”

“Ne?”

“Sepulang sekolah nanti aku akan naik bus, aku ingin menenangkan diri.” Kyuhyun mengangguk. Sebeginikah ketulusan cinta gadis ini pada kakaknya? Kenapa tidak ia saja? Jika dia mencintai kyuhyun, pasti ia tak akan seperti ini bukan? Itulah yang Kyuhyun pikirkan.

****

Rin Hyo melangkah perlahan keluar dari gerbang sekolah. Ia berbelok kekiri dan melewati halte bus, ia ingin berjalan kaki saat ini. Sesekali ia menghela napasnya dan menyaduk kerikil-kerikil kecil yang mengganggu kakinya. Ia sedikit terhuyung saat seseorang memutar bahunya kebelakang. Rin Hyo memincingkan matanya. Gadis-gadis yang dilihatnya beberapa waktu yang lalu kembali mengusik ketenangannya. Namun bedanya, jumlahnya lebih besar dari waktu itu. “Kalian mau apa?” Tanya Rin Hyo acuh, walau sebenarnya ia sedikit takut. Mengingat bisa saja gadis-gadis ini bertindak brutal padanya.

“Kau ini memang tidak tahu malu, ya?! Donghae oppa sudah mengalah, tapi kenapa kau malah bermain api dibelakangnya!!!”

“Mengalah?” Lirih Rin Hyo hampir tak terdengar. “Kurasa itu bukan urusan kalian!” Tegasnya lagi kemudian beranjak pergi. Ia tertarik kebelakang seraya memekik kesakitan saat tangan seorang gadis menarik kuat rambutnya.

“Kau itu memang gadis tak guna! Hanya bisa membuat Donghae oppa kami menderita!” Umpat mereka dengan bergantian dan bersahutan. Namun hanya kalimat itu yang terdengar mendominasi, karena selebihnya ia serasa tuli.

“Lepaskan!!!” Ucap Rin Hyo seraya melayangkan kedua tangannya mencoba membalas perlakuan gadis itu. Rin Hyo terdorong kedepan cukup jauh, rambutnya sudah tak rapi lagi. Lebih terlihat seperti orang gila. Baju seragamnya lusuh. Namun ia tak menangis, walau sebenarnya hati itu telah menangis. Ia memeriksa lututnya yang lecet kemudian mencoba berdiri walau sangat sulit karna lututnya yang terasa sangat perih. Belum ia sempat berdiri gadis itu kembali menarik rambutnya membuat Rin Hyo kembali berlutut disana dengan kepala yang mendongak. Ia lemas, kekuatannya sudah tak bisa melawan mereka.

“Kuperingatkan kepadamu! Kau! Jauhilah Donghae oppa dan Kyuhyun oppa kami. Kau itu hanya pembawa sial bagi mereka ! Kau mengerti ?!” Rin Hyo membalas gadis itu dengan tatapan tajam.

“Kau bukan siapa-siapaku, akkh!” Rin Hyo memekik kuat saat gadis itu kembali menarik rambutnya, ia tidak bisa melawan. Ia masih bisa berpikir rasional sekarang, melawan pun tak ada gunanya. Ia pasti kalah telak. Ia hanya dapat berdoa pada tuhan agar seseorang dapat menolongnya saat ini.

“Kau ini masih saja melawan ya?!” Gadis itu mendorong kepala Rin Hyo hingga terbentur kedinding walau tidak terluka, tapi itu berhasil membuat kepala Rin Hyo sangat pening. “Sudahlah, tinggalkan saja dia !” Lanjut gadis yang lain kemudian pergi bersama gerombolannya. Sam Rin Hyo terduduk lemas ia menyentuh bagian kepala yang tadi terbentur, terasa linu. Luka lecet dilututnya juga makin melebar. Pas sekali dengan tempat ia duduk menekuk lutut saat ini, sebuah lorong sepi. Ia merasa akan lebih tenang jika disini. Ia merogoh saku rompi seragamnya mengambil ponsel yang sejak tadi sebenarnya sudah bergetar.

Deretan panggilan tak terjawab dari Lee Donghae dan Cho Kyuhyun, memenuhi log teleponnya. Dengan tangan yang gemetar ia menggeser kekanan nama kontak disana.

“Kyu, bisakah kau menjemputku?”

****

Kyuhyun menyetir dengan pikiran kalut. Rin Hyo baru saja menelponnya dengan suara bergetar, seperti menahan tangis. Berkali-kali tadi ia menelpon dan tak kunjung dijawab membuatnya frustasi. Ia sangat digantungi perasaan tidak enak. Seolah hal buruk terjadi pada gadis itu, dan semoga saja perasaannya itu salah.

Kyuhyun segera keluar dari mobilnya kemudian memasuki lorong yang terlihat remang-remang dengan kedua bola mata yang berputar, menelisik setiap inci tempat disitu untuk menemukan Rin Hyo. Tak butuh waktu lama ia sudah menemukan Rin Hyo duduk bertekuk lutut dengan kepala yang ia tenggelamkan diantara kakinya. Seragam yang lusuh, rambut tak teratur dan lutut yang terluka lebar. Hatinya sakit saat menatap keadaan gadis itu. “Hyo!” Rin Hyo mendongak menampakkan kedua mata sembabnya pada Kyuhyun kemudian tersenyum kecil.

“Kau datang Kyu?” Kyuhyun mengangguk.

“Tentu saja.” Ia berjalan mendekati Rin Hyo dan berjongkok. “Kau bisa berdiri?” Rin Hyo mengangguk pelan. Ia mencoba berdiri dengan cara memegang lengan Kyuhyun membuat Kyuhyun merasakan tubuh gadis itu yang bergetar. Setelah berdiri, walau sesekali meringis ia tetap berjalan dengan langkah terseok. Kyuhyun berjalan dibelakang gadis itu, antisipasi jika tubuh Rin Hyo akan ambruk. Selang 3 langkah Rin Hyo terkulai lemah dipelukan Kyuhyun, matanya terpejam. Kepeningan yang mendera kepalanya sudah tak dapat ia tahan lagi, apalagi ngilu yang terasa dilututnya. “Hyo! Hyo!” Kyuhyun menepuk-nepuk pipi Rin Hyo namun tak ada reaksi. Ia segera menggendong gadis itu dan menaruhnya dengan lembut dijok belakang mobil. Ia menyetir dengan perasaan khawatir. Ia mengemudi dengan kecepatan rata-rata kearah rumah sakit.

Hanya dalam waktu kurang dari 15 menit ia sudah sampai diarea parkir rumah sakit. Ia menggendong tubuh Rin Hyo lagi lalu menyerahkan gadis itu pada suster dan dokter disana. Rin Hyo dilarikan ke ruang ICU. Kyuhyun yang tak dapat masuk hanya dapat duduk diruang tunggu dengan perasaan yang kacau.

****

Orang tua Sam Rin Hyo terlihat berjalan tergesa dikoridor rumah sakit dengan tatapan yang tak jelas, setelah mendapat informasi dari Cho Kyuhyun mereka segera bergegas ke rumah sakit. Cho Kyuhyun yang tadinya hanya dapat duduk di ruang tunggu berdiri dan memanggil sepasang suami istri yang terlihat kelimpungan itu.

Ahjumma, ahjussi!” Kedua orang itu menatap Kyuhyun lalu berjalan cepat kearah lelaki yang terlihat kusut itu. “Annyeong haseyo!” Kyuhyun menundukkan badannya sopan lalu kembali mengangkat tubuhnya.

“Putriku, dimana dia? Apa yang terjadi padanya?” cecar ibu Rin Hyo dengan nada yang sangat kental dengan kekhawatiran. Kyuhyun meneguk ludahnya berat lalu menjelaskan kejadiannya.

“Astaga, siapa yang berani melakukan hal sepicik itu padanya?!” suara Sam ahjussi meninggi, kedua tangannya ia gunakan untuk memeluk istrinya berusaha menenangkan walau dirinya sendiri juga tidak tenang. Cho Kyuhyun hanya menggeleng lemah bersamaan dengan pintu ICU yang terbuka. Menampakkan seorang lelaki paruh baya berbaju serba putih yang menghampiri mereka dengan wajah tenangnya.

“Wali dari nona Sam Rin Hyo?”

“Aku ayahnya” Dokter itu mengalihkan pandangannya kearah Sam ahjussi lalu tersenyum tipis.

“Keadaan nona Sam untuk saat ini tidak apa-apa, ia pingsan karena benturan yang cukup keras dibagian kepala. Lalu juga luka yang sangat lebar di lututnya sudah teratasi, syukurlah lelaki ini langsung membawa nona Sam kesini karena jika tidak lukanya akan mengakibatkan infeksi. Sekarang nona Sam hanya perlu beristirahat selama 3 hari jadi jangan membuatnya sesak dan kelelahan. Intinya jangan sampai membuatnya pusing kembali.” Sam ahjussi mengangguk seraya tersenyum lega begitupun dengan Kyuhyun dan Sam ahjumma.

“Terima kasih, dokter.”

Ne, sekarang anda hanya perlu mengurusi administrasinya.” Sam ahjussi mengangguk dan segera beranjak untuk membayar segala administrasinya. Sedangkan Sam ahjumma dan Cho Kyuhyun memasuki kamar Rin Hyo—setelah ia dipindahkan dikamar opname— dan Sam ahjumma langsung duduk dikursi samping ranjang putri semata wayangnya itu terbaring lemah dengan memejamkan mata. Namun tidak untuk Kyuhyun ia berdiri dijarak yang tak jauh dari gadis itu dan menatapnya lirih. Ia merasa bodoh, merasa menjadi lelaki yang tak berguna, menjadi lelaki yang sia-sia. Ia tidak bisa menjaga Sam Rin Hyo dengan baik, dan itu membuatnya marah pada dirinya sendiri. Apalagi saat melihat tubuh ringkih itu terbaring lemah disana, ia semakin mengutuk kebodohannya karena membiarkan Rin Hyo pulang sendiri dengan bis—atau gadis itu tidak memakai bis dan dengan bodohnya memilih berjalan kaki?—seharusnya ia tak menuruti permintaan gadis itu, seandainya ia memaksa Rin Hyo untuk pulang bersamanya, seandainya seperti itu. Rin Hyo tidak akan terluka seperti ini kan?

Sentuhan ringan dilengan Kyuhyun, membuat pikiran-pikiran itu menghilang bagai debu. Ia menatap Sam ahjumma yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Wanita itu memeluk Kyuhyun dan berterima kasih berkal-kali padanya. Kyuhyun tersenyum dan membalas pelukan hangat Sam ahjumma.

“Ini tidak ada apa-apa, seharusnya aku mengantarnya pulang saat itu. Pasti kejadiannya tak akan seperti ini.” Sam ahjumma melepas pelukannya dan memukul pelan lengan Kyuhyun.

“Kau ini! tidak usah menyalahkan dirimu sendiri!! Aku berterima kasih karna kau telah menjaga Rin Hyo selama ini.” Kyuhyun tersenyum tipis lalu melirik kearah tubuh lemah Rin Hyo namun tak sampai 3 detik ia mengalihkan kembali pandangannya. Tak kuasa menatap wajah pucat itu.

Ahjumma, aku harus pergi sekarang! Aku titip salam pada ahjussi dan Rin Hyo jika sudah bangun.”

“Kau tidak ingin disini dulu?” Kyuhyun menggeleng pelan. Ia sudah tidak tahan berada disini, benar-benar tidak tahan.

“Aku harus pergi. Jika Rin Hyo sudah bangun aku akan kesini lagi.” Ahjumma mengangguk lalu menyuruhku pergi. Sebelum pergi aku menatap Rin Hyo kembali lalu melangkah keluar dari kamar rawat Rin Hyo. Ia terlalu penakut, ia pengecut, ia ingin melindungi Rin Hyo sepenuhnya. Tapi ia tak kuasa menatap wajah pucat dan tubuh lemah itu. Ia begitu lemah, ia lemah jika Rin Hyo lemah.

****

Lee Donghae tengah duduk dikemudi mobil dalam diam. Ia sesekali memainkan setir itu dengan tatapan kosong. Seharusnya sekarang ia harus segera berangkat agar tidak terlambat dihari pertama memasuki universitas Inha, masih dalam satu naungan Inha high school. Dan pastinya, ia masih mempunyai kemungkinan besar untuk bertemu seseorang yang kini tengah mengusik otaknya. Sam Rin Hyo. Sudah sering kali ia menghubungi gadis itu namun selalu saja diputuskan sepihak, entah untuk keberapa kali dalam beberapa hari ini ia mengunjungi rumah gadis itu namun tetap saja tidak ada hasil. Ibu Sam Rin Hyo seolah menjadi tembok besar untuknya.

“Donghae-ah, kau tidak berangkat putraku?” Suara lembut ibunya membuatnya sedikit berjingit karena kaget. “Ini sudah jam berapa?” Donghae menoleh kesamping, dan mendapati ibunya tengah menunduk dan mengintip dicelah jendela mobilnya.

“Entahlah, perasaanku sedang tidak enak.” Ujarnya jujur. Kedua matanya menyorot pada rumah yang berseberangan dengan rumahnya. Ibu Donghae tersenyum tipis kedua matanya juga terfokus pada objek yang sama.

“Kau merindukannya?” Dahi Donghae mengerut. Apa ibunya tahu tentang Rin Hyo dan dia?

“Maksud ibu?”

“Aku sebenarnya sudah tahu jika kalian adalah sepasang kekasih.” Mulut Donghae sedikit terbuka. Ingatannya kembali pada saat ibunya yang dengan ringannya malah mengejek Kyuhyun jika ia menyukai Rin Hyo. “Tentunya setelah kejadian itu, maafkan ibu. Kini ibu tahu apa alasanmu meninggalkan meja makan dengan cepat.” Donghae tersenyum manis pada ibunya.

“Ibu tidak usah meminta maaf padaku.”

“Ahh iya, kemarin ibu Rin Hyo mengatakan padaku jika Sam Rin Hyo ada dirumah sakit.” Tubuh Donghae menegang, matanya membulat sempurna. “Kurasa, sebaiknya kau menjenguknya. Keadaan Rin Hyo benar-benar…” Ibu Donghae menggantung kalimatnya lalu menghembuskan napas berat.

“Ibu sudah melihatnya?” Ibu Donghae mengangguk pelan dan lemah. Lee Donghae segera menghidupkan mobilnya, “Ibu, aku akan kerumah sakit sekarang. Sampai jumpa!” Lee Donghae melesatkan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit. Napasnya menggebu, sesekali ia menggigiti bibirnya dan mengklakson mobil-mobil yang menurutnya melaju dengan lamban. Tak jarang ia mengumpat jika terjebak macet, walau itu tidak terlalu panjang.

Sesampainya di rumah sakit Lee Donghae segera menuju ke recepsionist untuk menanyakan dimana kamar Sam Rin Hyo dirawat. Setelah mendapat informasi, Donghae segera berlari menuju kamar rawat Rin Hyo dan membukanya.

Eo! Lee Donghae!” Napas Donghae terengah-engah ia melangkah pelan memasuki kamar itu lalu membungkuk pada ibu Rin Hyo yang tadi menyapanya. Tatapannya ia alihkan pada Kyuhyun yang sedang duduk disamping ranjang Rin Hyo.

“Kau disini?” Kyuhyun menatap Donghae datar lalu menggumam tak jelas. Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya kemudian keluar dari kamar rawat, memberi ruang bagi Donghae untuk bersama Rin Hyo. Lee Donghae tersenyum tipis pada Sam Rin Hyo, namun Rin Hyo hanya menatap lelaki itu datar.

“Ada apa?” Donghae duduk dikursi samping ranjang lalu menatap Rin Hyo lembut.

“Kau tidak apa-apa?” Rin Hyo menghela napas berat.

“Seperti yang kau lihat”

“Tidak tahukah kau jika aku merindukanmu?”

“Aku tidak tahu, kukira kau tidak pernah memikirkanku sama sekali” ucap Rin Hyo dingin. Membuat hati Donghae juga membeku dibuatnya.

“Kau salah paham Hyo, saat itu aku memang mengatakan jika aku menyayangi Min Jung tapi tidak dengan mencintainya. Aku sekarang sadar, aku menyayanginya sebagai adikku bukan sebagai seorang lelaki yang mencintai seorang gadis.” Rin Hyo menatap Lee Donghae ragu. “Aku hanya mencintaimu Hyo, hanya kau!” ujar Donghae lirih.

“Apa… apa kali ini aku dapat mempercayaimu seperti sebelumnya? Lalu kau menghempaskan hatiku lagi seperti sebelumya, apa begitu?” Donghae langsung menggeleng kuat.

“Tidak Hyo! Aku tidak berbohong! Aku menyesal waktu itu. Tapi, kini aku benar-benar mencintaimu”

“Lalu, atas dasar apa agar aku dapat mempercayaimu?”

“Kau tidak lihat bagaimana cemasnya aku saat pertama kali aku mendengar kau masuk rumah sakit. Bahkan sekarang aku membolos dihari pertama kuliahku.” Kedua mata Rin Hyo berkaca-kaca, segera ia memeluk Donghae dengan erat. Ia sangat merindukan lelaki ini.

“Jangan buat aku tidak mempercayaimu lagi, oppa!!” bisiknya. Donghae tersenyum bahagia seraya membalas pelukan Rin Hyo denga sesekali mencium helaian rambut Rin Hyo yang terjuntai bebas.

“Aku merindukanmu Hyo, sangat merindukanmu!”

***

Kim Min Jung menatap bangku kosong yang berada didepan Kyuhyun dengan sinis. Bangku itu adalah bangku Sam Rin Hyo. Min Jung menggenggam pensil kayunya kuat hingga tak sengaja patah.

Seolah tersadar, Min Jung menatap pensil kayunya yang patah dengan nanar.

“Kau sudah merebut Kyuhyun, dan sekarang kau juga ingin merebut Donghae oppa?” gumamnya geram. “Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Sam Rin Hyo-ssi!”

***

Cho Kyuhyun menikmati waktu istirahatnya diperpustakaan, sekedar membaca buku. Tak ada Sam Rin Hyo, sekolah terasa begitu sepi tanpanya.

“Cho Kyuhyun!” Kyuhyun tersentak lalu mengangkat kepalanya. Kim Min Jung tersenyum lebar seraya melambaikan tangannya. “Annyeong!”

Kyuhyun mengernyit sejenak, kemudian melemparkan senyuman kecil pada Min Jung. “Aku tidak melihat Rin Hyo sejak pagi tadi, dia tidak masuk? Kenapa?” Tanya Min Jung, yang memang benar-benar penasaran dengan Rin Hyo.

“Dia sakit, dirawat dirumah sakit.”

Jinja?! Ya Tuhan, dia sakit apa?” Tanya Min Jung dengan nada yang terdengar seperti sangat mengkhawatirkan Rin Hyo. Sam Rin Hyo sakit? Kenapa tidak mati saja dia sekalian! Batinnya.

“Sulit dijelaskan. Nanti aku akan mengunjunginya, kau mau ikut?”

“Tentu. Aku ikut.”

“Tapi, Lee Donghae juga…”

“Aku tidak apa-apa. Mungkin, kalian memang bukan untukku. Dulu, aku mencintaimu tapi kau tidak mencintaiku. Sekarang, aku mencintai Donghae Oppa tapi dia juga mencintai orang lain.”Kyuhyun menatap Min Jung dengan nanar. “Sebetulnya, aku lebih mengkhawatirkanmu.”

Cho Kyuhyun mengernyit mendengar pernyataan Min Jung padanya. “Maksudmu?” Min Jung tersenyum tipis.

“Aku tahu, kau sangat mencintai Rin Hyo, kan?” Kyuhyun melebarkan kedua matanya, menatap Min Jung dengan begitu terkejut.

“Bagaimana kau…”

“Aku tahu dari kedua matamu. Bahkan cinta Donghae oppa pada Rin Hyo kurasa tidak sebanding dengan cintamu pada Rin Hyo. Kau lebih mencintainya dari pada Donghae mencintainya.” Kyuhyun diam, ia pun merasa seperti itu. Namun, ia bisa apa? “Kau begitu tegar Kyu. Kau… terlalu bersabar.”

***

Sam Rin Hyo menatap jendela ruangannya dengan sendu. Ia sendirian, ibunya tengah bekerja. Sedangkan Lee Donghae kuliah. Sekarang sudah jam pulang sekolah, tapi mengapa Kyuhyun tak kunjung datang?

Wajah Rin Hyo seketika berbinar saat mendengar pintu kamarnya yang berdecit, ia segera menatap pintu namun wajahnya kembali meredup saat melihat Kim Min Jung dan Kyuhyun yang berada disana.

Annyeong, Rin Hyo-ah!” Sapa Min Jung begitu ramah. Rin Hyo tersenyum canggung. “Kata Kyuhyun, kau sangat suka buah. Jadi aku membawa buah untukmu.”

Eo, terima kasih.” Min Jung duduk di kursi samping ranjang Rin Hyo. Sedangkan, Rin Hyo menatap Kyuhyun dengan tatapan menuntut. Namun, Kyuhyun hanya menggedikkan bahu.

“Aku tidak tahu dengan pikiran gadis-gadis itu, kekanakan sekali. Kau tidak berniat pindah sekolah, kan?” Rin Hyo menggeleng kuat.

“Kalau aku pindah, berarti aku kalah.”

***

            Hari ini Sam Rin Hyo sudah mulai bersekolah lagi. 2 hari yang lalu ia keluar dari rumah sakit. Ya, walaupun memang perlu waktu lama untuk mempersiapkan mental kembali kesekolah.

“Selamat datang lagi, Rin Hyo-ah!” Sam Rin Hyo tersenyum kikuk mendengar ucapan Kim Min Jung yang terdengar begitu tulus.

“Terima kasih.” Singkatnya kemudian duduk dibangkunya dengan perasaan aneh. Sejak Min Jung mengunjunginya saat itu, gadis itu selalu bersikap baik pada Sam Rin Hyo.

“Hyo! Kenapa kau tidak bilang – bilang jika masuk rumah sakit?” Eun Ji yang tiba – tiba sudah duduk didepan bangkunya dengan kedua mata yang berair. Sam Rin Hyo terkekeh geli saat melihat Lee Eun Ji yang bersikap berlebihan.

“Ish, kau berlebihan sekali. Aku tidak apa – apa!” ujar Rin Hyo mencubit kedua pipi chubby Eun Ji dengan gemas. Umurnya sudah 17 tahun, tapi kelakuannya masih seperti anak kecil.

“Guru Jung datang!” teriakan ketua kelas disana membuat mereka semua segera duduk ditempatnya masing – masing. Termasuk Eun Ji yang baru saja ingin menjawab ucapan Sam Rin Hyo.

***

Cho Kyuhyun, Sam Rin Hyo dan Kim Min Jung tengah duduk bersama disalah satu meja kantin. Mereka sedang memakan makan siang mereka dengan sesekali mengobrol, meski Rin Hyo masih sedikit cangung dengan sikap baik Kim Min Jung padanya.

“Setelah kulihat – lihat, sepertinya kau juga sangat mencintai Donghae oppa. Hah, aku jadi semakin lega melihatnya.” Ujar Min Jung dengan sesekali melirik pada Cho Kyuhyun yang hanya memakan makanannya tanpa minat, dalam diam.

Eo? Itu… Min Jung-ah, aku tidak bermaksud untuk—“

“Tidak apa, Rin Hyo-ah! Mungkin memang aku tidak jodoh dengan Donghae oppa dan juga Cho Kyuhyun. Kau pasti sudah mendengar ceritaku dari Donghae oppa,kan?” Sam Rin Hyo tersenyum paksa seraya mengangguk ragu.

“Ya, ia bercerita padaku.”

“Cho Kyuhyun, kenapa kau diam saja, huh?!” tanya Min Jung tiba – tiba. Rin Hyo menatap raut wajah Cho Kyuhyun dan sedikit tersentak saat melihat wajah itu yang menggelap.

Apa ia masih menyukaiku?

“Aku? Aku sedang makan, kau berharap aku berbicara saat makan dan tersedak, huh?!”

“Tidak, kupikir kau tadi tidak suka dengan bahan pembicaraanku tentang Donghae oppa.”

“Tch, apa yang kau katakan?”

“Entahlah, tapi aku merasa kau menyukai Sam Rin Hyo. Benar, kan? Kau menyukainya, kan?” cecaran Kim Min Jung itu membuat Rin Hyo dan Cho Kyuhyun bungkam dan canggung. Sam Rin Hyo berdehem sebentar kemudian tertawa hambar.

“Yah! Itu tidak mungkin.” Celetuknya, sesekali menatap Kyuhyun dengan canggung. Cho Kyuhyun hanya tersenyum miris.

“Ya, tentu saja.” Imbuhnya.

Aigoo, kau tidak usah berpura – pura Kyu! Aku tahu kau menyukainya!” Sam Rin Hyo beranjak dari duduknya tiba – tiba.

“Aku pergi dulu!” Cho Kyuhyun hanya bisa menghela napas berat seraya menatap Kim Min Jung dengan tajam.

“Berhenti berbicara yang tidak – tidak.” Tegasnya. Sedangkan, Kim Min Jung hanya menggedikkan bahunya acuh.

“Kau tidak lihat, dia juga menyukaimu, Kyu. Tapi belum menyadarinya! Jika ia tidak menyukaimu, mengapa ia harus bersikap canggung dan pergi begitu saja, huh?!” Cho Kyuhyun terdiam, ia menatap Kim Min Jung dengan ekspresi tak terbaca. “Kau, jangan pernah menyesali apa yang sudah kau putuskan. Apa kau akan merelakan gadis yang kau cintai berkencan dengan hyeong-mu sendiri, huh?!”

Cho Kyuhyun terdiam cukup lama, lalu menghela napas berat.

“Jika ia bahagia, maka aku juga.”

TBC-

Advertisements

10 thoughts on “Love Oh Love 5

  1. Kurang sukaa samaa rin hyo disini, dia nyari kyuhyun disaat sakit ajaa,
    Klo boleh saranin thor jangan bikin kyuhyun terlalu tersiksa, ga cocok thor, eheehehe

    Biarin ajaa kyuhyun pacaran sma min jung ajaa, biar Sam tau rasa, biar gantian ngerasain sakitnya…

    • Emang disini rin hyo masih kayak anak kecil yang baru ngerasain cinta. Jadi ya kek gitu lah sifatnya, ga punya pendirian yang kuat ._. Tapi sebenernya rin hyo nggak kayak gitu loh yaa ._. Entar dia bakal sadar kok, jadi tunggu aja gimana caranya 🙂 hihi

  2. kyuppa buat aq aja hiks hiks aq gk mau kyuppa cuma di buat sndaran rin hyo klo lg sdih doang 😥 thor kirim kyuppa kluar negri aja gekk biar rin hyo tau gmna perasaan’a pas kyuhyun gk ada di smping’a huaaa nangis aq ngliat kyuppa kya gth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s