Fate , Love , and Temptation 9

fate love cover

FATE, LOVE, AND TEMPTATION 9

 

Author : Tsalza Shabrina

A/N : gakerasa uda part 9 -_- kebanyakan part. Mungkin beberapa part lagi akan mencapai end J

Mungkin otakku belum mengingatmu.

Tapi, tubuh dan hatiku tidak.

“Untuk apa kita kesini?”

Tanya Sam Rin Hyo bingung seraya menatapi hamparan tenang sungai han yang terlihat begitu dalam itu. Cho Kyuhyun menghela napasnya berat.

“Karna aku merasa aneh dengan tempat ini. entahlah, aku senang mengunjungi tempat ini.” Sam Rin Hyo hanya diam, mencoba tidak menatap Kyuhyun meski pria itu menatapnya. “Aku yakin, kita pasti sering kesini bersama kan? Jadi, aku ingin kita melakukan hal yang pernah kita lalui dulu sekarang, disini.”

“Kita? Dulu?” Kyuhyun mengangguk kuat, menatap kedua bola mata Sam Rin Hyo dalam. Kedua mata gadis itu mengedip cepat, lalu segera mengalihkan pandangan kearah lain. Namun, objek yang ia tatap adalah sebuah kursi taman berwarna coklat tanah yang berdiri kokoh dibawah pohon maple rindang. “Kita dulu selalu menggunakan kursi itu.” gumam Rin Hyo begitu saja. Senyuman tipisnya terulas saat ia mengingat kenangan – kenangan indahnya saat itu bersama Kyuhyun. Tidur dibahu pria itu, bertengkar hingga saling memukul kepala, atau hanya sekadar mengobrolkan hari – hari mereka. Semua itu memang sangat sederhana, namun cukup membuatnya bahagia. Sangat.

“Kalau begitu ayo kesana!” Kyuhyun meraih tangan Sam Rin Hyo, seolah mereka adalah sepasang kekasih yang sedang memadu kasih di sungai han. Rin Hyo hanya bisa menahan napas saat rasa tenang itu kembali menyeruak memasuki relung hatinya. Rasa tenang dalam genggaman Cho Kyuhyun, yang sudah sangat lama tidak ia rasakan.

Sam Rin Hyo.

 

            Aku hanya bisa terdiam saat kami sudah duduk diatas kursi ini, berdampingan, dan saling menggenggam. Rasanya sesak, ingin menangis, juga memukuli pria ini karena sudah hilang ingatan dan membuatnya tersiksa selama bertahun – tahun.

“Dulu… kita seperti apa?” pertanyaan Kyuhyun membuatku tertampar dan sadar pada kenyataan. Sontak aku melepas genggaman tangannya dengan canggung. Namun, pria itu menggenggam tanganku lagi seraya menatapku dengan tatapan tajam yang selalu mengintimidasi. “Biarkan seperti ini.” ucapnya tegas, dan aku? Hanya bisa membuang muka seraya meloloskan napas beratku. Meski pria ini hilang ingatan, namun sifatnya yang mau menang sendiri dan tidak mau dibantah tetap saja melekat.

“Kau ingin tahu seperti apa kita?” Kyuhyun mengangguk, meski aku hanya menatap lurus kedepan aku masih bisa melihatnya dari ekor mata. “Kita… hanyalah seorang wanita dan seorang pria yang saling mencintai. Menikmati hari – hari bersama dengan senyuman meski kadang – kadang diselingi salah paham, tapi kita pernah bisa berjauhan meski itu hanya sehari. Entah itu aku atau kau yang marah, esoknya kita pasti akan berbaikan lagi.”

Aku tak bisa menahan senyuman saat bercerita tentang saat itu. Saat – saat dimana aku selalu merasa bahagia, seperti seorang gadis yang paling beruntung di dunia. Dengan Cho Kyuhyun yang selalu disampingku, menatapku dengan penuh cinta dan segaris senyuman tipis. Aku sudah merasa sangat beruntung, telah memilikinya.

“Kita sering mendebatkan sesuatu yang tidak penting, kita juga tidak suka dengan hal – hal romantis yang berlebihan. Kita bisa sangat manis seperti sepasang kekasih, selalu bertengkar seperti sepasang rival, sangat berisik seperti sepasang sahabat, dan banyak teman – teman kita yang iri karena itu.” Aku terkekeh kecil saat mengingat desisan penuh iri teman – teman SMA-ku dulu ketika melihatku dan Cho Kyuhyun yang tengah berjalan bersama atau sekadar melempar senyum satu sama lain. “Entahlah, kita punya definisi lain dari kata romantis. Tapi hanya hati kita yang tahu apa itu. bahkan jika aku disuruh menjawab pun, aku bingung.”

Aku tersenyum kecil, lalu menoleh padanya. Terkejut dengan raut wajahnya yang terlihat aneh. Seperti sedang menahan sesuatu namun aku tak tahu apa. Lama kami bertatapan, tiba – tiba ia menghembuskan napas lelahnya seraya menunduk lalu mengalihkan pandangan kearah lain. Wajah pria itu pucat dan tubuhnya lemah, terlihat dari bagaimana ia bersandaran pada sandaran kursi dengan gerakan begitu lemas. “Kau tidak apa – apa?” ia mengangkat sebelah tangan, memijit pelipisnya seperti kesakitan lalu kembali menghela napas berat.

“Kau benar tidak apa – apa?” pertanyaan itu keluar lagi seiring dengan keringat dingin Kyuhyun yang mengucur didahinya. “Apa perlu kita kedokter?”

“Tidak, aku tidak apa – apa. Hanya ada sesuatu yang mengganggu pikiranku tadi, mungkin hanya limbung sesaat.” Pria itu menegakkan tubuhnya seraya menatapku sendu. “Kita lanjutkan besok saja, ya? Sekarang, aku antar kau pulang.”

“Aku saja yang menyetir.” Titahku pada Kyuhyun yang sudah mulai mencoba berdiri meski terlihat sedikit sempoyongan.

“Tch, kau pikir aku akan kehilangan fokus hanya karena limbung sedikit, huh?! Lagipula setelah ini juga pasti pusingnya hilang.” Aku menatapnya seraya menggeleng tak percaya, dasar keras kepala! Tapi aku mencintainya. Sial.

Dengan cepat aku menyahut kunci yang baru saja ia keluarkan dari sakunya lalu tersenyum miring. Aku bisa melihat ia terhenyak saat menatap senyumanku. “Jika aku bilang aku yang menyetir! Berarti aku saja yang menyetir!” tukasku ringan lalu berjalan mendahuluinya, tentu setelah memasukkan kunci itu kedalam tas. Aku bisa mendengar suara desahan kesalnya, aku hanya terkekeh pelan.

Hanya tinggal beberapa langkah dari mobil Kyuhyun, tiba – tiba saja ponselku berdering. Aku mengambil ponsel seraya berkata pada Kyuhyun, “Kau masuk dulu saja kedalam.” Namun pria keras kepala yang aku tidak tahu apa isi otaknya itu malah menggeleng.

“Tidak, aku menunggumu. Disini.” Aku bisa apa saat ia mengeluarkan nada menekannya, dan juga suara berisik deringan ponsel ini membuatku ingin segera mengangkatnya.

Yeoboseyo?”

Ya! Kau dimana, huh?! Kau hilang, Cho Kyuhyun juga. Apa ia bersamamu? Semua orang mencarimu disini, Hyo!

Mianhe, Joong Ki oppa. Tadi tiba – tiba saja ada orang yang menculikku. Dan ya, dia bersamaku.” Ujarku tanpa melepas pandanganku dari Cho Kyuhyun. Jaga – jaga jika tiba – tiba saja dia jatuh pingsan, karena wajahnya sangat pucat.

Oh, begitu ya. Oke! Jaga dirimu, aku tutup teleponnya!

“I—“ belum sempat aku menjawab telepon itu sudah terputus, aku menatap ponselku dengan mengernyit. Apa ia sedang sangat sibuk sampai harus cepat – cepat seperti itu mematikan telepon? Aku kembali menatap Kyuhyun, keringat pria itu semakin banyak dan wajahnya semakin pucat. “Ayo pulang.” Ujarku seraya menuntunnya menuju mobil.

Cho Kyuhyun.

“Dia sekarang sedang tidur dikamarku. Karena kemarin kemalaman dan juga sepertinya ia punya dokter pribadi, jadi lebih baik aku konsultasi dulu dengannya.”      Sayup – sayup aku mendengar suara yang sangat familiar dalam tidurku, perlahan kedua mata terbuka. Langit – langit kamar yang ditempeli foto – foto manis itu terpampang disana, menjadi pemandangan pertamaku. Foto – foto yang objeknya adalah aku dan dia. Dia, Sam Rin Hyo.

“Kau sudah bangun?” tubuhku tersentak kaget saat mendengar suara itu menegurku. Kepalaku tertoleh spontan, menatap seorang gadis yang terlihat menjauhkan ponselnya dari telinga. Gadis yang hanya memakai kaus rumahan dipadu dengan celana leging panjang, tapi cantik. Aku berkedip, lalu mengangguk kaku.

Ia kembali menaruh ponselnya ditelinga, membalikkan badan lalu kembali melanjutkan percakapannya. “Joong Ki oppa, kita lanjutkan lain kali, ya! Dia sudah bangun.” Dahiku mengernyit. Aku menatap jam dinding, baru jam tujuh pagi dan mereka sudah bercakap lewat telepon ? apa mereka sedekat itu?

“Ck, kau ini pria yang merepotkan.  Bisa – bisanya pingsan didalam mobil, untung saja tadi malam aku bertemu dengan Lee Kikwang oppa. Jika tidak, bagaimana bisa aku menopang tubuh gemukmu sendirian?!” aku memejamkan kedua mata frustasi mendengar teriakannya. Ah, tunggu! Mengapa terdengar familiar?

“Aish, lagipula siapa yang menyuruhmu melakukan itu? dan juga gemuk? Tch, kau benar – benar gadis aneh. Kau satu – satunya orang yang mengataiku gemuk!”    “Terserah. Kau ingin sarapan tidak? Aku sudah mengambil beberapa makanan dari rumah sebelah.” Aku kembali mengernyit tak mengerti. Dan kurasa ia tahu itu, karena ia menatapku malas. “Aku mengambil makanan dari rumah Shin Ji Eun. Jadi, sekarang kau cepat mandi lalu keluar! Sebelum makanannya dingin!”

***

Sarapan hari ini sangat hening. Hanya ada peraduan perlatan makan serta suara kecapan samar yang terdengar. Sesekali aku menatap Sam Rin Hyo yang memakan makanannya dalam diam. Kedua matanya hanya terfokus pada makanan. Kemudian aku menatap kaus biru yang kukenakan, juga boxer hitam ini.

“Ekhm, itu… bagaimana bisa ada bajuku dialmarimu?” Aku menatapnya curiga, sedangkan ia menatapku sekilas lalu mendengus kesal.

“Tenang saja, aku bukan sasaeng fans yang melakukan hal gila dengan mencuri barang – barangmu.” Aku meneguk ludah berat saat gadis itu berkata dengan dingin.

“A—aku tidak berpikiran seperti itu.”

“Dulu, kau sering menginap dirumah. Jadi kau meninggalkan beberapa bajumu disini.” Kedua mataku sedikit melebar.

“Apa hubungan kita seserius itu… maksudku, kita pernah—“

“Tidak seperti itu!” Rin Hyo menatapku dengan tajam, meski kedua pipinya memerah. “Kita hanya sekadar tidur bersama dengan berpelukan. Tidak lebih.” Ketusnya lalu kembali melanjutkan kegiatan makannya.

Aku juga merasa canggung jika seperti ini. sial, mengapa aku mengangkat pembicaraan seperti itu tadi? Dasar bodoh! “ngomong – ngomong, berapa umurmu?” Rin Hyo mengernyit sebentar, dengan mulut yang masih mengunyah. Ia mengangkat dua jari lalu disusul dengan tiga jarinya.

“23?” ia mengangguk ringan. “Berarti aku lebih tua darimu. Tapi kenapa kau tidak pernah memanggilku dengan sopan, huh?! Kenapa memanggil Song Joong Ki dan Lee Kikwang dengan sopan sedangkan padaku tidak?!” ia menatapku datar lalu tertawa ringan. Sepertinya menertawai wajahku, ada apa dengan wajahku?

“Kau konyol sekali! Bagaimana bisa kau memarahiku hanya karena itu?”

“YA! Dasar gadis tidak sopan! Kau lebih muda dariku! Aku sudah 27 tahun!”

“aku tidak bisa memanggilmu Cho Kyuhyun oppa dan tidak akan pernah bisa!” sekali lagi. Seperti De Javu. Aku  menghela napas kasar lalu memakan makananku, berpura – pura kesal meski sebenarnya hatiku bingung. Kepalaku jadi pusing lagi. Sial.

***

Sam Rin Hyo.

 

Ini seperti mimpi!

Kuulas senyumanku sekali lagi. Hari ini benar – benar hari yang sangat indah. Cho Kyuhyun makan pagi berdua denganku, bermain playstation bersamaku, bertengkar kecil, hingga mengobrol serius. Semuanya kulalui bersamanya hari ini.

Meski seharian ini aku bersama pria itu, namun rasanya begitu cepat. Pria itu sudah pergi dengan alasan ingin pergi ke dokter pribadinya. Mungkin sedang memeriksakan penyebab pingsannya kemarin malam.

Drrt Drrt

From : Cho

            Jangan lupa, dua hari lagi aku akan menjemputmu! Berdandanlah yang rapi dan bersiaplah! Kita ke Jepang!

 

Mwo?!” pekikku tertahan. Wajah kesalku hanya sekejap, terganti dengan senyuman tipis. Ini benar – benar sebuah mimpi indah. Ah tidak, ini bukan mimpi. Aku bahagia.

Author.

“Akh! Kau bodoh, ya?!”

Pekikan marah keluar dari bibir Kim Hyera saat hair stylist-nya tak sengaja menarik rambutnya sedikit keras. “Mianhe.” Ujar gadis yang terlihat seperti anak baru disana dengan wajah penuh sesal dan takut.

Kim Hyera hanya mendengus lalu memejamkan kedua mata kuat.

Untuk satu minggu ini, kita berpisah sebentar saja.

Ada sesuatu yang ingin aku pastikan, sesuatu yang sangat penting.

Maaf.

Pesan singkat yang dikirimkan Cho Kyuhyun untuknya membuat ia sangat kesal hingga sekarang. Sebelumnya, ia tidak pernah dibuat sekesal ini. semua orang disekitarnya akan kena amukannya hanya karena kesalahan – kesalahan kecil. Hanya manager-nya saja yang tahu keadaan artisnya. Dan pria itu hanya bisa menggeleng lelah menatap tingkah artisnya itu.

Kedua matanya terbuka. Ia menatap pantulan dirinya dikaca dengan wajah yang sangat dingin. Wajah yang sudah lama tidak Kim Hyera perlihatkan. “Aku tidak bisa membiarkannya. Aku tidak bisa membarkan ia pergi! Tidak! Tidak lagi!”

Flashback.

 

            “Nyonya, aku sangat mencintai Cho Kyuhyun. Aku dengar dari dokter 80% ia akan kehilangan ingatannya, biarkan aku yang menjaganya nyonya! Aku akan menjaganya dengan sepenuh hati.”

“Maksudmu?”

“Pria itu beberapa waktu yang lalu menolakku karena wanita yang ingin ia nikahi. Dan kudengar dari ayahku anda tidak menyukai kekasihnya! Jadi aku mohon…”

“Baiklah, kalau begitu aku akan memberitahumu rencanaku…”

Sudah hampir 2 bulan Cho Kyuhyun tak sadarkan diri. Pria itu memperoleh perawatan intensif di Amerika, satu minggu yang lalu operasi terakhirnya sudah dilaksanakan. Dan hari ini adalah waktu dimana Cho Kyuhyun dibangunkan dari tidur panjangnya.

Setelah beberapa kali dada bidang pria itu disentak oleh kejut listrik, akhirnya pria itu bangun dari tidurnya. Dengan pandangan ling – lung seperti orang bodoh. Dan pada saat seperti itu, Kim Hyera datang. Memeluk pria itu erat seraya berkata “Cho Kyuhyun? Kyuhyun-ah, akhirnya kau bangun. Aku sangat merindukanmu, sayang!” Kyuhyun menelisik wajah gadis itu, seraya menghentak pelukannya.

“Kau siapa?” tanyanya bingung.

“Aku kekasihmu, Kim Hyera! Kau tidak ingat?”

Dengan berkali – kali Kim Hyera datang pada kehidupan baru-nya. Cho Kyuhyun akhirnya menerima Kim Hyera sebagai kekasihnya. Pria itu tidak hilang ingatan sepenuhnya, memang. Dan ingatan – ingatan yang hilang itu selama 2 tahun sudah kembali kecuali satu. Ingatan akan kenangan yang tak pernah diingatkan oleh siapapun pada Cho Kyuhyun. Ingatan tentang Sam Rin Hyo.

 

 

***

“Ini benar – benar gila.”

Gumam Sam Rin Hyo entah sudah yang keberapa kalinya. Ia mengeratkan pegangannya pada sabuk pengaman pesawat, otaknya terus berputar dengan kejadian beberapa hari kebelakang. Hari – hari yang sudah cukup membuatnya terkejut.

“Apanya yang gila?” tanya Cho Kyuhyun yang tadi meninggalkannya sendirian entah untuk apa. Pria itu menyodorkan sebungkus tisu untuknya, namun Sam Rin Hyo hanya diam menatap Kyuhyun dan tisu itu bergantian dengan bingung. Kyuhyun menggoyang – goyangkan bungkusan tisu itu lagi, hingga akhirnya Sam Rin Hyo menerimanya masih dengan bingung. Pria itu tersenyum tipis, duduk dikursi pesawatnya lalu memakai sabuk pengaman seperti yang dilakukan Sam Rin Hyo. Setelahnya, terdengar suara seorang pramugari yang menjelaskan tata cara memakai sabuk pengaman, langkah pertama jika ada situasi darurat dan lain – lain.

“Mengapa kau memberiku tisu?” Kyuhyun menoleh kearah Rin Hyo mengangkat alisnya lalu menghembuskan napasnya panjang.

“Apa telapak tanganmu tidak berkeringat?” Balas pria itu dengan ringan. Cepat – cepat Rin Hyo mengangkat tangannya, menatapi tangannya lalu menoleh kearah Kyuhyun. Mengangguk beberapa kali. “Pakai itu untuk mengeringkannya.” Rin Hyo mengernyit.

“Bagaimana kau tahu tentang ini? telapak tanganku akan basah setiap aku gugup?”Cho Kyuhyun mengangkat bahunya acuh, tanpa menatap atau pun melirik Rin Hyo sama sekali.

“Entahlah, lebih baik kau cepat mengeringkan tanganmu sebelum bertambah licin. Aku tidak mau jika bajuku terkena keringatmu.” Sam Rin Hyo menghela napasnya pendek. Menatap Kyuhyun tak suka lalu tersenyum licik. “Apa?” tanya Kyuhyun bingung, ia menoleh karena senyuman gadis itu yang terlihat seperti iblis. Dan tanpa disangka, Sam Rin Hyo mengelapkan tangan basahnya itu pada baju Kyuhyun.

“Dasar kau! manja sekali! Mulai sekarang aku akan menggunakan bajumu untuk mengeringkan telapak tanganku!” ujar Sam Rin Hyo sembari mengusapkan telapak tangannya pada baju Kyuhyun. Sedangkan pria itu berusaha menghindar dengan mencekal kedua tangan Sam Rin Hyo kuat.

“Ck, kau benar – benar gadis brutal!” Sam Rin Hyo hanya bisa terkekik geli saat Kyuhyun memeriksa baju lengannya, apakah basah atau tidak. Kedua tangan pria itu masih mengikat dua tangan Rin Hyo. Jadi ia harus mengangkat lengannya agar bisa meliaht bajunya.

Sam Rin Hyo ikut melihat baju lengan Kyuhyun dan semakin mendekat untuk menelisiknya. Tertawa puas saat baju pria itu basah-meski tidak banyak. Kyuhyun mengangkat kepalanya, bibirnya terkatup saat kedua wajah mereka berdekatan seperti ini. Rin Hyo juga begitu. Namun beberapa detik kemudian Sam Rin Hyo segera menjauhkan wajahnya, menarik tangannya dan melempar wajah kearah jendela pesawat. Bibirnya mengulum senyuman. Oh Tuhan… ini benar – benar indah.

 

***

Fujiland?

Cho Kyuhyun mengangguk, menjawab pertanyaan Sam Rin Hyo yang masih bingung dengan alasan Kyuhyun mengajaknya kesini.

“Mengapa fujiland?” Kyuhyun terdiam sejenak, lalu mengangkat bahunya acuh.

“Aku ingat foto yang kau beri padaku waktu itu. dan bukankah latar belakang foto itu taman hiburan ini?” Sam Rin Hyo mengangguk mengerti seraya tersenyum kecut.

Kau berharap apa, Hyo? Tidak mungkin pria ini mengingatmu secepat itu!

 

Tubuh Rin Hyo berjengit kaget saat tangan hangat Kyuhyun menggenggam tangannya erat. Ia menoleh pada Kyuhyun yang masih menatap lurus kedepan dan menariknya agar memasuki taman hiburan yang berisi banyak wahana – wahana seru ini. Tempat pertama kali Sam Rin Hyo berlibur dengan Cho Kyuhyun diluar negeri.

***

“Kau tidak ingin naik itu?”

Sam Rin Hyo menatap penuh minat pada roller coaster yang mempunyai rel tinggi dan membulat, terlihat mengerikan bagi siapapun yang melihatnya. Namun tidak dengan Sam Rin Hyo yang sangat menyukai tantangan. Berbeda dengan Cho Kyuhyun yang sudah memasang wajah ngerinya. Cho Kyuhyun bukannya takut, tapi ia selalu mempermasalahkan negatif dan positifnya dulu sebelum melakukan sesuatu.

“Itu tidak baik untuk kesehatan. Kau akan pusing dan ingin muntah jika menaiki itu.” jawaban Kyuhyun itu membuat Rin Hyo menghela napas seraya tersenyum kecut. Jawaban yang sama. Saat itu, Kyuhyun juga berkata seperti ini dan akhirnya mereka tidak jadi menaiki roller coaster itu. Cho Kyuhyun merasa aneh dengan helaan napas dan senyuman kecut yang ditampilkan Sam Rin Hyo, dahinya mengerut seraya bertanya “Mengapa tersenyum seperti itu?”

Sam Rin Hyo mengangkat bahunya acuh lalu menjawab “Hanya dejavu. Sudahlah, kita cari wahana lain saja!” gadis itu berjalan mendahului Cho Kyuhyun yang masih diam ditempatnya. Pria itu menatap punggung Sam Rin Hyo lalu menatap roller coaster itu dengan penuh arti.

“Hei!” langkah Sam Rin Hyo terhenti saat mendengar panggilan datar Kyuhyun padanya. Ia berbalik menatap Kyuhyun yang tengah memandangnya seraya menyembunyikan kedua tangan disaku celana. “Meski wahananya tidak baik untuk kesehatan, bisa membuat kepala pusing dan perut mual. Aku ingin menaikinya. Jadi, buang wajah kecewamu itu!” ucap Kyuhyun datar. Rin Hyo mengernyit bingung, ia berjalan menghampiri pria itu dan menyentuhkan punggung tangannya tepat pada kening Cho Kyuhyun.

“Kau sedang sakit, ya?” tanya gadis itu polos tanpa menarik tangannya dari kening pria itu. Kyuhyun yang merasa ada sesuatu yang berdentum – dentum didadanya segera menepis tangan Sam Rin Hyo. Kyuhyun membuang wajahnya kearah lain, takut tak bisa menahan hasrat untuk mencium gadis yang tengah memasang wajah polosnya itu.

“Jika kau tidak mau ikut, tinggal disini saja!” tukas pria itu seraya berjalan meninggalkan Sam Rin Hyo yang tengah tersenyum manis melihat tingkah Cho Kyuhyun. Sikap pria itu kembali lagi seperti saat mereka belum berpacaran. Pria itu cuek, namun sebenarnya perhatian. Pria manis yang lucu.

***

Seoul, South Korea.

 

Kim Hyera menatap lawan bicaranya yang tengah duduk berhadapan dengannya seraya menyilangkan kaki. Gadis itu menatap pria itu dengan tajam.

“Apa yang ingin kau bicarakan, Kim Hyera?” tanya pria itu dengan tatapan yang sangat berbeda dari Hyera, dan juga nada bicara pria itu terdengar ringan. Hyera menahan emosinya, merasa kesal dengan sikap Song Joong Ki-pria itu yang seolah – olah tak tahu apapun.

“Aku tahu kau sangat dekat dengan Sam Rin Hyo. Yang ingin kutanyakan sekarang adalah—“

“Sebelum kau bertanya, boleh aku bertanya padamu terlebih dahulu?” Hyera menatap Song Joong Ki lekat lalu mengangguk sekenanya. Joong Ki tersenyum kecil lalu mulai berucap “Kudengar Cho Kyuhyun pernah mengalami amnesia dan vakum dari dunia entertaiment selama setengah tahun. Tapi, yang ingin kutanyakan bukanlah itu. Aku hanya ingin tahu, bagaimana kau bertemu dengan Cho Kyuhyun? Berapa lama kalian berhubungan dan sejauh apa hubungan kalian?”

“Dan atas alasan apa aku harus menjawab pertanyaanmu?”

“Jika kau tidak menjawabnya. Aku juga tidak menjawab pertanyaanmu, sederhana bukan?” Hyera menggeram saat Joong Ki mengeluarkan nada santainya-lagi. Hyera menghela napas kesal lalu mengangguk – angguk kuat, “Baiklah! Aku akan menjawabnya!” tukasnya.

“Aku dan Cho Kyuhyun… kami bertemu 3 tahun yang lalu. Kami bekerja dalam suatu project dan beberapa bulan setelahnya, kami berpacaran.” Jelas Hyera dengan sesekali menghindari tatapan tajam Song Joong Ki. Pria berwajah polos itu tersenyum miring, dahinya terangkat sedikit keatas.

“Bukan setelah Cho Kyuhyun amnesia?” mimik wajah Hyera menegang seketika. Diam – diam gadis itu meneguk ludahnya yang tiba – tiba terasa pahit.

“A—apa maksudmu?”

“Tch, kau berbohong Kim Hyera. Terlihat jelas dari caramu bicara.” Mendengar nada sindiran yang dilontarkan Song Joong Ki membuat emosi Kim Hyera semakin teruji. Ia merasa harga dirinya turun.

“Baiklah, aku memang berbohong. Aku dan ibu Kyuhyun yang membuat skenario ini, seolah – olah aku adalah kekasih Cho Kyuhyun sejak dulu. Jika kau ingin memisahkan kami, itu sudah terlambat Song Joong Ki! Semua ingatan tentang gadis itu sudah hilang. Hanya ada aku. Kau mengerti?!” cecar Kim Hyera dengan nada cepat dan juga napas menggebu – gebu. Kedua matanya memerah saat mengatakan itu semua, ini pertama kali untuknya membeberkan kelicikkannya pada orang lain.

Song Joong Ki tak bisa berucap apapun saat mendengar pengakuan itu. ia menatap Hyera yang sedang menenangkan diri dengan tatapan tak percaya. “Apa kau benar – benar mencintai Cho Kyuhyun?” tanya Joong Ki dengan nada menelisik.

“Tentu saja! Aku sangat mencintainya. Aku sudah bertindak sejauh ini, dan kau masih mempertanyakan rasa cintaku padanya?” Joong Ki kembali tersenyum kecut seraya menggeleng tak percaya.

“Itu bukan cinta. Jika kau mencintainya, kau tidak akan berbuat seperti itu. jika kau mencintainya, seharusnya kau bahagia jika dia bahagia. Seharusnya, kau tidak melakukan hal sepicik ini.”

“Mungkin itu cinta dalam definisimu, cinta tanpa harus memiliki. Tapi aku, aku tidak akan pernah menyematkan definisi itu dalam kisahku. Jika aku mencintainya, berarti aku harus memilikinya. Kurasa, kita sangat berbeda.”

Song Joong Ki kembali terdiam, pemikiran Kim Hyera terlalu mengerikan untuknya. “Sekarang aku yang bertanya.” Seru Hyera mengalihkan pembicaraan, “Kau dan Sam Rin Hyo adalah teman dekat. Dan aku yakin, kau pasti tahu kemana sekarang Cho Kyuhyun dan gadis itu pergi. Kemana? Kemana mereka pergi?” desak Hyera seraya menatap Joong Ki tajam.

“Jepang. Mereka pergi ke Jepang.”

“Jepang? Tepatnya?” Song Joong Ki kembali mengulas senyuman miringnya.

“Aku hanya bertanya sekali. Dan aku juga akan menjawab satu pertanyaan.” Joong Ki melirik jam dinding cafe lalu kembali menatap Hyera. “Aku harus pergi sekarang, permisi.” Tukas Joong Ki lalu segera meninggalkan tempat itu.

Kim Hyera memejamkan kedua matanya frustasi. Tidak mungkin ia meneriaki Song Joong Ki sekarang, karena pria itu sudah keluar dari ruang privasi di cafe ini. “Sialan.” Makinya seraya melempar cangkir yang masih memuat  minumannya hingga pecah.

***

Japan.

 

Eo! Lihat!” pekik Rin Hyo seraya menunjuk pemandangan indah yang tersaji disampingnya. Pepohonan – pepohonan indah dan juga bukit – bukit kecil yang melengkapi keindahan itu. Fuji High land memang terletak di lembah gunung fuji. jadi sudah bisa dibayangkan dengan jelas, bagaimana keindahan alam disana.

Gadis itu segera berlari menaiki anak – anak tangga yang mengantarkannya pada sebuah pagar kayu yang berada tepat dipinggiran jurang. “Woah, lihat kebawah! Bukankah kebun – kebunnya indah? Dan juga hutannya. Sayang sekali kita tidak bisa kesana.” Celoteh Rin Hyo seraya memandangi kebawah dengan takjub. Cho Kyuhyun yang sejak tadi mengikuti langkah gadis itu ikut melongok kebawah dan bergidik ngeri saat menatap jauhnya pijakan dari atas sini. Meski kini mereka berpijak pada tanah, namun jika jatuh dari sana pasti siapapun bisa mati.

“YA! kau mau apa?!” tanya Kyuhyun seraya melototi Rin Hyo yang sudah duduk diatas pagar. Gadis itu tak terlihat takut sama sekali, malah tersenyum lebar seperti menemukan kesenangan tersendiri. “Turun.” Titah Kyuhyun dengan nada tegasnya. Sungguh jantung pria itu sejak tadi sudah berdentum dengan keras, bayangan – bayangan buruk sudah mengelilingi otaknya saat ini.

Shireo! Ini menyenangkan.”

“Sam Rin Hyo! Kau…” Kyuhyun menghentikkan ucapannya saat tubuh Rin Hyo tiba – tiba oleng, cepat – cepat ia memeluk tubuh gadis itu, menariknya dari pagar kayu itu. Napas keduanya sama – sama tersenggal. Sam Rin Hyo memejamkan kedua matanya dengan posisi memeluk Kyuhyun erat. Sama seperti Kyuhyun yang memegangi gadis itu dengan tak kalah erat pula.

Rin Hyo yang pertama kali tersadar segera melepas pelukan itu. kepalanya tertunduk dalam tak berani menatap Cho Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun menatap gadis itu dengan tajam. “Tatap aku!” titah pria itu lagi. Perlahan Rin Hyo mengangkat kepalanya. “Kau bodoh?! Jika saja tadi aku tidak bisa menangkapmu, apa jatuh kebawah sana akan sangat menyenangkan?!” bentak Cho Kyuhyun. Ia takut, sangat takut jika apa yang ia katakan saat ini terjadi.

Mianhe. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”

“Sudah seharusnya begitu!”Rin Hyo menarik napasnya dalam – dalam dengan kepala yang masih tertunduk dalam. Tiba – tiba Kyuhyun merasa bersalah saat menatap Rin Hyo yang terlihat begitu menyesal akan perbuatannya.

Apa aku membentaknya terlalu keras?

Cho Kyuhyun menghela napasnya dalam – dalam lalu berdehem, tenggorokkannya tiba – tiba terasa kering. “Sudahlah, ayo kita pergi dari sini.” Ujar pria itu lalu berjalan mendahului Sam Rin Hyo yang tengah menatap punggung pria itu dengan nanar.

“Bagaimana bisa kau begitu ceroboh, Sam Rin Hyo?!” maki Rin Hyo pada diri sendiri sambil memukul – mukul kepalanya. Setelah itu, ia berlari kecil mencoba menyamai langkah Kyuhyun yang sudah jauh didepannya.

***

Cho Kyuhyun hanya bisa berjalan disamping Sam Rin Hyo dengan bibir yang tertutup rapat. Sesekali ia melirik kearah Rin Hyo yang tengah memanjakan kedua matanya dengan pemandangan indah lembah gunung fuji ini. Kedua tangan pria itu masuk kedalam saku celana meski ia sudah memakai sarung tangan. Hawa disini memang sangat dingin.

Entah sudah sejak kapan pria itu merasakan perasaan yang seperti ini. Yang ia ingat, sejak awal ia bertemu dengan Sam Rin Hyo ia merasa sangat familiar dengan wajah itu. senyuman itu. dan air mata itu. Ia masih ingat, bagaimana gemetarnya tangan Rin Hyo saat ia menyodorkan sebuah foto padanya untuk ditanda tangani. Ia ingat bagaimana hatinya mendesak untuk mengunjungi sungai han dan ternyata ada gadis itu disana. Ia mengingat itu semua. Ia mengingat segala hal tentang gadis itu sejak awal bertemu. Namun, ia merasa masih ada yang tertinggal. Ia masih belum mengingat, bagaimana Lee Kikwang, Shin Ji Eun dan Sam Rin Hyo bisa mengenalnya dengan baik.

Akhir – akhir ini juga ada yang aneh dengan dadanya. Seringkali Cho Kyuhyun merasa sesak, namun juga senang dalam waktu yang bersamaan. Seperti tadi, ia merasa sesak saat Sam Rin Hyo berada dipelukannya namun ia juga tidak bisa menampik jika ada perasaan lain yang membuncah didalam hatinya. Perasaan yang bahkan sulit untuk ia katakan.

Drrt drrt

 

Langkah Sam Rin Hyo berhenti, begitu pun dengan Kyuhyun. Gadis itu terlihat merogoh saku jaketnya lalu mengeluarkan ponsel. Cho Kyuhyun sedikit mengulurkan kepalanya demi mengetahui siapa yang menghubungi Sam Rin Hyo.

Song Joong Ki.

 

Saat membaca nama itu, helaan napas berat Cho Kyuhyunlah yang keluar. ingin sekali ia mengatakan jangan diangkat! Tapi, ia kembali bertanya pada diri sendiri untuk apa aku menanyakan hal itu? apa aku gila?

“Sebentar.” Ucapan singkat dari Rin Hyo membuat Kyuhyun kembali pada kenyataan setelah bergulat dengan pikirannya sendiri. Cho Kyuhyun mengangguk sekadar, membiarkan Sam Rin Hyo berjalan dua langkah menjauhinya untuk mengangkat telepon dari joong Ki.

Yeoboseyo? …. kenapa suaramu terdengar aneh, oppa? …. aku mendengar suara gelas berdenting disana, apa kau mabuk? … YA! ada apa sebenarnya—“ Rin Hyo menatap layar ponselnya dengan kesal lalu kembali menepatkan ponselnya pada telinganya. “Halo? Joong Ki oppa, kau mendengarku? Halo?!” Tubuh Rin Hyo tersentak saat ponselnya sudah dirampas kasar oleh seseorang dari belakang. Gadis itu membalikkan badan, menatap Kyuhyun yang tengah menatapnya datar dengan tidak suka. “Apa yang kau lakukan?”

Cho Kyuhyun menyaku ponsel Rin Hyo tanpa mengalihkan pandangannya pada gadis itu. “Ia sudah menutup teleponnya, apa kau bodoh?” tukas pria itu dengan nada dinginnya. Rin Hyo menengandahkan telapak tangannya dihadapan Kyuhyun.

“Berikan ponselku!” ujar Sam Rin Hyo yang masih tidak mengerti dengan sikap Cho Kyuhyun.

“Apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan menelfonnya.” Kyuhyun mendecih kasar.

“Apa kau harus sekhawatir itu? mungkin ia memang sedang minum, memang apa salahnya jika seorang pria dewasa seperti Song Joong Ki mabuk?” Cho Kyuhyun masih tetap mempertahankan wajah datarnya meski Rin Hyo sudah menatapnya dengan aneh.

“Joong Ki oppa akan mabuk jika ia sedang dalam masalah. Jadi aku harus—“

“Jangan panggil Song Joong Ki dengan panggilan itu!” Titah Cho Kyuhyun dengan nada tegasnya. Sam Rin Hyo sedikit membuka bibirnya, menatap Kyuhyun dengan dahi mengerut tak mengerti.

“Maksudmu?” hanya pertanyaan itu yang bisa ia lontarkan saat ini. Terlalu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Cho Kyuhyun.

“Jangan mengkhawatirkannya! Jangan menjawab teleponnya saat kau bersamaku! Jangan menangis dihadapannya! Jangan melakukan hal – hal itu!”

Sam Rin Hyo mengedip dua kali, masih belum dapat mencerna dengan baik apa maksud ucapan Cho Kyuhyun. “Wae?” tanya Rin Hyo dengan napas tercekat. Cho Kyuhyun memejamkan kedua matanya, lalu membukanya seraya membuang napasnya panjang.

“Karena aku tidak suka.”

“Kenapa kau harus tidak suka?” tanya gadis itu lagi dengan pandangan yang menelisik tajam pada kedua bola mata Cho Kyuhyun.

“Karena aku menyukaimu, ah tidak! Aku mencintaimu, Sam Rin Hyo! Maka dari itu, jangan melakukan sesuatu yang aku tidak suka. Kau mengerti sekarang?!”

TBC-

Advertisements

55 thoughts on “Fate , Love , and Temptation 9

  1. Akuu nunggu lama ff ini thor, selalu ditunggu kelanjutannya yah
    Berharap bget Sam sma Kyu oppa bisa sama-sama lagi,

    Lenyapin hyera kenapa thor, bikin mampus ajaa
    Lama-lama greget jugaa akuu sma dia, ga sadar-sadar sma perbuatannya , akuu jugaa berharap bget ibunya kyuhyun nyesel udh gituin anaknya sendiri ,
    Kenapa setelah sekian lama ga ada rasa penyesalan diantara mreka ibunya dan hyera,
    Semoga kyuhyun ninggalin ibunya, dan berharap dia ngejar-ngejar Sam rin hyo lagi …
    Joongki oppa sma org lain ajaa yah thor , jebal…

  2. daebaaak sangat suka, kyu uda sadar
    joong ki oppa kenpa itu:( hyera kau terlalu obsesi sama kyu, sudahlah.. lepaskan saja kyu buat rin hyo okau(;
    next

  3. ehh hyeraaa kamu witches banget semakin kesini pingin nggaruk pake garukan tanah 😦
    Kasian itu Joong Ki sebenarnya 😦 Hidup kadang bener” suka timpang sebelah deh 😦

  4. Yeay…. Akhirnya kyuhyun menyatakan perasaannya. Seru bangettt. Sweet moment-nya dapet. Aku jadi tersenyum sendiri bacanya. Bagaimanakah kelanjutan hubungan mereka. Next ya…

  5. setidaknya walaupun kyuhyun belum ingat..
    Tp dia sadar kalo dia mencintai rin hyo,
    akhirnya hubungan kyu dan rin hyo mengalami perkembngan

  6. setidaknya walaupun kyuhyun belum ingat..
    Tp dia sadar kalo dia mencintai rin hyo,
    akhirnya hubungan kyu dan rin hyo mengalami perkembngan,
    knapa joong sampe mabuk?

  7. Akhirnya si topeng hyera keluar juga . Benar2 menjijikkan si rubah itu . Aku doa kan kyurin bersama lagi 🙂
    Asyik kyu oppa udh nyatakan cintanya lagi 😉
    Ok . NEXT PART 😉

  8. hoirraiii… kyuhyun bilang cinta sama rin hyo… joong ki patah hati minum sampe mabuk, poor joong ki….. hyera tipe cewek egois… ramah dan murah senyum cuma kamuflase aja utk nutupin sifat yg sesungguhnya…. ayo kyuhyun cepet inget lagi biar bersatu sama rin hyo… gpp deh rin hyo utk kyu aja nti joong ki dpt cewek yg baik tpi jangn hyera…

  9. Ya ampun apa yang terjadi sama joongk? dia duisilin kah sama nenek dan hyera? Ya ampuun jangan sampe dia kenapa kenapa
    Dan akhirnyaaaaaaaa cho kyuhyun mengatakan katau itu buuuung wkwkwkkwkw

  10. yeyy akhirnya kyu ngucapin kata2 kramat itu sama Rin Hyo “Karena aku menyukaimu,ah tidak!Aku mencintaimu,
    Sam Rin Hyo!” (ini kata2 kramat nya 😀 )

  11. Huaa part ini bener2 romantis.. wkwkwk kyuhyun nya udaa bilang dia suka..
    lalu hyera?? Trus ibu nya..
    Huftt makin penasaran.. 😀

    Lanjut ke next part.. ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s