Nothing Impossible 2

nothing impossible pic

Author: Bella Eka

.

.

Perhatian Sam Rin Hyo terpusat penuh pada lembar buku novel yang tengah ia baca. Berada dalam suasana sejuk tanpa ada banyak orang disekitarnya merupakan hal terfavorit baginya. Musik ballad yang terdengar melalui earphone-nya menambah penghayatan dalam mendalami isi cerita.

Setitik air mata berlinang dikala ia mencapai bagian klimaks dalam novel itu seakan merasakan pula hal yang dialami tokohnya. Semakin lama bertambah deras hingga bagian putih dalam bola matanya berubah memerah.

Gadis itu sedikit mendongak saat menyadari sepasang kaki menghampiri dan berhenti tepat dihadapannya. Kedua matanya yang terasa berat sedikit melebar karena terkejut mendapati sosok Kyuhyun dengan ekspresi dinginnya seperti biasa. Lalu pria itu memberikan sekotak tissue pada Rin Hyo yang masih menatapnya terpana. Namun ia tak ingin menunggu lebih lama dan segera meraih sebelah tangan Rin Hyo untuk menggenggamkan tissue itu  sebelum beranjak pergi.

Gomawo, Kyuhyun-ssi,” ucapnya yang hanya dibalas anggukan kecil Kyuhyun.

Rin Hyo memandang Kyuhyun yang semakin menjauh dan kotak tissue itu secara bergantian. Dirinya tidak bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi begitu saja. Kemudian ia mengamati sekeliling area taman yang begitu sepi sebelum membuka dan mengambil sehelai tissue di dalamnya. Seulas senyuman tipis terkembang bersamaan saat ia mulai mengusap air matanya lalu kembali melanjutkan kegiatannya.

***

“Kenapa dia sendirian?” gumam Ji Eun. Disampingnya, Kyuhyun mengikuti arah pandang Ji Eun dan menemukan seorang gadis sedang membaca sesuatu duduk seorang diri dalam taman sekolah.

“Kyu, sepertinya aku harus pergi sebentar,” pamit Ji Eun kemudian mempercepat langkahnya meninggalkan Kyuhyun. Gadis itu hanya melambaikan tangannya disetiap ia mendengar sapaan memanggil namanya tanpa memedulikan siapa pemilik suara itu seakan terdapat hal darurat tengah menunggu dirinya.

Ia memelankan gerak kakinya sesampainya ia di depan sebuah kelas. Berjalan dengan menyaku kedua tangannya seperti biasa layaknya tak ada apapun yang terjadi. Lirikan kecil melalui ekor matanya menelisik setiap siswa laki-laki dalam kelas itu kemudian segera mengeluarkan ponselnya saat tidak menemukan seseorang yang ia cari. Ji Eun memeriksa absensi hari ini melalui website sekolah, menghembuskan nafas lega setelah memastikan bahwa prasangkanya tidak benar terjadi.

“Ji Eun-ssi, apa yang kau lakukan disini?” Tubuh Ji Eun berjengit seketika mendengar suara yang tak lagi terasa asing di telinganya. Suara seorang pria yang baru saja dicarinya. Hingga sekedar menolehkan kepalanya ke belakang untuk bertatap muka pun terasa berat.

“Kau benar Shin Ji Eun, kan?” Ji Eun memejamkan kedua matanya frustasi saat derap langkah itu terdengar semakin mendekat. Namun dengan segera ia mengambil nafas dalam, menyembunyikan tangan yang terkepal dan ponselnya ke dalam saku almamaternya serta mengendalikan raut wajahnya seperti biasa.

“Apa yang kau lakukan disini?” Ji Eun menatap datar Kikwang yang telah berada tepat di hadapannya. Berbeda dengan pria dengan sekotak snack Pocky di tangannya itu yang menatapnya terheran.

“Memangnya tidak boleh?” sungut Ji Eun.

“Eeyy, bukan begitu maksudku. Kau mau?” tawar Kikwang seraya menyodorkan pocky-nya. Ji Eun mendengus sembari memutar bola matanya, menatap snack itu tanpa arti sebelum mengembalikan tatapan itu pada Kikwang. “Untukmu saja,” ucapnya kemudian membalikkan tubuhnya beranjak menjauh dari pria itu.

Ji Eun semakin mempercepat langkahnya, tidak tahan lagi dengan sikap Kikwang yang sangat membuatnya gemas. Jika ia berada disana lebih lama mungkin Ji Eun akan benar-benar meraih wajah itu tadi.

Namun disisi lain Kikwang mengernyit tak mengerti akan perlakuan Ji Eun padanya. Menatap punggung gadis itu hingga tak lagi tertangkap oleh jangkauan matanya. Kikwang terlihat memikirkan sesuatu hingga raut wajahnya berubah layu. “Kenapa dia terlihat begitu membenciku?”

***

Keringat dingin terus mengalir pada pelipis Sam Rin Hyo. Seluruh perhatian seisi ruangan kelas khusus OSIS terpusat padanya. Terlebih Cho Kyuhyun dengan tatapan tajamnya yang seakan mampu menguliti dirinya saat ini juga. Karena tak pernah sebelumnya ia dipermalukan di depan umum layaknya saat ini.

“Tunggu apa lagi? Cepat jawab pertanyaanku!” tegas Kyuhyun. Detak jantung Rin Hyo semakin berdentum keras. Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri yang tak kunjung mengutarakan alibinya pada Cho Kyuhyun. Bahkan membalas tatapan pria itu pun tak mampu.

“Maafkan aku, Ketua. Aku…”

“Apa yang kau lakukan semalaman hingga tak mampu menyelesaikan proposal itu?!”

“Aku…”

“Apakah hanya membaca novel menyedihkan hingga kedua matamu membengkak agar kami merasa kasihan padamu dan melupakan kesalahanmu? Begitu?!” Rin Hyo dapat melihat dengan jelas bila seluruh anggota OSIS menertawakannya karena ia tengah berdiri seorang diri di muka kelas sekarang tanpa menyadari keadaan Kyuhyun yang masih menatapnya penuh keseriusan. Namun seorang gadis yang bertempat duduk dihadapannya segera menghentikan kekehannya seketika Rin Hyo menatapnya tajam.

 

Berani sekali kau menertawakanku sementara kaulah yang membuatku dipermalukan seperti ini! Awas saja kau, Kim Hyera!

Rin Hyo menggigit bibir bawahnya kuat memendam segala amarah yang ia rasa. Gadis itu tak lagi berniat untuk memberikan pembelaan atas dirinya. Hanya berbagai sumpah serapah yang ingin ia lontarkan pada ketua menyebalkan itu saat ini. Terlebih karena baru saja pria itu membuatnya bahagia siang tadi namun keadaan sebaliknya terjadi sore ini, di hari ini pula. Hanya rasa benci yang tertinggal untuk pria itu saat ini.

Emosi Rin Hyo memuncak saat Hyera kembali mengulum tawa. Kakinya bergerak menghampiri gadis itu masih dengan tatapan tajamnya, lalu beralih menatap Kyuhyun.

“Bisakah kau memberiku waktu untuk menjawab pertanyaanmu?” tanya Rin Hyo dengan nada suara yang sarat akan emosi.

“Silahkan saja.”

“Sebelumnya aku harus mengklarifikasi bahwa segala tuduhan yang kau berikan sama sekali tidak benar!” ucapnya dengan penuh penekanan. “Dan dengan senang hati kuberitahukan pada kalian semua, bahwa seseorang yang sepatutnya kalian tertawakan adalah…” Rin Hyo menggantung ucapannya namun tersenyum miring pada Kim Hyera yang dengan mudah membuat semuanya mengerti atas hal yang dimaksud Sam Rin Hyo. “Bendahara kalian ini mengatakan padaku jika dia tidak bisa menyelesaikan anggaran dananya hanya karena pemadaman listrik yang terjadi di apartemennya,” paparnya membuat seluruh isi ruangan meledakkan tawa, namun tidak dengan Cho Kyuhyun.

“Benarkah itu, Hyera-ssi?” tanya Kyuhyun yang menyebabkan Hyera terintimidasi tanpa pembelaan apapun. “Maafkan aku, Ketua. Aku akan segera menyelesaikannya,” sesal Hyera.

“Cepat selesaikan hari ini juga dan segera serahkan pada Sam Rin Hyo. Dan kau, kembalilah ke tempatmu,” ujar Kyuhyun pada Hyera yang dilanjutkannya pada Rin Hyo. Rin Hyo pun beranjak kembali menuju tempat duduknya tanpa sudi memandang Cho Kyuhyun sama sekali.

***

To: Cho Kyuhyun

Apa kau masih lama?

 

Shin Ji Eun kembali meletakkan ponselnya setelah mengetikkan pesan pada Cho Kyuhyun. Sebelah tangannya ia gunakan untuk menyanggah kepalanya mengamati hamparan langit yang telah berubah warna menjadi keemasan. Setidaknya alunan musik yang terdengar melalui sepasang earphone-nya mampu mengisi kebosanan yang dirasa sudah diambang batas. Mengharapkan balasan pesan dari Cho Kyuhyun saat pria itu tengah sibuk dalam organisasinya bagaikan pungguk merindukan bulan yang tak akan mungkin terlaksana.

Ji Eun bangun dari duduknya saat sorot matanya menangkap sesuatu bergerak dari arah lapangan basket, melepas earphone-nya lalu beranjak menghampirinya. Degupan jantungnya semakin terasa kuat saat menemukan bahwa pria yang tengah bermain basket itu adalah Lee Kikwang. Gadis itu terlalu malas untuk berjalan kembali menuju tempatnya semula maka ia memutuskan untuk melabuhkan tubuhnya di salah satu kursi penonton.

Ji Eun terperanjat saat Kikwang melayangkan tatapan kearahnya tiba-tiba. Sekujur tubuhnya terasa seakan tersengat listrik begitu Kikwang perlahan melangkah mendekatinya. Pandangan mereka terus bertemu hingga Kikwang berada tepat di hadapan Ji Eun. Gadis itu memasukkan tangannya ke dalam saku sebelum mengeluarkannya kembali bersama sebuah sapu tangan dalam genggamannya yang kemudian ia berikan pada Kikwang.

Gomawo,” ucap Kikwang dengan sedikit tersenyum tipis sedangkan Ji Eun hanya mengangguk seadanya.

“Bolehkah aku duduk disini?” tanya Kikwang dengan menunjuk tempat kosong di sebelah Ji Eun.

“Tentu.”

Kikwang menghela nafas singkat sebelum mengambil tempat di samping Ji Eun. Dirinya merasa dibingungkan oleh gadis itu. Terkadang bersikap baik sebagaimana saat ini, namun tak jarang pula bersikap seolah begitu membencinya.

“Terkecuali anggota OSIS, kukira tak ada siswa lain yang masih berada disini selain aku,” ujar Kikwang memulai pembicaraan.

“Aku pun begitu.”

“Kau sedang menunggu Kyuhyun?”

Nde.”

Bagaimana bisa kau berkepribadian berbeda dalam waktu yang sama?

 

Lee Kikwang berlalu meninggalkan Ji Eun yang tertegun atas kepergiannya tanpa mengucap sepatah katapun, bahkan tak menatapnya sedikitpun. “Apakah aku telah mengatakan hal yang salah?” gumamnya kecewa kemudian memasangkan earphone-nya pada kedua daun telinganya lalu memilih lagu pada daftar putar dalam ponselnya.

Shin Ji Eun yang tengah menunduk dan terpejam tak menyadari kedatangan Kikwang yang telah kembali duduk di sampingnya. “Ji Eun-ssi, Ji Eun-ssi,” bisik Kikwang yang menyebabkan gadis itu bergerak menatapnya dan melepas earphone-nya.

“Kau mau yang mana?” tawar Kikwang seraya menyodorkan es krim coklat di tangan kanannya dan vanilla di tangan kirinya.

“Aku tidak memintanya padamu.”

“Ayolah, pilih salah satu,” pinta Kikwang hingga pada akhirnya Ji Eun mengambil es krim yang berada di tangan kanannya. “Gomawo.”

Mereka menyantap es krim dalam diam. Sesekali Kikwang memandang Ji Eun seakan terdapat sesuatu yang ingin ia katakan. “Ji Eun-ssi,” panggilnya setelah berhasil mengumpulkan keberanian.

Nde?”

“Pasti akan sangat menyenangkan jika kau dapat meleleh seperti es krim ini.” Ji Eun menatap Kikwang tak mengerti, namun segera tersenyum tipis setelah mengetahui makna dibaliknya. “Kuharap juga begitu.”

“Sepertinya rapat mereka telah usai,” sambung Ji Eun saat ponselnya yang bergetar menampakkan bahwa Cho Kyuhyun sedang menghubunginya.

“Baiklah. Ayo kesana, Ji Eun-ssi.”

“Kikwang-ah, bisakah kau tidak menyebutku dengan panggilan Shin Ji Eun-ssi? Sebenarnya aku sangat tidak nyaman mengingat kita berada dalam usia yang sama.”

“Tentu saja, Ji Eun-ah,” ucap Kikwang seraya tersenyum manis yang selalu mampu membuat Ji Eun terperangah. Beruntung gadis itu segera tersadar ketika Kikwang mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri.

***

“Bagaimana bisa pria itu begitu professional menjalani perannya? Benar-benar menyebalkan!” ujar Rin Hyo sambil memukul-mukul tubuh Kikwang yang ia jadikan pegangan.

“Ya! Ya! Aku tahu kau sedang kesal tapi bisakah kau tidak melampiaskannya padaku? Aish, jinjja! Apa kau ingin kita terjatuh lagi seperti saat itu?! Hentikan Rin Hyo-ah!” pekik Kikwang tak tahan karena pukulan Rin Hyo semakin menggila. “Sam Rin Hyo! Aku tak akan mengantarmu pulang jika kau terus seperti ini,” Kikwang seketika menghentikan sepedanya dan meminta agar Rin Hyo segera turun dari sana.

“Baiklah, baiklah. Aku akan diam,” lirih Rin Hyo kemudian.

“Memangnya apa yang telah dia lakukan hingga membuatmu kesal?” Rin Hyo pun menceritakan perihal yang baru saja dialaminya. Sepanjang jalan Rin Hyo menjelaskan panjang lebar tanpa menyadari Kikwang yang tak begitu mendengarkannya.

Pria itu memiliki sesuatu lain yang ia pikirkan. Sesuatu yang tak biasanya berada dalam pikirannya. Bagaimana bisa Shin Ji Eun seperti itu, siapa sebenarnya Shin Ji Eun, mungkinkah gadis juga memiliki keahlian dalam menjalankan suatu peran seperti Cho Kyuhyun. Pemikiran asing semacam itulah yang tengah memenuhi otaknya saat ini.

“Kikwang-ah, kau mendengarku, kan?” Ucapan Rin Hyo menyadarkannya, membuatnya tak tahu harus menjawab apa.

“Tentu saja, teruskan ceritamu.”

Tck! Bahkan kau tidak tahu jika aku telah menyelesaikannya. Kenapa hari ini begitu menyebalkan?! Bahkau kau juga. Sia-sia saja aku menghabiskan tenagaku untuk berbagi cerita denganmu! Menyebalkaaan!!” teriak Rin Hyo meluapkan segala kekesalannya.

“Berhentilah berteriak, Sam Rin Hyo! Gendang telingaku serasa akan pecah mendengar suaramu!”

“Kenapa kau memarahiku? Harusnya aku yang marah padamu! Dasar!”

Tanpa sengaja Shin Ji Eun yang tengah melintas bersama Cho Kyuhyun mendapati perdebatan kecil antara Lee Kikwang dan Sam Rin Hyo. Ia terus memaku tatapannya pada kaca spion memantau gerak-gerik sepasang sahabat itu hingga Kyuhyun memutar kemudinya dan membuat kedua sosok itu menghilang.

Ji Eun menghembuskan nafasnya kasar lalu tersenyum kecil. Perasaannya selalu terasa terbakar setiap kali melihat kedekatan Kikwang dan Rin Hyo walaupun ia sendiri menyadari bahwa hubungan mereka hanya sebatas persahabatan layaknya dirinya dan juga Kyuhyun.

Kyuhyun sesekali menatap Ji Eun sekilas. Walaupun sikapnya menunjukkan seakan ia tak merasakan apapun, namun sebenarnya ia menyadari sikap Ji Eun yang terus terdiam. Bahkan ia mengetahui saat Ji Eun tengah mengamati Kikwang dan Rin Hyo.

“Dua hari lagi akan diadakan perkemahan. Bersiap-siaplah mulai sekarang,” ucapnya yang membuyarkan lamunan Ji Eun.

Jinjja? Darimana kau mengetahuinya?”

“Kau lupa siapa ketua OSIS di sekolah?” bangga Kyuhyun membuat Ji Eun mendecih malas. “Baiklah kalau begitu.”

“Jangan pernah mencoba melarikan diri dari acara itu!” cegah Kyuhyun saat Ji Eun mulai mengeluarkan ponselnya. Ia telah begitu memahami kebiasaan gadis itu yang tak pernah menyukai hal-hal yang merepotkan dirinya.

“Memangnya aku mengatakan bahwa aku akan melarikan diri?”

“Tidak. Tapi aku tahu jika kau akan menghubungi eommeonim untuk membuatkan surat izin agar tidak berpartisipasi dalam acara itu. Benar, kan?” tuduh Kyuhyun hingga kedua mata Ji Eun melebar tak percaya. “Ya! Bagaimana bisa kau… Baiklah aku akan mengikutinya!” ujar Ji Eun terpaksa. “Seharusnya aku memberitahu eomma di rumah saja.”

Mwo?!”

***

Mwo? Besok akan diadakan acara perkemahan? Woah, pasti akan sangat menyenangkan.” Rin Hyo menatap malas Kikwang yang begitu antusias. Namun sedetik kemudian keadaan berubah hening karena seonsaengnim mulai memasuki kelas. Hanya terdengar pergerakan siswa dalam kelas itu yang sedang mempersiapkan buku matematika.

“Perhatikan semuanya, besok akan diadakan acara perkemahan dua hari satu malam. Saya akan membagikan lembar persetujuan yang harus diberikan pada orang tua kalian. Jika diijinkan, maka kalian harus membawa segala perlengkapan yang dibutuhkan besok pagi. Namun bagi yang tidak diperbolehkan harus mengikuti pelajaran seperti biasa. Dan jangan lupa untuk membawa lembar ini besok. Mengerti?”

Nde, seonsaengnim,” jawab mereka serentak. Rin Hyo memutar bola matanya saat Kikwang menatapnya sembari tersenyum senang. Karena dirinya masih terlalu sebal pada Kyuhyun membuatnya malas untuk mengikuti acara itu. Terlebih dirinya merupakan panitia yang tentu saja akan terus bersama Kyuhyun semakin menambah kejengahan yang dirasakannya.

“Sekarang saya akan membacakan barang-barang yang wajib kalian bawa. Dengarkan baik-baik karena tidak akan ada pengulangan.”

***

Shin Ji Eun mengetuk-ngetukkan penanya di atas meja. Merasa begitu bosan namun juga terlalu berat untuk beranjak. Sedangkan Cho Kyuhyun telah meninggalkannya lebih awal karena harus menghadiri pertemuan OSIS untuk mempersiapkan acara perkemahan besok.

“Jam pelajaran belum sepenuhnya usai namun dengan mudahnya diperbolehkan untuk melewatkannya. Menyenangkan sekali,” gerutunya. Ji Eun melayangkan pandangannya mengitari setiap sudut kelas. Mengamati kegiatan yang tengah disibukkan oleh teman-teman lainnya. Beberapa teman wanitanya terlihat berkumpul menjadi satu yang dapat dipastikan sedang menggosipkan sesuatu, sedangkan sekumpulan teman prianya fokus bermain kartu.

“Kau mau bergabung, Ji Eun-ah?” Ji Eun hanya tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya saat salah seorang dari kumpulan pria itu menawarinya. Tatapan Ji Eun segera teralih cepat ketika menemukan Lee Kikwang melalui jendela kelasnya. Tubuhnya sontak berdiri dan melangkah menuju kemana arah pria itu pergi. Tentu saja dengan menjaga jarak yang cukup jauh untuk mengantisipasi.

Ji Eun segera berbalik setelah memastikan bahwa Kikwang menuju lapangan basket. Ia merubah tujuannya menuju cafetaria. Membeli sebotol air mineral sebelum kembali mengarah ke tempat Kikwang berada.

Namun Ji Eun mengurungkan niatnya begitu mendapati seorang gadis yang sedang memberikan sekaleng minuman soda pada Kikwang. Hatinya seakan terasa pecah berkeping-keping melihat Kikwang mengulas senyuman manisnya pada gadis yang belum pernah ia temui sebelumnya itu.

Tangannya tergerak membuka tutup botol air mineral dalam genggamannya dengan kasar dan segera meneguknya. Seolah berusaha memadamkan api dalam hatinya namun sia-sia. “Apa kau ke tempat ini untuk menemui gadis itu?” gumamnya geram lalu meletakkan minumannya pada salah satu kursi penonton sebelum beranjak pergi.

“Bukankah dia Shin Ji Eun?” Kikwang segera memalingkan wajahnya menuju arah yang ditunjuk oleh seorang gadis di hadapannya. Dahinya mengernyit setelah menyadari bahwa dia memanglah Shin Ji Eun.

***

Kapan rapat ini akan berakhir? Aku sedang tidak ingin melihat wajahmu!

 

Sam Rin Hyo memenuhi sebuah halaman dalam buku catatan khusus organisasinya dengan beberapa ungkapan yang tengah dirasakannya. Seakan penjelasan Kyuhyun yang tengah membahas mengenai briefing untuk acara perkemahan besok tidak lebih menarik dari kegiatannya itu.

Tubuh Rin Hyo tersentak saat Kyuhyun mengucap namanya dan membuatnya menutup buku itu dengan segera. “Apa yang kau lakukan? Kau tidak mendengarkanku?” lanjut Kyuhyun.

“Tentu saja aku mendengarmu.” Rin Hyo memutar otaknya berpikir lebih keras mencari alibi yang dapat mendukung ucapannya karena Kyuhyun masih tetap menatapnya tak percaya. “Maka dari itu aku menulis setiap hal-hal yang penting dari ucapanmu.”

Kyuhyun melirik buku yang digunakan Rin Hyo sejenak, kemudian kembali melanjutkan ucapannya dalam forum. Sementara Rin Hyo bernafas lega lalu mencoba memusatkan perhatiannya walaupun sebenarnya ia sama sekali tak ingin. Namun tak lama kemudian ia mendengus kesal ketika menangkap basah Kim Hyera yang tengah sibuk dengan ponselnya.

Mengapa kau melakukan hal itu padaku sementara tidak dengannya? Sungguh tidak adil!

 

“Baiklah, pertemuan kali ini kuakhiri sampai disini. Hati-hati dalam perjalanan pulang kalian, jangan sampai ada barang yang tertinggal dan segera kembali kemari secepat mungkin. Kalian mengerti?” Kelopak mata Rin Hyo sontak melebar mendengar ucapan Kyuhyun, pada saat itu juga terheran pada teman-teman yang lainnya karena menjawab, “Nde,” dengan serentak. Dirinya yang memang tidak menyimak Ketua OSIS itu dengan baik membuatnya tidak mengerti akan apa yang terjadi. Gadis itu berpikir sejenak, beruntung ia segera teringat bahwa sesaat lagi mereka harus menyiapkan segala kebutuhan untuk mendukung acara perkemahan di tempat yang telah ditentukan sebelumnya.

“Kyuhyun-ah, apa yang harus kulakukan? Aku tidak pandai mengemudi. Bagaimana bisa aku berangkat kesana?” Sam Rin Hyo tersenyum kecut melihat aksi Kim Hyera. Gadis yang selalu bertingkah genit pada Kyuhyun itu selalu membuat perutnya mual hingga ingin segera beranjak dari sana.

“Sam Rin Hyo!” seru Kyuhyun menghentikan langkah Rin Hyo yang sudah berada di ambang pintu. “Kau juga termasuk bagian dari panitia utama, maka kau harus bergabung bersama kami.” Rin Hyo memejamkan kedua matanya erat. Meratapi nasibnya yang harus menghadapi situasi ini. “Ya, baiklah,” jawabnya kemudian.

***

Shin Ji Eun berjalan perlahan tanpa menghentikan helaan nafas kesal dari bibirnya. Berulang kali ia memantau keberadaan dua pria berpakaian serba hitam yang terus mengekorinya. Padatnya pengunjung Distrik Gangnam tak mampu menghalangi dirinya menemukan keberadaan dua pria tinggi besar itu.

“Maaf, tapi aku bukanlah seekor anak ayam yang menjadi buta di malam hari. Jadi kalian tak perlu terus mengawasiku kemanapun aku pergi,” gumamnya lalu semakin mempercepat gerak kakinya dan menyusup ke tengah keramaian Distrik Gangnam. Menghindari bodyguard suruhan ayahnya yang selalu mengikutinya disetiap ia berpergian malam hari seorang diri tanpa Cho Kyuhyun. Terkadang Ji Eun tak habis pikir dengan ayahnya yang lebih mempercayai Kyuhyun daripada dirinya.

Gadis yang selalu berjalan menunduk guna mencari ruang kosong agar semakin jauh menghindar itu dikejutkan oleh seseorang yang menghalangi jalannya hingga tanpa sengaja menabraknya. “Mian, aku tidak sengaja,” ucap Ji Eun tanpa sempat menatap wajah orang itu dan segera melanjutkan langkahnya.

“Jangan halangi aku! Aku sangat tidak nyaman berada dalam pengawasan kalian! Atau aku akan mengadukan kalian pada ayah!” pekiknya saat merasakan pergelangan tangannya ditahan oleh seseorang.

“Adukan saja.” Ji Eun sontak memandang pemilik suara yang sangat ia kenal itu. Tertegun saat menyadari bahwa pria itu adalah, “Lee Kikwang?”

Lee Kikwang menarik tangan Ji Eun agar berlari kecil mengikutinya menuju bundaran pusat Distrik Gangnam. Membawa gadis itu agar duduk diatas beton pembatas bundaran air mancur itu. “Siapa yang terus mengawasimu?”

“Mereka… dua orang… pria itu,” jawab Ji Eun terengah yang masih mencoba mengatur nafasnya. Terkekeh kecil ketika mendapati raut wajah panik Kikwang.

“Kenapa kau malah tertawa? Apakah mereka memang sering menguntitmu?” Ji Eun menghentikan kekehannya kemudian mengangguk sekali, sedangkan Kikwang melebarkan matanya terkejut. “Bagaimana bisa kau begitu tenang dalam keadaan seperti ini? Apa yang biasanya mereka lakukan terhadapmu?” Ji Eun tak segera menjawab, berusaha menahan tawa dibalik wajah datarnya. Namun karena tak tahan lagi ia meledakkan tawanya tanpa memedulikan Kikwang yang menatapnya tak mengerti.

“Tak perlu seserius itu, Kikwang-ah. Mereka hanyalah bodyguard yang selalu mengikutiku kemanapun jika aku hanya pergi seorang diri di malam hari,” jelas Ji Eun disela tawanya.

“Ya! Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?” protes Kikwang kesal.

“Karena kau terus menghujaniku dengan pertanyaanmu.”

“Sebenarnya kau sedang menertawakan apa?” tanya Kikwang seraya menatap gemas Ji Eun yang tak kunjung menghentikan tawanya.

“Wajahmu, wajahmu itu, lucu sekali.” Selangkah kaki Kikwang ia gunakan untuk berada semakin dekat dengan gadis itu. Meraih bagian topi dari jaket merah yang tengah Ji Eun kenakan lalu bergerak memakaikannya pada kepala Ji Eun seraya mengatakan, “Udara terasa sangat dingin, sebaiknya kau memakainya,” yang membuat mulut Ji Eun segera terbungkam. Terlebih saat Kikwang mengulas senyuman manis padanya yang mampu menghentikan hembusan nafasnya.

Apa kau selalu memberikan senyuman indahmu itu pada semua gadis?

 

Aigoo, kau terlihat seperti si gadis kecil berkerudung merah jika seperti ini.” Suara Kikwang menyadarkannya dan segera berpaling menghindari tatapan lekat pria itu. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku jaketnya. Mencoba menetralisir suhu tangannya yang terasa dingin membeku. Entah karena rasa gugup ataukah cuaca.

“Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan disini?”

“Mencari hadiah special untuk besok,” jawab Ji Eun singkat.

“Benarkah? Kalau begitu ayo bersama denganku. Kebetulan sekali aku juga sedang bingung mencari hadiah special macam apa yang harus kubeli untuk acara perkemahan besok.”

Kuasai dirimu, Shin Ji Eun. Jangan sampai kau semakin terjerumus karena sikap manis pria ini.

***

Seluruh siswa kelas XII telah memasuki bus yang telah disediakan. Hanya tersisa kurang dari lima menit sebelum waktu pemberangkatan namun Shin Ji Eun masih juga belum menampakkan dirinya membuat Cho Kyuhyun tak dapat berdiam diri sebelum memastikan keberadaan gadis itu.

To: Shin Ji Eun

Ya! Kau tidak bermaksud untuk melanggar janjimu, kan?! Cepatlah datang ke sekolah!

 

Kyuhyun menolehkan kepalanya dan menjumpai seseorang yang telah ditunggunya dengan khawatir saat daun telinganya menangkap suara deringan ponsel singkat. “Cepatlah, Ji Eun-ah! Kenapa kau selalu datang terlambat jika aku tidak menjemputmu?” seru Kyuhyun kemudian segera menghampiri sahabatnya itu dan mengambil alih tas carrier milik Ji Eun dan membawanya masuk ke dalam bus.

“Tapi aku tidak benar-benar terlambat, bukan? Masih ada waktu satu menit lagi,” celoteh Ji Eun seraya berjalan mengekori Kyuhyun. Senyuman sinisnya terulas saat melewati bagian tempat duduk Kikwang bersama seorang gadis yang ia temui di lapangan basket kemarin. Namun kedua bola matanya segera terbelalak begitu Kyuhyun menunjukkan tempatnya yang berada tepat di belakang Lee Kikwang.

Cha! Duduklah disini saja. Aku tidak bisa menemanimu karena harus bergabung dengan pantia lainnya,” ujar Kyuhyun sembari meletakkan tas carrier Ji Eun.

“Maksudmu aku harus sendirian disini? Terserah saja! Cepat pergi dari hadapanku!”

“Kenapa kau bersikap seperti ini? Kikwang-ah, kuserahkan Ji Eun padamu. Tolong jaga dia selama aku tidak bisa bersamanya. Ji Eun-ah, kau telah mengenal Kikwang, bukan? Kalau begitu aku pergi dulu,” pamit Kyuhyun lalu melesat pergi. Shin Ji Eun menghela nafas kasar, tangannya terus bersendekap semenjak ia mendaratkan tubuhnya di kursi empuk bus itu. “Dasar! Selalu saja bersikap seenaknya sendiri. Yang benar saja aku harus duduk disini,” gerutunya.

———————

To be Continued

Advertisements

66 thoughts on “Nothing Impossible 2

  1. Mereka semua lucu dehh 😊😊 duh rin hyo ssi, kyuhyun negur kamu tuh krna dia emang memperhatikan kamuu 😆

    Hmm, baiklah aku penasaran sama cewe yang berada di seblah kikwang itu, dia naksir juga sama kikwang ? Dan aku sukaa sama jealousnya ji eun 😀😀

    Next part aku tunggu yaa chingu 🙂

  2. huaaaa ff nya daebak thor, gimana prilaku kyuhyun sama Rin Hyo waktu di perkemahan nanti apa masih judes?. ahhhhhh thorr sumpah penasaran next part di tunggu ya thor semangat buat nulis ff nya ^_^

  3. ih cinta ank sma itu emang gini. malu2 kucing. iy gak si 🙂
    klo aku bc walaupun ini bkn dr sudut pandang rin hyo sm ji eun tp perasaan mereka yg keliatan jls. kyuhyun sm kikwang ny msi stay cool

  4. di part 1 bagus banget thor…soalnya jalan cerita gak bisa ditebak membuat readers bertanya” dan ingin tahu bagaimana kelanjutannya
    di part 2 bagus thor tapi jalan ceritanya udah bisa ketebak beda dg part satu…sepertinya saya sudah bisa mengira” endingnya thor…tapi semoga beda dg apa yg saya fikirkan…good job thor…part3 di tunggu thor…thanks..(maaf terlalu banyak hehe)

  5. kyuhyun sama ji eun nya terlalu dingin kaya freezer hehe

    jangan2 hadiah spesial yg mau dibeli ji eun sama kikwang untu mereka masing2 wkwk

  6. Hohoho… rin hyo sm kyu ko kek tom&jerry yak. Wkwwkwwk… cwe yg sm kikwang siapa sihh??. Pasti bkn rin hyo kn?. Trs siapa donkk??..

  7. aku mulai paham sm sikapnya Kyu ke RinHyo kkkkk, ngeselin emg bikin org darah tinggi .. ahh Gikwang kynya msih biasa aja y sm JiEun .. mrk ini cocok bgt wkwk .. next deh ..

  8. kyuhyun jgn terlalu judes lah am rin hyo, nanti kuwalat loh..
    Nanti kalo jatuh cinta, kena loe..
    Ji eun lucu kalo lagi kesel

  9. Masing masing orang memiliki caranya sendiri dalam mengungkapkan rasa suka, begitu pula aku cobalah pahami aku memperhatikanmu….
    Kelakuan mereka manis dan sulit ditebak..

  10. Ngeliat tingkahnya kyuhyun kok nyebelin ya wkwk. Berusaha menarik hati rinhyo jadi di mata rinhyo nyebelin banget. Ji eun jangan cemburu gitu sama kikwang, kayaknya kikwang juga tertarik sama ji eun. Lebih penasaran sama kisah ji eun-kikwang hehe

  11. Whoaa..ceritanya makin seru aja nih kkk..spertinya ji eun sdh mulai suka nih ama kikwang wkkk.. Gk sabar juga pengen liat ekspresi kyu yg lagi cemburu ama kikwang dan juga pensaran ama cewek yg duduk di sblhnya kikwang..
    Baca next ahh..

  12. di part ini para cewek jengkel sama para cowok…. rin hyo jengkel sama kyuhyun karena ngerasa cuma dia aja yg selalu di tegor…. kebapa sampe kyuhyun tau kl rin hyo ga merhatiin ucapan kyuhyun karena kyuhyun selalu merhatiin rin hyo jadi dia tau apa aja yg di lakuin rin hyo beda sama kim hyera yg jelas jelas main ponsel tpi ga di yegor sama kyu… karena kyu ga merjatiin hyera… dan untuk ji eun dia marah sama kikwabg karena cemburu kikeang dekat sama cewek lain…

  13. benar2 pasangan yg lucu. rinhyo kyknya sbel bget tuh sama kyuhyun. aiiih…………tuh yg duduk ama kikwang siapa? ganti deh posisinya ma jieun wkwkwk…………….

  14. Kisahnyaa simpkee onn.. tp kereennn…jlaan ceritanyaa jugaa gk terlalu keburu2…
    Kereenn dahh pokonyaa..
    Ampe bingung nihh mw coment apaa… hhaa…
    Btw yg hyeraa itu sukaa yaa ama kyuu.. koqq kesannyaa kyk manjaa bengttt k myuu dehh..

  15. Itu cewe yg sama kikwang kira2 siapa ya hehehe

    Ya elah ini ji eun klo emg suka ga usah bersikap dingin2 dan datar makanya sama kikwang ntar malah di ambil org beneran lho, si kyuhyun sm rin hyo jg sama aja, pdhl sama2 suka ini mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s