Contrast 9

CONTRAST 9

wpid-cntrs1

 Author : Tsalza Shabrina

A/N: Happy read 🙂

 

Sialnya, penyesalan memang selalu datang diakhir.

***

7 tahun yang lalu.

“Soohyun-ah! YA! Kim Soohyun!”

Teriakan melengking Kim Nam Gil-hyeong satu – satunya yang berjiwa dingin dan kasar itu terdengar memenuhi rumah besar yang menjadi peninggalan orang tuanya sebelum meninggal.

Kim Soohyun berlari tergopoh, hampir terpeleset saat ia berjinjit melewati lantai yang baru saja di-pel oleh salah seorang pembantu rumah tangganya. Denga napas yang masih tersenggal ia menghadap hyeong-nya.

Ne, hyeong?”

“Ikut aku!” Soohyun meneguk ludahnya berat. Napasnya sempat berhenti sesaat, ia bisa membayangkan apa yang akan dilakukan hyeong-nya setelah ini. Hal yang begitu ia benci hingga rasanya ingin membunuh hyeong-nya sendiri.

       Nam Gil menarik rambut halus Kim Soohyun, tak ada pekikan sakit maupun umpatan kesal disana. Hanya ada kepasrahan. Sedangkan Kim Nam Gil berkali – kali melontarkan umpatan kasarnya seperti, “Bangsat, kau ini lelet sekali!” atau “Kau itu anak tak guna!” dan sebagainya.

Kim Nam Gil mendorong tubuh lemah Soohyun  kedalam sebuah ruangan pengap yang sempit itu hingga tubuh pria itu membentur dinding. Setelahnya, ia mengunci pintu, berjalan mendekati Kim Soohyun dan memukuli pria itu tanpa henti. “Kantor brengsek! Pria tua bangka itu selalu saja tidak memberiku kesempatan!”

Darah berbau anyir sudah keluar dari beberapa bagian wajahnya. Namun Soohyun masih bertahan, jiwanya berontak namun tidak dengan raganya. Ia seolah tengah kaku. Seolah tubuhnya memang terlahir untuk dipukuli.

“Dulu saja dihadapan ayah kita mereka sangat menghormatiku, tapi sekarang mereka selalu menjelek – jelekkan ayah! Dasar! Tua bodoh tidak berguna!” Pasti hyeong-nya sedang kesal pada tetua – tetua perusahaan yang lagi – lagi menolak idenya. Hal klasik. Namun hal seklasik itu sudah bisa berimbas sangat rumit pada Kim Soohyun. Karena, segala hal yang bersifat klasik atau pun tidak jika itu menganggau kelangsungan egonya. Kim Nam Gil selalu memukuli Kim Soohyun sebagai pelampiasannya.

Tubuh Soohyun sudah tersungkur diatas dinginnya lantai, sedangkan kepalan tinju Nam Gil terus saja melayang tanpa berniat untuk istirahat. Dengan tangan kanan yang gemetar melawan takut, Soohyun mengambil sesuatu dari saku bajunya. Sesuatu yang ia bawa dari markas Dark Pearl saat tadi Jennifer mengajaknya kesana, gadis itu memberinya sebuah pistol untuk membela diri. Karena Jennifer tahu, kakak pria itu sudah sangat keterlaluan.

Mianhe, hyeong!”

DOR!

DOR!

 

Dua kali tembakan, dan akhirnya Kim Nam Gil tewas.

Sekarang.

Kim Soohyun membuka kaca mata hitamnya, menatap bangunan tua kokoh yang berada dihadapannya dengan pandangan penuh sesal. Ia memejamkan kedua mata sejenak saat ada angin yang berhembus begitu dingin. Apa didalamnya juga seperti itu? entahlah.

Kim Nam Gil, kakak yang sangat mengesalkan untuknya. Kim Nam Gil sering memukulinya dan bahkan memukuli ibunya sendiri. Sangat berbeda dengan Kim Soohyun yang lebih memilih diam dan lemah. Pria kesayangan orang tua hingga ayah dan ibu mereka selalu hanya menganggap keberadaan Kim Soohyun dan melupakan Kim Nam Gil. Hingga akhirnya, Kim Nam Gil selalu ingin memukuli wajah Kim Soohyun setiap ia merasa kesal pada siapapun. Kebenciannya pada kakaknya itu juga yang membuatnya menerima ajakan Jennifer untuk bergabung dan mendapat pelatihan fisik di Dark Pearl.

Sejak kematian kakaknya, Soohyun harus dirawat selama 2 tahun di rumah sakit jiwa karena penyakit psikisnya. Ia menderita trauma yang sangat mendalam, dan kematian kakaknya dianggap sebagai penyakit jantung. Tak ada yang boleh memeriksa mayatnya selain orang – orang black pearl yang berperan sebagai keluarga Kim Soohyun satu – satunya.  Dan tentang penyebab sebenarnya kematian kakaknya, hanya Dark Pearl dan pihak rumah sakit saja yang tahu.

Setelah keluar dari rumah sakit jiwa, Soohyun dirawat jalan di markas Black Pearl selama satu tahun lalu ia kembali dengan jiwa yang baru. Jiwa tanpa rasa takut dan pantang lemah. Kim Soohyun-anggota Black Pearl yang paling bisa diandalkan.

“Sudah?” kedua kelopak mata Kim Soohyun terbuka seketika. Tanpa menoleh pada Jennifer yang sepertinya berdiri disampingnya, ikut menatap rumah tua yang catnya sudah terkikis.

“Kau benar – benar akan menyesalinya.” Ujar Soohyun tiba – tiba. Jennifer mendengus sebal.

“Aku … tidak seburuk yang kau pikirkan, jadi tenang saja.”

“Jika kau kehilangannya. Kau tidak akan pernah melihatnya lagi.”

“Hei! Aku bisa melihatnya lewat cermin. Ia dan aku sama, kan?” Soohyun menoleh kearah Jennifer hendak melontarkan cacian murkanya pada Jennifer yang selalu menganggap semuanya candaan. Namun bibirnya kelu saat melihat penampilan gadis itu yang membuatnya ingat pada seseorang. Jennifer tersenyum manis.

“Bagaimana? Sudah sangat mirip, kan?”  Kim Soohyun mengangguk dua kali, memperhatikan rambut lurus Jennifer. Ia baru sadar, hanya dengan berganti rambut saja sudah membuat seseorang terlihat berbeda. “Setelah ini aku akan ke gedung NIS dan menjalankan misiku. Dan kau! Aku ingin kau menjaga Sam Rin Hyo. Aku yakin, jika kau yang menjaganya akan lebih manusiawi. Ketimbang orang – orang berbadan besar itu.” Kim Soohyun tersenyum penuh arti lalu mengacak rambut Jennifer gemas.

“Kau terlihat manis hari ini.” Jennifer juga membalas Kim Soohyun dengan mengacak – acak rambut pria itu tanpa ampun.

“Aku pergi dulu!” teriak Jennifer seraya berlari menuju mobilnya, memasuki mobil lalu melesatkan mobilnya menuju gedung NIS Korea Selatan. Kim Soohyun tersenyum geli, lalu kembali menatap rumah tua itu. “Tidak akan ada lagi kejadian seperti dirumah ini, nanti. Tidak akan pernah.”

***

From : Sam

 

Aku tidak bisa datang ke bandara.

            Dan tolong jangan percaya pada siapapun. Meski itu aku! Simpan rahasia Lee Jong Suk dan rahasia – rahasia kita yang lain hanya untukmu saja!

            Ingat! Jangan percaya padaku!

 

Ps: Ada sesuatu yang terjadi. Dan aku juga sangat mencintaimu.

Cho Kyuhyun berkali – kali membaca pesan yang dikirim Sam Rin Hyo untuknya. Ia tidak tahu apa maksud dari kalimat jangan percaya pada siapapun. Meski itu aku! Gadis itu menyuruhnya tak mempercayai siapapun termasuk dirinya. Bukankah itu pernyataan yang sangat aneh dan tidak masuk akal?

“Huuuh.” Desahan napas panjang Kyuhyun keluar. Meski Sam Rin Hyo akhirnya mengabarinya saat ia mencari – cari Rin Hyo dua hari yang lalu. Ia masih merasa ini tidak benar, seperti ada sesuatu yang melesak dan meyakinkan dirinya jika Sam Rin Hyo sedang tidak baik – baik saja.

Tok Tok Tok

Kyuhyun cepat – cepat memasukkan ponselnya kedalam laci. Membenarkan kacamata lensanya lalu menegakkan badan. “Masuk.” Ujarnya tegas. Suara decitan samar pintu itu terdengar bersamaan dengan masuknya seorang wanita yang berpakaian formal dan Kyuhyun terperangah setelah menyadari jika dia adalah Sam Rin Hyo. Gadisnya yang menghilang dua hari yang lalu.

Jennifer benar – benar melakoni perannya sebagai Sam Rin Hyo dengan serius. Hanya bermodalkan insting, karena ia tidak tahu bagaimana sikap saudari kembarnya pada orang – orang bahkan ia tidak tahu kebiasaan  – kebiasaan apa saja yang Rin Hyo lakukan. Ia tidak mengerti sama sekali.

Cho Kyuhyun sempat tak bernapas beberapa detik. Tidak bertemu dengan Rin Hyo selama dua hari saja sudah membuatnya seperti orang bodoh seperti ini. Ia sangat merindukan gadis ini.Kedua mata tajamnya memaku kedua mata Jennifer yang terlihat begitu meneduhkan, perlahan tubuhnya beranjak dari sana mendekati Jennifer dan memeluk tubuh gadis itu erat. Gadis yang ia kira Sam Rin Hyo, namun sebenarnya bukan.

“Kau… dari mana saja, huh?! Kau benar – benar membuatku khawatir.”  Bisik pria itu membuat bulu roma Jennifer terangkat semuanya. Sangat menenangkan dipeluk oleh Kyuhyun seperti ini, dan hangat.

“Aku tidak kemana – mana. Kau tidak usah khawatir. Kemarin aku mengunjungi ibu di Busan, ada beberapa masalah yang harus kuselesaikan disana.” Kyuhyun melepas pelukannya sedikit, menatap Jennifer dengan alis terangkat.

“Masalah apa?”

“Membayar beberapa hutang ibu.” Alisnya semakin terangkat.

“Bukankah hutang – hutang ibumu sudah terlunasi semua?” Jennifer mati – matian mengatur ekspresi wajahnya senormal mungkin, dibantu dengan deheman kecil agar tenggorokannya tidak terlalu serak.

“Ah itu, ibu berhutang lagi jadi aku harus membayarnya juga. Bukankah aku yang selalu membayar hutang – hutang ibu?” ujar Jennifer dengan irama bicara yang cepat, berusaha meyakinkan Cho Kyuhyun. Dan hal itu membuat Kyuhyun semakin merasa Sam Rin Hyo semakin aneh. Mulai dari pelukan itu, pelukan yang tidak seperti biasanya.

“Oh, begitu. Kalau begitu, kau bisa bekerja langsung.” Tiba – tiba sikap Cho Kyuhyun sedikit canggung. Pria itu juga tak mengerti alasannya. Jennifer mengangkat alis lalu mengangguk sekenanya, memutar tubuh dan berjalan menuju pintu ruangan. “Ah ya! Nanti kita pulang bersama, oke?” Jennifer menghentikkan langkahnya, menoleh kebelakang lalu tersenyum manis pada Kyuhyun.

“Oke!”

***

Kim Soohyun berjalan menuju ruang sandera dengan derap langkah penuh keyakinan. Ia sudah sampai dimarkas Dark Pearl-gedung tua bekas pabrik gula di Busan. Gedung yang tak terpakai ini sudah disulap menjadi markas pusat Dark Pearl karena letaknya yang strategis, ditengah hutan dan benar- benar terlihat tak terpakai jika kau melihatnya dari luar.

Tok Tok Tok

Kim Soohyun mengetuk tiga kali pintu ruang sandera, lalu memasukinya dengan sedikit ragu. Sudah dua hari ini ia tidak melihat keadaan Sam Rin Hyo didalam sana.

Cklek

Rin Hyo menatap tajam Soohyun yang baru saja masuk dengan bibir menipis, menahan segala sumpah serapah yang sudah gatal ingin ia teriakkan pada pria berparas tampan ini. Berbeda dengan Soohyun yang menatap Rin Hyo dengan nanar, jantungnya sudah berdegup kencang seperti ingin keluar. Kekhawatirannya hanya bisa ia telan pahit – pahit tanpa ia ucapkan. Karena, jika ia mengungkapkan kekhawatirannya pun tak akan merubah rasa benci Sam Rin Hyo padanya. Pada kenyataan, ia memang sudah sangat keterlaluan.

“Bagaimana kabarmu?” Rin Hyo mendecih tak percaya dengan pertanyaan yang keluar dari bibir Kim Soohyun. Gadis itu menarik tangannya, dengan kedua mata yang tetap menghunus tajam pada Kim Soohyun.

“Menurutmu? Dikurung ditempat sesak ini, diikat borgol, dan ditemani bau pengap yang sangat kubenci. Dan kau masih menanyakan, bagaimana kabarmu?”

Soohyun memejamkan kedua mata frustasi. Ia menghela napas berat lalu menaruh nampan yang berisi sepiring kimbab dan segelas teh hangat.

“Aku membawa makan siang. kau bisa makan sendiri?” Rin Hyo memutar bola matanya kesal. Ia mengambil piring kimbab itu lalu melemparkan isinya kearah wajah Soohyun.

“Aku bisa mengotori wajahmu dengan makanan ini, mengapa aku tidak bisa memakannya sendiri?” tanya Rin Hyo sakartis. Kim Soohyun hanya diam, membersihkan wajahnya lalu memunguti kimbab – kimbab itu. menaruhnya kembali diatas piring.

“Kau tidak suka kimbab? Aku akan membawakan yang lain.” Ujar pria itu tanpa ekspresi lalu pergi dari sana. Menyisakan Sam Rin Hyo yang masih bingung dengan sikap Kim Soohyun.

Tak lama, Soohyun kembali dengan sepiring nasi goreng kimchi. Menaruhnya dihadapan Sam Rin Hyo yang hanya menatapnya dengan datar. “Apa kau benar – benar akan terus bersikap menjijikan seperti ini?” desis Sam Rin Hyo tajam.

Soohyun duduk dihadapan Rin Hyo setelah menghela napas dalam – dalam. “Ya, apapun akan kulakukan untukmu. Aku… sudah banyak hal buruk yang kulakukan padamu.” Sam Rin Hyo mendecih mendengar ucapan Soohyun yang sialnya terdengar begitu tulus.

“Apa dengan begini aku akan luluh dan memaafkanmu?”

“Tidak. Tentu tidak. Kesalahanku sudah tak bisa dimaafkan.” Ujar pria itu seraya menatap Rin Hyo sendu. Sangat kontras dengan tatapan tajam menusuk Sam Rin Hyo padanya.

“Kau sudah mengerti mengapa bersikap seperti ini, huh?! Semua ini membuatku muak! Kau mengerti?!” bentak Sam Rin Hyo dengan dada yang kembang kempis menahan emosi. Kim Soohyun tersenyum miris lalu mengangguk mengerti.

“Aku tahu kau membenciku dan muak melihatku. Tapi setidaknya, kau harus memakan makananmu.” Ujar Soohyun seraya menatap Sam Rin Hyo dengan kedua mata teduhnya.

“Aku memakannya jika aku lapar. Aku bukan orang bodoh yang tidak bisa berteriak meminta makan saat aku lapar dan aku juga bukan orang menyedihkan yang berlaku melankolis dengan menahan lapar hanya karena aku disekap disini. Kau mengerti?!” Soohyun kembali mengangguk seraya tersenyum tipis. Lega saat mengerti Sam Rin Hyo masih ingin mempertahankan hidupnya.

“Aku mengerti. Kalau begitu, aku pergi dulu.” Baru saja Soohyun hendak beranjak dari tempatnya, namun suara Sam Rin Hyo kembali menahannya.

“Sebentar, aku ingin bertanya padamu.” Soohyun kembali duduk dihadapan gadis itu seraya menatap Sam Rin hyo yang sudah merubah ekspresi wajahnya. Seperti tengah menahan sesuatu. “Apa Jung Hee adalah ketua Dark Pearl? Bukan pria itu?” Alis Soohyun terangkat keatas.

“Pria itu?” ulangnya.

“Seo Tae Gil. Pria itu.” ujar Sam Rin Hyo datar. Ada satu rasa aneh yang menjalar didadanya saat ia mengucapkan nama itu untuk pertama kali sejak ia membenci ayahnya. Seo Tae Gil.

“Oh, Tuan Seo? Bukan, beliau adalah pengawas.”

“Cih.” Sam Rin Hyo mengepalkan kedua tangannya. “Pengawas? Bisakah aku bertemu dengan pengawasmu? Ak uberjanji tidak akan kabur. Aku… hanya ingin bertemu dengan Seo Tae Gil.” Ujar rin Hyo dengan nada tajamnya.

“Bertemu dengan Tuan Seo? Kau yakin?” Rin Hyo menatap Soohyun dengan kedua mata yang penuh keyakinan.

“Aku tak pernah seyakin ini, Kim Soohyun!”

***

Jennifer membuka pintu apartemen Rin Hyo dengan password yang sebelumnya sudah ia hafalkan. Password yang ia terima dari Kim soohyun, karena tugas pria itu memang menggali informasi tentang Sam Rin Hyo.

Cho Kyuhyun yang sejak tadi hanya mengatupkan bibirnya seraya mengikuti Jennifer itu kembali mencurigai gerakan jari gadis itu saat menekan tombol password. Terlihat tidak natural, seperti pertama kalinya gadis itu menekan tombol password.

“Aku… ingin kopi yang kau buat waktu itu, saat terakhir kali aku berkunjung kesini.” Ujar Kyuhyun seraya mengulas senyuman manisnya lalu duduk diatas sofa. Jennifer mengangkat alisnya bingung.

“Oh? Keure! Tunggu sebentar.” Ujar gadis itu kaku kemudian segera berjalan menuju dapur yang berkonsep open kitchen itu. Cho Kyuhyun melempar senyuman kecilnya pada Jennifer lalu menghadap kedepan. Ah, sebenarnya ia menatap pantulan Jennifer dari layar TV yang mati.

Sedangkan Jennifer mengumpat didalam hati. Untuk mencari dimana letak bungkus kopi saja ia masih kesulitan. Dan bahkan ia tidak tahu kopi jenis apa yang diminum Kyuhyun waktu itu. gadis itu berdiri didepan penggorengan, kepalanya terangkat ia menatap layar TV itu dengan tatapan penuh arti lalu mulai berucap “Kau tidak ingin menghidupkan Tvnya? Agar tidak terlalu sepi.”ujar Jennifer asal.

Tubuh Cho Kyuhyun menegang. Gadis pintar! Batinnya. Ia membalikkan badannya seraya tersenyum manis. “Kalau begitu, kubantu membuatnya saja! Biar tidak sepi.” Jennifer segera mengangkat tangannya gelagapan.

“Tidak usah, kau duduk saja disana! kau ingin kopi buatanku,kan? Jadi biar aku saja yang membuatnya.” Ujar Jennifer yang akhirnya diamini oleh Kyuhyun. Pria itu kembali duduk disana seraya memperhatikan Jennifer yang tengah membuka – buka rak, mondar – mandir kesana kemari kebingungan, dan gelagat aneh lainnya. Gadis itu bersikap seolah – olah ini bukanlah rumahnya.

Aku tidak bisa datang ke bandara.

            Dan tolong jangan percaya pada siapapun. Meski itu aku! Simpan rahasia Lee Jong Suk dan rahasia – rahasia kita yang lain hanya untukmu saja!

            Ingat! Jangan percaya padaku!

 

Ps: Ada sesuatu yang terjadi. Dan aku juga sangat mencintaimu.

Pesan Sam Rin Hyo saat itu kembali memasuki relung pikirannya. Cho Kyuhyun menghela napasnya panjang. Apa ini maksudnya? Jika dia bukan Sam Rin Hyo lalu siapa? Apa Rin Hyo punya kembaran? Batin pria itu.

“Silahkan!” ujar Jennifer seraya meletakkan secangkir mochacino diatas meja. Cho Kyuhyun semakin yakin jika dia bukan Rin Hyo, dari cara bicara dan tingkah laku. Rin Hyo tak pernah melayaninya dengan sebaik ini. dan apa ini? secangkir mochacino?

“Saat itu sepertinya kau membuat kopi hitam untukku?” tanya Kyuhyun, dahinya mengernyit bingung seraya menatap Jennifer yang tengah duduk disebelahnya.

“Kopi hitamnya habis. Jadi, aku memberimu mochacino.”

“Oh! Ani! Kau membuatkanku Cappucino waktu itu! bagaimana bisa aku lupa?!” celoteh Kyuhyun seraya terkekeh pelan. Ia melirik Jennifer yang terlihat menegang ditempatnya.

“Ah, iya! Bagaimana bisa aku juga lupa!” celetuk Jennifer seraya tersenyum hambar.  Itu adalah kopi hitam! Kau bukan Sam Rin Hyo! , Kyuhyun menatap Jennifer datar lalu beranjak dari tempatnya.

“Aku ingin kekamar mandi!” ujar Kyuhyun lalu segera melenggang menuju kamar mandi yang sudah ia hapal letaknya. Saat didalam kamar mandi, ia segera mengeluarkan ponselnya. Mengetikkan sesuatu disana.

To : Song Joong Ki

Siapkan GPS sekarang juga, dan berikan padaku di tempat parkir 4f gedung apartemen G. Cheondamdong. Jika sudah disana, kabari aku!

 

Kyuhyun menghidupkan keran wastafel lalu berdiri disudut ruang kamar mandi yang Jauh dari pintu kamar mandi. Ia kembali sibuk dengan ponselnya lalu menempelkan benda persegi panjang itu pada telinganya.

Yeoboseyo? Jong Suk-ah! apa wajah pemimpin Dark Pearl yang kau lihat mempunyai kesamaan dengan Sam Rin Hyo?”

Eo?! Menurutku, bentuk bibir dan hidung mereka sama. Kulitnya juga sama! Aku tak pernah melihat matanya karena ia selalu memakai kacamata hitam dan memakai topi.

“Baiklah, aku tutup!” Tangan pria itu melemas, tiba – tiba ingatannya saat ia mengunjungi Rin Hyo dengan membawa Jajjangmyeon memasuki otaknya. Saat itu, ia terlibat perdebatan kecil dengan Rin Hyo lalu gadis itu keluar terlebih dahulu dari kamar. Saat itu, ia melihat sebuah foto seorang pria paruh baya-mungkin ayah Rin Hyo. Dengan dua anak perempuan kembar digendongannya.

“Rin Hyo? Gadis itu ada dimana?” racau pria itu tak terkendali. Pandangannya tiba – tiba mengabur saat bayangan – bayangan buruk akan keselamatan Sam Rin Hyo melintas dibenaknya.

Tok Tok Tok

 

“Kyuhyun-ah! Kau baik – baik saja?” suara yang persis seperti suara Rin Hyo itu terdengar. Kyuhyun segera memasukkan ponselnya, mematikan keran wastafel lalu keluar dari kamar mandi. Menatap Jennifer yang tengah menatapnya khawatir dengan senyuman palsu. “Kau tidak apa – apa?” tanya gadis itu lagi.

“Aku hanya sakit perut. Kurasa aku tidak sampai malam disini, Hyo! Aku harus pergi!” ujar Kyuhyun seraya berjalan menuju pintu apartemen Rin Hyo.

“Oh, begitukah? Baiklah. Hati – hati dijalan!” Jennifer melambaikan tangannya sekadar. Kyuhyun mengelus puncak kepala gadis itu, biasanya ia selalu mengecup bibir Rin Hyo jika akan pergi. Tapi kini yang ia lakukan hanyalah, mengacak pelan rambut Jennifer.

“Aku pergi.” Ujar Kyuhyun kemudian segera pergi dari sana.

***

“Kau ada dimana?” tanya Kyuhyun pada ponselnya setelah ia baru saja keluar dari lift dan berjalan dengan langkah cepat menuju tempat parkir.

Aku berada didepan mobilmu!

“Tunggu disana!” titah Kyuhyun lalu merubah tempo berjalannya dengan berlari kecil. Hingga ia sampai pada mobilnya, disana sudah ada Song Joong Ki yang tengah bersandar dikap mobilnya dengan memainkan alat GPS.

“Sudah siap?” tanya Kyuhyun saat ia sudah berada disamping pria itu. Joong Ki sedikit terkejut saat melihat Kyuhyun yang tiba – tiba berada disampingnya, lalu mengangguk kaku.

“Sebenarnya untuk apa ini?” tanya Joong Ki bingung seraya menyerahkan GPS itu pada Kyuhyun. Cho Kyuhyun tak menjawab, hanya mengambil GPS itu lalu berjalan cepat menuju mobil yang terparkir tepat dihadapannya, memasang GPS itu dibagian bawah mobil itu lalu kembali menghampiri Joong Ki.

“Mobil itu milik pimpinan Dark Pearl. Naik kemobilmu! Sebelum dia keluar!” perintah Kyuhyun seraya menggedikkan kepalanya pada mobil Joong Ki yang berada disamping mobilnya. Song Joong Ki yang masih bingung langsung membuka kunci mobilnya.

“Sebenarnya situasi apa ini? pimpinan Dark Pearl?! Bukankah ini apartemen Sam Rin Hyo? Bagaimana bisa? Dan mengapa kita memasuki mobilku sekarang?” cecar Joong Ki pada Kyuhyun yang terlihat mengawasi pintu yang menghubungkan parkiran dengan gedung apartemen itu dengan tajam.

“Ia sudah tahu seperti apa mobilku jadi kita memakai mobilmu. Dan ini situasi darurat. kita akan mengikuti mobil itu nanti.” Jelas Kyuhyun tanpa menatap Joong Ki. Baru saja Joong Ki akan bertanya lagi namun suara Kyuhyun membuatnya kembali menutup bibirnya. “Itu dia! Cepat menunduk!” Joong Ki masih terpaku menatap gadis yang baru saja keluar dari apartemen itu dengan jeli.

“Bukankah itu Sam Rin Hyo?”

“Itu kembarannya! Menunduk! Cepat!” Joong Ki melebarkan kedua matanya seraya menunduk.

“Kembaran? Rin Hyo punya kembaran?”

“Ceritanya panjang. Nanti akan kuceritakan setelah kita mengikutinya!” tukas Kyuhyun dengan kedua mata yang sesekali mengintip Jennifer yang terlihat memasuki mobilnya lalu melajukan mobil dengan cepat. Kyuhyun menggoyangkan lengan Joong Ki saat melihat mobil itu sudah berjalan selama 30 detik.

Song Joong Ki segera melajukan mobilnya, hingga mereka sampai pada jalan raya. “Ikuti mobil merah itu dengan jarak 3 meter.” Joong Ki mengangguk dan mematuhi perintah Kyuhyun.

Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka. Song Joong Ki sibuk berpikir keras tentang apa yang terjadi sekarang, sedangkan Kyuhyun sibuk membayangkan hal – hal buruk yang akan terjadi pada Sam Rin Hyo. Tangan dan kaki pria itu tak bisa hanya diam, tangannya bergulat diatas paha sedangkan kedua kakinya mengetuk lantak mobil tak berirama.

Song Joong Ki menepikan mobil disisi jalan dimana jalan itu sudah sangat sepi. Hanya beberapa mobil yang melewati jalan ini. “Kurasa akan berbahaya jika kita mengikutinya hingga memasuki hutan ini. kita bisa ketahuan.”  Ujar Joong Ki.

“Kalau begitu aku akan jalan. Kau tunggu disini,”

“Tapi, itu berbahaya.”

“Lalu kau pikir kita hanya akan berdiam disini?” sergah Kyuhyun dengan kedua mata melebar. Ia sudah sangat mengkhawatirkan Rin Hyo hingga rasanya ingin mati, tapi Joong Ki malah menghalanginya.

“Kita tidak tahu bagaimana keadaan didalam sana. Tenangkan dirimu!” Kyuhyun menghela napasnya frustasi lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil.

“Maaf, aku sangat kalut.” Ujar Kyuhyun pelan kemudian mengusap wajahnya. Song Joong Ki menatap Cho Kyuhyun dengan nanar.

“Jalan yang dipakai gadis tadi, adalah satu – satunya jalan dihutan ini, kita bisa mudah menemukan tempatnya. Jadi kau tidak usah khawatir.” Kyuhyun hanya mengangguk sekadar dengan kedua mata yang menatap lurus pada jalan kecil yang tadi dimasuki oleh gadis yang menyerupai kekasihnya itu. “Dan juga, aku yakin Sam Rin Hyo tidak apa – apa. Jika benar, pimpinan Dark Pearl adalah saudara kembarnya, tidak mungkin Rin Hyo disakiti.” Seketika Cho Kyuhyun menoleh kearah Joong Ki dengan dahi yang mengernyit bingung. Sedangkan Joong Ki hanya tersenyum kecil.

“Aku tahu semuanya. Dan aku bukan tipe orang bermulut besar.” Kyuhyun membalas senyuman itu dengan senyuman patah lalu kembali menatap jalan kecil itu.

“Oh? Ada yang keluar dari sana.” Ujar Kyuhyun, dengan cepat pria itu memakai topi lalu menelisik pada mobil van hitam yang baru saja keluar dari sana. Napasnya tercekat saat menatap Sam Rin Hyo yang tak sadarkan diri tengah bersandar dibahu seorang pria dengan satu tangan yang terborgol diatas. Dan ia sangat ingat siapa pria itu, Kim soohyun.

“Sam Rin Hyo. Dia disana. Joong Ki-ah, ikuti mobilnya!”

TBC-

Advertisements

55 thoughts on “Contrast 9

  1. Ahh Tbc lagii .. Kok kayaknya part yang ini pendek banget yaa 😆 kurang panjang Chinguu hhihii

    Penasaran kan jadinyaa, pokoknya next part nya aku tunggu yaa 😊😊

    Oia, mau nanya dong, cara ngedapetin password ff esspresso gimana yaa ?^^

  2. wah wah , tbc nya ……………. makin keren makin greget ka ^^ Gimana ya nanti kalau dia ketemu ayahnya .. aku penasaran sama sikap ayahnya nanti ke Rin hyo .. Semangat lanjutinnya kaa ^^

  3. tsaaaaaaaahhhhh kyuhyun nyadarnya cepet bgtttt ih senenggg!! lanjut duluuu nanti review all chapter di last chapter yah hahah

  4. Tepat seperti dugaan ku kalo jeni nyamar jdi hyo ,ehm licik ya -_-
    tapi tetep kyu gg sebodoh itu prrcaya am penipu , kyu kenal bangett am hyo jdi gg gampang ketipu , hahahaha

  5. WEE KYUHYUN NYA PINTER BANGET ❤ ❤
    Kasian kadang liat Soohyun cinta tapi nggak bisa ngapa"in._.
    Kasian aja bawaannya._.

  6. Rinhyo kasian bgt.. 😦
    jennifer knp kejam bgt sih, dia kan saudara kamu sendiri..
    Tegang baca part ini, hoho..
    Kyu pinter, langsung ngerti maksud smsnya rinhyo apa..
    Fighting kyu!

  7. Ternyata pesan rinhyo mengandung makna ya. Apa maksud jennifer menyamar jadi rinhyo. Ff ini menguras emosi aku, ada mara, sedih, kesel, terharu, dan masih banyak lagi…

  8. akhirnya kyuhyun mengerti juga maksud dri pesan rin hyo,waktu itu..
    Knpa rin hyo pingsan?dia mau dibawa kemana? Apa Dark Pearl tepatnya jenifer tahu kalo kyuhyun sudah mengetahui siapa dirinya yg sbenarnya?

  9. Oh jadi itu maksud jangan percaya padaku.. huweeeh untung kyuhyun peka, kalo enggak gimana dums…
    Tapi itu Hyo kenapa? Kok sampe gak sadar diri? Dibius kah?

  10. makin menegangkan,untung kyu cepet sadar klo itu bukan rinhyo. aq rasa yg di van bukan rinhyo dech,mungkin aja itu jennifer yg mau jebak kyuhyun biar dia ngikutin mobilnya. yach……..itu tebakan doang sih hehehe………

  11. saking asiknya baca sampe ngga sadar kalo uda nemu tulisan TBC-
    syukurlah kyuhyun dengan cepat sadar kalo jenifer bukan gadisnya

  12. semoga ajh kmbran rin hyo enga berbuat apah2 ama rin hyo … untungnya kyuh punya otak cerdas jadi dya bisa ngertiin smz yg rin hyo kirim ke dya … ayo kyuh kejar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s