Nothing Impossible 3

nothing impossible pic

Author: Bella Eka

.

.

“Kwang-ah, aku membuatkan sandwich ini untukmu. Makanlah.”

Gomawo, Hyejin-ah,” ucap Kikwang seraya menerima makanan yang diberikan oleh gadis disampingnya. Tepat di belakangnya, Shin Ji Eun dengan sepasang earphone tanpa alunan music apapun di kedua telinganya itu tersenyum miring mendengar interaksi mereka. “Kwang-ah?” cibirnya pelan.

Saat ini Ji Eun benar-benar memutar music mp3 nya, menambahkan volumenya agar tak dapat mendengar pembicaraan Kikwang dan gadis itu. Menatap lekat pemandangan yang mulai menampakkan indahnya pegunungan yang didominasi oleh warna hijau dibalik jendela. Menenangkan memang, begitu kontras dengan apa yang tengah ia rasakan.

Sementara itu, Cho Kyuhyun telah sampai di tempat perkemahan. Ia dan teman-teman panitianya sibuk menyempurnakan segala persiapan yang belum tuntas. Sebelum melakukan tugas masing-masing, Kyuhyun memberi instruksi pada seluruh panitia agar segera menyelesaikan tanggung jawab pra-acara dengan cermat. Hal itu jugalah yang membuat Sam Rin Hyo terus berada disamping pria itu, karena berbagai berkas dan data ada pada gadis sekretaris itu.

***

Shin Ji Eun menyecahkan kakinya keluar dari dalam bus bersama para peserta lainnya. Suhu udara begitu dingin dan menyegarkan. Deretan pepohonan meneduhkan berdiri kokoh di berbagai penjuru. Gadis itu mengambil nafas dalam seraya memejamkan kedua matanya. Berharap suasana alami ini terus menemaninya setiap saat.

Seluruh peserta digiring menuju tempat yang telah dipersiapkan. Mula-mula kepala sekolah mengucap kata sambutan, kemudian giliran Cho Kyuhyun memberi pengarahan agar para peserta segera meletakkan semua barangnya ke dalam tenda yang sudah disediakan untuk tiap kelompok yang telah dibagikan.

Tak seperti peserta lainnya yang berpencar menuju tenda masing-masing, Shin Ji Eun melangkah santai mengarah pada Cho Kyuhyun yang berjalan membelakanginya. Merasa diikuti seseorang, Kyuhyun membalikkan tubuhnya. Mendecak kesal akibat ulah sahabatnya yang tak mematuhi aturan yang ada.

“Kau tidak mendengar arahanku tadi?” ucap Kyuhyun tegas. Tanpa rasa bersalah sedikitpun, Ji Eun menghentikan langkahnya sembari membalas pria itu dengan tatapan datarnya. “Kau berhasil membuatku seakan tak mengenalmu.”

“Apa yang kau bicarakan? Aku hanya memperlakukanmu sama seperti yang lainnya.”

“Baiklah, terserah saja. Aku hanya ingin meminta satu hal padamu. Aku tidak mau berada dalam kelompok itu.

“Jadi?”

“Pindahkan aku.” Kyuhyun melangkah menghampiri gadis itu kemudian berkata, “Terdapat aturan disini, kau tidak bisa melakukan semua hal semaumu sendiri. Terima saja apa yang terjadi, lagipula itu hanya kelompok tidur, bukan? Hanya semalam saja kau tinggal bersama mereka.”

Ji Eun menatap Kyuhyun penuh kesal. Berbeda dengan pria itu yang masih menunjukkan ketenangan. “Baiklah kalau begitu,” desis Ji Eun kemudian berbalik. Ia mengeluarkan ponselnya seiring kedua kakinya terus berjalan. Menempelkan ponsel itu di telinga kanannya dan menunggu seseorang menjawab panggilannya.

“Eomma?” Baru saja panggilan Ji Eun berhasil terhubung, tangan Kyuhyun mengambil alih benda itu dengan paksa dan menyentuh logo merah pada layar ponsel itu.

“Ayolah, jangan seperti ini. Hanya semalam saja, memangnya apa salahnya?” Sikap Kyuhyun yang mulai melunak membuat Ji Eun menghela nafas. Melihat Kyuhyun memohon seperti itu menumbuhkan perasaan tidak tega dalam dirinya. Ji Eun beranjak tanpa mengucap apapun, meninggalkan Kyuhyun yang tersenyum lega.

***

Setelah meletakkan barang-barangnya ke dalam tenda, Lee Kikwang kembali keluar dari tempat itu dengan membawa sepasang sarung tangan di tangannya. Langkahnya terhenti saat mendapati seorang gadis berjalan menunduk berpapasan dengannya. Wajah muram tersembunyi gadis itu berhasil membuat perhatian Kikwang berpaling padanya.

“Ji Eun-ah?” Gadis itu, Shin Ji Eun, segera mengangkat wajahnya. Kedua kelopak matanya yang melebar menandakan bahwa ia terkejut, namun sedetik kemudian kembali seperti semula. Tanpa membalas sapaan Kikwang, gadis itu melanjutkan langkahnya. Membuat Kikwang semakin penasaran akan dirinya. “Ada apa denganmu?”

“Memangnya apa pedulimu?” jawab Ji Eun terdengar samar.

“Tunggu!” Kikwang kembali untuk mengambil sesuatu dari dalam tendanya, lalu bergegas menghampiri Ji Eun yang masih berdiri mematung. “Sepertinya kau lemas sekali. Makanlah,” tawar Kikwang seraya menyerahkan sebuah sandwich. Tak ada ketertarikan sedikitpun yang tampak dari sorot mata Ji Eun saat menatap sekilas sandwich itu.

“Jika kau tak menyukainya, tidak seharusnya kau menerimanya,” ujar Ji Eun masih dengan tatapan kosongnya. Kikwang mengernyit, tak mengerti dengan apa yang tengah Ji Eun bicarakan. “Apa maksudmu?”

“Lupakan,” ucap gadis itu sembari mengibaskan tangannya kemudian beranjak pergi namun Kikwang berhasil menahannya. “Jangan begitu, bagaimana jika nantinya kau akan sakit?” Ji Eun mengalihkan tatapannya pada pria itu. Menyebabkan mereka saling bertukar pandang satu sama lain selama beberapa detik. Ji Eun yang terlebih dulu tersadar, membuka lapisan atas sandwich di tangan Kikwang. Kemudian menaruhnya kembali seraya mengatakan, “Untukmu saja. Aku tidak suka keju. Terimakasih atas perhatiannya,” dan tersenyum tipis. Tatapan Kikwang terpaku, tak terlintas ide satupun mengenai apa yang harus ia lakukan. Terus memandang gadis yang masih membawa tas carrier di punggungnya itu.

***

Shin Ji Eun menghembuskan nafas kasar sesampainya ia di depan sebuah tenda. Didalamnya terdapat tiga orang gadis yang terlihat salah tingkah, sebuah pemandangan yang tak asing lagi bagi sepasang mata Shin Ji Eun.

Sebelum masuk ke dalam tenda itu, Ji Eun melepas sepatunya terlebih dahulu. Kemudian meletakkan tas nya dan duduk membelakangi ketiga gadis itu. Suasana terasa canggung dan aneh. Tak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Namun Ji Eun dengan mudah membaca situasi yang terjadi.

“Kalian melihatnya, kan?” tuduh Ji Eun sarkatis. Keadaan masih tetap hening, tak ada yang mengeluarkan suara. Hingga Ji Eun memperdengarkan tawa remehnya.

“Melihatnya? Apa yang sedang kau bicarakan, Ji Eun-ssi?” elak salah seorang dari ketiga gadis itu. Ji Eun menoleh kearah sumber suara dan mendapati Hyejin yang baru saja bicara padanya. Ya, gadis itulah yang menyebabkan Ji Eun begitu enggan menempati tenda ini walaupun hanya semalam.

“Kau mengenalku?” ujar Ji Eun dingin. Entah kekuatan apa yang Ji Eun miliki hingga gadis itu begitu segan sekedar untuk menjawab pertanyaannya. Ji Eun mengalihkan tatapannya, tak ada gunanya menunggu jawaban tidak penting dari gadis itu. “Sudahlah,” ucapnya kemudian bergerak meninggalkan tempat itu.

Sepeninggalan Shin Ji Eun, ketiga gadis itu kembali duduk melingkar. Melanjutkan bahasan topik yang sebelumnya terhambat. “Kau lihat? Sepertinya mereka benar-benar sedang bertengkar. Tadi aku melihat wajahnya begitu kesal pada Cho Kyuhyun.”

“Kau mendengar pembicaraan mereka?”

“Sayangnya tidak. Mungkinkah semua itu karena Kim Hyera? Kalian tahu kan jika gadis itu telah lama menyukai Cho Kyuhyun?”

“Ya! Kau kira siapa gadis yang tak menyukai pria tampan seperti dia?”

***

Cho Kyuhyun mengumpulkan seluruh panitia untuk melakukan briefing kegiatan hari ini. Sam Rin Hyo yang berdiri disamping Kyuhyun, mengabsen setiap panitia. Dimulai dari bendahara, kepala sie acara, perlengkapan, hingga konsumsi.

Setelah memastikan bahwa semuanya telah hadir, Kyuhyun mulai memberikan arahan pada setiap sie. Sementara Rin Hyo, sebagai sekretaris ia memadukan jawaban dari setiap kepala bagian dengan hasil kesepakatan yang telah dibuat dalam setiap pertemuan yang lalu.

“Bagaimana dengan sie acara?”

“Setiap anggota sie acara sudah menempati tempat yang sudah ditentukan,” jawab kepala sie acara.

“Perlengkapan?”

“Semua perlengkapan sudah disediakan, termasuk obat-obatan yang nantinya mungkin akan dibutuhkan oleh sie kesehatan.”

“Bagus. Untuk sie yang telah menyelesaikan tugasnya nanti bisa melebur ke sie lapangan atau yang membutuhkan tenaga lainnya.”

Setelah beberapa menit Cho Kyuhyun memeriksa keadaan setiap sie tanpa terkecuali, ia membubarkan mereka agar melanjutkan tugas seperti yang telah direncanakan.

“Apa yang harus kulakukan, Kyu? Tugasku sebagai bendahara telah selesai,” tanya Kim Hyera yang masih tetap berdiri dihadapan Kyuhyun. Hyera diam penuh harap menatap Kyuhyun yang hanya menjawab dengan tatapan tajam. “Maksudmu aku juga harus membantu sie lapangan?”

“Apa kau benar-benar membutuhkan jawabanku?”

“Tapi Rin Hyo—“

“Dia harus tetap bersamaku karena semua data ada padanya. Ada lagi yang ingin kau tanyakan?” Ucapan Kyuhyun membuat wajah Hyera tertekuk kesal dan segera beranjak pergi. Sementara Rin Hyo mengulum tawa disamping Kyuhyun.

“Untuk apa kau tertawa? Jangan harap kau bisa bersantai disini,” seru Kyuhyun tanpa memandang Rin Hyo sekalipun lalu mulai melangkahkan kakinya. Rin Hyo mengeratkan genggamannya pada berkas di tangannya serta kedua matanya melebar karena sikap Cho Kyuhyun yang selalu mengesalkan padanya.

Sam Rin Hyo berjalan cepat menghampiri Cho Kyuhyun, mengarahkan kedua tangannya untuk meraih rambut pria menyebalkan itu dan menariknya tanpa ampun hingga Kyuhyun meringis kesakitan dan meminta maaf padanya. Kontras dengan dirinya yang melebarkan senyuman kepuasan atas balas dendamnya. Namun imajinasinya tak berlangsung lama begitu Kyuhyun berteriak padanya, “Jangan membuang waktu untuk melamunkan sesuatu yang tidak penting. Cepat ikuti aku!” Rin Hyo mendesah kesal, bagaimanapun ia tak akan pernah mampu merealisasikan keinginannya itu di kehidupan nyata dan segera menyusul langkah Kyuhyun.

***

Hari mulai gelap, Sam Rin Hyo sibuk berkeliling mendata kehadiran seluruh peserta yang telah berkumpul menjadi satu. Setelah memastikan bahwa tak ada yang tertinggal, ia menyerahkan data tersebut pada kepala bagian sie acara agar segera memulai kegiatan.

“Baiklah, pertama-tama kami akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok hanya terdiri dari dua orang.”

Suasana sontak berubah riuh, setiap siswa sibuk memilih pasangan masing-masing. Namun berbeda dengan Shin Ji Eun, gadis itu hanya berdiri tegak seraya bersendekap angkuh. Menatap tajam Cho Kyuhyun yang terlihat mendiskusikan sesuatu bersama panitia lainnya.

“Semuanya tenanglah! Kami telah membagi kelompok kalian sebelumnya, jadi dengarkan baik baik.”

Anggota sie acara yang bertugas mulai menyebut satu per satu kelompok. Ji Eun masih terlampau tenang selama namanya tak disebutkan. Sebab ia yakin pada Kyuhyun yang tak akan membiarkan dirinya mengikuti kegiatan ini. Namun segera melebarkan matanya saat mendengar, “Shin Ji Eun dengan Lee Kikwang.”

Baru saja ia akan melangkahkan kakinya menuju tempat Kyuhyun berdiri, terdapat seseorang yang menghentikan pergerakannya dengan menahan pergelangan tangannya. Tanpa terkejut ia menemukan Kikwang yang telah berdiri disampingnya.

Memang Kyuhyun sengaja memberitahukan pada sie acara agar memasangkan Shin Ji Eun dengan Lee Kikwang, dengan harapan segala ketakutan gadis itu akan menghilang tergantikan oleh perasaan bahagia yang menyelimutinya. Karena ia tahu bahwa Ji Eun menyukai Lee Kikwang. Dengan begitu ia dapat melepas gadis yang memiliki phobia kegelapan itu dengan tenang.

Kyuhyun mengangkat kepalan tangannya ke udara memberi semangat pada Ji Eun yang menatapnya seakan ingin menerkamnya saat itu juga disela langkahnya yang akan menyelusuri hutan bersama Kikwang.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya begitu Ji Eun tak lagi terlihat, dan menangkap Rin Hyo yang tengah terduduk dalam jangkauan pandangnya. Langkah kakinya tergerak menghampiri gadis itu bersamaan dengan tangannya yang menyambar sebotol air mineral untuk diberikannya pada Rin Hyo.

Gomawo,” ujar Rin Hyo kemudian membuka dan meneguknya. Seluruh tubuhnya terasa begitu letih hingga tak sanggup untuk membalas senyuman Kyuhyun yang pada kenyataannya begitu langka ia dapatkan.

“Kau telah bekerja keras sepanjang hari ini,” ucap Kyuhyun. “Kerja bagus, Rin Hyo-ah,” sambungnya seraya mengacak rambut Rin Hyo pelan kemudian kembali beranjak pergi.

Jantung Rin Hyo seketika berdegup kencang. Tak dapat disangkal lagi bahwa dirinya tetap menyukai pria itu walaupun seringkali dibuat jengkel olehnya. Wajah lelah gadis itu mengulas senyuman tipis, energinya terasa kembali penuh. Namun tak bertahan lama karena datangnya selintas pikiran yang bersarang di benaknya tiba-tiba, “Kau kira aku adalah hewan peliharaanmu yang kau perlakukan seperti itu?” ujarnya kesal. “Kerja bagus, Rin Hyo-ah,” ejeknya dengan menirukan gaya bicara Kyuhyun.

***

Tatapan Shin Ji Eun terpaku pada dasar tanah yang tersinari oleh lampu senter tanpa mengalihkannya ke keadaan sekitar yang penuh kegelapan sekalipun. Beberapa kali Kikwang mengaitkan tangan Ji Eun ke lengannya namun selalu terlepas. Entah helaan nafas keberapa yang telah Kikwang hembuskan akibat langkah gadis itu yang terlalu pelan.

“Sampai kapan kita harus berada disini?”

Ji Eun tetap pada pendiriannya, tak tergoyahkan sedikitpun karena ucapan Kikwang. Kikwang mendengus kesal, mempercepat langkahnya yang membuat Ji Eun berlari kecil mengejarnya.

“Jangan berjalan mendahuluiku!” seru Ji Eun membuat Kikwang menghentikan langkahnya lalu berbalik mengambil jalan yang berbeda arah dengan gadis itu.

“Jangan meninggalkanku.”

“Kau ingin kita terjebak dalam hutan ini sampai esok pagi, hah?!” bentakan Kikwang menyebabkan Ji Eun tertegun. Terus terdiam dan keduanya hanya saling pandang. “Kau ingin aku melakukan apa? Aku tidak bisa hanya menunggu langkahmu seperti itu. Kita harus segera menemukan petunjuk yang ada untuk menyelesaikan permainan ini dan keluar dari hutan, Ji Eun-ah. Mengertilah,” tutur Kikwang lembut tanpa mengetahui manik mata Ji Eun yang telah kehilangan titik fokusnya karena memendam ketakutan luar biasa dalam dirinya hingga tak tahu harus berbuat apa. Pada akhirnya hanya ucapan, “Terserah kau saja,” yang terlontar dari bibirnya.

Lagi-lagi Kikwang menghela nafas berat kemudian menggenggam tangan Ji Eun erat dengan menyatukan jari-jari mereka. “Kau kedinginan?” tanya Kikwang menyadari suhu tangan Ji Eun yang terasa hampir membeku. “Jika kau berusaha untuk melepas lagi, aku akan benar-benar meninggalkanmu sendiri.”

***

Cho Kyuhyun memeriksa jam tangannya gusar karena peserta lainnya telah kembali namun Ji Eun dan Kikwang tak kunjung menampakkan sosok mereka di sekitar basecamp. Begitu juga dengan Rin Hyo yang baru saja selesai mengabsen para peserta.

Rin Hyo semakin merasa cemas saat Kyuhyun menggelengkan kepalanya dikala ia menatap pria itu, seakan mengerti akan sesuatu yang ingin ia tanyakan. Kyuhyun bergerak menghampiri dan menyentuh kedua lengan gadis itu. “Kau mempercayai Kikwang, kan? Kau yakin jika Kikwang dapat diandalkan, bukan? Tak perlu khawatir, sebentar lagi mereka akan kembali,” ucap Kyuhyun menenangkan hingga tatapan Rin Hyo terpaku dalam tatapan lembut pria itu.

“Mereka datang,” tunjuk Kyuhyun membuat Rin Hyo mengikuti arah pandangnya. Menampakkan seorang gadis dengan kepala tertunduk dan kedua mata tertutup rapat. Serta sebelah tangan yang memeluk lengan pria disampingnya erat. Tentu saja mereka adalah Shin Ji Eun dan Lee Kikwang.

“Buka matamu, kita sudah sampai.” Mendengar ucapan Kikwang, Ji Eun mulai menggerakkan kelopak matanya perlahan. Bernafas lega setelah menemukan cahaya terang yang paling dibutuhkan oleh retina matanya dan segera melepas kaitan tangannya pada Kikwang. “Terimakasih dan maaf karena merepotkanmu,” ucap Ji Eun cepat.

“Kenapa kalian lama sekali?” tanya Kyuhyun sembari bergerak menghampiri Kikwang dan Ji Eun. “Kalian tidak apa-apa, kan?” sambung Rin Hyo.

“Tentu saja,” jawab Ji Eun.

“Kau belum menjawab pertanyaanku.” Baru saja Ji Eun akan membuka mulutnya untuk menanggapi Kyuhyun, namun kembali menutupnya rapat karena Kikwang sedetik lebih cepat. “Hanya sedikit tersesat tadi. Suasana begitu gelap, sulit untuk menemukan petunjuknya,” papar Kikwang tanpa menghiraukan Ji Eun yang menatapnya seraya menarik jaketnya.

“Bagaimanapun syukurlah kalian sudah kembali. Makan malam sudah dipersiapkan disebelah sana,” ujar Rin Hyo dengan menunjukkan arah yang dimaksud. Mereka pun beranjak menuju stan makan malam. Namun langkah Kyuhyun terhenti ketika Ji Eun menepuk lengannya. “Kau… tega sekali padaku!”

“Tapi kau berhasil melaluinya, bukan?” balas Kyuhyun. Mendengarnya, Ji Eun mendecak kesal kemudian berlalu meninggalkan Kyuhyun yang tersenyum simpul.

***

Baik panitia maupun peserta, semua bagian dari perkemahan itu berkumpul mengelilingi api unggun yang mampu menghangatkan suasana. Setiap peserta telah membawa hadiah special yang telah disiapkan sebelumnya.

“Kalian telah membawa hadiah special kalian masing-masing bukan?”

Nde!” jawab mereka serentak.

“Baiklah, agar suasana di tempat ini semakin hangat dan nyaman, sekarang serahkan hadiah kalian itu langsung pada seseorang yang kalian tuju,” ucap kepala bagian sie acara itu membuat seluruh peserta terkejut.

“Yang benar saja!” pekik salah seorang dari mereka. Keadaan yang semula tenang berubah ramai walau tetap terkendali. Masing-masing dari mereka sibuk mempersiapkan mental dalam dirinya.

“Lucu juga melihat mereka seperti itu,” ucap Rin Hyo seraya terkekeh kecil. Kyuhyun yang berada disampingnya menoleh menatapnya. “Bukankah begitu?” lanjut Rin Hyo membuat Kyuhyun mengangguk sekali lalu mengalihkan tatapannya.

“Kyuhyun-ah, aku juga ingin memberi ini untukmu,” ujar Hyera sembari menjulurkan kedua tangannya dengan sekotak hadiah berhiaskan pita merah jambu pada Kyuhyun. Tanpa sadar kedua tangan Rin Hyo terkepal, diiringi kedua kakinya yang bergerak pergi setelah menatap sinis Kim Hyera.

Disisi lain, Shin Ji Eun masih sibuk menerima hadiah dari beberapa pria yang mendatanginya. Membuatnya tak bisa beranjak memberikan hadiah special miliknya. Sesekali ia mencuri pandang memastikan bahwa Kikwang masih terjangkau jarak pandangnya.

Lee Kikwang pun begitu, ia tetap duduk di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun. Menanti waktu yang tepat untuk menghampiri seseorang yang ia tuju. Namun tak lama kemudian datanglah seorang gadis menghampirinya, dengan membawa sebuah kotak di tangannya.

“Ini untukmu, Kikwang-ah,” ucap gadis itu malu-malu.

“Tidak perlu merepotkan dirimu, Hyejin-ah. Sepertinya ini terlalu berlebihan,” balas Kikwang tak enak. Namun Hyejin tetap memaksa hingga hadiah itu berakhir mendarat di kedua tangan Kikwang. “Gomawo, Park Hyejin.”

Ji Eun menghentikan langkahnya, niatnya yang akan menghampiri Kikwang kembali diurungkannya karena gadis itu, Park Hyejin. Kemarin di lapangan basket, sekarang di perkemahan ini. Sebenarnya apa arti gadis itu bagi Lee Kikwang? batin Ji Eun. Shin Ji Eun segera membalikkan tubuhnya, mendepak pemandangan manis yang terlalu enggan ditangkap oleh kedua bola matanya.

Kedatangan Ji Eun membuat Hyera segera pergi. Ji Eun menatap heran Kyuhyun dan Hyera bergantian. “Dia menyukaimu?” tanyanya. Kyuhyun hanya menggedikkan bahunya dan memberi sekotak hadiah itu pada Ji Eun. “Darinya?” tanya gadis itu lagi seraya membuka kotak itu.

“Woah, ini jam tangan keluaran terbaru. Sepertinya dia benar-benar menyukaimu,” heboh Ji Eun.

“Pasti akan cocok sekali jika kau yang memakainya. Untukmu saja,” ujar Kyuhyun lalu memakaikan jam tangan merah itu pada pergelangan tangan kiri Ji Eun. “Kau baik sekali. Aku bahagia memiliki sahabat sepertimu.”

“Sepertinya kau mendapatkan banyak hadiah special malam ini.”

“Tidak sebanyak itu. Aneh sekali, padahal aku tidak mengenal mereka.”

Sementara itu, Rin Hyo menatap Kyuhyun dan Ji Eun dari kejauhan bersama Kikwang. Namun berbeda dengan Rin Hyo yang tatapannya telah terpaku, Kikwang memandang Rin Hyo sesekali.

“Tega sekali,” ucap Kikwang tiba-tiba.

“Maksudmu?”

“Bersedia menerima hadiah dari gadis lain untuk diberikan pada kekasihnya. Kejam sekali.”

“Kekasih? Sebenarnya mereka bukan sepasang kekasih.” Kikwang sontak menatap Rin Hyo setelah mendengar ucapan gadis itu. “Jinjja? Dari mana kau mengetahuinya?”

“Aku pernah mendengar Kyuhyun menjawab pertanyaan Hyera yang menanyakan tentang hubungan mereka,” jelas Rin Hyo tanpa mengalihkan tatapannya sedikitpun dari titik fokusnya.

“Syukurlah.”

“Memangnya kenapa?”

“Hanya saja, aku merasa tidak enak pada Kyuhyun karena menahan tangan Ji Eun agar tetap berpegangan padaku saat berada di dalam hutan tadi.” Rin Hyo mengangguk mengerti, lalu mengalihkan pembicaraan, “Kau sudah memberikan hadiah specialmu? Untuk siapa?”

“Belum,” jawab Kikwang lalu kembali terdiam. Membiarkan Rin Hyo menatapnya penasaran. “Untukmu,” sambungnya kemudian memberikan sebuah pelukan hangat untuk Rin Hyo. Kedua mata Rin Hyo membulat seketika, menunggu Kikwang melepas pelukannya. Kikwang menatap lekat sahabatnya itu, membingkai wajah Rin Hyo dengan telapak tangannya. “Sepertinya, aku menyukaimu.”

***

Sam Rin Hyo semakin mempercepat langkahnya menghampiri sebuah tenda di area peserta laki-laki. Meminta siswa yang bernama Lee Kikwang agar keluar menemuinya. Kemudian menarik lengan pria itu untuk berjalan mengikutinya mencari tempat yang tepat untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ingin ia katakan.

“Sebelum semuanya terlambat, aku ingin meluruskannya,” ucapnya setelah sampai dibalik sebuah pohon besar. “Aku tahu, sebenarnya kau tidak menyukaiku. Kau hanya merasa nyaman denganku. Jadi kumohon, hentikan perasaanmu padaku.”

“Dari mana kau mengetahui bahwa perasaanku tidak lebih dari rasa nyaman padamu? Aku yang merasakannya maka akulah yang mengetahuinya, Rin Hyo-ah.”

“Kau belum mengerti, Kikwang-ah. Kita telah bersama dalam jangka waktu yang lama. Aku tahu bagaimana perasaanmu, dan kau belum bisa membedakan perasaan cinta yang sebenarnya dengan kenyamanan yang selama ini kau rasakan,” jelas Rin Hyo.

“Memangnya kenapa jika aku menyukaimu? Jika ternyata aku mencintaimu?”

“Jangan menyukaiku, Kikwang-ah. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini.”

“Aku juga seorang pria, Hyo. Aku berhak menentukan siapa gadis yang kusukai. Mengapa kau boleh menyukai Cho Kyuhyun sementara tidak diperbolehkan untukku menyukaimu?” Rin Hyo membuang pandangannya dari Kikwang yang menatapnya lekat.

“Bukan begitu… Aku sama sekali tidak ingin kau terluka karena aku. Kita telah bersahabat sangat lama, akan terasa aneh jika kau memiliki perasaan lebih padaku.”

“Hanya karena itu? Baiklah kalau begitu. Berpura-pura saja kau tidak mendengar pengakuanku kemarin. Bersikaplah seperti biasa seakan kejadian semalam tak pernah ada.”

***

Shin Ji Eun membereskan barang-barangnya sebelum akhirnya keluar tenda. Peserta lainnya pun begitu, bersiap diri untuk kembali pulang. Kedua kakinya bergerak menuju sekumpulan panitia, berniat menemui Cho Kyuhyun. Namun tiba-tiba telinganya mendengar suara yang tersembunyi dibalik pohon besar. Penasaran, Ji Eun semakin mendekati pohon itu hingga dapat mendengar sebuah perdebatan semakin jelas.

“Memangnya kenapa jika aku menyukaimu? Jika ternyata aku mencintaimu?”

“Jangan menyukaiku, Kikwang-ah. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini.”

“Aku juga seorang pria, Hyo. Aku berhak menentukan siapa gadis yang kusukai. Mengapa kau boleh menyukai Cho Kyuhyun sementara tidak diperbolehkan untukku menyukaimu?”

Nafas Ji Eun tercekat, seluruh tubuhnya melemas. Namun ia segera beranjak pergi menjauh dari tempat itu. Tidak ingin mendengar pembicaraan mereka lebih jauh lagi. Mencari keberadaan Kyuhyun dengan tergesa dan berdiri tegak dengan mata berkaca-kaca dihadapan pria itu.

Kyuhyun membawa gadis yang tengah rapuh itu ke tempat yang lebih tenang dimana tak ada banyak orang disekitarnya. Mengarahkan Ji Eun agar duduk di atas akar pohon raksasa, dan berlutut dihadapan sahabatnya itu. “Ada apa lagi?” tanyanya lembut.

“Apa yang harus kulakukan?” isak Ji Eun. Air matanya tak lagi mampu terbendung. Kyuhyun meraih tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Mengusap tubuh bergetar itu dengan sangat lembut. “Apakah Lee Kikwang melukaimu?” tanyanya. Kyuhyun menghela nafas berat setelah mengetahui bahwa tebakannya benar yang ditandai dengan tangisan Ji Eun semakin menjadi.

Kyuhyun menatap nanar gadis yang berada dalam pelukannya itu. Gadis itu sama sekali tak mudah untuk jatuh cinta, sama seperti dirinya. Sangat berhati-hati dalam menaruh hati mereka yang berharga. Namun apa yang dapat dilakukan jika semuanya telah terlanjur terjadi?

———————————–

To be Continued

Advertisements

74 thoughts on “Nothing Impossible 3

  1. Aku kira hadiah spesial itu bakalan buat ji eun, ternyata buat rin hyo. Hhh bener bener gak ketebakk 😐😊😆

    Speechless lah mau ngomong apa, semangat terus ya untuk kelanjutannya 💪👌😊😉

  2. hhhh aku kembali thor,siip thor jalan ceritanya .author bisa membuat sosok kikwang yang pnuh tanda tanya sehingga membuat readers bertanya” tentang sosok kikwang…dibumbuhi sdikit konflik psti seru…biar tmbh greget thor…good job…next part 4 nya…

  3. bnr kta rin hyo kikwang b mnydri prasaan’a yg sbnr’a dy suka sma rin hyo itu sbtas tmn cuma dy mnylah artikn

  4. aku kirain kikwang suka sama Shin ~ hmm getting more complicated but you did a super good job through out all the beginning that kinda awkward(?)~ goodjob (:

  5. Omona :3 gak ketebak banget sama sikapnya Kikwang 😦 Ternya ska sama Rin Hyo toh ??? Kirain ska sma Ji Eun , kasian tau Ji Eun nya di PHP’in wkwkwkw 😀

  6. hah beneer trnyta Gikwang msih biasa aja sm Jieun, dia belum suka/blm sadar y.. astaga aku pengen liat RinHyo sm Kyu yg adegannya lebih manis dong pengen bgt nih .. wkwk

  7. aku tdk yakin kikwang menyukai rin hyo..
    Kyaknya dia bercanda deh..
    Kasihan ji eun, baru pertama jatuh cinta, udah sakit hati

  8. Seandainya kalah sebelum perang otu tak ada mungkin aku masih bertahan tapi sayangnya aku kini hampir menyerah….
    Ayolah kembali lijat hati mu siapa yang paling kau harapkan kikwang..

  9. Senyum-senyum sendiri deh baca ff ini wkwk. Kyuhyun bisa banget modusnya hahahaha. Kyuhyun juga dukung tuh hubungan ji eun kikwang, mereka so sweet banget waktu di hutan. Tapi kenapa kikwang suka sama rinhyo, padahal jelas2 dia udah mulai sayang sama jieun. Aaaaa…. Jieun sedih kan tuh, hiks.hiks

  10. Tambah rumiit,itu si ji eun penakut juga ya di balik sifat dinginnya. Kyuhyun mulai perhatian tuuuhh,aiiigooo kikwang berulaaah,apa dia bener” suka sama rin hyo? Entahlah lanjut saja bacanya hihihi

  11. Omoo gak diduga dan gak disangka ternyata kikwang suka bukan sekedar suka tapi cinta ams sahabatnya sendiri yaitu hyo..dan sialnya lagi pembicaraan mreka didengar sama ji eun..omoo aku kasian ama ji eun knapa jadi berubah alur seperti ino?? Aku jadi sedih dehh.. 😦

  12. apa!! kikwang suka sama rin hyo? ga salah? kirain sayang antar sahabat aja? kirain orang yang di sukain sama kikwang itu ji eun… tpi masa iya kikwang suka sama rib hyo?

  13. apa ini???????????? aq bingung……….. bner kan si kikwang suka sma rinhyo. tpi kyaknya kikwang cuma salah menafsirkan perasaannya kali y. #semoga

  14. Wahh ternytaa kikwang sukaa ama jieun..
    Ehh terbyata maalh rin hyoo.. n bahayabyaa jieun dengar pulaa..
    Sakitttnyaa ituu lohhh.. hhaa

  15. Kirain kikwang suka sama ji eun eh ternyata malah nyatain perasaan ke rin hyo, mana ji eunnya denger lagi kasian dia, jgn sampe ji eun jg jd ngejauhin kyuhyun sm rin hyo deh gara2 dia denger rin hyo suka sama kyuhyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s