Fate , Love , and Temptation 10 A

FATE, LOVE AND TEMPTATION 10 A

 fate love cover

Author : Tsalza Shabrina

Happy read! 😀

That’s love!

 

Song Joong Ki menuang gelas kecilnya dengan air yang berasal dari botol soju yang masih terkuras setengah botol. Kedua mata pria itu sudah sedikit mengabur, namun tak ada niatan untuk menghentikan kegiatannya itu. Kedua matanya terpejam setelah merasakan air yang sudah sangat ia hindari selama satu tahun ini mengaliri tenggorokannya. Bayangan pertemuannya dengan Kim Hyera tadi membuat ia kembali limbung. Ia takut, Hyera akan melakukan hal yang buruk pada Sam Rin Hyo. Karena, melihat bagaimana liciknya gadis itu saat mendapatkan Cho Kyuhyun, tak menutup kemungkinan gadis itu bisa berbuat lebih licik dan buruk lagi dari pada itu.

Tangan kanannya merogoh saku mantel, mencari – cari ponsel yang berada disakunya dengan kedua mata yang hampir terpejam. Setelah dapat, ia membuka kontak telepon dan dengan segenap kesadarannya, ia menghubungi Sam Rin Hyo.

        “Yeoboseyo? Rin Hyo-ah? Ini benar kau, kan?…. ah, benar ini kau! Sam Rin Hyo yang mempunyai kisah rumit tak berujung. Benar, kan?” selagi ia berbicara, ia menuang kembali soju kedalam gelasnya.

aku mendengar suara gelas berdenting! Apa kau mabuk?!

“Mabuk? Aniya! Aku hanya meneguk beberapa gelas, belum habis satu botol. Rin Hyo-ah, apapun yang terjadi kau harus kuat! Jangan goyah! FIGHTING!” racau Song Joong Ki lalu memutuskan sambungan teleponnya tanpa menunggu Sam Rin Hyo menyelesaikan kalimatnya.

Pria itu menggeletakkan ponselnya diatas meja kedai begitu saja. Memejamkan kedua matanya setelah itu, kepalanya terjatuh diatas meja. Kepalanya sudah terasa sangat berat, dan ia tak bisa lagi menahannya.

***

Sam Rin Hyo mengeringkan rambutnya dengan handuk seraya menjatuhkan pantatnya diatas tepi ranjang empuk hotel berbintang yang sedang ia tinggali ini. Kedua mata gadis itu menerawang kedepan, banyak pikiran yang merasuki otaknya saat ini. Masalah Song Joong Ki, dan Cho Kyuhyun. Pria itu…

Karena aku menyukaimu, ah tidak! Aku mencintaimu, Sam Rin Hyo! Maka dari itu, jangan melakukan sesuatu yang aku tidak suka. Kau mengerti sekarang?!

Kepala Sam Rin Hyo sontak menggeleng kuat. Ini tidak mungkin! Yakinnya sendiri dalam hati. Ia yakin seratus persen jika ingatan Cho Kyuhyun belum pulih, tapi bagaimana bisa?

Rin Hyo menghembuskan napas lelahnya, gerakan penuh semangatnya saat mengeringkan rambut kini berubah menjadi lemah. Kedua matanya yang tadinya memandang lurus kedepan pun sudah kehilangan fokusnya. Ia selalu seperti ini saat sedang kalut.

Eo?!”  suara pekikan kecil dari seorang pria membuat Rin Hyo menolehkan kepalanya kesamping, menatap Cho Kyuhyun yang tengah berdiri membelakanginya dengan mengedip dua kali. Setelah ia kembali pada kenyataan, Rin Hyo segera menutupi tubuhnya yang hanya memakai baju handuk dengan selimut tebal ranjang.

“Apa yang kau lakukan, ha?! Kau mau berbuat mesum?!” bentakan tak suka dari Rin Hyo membuat Kyuhyun membalikkan badannya, menatap Rin Hyo datar meski dengan wajah yang sedikit memerah lalu menaruh ponsel Rin Hyo diatas meja rias yang memang adalah meja terdekat dari tempatnya berdiri.

“Aku hanya ingin mengembalikan ini. aku sudah mengetuk pintunya beberapa kali, tapi tak ada yang membuka.” Kedua mata Rin Hyo masih melotot sempurna kearah Kyuhyun.

“Bagaimana bisa kau masuk kesini?” Kyuhyun mengangkat kartu yang ia bawa ditangan kanannya seraya berkata “Masterkey!”

Rin Hyo memutar bola matanya lalu berdiri membelakangi Kyuhyun. Tangan kanannya mengibas – ngibas kebelakang, menyuruh Kyuhyun pergi. Cho Kyuhyun menghela napasnya panjang lalu benar – benar pergi setelah beberapa saat memandangi punggung Rin Hyo dengan canggung.

Sedangkan Sam Rin Hyo menundukkan kepala, menoleh kebelakang dengan gerakan hati – hati kemudian ia dapat bernapas dengan lega saat tak mendapati Cho Kyuhyun disana. Dengan langkah cepat ia mendekati meja rias, menyambar ponsel lalu segera menghubungi Song Joong Ki.

Gadis itu berjalan kesana kemari dengan gigi yang sudah menggigiti kuku – kukunya gusar. Ponselnya masih menempel ditelinganyaa, beberapa saat ia menarik kembali ponselnya lalu kembali menempelkan ditelinga. Setelah melakukan percobaan ketiga, akhirnya teleponnya diangkat juga.

Yeoboseyo? Oppa! Kau tidak apa – apa? Bagaimana bisa kau mabuk, huh?!”

Rin Hyo-ah, aku  Lee Kikwang. Song Joong Ki tidak apa – apa, ia hanya kelelahan jadi kau tidak usah terlalu khawatir.

Eo?! Jinjja?!”

Eum, jangan terlalu dipikirkan! Aku yang akan menjaganya! Jadi, kau nikmati saja liburanmu, oke?!

“Baiiklah, gomawo Kikwang oppa!” Sam Rin Hyo menaruh ponselnya kembali diats meja dengan lemas. Helaan napas beratnya keluar, namun ada sedikit kelegaan disana saat Kikwang mengatakan akan menjaga Song Joong Ki.

***

Cho Kyuhyun menyaku kedua tangannya didalam saku celana seraya berjalan ringan keluar dari hotel. Sekarang sudah pukul setengah dua belas malam, jalanan tidak ramai namun juga tidak sepi. Cahaya – cahaya lampu dari pertokoan yang berjajar di pinggir jalan itu hanya beberapa yang masih menyala, terutama bar dan tempat – tempat semacam itu.

Tak ada alasan yang istimewa ia berjalan sendirian ditrotoar seperti ini. Ia hanya ingin menenangkan pikirannya yang sedikit eror karena ucapannya pada Sam Rin Hyo tadi. Jika saja Song Joong Ki tidak menghubungi gadis itu, dan gadis itu juga tak terlalu mengkhawatirkan Song Joong Ki. Pasti kata – kata itu masih bisa ia tahan diotaknya. Karena, jujur saja ia belum bisa memastikan kemana arah hatinya kini berlabuh.

“Argh! ini sangat menyiksa. Kapan aku bisa mengingatnya?” gumam pria itu seraya menyaduk kaleng minuman yang tadi menghalangi langkahnya.

BRAK

Bersamaan dengan suara cempreng kaleng yang membentur paving, ada suara lain yang lebih mendominasi. Dengan cepat Kyuhyun menoleh kearah jalanan, kedua matanya melebar saat mendapati sebuah mobil yang menabrak tiang lampu lalu lintas hingga bagian depan mobil itu ringsek, juga seorang wanita yang tengah berjongkok di zebra cross seraya memeluk seorang anak kecil dengan erat.

Cho Kyuhyun segera berlari kearah mobil yang ia yakini menabrak tiang karena menghindari anak kecil itu. “Daijyoubu desu ka? (Anda tidak apa – apa?)” tanya Kyuhyun pada wanita itu. Wanita yang terlihat masih shock itu mengangguk pelan lalu menjawab dengan terbata, “Daijyoubu desu. Demo… (Tidak apa – apa, tapi…)” Wanita itu menunjuk pada mobil yang sudah mengeluarkan asap itu dengan kedua mata penuh ketakutan.

“Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

“Anakku berlari ke jalan saat lampu hijau, dan ini terjadi. Ini semua karena aku.”  Ujar wanita itu menyesal, Kyuhyun menyuruh wanita itu agar menepi lalu ia segera menghampiri mobil itu, disusul dengan beberapa orang lain yang menghampirinya. Saat ia menatap seorang pria yang tak sadarkan diri dengan bercak darah dikeningnya itu tiba – tiba gerakannya terhenti. Ia membiarkan tubuhnya terhuyung kedepan karena senggolan beberapa pria yang mencoba mengeluarkan pria itu dari dalam mobil.

Kepalanya tiba – tiba pening, tidak! Tidak hanya pening tapi benar – benar berputar hingga rasanya begitu berat. Tubuh Kyuhyun terjatuh dengan lutut yang terlebih dahulu menyentuh tanah, posisinya berlutut di zebra cross itu.

“Kau tidak apa – apa, tuan?” Kyuhyun hanya mengangkat sebelah tangannya seraya tersenyum kecil lalu berusaha berdiri dan berjalan kembali ke hotel dengan langkah lemas.

***

Seoul.

 

            Nyonya Cho mengupas apel dengan tatapan yang terfokus pada apel itu, tanpa menatap Kim Hyera yang kini berada dihadapannya ia berucap. “Berikan secangkir teh hijau untuk tamuku ini.” pelayan yang sejak tadi sudah berdiri menunggu disamping Nyonya Cho mengangguk lalu segera melaksanakan tugasnya.

Wanita yang masih terlihat cantik meski sudah tua itu mengangkat kepalanya, menatap Hyera yang sedang menatapnya tegang dengan senyuman tipis. Ia mendorong sedikit sebuah piring yang berisi potongan – potongan apel yang sudah terkupas itu. “Kau mau apel? Ini dari kebun apel kami yang berada di Jeju.” Ujar Nyonya Cho lembut.

Kim Hyera tersenyum kecil lalu menggeleng. “Aku tidak suka apel, eomonim.” Nyonya Cho mengangguk – angguk mengerti lalu kembali tersenyum. “Apa yang ingin kau katakan padaku, hm?” tanya Nyonya Cho tiba – tiba.

Hyera meneguk ludahnya berat lalu menghela napas panjang. “Cho Kyuhyun dan Sam Rin Hyo sekarang sedang berlibur ke Jepang bersama.” Tangan Nyonya Cho yang ingin menusuk apel itu terhenti diudara. Ucapan Hyera membuat nafsu makannya hilang begitu saja, ia menaruh kembali tusukan itu. menatap Hyera dengan senyuman tipis itu lagi.

“Aku sudah tahu dari Park Jung Sik. Untuk apa kau memberitahunya lagi padaku?” kedua kelopak mata Hyera melebar tak percaya dengan sikap santai Nyonya Cho.

“Dan eomonim tidak melakukan apapun?” Nyonya Cho mendecih pelan.

“Perjanjiannya sudah berakhir, gadis itu tak pernah sekalipun mengingkari perjanjiannya. Gadis itu benar – benar tak menemui Kyuhyun selama ini. dan setelah perjanjian itu selesai, apa kau berharap aku mengusik mereka lagi?”

“Tapi eomonim—“

“Jika aku mengusik mereka, berarti aku yang mengingkari perjanjian itu. dan aku benci dengan orang yang mengingkari janjinya.” Kim Hyera beranjak dari tempat duduknya menatap Nyonya Cho dengan emosi dan napas menggebu.

“Jika eomonim tidak bisa menghentikkan mereka. Kalau begitu, aku yang akan menghentikkan mereka! Aku tidak bisa melepaskan Cho Kyuhyun begitu saja! Aku permisi dulu!” Hyera menunduk sebentar pada Nyonya Cho lalu beranjak pergi meninggalkan wanita yang tengah tersenyum kecut itu.

“Awalnya, kupikir kau anak yang baik.” Gumam Nyonya Cho dengan nada masam.

***

 

Jepang.

 

Sam Rin Hyo dan Cho Kyuhyun tengah menyantap makanan mereka dengan diam. Sarapan dihotel pagi ini begitu canggung karena kejadian kemarin, dimana Kyuhyun berkata jika ia mencintai Sam Rin Hyo.

“Tentang kemarin—“ Ujar Rin Hyo mencoba memecahkan keheningan.

“Kita lupakan saja.” Potong Kyuhyun cepat. Bibir Sam Rin Hyo terbuka sedikit, ia tak percaya pria itu dapat mengatakan hal itu dengan ringannya seolah kejadian kemarin memang tidak berarti apa – apa.

Mwo?” Kyuhyun menghentikkan aktivitasnya sejenak, menaruh garpu dan sendoknya lalu menatap Rin Hyo dingin. “Kejadian kemarin tidak terjadi, kau mengerti?” Sam Rin Hyo mendecih remeh, menatap Kyuhyun penuh kesinisan.

Keure!  Kita lupakan.” Tukas Rin Hyo kemudian ia kembali menyambar sendok dan garpunya. Memakan makanannya dengan rakus. Cho Kyuhyun menatap Rin Hyo dalam, sejujurnya ia yang tak pernah bisa melupakan kejadian itu. bagaimana bisa lidahnya mengeluarkan kata – kata yang bahkan belum ia sadari dengan sempurna?Menyukai Sam Rin Hyo ? mencintai gadis itu? meski memang ia merasakan hal itu, berdebar saat bersama Rin Hyo, namun akal sehatnya masih mengingat jika ia mempunyai kekasih yang sudah mejalin hubungan dengannya selama dua tahun. Kim Hyera.

“Akh!” Pekik Sam Rin Hyo pelan saat bibirnya tergigit. Kyuhyun yang sejak tadi menatap Rin Hyo langsung mengambil tisu dan menempelkannya pada bagian bibir Rin Hyo yang berdarah. Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun datar seraya menepis tangan Kyuhyun, mengambil tisu yang masih dipegang Kyuhyun lalu membersihkan darahnya sendiri.

“Makanya jangan makan cepat – cepat. Ck, Pasti akan sariawan nantinya. Apa itu sangat sakit?” ujar Kyuhuyn dengan nada yang sarat akan kekhawatiran. Kedua matanya hanya terpaku pada bibir Rin Hyo, memandangi luka gadis itu dengan intens.

“Cho Kyuhyun-ssi!” Panggil Rin Hyo membuat Kyuhyun seketika menaikkan pandangannya pada kedua mata Rin Hyo. Ia sedikit terkejut mendengar Rin Hyo memanggilnya sesopan itu.

“Hm?”

“Apa aku semudah itu dimatamu?” Dahi Kyuhyun mengernyit bingung. Bibir Cho Kyuhyun sedikit terbuka ingin menanyakan kembali maksud pertanyaan Rin Hyo bersamaan dengan itu ponselnya berdering. Membuat ia kembali menutup bibirnya, menyambar ponsel yang berada diatas meja lalu berdiri dan berjalan sedikit menjauh dari Rin Hyo.

Eo! Hyera-ya!”

Maaf karena aku menghubungimu sebelum satu minggu perpisahan sementara kita ini selesai. Aku… sangat merindukanmu, maka itu aku menelfonmu.

            “Eoh? Eo…” Cho Kyuhyun benar – benar bingung harus bereaksi apa selain itu.

Sepertinya kau tidak merindukanku, ya?

            “Aku juga merindukanmu.” Jawab Kyuhyun sekadar.

kudengar kau berlibur ke Jepang? Sendiri? Apa kau sudah memastikan sesuatu yang penting itu?

            Cho Kyuhyun terdiam sejenak, melirik Rin Hyo yang tampak acuh dan masih dalam proses menghabiskan makanannya itu lalu menjawab, Hm, begitulah.”

Kau di hotel sekarang? Sudah sarapan?

            “Em.”

Baiklah kalau begitu, kututup! Sampai jumpa!

Kyuhyun memasukkan ponselnya kedalam saku lalu kembali ketempat duduknya. “Tadi, apa maksud pertanyaanmu?” Tanya Kyuhyun hati – hati. Sam Rin Hyo menyelesaikan makannya dengan meminum beberapa teguk air mineral kemudian menatap Kyuhyun datar.

“Lupakan. Aku hanya ingin mengatakan, kau! jangan pernah memandangku mudah. Dengan kenyataan aku menunggumu selama dua tahun, mencintaimu selama itu tanpa bisa berpaling darimu. Apa kau pikir kau berhak untuk bersikap semaumu sendiri? Apa kau pikir aku semudah itu dimatamu hingga kau bisa dengan ringannya mengatakan Kita lupakan saja?” Rahang Cho Kyuhyun mengeras, kenyataan bahwa Rin Hyo menganggap Kyuhyun menilainya sebagai gadis ‘gampangan’ membuat napasnya sesak. Sekalipun ia tak pernah berpikiran seperti itu. Sikapnya yang seperti ini adalah karena ia masih belum benar – benar yakin dengan ucapannya.

“Kejadian kemarin, aku akan melupakannya. Aku akan bersikap seolah kejadian itu tak pernah terjadi. Jadi, kau juga jangan bersikap seolah – olah kau menyukaiku, jangan mengkhawatirkanku, jangan menyentuhku, jangan menatapku terlalu lama, anggap saja aku sebagai media yang bisa membuatmu mengingat hal lain yang belum bisa kau ingat.” Sam Rin Hyo menggantungkan tas selempangnya pada bahunya lalu beranjak dari tempat duduknya. “Kita bisa berangkat sekarang?”

Cho Kyuhyun berkedip beberapa kali, meneguk ludahnya berat sebelum ikut beranjak dari duduknya seraya berkata “Ayo berangkat!”

***

Rin Hyo tiba – tiba menghentikkan langkahnya pada saat mereka sudah berada diambang pintu utama hotel. Ia menatap mobil yang sudah disiapkan itu dengan datar lalu menatap Kyuhyun yang berada disampingnya.

“Aku ingin jalan kaki disekitar sini saja, jika kau ingin kesuatu tempat, silahkan saja.” Ujar Sam Rin Hyo pelan kemudian berjalan melewati mobil itu. Cho Kyuhyun menghela napas panjang, merasa tidak nyaman dengan sikap Rin Hyo padanya. “Suimasen (maaf), saya tidak jadi memakai mobil. Bisa parkirkan mobil ini ketempat semula?” pinta Kyuhyun sopan pada vallet yang sudah siap membukakan pintu.

Hai! Dai jyou bu desu. (Iya, tidak apa – apa)” Cho Kyuhyun tersenyum kemudian berlari kecil menyusul Sam Rin Hyo yang sudah hampir hilang didepan gerbang karena gadis itu belok kekiri.

Cho Kyuhyun berjalan menyamai langkah Rin Hyo tanpa berucap apapun. Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun sebentar kemudian mendengus, bersamaan dengan itu tiba – tiba turun air yang cukup deras dari langit. Hujan.

Kyuhyun menarik tangan Rin Hyo agar segera berteduh disalah satu emperan toko terdekat. Sam Rin Hyo kembali merasakan kehangatan itu, sebelum ia menarik tangannya paksa dari genggaman Kyuhyun. “Kubilang jangan menyentuhku!” ujar Rin Hyo datar.

Cho Kyuhyun hanya menghela napas pendek. “padahal tadi cerah sekali.” Gumam pria itu seraya menggosok – gosok telapak tangannya sendiri yang tak tertutupi sarung tangan. Rin Hyo yang melihat kegiatan Kyuhyun itu sedikit terenyuh karena tangan pria itu sangat pucat. Ia merogoh tasnya, mengambil payung dan sarung tangan pria yang selalu ia simpan ditasnya.

“Ini.” Gadis itu menyerahkan sarung tangan berwarna coklat itu pada Kyuhyun yang menatap Rin Hyo dengan alis terangkat. “Ini milik Joong Ki oppa yang tertinggal dirumah. Aku selalu membawanya didalam tas agar jika aku bertemu dengannya aku bisa langsung mengembalikannya.” Rahang Kyuhyun kembali mengeras saat nama itu tersebut lagi dari bibir Sam Rin Hyo. Entah mengapa selalu ada hawa panas yang bersarang didadanya saat mendengar nama itu.

Rin Hyo menggoyang – goyangkan sarung tangan itu ketika Kyuhyun hanya terdiam. “Pakailah!” ujar gadis itu lagi.

Ani.  Aku suka dingin.” Ujar Kyuhyun menutupi alibinya yang sebenarnya tidak sudih memakai sarung tangan Song Joong Ki.

“Ck, kau tidak bisa membohongiku, Kyuhyun-ssi! Cepat pakai! Singkirkan rasa gengsimu untuk kali ini saja, hm?”

“Aku bilang aku tidak mau. Sudahlah, berhenti mengkhawatirkanku!” Sam Rin Hyo mendengus kesal lalu melepas sarung tangan kebesaran miliknya. “Kalau begitu pakai ini saja. Ini kebesaran padaku, mungkin akan muat padamu walaupun pastinya masih kekecilan.”

“Lalu kau?”

“Aku bisa memakai milik Joong Ki oppa.” Kedua kelopak mata Kyuhyun sedikit melebar saat mendengar pernyataan itu. Sam Rin Hyo langsung mengalihkan wajahnya saat dirasa bibirnya sudah tak bisa menahan senyum. Cho Kyuhyun yang sekarang, terlihat seperti Cho Kyuhyun saat ia pertama kali bertemu dengan pria itu. Menahan perasaannya dan amarahnya yang tak bisa ia ungkapkan secara langsung. Butuh waktu untuk pria itu menyadari perasaannya.

Sam Rin Hyo kembali menatap Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sama seperti tadi. Gadis itu mendesis kesal kemudian memakaikan sarung tangan Joong Ki pada Kyuhyun. “Pakai! Dan ayo kita jalan lagi.” Ujar Rin Hyo sebelum ia membuka payungnya.

Kyuhyun menahan lengan Rin Hyo saat gadis itu hendak melangkah. Rin Hyo kembali menatap Kyuhyun, “Apa lagi?” Kyuhyun mengambil alih payung itu lalu menggedikkan kepalanya kearah jalan.

“Jika kau yang membawanya, pasti kesulitan karena tinggimu yang sangat tidak sepadan dengan tinggiku.”

“Tch, aku tahu aku pendek!” gerutu Rin Hyo seraya berjalan mendahului Kyuhyun, membuat pria itu melebarkan kedua matanya seraya berlari menyusul Sam Rin Hyo. IA mendesah keras, baru kali ini ada seorang wanita yang mengaku mencintainya namun selalu saja merepotkannya.

“Kyuhyun-ah!!!” teriakkan seorang gadis yang sangat familiar itu membuat Sam Rin Hyo dan Kyuhyun menghentikkan langkahnya. Mereka menatap keasal suara dengan bibir yang sedikit terbuka. “Hyera-ya!” Ujar Kyuhyun lirih, dengan kedua mata yang menatap tepat pada Kim Hyera. Meski kedua matanya sesekali menatap Rin Hyo yang menegang ditempatnya.

Hyera berjalan menghampiri kedua orang itu tanpa melunturkan senyumannya dan kedua mata yang terpaku pada Cho Kyuhyun. “Bagaimana bisa kau berada disini?” tanya Kyuhyun bingung. Kim Hyera semakin melebarkan senyumannya.

Surprise! Aku mendapat alamat hotelmu dari manajer Park, jadi aku ingin mengunjungimu. Bukankah sudah kubilang jika aku sangat merindukanmu, hm?” Sam Rin Hyo masih terdiam seraya menatap Kyuhyun dan Hyera bergantian. Kim Hyera menoleh kearah Rin Hyo, seketika mimik wajahnya berubah dingin.

“Rin Hyo-ssi? Apa yang kau lakukan disini?” tanya gadis itu dengan nada tajam lalu menatap Kyuhyun saat Rin Hyo tak kunjung menjawab. “Apa ini? kalian kesini bersama? Kupikir kalian tidak sedekat itu.”

“Aku—“ napas Kyuhyun seperti tercekat. Ia bingung harus menjawab apa.

“Cho Kyuhyun-ssi pernah mengalami kecelakaan dan amnesia. Ada beberapa ingatan yang belum ia ingat, dan ingin ia ingat kembali. Maka dari itu, aku disini sebagai media hingga ia mengingatnya. Kau tidak usah salah paham, Hyera-ssi!” kedua mata Hyera melebar sedikit lalu menatap Kyuhyun tajam.

“Ini yang kau bilang memastikan sesuatu yang penting? Berlibur dengannya? Ingatan? Ingatan apalagi yang ingin kau ingat, huh?! Aku sudah menceritakan semuanya padamu apa itu belum cukup? Kau tidak mempercayaiku?” Ujar Hyera seraya menggenggam erat payungnya hingga buku – buku tangannya memutih.

ChoKyuhyun memejamkan kedua matanya frustasi seraya membuang napasnya kasar. “Bukan begitu, Hyera-ya! aku merasa Sam Rin Hyo adalah gadis yang pernah kucintai dulu. Dan aku merasa ada hal besar yang berhubungan dengannya terjadi, aku hanya ingin mengetahuinya. Apa hal besar itu.” Kedua mata Hyera memanas, air matanya sudah hampir keluar.

“Tidak ada wanita ini dalam hidupmu, Kyuhyun-ah! UNTUK APA KAU MENCARI TAHU INGATAN TENTANG WANITA YANG PERNAH KAU CINTAI SEMENTARA KAU SUDAH PUNYA KEKASIH, HUH?!” teriak Hyera frustasi dengan air mata yang sudah keluar dari bendungannya. “Atau, kau mencintainya?” tanya Hyera menurunkan nada suaranya seraya menatap Rin Hyo yang terlihat ling lung bercampur dengan tegang. Ya, baru kali ini ia melihat Kim Hyera berteriak.

Kyuhyun menatap Hyera penuh sesal kemudian menatap Rin Hyo seraya berkata, “Maafkan aku, sepertinya kau benar.” Payung yang sejak tadi ia genggam kuat tiba – tiba terlepas dari tangan Hyera. Gadis itu terisak kemudian berbalik, meninggalkan Kyuhyun dengan berlari kecil.

Sam Rin Hyo dan Cho Kyuhyun saling bertatapan dengan tatapan penuh arti. Hati Rin Hyo melambung tinggi saat Kyuhyun lebih memilih berdiri disisinya, ketimbang berlari mengejar Hyera. Namun semua itu hanya berlangsung sebentar, saat tiba – tiba Kyuhyun memutuskan kontak mata mereka. Menatap kepergian Hyera dengan sendu, lalu mencampakkan payungnya begitu saja. “Hyera-ya! Kim Hyera!” teriak pria itu seraya berlari mengejar Kim Hyera. Meninggalkan Sam Rin Hyo yang hanya bisa diam dibawah hujan dengan hati remuk.

“Tch,” ia menertawakan diri sendiri. Ia menatap Kyuhyun yang tengah mencekal tangan Hyera lalu mencium gadis itu setelah melingkarkan tangannya pada pinggang gadis itu. Spontan Rin Hyo membalikkan badannya, napasnya tersenggal karena isakan kuatnya.

Kau pikir Kyuhyun mencintaimu, Rin Hyo?

 

Suara hatinya bertanya pada diri sendiri seiring langkahnya yang melangkah pelan – pelan kembali ke hotel. Tubuhnya bergetar antara kedinginan dan terisak. Semua harapan akan kembalinya ingatan Kyuhyun menguap begitu saja. Melihat Kyuhyun yang mengejar Hyera tanpa menatapnya sama sekali membuat ia yakin, bahwa pria itu mencintai Hyera.

“Jika sudah seperti ini, aku bisa apa?” gumam Rin Hyo seraya tersenyum kecut. “Takdir? Tch, sayangnya takdir tidak berpihak padaku.”

***

Cho Kyuhyun melepas ciumannya saat dirasa napasnya sudah tersenggal. Ia menatap Hyera dengan tatapan kosong, sedangkan Kim Hyera terlihat tersenyum lega menatap Kyuhyun yang akhirnya mengejarnya.

“Berhenti membuang waktumu untuk mencari tahu ingatan itu. aku ada disini, jadi untuk apa kau mencari yang lain, hm?” ujar Hyera lembut. Cho Kyuhyun tak menanggapi ucapan gadis itu, pria itu menatap kearah dimana tadi Sam Rin Hyo berdiri. Namun tak ada gadis itu disana.

“Kau tidak benar – benar mencintainya, kan?” pertanyaan Hyera itu membuatnya tersentak. Ia menaruh telapak tangannya tepat pada jantungnya, berdetak sangat kencang hingga terasa menyakitkan. Mengapa datangnya sekarang? Mengapa saat aku mencium Hyera jantung ini berdetak normal sedangkan mendengar pertanyaan itu jantungku menjadi seperti ini? Ada apa ini?

“Hyera-ya!”

“Hm?”

“Kau bilang, pertama kali kita berpacaran adalah tiga tahun yang lalu. Berarti sebelum kecelakaan itu terjadi, kan?” Hyera mengernyitkan dahinya bingung dengan pertanyaan Kyuhyun yang sangat melenceng dari topik lalu mengangguk dua kali. “Saat itu, bagaimana bisa aku kecelakaan?” lagi – lagi Hyera hanya bisa menelan rasa bingungnya saat Kyuhyun melontarkan pertanyaan aneh.

“Kau menghindari seorang tuna netra yang tengah menyebrang jalan lalu kau menabrak sebuah pohon besar.”

“Sebelum aku menghindari seorang tuna netra, apa yang kulakukan?” Hyera tertawa kecil lalu meatap Kyuhyun dengan alis terangkat.

“Bagaimana bisa aku tahu, Kyuhyun-ah! Aku tidak disana.” Tatapan pria itu mendadak kosong lagi. Yang ia lakukan kini adalah menatap Kim Hyera dengan tatapannya saat pertama kali ia bertemu dengan gadis ini waktu ia pertama kali membuka mata dari komanya. Asing. Ia merasa sangat asing dengan keberadaan gadis itu.

“Sebaiknya kau kembali ke Korea, hati – hati!” Kyuhyun membelai pipi Hyera sebentar sebelum berbalik dan meninggalkan Hyera yang terperangah ditempatnya.

“Kau akan menemui gadis itu lagi?!” teriakkan Kim Hyera itu membuat langkahnya terhenti. Tanpa menoleh ia hanya menggeleng pelan, “Bahkan aku tidak punya kekuatan lebih untuk bertemu dengannya.” Gumamnya pelan sebelum kembali menyeret langkah beratnya lagi.

***

Seoul.

 

Sam Rin Hyo menyeret kopernya dengan lemas saat ia keluar dari pintu departure. Ya, ia memilih untuk pergi terlebih dulu tanpa berpamitan pada Kyuhyun. Bahkan ia sangsi jika Kyuhyun akan mencarinya saat ia tak ada.

“Rin Hyo-ah!” Sam Rin Hyo mengangkat kepalanya saat mendengar suara yang sangat familiar tengah memanggilnya. Senyuman patahnya terulas saat menatap Shin Ji Eun yang tengah melambai kuat padanya. Sebelum take off ia menelfon Ji Eun agar gadis itu menjemputnya. Sekaligus ia benar – benar membutuhkan seseorang saat ini. Dan seseorang yang selalu ia butuhkan adalah sahabatnya mulai SMA itu, Shin Ji Eun.

“Ji Eun-ah!”Rin Hyo segera berjalan cepat menghampiri Shin Ji Eun kemudian memeluk gadis itu erat. Tanpa suara ia menangis disana, membuat Shin Ji Eun bingung oleh sikap Rin Hyo. sesaat kemudian, ia dapat membaca keadaan melihat Rin Hyo pulang dari Jepang tanpa Cho Kyuhyun.

“Kita bicara dimobil, ya? Lee Kikwang sudah menunggu kita disana.” ujar Ji Eun lembut seraya menggiring tubuh Rin Hyo keluar dari areal bandara.

W—wae geurae?” tanya Kikwang bingung saat Ji Eun dan Rin Hyo memasuki jok belakang mobil dengan kondisi Sam Rin Hyo yang menangis sesenggukan.

“Jalankan saja mobilnya!” ujar Ji Eun yang langsung dituruti oleh Kikwang.

“Sekarang sudah tak ada lagi alasan untukku menunggunya. Semuanya sudah berakhir.” Sam Rin Hyo menarik napasnya kuat – kuat lalu kembali tersenyum patah. “Terima kasih kalian sudah membantuku selama ini. mulai sekarang, aku akan berhenti berusaha mengembalikan ingatannya.”

“Apa yang sebenarnya terjadi,hm?”

“Cho Kyuhyun… pria itu mencintai Kim Hyera. Sekeras apapun aku berusaha, kurasa sudah tak ada gunanya. Lagipula, apa aku tega merebut kebahagiaan Cho Kyuhyun? Saat ia mencoba mengingatku, kepalanya selalu pusing hingga ia pernah pingsan karena itu. otaknya saja menolak untuk mengingatku lagi.”

“Rin Hyo-ah!”

“Ji Eun-ah! Mungkin aku memang bukan takdirnya. Biarkan kenangan itu menjadi sebuah mimpi yang pernah kulalui, mimpi yang tak akan pernah untuk kulupakan, mimpi yang sangat terasa nyata meski sebenarnya semu.”

***

Cho Kyuhyun memasang headseatnya dengan senyuman tipis yang sejak tadi selalu terpantri dibibirnya. “Yeoboseyo?” suara yang selalu menenangkan hatinya itu terdengar setelah ia tak lama menunggu teleponnya diangkat.

            “Apa yang kau lakukan sekarang?” tanyanya dengan suara yang ia buat sedatar mungkin.

            “Aku sedang memasak…. kau jadi kesini, kan?” Pria itu tersenyum sejenak sebelum memasang wajah malasnya.

            “Sepertinya tidak jadi. Aku sedang malas keluar.” 

Apa? Tidak jadi kesini? Ya! pokoknya hari ini aku tunggu kau disini atau aku yang kesana!” Kyuhyun menggigit bibirnya saat mendengar pekikan keras dari gadis itu. pekikan yang selalu ia rindukan tiap waktu.

 

PIP

 

“Eo! Dia menutup teleponnya?” gumamnya pelan lalu terkikik geli. “Dasar bodoh! Mana mungkin aku tidak jadi kesana sementara aku sudah sangat merindukannya.” Ujarnya sambil tersenyum kecil.

            Senyuman yang tak luntur – luntur itu tibat – tiba terganti menjadi wajah tegang saat seorang wanita berkaca mata hitam tiba – tiba b    erada didepannya. Ia segera membanting stir kekiri dan menghantam pohon yang membuatnya tak sadarkan diri.

 

            Cho Kyuhyun langsung bangun dari tidurnya saat lagi – lagi mimpi itu masuk kedalam tidurnya. Sejak ia mencoba menolong seorang pria yang menabrak tiang lampu lalu lintas karena menghindari anak kecil itu, ia selalu mimpi seperti ini. Dan ia yakin, jika ini adalah serpihan dari ingatannya. Namun yang membuat ia kesal adalah, ia tidak tahu siapa gadis itu. Dari suaranya, ia belum yakin karena itu suara dari telepon. Kenyataan bahwa suara telefon dan suara asli itu berbeda kembali membuatnya kesal.

Tubuhnya berjengit saat ia mengingat sesuatu, Sam Rin Hyo! terakhir ia meninggalkannya saat ia mengejar Hyera. Pria itu langsung turun dari ranjangnya, mengambil jam tangannya. “Sudah sesore ini? apa yang dilakukan gadis itu sekarang?” ia bergumam sebelum melenggang keluar dari kamar hotelnya, menghampiri kamar yang berada tepat disamping kanan kamarnya lalu mengetuk pintu itu. Sekali , dua kali tak ada jawaban hingga beberapa petugas kebersihan datang menghampirinya.

“Tuan, pelanggan dikamar ini sudah check out beberapa jam yang lalu.” Kedua mata Kyuhyun terbuka lebar, ia menatap petugas itu dengan dahi yang mengerut bingung.

“Maksudmu?”

“Kami akan membersihkan kamar ini, permisi tuan.” Kyuhyun mundur selangkah dengan kedua mata yang sudah kehilangan fokusnya. Dentuman menyakitkan jantungnya yang tadi sudah mereda kini kembali lagi dan semakin menyakitkan.

Tanpa mengucap sepatah kata apapun ia menghubungi Rin Hyo. Desisan resahnya keluar saat gadis itu tak kunjung mengangkat teleponnya. Ia mencoba sekali lagi, dan kini ia bisa bernapas lega karena gadis itu mengangkat teleponnya.

“Kau dimana?! Bagaimana bisa kau meninggalkan hotel tanpa memberitahuku terlebih dahulu, huh?!”

“Sam Rin Hyo!!”

Cho Kyuhyun-ssi! Aku… sudah menyerah. Kurasa tak ada lagi hal yang bisa membuat ingatanmu kembali.

            Mwo?”

Kau sudah pada kebahagiaanmu. Kau benar, lupakan saja! Kita lupakan saja apa yang pernah kita lakukan, dan lupakan juga apa yang sudah kau lupakan.

            “Kau bicara apa, huh? Kau mabuk?”

Semoga kau bahagia. Kututup!

            Cho Kyuhyun membanting ponselnya keatas lantai hotel hingga menimbulkan suara keras. Petugas kebersihan yang bisa mendengar itu hanya bisa menatap Kyuhyun bingung bercampur takut.

Kyuhyun mengernyit saat merasakan kesesakan luar biasa didadanya. Jantungnya terasa diremas hingga pecah, kepalanya begitu pening hingga akhirnya ia tersungkur diatas dinginnya lantai hotel tak sadarkan diri.

TBC-

 

Oke! Ini sudah part 10 dan saya bagi dua karena terlalu panjang ._.

Semoga tidak mengecewakan, ya 🙂 kalau mau ngritik atau ngasih saran silahkan aja. Soalnya lagi butuh banget 🙂

Entah kenapa, akhir – akhir ini aku kayak kurang greget sama tulisanku sendiri. Tapi nggak tahu kalau kalian nilainya gimana ._.

Mungkin berhenti hingga part 10 kalau tidak 12. Nanti bakalan dijelasin kenapa Nyonya Cho nggak suka sama keluarga Rin Hyo padahal Rin Hyo bukan dari kalangan rendah J jadi, stay tune yaa! BYE!!

 

Sam.

Advertisements

54 thoughts on “Fate , Love , and Temptation 10 A

  1. Dari awal Rin hyo ngenes bgt, kapan senengnya dia? D sini dia berasa berjuang sendirian sdgkan kyuhyun nya masih plin plan. juga ibu kyuhyun gk coba bantu ngungkapin fakta yg ada, keqnya seneng gitu ngliat anaknya sengsara.
    Gk seharusnya dia keq gitu ke kyuhyun biar pun dia benci Rin hyo, gk ngerti juga klo kyuhyun cm anak tiri hahaha

  2. Sedih bgt bacanyaaa kasian rin hyo ditalik ulur trs perasaannya sama kyu, kyu jg gak bisa nentuin di dpn 2 cewek itu, semoga rin hyo cepetcepet dptin kebahagiannya

  3. Jadi nyonya cho udah berubah pikiran ? Dia gak lagi mencoba memisahkan mereka (baca : kyuhyun rin hyo) ? Kyuhyun sudah memutuskan kan kalau dia milih hyo, kan tadi dia ninggalin hyera. Duhh banyak banget pertanyaanku yaa 😆😆

    Tulisanmu tetap bagus kok chingu, mungkin kamu aja kali yang lagi krisis percaya diri 😊 buktinya aku makin suka sama efef efef kamu, efef yang ada di wp inii..
    Pokoknya keep fighting aja buat nulisnya, 💪👌😉😊

  4. Akuu bingung mesti coment apa, kapan kyuhyun dan Sam bersatu?
    Jangan terlalu sediih dari ini thor
    Kasian bget sma Sam, akuu pengen dia bahagia
    Dia jugaa berhak bhagia thor

    Akuu jugaa kurang ngerti dengan kyuhyun, stelah milih Sam, trus dia ngejar hyera, dicium pula, sapa yg tak sakit hati melihat seseorang dicintainya dan ditunggu berciuman dengan gadis lain didepan matamu

    Akuu pengen happy, tapi berikan kyuhyun rintangan untuk mendapatkan Sam kembali, salah dia yg terlalu lama percaya pada hatinya

  5. Hai ka .. Yaaah masa Rin hyo nyerah sii .. Ka nanti nyonya cho jadi setuju kah kyuhyun sama Rinhyo ? aaah ga sabat banget pengen baca part berikutnya !! maaf ya ka aku ga bisa komentar apa apa selaim inii otakku mumet /? Semangattt ka

  6. di part ini kyu y masih plin plan kenapa coba dia meski ngejar hyera, kasian liat rin hyo y padti dia kecewa bnget sma kyuhyun y setelah di terbangin terus di bikn jatuh huhu..next part y ijin bca y thor

  7. Agak berasa miris krn dari awal Rin hyo ngenes bgt, sampe terlintas di benak gw kapan coba dia dikasi kebahagiaan sama author? #lho? #kojdkeauthor? #kkk~. Keknya dia berjuang sendirian sdgkan kyuhyun malah plin plan gimanee gituu. Trs ibu kyu jg ga coba bantu ngungkapin fakta -.- #apaygsebenernyakaupikirkanahjumma?? #fyuuuh~

  8. Ternyata Ny. Cho nya tidak seburuk yang orang banyak pikirkan 😀
    Syukurlah deh kalau Kyu mulai mengingat semuanya dengan baik /hula hula/ 😀

  9. Oh iya ya, padahal rinhyo bukan dari kalangan rendah tapi kenapa ibu kyu gak suka sama rinhyo. Baru menyadari itu di part ini, soalnya part sebelumnya udah geregetan sama kyuhyun aja. Ayo kyu putuskan hyera. Jangan saling menyiksa diri, kan sedih…

  10. Huhuhu, baca part ini malah mewek.. 😥
    kyu kok jahat bgt sih rinhyo-nya di tinggal gitu, malah nyamperin hyera terus nyium dia..
    Uhh, kebayang bgt sakitnya rinhyo..
    Keren ffnya!

  11. ini part yg pling aku suka, gatau knp, liat kyu yg ky gtu jd semangat *apasih… wktu rinhyo udh nyerah bru deh inget … kebiasaan nih chokyu .. dasar php *apasih.. wkwk ini gj skali comment aku

  12. Sumpah sakit.sakit bgt pas kyu ngejar hyera nd cium dy tanpa mandang hyo.
    kalo q jd hyo jga dah mikir nyerah.

  13. ya ampun knpa rin hyo mengambil keputusan seperti itu, pdahal sedikit lagi kyuhyun bisa mengingat masa lalunya..
    Smoga hyera ndak akan melakukan hal2 yg buruk pada rin hyo

  14. yeah baru bisa lanjutin baca karena tugas yang berkepanjangann..!!
    ooh critanya nyonya cho udah nggak papa-in kalo kyu sama rin hyo lagi. tapi si siapa tu namanya,hyera? dia bener” udah di butakan aama cinta!!
    kyuhyunn,ngapain ada adegan nyosor dijalan pas ujan coba? lu kira ini dramaa?? kasihan tu rin hyo nya sekarang udah nyerah. ckck dasar cho kyuhyun..!

  15. Dari awal sampai akhir onnie
    Feeling nya benar2 dapat . Karena aku juga ngerasain semua emosi mereka . Apalgi si hyera itu .
    Udah aku lanjut ya.
    Maaf krena komen nya selalu singkat hehehe 😉

  16. udah nyesek aja… kyuhyun di saat kamu udah sedikit mengingat rin hyo pergi…. ya iyalah siapa juga yg ga sakit… bilang cinta tpi malah nyium cewek lain di depan mata lagi… semoga aja waktu kyuhyun sadar dari pingsan nya dia dah inget sama rin hyo..

  17. Wawawa
    Gue nyesek pas baca part akhir. Dan hyera lu bakal kena batunya -.-
    Oke gue anggep nenek udah tobat dan jadi baik. Tapi gue masih gafaham Duduk perkara yang ngakibatin nyonya cho berbuat kek gitu ke hyo kyu? Jelasiiin dong thooor

  18. Entah udaa jadi apa hatinya rin hyo .. dari awal dia nya menderita terus 😥
    Sebenernya yg masih buat kepo itu yaa.. ttg alesan kim hana buat skenario kek gitu..

    okee segini dulu cuap cuap nya..
    langsung cuss deh ke next part.. 😀

  19. Kenapa jadi seribet ini sih. kasihan rin hyo, pasti dia kecewa saat kyuhyun mencium hyera. Ayo jangan menyerah sam rin hyo, fighting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s