Contrast 10

CONTRAST 10

cntrs

 

Author : Tsalza Shabrina

Di dunia ini, di abad ini, di kehidupan ini

Sudah tak ada lagi ketulusan, bukan?

 

***

Tok Tok

 

            Suara decitan pintu yang berisik itu membuat Sam Rin Hyo bangun dari tidurnya yang tak pernah nyenyak. Ya, dengan posisi menyandar pada dinding dan hanya beralaskan lantai dingin yang selalu membuat perutnya sakit. Perutnya sensitif dengan apapun yang berhubungan dengan dingin, begitupun kedua kakinya.

“Aku membangunkanmu?” tanya Soohyun dengan nada lembutnya, seperti biasa. Sam Rin Hyo mendengus lalu merenggangkan otot – otot kakunya. Soohyun berusaha tak menatap Rin Hyo, karena jujur saja melihat keadaan gadis itu membuat hatinya teremas perih.

“Ya, ada apa?” balas gadis itu dingin. Kim Soohyun berjalan pelan mendekatinya lalu berjongkok. Pria itu mengambil sebuah kunci dari saku mantelnya kemudian membuka borgol Rin Hyo. Ia meneguk ludahnya berat saat melihat bercak merah yang melingkari pergelangan tangan gadis itu.

Sam Rin Hyo segera menarik tangannya dari pegangan Soohyun. Menggosok – gosok pelan pergelangan tangannya tanpa melepas tatapan tajamnya pada Kim Soohyun. “Kau bilang ingin menemui Tuan Seo, aku akan membawamu kesana.” Ujar Kim Soohyun sembari beranjak dari posisinya, menyaku kedua tangannya kedalam saku celana.

Rin Hyo spontan berdiri, menatap Soohyun dengan tatapan menelisik. “Kau serius?” Soohyun mengangguk sekadar lalu menghembuskan napas pelan.

“Selama perjalanan kedua matamu harus ditutup dan juga—“

“Perjalanan? Maksudmu pria itu tidak berada digedung ini?”

“Em, dia ada ditempat lain.” Rin Hyo mendecih seraya tersenyum kecut.

“Sepertinya kalian begitu sukses hingga mempunyai banyak kantor cabang.” Kim Soohyun hanya terdiam, lama – lama ia sudah terbiasa dengan nada tajam yang dilontarkan Sam Rin Hyo untuknya. “Jung Hee dimana?”

“Jennifer? dia tidak ikut ada hal lain yang harus ia urusi disini.” Sam Rin Hyo mengangguk – angguk mengerti lalu menggedikkan kepalanya seraya berkata “Ayo berangkat!”

Seiring dengan itu, dua orang berbadan besar yang terakhir ia temui pada kali pertama ia terkurung disini memasuki kamar. Dua orang itu mendekati Rin Hyo kemudian mencekal lengan Sam Rin Hyo. Kim Soohyun membalikkan badan, berjalan keluar dari ruangan ini hingga keluar dari gedung diikuti dengan Rin Hyo dan dua orang berbadan besar itu dibelakangnya.

Sam Rin Hyo memandang kesekelilingnya dengan kedua mata yang melebar. Tak ada apapun disekelilingnya selain, pepohonan. Ini… hutan? Batinnya. Ia benar – benar tak bisa melihat jalan raya dari sini, hanya satu jalan kecil dan hutan lebat.

“Masukan dia, aku menunggu disini.” Ucapan Soohyun membuat Rin Hyo menghentikkan aktivitasnya. Tubuh gadis itu sedikit berjengit saat salah satu dari mereka menutup kedua matanya dengan kain hitam. Dengan gerakan kasar salah seorang pria yang berbadan paling besar memasukkan Sam Rin Hyo kedalam mobil, memojokkan gadis itu hinga tubuh gadis itu membentur pintu mobil.

Klik

 

“Apa yang kau lakukan?!” pekik gadis itu tak terima saat salah satu tangannya terasa diborgol-lagi. “Aku harus melakukan ini, nona.” Ujar pria itu kemudian tangan kiri gadis yang terborgol itu keatas untuk dikaitkan pada pengait yang sudah tersedia diatas jendela mobil.

Geumanhe! Aku tidak akan kabur, jadi untuk apa aku diperlakukan seperti ini, huh?!” bentak Rin Hyo lagi seraya berontak. Pria yang sudah kewalahan menghadapai gerakan abstrak Sam Rin Hyo itu akhirnya mengeluarkan sebuah jarum dan menyuntikkannya pada lengan gadis itu. Gerakan Sam Rin Hyo lambat laun menjadi pelan hingga akhirnya gadis itu terjatuh diatas paha pria itu.

“Aish, seharusnya kau menurut padaku sejak tadi!” gerutu pria itu seraya menarik tubuh Rin Hyo agar duduk dengan menyandarkannya pada pintu mobil kemudian mengaitkan borgol itu kearas. Setelahnya ia keluar dari mobil.

“Sudah selesai, tuan Kim.” Soohyun mengangguk sekadar lalu menggedikkan kepalanya. Pria itu memasuki van , menghela napas pendek saat mendapati Sam Rin Hyo sudah menyandar pada jendela mobil dengan keringat yang sudah mengucuri lehernya. Pelan – pelan ia menaruh kepala yang terlihat tidak nyaman menyandar pada jendela itu kebahunya. Ia mengelus kepala gadis itu sejenak sebelum salah seorang pria memasuki kursi kemudi dan menjalankan mobil ini.

***

Dahi Rin Hyo mengernyit pelan saat merasakan kepeningan luar biasa pada kepalanya. Perlahan kedua matanya terbuka, hitam! Gelap! Hanya itu yang bisa ia lihat. Sesaat kemudian ia menyadari jika ia masih dijalan menuju tempat pria sialan yang sayangnya adalah ayah yang ikut memberinya kehidupan.

Rin Hyo mengangkat kepalanya meski sedikit berat, tubuhnya bergoyang kesana kemari dan saat itu pula ia menarik kesimpulan jika tempat pria itu tempatnya tak jauh beda dari gedung tua ditengah hutan itu. Jalannya bergeranjal.

“Kau sudah bangun?” Rin Hyo mendengus saat Soohyun  bertanya seperti itu.

“Kau berharap aku mati?”Kim Soohyun menghela napasnya berat lalu menggeleng pelan meski ia tahu Rin Hyo tak dapat melihatnya.

Ani. Setelah ini kita sampai pada rumah Tuan Seo.” Sam Rin Hyo hanya diam tak menjawab, lebih memilih menyandarkan kepalanya dijendela hingga akhirnya mobil itu berhenti. Mulanya borgol ditangannya terlepas, kemudian karung hitam penutup kepala dan akhirnya kain yang menutup erat kedua matanya itu terbuka. Gadis itu berkedip – kedip pelan mencoba membiasakan diri dengan cahaya yang berada disekitarnya.

Oh, tunggu! Ini bukan hutan.

 

Soohyun menarik lengan Rin Hyo dengan lembut, spontan Rin Hyo menepis tangan Soohyun dengan kasar. Lebih memilih keluar dari mobil itu tanpa ada yang memeganginya.

Udara segar khas pedesaanlah yang pertama kali masuk kedalam rongga hidungnya. Perlahan ia menelisik pandangannya kesekitar, dan benar saja! Ini adalah pedesaan yang bahkan jalannya belum beraspal.

Mereka menemukan dimana tempat seperti ini?

 

            Pandangannya terhenti pada sebuah mobil yang terparkir disalah satu halaman warga. Ia memincingkan kedua matanya sejenak sebelum kedua matanya sedikit melebar. Itu mobil Song Joong Ki! Batin gadis itu sebelum badannya terdorong oleh dua pria besar yang sejak tadi mengawalnya itu. ah, lebih tepatnya mengawasinya.

Jantung Rin Hyo bedegup kencang saat kaki kanannya menyentuh anak tangga pertama yang membawanya pada pintu utama rumah dengan design unik namun sangat tradisional ini. Jika mobil itu benar – benar milik Song joong Ki, ia sangat mencemaskannya. Karena, Dark Pearl mempunyai indra yang sangat tajam.

“Kau siap?” Rin Hyo mengangkat kepalanya, menatap Kim Soohyun dengan datar lalu mengangguk pelan setelah menarik napasnya dalam – dalam dan menghembuskannya panjang.

Mereka memasuki rumah itu, dan yang kini Sam Rin Hyo lihat adalah interior rumah yang sarat akan rumah modern. Berbeda jauh dengan tampak luarnya yang lebih terlihat seperti rumah pengumpul kayu.

Rin Hyo berjalan berdampingan dengan Soohyun menuju satu pintu yang berada tepat berhadapan dengan pintu utama, meski jaraknya cukup jauh. Saat mereka sudah berada tepat didepan pintu itu, Soohyun menatap Rin Hyo seolah bertanya kau yakin? Setelah Rin Hyo mengangguk kuat akhirnya Kim Soohyun mengetuk pintu itu.

***

“Belok kekiri, berhentikan mobil dihalaman rumah itu.”

Perintah Cho Kyuhyun yang langsung dipatuhi oleh Song Joong Ki. Pria itu memarkirkan mobil di salah satu halaman rumah warga yang sepertinya penghuninya tidak ada dirumah. Karena, rumah itu bukan seperti rumah kosong yang tak terawat namun juga tak ada atmosfir kehidupan disana.

“Tempat apa ini?” gumam Joong Ki seraya menatap kesekelilingnya. Sedangkan Cho Kyuhyun terus memaku tatapannya pada mobil yang baru saja berhenti didepan sebuah rumah kayu yang terlihat sangat tradisional.

Jantungnya berdegup dengan kencang saat ia melihat Sam Rin Hyo keluar dari mobil itu. gadisnya. Joong Ki yang sejak tadi memandangi sekitar ikut menatap Rin Hyo dengan jeli. Napas Kyuhyun tercekat saat tatapan Rin Hyo berhenti kearahnya, bibirnya menipis saat memandangi wajah yang biasanya cerah itu kini tak secerah biasanya, bibir yang sering ia ciumi itu kini juga sedikit mengering, dan mata yang selalu ia puja itu sudah tak berbinar seperti biasanya.

Eo! Kode itu.” seru Joong Ki seraya mengacungkan jari telunjuknya kearah Rin Hyo. Cho Kyuhyun yang sejak tadi memandangi wajah yang sangat ia rindukan itu segera menoleh kearah Joong Ki. “Lihat tangannya!” Kyuhyun segera menatap tangan Rin Hyo, jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan gadis itu saling membelit.

“Itu kode untuk mundur.” Ujar Joong Ki lagi yang dibalas anggukan oleh Kyuhyun.

“Dia tahu jika kita ada disini.” Gumam Kyuhyun setengah berbisik. Pria itu menghela napasnya berat kemudian mengalihkan pandangannya. Jika ia menatap Rin Hyo terus, bisa – bisa ia turun dari mobil dan akhirnya berbuat kekacauan.

“Setidaknya kita tahu dimana tempatnya, kita kembali.” Tukas Kyuhyun lalu ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Song Joong Ki mengangguk sekenanya kemudian mulai memundurkan mobilnya. Namun tiba – tiba Joong Ki menginjak remnya kuat – kuat, saat seseorang berada dibelakang mobilnya. Song Joong Ki menatap Kyuhyun dengan kedua mata waspada.

Pria yang tadinya menghalangi mobilnya dari belakang itu berjalan menuju pintu kemudi. Mengetuk – ketuk jendela mobil dengan badan membungkuk. “Jangan sampai dia tahu siapa kita, terobos saja!” Song Joong Ki kembali mengangguk mendengar perintah Kyuhyun. Ia kembali memundurkan mobilnya, lalu memutar setir kekanan.

Pria berbadan besar itu segera berteriak “Tembak mobil itu!” pada dua orang yang tengah berjaga diluar mobil yang tadi ditumpangi Rin Hyo. Song Joong Ki segera melesatkan mobilnya dengan zig zag saat suara tembakan itu terdengar bertubi – tubi dari belakangnya.

“Belok kekiri lalu tekan pedal gasmu kuat –kuat, karena jalan itu sangat sepi. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Song Joong Ki membanting setirnya kekiri lalu menekan pedal gasnya kuat – kuat.

Pria berbadan besar itu segera memerintahkan anak buahnya untuk mengejar memasuki mobil untuk mengejar mobil Joong Ki. Saat mobil itu melaju, pria berbadan besar itu berbicara lewat HT kecilnya yang ia kaitkan pada bagian kerah bajunya. “Sepertinya ada mata – mata. Kami sedang mengejarnya.”

***

Kim Soohyun dan Sam Rin Hyo memasuki ruangan Tuan Seo dengan langkah pelan, hingga mereka berhenti ditengah – tengah ruangan besar itu. Kim Soohyun membungkuk dalam pada Tuan Seo yang tengah duduk dikursi kebesarannya dalam posisi memunggungi mereka. Sedangkan Rin Hyo tak ikut membungkuk pada seorang pria yang sudah ia sematkan menjadi penghancur kehidupannya. Penghancur impiannya untuk hidup ditengah keluarga yang hangat.

“Sam Rin Hyo ada disini, Tuan.” Ujar Soohyun dengan sangat sopan. Seo Tae Gil memutar kursinya, mengulas senyumannya pada Sam Rin Hyo yang tengah tersenyum dingin padanya.

“Kita bertemu lagi, Ahjussi!” ujar Rin Hyo tajam. Seo Tae Gil tersenyum kecil melihat tingkah laku Rin Hyo yang menurutnya sangat menyenangkan untuk dilihat.

“Kenapa kau memanggilku seperti itu, putriku?”Pertanyaan Seo Tae Gil itu membuat senyuman dingin Rin Hyo menghilang perlahan. Ia menajamkan tatapannya pada pria itu.

“Jangan pernah sekali pun memanggilku putriku, anakku, Rin Hyo-ah atau pun panggilan – panggilan lain yang memperlihatkan jika seolah – olah kita dekat.” Tukas Rin Hyo lebih tajam dari sebelumnya. Tuan Seo tertawa kecil, entah apa yang ia tertawakan. Saat bibirnya terbuka hendak membalas ucapan Sam Rin Hyo, suara berisik dari HT Soohyun yang menempel dicelananya terdengar.

Sepertinya ada mata – mata. Kami sedang mengejarnya.

 

            Kedua mata Rin Hyo melebar, ia segera menoleh kearah Kim Soohyun yang juga tengah menatapnya curiga. Seo Tae Gil yang menyadari sikap aneh Rin Hyo tersenyum kecil. “Lebih baik kau pergi juga mengejar mereka. Jangan sampai mereka bisa kabur dengan nyawa yang masih ada didalam tubuhnya.” Titah Seo Tae Gil yang membuat kedua mata Rin Hyo semakin melebar. Ia menatap Seo Tae Gil lalu kembali menatap Soohyun yang semakin membuatnya terkejut. Karena pria itu mengangguk mantap, membungkukkan badannya lalu segera pergi dari sana. Ya Tuhan… semoga siapapun yang ada dimobil itu mereka bisa selamat. Doa gadis itu dalam hati.

“Itu orang – orangmu?” pertanyaan Seo Tae Gil itu membuat Rin Hyo mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk gusar. Gadis itu menatap Seo Tae Gil dengan kedua mata khawatir lalu berusaha untuk mengontrol ekspresinya menjadi datar lagi.

“Mungkin iya, mungkin juga tidak.” Seo Tae Gil mengangkat alisnya bingung dengan jawaban ambigu Rin Hyo. Sam Rin Hyo menunjukkan senyuman miringnya lalu berkata “Tapi, aku berharap mereka memang orang – orang NIS. Bukankah hebat, mereka bisa tahu tempat persembunyianmu tanpa aku yang memberinya informasi secuil pun.” Ujar Rin Hyo ringan. Seo Tae Gil merapatkan bibirnya dengan menahan segala emosi yang sudah mencapai ubun – ubun. Pria tua itu memilih untuk mengulas senyuman ringannya, menyingkirkan niatan – niatan buruk diotaknya pada putrinya ini.

“Bisakah kita melanjutkan apa yang tadinya kita bicarakan, hm?”

“Tentang apa? Tentang kau yang sok dekat denganku hingga berani memanggilku putriku ? atau tentang aku yang menyuruhmu untuk bersikap sok dekat? Ah, atau mungkin saja tentang membahas kehebatan NIS dibandingkan dengan grup preman bodohmu itu?” Seo Tae Gil mengepalkan kedua tangannya kuat dengan umpatan – umpatan yang sudah ia suarakan didalam hati.

“Sam Rin Hyo!” Pria itu mulai menggeram.

“Tch, kau benar – benar pria tua yang tidak berperasaan, bagaimana bisa kau menjerumuskan gadis polos seperti Jung Hee kedalam grup premanmu ini, huh?!” Bentak Rin Hyo keras, berusaha menyulut emosi Seo Tae Gil. Dan benar saja, pria itu beranjak dari tempatnya. Berjalan dengan langkah cepat menghampiri Rin Hyo lalu menarik kerah gadis itu hingga tubuh gadis itu menjinjit.

“Kau pikir kau bisa selamat sampai disini, huh?! Beraninya kau mengatakan hal – hal tidak penting dalam perbincangan ini, huh?!” desis Tae Gil tajam dengan kedua mata yang menatap Rin Hyo dengan sorotan begitu tajam. Seperti tatapan seekor hyena yang sudah menetapkan mangsanya. Rin Hyo tersenyum kecut, menyembunyikan rasa takutnya.

“Dan kau pikir aku akan takut dengan pria tua sepertimu, huh?! Mimpi saja kau!”

BUK

Sam Rin Hyo tersungkur kesamping hingga kedua lututnya membentur lantai dengan cukup keras. Pria tua itu, ayah yang tidak bisa disebut ayah itu, memukul pelipisnya hingga ia merasa sangat pusing. Gadis itu menyentuh pelipis yang mungkin akan membiru dengan pelan sebelum berusaha untuk berdiri.

Seo Tae Gil menatap putrinya dengan kedua mata memerah penuh emosi dan amarah. “Seharusnya kau tidak usah banyak bicara jika kau tidak ingin sakit!” ujar Seo Tae Gil tajam, tak peduli dengan cara berdiri Rin Hyo yang sudah sempoyongan karena pusing.

“Biarkan Jung Hee berhenti dari pekerjaan ini. atau aku akan membunuhmu.” Desis Rin Hyo tak kalah tajamnya, membuat gelak tawa dari bibir Seo Tae Gil terdengar. “Kau bercanda? Membunuhku? Lihatlah cara berjalanmu sekarang!” ledek Tae Gil seraya menunjuk tubuh Rin Hyo dari atas hingga bawah. Seolah menekankan bahwa Rin Hyo tak mungkin bisa mengalahkannya.

Sam Rin Hyo mengumpulkan seluruh tenaganya untuk menghampiri Tae Gil. Memukul perut pria itu keras lalu menendang selangkangan Seo Tae Gil, hingga tubuh pria itu terdorong kebelakang. Tae Gil menyentuh perutnya yang sialnya terasa begitu sakit apalagi daerah pusatnya. Pria itu menatap Sam Rin Hyo yang sudah menatapnya dengan tajam, kau kuat juga, ternyata! Batinnya.

“Biarkan Jung Hee pergi. Aku hanya ingin itu.” Tae Gil mengulas senyuman miringnya.

“Sayang sekali, aku tidak bisa.” Ujar pria itu sebelum kembali memukuli tubuh Rin Hyo yang sudah sangat lemas.

***

Kim Soohyun menarik gas motornya dengan kecepatan penuh. Pria itu sudah memakai helm hitam dan jaket hitamnya, juga sudah menumpangi motor ninja hitam yang sudah tersedia dirumah Tuan Seo tadi.

“Beritahu aku nomor plat dan arahnya.” Ujar pria itu pada HT yang sudah mengait dikerah bajunya.

Setelah belok kiri, anda hanya perlu berjalan lurus. Nomor platnya ****

Arasseo! Jangan sampai kau kehilangan jejaknya!”

***

Cho Kyuhyun menoleh kebelakang, ada sebuah mobil yang membuntutinya. Dua pria yang menumpangi mobil itu terlihat menyembulkan badannya disisi kanan dan kiri mobil itu. Kyuhyun menatap panik pada pria – pria yang sudah mengangkat Riffle AK-47 nya. “Shit! Joong Ki-ah, banting stir kekiri kita masuk kedalam alang – alang.” Titah Kyuhyun yang langsung dipatuhi oleh Song Joong Ki. Karena tidak mungkin jika memaksakan diri meluncur dijalan highway ini dengan dua orang pria yang sudah membidikkan senjata yang lebih canggih pada mereka.

Keringat dingin Joong Ki dan Kyuhyun sudah mengucur deras pada seluruh badannya. Napas mereka juga menderu menggebu seperti habis berlari bermil – mil. Joong Ki tidak bisa menjalankan mobilnya dengan stabil, berkali – kali pria itu berbelok entah itu kekanan atau kekiri karena jalanan yang ia lewati benar – benar jauh dari kata baik.

Suara deruan sepeda motor yang seperti pembalap terdengar ditelinga mereka. Kyhuyun kembali menoleh kebelakang dan mendapati bukan sebuah mobil yang mengikutinya, melainkan seseorang yang bersepeda motor dengan helm berkaca hitam, dan juga jaket kulit hitamnya.

Cho Kyuhyun segera mencari sesuatu pada jok belakang mobil Joong Ki. Hingga ia menemukan sebuah barbel yang tak terlalu besar. “Ah, aku selalu membawa itu kemana pun aku pergi.” Jelas Joong Ki menjawab raut wajah heran Kyuhyun yang tengah menggenggam barbelnya. Kyuhyun hanya mengangguk sekali lalu menyuruh Joong Ki mengangkat kakinya dari pedal gas.

“Untuk apa?”

“Sudahlah, lakukan saja!” Dengan gerakan sedikit ragu Joong Ki mengangkat kakinya. Kyuhyun segera menaruh barbel itu diatas pedal gas, hingga mobil itu tetap melaju tanpa Joong Ki harus menekan pedal gas itu. “Kuhitung satu sampai tiga. Kita keluar dari mobil ini bersamaan.”

MWO?! Bagaimana jika ketahuan pengendara motor itu?”

“Tidak akan! Alang – alang ini sudah seperti semak belukar yang tinggi – tinggi. Cepat buka kuncinya, hanya ini kesempatan kita.” Joong Ki membuka sabuk pengamannya, lalu membuka kuncinya cekatan. “1… 2… lompat!” tubuh Kyuhyun dan Joong Ki terguling memasuki kebun alang – alang yang belum terlindas ban mobil. Bersamaan dengan itu, suara tembakkan yang Kyuhyun yakini adalah senjata Sub-machine gun terdengar berisik ditelinga.

Cho Kyuhyun tetap terdiam ditempatnya, hingga pengendara motor itu melewatinya dengan satu tangan bebas yang menembaki mobil Joong Ki dengan Sub-machine gun. Seperti dugaannya.

Song Joong Ki berlari kecil mengikuti Cho Kyuhyun yang malah berjalan menuju arah yang terbalik. Bukannya semakin menjauh dari pedesaan itu, tapi Kyuhyun malah berjalan kearah pedesaan itu. meski mereka berada di kebun alang – alang yang lebat, tapi Joong Ki tahu kemana arah Kyuhyun berjalan.

“Kita kembali kepedesaan?” tanya Joong Ki akhirnya.

“Ya, aku rasa semuanya sudah terfokus pada mobilmu. Dan itu artinya, pertahanan disana tidak terlalu kuat.”

“Tahu darimana?” selidik Joong Ki lagi, masih ragu dengan keputusan Kyuhyun yang memilih kembali ke pedesaan.

Cho Kyuhyun tak menjawab ucapan Joong Ki. Lebih memilih mengambil ponselnya untuk menghubungi Hyuk Jae. “Ada keadaan darurat. aku akan mengirimkan alamat dan daerah TKP. Cepat datang, secepat yang kau bisa. Ini berhubungan dengan Dark Pearl.” Kyuhyun segera menutup teleponnya dan mengirimkan alamat dan koordinat daerah ini seperti ucapannya.

“Insting dan pengalaman.” Jawab Kyuhyun yang mengarah pada pertanyaan Joong Ki tadi, tanpa menghentikkan langkahnya terlebih dahulu.

***

Kim Soohyun terus mengejar mobil yang berjalan tak tentu arah itu dengan tangan yang terus menerus menembaki kaca tebal mobil itu.

PRANG!

 

Suara pecahan kaca yang begitu keras itu akhirnya terdengar. Kedua mata pria itu melebar saat tak menemukan siapapun yang berada didalamnya. “Sialan!” umpatnya merasa dibodohi. Saat mobil itu memasuki jurang yang menjadi ujung dari kebun ini, Soohyun cepat – cepat menarik remnya kuat – kuat. Suara dentuman hebat yang juga menyembulkan asap tebal hingga sampai diujung jurang ini bersamaan dengan suara decitan motor Soohyun yang hampir saja terjatuh.

Soohyun menarik gas motornya lagi, namun motornya malah terpeleset mundur karena tanah landai. “Sial!” umpatnya lagi seraya melompat dari motornya yang akhirnya terjatuh kedalam jurang. Bernasib sama dengan mobil mata – mata itu.

Soohyun memundurkan langkahnya seraya melepas helm. Dadanya kembang kempis antara menahan emosi karena sudah dibodohi dan tegang karena ia hampir saja mati didalam jurang itu.

Soohyun membuka jaket hitamnya, meninggalkan helm dan jaket hitamnya disana. Sub-machine gun-nya sudah bernasib sama dengan motornya. Yang tersisa pada dirinya kini hanyalah sebuah pistol kecil dengan satu peluru.

Kim Soohyun mendecakkan lidahnya kesal kemudian mulai berjalan menuju pedesaan. Karena menurutnya, tidak mungkin jika ia mengejar mata – mata yang entah kemana itu di kebun alang – alang yang sangat luas dan lebat ini.

***

Sam Rin Hyo berjalan mundur dengan langkah terseok. Wajah pucat gadis itu sudah dihiasi oleh lumuran darah yang berasal dari pelipis, dagu dan sudut bibirnya. Seo Tae Gil menatap putrinya dengan keji, entah kemana perginya mata batin seorang ayah dari Tae Gil. Ah, aku lupa! Dari dulu pria itu tak pernah punya mata batin seorang ayah.

            “Jadilah salah satu dari kami, putriku! Dan kau akan selamat. Hidup penuh kemewahan, bergelimang harta.” Ujar Tae Gil. Bersamaan dengan itu, kedua kaki Rin Hyo terbentur meja yang berada dibelakangnya. Gadis itu menoleh kebelakang, tatapannya langsung terfokus pada sebilah pisau yang terletak diatas sebuah piring yang berisi apel merah.

Sam Rin Hyo mendudukkan dirinya diatas meja spontan saat Tae Gil sudah berdiri tepat dihadapannya. Tae Gil merapikan anak – anak rambut Rin Hyo yang berantakan dengan mengulas senyuman dingin. “Jika kau ikut denganku, kau bisa berkumpul dengan saudaramu juga, putriku.” Ujar Seo Tae Gil.

Sam Rin Hyo menatap bengis tepat pada kedua mata ayahnya. Tangan kananya diam – diam menyelinap kebelakang tubuhnya, mengambil pisau itu lalu menyelipkannya dibawah pahanya.

“Tidakkah sudah kubilang berkali – kali jika aku tidak akan ikut denganmu! Aku akan membawa Jung Hee pulang!” Bentak Rin Hyo dengan kedua mata melotot pada Tae Gil.

Plak

 

            Rin Hyo membuang wajahnya kesamping saat satu tamparan mengenai pipinya lagi. Entah bagaimana rupa wajahnya kali ini. Tubuhnya sudah terasa sangat remuk. “Dia Jennifer! bukan Jung Hee! Berhenti memanggilnya seperti itu!”

“Kau gila!” umpat Rin Hyo kemudian menusuk paha Tae Gil dengan pisau itu. Seo Tae Gil langsung menjambak rambut Rin Hyo dan melemparkan gadis itu kesembarang arah. Semuanya terjadi begitu cepat, Rin Hyo berlari mengambil borgol yang sejak tadi ia lihat tergeletak disofa lalu memakaikannya pada pergelangan tangan Tae Gil yang sudah terduduk lemah diatas lantai.

“Kau harus tinggal dipenjara, selamanya!” Desis Rin Hyo sebelum keluar dari ruangan itu dan menguncinya dari luar.

Sam Rin Hyo menyandarkan tubuhnya didaun pintu yang tertutup itu dengan napas yang tersenggal. Kedua matanya terpejam, sungguh, ia ingin menangis sekarang. Tapi air matanya tak keluar juga, hanya menyisakan kesesakan didadanya.

Aku harus segera pergi dari sini!

 

Rin Hyo berlari keluar dari rumah bagai neraka ini. Kepalanya tertoleh kesana kemari, kemudian ia memutuskan untuk berjalan menyusuri lorong kecil yang berada tepat disebelah rumah itu. Langkahnya terhenti saat mendapati ada sebuah tanah lapang dibelakang rumah ini. Juga kebun alang – alang yang mengelilingi separuh dari luas tanah lapang ini.

“Sam Rin Hyo!” kepala Rin Hyo terangkat lemah saat mendengar panggilan yang begitu familiar ditelinganya. Ia bisa melihat Cho Kyuhyun yang sepertinya baru saja keluar dari kebun alang – alang dengan Song Joong Ki yang berada dibelakangnya. Pakaian mereka terlihat lusuh, juga wajah mereka.

“Cho Kyuhyun.” Lirih Rin Hyo hampir berbisik, entah mengapa rasanya begitu sulit untuk berbicara saat menatap wajah itu setelah sekian lama.

Kyuhyun langsung berlari kuat menghampiri Rin Hyo. gadisnya. Tangan pria itu sudah bergerak cepat membersihkan lumuran darah yang mengotori wajah favoritnya itu. Kedua matanya sudah membendung air mata, “Mengapa baru datang sekarang, huh?! MENGAPA?!” teriak Rin Hyo seraya memukul – mukuli dada Kyuhyun.

Cho Kyuhyun menatap nanar pada wajah Rin Hyo yang terluka parah. Tangan pria itu segera memeluk tubuh Rin Hyo dengan sigap. “Mianhe, mianhe Sam Rin Hyo!” Seketika Rin Hyo terisak didalam pelukan Kyuhyun. Pelukan yang begitu ia rindukan hingga rasanya ingin mati saat berada diruangan itu.

Song Joong Ki tersenyum haru melihat pemandangan dihadapannya. Dari sini, ia bisa melihat. Bagaimana besarnya cinta mereka berdua, mereka seperti membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan yang benar – benar harus dipenuhi jika ingin bertahan hidup.

Suara gesrekan sepatu dengan tanah membuat Kyuhyun dan Rin Hyo saling melepas diri. Mereka menatap kearah Kim Soohyun yang sudah berdiri disana dengan mengacungkan pistolnya pada Kyuhyun.

“Kemarilah, Sam Rin Hyo!” ujar Soohyun dengan nada lelahnya. Cho Kyuhyun segera menarik tangan Rin Hyo agar gadis itu berlindung dibelakangnya.

“Langkahi dulu mayatku!” desis Kyuhyun tajam.

“Kau benar – benar ingin mati, ya?” balas Soohyun tak kalah tajam. Cho Kyuhyun menggerakkan tangannya untuk mengambil pistol yang menggantung dicelananya. Namun…

DOR!

 

TBC-

Halo !!

Next part is the ending!

So, stay tune yaa ^^

 

Setelah ff ini end. Entar bakal ada ff action lagi, ada Donghae disanaaa :*

 

Oke! Makasih udah mau baca ya teman – temaan *bow BYE!

 

Dont be silent readers!

 

 

Advertisements

60 thoughts on “Contrast 10

  1. Oh my, NO !! Jangan sampai jongki yg tertembak, atau hyo ??
    Aisshh, speechless. Pokoknya next part jangan lama lama yaaa.. pliiisss *pasang tampang melas seimut mungkin* hhahaa

  2. Hai kaaa .. deg deg an bacanyaaa duh ayahnya rin hyo jahat bgttt masa begitu ke anaknya sendiriii ckck , dor ? Ka itu dor nya dor kesiapa yaampuunn penasaran bgtt .. semangat ya lanjutnnya kaa

  3. OMG…. Itu siapa yang ketembak… Jantuk gw kempat kempot bacanyaa…
    New project… Action… Yeeaayy.. Tapi cast nya dibikin laki gw napee #ColekHyukppa 😀 😀

  4. haduh setelah sekian lama nggak bisa buka nih blog akhir’a bisa baca jga 😀

    giia bpak’a rin hyo kejam bget ma anak kandung’a kok malah di hajar habis2n nggak punya hati tuh org 😦

    aigoo tuh spa yg ketembak?? O_O

  5. ya ampun itu siapa yg tertembak kyuhyun kah atau soohyun, lalu siapa yg nembak jennifer kah atau jongki..penasaran makin seru makin bnyak adegan kejar mengejar..ijin nca next part y

  6. Jangan bilang yg kena tembakannya rin hyo ? TT
    ayahnya kejammmm bgt si , soo hyun jgn nembak sembarangan dong nnt kena org yg ga bersalah gmn atuh TT

  7. OMO OMOOO ITU SIAPA YANG DITEMBAK 😮
    Semoga bukan Rin Hyo deh 😦
    Itu bapaknya masa ampun._.
    Kejem banget mau jadiin anak”nya mesin pembunuh begitu ._.

    SEMANGAT AUTHOR! 😀

  8. Q rasa soohyun ng0s2 an bukan karna d b0d0hin tpi hmpir mati.haha
    ga kebayang muka hyo gmana,nd nasib tu ayah muruk gimana? Yg di tembak siapa? T0l0ng jangan buat q mkir aneh2 😦

  9. Gila!!! Seo tae gil kejam bener ama anaknya!
    Ahh, kebayang bgt momen rinhyo-kyuhyun pelukan, mengharukan bgt..
    Ihh, itu siapa lagi yang ketembak, bikin deg-degan nih jantung..

  10. Ya Luhan eh Tuhan.. Ayahnya hyoo kejam bgt dan seperi tdk ada rasa kebapakannya pd hyo ..sipaa itu yg ketembak?? Semoga bkn kyu dan yg ketembak semoga soohyun..next chap :*

  11. Bapaknya rinhyo gak punya hati. Anak sendiri digituin. Kok jennifer gak muncul sih di part ini. Mengharapkan banget kejadian yang penuh haru antara rinhyo-jennifer, tapi tergantikan dengan rinhyo-kyuhyun. Kim soo hyun mau ngapain kyuhyun tuh

  12. ini benar2 menegangkan..
    Tae Gil bener2 kejam.. Putrinya sendiri disiksa..
    Kasihan rin hyo..
    Siapa yg tertembak, apakah kyuhyun? Atau rin hyo? Ataumungkin soohyun?

  13. Aaaah haru banget moment KyuHyo waktu ketemu :3
    So sweet… akhirnya Hyo bisa nangis juga. Dipelukan Kyu lagi ish ish iiiisssh…

  14. siapa yg ketembak? aduh….sampe nyesek bacanya.bener2 tegang banget situasinya. ternyata tebakanku salah,hehehe………………

  15. Tidak!!! siapa yang tertembak? bukan kyuhyun kan? bukan juga rin hyo kan? jangan joong ki, aku berharap soohyun yg tertembak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s