Contrast 11

CONTRAST 11

 cntrs

Author : Tsalza Shabrina

Pada akhirnya semua kembali kedasar,

Dimana setiap orang memiliki satu warna dasar, yakni putih.

***

Disaat ketegangan antar Soohyun dan Kyuhyun terjadi, diam – diam Song Joong Ki mengambil pistolnya dari celana lalu dengan gerak yang begitu tenang dan hati – hati, ia menodongkan pistol itu kearah Kim Soohyun.

Namun bukan Kim Soohyun namanya jika tidak mempunyai mata setajam elang. Pria itu dapat melihat pergerakan Joong Ki dari ekor matanya. Disaat Kyuhyun hendak mengambil pistolnya, bersamaan dengan itu Joong Ki hampir menarik pelatuknya sebelum akhirnya suara letupan pistol terdengar.

DOR!

 

            Pistol yang berada digenggaman Song Joong Ki terlontar begitu saja saat pria itu merasakan timah panas menusuk dalam dan tajam pada pundaknya. “Argh.” Pekik pria itu tertahan, kedua lututnya sudah membentur tanah lapang ini karena tak kuasa menahan rasa sakit pada pundaknya itu.

“KIM SOOHYUN!” Bentak Sam Rin Hyo kuat dengan kedua mata yang membesar marah kearah Soohyun. Cho Kyuhyun mengacungkan pistolnya kearah Kim Soohyun sambil sesekali melirik kearah Joong Ki gelisah. Sedangkan pria yang membuat kekacauan ini terjadi malah kembali menodongkan pistolnya kearah Kyuhyun, tanpa pancaran rasa bersalah dikedua matanya. Sedikit pun.

Sam Rin Hyo segera berlari menghampiri Joong Ki yang sudah tergeletak, wajahnya pucat dan keluar keringat dingin dari sekujur tubuhnya. “Eottokhae?” lirih gadis itu kelimpungan saat melihat kucuran darah yang keluar dari pundak Joong Ki yang semakin deras. Perlahan tangan gadis itu menggerakkan kedua tangan Song Joong Ki yang lemas kearah pundaknya yang terluka. “Tekan disini kuat – kuat agar darahnya tidak banyak keluar.” ujar gadis itu seraya membantu pria itu menekan lukanya.

“Aku bisa saja membunuhmu sekarang juga, Cho Kyuhyun! Jadi, jangan pernah meremehkanku. Karena aku bukanlah tipe yang main – main dengan perkataanku.” Tukas Kim Soohyun tajam, sungguh Sam Rin Hyo pun yang biasanya bersikap angkuh pada pria itu kini memandang Kim Soohyun dengan takut. Tak pernah sekali pun ia menatap Soohyun yang seperti itu.

Cho Kyuhyun mendecih, tak mengindahkan ancaman Kim Soohyun. “Dan kau pikir aku akan menyerah begitu saja?” desis Kyuhyun menahan emosi. Sam Rin Hyo yang sudah terisak kuat disamping Joong Ki mengangkat kepalanya perlahan.

Keure!” tukas Rin Hyo seraya menatap Soohyun nanar. Kedua mata itu sudah kehilangan fokus dan terus menerus mengeluarkan air mata. “Aku ikut bersamamu.” Lanjutnya dengan suara tercekat. Membuat kepala Kyuhyun sontak menoleh kearah Rin Hyo panik.

“Sam Rin Hyo! apa yang kau bicarakan, ha?!” Geram Cho Kyuhyun dengan kedua membesar gelisah kearah Rin Hyo yang sudah beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju Kim Soohyun yang masih memaku tatapannya pada Kyuhyun. Tak kuasa melihat keadaan menyedihkan Rin Hyo yang membuatnya tak tega. Namun, setidak teganya pria itu. Ia tidak bisa lepas dari tanggung jawabnya begitu saja, atau ia akan mati.

Suara deruan mobil terdengar keluar dari alang – alang. Kim Soohyun segera menarik Sam Rin Hyo pergi dari sana dan memasukkan Rin Hyo kedalam mobil itu. mobil yang tadi mengejar Kyuhyun dan Joong Ki. Bersamaan dengan hilangnya mobil itu didalam alang – alang, suara sirine mobil kepolisian terdengar bising.

Cho Kyuhyun melempar pistolnya kesembarang arah, lututnya melemah bersamaan dengan air matanya yang turun secara bergantian.

“Sejak awal, aku selalu tidak bisa menjagamu dengan baik. Mian.”

***

“Bagaimana status Tuan Seo?”

Tanya Soohyun saat mobil itu melaju didalam kebun alang – alang, lalu naik keatas jalanan Highway mereka sempat berpapasan dengan beberapa mobil polisi. Namun tentu saja pihak kepolisan tak curiga.

“Tuan Seo tertangkap. Kita tidak bisa menyelamatkannya.” Ujar seorang pria yang menyetir mobil. Kim Soohyun menatap Sam Rin Hyo yang terdiam, menatap jendela dengan kedua tangan yang meremas ujung bajunya kuat – kuat.

Diam – diam, Soohyun meneguk ludahnya berat. Rasanya begitu tersiksa melihat keadaan Sam Rin Hyo yang menyedihkan seperti ini. Banyak luka yang bersarang ditubuhnya, dan sikap gadis itu benar – benar jauh dari kata angkuh yang selama ini selalu ia tunjukkan pada semua orang.

Perlahan Rin Hyo menolehkan wajahnya kearah Soohyun yang tengah menatapnya sendu. Bibir gadis itu bergetar, kedua matanya mengeluarkan pancaran ketakutan yang luar biasa pada Soohyun. “Bi—bisakah, nanti aku bertemu dengan Jung Hee? Hanya berdua?” tanya Rin Hyo dengan nada bergetar, kepalanya sudah ia tundukkan dalam. Sam Rin Hyo masih sangat terkejut dengan tindakan Soohyun yang tiba – tiba menembak Joong Ki. Meski itu bukan tepat didada, tapi tetap saja. Itu adalah hal mengerikan. Tiba – tiba ingatannya saat ia tertembak saat itu datang lagi, membuat ia ketakutan sendiri.

Soohyun menarik napasnya dalam – dalam lalu menghembus panjang. Mencoba mengendalikan dirinya untuk tidak menarik Rin Hyo kedalam pelukannya. “Ya, kau bisa.” Jawab Soohyun singkat lalu segera mengalihkan pandangannya kearah lain.

***

Seo Tae Gil hanya bisa mengulas senyuman miringnya saat dua petugas kepolisian membekuknya. Sebelum Rin Hyo pergi, gadis itu mengunci pintu dan meninggalkan kuncinya dipintu itu.

Lee Hyuk Jae, Lee Donghae, dan Victoria yang baru saja keluar dari mobil langsung memasuki rumah itu. mencari hal – hal mencurigakan lain yang mungkin bisa menjadi clue tentang anggota Dark Pearl yang lain.

“Dimana Cho Kyuhyun?” tanya Donghae pada Hyuk Jae. Pria kurus itu menghentikkan kegiatannya, menghela napas gusar saat mengingat bahwa Kyuhyun-lah yang memberi tahu tempat ini. Victoria yang sebenarnya tak sepenuhnya memfokuskan diri dengan kegiatannya sesekali melirik Eunhyuk saat nama itu disebut.

“Aku akan mencarinya, kalian terus saja mencari bukti apapun.” Ujar Hyuk Jae kemudian segera keluar dari rumah Tae Gil. Baru saja Hyuk Jae akan menyuruh petugas kepolisian agar mencari keberadaan Kyuhyun, suara serak dari seseorang mengalihkan konsentrasinya.

Ya! kau kemana saja, huh?!” Hyuk Jae segera menolehkan kepala keasal suara. Kedua matanya sedikit melebar saat menemukan wajah lusuh Kyuhyun dan juga Song Joong Ki yang tengah Kyuhyun papah. Pria itu terlihat lebih mengerikan dari Cho Kyuhyun.

Para petugas kesehatan segera bertindak cepat dengan membaringkan Joong Ki diatas ranjang beroda lalu memasukkan kedalam ambulance. “Aku baik – baik saja, kalian harus segera kerumah sakit karena Song Joong Ki sudah sangat parah.” Ujar Kyuhyun pada petugas kesehatan itu yang langsung menuruti ucapan Cho Kyuhyun.

Lee Hyuk Jae masih tak bergerak dari tempatnya, antara terkejut dan tidak tahu harus bertindak seperti apa. “Kau tidak apa – apa?” Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari bibir Hyuk Jae. Cho Kyuhyun hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban lalu kembali menatap serius Hyuk Jae.

“Apa yang dilakukan mereka didalam?” tanya Kyuhyun seraya menggedikkan kepalanya kearah rumah Tae Gil.

“Mencari bukti dan juga—“

“Suruh mereka masuk kedalam mobil, kita ada rapat dadakan.”

“Tapi, mereka sedang—“

“Itu semua tidak perlu, aku tahu dimana tempat persembunyian mereka selama ini.” Potong Kyuhyun lagi lalu segera menyeret kedua kakinya menuju mobil.

***

“Tch, ini benar – benar tak bisa dipercaya. Ayah tertangkap?!!”

Tanya Jennifer sekali lagi dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya. Seorang pria yang baru saja melapor padanya itu mengangguk sesal. Sebelah tangannya yang menggenggam HT terangkat begitu saja, seolah meyakinkan Jennifer bahwa ia mendapat laporan itu langsung dari tempat kejadian.

Tubuh Jennifer yang sebelumnya berdiri tegak langsung terduduk ditempatnya. Kedua bola matanya bergerak gelisah, tangan kanannya ia lambaikan asal. Menyuruh pria itu keluar dari ruangannya. Ia sedang ingin sendiri.

Sebelum pria itu keluar, ia kembali berbalik menatap Jennifer. “Apa yang akan anda lakukan sekarang?” tanyanya. Jennifer menghela napas kasar lalu menatap pria itu tajam.

“Tinggalkan aku sendiri. Jangan menanyaiku ini itu, kau pikir siapa kau berani menanyaiku tanpa seizinku terlebih dahulu?!” cecar Jennifer kesal membuat pria itu berdiri kikuk ditempatnya berkali – kali ia meminta maaf dengan  badan yang sudah membungkuk dalam. Kemudian pergi dari sana.

Jennifer kembali menunduk dalam, memikirkan langkah apa yang selanjutnya akan ia gunakan. Sungguh, ia sebenarnya sudah lelah dengan semua ini. Namun, mau bagaimana lagi. Ia sudah sejauh ini, dan selama ini ia menikmati semuanya.

Suara ketukan yang disusul dengan decitan pintu itu kembali membuat napas kasarnya keluar-lagi. “Sudah kubilang, kan! Jangan—“ ucapannya menggantung begitu saja saat mendapati Sam Rin Hyo tengah berjalan dengan langkah lemah kearahnya. Kepala saudarinya itu tertunduk dalam, tiap langkah yang gadis itu buat pun terlihat tak bersemangat. Seperti seorang yang terkena dehidrasi akut.

Alis Jennifer terangkat saat tiba – tiba Rin Hyo berlutut dihadapannya. Samar – samar ia bisa mendengar isakan gadis itu yang terdengar menyakitkan. Entah mengapa, ia tidak suka melihat Sam Rin Hyo terisak seperti itu.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Jennifer dingin. Perlahan Rin Hyo mengangkat kepalanya, menatap Jennifer dengan wajah penuh lebam dan air mata yang menderasi pipinya. Jennifer tersentak saat melihat wajah Sam Rin Hyo yang seperti itu.

Pasti ulah Seo Tae Gil!

 

Mian. Mianhe, Jung Hee-ah.” Jennifer terdiam sejenak. Sungguh, rasanya begitu berbeda saat Sam Rin Hyo yang memanggilnya jung hee. Ia merasa itu benar, dan tak masalah dengan itu.

“Sudah kubilang berkali – kali jika aku adalah Jennifer bukan—“

“Bagiku kau masih Seo Jung Hee. Ani, Sam Jung Hee. Kau… masih tetap Jung Hee-ku yang dulu.” Ujar Sam Rin Hyo tanpa menghentikkan tangisannya. Tiba – tiba bibir Jennifer kelu untuk sekadar digerakkan, Apa gadis ini bodoh? Aku sudah menyiksanya. Mengurungnya ditempat tak layak. Dan ia masih bersikap baik padaku, bahkan meminta maaf? Begitulah yang ada dipikirannya saat ini.

“Tch, Apa otakmu rusak, karena baru saja dipukuli ayah?” Sam Rin Hyo menggeleng kuat.

“Aku rasa sejak dulu otakku sudah rusak membiarkanmu hidup bertahun – tahun dengan ayah yang tidak pantas disebut ayah. Aku dan ibu memang hidup sebatang kara, tak seperti kau dan ayah yang bergelimang harta. Namun, sekarang kerusakan otakku sudah kembali setelah dipukuli ayah. Meski kau bergelimang harta, tapi aku yakin. Kau tidak pernah bahagia.”  Kata – kata terakhir Sam Rin Hyo itu membuat rahang Jennifer mengeras. Semua yang gadis itu katakan benar adanya. Hidup dengan ayah yang suka memukulnya sejak kecil. Dulu sebelum ayah dan ibunya bercerai, Sam Rin Hyo dan Jennifer hanya melihat bagaimana kerasnya Seo Tae Gil memukuli ibunya, tidak pernah merasakan pukulan keras ayahnya itu. Namun kini, mereka sudah merasakannya. Hanya beberapa jam saja Rin Hyo dipukuli ayahnya. Dan itu sudah membuat wajahnya hampir tak berbentuk. Bagaimana dengan Jennifer? Jung Hee-nya yang sudah hidup 20 tahun dengan ayahnya.

“Tau apa kau tentang kehidupanku?”

Mianhe, Jung Hee-ah! Sebanyak apapun aku meminta maaf sudah tak bisa membalaskan apa yang sudah kau rasakan. Maka itu, sekarang aku pasrah dengan rencanamu untukku. Jika kau ingin membunuhku, silahkan saja. Tapi berjanjilah, aku adalah orang terakhir yang kau habisi nyawanya. Jangan pernah melakukan hal – hal kotor dengan tangan sucimu, Jung Hee-ah.”

“DIAM KAU! Kau tak tahu apa – apa tentangku! Jangan mentang – mentang kau adalah saudara kembarku kau berlagak tahu segalanya. Karena kau tidak mengerti apa – apa.”

Mianhe… bukan ayah yang merubahmu menjadi monster. Tapi aku, dan ibu.”

KEURE! kalian lah yang membuatku seperti ini, kalian adalah pembuat monsternya!” teriak Jennifer dengan kedua mata berkaca – kaca. Tak kuasa menahan emosi dan sakit hatinya saat mengingat ekspresi ibunya yang terlihat tenang – tenang saja saat hak asuh Jennifer jatuh ketangan ayahnya. Sejak saat itu, ia berpikir ibunya sudah tak menyayanginya lagi.

“Kau benar. Kami telah melakukan kesalahan yang fatal. Tapi, kau harus tahu. Tiap malam ibu merindukanmu, ia selalu ingin kau kembali.” Jennifer mendecih seraya tersenyum kecut mendengar penuturan Rin Hyo yang menurutnya omong kosong.

“Jika benar seperti itu, berarti ia bodoh! Mengapa ia harus menyesali apa yang sudah terjadi, huh?! Mengapa ia hidup menyedihkan seperti itu!?” tukas Jennifer penuh emosi. Bahkan gadis itu sudah beranjak dari tempatnya. Kedua matanya menyala marah, meski sebenarnya ada kepedihan didalam sana. Ada pancaran lain yang terlihat asing disana.

“Sekarang aku ingin kau pergi!” Ujar Jennifer dengan napas tercekat. Sam Rin Hyo masih terdiam disana seraya menggeleng pelan. “Aku mohon, berhentilah dari pekerjaan ini. Jung Hee-ah.” Pinta Rin Hyo lagi dengan suara sangat lembut.

“Keluarkan gadis ini dari ruanganku.” Ujar Jennifer setalah menekan salah satu tombol yang menempel dimejanya.

“Jika aku bilang pergi! Kau harus pergi!” ujar Jennifer lagi dengan diselipi desisan tajamnya. Sam Rin Hyo masih terdiam ditempatnya keras kepala, begitu pun dengan para penjaga yang tak kunjung memasuki ruangannya.

“KALIAN YANG DILUAR! APA KALIAN TULI, HAH?! CEPAT KELUARKAN GADIS INI DARI HADAPANKU, BANGSAT!!!” Teriak Jennifer yang langsung disambut dengan suara gegabah langkah para penjaga yang memasuki ruangan lalu membawa tubuh lemas Rin Hyo keluar.

Jennifer memejamkan kedua matanya. Menyanggah badannya pada pinggiran meja dengan kedua mata yang sudah memanas. Gadis itu menarik napasnya dalam – dalam lalu menghembuskan panjang. Bersamaan dengan isakan kecilnya yang keluar.

Aku rindu ibu. Aku ingin seperti yang lain. Aku ingin punya keluarga.

Tapi sayangnya, semua sudah terlambat.

Ya, semuanya telah terlanjur. Aku tidak bisa menghentikkan ini begitu saja.

 

***

Ibu Sam Rin Hyo berjalan memasuki gedung NIS dengan langkah tak sabarnya. Ia menatap makanan yang dibungkus balutan kain itu dengan senyuman tipis. Hari ini ia berniat untuk memberikan makanan untuk Rin Hyo dan rekan – rekan kerja Sam Rin Hyo yang lain. Ya, mengingat hingga saat ini ia tidak pernah memperlakukan Sam Rin Hyo dengan baik. Selalu menentang pekerjaan yang sangat disukai putrinya itu.

Eo! Cho Kyuhyun! Kyuhyun-ah!” panggil ibu Rin Hyo pada Kyuhyun yang seketika menghentikkan langkah besarnya. Sepertinya pria itu sedang terburu – buru.

Cho Kyuhyun membalikkan badan, mengernyitkan alisnya bingung meski bibirnya sudah mengulas senyuman paksa. “Eomonie, apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun setelah ia menghampiri ibu mertuanya itu.

“Aku ingin bertemu dengan Sam Rin Hyo. apa dia ada didalam? Kau bisa panggilkan dia?” cecar Ibu Rin Hyo yang membuat Cho Kyuhyun menelan ludahnya berat. Raut wajah gelisah pria itu dapat cepat tertangkap oleh kedua mata ibu Rin Hyo. “Apa ada sesuatu yang terjadi padanya? Ia tidak disini?” tanya wanita paruh baya itu lagi.

Eomonie, aku harus berbicara padamu. Bisakah kau menungguku disana sebentar saja?” ujar Kyuhyun sopan seraya menunjuk sofa lobby. Sam Jung Ah-ibu Rin Hyo mengikuti arah telunjuk Kyuhyun lalu kembali menatap calon menantunya itu dengan alis mengernyit. “Aku mohon eomonie. Aku sudah ditunggu di ruang rapat.” Pinta Kyuhyun dengan sangat sopan dan hati – hati. Perlahan Sam Jung Ah mengangguk pelan membuat senyuman kecil Kyuhyun terulas. “Gamsahamnida. Aku akan kembali secepatnya.” Ujar Kyuhyun sebelum berlari kecil menuju ruang rapat.

***

Kedua mata Sam Jung Ah melebar seketika saat mendengar segala penjelasan dari Cho Kyuhyun. Tubuh wanita itu melemah, dan kepalanya sangat pusing.

“Apa pria yang katamu tertangkap, namanya Seo Tae Gil?” Tanya Sam Jung Ah tiba – tiba membuat alis Kyuhyun terangkat seketika. Perlahan pria itu mengangguk pelan.

“Bagaimana eomonie bisa tahu?” Kedua mata Jung Ah yang sudah berkaca – kaca itu akhirnya mengeluarkan air mata yang sejak tadi terbendung disana. Sedikit demi sedikit isakan Sam Jung Ah keluar. Bayangan anaknya yang tersekap karena pria yang sudah sering memukulinya dulu membuatnya begitu sesak.

“Dia appanya. Seo Tae Gil adalah ayah Sam Rin Hyo.” Ujar Sam Jung Ah disela tangisannya. Kedua mata Kyuhyun berkedip cepat, terlalu terkejut dengan kenyataan ini.

Seo Tae Gil… ayah Sam Rin Hyo?

 

***

Malam ini kita bergerak cepat. Karena, menurut hipotesaku didalam tempat itu banyak yang berjaga dengan merata. Jadi, yang bisa kita lakukan nanti malam hanyalah perang gerilya. Diam – diam dan penuh kehati – hatian.

 

            “Semuanya sudah siap?” tanya Kyuhyun seraya menatap Donghae dan Hyuk Jae satu persatu. Mereka kini sudah berada didalam mobil van yang biasa mereka gunakan jika sedang beraksi. Dibelakang mereka sudah ada truk kecil milik SWAT korea selatan dan dibelakang truk itu ada 2 mobil polisi yang sirinenya sengaja dimatikan. Malam ini, adalah malam penghabisan. Mengingat, bagaimana sulitnya menangkap Dark Pearl. Komplotan mafia yang begitu handal dan profesional.

Lee Donghae dan Lee Hyuk Jae memeriksa pistolnya lalu mengangguk tegas seolah berkata ‘sudah’. Song Joong Ki tak hadir karena masih terbaring koma dirumah sakit. Sedangkan Victoria bertugas dikantor dengan komunikator – komunikator untuk mengawasi jalannya penyergapan ini, semua percakapan akan terdengar langsung didalam kantor karena perekam yang selalu terkait dikerah rompi anti peluru seluruh petugas yang turun kelapangan malam ini. Sebenarnya tugas Victoria adalah sama seperti Hyuk Jae dan Donghae. Turun kelapangan, namun kini ia menggantikkan posisi Cho Kyuhyun. Karena pria itu bersikeras ingin turun langsung kelapangan.

Aigoo, semoga saja kita berhasil kali ini.” Ujar Hyuk Jae yang terlihat gusar ditempatnya, berbeda dengan Donghae dan Kyuhyun yang lebih memilih untuk menenangkan diri dengan diam.

“Aku baru saja mendengar hal yang sangat mengejutkan tadi.” Ujar Kyuhyun tiba – tiba. Alis Donghae dan Hyuk Jae terangkat keatas, penasaran.

“Apa?” tanya Donghae cepat.

“Seo Tae Gil, adalah ayah Sam Rin Hyo.”

MWO?!” bukan hanya orang – orang didalam van saja yang terkejut. Dikantor, ditruk SWAT, dan dalam mobil kepolisian. Semuanya terkejut.

Malam ini, hanya satu pesanku. Jangan sampai ada yang mati, kalian boleh melumpuhkan mereka. Namun hanya sebatas itu, jangan sampai ada nyawa yang hilang hari ini. mengerti?!

 

Cho Kyuhyun diikuti dengan Hyuk Jae dan Donghae dibelakangnya turun dari van. Begitupun dengan anggota SWAT, juga aparat kepolisian yang berjalan mengekori Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menggerakkan kedua tangannya, memberi aba – aba bahwa misi telah dimulai. Semuanya sudah pada posisinya masing – masing. Pada misi kali ini, terbagi menjadi 3 kelompok yang sudah diatur Kyuhyun saat dirapat tadi. Dimana masing – masing koordinator kelompoknya adalah Hyuk Jae, Donghae, dan Kyuhyun.

“Seperti rencana, Lee Hyuk Jae sayap kiri, Lee Donghae sayap kanan dan aku lurus kedepan. Mengerti?!” Titah Kyuhyun dengan suara tegas sebelum memulai penyergapan. Hyuk Jae dan Donghae mengangguk tegas, lalu memimpin kelompoknya untuk menjalankan tugas.

Cho Kyuhyun juga memulai aksinya. Ia mengacungkan pistolnya dengan tangan kanan, lalu menyorotkan senter kecilnya kedepan dengan tangan kiri. Kedua matanya menatap tajam kesegala penjuru, hingga tiba – tiba ada segerombolan orang yang menyerang dari sisi depan, kanan dan kiri mereka.

Kyuhyun melayangkan fan kick-nya lalu menendang kuat kearah dada pria itu hingga ia tak sadarkan diri. Sedangkan orang – orangnya juga tengah adu satu lawan satu dengan anggota Dark Pearl yang tiba – tiba datang itu. Suasana yang begitu gelap karena tak ada penerangan cahaya apapun dihutan seperti ini membuat mereka kesulitan. Namun tak sulit juga untuk melumpuhkan beberapa anggota kacangan Dark Pearl itu.

***

NIS datang! NIS datang!

 

            Suara gegabah yang keluar dari HT para anggota lain yang berada didalam gedung tua itu terdengar. Begitu pun dengan Kim Soohyun dan Jennifer yang kebetulan tengah duduk bersama diruangan Jennifer.

“Aku tahu ini akan terjadi.” Desis Jennifer lalu segera beranjak dari tempat duduknya. Ia mengangkat HT-nya hingga didepan bibir lalu berkata, “Semua yang berjaga diluar tetap fokus! Dan yang didalam sekarang juga berkumpul di ruang utama.”

“YA! Kau mau kemana?!” Teriak Soohyun pada Jennifer yang tak digubris sama sekali oleh gadis itu. Akhirnya ia beranjak pula dari tempatnya, berlari kecil menyamai langkah Jennifer yang begitu cepat.

“Ini adalah puncaknya, Kim Soohyun.” Ujar Jennifer saat Soohyun sudah berjalan disampingnya. Jennifer menatap dua penjaga yang berjaga didepan ruang sandera dengan tajam, “Keluarkan dia sekarang juga! Pindahkan, ikat, dan bungkam mulutnya diruang utama.” Titah Jennifer sebelum berbalik lalu ber4rtjalan cepat menuju ruang tengah. Meninggalkan Kim Soohyun yang masih tertegun ditempatnya.

“Kau benar – benar akan melakukannya, Jen?!” Langkah Jennifer tak berhenti sama sekali saat mendengar suara teriakan Soohyun. “YA! Seo Jung Hee!” panggilnya lagi, namun tak ada sahutan apapun.

***

Sam Rin Hyo yang tengah duduk bersandar didinding dengan kedua mata memandang lurus kedepan dengan kosong, hanya bisa terdiam. Meratapi kehidupannya yang mungkin saja akan berakhir sebentar lagi. Tidak, ia tidak boleh begini. Ia sudah yakin dengan keputusannya. Kesalahannya pada Seo Jung Hee sudah tak bisa termaafkan lagi. Dan kini dalam benak gadis itu, hanyalah hal ini yang dapat membalas semua kesalahannya. Mengikuti alur Seo Jung Hee, saudari yang sangat ia sayangi.

CKLEK

Kepala Rin Hyo menoleh kearah pintu yang menatap dua orang berbadan besar yang sudah sangat ia hapal wajahnya. Karena mereka lah yang selalu mengawasinya agar tidak kabur.

Gadis itu menurut saja saat dua pria itu melepas borgolnya alu menggiringnya keluar dari ruangan pengap ini. Kim Soohyun yang berada diluar, hanya bisa menatap Rin Hyo yang melewatinya. Tanpa sedikit pun menyadari jika pria itu ada disana.

Dahi Rin Hyo mengernyit saat mendapati sebuah bangku yang terbuat dari kayu berada ditengah – tengah ruangan utama ada Jennifer disamping kursi itu, juga banyak pria yang berbaris membentuk setengah lingkaran dibelakang kursi itu..Ruangan ini begitu besar, terlihat seperti lobby hotel jika terawat dengan baik. Karena tempatnya tepat setelah pintu utama.

“Apa ini?” tanya Rin Hyo pada Jennifer yang tengah mengulas senyuman miringnya. “Rencanaku.” Ujar Jennifer ringan sebelum ia menatap salah satu pria yang memegangi Rin Hyo. “Ikat dia, sekarang.”

Dengan cekatan Dua pria itu melakukan tugasnya. Mengikat Sam Rin Hyo diatas bangku kayu, lalu menutup bibir gadis itu dengan lakban hitam. Rin Hyo yang masih bingung hanya bisa menuruti saja ucapan Jennifer. bukankah sebelumnya ia sudah berkata jika ia akan mengikuti alur Jennifer?

“Kau benar – benar akan melakukan ini?” pertanyaan Kim Soohyun kembali terulang saat pria itu baru saja sampai diruang tengah. Jennifer menatap Soohyun tajam, “Ikuti saja alurnya!” titah gadis itu tajam. Sedangkan Sam Rin Hyo hanya bisa mengernyitkan dahinya, Melakukan ini? melakukan apa?

 

BRAK

FREEZE!!”

 

***

Cho Kyuhyun dan timnya menghentikkan langkahnya saat melihat cahaya samar – samar yang berada diujung jalan setapak yang mereka pijaki ini. Dengan langkah pelan namun pasti mereka kembali melangkah mendekati cahaya yang semakin jelas itu. Sebelum memasuki pekarangan yang membawanya pada sebuah gedung itu, Kyuhyun dan timnya bersembunyi dibalik pohon – pohn besar dalam hutan itu.

“Kami menemukan tempatnya.” Ujar Kyuhyun pelan. Victoria yang berada dikantor langsung melacak dimana keberadaan Cho Kyuhyun melalui GPS lalu segera mengabari semua anggota lewat MIC yang sedang ia pegang. “Semuanya, langsung fokus menuju koordinat ****” Ujar Victoria yang dapat didengar oleh Kyuhyun.

Cho Kyuhyun menyelinap keluar dari persembunyiannya, langsung meluncurkan dua tembakan yang tepat pada tulang kering dua orang penjaga didepan pintu itu hingga mereka tersungkur seketika. Pistol mereka adalah pistol kedap suara yang tentunya tak menimbulkan suara sama sekali.

Tak lama dua tim yang sebelumnya terpisah dari Kyuhyun sudah sampai pada pekarangan gedung tua itu. “Mereka benar – benar pintar bersembunyi. Bahkan sinyal NIS sulit menemukan tempat ini.” komentar Donghae seraya menatap kesekeliling seperti yang dilakukan oleh Hyuk Jae.

“Kita masuk!” Ucapan Kyuhyun itu membuat segala perhatian Eunhyuk dan Donghae teralih kearah Kyuhyun. Cho Kyuhyun memegang gagang pintu itu, memutarnya sedikit namun sudah terasa jika ini terkunci. Jadi, karena tak ada pilihan lain, Kyuhynu mendobrak pintu itu.

BRAK!

 

“FREEZE!!” teriak Kyuhyun saat ia memasuki ruangan itu tanpa lelah mengacungkan pistolnya begitu pun semua orang yang berada dibelakangnya. Mereka sudah mengacungkan pistolnya kearah para anggota Dark Pearl disana.

Kedua mata Kyuhyun sedikit melebar saat mendapati posisi Sam Rin Hyo yang terikat dibangku kayu itu dengan belasan pria bersenjata yang berdiri membentuk setengah lingkaran dibelakangnya.

Semua petugas yang berada dibelakang Kyuhyun sudah menodongkan senjata mereka masing- masing. Begitu pun dengan pria – pria yang berada dibelakang Sam Rin Hyo, mereka juga menodongkan senjatanya kearah lawan. Siapa lagi kalau bukan kearah tim Cho Kyuhyun.

Jennifer tersenyum miring. “Woah, akhirnya kalian bertemu kami juga. Banggapseumnida! Yeorobeun!”  seru Jennifer tanpa melunturkan senyumannya. Kim Soohyun yang sudah berada diposisinya-menodongkan pistol kearah Sam Rin Hyo itu menatap Jennifer dengan tatapan tak terbaca.

“Kalian semua menyerah saja, kami tidak akan memulai peperangan ini jika kalian menyerahkan diri kekepolisian.” Tukas Cho Kyuhyun seraya menatap Jennifer, lalu kearah Sam Rin Hyo yang tengah gusar ditempatnya. Gadis itu seperti ingin berbicara namun tentu tak bisa karena bibirnya tertutupi oleh lakban.

Jennifer menoleh kearah Rin Hyo yang tengah menatapnya dengan berkali – kali menggelengkan kepala. Tatapan matanya seolah bicara jangan melakukan ini, Jung Hee-ya!

Cho Kyuhyun melangkahkan kedua kakinya perlahan mendekat. “Jika kau mendekat, gadis ini mati.” Sahut Jennifer  cepat sebelum Kyuhyun bertindak jauh. Seketika semua senjata Dark Pearl mengarah pada Rin Hyo. seolah ucapan Jennifer tadi adalah sebuah perintah.

Kyuhyun seketika menghentikkan langkahnya. Dia sedang mengulur waktu! Batin Kyuhyun. Tanpa menunggu lama, pria itu meluncurkan tembakannya pada tulang kering Kim Soohyun hingga pria tampan itu tersungkur diatas lantai. Tepat pada saat suara tubuh Soohyun yang membentur lantai itu terdengar, Jennifer yang berada disamping Rin Hyo mendengar suara tarikan senjata dari arah belakang. Kejadiannya begitu cepat, saat Jennifer dengan sigap memeluk Rin Hyo dari belakang dan akhirnya, suara tembakan kedua terdengar.

Tubuh lemas Jennifer ikut tersungkur seperti halnya Kim Soohyun. Dan pada saat itu, juga pergempuran senjata terjadi antara tim Kyuhyun dan Dark Pearl. Kedua mata Sam Rin Hyo terbelalak lebar saat menatap Jennifer yang menyelamatkannya. Air matanya terkucur deras, dengan badan yang sudah berontak ingin lepas.

Cho Kyuhyun yang melihat itu langsung berlari menghampiri Rin Hyo. membuka semua ikatan yang tali yang kuat itu, lalu dengan hati – hati ia membuka lakban yang menutupi bibirnya. Rin Hyo menatap Kyuhyun ketakutan, lalu menatap Jennifer. “Jun Hee… bagaimana dengan Jung Hee?”

“Ayo kita pulang.” Ujar Kyuhyun dengan suara serak yang langsung mendapat gelengan kuat dari Sam Rin Hyo. gadis yang terlihat ling lung itu segera berjongkok, meringis pelan dengan isakan kuat saat melihat darah yang meluber dari belakang tubuh Jennifer itu dengan nanar. “Jung Hee-ya! bertahanlah, kumohon.” Ujar Rin Hyo seraya menggenggam tangan Jennifer kuat.

Tanpa disangka, Jennifer malah tersenyum kecil pada Rin Hyo sebelum menutup kedua matanya. “Jung Hee! Seo Jung Hee!” bentak Rin Hyo seraya menggoyang – goyangkan tubuh Jennifer yang benar – benar lemas. “Kyuhyun-ah! Bagaimana ini?” tanya gadis itu pada Kyuhyun yang hanya bisa terdiam ditempatnya. Kim Soohyun yang tengah terbaring dengan kaki yang terluka itu tersenyum kecil pula, mengetahui apa rencana Jennifer yang sebenarnya, Dia melakukan hal yang baik!, batin Soohyun kemudian memejamkan kedua mata. Merilekskan diri dari suara bising baku hantam dan tembakan yang terdengar disana.

Cho Kyuhyun hanya bisa terdiam, tak tahu harus berbuat apa. Sedangkan Sam Rin Hyo sudah tak dapat menghentikkan tangisannya dengan posisi memeluk tubuh Jennifer begitu erat. Mengabaikan kericuhan yang terjadi ditengah – tengah mereka.

Misi berhasil!

Inilah rencanaku!

Pergi dari Dark Pearl, atau jika bukan begitu aku akan pergi meninggalkan dunia.

Tidak, aku tidak akan menyesali ini. Karena, untuk pertama kalinya aku menyelamatkan orang lain. Dan sungguh, rasanya hatiku begitu penuh saat melakukannya.

Aku akan mengingat ini hingga aku mati. Aku akan mengingat jika aku mempunyai saudari yang tulus menyayangiku hingga dakhirat nanti.

Selamat tinggal, Sam Rin Hyo!

Dan Kim Soohyun, terima kasih telah menjadi sahabat yang paling berharga untukku. Aku menyayangimu!

 

-Jennifer

 

TBC

Halooooo! *bow

Maaf kalau semisal ada Typo dan mengecewakan :”

Maaf juga soalnya belum sampe ending dipart ini :”

So, tunggu aja lah yaaa 🙂 *bow lagi

 

 disini juga saya mau ngumumin sesuatu! Baca baik – baik yaaa !

 

Pertama, seperti biasa… jangan jadi silent readers karena semakin lama jumlah visitor dan komennya sangat berbeda jaaauuuuh.

 

Kedua, DONT BASH! Sumpah ya! buat yang kedua ini aku bener – bener nekanin kekalian yang pernah ng-bash entah itu dimana aja buat berhenti ngelakuin hal itu. Terutama aku nemuinnya di ff Nothing Imposible 4. Jujur, aku sendiri suka banget sama ff itu, dan kalau kalian banyak yang ng-bash cast-nya disana… gimana perasaannya authornya?! Coba bayangin kalo kalian uda capek – capek mikir + nulis terus responnya kayak begitu? Kalo aku sih uda langsung pengen gak ngelanjutin ffnya. Dan… aku gamau kalau Ji Eun bakal nggak ada mood buat ngelanjutin ff itu :”

            Jadi please, buat kalian yang ngerasa. Tolong tolong tolong jangan lakuin lagi. Aku tahu kalian juga kesel sama ceritanya *aku juga. Tapi kan kita nggak ngerti gimana kelanjutannya, dan menurutku, ff  itu bener – bener susah ditebak, penyampaian karakternya juga bagus banget. Sebenernya sih, kalau kalian marah – marah itu enggak papa soalnya itu berarti authornya uda berhasil bawa kalian kecerita. Tapi, kalau sampai ng-BASH! Itu uda kelewatan namanya!

 

Oke! Kayaknya uda terlalu banyak yang aku sampaiin disini. Itu juga gara2 aku kesel sama komen2 yang nusuk dihati.

 Aku juga mau makasih sama kalian yang uda nuangin komennya dengan cara terhormat(?) 🙂 *bow. terimakasih yang sebanyak – banyaknya yaaaaaa 🙂

Udah ya! sampai jumpa di ff- ff selanjutnya!!! 🙂 BYE!

 

-Sam Rin Hyo

 

 

Advertisements

58 thoughts on “Contrast 11

  1. Astaga.. astaga.. astagaa..
    Menegangkan+bikin speechless+gak terduga. !
    Bener bener gak terduga kalo jen bakal mengorbankan nyawanya buat hyo. Kyaaa ini kereenn banget .. Jjang ::>_<::*^O^*

  2. Woooaa… Jadi rencana Jennifer ooh anni Song jung ini… Semoga amal nya diterima disisi tuhan #ehh 😀 jadi belum end… Kalo boleh tau ini sampai part berapa yaa????
    Keep writing yaa..!! Jangan sampe mereka mereka itu membuatmu patah semangat yaa.. Fighting

  3. Kok pendek amat part 11 nya… Dr awal jennifer kan udh blg kalo dy ga sejahat itu, jd terbukti skrng…
    Yaampun misi terakhir jennifer, bikin mengharu biru

  4. Ya ampunn thor
    emosinya bener2 terasa 😥

    pas hyo minta je buat kembali, trus yg ini pesannya je
    ya ampunnn menyentuh bngett T,T

  5. lohhhh jenniferrrr ternyata!! duh cerita ini tuh semua serba nerka nerka yg salah hahahah seru seru masih ada next part kan? lanjut duluuu

  6. ya ampun pada akhir y jennifer melindungi saudar y sendiri..suasana y makin memanas dan di part ini konflik y hampie klimaks, masih pnasaran jennifer y mninggal atu msih bisa terselamat kan??

  7. Jinjaa sukses banget buat aku tegang , sedih , terharu , senang dan lain2 .
    Sempet ngerasa aku sebel atau kesal dgn cast2 yg jahat itu tp aku berfikir ulang , itu hny karakter yg berbeda disetiap fiction so gausah terlalu dikeselin atau sebel . Malahan pas happy ending ini aku salut sm cast antagonisnya dan pemeran bantunya
    jika ga ada mereka fiction ini gaada konflik yang menegangkan seperti ini .
    And persahabatan jen dgn soo itu memang bs disebut sahabat . Dgn saling membantu disaat susah maupun senang tetep aja mereka tetep bersatu saling mendukung apapun yg dilakukan walau itu salah . Salut bget dah sm prshbtn mereka . Apalgi sm hbgn pcrn kyu dgn rin hyo . Jadi pengen pnya persahabatan sprti mereka + hbgn pcrn ky mereka wkwkwk
    Oke makasi kaka uda diijinin baca dan maaf jk commentar sy disblm2nya tdk berkenan dihati kaka , KEEP FIGHTING KAKA ^^

  8. ANNYEONGGGGGGGG EONNIIIIIIIIIII :D…

    Perkenalkan aku new reader mu kekeke~ aku tau WP ini dari flying nc*ketauanyadong-___-*….

    Eon, aku izin ‘berpetualang’ di WPmu ini ya eonnideul ^^

  9. huuft menegangkan banget haha salut sama jennifer yang jadi orang bijak (?) disana.. aigoo semoga saja ini jadi yang terbaik buat merekaa dan setelah ini tidak ada lagi pertengkaran antara NIS dan geng ituu yeye

  10. TWIST!
    Bener bener nggak terduga banget!
    Ya ampun pingin mewek 😦
    Kasian banget Jung Hee nya, sebenarnya dia pasti juga mau jadi Rin Hyo yang dicintai banyak orang._.
    HUAAA 😦

  11. Oh jeni,kau mati dg terhormat.
    perasaan ibunya tar gmana ya?? Udah ga ketemu bertahun tahun ketemu dah jadi mayat.
    Victoria gmana? Dy santai kan ga bkal ganggu hub hyohyun?

  12. Ahh, jennifer! Ternyata dia baik bgt udah ngelindungin rinhyo..
    Baru sadar rencananya dia gitu, kirain kaya yang soohyun lakuin ke kakaknya dulu..
    Sumpah, mengharukan bgt!
    The best lah authornya ini..

  13. Aih, sedih lagi baca ff ini. Masalah keluarga yg begitu pelik. Padahal jennifer belum bertemu dengan ibunya lagi hiks..hiks… Aku suka banget ceritanya. Tak terduga dengan sikap jennifer. Tetap berkarya, karya mu akan sangat indah jika diasah terus

  14. Critanya disini menegangkan sekaligus mengharukan..
    Jennifer rela berkorban dan menyelamatkan hyo dr tembakan..hikss..sedih bgt..ternyata itu rencananya jeni kali ini.. Gk nyangka..
    Next chap 🙂

  15. astaga ini benar2 menegangkan, dan juga mengejutkan.
    Jadi rencana yg sebenarnya jenifer mengorbankan dirinya demi rin hyo

  16. hai hai hai.. hahaha.. liat2 judul.. dan ini menarik perhatian mata saya dan.. saya cuma komen ff terakhir karna harus nunggu pw.. hiks padahal lagi seruu.. ohh polisi Cho.. kekeke di tunggu ^^

  17. Aaaah jung-hee… hiks yaaa saya nyesek thor..
    Tapi gpp yg penting Hyo selamet dan kyuhyun berhasil ngedapetin Hyo lagi… aah saya suka sama couple ini 😀

  18. huffffffffffth………….tarik nafas…………keluarin…. daebakk nie ff gak ketebak jalan ceritanya aq smpet nyangka yg enggak2. smoga jennifer gak meninggal,aq masih pgen liat mereka kumpul breng ibunya.

  19. kumohon jenifer jangan sampai meninggal 😥
    nyesek pas tau dia melakukan ini semua agar ia bisa melarikan diri dari dark pearl.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s