Fate, Love, and Temptation 11

FATE, LOVE, And TEMPTATION 11

 fate love cover

Author : Tsalza Shabrina

Happy read~

But, there is no ‘too late’ in my dictionary.

***

Sam Rin Hyo menarik kopernya, berjalan beriringan dengan Song Joong Ki serta Kikwang-tentu dengan segala penyamarannya- dan Ji Eun yang mengekorinya dalam diam. Shin Ji Eun dan Lee Kikwang hanya bisa menatap nanar sahabatnya dari belakang. Sedangkan, Song Joong Ki berkali – kali mencuri pandang kearah Rin Hyo gelisah.

Disaat mereka sudah sampai didepan pintu departure, Joong Ki menghentikkan langkahnya. Sam Rin Hyo masih menatap lurus kedepan dengan kosong dan tetap berjalan. Sontak Joong Ki menarik lengan Rin Hyo pelan. “Kau tidak ingin berpamitan pada Kikwang dan Ji Eun dulu, hm?” tanya Song Joong Ki dengan suara lembutnya.

Sam Rin Hyo tersentak dari lamunannya yang tak beralasan. Perlahan gadis itu menoleh kearah Joong Ki lalu beralih pada kedua sahabat baiknya itu. Beberapa detik ia diam, sebelum ia mengulas senyuman manisnya kearah Kikwang dan Ji Eun yang tengah menatapnya gusar.

“Aku perlu pelukan!” ujar Rin Hyo seraya melebarkan lengannya, yang langsung disambut dengan pelukan erat dari Kikwang dan Ji Eun. “Kau tidak akan lama, kan?” tanya Ji Eun dengan suara seraknya.

“Semoga. Doakan aku cepat sembuh.” Ujar Rin Hyo lirih. Semoga aku bisa menyembuhkan diri! Ya, sembuh dari rasa sakit dihatiku ini. Rin Hyo berkata dalam hati lalu melepas pelukan dari sahabat – sahabatnya itu.

“Kikwang oppa! Kau harus menjaga Ji Eun, ya! sekarang jika ia kesepian aku tidak ada diapartemen sebelah. Jadi, jangan menghalangi Ji Eun jika ia ingin pergi berlibur dengan teman – temannya yang lain.”

Arasseo! Kau juga harus menjaga Song Joong Ki dengan baik. Dia adalah salah satu temanku yang punya wajah sangat tampan.” Celetuk Kikwang yang membuat Song Joong Ki mendecih seraya tersenyum kecil. Sedangkan kedua mata Rin Hyo semakin digenangi air mata, meski ia tidak pergi untuk selamanya namun pasti ia akan sangat merindukan mereka.

Ara!” singkat Rin Hyo lalu melambaikan kedua tangannya. “Aku pergi! Jaga diri kalian! Annyeong!” Ujar Rin Hyo dengan senyuman simpulnya. “Aku juga pergi!” timpal Joong Ki seraya mengangkat sebelah tangannya ringan.

“Jaga Rin Hyo ya, Joong Ki oppa!” Tukas Ji Eun lalu membalas lambaian tangan Sam Rin Hyo dan Joong Ki. Setelah itu, Joong Ki dan Rin Hyo membalikkan badan. Memasuki pintu departure dengan langkah penuh keyakinan.

Baru beberapa langkah setelah mereka melewati pintu itu. Tiba – tiba langkah Rin Hyo terhenti. Gadis itu terlihat merogoh tasnya lalu menatap layar ponselnya dengan datar.

Cho Kyuhyun calling.

 

            “Angkat saja.” Ujar Joong Ki pelan. Sam Rin Hyo menggeleng sekadar lalu mematikan ponselnya, memasukkannya kedalam tas lagi. “Kau yakin akan pergi? Jika kau berubah pikiran, kau boleh pulang sekarang. Mumpung masih ada Kikwang dan Ji Eun diluar.” Lanjut Song Joong Ki tak bisa menyembunyikan rasa gelisahnya.

Sam Rin Hyo sontak mengulas senyuman terbaiknya pada Joong Ki. “Aku bukan tipe gadis plin plan, Joong Ki oppa! Aku sangat yakin dengan keputusanku! Kajja!” Tukas Rin Hyo lalu melangkah mendahului Song Joong Ki yang tengah menatapnya nanar.

Ya, Sam Rin Hyo! kau harus pergi.

Tak ada gunanya lagi menunggu Cho Kyuhyun yang sudah pada kebahagiaannya.

Dan kau? kau hanya seorang putri dari pria yang pernah membawa lari uang perusahaannya.

Tidakkah hidupmu sangat menyedihkan?

Tuhan… semoga ini adalah keputusan terbaikku.

 

***

Dia baru saja melewati pintu departure. Memangnya tadi kau menelfon tak diangkat? Ia akan pergi ke Belanda dengan Song Joong Ki.

 

            Suara Lee Kikwang lewat telepon itu membuat kecepatan larinya ia percepat. Meskipun banyak peluh diwajahnya dan juga napas yang sudah tersengal, pria itu tak henti – hentinya menggerakkan kedua kakinya.

Kepalanya tertoleh kesegala penjuru bandara. Sejauh mata memandang, namun tetap saja ia tak menemukan sosok yang sangat ingin ia temui sekarang. “Anda tidak bisa masuk, tuan.” Suara security yang menjaga pintu departure itu membuat langkah Kyuhyun terhenti begitu saja.

Kedua mata pria itu menatap nyalang kearah security yang tengah menghadang langkahnya. “Minggir.” Ujar Kyuhyun dingin tanpa mengindahkan ucapan security itu.

Kyuhyun-ah, kurasa sebaiknya kau jangan menghalanginya untuk pergi. Biarkan dia tenang dulu, hingga ia siap untuk bertemu denganmu lagi.

 

Suara – suara nasihat Kikwang itu kembali memasuki relung telinganya. Membua gerakannya semakin melemah. Akhirnya ia memilih untuk mundur, berbalik lalu berjalan pelan menuju deretan kursi tunggu. Duduk disana dengan tatapan kosong. Kedua tangannya mengepal kuat, rahangnya mengeras, dan kedua bola matanya bergerak – gerak seperti kehilangan fokusnya.

Mianhe. Aku bersalah, maafkan aku.” Racaunya dengan suara hampir habis.

Kemarin malam ia sudah menangis habis – habisan hingga tertidur. Ia bangun sekitar jam 9 pagi, lalu segera keluar dari kamar untuk menemui Sam Rin Hyo. Namun yang ia dapatkan malah rumah kosong. Ya, ia memasuki apartemen Rin Hyo dan sempat terkejut saat mendapati password apartemen itu masih sama seperti sebelumnya. 1503. Tanggal 15, bulan 03. Hari jadi mereka.

“Aku ingat. Aku mengingat semuanya sekarang, bisakah kau kembali padaku?” Cho Kyuhyun sudah mirip seperti orang gila yang berbcicara sendiri dikeramaian.

Eo! Kyuhyun oppa! Astaga! Kau benar Cho Kyuhyun, penyanyi itu!”

Meski aku tak menghalangimu. Bukan berarti aku berhenti menunggumu.

Karena kau kebutuhanku, dan tanpa kau! aku mati.

 

Cho Kyuhyun menutupi wajahnya yang tak tertutupi penyamaran apapun saat blitz – blitz kamera mulai menghujaninya. “Tolong, hentikan.” Lirih Cho Kyuhyun. Napas pria itu tercekat, seperti sulit hanya untuk sekadar mengisi paru – parunya.

Semakin lama kerumunan itu semakin rapat dan sesak.  Membuat Kyuhyun merasa semakin terpojokkan. Kedua matanya menatap kearah kerumunan itu dengan ling lung. Seperti orang bodoh yang tengah mencari ibunya didalam kerumunan itu.

“Permisi! Permisi!” Seseorang membelah kerumunan itu menjadi dua seraya berucap tegas. Cho Kyuhyun menatap kearah seseorang itu kedua matanya mengerjap pelan, seolah menampakkan rasa lelahnya. “Jung Sik hyeong!” lirihnya lagi.

“Bagaimana bisa kau berlari sekencang itu, huh?!” Bentak Jung Sik dengan kedua mata melebarnya. Cho Kyuhyun kembali berkedip beberapa kali. “Ayo pulang!” tukas Jung Sik lalu menarik tangan Kyuhyun keluar dari keramaian. Menuntun pria itu untuk pergi dari bandara.

Karena aku mencintaimu, Sam Rin Hyo.

 

***

Cho Kyuhyun memandang kosong kedepan, wajahnya pucat dan bibirnya sejak tadi tertutup rapat. Pria itu seperti bukan Cho Kyuhyun, meski dilihat dari sisi manapun pria lemah itu memang Cho Kyuhyun.

Park Jung Sik sebenarnya sejak tadi pagi sudah menunggui Kyuhyun didepan pintu kamar pria itu. Hingga tiba – tiba ia melihat Cho Kyuhyun keluar dari kamar dengan pandangan lurus kedepan, tanpa menyadari kehadirannya. Jadi, Jung Sik hanya bisa mengikuti kemana Kyuhyun pergi.

Gwenchana?” Tanya Jung Sik dengan nada hati – hati, kedua matanya masih menatap fokus kearah jalan raya yang berada dihadapannya.

“Kenapa kau tidak bilang padaku? Kenapa selama ini kau diam saja?” Balas Kyuhyun dengan pertanyaan. Suara pria itu rendah namun terdengar tajam. Seperti menahan sebongkah amarah didadanya.

Dahi Jung Sik mengernyit tak mengerti. “Apa yang kau bicarakan, Kyuhyun-ah?”

“Kenapa kau membiarkanku bertindak bodoh selama dua tahun ini?! kenapa kau tidak mengingatkanku tentang Sam Rin Hyo sejak awal, huh?! WAE?!” Suara pria itu meninggi seiring dengan kepalanya yang sudah tertoleh sempurna kearah Jung Sik yang menegang ditempatnya. Park Jung Sik segera menepikan mobilnya lalu menghentikkan mobil. Ia menatap Kyuhyun dengan kedua mata membersar, terperangah.

“Kau… ingatanmu… kembali?” Jung Sik menatap Kyuhyun penuh harap. Sedangkan, tatapan Kyuhyun sudah seperti kehilangan fokusnya-lagi. Ia merasa dibohongi dan merasa sangat bodoh. Bahkan, Jung Sik yang sudah ia anggap seperti hyeong sendiri tega membiarkannya melupakan Sam Rin Hyo selama ini.

“Bagaimana bisa kau—“ Kyuhyun menggantungkan kalimatnya sejenak, kemudian membuka seatbelt nya dengan gerakan cepat.

“YA! Apa yang akan kau lakukan? Kau mau pergi?!” tanya Jung Sik panik saat Kyuhyun membuka kunci pintunya secara manual lalu membuka pintu itu. Sontak Jung Sik juga ikut keluar dari mobilnya, dengan cepat menarik lengan Kyuhyun. “Kita bicarakan ini didalam dulu, Cho Kyuhyun! Apa kau sudah gila keluar ditempat ramai seperti ini?!” bentak Jung Sik yang sudah tidak tahan dengan sikap Kyuhyun.      Cho Kyuhyun hanya menatap Jung Sik tanpa ekspresi lalu menghentakkan lengannya dengan segenap tenaga yang masih ia miliki. “Sudah terlambat, Sam Rin Hyo sudah pergi. Tak ada gunanya.” Racau Kyuhyun lirih lalu kembali melangkah. Meninggalkan Jung Sik yang terpaku ditempatnya. Sam Rin Hyo pergi? Batinnya.

Buk

 

Keterpakuan Park Jung Sik buyar seketika saat melihat Kyuhyun tersungkur diatas aspal. Jung Sik segera berlari kearah pria itu, menggoyang – goyangkan tubuh lemas pria itu dengan kuat. Namun nihil, Cho Kyuhyun sudah tak sadarkan diri.

Dan kau! hanya kau satu – satunya gadis yang bisa membuatku kuat disaat sepi.

Yang bisa membuatku tersenyum ditengah pedih.

Dan satu – satunya gadis, yang kucintai.

Kau, Sam Rin Hyo.

 

***

Untuk kasus pingsan Cho Kyuhyun, itu adalah efek samping karena amnesia yang dialaminya dan juga ditambah stres atau depresi. Seperti yang kuduga, ingatan tentang Sam Rin Hyo membuatnya semakin terpukul karena kenyataan bahwa ia baru bisa mengingatnya sekarang. Tapi, sungguh, ini seperti sebuah keajaiban ia dapat mengingat Sam Rin Hyo setelah dua tahun. Itu bukan waktu yang sebentar untuk seorang amnesia dapat mengingat ingatannya lagi.

 

Ucapan Park Jung Soo itu terngiang ditelinga Kim Hyera terus menerus. Ya, setelah mendengar kabar bahwa Cho Kyuhyun masuk rumah sakit karena pingsan dijalan raya membuatnya langsung membatalkan semua jadwalnya hari ini untuk menemui Kyuhyun. Namun, saat ia bertanya pada Dokter Park Jung Soo, dokter pribadi pria itu. satu kenyataan mengejutkan kembali menghempaskannya. Seperti hempasan angin topan.

Langkah Hyera terhenti saat mendapati ibu Kyuhyun yang baru saja keluar dari ruang rawat inap Cho Kyuhyun. Kedua matanya sudah membendung air mata, ia merasa bersalah dengan apa yang sudah dialami Cho Kyuhyun.

Seandainya saja aku tidak menwarkan diri untuk menjadi kekasih pura – pura Cho Kyuhyun. Seandainya saja… pasti Kyuhyun tak akan sakit.

 

Nyonya Cho juga menghentikkan langkahnya saat kedua matnaya bertemu dengan kedua mata Hyera yang tengah menatapnya nanar. Nyonya Cho berjalan menghampiri Hyera lalu melemparkan senyum hangatnya pada gadis itu.

Jusung hamnida, Nyonya Cho. Aku benar – benar minta maaf, jika tahu begini. Jika aku tahu bahwa Kyuhyun akan tersiksa karenaku, aku tak akan melakukannya dari awal. Aku benar – benar meminta maaf.” Ujar Hyera seraya menunduk dalam. Nyonya Cho menggeleng pelan, kedua tangannya memegang pundak gadis itu lembut.

“Aku yang merencanakan hal ini. kau tidak seharusnya meminta maaf padaku, lebih baik kau temui Kyuhyun dulu.” Ujar Nyonya Cho dengan nada yang begitu lembut. Benar – benar jauh dari sikap Nyonya Cho biasanya. Kim Hyera menatap Nyonya Cho dengan tertegun saat wanita itu melemparkan senyuman menenangkannya kemudian berlalu dari hadapannya.

Hyera mengedip – kedipkan kedua matanya, mengusap pipinya yang basah lalu berjalan mendekati pintu ruang rawat Cho Kyuhyun. Tangan kanannya mengetuk dua kali pintu itu lalu tangan gemetarnya membuka pintu itu.

“Hai.” Sapa Hyera canggung pada Kyuhyun yang tengah duduk bersandar didinding ranjang rumah sakit VIP itu dengan sebuah novel dipangkuannya. Cho Kyuhyun menatap Hyera datar lalu mengalihkan tatapanya pada novelnya lagi.

Kim Hyera menggigit bibir bagian bawahnya kuat, ia menarik napasnya dalam – dalam lalu menghembuskannya panjang. Dengan gerakan kaku Hyera menarik sebuah kursi dan duduk disamping ranjang Kyuhyun tanpa mengalihkan tatapannya pada pria itu.

“Cho Kyuhyun.” Panggil Hyera namun Kyuhyun seolah tak mendengarnya sama sekali, terlalu fokus dengan novelnya. Hyera melirik kearah novel yang dibaca Kyuhyun, ringisan getirnya terulas saat menyadari jika penulis novel itu adalah Sam Rin Hyo.

Air mata Hyera mulai keluar, antara rasa bersalah dan juga rasa sakit hatinya. “Mianhe, jeongmal. Tak ada lagi yang bisa kukatakan selain kata – kata itu. Aku sudah menyakitimu sejauh ini, dan kau sudah sesakit ini. Aku … sangat bersalah.”

Kyuhyun menghela napasnya kasar, menutup novelnya. Tanpa menatap atau melirik Hyera ia berkata, “Kau memang bersalah. Jadi keluarlah. “

“Kyuhyun-ah!”

“Aku tidak ingin melihat wajahmu. Pergilah!” Kim Hyera semakin terisak. Dengan gerakan pelan, ia berdiri dari tempatnya. Ditengah isakannya ia mengulas senyuman miringnya.

“Aku memang tidak bisa dimaafkan. Aku pergi, semoga kau bahagia.” Ujar Hyera lalu membungkuk pada Kyuhyun sebelum keluar dari ruangan itu. meninggalkan Kyuhyun yang kembali melanjutkan membaca novelnya.

***

Cho Kyuhyun sudah bisa keluar dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan selama 3 hari. Sejauh ini tak ada perkembangan signifikan dari Cho Kyuhyun. Pria itu masih saja bersikap dingin pada siapapun.

“Malam ini aku tidur diluar.” Ujar Kyuhyun seraya memakai mantelnya. Alis Nyonya Cho dan juga Park Jung Sik yang berada dikamar inap itu terangkat bingung.

“Dimana?” tanya Nyonya Cho cepat.

“Rumah Sam Rin Hyo. aku pergi.” Tukas Kyuhyun setelah menyambar kunci mobilnya yang tergeletak diatas meja kecil samping ranjang.

Nyonya Cho menatap kepergian putranya dengan nanar. Ia sungguh menyesali perbuatannya yang membuat Kyuhyun seperti ini. Wanita itu menatap Jung Sik yang juga tengah menatapnya dengan tatapan yang sama. “Bagaimana ini?” lirih Nyonya Cho pada Jung Sik.

“Obatnya hanya satu, Sam Rin Hyo. selama Rin Hyo baik – baik saja, ia akan baik- baik saja. Nyonya tidak usah khawatir.”

***

Cho Kyuhyun.

 

Aku memasuki apartemen Sam Rin Hyo dengan langkah gontai. Hal pertama yang menyita perhatianku adalah sebuah sofa merah yang terletak diruang tengah. Aku tersenyum tipis saat mengingat waktu itu. Dulu, aku terlampau sering mengunjungi apartemen ini bahkan sampai menginap. Park Jung Sik sudah sangat hapal dengan tingkahku, jadi ia sudah terbiasa. Juga disaat aku dan Rin Hyo ingin berkencan, terkadang pria itu memberiku masukan dan ide agar tak ketahuan media. Park Jung Sik sudah seperti keluargaku sendiri, disaat semua orang menentang rencana pernikahanku dengan Sam Rin Hyo. hanya pria itu yang mendukungku. Tapi kenapa disaat aku lupa dengan pijakanku, ia tak segera melururkanku? Malah membiarkanku berbelok – belok tak tentu arah.

Tatapanku teralih kearah meja kecil yang berada disamping sofa. Ada sebuah buku bersampul coklat kayu tergeletak disana. Aku mengambilnya, membalik – balikkan buku itu. Aku belum pernah melihat buku ini sebelumnya.

Kubuka buku itu, dan lagi… aku semakin merindukannya.

BUKU INGATAN CHO KYUHYUN

 

            Halo, Kyu! Sam Rin Hyo disini! J

            Buku ini sebenarnya ingin kuberikan padamu saataku meminta tanda tangan waktu itu. Tapi, aku takut kau menganggapku pembohong. Jadi kuurungkan.

            Dengan membaca ini, aku yakin kau bisa mengingat semuanya.

            Cho Kyuhyun, kuharap kau sembuh! Aku mencintaimu…

 

“Dia benar – benar kurang kerjaan.” Desis Kyuhyun seraya tersenyum nanar. Ia membuka lembaran berikutnya, menemukan fotonya dan foto Rin Hyo saat SMA tengah tertawa bersama tanpa melihat kamera.

Tanggal 15-03-2004

 

            Hari ini hari jadi Kyuhyun dan Sam Rin Hyo. Benar – benar tak teduga, dua orang yang saling membenci akhirnya menjadi sepasang kekasih.

 

Aku tersenyum kecil. Ingatanku kembali pada masa – masa itu, penuh senyuman dan kebahagiaan. Sungguh, dulu aku sangat bahagia. Tak pernah sekali pun terbesit dibenakku jika aku akan merasa bosan meski sudah terhitung 10 tahun hingga sekarang aku berpacaran dengan Sam Rin Hyo. Astaga, 10 tahun?! Bukankah itu waktu yang sangat panjang untuk menjalin suatu hubungan yang disebut berpacaran?

Meski dua tahun yang lalu aku benar – benar tak mengingat siapa dirinya. Namun ia, masih bertahan dan menunggu hingga dua tahun. Kedua mataku terpejam saat mengingat ucapan ibu saat dirumah sakit. Bahwa ia menyuruh Rin Hyo menghilang dariku yang tengah amnesia selama 2 tahun. Bagaimana bisa ia dapat menahan perasaannya selama itu? dan kini ia pergi, sebelum tahu bahwa aku telah mengingatnya. Aku sudah mengingat semua tentangnya.

Tiba – tiba aku teringat sikap – sikapku saat ia meminta tanda tangan padaku. Aku mendecih, mengumpati diriku sendiri yang bisa – bisanya mencurigai jika foto itu hasil photoshop. Dan juga, kejadian kemarin saat di Jepang. Sungguh, aku mencium Hyera saat itu karena ingin menguji perasaanku yang seperti diambang kebingungan saat itu.

Namun aku baru sadar sekarang, jika caraku itu… benar – benar membuatnya sakit. Aku bodoh, brengsek dan bajingan tengik yang menyakiti hati gadis yang sangat kucintai.

Mian.” Ujarku pelan, lalu beranjak dengan membawa buku itu. berjalan menuju kamar Rin Hyo lalu berbaring disana. Kuhirup harum bau Rin Hyo yang menyeruak dikamar ini. Aku meringuku dengan memeluk buku itu diatas ranjang Rin Hyo, ditemani dengan harum khas Sam Rin Hyo. Alpukat.

Mianhe, saranghae.

***

3 years later.

 

“YA! kau pikir kau saja yang bisa memasak? Aku juga bisa!”

“Tch, kau pikir aku tidak pernah merasakan masakanmu yang sudah pantas disebut tanah liat itu?”

Heol!  Aku tidak tahu ternyata kau pernah memakan tanah liat.”

“YA! Cho Kyuhyun!”

Suara perdebatan antara Lee Kikwang dan Cho Kyuhyun itu terdengar sampai ketelinga Ji Eun yang tengah merapikan meja makan yang nantinya akan dipenuhi oleh makanan – makanan yang sekarang tengah mereka masak.

Shin Ji Eunmenggeleng pelan, lama – lama telinganya akan tuli mendengar celotehan dua pria yang terlalu banyak bicara itu. “Ya, ya, ya! kalian tidak akan selesai memasak jika yang kalian lakukan hanyalah berkicau seperti burung kenari seperti ini!” Kyuhyun dan Kikwang seketika terdiam. Hanya kedua mata mereka saja yang saling menatap tajam. Shin Ji Eun segera berada ditengah – tengah mereka berdua agar perdebatan itu tak terjadi lagi.

“Lee Kikwang, kau potong daging – daging ini seperti yang sudah kuajari kemarin.” Titah Ji Eun pada Kikwang lalu ia beralih kearah Cho Kyuhyun. “Dan Kyuhyun oppa! Kau potong wortel ini tipis – tipis, bentuk persegi panjang. Mengerti??”

“Kenapa sayuran? Aku akan memotong daging saja!” Ji Eun menggeleng tegas.

“Tidak bisa! Kita mau membuat Kimchi dalggakbi, dan ada cara khusus untuk memotong dagingnya.” Kyuhyun mendesis kesal dan akhirnya, memotong wortel itu dengan setengah hati.

Kegiatan masak – memasak ini akhirnya berlanjut dengan lancar. Tentu, karena ada kehadiran Shin Ji Eun disana. gadis itu sudah semacam Chef yang membimbing koki – kokinya disebuah restoran.

Senyuma Ji Eun terulas saat melihat meja makan yang sudah penuh oleh makanan. Ia melihat jam tangannya, “Dia pasti masih belum selesai.” Gumam Ji Eun kemudian menghela napas gusarnya. Ya, malam ini mereka akan menyambut kedatangan Sam Rin Hyo kembali ke Korea Selatan. Jadi, sejak tadi mereka berada diapartemen Sam Rin Hyo.

Kyuhyun yang mendengar gumaman Shin Ji Eun tersenyum kecil mendengarnya. Ia segera meraih mantel lalu memakainya seraya berjalan menuju beranda. “Aku pergi dulu!” ujar Kyuhyun.

“YA! Kau mau kemana?!” teriak Kikwang yang tak digubris sama sekali oleh pria itu. karena ia sudah keluar dari apartemen Rin Hyo.

***

Cho Kyuhyun memakai masker dan topi coklatnya, tangan kanannya menyambar sebuah foto yang selalu menempel di kaca spion dalamnya lalu memasukkannya kedalam saku mantel. Ia tersenyum kecil lalu keluar dari mobil, menghirup hawa segar yeo-ui-do dibalik maskernya.

Pria itu melemparkan tatapannya kehamparan taman yang berada dihadapannya. Hingga tatapannya berhenti pada sebuah panggung kecil yang memuat dua orang wanita yang tengah mengobrol dengan hangat. Gadis yang berambut panjang dengan warna merah itu adalah pembawa acaranya, sedangkan gadis satunya lagi adalah Sam Rin Hyo. Rambut gadis itu sudah tak sepanjang sebelumnya, dan sekarang berwarna hitam. Seketika senyuman Kyuhyun terulas, seiring dengan langkahnya yang mendekati panggung itu. Duduk dibangku paling belakang diantara penonton – penonton itu. Sekarang adalah peluncuran novel terbaru Sam Rin Hyo, gadis yang dulunya selalu menganggur itu kini berubah menjadi gadis sibuk. Terbukti dari kegiatannya yang ia lakukan setelah baru saja ia turun dari pesawat.

“Baiklah, sebelum kita beralih ke sesi tanda tangan. Apa ada penonton yang ingin mengajukan pertanyaan untuk penulis kita ini?” Tanya pembawa acara itu kepada penonton. Cho Kyuhyun yang masih sibuk memandangi wajah Rin Hyo yang begitu ia rindukan itu membagi fokusnya sejenak saat ada salah satu penonton yang duduk dibarisan paling depan mengacungkan tangan kanannya.

“Ya, silahkan! Sebutkan anda dari mana terlebih dahulu.” Ujar pembawa acara itu lagi. Penanya itu berdiri dari tempat duduknya menunduk sebentar pada Rin Hyo sebelum menanyakan pertanyaannya.

Annyeong haseyo! Saya Kim Ji Young dari majalah Star. Senang bertemu dengan anda, Sam Rin Hyo-ssi!” Sam Rin Hyo tersenyum lalu sedikit menundukkan kepalanya.

“Saya juga senang bertemu dengan anda.” Balas Rin Hyo ramah.

“Seperti yang kita ketahui, sebelum anda pergi ke Belanda… pernah muncul skandal anda dengan Song Joong Ki-ssi. Dan ternyata, anda pergi ke Belanda juga bersama Song Joong Ki-ssi. Sebenarnya, apa hubungan anda dengan tuan Song Joong Ki? Terima kasih.” Kim Ji Young membungkukkan badannya lalu kembali duduk ditempatnya. Disusul dengan suara tepukan tangan dan gelak tawa dari para penonton juga Sam Rin Hyo dan pembawa acara yang berada diatas panggung.

Sontak Kyuhyun menatap Rin Hyo tanpa ekspresi. Gadis itu tersenyum lalu menatap kearah penonton barisan paling depan, ah tidak! Tepatnya pada Song Joong Ki yang duduk disana. “Dia… adalah orang yang sangat special, Dia yang memberiku pelukan saat aku menangis, mengulurkan tangannya saat aku jatuh, dan menemaniku saat aku kesepian.” Jawaban Rin Hyo itu membuat rahang Kyuhyun mengeras. Kedua matanya seperti kehilangan cahaya, bola matanya juga bergerak – gerak terperangah. Ekspresinya saat ini seperti orang yang baru saja ditikam pisau tepat diperutnya.

“Woaah, apa kalian berkencan?” tanya sang pembawa acara, membuat degupan jantung Kyuhyun berdegup dengan begitu cepat hingga serasa hampir keluar.

Nde?” Rin Hyo menatap pembawa acara itu seraya mengedip – kedipkan kedua matanya bingung. Namun kebingungannya itu sirna saat pembawa acara itu tiba – tiba mengalihkan pembicaraannya.

Ja! Lebih baik kita tidak mencampuri urusan pribadi nona Sam Rin Hyo. Baiklah, sekarang adalah waktu yang kita tunggu – tunggu. Yaitu sesi tanda tangan. Silahkan berbaris sesuai urutan yang tadi sudah dibagi oleh crew.” Ujar Pembawa acara itu lalu menutup acaranya dengan sempurna. Bersamaan dengan itu, para penonton sudah berdiri berurutan demi mendapatkan tanda tangan pencipta novel yang tengah mereka genggam itu.

Kyuhyun membuka kepalan tangannya, menatap angka 20 yang tertera disana. Ia adalah urutan terakhir. Cho Kyuhyun segera beranjak dari duduknnya lalu berdiri dibarisan terakhir.

Ini adalah pertama kalinya untuk Kyuhyun mengantri disaat sesi tanda tangan. Biasanya fans – fansnya yang mengantri untuknya. Pria itu menatap sebuah foto yang tadi ia lepas dari kaca spion dalam mobil itu dengan segaris senyuman tipis.

Dia… adalah orang yang sangat special, Dia yang memberiku pelukan saat aku menangis, mengulurkan tangannya saat aku jatuh, dan menemaniku saat aku kesepian.

 

Napas beratnya keluar saat ucapan Rin Hyo itu terngiang ditelinganya. Kedua matanya kembali menatap kosong kedepan. Selama tiga tahun ini, ia lebih sering tinggal di apartemen Rin Hyo daripada dirumahnya sendiri. Nyonya Cho sudah membebaskan Cho Kyuhyun, dan lambat laun hubungan Kyuhyun dan ibunya kembali terajut seperti biasa. Begitupun dengan Park Jung Sik.

Selama ini, ia selalu merindukan Sam Rin Hyo. Batinnya tersiksa saat ia tak bisa menyampaikan rasa rindunya sama sekali. Yang ia lakukan hanya meliaht perkembangan Sam Rin Hyo dari akun SNS gadis itu. Tanpa bisa menghubunginya. Ya, ia benar – benar mengikuti saran Lee Kikwang untuk tidak mengganggu Sam Rin Hyo, setelah apa yang telah pria itu ceritakan padanya. Tentang Sam Rin Hyo, tentang orang tuanya, dan tentang perusahaannya.

Sungguh, ia tak mempedulikan itu semua. Yang kini ia pedulikan adalah, bagaimana caranya ia bisa menarik kembali Rin Hyo kedalam kehidupannya. Mengikat gadis itu pada suatu hubungan sakral yang disebut, pernikahan.

Tak terasa, Cho Kyuhyun sudah berada dihadapan Sam Rin Hyo. seketika bau khas gadis itu memasuki penciumannya, Alpukat. Gadis ini masih sama seperti dulu.

Dengan penuh keyakinan, Kyuhyun meletakkan selembar foto itu diatas meja. Sam Rin Hyo yang sejak tadi menunduk karena hendak bersiap untuk tanda tangan, menghentikkan gerakan tangannya diudara. “Ini…” lirih gadis itu saat memandangi fotonya bersama Kyuhyun saat di Jepang. Foto yang dulu ia berikan pada Kyuhyun untuk ditanda tangani pada saat hari pertama ia bisa bertemu Kyuhyun lagi setelah dua tahun bersembunyi.

Perlahan, Sam Rin Hyo mendongakkan kepalanya. Kedua pasang mata itu beradu dengan tatapan yang berbeda. Kyuhyun menatap Rin Hyo dengan tatapan memujanya, kedua matanya sarat akan rasa rindu yang mendalam. Sedangkan Sam Rin Hyo terdiam, menatap Kyuhyun dengan tatapan dingin dan datar.

“Kau…” lirih gadis itu lagi. Cho Kyuhyun mengulas senyuman simpulnya, mengabaikan tatapan dingin Sam Rin Hyo.

“Aku sangat menyukaimu karyamu. Tolong tanda tangani foto ini, atas nama Cho Kyuhyun.” Ujar pria itu, tanpa melunturkan senyumannya.

TBC-

Haloo !!! *bow

 

Next part uda ending yaa 🙂

Masih diambang enaknya dibikin sad atau happy ending (?) ._.

 

Udahan yaa 🙂 dont be silent readers, guys! BYE!!!! *bow

Advertisements

56 thoughts on “Fate, Love, and Temptation 11

  1. Hwwaaaa >.< Ga tau mesti comment apa, tanggung bangeet. Aku sih pengennya happy end buat seluruh cast nya 🙂 yah yang terbaik aja deh buat kyu hyo jongki 🙂 gimana maunya penulis ajaa ^^

  2. Ini pas tbc mirip dejavu cm perannya kebalik, klo bisa Hyo maafin dan terima kyuhyun lagi aja. ingetlah pengorbanan dia selama 10thn itu, d sini yg salah kan bukan kyuhyun tp orang orang d sekitar dia yg menutupi segalanya dr kyuhyun. gk seharusnya juga anak anak yg harus menanggung segala effect dr dendam orang tuanya.
    Biarlah Jongki bahagia dgn jalannya sendiri xD

  3. Akuu pengennya happy thor, udh cukup rasanya sling acuh tak acuh gitu,
    Kan skrng keadaan udh balik sperti semula
    Akuu mohonn Rin hyo harus sma Kyuhyun

    Joong ki oppa cri cast cwe lain ajaa, atau sma hyera jugaa boleh,
    Yg pnting kyuhyun sma Rin hyo

    Udh cukup penderitaan mreka
    Bukan salah kyuhyun sepenuhnya,
    Mreka cuma korban dri keserakahan orang tua mreka masing-masing
    Kalo sad rasanya ga adil buat Hyo dan Kyu
    Ff ini sslu yg pling akuu tunggu
    Dan jugaa Nothing Impossible 5, fighting thor (:

  4. wuaaaaa… skrg terbalik kyu yg minta tanda tangan.

    di part awal ceritax bkin bosan, tp makin lama”, makin seru,,
    harus happy end.. ok #maksa

  5. wuahh bner2 gx ktebak y..dan semua y seakan berbalik..kira2 bagaimana ttng prasaan rin ke kyuhyun sbnar y skarang apakaha dia msih ska sma kyuhyun atau hati y udh berbalik arahvke jonngki???
    next part y d tnggu y thor

  6. akhirnya kyuhyun bener bener pulih dari amnesianya
    udah inget semua
    kenapa ji eun gk di bikin hamil ? kan klo dibikin hamil tambah seru nnti mereka jadi mojokin kyu sama rin hyo supaya cepet nikah. dan anak mereka jdi sahabatan deh =D

  7. Ya ampun itu kaget banget pasti jadi Rin Hyo nya 😮 Secara masa lalu tiba tiba muncul 😀
    Lagian ya itu fans atau apapun udah tahu Kyuhyun nya sedih masih aja di foto”
    duhh nggak ngerti deh! 😦

  8. Akhirnya mereka bertemu. Ayo bersatu! Kan udah gak ada penghalang lagi. Geregetan deh baca ini, ganti-gantian yang menantinya. Rinhyo jangan sama joongki, kasian kyu-nya. Hiks….

  9. Aduhh, rinhyo knp dingin ama kyuhyun?? Kyuhyun udah nyesel bgt loh..
    Ya walaupun cara dia salah buat ngeyakinin perasaan dia, tapi dia bener sayang kamu loh rinhyo..
    Aduh, bingung deh maunya ama siapa..
    Yg terbaik untuk semua lah..

  10. aku benar2 berharap kalo rin hyo dan kyuhyun akan bersama..
    Tp apa maksud dr perkataan rin hyo untk joong ki? Apa mereka pacaran

  11. wuhu akhirnya rin hyo ke belanda dan kasihan kyuhyun haha *evil*
    sekarang rin hyo nya udah terkenal,cho kyuhyun juga udah kembali lagi sama sahabat”nya dulu. semoga disini ada akhir yang membahagiakan

  12. Onniee , ini benar2 deabak !!
    Benarrr sadd 😥 . Moga kyurin bersatu. Ku harap jong ki oppa cma dianggap shabat dech *ngarep*
    Ok langsung ke part selanjutnya.

  13. udah 3 tahun aja mereka pisah.. rin hyo masih cinta ga sama kyuhyun? semoga rin hyo sama joong ki ga ada hubungan apa apa selain sahabat…

  14. Owhhh akhirnya mereka ketemu.. cepet2 balikan deh yaa.. 🙂 ♥♥ gak sabar pen baca rin hyo nya bahagia.. 😀

    Lanjut next part ya author nim.. 😀

  15. Aaa… akhirnya rin hyo dan kyuhyun bertemu kembali, jadi teringat part awal-awal saat rin hyo meminta tanda tangan pada kyuhyun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s