Not Just A Luck

Not Just A Luck

 

Author : Tsalza Shabrina

A/N : Ini sequel dari A Great Luck. maaf kepanjangan :”

Happy read ^^

 

Cho Kyuhyun duduk dikursi tempat ia melakukan fans sign dengan tubuh lemas dan kedua mata yang menatap kosong kedepan. Kursi – kursi lain sudah kosong, hanya menyisakan kursinya saja. Didalam tenda ruang tunggu, para member lain gusar dengan sikap Cho Kyuhyun yang menghambat staff membersihkan tempat fans sign. Karena, mereka tidak bisa membersihkannya jika masih ada Kyuhyun disana dan juga ELF yang masih betah berteriak karena Cho Kyuhyun belum pergi dari tempatnya.

Aku sudah bilang akan menunggumu kan?

Cho Kyuhyun menghela napasnya, sudah lima belas menit berlalu. Apa ada sesuatu yang terjadi pada gadis itu? batinnya lagi. Tubuh Kyuhyun berjengit saat merasakan tepukan ringan dari Lee Sungmin yang berasal dari sampingnya.

“Mengapa kau masih disini, huh?” tanya Sungmin dengan nada lembut. Cho Kyuhyun masih diam ditempat. “Staff  tak akan bisa membersihkan tempat ini jika kau masih berada disini. Dan apa kau yakin akan menunggu Sam Rin Hyo disini? Ditempat seramai ini?” pertanyaan sekaligus pernyataan Lee Sungmin membuat tubuh Kyuhyun menegang. Tiba – tiba ia merasa diberi pencerahan. Ya, tidak mungkin aku menemui Sam Rin Hyo disini.

Perlahan Kyuhyun bangkit dari tempatnya, mengundang sorak teriakan dari para ELF yang menyuruhnya untuk tidak pergi. Kyuhyun menatap para ELF yang tengah berdiri dibelakang besi pembatas dengan jeli. Namun ia merasa, Sam Rin Hyo tak ada disana. meski ia belum pernah bertemu dengan gadis itu. Kyuhyun kembali menghela napasnya lelah, mengulas senyuman dan melambai pada ELF seraya berjalan menuju tenda tunggu.

“Kau akan melakukan hal gila apa lagi hari ini, huh?!” pekik Kangin pada Kyuhyun yang hanya menatap satu per satu membernya dengan datar.

“Bertemu dengan Sam Rin Hyo. Wae?

Jinjja?! Ya Tuhan Cho Kyuhyun… bukankah sudah kami bilang kau—“

“aku tahu, maka itu hari ini aku ingin menyuruhnya untuk menjauh dengan sikap yang sopan. Ia sudah membuatku termotivasi dan sedikit demi sedikit melupakan Qian. Salahkah aku jika aku ingin mengucapkan selamat tinggal padanya dengan baik?” Potong Kyuhyun saat tadi Kangin mulai mengeluarkan nada tingginya. Leeteuk memijit pelipisnya lalu segera menengahi.

“sudahlah, sekarang lebih baik kita pulang. Kyuhyun-ah, apa hanya ada wanita dipikiranmu? Apa kau tidak ingin lebih memikirkan karirmu? Kau… masih muda dan pikiranmu masih naif seperti anak kecil. Saranku, lebih baik kau fokus saja pada karir terlebih dulu. Lalu, jika kau bisa mengendalikan emosimu dengan baik. Terserah padamu ingin melakukan apa.” Nasihat dari Leeteuk itu membuat Cho Kyuhyun terdiam dengan mengepalkan kedua tangan. Ia yang masih naif seperti anak kecil?

Kyuhyun mengangguk – angguk mengerti lalu segera keluar dari tenda, memasuki van yang sudah terparkir diujung jalan. Meninggalkan para hyeong-nya yang diliputi atmosfir tak enak didalam tenda.

***

Tidak butuh waktu satu jam mereka sampai di dorm. Sebagian member seperti Shindong,  Kangin dan Siwon pulang kerumah mereka sendiri. Sedangkan yang lain masih tinggal di dorm.

Aigoo, lelah sekali!” ujar Eunhyuk seraya melemparkan tubuhnya keatas sofa. Leeteuk juga ikut duduk disamping pria kurus itu. “Ah, iya!” pekikkan kecil leader Super Junior itu membuat Eunhyuk menatap Leeteuk bingung.

Leeteuk mengeluarkan ponselnya lalu mengulurkan kedua tangan seperti ingin foto selfie. “Apa yang kau lakukan?” tanya Eunhyuk tak mengerti.

Yedeul-ah! Kemari!” perintah Leeteuk yang membuat semua orang melangkah malas kearah sofa. “Ayo cepat kita foto sebentar, lalu kalian boleh istirahat.”

Aish, mwoe?!”  umpat para member namun tetap saja tak ada niatan untuk melanggar perintah hyeong tertuanya itu. setelah berhasil dalam satu potretan, Leeteuk menyuruh mereka semua bubar. Kecuali Eunhyuk yang masih bingung dengan ulah Leeteuk.

“Sebenarnya apa yang ingin kau lakukan, hyeong?” Leeteuk yang masih berkutat dengan ponselnya itu tersenyum lebar.

“Aku hanya ingin mengabari ELF bahwa kita sampai di dorm dengan selamat.” Ujar Leeteuk ringan yang dibalas anggukan ringan dari Eunhyuk. Leeteuk memang sering memberi fanservice pada ELF.

Sementara itu, Kyuhyun sudah membaringkan diri diatas ranjangnya dengan kedua mata yang tak bisa tertutup. Apa mungkin Rin Hyo datang sekarang? Apa ia terlambat?

Cho Kyuhyun menatap layar ponselnya lalu menghela napas panjang. Ia merasa aneh dengan dirinya sendiri. Banyak pertanyaan yang tak terjawab berputar didalam otaknya. Seperti, Bagaimana bisa aku mempercayai Sam Rin Hyo begitu mudahnya? Mengapa aku harus tak terima jika semua orang meremehkan hubunganku dengan Sam Rin Hyo saat ini? mengapa disaat seperti ini aku mengkhawatirkan gadis itu? rasanya seperti ingin berlari ke Cheonjoo sekarang. Padahal tidak sampai satu bulan kami berhubungan. Namun selama itu aku sudah tahu, jam berapa biasanya ia tertidur. Bagaimana tata bahasanya saat disms. Suara pekikannya yang terdengar lucu. Dan hal – hal lainnya. Hal – hal yang membuatku merasa, sepertinya aku menyukainya. Menyukai Sam Rin Hyo.

            “Kupikir tadi kau bertemu dengan Rin Hyo.” Cho Kyuhyun tersentak dari lamunannya, menatap kearah pintu yang menampakkan wajah Lee Sungmin yang baru saja memasuki kamar. Sungmin duduk ditepi ranjangnya, seraya menatap Kyuhyun yang mulai merubah posisinya menjadi duduk lalu mengangkat bahu acuh.

“sepertinya ia tak akan datang. Dan, kau juga mendengar apa yang dikatakan Leeteuk hyeong, kan?” Sungmin mengangguk – angguk mengerti seraya sesekali melirik Kyuhyun yang terlihat gelisah.

“Ya, semoga saja ia benar – benar tidak menunggumu disana. Karena hawa malam ini sangat dingin. Ah, dan juga kudengar jika malam – malam begini didepan museum itu banyak premannya.”ujar Lee Sungmin melebih – lebihkan. Seketika kepala Kyuhyun menatap Sungmin dengan kedua mata membesar.

Mwo?! Jinjja?!”

“Em, aku membaca koran pagi ini.” Kedua tangan Cho Kyuhyun bergelut gusar diatas pahanya. Tak butuh waktu lama ia langsung berdiri dari tempatnya, menyambar mantel lalu keluar dari kamar. Sungmin tersenyum lebar saat pintu itu tertutup dengan hempasan yang kuat. Sebenarnya, pria imut itu hanya membual tentang preman. Alasannya adalah, karena ia punya feeling yang baik dari hadirnya Sam Rin Hyo.

***

Cho Kyuhyun memarkirkan mobilnya didepan minimarket yang berada disebrang museum. Dengan gerak cepat ia memakai mantel dan juga masker kemudian keluar dari mobil. Kedua tangannya bersembunyi didalam saku mantel saat hempasan angin dingin menusuk tulang itu menyambutnya.

Ya, ia kembali lagi ke Cheonjoo. Rasa khawatirnya telah mengalahkan segalanya. Termasuk akal sehatnya. Kyuhyun mengunci otomatis mobilnya lalu berjalan dan berhenti ditepi jalan. Sejauh ia memandang museum, tatapannya langsung terpaku pada seorang gadis yang tengah duduk ditangga depan museum seraya sibuk dengan ponselnya. Gadis yang mempunyai rambut yang sedikit bergelombang, bermantel coklat dan memakai boot coklat. Cara duduk gadis itu terlihat tidak feminin sama sekali, padahal pakaian yang dipakai gadis itu terlihat manis. Sepertinya ia memakai minidress.

Apa dia?

 

Pertanyaan itu yang pertama kali memasuki otaknya. Namun, pria itu masih saja berdiam diri disana seraya memandangi gadis itu dari jauh. Napasnya tercekat saat gadis itu tiba – tiba beranjak dari tempatnya. Berjalan beberapa langkah kedepan  lalu kembali sibuk dengan ponselnya. Sepertinya ia akan menelepon seseorang, tapi wajahnya terlihat begitu kesal dan marah.

Drrt Drrt

Kyuhyun mengambil ponsel disaku mantelnya. Menatap layar ponselnya lalu gadis bermantel coklat itu dengan bingung. “Mungkinkah…” gumamnya. Setelah itu, tanpa pikir panjang ia mengangkat ponselnya. “yeoboseyo?”

Aku tahu, aku memang bukan siapa – siapamu. Tapi, aku juga tidak akan berdiam diri jika kau mempermainkanku. Cho Kyuhyun!

            Cho Kyuhyun mengernyit bingung saat mendengar nada tak terima dari Rin Hyo. Kedua mata pria itu masih menatap lurus kearah Rin Hyo yang terlihat semakin kesal.

“Maaf, Hyo. Aku tidak mempermainkanmu, aku—“

Sudahlah, lagipula untuk apa aku mempermasalahkan hal itu. Aku sudah tahu dari twitter jika kau sekarang sedang berada di dorm. Tch, aku memang gadis yang sangat bodoh. Meninggalkan acara makan malam yang sudah disiapkan jauh – jauh hari oleh sahabatku sendiri, menaiki bus sendirian untuk mencapai Cheonjoo, dan menunggumu selama dua jam didepan museum ini dengan hasil yang sia – sia. Karena seseorang yang kutunggu itu tak akan pernah datang.

            Cho Kyuhyun terdiam. Kerutan didahinya sudah hilang. Ia menatap Rin Hyo dengan pandangan yang tak bisa dijelaskan. Bibir pria itu menipis seperti menahan sesuatu, namun tidak bisa ia lontarkan. Rasanya sesak saat mendengar suara gadis yang biasanya selalu terdengar menyenangkan menjadi menyedihkan. Seperti ini.

Aku tahu pasti ada suatu hal yang ingin kau bicarakan hinga kau menyuruhku untuk datang. Atau kau benar – benar mempermainkanku, dan sebenarnya tak ada yang ingin kau bicarakan?

Kepala Kyuhyun sontak menggeleng kuat. Tidak, tidak, kau salah, Hyo! Batinnya dalam hati. “Bukan begitu, Hyo. Sebenarnya, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Tapi aku tidak akan mengatakannya lewat telepon.” Ya, ia benar – benar merasa harus mengatakan ini sekarang juga. Tentang hyeong – hyeongnya, kegilaannya, semuanya.

Katakan saja! Sekarang juga!

Kyuhyun menatap Rin Hyo yang kedua matanya sudah mulai berkaca – kaca dengan nanar. Pria itu menghela napasnya panjang, lalu mulai berbicara “jadi begini, hyeong – hyeongku sudah tahu tentang kau. Dan mereka sangat marah padaku. Awalnya, aku ingin mengatakan padamu agar kau menghapus nomorku dan kita jadi dua orang yang asing lagi. Tapi—“

Ucapan Kyuhyun terpotong saat ia mendengar suara tawa hambar Sam Rin Hyo yang entah mengapa, berimbas buruk pada pendengaran dan juga hatinya.

Aku tahu akhirnya akan seperti ini. sesuai keinginanmu, aku dan kau adalah orang asing yang tak mengenal satu sama lain. Aku akan menghapus semua pesan – pesanmu dan nomormu. Bahkan catatan panggilanmu. Aku akan menghapus itu semua. Tapi aku ingin kau tahu satu hal, Cho Kyuhyun..

Cho Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat. Tubuhnya tertegun saat menatap kedua mata Sam Rin Hyo yang sudah memerah menahan tangis. Kakinya sudah tergerak ingin mendekati gadis itu, namun suara lembut Sam Rin Hyo kembali membuatnya berhenti.

Kau adalah keberuntungan terbesar yang pernah kudapat. Ya, menjadi temanmu adalah satu keberuntungan yang sangat besar untukku. Aku juga ingin berterima kasih, karena kau sudah membuatku merasakan hal yang kata orang adalah hal terindah dalam kehidupan. Jatuh cinta. Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun. Mungkin tidak semestinya aku merasakan hal ini padamu. Tapi, aku hanya ingin kau tahu jika aku mencintaimu.

Selamat tinggal, Cho Kyuhyun. Jaga dirimu baik – baik dan carilah gadis yang benar – benar membuatmu bahagia. Jangan sampai kau salah pilih seperti sebelumnya. Annyeong!

Cho Kyuhyun membeku ditempatnya, kedua bola mata yang sejak tadi seperti terpaku pada Sam Rin Hyo sudah kehilangan fokusnya. Ada dua kalimat yang membuatnya terkejut, aku mencintaimu dan selamat tinggal. Dua kalimat yang sangat kontras namun mampu membuatnya terbang lalu terjatuh lagi.

Kyuhyun pun tak mengerti perasaan apa ini. Perasaan ini sangat asing, ini berbeda dari perasaannya pada Song Qian dulu. Lalu ini apa? Dulu ia mencintai Qian dan tersakiti memang terasa sangat menyakitkan. Tapi, rasa sakit ini berbeda. Lebih sakit dari sebelumnya.

Tangan Kyuhyun terasa lemas, sesaat kesadarannya kembali. Ia mengangkat kepala yang tadinya sempat tertunduk, kedua matanya menatap Sam Rin Hyo yang berjalan menyusuri trotoar dengan tubuh gemetar dan terisak. Kyuhyun segera menyebrangi jalan, berjalan dengan langkah besar lalu menyurutkan tempo berjalannya saat ia berada 3 langkah dibelakang Sam Rin Hyo.

Ingin sekali Cho Kyuhyun menghentikkan langkah Rin Hyo, menarik tangan gadis itu agar mengikutinya, duduk didalam mobilnya, mengobrol, lalu ia antarkan pulang. Semuanya sudah teratur didalam otaknya, namun yang membuat ia hanya berjalan dibelakang gadis ini adalah kepengecutannya. Ia pengecut untuk mengakui perasaannya sendiri.

Ia masih merasa ini aneh meski dilain sisi ia merasa ini benar. Saat pertama kali bertemu Rin Hyo, ia merasa telah jatuh cinta. Ah tidak, bahkan sebelum ia bertemu gadis itu. wajah yang terlihat sangat familiar, cantik dan manis. Itu hanya nilai plus saja untuknya. Namun, ia merasa ini bukan cinta. Cinta tidak seperti ini, cinta akan tumbuh jika kita sering bertemu dan mengerti satu sama lain. Begitulah yang selalu ia sematkan dipikirannya sampai saat ini.

Langkah Cho Kyuhyun terhenti saat sebuah mobil tiba – tiba berhenti ditepi jalan-tepatnya disamping Rin Hyo. Langkah gadis itu juga berhenti, bersamaan dengan keluarnya seorang pria bertubuh tinggi dan berwajah tampan.

Wae? Seseorang menyakitimu?” tanya pria itu seraya mengelus lembut kepala Rin Hyo. Tubuh Cho Kyuhyun serasa dipukuli dan seperti ingin meledak saat Sam Rin Hyo memeluk pria itu dengan erat, menangis terisak didalam sana.

“Aku bodoh, Dongwoon-ah! Aku sangat bodoh!” rutuk gadis itu berkali – kali. Pria yang bernama Dongwoon itu menepuk – nepuk punggung Sam Rin Hyo pelan.

“Kau kedinginan, kita bicarakan didalam mobil saja, ya? kita pulang, eo?” perlahan Rin Hyo melepas pelukannya lalu mengangguk pelan. Dongwoon membukakan pintu depan samping kemudi untuk Rin Hyo lalu memutari mobil dan masuk kedalam mobil.

Cho Kyuhyun masih terdiam disana dengan kedua tangan yang terkepal kuat. Ada sesuatu yang sangat panas didadanya. Mobil itu sudah melesat menjauhinya, yang masih berdiri terpaku disana dengan menahan segala perasaan sakit yang selalu ia tepis. Yang selalu tak ia akui. Dan kenyataan bahwa ia selalu menipu diri, membuatnya semakin sakit.

***

“SURPRISE!!!!”

Teriak seorang gadis yang rambutnya sebahu dengan senyuman lebarnya itu saat Kyuhyun baru saja memasuki kamar. Pria itu berkedip beberapa kali sebelum menghela napas lelah. “Kau sakit?” tanya Kyuhyun sembari mendudukkan diri ditepi ranjang, mengabaikan gadis yang kini tengah menggeleng – geleng tak percaya dengan kelakuan pria itu.

“Kyuhyun-ah! Ahra sudah menunggumu sejak tadi disini.” Ujar Sungmin yang juga tengah duduk ditepi ranjang.

“YA! aku baru saja turun dari bandara lalu datang kesini saat mendengar jika adikku satu – satunya ini baru saja patah hati. Tapi inikah balasanmu?!” Cho Kyuhyun mendecakkan lidahnya lalu merebahkan diri diatas kasur.

“Aku lelah, noona pulang saja dulu! Besok aku pulang kerumah.” Ujar pria itu seraya berguling kesamping, membelakangi kakaknya. Cho Ahra melirik Lee Sungmin yang hanya bisa menggeleng putus asa.

Eottokhae?”  tanya Ahra tanpa suara. Lee Sungmin menggedikkan kepalanya kearah pintu seolah berucap “Ayo keluar!” Cho Ahra mengangguk lalu keluar dari kamar itu.

“Katamu ia sudah tidak mencintai Qian lagi?” tanya Ahra sesaat setelah Sungmin keluar dari kamar. Lee Sungmin terlihat berpikir keras, lalu menghela napasnya gusar.

“Dia memang sudah tidak mencintai Qian. Tapi, kurasa dia menyukai orang lain.” Kedua mata Ahra memincing kearah Sungmin. “Nugu?” tanya gadis itu. Lee Sungmin mendekatkan bibirnya ketelinga Cho Ahra. “Sam Rin Hyo. Fansnya sendiri.”

MWO?!” pekik Ahra tertahan, Sungmin cepat – cepat membengkap bibir Cho Ahra. Sedangkan gadis itu langsung menarik tangan Sungmin dengan kasar. “Apa dia anak orang kaya? Seorang rookies?”

“Aku tidak tahu, Kyuhyun juga tidak tahu.”

“Berarti Kyuhyun tak tahu latar belakangnya? Lalu bagaimana kau bisa tahu jika ia menyukainya?” Sungmin mengangkat bahunya asal.

“Insting teman sekamar, mungkin? Entahlah, tapi kurasa hubungannya dengan Sam Rin Hyo juga tak berjalan lancar melihat reaksinya tadi.”

“Tadi dia menemui gadis itu?”

“Em, begitulah.”

***

“YA! bangun!! Dasar pemalas!!”

Sam Rin Hyo mendesah kesal saat tubuhnya terasa digoyang – goyangkan oleh seseorang. Gadis itu memilih menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut tanpa mempedulikan seorang gadis yang tengah menggoyang – goyangkan tubuhnya dan sesekali memukulinya ini.

“YA! Sahabatmu ini baru saja pulang dari Amerika, bagaimana bisa kau tidur seperti ini, huh?!” Rin Hyo mengernyit kemudian perlahan kedua matanya terbuka meski sangat berat karena semalam ini diisi dengan tangisan. “YA!! Ireona!!!” teriak gadis itu lagi membuat Rin Hyo akhirnya membuka selimutnya. Kedua matanya terbuka lebar saat mendapati Shin Ji Eun tengah melambaikan tangan padanya seraya tersenyum jahil.

“YA! kau!” Rin Hyo segera merubah duduknya menyandar pada dinding ranjang tanpa melepas pandangannya dari Shin Ji Eun yang sudah tak ia temui selama satu tahun ini. “Kau sudah pulang?”

“Kau pikir siapa yang berdiri disana jika bukan Shin Ji Eun, huh?” seru Dongwoon seraya memasuki kamar Rin Hyo tanpa meminta izin terlebih dahulu.

“Kau bermalam disini?” Rin Hyo menatap Dongwoon penuh selidik yang hanya dibalas anggukan ringan olehnya. “Aku takut kau melakukan hal gila. Jadi aku tidur diruang tengah. Kemarin malam, ibumu bilang jika ia menghadiri kemah rutin kelompok organisasinya dan pulang dua hari lagi.”

“Tapi, ada apa dengan mata bengkakmu itu, huh?!” Sam Rin Hyo spontan menatap Ji Eun lalu melirik Dongwoon. “Tanyakan saja padanya!” ujar Rin Hyo seraya menggedikkan kepalanya pada Dongwoon. “Aku tidak ingin membahas ini lagi.”

“Tch, tapi sepertinya kau sudah lahir kembali.” Rin Hyo tersenyum kecil lalu mengangguk sekadar.

“Tentu saja, kau seperti tidak tahu bagaimana seorang Sam Rin Hyo. melewati hal sekecil ini, tak terlalu menyakitkan.” Ji Eun mengangguk – angguk mengerti dengan bibir yang mencibir Rin Hyo. “Ya, ya, berkatalah sesukamu!”

“Ji Eun-ah!” Shin Ji Eun menatap Dongwoon bingung. “Lebih baik kita tinggal saja dia agar segera membersihkan diri. Kau tidak penasaran dengan dibalik membengkaknya mata gadis itu, hm?!” Ujar Dongwoon yang langsung mendapat tatapan sinis dari Rin Hyo.

“YA! kami baru saja bertemu. Tidak bisakah kau membiarkan kami mengobrol terlebih dahulu?”

Shireo! Aku tidak ingin mengobrol denganmu jika kau belum mandi. Kajja Dongwoon-ah!” Shin Ji Eun segera berlari kearah Dongwoon saat satu bantal melayang tepat kearahnya. Siapa lagi yang melakukannya jika bukan Sam Rin Hyo.

Shin Ji Eun menutup kamar Rin Hyo dengan wajah yang sudah berubah drastis. Ia menatap Dongwoon yang juga menatapnya dengan wajah penuh arti. “Dia sedang tidak baik – baik saja, kan?” tanya Ji Eun dengan nada simpati. Dongwoon mengangguk pelan.

“Ck, bagaimana bisa dia selalu seperti itu menjalani hidupnya. Menangis hingga rasanya hari esok tiada, namun esoknya ia akan bersikap biasa saja tanpa mau mengumbar kesedihannya. Tidakkah ia mengerti jika cara seperti itu sama saja dengan menyiksa diri? Lalu sekarang apa gunanya kita disaat ia seperti ini, huh?!” omel Ji Eun seraya berjalan menuju sofa dan mendudukkan dirinya disana. Dongwoon ikut duduk disampingnya, bersandar dengan kedua mata menatap lurus kedepan.

Meskipun mereka adalah sahabat Rin Hyo. namun jika gadis itu sedang ada masalah, mereka tak pernah sekalipun bersikap melankolis dengan memaksa Rin Hyo untuk berbicara. Karena jika saja mereka melakukan itu malah akan membebani Rin Hyo yang lebih suka menyimpan semuanya sendiri.

“Jadi sekarang apa masalahnya?”

“Seorang pria. Dia benar – benar jatuh cinta.” Kedua mata Ji Eun terbelalak lebar.

“Ja—jatuh cinta?! Benar Sam Rin Hyo sedang jatuh cinta?” Dongwoon mengangguk seadanya, “Heol! Akhirnya gadis itu merasakan cinta diusia 21-nya.”

***

Cho Kyuhyun membuka rak mejanya, mengambil secarik kertas yang masih terlipat rapi didalam rak itu. membukanya lalu tertawa kecil saat ia mengingat segelintir kenangannya, dimana ia menemukan kertas ini tiba – tiba terjatuh saat ia hendak memasukkan surat – surat fansnya kembali pada tempat penyimpanan suratnya.

Kau adalah keberuntungan terbesar yang pernah kudapat. Ya, menjadi temanmu adalah satu keberuntungan yang sangat besar untukku.

Kata- kata Sam Rin Hyo saat itu tiba – tiba muncul diotaknya. Kepalanya spontan menggeleng pelan, “Ini bukan hanya sebuah keberuntungan.” Gumamnya pelan.

Ini takdir! Seperti halnya kertas lusuhmu yang jatuh saat aku hendak memasukkan surat – surat yang lain.

 

“Jadi kertas itu yang mengawali kegilaanmu?” lamunan Kyuhyun buyar seketika saat menatap Sungmin yang tiba – tiba sudah duduk disampingnya.

“Apa maksudmu, hyeong?” Sungmin mengangkat bahunya acuh.

“Entahlah, kupikir kau sedang merasa seperti gila, kan sekarang?” Seketika raut wajah Kyhuyun berubah saat mengerti kemana arah pembicaraan Lee Sungmin.

“Kurasa  begitu, dan aku tak tahu karena apa.” Lee Sungmin tersenyum kecil.

“Banyak hal yang bisa membuat kita merasa gila. Salah satunya cinta, hanya karena perasaan yang bahkan bisa disebutkan hanya dengan dua suku kata. Kita bisa berbuat gila.” Cho Kyhuyun mendecih seraya tersenyum miring, tak bisa membalas ucapan Lee Sungmin yang memang selalu benar dimatanya.

“Sudahlah, lebih baik kita makan! Bisa – bisa mereka akan menghabiskan semua makanan jika kita tak segera keluar.” lanjut Lee Sungmin yang langsung disetujui oleh Kyuhyun.

***

“Woaaaaah, baekkopaa!

Teriak Kangin seraya mencomoti semua makanan yang bisa ia gapai dari tempatnya. Eunhyuk yang melihat itu menggelengkan kepala lalu memakan makanan seadanya, karena hampir setengah dari makanan itu Kangin sendiri yang memakannya. Pria itu pagi – pagi sekali selalu datang ke dorm untuk meminta makanan, benar – benar pria tak tahu malu.

“YA! Hyeong! Bagaimana bisa kau menghabiskan semua makanan ini, kau tidak lihat Eunhyuk semakin kurus karena kau!” Ujar Donghae, menatap Kangin dengan tatapan tak bersahabat. Kangin mendesis kesal ia berbicara dengan mulut yang masih penuh oleh makanan, “Itu karena aku sudah lama tak memakan makanan dorm.”

“Aish, selalu saja alasan itu yang ia pakai!” gerutu Donghae yang seolah angin lalu ditelinga Kangin. Ryeowook yang baru saja meletakkan semangkuk kimchi langsung menengahi, “Sudahlah! Aku dan bibi Han masih bisa memasak banyak untuk kalian.” Bibi Han adalah pembantu yang mengurusi Super Junior dalam hal makanan.

“Tidak bisakah kalian tenang? Suara berisik kalian terdengar sampai dalam kamarku!” Ujar Sungmin yang baru saja keluar dari kamarnya dengan Kyuhyun yang mengekorinya. Cho Kyuhyun hanya duduk disamping Sungmin dengan wajah datar, mengabaikan tatapan aneh yang dilayangkan oleh hyeong – hyeong nya itu.

“Kyuhyun-ah! Ada apa lagi denganmu, huh?” Eunhyuk cepat – cepat menyenggol lengan Donghae saat tiba – tiba manusia ikan itu berceletuk seenaknya sendiri. Cho Kyuhyun yang hendak mengambil nasinya dengan sumpit, mengurungkan niatannya. Memilih untuk menatap Donghae tak suka.

“Tidak bisakah kau mengabaikanku saja, dan makan dengan tenang? Aku cukup jengah dengan kebisingan ini.”

“YA! Cho Kyuhyun! Kau yang sedang kesal kenapa kami juga yang kena imbasnya, ha?!” bentak Kangin tiba – tiba, menambah suasana panas diruang makan ini. Padahal, tak banyak yang ikut makan pagi hari ini tapi suasananya sudah setegang ini.

“Sudahlah, kita makan saja, hm?” ujar Lee Sungmin. Cho Kyuhyun menghentakkan sumpitnya kesal lalu beranjak dari sana.

“Aku tak berselera!” tukasnya tajam lalu berjalan menuju pintu keluar setelah menyambar mantelnya yang tersampir bebas diatas sofa. Kemarin malam ia lupa tidak menaruhnya dikamar.

Keure!! Pergi saja!! Dasar kekanakan!” teriak Kangin yang mendapat balasan dentuman keras pintu dorm dari Kyuhyun.

Kangin kembali menatap kedepan, sedikit terkejut dengan tatapan member lain yang seakan mengulitinya. “Sekarang apa salahku?” tanya Kangin bingung.

“Kau benar – benar tidak bisa mengontrol emosimu barang sedikit saja, sekarang jika pria itu pergi… bagaimana dengan jadwal kita huh?!” ujar Eunhyuk frustasi. Kangin menghela napas kesalnya, ia lupa jika setelah ini ada jadwal untuk menghadiri salah satu acara talkshow dimana yang mengikutinya adalah Eunhyuk, Kyuhyun, Leeteuk dan Kangin.

“Aku saja yang menggantikan Kyuhyun. Lagipula jika memaksakan pria itu untuk datang, tidakkah akan semakin repot nantinya? Wajah pria itu kan selalu saja membuat orang salah paham.” Ujar Donghae yang langsung dibalas anggukan oleh Kangin.

“Kalau begitu masalah selesai, aku boleh makan, kan?!” tanya Kangin yang hanya mendapat desisan kesal dari mereka. Terkecuali Lee Sungmin, yang menatap kosong kedepan. Ia sangat mengkhawatirkan pria itu saat ini.

***

Aigoo! Adikku akhirnya pulang kerumah, hm?”

Cho Kyuhyun hanya menatap datar Cho Ahra yang tengah menyambutnya dengan lengan yang melebar seolah meminta pelukan dari adik laki – lakinya itu. Cho Kyuhyun mendengus sebal, lalu melewati Ahra begitu saja.

Eomma dan appa mana?” tanya Kyuhyun setelah mengistirahatkan diri diatas sofa diruang tengahnya.

Appa seperti biasa sibuk dengan pekerjaannya. Kalau eomma…”

Adeul-ah!!!” belum sempat Ahra melanjutkan ucapannya, suara teriakan menggelegar dari Nyonya Cho terdengar diseluruh penjuru rumah besar ini. Kyuhyun tersenyum simpul lalu segera masuk kedalam pelukan ibunya. “Kudengar, Lee Sungmin akan menikah, ya?” pertanyaan tiba – tiba dari Nyonya Cho itu sontak membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya.

Pria itu menatap malas tatapan berbinar ibunya yang sudah dapat ia tebak akan mengarah kemana. “Jadi, kapan kau akan menikah seperti Sungmin?” Bingo! Pertanyaan itu kembali memasuki telinganya dan ditransfer ke otak. Bergumul disana. runyam.

“Aku masih muda untuk menikah, Eomma.” Ujar Kyuhyun. Cho Ahra mendesis kesal mendengar ucapan Kyuhyun. “Muda kepalamu! Kau sudah berumur 26 tahun ini, Cho Kyuhyun! Tinggal menghitung beberapa tahun lagi kau sudah kepala tiga!” Cho Kyuhyun menatap nuna-nya tajam. Sedangkan yang ditatap hanya mengangkat kedua alisnya seraya mengulas senyuman lebar.

Nunamu benar! Kau… memangnya sekarang kau belum punya pacar, ya?” tanya Nyonya Cho dengan diselipi sedikit nada geli disana.

“Dia baru saja patah hati, eomma!”

“YA!”

Eo! Ya Tuhan… siapa yang membuat putraku satu – satunya ini patah hati, huh?”

“Namanya Song Qian. itu.. member salah satu girlband di agensinya.” Cho Kyuhyun menatap nuna-nya yang bermulut ember itu frustasi. Cho Ahra terlihat tak peduli dan tetap berceloteh tak penting. Seperti, bagaimana awal pertemuan Kyuhyun hingga berpisahnya mereka. Gadis itu berceloteh tanpa henti, dan Kyuhyun yakin semua informasi itu ia dapatkan dari Sungmin.

“Aku tidak sedang patah hati karenanya! Hentikan omong kosongmu!” Bentak Kyuhyun yang membuat Ahra berhenti bercerita. Keheningan itu hanya berhenti sejenak sebelum Ahra tiba – tiba mengulas senyuman jahilnya.

“Jadi kau sedang patah hati karena orang lain?” goda Ahra.

“Aish, kau gila!” Umpat Kyuhyun sebelum beranjak dari tempatnya, berjalan cepat menuju kamarnya.

“YA! Besok malam kau harus ikut denganku! Kita makan malam diluar!” Teriak Ahra yang tak digubris sama sekali oleh Kyuhyun meski pria itu sebenarnya mendengar ucapan Ahra.

“Makan malam?” tanya Nyonya Cho bingung. Ahra mengulas senyuman penuh arti pada eomma-nya. Ia mengangguk pelan lalu menjawab,

“Aku akan mengenalkan temannya temanku pada Cho Kyuhyun. Jadi, eomma tenang saja. Putra eomma itu akan mendapatkan pacar.” Seketika kedua mata Nyonya Cho penuh binar cahaya.

Jeongmal?” Ahra mengangguk penuh keyakinan, seperti seorang sales yang sedang meyakinkan calon customer  untuk membeli barangnya.

Eomma percaya saja padaku!”

***

“Kau… bukankah kau AJ? Kudengar kau akan debut dengan boyband baru?”

Tanya Rin Hyo pada seorang pria yang tengah memakai kaca mata dan topi itu dengan kedua mata lebarnya. Shin Ji Eun yang berada disampingnya langsung merangkul pundak pria itu dengan tersenyum kecil.

“Kau benar! Namanya Lee Kikwang.” Ujar Ji Eun seraya tersenyum lebar pada Rin Hyo yang hanya bisa menatap Kikwang canggung lalu mengangguk – anggukkan kepalanya pelan. Lee Kikwang menundukkan kepalanya sedikit pada Rin Hyo.

“Senang bertemu denganmu.” Ujar pria itu basa – basi.

“Aku juga. Ji Eun sering bercerita tentangmu.” Balas Sam Rin Hyo sopan lalu tatapannya beralih kearah Shin Ji Eun. “Kau menjalin hubungan dengan seorang idol? Ini sulit dipercaya.”

“Tch, apanya yang sulit dipercaya. Kami sudah menjalin hubungan sebelum ia debut, juga sebelum aku pergi ke Amerika. Satu tahun yang lalu.”

“Ah, Ji Eun-ah! Karena temanmu sudah datang, aku pergi dulu ya!” Ucap Kikwang memotong percakapan antara Rin Hyo dan Ji Eun.

Mwoya? Kau bahkan belum sampai 30 menit disini.” Seru Ji Eun seraya menatap Lee Kikwang kecewa. Pria itu sontak menunjukkan senyuman manisnya lalu mengusap lembut pipi Ji Eun dengan ibu jarinya. “Kau tahu sendiri, kan. Sebenarnya aku tidak boleh keluar dari tempat latihan? Beberapa minggu lagi Beast ada debut stage.” Shin Ji Eun akhirnya tersenyum tipis lalu mengangguk.

Keure! Hati – hati dijalan.” Ujar Ji Eun seadanya lalu melambaikan tangannya pada Kikwang yang baru saja pamit pada Rin Hyo dan melesat pergi dari sana. “Huuh.” Ji Eun mendesahkan napasnya berat, padahal ia benar – benar merindukan pria itu sekarang. “Derita berpacaran dengan seorang idol. Menyebalkan.”

Sam Rin Hyo yang sejak tadi menatap kemesraan Ji Eun dan Kikwang diam – diam merasa sesak sendiri. Berpacaran dengan idol? Batinnya. Tiba – tiba ia kembali teringat Cho Kyuhyun. Pria sialan yang membuat ia jatuh cinta, pria sialan yang sialnya begitu tampan, pria sialan yang menjadi idolanya. Dulu. Ya, ia berniat untuk benar – benar melupakan Cho Kyuhyun. Berusaha meyakinkan pada dirinya bahwa semua yang pernah ia lalui bersama Cho Kyuhyun itu adalah mimpi belaka. Dan kini, waktunya ia untuk menyambut dunia nyata setelah terjebak dalam mimpi semu.

“Ah ya! kau tahu, Son Dongwoon juga bergabung dengan Beast! Mulai 3 hari yang lalu ia tinggal di dorm.” Kedua mata Rin Hyo terbuka lebar saat kata demi kata dari Ji Eun itu meluncur dengan cepatnya. “MWO?!” pekik gadis itu membuat orang – orang yang berlalu lalang di pusat perbelanjaan ini menatapnya bingung.

“YA! kecilkan suaramu!” ujar Ji Eun seraya menatap Rin Hyo dengan penuh peringatan.

“Aish, apa – apaan pria arab itu, huh?! Bagaimana bisa ia tidak memberitahuku terlebih dahulu. Ck, jadi itu alasan menghilangnya pria itu setelah ia menginap dirumahku saat itu?! Jinjja! Aku harus membunuhnya nanti!” omel Sam Rin Hyo dengan kedua mata yang menyala marah. Siapa yang tidak marah jika sahabatmu sendiri tidak memberitahumu berita sepenting itu sebelum meninggalkannya pergi untuk waktu yang lama?

“Dongwoon punya alasan sendiri. Tapi, apa kau benar – benar tak mengetahuinya?”

“Entahlah, yang kutahu, beberapa bulan terakhir ini ia sering tidak mengantarku pulang karena ada urusan yang aku tidak tahu itu apa.”

“Dan kau tidak bertanya padanya?” Rin Hyo menggeleng pelan, menjawab pertanyaan Shin Ji Eun. Membuat Ji Eun langsung melayangkan jitakan kerasnya kearah kepala Sam Rin Hyo. “Itulah yang membuatmu menjadi satu – satunya orang yang tidak tahu! Kau tahu sendiri, kan jika Dongwoon tidak mungkin bercerita jika tidak ditanya!”

Sam Rin Hyo mengalihkan tatapannya dari kedua mata Ji Eun saat menyadari kesalahannya. “Ya… itu… aku tidak berpikir jika akan seperti ini. jika tahu, pasti aku akan bertanya padanya.” Shin Ji Eun memutar bola matanya malas.

“Sudahlah, lebih baik sekarang kita pergi saja!”

“Kemana?” tanya Rin Hyo bingung saat tiba – tiba Shin Ji Eun menarik tangannya. Berjalan menuju pintu keluar pusat perbelanjaan ini, tanpa mengindahkan tatapan bingung Sam Rin Hyo. “YA!” pekik gadis itu saat Ji Eun tak kunjung menjawab pertanyaannya.

“Aish, aku bilang kecilkan suaramu!!” perintah Ji Eun sesaat setelah ia menghentikkan langkahnya.

“Itu karena kau tidak menjawab pertanyaanku!” gerutu Rin Hyo kesal, membuat senyuman misterius Shin Ji Eun terulas.

“Aku… akan membuatmu jatuh cinta.”

***

Cho Kyuhyun benar – benar tidak menyangka akan mengikuti rencana gila Cho Ahra dengan duduk disini. Disamping gadis mengerikan yang sayangnya adalah kakak perempuannya. Pria itu menyanggah kepalanya kebosanan. Ini sudah lebih dari 10 menit mereka menunggu di kafe langganan kakaknya itu.

Napas gusar Kyuhyun terdengar kasar saat tiba – tiba pria itu beranjak dari tempat duduknya. “Aku pulang saja!” tukas Kyuhyun, merasa ia sudah kehilangan akal dengan mengikuti Ahra hingga sampai disini.

Ahra sontak menarik pergelangan tangan Kyuhyun kuat hingga pria itu kembali duduk pada tempatnya. Ya, siapa sangka jika kekuatan Ahra itu melebihi kekuatan Kyuhyun?

“Tunggulah sebentar lagi, mungkin mereka sedang terjebak macet.” Cho Kyuhyun kembali membuang napas kasarnya, sadar bahwa ia sudah tidak bisa melarikan diri dari kakak perempuan yang mengerikannya ini.

Ini benar – benar gila. Bagaimana bisa ia mau – mau saja membawa Ahra kesini dengan niatan ingin mengenalkannya pada seorang gadis yang katanya sering ia dengar dari temannya saat di Amerika. Apa ia gila sudah berani mengenalkan adik satu – satunya yang paling tampan pada seorang gadis yang bahkan belum ia tahu asal – usulnya dengan jelas. Hanya mendengar dari temannya? Astaga, pasti Cho Ahra sudah gila.

Dan kau lebih gila, Cho Kyuhyun! Kau mencintai seorang gadis yang tidak jelas asal – usulnya.

 

Suara pergerakan pintu VVIP yang terbuka membuat tatapan Ahra segera tertuju pada pintu itu. Sedangkan, Cho Kyuhyun memilih untuk menatap depan, tak begitu tertarik dengan apa yang akan dilihatnya.

Mianhe, eonnie. Apa kau menunggu lama?” tanya seorang gadis yang sepertinya begitu dekat dengan Cho Ahra seraya memeluk gadis itu erat. Seorang gadis lainnya yang masih terlihat begitu canggung berada disana hanya bisa tersenyum kikuk pada Ahra.

Gwenchana. Ah ya, ini…” Ahra menoleh kearah Kyuhyun yang masih duduk ditempatnya dan tetap memasang wajah menyebalkan, seolah tak peduli dengan apapun. Ahra menggigit bibir bawahnya gusar, menepuk pundak pria itu hingga mau tak mau ia menatap Ahra tak terima kemudian beralih pada gadis itu – gadis itu. Tiba – tiba kedua bola matanya bergerak – gerak seperti kehilangan fokusnya. “Ini Cho Kyuhyun, adikku yang biasa kuceritakan padamu itu, Ji Eun-ah!”

Shin Ji Eun. Ya, gadis itulah yang tadi memasuki ruang VVIP itu. dan juga gadis yang mengekor dibelakangnya itu, siapa lagi jika bukan Sam Rin Hyo. Shin Ji Eun menunduk sopan pada Kyuhyun tanpa melunturkan senyumannya. “Temanku ini adalah fansmu. Namanya Sam Rin Hyo.” ujar Ji Eun pada Kyuhyun yang masih memaku pandangannya pada gadis itu.

Tanpa ia sadari, tubuhnya sudah beranjak sendiri dari tempat duduknya. Melihat Sam Rin Hyo dari jarak sedekat ini membuat jantungnya kembali berdegup dengan cepat, kali ini disertai dengan dentuman – dentuman menyakitkan saat kedua mata gadis itu tengah menatapnya tegang.

“Aku—mianhe, kurasa aku harus pergi sekarang.” Ujar Rin Hyo pada Ji Eun lalu berbalik akan pergi. Namun Kyuhyun segera bertindak dengan menahan lengan itu. Membuat Ji Eun menatap bingung keduanya, sedangkan Cho Ahra yang sejak tadi terkejut ketika Ji Eun menyebutkan nama Sam Rin Hyo seketika mengulas senyuman kecilnya. Diam – diam ia berbisik pada Ji Eun agar keluar dari sini. Dan dengan gerakan tanpa suara juga, mereka keluar dari tempat ini.

“Lepaskan!”  Ucap Rin Hyo dingin tanpa menatap Cho Kyuhyun. Namun pria itu tak mengindahkan ucapan Rin Hyo sama sekali, cengkraman tangan itu semakin mengerat saat Rin Hyo mencoba untuk memberontak. “Kubilang lepaskan!” sentak Rin Hyo lagi seraya menarik tangannya paksa. Kedua mata gadis itu sudah menatap Kyuhyun dengan tajam.

Sedangkan, Cho Kyuhyun semakin gila saat kedua matanya menatap kedua mata bening Sam Rin Hyo. membuat ia semakin terjatuh pada pesona gadis itu. Membuat perasaan itu semakin meluap – luap tak tertahankan. Namun seperti biasa, bibirnya terasa kelu untuk digerakkan saat berhadapan dengan Sam Rin Hyo.

“Aku mohon tetaplah disini.” Hanya kata itu yang bisa keluar dari bibir Cho Kyuhyun, alis Rin Hyo terangkat sebelah saat mendengar ucapan Kyuhyun yang menurutnya begitu aneh.

Wae? Ada yang ingin kau bicarakan padaku? Kau bilang kita akan menjadi dua orang yang tak mengenal satu sama lain, bukan? Maka itu—“

“Kau salah paham!” potong Kyuhyun.

“Maksudmu?”

“Aku… kau benar, aku memang awalnya ingin seperti itu. Tapi, sekarang, tak ada satu pun pikiran seperti itu diotakku!”

“Lalu, pikiran apa yang ada diotakmu sekarang, huh?!” pancing Rin Hyo saat menyadari jika raut wajah pria ini begitu tegang. Seperti menahan sesuatu yang begitu besar namun tak bisa ia katakan.

Kedua mata Cho Kyuhyun seperti kehilangan fokusnya. Otaknya serasa kosong, hanya ada kesesakan dihatinya yang membuncah seperti ingin keluar. Rin Hyo mendecih saat tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Kyuhyun. “Tidak ada, kan? Kau—“ ucapan Rin Hyo kembali terpotong ketika kedua lengan cukup kekar itu mendekap tubuh kecilnya. Kedua mata gadis itu terbuka lebar, terlalu terkejut dengan perlakuan Cho Kyuhyun. “Apa yang kau lakukan?” desis gadis itu dengan suara yang hampir habis.

Cho Kyuhyun tak menjawab pertanyaan gadis itu, memilih untuk sibuk mengeratkan pelukannya pada Sam Rin Hyo. Tubuh Rin Hyo terasa begitu pas dipelukannya, dan tak ada yang bisa menggambarkan bagaimana kehangatan yang dirasakan Kyuhyun saat ia bisa menghembuskan napasnya dileher gadis itu. Gadis yang bahkan baru kali pertama ia temui dengan cara seperti ini.

“Besok datanglah ke acara fans sign di Anyang.” Ucap Kyuhyun tepat didepan telinga gadis itu, membuat Sam Rin Hyo berjengit antara geli dan tersentak saat mendengar kata fans sign disana. Sungguh, ia masih harus berpikir beberapa kali untuk kembali keacara yang memulai kesakitannya itu.

Sontak Sam Rin Hyo mendorong tubuh Kyuhyun dengan segala kekuatan yang masih ia punya. “Kau menyuruhku untuk datang lagi? Dan mengulangi apa yang sudah pernah terjadi?” tanya Sam Rin Hyo dengan kedua mata membesar. Tersirat sedikit ketakutan disana. Ya, ia takut akan merasakan sakit hati itu lagi. Sungguh, itu pertama kalinya ia merasakan sakit hati karena seorang pria.

Cho Kyuhyun mendesah frustasi seraya menggeleng kuat. “Tidak akan! Aku bahkan tidak punya pikiran sedikit pun untuk melakukan itu, Hyo! kali ini aku tak akan melepasmu lagi seperti sebelumnya.” Cecar Kyuhyun tak terkontrol. Sedangkan Sam Rin Hyo masih mempertahankan wajah datarnya.

“Tapi, bagaimana jika aku sudah tak ingin lagi mendatanginya?”

“Ada yang ingin kukatakan padamu.”

“Kalau begitu, katakan sekarang.” Cho Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya kuat, mengumpati bibirnya yang tak pernah mempunyai keyakinan kuat untuk mengatakan satu kalimat keramat yang sudah ia simpan rapat – rapat diotak dan hatinya. Aku mencintaimu, sangat. Pria itu hanya bisa berbicara didalam hati tanpa bisa menyuarakannya secara gamblang. Demi apapun, sebelumnya Kyuhyun bukanlah orang yang seperti ini. Ia kehilangan kepercayaan dirinya dihadapan Sam Rin Hyo. Tubuhnya terasa mati rasa didepan gadis itu.

“Aku tidak bisa.” Sam Rin Hyo tersenyum miring mendengar ucapan Kyuhyun. Ia sebenarnya sudah bisa menduga apa yang membuat Kyuhyun seperti ini, namun dugaan itu hanya bisa ia usir jauh – jauh dari otaknya. Merasa dugaan itu adalah dugaan paling tidak masuk akal yang pernah ia pikirkan. Cho Kyuhyun mencintaiku? Omong kosong apalagi itu, Sam Rin Hyo?! otaknya berperang dengan hatinya. Dan seperti biasa, Sam Rin Hyo selalu membiarkan otaknya menang.

“Aku-tidak-akan-datang!” Ucap gadis itu penuh penekanan lalu segera keluar dari ruangan menyesakkan itu. Meninggalkan Kyuhyun yang hanya bisa membisu ditempatnya.

***

Mungkin sudah hampir dua jam acara fans sign dimulai. Cho Kyuhyun masih tetap mempertahankan senyumannya pada para fans yang sudah bersusah payah mengorbankan waktu dan tenaganya untuk mengantri diantrian panjang dan ditemani hawa musim gugur yang dingin ini. Pria itu tersenyum, meski didalam hatinya begitu gelisah.

Ini sudah hampir mencapai antrian terakhir, tapi mengapa gadis itu tak kunjung datang? Padahal ia berencana untuk mengatakan semuanya hari ini. Semua tentang otaknya yang sepertinya tak ditempatkan dengan benar, tentang hatinya yang selalu menghangat saat berada disekitar gadis itu, dan juga tentang jantungnya yang selalu berdegup kencang. Menggila disaat ia sudah menatap gadis itu.

Ini sudah bukan keberuntungan lagi. Benar! Ini takdir!

 

Cho Kyuhyun menoleh kearah Lee Sungmin yang duduk disampingnya dengan tatapan penuh arti. Menimang – nimang apa aku harus melakukan ini? Sungmin melemparkan senyuman terbaiknya pada Kyuhyun. Seolah meyakinkan pria itu bahwa ia harus melakukan ini.

Kyuhyun kembali menatap kedepan saat hatinya sudah mulai tenang. Kedua tangannya kembali menandatangani kertas milik fans-nya. “Kau tampan sekali, oppa.” Ujar salah seorang fans yang sepertinya masih duduk di sekolah menengah atas. Cho Kyuhyun hanya bisa tersenyum seraya menundukkan kepalanya.

“Kau juga cantik.” Balasnya membuat rona merah dikedua pipi tembam gadis itu menyeruak. Dan pada saat antrian selanjutnya, tubuh Kyuhyun membeku.

Dia datang! Diantrian paling akhir!

 

Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun datar. Sebenarnya gadis itu sudah tak mau datang kesini, namun ini semua karena ucapan Shin Ji Eun.

“Ahra dan aku adalah teman baik. Aku mendengar darinya, setelah malam dimana kau menelfonnya untuk terakhir kalinya itu ia kembali ke dorm dengan wajah lesu. Dan untuk hari – hari berikutnya, ia selalu tidak bisa mengerjakan apapun dengan baik.”

“Tunggu! Apa maksudmu dengan ia kembali kedorm?”

“Kau tidak tahu? Saat itu ia kembali ke cheonjoo sendirian untuk memeriksa apa kau datang atau tidak!”

 

Mendengar cerita Shin Ji Eun membuat rasa bersalahnya menyeruak. Ia merasa bodoh saat marah pada Kyuhyun saat itu, tanpa tahu jika sebenarnya Kyuhyun berada disana. dan bodohnya lagi, ia tidak tahu dimana Kyuhyun berada.

Senyuman Cho Kyuhyun merekah lebar. Tiba – tiba pria itu berdiri dari tempat duduknya, mendekatkan tubuhnya pada gadis itu dan memeluk gadis itu. “Saranghae.” Bisiknya membuat desiran aneh terasa begitu kuat didalam tubuh gadis itu seiring dengan itu pekikan para ELF terdengar begitu menggelegar.

Cho Kyuhyun melepas pelukannya. Ia menatap Rin Hyo dengan segaris senyuman tipis, lalu kembali duduk untuk menandatangani kertas itu lagi. Ia kembali memberikan kertas itu pada Sam Rin Hyo yang masih terpaku ditempatnya.

Rin Hyo mengernyit bingung saat Kyuhyun juga memberikan sebuah kunci mobil untuknya. “Apa ini?” tanya Rin Hyo dengan suara lirih, tiba – tiba ia seperti kehilangan suaranya saat ini. Kyuhyun hanya menggedikkan kepalanya kearah kertas yang digenggam Rin Hyo.

Masuklah kemobilku yang terparkir dibawah pohon besar. Aku akan kesana, tunggu aku!

 

***

“Ya Tuhan!! Kau benar – benar gila, Cho Kyuhyun!”

Umpat Leeteuk pada Cho Kyuhyun yang baru saja memasuki tenda. Pria itu terlihat begitu tenang menanggapi kemarahan hyeong – hyeongnya itu. “Aku hanya mengikuti kata hati. Dan soal kata – katamu, tentang aku yang selalu memikirkan wanita. Aku sudah memikirkannya.” Jawab Kyuhyun dengan nada yang begitu tenang. Tak ada secuilpun rasa takut, meski semua orang disana tengah menatapnya marah. Kecuali Lee Sungmin yang merupakan hyeong nomor satu dihidupnya.

“Lalu ?! kau masih melakukannya?!” Bentak Leeteuk yang membuat semua orang disana tersentak. Pasalnya, tak pernah Leeteuk mengeluarkan bentakan seperti itu.

“Aku akan fokus pada karirku, namun aku juga tidak bisa kehilangan Sam Rin Hyo. gadis itu sudah seperti ekstasi yang mebuatku kecanduan, jika ia tak ada bagaimana aku bisa menjalani kehidupanku dengan baik? Aku juga tidak tahu bagaimana bisa perasaanku berkembang menjadi sebesar ini dalam waktu yang cukup singkat. Tapi, sungguh hyeong! Aku membutuhkannya, sangat.” Semua orang disana tersentak saat melihat Kyuhyun seserius ini pada seorang gadis. Selama ini, mereka tak pernah melihat Kyuhyun berbicara dengan tatapan yang seperti itu. Tatapannya begitu dalam, penuh dengan ketulusan.

“Maaf, aku harus pergi.” Ujar Kyuhyun saat tak menerima balasan apapun dari hyeong – hyeongnya lalu segera pergi dari sana.

***

Sam Rin Hyo duduk dijok belakang mobil audi milik Cho Kyuhyun seraya sesekali mengintip kerumunan para ELF yang semakin menyurut seiring berjalannya waktu. Ia menggigit bibir bawahnya gusar, ia takut sesuatu yang buruk akan menimpa dirinya karena kejadian tadi. Mengingat, Kyuhyun melakukan itu didepan para ELF. Pasti mereka sakit hati dan mulai membenci Sam Rin Hyo. Karena jika ia diposisi mereka, ia juga tidak terima.

Ya Tuhan…. bagaimana ini?

 

Kedua tangannya bergelut resah diatas paha. Namun pergelutan tangannya itu perlahan berhenti ketika ia mengingat bisikan Cho Kyuhyun ditelinganya saat itu.

Saranghae.

 

Bulu romanya terasa berdiri saat ingatannya merekam begitu jelas kejadian juga suara yang ia dengar tepat didepan telinganya itu. Kedua matanya terpejam. Sungguh, itu adalah pengakuan cinta yang bisa membuat ia berdebar untuk pertama kalinya. Berbeda dengan pengakuan cinta orang lain untuknya. Perasaannya saat ini begitu asing, namun menggelikan, menyenangkan dan membuatnya hangat.

Jatuh cinta? Ya, untuk pertama kalinya aku jatuh cinta.

 

“Maaf, kau pasti menunggu lama.” Suara bariton yang sangat Rin Hyo hafal itu membuat ia terhenyak dan membuyarkan lamunannya. Kepalanya menoleh kesamping dengan gerak pelan. Raut wajah gadis itu begitu dingin dan datar.

“Mengapa kau melakukan itu, huh?!” tanya Rin Hyo begitu datar. Cho Kyuhyun mengernyitkan dahinya, hatinya tertohok saat ucapan itu yang keluar dari bibir Rin Hyo. padahal ia memerlukan keberanian besar untuk melakukan itu.

“Kau tidak tahu bagaimana usahaku untuk mengatakannya? Kau pikir aku melakukan itu untuk siapa, huh?” balas Kyuhyun dengan tatapan terluka.

“Mengapa dengan cara seperti itu?! kau bisa mengatakannya kemarin atau dimana pun yang hanya ada kita berdua. Sekarang bagaimana, huh?! Apa yang akan kau katakan pada agensimu? Kau gila?! Ya Tuhan… aku baru tahu ternyata kau adalah pria yang seenaknya sendiri. Pasti hyeong – hyeongmu memarahimu, kan?! Lain kali, kau harus—“ Tubuh keduanya menegang saat Kyuhyun menempelkan bibirnya pada bibir Sam Rin Hyo. Lagi, degupan jantung keduanya berdegup cepat seperti gila.

Cho Kyuhyun menarik tengkuk Sam Rin Hyo, sebelah tangannya menarik pinggang gadis itu agar lebih mendekat padanya. Kyuhyun yang awalnya hanya berniat menempelkannya saja kini sudah berani melumat bibir gadis itu. Sedangkan Sam Rin Hyo hanya bisa memejamkan kedua matanya erat, tangan bebasnya meremas kaus yang dipakai Kyuhyun tak kuasa menahan sesuatu yang seperti menggelitik perutnya. Seperti ada ribuan kupu – kupu yang bersarang disana lalu membuncah keluar lewat puncak kepalanya, membawanya terbang keatas langit.

Ini adalah ciuman pertamanya.

 

Rin Hyo mendorong pelan dada Kyuhyun saat merasa pasokan udaranya hampir habis. Cho Kyuhyun yang mengerti, langsung melepas tautan bibir mereka. Membiarkan Rin Hyo mengisi udara diparu – parunya terlebih dahulu meski tangannya masih berada ditengkuk gadis itu. jarak mereka pun masih begitu dekat. Perlahan Kyuhyun mengecup kening Sam Rin Hyo lama lalu memeluk tubuh gadis itu.

“Aku tidak tahu jika ada sesuatu yang seperti ini. Mencintai orang yang bahkan tak pernah kau temui sebelumnya? Aku tidak pernah sekali pun berpikir cinta yang seperti itu ada. Namun, kini aku sadar. Semuanya bisa saja terjadi, jika itu adalah takdir.” Ujar Kyuhyun lalu kembali mengeratkan pelukannya. “Ketahuilah, aku bukanlah keberuntungan terbesarmu. Apa yang kita lakukan selama ini bukan hanya suatu keberuntungan, ini adalah takdir. Kau adalah takdirku, Sam Rin Hyo. Jadi aku tak akan membiarkanmu lepas karena aku membutuhkanmu.”

Senyuman kecil Sam Rin Hyo terulas, gadis itu memejamkan kedua matanya erat seraya membalas pelukan Kyuhyun. “Aku juga mencintaimu. Dan aku juga tidak tahu kenapa, semuanya terjadi begitu saja.”

“Ck. Apa hanya itu yang bisa kau katakan? Aku sudah mengungkapkan kata – kata manis, dan kau hanya menjawab dengan jawaban sesingkat itu?” Sam Rin Hyo melepas pelukannya paksa. Kedua matanya menatap Kyuhyun sinis.

“Aku bukan penyanyi sepertimu, jadi aku tidak pintar memikirkan kata – kata yang seperti itu.”

“Tch, YA! apa hubungannya penyanyi dengan kata – kata manis? Itu semua keluar karena aku memang mencintaimu.”

“Tentu saja kau pintar, kau… sering menyanyikan lagu dengan syair – syair yang romantis. Jadi bisa saja kan kau terinspirasi dari itu?” Ucap Rin Hyo sengit. Kyuhyun hanya bisa menghela napasnya saat ia sudah tak bisa menjawab ucapan Rin Hyo lagi. “Ah ya! kau belum menjawab pertanyaanku!” dahi Kyuhyun mengernyit.

“Pertanyaan apa?”

“Mengapa kau melakukan hal itu?” ulang Rin Hyo dengan alis terangkat. Cho Kyuhyun terlihat berpikir sejenak lalu menggedikkan bahunya.

“Kupikir itu adalah satu – satunya cara untuk menyatakan cinta padamu.”

“Kau benar – benar bodoh, ya? apa kau tidak berpikir cara yang lebih efisien dan tak beresiko selain itu? seperti, bertemu direstoran, kau yang kerumahku dengan membawa bunga, atau… kau menjemputku dan kita berbicara di sungai han pada malam hari.”

“Karena… kupikir cara seperti tadi sangat menyentuh. Kau tidak tersentuh sedikit pun? Kukira kau akan menangis seraya menutup mulutmu karena tak bisa menahan isakan haru.”

“Tch, mimpi saja kau aku akan seperti itu. Aish, sekarang bagaimana? Apa rencanamu selanjutnya?” Cho Kyuhyun mendengus mendengar nada sinis yang dilontarkan Rin Hyo untuknya. Demi apapun, gadis ini benar – benar jauh dari tipenya. Bagaimana bisa ia begitu mencintai gadis ini?

“Aku berencana untuk mengungkapkan ke media jika kau adalah kekasihku.”

MWO?! Apa otakmu itu benar – benar sebodoh ini, huh?! Kau—“

“Berhenti mengataiku bodoh! Baiklah, kalau begitu kuganti saja rencananya. Jika muncul skandal, aku akan mengatakan pada media jika itu hanyalah fans service pada penggemarku yang berada diantrian akhir.” Ujar Kyuhyun seraya tersenyum bangga, seolah idenya itu begitu brilian. Sam Rin Hyo juga ikut tersenyum seraya mengangguk – anggukkan kepalanya.

“Kau pintar juga.” Kyuhyun tertawa pendek.

“Tentu saja, tapi aku melakukan hal itu ada syaratnya.” Seketika senyuman Rin Hyo luntur, berubah menjadi begitu datar.

Mwo?”

            “Menikahlah denganku.”

MWO?! Kau gila? Shireo! Akan merepotkan mempunyai suami seorang idol.”

“Kalau begitu aku akan mengungkapkan semuanya pada media.” Sam Rin Hyo menghela napas panajang, sebenarnya ia tak benar – benar ingin mengucapkan itu.

“Aku masih kuliah, Cho Kyuhyun.”

“Aku bisa menunggumu sampai kau selesai kuliah.” Jawab Kyuhyun cepat seraya menatap Rin Hyo penuh harap.

“Bagaimana jika kau lelah menunggu? masih butuh dua tahun lagi untukku lulus.” Kyuhyun menghela napasnya berat saat mendengar pertanyaan itu keluar dari bibir Rin Hyo.

“Aku tidak akan lelah. Sudah kubilang bukan, kau adalah takdirku.” Sam Rin Hyo menipiskan bibirnya, ia merasa ini terlalu cepat. “Aku benar – benar akan mengungkapnya jika kau tidak berkata iya.”

“Ya Tuhan… baiklah! Iya, aku akan menikah denganmu setelah lulus kuliah, Cho Kyuhyun! Kau puas sekarang, tuan pemaksa yang mengerikan?!” Cho Kyuhyun mengulas senyuman miringnya yang benar – benar mengerikan itu lalu kembali menarik Sam Rin Hyo mendekat.

Saranghae, Sam Rin Hyo.” Ujar Kyuhyun lembut, Rin Hyo tersenyum manis.

Saranghae, Cho Kyuhyun.”

-END

YEEEEEEEE!!! Uda ending yaaa 😉 ntar mungkin ada married lifenya tapi nggak keluar deket – deket ini yaaa ^^ soalnya masih ada seq.nya Broken Arcane yang kudu cepet – cepet diselesaiin sama endingnya fate, love, and temptation :”

 

 Sorry jika mengecewakan, membosankan atau gak jelas ._. soalnya ini menurutku kepanjaangaaan -_-

Okelah! BYEEE! Dont be silent readers 😉

 

 

Advertisements

67 thoughts on “Not Just A Luck

  1. Aq bingung mau komen gimana hahaha. endingnya manis banget, padahal pas awal d museum itu aq udah gemes ama Kyuhyun yg nyerah sebelum perang. klo udah takdir emg selalu ada jalannya xD

  2. Apanya yang kepanjangan ? Gak kok 😁
    Bener bener ending yang manis, aku kira kyuhyun gak bakalan dtg waktu pertama kali mereka janjian..

  3. Hihihi akuu malah suka yg panjang-panjang thor
    Mlah yg ini kalau dipanjangin lg
    Psti lebih keren kece badai 😀
    Aaaakk, mnisnya pernyataan cinta kyuhyun, bisaa jugaa bang epil yah ,
    Smpet greget liat kyuhyun tdi cuma bengong ngikutin Rin Hyo,
    Hah untung takdir berpihak pada mreka,
    Dan akhirnya jadii jugaa,
    Hrus hppy smpe maried yah thor,
    Ditunggu sequel fate, love, and temptation. Ending dan broken arcane,
    Keep writing 🙂

  4. ini kurang eonni maksud’a kurang panjang xD

    #plaaaakkkkkk:3

    q kira kyu bakalan nyerah sebelum berperang -_-
    suka ending’a manis’a tuh pas loh nggak setengah2 /apaini??/ adakah sequel lg eonn ??
    #waksmasihkurang>_<

  5. ini kurang eonni maksud’a kurang panjang xD

    #plaaaakkkkkk:3

    q kira kyu bakalan nyerah sebelum berperang -_-
    suka ending’a manis’a tuh pas loh nggak setengah2 /apaini??/ adakah sequel lg eonn ??
    #waks_masihkurang>_<

  6. Ahhh, akhirnya happy ending 🙂 baca pas akhir part 1 aku kira kyuhyun ga dateng ke cheonjoo..ternyata di part 2 ini kyuhyun datang , sayangnya ga langsung terus terang ke sam hyo rin..kirain ga bakal bersatu tapi takdir berkata lain ,ternyata emang bukan cuma keberuntungan,suka banget sama alur ceritanya..berasa nyata thor, good job thor..(y)

  7. Eh ada sequelnya…..
    aah..untung ada ahra sang penyelamat…tp alur part akhir agak kecepetan..coba agak2 di bikin ngak langsung di terima dl..biar kyu ada perjuangannya…hehehe.

  8. mungkin kalo dikenyataan ga mngkin yaa seorang idol apalagi suju bisa jatuh cnta pada fans karna sebuah surat dan bahkan blm prnah ketemu… sungguh ini hanya ada d ff

  9. Nahhh kl gini kan gak gantung jadi aku bisa senyum2 sendiri bacanya. Good job!!!!!
    Oyaa aku liat di library masih banyak yg belum ending yaaa. Ya kl gitu aku aku baca yg udah ending dulu aja

  10. Oooo manis bgt sih cho..tinggal nikah’a nih..baby dongwon ma siapa dong..
    Keren bgt bikin senyum2 sndiri bacanya,jd berharap bisa punya takdir kaya rin hyo..kkk

    • Hehe :3 makasih :3
      Dongwoon yaaa ? :” aku bingung ._. awalnya pengennya endingnya sama Dongwoon. tapi i knew that impossible ._. jadi deh, Dongwoon gak sama siapa – siapa ._. kalo sama cewek lain sayanya nggak relaaa :”

      Hehe makasih yaa ^^ semoga yaa kk~

  11. yaelah ini keren banget sih thor sequel nya:’)
    kyu bisa bisanya ngelakuin hal bodoh kek di fansign wkwkw:D ntar kalo ketauan media terus gimana hah?kan kasian rin hyo nya-___-
    married lifenya uda jadi belum thor?kalo uda apa nama ffnya?

  12. saranghae juga kyuhyun hehehe
    aku juga ikutan nyesek saat baca dibagian atas ff ini, tapi lama kelamaan jadi senyum sendiri
    aku suka karakter ceweknya yg sedikit galak sm si kyuhyun
    lanjutkan karya indahmu yg lain author
    semangat

  13. Ya ampuuuuun
    mau kek gtu jugaaaaaa
    kyaaaaaaaa
    itu adalah hal yg peling diingin2kan sparkyu huahahagaga

    kereeeeen
    astagaaa
    betapa berani nya kau cho kyuhyun memeluk sam rin hyo di saat fansign kkkkk

    daebak lah pokoknya

  14. Uwaaa…aku pikir critanya berakhir sad ending kayak before storynya ini…
    Hmm..ya tuhaann disini kyuhyun romantis bgt dan kebelet nikah nih masak baru nembak cinta langsung diajak nikah?? Ckkk..ada ada aja kyuhyun inii..kkk
    Aku suka ama critanya..sejauh ini kayaknya gk ada typo ya..alurnya juga bagus dan kata katanya gk ada yg salah..perfecto hahahaa

  15. ending yg benar2 romantis..
    Ndak nyangka kyuhyun bkal ngukapin perasaannya di fansign..
    Pokoknya keren..
    Ditunggu sequel berikutnya

  16. Cinta dan takdir adalah dua hal yang paling sulit diprediksi didalam kehidupan, kadang takdir membuatmu percaya akan cinta yang gila dan kadang juga sebaliknya cinta yang gila membuatmu percaya bahwa itu takdir…
    Sesuai keinginan happy ending…

  17. and finally,ending yang membahagiakan. pengen ada sequel nya lagi haha,soalnya hyung” nya mungkin belum merestui mereka dan sebenernya pengen liat mereka nikah si hehe.. good fanfiction eon,fighting!!

  18. Aawww, sweet bgt..
    Haha, ngerasain juga tuh apa yang dirasain kyuhyun..
    Suka sama orang tapi gak pernah ketemu,cuma bisa chattingan, dianya di singapore soalnya.. -.-
    hiks, jadi inget sendiri kisah aku..
    Daebak lah authornya.. ^^

  19. Bolehh gg posisis rinhyo d tuker ma akuu,,,hhehhe#plakdtaboksparkyu#,,,
    Krenn critanya author,,,akhirnya rinhyo ma kyu jadiann jugaa,,,suka bgtt ma crita happy endingnya,,,pa lagi pas kyu nanyatai saranghae k rinhyoo,,,uhhhh seandainyaa zaa tu,,,

  20. Yeyyyy yippi !!!
    Akhirbya happy end .. hahh gak jdi mewek deh gue.. hmmm ini kren thor.. aishh gak tau mau blng apa lagi pkoknya the bestlah buat thor!
    #very nice !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s