Reincarnation 1

REINCARNATION  1 

AUTHOR : TSALZA SHABRINA

 

STORY BEGIN~

“Berapa lama lagi, hm?”

Pertanyaan itu sudah 3 kali kulontarkan pada suamiku yang masih diam diseberang sana. Ia kini berada di Jepang, dan aku di Seoul. Menunggunya disini dengan perasaan cemas yang mungkin tidak pernah ia tahu.

3 hari lagi. aku tutup dulu ya, aku masih sibuk.

Aku hanya diam mendengar nada bicaranya yang begitu datar dan dingin. Kuhela napasku dengan berat, rasanya begitu sesak disini. Dirumah ini, dikamar ini, dan dihati ini. Sesak dan kosong.

Suamiku, Cho Kyuhyun. Ialah seorang agent intell yang tentu bertugas untuk menjadi mata – mata. Kudengar dari ibu mertuaku ia adalah agent terbaik di NIS Korea Selatan. Ya, aku percaya dengan hal itu. Terlihat jelas bagaimana pria itu selalu sibuk dengan tugasnya itu. Hingga melupakanku, melupakan perasaanku yang butuh untuk diperhatikan. Bagaimana pun aku adalah istrinya, dan ia masih harus memenuhi tugasnya sebagai seorang suami, kan?

Tok Tok Tok

Aku menoleh kearah pintu kamar. Pasti Bibi Jang, batinku.

“Rin Hyo-ah! Keluarlah, aku sudah membuatkan jjajangmyeon kesukaanmu.” Serunya. Tentu itu suara Bibi Jang karena tidak ada penghuni rumah ini selain aku dan Bibi Jang. Sangat menyedihkan.

***

Aku memakan jjajangmyeon-ku dengan rakus. Masakan Bibi Jang selalu lezat, bahkan melebihi masakan yang disajikan di restoran – restoran ternama. Aku melihat Bibi Jang yang tengah duduk dihadapanku seraya memakan nasinya dalam diam. Meski, ia adalah pembantu di rumah. Tapi, ia sudah kuanggap seperti ibuku sendiri. Orang tuaku sudah tiada sejak 5 tahun yang lalu, karena itu pula aku dapat mengenal Cho Kyuhyun. Awalnya pria itu adalah agent yang bertugas untuk menjagaku. Orang tuaku meninggal karena dibunuh, hanya karena masalah hak otoritas perusahaan. Dan aku adalah target berikutnya. Namun 1 tahun setelah penyelidikan pelakunya tertangkap, dan itu artinya aku bebas. Saat itu pula, aku dan Cho Kyuhyun menjalin hubungan dan akhirnya menikah satu tahun yang lalu.

Jujur, aku sangat mencintai Cho Kyuhyun. Dia adalah pria yang mau menanggung nyawanya hanya untuk melindungiku, dan juga pria yang selalu ada disampingku sejak orang tuaku meninggal. Sungguh, dimataku ia adalah pria yang sangat sempurna.

Hubungan kami sangat harmonis kala itu. Dipenuhi dengan senyum, tawa dan kata – kata cinta. Namun, semuanya berubah sejak kami menikah. Cho Kyuhyun selalu bersikap dingin dan seringkali meninggalkanku sendiri bersama Bibi Jang dirumah.

“Makananmu tidak akan habis jika kau hanya memandanginya seperti itu.” Hampir saja aku melempar sumpitku karena teguran dari Bibi Jang. Aku menatap Bibi Jang sinis seraya mendecak kesal.

“Bibi Jang mengagetkanku saja!” gerutuku, sedangkan ia tertawa kecil.

“Salahmu sendiri yang melamun. Lagipula apa yang sedang kau lamunkan? Kau sedang ada masalah, hm?” tanya Bibi Jang dengan begitu lembut. Aku menatap Bibi Jang sendu, menghela napas dalam – dalam ,kemudian mengangguk pelan.

“Masalah yang sangat besar.” Kerutan didahi Bibi Jang tercetak jelas. Ia pasti terkejut saat aku mengatakan jika aku mempunyai masalah yang sangat besar. Mengingat, aku selalu mendekam didalam rumah dan tak pernah keluar dari rumah ini kecuali dengan seizing Cho Kyuhyun. Jadi, menurutmu apa masalah besar yang dihadapi oleh seorang wanita yang bahkan tidak pernah bersosialisasi dengan teman – temannya?

“Apa itu? Kau bisa cerita padaku, kalau kau mau.”

“Aku sangat sangat merindukan Cho Kyuhyun, Bibi. Dan aku mulai kesal dengan sikap pria itu yang berubah sejak kami menikah. Mengacuhkanku, sering membentakku tanpa alasan yang jelas, memandangku dengan pandangan yang begitu dingin, lalu sering meninggalkanku seperti ini. Ck, dia pikir aku hanyalah patung selamat datang yang akan menyambutnya saat ia pulang dan selalu memberikan senyuman padanya tanpa keluhan sama sekali?” Aku mengeluarkan semua yang ada dipikiranku pada Bibi Jang yang menatapku dengan kepala yang menggeleng pelan. Masa bodoh jika Bibi Jang mengataiku cerewet, yang penting sekarang aku bisa sedikit lega mengungkapkan ini semua padanya.

“Masalah pengantin muda selalu sama saja. Jika kau sudah tidak tahan dengan hal sekecil ini, bagaimana jika nanti ada hal yang lebih besar lagi, hm?”

Aku diam, memperhatikan Bibi Jang dengan kelopak mata yang mengerjap – kerjap pelan. Bagaimana pun Bibi Jang lebih berpengalaman dariku, soal pernikahan.

“Kunci dari pernikahan yang akan bertahan lama adalah sebuah kepercayaan satu sama lain. Kau hanya perlu mempercayainya dan berpikir positif. Bisa saja kan, Kyuhyun seperti itu karena ia sangat lelah? Kau tahu sendiri pekerjaannya itu tidaklah mudah.”

“Tapi dia juga tidak bisa mempercayaiku! Ia mengurungku disini selagi ia keluar untuk bekerja. Aku bahkan tidak diperbolehkan bekerja, Bibi. Untuk apa ia melakukan ini, hah? Apa ia tidak percaya padaku yang bisa menjaga diri sendiri?”

“Kalau soal itu, tanyakan sendiri pada Cho Kyuhyun. Setiap pria mempunyai cara sendiri – sendiri untuk menjaga orang yang mereka cintai. Ya, anggap saja jika ini adalah cara Kyuhyun untuk menjagamu. Kyuhyun’s style.”

“Hmph.” Seketika aku tertawa saat mendengar ucapan Bibi Jang yang sudah berani menyelipkan beberapa kata bahasa Inggris, walaupun itu hanyalah kyuhyun’s style. “Belajar dari mana Bibi kata – kata seperti itu?” Aku semakin tertawa saat melihat Bibi Jang tengah tersenyum malu.

“Anakku yang masih SMA itu sering berbicara dengan bahasa Inggris. She is smart student.” Tawaku semakin keras mendengar Bibi Jang kembali memakai bahasa Inggris.

“Hahaha, you too, Bibi. Woaah, aku tidak tahu ternyata bibi cepat sekali belajar sesuatu.”

***

“Kali ini, biar aku saja, ya?! Bibi… aku mohon…”

Aku kembali merengek – rengek pada Bibi Jang yang hendak pergi ke super market untuk membeli bahan – bahan makanan minggu ini. Entah sudah keberapa kalinya aku mendengar desahan gusar itu keluar dari bibirnya, ia menggeleng tegas.

“Aku tidak mau Cho Kyuhyun mengamuk karena membiarkanmu berkeliaran.”

“Ya Tuhan… Bibi, super market hanya berjarak beberapa meter dari sini. Aku tidak akan mampir kemana – mana. Kau tidak kasihan padaku yang tidak pernah menghirup udara segar, hm?” Bibi Jang memejamkan kedua matanya frustasi. Wanita itu masih tetap menggeleng tegas. “Ayolah Bibi, Cho Kyuhyun tidak akan pulang hari ini. jadi kau tidak usah khawatir.”

Setelah terdiam sejenak, akhirnya Bibi Jang mendesah lelah kemudian mengangguk pelan. “Tapi harus denganku, mengerti?” Aku segera tersenyum lebar kemudian memeluk tubuh wanita yang sangat kusayang ini.

“Terima kasih, Bibi!!! Aku mencintaimu!!!”

***

Aku keluar dengan senyuman yang terus terpantri dibibirku, sudah sangat lama aku tidak merasakan bagaimana keramaian jalanan dan juga bagaimana suasana super market. Aku benar – benar bahagia, hahaha.

“Astaga!” pekikan kecil Bibi Jang membuatku menghentikkan langkahku yang hampir keluar dari pintu. Menoleh kesamping dan mengernyit saat mendapati raut panik dari Bibi Jang.

“Ada apa, Bibi?” Wanita berperawakan sedikit gemuk itu menatapku dengan cemas.

“Aku lupa belum membeli beras.” Kuputar bola mataku malas saat mendengar ucapan Bibi Jang yang sangat membuatku kesal. Kupikir tadi ia sedang kehilangan barangnya.

“Kalau begitu ayo kita masuk lagi.” ucapku seraya berbalik.

“Biar aku saja! antrian kasir begitu panjang, jadi tolong bawa ini dan tunggu aku didepan super market! Jangan kemana – mana!” Aku melirik antrian kasir yang dimaksud Bibi Jang tadi, kemudian menggeleng saat melihat panjangnya antrian itu. Aku tidak ingin kakiku pegal jika berdiri disana. Lebih baik aku berdiri didepan super market sambil memandangi jalan. “Bagaimana? Kau bisa menunggu didepan?”

Aku tersentak mendengar suara Bibi Jang. Cepat – cepat kuulas senyuman bocahku kemudian mengambil alih 2 kantong kertas yang tadi dibawa Bibi Jang pada tanganku. “Aku menunggu didepan saja.” setelah mendengar ucapanku, wanita itu segera berbalik dan melangkah tergesa memasuki super market yang sangat luas ini.

Masih dengan tersenyum tipis, aku berbalik dan melebarkan senyumku saat mendapati sebuah kursi panjang yang berada disamping gerobak penjual baso ikan. Ah, melihat itu membuatku ingin membelinya. Tapi sialnya, aku tidak membawa uangku. Tak apa Hyo, setelah bibi keluar kau dapat meminjam uangnya.

“Ah…” desahku lega saat aku sudah duduk dengan posisi yang menurutku paling nyaman. Melipat kaki seraya menaruh kantong – kantong belanjaan itu disamping kiriku.

Ulasan senyumku kembali terlihat saat aku melihat mobil dan motor yang berlalu lalang didepanku. Dan juga, beberapa pasangan yang tengah berjalan ditrotoar seraya bergandengan tangan. Mereka sangat manis.

Aku mengambil ponselku, menghidupkannya dan memandangi wallpaper ponselku yang merupakan fotoku dengan Cho Kyuhyun. Dulu, kurasa kami adalah pasangan kekasih yang paling manis.

Aku berlari sekencang mungkin. Tak peduli dengan peluh yang sudah membasahi sekujur tubuhku. Yang kupedulikan kini adalah keselamatanku, aku tidak ingin mati disini.

            “Hei! Kau! Berhenti!” teriakan – teriakan dari para pria yang berbadan besar itu membuat kecepatan berlariku semakin kutambah. Dulu, saat orang tuaku masih hidup mereka mengajariku bagaimana menjaga diri dan juga membawaku ke tempat les menembak ataupun taekwondo. Ya, mungkin kecepatan berlariku ini adalah efek karena aku sering berolahraga.

 

DOR!

 

            Aku tersungkur saat merasakan timah panas itu menghunus betisku, sakit. Sakit sekali. Aku hanya bisa memejamkan kedua mata dan berdoa didalam hati. Tuhan… aku mohon lindungilah aku! Aku tidak ingin meninggal sekarang, Tuhan!

 

DOR!

 

            Aku mendengar suara tembakan lagi. Tapi mengapa aku tidak merasakan apapun? Apa aku sudah mati? Perlahan kubuka kelopak mataku, semuanya tampak buram. Samar – samar kudengar suara sirine polisi dan ambulance. Dan juga tubuhku seketika menghangat saat aku merasakan ada seseorang yang tengah menyentuh lenganku.

            “Kau tidak apa – apa?” Aku mengerjap. Mencoba tersenyum saat mendengar suara itu, suara Cho Kyuhyun. Pria yang selama ini sudah melindungiku dengan mempertaruhkan nyawanya. “Sam Rin Hyo! Aku sedang bertanya padamu!” bentaknya frustasi.

            “Kk—Kyuhyun-ah!” setelah itu gelap. Aku… tidak bisa mendengar suara apapun.

Waktu itu, adalah hari dimana NIS Korea Selatan menangkap pembunuh orang tuaku yang sudah menjadi buron selama satu tahun. Aku disana berperan sebagai seorang umpan agar pembunuh brengsek itu dapat keluar dari sarangnya. Sebenarnya, awalnya aku tidak menjadi umpan, karena Cho Kyuhyun yang dengan tegas tidak mengizinkanku. Tapi, karena aku sangat ingin menangkap pembunuh itu. Pria itu akhirnya mengizinkanku, walau aku tahu wajahnya sangat menunjukkan jika ia tidak suka aku menjadi umpan.

Walaupun saat itu aku tertembak, tapi aku bersyukur. Karena itu, Cho Kyuhyun dapat menyadari perasaannya. Menyadari jika ia… mencintaiku.

Aku membuka kelopak mataku yang terasa sangat berat. Mengernyit saat menatap design interior ruangan yang begitu asing untukku. Aku mencoba mengingat – ingat apa yang terjadi sebelumnya. Setelah mengingat semuanya, aku baru sadar jika ini adalah rumah sakit. Aku mencoba untuk memeriksa betisku, diperban. Ya, ini adalah rumah sakit. Tuhan… terima kasih kau masih memberikan kesempatan pada hambamu ini untuk hidup.

            Aku mencoba untuk merubah posisi tidurku menjadi duduk, kemudian menoleh kesamping. tersentak saat mendapati Cho Kyuhyun tengah tidur dengan posisi duduk di sofa yang terletak tak jauh dari tempat tidurku. Pakaian pria itu masih kotor, karena sangat terlihat dari bercak darah yang mengotori kemeja putihnya itu.

            Wajah pria itu juga terlihat sangat lelah. Apa aku terlalu merepotkannya? Tapi tidak apa – apa. Aku yakin, pembunuh itu pasti sudah tertangkap. Dan aku? Waktunya untukku menyambung kehidupan normalku kembali-tanpa Cho Kyuhyun. Sial, mengapa membayangkan hidup tanpa pria itu membuatku menangis seperti ini?

            “Eungh” Lenguhan khas dari Cho Kyuhyun itu terdengar. Membuat tubuhku terpaku dan membeku saat kedua mata itu menatapku dengan tajam.  Aku mengerjap, apa ia akan memarahiku lagi?

            Perlahan ia melangkah kearah tempat tidurku. Duduk dibangku kecil yang terletak tepat disebelah kasurku, tatapan matanya masih sama. Begitu tajam dan dingin. “Sekarang kau tahu bagaimana rasanya, kan?” aku mengernyit tak mengerti.

            “Maksudmu?”

            “Kau mengerti bagaimana rasanya berada diujung kematian dan kesakitan, kan?” aku mengatupkan bibirku saat mendengar ucapannya yang menyerupai geraman. Wajahnya seperti sedang menahan sesuatu yang begitu besar. Dan aku tak tahu apa itu.

            “Bukankah sudah kubilang untuk tidak bergabung dalam misi ini, huh?! Sekarang kau lihat apa yang terjadi! Itu karena kau yang sangat keras kepala!!” bentaknya tak tertahankan. Air mataku menetes begitu saja, aku tidak suka dibentak seperti itu, Cho Kyuhyun!!

            “Aku hanya ingin membantu! Mengapa kau selalu mengomeliku, hah?! Kau pikir aku senang kau marahi terus seperti ini? dasar bodoh kau Kyu!! Aku tidak suka kau selalu memarahiku!! Hatiku sakit saat kau menatapku dengan tatapan yang selalu membuatku berpikir jika kau sangat membenciku.”

            “Itu karena kau yang selalu keras kepala, Hyo!”

            “Ck, kau selalu menyalahkanku! Bagaimana bisa aku mencintai pria dingin seperti dirimu?” Aku segera mengatupkan bibirku saat dengan bodohnya menyatakan jika aku mencintainya. Aku dapat melihat ia juga terdiam seraya menatapku dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya, namun aku tidak tahu apa artinya. “A—aku hanya salah bicara tadi. Jangan dipikirkan!” ucapku seraya mencoba menoleh kearah lain, namun tiba – tiba Kyuhyun menahan wajahku dan menciumku. Kedua mataku masih terbuka lebar saat pria itu mencoba untuk melumat bibirku. Perlahan kedua mataku tertutup sempurna, dan membalas ciumannya.

            “Mulai sekarang, kau adalah milik Cho Kyuhyun dan kau tidak boleh melirik pria lain selain aku, mengerti!” ucapnya tegas. Aku mengerjap pelan, otakku masih belum bisa berputar dengan baik.

            “Mm—maksudmu…”

            “Aku juga mencintaimu, Hyo! Sangat mencintaimu hingga rasanya seperti gila. Jadi, apa kau mau menjadi kekasihku?”

Aku tersenyum sendiri saat mengingat hal itu. Sejak itu, aku masih tetap tinggal dirumahnya. Cho Kyuhyun selalu mengatakan dan juga berbuat hal – hal manis padaku. Sangat berbeda dengan perlakuannya sebelum ia menyatakan cinta padaku. Namun, kini sikap dingin itu kembali setelah kami menikah.

“Permisi, apa aku bisa duduk disini?” Aku tersentak dari lamunanku, kemudian dengan ling lung menatap pria yang tengah berdiri disampingku ini. pria itu memakai kemeja yang pas dengan tubuhnya, dan juga kaca mata minus yang membuatnya terlihat seperti pria lugu.

Nde?” Pria itu tersenyum tipis padaku kemudian kembali mengulang pertanyaannya yang tadi. Astaga, apa sudah kukatakan jika pria ini sangat tampan?

“Apa aku bisa duduk disini?”

Eo? tentu. Silahkan…” ujarku seraya menggeser dudukku. Ia masih mempertahankan senyuman tipis itu kemudian duduk disampingku. Situasi ini sangatlah canggung, apa tadi ia melihatku saat tersenyum sendiri? astaga, pasti aku terlihat sangat bodoh.

“Sedang menunggu seseorang?” aku kembali tersentak saat mendengar pertanyaannya. Aku tersenyum kecil kemudian mengangguk pelan.

“Anda?”

“Sama denganmu.” Aku hanya mengangguk mengerti kemudian kembali diam. “Lee Donghae.” Aku melihat uluran tangan itu kemudian menyambutnya dengan kaku.

“Sam Rin Hyo.” Segera aku menarik tanganku kembali. Menatapi jalanan yang tiada sepinya. Sebelum itu, aku sempat melihat pria itu tersenyum padaku. Oh, apakah pria ini tidak sadar jika ia terus menerus tersenyum seperti itu ketampanannya akan bertambah?

“Rin Hyo-ah, berasnya sudah dapat! Ayo kita pulang, aku punya firasat buruk jika Cho Kyuhyun akan datang hari ini.” omelan Bibi Jang itu terdengar seketika, memecahkan keheningan diantara aku dan pria bernama Lee Donghae ini.

eo?! baiklah. Donghae-ssi, aku pamit dulu.” Pria itu mengangguk seraya tersenyum manis.

Ne, hati – hati dijalan.” Aku hanya tersenyum kecil seraya menggandeng Bibi Jang agar segera pergi dari sana. Kantong – kantong itu sudah dibawa oleh Bibi Jang, aku hanya membawa beras saja.

“Pria itu siapa? Kau mengenalnya?” tanya Bibi Jang penuh selidik.

“Aku juga tidak tahu, tadi kami berkenalan. Paling – paling tidak akan bertemu lagi.”

***

Author’s side.

Cho Kyuhyun duduk disofa rumahnya dengan gusar. Pikirannya melayang kemana – mana karena tidak mendapati satu pun orang dirumah. Dibenaknya selalu terbayang istrinya yang sedang diganggu preman, istrinya yang tengah diculik, atau istrinya yang sedang mencoba bunuh diri.

“Argh!!” geramnya saat teleponnya tidak diangkat sama sekali. Ia selalu seperti ini, mengkhawatirkan istrinya hingga hampir gila.

CKLEK

“Pria itu bukan siapa – siapa, bibi!” sayup – sayup Kyuhyun mendengar suara istrinya yang ia yakini tengah kesal. Segera ia beranjak dari tempat duduknya. Sam Rin Hyo harus diberi pelajaran karena telah meninggalkan rumah tanpa seizinnya.

“Tapi, mengapa ia menatapmu dengan pandangan yang… eum, penuh minat?” pertanyaan Bibi Jang itu membuat Kyuhyun tersentak. Pria? Pria siapa?

“Pria mana yang menatap Rin Hyo penuh minat, bibi?” Kedua wanita itu tersentak, bahkan Sam Rin Hyo sampai hampir melompat kaget melihat Cho Kyuhyun sudah berdiri sambil bersendekap diruang tengah apartemennya.

“C—Cho Kyuhyun!” panggilnya terbata. Ia menatap pria yang sangat  ia rindukan itu dengan pandangan sendu, ingin sekali merengkuh pria itu kedalam pelukannya saat ini juga. Tapi, mengapa Kyuhyun harus mendengar semua ini?

Sedangkan, Bibi Jang memijit pelipisnya gusar. Kekhawatirannya sejak tadi benar – benar terjadi. Segera wanita itu mengambil alih beras yang dibawa Sam Rin Hyo kemudian melarikan diri dari sana dengan mengatakan. “Aku akan menata bahan makanan di dapur.”

Sam Rin Hyo menoleh kearah Bibi Jang yang sudah berlari kecil menuju dapur dengan tatapan tak terima. Ia hampir saja membuka mulutnya untuk memanggil Bibi Jang, namun kembali ia katupkan saat mendengar suara Kyuhyun yang terlebih dahulu menginterupsinya.

“Dari mana saja?” Sam Rin Hyo menatap Cho Kyuhyun dengan cepat. Berdehem sebentar untuk sekedar mencoba menghilangkan kegugupannya.

“Super market.” Singkatnya seraya menatap kearah lain.

“Bukankah aku sudah bilang, jangan keluar rumah jika tidak bersamaku! Bahkan kau tidak meminta izin padaku sama sekali.” Sam Rin Hyo membuang napasnya kasar. Cho Kyuhyun sudah keterlaluan, pikirnya. Ia menatap pria yang ia sebut suaminya itu dengan tatapan tajam.

“Aku sangat bosan selalu dirumah sedangkan kau pergi ke Jepang selama satu bulan! Dan izin? Apa aku harus meminta izin padamu? Aku hanya ke super market yang jaraknya bahkan tidak sampai satu kilo meter, Kyu!” tukasnya tajam.

“Tentu saja kau harus meminta izin! Aku ini suamimu!” Bentak Cho Kyuhyun. Sam Rin Hyo tertawa kecut, ia sudah mulai terbiasa dengan bentakkan Kyuhyun. Jika biasanya ia akan terpaku dan diam. Tapi sekarang, ia tidak akan melakukan hal itu lagi.

“Kemana peranmu sebagai suami selama satu bulan ini, hah?” Ujar Rin Hyo begitu sinis. Rahang Cho Kyuhyun mengeras mendengar pertanyaan Sam Rin Hyo yang seolah menamparnya.

“Kau tahu jika aku sedang bekerja, kan?” Rin Hyo tersenyum patah mendengar penuturan Kyuhyun yang sudah berkali – kali pria itu lontarkan.

“Ya, kau memang sedang bertugas. Lebih baik kau sekarang tuntaskan tugasmu itu dulu dan terus menerus meninggalkanku.” Ketus Rin Hyo kemudian berjalan menuju kamarnya. Ia mempercepat langkahnya agar Cho Kyuhyun tidak menahannya lagi. Namun, seperti biasa ia kalah cepat dengan cekalan tangan Kyuhyun dilengannya.

“Berhenti berpikiran dangkal seperti itu, Hyo!” Rin Hyo tersenyum miring, menepis cekalan tangan Cho Kyuhyun kemudian berbalik menatap pria itu dengan sinis.

“Berpikiran dangkal katamu? Keure! Terus saja salahkan aku. Lakukan sesukamu!” tukas Rin Hyo tajam sebelum ia memasuki kamarnya dan menutup pintu itu hingga menimbulkan suara yang cukup keras.

Cho Kyuhyun’s side.

Aku memejamkan kedua mataku saat mendengar suara benturan pintu yang begitu keras. Kupijit pelipisku kemudian duduk disofa kembali dengan gusar. Semua rencana manis yang akan kulakukan padanya seperti hilang diterpa angin. Tidak, aku tidak menginginkan pertengkaran ini.

Alasan mengapa aku tidak pernah menelfonnya saat di Jepang adalah karena aku sangat sibuk. Kepala divisi mempercayaiku untuk memimpin penyelidikan kasus ini. Perdagangan manusia dan pembunuh bayaran, 2 hal itulah yang selama ini dilakukan oleh komplotan buron yang sudah hampir setengah tahun aku selidiki. Komplotan yang selalu menyebut dirinya gold.

Aku juga seringkali merasa bersalah pada Sam Rin Hyo. Jika saja aku tidak terlalu cepat menikahinya, pasti ia tidak akan tersiksa seperti ini. Namun, jika aku tidak cepat – cepat menikahinya waktu itu. Aku yang akan tersiksa.

Ya, memang aku sangat egois. Aku sangat ingin mengikatnya hingga akhirnya menyalahi aturan agent mata – mata yang melarang adanya sebuah ikatan pernikahan. Meskipun memang bukanlah aturan tertulis, namun tetap saja! jika hal itu dilakukan akan berakibat sangat fatal. Tidak, aku tidak akan dipecat hanya karena hal ini. Tapi akibatnya akan lebih besar lagi.

Sewaktu – waktu, aku bisa saja kehilangan Sam Rin Hyo untuk selamanya.

Dengan menjadi istri seorang agent mata – mata sepertiku. Tentu akan ada banyak risiko yang membahayakan keselamatannya. Maka itu, aku mengurungnya dirumah ini dan menyewa seorang pembantu untuk menemaninya.

Aku merasa jika aku adalah pria egois yang brengsek. Aku sadar akan hal itu! Menikahi Sam Rin Hyo karena ketakutan kehilangannya. Dan memenjarakannya dengan posesif. Hal itu yang membuat sikap manisku padanya pudar dengan perlahan.

Karena, pria egois ini merasa tidak pantas untuk menerima sikap manisnya itu.

***

Author’s side.

Sam Rin Hyo mengerjap pelan saat merasakan hangatnya sinar matahari yang menyapu wajahnya. Senyum kecilnya terulas saat orang pertama yang ia lihat adalah wajah damai suaminya, dan juga rengkuhan Cho Kyuhyun yang begitu ia rindukan.

Meski kemarin ia sangat kesal pada Cho Kyuhyun. Jika seperti ini, kekesalan itu rasanya pergi entah kemana. Terganti dengan rasa hangat dan tenang. Hatinya terasa penuh selama Cho Kyuhyun ada disini, merengkuhnya seperti ini.

Kedua matanya membulat saat kedua mata Kyuhyun terbuka. Ia seperti seorang wanita yang ketahuan mengintip seorang pria yang tengah mandi. Cho Kyuhyun menatap istrinya dengan ekspresi tak terbaca. Tangan yang sejak tadi merengkuhnya itu semakin menarik tubuh Sam Rin Hyo hingga memapas jarak diantara mereka.

Kepala Sam Rin Hyo terantuk pada dada bidang Cho Kyuhyun. Senyum kecilnya lagi – lagi terulas saat ia bisa mendengar detak jantung Cho Kyuhyun yang begitu menenangkan. Sedangkan Kyuhyun mengecupi puncak kepala gadis itu berulang kali.

“Selamat pagi, istriku.” Ujarnya dengan nada yang begitu manis. Sedangkan Sam Rin Hyo masih diam, bagaimana pun sekarang ia sedang marah pada Cho Kyuhyun.

Cho Kyuhyun mengangkat dagu Sam Rin Hyo dengan lembut agar gadis itu mau menatapnya. “Kau masih marah, hm?” tanyanya dengan segaris senyuman tipis.

“Menurutmu?” tantang Rin Hyo tak mau kalah. Cho Kyuhyun terkekeh kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Rin Hyo. Mengecup bibir istrinya lama sebelum melumatnya dengan lembut. Sam Rin Hyo memejamkan kedua matanya dan mulai membalas ciuman manis Cho Kyuhyun di pagi hari.

***

“Cho Kyuhyun! Aku ingin ke Namsan…”

Sam Rin Hyo menatap Cho Kyuhyun dengan pandangan penuh harap. Kyuhyun yang tengah membaca Koran harian itu menatap Rin Hyo sebentar sebelum menaruh korannya diatas meja makan kemudian menyesap coklat panas  yang dibuatkan Bibi Jang tadi dengan tenang.

“Cho Kyuhyun!” panggil Sam Rin Hyo lagi, kini dengan nada yang dibuat manja. Kyuhyun menaruh cangkirnya kembali lalu menatap Sam Rin Hyo cukup lama. “Kita ke Namsan, ya? aku sangat bosan dirumah.” Pinta Rin Hyo seraya menangkupkan kedua tangannya. Memandang Cho Kyuhyun dengan pandangan memelas. Akhirnya Cho Kyuhyun mengulas senyumnya lalu mengangguk.

“Benarkah? kau tidak bohong, kan?”

“Tidak. Kau tidak ingin bersiap – siap, hm?” Sam Rin Hyo memekik girang kemudian segera melompat dan berlari kecil menuju kamarnya. Sedangkan, Cho Kyuhyun menatap istrinya itu dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.

***

Sam Rin Hyo mematut diri didepan cermin seraya tersenyum tipis. Cantik, ia terlihat sangat cantik hari ini dengan dress berwarna coklat dan krem sepanjang lutut dan berlengan panjang. Menurutnya, ini adalah pakaian yang paling tepat untuk cuaca cerah seperti ini.

Baru saja ia ingin membuka pintu kamar, namun gerakannya terhenti saat mendengar suara suaminya yang tengah menerima telefon diluar.

“Apa harus sekarang? …. Aish, baiklah! Aku akan kesana!”

Tangannya yang sudah menyentuh kenop pintu itu turun dengan sendirinya. Ia menghembuskan napas berat seraya berjalan mundur selangkah. Pasti suaminya akan meninggalkannya lagi karena pekerjaan, batinnya.

CKLEK

Semua dugaannya terjawab sudah saat Cho Kyuhyun membuka pintu kamarnya. Sedikit terkejut saat menatap Sam Rin Hyo tengah berdiri disana dengan tatapan tajamnya pada Kyuhyun. Sedangkan, Rin Hyo sudah tahu setelah ini Kyuhyun akan berkata apa. Sangat terlihat dari ekspresi wajah pria itu.

“Maaf, ada panggilan mendadak. kita ke Namsan lain kali saja, ya?” Ucap Kyuhyun seraya menatapi penampilan istrinya yang begitu cantik. Dalam hati ia mengumpati telepon Lee Hyuk Jae yang menyuruh dirinya segera ke kantor sekarang juga.

Keure! Tidak apa – apa.” Ujar Sam Rin Hyo kemudian berbalik, berjalan menuju tempat tidur dengan langkah lemahnya. Cho Kyuhyun yang melihat itu sangat terenyuh.

Pasti dia sangat bosan. Bagaimana ini?

“Jika kau ingin ke Namsan, biar aku panggil Bibi Jang untuk menemanimu.” Celetuk Cho Kyuhyun yang tidak tahan dengan sikap Sam Rin Hyo yang tengah duduk ditepi ranjang dengan lemas. Sam Rin Hyo menggeleng pelan.

“Tidak usah.” Singkat Sam Rin Hyo. Jujur, ia kesal dan sudah jengah dengan sikap Cho Kyuhyun yang selalu seperti itu. Cho Kyuhyun menghela napasnya berat, ia berjalan mendekati gadis itu kemudian duduk disampingnya.

“Rin Hyo-ah! Aku mohon kau harus bersabar sedikit lagi. Karena, aku sudah memutuskan sesuatu.” Sam Rin Hyo mengernyit seraya menatap Cho Kyuhyun tak mengerti. Sedangkan pria itu tersenyum kecil menatap istrinya. “Setelah kasus ini selesai, aku akan berhenti dari pekerjaanku dan meneruskan perusahaan appa.”

“Tapi… bukankah kau sangat mencintai pekerjaanmu?” tanya Rin Hyo dengan tatapan bersalah. Ia kini merasa seperti seorang istri yang manja dan egois. Ia tahu, Cho Kyuhyun melakukan itu semua karena ia yang selalu merengek dan mendoktrin Kyuhyun agar terus menerus berada disisinya.

Cho Kyuhyun merapikan rambut istrinya itu, kemudian menangkup salah satu pipi Rin Hyo dengan satu tangan. Ia melemparkan senyuman menenangkan untuk Rin Hyo. “keure! Aku memang sangat mencintai pekerjaanku. Namun, aku lebih mencintaimu daripada pekerjaanku. Rasanya seperti akan mati saat terpisah denganmu selama beberapa waktu. Aku selalu dihantui dengan perasaan khawatir dan bersalah.”

Sam Rin Hyo menatap Cho Kyuhyun dengan sendu, kemudian segera memeluk tubuh suaminya itu dengan erat. Ia menangis sesenggukan disana, ia selalu cepat tersentuh dengan sesuatu. Dan kini, ia begitu tersentuh dengan ucapan Cho Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh kemudian membalas pelukan Sam Rin Hyo dengan lebih erat lagi. “Kenapa menangis?” Sam Rin Hyo menggeleng didalam pelukan Cho Kyuhyun.

molla.” Jawabnya singkat kemudian melepaskan pelukannya. Kyuhyun menangkup kedua pipi Sam Rin Hyo kemudian mencium bibir gadis itu dengan melumatnya lembut.

Kyuhyun melepas tautan bibirnya kemudian mengecup kening Rin Hyo cukup lama. “Apapun yang terjadi, kumohon jangan bosan berdiri disampingku dan tolong percaya padaku. Eo?” Rin Hyo mengangguk 2 kali seperti bocah kemudian tersenyum kecil pada Kyuhyun.

***

Cho Kyuhyun mengambil jasnya kemudian memakainya dengan gerakan elegan. Pekerjaannya sudah selesai, dan ia berniat untuk pulang. Namun, jujur saja ia masih sedikit tidak enak bertemu dengan istrinya saat ini. Terlebih saat Rin Hyo menangis dipelukannya, ia merasa seperti suami yang tidak berguna.

“Kau sudah ingin pulang?” Kyuhyun menoleh kearah pintu ruangannya. Mengangguk kecil saat mendapati Lee Hyuk Jae – lah yang bertanya padanya. “Ck, sekarang masih jam 8 malam. Bagaimana jika kita minum – minum sebentar? Kurasa kau membutuhkan itu.” Tawar Hyuk Jae seraya tersenyum kecil. Cho Kyuhyun terlihat berpikir sejenak kemudian mengangguk mantap.

***

Sam Rin Hyo duduk disofa ruang tengah dengan gelisah. Berkali – kali ia melihat jam dinding kemudian mendesah gusar. Sudah hampir pukul satu pagi, namun Cho Kyuhyun tak kunjung kembali tanpa mengabarinya sama sekali. Ia mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Cho Kyuhyun lagi. Karena sejak tadi teleponnya tak diangkat oleh suaminya.

Baru saja ia akan menekan tombol call, tiba – tiba pintu rumahnya terbuka. Dengan senyuman yang merekah ia berlari kecil menuju pintu. Dahinya mengernyit saat hidungnya menghirup bau wine yang begitu menyeruak. Senyumnya menghilang saat menatap suaminya tengah berjalan sempoyongan dengan dipapah oleh seorang pria yang asing dikedua matanya.

Annyeong haseyo! Kau pasti Sam Rin Hyo, kan? Cho Kyuhyun sudah mabuk berat, jadi bisakah kau mengantarku ke kamar kalian?” Dengan linglung Sam Rin Hyo mengangguk sekali kemudian mengarahkan Hyuk Jae kekamar mereka. Lee Hyuk Jae menaruh Cho Kyuhyun diatas ranjang kemudian menghela napas beratnya.

“Namaku Lee Hyuk Jae, aku rekan kerjanya. Maaf membuatmu menunggu hingga tengah malam seperti ini, tadi aku yang mengajak Cho Kyuhyun minum.” Rin Hyo menatap tubuh suaminya yang tengah meringkuk diatas ranjang seraya menggumamkan namanya, kemudian beralih menatap Lee Hyuk Jae. Tersenyum tipis kemudian mengangguk pelan.

Gwenchana, Lee Hyuk Jae-ssi!” Lee Hyuk Jae ikut tersenyum kemudian membungkuk kecil pada Sam Rin Hyo.

“Kalau begitu, aku pergi dulu. Annyeong higaseyo.”

***

Sam Rin Hyo berjalan pelan menyusuri taman yang tak jauh dari rumahnya dengan langkah lemas. Cho Kyuhyun kembali meninggalkannya demi tugas yang akan ia rampungkan itu. Kini ia pergi ke Macau, entah sampai kapan.

“Huuuh.” Desahan panjang keluar dari bibir tipisnya. Terkadang ia penasaran dengan kasus yang tengah dikerjakan suaminya itu, karena suaminya itu seringkali keluar negeri untuk waktu yang lama.

Kedua kakinya mulai pegal karena sejak tadi ia hanya mengitari taman yang cukup luas ini tanpa tujuan yang jelas. Kepalanya menoleh kesana kemari, mencari kursi yang mungkin dapat ia duduki. Namun, bukan kursi yang ia dapat. Melainkan ia dapat melihat seseorang yang memakai jaket kulit hitam sepanjang lutut, kaca mata hitam dan juga topi hitam seolah tengah mengawasinya dari jauh. Dengan cepat ia mengalihkan pandangannya kearah lain, kemudian berjalan dengan cepat menjauh dari tempat itu. Ia merasa ada sesuatu yang aneh dari pria berjaket hitam itu.

Rin Hyo menoleh kebelakang, lalu semakin mempercepat langkahnya saat mendapati pria itu diam – diam tengah menguntitnya. Jantungnya berdebar cukup kencang, kedua kakinya juga mulai melemah karena gemetar.

Cho Kyuhyun… tolong aku!

TBC-

Advertisements

79 thoughts on “Reincarnation 1

  1. Sepertinya donghae d sini ada d kubu berlawanan dgn kyuhyun ya? feeling q agak jelek ttg dia, entah dia nanti jd org ke 3 d rumah tangga kyuhyun atau malah jd musuh d kerjaan kyuhyun.
    Aq maklum sih dgn sifat over protective nya kyuhyun, secara d sini kan Hyo ini kelemahan kyuhyun.
    tadi pas liat judulnya kirain genre nya fantasi xD d tunggu bgt next chapter nya^^

  2. Eh aku kok agak agak gimana gitu ya ama donghae 😁 agak agak curiga ama diaa..
    Dohh part pertama aja udah bikin penasaran, kereenn .

  3. hallo min saya readers setia…hehe
    gw suka gaya kyu…tp kurang dapet feelnya seakan” hambar tp tdk apa” alurnya oke bnget…god job thor next part….hehe gw nunggu fiction nothing impossible kok belum ada next nya ya thorr hehe di tunggu funfiction” nya…sekian dan terima kasih

    • iyaaaa kita tahu kok dear 😉
      nothingnya masih on going dikerjain sama Ji Eun ._. yaah semoga dia bisa cepet nyelesain soalnya aku juga nungguin banget tuh ff T.T
      disini emang belum ada konflik apapun 🙂 so, stay tunee ^^

  4. feeling aku tentang donghae di cerita ini gak enak …
    kyak nya bakalan jadi org ke3 di rumah tangga kyuhyun rinhyo…

    kyu over protectif sama istrinya sih wajar mengingat kerjaan dia sebagai mata2 gitu …

    trus trus ..
    #kyk emak2 gosip..
    siapa pria yang ngikuti rinhyo ya ??
    penasaran saya …
    hahaha …

    ceritanya keren dan buat penasaran ..

    fighting ne ^^

  5. uwaaahhh baru nemu wp ini!!! heheheh gatau dari sekian banyak ff, tertarik sama ff ini jd yg dibaca ini dulu deh hehehh ceritanya seruuu, writing stylenya jg bagus, jujur aja sih aku gabisa baca ff yg tulisannya ga sesuai kriteria aku hahah karena ini sesuai makanya lanjut dulu yawww

  6. Anyyeong..aku reader baru 😀
    Izin ngubek2 ff disinii yakkk 😀
    Hhmm..krn masih awal crita jd masih agak bingung, yukk let’s go baca klanjutannya

  7. wahhh seru nih.. aku suka genre action kaia gini.. apalagi klo ff genre fantasy.. wahhh fav aku bangedh mah.. author bikin ff genre fantasy dong.. hehe
    cusss langsung part 2..

  8. Keren…
    Ceritanya ttg agen rahasia….
    Kira kira siapa ya yg ngikutin rin hyo? Kadi penasaran thor…..
    Apa donghae saingannya kyuhyun?

  9. Daebak, ngubek-ngubek eh nemu ini blog. Isinya gila bgt keren kayanya, walaupun baru baca 1 tpi ketahihan pengen bca yg lain. Huaaa author jjjang

  10. annyeong thor ijin bca ff y 🙂
    ff bergebre action y wuahh pasti seru tuh, kyuhyun y jdi intel y dan rin hyo y di ikutin sama siapa tuhh sma donghae kahh, soal y tdi aku smpet curiga sma dia kw dia tuhh ad di kubu lawan??
    next part y ijin bca thor

  11. donghae di sini jdi orng jahat?? huftt.. kyuhyun cinta bngt sma rin hyo mka’a smpe kya gth tp klo di pkir” kasian rin hyoo’a jg kya burung di dlm aangkar hihi

  12. Agak gak enak sama feelnya donghae di sini.. 😀
    kek ada serem2 nya gitu.. 😀
    kyuhyun ngerasa bersalah bukannya makin manis malah makin dingin.. 😥
    Semoga rin hyo nya bisa ngerti kyuhyun terus.. kan kyuhyun over protektiv gitu gegara gak mau kejadia di masa lalu terulang..
    ijin baca part selanjutnya eonni.. *bow

  13. hai ~ readers baru,tiba2 menyasarkan diri di sini. suka sama tulisan kamu,rapih ngga bertele tele tapi juga ngga kecepetan alur. pokoknya aku enjoy bacanya.
    waduh dari judulnya ini ntar siapa mati yg idup lagi /? *next baca

  14. T-tunggu..
    Saya curiga disini sama donghae dan hyukjae. Mereka——unpredictable kayaknya, iyakan?
    Pas baca diawal kirain si kyu nya emang gak cinta sama hyo tapi pas tau alasannya ditambah sikap eunhae yang begitu saya jadi ngerti…
    Ah~

  15. Huahhhh… cinta sekali sama ff yg jalan ceritanya begini 😙 satu part yg langsung bikin ketagihan.. ini ada yg di password ya eon partnya? Ntar boleh minta yaaaa 😉

  16. Bolehkan donghae d curigaiii??
    Terlihat mistis soalnyaa..
    Yahh wajar sihh kalo tb2 muncul d dpan supermarket..
    Tp kesannyaa berbedaaa onn..
    Hhee

  17. Kyuhyun pasti ngelakuin itu karena dia mau ngejagain Sam dari kemungkinan bahaya. Kyuhyun kan agent intell. Tapi Sam kira Kyuhyun ngekang dia. Kyuhyun mesti jelasin tuh biar ga salah paham:-) Thanks Unnie:-)

  18. Kyu brsikap posesif trhdp Rinhyo,,krna trllu tkut khilangan,,aplg ad rwyat klrga Rinhyo dbnuh…kmgkinan Rinhyo jg bklan dbnuh… Dtmbh Kyu jg bkrja d badan intell,,otmtis byk musuhnya,,

  19. hai aku reader baru di blog ini. ternyata Kyu punya pekerjaan yang membahayakan agar Rin hyo merasa aman Kyu menjadi protektif dalam menjaga Rin hyo. sayang Rin hyo selalu merasa kecewa Kyu lebih mementingkan pekerjaannya dibanding dirinya. lalu siapa yang mengikuti Rin hyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s