Reincarnation 3

REINCARNATION III

Author : Tsalza Shabrina

Kau percaya keajaiban?

Semua orang pasti pernah merasakan sebuah keajaiban dalam hidupnya.

***

Cho Kyuhyun kembali kerumah dengan hati yang sudah sedikit tenang. Ya, mungkin Sam Rin Hyo benar. Ia sudah keterlaluan padanya. Ia menghela napas panjang, ia harus menyelesaikan semua malam ini. ia tidak ingin memperburuk hubungannya lagi.

Dengan langkah pelan ia memasuki beranda rumah. Dahinya mengerut saat mendapati Bibi Jang tengah berjalan tergopoh menghampirinya. Alisnya terangkat sebelah, jantungnya berdegup saat menatap wajah gusar Bibi Jang dan juga kedua tangan Bibi yang bergulat dibawah sana.

“Ada sesuatu yang terjadi?” Bibi Jang menatap Cho Kyuhyun nanar kemudian menghela napas berat. Firasat Kyuhyun memburuk saat mendengar helaan napas itu. “Aku sedang bertanya padamu, Bibi.” Desakku.

“Sam Rin Hyo pergi. Ia bilang ingin menenangkan diri sebentar, tapi sampai sekarang ia tak kunjung pulang.” Kini jantungnya bukan hanya berdegup kencang, melaikan berdebar hingga membuat sekujur tubuh gemetar. Segera ia mengeluarkan ponselnya, mengetik nomor yang sudah ia hafal diluar kepala itu dengan gerakan yang sangat cepat. Menempelkan benda persegi panjang itu tepat ditelinga kanannya, kemudian mengumpat saat mendengar suara operator disana.

“Bagaimana bisa Bibi membiarkannya pergi begitu saja, huh?!” Bentak Cho Kyuhyun yang sudah dilanda emosi. Bibi Jang mulai terisak, bagaimanapun Sam Rin Hyo sudah ia anggap seperti anak sendiri.

Mianhe, aku sudah menahannya tapi—“ Cho Kyuhyun menggeram lalu menatap Bibi Jang dengan nanar.

“Maaf, Bibi aku sudah membentakmu. Lebih baik kau tunggu disini, aku akan mencarinya.” Bibi Jang mengangguk pelan seraya menghapus air matanya, seiring dengan Cho Kyuhyun yang sudah berlari keluar rumah.

***

“Kita mau kemana?!”

Suara Sam Rin Hyo tercekat saat menanyakan hal itu. Sudah lebih dari 10 menit sejak taksi ini berjalan dan juga selama itu ia masih diam, membaca keadaan. Pria itu adalah pria yang sangat ia kenal. Lee Donghae, satu – satunya teman yang ia miliki. Namun, yang membuat ia berbeda sekarang adalah tatapan malaikat pria itu terganti dengan tatapan iblis yang mengerikan.

“Mengantarmu pada gerbang kematian.” Kedua mata Sam Rin Hyo melebar, berkaca – kaca. Apa mungkin selama ini ia sudah dibodohi?

“Maksudmu? Apa yang kau katakan, Donghae-ah?!” nada itu sudah meninggi seiring dengan tangannya yang menarik bahu Lee Donghae. Sedangkan pria itu mendesis, melirik Sam Rin Hyo tak suka kemudian menepis jemari lentik Rin Hyo yang masih menyentuh bahunya.

“Ck, ck, ck. Sangat mudah memang membuat gadis naif sepertimu mempercayaiku.”

Mwo?!”

***

Cho Kyuhyun mengunjungi sungai han. Mengitari pandangannya disana, berlari seperti gila untuk mencari keberadaan istrinya. Namun ia tak mendapat apa – apa. Napasnya sudah tersengal, baju yang tadinya rapi kini sudah berantakan, rambutnya juga tak tertata, keringat dingin mengucuri pelipis dan dahi, serta kedua mata yang memerah menahan tangis. Begitulah sosok Cho Kyuhyun saat ini.

Ia sudah mengunjungi pantai yang dulu pernah mereka kunjungi, taman dekat rumah, dan juga makam orang tuanya. Semua yang berhubungan dengannya sudah ia kunjungi namun tak ada satu pun yang membantu. Gadis itu, tidak berada disana.

Lee Hyuk Jae, aku butuh bantuanmu! Sekarang, dengarkan aku baik – baik. Tolong lacak dimana istriku, aku benar – benar membutuhkan bantuanmu.” Racau Cho Kyuhyun pada ponselnya dengan nada bicara yang cepat.

MWO?! Nyonya Cho menghilang? Bagaimana bisa?

“Aish, jangan banyak tanya. Cepat lakukan sekarang, kau dikantor kan?”

Oh, oke oke Cho Kyuhyun. Aku akan menghubungimu jika mendapat hasil.

Cho Kyuhyun memutuskan sambungan telepon itu sepihak. Memasukkan kembali ponselnya pada saku mantel kemudian berlari kearah mobil. Entah akan kemana ia nanti, berkeliling dunia sekali pun. Ia harus menemukan Sam Rin Hyo.

***

Sam Rin Hyo menundukkan kepalanya dalam – dalam. Tubuhnya naik turun karena isakan yang sangat kuat itu keluar dari bibirnya. Ia takut, sangat takut.

“Ya! kita sudah sampai!” teguran kasar dari Lee Donghae, membuatnya mengangkat kepala, menoleh kesekitar. Dibelakangnya terlihat bangunan tua khas pedesaan, dan juga hamparan laut yang hitam karena gelapnya malam dibagian depan. Tempat ini sepi, sangat hening. Setelah puas, ia menatap Lee Donghae dengan tatapan tajamnya. Sedangkan, yang ditatap malam menarik salah satu sudut bibirnya membentuk senyuman miring yang terlihat sangat licik. “Wae? Terkejut?” tanya pria itu dengan nada mengejek.

“Sebenarnya kau siapa? Lee Donghae yang kukenal tidak seperti ini!” desis Rin Hyo pada Donghae yang terkekeh pelan.

“Aku Lee Donghae yang sebenarnya. Sedangkan, pria berkaca mata kemarin adalah sisi malaikat dariku.”

“Tch, jadi semua ini sudah direncanakan?”

Donghae mengangguk ringan seraya tersenyum. “Ya, semuanya.” Kedua telapak tangan Sam Rin Hyo mengepal, ingin rasanya ia memukul pria itu.

“Bahkan saat didepan supermarket saat itu?” Lee Donghae mengangguk pelan, tanpa melunturkan senyuman miring menyebalkannya itu. “Kau benar – benar hebat, Lee Donghae. Membohongiku hingga akhir. Kau, jika Cho Kyuhyun tahu mengetahui ini pasti kau—“ racauannya terhenti. Ia ingat sesuatu. Cho Kyuhyun! Ya! ia harus menghubungi pria itu! “Lee Donghae, aku ingin kekamar kecil!” ucapnya tiba – tiba. Alis pria itu terangkat, menatap Rin Hyo penuh curiga. “Aku benar – benar ingin buang air besar. Apa aku harus mengeluarkannya disini?”

“Aish, kau ini merepotkan saja.” ujar Donghae kemudian keluar dari kursi kemudinya. Ia membuka pintu belakang kemudian menarik Rin Hyo dengan kasar, mencengkeram lengan gadis itu agar tidak melarikan diri.

“Jangan mencoba kabur, aku akan menunggu didepan pintu. Kau akan mati jika kabur.” Sam Rin Hyo hanya mengangguk pelan kemudian memasuki kamar mandi. Ia mengunci pintu, kemudian mengambil ponselnya diam – diam.

Yeoboseyo, Kyuhyun-ah.”

***

Cho Kyuhyun mengamati trotoar jalan yang ia lewati dengan jeli. Berharap Sam Rin Hyo tengah berjalan disana, dan akhirnya ia dapat merengkuh tubuh itu kedalam pelukannya. Deringan ponselnya berbunyi nyaring, segera ia menekan alat kecil yang sejak tadi menempel ditelinga kirinya.

Yeoboseyo, Kyuhyun-ah

Kedua matanya melebar saat mendengar suara lirih istrinya. Spontan ia membanting stir kekiri, memarkirkan mobilnya disana kemudian menajamkan pendengarannya. “Sam Rin Hyo?! kau dimana? Aku mohon maafkan aku. Jangan pergi seperti ini.”

Aku sudah memaafkanmu, Cho Kyuhyun. Sekarang, dengarkan aku…

Tolong aku Kyu! Sekarang aku berada didermaga cheonjoo. Kau harus kesini, aku takut. Sangat takut.

 

“Cheonjoo? Untuk apa kau kesana, sayang? Kau tidak tahu daerah sana, kan?”

Tidak ada waktu untuk bercerita. Aku mohon kau kesini dan menolongku, kututup ya! aku sudah terlalu lama dikamar mandi. Aku takut ia curiga.

 

            “Hyo—sebentar. Aku…”

Cho Kyuhyun, suamiku. Mungkin saja ini bisa menjadi percakapan terakhir kita. Aku hanya ingin mengatakan, aku mencintaimu Kyu. Sangat mencintaimu. Dan selamanya akan selalu seperti itu. Maaf jika aku tidak bisa menjaga hubungan kita dengan baik seperti pasangan lain, aku—

 

            Shit! Diam, Hyo! kau membuatku takut. Aku akan kesana sekarang juga, kau tunggu aku disana.”

Cho Kyuhyun memutuskan sambungan telepon lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata – rata. Ia masih di Seoul, dan itu artinya butuh waktu 2 – 3 jam untuk sampai di Cheonjoo. Desa kecil yang mempunyai lautan dan juga seafood yang sangat lezat.

Sam Rin Hyo, istriku. Aku juga mencintaimu, sayang. Mencintaimu hingga rasanya akan mati dengan hanya membayangkan kata – katamu tadi. Percakapan terakhir? Tidak. Aku tidak akan pernah membiarkan percakapan tadi sebagai percakapan terakhir kita. Tunggu aku, Hyo. aku tidak akan terlambat. Aku mohon tunggu sebentar saja.

 

***

 

            Lee Donghae memasukkan tubuh lemas Sam Rin Hyo pada kursi depan, samping kemudi dengan gerakan kasar. Ia menutup pintu itu keras lalu berputar, memasuki pintu kemudi. Duduk disana dalam diam.

“Mengapa kau melakukan ini? apa yang membuatmu melakukan semua ini?” cecar Sam Rin Hyo seraya menatap Donghae tajam.

“Sepertinya suamimu tidak pernah bercerita padamu.”

“Cerita apa?”

“Tentang kasus yang sedang ia tangani sekarang.”

“Apa hubungan dengan kasus yang ia tangani, dan aku.” Lee Donghae melempar kekehan hambarnya.

“Sebenarnya, tidak ada. Hanya saja, kami harus menfaatkanmu untuk melindungi organisasi kami.”

“Organisasi? Organisasi gelap, seperti itu maksudmu?” Donghae menatap Rin Hyo sejenak kemudian tersenyum miring.

“Kau terlalu ingin tahu, nona.”

“Aku harus tahu, karena aku korban disini.”

“Baiklah, lagipula setelah ini kau juga akan mati. Ya kan? kami adalah gold. Kau tahu kan, gold?” Rin Hyo menggeleng pelan, membuat dengusan kesal Donghae keluar.

“Aku tidak mengerti.”

“Kami adalah organisasi gelap, kami melayani perdagangan manusia illegal dan juga pembunuh bayaran.” Kedua mata melebar, tak menyangka dapat berhadapan secara langsung dengan pria yang seperti ini. Dan juga, tak percaya ada seorang mafia yang terlihat begitu tampan. “Kau tidak takut?”

“Sedikit.” Sam Rin Hyo mulai menjawab pertanyaan Donghae dengan jawaban – jawaban singkat. Dalam hati, ia terus menerus berdoa agar Cho Kyuhyun datang dan menyelamatkannya.

“Kau tidak takut mati?”

“Jika memang aku mati sekarang, itu takdirku. Aku percaya takdir.”

“Tch, kau benar – benar wanita yang naif.” Donghae melempar pandangannya kedepan, menatapi hamparan laut yang menghitam dan juga sinar bulan yang berada diatasnya. Bulan purnama. Ia mengangkat tangan kanannya, menatap jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya. “Sudah waktunya.”

Sam Rin Hyo menatap Donghae cepat, kedua matanya membesar. Panik. Ia sedang panik. “Waktunya apa?” suara itu terdengar sedikit bergetar saat menatap senyuman miring Lee Donghae.

“Mengantarmu pada kematian.”

***

Kyuhyun menekan klakson mobilnya dengan kuat dan tak sabar. Ia berkali – kali mengumpat, kedua matanya memerah. Ia kacau. Sangat kacau. Ditambah dengan kemacetan yang terjadi karena ada perbaikan jalan dijalan tol. Benar – benar situasi buruk yang menyebalkan.

Drrrt Drrrt

“Apa?!” bentaknya langsung pada seseorang yang meneleponnya itu.

Kyu, istrimu ada di Cheonjoo dan… kau harus kesini sekarang, Kyu. Ada yang aneh disini.

 

            Cho Kyuhyun terdiam, suara Lee Hyuk Jae yang terdengar begitu aneh itu membuat firasatnya semakin memburuk. Tidak, ia tidak mungkin terlambat.

Istrimu memang berada di Cheonjoo namun aku tak tahu tepatnya dimana. Karena tadi, aku mendapat panggilan jika ada kecelakaan mobil di dermaga Cheonjoo.

 

            Tubuh Cho Kyuhyun menegang seketika. Napasnya tercekat, ia bahkan tidak bernapas selama 1 menit. Dermaga Cheonjoo? Kecelakaan? Apa ia sudah terlambat.

Kyu… kau masih disana? Kau tidak apa – apa?

 

Cho Kyuhyun masih diam. Tak menghiraukan suara khawatir Lee Hyuk Jae yang meracau diseberang sana. Suara klakson yang bersahutan dari belakang mobilnya itu tak mengganggu kegiatannya. Berdiam diri dengan hati hancur seperti ini.

Duk Duk Duk

 

Suara ketukan itu membuatnya menoleh kesamping dengan ling lung. Ada seorang pria paruh baya yang tengah menatapnya tidak suka disana. Dengan kesadaran yang belum terkumpul ia membuka kaca jendela mobilnya.

“Bocah, kau akan berdiam diri seperti ini?! kau sudah menimbulkan kemacetan panjang!” Kyuhyun terdiam sejenak. Menatap jalanan dihadapannya yang sudah lenggang, dan sepi.

“Ah! iya, maafkan aku.” Ia segera sadar jika sejak tadi mobilnya berhenti ditengah jalan. Dengan gerak cepat ia menunduk kearah pria paruh baya itu kemudian menekan gas mobilnya dengan kuat. Melintasi jalan tol dengan hati yang cemas, dan kosong.

***

Suara berisik sirine mobil polisi dan ambulance menyambut kedatangan Cho Kyuhyun di dermaga Cheonjoo. Ia memarkirkan mobilnya asal, kemudian berjalan dengan sedikit terhuyung menuju keramaian yang terlihat menutupi tepi dermaga.

Lee Hyuk Jae yang tengah berbicara serius dengan seorang polisi menoleh tepat kearah Cho Kyuhyun yang berkali – kali hampir terjatuh. Entah itu karena tersandung atau kaki yang melemah. Dengan napas berat, ia menghampiri rekan kerja sekaligus sahabat baiknya ini.

“Kau baik – baik saja?”

“Laporan.” Singkat Kyuhyun seraya memandang sayu pada pagar dermaga yang rusak parah. Dari sini, sebenarnya ia sudah dapat membayangkan apa yang sedang terjadi. Tapi, ia tidak mau mempercayainya begitu saja. Lee Hyuk Jae menatap Cho Kyuhyun nanar kemudian menghela napas pelan, pria itu sedang tidak baik – baik saja.

“Seseorang mencoba bunuh diri dengan cara menabrakkan mobilnya kepagar dermaga dan akhirnya menenggelamkan diri kedalam laut.” Wajah Kyuhyun mengeras. Kembali ia tatap pagar bobrok itu dengan tatapan seperti ditikam pisau. Apa ia sudah terlambat?

“Lalu orang itu? Dimana?” suara Cho Kyuhyun begitu lirih. Hampir tak sanggup untuk mengucapkan sepatah kata. Hyuk Jae menggeleng.

“Karena sudah terlalu larut, Tim pencarian tidak bisa mencarinya sekarang?” Kyuhyun menatap Hyuk Jae dengan penuh emosi. Berarti bisa saja Sam Rin Hyo masih bisa terselamatkan dari dalam sana, iya kan?

“Kalau begitu aku saja yang mencarinya.”

“Cho Kyuhyun, kau jangan gila.”

“Itu istriku, Hyuk. Dia ada didalam sana.” Kedua mata Kyuhyun sudah menitihkan air mata.

Mwo?” Hyuk Jae tak dapat menyembunyikan raut terkejutnya. “Bagaimana bisa?” Cho Kyuhyun memejamkan kedua matanya. Mengusap wajahnya frutasi kemudian berjalan menuju kearah tim pencarian yang tengah berkumpul ditepi dermaga.

“Tidak bisakah kau melakukannya sekarang? Orang itu bisa saja masih hidup, kan?” Salah satu pria yang memakai baju tugas itu menggeleng putus asa.

“Kita tidak akan bisa melihat apapun didalam sana.” Ujarnya.

“Lalu apa kalian akan berdiam diri begitu saja? sementara orang itu berusaha untuk bertahan hidup didalam sana, hah?!” bentak Cho Kyuhyun pada pria – pria itu.

“Sudahlah, Kyu. Tidak mungkin orang itu Sam Rin Hyo.” Lee Donghae mencoba menengahi, namun ia malah mendapat tatapan tajam dari Cho Kyuhyun.

“Kau tidak mengerti, Hyuk.” Desisnya tajam, Lee Hyuk Jae pun hanya diam. Ia tahu, Kyuhyun akan keras kepala jika seperti ini. “Sejak kapan ini terjadi?”

“sekitar 1 jam yang lalu. Dan orang itu tak juga mengapung.”

“Aku tidak mau tahu. Dengan penerangan apapun kau harus—“

“Aku menemukannya!” teriakan itu membuat semua orang yang sedang bersitegang disana menatap kebelakang. Kearah seorang pria yang memakai masker, dan juga memakai pakaian yang sama dengan pakaian pria yang Kyuhyun ajak bicara tadi. Tim pencarian.

Cho Kyuhyun segera berlari ketepi laut, memeriksa seorang wanita yang kulitnya sudah pucat pasih itu berada digendongan pria bermasker itu. Dan dia benar, istrinya. Sam Rin Hyo terbujur kaku disitu.

Pandangan Cho Kyuhyun mengabur, telinganya seolah mendengar suara ngiing yang begitu memekakkan telinga. Suara berisik petugas ambulance yang berbondong – bondong untuk mengangkat tubuh Rin Hyo ketandu dan memasukkannya kedalam ambulance seolah tak terdengar olehnya. Ia sesak namun tidak bisa bernapas. Ia sakit, tapi tak tahu dimana. Ia seperti lupa dimana pijakannya.

“Lakukan CPR!” teriakan salah satu petugas ambulance itu menyadarkan kekalutannya. Ia menatap pintu ambulance yang masih terbuka, berlari memasukinya. Duduk dikursi samping ranjang istrinya yang tengah terpejam dengan wajah pucat.

Pria yang sejak tadi melakukan CPR itu tak bisa membuat kedua mata itu terbuka lagi. Seiring dengan usaha penyelamatan itu, ambulance mulai bergerak. Melesat dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.

Disana, sudah ada seorang dokter yang memakai masker menyambut mereka. Mengambil alih ranjang dorong Sam Rin Hyo. Kyuhyun berlari seraya menggenggam tangan istrinya yang sangat dingin itu. Air matanya telah menetes dalam diam. Hatinya selalu mengumandangkan doa untuk istrinya.

“Tuan, anda hanya boleh mengantar sampai disini.” Kyuhyun menghentikkan langkah gilanya. Mengintip dari balik jendela kecil. Dokter itu tengah melakukan sengatan listrik pada dada gadisnya. Hatinya menjerit perih saat menatap itu.

“50 joule! … Shock!” tubuh Sam Rin Hyo terangkat kemudian turun lagi dengan gerakan cepat.

“200 joule!” ucap dokter itu seraya menggesek – gesekkan 2 sisi pengejut listrik dengan lihai, ia menempatkan keduanya diatas dada Sam Rin Hyo. “Shock!

Detak jantung itu tak kunjung berdetak, dokter itu pun sudah menggeleng putus asa. “Pukul 01.00 dini hari, hari Kamis tanggal 10 juni 2012. Pasien bernama Sam Rin Hyo, meninggal dunia.” Ujar dokter itu kemudian merapikan alat – alat itu lagi.

Cho Kyuhyun yang menatap itu menggeleng frustasi. “Tidak… ini tidak mungkin.” Racaunya terus menerus seperti sebuah mantra. Tanpa pikir panjang, ia membuka pintu ICU. Memegang kedua bahu Sam Rin Hyo yang pucat kemudian menggoyang –goyangkan dengan keras.

“Kau tidak mati, Hyo. kau tidak mati. Bicaralah padaku, kumohon.” Pinta Cho Kyuhyun dengan air mata yang sudah menderai menyedihkan. Ia memeluk gadis itu dengan erat, berharap jantung itu akan kembali berdetak seperti sebuah keajaiban. Namun semakin erat pelukannya, semakin ia sadar bahwa ia sudah kehilangannya. Kehilangan istrinya.

***

Cho Kyuhyun.

 

Aku memasuki kamarku dengan langkah gontai, berkali – kali aku terhuyung karena alasan yang tidak jelas. Kedua kakiku rasanya seperti tak bertulang, tapi berusaha untuk tegak. Dan hatiku, terasa sudah tak penuh lagi.

Suara raung tangis Bibi Jang terdengar sampai digendang telinga. Setelah kuberitahu tadi, ia seperti telah kehilangan anak semata wayangnya. Ya, tentu ia sangat menyayangi Sam Rin Hyo. Dan aku? Aku sangat sangat mencintainya. Menangis? Bahkan aku sudah tidak bisa melakukan hal itu lagi. Hatiku mati rasa.

Rasanya baru tadi ia meneleponku, meminta bantuan dan mengatakan jika ia sangat mencintaiku. Dan sekarang… hah, bahkan aku belum bisa memahami situasi ini dengan cepat. Aku masih terkejut.

“Lee Hyuk Jae?”

YA! kau dimana, huh? Semua orang tengah mencarimu di dermaga.

 

            “Istriku meninggal. Tolong urus persiapan pemakamannya, aku akan datang nanti saat pemakaman.”

Kututup sambungan teleponku dengan lemah. Tidak, bukannya aku tak ingin mengurusinya hingga akhir. Hanya saja, aku masih terkejut. Aku tidak bisa menerima hal ini begitu saja. Aku mencintainya, sangat. Dan tiba – tiba seorang dokter mengatakan jika ia meninggal, tiba – tiba jantungnya berhenti berdegup.

Tolong aku Kyu! Sekarang aku berada didermaga cheonjoo. Kau harus kesini, aku takut. Sangat takut.

 

            Kedua mataku melebar, spontan. Saat itu Sam Rin Hyo meminta tolong dari siapa? Tidak. Istrinya pasti tidak akan bunuh diri begitu saja. Dirumah ada 3 mobil, memang. Tapi semua kuncinya sudah kusimpan ditempat yang kurahasiakan. Ia tidak mungkin memakai mobil dirumah. Lalu, apa arti menceburkan diri kelaut bersama mobilnya?

Aku kembali mengambil ponsel, mencoba menghubungi Lee Hyuk Jae. Namun gerakanku berhenti saat ada notif pesan disana. Ah, kurasa aku belum memeriksanya sejak tadi. Dengan gerakan pelan setengah ragu kubuka pesan itu.

To : Cho Kyuhyun.

Selamat tinggal. Aku sudah tidak kuat lagi hidup didunia ini, mengemban begitu banyak beban sendirian. Maaf, telah banyak merepotkanmu.

 

Dahiku mengernyit. Suara Sam Rin Hyo yang tengah memohon pertolongan dengan suara lirih itu kembali merasuki telingaku. Aku bingung dengan keadaan ini, mengapa ia meminta tolong padaku jika pada akhirnya ia bunuh diri? Pasti ada sesuatu dibalik semua ini.

Aku menatap kebawah, ada sebuah kotak terbuka yang tergeletak disana. Kotak yang tadi memuat beberapa fotoku dengan seorang wanita. Padahal itu adalah foto disaat aku sedang menjalankan peranku sebagai seorang mafia yang doyan perempuan. Tapi mengapa Sam Rin Hyo harus melihat itu semua?

Aku membuang kotak beserta foto – foto itu kedalam tempat sampah dengan kasar. Paket sialan. Dari mana Sam Rin Hyo mendapatkan itu?

Aku mengelus seprai ranjang, masih ada aroma tubuh Sam Rin Hyo disini. Aroma alpukat yang selalu kusukai. Aroma yang selalu kurindukan setiap saat. Denyutan perih dihatiku semakin terasa menyakitkan. Aku masih belum percaya jika Sam Rin Hyo meninggalkanku dengan cara yang seperti ini. Semua ini karenaku, karena ketololanku yang tak bisa menjaga seorang istri dengan baik. Aku yang tidak bisa menahan emosi pada istri yang naif seperti Sam Rin Hyo.

Kuusap wajahku frustasi. Mengamati kesekeliling kamar yang tak berubah sama sekali. Namun, kini rasanya sangat aneh dipandang. Tiap sudut kamar terdapat Sam Rin Hyo yang tengah berjalan kesana kemari, entah itu menyingkap selambu jendela, menata pakaian dialmari, atau sekadar mematut diri didepan cermin.

Aku beranjak, berjalan kearah etalase bening yang berada disamping almari baju. Membukanya sedikit, disana terdapat miniature – miniature tokoh – tokoh kartun yang kusukai. Dan juga miniature tentara – tentara berseragam biru hijau yang terlihat berdiri kokoh, beberapa diantaranya terlihat membidik dengan snipernya.

Aku mengambil salah satu tentara kecil itu. Senyuman kecil yang patah itu terulas dari bibirku, menggenggam tentara itu hingga tenggelam didalam telapak tanganku.

“Ya! Cho Kyuhyun! Untuk apa kau mengoleksi ini semua, huh? Kurang kerjaan saja.”

“Ck, sebaiknya kau diam saja jika tidak mengerti.”

“Bagaimana aku bisa diam? Kau menghabiskan uangmu hanya untuk membeli sesuatu tak berguna seperti ini.” Cho Kyuhyun menghela napasnya kasar, beranjak dari ranjang kemudian menghampiri kekasihnya yang tengah memainkan miniature itu dengan sesekali menabrak – nabrakkannya. Ia berdecak kesal sebelum merampas mainan itu dan mengembalikan ketempatnya.

“Jangan coba – coba menyentuh mereka! Bisa – bisa tangan trouble makermu merusaknya, ara?”

“Aish, apa mereka seberharga itu, huh? Bahkan kekasihmu yang kau cintai saja tak boleh menyentuhnya.” Gerutu Sam Rin Hyo seraya menghentak – hentakkan kedua kakinya menuju ranjang. Duduk disana dengan bersendekap, merajuk. “Kau menjaganya didalam etalase yang mahal, hah! Kau lebih menjaga mainan tak bergunamu itu ketimbang kekasihmu?” ujar Rin Hyo, lagi. sedangkan Cho Kyuhyun mengulum senyum. Kekasih yang cemburu karena mainannya, menggelikan. Ia menghela napas panjangnya kemudian mengambil salah satu tentara kecil disana. Berjalan pelan menghampiri Sam Rin Hyo dan duduk disamping gadis itu.

“Ini!” serunya sambil menyerahkan miniature seorang tentara yang sedang berdiri tegak dan kokoh itu. Dahi Sam Rin Hyo mengernyit, seolah mencoba menerka apa maksud dari Cho Kyuhyun. Karena tak kunjung menemukan jawaban ia kembali menatap Kyuhyun penuh tanya.

“Untuk apa kau memberiku itu? Aku tak membutuhkannya.” Cho Kyuhyun tersenyum manis.

“Jangan pernah berpikiran aku tidak akan menjagamu. Aku adalah tentara pribadimu, yang akan selalu berusaha menjaga dan mempertahankanmu sebisa yang kumampu. Jadi, jika kau perlu bantuan… kau bisa memanggilku dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun keadaannya. Mengerti?”

“Aku tak ingin kau jadi tentara. Biasanya tentara sering meninggalkan keluarganya.”

“Lalu kau ingin aku jadi apa, hm? Suamimu?” Sam Rin Hyo tersentak kemudian senyuman malu – malunya merekah.

“Aku akan bahagia jika kau memenuhi itu.”

“Tch, kalau begitu sekarang simpan ini. calon istriku yang pencemburu.” Ujar Cho Kyuhyun seraya menaruh tentara kecil itu diatas telapak tangan Rin Hyo, kemudian menggenggamkannya didalam tangan kecil kekasihnya itu. Sedangkan Sam Rin Hyo melotot, tak terima dengan ejekan Cho Kyuhyun. Ia mengambil bantal yang tertata diatas ranjang dengan rapi kemudian memukul – mukulkan bantal empuk itu pada badan Kyuhyun yang bisa dijangkaunya.

“Kau bilang apa tadi? Aku pencemburu? Dasar, kau mau cari mati ya?!”

 

“Tch, cerewet.” Gumamku tak terkontrol. Saat itu , kami  masih belum menikah. Dan saat itu pula, Sam Rin Hyo masih dapat dengan mudah terbuka padaku. Bercanda denganku dan bermain – main denganku. Namun, semuanya berubah setelah menikah. Itu juga disebabkan olehku. “Maaf, membuatmu tak nyaman.” Gumamku lagi.

“Cho Kyuhyun! Bibi Jang sudah membuatkan makanan. Untuk apa kau berdiri disana terus?!” tubuhku menegang mendengar suaranya. Suara itu, suara istriku. Kepalaku menoleh kebelakang, terpaku menatap Sam Rin Hyo tengah berdiri dengan rambut terurai, tersenyum manis padaku. Aku membalas senyumannya. Apa aku berhalusinasi? “Ayo, makan!” ujar Rin Hyo dengan nada riangnya lalu menggedikkan kepala kearah meja yang berada didalam kamar. Diatas sana sudah tersaji 2 porsi makanan yang menggiurkan. Mungkin, Bibi Jang meninggalkannya disana sejak tadi. Karena kebiasaan kami yang sering makan malam berdua dikamar.

“Ayo!” ajaknya lagi kini seraya menarik tanganku. Oh tuhan, apa ini? mengapa rasanya begitu nyata? Apa aku mulai gila? Atau apa kecelakaan tadi hanyalah sebuah fiktif yang kurangkai sendiri diotakku?

Persetan dengan kegilaan ini. persetan denganku yang mungkin mulai sakit jiwa. Persetan dengan halusinasi. Aku ingin menikmati waktu ini. diatas sofa, kami duduk berdampingan. Sam Rin Hyo menatap makanan – makanan itu dengan berbinar, sedangkan aku? Tentu lebih memilih menatap paras cantiknya.

“Maaf, aku selalu membuatmu tidak nyaman. Aku memang arogan dan mempunyai ego tinggi. Aku pria seperti itu, tapi kau… selalu sabar menghadapiku. Aku sangat berterima kasih, karena hingga akhir kau masih sempat mengucapkan jika kau sangat mencintaiku. Ketahuilah, Hyo… aku juga. Aku juga sangat mencintaimu, mungkin melebihi rasa cintamu. Jadi, tolong jangan kendurkan kedekatan ini. jangan! Mengerti?” Racauan ini keluar begitu saja dari mulutku. Sam Rin Hyo menatapku dengan senyuman menenangkan, menangkup wajahku kemudian mengusapkan ibu jarinya pada kedua pipiku dengan lembut. Sungguh, rasanya hatiku sangat penuh.

“Kau juga harus tahu, aku selalu nyaman berada didekatmu Kyu. Jangan pernah berpikiran seperti itu, lagi! sekarang, lebih baik kita makan. Eo?” seperti bocah, aku mengangguk pelan. Mengambil sumpit dan mulai makan. Kedua mataku tak lepas dari Sam Rin Hyo yang juga tengah memakan makanannya dengan lahap. Bibi Jang memasak samgyetag malam ini. sangat pas dengan hawa dingin yang mendera.

Aku menyumpit selembar nori, menaruhnya diatas mangkuk Rin Hyo. “Bungkus dengan ini, rasanya akan lebih enak.” Ucapku, lalu mengangkat kepala lagi. kedua mataku berkedip cepat. Sam Rin Hyo sudah tidak ada. Seolah tertampar keras, kini aku tersadar. Aku benar – benar berhalusinasi tadi.

Kutatap mangkuk yang masih berisi penuh dengan nasi dan juga nori diatasnya. Lalu sofa disampingku yang sudah kosong. Aku menaruh sumpitku dengan lemah. Hatiku yang tadinya sudah mulai penuh, kini berangsur – angsur mengosong. Denyutan perih yang tadinya mulai menghilang, kini kembali lagi. seperti ditikam pisau. Air mata yang sejak tadi tak keluar, pun terjatuh dengan sendirinya. menderas hingga disertai isakan menyedihkan.

Aku sudah benar – benar kehilangannya. Tidak, ini bukanlah mimpi. Aku… benar – benar kehilangan Sam Rin Hyo. Istriku yang cerewet. Gadis kekanakan yang sangat mencintaiku. Dan juga… satu – satunya wanita yang kucintai didunia ini.

Dia hilang.

TBC-

Hello!!! 🙂 makasih yaaa buat semua yang sudah ngeramein blog yang nggak seberapa ini :” kalian hebaat (y)

Dipart selanjutnya actionnya baru dimulai yaaa 😉 so, patengin terussss ^^

Dont be silent readers ^^ BHAY!!

Advertisements

65 thoughts on “Reincarnation 3

  1. Dapat notif email dari wp ini, yeaaii 😁😁
    Hyo meninggal ? Apa nanti dia akan bereinkarnasi ? Sesuai judulnya kan 😁

    Tuhkan bener, donghae cuma memakai topeng. Ck !

    Apa alurnya gak kecepetan ya ? Aku rasa sih iya 😁 atau emang sengaja alurnya di percepat ? Yang pasti cerita ini bikin deg degan ..

    Semoga kyu dapat mengungkap kejadian sebenarnya, dan dapat meringkus para mafia2 ituu, hhh sayang banget sebenarnya donghae yg gantengnya pake banget itu dijadiin mafia. Hhehee ^^
    Fighting !!

  2. Yaa ampun gag nyangka rin hyo meninggal scepat itu,,
    Dr judulnya apa nanti ada sosok yang mirip sama rin hyo yaa ?? Renkarnasi gituuhh..
    Hadeh..gag sabaran pengen baca selanjutnya,
    Masih penasaran sm cowok yang makan snack itu siapa sihh, penasaran tingkat akut nehh
    Haaahaa

  3. donghaeeeeee…..
    kau jahat …
    bagaimana mungkin kau lakukan itu ….
    nappeun…

    sam rin hyo ..
    astaga … kau meninggal ?? benarkah ?? secepat itu ??
    Apakah kau nanti akan reinkarnasi ??

    kyu~ya …
    sabar eo …
    segalanya akan baik2 saja …
    tenang jja author nya akan menuliskan cerita yang indah untukmu .. arraseo …

    next part ku tunggu ya …
    fighting ne ^^…

  4. sebenernya tuh bertanya2 reincarnationnya tuh di sebelah mananya hahah ternyata rinhyonya meninggal? duhhhh trs kyuhyun gimana nanti? aaahh seneng bgt baru selese baca contrast eh taunya udah keluar chapter 3nya hehehehe ditunggu selalu lanjutannyaaaa xD

  5. Hai ka .. aku … nangis . . tapi pas yg kyuhyun halusinasi itu aku kira dia beneran liat RinHyo aku kira itu udh ada reincarnation nya /? kk ternyata salahh .. lanjut terus ya ka semangattttt ^^ Eh bentar Dongek nya kemana /?

  6. kenapa dugaan ku jd kenyataan semua thor.. ga nyangka ternyata donghae disini jd antagonisnya.. kirain cuma jd org ketiga aja.. ahhh ga terima gw rin hyo nya meninggal.. kasian kyuhyun nya apalagi wktu dia halusinasi.. huhuhuhu mewek deh
    sekarang baru dapat pencerahan kenapa judulnya reincarnation.. beneran penasaran ma lanjutannya.. cepetan d lanjut y thor.. wlwpun author mw marah karna reader cerewet satu ni.. aku ga peduli pokoknya cepetan di lanjut y thor.. jangan lama2 aku bener2 penasaran thor..

  7. alurnya kecepetan thor.
    Dan WHAT?! Hyo mati?!

    Apa nanti jangan2 ada yg mirip sama rin hyo, mangkanya judul ff ini rencarnation?

    Ini baru part 3, dan kayanya ga mungkin selesai secepat ini. Aku masih ada tanda tanya besar

    oh ya thor, misal kalo mau flashbak, kasih tanda, kaya kalimatnya di bolt atau kasih tulisan flashback, biar ga bingung readers bacanya

  8. bnarkah rin hyi y udh meninggal??
    aduh makin penasaran ap yg terjadi sma dia sebenar y, kasian sma kyu dia paati sangat menyesal karna tidak bisa dtang tpat waktu..bner kan dugaan ku donghae y tuhh ad di kubu lawan..oke next part y ad adegan action y ijin bca thor

  9. Nah lho bener kan..kasian bgt rinhyo..authornya pinter bgt neh..aq lanjut dlu ya thor..penasaran yang meninggal beneran rinhyo apa bukan..biasanya kan author penuh kejutan hehehe..semangat thor,lanjut…yeay!!!

  10. Uaaaaaaaaaaaaaaa jgn mati hyo nya 😀 donghae mah nyulik nya belum handal masa ngebiarin ajah hyo izin ke kamar kecil kl di film 2 yg aku tonton penculik mah ghak akan ngebiarin korban pergi meski selangkah pun:D wkkwkwkwkwkwkwkw lucu eonnniiiiii:D lanjutan nya jgn lama lama yah eonnniiiiii hehhehe:D

  11. author sukses bkin aq nangis 😥
    reincarnation 🙂 di khidupan slnjutnya .reka bkal di persatuin lg mungkin dngn lebih baik.. emang menyedihk. khilngan orng yg kita cntai :’)

  12. Huwooooohhhhhh kereeennnn… makinn penasaraaan sm ceritanyaaaa >.< agak menyayangkan knp rin hyo meninggal.. tp setelah dpikir2 mgkn klo rin hyo ga meninggal jdul ff nya bkn reincarnation lg yaa.. kkkk~. Mareeh lanjooottttt… kkkk~

  13. Aku nangis bombay bacanya. Rin hyo meninggal, astagaa apa nnti dia ada reinkarnasinya.
    Rasanya gk rela rin hyo meninggal.
    Kebayang sedihnya kyu waktu halusinasi di meja makan..

  14. benarkah rin hyo meninggal?
    Bagaimana bisa dia tercebur ke laut?
    Atau ini hny siasat donghae? Apa bener2 ini kenyataannya kalo rin hyo sudah meninggal?

  15. Ya tuhan donghae jahat bgt.. ;'( emang gak bisa yaa bals dendam sama kyuhyunnya aja langsung tanpa perantara kek gitu.. -..-
    Rin hyo nya meninggal.. 😥
    Huaa nyesek bgt las baca bagian ini..
    kyuhyun harus balas perbuatan donghae..

  16. Dongheee kefretoss.. jahatt pooll hihj..
    Ahh onn.. kasian kyuu… hrus kehilangann rinhyo selamanyaa..
    Btw apaa nnt rinhyo muncul jd org lain ya? Sesuai dengan judulnyaa? Ehh bner gk sih?? Hhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s