Reincarnation 5

REINCARNATION V

 

Author : Tsalza Shabrina

Semakin kau menjauh.

Semakin pula aku menyadarinya.

***

Cho Kyuhyun duduk diruang kerja rumahnya dengan gusar. Kedua matanya menelisik tulisan – tulisan dari kertas yang berserakan diatas meja kerjanya. Hembusan napasnya berkali – kali keluar dengan gusar. Syukurlah ia hanya memakai kaus oblong dan juga celana pendek, jika tidak pasti pakaiannya sudah tidak rapi dan kusut, sekusut wajahnya saat ini.

“Sampai kapan kau akan mengacangiku seperti ini?” gerutu Lee Hyuk Jae yang sudah sejak tadi diam duduk disofa ruang kerja rumahnya dengan meminum kopi yang ia dapatkan dari Bibi Jang.

“Bukankah tadi sudah kusuruh untuk melapor?” balas Kyuhyun tanpa berniat menoleh kearah Lee Hyuk Jae yang tengah memutar bola matanya malas.

“Ya, dan pastinya kau tidak akan mengerti apa yang kukatakan.” Sindir Hyuk Jae, karena jika Kyuhyun sudah terfokus pada sesuatu yang berhubungan dengan istrinya. Ia tidak akan fokus pada apapun lagi. Itulah kelemahan Cho Kyuhyun, istrinya.

Cho Kyuhyun memilih untuk tersenyum miring membalas sindiran itu. “Kau mencari bukti seperti apapun, tidak akan kau temukan.” Nasihat Hyuk Jae yang sudah jengah melihat Kyuhyun yang selalu melewatkan makannya, melewatkan kewajibannya sebagai agen intell, karena mencari bukti – bukti kuat untuk mengungkap kasus istrinya. Ia sudah gila, pikir Hyuk Jae.

“Nanti jika aku benar – benar putus asa, aku akan berhenti. Jadi tenang saja.” Hyuk Jae tertawa kecut mendengar jawaban Kyuhyun yang sangat omong kosong. Ia menyeruput sedikit kopi, sekadar membasahi tenggorokannya yang tiba – tiba mengering.

“Kau tahu, mengapa kepala divisi yang dulu menghentikkan niatan gilamu itu?” Cho Kyuhyun menghentikkan gerakannya yang hendak membuka lembaran lagi. Mengangkat kepalanya, menatap Hyuk Jae dengan tatapan penuh tanya.

“Ia hanya ingin melindungimu. Semua bukti mengarah pada kasus bunuh diri. Bukan pembunuhan.”

“Tapi, Hyuk… kau tahu sendiri kan jika Sam Rin Hyo meneleponku malam – malam. Bahkan aku mempunyai history-nya.”

“Ya, kau punya bukti jika Sam Rin Hyo meneleponmu waktu itu. tapi, kau tidak punya bukti tentang apa yang kau bicarakan disana.”

“Ck, itu karena aku terlalu kalut hingga lupa merekamnya. Kau tahu, kan?”

“Aku tahu. Tapi para hakim tidak mau tahu.”

“…”

“Sam Rin Hyo meminjam mobil dipersewaan mobil dekat dermaga Cheonjoo lalu menabrakkannya dipagar dermaga hingga tenggelam. Lalu pesan yang ia kirim diponselmu, ditambah dengan tidak ada orang lain yang ditemukan disana selain Sam Rin Hyo. dengan semua bukti itu, kau memaksa kehendakmu untuk mencari pembunuhnya? Itu sama saja dengan mementingkan kepentingan pribadi.” Cho Kyuhyun diam, terlihat seperti sedang berpikir keras. Namun tiba – tiba kedua mata pria itu terbuka lebar.

“Bukankah ini aneh? Untuk apa Sam Rin Hyo jauh – jauh meminjam mobil di Cheonjoo sedangkan rumahnya di Cheondamdong?”

“Ah, itu aku tidak tahu. Tapi, kau juga ingatkan, saat kita memeriksa data – data penumpang taksi? Ada sebuah taksi yang dipesan oleh Sam Rin Hyo dengan tujuan dermaga Cheonjoo?”

Cho Kyuhyun kembali diam. Ini semua membuatnya bingung. Apalagi ditambah oleh pertemuannya tempo hari dengan Jennifer, seseorang yang ia yakin itu adalah Sam Rin Hyo. Ia bisa merasakan tubuh itu pas didalam tubuhnya, ia bisa mendengar detakan jantung yang sangat familiar untuknya. Dan juga bau alpukat, ia masih bisa mencium harum itu.

Tapi, bagaimana bisa ia mengenal seseorang yang bernama Shin Ji Eun itu? pikirnya. Ia seperti pernah melihat wajah itu sebelumnya, tapi ia juga tak yakin dimana.

“Kemarin, aku bertemu dengan Sam Rin Hyo.” Hyuk Jae hampir saja menyemburkan kopi yang berada didalam mulutnya begitu saja. Menatap Cho Kyuhyun dengan kedua mata melotot dan bibir terbuka sedikit.

“Kau… tidak sedang gila, kan?”Kyuhyun memejamkan kedua mata frustasi. Mengambil beberapa foto yang diambil bawahannya kemudian berjalan menghampiri Hyuk Jae.

“Ini! lihat saja sendiri, 2 hari yang lalu aku bertemu dengannya. Dan akhirnya aku menyuruh bawahanku untuk mengikutinya.” Lee Hyuk Jae menyambar lembaran foto itu dengan cepat, kedua matanya melebar tak percaya saat menatap gadis yang benar – benar terlihat seperti Sam Rin Hyo.

“Tidak mungkin.” Gumamnya. Kyuhyun duduk disofa seberang Hyuk Jae seraya menatap salah satu foto. Disetiap foto yang diambil oleh bawahannya sebagian besar selalu ada seorang gadis lain disana, gadis yang juga ia temui di supermarket. Ji Eun, ia masih ingat nama itu. namun yang menjadi pertanyaannya adalah, selama ini Sam Rin Hyo tidak pernah mempunyai teman yang bernama Ji Eun. Jika ia benar – benar Sam Rin Hyo, lalu siapa Ji Eun?

“Dia sepertinya amnesia, ia berkata namanya Jennifer. Katanya ia sudah lama tinggal di New York dan baru pulang 2 minggu yang lalu. bukankah itu aneh? Mengapa Sam Rin Hyo bisa mengatakan itu semua jika ia benar – benar Sam Rin Hyo?” Tangan Lee Hyuk Jae terkulai lemas saat mendengar ucapan Cho Kyuhyun yang mematahkan harapannya.

“Mungkin ia memang bukan Sam Rin Hyo, Kyu.” Ujar Hyuk Jae dengan nada mengingatkan. Kyuhyun menatap Hyuk Jae tajam lalu menggeleng keras.

Ani. Aku sudah memastikannya, detak jantung itu… itu milik Sam Rin Hyo. coba lihat lagi wajahnya, dia benar – benar Sam Rin Hyo.” Hyuk Jae kembali mengamati foto itu, ia menatap sebentar foto itu dengan pandangan sendu. Namun pandangan itu berubah saat melihat gadis yang terlihat dekat dengan Rin Hyo.

“Gadis ini…” desisnya spontan. Kyuhyun mengernyit, melongok kearah foto yang dibawa Hyuk Jae. Alisnya terangkat sebelah.

“Kau tahu dia?” Hyuk Jae menggerak – gerakkan bola matanya tak tentu arah, seperti sedang mengingat – ingat sesuatu.

Untuk pemakamannya, pihak keluarga atau rumah sakit yang mengurus?”

Suara meneduhkan seorang suster yang ditemuinya di rumah sakit, terdengar digendang telinga. Kedua matanya melebar sedikit, begitupun bibirnya. “Kau tahu sesuatu?” tanya Kyuhyun tak sabar.

“Gadis ini… dia, suster yang kutemui saat dirumah sakit. Ia yang mengurus Sam Rin Hyo saat itu.”

Mwo?”

“Dia bertanya padaku tentang siapa yang akan mengurus pemakaman pasien. Dan aku jawab rumah sakit, Karena waktu itu kau tidak mau mengurusnya.” Bibir Kyuhyun mengeluarkan umpatan – umpatan kecil, kedua telapak tangannya mengusap wajahnya frustasi hingga membuat tatanan rambutnya berantakan.

“Tidak, istriku tidak dibunuh. Tapi dia… belum mati.”

***

Sam Rin Hyo mengambil belati kecil yang selalu tersimpan disepatu boot-nya. Kemudian mengambil pistol yang berada dipahanya. Ia memakai rok panjang yang mempunyai belahan panjang, untuk sekadar berjaga dan menyimpan senjata – senjatanya.

“Hai!” sapa Rin Hyo seraya tersenyum pada seorang pria yang tengah ditali diatas ranjang besi yang dingin. “Aku ingin bertanya sesuatu padamu, hanya bertanya satu pertanyaan saja. tidak apa – apa?” Pria yang ditali itu menampakkan wajah sok beraninya yang menjengkelkan. Raut wajah menantangnya berbeda jauh dengan tangan dan kakinya yang gemetar.

“Diam berarti iya.” Ujar Rin Hyo lagi seraya memainkan senjata – senjatanya. “Siapa pria bermantel coklat?”

“Aku tidak mengerti maksudmu.”

“Cish, apa sekarang raid ingin main – main dengan gold? Oh, mulai berani?”

“Kau bilang apa, huh? Raid tidak ada hubungannya dengan pria bermantel coklat!”

“Ya, ya, ya. kau bisa melanjutkan omong kosongmu itu nanti, setelah mati. Oke?”

“Aku sudah bilang aku tidak pernah tahu tentang pria bermantel coklat! Raid tidak ada hubungannya!”

“Tak ada gunanya! Sekarang kau pilih tangan kanan atau tangan kiri?” dahi pria itu mengernyit. “Jawab saja!” desak Sam Rin Hyo dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya.

“Ki—kiri.” Rin Hyo mengangkat tangan kirinya, menampakkan sebuah belati tajam yang siap menghunus siapa saja. Pria itu bergedik ngeri, berbeda dengan Sam Rin Hyo yang tampak berbinar kesenangan.

“Hah, aku sedang ingin main – main dengan benda ini. pilihan yang bagus, tuan!” Pria itu semakin ngeri melihat wajah penuh binar Sam Rin Hyo. tangan gadis itu sudah mengarah pada bagian bawah mata pria itu. “Siapa pria bermantel coklat?” tanyanya lagi.

“Aku tidak—argghh!!!” teriakan pria itu terdengar sangat keras seiring dengan goresan yang Rin Hyo bentuk disana.

“Kau yang bisa menghentikannya, tuan.” Bisik gadis itu kemudian menempatkan ujung belatinya pada dahi pria itu. sayatan pertama, dimulai.

***

Sam Rin Hyo keluar dari scream pain room dengan langkah ringannya. Ia mengelapi belati penuh darah itu dengan tissue tanpa menatap kedepan. Hingga suara tepukan tangan dari banyak orang menyadarkannya.

“Kerja bagus, Jennifer!” ujar suara berat Lee Donghwa seraya berjalan mendekat pada Sam Rin Hyo yang mengulas senyuman tipisnya. Ia melihat kebelakang tubuh Donghwa, menatap Shin Ji Eun dan Lee Kikwang yang tengah mengacungkan 2 jempol mereka. Namun tidak dengan Lee Donghae, pria itu hanya tersenyum tipis. Kentara jika sangat dipaksakan. “Ini adalah kali pertama untukmu memasuki scream pain room. Dan kau berhasil!” Sam Rin Hyo kembali menatap Lee Donghwa kemudian tersenyum kecil pada pria itu. Scream Pain Room adalah sebutan untuk ruangan introgasi Gold. Mengapa disebut begitu? Karena yang memasukinya pasti akan berteriak kesakitan.

“Terima kasih, oppa!” Lee Donghwa mengangguk – angguk kemudian menepuk bahu kanan Rin Hyo sebelum beranjak dari sana. Seperginya Lee Donghwa, Ji Eun dan Kikwang menghampiri gadis yang sudah seperti saudaranya sendiri itu dengan merangkulnya. Membuat tubuh kecil gadis itu terapit oleh sepasang suami istri yang tengah berada dikanan dan kirinya ini.

“Karena ini keberhasilan pertamamu, kau tidak berpikir untuk mentraktir kami sesuatu?” Tanya Kikwang dengan senyuman miringnya.

“Ck, seharusnya kau yang mentraktirku, oppa! Bukankah hari ini hari jadi kalian yang ke 4 , hm?” Shin Ji Eun melirik Kikwang sejenak kemudian mengangkat bahunya acuh. Memang hari ini adalah tahun ke-4 mereka melangsungkan pernikahan. Namun, tak ada yang special dari itu. Mereka pasangan yang tidak suka dengan hal – hal yang membuang waktu seperti merayakan hari jadi atau semacamnya. Mereka romantis dengan cara mereka sendiri.

“Aish, sudahlah! Traktir saja kami, oke?!” Sam Rin Hyo menghembus napas beratnya mendengar pintaan Shin Ji Eun.

“Baiklah, Hae! Kau ikut kan?” Tanya Sam Rin Hyo semangat pada Lee Donghae yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Ide bagus!”

***

Cho Kyuhyun menutup map-nya. Kertas – kertas yang berhamburan diatas meja kerja hingga ada beberapa yang terjatuh kelantai itu ia punguti dan kumpulkan. Ia tata serapi mungkin, dan menaruhnya dibawah map merah yang tadi baru saja ia baca isinya.

Tadi sore anak buahnya menemukan seorang pria yang sudah sekarat dengan banyak goresan luka disekujur tubuhnya meringkuk ditrotoar pinggiran kota Seoul. Sebuah desa yang tertinggal dan sangat sunyi.

Hasil dari introgasi itu tak banyak. Namun mampu membuat Cho Kyuhyun kesal. Pria itu mengaku jika ia berasal dari komplotan mafia raid, dan ia juga mengatakan jika yang melakukan perbuatan sadis pada dirinya adalah Gold. Seorang gadis baru yang tak pernah ia lihat dikomplotan mafia itu. Namun, belum selesai pria itu bercerita. Ia mati.

“Seorang gadis baru?” Kyuhyun menghembuskan napas kasarnya. “Jika saja waktu itu aku menangkap Lee Donghwa! Pasti tidak akan serumit ini!” geramnya, setelah itu ia menatap pigora foto yang menampakkan foto istrinya yang sedang tersenyum lebar. “Tapi, jika saja aku menangkap Lee Donghwa! aku tidak akan bisa mengenalmu, Hyo.”

Flashback.

 

Halo? Apa ini polisi? ada seorang pria memakai masker tengah menyekap orang tuaku. Di—dia menyebut kata Gold. Ku—kumohon kirim beberapa orang kesini.

 

            Gold?! Tunggu sebentar saya sambungkan dengan NIS, saya mohon anda bersembunyi ditempat aman dan jangan tutup teleponnya.”

Nn—ne.

           

“Halo? Cho Kyuhyun imnida. Ada yang bisa saya bantu?”

Ada seorang pria bermasker sedang menyekap orang tuaku. Ia menyebut kata Gold berkali – kali, namun aku tak mendengarnya dengan jelas. Bisakan kalian menolong kami? Cheondamdong 571. Kumohon to—tolong kami!

 

Gold?! Baik, kami akan kesana secepatnya. Sekarang saya akan menut—“

Ani. Jangan ditutup! Kumohon, tuan Cho Kyuhyun. Aku sangat takut! Hiks… tolong.

 

“Baik. Tidak akan saya tutup sekarang anda harus tenang.”

Cho Kyuhyun memasang headseat kecilnya ditelinga kanan kemudian ia segera melapor pada atasannya jika ada kasus rencana pembunuhan yang terjadi dan juga terlibatnya Gold didalamnya.

Anggota divisi intelligent Korea Selatan segera bergerak menuju lokasi dengan dipandu Cho Kyuhyun yang berada didalam mobil yang sama dengan kepala divisi.

Tuan Cho Kyuhyun? Kau masih disana? Aku mohon cepat kesini! aku mendengar suara ibuku menjerit. Aku benar – benar takut.

 

“Tenanglah nona. Siapa namamu?”

Sam Rin Hyo.

 

“Baik, Sam Rin Hyo-ssi! Sekarang kami sedang dalam perjalanan menuju rumahmu. Dengarkan aku, ambil napasmu dua kali dan hembuskan secara perlahan. Lakukan itu berkali – kali hingga kau merasa rileks.”

Ne, aku mengerti.

“Apa pekerjaan orang tuamu?” Tanya Cho Kyuhyun, mencoba mengalihkan rasa takut gadis yang bernama Sam Rin Hyo itu dengan pertanyaan – pertanyaan ringannya. Selagi ia yang tengah menyetir mobil menuju TKP. Diikuti dengan beberapa mobil kepolisian dibelakangnya.

Ayahku seorang pemimpin perusahaan dan ibuku hanya ibu rumah tangga.

ARGHH!!

Tuan? Kau mendengarnya, kan? Kini ayahku yang menjerit. Apa yang harus kulakukan?! Hiks… aku benar – benar takut. Aku tidak bisa hanya berdiam diri didalam lemari ini saja. Aku tidak bisa.

 

“Dengar! Kami hampir sampai dirumahmu, sengaja tidak menyalakan sirine karena pria bermasker yang menyekap orang tuamu itu bukanlah orang sembarangan. Jadi, lebih baik kau tetap bersembunyi dan jangan sampai orang itu melihatmu! Mengerti?”

Ne.

Sam Rin Hyo tak memutuskan sambungan telepon. Perlahan ia keluar dari almari kamarnya. Menelisik tiap sudut kamarnya untuk mencari sesuatu yang berfungsi untuk melukai seseorang. Persetan dengan NIS atau pun polisi – polisi yang sangat lama itu! ia ingin mengakhiri penderitaan orang tuanya sendiri. Sekarang. Atau tidak sama sekali.

Ia menyambar sebuah gunting besar dan membuka pintu kamarnya pelan. Berjalan dengan langkah berjinjit menuju sumber suara yang semakin dekat padanya.

“Kau berjanji pada Gold jika kau akan mengembalikan satu milyar dollar minggu lalu. Kami sudah memberimu keringanan, dan ternyata kau semakin berulah dengan mencuri 2 ton obat – obatan terlarang dari penyelundupan tanggal satu juni lalu. Kau benar – benar cari mati, ya?!” suara pria itu tak terdengar begitu jelas ditelinga Sam Rin Hyo karena masker yang menutupi mulutnya.

“Untuk pencurian itu, bukan aku pelakunya! Aku berani bersumpah demi nyawaku! Bukan aku yang melakukannya!!” Ayah Rin Hyo mulai menangis dan mengkhawatirkan anaknya yang masih berada didalam. Sedangkan Ibu Rin Hyo sudah tak kuasa menahan raungan tangisnya.

Aku sudah muak mendengar suaranya! Bunuh-dia-sekarang-juga!

 

Suara Lee Donghwa yang tengah berdiri diluar rumah seraya mengawasi Donghae itu terdengar penuh penekanan keluar dari alat kecil yang menempel ditelinga kanan Lee Donghae. Membuat pria yang sebenarnya sengaja mengulur waktu itu memejamkan mata frustasi. Mengacungkan pistolnya tepat pada wajah pria paruh baya itu.

DOR… DOR… DOR…DOR

 

            Empat suara letupan senjata itu menumbangkan sepasang suami istri itu dengan cepat. Secepat kedipan mata. Sam Rin Hyo yang menatapnya dengan kedua mata kepalanya sendiri, ambruk diatas lantai. Ia menatap darah yang mengucur dari dada kedua orang tuanya itu dengan nanar.

Lee Donghae yang menyadari itu menatap Sam Rin Hyo dengan kedua mata bersalahnya. Ia mengepalkan kedua tangan, mengumpati diri sendiri karena sudah membuat kedua mata indah gadis yang sangat ia cintai itu mengeluarkan air mata.

Bunuh dia juga, Lee Donghae!!

 

Donghae masih tak bergeming, hanya menatapi Sam Rin Hyo yang tengah berjalan terseok menuju tubuh kaku orang tuanya. Memeluk orang tuanya itu dengan erat hingga bajunya berlumuran darah. Tapi, kakaknya sedang mengawasinya! Dan ia harus menyingkirkan gadis ini juga. Perlahan ia mengacungkan pistolnya lagi kearah tubuh Sam Rin Hyo yang sudah pasrah. Memejamkan kedua mata, sangat berat untuk sekadar menarik pelatuk itu.

Tinggalkan gadis itu!!  NIS sialan itu datang! Cepat melarikan diri!

 

            Kedua mata Lee Donghae terbuka, tersenyum kecil dibalik masker. Diam – diam bersyukur karena ia tidak jadi menuntaskan nyawa Sam Rin Hyo dengan kedua tangannya sendiri. Cepat – cepat pria itu pergi dari sana, setelah menatap Sam Rin Hyo sejenak.

Cho Kyuhyun berjalan seraya mengangkat senjatanya, bersikap was – was. Disaat kepolisian sibuk masuk kedalam pekarangan rumah dan mengepung.  Ia malah berjalan mengitari rumah Sam Rin Hyo tanpa berniat memasukinya. Ia merasa ada sesuatu disana.

Lee Donghwa yang tengah berbicara dengan HT-nya, menyuruh Lee Donghae cepat terlihat oleh Cho Kyuhyun. Pria itu bersembunyi dibalik tembok seraya mengintip Donghwa, membaca keadaan. Setelah ia rasa pria itu hanya sendirian, ia menampakkan diri. Membidik Lee Donghwa dengan pistolnya.

“Diam ditempat!” Donghwa menatap Cho Kyuhyun lalu mengangkat kedua tangannya seraya tersenyum kecil. “Siapa kau?! Untuk apa kau berada disini?!”

“Namaku Lee Donghwa. dan aku sedang tidak ada urusan denganmu.” Ujar Donghwa seraya tersenyum remeh. Membuat Cho Kyuhyun tersulut emosi, namun ia sadar! Menembak Lee Donghwa hanyalah tindakan gegabah yang bodoh.

“Lee Donghwa? Gold?” Tanya Cho Kyuhyun, bersamaan dengan datangnya Lee Donghae yang melompat dari dinding besar rumah Sam Rin Hyo. Donghwa mengkode Donghae agar masuk kedalam mobil, namun…

DOR.

Cho Kyuhyun menembak aspal saat Lee Donghae bergerak. “Kubilang jangan bergerak!!” bentak Kyuhyun. Lee Donghae menatap hyeong-nya, menunggu aba – aba. Namun Donghwa hanya tersenyum kecil pada Lee Donghae.

Tuan Cho! Aku… kehilangan orang tuaku! Aku ingin mati juga bersama mereka. Terima kasih sudah mengirim orang kesini, namun semuanya sia – sia!

 

            Suara lirih Sam Rin Hyo yang terdengar memilukan itu membuat Cho Kyuhyun menurunkan pistolnya begitu saja. tatapannya kosong dan secepat mungkin ia berbalik untuk mencegah Sam Rin Hyo berbuat bodoh. Entah mengapa ia seperti itu, namun hatinya sangat hancur saat mendengar nada pilu itu keluar dari bibir Sam Rin Hyo. Gadis yang bahkan tak pernah ia temui secara langsung.

Sedangkan moment itu dimanfaatkan oleh dua bersaudara itu untuk kabur. Memasuki mobil yang terparkir tak jauh dari mereka dan melesatkan mobil itu menjauh dari sana.

Flashback END.

 

Kedua mata Cho Kyuhyun melebar seketika, seperti mendapat sebuah pencerahan. Ia membuka laci meja kerjanya, mengambil beberapa foto Sam Rin Hyo yang berserakan didalam sana. Menatap jeli seorang gadis yang selalu berada disekitar Sam Rin Hyo. Seorang gadis yang Rin Hyo sebut Ji Eun-ah saat itu.

“Jika dihubungkan dengan kejadian penembakkan orang tua Sam Rin Hyo saat itu, bisa saja yang melakukan ini semua Gold. Istriku belum meninggal, dia… masih hidup!” gumamnya dengan suara pelan. Ia beranjak dari tempat duduknya, keluar dari ruangan pribadinya dan menghampiri Lee Hyuk Jae yang masih berkutat dengan komputernya.

“Aku ingin meminjam komputermu sebentar.” Hyuk Jae menatap Kyuhyun dengan alis terangkat, belum sempat ia protes. Pria itu sudah menggeser kursi beroda Hyuk Jae dan memfokuskan diri pada computer itu. Ia meng-klik sebuah aplikasi hingga muncul sebuah kolom pencarian. Ia mengetikkan nama Ji Eun didalam sana dan muncul banyak foto sekaligus profilnya terpampang disana.

“Ya! Apa yang kau lakukan?! Ji Eun? Siapa Ji Eun?” Tanya Hyuk Jae seraya ikut focus pada layar computer. Cho Kyuhyun hanya diam mengacuhkan ucapan Hyuk Jae. Jari telunjuk yang menggerakkan kursor itu terhenti saat menemukan satu foto seorang gadis yang sama persis dengan Ji Eun. Shin Ji Eun. Begitulah nama panjangnya. Ia membuka file itu dan membaca biografi hidup Shin Ji Eun yang tertulis disana.

“Bukankah dia adalah… suster itu?” Cho Kyuhyun mengangguk membenarkan, ia menegakkan badannya kembali seraya menatap Hyuk Jae.

“Cetakkan ini dan berikan padaku file-nya.”

“Kyu, kau benar – benar akan mengenyampingkan tanggung jawabmu untuk mencari kebenaran istrimu, huh?! Aku ingatkan padamu, jika—“

“Aku sedang berusaha mengungkap Gold, Lee Hyuk Jae! inilah caraku. Kasus Sam Rin Hyo… ada hubungannya dengan Gold.”

***

Sam Rin Hyo.

“Jen, sorry aku tidak bisa menemanimu ke taman biasa hari ini.”

Itu adalah ucapan Shin Ji Eun saat aku memintanya menemaniku ketaman lagi sore ini, namun tiba – tiba ia membatalkannya saat aku hendak berangkat.

Aku menghela napasku berat, menatap kesekeliling yang penuh oleh orang – orang. Entah itu bersama kekasih, teman, ataupun keluarga. Sedangkan aku? Hanya berjalan sendiri tanpa tujuan.

Aku memilih untuk duduk disebuah bangku taman seraya mengambil kamera SLR-ku, mulai memotret object – object yang ingin kupotret. Aku tidak suka memotret mukaku sendiri, aku lebih suka memotret sesuatu yang menurutku bagus.

Saat aku mengalihkan bidikan kameraku kearah kanan, kedua mataku terbuka lebar. Aku menurunkan kamera, seraya menatap sebuah van hitam yang terparkir disana. Ada sekitar lima orang yang turun dari sana, dan mereka adalah kelompok mafia raid.

shit!” umpatku seraya memasukkan kembali kamera SLR-nya dengan cepat, beranjak dari sana dan mulai berjalan cepat menjauhi orang –orang bertubuh besar itu. Meski aku membawa pistol dan belatiku. Namun aku masih bisa berpikir rasional, aku tidak ingin membuat keributan karena mengeluarkan pistol. Dan juga aku tidak akan menang melawan lima orang bertubuh besar hanya dengan sebilah belati kecil.

Salah seorang dari lima pria itu mengacungkan telunjuk padaku. Aku membelalakkan kedua mata saat kelima pria itu segera mempercepat langkahnya saat melihatku. Aku pun segera berlari kencang dengan sesekali menatap kebelakang hingga

BUK

 

Aku terjatuh, namun didalam pelukan seseorang. Pria itu menarikku untuk bersembunyi di balik pohon. Dan seketika kegusaranku hilang, rasanya aku akan aman didalam pelukan pria ini. meski aku belum tahu siapa pria ini.

“Kau sudah aman.” Bisikan itu membuatku mendongakkan kepala, tanpa lepas dari pelukan pria itu. Aku menatap wajahnya yang sangat familiar untukku,

“Cho Kyuhyun?” ucapku tanpa ragu, meski sudah lama aku tidak bertemu pria ini dan juga hanya sekali aku bertemu pria ini. namun entah mengapa, rasanya begitu mudah untuk mengatakannya. Rasanya seperti sudah pernah mengenal pria ini sejak lama.

“Ya, kau masih mengingatku?”

“Mm, pria yang waktu itu mengaku sebagai suamiku. Bisakah kau melepaskanku, sekarang?” Cho Kyuhyun tersenyum miring, senyuman ringan yang entah mengapa sangat mempesona untukku.

“Ya, aku minta maaf. Aku pikir kau adalah Sam Rin Hyo, istriku yang hilang dan sangat kurindukan. Istri yang sangat kucintai.” Ujar pria itu dengan menatap kedua mataku, seolah tengah memaku tatapannya dikedua mataku.

Aku segera mengalihkan pandangan sebelum terlalu jatuh kedalam bola mata hitamnya. Melayangkan tawa kecut lalu berkata, “Lalu bagaimana? Kau sudah menemukan istrimu?”

“Mungkin.” Aku mengangkat kedua alisku mendengar jawaban ambigu darinya. Sebelum aku melontarkan pertanyaan lagi, namun pria ini sudah terlebih dahulu meng-interupsiku. “Mau kutraktir makan siang?”

Aku mengerjap, mengangkat pergelangan tanganku yang sudah menunjukkan waktu setengah dua belas siang. Pukul tiga sore aku harus kembali ke markas, jadi hanya tersisa sekitar 3 jam. Aku takut terlambat, namun rasa keinginanku untuk duduk bersama menyantap makanan seraya mengobrol dengan pria ini sudah melebihi kadar ketakutanku.

“Bagaimana?” tanyanya lagi. Aku menatapnya yang hanya menatapku tanpa ekspresi. Aku melempar senyuman tipis padanya lalu mengangguk kecil.

“Ide bagus.”

TBC-

 

Advertisements

47 thoughts on “Reincarnation 5

  1. arrrggg gila jangan bilang donghae jatuh cinta sama rin hyo ? udh ketara siih

    tapi nanti gimana mereka berdua ? rin hyo sama kyuhyun ? haduh ada baku tembak pasti nanti di tengah ” rin hyo inget wahh bahaya itu

  2. huwaaaaaaa!!! ceritanya udah makin jelassssss skrg. konfliknya dimana, trs kejadian pembunuhan keluarganya rinhyo dll. kyuhyun cuma butuh pendekatan lagi sama rinhyo biar sekalian biar dapet info, asal rinhyo gatau kalo kyuhyun itu nis semua kan aman hahaha penasarannn gimana lanjutannya ah ditunggu selalu lanjutannyaaaa

  3. Astagaa sumvah deg degan baca pas ortunya hyo dibunuh 😭 dan yg bunuh itu donghae ? Trus gold mutarbalikin fakta kalo yg bunuh ortunya hyo itu NIS kan ? Kejam banget ih 😔

    Semoga krja sama kyu dan hyuk disini berbuahkan hasil (?) 😊😊

  4. konflik nya udh mulai terbaca …
    donghae yang mencintai rin hyo .. rin hyo yang hilang ingatan … kyuhyun yg terus menyelidiki .. kasus pembunuhan org tua rin hyo .. gold dan nis …

    huwaaa ..
    aku mulai pusing …
    kkkkkk..

    selanjutnya semangat ya …
    ^^

  5. aaaaa keren…jadi tambah penasaran….q kira sam rin hyo g bakal bunuh orang eh ternyata bisa bunuh orang juga…
    gimana ya ceritanya donghae kok suka ma sam rin hyo…jd penasaran donghae kok kenal ma rin hyo tu kpn mereka ketemunya….

  6. Ngeri juga liat rin hyo di sini, udah kaya psikopat aja ._.

    Ciee bang dongek love at first sight. Ciee yg di phpin sama rin hyo

    yg kupikirkan, rin hyo kan udah jadi gold 3 thn dan dia udah bunuh orang tpi dia amnesia. Saat ingatannya udah mbalik, apa nanti rin hyo di kasih hukuman ya??

  7. HAllloo kakakaaaaaaaa .. omegat .. udh mulai ada penerangan ini buat kyu /? kkk kalau RinHyo inget lah trus nasibnya gimana –‘ sumpah makin seru aja kkk semangat ka lanjutinnya ♥♥♥

  8. wuahh nga nyangka rin hyo y bkalan se sadis itu, tpi di part ini akhir y kyu dpat tau kw rin hyo y blum meninghal, dan smoga sja dngan rin hyo bertemu kyu ingatan y bisa kembali ssedikit demi sedikit..oke ijin bca next part

  9. kok rin hyo jd pembunuh sih….trus kalau ntar gold tertangkap gmna nasib rin hyo ya?
    semoga rin hyo cepet inget siapa kyuhyun..

  10. Arghhhhhh… gilaakkk… rin hyo cpetan inget ama si abang epil.. klo ga inget tar si epil balik lg ke neraka #wkwkwkwkk… si dongek emg suka ama rin hyo ya.. but. I hope rin hyo ga ketawan hatinya ama si ikan mokpo. Hhahahahaaa…

  11. Namanya pernah cinta pasti kerasa yaa 😀 Jenn pasti kerasa lah pingin deket deket sama suaminya._.
    Agak menyesal dengan Donghae yang harus berperan gini._. kalau nanti di ending rin hyo balik ke kyu dia pasti yang paling tersakiti 😦

  12. smoga rin hyo cepat2 sembuh dr amnesianya..
    Dan kyuhyun bisa mengukap gold dan mengatasinya..
    Ini benar2 menegangkan

  13. Ohh ternyata donghae udaa suka sama rin hyo sebelum rin hyo nya nikah.. 😥 kasian juga sih sama so donghae.. tapi kan gak harus gitu caranya.. >< kalo gitu mah malah nyiksa semua org.. termasuk diri sendiri.. 😥
    Semoga kyuhyun punya rencana yg bagus biar rin hyonya sembuh.. 🙂

  14. reinkarnasinya rin hyo sadis amat thor huee
    cepet pulih lagi dong mba rin hyo kesian mas kuyun 3th tanpa dirimu 3x puasa 3x lebaran ngga pulang pulang *bang toyib kali*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s