The Cruel Fate 1

The Cruel Fate part. 1

 

Author : Tsalza Shabrina

 

 

Dan ini juga bukan kehendakmu atauku.

Ini adalah kehendak Tuhan untukmu dan aku.

.

.

.

Gadis itu sedikit menjulurkan tangannya kedepan namun, sedetik kemudian ia kembali menarik tangannya. Hujan yang tak kunjung berhenti mengguyur tempat itu, membuat mood gadis itu diuji. Ia membenci hujan. Bersyukur, ia terlindung oleh atap halte yang ia manfaatkan kini. Ia mengambil secarik kertas yang ia ambil dari tangan Erecus yang tak sengaja ia temui disebuah lorong sepi. Belum sempat ia membuka kertas itu, angin menghempas kertas itu dan menerbangkannya hingga ditangkap oleh seorang lelaki yang membawa payung bewarna putih. Gadis itu segera berlari menghampiri lelaki itu dan menyahut kertas itu dari tangannya.

“Gamsahamnida.” Ucapnya sopan. Ia kembali berlari menuju halte seraya mengumpat karena baju yang ia kenakan menjadi basah.

“Menunggu seseorang?” Gadis itu melirik kesamping kirinya, lalu tersenyum tipis. Ia tahu, lelaki berpayung putih itu mengikutinya.

“Tidak, hanya menunggu hujan reda.”

“Ingin pulang?” Gadis itu mengangguk pelan.

“Menunggu taksi atau bis?”

“Tidak juga, apartemenku diseberang sana. Namun, karna aku membenci hujan. Lebih baik aku menunggu disini daripada basah kuyup.”

“Kalau begitu, mari kuantar. Kebetulan aku juga tinggal disana,”

“Tak apa?” Lelaki itu mengangguk seraya tersenyum tipis.

“Aku Song Joong Ki. Kau siapa?”

“Aku… Sam Rin Hyo.”

****

Rin Hyo meletakkan tas selempangnya di atas nakas kecil disamping bed-nya. Ia duduk ditepi kasur kemudian mengambil secarik kertas tadi untuk ia baca. Kertas yang sedikit lusuh karena basah itu ia buka secara perlahan. Takut jika kertas itu akan rusak.

Kedua mata Rin Hyo mengikuti barisan-barisan kata yang ia baca. Sedetik kemudian ia mengernyitkan dahinya dan tersenyum miring. Ia memasukkan kertas itu kasar kedalam laci nakasnya lalu merebahkan tubuhnya dikasur. Surat itu, membuatnya frustasi dan tak ingin melakukan sesuatu. Surat  aneh yang menyebalkan, karena sudah sejak beberapa hari terakhir ini ia mendapat surat aneh itu dari erecus yang sama dan dengan isi yang sama pula.

Berhati – hatilah dengan sekitarmu.

Takdir yang sangat kejam, telah datang!

****

Langit masih gelap. Jam dinding yang selalu berdetik berisik itu menunjukkan pukul setengah lima pagi, Sam Rin Hyo masih terlelap disaat Sesosok Erecus secara tiba-tiba muncul didalam kamar Rin Hyo. Erecus itu menghembuskan sedikit nafasnya kearah Rin Hyo. Membuat gadis yang masih terlelap itu menggeliat kecil dan akhirnya membuka kedua matanya. Setelah semua kesadarannya terkumpul, Rin Hyo duduk ditepi kasur dan menatap malas Erecus itu.

“Ada apa lagi?” tanya Rin Hyo malas. Pada Erecus yang terlihat memakai jubah hitam yang menutupi wajahnya.

Crypthon ingin bertemu denganmu. Ia menunggumu di tempat biasa. Makan siang nanti.” Ujar makhluk yang mempunyai hawa dingin itu dengan nada yang sarat akan perintah.

Erecus itu adalah sosok penyampai pesan, seolah pengganti burung hantu atau burung merpati. Sosok penyampai pesan yang adanya hanya dalam Kerajaan oddity dimana suatu Kerajaan yang isinya hanyalah manusia-manusia yang diberi Tuhan kelebihan yang tak dipunyai manusia lain. Layaknya Sam Rin Hyo, Rin Hyo adalah kalangan Rokinesis yaitu, kalangan pengendali api. Namun, Rin Hyo spesial. Selain seorang Rokinesis ia juga dapat melakukan Astral Projection semaunya. Astral Projection  ialah  kegitan pemisahan antara raga dan jiwa. Jadi, ia dapat berkeliling tanpa diketahui jika hanya jiwanya saja yang berkeliling, setiap insan bangsa Oddity mempunyai Erecus berbeda bentuk maupun jiwa. Untuk Erecus milik Rin Hyo, terlihat seperti malaikat yang begitu tampan. Dan Crypthon? Crypthon adalah sebutan untuk pangeran kerajaan Oddity. Bisa dilihat sendiri Erecus milik Crypthon berjubah hitam dan pasti ada hawa dingin jika berdekatan dengannya. Seperti pemiliknya.

“Tch, Sampaikan pada Crypthon  aku tidak bisa. Dan untuk surat itu, siapa yang mengirimnya untukku? Apa juga dari Crypthon?” kepala erecus yang tertutupi tudung hitam itu menggeleng pelan.

“Aku tidak tahu, baiklah… saya pergi.” Erecus itu menghilang seperti abu. Rin Hyo mengernyitkan dahinya, jika bukan Crypthon ? lalu siapa ?

****

Annyeong, Rin Hyo-ssi.”

Sapa seorang lelaki tampan saat Rin Hyo keluar dari apartemennya. Rin Hyo sedikit terkejut, namun setelah itu melempar senyum pada lelaki itu.

“Joong Ki-ssi.”

“Hari ini kau ada acara?” Rin Hyo menggeleng, senyuman masih mengembang dibibirnya. Ia tipe gadis murah senyum, namun hanya pada orang-orang yang ia anggap baik. Jika selain itu, ia selalu menunjukkan sisi dingin dan flat-nya.

“Sebenarnya ada, namun mungkin dapat kuatasi selama 15 menit. Memangnya ada apa?”

“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan sekalian makan siang.”

“Apa kau ingin mengajakku berkencan, Joong Ki-ssi?” Joong Ki menggaruk tengkuknya seraya tersenyum. Tampan. Kata itu yang dapat ia simpulakan dari sosok Joong Ki.

“Baiklah, namun aku harus kekantor sebentar untuk menaruh ini dimeja atasanku.” Ujar Rin Hyo seraya mengangkat sebuah map coklat.

“Kalau begitu, sebelum berkencan denganmu. Aku akan menjadi sopir dadakanmu dulu.” Rin Hyo tertawa renyah, begitupun Joong Ki.

“Baiklah, ayo kita berangkat…. Sopirku,”

“YA!”

****

Tok Tok Tok

“Masuk.” Rin Hyo memasuki ruangan atasannya dengan sedikit malas. Hari ini, Rin Hyo free. Ia kesini demi memberikan surat MOU untuk ditandatangani direkturnya.

“Sudah selesai?” Tanya pria itu basa-basi. Rin Hyo menanggapi pria itu tanpa tersenyum dan terkesan datar.

“Iya, direktur hanya tinggal menandatangani saja.” Ujar Rin Hyo. Cho Kyuhyun-direktur itu- mengambil map itu lalu menandatangani dengan segera.

“Setelah ini jam makan siang, makan siang bersamaku?” Rin Hyo tersenyum kecil lalu menggeleng.

“Maaf, tapi aku ada janji… direktur.” Jawab Sam Rin Hyo begitu ringan, mengabaikan keresahan yang melingkupi hatinya karena ia sudah menolak ajakan Cho Kyuhyun yang sangat tidak menyukai penolakan.

“Apa karna dia, kau membalas pesanku seperti itu. Disaat Erecus-ku menemuimu… kau benar-benar mengesankan Sam Rin Hyo,” Ujar Kyuhyun tajam. Rin Hyo mendengus kesal.

“Direktur, kita ada dikantor. Dan jika pembicaraan ini menjurus pada hal itu, lebih baik saya pergi. Saya pergi dulu.” Rin Hyo berbalik dan hendak pergi. Namun belum sempat ia keluar dari ruangan itu, langkahnya terhenti. Ia sedikit meringis kesakitan kemudian menoleh pada Kyuhyun yang duduk tenang seraya menatapnya intens.

“Apa yang kau lakukan?” ujar Rin Hyo dengan susah payah. Ia berusaha berontak namun sia-sia. Kyuhyun mengendalikan darahnya. Ya, Kyuhyun adalah Crypthon, ia menguasai beberapa kekuatan. Air, Listrik dan Vision. Vision adalah kemampuan melihat masa depan.

“Jangan terlalu dekat dengannya, ia berbahaya untukmu.” Rin Hyo bernafas lega saat Kyuhyun tidak mengendalikan darahnya lagi. Ia menatap Kyuhyun dengan remeh.

“Siapa? Song Joong Ki? Dia hanya tetanggaku, dia adalah manusia murni. Dan yang terpenting, dia sangat baik padaku—akh!” Pekik Rin Hyo disaat kali ini Kyuhyun kembali mengendalikan darahnya.

“Jangan menyebut namanya apalagi memujinya dihadapanku.”

“Kyu—hentikan!” Api dari tangan Rin Hyo mulai keluar.

“Aku tidak ingin membakar kantormu.” Rin Hyo melemah hingga berlutut disaat Kyuhyun menghentikan pengendaliannya. Rin Hyo menatap Kyuhyun tajam dan penuh kebencian setelah itu ia segera meninggalkan tempat itu.

“Apa katanya? Berbahaya untukku, apa dengan seperti itu aku takut padanya? Pasti ia sedang mengada-ada.” omel Rin Hyo disaat ia berjalan menuju mobil Joong Ki. Ia menghela nafas beratnya disaat Joong Ki masih setia duduk dikemudinya. Mungkin saking tak ada kerjaannya, lelaki itu sedang mempermainkan setirnya sekarang.

Duk duk duk

“Maaf tuan, mobil anda parkir ditempat yang salah! Tunjukan surat-surat anda!” Goda Rin Hyo pada Joong Ki.

“Ahh… maaf ahjumma, aku tidak membawanya.”

Mwo?! Ahjumma?!” pekik Rin Hyo tertahan. “Aku ini masih muda,” Joong Ki tertawa ringan bersama dengan Rin Hyo. Rin Hyo berjalan memutari mobil kemudian duduk disebelah kemudi.

“Maaf… kau pasti menunggu lama.”

“Tidak, tidak lama tapi sudah terlalu lama.” Rin Hyo merasa bersalah. Jika bukan karena Crypthon Cho Kyuhyun setan bodoh itu pasti ia tidak perlu membuat Joong Ki menunggu lama.

“Maaf, Joong Ki-ssi, tadi ada masalah sedikit dengan atasanku.” Joong Ki tersenyum. Tak dapat dipungkiri, senyuman itu berhasil membuat hati Rin Hyo serasa keluar dari tubuhnya, terangkat keatas dan berada dipuncak paling tinggi. Begitupun dengan tubuhnya yang terasa sangat ringan. Sungguh, perasaan ini begitu menyenangkan untuk Sam Rin Hyo yang belum pernah merasakan hal yang seperti ini.

“Tidak apa-apa, aku tadi hanya bercanda.” Rin Hyo tersenyum kaku. “Jadi, sekarang berangkat?”

“Tentu saja!” Ucap Rin Hyo seraya mengangguk-angguk semangat.

****

Seorang lelaki paruh baya yang terlihat tidak memijak tanah itu mengamati seorang lelaki tampan yang dapat disebut anaknya itu.

“Apa yang kau lakukan disana, Appa?” Lelaki paruh baya itu tersenyum miring seraya menatap anaknya bangga. Lelaki paruh baya itu adalah Altec yang sedang melakukan Astral Projection. Jadi, ia tidak dapat mengeluarkan suara. Perlahan lelaki itu menghilang meninggalkan anaknya yang menatap kepergiannya dengan tatapan datar.

****

Jeolla-ddo, korea selatan

Lelaki paruh baya yang sebelumnya tertidur itu segera terbangun. Ia tersenyum tipis seraya mendudukkan badannya. Sesosok erecus miliknya yang berwujud seperti manusia itu memberinya segelas air mineral. Lelaki itu, Altec. Ia meneguk sedikit minumannya kemudian menaruhnya diatas nakas kecil.

“Lelaki itu semakin kuat saja, biasanya ia tidak akan tahu jika aku sedang memperhatikannya dengan Astral Projection. Tapi, sekarang ia mampu untuk merasakannya.” Komentar Altec bangga. Erecus  yang memang sudah beradaptasi dengan lingkungan manusia itu tersenyum kemudian menimpalinya dengan pujian pula.

“Saya juga melihat begitu tuan, apa mungkin karna ia sudah dekat dengan takdirnya?” Altec sontak menoleh, matanya menerawang jauh kedepan. Kemudian ia terdorong kebelakang seolah tercekik saat mendapat suatu penglihatan yang terlampau dahsyat. “Ada apa tuan?”

“Takdir yang kau maksudkan….” Altec menggantung kalimatnya. “Itu apa?” lirihnya. Erecus itu terdiam kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Surat yang tuan kemarin berikan pada saya, sudah saya sampaikan pada gadis itu.”

“Kau ingin mengalihkan pembicaraan?”

“Bu—bukan begitu… akan tetapi, saya juga tidak tahu dengan apa yang saya katakan…” Erecus itu berlutut pada tuannya. “Ampuni saya tuan…” Altec hanya terdiam mengacuhkan permohonan ampun dari Erecus-nya. Pikirannya mencoba menerawang tentang takdir apa yang telah mendekati putranya itu.

“Kau… jangan sekali – kali kau mengungkit takdir itu, saat aku tidak ingin membicarakannya.”

***

Saint Holland café, Apgeujong.

Sam Rin Hyo menyeruput minumannya dengan tenang. Sedangkan Song Joong Ki sesekali mencuri pandang pada Rin Hyo kemudian tersenyum dalam diam. Rin Hyo yang mencium gelagat aneh dari lelaki tampan ini mengerutkan dahinya.

“Song Joong Ki-ssi!” Panggilnya yang dibalas hanya dengan gumaman. “Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Tanya Rin Hyo polos. Joong Ki cepat-cepat merubah mimik wajahnya dengan ekspresi innocent.

“Tersenyum seperti apa?” Kini giliran Rin Hyo yang tersenyum menatap wajah innocent Joong Ki yang menurutnya lucu. Tangannya terulur untuk mencubit kedua pipi lelaki itu saking gemasnya.

“Kau lucu sekali, Joong Ki-ssi.” komentarnya dan dengan cepat menarik tangannya kembali. Song Joong Ki merona dan hanya tersenyum malu. Untuk mengalihkan rasa tersipunya itu ia mengambil cangkirnya, hendak menyeruputnya sedikit namun saat Joong Ki hendak minum ia terkejut disaat kopi hitam didalam gelasnya membeku.

“Eo? Bagaimana bisa?” gumamnya terkejut. Rin Hyo segera mengambil gelas Joong Ki yang sangat dingin itu dan menatap isinya. Beku. Rin Hyo menggeram tertahan dan segera menatap sekelilingnya, ia mendengus kesal disaat ia menatap Kyuhyun duduk tak jauh darinya dan tersenyum licik. Andai saja Rin Hyo bisa menggunakan kekuatannya disini, ia pasti akan menggunakannya untuk membalas Kyuhyun sekaligus menghangatkan kopi ini kembali. Tapi, ia hanyalah warga oddity biasa. Bukan seperti Kyuhyun yang notabene-nya keturunan kerajaan dan tentunya dapat menggunakan kekuatannya seenaknya sendiri. Dengan syarat, tidak ada manusia murni yang tahu. “Padahal tadi tidak seperti ini…” katanya lagi dengan wajah yang sangat kebingungan.

“Joong Ki-ssi, kurasa lebih baik kita pulang saja. Aku merasa aneh berada disini.” Ucap Rin Hyo dengan wajah yang ia buat takut. Tidak mungkin ia mengatakan lelaki itu yang melakukannya, itu sama saja mengantarkan dirinya pada kematian. Karna, semua manusia murni tidak ada yang boleh tahu tentang identitas mereka. Terkecuali, manusia murni itu bersedia menjadi pendamping salah seorang warga oddity selamanya. Dengan kata lain, jika mereka sudah menikah dengan salah satu warga Oddity mereka tidak boleh meninggalkannya dengan alasan apapun. Karna, mereka sudah terikat.

“Baiklah, aku juga bingung dengan ini semua…”

Mereka mengemasi barang-barangnya berniat pergi dari sana, tentunya setelah Joong Ki menaruh beberapa lembar uang diatas bill-nya. Sebelum keluar dari café, Rin Hyo menatap Kyuhyun yang sedang tertawa menang dengan tajam. Ia menghela napasnya kesal seraya mengumpati tingkah bodoh Kyuhyun yang sangat menyebalkan.

“Kau kenapa ?” Rin Hyo tersenyum 3 jari seraya menggeleng kemudian ia segera menarik Joong Ki meninggalkan café.

****

09.00 pm , south korea

 

            Lelaki tampan itu terbangun kemudian berkaca. Ia menyunggingkan senyum jahatnya kemudian memakai jaket hitam dan segera keluar dari apartemennya. Ia melangkahkan kakinya dengan santai, dan berhenti tepat di pintu apartemen 201. Lelaki itu menatap pintu itu dengan penuh arti kemudian kembali menyecahkan langkahnya menuju pintu lift.

****

Cho corp, morning

Cho Kyuhyun berjalan dengan tenang melewati beberapa gadis yang sedang menatapnya kagum. Gadis-gadis itu adalah karyawan kantornya yang sangat tergila-gila pada sosok tampan yang ia miliki. Tapi, Cho Kyuhyun terlihat tak berselera dengan gadis-gadis itu dan memilih menatap lurus kedepan seraya bercakap-cakap ringan dengan sekertarisnya, Sam Rin Hyo. Tatapan tajam dan iri mereka layangkan pada Rin Hyo yang hanya menanggapi obrolan atasannya itu dengan malas.

“Sekertaris Sam, nanti siang kau harus ikut aku meeting didaerah Apgeujong. Siapkan segala keperluanku!” titah Kyuhyun kemudian meninggalkan Rin Hyo yang hanya menghela napas sebal. Sebenarnya ia sangat membenci pekerjaannya, namun bagaimana lagi? Pekerjaan ini sudah sangat bagus untuknya dan sebagai manusia yang hidup didaerah perkotaan seharusnya ia bangga dengan pekerjaan yang ia miliki.

Sam Rin Hyo duduk ditempat-nya seraya mengurusi beberapa tugasnya yang belum rampung. Belum lama ia sibuk mengurusi tugasnya, tiba – tiba rengekan kecilnya terdengar, “aku bosan!” Gadis itu memejamkan kedua matanya sebentar lalu membuka kedua matanya. Bersamaan dengan itu, tiba – tiba muncul seorang pria disampingnya.

“Nona Sam!” panggil erecus-nya yang biasa ia panggil Henry. Karna, ia lebih menganggap erecus adalah sahabatnya daripada pengantar pesan. Lagipula wajah tampan Henry sangat tidak pantas jika dianggap sesosok pengantar pesan. “Anda memanggil saya?” Rin Hyo mengangguk.

“Aku sangat bosan, aku ingin kau menemaniku disini!” titah Rin Hyo tanpa menatap Henry. Henry mengangguk patuh dan berdiri disamping gadis itu. Rin Hyo masih saja berkutat dengan tugas-tugasnya, sampai seorang gadis berdiri dihadapannya, menatap ia dan Henry bergantian dengan bingung.

“Ada yang bisa saya bantu, nona?” Tanya Rin Hyo sopan dan tak lupa tersenyum. Sedangkan gadis itu masih menatap Henry dengan bingung. Dan Henry? Tentu saja ia hanya berdiri dengan wajah innocent-nya. “Nona?” kali ini gadis itu akhirnya menatap Sam Rin Hyo.

“Ahh—aku ingin bertemu dengan presdir Cho? Apa ia ada disini?”

“Apa anda sudah membuat janji?”

“Belum” gadis itu tersenyum. “Katakan, Kim Hyera ingin menemuinya! Aku yakin, pasti ia menyuruhku masuk.” Rin Hyo menatap Hyera datar kemudian mengangkat gagang teleponnya. Setelah bercakap sebentar dengan Kyuhyun, Rin Hyo akhirnya mempersilahkan Hyera masuk.

Sam Rin Hyo menatap Kim Hyera yang memasuki ruangan Kyuhyun dengan tatapan bingung. Biasanya, jika ada orang asing yang mencarinya tanpa membuat janji terlebih dahulu. Ia tidak akan mengizinkannya masuk, tapi dengan gadis yang bernama Kim Hyera itu? Apa ia bukan orang asing? Apa ia kekasih Kyuhyun? Rin Hyo menggeleng cepat seraya tersenyum remeh.

“Tidak mungkin.” gumamnya pelan. Ia tahu, Kyuhyun hanya mencintainya bukan terlalu percaya diri, tapi Kyuhyun-lah yang berkata seperti itu padanya. Namun, ceritanya akan lain jika ternyata Kyuhyun telah mempermainkannya.

“Nona Sam, ada apa dengan anda?” Rin Hyo menggeleng pelan kemudian melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi dengan perasaan berkecamuk. Ada sedikit ketidak-relaan jika menerima kenyataan bahwa Kyuhyun telah mempermainkannya, padahal ia yakin bahwa ia tidak menaruh rasa pada Kyuhyun sedikitpun. Jika seperti ini, apa artinya ia mulai menyukai lelaki itu?

****

“Kyuhyun oppa!”

Pekik Kim Hyera riang saat ia membuka pintu ruangan Kyuhyun tanpa permisi. Kyuhyun tersenyum kaku pada Hyera tanpa bereaksi apapun. Kim Hyera berjalan cepat menuju sofa berbentuk “L” yang berada didepan meja kerja Kyuhyun dan hanya menyisakan sedikit jarak diantaranya. Kyuhyun mengangkat gagang teleponnya dan memerintah Sam Rin Hyo untuk membawakan minuman. “Wooaah… ternyata ruanganmu cukup luas oppa!” komentar Hyera yang hanya dibalas dengan senyuman tipis Kyuhyun.

Cho Kyuhyun berjalan menuju sofa dan duduk disamping Kim Hyera. “Ada apa kau kesini?” tanyanya seraya memiringkan kepala untuk menatap Hyera. Kim Hyera tersenyum dan ikut memiringkan kepalanya juga, membuat mereka terlihat sangat intim jika dilihat dari jauh.

“Aku hanya merindukanmu, oppa… mati-matian aku mencari tahu alamat kantormu dari appa. Dan tak kusangka, kantormu berseberangan dengan gedung apartemenku.” Ujar Hyera semangat. Kim Hyera adalah gadis yang naïf, cantik, tinggi dan berambut panjang. Benar-benar tipe seorang Cho Kyuhyun. Ia adalah putri dari presdir Lee, lelaki yang sempat menyelamatkan perusahaan-nya dulu. Dulu ia sangat dekat dengan Hyera dan menganggap Kim Hyera adalah dongsaeng-nya. Namun, 2 tahun yang lalu Kim Hyera menempuh pendidikan di universitas Harvard, jadi ia harus berpisah dengan Kyuhyun. “Kau tidak merindukanku, eoh?” tanyanya kecewa. Kyuhyun tersenyum simpul seraya mengacak rambut Hyera pelan.

“Tentu saja aku merindukanmu.”

“Permisi!” suara malas Sam Rin Hyo membuat Kyuhyun dengan cepat menarik tangannya. Ia menoleh kebelakang dan menyuruh Rin Hyo masuk. “Maaf tadi pintunya terbuka, jadi aku tidak mengetuk pintu.” Ketus Rin Hyo seraya menaruh 2 cangkir teh diatas meja pendek dihadapan Kyuhyun dan Hyera. Cho Kyuhyun menatap Sam Rin Hyo dengan pandangan yang sulit diartikan, Rin Hyo menoleh kearah Kyuhyun. Kyuhyun menatapnya seolah mengatakan jangan salah paham. Sedangkan Rin Hyo malah mengalihkan pandangannya seraya menghela napas sebal.

“Baiklah saya permisi dulu, jika ada yang anda butuhkan lagi.” Rin Hyo menggantung kalimatnya “Lebih baik panggil saja office boy, karna saya sedang ada kerjaan. Permisi!” Rin Hyo menunduk kecil lalu segera meninggalkan mereka. Cho Kyuhyun yang awalnya khawatir akhirnya tersenyum miring. Sedangkan Kim Hyera menatap pintu yang tertutup itu tak suka.

“Dia itu sekertarismu, kan?” Kyuhyun menoleh pada Hyera dan mengangguk. “benar-benar tidak sopan! Ck ck ck” Kyuhyun tersenyum tipis.

“Dia memang seperti itu,” Kyuhyun kembali tersenyum. “Gadis bodoh yang sangat menarik.” Kim Hyera menatap Kyuhyun aneh lalu membuang mukanya seraya mengumpat kesal.

****

Sajangnim, ini laporan hasil rapat yang kuringkas tadi.”

Ucap Rin Hyo pada Kyuhyun sembari menyerahkan beberapa lembar kertas yang baru saja ia print tadi. Mereka sekarang tengah duduk berdampingan di jok belakang mobil yang melaju menuju kantor lagi. Kyuhyun menatap raut Rin Hyo yang tak menatapnya selagi dengan tangannya yang mengambil lembaran kertas itu.

“Apa sudah semua ?” Rin Hyo hanya mengangguk ringan. “Hyo!” Rin Hyo menatap Kyuhyun datar dan dingin. “Kau sudah makan?”

“Belum” singkatnya.

“Chul Soo-ssi, kau pulanglah saja! Biar mobilnya aku saja yang membawanya.” Chul Soo menepikan mobilnya hendak turun namun Kyuhyun kembali menahannya. “Ini rumahmu?” Tanyanya selagi kedua matanya menelisik daerah yang menurutnya lebih ke tempat-tempat berbelanja.

Animida sajangnim, tapi aku akan turun disini saja.”

“Tidak! Turunlah didepan rumahmu saja. Bagaimana bisa kau berhenti disini, huh?!” Titah Kyuhyun yang membuatnya mau tak mau menuruti perintah Kyuhyun. Rin Hyo menatap kagum Cho Kyuhyun. Ia berpikir, ya ternyata pria ini lumayan baik.

“Kau ingin makan apa?” Kali ini Rin Hyo sudah duduk dijok samping kemudi. Kyuhyun yang menyetir.

“Aku tidak lapar.” Ketusnya seraya menatap jalanan Seoul yang bersih itu. Terdengar dengusan sebal Kyuhyun padanya, namun ia tetap tidak menoleh.

“Tapi kau harus makan! Kau ini juga manusia, kan ?” Rin Hyo memutar bola matanya malas seraya menatap Kyuhyun jengah. Entahlah, ia sedikit kesal karna Kim Hyera tadi. Apa ia cemburu? Ya Tuhan, Ia pasti sudah gila!

“Baiklah, baiklah. Terserah kau saja!” Kyuhyun tersenyum separuh dan melajukan mobilnya dengan cepat. “Hei! Pelankan sedikit! Kau ingin kita mati, ha?!”

“Setidaknya mati bersama tidak terlalu burukkan ?” Rin Hyo mendecak kesal. Sedangkan Kyuhyun tersenyum miring melihat kekesalan Rin Hyo yang membuatnya senang entah kenapa.

TBC-

Advertisements

54 thoughts on “The Cruel Fate 1

  1. Fantasikah genrenya..woah bakaln seru nih..d tunggu lanjutanya..
    Kk author ff espresso d lanjut dong kak..pnasaran bgt ma lanjutan hubungan kyuhyun ma rin hyo..please lanjut ya..

    • iyaaa 🙂 hehe semogaa 🙂 tunggu yaaa ^^

      :” ini lagi on going kook 🙂 dulu pernah down moodnya, soalnya kirain nggak ada yang nungguin :” eh ternyata ada 🙂 makasih yaa uda nungguin ^^ tunggu yaa 🙂

  2. Ntah knapa aku penasaran sm sosok joong ki ^^
    kekuatannya kyuhyun keren (y) apalagi yg vision 🙂
    Jadi manusia biasa seperti hyera bisa liat erecus ya ?

    • hehe Kyuhyun memang selalu keren 😀 hehe iyaaa 🙂 makanya pas erecusnya altec ngasih surat itu dilorong sepi soalnya sosoknya nggak normal dimata manusia murni. kalo Henry maah, ganteng unyu :3

  3. yeayyy ff fantasy nya nongol.. ga sabar nunggu lanjutannya.. karna msh part 1 jd konfliknya blom terasa tp yg bakalan jd konflik udah terlihat.. semangat y thor..

  4. Alurnya kerennn.. Stelah bca teasernya itu jd penasaran.. Eh trnyata udh publish, mskipun ketinggalan sehari sih..hihii aku paling suka sma cerita yang berbau” fantasi bgini.. Soalnya jd bsa berimajinasi bgitu deh.. Jd penasaran itu song jongki bneran jahatkah?? Nahh penasaran juga sma scene yg pas di apartemen 201 itu siapa yg berdiri pake jaket item itu yah?? Jongki kah?? Aishhh engga sabar tunggu kelanjutannya.. Ditunggu yah author~nim 🙂 fighting

  5. Chingu td aku komen dulu,msh pw,tp skrng komen ff diatas
    Sprtinya genrenye punya kekuatan ya chingu, mrka itu mhluk bumi atau alien chingu,hehehe jd pnsrn sma kelanjutannya bakal dimna??apakah bakal afa action chingu,hehe

  6. Hai kaaa JoongKi tanda tanya besar tuh wkwkwk .. masih agak bingung aku kkk , jangan bilang hyera suka ama kyuhyun ? ckcc bener bener ribetkkk .. semangat lanjutinnyaaa ^^

  7. yaampun thor sumpah keren banget idenya itu lo beda keren apalagi ada “astral projection”nya, aku sukaaaa bgt kalo uda bahas astral projection
    di part 1 ini masi belum terlihat konfliknya deh kayaknya wqwq
    rinhyo sama kyu lucu bgt hahaha, eh tadi ada henry ya?henry ngikut ngikut ah wqwq

  8. Menarik,ketagihan,seruuuu..disukai org Se ganteng cho kyuhyun kyknya penuh tantangan tapi kl dah takdir aku jg rela..sam rinhyo km jg hrs rela okay…hahahahha..mext ya thor..selalu penasaran neh!!!
    Semangat!!!

  9. Kenapa kyuhyun appa marah pas pendambing’a mwmbahas masalah takdir?!!

    Sebenernya aku dh pernah baca ini.. aku jg nungguin kelanjutan cerita’a.. tp ga kunjung dipost” jg..

    Dan berhubung nih crta dh lama bgt, dan dan aku jg aga lupa ma alurnya.. jd aku baca ulang lg aja..
    Aku berharap bgt authornim mw nyelesai’n ff ini smpai ending..
    Ok next read..

  10. Hai authornim aku reader baru…. Mau ijin baca ff nya yang lain…. Apa lagi yang fantasy kaya gini…. Kalau gitu mau baca part selanjutnya….

  11. Haii.. aku reader baru di sini hehehe.. salam kenal.. izin baca2 ff di sini yoo wkwk.. aku biasanya kurang suka sama cerita yg genre nya fantasy tp entah knp sama yg ini aku suka dan penasaran sama kelanjutan ceritanya hehehe.. ceritanya unik menurut aku.. dan aku penasaran sama awal hubungan kyu sama rin hyo di sini.. dan buat aku part ketika rin hyo jealous itu kocak bgt wkwk.. biasa yaa cewe suka gt hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s