Reincarnation 6

REINCARNATION VI

 

Author : Tsalza Shabrina

A/N:

Siapapun dirimu kemarin, sekarang ataupun seribu tahun lagi.

Hatiku masih tetap memilihmu.

 

***

“Kau benar – benar pernah seperti itu?! memakai pakaian—hmph, hahaha!”

Sam Rin Hyo tertawa lepas dan tak kuasa menahan tawanya. Sedangkan Kyuhyun hanya mencibir seraya mendecih kesal.

“Kau bilang tidak akan tertawa tadi.”

“Oke, oke. Aku berhenti.” Sam Rin Hyo mengangkat sebelah tangannya mencoba untuk meredakan tawanya. “Jadi, apa kau dulu terlalu bodoh hingga kau mau saja memakai pakaian wanita dan menari seperti seorang wanita? Astaga, membayangkannya sudah membuatku ingin tertawa lagi.”

“Yah, mungkin aku terlalu bodoh dan lemah dulu. Tapi sekarang, tidak.” Rin Hyo meminum Americano-nya seraya menatap penampilan Cho Kyuhyun yang memang sudah jauh dari kata bodoh. Apalagi lemah. Dengan melihat tatapan tajam dari pria ini saja sudah membuat ia sedikit bergetar.

Rin Hyo menaruh lagi cangkir americano-nya. “Jadi sekarang kau sudah menjadi pria perkasa yang tidak suka kafein, begitu?” tanya Rin Hyo dengan nada mencibir.

“Aku memang tidak suka kafein. Apa yang salah dengan itu?”

“Hm, tidak ada yang salah. Hanya saja, come on Cho Kyuhyun everyone  love coffeeEspecially for man. But You—“ Rin Hyo melirik hot chocolate yang dipesan pria itu dengan tatapan aneh. Kyuhyun tersenyum miring, dan lagi – lagi sanggup membuat Rin Hyo menahan napas.

“Aku tidak akan membuatkanmu kopi dipagi hari seperti yang dilakukan seorang istri biasanya! Kafein tidak baik bagi kesehatan, jadi jangan pernah meminum kopi apalagi merokok!”

 

“Seseorang menyuruhku untuk berhenti meminum kopi. Katanya kafein tidak baik untuk kesehatan.” Kyuhyun menatap Rin Hyo lalu menatap cangkir americano milik gadis itu. “Tapi ternyata dia yang minum.” Sam Rin Hyo mengernyit, ikut menatap cangkirnya lalu menatap Kyuhyun aneh. Pria itu seperti sedang menyindirnya, meski ia sadar ia tak pernah menyuruh Cho Kyuhyun berhenti minum kopi.

“Siapa dia?” Kyuhyun kembali menatap Rin Hyo.

“Istriku.”

“Oh.” Hanya kata itu yang dapat keluar dari bibir Rin Hyo. Entah mengapa ada dentuman menyakitkan didadanya setiap Kyuhyun mengungkit istrinya. “Sepertinya kau sangat mencintai istrimu?”

Senyuman Cho Kyuhyun merekah begitu saja. “Tentu saja, aku sudah berjanji dihadapan Tuhan untuk hanya mencintainya seumur hidupku.”

Sam Rin Hyo mengangguk – angguk mengerti seraya tersenyum kecut. “Ya, kau benar! Semua suami pasti sangat mencintai istrinya.”

“Hm.” Setelahnya hening lagi. Cho Kyuhyun memanjakan kedua matanya untuk menatap wajah Sam Rin Hyo yang sangat ia rindukan. Merekamnya baik – baik kedalam memorinya. Meski ia tahu, gadis yang ada didepannya ini adalah istrinya. Bukan Jennifer. Namun, ia harus mengambil istrinya lagi secara perlahan dan penuh kehati – hatian. Ia harus bersabar, sedikit lagi.

Rin Hyo mengangkat pergelangan tangannya, kedua matanya melebar saat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 15.05. Sial! Maki gadis itu dalam hati. Ia menatap Kyuhyun yang tengah menyesap coklat panasnya dengan pandangan tak enak. “Cho Kyuhyun-ssi, aku harus pergi karena ada janji lain.”

“Ah, benarkah? Apa perlu kuantar?” Sam Rin Hyo mengulas senyuman tipisnya.

“Tidak usah, kau lupa jika aku membawa mobil sendiri, huh?!” Cho Kyuhyun hanya tersenyum canggung lalu mengangguk mengerti.

“Baiklah, hati – hati dijalan, Jennifer.” Ujar pria itu dengan nada ragu saat mengucap nama itu. Sam Rin Hyo tersenyum lalu melambai pada Kyuhyun sebelum benar – benar keluar dari kafe. Kyuhyun terdiam disana selama beberapa detik, lalu beranjak. Berjalan keluar, menuju mobilnya lalu menatap mobil Sam Rin Hyo yang sudah berjarak sekitar satu hingga dua meter didepannya.

Ia segera melajukan mobilnya mengikuti Sam Rin Hyo. Wajahnya terlihat dingin dan datar, bibirnya mengatup tanda bahwa ia sedang berkonsentrasi penuh untuk membuntuti mobil sedan hitam Sam Rin Hyo.

“Apartemen?” gumam pria itu saat melihat mobil Sam Rin Hyo yang memasuki areal parkir gedung sebuah apartemen yang berada di Cheondamdong. Distrik elit yang penuh dengan gedung – gedung menjulang tingg.

Tanpa ragu, Kyuhyun juga memasuki areal parkir. Memarkirkan mobilnya agak jauh dari mobil Sam Rin Hyo lalu keluar setelah Sam Rin Hyo berjalan sedikit jauh dari mobilnya.

Ia mengikuti langkah gadis itu yang terlihat buru – buru dan langkahnya berhenti saat Sam Rin Hyo memasuki lift, sendirian. Saat pintu lift itu tertutup, ia segera berdiri didepan pintu berwarna emas itu. Menatap jeli pada jarum yang berdetik menandakan kelantai mana gadis itu pergi. Dahinya mengerut bingung, karena jarum yang normalnya akan berdetik saat lift sedang digunakan itu tak berdetik sama sekali. Bahkan lampunya mati.

Ting

Setelah beberapa detik ia menunggu disana, akhirnya lift kembali terbuka. Menandakan jika memang tidak ada yang salah dengan lift itu. Kyuhyun masih diam disana, saat beberapa orang melesakkan tubuhnya kedalam lift itu. menatapnya dengan asing, mungkin karena ia hanya berdiri disana dengan menatapi jarum yang berada diatas lift itu tajam. Lift itu kembali tertutup, memuat beberapa orang didalamnya. Aneh! Jarum itu kembali berfungsi seperti biasanya. Dahinya semakin mengerut bingung.

Ada sesuatu digedung ini!

 

***

“Maaf aku terlambat!”

Sam Rin Hyo dengan napas terengahnya membuka pintu ruangan Lee Dong Hwa seraya menatap satu per satu orang didalam sana dengan tatapan bersalah.

“Ini untuk pertama kalinya, kau terlambat!” tukasan tajam dari Lee Donghwa yang tengah duduk diatas kursi kebesarannya itu membuat bulu kuduknya sedikit merinding. Ia membungkuk dalam pada pria itu lalu berjalan menuju barisan dimana ada Lee Donghae, Lee Kikwang, dan Shin Ji Eun yang berjajar rapi disana.

“Maafkan aku, tadi ada sedikit urusan.” Kedua mata Dong Hwa memincing tajam pada Sam Rin Hyo.

“Kau punya urusan lain selain disini?” Rin Hyo menatap Dong Hwa seketika dengan terkejut.

“Tidak, maksudku, aku tadi sedang memakan sup ikan dikedai dekat taman. Tapi disana sedang ramai jadi aku harus mengantri, jadi aku terlambat.” Kikwang menggelengkan kepalanya tak percaya, sedangkan Dong Hwa hanya bisa mendecih.

“Aku maafkan karena ini yang pertama.” Ucap pria mengerikan itu akhirnya. Pria itu menatapi Lee Donghae, Lee Kikwang, Shin Ji Eun dan Sam Rin Hyo secara bergantian. “Raid menyatakan perang pada kita. Dan ia sudah berencana untuk menghancurkan Gold dengan senjata rahasia yang bahkan aku tidak tahu apa itu. Bajingan sialan itu sudah merencanakan pemberontakan ini sejak dua tahun yang lalu. Jadi kita harus benar – benar waspada.”

“Tch, pemberontak tak tahu malu!” umpat Ji Eun dengan wajah kesalnya.

“Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan, kan?”

“Ya.” Ujar keempat orang itu bersamaan.

“Kalau begitu, rapat hari ini selesai.” Ujar Dong Hwa ringan diiringi dengan keluarnya empat orang itu dari ruangan pria berdarah dingin itu. Raid dulu adalah mafia bawahan Gold yang bersedia untuk berkerja sama dengan Gold dan berjanji akan selalu berdamai dengan Gold. Namun, ya! Banyak orang bilang Jangan percaya pada siapapun didunia ini. Raid mengkhianati Gold dan bajingan tengik itu sudah merencanakan hal ini sejak dua tahun yang lalu. Mengesankan.

“Aish, untung saja kau cepat datang tadi. Kau hampir membuat kami semua kena amukannya!” ujar Ji Eun pada Rin Hyo dengan kesal. Sam Rin Hyo hanya memutar bola matanya malas.

sorry! Siapa juga tadi yang tiba – tiba tidak bisa mengantarku ke taman, huh?!”

“Ck, sudah sudah. Kalian ini!” ujar Kikwang menengahi. Ia segera menarik istrinya pergi dan meninggalkan Sam Rin Hyo dan Lee Donghae disana. Sam Rin Hyo masih menatap kepergian Ji Eun dengan kesal, lalu ia mengalihkan pandangannya pada Lee Donghae.

Eo?!  Mengapa menatapku seperti itu?” tanyanya saat Donghae terlihat menatapnya dengan tatapan tajam yang tak terbaca. Donghae membuang napas kasarnya lalu menggedikkan kepalanya kesamping.

“Ikut aku!”

***

Lee Donghae mengehentikkan langkahnya saat mereka sudah berada diatap apartemen. Pria itu masih membelakangi Sam Rin Hyo dengan kedua tangan yang berkacak pinggang. Sedangkan, Rin Hyo hanya bisa menatap punggung pria yang selalu bisa ia andalkan selama ini dengan bingung. Ia ingin bertanya, namun mengingat raut wajah menakutkan pria itu tadi membuatnya takut untuk sekadar mengeluarkan suara.

“Kau bertemu dengan Cho Kyuhyun?” Pertanyaan yang dilontarkan Donghae dengan nada rendah itu membuat Sam Rin Hyo tersentak. Ia menatap Donghae yang sudah berbalik, menatapnya tajam. Gadis itu meneguk salivanya dengan berat.

“Kau tidak boleh terlalu dekat dengannya!”

“Dia… berbahaya.”

 

Rin Hyo menarik napas dalam – dalam, lalu menghembuskan napasnya perlahan. Gadis itu berjalan mendekati Lee Donghae yang masih mempertahankan tatapan tajam menusuknya itu. Ia menyisakan sedikit jarak diantara mereka, Sam Rin Hyo menangkup salah satu pipi Donghae.

I Think you are wrong about Cho Kyuhyun… i dont know, but i never saw a danger in his eyes.”

You dont know anything, Jen!!! Dont ever met him again.” Sam Rin Hyo menarik tangannya saat mendengar bentakan Lee Donghae. Kepalanya tertunduk, helaan napasnya pun terdengar berat.

Lee Donghae sontak memeluk tubuh ramping itu erat. Lebih erat dari biasanya. “I cant imagine if you gone, Jen.” Sam Rin Hyo membalas pelukan Lee Donghae lebih erat lagi. Mengelus puncak kepala pria itu dan membiarkan pria itu menghirup lekukan lehernya dalam.

Never! That’s impossible.” Tak ada yang mengerti dengan hubungan apa yang dijalani mereka berdua kali ini. Sepasang kekasih? Bukan. Yang Rin Hyo tahu, ia selalu merasa aman, nyaman dan sangat membutuhkan pria ini. Cinta? Tidak, gadis itu tidak tahu apa itu cinta.

***

Nama : Shin Ji Eun

Tempat, tanggal lahir : Ilsan, 02 Juli 1992

Alamat : G Apartemen, 201. Cheondangdom, Seoul.

Catatan pelanggaran : –

Pendidikan terakhir : s2, Seoul university.

Status : Menikah dengan Lee Kikwang

Catatan : Putri tunggal dari Shin Hyun Bae (pemilik SK group) dan Yang Hye Eun (Ibu rumah tangga) Ibunya meninggal karena kecelakaan dan ayahnya mendekam dipenjara karena kasus penggelapan dana dan meninggal setelah dua tahun ditahan.

            Penyebab kematian : bunuh diri.

 

Nama : Lee Donghwa

Tempat, tanggal lahir : Mokpo, 13 November 1985

Alamat : G Apartemen, 200. Cheondamdong, Seoul.

Catatan pelanggaran : Terdakwa pembunuhan keluarga Sam, status: buron.

Pendidikan terakhir : s2, Harvard university.

Status : lajang

Catatan : Putra pertama dari tiga bersaudara.

            Adik laki – laki pertama : Lee Donghae

            Adik bungsu : Lee Kikwang

            Putra dari Lee Jonghoon dan Shim Hee Jin.

            Lee Jonghoon : ketua tim divisi pembunuhan NIS, mati terbunuh saat menyelidiki sebuah kasus.

            Shim Jung Ah : ibu rumah tangga, terbunuh karena kasus penginayaan dalam rumah tangga.

Cho Kyuhyun menyandarkan tubuhnya disandaran kursi kebesarannya. Lembaran kertas – kertas itu terjatuh diatas meja kerjanya, terlepas dari genggaman.

“Lee Donghae?”

Kau keterlaluan. Kau sudah mempermalukanku didepan temanku, satu – satunya teman yang kumiliki sejak aku harus tinggal denganmu saat itu.”

Seketika kedua mata Cho Kyuhyun melebar. “Jika Lee Donghae adalah saudara Lee Donghwa. Berarti, sudah sejak dulu Sam Rin Hyo menjadi target Gold. Tapi mengapa mereka malah menjadikan Rin Hyo anggota Gold?“ Cho Kyuhyun mengambil ponselnya, mengetikkan beberapa nomor disana dan menempatkan benda persegi panjang itu tepat didepan telinga kanannya.

“Halo? Hyuk Jae-ah! Datang kerumahku sekarang! Aku menemukan sesuatu….. oke! Aku tunggu disini!” Cho Kyuhyun menutup teleponnya lalu menatap kedepan dengan tatapan lurus, seolah menerawang sesuatu.

***

Shin Ji Eun, Lee Kikwang, Sam Rin Hyo dan Lee Donghae tengah duduk bersama disebuah cafe yang biasa mereka kunjungi jika sedang ingin bersantai atau sekadar mengobrol bersama. Meski Rin Hyo tergolong anak baru disana, tapi ia merasa seperti sudah menjadi salah satu bagian dari keluarga itu.

“Hei, kemarin aku tidak melihat kalian sama sekali.” Tegur Shin Ji Eun pada Rin Hyo dan Donghae yang kini saling bertatapan dengan canggung. Lee Donghae pura – pura cuek, sedangkan Sam Rin Hyo tersenyum kecil pada Ji Eun.

“Kemarin, kami berbicara diatap lalu mengunjungi sungai han hingga malam.” Jelas Rin Hyo jujur. Kikwang menatap kedua orang itu dengan tatapan aneh dan juga senyuman aneh.

“Kalian berkencan, ya?” tebak Lee Kikwang dengan senyuman tengilnya. Donghae menatap murka pada dongsaeng-nya.

“Aish, jaga bicaramu!” Ji Eun dan Kikwang hanya mengulum tawa seraya ber-high five.

“Memangnya kenapa kalau kita berkencan?” tanya Rin Hyo pada Kikwang dengan tatapan menantang. “Apa ada yang salah dengan itu?” tukas gadis itu lagi, kini dengan melingkarkan tangannya pada lengan Donghae mesra. Bermaksud untuk bercanda.

Kikwang dan Shin Ji Eun tertawa lepas melihat ekspresi Sam Rin Hyo yang menurut mereka konyol. Sedangkan reaksi Donghae begitu berbeda, pria itu menghentakkan tangannya kasar lalu menatap satu per satu orang disana dengan pandangan tak suka.

“Kau pikir ini lucu, huh?!” tukasnya tajam pada Rin Hyo yang hanya bisa mendengus.

“Kau berlebihan.” Singkatnya lalu meminum hot chocolate-nya dengan menggedikkan bahu tak peduli. Lee Donghae memilih untuk membungkam dari pada meladeni ucapan gadis ini yang pasti tak ada habisnya.

Eo! Sejak kapan gadis pecinta kopi memesan hot chocolate?”  sindiran Lee Kikwang membuat Rin Hyo tersedak. Ia menaruh mug-nya lalu menatap ketiga orang yang tengah menatapnya dengan tatapan menyelidik itu dengan datar.

Gadis itu berdehem sebentar lalu tertawa hambar. “Aish, ada apa dengan kalian, huh?! Aku hanya bosan dengan kafein. Dan bukankah seharusnya kalian senang? Aku tidak lagi mengkonsumsi kafein?” cecar Rin Hyo dengan nada bicara yang kentara jika sedang gugup. Ia selalu tidak bisa berbohong dengan baik dihadapan orang – orang ini, terutama Lee Donghae.

“Lihat! Kau sangat bodoh dalam urusan berbohong! Kau pikir kami akan percaya begitu saja, huh?!” komentar Shin Ji Eun seraya mendesis tak percaya. Rin Hyo menatap Ji Eun kesal.

“Aku tidak berbohong!”

“Kami saja tidak bisa membuatmu berhenti meminum kafein, bahkan Lee Donghae. Dan sekarang kau berkata jika kau hanya bosan meminumnya? Tch, jujur saja! Kami bisa menjaga rahasia!” ujar Lee Kikwang yang memang seringkali penasaran dengan hal – hal yang sebenarnya tidak penting. Sam Rin Hyo menghela napasnya kasar.

“Cho Kyuhyun yang menyuruhnya!” celetuk Lee Donghae ringan. Membuat Ji Eun dan Kikwang menegang, sedangkan Sam Rin Hyo menatap Donghae tak suka.

“Ia tidak menyuruhku untuk berhenti! Aku sendiri yang ingin berhenti setelah mendengar ceritanya. Jadi, jangan sekali – kali kalian berpikiran aku menuruti suruhan Cho Kyuhyun begitu saja. Lagipula pria itu tak pernah membuatku kesusahan!” cecaran yang terlontar langsung dari bibir Sam Rin Hyo seolah sudah bisa menjelaskan semuanya.

Gadis ini sudah terlalu jauh dekat dengan Cho Kyuhyun. Dan ini tidak seperti apa yang sudah direncanakan.

 

“Sepertinya kau dekat dengan pria itu.” ujar Shin Ji Eun seraya tersenyum canggung. Rin Hyo mengulas senyuman kecilnya, menggedikkan bahu tanda tak mengerti.

“Entahlah, kami hanya dua kali bertemu namun rasanya seperti sudah pernah mengenal pria itu sejak lama.” Donghae menatap wajah berseri Sam Rin Hyo dengan nanar, ia membuang napas kasarnya lalu meminum espresso-nya sekali teguk.

“Jen, kau seharusnya tidak boleh terlalu dekat dengan pria itu!” nasehat Kikwang.

Wae?” tanya Rin Hyo cepat.

“Dia… adalah ketua tim divisi intelligent NIS, divisi yang sampai saat ini mengincar Gold.”

Mendengar kata NIS membuat telinga Sam Rin Hyo terasa sakit dan juga badannya terasa panas karena tiba – tiba emosinya memuncak. NIS? Itu berarti Cho Kyuhyun salah satu dari orang – orang yang dulu membunuh ayahnya. Batin gadis itu.

“NIS? Cho Kyuhyun?” gumam Rin Hyo pada dirinya sendiri. “Tapi, bagaimana bisa seorang ketua tim divisi seperti Cho Kyuhyun mempunyai istri yang serupa denganku? Mengapa ia tidak pernah menatapku dengan pandangan curiga mau pun menyelidik? Mengapa—“

“Karena dia adalah anggota NIS. Mereka profesional, bukan seperti polisi yang biasa berada ditengah jalan, Jen! Jangan karena kau mulai menyukainya kau menutup matamu dari fakta!” tegas Lee Donghae seraya menatap Sam Rin Hyo murka. Rin Hyo menatap Lee Donghae tak suka.

“Aku tidak menyukainya, Lee Donghae! Jaga bicaramu!” tukas gadis itu lalu membuang pandangannya kearah lain. Kikwang dan Ji Eun saling pandang dengan tatapan yang penuh arti.

“Sudahlah, kalian jangan bertengkar disini! Jen, kau tak lupa kan jika kita akan pergi ke butik hari ini?” Sam Rin Hyo menatap Ji Eun dengan wajah dingin lalu mengangguk dua kali. “Bisa kita pergi sekarang?”

“Oke.” Jawab gadis itu singkat seraya beranjak dari duduknya. Pergi dengan Shin Ji Eun keluar dari gedung apartemen ini. Lee Kikwang menatap hyeong-nya dengan nanar.

“Seharusnya kau jangan terbawa emosi, hyeong!” Donghae memejamkan kedua matanya frustasi.

“Aku tidak bisa, Kikwang-ah! Aku tidak ingin kehilangannya, walau pada akhirnya aku yakin ia akan tahu semuanya. Dan pada saat itu, ia pasti akan membenciku lalu meninggalkanku.” Lee Kikwang mengangguk pelan, ia juga merasakan apa yang dirasakan hyeong yang paling ia sayangi ini.

“Ya, tapi jika kau terlalu terbawa emosi. Rencana akan—“

“Aku benci pekerjaan ini, aku benci tugas – tugas ini. Aku benci Lee Donghwa! Aku benci ayah yang dulu sering memukuli kita dan ibu! Aku benci!” racau Donghae yang sudah sangat emosi. Lee Kikwang memejamkan kedua matanya frustasi, kata – kata Donghae membuatnya mengingat lagi kenangan – kenangan pahit beberapa tahun yang lalu. Kenangan yang selalu datang dalam mimpi buruknya dan mengikutinya kemana pun ia pergi.

“Aku juga, hyeong! Aku benci ini semua! Tapi apa yang harus kita lakukan, huh? Melarikan diri dan akhirnya Donghwa hyeong akan menemukan kita dan menyiksa kita? Atau kau ingin membunuh saudaramu sendiri?” Ucapan Kikwang membuat kepala Donghae terangkat, menatap adik bungsunya dengan nanar. “Kau bukan Lee Donghwa yang berdarah dingin, hyeong! Dan jangan pernah berpikiran untuk menjadi seorang Lee Donghwa!”

***

“Ini aneh.”

Entah yang keberapa kalinya Lee Hyuk Jae mengatakan kalimat itu. ia kembali membacai file yang memuat tentang catatan kehidupan Shin Ji Eun dan Lee Donghwa yang sebenarnya sudah lebih dari dua kali ia baca.

“Memang. Lee Donghwa anak Lee Jonghoon, seorang ketua tim divisi pembunuhan NIS. Apa yang membuat Donghwa nekat untuk melakukan itu? karena uang? Tidak, keluarganya adalah keluarga yang sangat kaya.”

“Pergaulan?” tebak Lee Hyuk Jae. Cho Kyuhyun menggeleng.

Gold, pria itu sendiri yang mendirikannya dengan dibantu kedua adiknya dan Shin Ji Eun, istri Lee Kikwang. Tidak ada pengaruh luar.”

Lee Hyuk Jae diam lagi. Kasus yang ia pikir hanya menyangkut masalah dunia gelap dan mafia, sepertinya tidak se-simple itu. “Ini semua akan terjawab jika kita menemukan mereka.” Ujar Hyuk Jae yang sepertinya sudah dibuat frustasi oleh Gold.

“Ah! Kemarin aku bertemu Sam Rin Hyo lagi. Kami makan siang bersama dan tiba – tiba dia meninggalkanku dulu. Katanya ada hal yang penting. Dari kedua matanya, ia seperti ketakutan.” Lee Hyuk Jae mengernyit mendengar cerita Cho Kyuhyun.

“Apa Sam Rin Hyo sekarang menjadi salah satu dari Gold?” Kyuhyun mengangguk sekadar, membuat mulut Hyuk Jae terbuka lebar. “Astaga, bagaimana bisa nyonya cho…”

“Aku mengikutinya hingga ia memasuki G apartemen, cheondamdong. Tempat tinggal Lee Donghwa dan Shin Ji Eun. Saat ia memasuki lift, ada yang aneh disana. Detikan jarum yang biasa berjalan mengikuti lantai, yang terletak diatas pintu lift. Kau tahu kan?” Lee Hyuk Jae yang terlihat membayangkan sesuatu mengangguk sekali. “Itu tidak berfungsi. Tapi anehnya, saat

warga sipil lain yang memasukinya. Jarum itu kembali berdetik seperti biasanya.”

“Kita harus memeriksa lift itu.”

***

“Apa selama ini kau bahagia?”

Pertanyaan tiba – tiba yang dilontarkan oleh Sam Rin Hyo saat mereka sedang berjalan dikoridor pusat perbelanjaan, mencari food court karena sejak tadi perut mereka meronta ingin dikasih makan.

“Mengapa tiba – tiba bertanya seperti itu?” tanya Shin Ji Eun, tak menjawab pertanyaan.

“Entahlah, tiba – tiba aku penasaran akan hal itu. Karena, aku bisa melihat dikedua matamu dan mata mereka. Ada suatu cahaya gelap yang sebenarnya ingin kau singkirkan.” Shin Ji Eun tertawa kecut seraya mengangkat bahu.

“Entahlah, tapi tentang cahaya gelap itu… memang kami ingin sekali menyingkirkannya. Namun, kami tahu itu sangat mustahil.”

Wae? Mengapa kau pesimis, kau bahkan belum mencobanya.” Sam Rin Hyo menghentikkan langkahnya, menatap Shin Ji Eun dengan kedua mata membesarnya. Ji Eun tersenyum miring, menatap gadis yang sudah seperti adiknya sendiri ini dengan tatapan teduh.

“Banyak yang tidak kau ketahui tentang kami.”

“Dan aku ingin tahu semuanya. Apa selama ini kau masih menganggapku sebagai orang asing?” Ji Eun menggeleng seraya tersenyum tipis.

“Mungkin memang sudah waktunya kau mengerti.” Sam Rin Hyo mengangguk kuat. Ji Eun menggedikkan kepalanya kesamping. “Aku akan bercerita, nanti setelah kita makan.”

“Aish, baiklah! Ayo cari food court.” Ujar Rin Hyo ketus lalu menarik tangan Ji Eun agar melangkah lebih cepat. Shin Ji Eun hanya bisa terkekeh geli melihat kelakuan Sam Rin Hyo yang kekanakan, namun ada kalanya gadis ini lebih dewasa daripada ia.

Pada akhir skenario ini adalah kematian Sam Rin Hyo yang memang sudah diharuskan mati beberapa tahun yang lalu. Lee Donghae yang sangat mencintainya, selalu melindunginya dengan segala cara meski hasilnya sia – sia. Karena pada akhirnya, Sam Rin Hyo akan mati ditangan Gold.

Dan pada saat itu nanti, apa aku tega? Apa aku bisa menarik pelatukku? Apa aku tega membunuh adikku sendiri ?

 

TBC-

Advertisements

60 thoughts on “Reincarnation 6

  1. Andwaee .. Jangan sampai hyo mati beneran 😭 aku harap semoga donghwa aja yang mati 😁
    Dan oh my, hyo udah tau kalo kyu salah satu anggota NIS, smga gak membuat hyo menjauhi kyuhyun dehh 😊

    Penasaran lagi sama alasan mereka mendirikan NIS 😁 ditunggu lanjutannya yaa ^^

  2. Oh, ini semacam pencucian otak ya? berarti pas tenggelam dia belum mati apa gimana? kan hari itu Kyuhyun juga yg nggendong jasadnya pas baru d angkat dr air dan udah gk ada tanda tanda kehidupan. rada janggal juga d sini. klo pas d rumah sakit aq paham, mungkin jasadnya d ambil suster itu dan gk d kremasi tp gimana cara mereka menghidupkan Hyo lagi?

  3. itu prolog nya siapa yaaa yg terakhirrr
    penasarann, yg dimksud adik donghae atau sam
    huaaaaa, penasaran lanjutannyyaaaa 😀
    semngat torrr

  4. Haiiiii kakakakaka .. bener kyu pelan pelan aja .. jangan buru buru oke ? Jangan pake emosi juga ntar yg ada kacau wkwk
    Ett et et ? RinHyo punya kaka ? Ehh siapa itu ? –‘ semangat lanjutinnya ♥♥

  5. Well, namanya brainwash agak susah balik ke semula. Apalagi hyo amnesia, udah bertahun2 pula. Gampang bnget tuh otaknya diracunin, tapi hati tak pernah berbohong.
    Buktinya dia langsung ganti jadi coklat panas daripada minum kopi, cuma karna omongannya kyuhyun.

    Sudah kuduga kalo hyo bakalan dibunuh. Masalahnya dia itu amnesia dan kalo inget, Gold bakalan punya ‘senjata makan tuan’. Terlalu beresiko ngemasukin hyo jadi anggota gold.

    “Apa aku tega
    membunuh adikku
    sendiri ?”
    iki opo maksute??
    Apa yg bilang ji eun atau donghwa??

  6. huaaa, makin seru ceritanya. Penasaran apakah pada akhirnya rin hyo akan mati atau bisa kembali lagi bahagia sama kyuhyun?
    Lanjutannya jangan lama2 ya Authornim, penasaran ^^ 😀

  7. apa sih rencana donghae sebenernya? donghwa ada disana tp gimana bisa dia ga lgs bunuh sendiri aja? ya walaupun donghae ngelindungin dia tp ttp aja kan? wah kalo semuanya kebongkar, gimana bencinya rinhyo ke donghae dan pasti donghwa pun lgs bunuh dia huhu penasaraaaaannn ditunggu selaluuu lanjutannyaaa

  8. ya ampun penasaran siapa itu yg bicara pas mau tbc, lee donghwa kah??
    dan jangan smpe deh rin hyo bneran mati, penasaran sma cerita sebenar y knpe lee dong hwa mendirikan gold??trus kira2 rin hyo y bkalan benci gx sma kyu stelah tau dia anghota NIS??oke next part y di tnggu thor
    keep writing:-)

  9. ya ampun penasaran siapa itu yg bicara pas mau tbc, lee donghwa kah??
    dan jangan smpe deh rin hyo bneran mati, penasaran sma cerita sebenar y knpe lee dong hwa mendirikan gold??trus kira2 rin hyo y bkalan benci gx sma kyu stelah tau dia anghota NIS?? semoga ajh dia cpet bosa inget sma kyuhyun..amin
    oke next part y di tnggu thor
    keep writing:-)

  10. ya ampun penasaran siapa itu yg bicara pas mau tbc, lee donghwa kah??
    dan jangan smpe deh rin hyo bneran mati, penasaran sma cerita sebenar y knpe lee dong hwa mendirikan gold??trus kira2 rin hyo y bkalan benci gx sma kyu stelah tau dia anghota NIS?? semoga ajh dia cpet bosa inget sma kyuhyun…
    oke next part y di tnggu thor
    keep writing:-)

  11. arrrggg gilaa cerita nya makin seru aja

    kenapa siih hyungnya donghae bikin gold? apa karena ayahnya ?

    cepet siih bikin semuanya jelas biar gak penasaran alias di next hehehe

    semoga rin hyo cepet sadar dah dari semuanya

  12. waahhh makin seru aja nih.. kenapa ji eun mw bunuh rin hyo klau memang rin hyo itu adik kandung nya.. moga aja rin hyo cepat balik ingatannya sebelum gold melaksanakan rencana mereka buat bunuh dia..
    o iya thor cara minta pw buat ff espresso gimana y thor.. soal nya kemaren aku udah minta lwat pesan fb tp belum d balas sampe sekarang.. mohon bantuan ny thor..

  13. Tuh kan mang ga bisa,kl dah pke perasaan tu biar cuci otak pke rinso juga tetap az ga ilang tu perasaan cinta nya rinhyo ke abang kyu..kan yang jatuh cinta duluan az rinhyo kan,ga mgkn dia lupain gt az kyuhyun..
    Donghae udh lah ya..lepasin rinhyo sebelum dia semakin benci ma kamu..apa lg kl km nyakitin kyuhyun..
    Author emang keren abis..
    Next part semoga lbh cepet..semangat!!!

  14. Owowowowoooww… Aku tauk nihh si hyo dimanfaatin gold utk bunuh kyu, kalo kyu udah metong giliran hyo yang dibunuh..kira2 bgtu gag thor ??
    Haahaaa…
    Tp apa hae nya sanggup bnuh org yang dicintainya ??
    Yang aku masih bingung sbnernya masalahnya itu apa sih knp ayahnya hae bnuh ortu nya si hyo.. Knp jg hyo masih di incer,,

  15. sebenernya q masih kurang paham tujuannya gold tu pa?
    trus knpa gold juga merekrut rin hyo….
    trus di akhir cerita yg “Apa aku tega membunuh adikku sendiri ?”
    itu q masih belum bisa menebak siapa yg dimaksud..

  16. Andweeeeeeeeeeeeeeeeee … gw bingung mw komen apaaa.. gw speechless pas sampe dikata2 terakhir ituuuuu… pas baca kata2 ji eun disitu saya merasa nyesek.. klo kata citacitaan sakitnya tuh di diye. >.<.

  17. Nah ya kenapa Rin Hyo tetep diharusin buat mati sih 😦
    Kejem bener orang-orang ini jadi penasaran alasan mereka bikin Gold apa._.

  18. ini sgt menegangkan..
    Jgn lagi, rin hyo jgn meninggal, kyuhyun cepat2 lah kau menolong rin hyo..
    Jadi anggota gold pada akhrnya akan membunuh rin hyo? Jadi disini rin hyo hnya dimanfaatkan saja,untk mempermudah tgas gold?

  19. Ternyata di balik gold itu yg paling jahat di donghwa nya.. 😥
    Pasti gegara bapaknya sering mukulin mereka makanya si donghwa jadi kek gitu..
    semoga rin hyo nya sadar abis ini..

  20. sempet ngira donghae yg kejam banget,tapi kayaknya donghwa lebih sadis. semacam korban ngga sih si dongek
    rin hyo jangan mati lagi plis,apa ini reinkarnasinya 2x (?)

  21. Apaa donghwa berencanaa membunuh rinhyo secara diam2m?? Tnoa sepengetahuan hae jugaa.. wii koqq jahatnyaaa pool yaa jik ituu bner…
    Astgaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s