The Cruel Fate 2

THE CRUEL FATE 2

 IMG_20150218_155659

Author : Tsalza Shabrina

Sebenarnya kita tidak pernah sadar,

Bahwa ternyata… kehidupan telah mempermainkan kita.

 

***

Sam Rin Hyo berdiri dibalkon apartemennya seraya bersandar dipagar pembatas. Ia memangku tangannya, seolah memikirkan sesuatu tapi entah apa yang ia pikirkan.

“Sam Rin Hyo!!!” Teriak seseorang dari bawah sana. Ia menatap kebawah kemudian melotot terkejut.

“Untuk apa lelaki bodoh itu kesini?” Tak lama ponsel yang ada disakunya bergetar.

 

From : kyu bodoh

 

Aku mendengarmu, bodoh!

Rin Hyo berdecak kesal, ia lupa jika Kyuhyun adalah Crypthon dan tentunya pendengarannya peka dan dapat membaca pikiran orang lain. Rin Hyo kembali melongok kebawah, namun apa yang ia cari tak ada disana. Secepat itukah ia pergi? Pikirnya. Ia menjinjit berharap menemukan sosok itu, tapi nihil. Ia masih tidak dapat menemukannya. Rin Hyo semakin menjinjit, karna semakin penasaran. “Akh”pekiknya, Tanpa diduga kakinya tergelincir membuatnya hampir terjun kebawah jika tangan kekar yang sedang memegang pinggangnya itu tak memeganginya. Ia menoleh kebelakang dan mendapati Kyuhyun berdiri disana dengan senyum miring andalannya. Rin Hyo meneguk salivanya berat, selalu saja seperti ini saat berdekatan atau bersentuhan dengan Kyuhyun. Jantungnya selalu berdegup dengan kencang.

“Mencariku sampai akan menyakiti diri sendiri. Ck ck ck, bodoh!” Rin Hyo merasa bodoh saat ini.

“Siapa bilang aku mencarimu? Percaya diri sekali, kau!” Kyuhyun tertawa kecil sembari menatap Rin Hyo seduktif membuat gadis itu merasa gugup. “Jangan menatapku seperti itu!” Bisiknya terbata. Kyuhyun tersenyum miring dan melangkah pelan memusnahkan jarak diantara mereka.

Sial.

Tubuh Rin Hyo sudah tak dapat mundur lagi karna pagar pembatas. Kyuhyun menaruh kedua tangannya disisi kanan dan kiri tubuh gadis itu. Seolah mengurungnya agar tak bisa pergi. Ia mendekatkan wajahnya sampai hembusan napas Kyuhyun menghempas lembut kearah wajah gadis itu. Ia menahan napas, wangi napas itu adalah daun mint. Sangat menyejukkan. Kyuhyun menatap manik mata Rin Hyo, begitupun gadis itu. Tak ada kata-kata yang keluar dari bibir mereka hanya mata yang seolah berkata. Kyuhyun masih diam dan betah membuang karbon dioksida dalam jarak sedekat ini dengan Rin Hyo.

Suara pintu yang bergeser membuat Rin Hyo menoleh kearah balkon sebelah membuat bibirnya tak sengaja bertemu dengan bibir Kyuhyun. Suasana saat ini sangatlah canggung, Rin Hyo masih menoleh kesamping kanan dan Kyuhyun juga masih terdiam. Ini adalah ciuman pertama mereka, sejauh ini Kyuhyun hanya memberi Rin Hyo sentuhan-sentuhan kecil bukan ciuman. Karna ia sangat menjaga harga diri seorang Sam Rin Hyo yang entah juga mencintainya atau tidak. Ia memang dapat membaca pikiran orang lain, tapi tidak untuk Sam Rin Hyo. Dan ia juga tidak tahu apa alasannya.

“Joong Ki-ssi!” Rin Hyo mendorong Kyuhyun pelan. Joong Ki yang memakai jaket hitam menatap dingin kedua orang itu . Sedangkan Kyuhyun menatap Joong Ki tajam. “Hari ini kau kemana saja? Aku tidak melihatmu. Celoteh Rin Hyo. Sam Rin Hyo saat bertemu dengan Joong Ki selalu melupakan segalanya. Bahkan pandangannya hanya ada pada Joong Ki sedangkan yang lain terlihat mengabur. Song Joong Ki terdiam, tak menyahut. membuat Rin Hyo mengernyit. “Kau sakit? Kenapa kau diam saja? Apa aku harus ketempatmu?” Tanyanya lagi. Karna tak tahan, Rin Hyo akhirnya hendak memasuki apartemennya lagi untuk menjenguk tetangganya yang bertingkah aneh. Kyuhyun segera menahannya.

“Jangan pergi!” Wajah Kyuhyun terlihat serius saat mengatakan 2 kata itu. Rin Hyo menggeleng namun Kyuhyun semakin mengeratkan genggamannya. “Disana berbahaya, jangan pergi! Tetap disini!”

“Kau selalu saja merecokiku! Tak bisakah kau menghilang, dia butuh bantuanku.”

“Dia siapa Song joong Ki atau lelaki itu?” Rin Hyo mengernyit. “Joong Ki tak apa-apa, lelaki itu yang sakit!”

“Kau gila, ha?! Dia itu Joong Ki. Kau membuang waktu saja.” Rin Hyo mencoba pergi lagi, namun Kyuhyun malah menariknya membenturkan badan gadis itu pelan dipagar pembatas kemudian membungkam bibir gadis itu dengan ciuman kasarnya. Song Joong Ki mengepalkan kedua tangannya, ia menatap Kyuhyun tajam dan tiba-tiba Kyuhyun terpental kedalam apartemen hingga pintu kaca balkon Rin Hyo pecah dibuatnya. Rin Hyo tertegun, dadanya kembang kempis. Ia mengira kyuhyun seperti itu karna pemberontakannya yang terlalu kasar. Ia menoleh kesamping dan tak mendapati Joong Ki disana. Segera ia mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang telah terpental begitu jauh hingga membentur dinding kamarnya yang sudah menyebabkan retakan – retakan sedikit disana. Dengan cepat ia menghampiri Kyuhyun dan memeriksa keadaan lelaki itu.

“Apa karna aku? Jika iya, maafkan aku Kyuhyun.” Kyuhyun mengeluarkan darah dari mulutnya . Rin Hyo semakin panik dan dengan cepat menelpon nomor darurat. “Kyu, sebentar lagi ambulan datang. Kumohon bertahanlah.” Ia menggenggam erat tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa mengerjap-kerjapkan matanya dan akhirnya tak sadarkan diri. “Kyu?”

“…”

“Cho Kyuhyun! Aku harus bagaimana?” Rin Hyo mulai menangis karna tak tahu harus berbuat apa. Ia bernapas lega saat sirine ambulan sayup-sayup mulai terdengar ditelinganya.

****

Desiran pasir putih yang bercampur dengan angin itu menerpa lembut wajah tampan Kyuhyun yang sedang terbaring miring diatas padang pasir putih. Kyuhyun mengerjap pelan kemudian membuka kedua matanya, ia mengernyit seraya berusaha berdiri. Ia mengedarkan pandangannya kesekeliling padang pasir. Hanya ada dirinya disini, dan juga sebuah cermin berbingkai emas yang melayang disana. Kyuhyun menunduk menatap balutan pakaian yang tengah ia pakai. Setengah hitam dan putih, laksana telah sengaja dirancang seperti ini. Kanan putih dan kiri hitam.

Pancaran sinar yang entah muncul dari mana itu memantul kearah cermin melayang itu dan menyilaukan kedua mata Kyuhyun, membuat lelaki itu memicingkan kedua matanya. Dengan bermodalkan naluri, ia menghampiri cermin yang menyita perhatiannya itu. Rautnya menggambarkan bahwa ia cukup terkejut saat menatap pantulan dirinya dicermin itu. Kedua matanya itu terlihat tidak sinkron, mata kanan berbola mata kuning kecoklatan seperti biasa sedangkan mata kirinya berbola mata merah dengan pupil hitam. Ia berputar saat merasakan ada aura seseorang dibalik punggunya. “Altec?” Altec tersenyum meneduhkan, namun Kyuhyun masih saja menatap seseorang yang notabene adalah appanya itu dengan tatapan bingung bercampur heran. Wajah Altec berubah menjadi sesosok orang yang paling membuatnya kesal. Song Joong Ki. Lelaki itu memakai pakaian serba hitam disertai tudung kepala yang sengaja tak ia pakai. Kyuhyun menatap Joong Ki tajam seolah hendak menguliti lelaki itu hidup-hidup. Sedangkan Joong Ki sebaliknya, ia tersenyum tipis menatap Kyuhyun.

“Kebenaran akan terungkap.” Kyuhyun mengernyit tak mengerti. “Dan juga, takdirmu sudah ada disisimu, putraku.” Kyuhyun tersentak, putra? Ia benar-benar tak mengerti dengan segala ucapan Joong Ki. Masih dengan senyuman itu Song Joong Ki menghilang dari bawah keatas, layaknya abu yang ditiup angin. Hilang begitu saja. Kyuhyun merasakan lututnya lemas tanpa alasan, ia terjatuh diatas padang pasir putih itu lalu tak sadarkan diri.

“Cho Kyuhyun! Cho Kyuhyun, kau mendengarku?!” Kyuhyun mengerutkan dahinya masih dengan mata terpejam. Jemarinya bergerak sedikit demi sedikit. “Cho Kyuhyun, kumohon buka matamu!” perlahan Kyuhyun membuka kedua matanya, sedikit memincingkan mata karna belum terbiasa dengan terangnya bangsal rumah sakit yang ia tempati ini. Rin Hyo yang sedari tadi merecoki Kyuhyun dengan panggilan-panggilan paniknya akhirnya mendesah lega. Ia memencet tombol merah disamping kasur pasien Kyuhyun untuk memanggil dokter. Ia tersenyum sangat manis, “Akhirnya kau sadar Kyu.” Kyuhyun menoleh kesamping. Lingkaran hitam dikedua mata Rin Hyo seolah menandakan bahwa gadis itu jarang sekali mengistirahatkan dirinya. Bajunya pun masih sama dengan terakhir yang ia pakai.

“Kau…” desis Kyuhyun.

“Kau sudah 2 hari koma, membuatku jantungan saja. Aku tak tahu bagaimana caranya menghubungi Altec, jadi aku menyampaikan pesan lewat Henry.”

“Henry?” Kyuhyun mengernyit bingung. Rin Hyo mendesah pelan saat ingat bahwa Kyuhyun tidak tahu jika ia menamai erecus-nya dengan sebutannya sendiri.

“Dia erecus-ku.” Kyuhyun manggut-manggut, kemudian menatap Rin Hyo tajam.

“Jadi selama 2 hari ini kau tidak pulang?” Rin Hyo menggeleng seraya tersenyum tipis.

“Tidak ada yang bisa kuhubungi. Dan aku tak mungkin kan meninggalkanmu sendiri disini.”

“Jangan-jangan kau juga tidak mandi?” Rin Hyo segera menggoyang-goyangkan tangannya menyalahkan ucapan Kyuhyun.

“Tentu saja mandi, aku memilihkan kamar yang paling bagus untukmu. Disini seperti hotel, bahkan mereka menyediakan alat-alat mandi.” Rin Hyo melirik Kyuhyun santai “Jadi, setelah kau sembuh kau harus persiapkan banyak uang, ya!” Rin Hyo terkekeh pelan. Sedangkan Kyuhyun tertawa kecil.

“Jadi kau kesini tanpa membawa apapun?” Rin Hyo mengangguk lagi.

“Saat itu aku terlalu panik dan langsung memasuki ambulance tanpa membawa apapun, aku hanya membawa diriku dan juga baju yang tengah kupakai.” Kyuhyun berdecak kesal. Baru saja ia akan melayangkan omelannya pada gadis ini suara decitan pintu membuat mereka mengarahkan pandangan mereka kearah pintu. Seorang pria paruh baya terlihat memasuki kamar dengan ditemani 2 suster dibelakangnya. Rin Hyo segera menggeser tubuhnya, mempersilahkan pria yang biasa dipanggil dokter itu memeriksa Kyuhyun.

“Keadaannya sudah membaik, hanya perlu istirahat selama beberapa hari hingga pulih.” Rin Hyo mengangguk pelan menyimak penuturan dokter yang menyuruhnya menjaga Kyuhyun dengan larangan dan perintah ini itu. Dan untung saja gadis itu mempunyai ingatan yang sangat bagus, jadi ia tak perlu membawa pulpen dan buku kecil untuk pengingat. Rin Hyo membungkuk pada dokter dan tak lupa mengucapkan terima kasih padanya. Setelah pintu kamar tertutup ia menoleh kearah Kyuhyun.

“Kau juga mendengarnya, kan?” Kyuhyun mengangguk sekenanya. “Ingat itu baik-baik, jangan sampai kau melupakannya mengerti?!” Kyuhyun tersenyum miring seraya mencoba untuk duduk. Rin Hyo membantu Kyuhyun.

“Kau mulai memperhatikanku, Hyo.” Raut Rin Hyo berubah dingin.

“Tsk, kau jangan salah mengartikan ini! aku hanya merasa bersalah padamu.”

“Merasa bersalah?”

“Eum, apa waktu itu aku terlalu kasar? Maafkan aku, kurasa ini semua mutlak salahku.” Kyuhyun tertawa pelan.

“Hei, aku tidak akan kalah dengan tubuh kecilmu, itu!”

“YA! Itu bisa saja terjadi, mungkin saja karna kau terpesona padaku jadi kekuatanmu melemah.” Ucap Rin Hyo asal.

“Percayalah, itu bukan salahmu.”

“tidak, ini salahku. Siapa lagi kalau bukan aku?!”

“Kalau aku berkata pelakunya adalah Joong Ki?”

“Tsk, itu tidak mungkin. Dia manusia murni, Kyu… bagaimana mungkin ia mempunyai kekuatan yang seperti itu.”

“Dia tidak seperti yang kau lihat.” Rin Hyo menatap Kyuhyun tajam. Merasa tersulut jika ada orang yang sengaja memojokkan Song Joong Ki.

“Kau selalu mengada-ada seperti ini, jangan menyulut emosiku Kyu!”

“Tapi aku berkata yang sebenarnya, aku baru saja—“ Kyuhyun menghentikan kalimatnya karna informasi seperti ini tidak mungkin langsung ia katakan pada Rin Hyo. Meski ia sangat mempercayai gadis itu. “intinya, lelaki itu tak baik untukmu!”

“Cukup! Kau selalu saja memojokkan Song Joong Ki, aku muak mendengarnya.”

“Kau menyukainya?” Rin Hyo tersentak. Apa mungkin ia menyukai Joong Ki? Benarkah? Tapi mengingat bagaimana bahagianya ia jika sedang bersama lelaki itu, betapa marahnya jika ada seseorang yang menyakitinya membuat ia yakin kalau ia sudah terjerat oleh pesona lelaki itu. “Kau menyukainya?” ulang Kyuhyun.

“Mungkin, mungkin aku sudah mulai mencintainya.” Bak timah panas yang ditembakkan kearah dada Kyuhyun. Terasa sangat sakit. Kyuhyun memasang wajah dingin seraya menatap Rin Hyo terluka.

“Benarkah?” Rin Hyo terdiam, ia tak bisa menatap wajah terluka Kyuhyun untuk waktu yang lama.

“Bukankah kau bisa membaca pikiran orang lain? Jika kau tak percaya, bacalah pikiranku. Terka apakah ucapanku ini suatu kebohongan atau tidak…” Kyuhyun menggeleng lemah.

“Aku… tidak bisa membaca pikiranmu.” Rin Hyo mengernyit. “Hanya dirimu, Hyo…”

***

Sam Rin Hyo memasuki apartemennya dengan langkah gontai. Ia segera memasuki kamar mandi lalu mengganti pakaiannya. Sering kali ia menghela napas berat,

Aku… tidak bisa membaca pikiranmu  …. Hanya dirimu, Hyo…

           

Perkataan Kyuhyun tadi seolah menghantui pikirannya. Ia berdecak kesal lalu berjalan menuju balkon. Duduk dikursi santai seraya menyanggah kepala dengan satu tangan.

“Bagaimana bisa seorang crypthon seperti dia tidak bisa membaca pikiran orang sepertiku?” gumamnya. Ia mulai berpikir kalau ucapan Kyuhyun tadi hanya mengada-ada. Ia tertawa remeh. “Lelaki itu pasti bercanda tadi.” Tapi jika memang benar seperti itu, berarti Sam Rin Hyo adalah kelemahan Cho Kyuhyun.

“Psst! Psst!” Rin Hyo menegakkan badannya lalu menoleh kesamping. Senyumnya merekah saat menatap Song Joong Ki tengah melambaikan tangan padanya. Sinar matahari yang menyorot padanya seolah membuat wajah lelaki itu menjadi semakin bersinar. Tampan, hanya itu yang bisa ditangkap oleh mata Rin Hyo saat menatap Joong Ki. “Aku akan kesana!” ucap Joong Ki, membuyarkan khayalan gila Rin Hyo tentang ketampanan Song Joong Ki. Tentang menikahi Joong Ki nanti. Benar-benar gila.

Suara deringan bel apartemen Rin Hyo membuat gadis itu segera berlari kecil menuju pintu. “Selamat datang!” ucap Rin Hyo riang seraya mempersilahkan Joong Ki memasuki apartemennya. Song Joong Ki tertawa kecil menatap sikap konyol Rin Hyo yang terlihat terlalu bahagia itu. Tentu Rin Hyo sangat bahagia, tidak bertemu Joong Ki selama beberapa hari sudah membuat gadis itu sangat merindukan wajah tampan Joong Ki, dan tidak lupa senyuman maut lelaki itu.

Sam Rin Hyo menyuruh Joong Ki duduk di sofa dengan penuh semangat. Beban dan masalah yang ada dipikirannya seolah sirna entah kemana, yang ada dihatinya kali ini hanyalah Song Joong Ki.

“Kau mau minum apa? Apa kau sudah makan? Mau kubuatkan sesuatu?” Joong Ki terkekeh melihat sikap Rin Hyo yang menurutnya begitu berlebihan.

“Kau ini, tidak usah terlalu repot. Aku kesini hanya ingin memastikan apa kau baik-baik saja. Ternyata lebih dari dugaanku, kau memang terlihat sangat baik dan sangat merindukanku.” Rin Hyo menundukkan kepalanya, kedua pipinya telah memerah seperti tomat. Berulang kali Rin Hyo mengumpat didalam hati, mengumpati jantungnya yang berdetak dengan tidak normal.

Astaga, mengapa degupannya semakin kencang saja??

Rin Hyo berteriak frustasi didalam hati. Sial, sial, sial. Tubuhnya menegang, tatkala lengan berotot Joong Ki melilit pinggangnya, memberi segenap kehangatan yang mulai menjalari tiap inci tubuhnya. Pasokan napas Rin Hyo semakin menipis saat Joong Ki mendaratkan dagunya diatas bahu putih Rin Hyo, deruan napas Joong Ki terasa lebih jelas dari sana.

“Jj—joong Ki!” Ucap Rin Hyo canggung. Namun Joong Ki masih saja mengeratkan pelukannya.

“Biarkan seperti ini untuk beberapa waktu.” Ujar Joong Ki begitu lembut membuat Sam Rin Hyo terdiam kaku ditempatnya. “Aku sangat merindukanmu.”

***

Cho Kyuhyun membuka kedua matanya dengan napas yang tersengal. Baru saja ia melakukan astral projection untuk sekedar memeriksa keadaan Sam Rin Hyo. Namun, ia benar-benar terkejut dengan apa yang ia temukan diapartemennya.

Gadis itu, memberikan semuanya pada Song Joong Ki.

Kedua bola mata Kyuhyun berubah menjadi merah menyala, membuat siapapun yang melihatnya pasti mengira jika Kyuhyun ialah iblis yang turun dari neraka. Bukan, ia marah bukan hanya karena cemburu dengan Sam Rin Hyo yang sudah memberikan semuanya pada Joong Ki. Namun, ia juga takut akan keselamatan Sam Rin Hyo.

Ia, melihat sisi lain dari Song Joong Ki yang tidak diketahui Sam Rin Hyo. Sisi lain yang begitu mengerikan meskipun hanya membayangkannya saja.

“Pria brengsek itu…” geramnya. Ia mencengkeram seprai kasur tempat ia dirawat dengan begitu kuat. Otot – otot lehernya sampai terlihat saking ia menahan amarahnya yang bisa meledak kapan saja.

Lampu – lampu yang berada dirumah sakit itu terlihat redup seketika. Dan semua itu, ulah dari kemarahan Cho Kyuhyun yang sudah hampir tak terkontrol. Kyuhyun mencoba menahannya, namun tidak bisa karena ia semakin melihat hal mengerikan itu saat ia memejamkan kedua matanya. Cho Kyuhyun adalah pengendali listrik.

Tiba – tiba, sesosok besar berjubah hitam muncul. Menarik tangan Kyuhyun dan menghilang seperti abu dari sana. Hiruk pikuk kepanikan pengunjung rumah sakit pun mereda saat lampu sudah menyala seperti biasa. Tepat disaat Cho Kyuhyun menghilang dari sana.

***

Altec menghela napasnya panjang. Ia membelakangi Cho Kyuhyun yang tengah dikawal oleh dua orang kepercayaan Oddity. Setelah sudah menenangkan diri, ia berbalik. Menatap Kyuhyun dengan begitu lembut, dan jangan lupa senyuman tipis pria itu.

“Kau tahu siapa dirimu, bukan?” Tanya Altec begitu lembut. Mereka kini berada di Oddity Kingdom. Istana kerajaan Oddity yang menjadi pusat berkumpulnya manusia – manusia yang sebangsa dengan kaum tersebut.

“Aku… Cho Kyuhyun.” Ujar Kyuhyun begitu datar dan dengan raut yang sangat sarat akan keputus asaan.

“Kau adalah Crypthon!! Kau ingat itu, kan?” Perlahan kepala Kyuhyun mendongak, menatap Altec yang sudah meninggikan nada bicaranya itu dengan tajam. Ia mengangguk dua kali kemudian tersenyum miring.

“Tentu saja, aku crypthon.”

“Kau mengetahuinya, dan dengan tidak tahu malunya kau melakukan itu? Merusak fasilitas rumah sakit, menyakiti seseorang dan mengganggu seseorang hanya karena tuntutan ego tidak bergunamu itu.”

Eum! Aku memang melakukan itu, karena sangat menyenangkan.”

“Kau memang diperbolehkan memakai kekuatanmu dimana saja. Berbeda dengan kaum Oddity lain yang sangat dilarang meski mereka begitu mendesak. Apa tidak bisa kau memanfaatkannya dengan sebaik mungkin?”

Cho Kyuhyun tertawa kecil. Menatap Altec dengan tatapan tidak sukanya. “Tapi, didalam peraturan, Altec dan Crypthon boleh memakai kekuatannya dimana pun. Tekankan itu, dimana pun.” Tubuh Kyuhyun terpental kebelakang saat Altec mengacungkan tangan kirinya kearah pria itu. Tubuh pria yang masih belum pulih sepenuhnya itu menabrak meja kecil hingga vas bunga yang terpajang disana jatuh hingga pecah.

Cho Kyuhyun berdiri. Merenggangkan otot – ototnya kemudian menatap Altec dengan tatapan mengejek. “Katakan! Kau perlu menjelaskan padaku banyak hal, Jang Hyuk-ssi!”

Semua kaki tangan oddity Kingdom memekik tertahan mendengar cara Crypthon memanggil Altec dengan begitu tidak sopannya. Sedangkan Altec terdiam, wajahnya menampakkan bagaimana terkejutnya ia dengan perintah Kyuhyun.

“Kau terkejut? Lupa jika aku memiliki kemampuan membaca pikiran, huh?” Altec melebarkan kedua matanya, bagaimana bisa Kyuhyun membaca pikirannya? Sebelumnya, Altec adalah pria yang tidak bisa Kyuhyun baca pikirannya tapi, mengapa?

Cho Kyuhyun berjalan gontai menuju tahta kebesaran Altec. “Apa sebegitu inginnya kau mendapatkan ini?” Kyuhyun menyentuh tahta itu dengan tersenyum miring. “Terima kasih, sudah menyerangku setelah sekian lamanya aku bersamamu. Kau tahu? Itu sangat membantu.” Kyuhyun tersenyum kecil pada Altec kemudian melenggang pergi keluar dari ruangan Altec yang lebih menyerupai besarnya aula itu.

Altec menghela napasnya kasar kemudian menatap pintu yang sudah tertutup rapat itu. “Jadi, ia dapat membaca pikiran dan masa laluku saat aku menyerangnya? Jih, dia memang begitu hebat.” Gumam Altec kemudian ia kembali duduk dikursi kebesarannya.

***

Sinar matahari menguar dari celah – celah jendela apartemen Sam Rin Hyo. Membuat gadis yang tengah terlelap diatas ranjangnya itu mengernyit kemudian membuka kedua matanya dengan gerakan begitu pelan. Bibirnya mengeluarkan lenguhan pelan saat merasakan sakit disekujur tubuhnya.

Perlahan kesadarannya terkumpul, menjadi satu kesatuan dan membuatnya segera memeriksa keadaan tubuhnya. Ia membuka sedikit selimut itu, memekik tertahan saat mendapati tubuhnya tak terbalut apapun. Ia baru ingat, setelah Song Joong Ki menciumnya. Hal itu pun terjadi, bahkan ia tidak bisa menolka semua sentuhan Joong Ki. Astaga, apa yang ia lakukan?

Kepalanya ia tolehkan kesamping. Kosong. Tidak ada siapapun disana. Dengan cepat ia berlari kekamar mandi yang berada didalam kamarnya. Membersihkan diri dan mempersiapkan diri, karena hari ini adalah hari senin. Dan itu artinya ia harus bekerja.

***

“Selamat pagi!”

Tubuh Sam Rin Hyo menegang ditempatnya saat menatap Song Joong Ki tengah berada didepan penggorengan seraya mengucapkan selamat pagi padanya. Kejadian tadi malam membuat ia begitu canggung dengan pria ini.

“Eum, selamat pagi!” balasnya dengan canggung kemudian duduk di kursi meja makan. Menyanggah kepalanya seraya menatap punggung Song Joong Ki yang bergerak kesana kemari. Entah mengapa, disaat Song Joong Ki berada disekitarnya. Ia seolah terpikat dan tidak bisa mengalihkan pandangan dari pria itu. Dan juga, bagaimana bisa ia tidak merasa menyesal sedikitpun setelah memberikan segalanya pada Song Joong Ki?

“Kau bisa kemasukan setan jika melamun terus!” teguran Joong Ki yang ternyata sudah duduk dihadapannya itu membuatnya tersentak. Menatap Joong Ki dengan kedua mata lebarnya.

Eo!” Song Joong Ki terkekeh menatap Sam Rin Hyo yang terlihat salah tingkah. Gadis itu selalu bisa membuatnya tersenyum. Karena ia mempunyai banyak ekspresi yang benar – benar sempurna.

“Makanan sudah siap. Sebaiknya, kau segera sarapan. Bukankah hari ini kau bekerja?” Ucap Joong Ki seraya menyiapkan makanan untuk Sam Rin Hyo. Sedangkan gadis itu hanya bisa diam, menunggu perlakuan Joong Ki selanjutnya. “Ini, makanlah yang banyak!” dengan gerakan kaku, Rin Hyo mengambil sumpitnya kemudian memakan makanannya dengan kikuk.

“Eum…. Tadi malam…” Joong Ki menghentikkan aktivitas makannya sejenak.

“Aku akan bertanggung jawab. Aku melakukan hal itu bukan tanpa alasan, Hyo! Aku mencintaimu. Jadi, aku berniat untuk menikahimu.” Sam Rin Hyo mengatupkan bibirnya cepat saat mendengar ucapan tegas Joong Ki.

“Tidak semudah itu untuk menikah denganku, Joong Ki-ah.”

wae?

Rin Hyo terdiam sejenak kemudian menghela napasnya pelan. “Karena, ada sesuatu yang tidak kau ketahui tentangku. Joong Ki-ah.”

***

Cho Kyuhyun berdiri tegak di depan jendela kamarnya yang sangat besar itu, membuatnya dapat dengan mudah menatapi hiruk pikuk keramaian kota Seoul dari atas sini. Ia memejamkan kedua matanya, membuat potongan – potongan ingatan yang kemarin menerpanya kembali terlihat jelas. Saat ia membuka matanya, kedua matanya sudah memerah bahkan gelas yang berada digenggamannya sudah ia banting hingga membentur dinding. Napasnya menggebu lalu kembali melakoni kegiatan yang sejak tadi malam ia lakukan. Mengacak – acak kamarnya yang sudah sangat berantakan, bahkan sudah terlihat seperti baru saja terkena guncangan gempa.

“Tidak… ini tidak bisa dimaafkan. Benar – benar tidak bisa dimaafkan.” Racaunya diikuti dengan teriakannya yang begitu keras hingga memekakkan telinga.

Ya, kemarin ia begitu frustasi saat memergoki Sam Rin Hyo tengah melakukan hal nista itu dengan Song Joong Ki. Dan kefrustasiannya bertambah saat ia dapat membaca pikiran dan juga kenangan Altec tentangnya. Walaupun belum semuanya yang ia baca, tapi hal itu sudah cukup untuknya menilai pria seperti apa Jang Hyuk itu. Yang ia lihat saat itu adalah bagaimana liciknya Altec membunuh ayah kandungnya dan memenjarakan jiwa ayahnya itu kedalam sebuah kurungan yang ia tidak tahu apa itu. Yang pasti kurungan itu sangat kuat dan sangat sulit untuk dipecahkan. Ia baru tahu, ternyata selama ini Altec adalah Jang Hyuk bukan Altec yang selama ini merawatnya. Altec bukanlah ayah kandungnya, melainkan pamannya yang dengan kejam membunuh ayahnya untuk mendapatkan kekuasaan. Yaitu, menjadi seorang Altec yang begitu terhormat.

Saat kepalanya mulai mendingin, ia juga baru saja menyadari satu hal. Mengapa Song Joong Ki masuk kedalam mimpinya? Mengapa saat itu Song Joong Ki memanggilnya putra?  Pertanyaan – pertanyaan itu mulai memenuhi otaknya. Otaknya mulai berputar dengan cepat, mencoba menyatukan hal – hal yang berbau Song Joong Ki. Dimana ia mulai melihat bayangan hitam yang selalu mengikuti Song Joong Ki, dan juga sisi lain Song Joong Ki yang kadang terlihat seperti seorang pria yang berwajah begitu bengis dan kejam.

“Apakah pria yang selama ini kulihat disisi lain Song Joong Ki adalah… ayahku?”

TBC-

BIG THANKS buat Bella yang uda bikin covernyaaaa ^^

Advertisements

33 thoughts on “The Cruel Fate 2

  1. Jadi jadii ? Jongki itu ayahnya kyuhyun ? Hmm kayaknya sih iya yaa 😊

    Aku udah rada rada ngerti skrg, jadi altec aka janghyuk itu memenjarakan jiwa altec yg asli aka ayahnya kyuhyun di tubuh jongki ? Tapi knapa waktu jongki melihat kyuhyun dan hyo kisseu, dia marah bangeet ?

    Astagaa, banyak banget pertanyaanku yaa 😊 sorry ^^ abisnya penasaran tingkat akut sama alur ceritanyaa 😁

  2. uwaaaa?? ga nyangka joongki rinhyo udah sampe sejauh ituuuuu waduwww kesian kyuhyun hahah jd kyuhyun selalu liat bayangan hitam yg dikira jahat yg ternyata itu mugkin aja ayahnya? dan ada ditubuh joongki. yah complicated kan? kyuhyun benci joongki, rinhyo joongki saling cinta dan joongki -mungkin- ayah kyuhyun. uwaaaaahh ditunggu lanjutannyaaaaaaa selalu

  3. Rin hyo tega bgt,ya ampun kyuhyun gmna dong masa nerima bekas dong jong ki..
    Ihh kesel bgt ma rin hyo sumpah..
    Masa jong ki ayahnya kyuhyun sih ko jahat dia sm kyuhyun.
    Masih penuh teka teki nih makin tambah pnasaran aja..
    Smoga part slanjutnya ngk lama ya kak..fighting…

  4. Ceritanya makin keren thor….
    Aku penasaran kelanjutan hubungan kyuhyun dan dam rin hyo…
    Apa mereka gak bersatu thor?
    😢😢
    Aku kesal sama song jong ki yg udah lakuin itu sama sam rin hyo…
    Kesallllll…
    Trus yang bikin penasaran juga thor,,, apa benar bayangan hitam iti ayahnya kyuhyun?
    Penasarannnnnnnn….
    Ceritanya daebak thor..,
    👍👍👍👍

  5. Hai kaa !!! sebenernya gimana sihperasaan RinHyo .. omegat — Ko aku jadi kesel gitu ya sama JoongKi . . RinHyo juga pea mau aja ngasih ke JoongKi kan kasian kyu hikseu .. aaah aku sudah mulai mengerti kkkk .. mangatseu lanjutnya kaa ♥

  6. Aku jadi sebel ama semua karakter yg ada di ff ini,kecuali kyuhyun yak hehehe, buat aku pengen marah-marah aja bacanya hehehe.
    Tapi aku tetap menanti next part nya
    Kalo si rin hyo ga mau ama kyuhyun, kyuhyunnya ama aku aja gapapa kok hahahaha

  7. arrrgggg rin hyo nya gila mau ngelakuin itu …..

    ahh kasihan kyuhyun dong kali begitu
    kenapa sih rin hyo gak bisa ngerasain jahatnya jong ki?

    apa bener jong ki ayah nya kyuhyun? makin penasaran

  8. looo kok tbc sih thor:(( ceritanya tambah keren><
    makin penasaran sama siapa itu jongki?dan takdir apa yg uda deket banget sama kyu?
    konfliknya uda mulai keliatan cuy wkwk, pamannnya kyu jahat bgt.. ya kirain rinhyo bakal ngelepas perawannya sama kyu eh ternyata sama jongki:((
    next ya thor dipanjangin lagi okay mwehehe

  9. Yaaahh..rinhyo kok ma Joong ki..
    Kirain ma kyuhyyn,sedih pasti kan kyu..
    Rinhyo kok gt seh mudah bgt..kasian kyuhyun nya..
    Author mang pinter bgt bolak balikin perasaan neh…
    Hadeh..!!!! Aaaaahhhh..!!
    Ga rela thor..seriuss deh,semudah itu!!padahal dia tau kyu cinta mati..
    Next donk thor jgn lama2..hehhee

  10. Jujur sebenernya aku masih bingung, tp aku jg penasaran ma kelanjutan’a.. but overall is ok..
    So now next part aja deh aku’a.. biar ga bingung lagi.. n mian kl aku cuma kasih komentar ini.. cz aku’a bingung mw komentar apa, cz aku’a jg masih bingung ma cerita’a..
    So see you next part..

    • emang ff ini membingungkan ._. saya aja juga bingung kok *eh . iya nggak apa – apa, asal mau ngasih komentar itu uda luar biasa sekalii, pokoknya nggak nge-bash aja gapapa 😉 see you~

  11. ko hyo bsa asik_asikan ma jong ki sihhhh !!!!!
    trus gimana ma kyu???
    klo kyu bsa liat bayangan gelap di sekitar jongki …berarti jongki ga beda ma bangsa nya kyu dong???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s