The Cruel Fate 3

THE CRUEL FATE 3

 IMG_20150218_155659

Author : Tsalza Shabrina

Happy read, dear ^^

 

***

“Ck, Kemana perginya pria itu ?!”

Decakan dan gerutuan kesal itu meluncur bebas dibibir Sam Rin Hyo. Atasannya sama sekali tak terlihat batang hidungnya, padahal sekarang sudah jam setengah 12 siang dan kurang 30 menit lagi meeting dengan investor yang sangat berpengaruh di Korea Selatan akan dilaksanakan. Gadis itu mulai berkeringat, membayangkan jika Cho Kyuhyun tidak datang tepat waktu dan membuat investor itu memandang buruk kinerja Cho Kyuhyun.

“Apa aku telfon saja, ya?” tanpa berpikir panjang, ia segera merogoh tasnya. Mengambil benda persegi panjang itu dan dengan cepat jemarinya menari – nari diatas layar. Mengetikkan nomor yang sudah ia hapal diluar kepala. Ia juga tidak mengerti bagaimana bisa ia menghapal deretan nomor itu dengan begitu mudahnya.

Ia mulai menggigit bibirnya gusar saat Kyuhyun tak kunjung mengangkat teleponnya. Bibirnya pun tak berhenti menggumamkan umpatan – umpatan kesal pada atasannya itu.

“Sial.” Umpatnya saat mendengar nada sibuk yang malah mendengung ditelinganya. Ia mencoba menelfon pria itu lagi, dan menghela napas lega saat pria itu sudah mengangkat teleponnya.

“Ya!!! KAU GILA?!! Sudah jam berapa ini? sebentar lagi presdir Lee akan kesini, bodoh!!” bentaknya dengan napas yang sudah tak beraturan. Tak peduli dengan karyawan lain yang tengah menatapnya heran, yang terpenting Cho Kyuhyun harus datang sekarang juga.

“…” pria itu masih diam tak bersuara, membuat emosi Sam Rin Hyo terasa memuncak dan ingin sekali melempar ponselnya tepat didepan muka Cho Kyuhyun.

“Kau mendengarku, eo?!! Cepat kesini!! Atau kau akan mati, Cho Kyuhyun!!”

Meeting-nya dibatalkan.” Kini giliran Sam Rin Hyo yang terdiam saat mendengar suara berat itu melantun ditelinganya. Apa pria ini sedang sakit? Mengapa lemas seperti itu menjawabnya? Pikiran – pikiran seperti itu memenuhi pikiran gadis itu. Bahkan, ia sudah tidak peduli dengan meeting yang tinggal beberapa menit lagi.

“Kau sakit?”

“Mm, bisakah kau datang kesini?”  tubuh Sam Rin Hyo berjengit. Baru kali ini, Cho Kyuhyun-seorang Crypthon yang begitu kuat, Mengeluh jika ia sedang sakit. Dan yang ia heran lagi, kekhawatirannya pada Cho Kyuhyun yang begitu besar. Ia selalu seperti ini saat Cho Kyuhyun dalam keadaan yang tidak baik.

“Kau dimana? Dirumah?”

“Mm, Datanglah kesini! Presdir Lee sudah kuhubungi, jadi kau tidak usah mengkhawatirkan meeting itu.”

“Aku akan kesana. Apa kau membutuhkan sesuatu?” tanya Sam Rin Hyo. Mengacuhkan ucapan Kyuhyun tentang Presdir Lee. Yang ia khawatirkan bukan itu saat ini, melainkan Cho Kyuhyun.

Tidak ada. Aku hanya butuh dirimu! Cepatlah datang!”

***

Sam Rin Hyo terperangah saat menatap keadaan kamar Cho Kyuhyun yang begitu berantakan. Serpihan kaca yang tercecer diatas lantai, busa – busa bantal dan kasur yang berhamburan dimana – mana dan juga ia bisa menemukan tetesan darah disana.

Apa yang pria itu lakukan?

Rin Hyo mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar, dan hasilnya kosong. Ia segera berbalik, memeriksa setiap tempat yang berada di apartemen Cho Kyuhyun dengan teliti. Namun hasilnya tetap sama, ia tidak menemukan Cho Kyuhyun disana. Pikirannya sudah membayangkan hal yang tidak – tidak terjadi pada Cho Kyuhyun. Dengan tangan gemetar yang menahan ketakutan, ia mengambil ponselnya. Hendak menghubungi Cho Kyuhyun.

“Kau sudah datang?” suara bariton yang begitu khas itu membuat tangannya melemas seketika. Rasanya seperti begitu lega. Perlahan ia membalikkan badannya, menatap penampilan Cho Kyuhyun yang hanya dibalut dengan kaus polos berwarna biru donker dan juga celana sependek lutut. Ah, jangan lupa rambutnya yang terlihat basah dan berantakan. Pria itu selalu terlihat tampan dengan penampilan apapun.

“Kau dari mana saja, huh?!” tanya Rin Hyo ketus.

“Dari kamar mandi.” Bibir Rin Hyo sedikit terbuka kemudian terkatup kembali saat menyadari kebodohannya. Ia lupa belum memeriksa kamar mandi yang berada didalam kamar Cho Kyuhyun.

Cho Kyuhyun tersenyum miring, berjalan pelan mendekati Sam Rin Hyo kemudian berbisik. “Sepertinya kau begitu mengkhawatirkanku.” Sejenak, darah Rin Hyo terasa berdesir. Ia juga tidak tahu mengapa terpaan napas yang terasa ditelinganya menimbulkan reaksi yang berlebihan seperti ini. Namun cepat – cepat pikiran itu ia singkirkan. Kedua tangannya mendorong tubuh Cho Kyuhyun kuat hingga pria itu mundur satu langkah.

“Jih, mimpi saja kau! Aku kesini hanya ingin memeriksa apa kau benar – benar sakit atau tidak. Bisa – bisanya membatalkan meeting  yang begitu penting seperti itu.” Omel Sam Rin Hyo, menutupi detakan jantungnya yang sudah berdegup dengan tidak normal. “Dan kurasa, kau tidak sakit sama sekali.” Desisnya seraya menatap Cho Kyuhyun sinis.

“Aku memang sedang sakit, Hyo.”

“Ya, kau mungkin sudah sakit jiwa. Menghancurkan kamarmu hingga seperti kapal pecah.” Sindir Sam Rin Hyo seraya menyendekapkan tangannya.

Cho Kyuhyun tak berucap apapun. Perkataan Sam Rin Hyo membuat ia mengingat hal nista yang dilakukan gadis yang begitu ia cintai itu dengan pria lain. Lengannya mendekap Sam Rin Hyo begitu erat, memejamkan kedua matanya. Mencoba mendengarkan detak jantung gadis itu.

Sedangkan Sam Rin Hyo membeku ditempatnya. Diam – diam ia mengumpati jantungnya yang selalu berdetak tak karuan setiap bersentuhan dengan Cho Kyuhyun. Jika dibandingkan dengan reaksinya saat bersentuhan dengan Song Joong Ki, hal itu adalah dua hal yang amat sangat berbeda. Dengan Song Joong Ki, ia selalu merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Tidak seperti Cho Kyuhyun yang selalu membuat jantungnya berdegup dengan kencang.

“Kau… kau yang sakit jiwa.” Ujar Cho Kyuhyun dengan nada yang begitu lirih. Membuat Sam Rin Hyo mengernyit, kemudian membalas pelukan pria itu dengan lebih erat. “Apa yang kau lakukan tadi malam?”

Sam Rin Hyo meneguk ludahnya dengan berat. Apa Cho Kyuhyun mengetahui jika ia dan Song Joong Ki telah melewatkan malam yang panjang dan panas? Mengapa tiba – tiba bertanya seperti itu?

“Tentu tidur.” Jawaban yang begitu menggantung itu akhirnya terlontar dari bibir tipisnya. Ia dapat merasakan, pelukan Cho Kyuhyun semakin mengerat saat ia mengucapkan dua kata itu.

“Sendiri?”

“…” Keringat dingin mulai keluar dari dahi Sam Rin Hyo. Ia juga tidak mengerti mengapa ia tidak rela untuk mengatakan hal nista itu pada Cho Kyuhyun? Seharusnya ia dapat dengan mudah mengatakan hal itu, bukan? tapi mengapa, disaat yang seperti ini ia memikirkan perasaan Cho Kyuhyun?

“Kau tidak perlu berbohong. Kau tidur dengan seseorang, iya kan?” nada bicara Cho Kyuhyun begitu santai saat mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang hanya menyakiti dirinya itu. Ia hanya ingin memastikan suatu hal, sesuatu yang begitu penting.

“I—iya.”

“Song Joong Ki?” Sam Rin Hyo mengangguk pelan didalam pelukan Cho Kyuhyun. Pria itu mengangkat tubuh Rin Hyo, lalu mendudukkannya diatas meja dapur. Ia menaruh tangan kanan dan kirinya disisi tubuh Sam Rin Hyo, memenjarakan gadis itu dengan posesif. Tangan kanannya terulur untuk membenarkan poni Sam Rin Hyo, hingga gadis itu perlahan mau menatapnya. “Kau mencintainya?”

Sam Rin Hyo memejamkan kedua matanya sejenak, menghembuskan napas gusarnya dan setelah itu membuka mata. “Ya, aku mencintainya.” Rahang Cho Kyuhyun mengeras saat mendengar nada bicara Sam Rin Hyo.

“Pembohong.”

“Aku tidak bohong, Kyu. Aku memang mencintainya dan… dia sudah bersedia untuk menikahiku.”

“Aku tahu kau mencintaiku. Kau tidak pernah sekalipun mencintainya, Hyo!” Sam Rin Hyo menggeleng pelan, bibirnya sudah menipis pertanda ia sedang menahan emosi.

“Apa buktinya? Mengapa kau bisa berkata seperti itu?”

“…”

See! Kau tidak punya alasan yang jelas, kan?”

“Kau ingin mengetahuinya?” tanya Cho Kyuhyun setelah mendekatkan wajahnya hingga hanya berjarak 3 senti dari wajah Sam Rin Hyo yang tengah terdiam. Ia mengerjap pelan, menatap Cho Kyuhyun dengan menahan napasnya.

Mata mereka terpejam begitu saja saat kedua bibir itu saling bertautan, melumat dan mengecup dengan tempo yang menggebu – gebu. Kedua tangan Kyuhyun tergerak untuk menarik pinggang gadis itu, sedangkan Sam Rin Hyo sudah mengalungkan lengannya pada leher Cho Kyuhyun. Tak ada kata kelembutan disana, tapi jantung mereka sudah terpacu begitu cepat, meletup – letup seperti larva digunung merapi.

Kedua mata Sam Rin Hyo terbuka saat ia mengingat Song Joong Ki. Ia merasa seperti wanita murahan yang mau disentuh oleh siapa saja. Saat ia merasa ciuman Cho Kyuhyun turun pada lehernya, ia segera mendorong pria itu dengan kuat. Napas mereka tak teratur, mereka saling tatap dengan pandangan yang berbeda. Sam Rin Hyo menatap Kyuhyun dengan tatapan terperangahnya, sedangkan Kyuhyun menatapnya dengan tatapan sendu.

“Aku harus pergi.” Sam Rin Hyo buru – buru turun dari meja dapur, merapikan bajunya dengan cepat, kemudian berjalan dengan langkah besar – besar menuju pintu rumah. Sebelum ia benar – benar keluar dari rumah Kyuhyun, ia sempat mendengar suara Cho Kyuhyun yang berteriak emosi disusul dengan pecahan kaca yang terdengar begitu berisik.

“Aku akan menyadarkanmu, Hyo! Jadi, tolong tunggu aku sebentar lagi.”

***

Midnight.

Pria yang tengah meringkuk diatas lantai itu menggeram kuat. Tangannya sudah memukul – mukul lantai dengan begitu keras, otot – otot lehernya pun terlihat begitu jelas. Benar – benar seperti seseorang yang tengah sakau karena terlalu banyak menggunakan ekstasi.

“Tidak! Aku tidak akan melakukan itu! Kumohon… jangan ganggu aku!!” pinta pria itu, Song Joong Ki. Nada bicaranya begitu penuh dengan kesakitan. Ia terlihat begitu menyedihkan.

“Argghh!!!” Teriak pria itu saat tubuhnya terangkat, kemudian terbanting hingga membentur dinding. Ia hanya bisa menangis dan membiarkan itu kembali merasuki dirinya.

Beberapa menit tubuhnya tak bergerak sama sekali. Namun setelah itu, ia berdiri. Wajahnya sudah terlihat pucat dan dingin. Ia tersenyum miring kemudian menyambar jaket hitamnya dengan cepat, memakainya lalu berjalan menuju pintu apartemennya.

“Kau! Bukanlah pria lemah, Song Joong Ki!”

***

Cho Kyuhyun terbangun dari tidurnya, ia merenggangkan otot – ototnya yang terasa sangat kaku karena semalaman ia tidur di atas lantai dapur. Sebelum berdiri, ia duduk menyender dimeja dapur dengan sesekali menghela napas berat. Tidurnya tadi begitu nyenyak dan jiwanya begitu tenang, tidak melakukan astral projection seperti biasanya.

Senyum kecilnya terulas. Apa karena pelukan itu, ia bisa tertidur sangat pulas? Atau… karena ciuman itu? Entahlah. Cho Kyuhyun beranjak dari duduknya, menatapi apartemennya dengan dahi mengernyit. Seingatnya, kemarin apartemennya masih sangat berantakan. Tapi, mengapa sekarang begitu jadi sangat rapi?

Kedua kakinya melangkah begitu saja menuju kamar tidurnya, dan kembali terperangah saat mendapati kamarnya yang begitu bersih. Hingga ia sangsi jika ada debu yang masuk kedalam kamarnya itu.

“Kau sudah bangun, Cho Kyuhyun?” tubuhnya berjengit tidak suka saat mendengar suara itu. Tanpa ia berbalik pun ia sudah tahu siapa dia, Jang Hyuk atau yang biasa kaum oddity panggil Altec.

Perlahan pria itu membalik badannya, menatap Jang Hyuk dengan pandangan tidak suka. “Kau tidak usah mengkhawatirkan rumahmu lagi. Sekarang rumah ini sudah sangat bersih karena pembantu sewaanku.”

“Tsk, aku tidak butuh bantuanmu.”

“Tapi aku sudah membantumu. Kau terlambat mengatakan hal itu, putraku!” Tawaan pendek Cho Kyuhyun keluar begitu saja saat mendengar kata putraku yang terlontar dari pengkhianat seperti Jang Hyuk ini. Dulu tidak pernah sekali pun terpikir dibenaknya untuk membenci pria ini, namun setelah semuanya sudah terlihat sangat jelas dibenaknya. Sejak saat itu juga, ia mulai membenci pria ini.

“Putra? Kau masih berani memanggilku, putra?” Jang Hyuk menghela napasnya berat lalu melangkah mendekati Cho Kyuhyun. Menyentuh pundak Kyuhyun yang masih mempertahankan wajah dingin dan datarnya.

“Kau belum melihat semuanya, Kyuhyun-ah!” Jang Hyuk menarik lagi tangannya. Menarik napasnya dalam sebelum berkata, “kurasa sudah saatnya kau mengetahuinya.”

Altec  mengulurkan telapak tangan kanannya seraya menatap Kyuhyun dengan penuh keyakinan. Cho Kyuhyun menatap telapak tangan pria yang selama ini ia anggap sebagai ayahnya dengan tatapan tanpa ekspresi.

“Apa?” Altec tersenyum tipis pada Kyuhyun.

“Kau sudah bisa membaca pikiran dan juga seluruh memori yang sudah tersimpan diotakku hingga sekarang , bukan?”

“Ya, lalu?”

“Bacalah semuanya. Jangan sampai ada yang tersisa.” Ujar pria itu mantap.

Cho Kyuhyun menatap telapak tangan Altec dengan sedikit ragu lalu menyentuh telapak tangan yang terasa dingin itu. Memejamkan kedua mata dan mulai memasuki memori Altec.

Dahinya mengernyit seperti kesakitan, lalu setelah itu ia membuka kedua matanya. Menatap Altec dengan kedua mata gelisahnya. Kepalanya menggeleng pelan seperti tak mempercayai apa yang tadi ia lihat.

“Ini tidak mungkin.” Desisnya tajam. Altec menyentuh pundak pria yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri itu dengan sedikit remasan kuat.

“Hanya kau yang bisa menghentikannya, bahkan aku tidak bisa membunuhnya. Aku tidak bisa membunuh ayahmu. Hanya kau yang bisa, untuk keseimbangan dunia dan juga kelanjutan hidup manusia murni.” Cho Kyuhyun terdiam, menatap Altec dengan senyuman dinginnya.

“Kau pikir aku akan melakukannya? Membunuh ayahku sendiri? Ayah yang sudah memberi kehidupan untukku?”

“Tapi ini—“

“Ini adalah kehidupanku. Dan kau? Kau bahkan bukan orang tuaku, jadi jangan meengaturku! Aku yang memutuskannya sendiri.”

***

Sam Rin Hyo merapikan meja kantor Cho Kyuhyun dengan gerakan tak bersemangat. Sudah terhitung tiga hari pria itu tidak datang ke kantor, dan tidak menghubunginya sama sekali. Bahkan ia tidak pernah mendapat satu pun pesan dari pria itu.

“Ck, seharusnya aku bisa beristirahat selama ini! Jika saja pria gila itu tidak menyuruhku membersihkan mejanya setiap hari! Dasar, walaupun ia tidak masuk tapi tetap saja menyebalkan!” Gerutu Rin Hyo seraya menguatkan gerakan tangannya yang tengah mengelapi meja kerja boss-nya itu.

Sam Rin Hyo menghembuskan napas lelahnya, tanpa pikir panjang ia langsung menduduki kursi Cho Kyuhyun. Tersenyum kecil seraya memutar – mutar kursi itu, bermain. Ini adalah kesempatan langka untuknya bisa menduduki kursi yang biasanya dipakai pria itu untuk memperhatikannya yang tengah membersihkan mejanya.

Kedua mata gadis itu tergerak pada laci meja Kyuhyun, perlahan ia membukanya. Alisnya terangkat saat mendapati ada sebuah pigura yang menampakkan fotonya disana. Itu adalah foto yang bahkan ia tidak tahu itu kapan, disana ia terlihat tidak menatap kamera. Wajahnya terlihat penuh kekesalan. “Ck, Kapan ia mengambil foto ini? Dasar, pria gila psikopat!” Cecar gadis itu seraya menutup rak itu lagi dengan kasar. Tiba – tiba ingatan liarnya kembali pada kejadian di dapur Cho Kyuhyun. Kedua matnaya terpejam kuat, begitu pun dengan kepalanya yang menggeleng kuat.

Apa yang kau pikirkan, Sam Rin Hyo?!

 

Tapi, ia menemukan keanehan setelah kejadian itu. Sesuatu yang aneh. Dulu, ia juga pernah berciuman dengan Kyuhyun saat di balkon rumahnya, dan dengan jelas ia langsung memberontak. Tepat pada saat itu, ada Song Joong Ki disekitarnya. Jika dibandingkan dengan adegan ciumannya saat di dapur, ia tidak munafik! Ia sempat membalas ciuman itu meski ia akalnya menolak. Mengapa rasanya, ia seperti menjadi orang lain saat berada disekitar Joong Ki?

“Apa yang membuat akalku begitu kuat untuk berontak saat itu?!” gumam gadis itu bingung.

“Apa yang kau lakukan disana?” Suara dingin itu sontak membuat Rin Hyo beranjak dari tempatnya. Tubuhnya kaku saat melihat Kyuhyun tengah memandangnya dingin diambang pintu. Langkah kaki yang menimbulkan suara mendebarkan itu membuat Sam Rin Hyo semakin mati kutu. Gadis itu menunduk, meski ia selalu tidak sopan pada Kyuhyun. Tapi, dengan duduk dikursi pria itu sudah benar – benar kelewatan batas.

Tubuh Rin Hyo berjengit terkejut saat Kyuhyun menarik lengannya. Menggeser tubuh yang menghalanginya untuk duduk itu dengan kasar. Sam Rin Hyo mengangkat kepalanya tak percaya, sungguh! Ia tak menyangka respon Kyuhyun akan seperti ini. Mengingat sudah tiga hari lamanya ia tidak bertemu dengan Sam Rin Hyo, tanpa mengetahui kabar gadis itu sama sekali.

“Aku baru saja membersihkan mejamu, lalu… aku merasa lelah. Jadi—“

“Apa yang terjadi pada perusahaan 3 hari ini?” potong Kyuhyun tanpa menatap Rin Hyo, lebih memilih sibuk dengan ipadnya. Memonitor diagram batang yang menggambarkan keadaan perusahaannya secara statistik.

Nde?” Tanya Rin Hyo bingung, ini juga aneh. Kyuhyun menanyakan keadaan perusahaan? Bukan menanyakan keadaannya? Cho Kyuhyun seperti bukan Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menghela napasnya jengah, menatap Rin Hyo dengan begitu dingin. “Apa sekarang kau punya penyakit telinga, sekertaris Sam?”

Eo! Animida, sajangnim.”

“Kalau begitu, jelaskan. Sekarang.” Perintah Kyuhyun tegas. Sam Rin Hyo menelan salivanya guna membasahi tenggorokkannya yang entah mengapa tiba – tiba mengering, gadis itu mengangguk pelan kemudian mulai menjelaskan keadaan perusahaan selama tiga hari ini. Dan Cho Kyuhyun, pria itu kembali memandangi ipad-nya seolah menyimak apa yang dikatakan Rin Hyo dari benda tipis itu.

***

Tok Tok

 

Suara pintu terbuka tak membuat Kyuhyun mengangkat kepalanya, pria itu masih terlihat sama seperti sebelumnya. Menelisik berkas – berkas yang sejak kemarin menumpuk dimejanya, juga sesekali memainkan jemarinya di keyboard macbook yang sudah tergeletak disamping berkas – berkas itu tak rapi.

Sam Rin Hyo menghentikkan langkahnya didepan Kyuhyun, menyisakan jarak yang tak pendek namun juga tak jauh. Gadis itu menatap Cho Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan. Entah apa yang gadis itu pikirkan sekarang.

“Sepuluh menit lagi meeting dengan presdir Lee dimulai.” Ujar Rin Hyo dengan sopan. Cho Kyuhyun mengangkat kepalanya, merenggangkan otot – otot yang rasanya begitu kaku itu lalu beranjak dari tempat duduknya.

“Aku akan bersiap – siap, kau tunggu saja diluar.” Ujar Kyuhyun seraya mengambil jasnya dari gantungan lalu memakainya. Namun bukannya pergi, Rin Hyo masih tetap berdiri disana.

“Apa yang kau lakukan selama tiga hari ini? Kau sakit?” Kyuhyun menghentikkan gerakan tangannya yang hendak membenarkan dasinya. Pria itu menoleh kearah Rin Hyo dengan alis terangkat bingung.

“Sekarang bahkan kau menanyakan kabarku selama tiga hari aku menghilang?” tanya pria itu menyerupai sindiran. Raut wajah Rin Hyo berubah seketika, kedua  bola matanya bergerak – gerak gelisah. Salah tingkah.

“I—itu, kau jangan salah paham! Aku hanya menanyakan ini sebagai bawahanmu yang merasa sangat direpotkan saat kau membolos selama 3 hari kemarin.” Cho Kyuhyun mendecih pelan lalu kembali memfokuskan diri untuk membenarkan dasinya.

“Kalau begitu lebih baik kau keluar sekarang.”

Nde?

“Apa kau menyukaiku? Mengapa kau masih berada disini, huh?!”

“Tch, keure! Aku pergi.” Tukas Sam Rin Hyo ketus lalu segera membalikkan badannya untuk pergi dari sana. Meninggalkan Cho Kyuhyun yang sudah menghentikkan segala aktivitasnya. Pria itu menghela napasnya berat seraya menggantungkan kedua tangan bebasnya di kedua sisi tubuhnya.

***

Sam Rin Hyo menuruni anak – anak tangga setelah keluar dari pintu utama perusahaannya dengan kesal. Berkali – kali desahan napas kasarnya keluar saat ia kembali mengingat sikap – sikap dingin Cho Kyuhyun padanya. Entahlah, ia sangat tidak suka jika Kyuhyun memperlakukannya seperti itu. Sial.

Langkahnya terhenti saat tak sengaja ekor matanya menangkap seorang gadis yang dulu pernah datang ke ruangan Cho Kyuhyun saat itu. Kim Hyera. Ya, ia sangat ingat namanya. “Tch.” Decihan tak suka yang keluar dari bibir Rin Hyo itu sempat terdengar dari telinga Kim Hyera. Gadis keturunan keluarga chaebol itu menghentikkan langkahnya. Menoleh kearah Rin Hyo dengan tatapan sinis.

“Kau mendecih padaku, nona?” Sam Rin Hyo tersenyum miring. Membalikkan badannya agar dapat menatap Hyera dengan sempurna.

Ne, apa anda terganggu karena itu?” Tantang Rin Hyo tak mau kalah. Kim Hyera tertawa kasar, ikut membalikkan badannya seraya berkacak pinggang.

“Oh, bukankah kau adalah sekertaris Kyuhyun oppa? Tch, berani sekali kau bersikap tidak sopan padaku? Kau tidak tahu siapa yang tengah kau perlakukan dengan tidak sopan sekarang, nona!” Rin Hyo kembali tertawa remeh. Sebenarnya sudah sejak dulu ia menyimpan rasa kesal pada gadis ini. Ya, ia bersyukur dapat mencurahkannya malam ini.

“Memangnya siapa kau hingga aku harus bersikap sopan padamu, huh?! Oh, yang kutahu kau adalah gadis kurang kerjaan yang datang keperusahaan saat jam operasionalnya telah selesai.” Kim Hyera tersenyum miring, mengangkat sebuah bekal yang terlihat begitu banyak itu dengan bangga.

“Kudengar bosmu sedang lembur. Jadi aku berinisiatif membawakannya makan malam. Apa kau keberatan?” Sam Rin Hyo memutar bola matanya kesal.

“Terserah saja kau ingin membawakannya makanan atau truk makanan sekali pun. Aku tidak peduli, lagipula—“

“Sekertaris Sam! Apa yang kau lakukan disini?” ucapan Rin Hyo terpotong saat suara bariton khas seorang Cho Kyuhyun menginterupsinya. Gadis itu menatap Kyuhyun yang tengah menatapnya tanpa ekspresi dengan sinis lalu kembali beralih pada Kim Hyera yang tengah bersendekap seraya menatapnya penuh kemenangan.

“Tch, ksatria malammu sudah datang. Aku pulang. Selamat menikmati makan malam kalian!” ujar Rin Hyo dengan wajah yang begitu datar. Kemudian ia membalikkan badannya, kembali berjalan menuruni anak – anak tangga yang membawanya pada trotoar.

Senyumannya seketika merekah saat mendapati Song Joong Ki yang sudah memakai jaket hitam dan topi hitamnya tengah menunggunya disana. Sebelah tangan pria itu terangkat keatas, bersamaan dengan senyuman dinginnya yang ia perlihatkan. Dan saat itu pula, seperti biasa, segala kegusaran, kekesalan dan kegelisahan Sam Rin Hyo hilang seketika. Selalu saat ia menyadari keberadaan Joong Ki disekitarnya.

Mian. Merepotkanmu, menjemputku malam – malam seperti ini.” Sesal Rin Hyo saat ia sudah berdiri tegak dihadapan Song Joong Ki. Pria berwajah malaikat itu menggeleng pelan.

Gwenchana.” Ujarnya dengan sebelah tangan yang terangkat, berniat merapikan rambut berantakan Sam Rin Hyo. namun niatannya terhalang saat tiba – tiba tangannya dicekal kuat oleh seorang pria.

Sam Rin Hyo menoleh kearah samping. Seketika rautnya berubah saat mendapati Kyuhyun-lah yang mencekal kuat tangan Song Joong Ki. “Apa yang kau lakukan, Cho Kyuhyun?!” bentak Rin Hyo seraya menatap nyalang kearah Kyuhyun yang masih memaku tatapannya pada Song Joong Ki.

Sedangkan Joong Ki malah tersenyum dingin. Menarik tangannya kasar dari cekalan Kyuhyun. “Jangan sekali – kali kau menyentuhnya, lagi.” Ujar Kyuhyun penuh penekanan.

Sam Rin Hyo tertawa kasar, menatap Kyuhyun tak suka. Bagaimana bisa pria ini tiba – tiba bersikap seperti ini setelah bersikap begitu dingin padanya?

“Tch, kau tidak lihat permaisuri malammu sedang menunggumu disana, huh?!”

“Tutup mulutmu!” Bentak Kyuhyun tertahan seraya menatap Rin Hyo. spontan gadis itu menutup mulutnya rapat – rapat. Sedetik kemudian, Kyuhyun menarik tangan Sam Rin Hyo kasar. Membawanya kedalam mobil. Dan Sam Rin Hyo? gadis itu masih tercengang. Ia hanya bisa mengikuti kemana arah Kyuhyun membawanya.

***

Cho Kyuhyun menghentikkan mobilnya yang sejak tadi melaju dengan sangat kencang tepat didepan rumahnya. Sam Rin Hyo yang sejak tadi hanya bisa menggenggam erat seatbelt hanya bisa terdiam. Mengingat, bagaimana tajamnya tatapan Kyuhyun tadi membuat nyali pemberontaknya menciut.

Kyuhyun memejamkan kedua matanya seraya membuang napasnya kasar. “Bukankah sudah kubilang untuk menjauh darinya?! Dia berbahaya!!” bentak Kyuhyun tepat didepan wajah Rin Hyo yang semakin menegang.

“Kau… berhenti mengatakan dia berbahaya.” Sangkal Rin Hyo dengan nada bicara yang tak tajam seperti biasanya. Rahang Kyuhyun mengeras.

“Kau jangan membutakan kedua matamu, Sam Rin Hyo!!! kau juga tahu, kan? Jika Joong Ki yang tadi kau temui sangat berbeda dengan Song Joong Ki yang biasa kau temui saat pagi atau siang hari.” Cho Kyuhyun kembali membuang napasnya kasar, memukul setir mobilnya karena bingung harus melakukan apa lagi untuk membuat otak Rin Hyo kembali jernih seperti sedia kala.

“Aku…” suara gadis itu begitu tercekat, namun tiba – tiba kedua matanya melebar sedikit saat otaknya sedikit demi sedikit dapat menangkap ucapan Kyuhyun sepenuhnya. “Kau… apa kau tahu sesuatu tentang Song Joong Ki?” Tanya Rin Hyo dengan kedua mata membesar penasaran.

Kyuhyun menghela napas beratnya. Perlahan, kedua tangannya menyentuh bahu Rin Hyo lembut. Tatapan tajam menyeramkannya pun juga berubah menjadi begitu lembut. “Aku menemukan sesuatu yang berbahaya dari pria itu.”

“Apa yang kau temukan?” tanya Rin Hyo spontan.

“Belum waktunya kau tahu, yang terpenting sekarang lebih baik kau tidak bertemu dengannya lagi.”

Wae?” Kyuhyun kembali mendesah gusar.

“Karena dia berbahaya, Sam Rin Hyo. bukankah aku sudah mengatakannya sejak tadi?”

“Maksudku kenapa belum saatnya aku tahu?” desak Rin Hyo. Kyuhyun tersenyum miring seraya menarik tangannya dari bahu Rin Hyo.

“Karena itu rahasia.”

Mwoya?! Ini berhubungan denganku. Mengapa harus rahasia, huh?!”

“Karena memang rahasia.” Kyuhyun menggedikkan bahunya acuh. Sedangkan Rin Hyo sudah memutar bola matanya malas.

“Menyebalkan.” Gerutunya. Namun tiba – tiba dahinya mengernyit saat menyadari dimana sekarang ia berada. “Eo! Ini bukan gedung apartemenku.” Protesnya dengan kepala yang sudah tertoleh kearah Kyuhyun.

Cho Kyuhyun mengangguk tanpa dosa. “Ini rumahku.”

Ara! Tapi kenapa kau menurunkanku disini?”

“Untuk saat ini, lebih baik kau tinggal disini. Karena akan berbahaya jika kau kembali ketempat yang dekat dengan keberadaan Song Joong Ki.” Rin Hyo tertawa hambar mendengar jawaban Kyuhyun yang terdengar begitu ringan tanpa beban.

“Kau gila, Cho Kyuhyun? Apa masuk akal jika aku menginap dirumahmu?!”

“Kalau begitu aku yang menginap diapartemenmu.”

“Itu lebih gila lagi!”

“Kalau begitu tidur saja dirumahku. Bukankah tidur diapartemenmu akan lebih gila lagi?”

Ania. Shireo.” Kyuhyun menghela napas kasarnya.

“Aku tak butuh izinmu untuk ini. Karena ini berhubungan dengan nyawa, kau mengerti?” Rin Hyo masih diam ditempatnya saat Kyuhyun keluar dari mobilnya. Namun tak berlangsung lama sebelum ia berteriak terkejut.

“YA!! CHO KYUHYUN!!! TURUNKAN AKU DAN SINGKIRKAN TANGANMU, SIALAN!!”

***

Song Joong Ki memegang kepalanya yang terasa begitu pening. Tubuhnya terasa sakit semua seperti habis melakukan olah raga berat. Dahinya mengernyit saat ia manyadari jika sekarang ia sedang berbaring diatas kasur dan langit masih gelap.

Dia tidak merasukiku?” gumam pria itu seraya tersenyum lebar. Begitu lega saat tak ada yang memasuki tubuhnya sama sekali disaat malam.

“Sebegitu senangnya kau, saat aku tidak meminjam tubuhmu?” tubuh Joong Ki hampir meloncat kaget saat ia mendengar suara itu lagi. Suara berat seorang pria yang selalu mengganggu malamnya. Joong Ki menatap pria yang tengah duduk dikursi dekat ranjangnya itu dengan tatapan ngeri.

“Kau… itu apa? Siapa? apa sebenarnya yang kau inginkan? Mengapa kau selalu menggangguku seperti ini?!”  cecar Joong Ki dengan nada yang sedikit membentak. Pria yang terlihat sudah berumur itu tersenyum dingin.

“Aku Cho Sang Hyun. Apa yang ku inginkan? Ada sesuatu yang sangat kuinginkan. Sesuatu yang tak pernah bisa kau bayangkan, sekali pun.”

“Cho Sang Hyun? Aku tidak pernah mendengar nama itu. apa kau mengenalku? Maka itu kau menggangguku seperti ini?” Sang Hyun menggeleng pelan.

“Kita tidak saling mengenal. Namun, kau… adalah orang sempurna yang sangat kubutuhkan untuk menyampaikan keinginanku itu.” Dahi Joong Ki mengerut, kepalanya kembali menggeleng pelan.

“Aku tidak bisa. Aku tidak mau.”

“Kau pikir, Sam Rin Hyo menyukaimu karena itu kau?” ujar Sang Hyun tiba – tiba.

Mwo? Apa maksudmu?”

“Aku punya kekuatan yang sangat besar. Dan aku… yang membuat Sam Rin Hyo bertekuk lutut padamu. Jika tidak ada aku, kau… tak akan pernah bisa bersama Sam Rin Hyo. Jadi sekarang kau mengerti, apa keuntungan yang bisa kita terima satu sama lain jika kau meminjamkan tubuhmu dengan suka rela, Tuan Song?”

“Maksudmu…”

“Aku bisa memberimu Sam Rin Hyo. dan kau, bisa memberi tubuhmu untuk sementara.”

TBC-

 

 

 

Advertisements

34 thoughts on “The Cruel Fate 3

  1. Jadi ayahnya kyuhyun itu sebenarnya jahat ? Duhh makin pusing, gak bisa nebak gimana alur cerita sebenarnya 😀

    Tapi berharapnya sih, hyo jatuh cinta sama kyuhyun ^^

  2. Hadeh..kasian Joong ki jd alat..
    Kasian kyuhyun cwenya suka ma org yang bukan dirinya..
    Kyuhyun hrs bertarung ma ayahnya..
    Siapkan mentalmu kyu..ayahmu jahat!!!
    Sebel ma rinhyo..
    Kasian kyuhyun and Joong ki…

  3. wahh jadi yg merasuki tubuh song joong ki itu bener bener ayahnya kyuhyun.,jadi penadaran bgt sama tujuan sebenarnya..ditunggu chapter selanjutnya ya thor dan juga reincarnation chapter 7 buruan dipost dong… nggak sabar bgt pengen baca kelanjutan ceritanya

    keep writing thor …:)

  4. Akhirnya d lanjut juga ff nya..
    Agak kesel sm rin hyo ngk rela rasanya keperawanan nya dia d kasih ke jong ki,kasian amat kyuhyun ya..
    Ko ayahnya kyuhyun jahat sih ma anaknya sendiri..
    Masih penuh teka teki nih bikin pnasaran tingkat akut..
    Kk author smangat ya lanjutin ff nya,d tunggu pake bgt next’a..

  5. Benar benar…Sam rinhyo babo,,,,,
    kenapa tidak dari awal dia tanya ke kyuhyun kenapa song jong ki itu berbahaya….
    kesal dengan kebodohan rinhyo…
    bisanya cuma marah marah mulu sama kyuhyun, negatif thingking,,
    kesallllll sama sam rinhyo…..

  6. Masih bnyak yang belum dipahamin.. Jd misteri ini mah.. Kkk~ trus juga ini kereennn tpi alurnya.. Complicated bngt..

  7. Akh, akhirnya mulai paham aku’a..
    Eh tp skrg yg aku khawatirin tuh Rihyo’a.. cz secara dy kan dh ngelakuin “itu” ma bang jongki.. akankah dy hamil?.. cz takut hyo’a lagi masa subur n apalagi mereka ga pake pengaman.. oh good.. bagaimana kabar banh upil nanti’a..

    Ok bang jongki ternyata cinta beneran ama ri hyo,dan rasa suka ri hyo rasa’n k’bang jongki itu gegara kekuatan ayh’a kyuhyun yg suka masuk k’tubuh’a bang jongki.. dan sebenernya perasaan murni’a ri hyo itu buat bang upil, tp dy’a masih blm sadar atau kebangetan bodoh jd’a laga sadar ama semua itu.. bener ga tuh?..

    Ok lah next part difunggu pake banget, n see you next part n ff lain’a.. ppai ppai

  8. kenapa sih sih rin hyo itu mau begituan

    gara gara sih appa nya kyuhyun masuk ? ahhh parah banget kan kasihan kyuhyun bekas jongki

  9. Ternyata yg ditubuh joongki emng ayah kyu. Tp apa alasan ayah kyu lakuin itu, apa dia mau merebut tahta itu yaa?

    Aku agak sedikit gk rela wktu rin hyo melepas “itu” buat orng lain, knp bukan kyu saja.

  10. sebenernya pa si rahasia yg kyu liat dari jang hyuk????
    masih tanda tanya????
    kenapa ayahnya kyu ko jahat sihhh sampe segitunya kan kyu itu anaknya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s