Reincarnation 7

REINCARNATION VII

 

Author : Tsalza Shabrina

 

 

***

Sam Rin Hyo cepat – cepat menyelesaikan makannya. Ia membersihkan sekitar bibir dengan tisu lalu menatap Shin Ji Eun dengan kedua mata yang sarat akan penasaran.

“Sekarang perut kita sudah terisi.” Sam Rin Hyo membasahi tenggorokkan keringnya dengan air mineral lalu bersendawa kecil. Benar – benar tidak tahu malu. “jadi, waktumu untuk berbicara nona Shin!”

Shin Ji Eun menghela napas berat. “Sebenarnya, Gold bukanlah organisasi gelap turun temurun. Hanya satu orang yang mendirikan organisasi ini, yaitu Lee Donghwa.”

“Hanya dia sendiri?” Ji Eun menggeleng pelan.

“Tidak. Lee Donghae dan Lee Kikwang ikut membantu, karena sifat keras Lee Donghwa yang menakutkan. Kedua pria itu sudah terbiasa menakuti kakak tertuanya itu sejak kecil hingga sekarang.” Kedua bola mata Rin Hyo bergerak tak beraturan, seperti tengah berpikir. “Tubuh mereka selalu mematuhi apa yang diperintahkan kakaknya meski otaknya menolak. Hingga tak sadar, tangan mereka sudah terkotori oleh kegiatan – kegiatan busuk.”

“Lalu kau? Bagaimana bisa kau ikut masuk kedalam organisasi ini?”

“Aku? Aku ingin menyembuhkan Lee Kikwang, dan tak ada cara lain selain ini. Aku ingin ia tak terlalu bergantung dan selalu terperangkap dalam rasa takutnya pada Lee Donghwa.”

“Jika tahu begitu, mengapa malah membiarkanku bergabung?” Wajah Shin Ji Eun mengeras, tidak mungkin ia bercerita tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Tentang bagaimana Lee Donghae menyusun rencana sedemikian rupa agar ia tak membunuh Sam Rin Hyo. Begitulah cara Donghae menghindar dari perintah Donghwa, meski pada akhirnya pun sama saja. Sam Rin Hyo pasti akan terbunuh.

“Karena pada saat itu, kau benar – benar sendirian. Dan aku yakin, Lee Donghae… kau bisa menyembuhkannya.”

“Kenapa aku?”

Karena kau adalah satu – satunya gadis yang bisa membuat Lee Donghae tak menuruti perkataan hyeong-nya.

 

“Karena dia mencintaimu.”

***

“Maaf, anak buahku tidak bisa melakukannya dengan baik. Hari ini.”

Donghwa menatap Kikwang murka, pria itu sudah beranjak dari kursi kebesarannya. Mendekati adik bungsunya yang terlihat menegang ditempat.

Bug

 

            Suara keras yang timbul dari hantaman keras kepalan tangan Donghwa pada Kikwang , disusul dengan tendangan keras yang dilayangkan pria berhati dingin itu pada perut Lee Kikwang.

Pria yang sudah tersungkur dengan pipi lebam itu meludahkan darah. Ia beranjak, masih memasang wajah datarnya. “Aku minta maaf.” Ulang Kikwang. Bukan ketakutan yang terlihat dari kedua matanya, hanya ada pandangan tajam bercampur dengan nanar. Ia mengasihani kakaknya yang seperti ini.

Lee Donghwa tersentak, seperti terbangun dari mimpi buruk. Ia menatap Kikwang sebentar lalu membuang pandangan kearah lain. “Keluar!” titahnya dingin tanpa menatap Kikwang.

Lee Kikwang mengangguk dua kali, membungkuk dalam lalu keluar dari ruangan itu. Shin Ji Eun yang tengah berdiri disamping pintu ruangan Lee Donghwa seraya memainkan kedua tangannya gusar itu segera menegakkan badan saat mendengar suara pintu terbuka.

Desahan kerasnya keluar saat melihat wajah suaminya yang penuh luka. Kikwang tersenyum kecil namun, Ji Eun hanya menatapnya datar. “Kau bisa menahannya, mengapa mau saja dipukuli seperti itu, huh?!”

“Ini hanya luka biasa. Ck, kau berlebihan! Apa sekarang kau mulai memperhatikanku, hm?” Shin Ji Eun menahan geramannya saat mendengar nada bicara Kikwang yang sarat akan niatan menggoda.

“Kau—“

“Ya! Mengapa kalian ribut sekali?! Eo! Kikwang oppa, ada apa dengan wajahmu?” tanya Sam Rin Hyo yang baru saja keluar dari tempat latihan. Di markas Gold semuanya ada. Mulai dari ruangan meeting , ruang kepala(Lee Donghwa) , ruang latihan menembak, hacking dan sebagainya. Gold hanya mempunyai satu markas namun fasilitasnya sangat mengagumkan.

Donghae yang tadinya menjadi lawan latihan pedang dengan Sam Rin Hyo ikut membuka pelindung wajahnya. Menatap Lee Kikwang dengan wajah datar.

“Lee Donghwa baru saja memukuli adiknya sendiri! Aish, dasar pria gila!” Kikwang menatap wajah istrinya dengan frustasi. “Apa?! Aku benar, kan? Jika kau tidak berani melawannya, biar aku saja!” Ji Eun menyingsingkan bajunya, saat tangannya sudah menyentuh kenop pintu. Cepat – cepat Kikwang menariknya.

“Kau bodoh, huh?! Sudahlah jangan berlebihan!” Shin Ji Eun menatap Kikwang tajam.

“Kau yang bodoh! Sudah berapa kali wajahmu hancur karena dipukuli hyeong-mu sendiri, huh?! Yang salah itu anak buahmu! Bukan kau!”

“Shin Ji Eun!” bentak Kikwang yang sudah tak tahu lagi harus bagaimana saat menghadapi istrinya yang mulai keras kepala. Seketika Ji Eun diam, ini pertama kalinya Lee Kikwang membentaknya. Apalagi didepan orang seperti ini. “Kita pulang, sekarang!” titah pria itu lalu menarik tangan istrinya agar mengikutinya.

Sam Rin Hyo menatap Lee Donghae dengan tatapan menuntut. Kedua alis pria itu terangkat tak mengerti. “Buang wajah datarmu itu! apa kau akan diam saja melihat adikmu sendiri dipukuli?! Dan apa aku salah dengar? Lee Donghwa sudah melakukannya berulang kali?” Helaan napas berat Donghae keluar, kedua matanya terpejam frustasi.

“Kau tidak mengerti.” Lirih Donghae.

“Tch, tentu saja! Kau juga takut padanya. Kau juga tak pernah melawan saat ia memukulimu! Dasar bodoh! Kalian berdua sangat bodoh!” tukas Sam Rin Hyo seraya memasang wajah kesalnya.

“Jangan berbicara sesukamu! Kau tidak mengerti apa – apa, Hyo!” Kedua mata Rin Hyo terbuka sedikit, alisnya pun terangkat.

“Hyo?” Wajah Lee Donghae menegang.

“Maaf, tiba – tiba aku ingat nama koreamu. Song Ji Hyo.”

“Song Ji Hyo? Bagaimana kau bisa mengerti nama koreaku? Bukankah  kau menemukanku tak sadarkan diri diGyeonggido lalu menamaiku Jennifer? Bukankah kau hanyalah saksi mata pada kematian orang tuaku?” Lee Donghae meneguk ludahnya berat. Bingung harus menjawab apa.

“Kau banyak bertanya! Lebih baik sekarang temani aku makan siang, aku… ingin memberitahumu sesuatu!” Wajah Sam Rin Hyo berjengit tak terima. Ia menarik lengan Lee Donghae yang sudah berjalan mendahuluinya.

“Ya! Kau belum menjawab pertanyaanku!” Donghae menoleh, tersenyum manis lalu mengacak rambut Rin Hyo.

“Kau tidak penasaran mengapa aku dan Lee Kikwang mau saja dipukuli oleh Lee Donghwa?” Dahi Rin Hyo mengernyit sebentar, lalu mengangguk – angguk kuat. Bahkan ia lupa tentang cecaran pertanyaan yang tadi ia layangkan pada Donghae.

“Tentu saja!” senyuman pria itu semakin melebar dengan gerakan cepat, ia menarik tangan Rin Hyo yang masih mencengkeram lengannya hingga posisi gadis itu kini mengalungkan tangannya pada lengan Donghae.

“Kalau begitu sekarang kita makan siang.”

***

“Kali ini, biarkan Ji Chang Wook yang melakukannya. Karena dia anak baru dan dapat kupastikan tak ada satu pun anggota Gold yang mengenalinya. Sekian untuk hari ini, dan Changwook-ssi! Aku akan menunggu laporanmu satu minggu—ah tidak, 3 hari lagi. Kupikir itu waktu yang cukup untukmu bukan?”

Rentetan kalimat yang diucapkan oleh Cho Kyuhyun itu didengar dengan seksama oleh para anggota NIS disana. Ji Chang Wook, salah satu newbie yang memiliki kemampuan luar biasa itu tersenyum kecil seraya mengangguk tegas.

“Baiklah, rapat selesai.” Ujar Kyuhyun kemudian beranjak dari tempatnya, keluar dari ruangan rapat. Lee Hyuk Jae yang terlihat tengah berlari – lari kecil itu berusaha menyamai langkah Kyuhyun yang lebar – lebar.

“Kau yakin ini akan berhasil? Maksudku, Ji Chang Wook yang memeriksa liftnya?” Kyuhyun tersenyum miring, melirik Hyuk Jae melalui ekor matanya lalu berkata “Dia sangat profesional dibanding kelihatannya.” Hyuk Jae mengangguk – angguk mengerti.

Ara, aku percaya padamu.” Balas Hyuk Jae tulus. Ya, memang apa yang tidak bisa dilakukan oleh Cho Kyuhyun? Pria itu terlalu jenius dalam segala hal. Tapi logikanya akan hilang jika berhubungan dengan Sam Rin Hyo. gadis itu benar – benar kelemahan Cho Kyuhyun.

“Ah, ya. kau sudah menyelidiki korban penyiksaan Gold yang meninggal di meja introgasi?” tanya Kyuhyun seraya menghentikkan langkahnya. Tubuh Hyuk Jae menegang saat ia mengingat hasil penyelidikannya pada korban itu.

“Dia… salah satu anggota Raid dan setelah mendengar ceritamu kemarin tentang Sam Rin Hyo, juga ditambah dengan penyelidikan yang kudapatkan. Hasilnya dia adalah korban dari Sam Rin Hyo. kurasa sekarang Gold dan Raid sedang bersitegang.” Rahang Kyuhyun mengeras saat Hyuk Jae menyebut nama itu sebagai seorang tersangka dalam pembunuhan. Sungguh, rasanya ia ingin memukul mulut Hyuk Jae yang berani menuduh Rin Hyo pembunuh.

“Y—ya! jangan tatap aku seperti itu! kau juga tidak boleh membutakan matamu, Kyu. sudah jelas siapa yang melakukan hal itu.” Kepalan Kyuhyun semakin menguat, seiring dengan kepalanya yang teralih kesembarang arah. Lee Hyuk Jae menghela napasnya berat. Ia sudah kehabisan akal dan angkat tangan jika Kyuhyun sudah kesal karena sesuatu yang menyangkut istrinya.

Drrt Drrt

 

Keheningan yang terjadi selama beberapa saat itu terpecah oleh getaran ponsel Kyuhyun yang tersimpan disaku jasnya. Kyuhyun mengambil benda tipis berbentuk persegi panjang dari saku dalam jasnya lalu menempelkan benda itu tepat pada telinganya.

“Ada apa?”

Tuan Cho, sekarang Sam Rin Hyo sedang bersama seorang pria yang berparas sama seperti foto yang dulu pernah tuan berikan pada kami.

            Kedua mata Kyuhyun membulat sempurna, membuat Hyuk Jae mengangkat alisnya. Semakin mendekatkan telinganya pada ponsel Kyuhyun berusaha menguping. “Mwo?! Lee Donghae bersamanya?! Katakan padaku dimana kau melihat mereka!”

Mereka sekarang sedang berada direstoran itali. Distrik Gangnam, nomor 15. Tepat dipojok pertigaan jalan.

            Tanpa membalas Kyuhyun mematikan sambungan telepon. Memasukkan ponselnya kedalam saku dengan langkah yang sudah tergerak kedepan. “Kajja! Aku yang menyetir!” tukas Hyuk Jae seraya berlari kecil mendahului Kyuhyun seraya menggoyangkan kunci mobil sport barunya yang satu minggu yang lalu ia beli.

***

Gosh! Are you can read my mind? You choose a great restaurant, Hae.”

Sam Rin Hyo menatap interior restoran yang menjadi pilihan Donghae seraya berceloteh. Donghae hanya tersenyum penuh arti, kemudian menarik tangan Rin Hyo menuju meja yang sebelumnya sudah ia pesan. Ya, untuk makan di restoran itali seperti ini harus pesan tempat dulu.

“Bukankah kau sangat menginginkan pasta sejak kemarin, hm?” Rin Hyo membalas senyuman Donghae dengan cengiran lebar.

Yeah, as expected… you are the best.

Of course.” Balas Donghae seraya mendudukkan Rin Hyo dikursi. Disusul dengan ia yang duduk dihadapan Sam Rin Hyo, juga seorang pelayang yang sudah melemparkan senyuman terbaiknya pada mereka.

Setelah memesan, keduanya kembali terlibat pada obrolan kecil yang sebenarnya tak penting dibicarakan. Seperti, apa yang mereka mimpikan tadi malam atau kejadian memalukan yang pernah terjadi pada mereka. Hingga Sam Rin Hyo mengingat tujuan awalnya menerima ajakan makan siang Donghae.

“Kau masih harus bercerita padaku, remember? Lunch for your story.” Donghae tersenyum kecut, ya… bagaimana pun ia bukanlah pria yang suka mengingkari janji.

Okay, I’ll tell you.” Ujar Donghae penuh keyakinan. Sam Rin Hyo sudah membenarkan duduknya, mencari posisi ternyaman saat mendengar cerita Donghae. Lee Donghae berdehem sekali, sebelum memulai ceritanya.

“Ini berawal saat Appa menjabat sebagai Ketua tim divisi pembunuhan NIS. Saat itu, Donghwa hyeong berumur 19 tahun. Aku masih baru saja menginjak 17 tahun, sedangkan Lee Kikwang… dia masih berumur 14 tahun.”

Wait, ayahmu seorang ketua tim divisi pembunuhan NIS?” Donghae tersenyum separo seraya mengangguk dua kali.

“Hm, mengejutkan bukan?” Bibir Sam Rin Hyo sempat terbuka sebelum akhirnya tertutup kembali.

Okay, better i hear your story first.”

            “Ayahku, Lee Jong Hoon. Dia adalah seorang pria kasar yang seringkali menggunakan kekerasan jika sedang marah. Dan semenjak pangkatnya naik menjadi ketua tim, emosinya semakin tak terkendali. Rumah yang megah itu berubah menjadi neraka yang sangat panas dengan siksaan yang bertubi.” Lee Donghae menghela napasnya berat. “Disaat – saat itulah, Donghwa hyeong mulai sering tidak pulang kerumah. Jika pulang pun lebih sering pulang larut malam atau dini hari. Wajahnya tak pernah mulus, selalu saja ada luka.”

Yeah, aku sering tak sengaja melihat bekas lukanya saat latihan.” Komentar Rin Hyo yang lagi – lagi hanya dibalas senyuman sebelum Donghae kembali melanjutkan ceritanya.

“Setelah itu, Donghwa hyeong yang begitu cerdas itu dikirim appa sekolah ke Harvard university. Dan disanalah, ia menemui teman yang salah dan pergaulan yang salah pula. Setelah lulus hanya dengan waktu 4 tahun, Donghwa hyeong pulang kerumah.” Donghae tertawa kecut. “Ya, tapi seperti biasa. Neraka masih tetap menjadi neraka. Bahkan semakin parah saat eomma… meninggal.”

What?! Why?”

            Appa selalu pulang malam dan mabuk karena sepertinya kerjaannya tidak berjalan dengan baik. Saat emosi appa sudah diujung tanduk, saat itu pula eomma kehilangan kesabarannya. Appa memukuli eomma hingga mengalami masa kritis, ia sudah dibawa kerumah sakit dan meninggal disana.” Lee Donghae tersenyum patah, seperti tak kuasa untuk melanjutkan ceritanya. “Dan bodohnya saat itu, aku tak berbuat apa – apa. Aku terlalu takut pada appa.”

“Lalu Lee Donghwa? Apa yang dilakukan pria itu? tidak mungkin dia juga diam saja, bukan?”

“Ya, tentu saja. Tapi, dia sedang tak ada disana saat itu. Setelah pulang dari London pun tak ada yang berubah dari pria itu. Bahkan semakin parah, hanya 3 hari sampai satu minggu sekali ia pulang kerumah.” Lee Donghae hendak membuka bibirnya kembali untuk berbicara, namun tiba – tiba ia urungkan saat kedua matanya menangkap sosok yang paling ia hindari untuk saat ini.

Cho Kyuhyun. Dia baru saja memasuki restoran. dengan seorang pria kurus disampingnya.

“Jen, kurasa kita harus pergi dari sini.” Ujar Donghae panik

“Huh? Wae? Kau belum menyelesaikan ceritanya.” Protes Rin Hyo tak terima.

“Ada Cho Kyuhyun dan anggota NIS yang lain.”

Mwo?!”

***

Cho Kyuhyun keluar dari mobil sport Hyuk Jae dengan membanting pintu mobil itu kuat, membuat Hyuk Jae sempat mengeluarkan desisan kesalnya.

“Ck, tidakkah pria itu tahu jika ini adalah mobil baru?” gerutunya seraya mengekori Kyuhyun yang berjalan kearah mobil van berwarna silver dengan langkah cepat.

Duk Duk

 

Kyuhyun mengetuk jendela pintu kemudi dua kali hingga seseorang menurunkan jendelanya. “15 menit lebih 50 detik mereka berada didalam sana.” Lapor pria suruhan Kyuhyun itu langsung.

“Aku dan Hyuk Jae yang masuk, kalian berjaga disini agar tak terjadi kegaduhan didalam.” Semua orang yang berada di van itu mengangguk serentak bersamaan dengan datangnya Lee Hyuk Jae. Dan disaat itu pula, Kyuhyun berbalik kembali melangkahkan kedua kaki panjangnya menuju pintu masuk restoran itali itu membuat Hyuk Jae kembali mendesis kesal karena sejak tadi ia ditinggal.

Ya! apa katanya tadi?”Tanya Hyuk Jae yang akhirnya dapat menyamai langkah Kyuhyun.

“Mereka masih berada disini.” Jawab Kyuhyun tanpa menatap Hyuk Jae sama sekali.

“Selamat datang! Apa anda telah memesan tempat?” sambut salah satu pelayan disana dengan begitu sopan.

“Ah, begini nona… kami sedang berada disituasi yang sangat darurat. Tak ada kah satu tempat yang kosong dan belum direservasi?” tanya hyuk Jae sopan. Sedangkan Kyuhyun masih menelisik kdalam restoran. Hingga tatapannya berhenti pada dua orang yang begitu familiar dikedua matanya. Sam Rin Hyo dan Lee Donghae. Mereka baru saja beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan menuju kearah yang berlawanan darinya.

“Ada satu tempat, tuan. Tapi, VVIP room. apa tidak apa – apa?” tawar pelayan wanita itu lagi setelah mengecek data.

“Baiklah. Sekarang, apa kami boleh masuk?” Desak Kyuhyun dengan kedua mata yang memancarkan sinar tajam pada pelayan itu.

N-ne… silahkan.” Jawab pelayan itu hati – hati dengan tangan yang sudah mempersilahkan Kyuhyun dan Hyuk Jae memasuki restoran meski gemetaran. Tanpa menunggu lagi, Kyuhyun langsung memasuki area rumah makan. Berjalan dengan langkah cepat memasuki lebih dalam area itu. Dan beruntungnya, VVIP room berada dibagian belakang.

“Mereka kearah mana?” bisik Hyuk Jae yang juga tengah menelisik kesekitarnya dengan waspada.

“Utara.” Singkat Kyuhyun dan sedetik kemudian langkahnya terhenti. Pria itu membalikkan badannya, menatap seorang pelayan yang mengantarnya tajam. Dengan cepat ia mengeluarkan lencana NIS-nya lalu mulai berucap, “Kami sedang dalam proses penangkapan buron. Apa rumah makan ini memiliki pintu keluar lain?”

“Uh-oh, itu… kami tidak punya. Hanya ada satu pintu keluar yang sekaligus pintu masuk dibagian depan.” Jawab pelayan itu gelagapan.

“Berapa VVIP room yang kosong, sekarang?”

“Totalnya ada 5.”

“Apa saja?”

“VVIP room nomor 1, 3, 5, 6 dan 9.”

“Baiklah, kami meminta izin untuk menggeledah satu persatu ruangan itu, apa bisa?” Kedua mata pelayan itu melebar seketika. Ia tidak punya hak untuk memberikan izin yang seperti itu.

“Tapi, pelanggan yang sudah memesan VVIP room nomor 5 dan 9 akan datang satu jam lagi. Jika anda bisa memastikan tidak ada kerusakan fasilitas apapun… saya rasa… tidak apa – apa.” Kyuhyun mengulas senyuman miringnya.

“Kami tidak akan selama itu.” jawab Kyuhyun ringan lalu segera beranjak dari sana. Hyuk Jae yang sudah bisa membaca apa yang tengah dipikirkan Cho Kyuhyun saat ini ikut tersenyum miring. Ia menepuk bahu pelayan pria yang tegang itu dua kali.

“Tenang saja, temanku itu dapat dipercaya.” Serunya seraya mengulas gummy smile-nya yang hanya mendapat dua anggukan kaku dari pelayan itu. “Aku pergi dulu!” ujar Hyuk Jae kemudian segera menyusul Kyuhyun yang sudah lumayan jauh didepannya.

***

“Sialan!”

Umpatan itu sejak tadi Lee Donghae dendangkan setelah menyadari bahwa tidak ada pintu keluar lain selain yang berada didepan tadi. Tangan kanannya masih setia menggenggam telapak tangan Rin Hyo yang sudah basah. Ya, gadis itu telapak tangannya selalu basah saat sedang gugup.

What should we do?” tanya Rin Hyo dengan suara lirih penuh kehati – hatian. Karena Donghae cukup menyeramkan saat dalam keadaan kalut seperti ini.

Lee Donghae membuang napasnya berat. Kepalanya seketika menegak saat menyadari jika ada banyak ruang VVIP kosong yang tadi mereka lewati. Donghae kembali menarik tangan Rin Hyo berjalan hingga mereka berhenti didepan sebuah ruang VVIP yang bertuliskan angka 03 diatasnya.

“Pertama, kita harus bersembunyi disini dulu.” Rin Hyo mengangguk kemudian memasuki ruangan itu. Tangan Donghae masih mencengkeram tangannya dengan kuat. Napas mereka sudah tersenggal seperti habis berlari jarak jauh, padahal pada kenyataannya mereka tidak berlari sama sekali. Dan mengelilingi rumah makan ini tak ada bandingannya sama sekali dengan lari jarak jauh.

“Tapi, mengapa kita harus bersembunyi? Kyuhyun belum tahu jika aku salah satu anggota Gold. Lalu kau?” Donghae menghela napasnya pelan.

Kau yang mengenalkanku padanya, Sam Rin Hyo.

“Saat aku menyelamatkanmu waktu itu. ada dia, disana.” Kedua mata Rin Hyo kembali membesar.

“Jadi maksudmu, Cho Kyuhyun… salah satu orang yang membunuh orang tuaku?” Pekik Sam Rin Hyo tertahan. Donghae hanya diam, tak tahu harus menanggapinya seperti apa. Ia sudah lelah dengan semua kebohongan yang sudah ia buat sendiri. Ia yang membuat Rin Hyo masuk kedalam organisasi sialan ini, jadi ia juga yang harus mempertanggung jawabkan segala perbuatannya.

BRAK

 

            Suara pintu yang terbuka karena tendangan kaki membuat tubuh keduanya membeku. Tautan tangan mereka spontan terlepas. Donghae sudah menyentuh sebuah pistol yang berada dicelananya sedangkan Rin Hyo juga sudah menyentuh roknya yang mempunyai belahan lebar itu.

Saat itu juga, Cho Kyuhyun dan Lee Hyuk Jae masuk seraya mengacungkan pistol kedap suara mereka. Wajah Kyuhyun sempat menegang saat mendapati Sam Rin Hyo berdiri disamping Donghae dengan menatapnya penuh kebencian. Namun rahangnya seketika mengeras saat menatap Lee Donghae yang tengah melemparkan senyuman dingin padanya.

“Kita bertemu lagi, Lee Donghae-ssi!” ujar Kyuhyun datar tanpa ekspresi. Donghae tersenyum miring.

“Tentu saja. Aku sudah menduga hal seperti ini akan terjadi.”

Kyuhyun menatap Rin Hyo sebentar lalu kembali menatap Donghae dengan tatapan tajam. “Apa harus jalan seperti ini yang kau pilih? Dengan mengambil istriku?!” bentak Kyuhyun pada Donghae. Senyuman dingin yang sejak tadi terulas dibibir pria itu hilang seketika. Dengan gerak cepat, ia menarik tangan Rin Hyo, mengalungkan salah satu lengannya pada leher gadis itu hingga membuat gadis itu sesak. Dan satu tangan lainnya membidik pistolnya tepat pada pelipis gadis itu.

Rin Hyo melebarkan kedua matanya terkejut dengan apa yang telah Donghae lakukan. Namun terlalu bingung hanya untuk mengajukan pertanyaan. Diam – diam Kyuhyun meneguk ludahnya berat, melihat bagaimana menempelnya pistol itu pada pelipis istrinya membuat ia limbung sendiri.

“Lalu apa kau ingin aku berbuat yang lain? Seperti membunuh istrimu tepat dihadapanmu?” tantang Donghae. Hyuk Jae yang melihat itu sudah menyiapkan pistolnya, ia bisa melayangkan satu tembakan langsung saat Kyuhyun sudah memberi perintah.

“Kau tidak akan melakukannya Lee Donghae. Ini adalah rumah makan yang sangat ramai, kau menarik pelatuknya… itu sama saja kau telah mengungkapkan pada dunia siapa dirimu sebenarnya.”  Ujar Kyuhyun dengan satu kali tarikan napas. Menandakan jika sekarang ia sedang kalut. Sangat kalut. Donghae terkekeh pelan.

“Kau tahu jika aku tidak pernah main – main dengan perkataanku, kan?” kembali. Lee Donghae menantang Kyuhyun. Kedua bola mata Kyuhyun bergerak – gerak tak beraturan.

“Tebang?” tanya Hyuk Jae berbisik dengan begitu pelan. Hanya Kyuhyun yang dapat mendengarnya. Tebang adalah kode dalam NIS yang artinya = tembakan.

Cho Kyuhyun kembali kalut, keringatnya mengalir deras keluar dari pelipisnya. Apalagi saat pria itu menatap raut wajah Rin Hyo yang terlihat sangat bingung dengan keadaan ini. “Tahan.” Singkat Kyuhyun pelan.

Mwo?!” pekik Hyuk Jae begitu saja. Donghae tersenyum miring.

“Turunkan senjatamu, tuan – tuan. Atau aku akan membunuh gadis ini. Aku… akan membunuh Sam Rin Hyo.” ujar Donghae seraya berjalan perlahan menuju pintu keluar ruang VVIP yang luas ini. Lee Hyuk Jae menatap Kyuhyun yang tak bergeming, yang pria itu lakukan hanyalah menatap Rin Hyo yang masih dalam kurungan tangan Lee Donghae dengan nanar. Hyuk Jae memejamkan kedua matanya frustasi.

Sam Rin Hyo adalah kelemahan Cho Kyuhyun.

 

            Sungguh, ia kesal dengan kenyataan itu disaat seperti ini. Hyuk Jae membuang napasnya kasar lalu akhirnya melayangkan sebuah tembakan kearah bawah, berniat mengenai kaki Donghae hingga akhirnya mereka dapat membekuknya. Namun naas, peluru itu malah mengenai kaki Rin Hyo. tepatnya diatas lutut.

“AKH!” teriak Rin Hyo saat merasakan timah panas itu menghunus tubuhnya. Kedua mata semua orang yang berada disana melebar. Rahang Kyuhyun sudah mengeras, baru saja selangkah ia maju Donghae kembali mengucapkan ultimatumnya dengan lantang.

“Mendekat, dia mati!” Langkah Kyuhyun kembali terhenti saat Donghae sudah membawa Rin Hyo keluar dari sana dengan cepat. Kedua tangan pria itu terkepal kuat.

Mianhe jeongmal, aku tidak berniat seperti itu.” sesal Hyuk Jae tulus.

“Sudah kubilang untuk menahannya, bukan?” desis Kyuhyun menahan emosi.

Mianhe.”  Ulang Hyuk Jae lagi. Cho Kyuhyun menutup kedua matanya dengan dahi yang mengerut. Tak ada yang bisa mengalahkan gejolak hati Kyuhyun saat ini. sesak dan sakit. Sangat.

“Sialnya, disaat seperti ini aku tidak bisa berbuat apa – apa selain berdiri seperti orang bodoh disini.”

***

Setelah Lee Donghae keluar dari ruangan itu, segera ia menyembunyikan pistolnya lagi dan merubah dekapan sesaknya itu menjadi rengkuhan kuatnya pada bahu Rin Hyo. memapah gadis itu.

“Kau bisa menggerakkan kedua kakimu?” Tanya Donghae tak bisa menyembunyikan raut wajah khawatirnya. Rin Hyo meringis menahan sakit lalu tersenyum paksa.

“Kurasa bisa, lebih baik kita cepat sebelum aku tidak bisa menahannya lagi.” Donghae menghela napasnya kasar. Rin Hyo selalu seperti ini. Tidak ingin orang lain mengkhwatirkannya.

Donghae menarik tangannya lagi, berjongkok didepan Rin Hyo. “Naik kepunggungku.” Ujar pria itu dengan nada tegas khas pendoktrin. Rin Hyo menghela napasnya menyerah kemudian menuruti apa yang Donghae perintahkan.

Tak peduli dengan orang – orang yang melihat mereka, Donghae tetap berjalan keluar restoran. Namun, kebebasan mereka belum sampai didepan mata. Ada beberapa orang berbadan besar yang sudah menghadang mereka didepan.

Dengan lihainya, Donghae berlari menghindari pria – pria besar itu. Segera memasukkan Rin Hyo kedalam mobil lalu melesatkan mobilnya dengan kecepatan diatas rata – rata.

***

Lee Donghwa memasuki ruang gawat darurat yang berada didalam markas Gold dengan langkah besar – besar. Pria itu menatap Sam Rin Hyo yang masih memejamkan kedua matanya damai dengan balutan perban dipahanya. Hembusan napas kasar Donghwa keluar, seiring dengan tatapannya yang menelisik tajam kearah Kikwang, Ji Eun lalu berhenti pada Lee Donghae yang masih setia duduk disamping ranjang.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Donghwa menyerupai geraman. Lee Kikwang meneguk ludahnya yang tiba – tiba terasa pahit, sedangkan Lee Donghae menurunkan bahunya tanda bahwa ia sangat menyesal.

“Ini kesalahanku. Aku membawanya makan disebuah restoran lalu tiba – tiba Cho Kyuhyun dan seorang pria kurus datang.”

“Itu artinya ada suruhan pria itu yang mengikuti kalian. Dan itu juga artinya keberadaan kita, markas kita ini, bisa saja akan terungkap.” Ujar Lee Donghwa tajam. Donghae hanya bisa menunduk, tak menjawab. Hembusan napas yang lebih kasar dari bibir Donghwa kembali keluar. Pria itu menatap nyalang pada Rin Hyo yang masih memejamkan kedua mata, tak bergeming. “Apa gadis ini sudah tak ada gunanya lagi? Tch, seharusnya dari dulu aku sudah membunuhnya jika tahu seperti ini.” desisan Donghwa itu membuat semua orang yang berada disana menatapnya serentak. Donghae tak bisa menyembunyikan raut gusarnya, kepalanya sudah menggeleng spontan.

Ani. Dia masih berguna.” Sela Donghae cepat, tanpa mempedulikan tatapan nyalang yang kini Donghwa layangkan padanya.

“Berguna apanya?! Kau jangan membuat alibi, Lee Donghae! Kau pikir aku tidak tahu jika semua rencana yang kau lakukan hingga sekarang karena kau mencintainya dan tak ingin ia mati. Benar?” rahang Donghae mengeras saat Donghwa mengetahui kenyataan yang ia pendam rapat – rapat dari hyeong-nya itu agar pria itu tak curiga. Namun kini, pria itu tahu semuanya.

“Bisakah kita tidak bertengkar dalam keadaan genting seperti ini? jika Rin Hyo bangun… semuanya akan berakhir.” Ujar Shin Ji Eun yang langsung mendapat tatapan tajam dari Donghwa.

“Kau tidak usah ikut campur!” bentak pria itu keras. Ji Eun membuang napasnya kasar, hendak membalas ucapan Donghwa lagi. Namun Kikwang dengan sigap menahan tangan gadis itu, memberi tanda agar gadis itu diam saja.

Hyeong, Ji Eun benar. Donghae hyeong juga benar. Sam Rin Hyo masih berguna, jika ia tidak berguna… pasti Donghae dan Rin Hyo sama – sama akan mendekam dipenjara hari ini. Tapi, melihat bagaimana mereka bisa sampai disini, itu menandakan jika Kyuhyun… masuk dalam perangkap kita.” Jelas Lee Kikwang panjang lebar. Tatapan tajam Donghwa sedikit hilang saat mendengar penjelasan adik bungsunya itu. “Dan juga, luka tembakan itu… adalah kesalahan yang dibuat oleh pria kurus yang bersama Kyuhyun tadi.”

Donghwa menghembuskan napasnya berat. Ia menatap Sam Rin Hyo cukup lama sebelum akhirnya beranjak pergi setelah mengatakan,

Keure, bagaimana pun setelah gadis ini tak berguna lagi. Dia harus mati.”

***

Markas Raid, jam yang sama.

 

Seorang pria berperawakan tinggi menaruh sebuah map tepat diatas meja seorang pria yang juga mempunyai tinggi menjulang itu dengan sangat sopan.

“Kami sudah menemukan senjata terbesar Gold, Tuan Wu.” Ujar pria itu dengan tangan yang berada didepan, sangat terlihat sopan.

Pria yang disebut tuan Wu itu tersenyum misterius, membuka map itu dan menatapi lembaran – lembaran yang berada didalamnya dengan air muka yang terlihat begitu senang. Seolah mendapatkan sebongkah emas yang berharga ratusan milyar won.

“Namanya Jennifer. seorang gadis muda dengan beribu bakat.”

“Kurasa kita juga punya gadis muda yang seperti itu didalam raid, Park Chanyeol.”

“Ya, anda benar. Tapi yang membuat gadis ini sangat istimewa adalah… dia sebenarnya bukan Jennifer. melainkan, Sam Rin Hyo. seorang istri Cho Kyuhyun. Kelemahan seorang kepala divisi intelligence NIS.”  Ujar Chanyeol yang membuat gerakan tangan tuan Wu Yi Fan terhenti. Pria itu tersenyum miring lalu meletakkan berkas – berkas itu.

“Baiklah, untuk sekarang… kita hanya perlu mempertimbangkan, kapan permainan ini akan dimulai.”

TBC-

Okeee ini part 7 ^^ maaf yaaa kalo kami jarang nge-post soalnya lagi sibuk menjelang UN 😀

Advertisements

55 thoughts on “Reincarnation 7

  1. Waaa.. setelah sekian lama post jugaaa…. Makin rumit konflik nya… Gold, NIS, Raid… yang jelas Cho kyuhyun dan Sam rin hyo… Semakin seru ceritanya… Kalo boleh aku kasi saran, Kan tadi pas di ruang gawat darurat yang berada didalam markas Gold, kan lee donghwa ngomong tu tentang rin hyo.. Gimana kalo sebenarnya rin hyo tu udah sadar, tapi pura2 pingsan gitu.. Trus Rin hyo mulai paham, siapa sebenarnya dia, tapi masih pura2 sebagai jenifer… 😀 xixixixi.. Itu saran aku yaaa… Semoga dipikirkan kembali…
    Ooooyaa.. Semangat yaaa.. untuk UN nyaaa….

  2. wuaahhhh… akhirnya dipost juga ff ini. hiks..kasihan bgt sam rin hyo harus kena tembak & dimanfaatin terus sama GOLD..kyuhyun bener2 kelihatan lemah banget kalau udah menyangkut sam rin hyu… semoga chapter selanjutnya tambah seru ya, tolong ff nya lebih panjang lagi ta thor menurutku tbc nya terlalu cepet dan juga chapter selanjunya tolong postnya jangan lama2 ya thor..

    keep writing thor:)
    ditunggu chapter selanjutnya ya…

  3. awalnya udah sempat senang akhirnya donghae sendiri yg buka rahasia siapa rin hyo sebenarnya di depan kyuhyun dan rin hyo sendiri.. tp harus menelan kekecewaan karna ternyata rin hyo juga ikut terlibat di dalam rencana itu.. hahhhh seharusnya aku mikir ga mungkin ceritanya akan seperti itu.. kan author sendiri yg bilang kalau ini masih awalnya berarti masih panjang lagi dong.. hehe
    kyu benar2 lemah dg yg berhub ma rin hyo.. gimana nanti kalau seandainya mereka dipertemukan berdua tp dalam keadaan bermusuhan ya.. pasti bakalan seru tuh thor.. ga kebayang tegang nya kaia apa.. hahahaha *langsung ngebayangin* sip deh thor d tunggu next part nya
    ooo iya.. author nya lagi UN y.. semangat ya thor.. berarti author nya msh muda dong.. dongsaeng aku berarti.. hehe *sok dekat* jangan jadikan ini penghalang buat author.. sbg reader yg baik pasti mengerti dg keadaan author dan kami akan menunggu kapanpun author sempat buat ngelanjutinnya.. skali lagi fighting saeng!!!

  4. Hwaaa akhirnya setelah sekian lama ^O^ tengkyuuu ..

    Berharap hyo udah sadar waktu mereka semua ngomongin rencana mereka ituu, biar hyo tau yang sebenarnyaa ..
    Astaga, donghwa jahat banget yaa, nyawa orang lain dibikin mainan sama diaa .-.

    Dan kyuhyun emang selalu luluh dengan semua yang berkaitan dengan hyo, hmm kisah cinta yang rumit 😊😊

  5. Astaga…jahat amat tu si donghwa nya…bner2 psikopat
    Agaknya si hyo nya gag ngeh deh wktu donghae bilang nama sam rin hyo,,
    Kasian kyu nya, istrinya lupa ingatan skrg jd penjahat ehh td kena tembak pula
    Makin rumit ajaa yaa..ada gold adapula raid
    Gag nyangka ntar gmn jdinya kalo hyo ama kyu ktmu tp hyo nya ngecap kyu yang bnuh ortunya..
    Haaahhhh…gag sabar pengen baca selanjutnya,,

    Mau UN yaaa ???
    Semangat yaa saeng…smoga sukses dehh !!

  6. wah kok kasihan ya rin hyo….trus setelah tau nama aslinya rin hyo bukan jennifer…apa rin hyo langsung benci ya ma donghae…

  7. Annyeong, aku readers baru di sini, keren ceritanya, aku suka penjabaran ceritanya ga rumit untuk di cerna, semangat…

    next thor, mampir juga ya ke wordpress aku biar bisa saling mengkritik dan kasih saran

  8. Annyeoung Eonni 😉 Aku Readers baru xD baru tau ini blog gegara bca espresso yang di flyingnc :’v izin liat” blog n ffny ya eonn;)Pas ksni espresso udh part 5 Duhhhhhh mau pwny:'( Readers bru susah gk sih dptnny kn koment’n nya blm ada dmn” 😥

      • Huaaaaa jinja? Aaa gomawo eonni nnt aku inbox sm dm dehHuaaaaa jinja? Aaa gomawo eonni nnt aku inbox sm dm dehHuaaaaa jinja? Aaa gomawo eonni nnt aku inbox sm dm dehHuaaaaa jinja? Aaa gomawo eonni nnt aku inbox sm dm dehHuaaaaa jinja? Aaa gomawo eonni nnt aku inbox sm dm dehHuaaaaa jinja? Aaa gomawo eonni nnt aku inbox sm dm dehHuaaaaa jinja? Aaa gomawo eonni nnt aku inbox sm dm dehHuaaaaa jinja? Aaa gomawo eonni nnt aku inbox sm dm dehx)
        di email bsa gak eonn:X kyny lbih private

  9. Eonn boleh minta pw Espresso gk
    bru bca smpe part 3 di flying :’)
    Readers baru sih agak gk yakin klo
    eonni bkl ngsih pwny soalny kn aku
    koment ny blm brtebaran dmn” :’|
    Please eonn hehr

  10. huhh.. makin tegang ya ampun.. msa rin hyo gk nyaadar sma ucapan’a donghae td ke kyuhyun..
    mnurut aq rin hyo itu udh sadar pas klompok gold itu lg ngomongin dy.. tp dy pura” tdur

  11. wuahhh publish juga..konflik y makin rumit ajh rin hyo y juga tertembak sama hyuk jae, belum lagi posisi rin hyo sekarang terancam bnget..dan sebenar y ap rencana raid??
    pengen rin hyo y cpet2 pulih ingatan y..
    next part y d tnggu y thor

  12. Huwaahh apa2in iniii.. kenapa ada si abang wu?? alamakkk makin bertebaran cowo2 tamvan yg ada di sinii wkwkwwk #apasih… dan ituuu gw berharap bgt si rin hyo ngedenger omonganny donghwa. #kecupauthor fighting and keep writing saeng~. Dtgu part selanjutnyaa ^^

  13. konfliknya mulai pada bersitegang xD duhhh nmbh satu lagi deh yg bikin masalah itu tuan wu juga mau gunain si rin hyo kn, Aaa kasian kyuhyun:’ Saking cintanya tuh duhh:’)Mulai ya actionnya brtebaran dmn” duh lg itu knp rin hyo jd anggota gold coba x| Wkwkwk bgaimanapun ini kn ff authorny ya suka” dia lah astaga xD damai Eonn^^ Next chap lebih keren ya eonn><Semangat eonni;)

  14. Wah semakin seru. Bagaimana yaa seandainya rin hyo itu udhbsadar tp dia pura* doang dan dengar percakapan lee bersaudara.

    Kyknya RAID bakalan culik rin hyo deh hahah buat ngalahin GOLD

  15. ini benar2 keren bgt..
    Aku merasa rin hyo seperti bahan taruhan.. Kasian dia, disini yg nyawanya terancam sbnrnya rin hyo, kpn rin hyo akan sembuh dr amnesianya?

  16. ampun DJ ada gold nambah raid,makin menegangkan~ jangan2 yg sebenernya jahat raid lagi? bener2 ngga nyesel menyasarkan diri di ff ini. susah di tebak
    pokoknya mah happy ending thorrr *maksa

  17. Wiii koqq kasian bangett rinhyoo.. jd incarann hanyaa krenaa diaa kelemahannyaa kyuu…
    Huhh astgaaa.. kasiann onniee.. kyuhyunn… seharusnyaa dy tk bekerjaa jd nis.. j

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s