Reincarnation 8

REINCARNATION VIII

1426847739066

Author : Tsalza Shabrina

The broken mirror will complete again?

 

***

Sam Rin Hyo berjalan dengan langkah begitu pelan menuju sebuah rumah yang tampak begitu terang benderang. Sejak tadi hanya rumah itulah yang menarik perhatiannya.

Langkahnya terhenti saat tak terasa ia sudah memasuki rumah itu. Rumah yang didesign klasik namun berkelas. Kepalanya menoleh kekanan lalu kekiri, merekam tiap jengkal objek yang tertangkap kedua bola matanya tanpa sisa.

“Apa yang kau lakukan disana, hm?! Sepulang sekolah seharusnya lekas mandi! Bukan hanya berdiri terdiam disana!” Kepala Rin Hyo tertoleh kearah ruang tengah. Kedua matanya membesar saat ia mendapati seorang wanita paruh baya yang tengah sibuk dengan cat dan kanvasnya. Mengomeli Rin Hyo tanpa menatap gadis itu. Senyuman Rin Hyo terulas begitu saja, bersamaan dengan kedua matanya yang berkaca – kaca. Menahan tangis.

Apa ini mimpi, Tuhan?

 

            Eo—eomma?” lirih gadis itu begitu pelan. Napasnya tercekat saat wanita itu menoleh kearahnya setelah menaruh kuas diatas meja. Wajahnya terlihat begitu kesal dan entah mengapa hal itu malah membuat Rin Hyo semakin melebarkan senyumannya.

“Sudah kubilang cepat mandi! Kalau tidak ganti baju dan letakkan seragammu ditempat cuci. Jangan menaruhnya sembarangan diatas ranjang!” Omel ibunya lagi. Kali ini Rin Hyo sudah mengeluarkan air matanya. Ia menunduk, terkejut saat mendapati pakaian yang ia pakai adalah seragam SMAnya dulu.

“Ya Tuhan… berhenti mengomelinya, istriku!” Suara berat khas pria dewasa membuat kepala Rin Hyo terangkat lagi.

Appa?” gumam gadis itu hampir tak terdengar saat menatap seorang pria paruh baya tengah tersenyum manis padanya. Kedua tangannya memegang kedua pundak istrinya penuh kasih sayang.

“Sebaiknya kau ganti bajumu dan mandi, Hyo.” sambung ayahnya begitu lembut setelah mengulas senyuman manisnya. Tak mendengar, Rin Hyo malah berlari. Berhambur memeluk kedua orang tuanya dengan erat.

Bogoshipo, jeongmal.” Seru gadis itu dengan suara bergetar karena menangis. Ayahnya menepuk – nepuk punggungnya pelan. Sedangkan ibunya tersenyum manis seraya melingkarkan kedua tangannya pada pinggang putri semata wayangnya itu.

Eomma, appa… saranghae.

Ara. Kami juga sangat menyayangimu.” Balas ibunya lembut. Air mata Rin Hyo semakin mengucur deras.

“Kau harus kuat, Sam Rin Hyo.” ucapan ayahnya itu membuat tubuhnya menegang. Cepat – cepat ia menarik tubuhnya, mundur selangkah seraya menatap kedua orang tuanya kebingungan.

“Sam-Rin-Hyo?” ulangnya seraya mengeja. Ibunya hanya membalas ucapan Rin Hyo dengan segaris senyuman tipis, begitu pun ayahnya. Dan saat itu juga, tubuhnya seperti ditarik kuat kebelakang. Menembus pintu rumahnya dan akhirnya ia behenti didalam ruangan yang begitu gelap. Duduk disebuah kursi dengan perasaan bertanya – tanya. Hanya ada satu penerangan dalam ruangan ini, tepat berada diatasnya. Sebuah lampu gantung yang sepertinya hanya berkekuatan 5 watt.

Suara ketukan sepatu yang terdengar dramatis membuat mata Rin Hyo terbuka sedikit lebar, menatap lurus kedepan lalu kesekelilingnya yang masih terlihat begitu gelap.Ketukan sepatu itu berhenti bersuara saat sesosok pria sudah berdiri dihadapannya. Menatapnya dengan wajah dingin dan tatapan tajam yang mengintimidasi.

“Sam Rin Hyo.” panggil pria itu dengan suara mendayunya. Napas Rin Hyo tercekat, bibirnya terbuka sedikit lalu menyebutkan sebuah nama yang membuat darahnya berdesir kuat.

“Cho Kyuhyun.”

***

Jemari Sam Rin Hyo bergerak didalam genggaman Lee Donghae. Tubuh Donghae menegang saat menatap kedua mata Rin Hyo yang masih terpejam berkedut, seperti hendak terbuka.

“Jen! Jennifer, kau mendengarku?” Suara gusar Lee Donghae itu membuat fokus Kikwang dan Ji Eun yang tengah duduk disofa teralih pada tubuh Rin Hyo yang masih terbujur diatas ranjang.

“Dia sadar?” tanya Kikwang pada Donghae. Namun semua itu terjawab saat perlahan Sam Rin Hyo membuka kedua matanya. Mengernyit saat sinar lampu yang berada diatasnya bersinar menyilaukan, kemudian mengerjap beberapa kali untuk kembali menormalkan indra penglihatannya itu.

“Jen, kau bisa melihatku? You can see me, right?” Rin Hyo menatap Donghae datar lalu berucap, “Lee Donghae.”

Donghae mendesah lega, menciumi punggung tangan Rin Hyo tanpa henti. Sedangkan Rin Hyo masih menampakkan wajah datarnya, seperti tengah berpikir sesuatu.

Kikwang dan Ji Eun yang sudah berdiri disamping ranjang tersenyum kearah Rin Hyo. “Syukurlah kau sudah sadar. Kau membuat kami cemas sejak 5 jam yang lalu.”  Ujar Kikwang tulus. Rin hyo hanya mengangguk dua kali.

“Kau bisa menggerakkan kakimu?” tanya Ji Eun cepat, tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Rin Hyo mencoba mengangkat kakinya, lalu mengangguk sekadar. “Apa sakit?”

Ani.” Singkatnya. Donghae menatap wajah Rin Hyo penuh arti, mengusap peluh yang keluar dari pelipis Rin Hyo telaten lalu mengecup kening gadis itu cukup lama.

“Aku tidak akan membawamu makan ditempat itu lagi, mulai sekarang.” Ujar Donghae tegas. Rin Hyo hanya menggumam. Cukup lama ia terdiam, hingga napas beratnya keluar dari bibirnya.

“Aku ingin istirahat. Bisakah kalian meninggalkanku sendiri?” pinta Rin Hyo seraya menatap ketiga orang yang melingkarinya itu satu per satu.

“Ah, arasseo! Kami pergi!” ujar Ji Eun lalu segera menarik tangan Kikwang pergi dari sana. Sedangkan Donghae masih duduk disamping ranjang Sam Rin Hyo, menatap gadis itu tanpa mengindahkan permintaan Rin Hyo.

“Aku benar – benar ingin sendiri, Hae.” Ucap Sam Rin Hyo lagi, menatap Lee Donghae dengan tatapan memelas. Namun pria itu tetap tak bergeming. “Please.” Sambungnya. Donghae memejamkan kedua matanya frustasi, menghela napas panjangnya lalu beranjak dari sana. Meninggalkan Rin Hyo dikamar darurat itu sendiri.

Sedangkan Sam Rin Hyo merubah posisinya, duduk bersandar didinding ranjang. Kedua matanya terpejam saat mimpi misterius itu terus menghantuinya.

“Ada apa ini?”

***

Ji Chang Wook merapikan mantel yang dipakainya, sebelah tangannya menenteng sebuah kantung berisi bahan – bahan makanan yang dapat digunakan hingga satu minggu. Telinganya sudah ia sumpal dengan headseat, kepalanya bergerak – gerak berpura – pura seperti mengikuti alunan lagu. Seiring dengan langkahnya yang terus berjalan memasuki gedung menjulan tinggi. G apartment.

            Pria itu menghentikkan langkahnya tepat didepan sebuah lift yang pintunya berwarna emas. Menekankan kesan glamour dan elegan. Salah satu telapak kakinya, mengetuk – ketuk lantai. Gugup, tentu saja ia gugup.

Berhenti mengetuk kakimu seperti itu. Dan jangan terlalu sering menggerakkan kepalamu.

 

            Seketika ketukan kakinya terhenti. Begitu pun dengan kepalanya yang hanya sesekali bergerak. Ia begitu mendengarkan apa yang atasannya katakan lewat headseat yang dipakainya.

Chang Wook melirik kesampingnya. Ada seorang pria berjas yang juga tengah menunggu lift sepertinya. Pria itu mengumpat dalam hati, otaknya berputar mencari jalan keluar. Mencari cara bagaimana agar ia bisa memasuki lift ini sendirian. Tanpa ada pria berjas ini didalamnya. Karena tidak mungkin ia melakukan misinya jika ada orang asing yang terlibat didalamnya.

Ting!

 

            Suara dentingan lift yang terbuka terdengar lantang. Bersamaan dengan itu, suara atasannya kembali memasuki gendang telinga.

Lempar belanjaanmu!

 

“Sial!” umpat Chang Wook seraya menatap kesal pada belanjaannya yang tercecer tak beraturan diatas lantai. Pria berjas yang tadinya menunggu Chang Wook masuk lift hanya bisa menggeleng – gelengkan kepala lalu menutup lift begitu saja. Meninggalkan Chang Wook yang kini tengah memunguti bahan – bahan makanannya itu.

“Ck, bagaimana bisa aku menjatuhkan ini semua!” gerutunya saat ia memasukkan satu bahan makanan terakhir yang ia pungut. Kembali menentengnya lalu berdiri didepan lift itu lagi.

TING!

 

Lift itu kembali mengeluarkan suara dentingan. Senyuman Chang Wook terulas saat akhirnya ia bisa memasuki lift itu sendirian. Jari telunjuknya tergerak untuk menekan tombol 20-lantai tertinggi dalam gedung itu. Kepalanya berputar menelisik tiap jengkal ruangan yang cukup lebar untuk ukuran lift biasa.

Bekukan CCTV seperti biasa.

 

            Kepalanya terangkat keatas, menatap tiap pojokan ruangan namun ia tak kunjung menemukan apa yang ia cari.

“Tidak ada CCTV disini.” Gumam Chang Wook pada sebuah mic kecil yang menempel dikerah bajunya. Dahinya mengernyit bingung, tak ada CCTV yang terpasang di lift ini membuatnya semakin aneh.

Cepat – cepat ia segera memeriksa tombol – tombol yang berada disana. mengeluarkan peralatan yang sudah ia siapkan, dan siap memulai penyelidikan.

***

Cho Kyuhyun berjalan mondar – mandir kesana kemari. Napasnya tak beraturan, begitupun telapak tangannya yang sejak tadi ia kepalkan lalu lemaskan. Begitu berkali – kali berusaha mengatur emosi. Namun tetap saja, semuanya sia – sia.

“Ji Chang Wook sedang melakukan penyelidikan lift G apartment.” Ujar Hyuk Jae saat ia baru memasuki ruangan kerja Cho Kyuhyun yang berada dirumahnya. Pria kurus itu hanya bisa menghela napasnya saat Kyuhyun seolah tak menyadari keberadaannya, bahkan ia sangsi jika pria super kalut itu mendengar apa yang baru saja ia katakan.

“Cho Kyuhyun!” panggil Hyuk Jae. Namun pria itu tetap tak menghentikkan kegiatan bodohnya, mondar – mandir seperti orang gila-dengan wajah kesetanan. “Ya! CHO KYUHYUN!” Bentak Hyuk Jae seraya melemparkan bantal sofa yang tadinya ia duduki tepat mengenai kepala Kyuhyun.

Dan benar saja, pria itu akhirnya menghentikkan pergerakan kakinya. Menoleh kearah Hyuk Jae dengan kedua mata melotot. “Kau pikir apa yang kau lakukan, Lee Hyuk Jae!” sentak pria itu mengerikan. Lee hyuk Jae memejamkan kedua matanya frustasi, diam – diam ia meneguk ludahnya berat. Sungguh, tak ada yang bisa mengalahkan keseraman wajah Kyuhyun saat ini.

“Itu karena kau tadi kupanggil tidak menyahut! Jangan memelototiku seperti itu!” Kyuhyun memutar bola matanya malas. Sedangkan Hyuk Jae menaruh sebotol wine dan dua gelas yang sejak tadi sudah ia bawa dari dapur diatas meja.

“Lebih baik kau duduk disini dengan tenang dan minum bersamaku.” Lanjut Hyuk Jae seraya menggedikkan kepalanya pada sofa tunggal yang berdekatan dengannya. Kyuhyun mendecih namun tetap menuruti ucapan Hyuk Jae.

“Bukankah ini aneh? Bagaimana bisa Lee Donghae tidak segera membawanya kerumah sakit, namun malah membawanya ke apartemen? Dia tertembak, Lee Hyuk Jae! Seharusnya ia mendapatkan perawatan rumah sakit!” Cecar Kyuhyun pada Lee Hyuk Jae sebelum ia menuangkan wine kedalam gelas lalu meminumnya sekali tenggak. Memang tadi orang – orang suruhan Kyuhyun mengikuti Rin Hyo dan Lee Donghae. Dan mengejutkan sekali, Donghae membawa seorang korban penembakan yang sudah tak sadarkan diri kedalam apartemen, bukannya ke rumah sakit terdekat.

“Bukankah hal ini semakin menjelaskan semuanya?” Ujar Hyuk Jae seraya tersenyum, mendapat pencerahan.

“Maksudmu?! Bagaimana bisa kau sekarang tersenyum saat penyebab tertembaknya Sam Rin Hyo adalah kau!” Ujar Kyuhyun tajam, membuat senyuman Lee Hyuk Jae hilang seketika.

“Aku tidak sengaja melakukannya, Cho Kyuhyun. Dan apa kau tak mengerti apa yang sedang kupikirkan sekarang? Benar – benar tak mengerti?” Tanya Hyuk Jae tak percaya. Karena biasanya Cho Kyuhyun-lah yang selalu tajam pikirannya.

Cho Kyuhyun hanya menatap Lee Hyuk Jae dengan tatapan ‘Apa yang kau bicarakan?’ disusul dengan ucapannya yang ia katakan dengan begitu datar, “Bagaimana bisa kau menyuruhku menerka apa yang ada dipikiranmu sementara sekarang otakku terus memikirkan keadaan Sam Rin Hyo.”

Hyuk Jae menghela napasnya kasar, meneguk wine-nya sekali tenggak dengan kesal. Ia hampir saja lupa jika otak pria ini akan bergeser jika ada sesuatu hal buruk yang menimpa Sam Rin Hyo. “Ya Tuhan Cho Kyuhyun, kau dulu kan pernah bilang jika ada sesuatu dengan liftnya. Dengan fakta bahwa Donghae membawa Rin Hyo yang tertembak keapartemen, hal itu dapat diartikan jika markas Gold ada disana. didalam apartemen itu.”

Kelopak mata Kyuhyun melebar sedikit saat mendengar rentetan kalimat yang dilontarkan Hyuk Jae. Otaknyamencerna baik – baik kalimat – kalimat itu, kemudian menggabungkannya dngan hal – hal yang pernah terjadi sebelumnya.

“Ah, tapi bukankah NIS pernah memeriksa tempat itu? dan aku ingat, bahwa kita tak menemukan hal mencurigakan apapun disana.” lanjut Hyuk Jae dengan kedua mata menerawang kedepan.

Ani, kita belum sepenuhnya memeriksa. Ini pasti berhubungan dengan liftnya.” Gumam Kyuhyun pelan. Hyuk Jae mengulum senyum.

Cho Kyuhyun akhirnya kembali!

 

“Markas Gold pasti berada dibawah tanah. Karena tidak mungkin NIS melewatkan satu ruangan yang berada diapartemen itu.” Kyuhyun menatap Hyuk Jae dengan kedua mata tegas dan tajamnya itu. “Itulah sebabnya jarum lift itu tidak berfungsi. Karena, markas rahasia mereka berada dibawah tanah. Dibawah G apartment.” Lee Hyuk Jae mengangguk kuat membenarkan hipotesa yang diajukan Cho Kyuhyun.

“Sekarang apa?” tanya Hyuk Jae bingung saat tiba – tiba Kyuhyun beranjak dari tempatnya. Memakai mantelnya dengan terburu – buru.

“Banyak yang harus kita kerjakan sekarang.” Jawab Kyuhyun lalu berjalan cepat menuju pintu ruang kerjanya.

“Kita kekantor sekarang?! Tapi, minumannya belum habis. Tidak bisakah kita istirahat disini sebentar?”

“Kita tak punya banyak watu, Lee Hyuk Jae!” teriak Kyuhyun tanpa menoleh kearah Hyuk Jae kemudian keluar dari ruang kerjanya. Meninggalkan Hyuk Jae yang hanya bisa mendesah kesal.

“Pria itu selalu seenaknya sendiri!”

***

“Menurutmu, Sam Rin Hyo mendengar apa yang kita bicarakan, hyeong?”

Lee Donghae menatap Lee Kikwang dengan kedua mata yang sedikit melebar. Hatinya seperti dihantam batu saat mendengar penuturan Kikwang.

“Apa yang kau bicarakan, huh?!” Sentak Donghae tak suka. Jantungnya berdegup cepat, ia benar – benar tak bisa membiarkan hal mengerikan itu terjadi.

Kikwang mengangkat bahunya acuh. “Siapa tahu saja. Melihat bagaimana sikapnya pada kita.” Ujar Kikwang pelan. Donghae membuang napasnya kasar, kedua matanya menerawang kedepan tajam.

“Minum ini, kakak ipar!” Shin Ji Eun datang dengan secangkir espresso panas. menaruhnya tepat didepan Lee Donghae. Mereka kini berada di pantry markas.

Gadis itu mengambil tempat disamping Lee Kikwang yang tengah menatapnya tak suka. “Wae?” tanya Ji Eun ringan pada Kikwang. Merasa risih dengan tatapan suaminya itu.

“Kau membuatkan Donghae hyeong minuman, tapi tak membuatkan suamimu apapun?”

“Kau bisa membuat sendiri, jika mau.” Kikwang menghela napasnya kasar seraya memutar bola matanya kesal mendapat balasan acuh dari istrinya itu. “Tenanglah, oppa! Sam Rin Hyo pasti baik – baik saja. Dan juga, jangan dengarkan ucapan pria ini! dia sedang dalam masa paranoidnya.” Lanjut Shin Ji Eun, tak mempedulikan suaminya yang mungkin sedang menggerutu kesal.

“Aku hanya menyalurkan pendapatku!”

“Ya, kau menyalurkan pendapat yang tak logis sama sekali! Bahkan jika apa yang kau ucapkan itu benar, pasti saat Rin Hyo membuka mata ia akan menatap kita dengan penuh kebencian atau jika tidak, ia akan melarikan diri sekarang. Namun kedua kemungkinan itu tak terjadi sama sekali, Lee Kikwang! Jadi berhentilah mengada – ada.” Jelas Shin Ji Eun panjang lebar, bibir Kikwang sedikit menganga mendengar rentetan kalimat yang gadis itu ucapkan untuknya.

“Woah, kau punya banyak kalimat saat mencecarku tapi tak ada sama sekali saat memperhatikanku. Kau hebat, Shin Ji Eun!” sindir Kikwang yang hanya mendapat lirikan tajam dari Shin Ji Eun.

Lee Donghae tersenyum kecut melihatnya, meneguk sedikit espresso-nya denga hati yang sedikit tenang. Ya, benar, jika Sam Rin Hyo mengetahui semuanya… tidak mungkin jika gadis itu masih berada disini bukan?

Suara sirine yang menggelegar itu membuat tubuh mereka semua berjengit terkejut. Tubuh mereka membeku dengan kedua mata saling tatap menatap waspada. Jika sirine berbunyi maka itu artinya ada kejadian yang darurat terjadi.

Tanpa menunggu lama dan tanpa sepatah kata pun, mereka beranjak dari tempatnya. Berlari kecil menuju ruangan Lee Donghwa yang berada diruang utama.

Sesampainya disana, ketiga orang itu segera membungkukkan badan. Sam Rin Hyo tak hadir karena ia masih harus mendapat perawatan di ruang darurat.

“Ikut aku!” Titah Lee Donghwa yang tadi sudah berdiri membelakangi mereka. Pria bertubuh atletis itu berjalan penuh kebijaksanaan menuju sebuah ruangan lain yang berada didalam ruangannya. Membuka pintu, dan saat itu pula terpampang jelas puluhan layar sedang dengan satu giant screen yang berada ditengahnya.

Lee Donghwa sibuk mengetikkan sesuatu pada keyboard lalu menggerakkan mouse wireless berwarna silver itu hingga tampaklah sebuah rekaman yang terpampang jelas pada giant screen itu.

“Ji Chang Wook. Newbie NIS, menurut kalian apa yang pria itu lakukan digedung ini?” Tanya Lee Donghwa menahan emosi. sedangkan Donghae, Kikwang dan Shiun ji Eun mashi menatapi layar besar itu tanpa kedip.

“NIS?” desis Ji Eun terkejut. Pasalnya, terakhir kedatangan NIS digedung ini adalah tepat pada saat penyelidikan Gold. Apartemen ini masuk dalam salah satu list gedung yang dicurigai menjadi markas Gold. Namun, Gold tentu saja dapat lolos dari NIS. Mengingat tak ada satu pun pegawai yang tahu jika apartemen ini milik Gold dan menyimpan markas besar dibawahnya.

G apartemen secara tertulis memang milik Go Ji Hae, seorang pria paruh baya yang juga seorang pengusaha besar. Namun, sebenarnya apartemen ini milik Lee Donghwa-pemimpin Gold. Dan Tentu saja, Go Ji Hae adalah salah satu orang kepercayaan Gold.

“Ia memasuki gedung ini seolah – olah menjadi salah satu penghuni disini. Namun yang pria itu lakukan hanyalah memasuki lift selama hampir setengah jam. Kalian bisa menyimpulkan bukan, apa yang pria itu lakukan?” Tubuh ketiganya menegang saat Donghwa mengeluarkan geramannya. Alasan mereka tidak melengkapi lift dengan CCTV adalah tindakan preventif untuk menghindari bukti yang mungkin saja akan diperiksa NIS sewaktu – waktu. Karena satu –satunya jalur untuk menuju markas Gold adalah lift itu.

“Kau tidak usah khawatir, hyeong! Bukankah mereka pernah memeriksa liftnya juga waktu itu? namun mereka tak menemukannya, bukan?” Lee Kikwang memberanikan diri untuk berbicara. Donghae hanya menutup mulutnya, ia sedang malas berbicara dengan hyeong tertuanya setelah Donghwa tahu perasaannya pada Sam Rin Hyo.

Lee Donghwa menatap nyalang kearah Donghae. “Kau tahu kan ini perbuatan siapa?! Apa kau masih menahannya agar tetap berada disini, huh?! Aku ingin kau… menyingkirkan gadis itu sekarang juga!” Tukas Donghwa tajam. Seketika Donghae menatap Donghwa dengan kedua mata melebar, rahangnya mengeras.

“Tidak akan.” Balas Donghae tak kalah tajam. Lee Kikwang menundukkan kepalanya, tak kuasa melihat apa yang terjadi setelah ini. Sedangkan Shin ji Eun menatap Donghwa lalu beralih pada Donghae waspada. Sedikit terkejut saat mendangar bantahan yang keluar dari bibir Lee Donghae. Ini pertama kalinya, pria ini membantah pada Donghwa secara langsung.

“Donghwa oppa, kurasa sebaiknya—“ ucapan Ji Eun terhenti saat tangan Kikwang mencekal pergelangan tangannya saat ia hendak melangkah. Gadis itu menatap Kikwang bingung, sedangkan yang ditatap hanya menggeleng pelan dengan bibir yang berucap “Biarkan.” Tanpa suara.

Lee Donghwa masih menatap tajam Lee Donghae, ia seolah tak mendengar apapun selain detak jantungnya sendiri yang sudah berpacu cepat karena emosi. Kedua matanya juga tak bisa melihat apapun selain kedua mata tajam Donghae padanya. Ia seperti seekor singa yang sudah menetapkan mangsanya.

BUK

Tanpa menunggu lama lagi, Donghwa menendang tulang kering Donghae hingga pria itu berlutut didepannya. “Minta maaflah dan lakukan apa yang kukatakan!” bentak Donghwa menambah suasana mencekam diruangan sempit itu.

Lee Donghae menghela napasnya pelan. Ia tahu, sekeras apapun ia melawan rasa takutnya. Semuanya sia –sia saja. “Maaf telah berkata tak sopan padamu, tapi untuk melaksanakan perintahmu… aku tidak bisa.” Kilatan tajam mata Donghwa yang hampir menghilang kembali lagi, bahkan lebih tajam dari sebelumnya.

“Apa kau sudah gila?!”

“Berikan waktu untukku sedikit lagi, dan aku akan membuatnya berguna. Aku akan membawa Cho Kyuhyun kedalam perangkap melalui gadis itu, dan kau pasti akan bangga padanya. Aku mohon, beri aku waktu.”

***

Sam Rin Hyo masih duduk bersandar diatas ranjang. Kedua matanya masih menatap lurus kedepan dengan pikiran yang masih memikirkan mimpi aneh itu. Pandangannya turun kearah kakinya yang dibalut perban.

“Mengapa rasanya bukan kali pertama ini aku terkena tembakan?” gumam gadis itu pelan. Merasa janggal dengan perasaannya sendiri.

Suara pintu yang terbuka membuat tubuh gadis itu berjengit, kedua matanya terfokus kearah pintu. Tersenyum kecil saat menatap Donghae baru saja memasuki ruangan ini dengan senyuman manisnya.

“Sudah merasa baikan?” tanya Donghae saat ia sudah mengambil tempat ditepi ranjang Rin Hyo. Gadis itu mengangguk pelan.

“Sedikit.” Jawabnya singkat. Lee Donghae menatap Rin Hyo dalam, tangannya tergerak untuk merapikan rambut panjang gadis itu yang sebelumnya berantakan.

“Tadi aku mendapatkan mimpi yang aneh.” Alis Donghae terangkat.

“Mimpi seperti apa?” Rin Hyo menghela napasnya berat, kedua matanya menerawang kedepan seperti membayangkan sesuatu.

“Aku bermimpi bertemu orang tuaku. Kau benar tentang mereka, ibuku senang melukis dan memarahiku. Dan seperti yang kau bilang juga, ayahku selalu berada dipihakku.” Cerita Rin Hyo dengan senyuman kecil. Diam – diam gadis itu menelisik raut wajah Lee Donghae. Namun raut wajah Lee Donghae menunjukkan ekspresi yang benar – benar tidak ia harapkan. Pria itu tersenyum kaku, seperti dipaksakan.

“Kau pasti bahagia.”

Keunde…” senyuman Rin Hyo menghilang, ia kini menatap Donghae dengan kedua mata penuh tanda tanya. “Mereka memanggilku Sam Rin Hyo, bukan Song Ji Hyo. bukankah itu aneh? Nama asliku Song Ji Hyo, right?” tanya Rin Hyo menyerupai desakan, kedua matanya sudah menatap penuh telisik pada Lee Donghae yang hanya membeku ditempatnya.

“Hae?” Panggil Rin Hyo saat tak mendapat respon apapun dari pria itu.

“hm? Eo… itu… mungkin kau terngiang nama itu sebelum tak sadarkan diri. Maka itu, nama yang keluar dalam mimpimu adalah Sam Rin Hyo.” jelas Donghae ragu. Dan hal itu semakin membuat Sam Rin Hyo ingin menelisik lagi.
“Ah, ya! saat itu kau juga membicarakan tentang Sam Rin Hyo dengan Cho Kyuhyun. Kau tahu sesuatu tentang istri Cho Kyuhyun? Kau tahu sesuatu tentang Sam Rin Hyo?”

***

“Menurut penyelidikan yang kulakukan, kurasa ada sebuah ruangan rahasia didalam gedung itu. Dan satu – satunya akses untuk memasuki ruangan itu adalah lift ini.” Ji Chang Wook mulai mempresentasikan hasil penyelidikannya pada anggota lain termasuk kepala divisi-Cho Kyuhyun yang duduk dibagian center meja lonjong itu.

Chang Wook memperlihatkan sebuah foto tombol – tombol yang berada di lift itu dengan tampilan X-ray. “Dibawah tombol G– tombol paling bawah. Ada sebuah spot kosong yang sebenarnya jika di X-ray membentuk sebuah cube yang berisi tombol lain.” Jelas Chang Wook lagi seraya menunjuk bagian yang ia maksud dengan laser merah miliknya. “Namun, tombol rahasia itu hanya dapat dibuka dengan sidik jari tertentu. Dan tentunya, sidik jari milik anggota Gold.”

Cho Kyuhyun tersenyum miring. Semua analisa Ji Chang Wook benar – benar sesuai dengan apa yang sudah ia prediksikan sebelumnya. “Kerja yang bagus, Chang Wook-ssi!” puji Kyuhyun yang dibalas senyuman oleh Chang wook. “

Baiklah, kalau begitu aku akan membagi anggota menjadi beberapa tim untuk memasuki ruangan rahasia itu. Jadi, bersiaplah! Rapat selesai!” Cho Kyuhyun menyelesaikan rapatnya lalu disusul dengan para anggota yang beranjak dari duduknya. Menunduk sopan pada Cho Kyuhyun sebelum mereka keluar dari tempat meeting. Terkecuali seorang pria kurus yang malah menggeser kursi hingga mendekat pada Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan setelah ini?” Kyuhyun menggedikkan bahunya acuh.

“Mencari Sam Rin Hyo. memastikan keadaan gadis itu, lalu mulai memikirkan tentang ruangan rahasia sialan itu.” Kedua mata Hyuk Jae melebar tak percaya.

MWO?! YA! Kau gila?!” bentak Hyuk Jae pada Kyuhyun yang malah menampakkan wajah lelahnya.

“Kau lebih tahu aku daripada siapapun, Lee Hyuk Jae. Bagaimana bisa aku memikirkan hal lain selain gadis itu disaat seperti ini? jika saja kau tidak salah menembak saat itu, pasti aku bisa mengalihkan pikiranku untuk sementara waktu.” Cecar Kyuhyun datar. Menatap Hyuk Jae dengan sedikit tak suka.

Eyy, aku sudah bilang jika tak sengaja, kan? Berhentilah menatapku seperti itu!” Kyuhyun hanya menghela napasnya kasar lalu beranjak dari tempat duduknya. Berjalan keluar ruangan tanpa mempedulikan Hyuk Jae yang sudah berkali – kali memanggil namanya.

***

Sam Rin Hyo menenteng kantong plastik yang berisi beberapa bungkus ramyun instan dan juga satu pak kaleng soft drink yang tadi ia beli di mini market terdekat seraya berjalan menyusuri trotoar yang membawanya menuju gedung apartemennya.

Hanya perlu waktu satu minggu lebih 2 hari kakinya sudah sembuh. Meskipun bekasnya masih belum hilang, namun kata dokter khusus Gold,  hanya menunggu beberapa hari saja bekasnya akan hilang.

Senyumannya merekah saat akhirnya ia bisa menghirup udara segar lagi. Mengingat sejak 9 hari yang lalu, ia hanya bisa mendekam didalam markas tanpa mendapatkan sinar matahari segar seperti ini.

Langkahnya tiba – tiba terhenti saat ia merasakan jika ada seseorang yang tengah mengikutinya. Kepalanya tertoleh kebelakang, menelisik setiap orang yang berlalu lalang dibelakangnya dengan teliti. Tak menemukan apapun, ia hanya mengangkat bahunya acuh kemudian memutar kepalanya.

Saat ia kembali menatap kedepan, kedua matanya sedikit melebar. Tak jauh dari tempatnya berdiri, ia menemukan Cho Kyuhyun. Pria itu tengah menatapnya tanpa kedip dengan ekspresi yang sulit diartikan. Wajahnya begitu dingin, namun sedikit sendu. Entahlah, sulit menggambarkannya.

Bibir gadis itu terbuka sedikit lalu terkatup lagi. Tubuhnya seperti tidak bisa digerakkan. “Cho Kyuhyun?” gumamnya, dan entah kenapa setiap ia mengucapkan nama itu ada desiran aneh yang mengalir didalam tubuhnya.

Cho Kyuhyun masih tetap ditempatnya. Menatapnya lekat. Namun tak berlangsung lama, karena tiba – tiba pria itu melebarkan kedua matanya terkejut. Berlari kearah Rin Hyo lalu menarik pergelangan tangan gadis itu agar ia berlindung dibelakangnya.

Sam Rin Hyo juga ikut terkejut karena perlakuan tiba – tiba dari Cho Kyuhyun itu. ia hanya bisa berdiri membeku dibelakang Kyuhyun yang kini tengah menendang dada seorang pria berpakaian serba hitam itu hingga terlempar sedikit jauh dari pijakannya. Dengan cepat Kyuhyun menarik Sam Rin Hyo menuju mobilnya. Memasukkan gadis yang masih tercengang itu kedalam mobil lalu segera melajukan mobilnya menjauh dari tempat itu.

***

Cho Kyuhyun menghentikkan mobilnya ditepi sungai han. Mematikan mesin mobilnya lalu menghela napas panjang. Pria itu menatap Rin Hyo cukup lama lalu berdehem.

“Pria tadi salah satu dari raid.” ujar Kyuhyun dengan nada rendahnya. Suaranya selalu bermasalah saat ia berada disekitar Sam Rin Hyo. jantungnya berdegup cepat, apalagi disaat ia menyentuh tangan itu-lagi.

Sam Rin Hyo yang sejak tadi melamun sedikit berjengit. Kepalanya menoleh kearah Kyuhyun yang tengah menatapnya lekat. Sungguh, kini ia bingung dengan apa yang tengah terjadi. Cho Kyuhyun, seorang kepala divisi intelligent NIS, menyelamatkannya?

“Sekarang kau akan menangkapku?” Dahi Kyuhyun mengernyit saat kata – kata itulah yang keluar dari bibir Rin Hyo setelah ia menyelamatkannya.

Mwo?”

“Kau sudah tahu siapa aku sebenarnya. Dan kau adalah seorang kepala divisi intelligent NIS. Jadi, bukankah pertanyaanku masuk akal?” Rahang Kyuhyun mengeras saat menyadari tatapan tajam Rin Hyo yang menghunus kearahnya. Kepalan tangan pria itu yang hinggap disetir mobil menguat.

“Menurutmu?” Alis Rin Hyo terangkat. “Menurutmu aku akan menangkapmu?” jelas pria itu dengan nada dinginnya.

Sam Rin Hyo menggigit bibirnya kuat. menatap tepat pada kedua mata Cho Kyuhyun. Ia selalu merasa ada sesuatu yang tertinggal saat menatap Cho Kyuhyun, namun ia sama sekali tidak tahu apa itu. “Kau… sebenarnya siapa kau?” tanya Rin Hyo lantang.

Cho Kyuhyun masih tetap menatap Rin Hyo tanpa kedip. Bibir pria itu kelu saat melihat bagaimana kalutnya Sam Rin Hyo saat ini.

“Mengapa saat aku menyebut namamu, aku merasakan sesuatu yang berdesir didalam tubuhku? Mengapa saat kau menyentuhku, seperti ada sengatan listrik yang begitu kuat mengalir didalam tubuhku? Mengapa… saat aku menatap matamu, aku seperti terjatuh? Mengapa, huh?!” Sam Rin Hyo mulai membentak. Perlahan isakan gadis itu terdengar, seiring dengan air matanya yang keluar. Sungguh, dadanya begitu sesak saat ini.

“Siapa kau sebenarnya, Cho Kyuhyun?! Katakan padaku!!” desak Rin Hyo disela isakannya yang semakin menjadi. Gadis itu menangis dihadapan Cho Kyuhyun yang masih menatapnya dingin. Rahang pria itu mengeras, kedua matanya sudah berkaca – kaca. Ia selalu ingin ikut menangis saat melihat Rin Hyo menangis.

“Kau ingin tahu siapa aku?” tanya Kyuhyun tercekat. Sedangkan Sam Rin Hyo tak menjawab, memilih untuk menatap Kyuhyun lekat dengan tubuh bergetar karena menangis.

Mulanya tangan Kyuhyun tergerak untuk mengusap air mata Sam Rin Hyo. kemudian tubuhnya mendekat, memapas jarak yang tercipta diantara mereka tak tersisa. Hingga akhirnya kedua bibir itu menempel. Menimbulkan perasaan aneh yang mendesak seperti ingin keluar. Seolah ada sebuah kembang api yang terperangkap dihati mereka. Berdentum – dentum didalam tak terkendali.

Kedua mata Rin Hyo melebar, isakannya seketika terhenti. Sungguh, ia merasakan aliran listrik itu semakin menguat seperti akan membunuhnya. Kedua matanya menutup saat Kyuhyun mulai melumat bibir gadis itu. menyentuh tengkuknya agar memperdalam ciuman mereka, sedangkan Sam Rin Hyo hanya bisa meremas kuat kaus Kyuhyun.

Cho Kyuhyun melepas ciumannya. Tangannya masih hinggap ditengkuk Sam Rin Hyo, membiarkan mereka bernapas dengan bebas. Perlahan Rin Hyo membuka kedua matanya. Kedua pasang mata itu saling beradu penuh arti.

“Aku Cho Kyuhyun. Satu – satunya pria yang sangat mencintaimu, dan satu – satunya pria yang kau cintai. Suamimu yang sudah berjanji didepan Tuhan untuk mencintaimu sepanjang usia, Sam Rin Hyo.”

TBC-

Halooooo^^

Alhamdulillah akhirnya bisa ngelanjutin ff ini disela Ujian Akhir Sekolaaah :”)

aku gamau spoiler part selanjutnya kek gimana 😀

makasih yaaa buat kalian yang mau nyempetin waktu buat baca dan nuangin komentar yang berguna banget buat kita :”) thank you very much, dear ^^

Ya, semoga ada banyak waktu buat ngelanjutin ff yang lain :”) BYEEE~ *BOW*

Advertisements

51 thoughts on “Reincarnation 8

  1. Owahhhhhhh gilaaakk seneng bgt gw pas tau ada update dri ff ini.. Saeng lopeee yuuuuu dah ahh #kecupkecup #hohoho. rin hyo pliss inget kyuu donkk.. klo ga inget kyu gw umpetin nihh! Kyu so sweet bgt siihh.. aigoo.. im melted >.<.

  2. wow di akhir kalimatnya keren bangetttt haha so swet banget sih kyuhyun
    trus gimana sama rin hyo dan donghae semoga ceritanya cepet ngejelasin semuanya
    penasaran ….

  3. Haaaa????
    Terus gimana nasob rin hyo nanti???
    Dia msh di markas gold.. Dan jadi incaran raid..
    Ya tuhan mbak rin,, semoga kau selalu baik2 saja.
    Semoga kyu segera nangkap donghwa..

  4. rencana donghae ya emg bener2 dah!!! tppppp itu endingnya kyuhyun udah bilang siapa dia sebenernya hey!! rinhyo bakal gimanaaa reaksinya??? huhu ditunggu selalu lanjutannyaaaaa

  5. Wee semangat ya thor Ujiannya! 😀 Semoga dapat nilai memuaskan 😉

    ADUH SCENE TERAKHIRNYA BIKIN MELELEH ADUH ADUHH 😀

  6. OMG…!!!!!
    Aki suka banget momentnya kyuhyun dan sam rinhyo
    So sweet…
    Apalagi dengan kata kata “aku satu satunya pria yang mencintaimu dan satu satunya pria yang sangat kau cintai.. suamimu yang sudah berjanji di depan tuhan utk mencintaimu sepanjang usia.”
    So sweeeet…. banget….
    😘😘😘😘

  7. gregett bgt ya ampun itu rin hyo nya mulai inget x| Donghae ya ampun gra” cinta ngebutain dia dr sglanya xDMisteri itu lift lma klamaan trbongkar brkat kekuasaan kyuhyun haha.. siapa nnt yg dplih rin hyo saat smua misteri udh trungkap donghae or kyu? pnsrn bgt xD hehe semangat eonni ujianny^^{} Fighting!!!!

  8. Hai kaa aduh ada ji chang wook lewat ahayy !!! Wah misteri markas dikit lagi keungkap ahay !! apa reaksi rin hyo setelahnya ? megat ! megat ! penasaran bangett ! semangat ka lanjutinnya lopekkssss ♥

  9. Akhirnya..aq suamimu keluar jg dr mulut kyu..
    Hello kyuu..semangat yah n hati2 ma gold n donghwa yang mgkn az bs bunuh rinhyo..
    Kasian donghae cintanya satu sisi…
    Semangat thor..
    Semoga nilai ujiannya bagus..hehehe

  10. Akhirnya markas GOLD sdh kebongkar.
    Semoga aja perlahan* rin hyo ingat sm kyu apalg saat mimpi dan saat kyu ituloh hehehe.

    Berharap ada adegan tembak2an ntar heheh, pasti seru bgt.

  11. OMG adegan tetakhir y sweet banget, semoga ajh dehh dengan kejadian itu rin hyo bisa ingat sama kyuhyun..konflik y makin bkin greget ajh ampun dehh untung ajh ad kyuhyun yg nyelametin rin hyo, skrang keselamatan rin hyo bner2 terancam bnget, kasian juga sma donghae y dia sllu jdi tameng buat lindungin rin hyo dari donghwa..
    next part y di tnggu y thor

  12. akh makin pnsaran..
    Knpa rin hyo ndak ingat2 si.
    Nyesek liat rin hyo dan kyuhyun nangis bersama..

    Next part ditunggu kak..
    Jgn lama2 ya,hehe

  13. Heoll.. apa rin hyo bakal percaya gt aja sama kyuhyun.. ??
    Berharap rin hyo nya bakalan percaya.. kasian kyuhyunnya menderita.. rin hyo nya juga.. 😥

  14. ngebut kek kereta gue bacanya,udah terlanjur kepo sama next next chapnya.
    yes! markas gold dikit lagi kebongkar
    part berapa sih rin hyo ingatannya balik? pengen jitak donghwa gue

  15. Huuaaahhh.. kataa2 kyuu.. jiaahh kereenn bangettt dahh.. hhaaa.. aseekk pool… aku kira pas rinhyo sadar dy ud nginget semuaa tp pura2 lupaaa…. ternytaa emank belumm.. hihi

  16. Rin hyo bermimpi tentang orang tuanya apa ingatannya mulai akan kembali. untung Kyu ada untuk menyelamatkan Rin hyo dari Raid. akhirnya Kyu mengatakan kalau dia adalah suami Rin hyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s