The Cruel Fate 4

The Cruel Fate 4

IMG_20150218_155659

Author : Tsalza Shabrina

Happy read 🙂 Maaf jika mengecewakan 🙂

***

Cho Kyuhyun menurunkan tubuh Rin Hyo diatas sofa ruang tengahnya. Tak mempedulikan tatapan tajam Rin Hyo yang sejak tadi menghunus padanya. Gadis itu membuang muka, tak kuasa menahan hasratnya untuk memukuli Cho Kyuhyun saat menatap wajah pria itu.

“Barang – barangmu akan diantar kesini beberapa menit lagi. Jadi, kau tidak usah khawatir.” Ucap Kyuhyun membuat Rin Hyo kembali menatap Kyuhyun tajam.

“Aku… maksudku kau… benar – benar memaksaku tidur disini?” Kyuhyun mengangguk sekadar. Rin Hyo membuang napas kasarnya. “Berapa lama aku harus tinggal disini?”

“Sampai keadaan aman.”

“Sampai sekarang keadaanku masih aman – aman saja, Cho Kyuhyun!” Seru Rin Hyo seraya beranjak, Kyuhyun mengangkat bahunya acuh.

“Tak ada yang tahu akan terjadi nantinya. Jadi lebih baik kau tinggal disini dengan tenang.” Ujar Kyuhyun dengan nada ringannya. Pria itu menggedikkan kepalanya kearah pintu yang berada tak jauh dari mereka berdiri. “Kau bisa tidur disana. istirahatlah.” Ucap pria itu lagi sebelum melenggang pergi meninggalkan Rin Hyo yang masih tercengang dengan sikap Cho Kyuhyun yang begitu berubah. Pria itu bersikap seolah tak ada yang terjadi setelah kejadian ciuman itu. Astaga, itu hanya sebuah ciuman. Namun Rin Hyo tak bisa menyingkirkan pikiran itu dari benaknya sedikit pun.

Gadis itu mengangkat kepalanya seraya mendesah frustasi. Ia bukanlah gadis yang suka dikurung seperti ini. Ia adalah tipikal gadis pemberontak yang menginginkan kebebasan tiada tara. “Tch, kau pikir aku akan menurut padamu?!” gumamnya sembari menampilkan senyuman miringnya.

Rin Hyo berjalan tergopoh menuju pintu rumah Cho Kyuhyun. Mencoba membuka pintu itu namun sia – sia saja. Pintunya terkunci. “Aish, sial!”

***

“Dia ingin kerajaan oddity-lah yang menguasai dunia. Aku terpaksa menghentikannya karena niatan gila pria itu yang berkali – kali membuat siasat untuk perang. Membantai manusia murni.”

            “Awalnya aku hanya mengingatkannya. Namun, ia melawan. Aku tak punya pilihan lain selain melumpuhkan tubuhnya dan mengurung jiwanya kedalam jeruji perak yang berada di Swiss. Tapi, seperti yang kau ketahui. Jiwanya berhasil melarikan diri.”

            “Jiwa Cho Sang Hyun. Ayahmu. Kini sedang menguasai tubuh Song Joong Ki. Dan kurasa rencananya kini adalah membuatmu mewujudkan mimpinya, dengan menekanmu melalui Sam Rin Hyo.”

 

Cho Kyuhyun mengusap wajahnya kasar saat kata – kata Jang Hyuk masih terngiang jelas ditelinganya. Tangan dan kaki pria itu tak berhenti bergerak, kedua tangannya saling bergelut gusar. Begitu pun kedua kakinya yang mengetuk lantai gelisah. Sungguh, membayangkan bagaimana keadaan Sam Rin Hyo setelah ini membuatnya ingin membunuh ayahnya. Tapi, tetap saja. Dia adalah ayahnya.

Kedua matanya terpejam saat kejadian nista itu kembali memasuki pikirannya. Kini bukanlah perasaannya yang ia khawatirkan. Tapi, Sam Rin Hyo. bagaimana perasaan gadis itu saat nanti ia sudah sadar sepenuhnya?

Tok Tok

 

Kyuhyun yang sejak tadi duduk ditepi ranjang, seketika menoleh kearah pintu. Beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju pintu. Kedua matanya sedikit melebar saat menemukan Sam Rin Hyo tengah berdiri didepan pintu kamarnya seraya menatapnya datar.

Kepala gadis itu melongok, mengintip kamar Kyuhyun dibalik tubuh pria itu sebentar lalu kembali menatap Kyuhyun. “Aku boleh masuk?” Kyuhyun mengernyit mendengar pertanyaan Rin Hyo.

“Untuk apa?”

“Aku ingin bicara.”

“Bicaralah disini.” Rin Hyo menghela napas panjangnya. Memejamkan kedua mata sebentar lalu mengangguk kuat.

Keure. Aku hanya ingin berkata, aku menerima tawaranmu tinggal disini. Tapi, aku harus tahu alasan mengapa Song Joong Ki berbahaya untukku. Kau bisa menjelaskannya padaku, kan?” Kyuhyun menatap Rin Hyo cukup lama lalu menarik sedikit salah satu sudut bibirnya. Membentuk senyuman dingin yang begitu mengerikan.

“Kau membuat keputusan bagus. Keunde, maaf. Aku tidak bisa mengatakan padamu apa alasannya.” Rin Hyo menggigit bibir bagian bawahnya geram. Jujur, sebenarnya ia juga sangat frustasi dengan apa yang menimpa jiwanya saat ini. rasanya ia seperti memikul beban yang begitu berat. Namun disaat ia sudah menatap wajah Song Joong Ki, segalanya berubah. Beban yang ia pikul tergantikan dengan berkilo – kilo kebahagiaan yang tiada tara.

“Barang – barangku sudah datang. Dan aku akan benar – benar menjadi tamu yang baik dirumahmu. Jadi, bisakah kau mengatakan padaku? Sedikit saja. Hm?” Kyuhyun menghela napasnya berat. Bukannya ia ingin masalah ini berlarut – larut, namun jika seseorang sudah terkena suatu sihir. Segalanya tak akan mudah dengan hanya mengatakan kau terkena sihir! Jadi menjauhlah darinya. Hal itu hanya akan membuat Sam Rin Hyo terguncang.

“Kau sudah selesai bicara? Aku ingin tidur.” Kyuhyun hampir saja menutup pintu kamarnya sebelum Sam Rin hyo menyelanya dengan kalimat yang benar – benar membuatnya terkejut.

“Aku merasakan sesuatu yang aneh, Cho Kyuhyun.” Rin Hyo menatap Kyuhyun dengan tatapan memelas. “Aku tidak tahu kenapa. Setelah bertemu dengan Song Joong Ki, segalanya berubah. Kau tahu? Sekarang aku merasa seperti memikul beban yang begitu besar dipundakku. Maaf mengatakan ini, tapi sekarang… aku benar – benar membutuhkan Song Joong Ki. Hanya pria itu yang bisa menghilangkan beban yang berada dipundakku ini.”

Cho Kyuhyun menatap Rin Hyo terkejut. Ini pertama kalinya ia menemukan seorang gadis yang terkena sihir namun dapat menyadari keanehan yang terjadi pada jiwanya.

“Kumohon katakan padaku, Cho Kyuhyun.” Ujar Rin Hyo frustasi. Kyuhyun mengulas senyuman tipisnya.

“Sekeras apapun aku menjelaskan padamu bagaimana berbahayanya Song Joong Ki untukmu. Hingga mulutku berbusa pun, kau tidak akan pernah mengerti. Ah, bukan tidak akan. Tapi belum.” Rin Hyo mengernyit bingung dengan jawaban ambigu Cho Kyuhyun.

“Maksudmu?” tanya Rin Hyo lirih. Kyuhyun mengusap pucak kepala Rin Hyo dengan senyuman tipis yang masih setia menghiasi wajahnya.

“Sudah malam. Istirahatlah.” Ujar Kyuhyun sebelum pria itu menutup pintu kamarnya.

***

To : Sam Rin Hyo

 

            Hei!

 

Song Joong Ki menggenggam ponselnya seraya menatapi layar itu dengan penuh harap. Helaan napasnya keluar begitu berat, saat tak ada balasan apapun dari Sam Rin Hyo.

To : Sam Rin Hyo

 

            Tadi ada beberapa orang yang mengemasi barangmu. Apa kau pindah?

 

“Apa yang kau lakukan, huh?!” suara berat dan serak milik seseorang yang hingga kini mengusik kehidupannya itu kembali terdengar. Song Joong Ki menatap kearah sofa tunggal yang berada tak jauh dari ranjangnya dengan tajam.

“Tidak usah ikut campur!” tukas Joong Ki. Cho Sang Hyun, pria yang sejak tadi duduk disofa itu tertawa hambar.

“Kau bersikap tidak sopan padaku, bocah!” ujar Sang Hyun remeh. Joong Ki tersenyum miring.

“Apa ada alasan untukku bersikap sopan padamu?” balas pria itu tak kalah remeh. Cho Sang Hyun kembali mengeluarkan tawa kecilnya.

“Aku sudah memberimu gadis itu. kau sudah merasakan cintanya, bahkan tubuhnya. Seharusnya kau tidak bersikap seperti itu padaku!” ucapan Sang Hyun itu membuat Joong Ki menatap pria itu dengan nyalang.

“Jika saja aku tahu bahwa sikap Rin Hyo padaku adalah hasil dari kekuatan tak bergunamu itu. Sungguh, aku tidak akan pernah menyentuh gadis itu dengan cara seperti itu!” Seru Joong ki penuh penekanan, Cho Sang Hyun hanya menampilkan senyuman dinginnya acuh. Membuat Joong Ki memejamkan kedua mata frustasi. Bersandar pada dinding ranjang dengan lemas.

“Aku benar – benar membenci kenyataan bahwa aku adalah orang aneh yang bisa melihat jiwa orang – orang mati. Dan kehadiranmu, membuatku semakin benci.” Gumam pria itu pasrah. Karena, ia juga tak bisa merubah kenyataan itu. kenyataan bahwa ia bisa melihat hantu dan bisa berinteraksi dengan mereka. “Mengapa kau datang padaku, huh?! Sial!” gerutu pria itu lagi seraya mengepalkan kedua tangannya kuat – kuat.

Cho sang Hyun menatap Song Joong Ki dengan senyuman dingin lalu tiba – tiba sosok itu berpindah tempat. Kini ia duduk ditepi ranjang Song Joong Ki seraya menatap pria itu licik.

“Kau tidak ingin tahu, kapan asal muasal kau bisa melihat hantu? Aku bisa membaca masa lalu.” Song Joong Ki membuka kedua matanya. Menatap Sang Hyun datar lalu beralih memandang kearah lain. Seingatnya, ia bisa melihat hal – hal aneh seperti itu sejak kecil. “Ah, kurasa tidak ada yang spesial. Ayahmu bisa melihat hal itu, kurasa kemampuan itu diturunkan dari ayahmu.” Song Joong Ki kembali menatap Cho Sang Hyun tak suka.

“Kau membaca masa laluku?!” Sentak Joong Ki tak terima. Cho Sang Hyun hanya membalasnya dengan senyuman dingin. kepala pria itu menggedik kearah pintu kamar.

Kajja! Kita mulai bekerja!”

Shireo!” tukas Song Joong Ki, meski ia tahu sekeras apapun ia melawan. Cho Sang Hyun bisa dengan mudahnya menguasai tubuhnya. Padahal biasanya ia hanya bisa dikuasai saat pikirannya benar – benar kosong dan sedang tidak sadarkan diri.           Cho Sang Hyun mengulas senyuman miringnya. “Kau tahu jika kau tidak akan bisa melawan, kan?”

***

Tok Tok

 

“Sam Rin Hyo! Ireona!” suara teriakan Cho Kyuhyun tak membuat Sam Rin Hyo bergerak dari tidurnya. Pria yang masih berdiri didepan pintu kamar menghela napasnya berat. Membuka kenop pintu perlahan lalu memasuki kamar yang memuat Sam Rin Hyo didalamnya itu.

“Tsk, bagaimana bisa seorang wanita belum bangun hingga jam setengah 10 pagi?!” gumam Kyuhyun tak percaya dengan keadaan Sam Rin Hyo yang masih bergelung didalam selimut. Wajah gadis itu terlihat begitu damai.

Cho Kyuhyun berjalan mendekati tubuh Sam Rin Hyo. membungkuk, mengamati lekat – lekat wajah Sam Rin Hyo yang selalu membuatnya tenang. Sungguh, tak ada yang lebih bahagia dari pada memandangi wajah Sam Rin Hyo saat tidur seperti ini.

Senyuman tipis pria itu terulas, seiring dengan tangannya yang merapikan rambut berantakan Rin Hyo. “Sam Rin Hyo!” panggil pria itu seraya menepuk pipi kanan gadis itu pelan. Namun gadis itu masih memejamkan kedua mata tanpa bergerak sama sekali.

Kedua tangan Cho Kyuhyun beralih meraih pundak Rin Hyo. mengguncang tubuh gadis itu pelan seraya memanggil nama gadis itu. Karena masih tak ada reaksi, akhirnya ia semakin kuat menggoyangkan tubuh Rin Hyo.

Ya! Sam Rin Hyo! kau tidak bangun juga, huh?!” Seketika kedua mata Rin Hyo terbuka lebar. Dengan tubuh yang menegang terkejut.

“Huh?!” racau gadis itu bingung. Namun tak lama sebelum ia kembali memejamkan kedua matanya lemas, sepertinya tadi ia melantur.

“Astaga, Sam Rin Hyo! ireona!!” mulanya dahi Rin Hyo mengernyit, kemudian kedua matanya perlahan terbuka sedikit demi sedikit.

Mwoya?” gerutu gadis itu diambang kesadarannya yang hampir terkumpul itu. Gadis itu mengerjap – kerjapkan kedua matanya bingung, wajah Kyuhyun terlihat begitu dekat dikedua matanya.

Astaga, apa aku sedang bermimpi?

 

YA! kau sudah bangun?!” Rin Hyo mengangkat alisnya saat mendengar pertanyaan Kyuhyun. Hingga akhirnya kedua matanya melebar, kesadarannya sudah terkumpul dengan sempurna.

Spontan gadis itu mendorong tubuh Kyuhyun kuat. merubah posisinya menjadi duduk lalu menarik selimut hingga menutupi tubuhnya yang masih terbalut piyama.

“Kau! apa yang kau lakukan, huh?!” pekik Rin Hyo seraya mengacungkan telunjuknya kearah Kyuhyun yang hanya menatapnya datar. Pria itu menegakkan badannya, menghela napas berat lalu bersendekap.

“Untuk apa kau menarik selimut?! Piyamamu masih lengkap melekat ditubuhmu, berhentilah bersikap bodoh!” Rin Hyo mengernyit, lalu mengintip tubuhnya yang berada didalam selimut. Kedua matanya sedikit melebar saat mendapati jika ia masih piyamanya. Cepat – cepat gadis itu melempar selimutnya lalu beranjak dari ranjang. Berdiri disamping ranjang yang menjadi pemisah antara dirinya dan Cho Kyuhyun.

“Lalu untuk apa kau mendekat seperti itu tadi, huh?! Kau mencari kesempatan, ya?!” tukas Sam Rin Hyo ketus. Menutupi rasa malunya yang membuatnya ingin melarikan diri dari jendela kamar ini sekarang juga.

“Tch, aku memang ingin. Tapi, aku tidak akan melakukannya dengan cara seperti tadi.” Balas Kyuhyun ringan. Kedua mata Rin Hyo melebar.

MWO?!”


 

            “Cepat mandi lalu sarapan.” Titah Kyuhyun tak mempedulikan tatapan tak terima dari Rin Hyo lalu segera melenggang keluar dari kamar ini.

***

“Kita tidak kekantor?” tanya Rin Hyo seusai menanggalkan satu potongan roti selai yang tadi disiapkan Cho Kyuhyun. Sejujurnya ia cukup terkejut dengan kemampuan memasak presdirnya ini, meski ini hanyalah sepotong roti selai dan secangkir teh hangat.

Kyuhyun menatap Rin Hyo sebentar lalu menggeleng sekali. “Sampai keadaan aman, kantor dipegang Wakil presdir Seo.” Ujar pria itu sekadar, membuat kedua alis Rin Hyo terangkat bingung.

“Kau selalu mengatakan ‘sampai keadaan aman’. Biar kuperjelas, keadaan berbahaya ini ada sangkut pautnya denganku. Dan juga, sepertinya ini adalah keadaan yang benar – benar berbahaya. Apa itu artinya, kita tidak akan meninggalkan tempat ini?” cecar Rin Hyo dengan satu kali tarikan napas. Cho Kyuhyun mengangguk sekadar. Rin Hyo mendesah gusar, kembali menatap Kyuhyun dengan tatapan menuntut yang kemarin sempat ia layangkan. “Kau masih tidak bisa mengatakan padaku, apa yang terjadi saat ini?” lanjut gadis itu hati – hati.

“Tidak bisa.” Singkat pria itu kemudian merogoh sakunya. Mengeluarkan ponsel Sam Rin Hyo yang tadi ia temukan tergeletak diatas sofa, lalu menaruhnya diatas meja. “Kau meninggalkan ini diatas sofa kemarin, ponselmu mati. Sepertinya kehabisan baterai.” Ucap pria itu seraya menggedikkan kepalanya kearah benda mati persegi panjang itu.

Rin Hyo meraih ponselnya, kemudian menghidupkan kembali ponselnya yang memang tidak kehabisan baterai itu. Dahi Kyuhyun mengernyit, “Bateraimu tidak habis?” tanya Kyuhyun cepat. Rin Hyo menatap Kyuhyun santai lalu menggeleng ringan.

Ani. Kemarin sengaja kumatikan saat dikantor.” Ujar gadis itu begitu ringan membuat desahan napas kasar Kyuhyun keluar.

“Ck, seharusnya aku memeriksanya sebelum kukembalikan.” Umpatnya pelan pada diri sendiri. Sedangkan Rin Hyo tanpa tahu apa yang digerutukan oleh Kyuhyun menaruh ponsel itu diatas meja lagi.

Drrt Drrt

From : Song Joong Ki

 

            Hei!

 

 

Tadi ada beberapa orang yang mengemasi barangmu. Apa kau pindah?

Tubuh Rin Hyo membeku seketika. Kedua matanya terfokus pada dua pesan yang baru saja masuk kedalam kotak masuknya. Tiba – tiba ia merasa oksigen disekitarnya menipis. Sungguh, ia membutuhkan Song Joong Ki sekarang.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun saat menyadari perubahan raut wajah Rin Hyo yang begitu signifikan. Sam Rin Hyo meneguk ludahnya berat, dadanya terasa begitu sesak. Perasaan ingin bertemu dengan Song Joong Ki terasa begitu kuat, sangat menyiksa dan menyakitkan.

Cho Kyuhyun menatap ponsel Rin Hyo yang masih tergeletak diatas meja. Rahangnya mengeras saat pesan dari Song Joong Ki terpampang jelas dilayar yang cukup lebar untuk ukuran ponsel itu.

Tangan pria itu mengepal, seiring dengan suara letupan kecil yang keluar dari ponsel Rin Hyo. Seketika kedua mata Rin Hyo melebar. Ponselnya sudah mengeluarkan asap dan layarnya sudah retak. Ponselnya meledak.

“Apa yang kau lakukan?!” bentak gadis itu pada Kyuhyun yang tengah menatapnya tajam.

“Menyingkarkan segala hal yang bisa membuatmu berhubungan dengan pria itu lagi.” Ujar Kyuhyun ringan. Ya, tentu saja. Cho Kyuhyun adalah seorang pengendali listrik.

“Kau… apa kau benar – benar ingin aku membakar rumahmu?” desis Rin Hyo dengan kedua tangan yang sudah mengeluarkan percikan api. Kyuhyun tersenyum miring.

Ting Tong

 

“Kau tidak akan melakukannya.” Ujar pria itu setelah mendengar suara bel rumahnya berbunyi. Seketika itu juga, tubuh Rin Hyo terasa begitu dingin, percikan api yang berada ditangannya telah sirna.

Cho Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya, berjalan meninggalkan Rin Hyo yang masih membeku ditempatnya. Bukan karena Kyuhyun, tapi karena ia bisa merasakan aura dingin seseorang yang berada dibalik pintu rumah ini.

Altec datang kesini?” bisiknya pelan.

Eo! Kau disini rupanya, Sam Rin Hyo.” Suara khas milik Altec membuat Rin Hyo sontak beranjak dari tempat duduknya. Berbalik, menatap Altec dengan sopan lalu membungkuk dalam pada pria itu. Altec tersenyum kecil kearahnya.

“Jang Hyuk-ssi! Kita bicara dikamar saja.” Ucap Kyuhyun dingin lalu berjalan mendahului Altec. Kedua mata Rin Hyo membulat saat Kyuhyun berani memanggil nama asli Altec, Jang Hyuk.

Jang Hyuk menoleh kearah Rin Hyo. “Kau harus berhati – hati pada seseorang. Juga perasaanmu sendiri.” Dahi Rin Hyo berkerut.

Nde?” Jang Hyuk hanya mengulas senyuman separonya sebelum kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar Kyuhyun. Meninggalkan Rin Hyo yang berdiri disana, dengan memendam banyak pertanyaan didalam hati.

***

“Kau sudah memutuskannya?”

Pertanyaan Jang Hyuk itu membuat tubuh tegak Kyuhyun semakin menegang. Pundaknya naik kemudian turun setelah melepaskan napas panjangnya. Perlahan, ia berbalik. Menatap Jang Hyuk yang tengah duduk ditepi ranjangnya dengan sendu.

“Kenapa harus Sam Rin Hyo?” balas Kyuhyun balik bertanya. Jang Hyuk menunduk sebentar, beranjak dari tempatnya lalu mendekati Kyuhyun yang masih memaku tatapannya pada pria itu.

Jang Hyuk menghentikkan langkahnya tepat dihadapan Kyuhyun. “Dia ingin kau yang mewujudkan impiannya.”

“Menekanku dengan melibatkan Sam Rin Hyo?! Sial!” Kyuhyun mengusap wajahnya frustasi. Pada kenyataannya, dia lah yang membuat Rin Hyo sekarang menjadi seperti ini. Hanya dia penyebabnya, Cho Kyuhyun.

Jang Hyuk mengangguk sesal. “Maaf untuk mengatakan ini, tapi… kurasa kau harus cepat melawan ayahmu jika kau ingin Rin Hyo selamat. Aku tidak bisa menghilangkan sihir itu karena kemampuan ayahmu masih jauh diatasku. Tapi kau, kau bisa melawan ayahmu.” Ucap Jang Hyuk penuh keyakinan seraya menyentuh pundak Kyuhyun, memberi remasan tanda bahwa ia sangat mempercayai Cho Kyuhyun.

“Apa hanya ini caranya agar Rin Hyo kembali seperti dulu?” Tanya Kyuhyun dengan suara yang cukup lirih, berbeda dari suara lantangnya tadi saat mengumpat.

Jang Hyuk kembali mengangguk.

“Mm, sihir akan hilang jika seseorang yang membuat sihir itu lenyap.”

***

Arwah Cho Sang Hyun berjalan disamping Song Joong Ki yang kini tengah menyusuri trotoar. Ia baru saja selesai melakukan jogging dan kini ia hanya perlu berjalan kembali ke apartemen.

“Apa yang kau rasakan saat pertama kali menyadari kemampuanmu?” Tanya Sang Hyun, Joong Ki mendecih.

“Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu, kan?” tukas Joong Ki kesal seraya mempercepat jalannya, kembali berlari kecil. Cho Sang Hyun terkekeh geli setelah membaca pikiran Joong Ki.

“Awalnya kau takut, namun lama kelamaan sudah terbiasa. Hantu pertama yang pernah kau lihat adalah sesosok wanita berbaju putih dengan lubang yang berada diperutnya. Setelah melihat itu, kau tidak makan selama 3 hari.” Jelas Sang Hyun panjang lebar. Joong Ki hanya bisa menghela napasnya kasar.

“Kau bisa membaca pikiranku, untuk apa kau bertanya – tanya lagi, huh?” ketus pria itu. Untungnya hanya satu sampai dua orang yang melalui tempat ini, jadi tak akan ada yang mengira pria ini gila karena terlihat berbicara sendiri. Padahal kenyataannya, ia berbicara pada seseorang yang tak bisa dilihat dan didengar oleh manusia lain. Hantu, arwah, jiwa.

“Otak manusia selalu bekerja dengan sangat cepat. Jika aku memberimu pertanyaan, meski kau belum atau tidak ingin menjawabnya pasti otakmu sudah menjawabnya terlebih dahulu.” Joong Ki hanya mendengar tanpa respon yang berarti. Namun beberapa saat kemudian, pria itu menghentikkan langkahnya. Menoleh kearah Cho Sang Hyun yang juga tengah menatapnya penuh tanya.

“Sebenarnya apa akan kau lakukan dengan tubuhku nanti? Mengingat, aku tak akan pernah tahu apa saja yang kau lakukan kemarin dengan tubuhku.” Cho Sang Hyun mengulas senyuman miringnya.

“Aku hanya mengunjungi tempat – tempat yang tak kau mengerti.”

“Kau punya kekuatan aneh, dan punya tempat – tempat aneh pula?” Tanya Joong Ki setelah meledakkan tawa remehnya. Seketika raut Sang Hyun berubah menjadi dingin. Inilah yang membuatnya ingin membantai semua manusia murni. Karena mereka sering menggunakan kata aneh pada tiap kelebihan yang dimiliki rakyat oddity. “Wae? Aku salah bicara?” Lanjut Joong Ki seraya mengangkat sebelah alis. Cho Sang Hyun cepat – cepat merubah wajahnya, tersenyum dingin pada Joong Ki seraya menatap pria itu dengan tatapan tajam.

“Tenang saja. Meski kau mengucapkan kata aneh pada kekuatanku, kau masih akan tetap menjadi satu – satunya manusia murni yang akan hidup didunia ini. Kau bisa berterima kasih padaku nanti.” Kedua mata Joong Ki sontak melebar terkejut.

“Maksudmu… kau, akan menggunakan tubuhku untuk memusnahkan semua manusia murni?!” pekik pria itu terkejut dengan apa yang sudah didengarnya.

Sang Hyun semakin memperjelas senyuman miringnya. Mengangguk ringan lalu tertawa keras, seolah menemukan sesuatu yang begitu lucu dari wajah ketakutan Song Joong Ki.

Andwe.  Kau… aku tidak akan memberikan tubuhku untukmu! Itu sama saja membunuhku secara tidak langsung! Tidak akan!” tukas Song Joong Ki tegas meski kedua matanya masih membesar ketakutan, kemudian pria itu segera berlari kencang menjauh dari Cho Sang Hyun yang masih berdiri disana.

Wajah pria itu kembali datar seperti semula.

“Kau, tak akan bisa lari. Song Joong Ki.”

***

Sam Rin Hyo masih terdiam diruang makan. Kata – kata terakhir yang diucapkan Jang Hyuk sebelum pria itu mengikuti langkah Kyuhyun menuju kamar pria itu.

“Berhati – hati pada seseorang? Song Joong Ki?” Tanyanya pada diri sendiri. Meski hatinya merasa jika Song Joong Ki-lah yang menjadi orang yang berbahaya untuknya. Namun otaknya kembali melawan, membuat ia menggeleng tegas. “Tidak, tidak mungkin.” Ujarnya lagi.

“Lalu apa maksudnya dengan… perasaanku?” gadis itu kembali bertanya – tanya dengan sia – sia. Karena ia pun tak bisa menjawab.

Drrt Drrt

 

Tubuh gadis itu hampir saja melompat terkejut saat ponselnya kembali bergetar. Namun kini sepertinya getaran yang disebabkan oleh telepon dari seseorang. Cepat – cepat Rin Hyo berjalan menghampiri ponselnya, dahinya mengerut saat nama Song Joong Ki-lah yang tertera disana.

Tangannya bergerak cepat dengan sendirinya mengangkat telepon itu.

“Joong Ki oppa?!”

Kau dimana? Katakan kau dimana sekarang, aku membutuhkanmu.

            “Cheondamdong 328. Rumah berwarna coklat muda, pagarnya coklat tua.”

Keure. Tunggu aku disana.”

Telepon itu terputus seketika. Dengan ling lung Rin Hyo menjauhkan ponselnya. Kedua tangannya terkulai lemas dikedua sisi tubuhnya. Tangan kanannya terangkat untuk menyentuh dadanya.

Perasaan ini lagi.

 

Kedua matanya terpejam saat perasaan sangat membutuhkan Joong Ki seperti ekstasi kembali menguasainya. Sangat menyiksa.

“Sekeras apapun aku menjelaskan padamu bagaimana berbahayanya Song Joong Ki untukmu. Hingga mulutku berbusa pun, kau tidak akan pernah mengerti. Ah, bukan tidak akan. Tapi belum.”

 

Ia meremas rambutnya frustasi. Ucapan Kyuhyun malam itu, membuat hatinya tergerak untuk melawan perasaan aneh itu. Namun sebanyak apapun ia melawan, sebanyak itu pula rasa sakitnya semakin terasa.

***

Song Joong Ki menghentikkan mobilnya tepat didepan rumah besar yang menjadi tujuan utamanya kali ini. Sam Rin Hyo berada disini, dan ia harus menemui gadis itu. Membawa pergi gadis itu sejauh mungkin dari kerumitan ini.

Kau tidak bisa lari.

 

Bisikan itu kembali membuat pertahanan Song Joong Ki goyah. Segera pria itu keluar dari mobil, tak bisa berpikir jauh untuk mengunci mobil terlebih dahulu.

“Aku Song Joong Ki. Aku Song Joong Ki.” Racau pria itu seraya memencet – mencet bel yang berada disamping pagar coklat itu. Tak lama akhirnya, pintu pagar itu terbuka. Joong Ki berlari memasuki pekarangan rumah, menapaki anak – anak tangga hingga membawanya pada sebuah pintu putih.

“Joong Ki oppa!” Lirih Rin Hyo sesaat setelah ia membuka pintu rumah. Seketika Joong Ki masuk kedalam pelukan gadis itu.

Sedangkan Sam Rin Hyo. Semua beban yang tadinya ia pikul begitu berat seperti hilang entah kemana. Hanya dengan menatap dan mendapati Joong Ki berada dihadapannya. Itu sudah lebih dari cukup untuknya kembali tenang.

Cho Sang Hyun tersenyum miring. “Semakin sering kau menemuinya, semakin lemah pula pertahananmu. Karena kau tahu pada kenyataannya, dia tidak mencintaimu sama sekali.” Desis pria itu dingin kemudian dengan gerak cepat memasuki tubuh Joong Ki.

Kepala Song Joong Ki terangkat sempurna. Bersamaan dengan napasnya yang tiba – tiba tercekat. Beberapa saat, kemudian tatapannya berubah tajam. Ia mencengkram kedua lengan Rin Hyo erat, menjauhkan gadis itu dari tubuhnya.

W—wae?” tanya Rin Hyo bingung. Sedangkan yang ditanya malah membalas pertanyaan singkat itu dengan ulasan senyum miring mengerikan.

“Kau, akan mati.” Desis Joong Ki. Sedetik kemudian tubuh Rin Hyo terpental kebelakang hingga membuat suara berisik.

***

BRAK

Suara benturan keras itu membuat Kyuhyun dan Jang Hyuk seketika saling berpandang waspada. Cho Kyuhyun segera berlari keluar dari kamarnya, seketika itu juga, jantungnya seperti tidak berada ditempat semestinya.

Disana Sam Rin Hyo tengah meringis kesakitan. Tersungkur dibawah lantai. Kepala pria itu menoleh pada Song Joong Ki yang tengah menatapnya seraya tersenyum dingin.

“Kau, aku tidak akan memaafkanmu.” Desis Cho Kyuhyun kemudian segera menghampiri Sam Rin Hyo yang kini tengah berusaha untuk duduk dengan kedua mata yang tak bisa lepas dari Joong Ki.

Sedangkan Jang Hyuk segera mengirimkan telepati pada Oddity kongdom. Tak butuh waktu lama, puluhan erecus yang sudah terlatih datang. Memegangi Song Joong Ki yang masih mempertahankan senyuman miringnya. Menatap Kyuhyun lalu beralih kearah Jang Hyuk.

“Kau, juga akan mati.” Desis pria itu sebelum akhirnya ia hilang bersama puluhan erecus lainnya.

Andwe! Joong Ki oppa! Joong Ki oppa kau bawa kemana?!” racau Rin Hyo tak terkendali. Sepertinya Cho Sang Hyun menambah kadar kegilaan Rin Hyo tadi. Tanpa menunggu lama, Kyuhyun mendekap tubuh meronta Rin Hyo kedalam pelukannya.

“Jangan seperti ini.” ujar pria itu lembut.

Jang Hyuk yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecil, kemudian menginggalkan rumah itu tanpa suara.

Wae?! Kenapa jangan?! Karena dia berbahaya untukku?! aku tidak bisa hidup tanpanya, Cho Kyuhyun! Tolong jangan halangi aku!” Racau gadis itu lagi. Kyuhyun mencengkram kedua lengan Rin Hyo mejauhkan sedikit tubuh gadis itu dari pelukannya. Menatap tepat pada kedua mata gadis itu hingga akhirnya Rin Hyo terdiam. Terlalu jatuh didalam sana.

“Kenapa jangan? Karena aku sakit, Hyo. Jika kau meninggalkanku untuk mengejar pria itu. Aku, sakit.” Cho Kyuhyun mengecup kening Rin Hyo lama. “Saranghae.” Ucapnya, membuat desiran aneh seketika mengaliri tubuh Rin Hyo. Bahkan ia lupa tentang Song Joong Ki dan semua itu, yang ia dengar hanyalah suara Kyuhyun dan yang ia rasakan hanyalah cengkraman lembut dilengannya juga kecupan didahinya tadi. Ia merasa, kini sedang berada didalam mimpi.

TBC-

Advertisements

36 thoughts on “The Cruel Fate 4

  1. huwaaaaa cerita ini dilanjut!! btw yah agak gimana gitu kebalik2 sama yg reincarnation hahahah td awalnya aku kira ini reincarnation jadi aja bingung eh akhirnya inget juga hahaha tambah seruuuu kan udah ketawan bgt itu kalo joongku dirasukin cho sanghun hah jahat emg dasarrrr kesian kyuhyun jg jadinya kan tuh sakit wkwkwk ditunggu selalu lanjutannyaaaaa

  2. Akhirnya dilanjuttt… Mkin seru aja ini..
    Seru bnget, tapi kasian rin hyo jd kyak orang linglung kehilangan arah bgitu, ya ampun..
    Itu bpaknya kyuhyun jahat bnget sih ih.. Penasaran sma gmna nasib kyuhyun nnti klo dia ngelawan bpaknya sndiri, trus gmna itu jongki nya?? Dibwa kemanakah itu?? Haduhh pokoknya keren deh ini. Next berikutnya ya author~nim.. 🙂

  3. Akhirnya dipart nongol jg.. *sujud syukur*
    Jd kasihan ma rin hyo ma kyuhyun..

    Jujur ko aku rasa part ini kayanya pendek yaa..
    But gpp deh yg penting ada kelanjutannya.. aku sih berharap bgt next part’a ga terlalu lama.. tp kl lama pun,, yaaa it’s ok lah.. yg penting semua’a jelas dan pasti ada ending’a..
    Ok see you next part..

  4. Oh bukan salah Joong ki tapi Joong ki dimasukin oleh apa kyuhyun..kiraian rinhyo ga suka ma kyu,ternyata kena sihir..
    Okay2..aq tambah suka..

    Semangat ya thor..
    Ff nya pantes ditunggu….

  5. Duhh penasaran gimana caranya Kyuhyun ngelepasin sihirnya RIn Hyo 😦
    Bakal long-chap kah ini thor?
    PENASARAN BANGETT 😦 😦 ❤

  6. rinhyo udah kena sihir ya ternyata,kasian dia 😦
    dengan cara apa kyuhyun bisa musnahkan sihir nya ? apa hanya cara membunuh ayah nya ? itu terlalu sadih kalau membunuh ayah sendiri 😦
    semoga ada cara lain ya kyu untuk mu bisa musnahkan sihirnya 🙂
    di tunggu next chapternya ya kak 🙂

  7. omaigad>< kereeeen bangetttt kak, yaampun kyu kamu itu harus ngalahin ayahmu, dan untuk rin hyo oh come on! sadar oy kamu kenak pengaruh sihir.. semoga dgn cinta dan ketulusan kyu bisa ngilangin sihirnya si sang hyun, so ayahnya kyu gaperlu dibunuh cukup di hukum aja(?)
    sumpah ya kak ya, aku ngerasa ini part pendek banget, ato mungkin aku terlalu menghayati bacanya makanya aku ngerasa pendek wkwk:D
    next part jgn lama lama dan harus lebih panjang he hehehe waiting!

  8. Aishh joongki jauh2 saja dari rin hyo. Lagian rinhyo kan sebenarnya gk suka sm joongki. Lama2 rinhyo bisa gila klu mantra ayahnya kyu udh numpuk ditubuhnya.

    Kyu kata saranghae buat rinhyo bikin aku patah hati #hikshiks.

  9. dilanjut next part deh?????
    aku ngerti deh skarang….
    smoga aj kyu bisa ngalahin bapa’y ….. cz selewat ja aura bapa’y tu gimana gtu??

  10. Hai kaa , woah serem amat mau ngebunuh semua manusia murni –‘ aku engga kan ? kkkk ka ga ada cara lain selain bunuh joong ki gitu ? atau sihirnya bisa ilang sendiri kalau perhatian hyo teralihkan ke kyu kaya yg di kata kata terakhir ? –‘ semangat ♡

  11. ff ini keren dan menarik soalnya beda dari ff yg lain latar belakang ceritanya yg bikin menarik. Waktu baca teasernya aja udh bikin penasaran. Cepet lanjutin ya eon #hwaiting nulisnya 😀

  12. haii.. saya pembaca baru.. pas nyari2 ff ehhh.. masuk kemari.. hari ini saya baca ff ini di blog sebelah.. yg cuman sampai part 3 dan yg kesalnya ternyata disana ga ada lanjutannya.. ff ini bikin aku penasaran.. sampai aku ubek2 blog sebelah.. ga dapat juga.. rupanya ada disini.. seneng sih.. klau boleh cepet lanjut ga? saya suka banget ff nya ini.. perdana baca.. perdana komen.. hehehe ditunggu ^^ !!

  13. haadeh Sam kok smakin trgila2 joongki..
    pilihn brat buat Kyu..antara ayah atau orang yg dcintai..
    makin keren, ditunggu next partnya..

    oh iya, eon aku udah mintak pw exspreso lewt inbox tpi kok gk dikasih 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s