Nothing Better [2/2]

Nothing Better [2/2]

Author : Tsalza Shabrina

A/N : Maaf jika mengecewakan 🙂 Happy read^^

***

Cahaya matahari yang sudah terbit sejak beberapa jam yang lalu semakin menyengat. Memasuki celah selambu putih kamar Sam Rin Hyo hingga membuat seorang gadis yang tengah tertidur dengan posisi meringkuk itu mengernyitkan dahi.

Lenguhannya terdengar, seiring dengan kedua mata yang hampir saja terbuka. Meski ia memaksakan kedua matanya terbuka dengan susah payah, karena ia masih merasa kelopak matanya begitu berat.

Mata Rin Hyo yang kini sudah terbuka tak sebesar biasanya,terlihat lebih sipit dihiasi dengan bengkaknya kelopak mata. Juga kantung mata. Benar – benar terlihat begitu menyedihkan meski hanya melihat sekilas.

Gadis itu merubah posisinya menjadi duduk. Bersandar pada dinding kasur seraya menatap lurus kedepan menerawang. Lenguhan yang sejak tadi ia dendangkan kini berganti menjadi desahan napas berat nan panjang. Ia kira sesak dihatinya dapat hilang saat bangun tidur. Namun, sesak itu masih ada. Dan ia ingin meloloskan kesesakan itu.

“Tch, apa yang kau lakukan kemarin, Hyo?” gumamnya pada diri sendiri disertai tawa kecutnya. Sungguh, kini ia menyesal karena sudah mengatakan semua itu pada Cho Kyuhyun. Ia merasa seperti seorang istri kekanakan yang egois. Naif dan pemaksa.

Kepalanya menggeleng pelan. Memejamkan kedua mata erat, merutuki kebodohannya didalam hati. Kedua matanya terbuka cepat ketika ia mengingat bagaimana raut hancur Kyuhyun saat ia membanding – bandingkannya dengan pria lain. Kedua matanya kembali terpejam, desahan beratnya lolos begitu saja. Ia sudah menyakiti Kyuhyun, dan kembali menghancurkan niatan baik pria itu untuk yang kedua kalinya. Namun, yang ini lebih parah.

Sam Rin Hyo menoleh kesamping, menatap sisi ranjang yang kosong lalu beralih pada nakas kecil yang berada disamping ranjang. Tak ada secarik post-it disana. dan itu berarti, Cho Kyuhyun tidak tidur disini semalam.

Drrt Drrt

 

Gadis itu segera meraih ponsel yang sejak tadi terletak diatas nakas itu cepat. Hatinya berharap besar jika itu pesan dari Cho Kyuhyun. Jemarinya bergerak cepat membuka kunci ponselnya, namun senyuman kecilnya luntur seketika saat menatap isi pesan itu.

From : Haneul oppa

 

Tidurmu nyenyak?

Dengan lemas Rin Hyo menutup ponselnya. Menaruh ponsel itu disisi tubuhnya. Ia kembali menghela napasnya berat. “Eottokhae?

***

Eo! Kau menginap disini?!”

Suara Eunhyuk yang terkejut mendapati Cho Kyuhyun pagi – pagi sudah berada di dorm. Pria itu baru saja keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sama seperti kemarin.

“Mm.” Kyuhyun menggumam lalu berjalan terseok menuju kamar mandi. Saat ia hendak memasuki kamar mandi, ia sempat berpapasan dengan Heechul. Pria berparas cantik itu mengendus tubuh Kyuhyun lalu mengernyit seraya menutup hidungnya.

“Astaga, kau minum berapa banyak kemarin, huh?!” teriak Heechul pada Kyuhyun yang tak digubris sama sekali oleh pria itu. Kyuhyun masih tetap melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi, lalu menutup pintu kamar mandi cukup keras.

Kim Heechul menggeleng pelan. “Bukankah dia bertingkah aneh?” tanya Eunhyuk yang sudah berada didepan Heechul.

Kim Heechul mengangguk pelan. “Bahkan ia tidak takut saat aku meneriakinya.” Balas Heechul seraya memiringkan kepalanya, mencoba menerka apa alasan Kyuhyun sudah tidak takut lagi padanya. Sedangkan Eunhyuk sudah menatap hyeong yang mempunyai golongan darah AB itu datar.

“Bukan itu yang kumaksud. Maksudku, ia menginap di dorm hari ini. Padahal kemarin ia bilang akan pulang kerumahnya dan tidur disana.” ujar Eunhyuk mengoreksi ucapan hyeong-nya. Seketika kedua mata Heechul melebar kearah Eunhyuk. “Apa mungkin… dia dan istrinya bertengkar?” tanya Eunhyuk hati – hati.

“Kurasa kemarin dia juga mabuk berat. Aku mencium bau alkohol yang sangat kuat tadi.” Tambah Heechul seolah menambah satu alasan lagi untuk jawaban dari pertanyaan Eunhyuk.

Wae? Wae? Siapa yang bertengkar, huh?” Tubuh Heechul dan Eunhyuk berjengit terkejut saat tiba – tiba mendapati Kangin ditengah – tengah mereka. Menatap mereka dengan kedua mata melebar penuh rasa penasaran.

“Cho Kyuhyun. Kurasa dia dan istrinya sedang bertengkar.” Jawab Eunhyuk seraya menggedikkan kepalanya pada pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat itu.

MWO?! Bagaimana bisa?!” kini tubuh Heechul, Kangin dan Eunhyuk yang terkejut saat mendengar teriakan Lee Donghae yang tiba – tiba muncul entah dari mana.

“Kecilkan suaramu!” tegur Heechul sembari mengangkat kepalan tangannya diudara. Donghae meringis seraya memegangi bibirnya.

Mian. Jadi, bagaimana mereka bisa bertengkar? Bagaimana kalian bisa tahu?” cecar Donghae seolah berita pertengkaran Kyuhyun dengan istrinya adalah berita paling menarik untuk dibicarakan.

“Cho Kyuhyun tadi tidak pulang kerumahnya dan mabuk berat semalam.” Jelas Heechul. Kedua mata Donghae melebar dramatis.

“Berarti ini pertengkaran yang serius, benar kan?!” tukas Donghae yang dibalas anggukkan penuh keyakinan dari Eunhyuk dan dua hyeong-nya itu. Ya, sebelumnya Kyuhyun tak pernah seburuk itu ketika bertengkar dengan Rin Hyo. Karena sepasang suami istri itu jarang sekali terlibat dalam pertengkaran yang serius.

Ya! Ya! Bagaimana bisa kalian malah menggunjing pagi – pagi seperti ini, huh?!” tubuh keempat orang yang sudah bergumul dengan asiknya itu hampir saja melompat saat tiba – tiba Leeteuk datang diantara mereka.

“Astaga, kau mengagetkanku saja, Hyeong!” seru Donghae seraya mengelus dadanya pelan.

“Berhenti berpikiran yang aneh – aneh tentangnya. Belum tentu pikiranmu itu benar!” Ujar Leeteuk bijak.

“Tapi bagaimana jika semakin parah, huh?!” balas Kangin. Leeteuk menghela napasnya berat.

“Untuk sekarang kita jangan bertindak dulu sebelum tahu permasalahannya. Sudahlah, jangan berkumpul disini!” ujar Leeteuk lagi yang langsung membuat tubuh Heechul tergerak untuk mendorong Kangin dan Donghae agar pergi dari sana.

“Sudah, sudah. Lebih baik kita menyiapkan sarapan!” ujar Heechul seraya menarik Kangin dan Donghae pergi. Meninggalkan Eunhyuk yang masih memegang dadanya karena berkali – kali dibuat terkejut.

“Ya Tuhan, bagaimana bisa semua orang hari ini muncul tiba – tiba seperti hantu?!”

***

YA! Ada apa dengan wajahmu?”

Pertanyaan itulah yang pertama kali Ji Eun lontarkan saat ia baru saja membuka pintu apartemennya. Sam Rin Hyo yang sengaja bertamu kerumah sahabatnya itu hanya bisa menghela napas beratnya.

“Aku harus bagaimana, Ji Eun-ah?” lirih Rin Hyo yang masih betah berdiri diambang pintu apartemen Ji Eun.

“Masuklah.” Ujar Ji Eun cepat seraya menarik tangan Rin Hyo sebelum menutup pintu apartemennya. Rin Hyo hanya menurut dengan kedua mata yang masih memandang kosong kedepan.

Ji Eun mendudukkannya diatas sofa ruang tengah. Wanita itu duduk disamping tubuh lemas Rin Hyo sambil menatap Rin Hyo lekat – lekat. Menunggu gadis itu berbicara, ia bukanlah tipikal orang yang suka merecoki orang dengan banyak pertanyaan hanya untuk memenuhi rasa penasarannya.

“Ji Hoo sedang tidur, ya?” tanya Rin Hyo dengan wajah kecewanya. Ji Eun mengangguk sekadar. “Kikwang oppa?” tanya gadis itu lagi.

Shin ji Eun menggedikkan kepalanya kearah Lee Kikwang yang baru saja keluar dari kamar. “Eo! Annyeong! Rin Hyo-ah!” sapa Kikwang ramah dengan ulasan senyum lebarnya. Rin Hyo hanya tersenyum patah, lalu kembali menatap Ji Eun. Membuat kerutan didahi Kikwang tercetak jelas. Pria itu menatap istrinya bingung seolah bertanya Ada apa dengan gadis itu? namun Ji Eun hanya bisa menggedikkan bahu bingung.

“Padahal aku sedang ingin bertemu Ji Hoo disaat seperti ini.” Alis Ji Eun terangkat. Semakin lama ucapan Rin Hyo semakin melantur.

“Kau sebenarnya kenapa, huh?” akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari bibir Ji Eun tak tertahankan. Bersamaan dengan datangnya Lee Kikwang yang kini duduk disamping Ji Eun. Menatap Sam Rin Hyo penuh tanya.

Sam Rin Hyo menghela napasnya berat, menatapi sepasang suami istri dihadapannya bergantian. “Aku… bertengkar dengan Cho Kyuhyun.” Kedua pasang mata Ji Eun dan Kikwang melebar seketika.

Mwo?!”  pekik Kikwang terkejut.

Wae?!”  Sambung Ji Eun tanpa melepas pandangan mereka dari Rin Hyo.

“Ceritanya panjang. Intinya, aku terlalu bersikap kekanakan tadi malam. Memarahinya dan melontarkan kata – kata yang tak seharusnya kukatakan. Sungguh, aku benar – benar menyesal.” Ungkap Rin Hyo panjang lebar dengan sekali tarikan napas.

“Kurasa ini pertengkaran yang serius, ya?” celetuk Kikwang hati – hati.

“Mm.” Gumam Rin Hyo sekadar. “Aku sudah membuatnya kesal karena kemarin pergi dengan Haneul oppa tanpa izin. Ditambah dengan ucapanku yang keluar begitu saja tanpa kontrol. Bodoh!” lanjutnya disertai umpatan yang ia peruntukkan pada diri sendiri. Ji Eun menghela napas panjangnya, kemudian menatap suaminya dengan tatapan penuh arti.

“Setelah ini kau harus reherseal di Inkigayo kan, suamiku?” tanya Ji Eun seraya tersenyum palsu. Lee Kikwang berkedip dua kali, bingung dengan maksud senyuman Ji Eun dan juga, jika gadis ini memanggilnya dengan panggilan suamiku berarti ada sesuatu yang sedang ia rencanakan. “Oh, bukankah Kyuhyun oppa sedang promosi album solonya? Berarti dia juga berada disana kan?” lanjut Ji Eun seraya sesekali melirik Rin Hyo yang juga tengah melirik Ji eun bingung saat nama suaminya disebut – sebut.

Lee Kikwang yang tadinya bingung langsung melepaskan tawa hambarnya. “Ah, tentu saja aku harus segera pergi.” Serunya canggung.

Shin Ji Eun tersenyum kecil lalu beralih menatap Rin Hyo. “Kau… hanya perlu bicara dengannya, minta maaf, dan masalah selesai.” Ujar Ji Eun bijak. Rin Hyo memejamkan kedua matanya frustasi.

“Jika kita bicara, pasti akan berakhir dengan pertengkaran yang tidak penting.” Balas Rin Hyo cepat.

“Kalau begitu kau hanya perlu menahan emosimu. Jika ia emosi, jangan ikut emosi atau masalah tak akan pernah selesai. Ya, kau tahu sendiri kan jika Cho Kyuhyun itu tak mau kalah dalam berdebat.” Tambah Kikwang. Rin Hyo menghela napasnya panjang, menatap Kikwang dan Ji Eun bergantian lalu mengangguk mantap.

Keure! Jika aku juga emosi tak akan pernah selesai.” Ujarnya penuh keyakinan lalu beranjak. Menegakkan kepala, menatap Lee Kikwang dengan kedua mata penuh bara semangat. “Kajja, Kikwang oppa!” ajaknya yang menyerupai nada perintah lalu berjalan menuju pintu apartemen Ji Eun dengan tatapan lurus kedepan.

Heol! Dia benar – benar cepat merubah sikapnya.” Tukas Ji Eun kemudian menggelengkan kepalanya. “Aku benar – benar tak pernah mengerti pikiran gadis itu meski sudah berteman sangat lama.” Lanjutnya.

Lee Kikwang tersenyum kecil menatap istrinya lalu mengecup kening Shin Ji Eun cepat sebelum mengusap puncak kepala Ji Eun penuh sayang.

“Aku pergi dulu, jaga dirimu dan Ji Hoo.”

***

Sam Rin Hyo menghentikkan langkahnya tepat saat mereka sudah berada didepan pintu ruang ganti member Beast. Tiba – tiba keberaniannya untuk menemui Kyuhyun hilang begitu saja.

Wae?” tanya Kikwang ikut menghentikkan langkahnya seraya menatap Rin Hyo bingung. Gadis itu meneguk ludahnya berat, menghela napasnya gusar lalu menatap Kikwang lemas.

“Aku hanya datang, tersenyum, lalu meminta maaf bukan?” Tanya Rin Hyo memastikan. Lee Kikwang mengangguk mantap. “Menurutmu ia akan memaafkanku?” Kikwang mengeluarkan napas gusarnya.

“Bagaimana bisa aku tahu? Seharusnya kau yang lebih berpengalaman. Kau adalah istrinya, apa kau melupakan kenyataan itu, hm?!” cecar Kikwang mulai kesal dengan sikap Rin Hyo yang berubah – ubah seperti ini. Rin Hyo mendesah frustasi.

“Apa Son Namshin ada didalam?” tanya Rin Hyo hati – hati. Kikwang segera melebarkan kedua matanya, menghadang pintu masuk ruang ganti Beast seraya menggeleng tegas.

“Ada, tapi kau tidak boleh menemuinya!”

Wae? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Semenjak ia menjadi member Beast, aku seperti kehilangan satu sahabatku. Bisakah aku bertemu dengannya?” Rin Hyo memasang wajah melasnya, Kikwang hanya menatap gadis yang sudah ia kenal selama beberapa tahun itu datar. Jika seperti ini, ia bisa menebak apa yang ada didalam pikiran gadis aneh ini.

“Tch, jika kau bertemu dengannya kau hanya akan meminta saran seperti apa yang kau lakukan padaku! Percayalah, kau akan mendapat jawaban yang sama sepertiku. Apalagi ia sudah jarang bertemu denganmu.” Lee Kikwang menyentuh pundak Rin Hyo, memutar tubuh gadis itu lalu menunjuk sebuah ruangan yang berada diujung lorong. “Itu, adalah ruangan Cho Kyuhyun. Kau hanya perlu kesana dan menyelesaikan semuanya!”

“Tapi—“

“Aku harus segera bersiap – siap! Sam Rin Hyo fighting!!” Lee Kikwang segera memasuki ruangannya tanpa memedulikan Rin Hyo yang tengah menghela napas beratnya.

Setelah berpikir sejenak, akhirnya gadis itu melangkah penuh keyakinan dengan kedua mata yang terfokus lurus kearah pintu ruangan yang ditempeli sebuah kertas berucapkan Kyuhyun disana.

Tak terasa kedua kakinya sudah berhenti tepat didepan pintu itu. Setelah meyakinkan diri, ia mengangkat kepalan tangannya. Mengetuk pintu itu dua kali kemudian membuka kenop pintu itu dengan tangan gemetar.

Gadis itu menyembulkan kepalanya kedalam lalu tersenyum kecil saat mendapati Kyuhyun tengah memainkan ponsel dengan seorang hairstylist yang sedang menata rambutnya. Perlahan ia memasuki ruangan itu, menutup pintu hingga membuat semua orang yang berada disana menoleh kearahnya.

Rin Hyo tersenyum kikuk pada manajer, dan beberapa stylist yang berada disana. Membungkuk sedikit dengan sopan. Hingga kedua matanya bertemu dengan kedua mata Kyuhyun. Pria itu menatapnya terkejut, tak menyangka jika istrinya akan datang kesini.

Spontan kepala Kyuhyun menoleh kearah para crew-nya yang tengah menatap Rin Hyo penuh tanya. Ia mendesah napas gusar lalu segera beranjak dari tempatnya. Berjalan menghampiri Rin Hyo yang masih menatapnya tanpa melonggarkan tatapannya sedikit pun.

“Bagaimana bisa kau datang kesini?” bisik Kyuhyun waspada. Rin Hyo berkedip cepat, senyumannya yang tadi begitu tulus sedikit meluntur ketika menyadari bagaimana waspadanya raut Kyuhyun saat ini.

“Aku kesini bersama Kikwang oppa. Ah, aku tidak seharusnya berada disini, ya?” tanya Rin Hyo ragu seraya menatap lekat kedua mata Kyuhyun. Pria itu sejak tadi menoleh kearah para crew yang masih betah menjadikan mereka point of interest.

“Dia siapa, Kyuhyun-ah?” Tanya manager Kyuhyun seraya melayangkan tatapan menilai kearah Rin Hyo. Tentu saja manager Kyuhyun yang baru itu tak tahu, karena hanya manager Super Junior, para member, teman dekat serta agency yang tahu. Sedangkan, manager yang satu ini baru menjadi manager Kyuhyun saat pria ini melakukan debut solonya.

Cho Kyuhyun tersenyum canggung kearah managernya, kemudian menatap Rin Hyo yang masih tak mengalihkan pandangan darinya. “Dia…” Rin Hyo tersenyum kecut saat mendapati bagaimana sulitnya Kyuhyun untuk menjawab pertanyaan managernya yang seharusnya menjadi pertanyaan termudah. Terlebih mereka adalah orang dalam SM Entertaiment, bukan?

Gadis itu berdehem sejenak lalu menatap manager Kyuhyun, membungkuk dalam pada pria itu. “Annyeong haseyo. Aku hanya mengantar pesanan ini atas nama Cho Kyuhyun.” Ujar Rin Hyo seraya mengangkat sebuah kantung plastik, dan jangan lupa senyuman lebar gadis itu.

Bibir Kyuhyun sedikit terbuka saat Rin Hyo kini tersenyum palsu kearahnya. “Maaf, sudah memasuki ruanganmu tanpa izin, tuan. Aku akan menunggu anda diluar.” Rin Hyo menunduk sejenak lalu segera berbalik keluar dari ruangan Kyuhyun.

Cho Kyuhyun mengepalkan telapak tangannya kuat. Hatinya sangat sesak mendengar kebohongan Rin Hyo mengaku sebagai pengantar barang, ditambah dengan raut gadis itu. Pria itu memejamkan kedua matanya frustasi, kemudian berjalan keluar dari ruangannya.

Disana Sam Rin Hyo sudah berdiri membelakanginya. Suasana lorong ini cukup sepi karena memang ruangannya berada diujung lorong. “Hyo.” Panggilnya pelan. Tubuh Rin Hyo sempat berjengit terkejut, sebelum ia berbalik kearah Kyuhyun. Namun tak menatap pria itu.

Gadis itu menyerahkan sebuah kantung plastik yang berisi minuman tonic dan juga roti. Kyuhyun menerimanya dengan kedua mata yang masih menatap Rin Hyo. Gadis itu kini sedang mencoba menghindari tatapan Kyuhyun.

“Aku datang kesini hanya untuk meminta maaf atas apa yang sudah kulakukan kemarin. Aku sadar, aku sangat kekanakan. Mian.” Rin Hyo menghela napasnya berat, menggedikkan kepalanya kearah bungkusan itu. “Biasanya jika kita bertengkar, kau akan lupa makan. Jadi aku membawakan itu, makanlah.”

Kyuhyun masih terdiam, bibirnya kelu, otaknya terasa kosong saat Rin hyo sudah bersikap seperti ini. Gadis itu tersenyum kecil kearah Kyuhyun. “Aku pergi.” Tukasnya sebelum berbalik.

Dengan cepat Kyuhyun menahan lengannya. “Kau marah?” Pertanyaan Kyuhyun membuat kedua mata Rin Hyo semakin memanas. Perlahan gadis itu melepas cengkraman tangan Kyuhyun, menatap kedua mata Kyuhyun dengan segaris senyuman tipis.

“Tidak alasan untukku marah padamu, kan? Bahkan disini seharusnya kau yang marah karena aku sudah datang kesini dan membuat semua orang bingung. Tch, aku memang bodoh. Aku pulang!” Ungkap Rin Hyo sebelum ia akhirnya berjalan menjauh dari Kyuhyun yang masih menatap pungung Rin Hyo dengan perasaan campur aduk.

“Bodoh.” Umpatnya pelan pada diri sendiri.

***

Sam Rin Hyo mengeratkan pegangan tangannya pada tali tas jinjingnya. Mengapa hatinya begitu sakit seperti ini? tak seharusnya ia merasakan hal ini, bukan? Astaga, sadarlah Hyo! berhenti bersikap tidak dewasa seperti ini! Semua ini untuk kebaikan Cho Kyuhyun!

Gadis itu semakin mengeratkan remasannya ketika kata – kata itu mulai memenuhi otaknya, namun semakin ia memikirkannya semakin pula ia merasa sakit. Ia berjalan menyusuri lobi apartemen dengan perasaan kosong yang sia – sia.

“Sam Rin Hyo!” Langkah Rin Hyo seketika terhenti saat mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya. Gadis itu berbalik, alisnya terangkat saat mendapati Kang Ha Neul tengah berjalan menghampirinya dengan senyuman tipis.

“Haneul oppa? Apa yang kau lakukan disini?” Haneul semakin melebarkan jsenyumannya.

“Tentu saja untuk menemuimu. Tadi kau tidak membalas pesanku, dan itu membuatku khawatir.” Rin Hyo menghela napasnya berat, ia berniat untuk mengatakan semuanya sekarang.

“Haneul oppa, ada yang ingin kubicarakan.” Alis Haneul terangkat sebelah sebelum pria itu mengulas senyuman separuhnya.

“Aku juga. Jadi, bisakah kau mengundangku kerumahmu untuk membicarakan hal ini sambil meminum sesuatu?”

“Ah, itu…” Rin Hyo menggaruk tengkuknya bingung.

“Tidak diizinkan, ya?”

Aniya, Gwenchana. Kajja!” Ujar Rin Hyo seraya tersenyum kecil. Ya, setidaknya hanya ini yang bisa ia lakukan untuk membalas kebaikan Kang Haneul.

***

“Kau ingin minum apa?”

Tanya Rin Hyo setelah menaruh sembarangan tasnya diatas sofa lalu berjalan kearah dapur. Haneul tersenyum lalu mengedarkan pandangannya kesegala arah.

“Terserah kau saja.” Jawabnya asal, ia masih asyik menikmati interior apartemen Rin Hyo. “Apartemenmu bagus juga. Dan… sangat besar untuk ditempati satu orang.” Komentar Haneul yang hanya dibalas kekehan ringan oleh Rin Hyo.

Gadis itu menghampiri Haneul dengan dua cangkir teh yang berada digenggamannya. Menaruh satu cangkir dimeja dan menenteng cangkir lainnya ditangan kanannya. Ia duduk disamping Haneul seraya menyeruput sedikit teh itu, sebelum meletakkannya diatas meja.

“Apa kau sakit?” tanya Haneul tiba – tiba.

“Huh? Ani.” Rin Hyo menggeleng pasti. Namun tak membuat tatapan khawatir Kang Haneul sirna.

“Wajahmu pucat.” Spontan Rin Hyo menyentuh wajahnya sendiri.

Jinjja? gwenchana. Aku hanya pusing sedikit, mungkin karena kurang tidur.” Haneul mengangguk – angguk mengerti.

“Ah iya, kemarin aku menemukan akun twittermu. Aku sudah mengikutimu, kau juga harus mengikutiku! Tch, bukankah begitu keren jika seorang aktor sepertiku mengikutimu terlebih dahulu di media sosial?” Rin Hyo mengeluarkan tawa kasarnya. Ia mengambil ponselnya ditas lalu membuka akun Twitter-nya.

“Aku memang sangat keren, kau baru tahu itu, oppa?”

“Tch. Terserah.” Rin Hyo terkikik geli mendengar nada kesal yang dikeluarkan Haneul. Gerakan jemarinya tiba – tiba terhenti saat kedua matanya menangkap satu foto yang berada di timeline-nya.

Bibirnya terkatup rapat, kedua matanya memanas. Song Qian datang kesana, foto bersama Kyuhyun dengan tersenyum bahagia. Dan apa ini? Kyuhyun men-upload-nya? Setelah bagaimana tadi ia merendahkan diri dengan berpura – pura menjadi serang pengantar barang?

Wae?” tanya Haneul pelan saat menyadari perubahan wajah Rin Hyo.

Kedua tangan Rin Hyo terkulai begitu saja. Daadnya terasa begitu sesak, dan otaknya kembali membawanya kebelakang. Dimana, ia bisa tahu bagaimana gilanya Kyuhyun dulu pada gadis itu. Kyuhyun yang selalu menceritakan gadis itu. Gadis itu, Song Qian, mantan kekasihnya.

“Haneul oppa.” Rin Hyo menatap Kang Haneul datar. “Sebelumnya aku  minta maaf. Aku tidak bisa menerima perasaanmu.” Dahi Haneul mengernyit bingung.

“Sudah kubilang untuk tidak memikirkannya dulu, kan?”

Sam Rin Hyo menghela napasnya berat. “Aku sudah menikah. Maaf aku tidak memberitahumu sejak awal, karena aku punya alasan tersendiri.” Jelas Rin Hyo dengan kepala tertunduk dalam. Sedangkan ekspresi Haneul sudah berubah begitu dingin.

Mwo?

Mianhe, aku bukanlah gadis yang cocok untukmu. Tapi jujur saja, selama kau berada disampingku aku merasa begitu nyaman. Kurasa kita lebih cocok menjadi—“

“Jangan berkata jika kita lebih cocok menjadi teman. Aku tidak suka mendengarnya.” Potong Haneul cepat. Rin Hyo menghela napasnya berat.

Mianheyo.”  Lirih Rin Hyo. Kang Haneul tersenyum kecut.

“Ini pertama kalinya ada seorang wanita yang menolakku.” Ujar Haneul ringan. Rin Hyo menatap Haneul dengan tatapan penuh rasa bersalah.

Mianhe.” Ujar gadis itu lagi. Kang Haneul tersenyum tipis, mengacak rambut Rin Hyo pelan.

Gwenchana, setidaknya kau sudah memberiku pengalaman bagaimana rasanya ditolak oleh seorang wanita.” Ujar pria itu lagi, tangannya tergerak untuk mengambil cangkir tehnya. Meminumnya dengan sekali tegukan, seolah itu adalah minuman keras yang bisa melupakan rasa sakit hatinya.

“Aku jujur mengatakan jika aku sangat nyaman bersamamu. Kau… tidak akan menjauhiku, kan? Bersikap seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal. Kau tidak akan melakukan hal – hal itu, kan?” Cecar Rin Hyo dengan kedua mata mebesar, mengundang kekehan ringan yang keluar dari bibir Haneul.

“Mungkin aku akan melakukan itu sebelum aku menemukan penggantimu.” Kang Haneul kembali mengulas senyuman kecutnya, beranjak dari tempat duduknya lalu mendesah berat. “Kurasa aku tidak pantas berada disini tanpa seizin suamimu.” Lanjutnya.

Rin Hyo juga ikut berdiri. “Sekali lagi aku minta maaf.” Haneul menghela napas kasar, terlalu lelah mendengar permintaan maaf dari Rin Hyo.

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan.” Tukas pria itu kesal. Ia kembali mengacak pelan rambut Rin Hyo, “Aku pulang. Setelah ini kau harus pergi ke dokter dengan suamimu. Wajahmu pucat dan kau terlihat sangat lemas.”

Sam Rin Hyo tersenyum kecil seraya mengangguk pelan. “Hati – hati dijalan, semoga kita bisa bertemu lagi seperti sepasang teman.” Kang Ha Neul tersenyum kecut.

“Semoga.”

***

Cho Kyuhyun duduk dengan lemas disofa ruang tunggu. Ia sudah selesai tampil, juga sudah mendapat kunjungan tak terduga dari Song Qian dan Ryeowook. Kini dua orang yang aneh namun sialnya adalah sahabat baiknya itu sedang disibukkan oleh ponsel Kyuhyun. Ya, setelah beberapa bulan setelah kejadian dimana Song Qian menyakiti Kyuhyun dan Kyuhyun bertengkar dengan Changmin. Akhirnya mereka kini sudah memutuskan untuk berhubungan baik sebagai teman dekat.

“Apa yang kalian lakukan, huh?” tanya Kyuhyun datar. Ryeowook menoleh kearah Kyuhyun seraya tertawa aneh.

“Apalagi selain men-upload foto kita tadi.” Cho Kyuhyun hanya bisa mendesis kesal kemudian menyandarkan kepalanya pada dinding sofa. Memejamkan kedua mata, namun sialnya hanya wajah Sam Rin Hyo yang memenuhi otaknya. Sungguh, ia membenci ekspresi yang ditunjukkan gadis itu tadi.

“Tidak alasan untukku marah padamu, kan? Bahkan disini seharusnya kau yang marah karena aku sudah datang kesini dan membuat semua orang bingung. Tch, aku memang bodoh. Aku pulang!”

 

Helaan napas berat Kyuhyun kembali terdengar saat kata – kata itu kembali memasuki gendang telinganya. Kedua matanya seketika terbuka saat merasakan pergerakan sofa yang ia duduki.

“Kudengar dari Hyeongdeul kau sedang dalam masa galau gelisahmu?” Tanya Ryeowook yang mengambil tempat disamping kiri Kyuhyun. Sedangkan Qian berada disamping kanannya, menatap pria itu penuh tanya.

Cho Kyuhyun menatap Ryeowook lalu Qian bergantian. “Itu sebabnya kalian datang kesini?” Qian mengangguk mantap.

“Ryeowook yang mengajakku kesini.” Jawab Qian cepat. Ryeowook mendekatkan bibirnya pada telinga Kyuhyun setelah mendapati Song Qian tengah mengalihkan kepalanya kearah lain.

“Kau bertengkar dengan istrimu?” Tanya Ryeowook berbisik. Kyuhuyn kembali menghela napas berat kemudian mengangkat bahunya acuh.

“Entahlah.” Ryeowook mengernyitkan dahinya bingung. Menarik kembali kepalanyaseraya menatap Kyuhyun tak mengerti.

Mwoya?! Tidak mungkin dengan kondisi seperti ini kau tidak bertengkar!” tukas Ryeowook, melupakan keberadaan Song Qian yang masih belum tahu tentang pernikahan Cho Kyuhyun.

“Huh?! Siapa yang bertengkar dengan siapa?!” sela Qian, menatap Ryeowook yang kini hanya bisa menutup bibirnya rapat – rapat. Menghindari tatapan Qian.

Cho Kyuhyun menghela napasnya berat, terkadang lidah Kim Ryeowook lebih mengerikan dari lidahnya. Qian menggoyangkan pergelangan tangan Ryeowook, rasa penasarannya sudah melebihi batas saat ini.

“Kau… Sejujurnya, apa sangat memalukan mempunyai istri sepertiku?”

 

Tiba – tiba pertanyaan laknat itu terdengar ditelinga Cho Kyuhyun. Membuat dada pria itu sesak. Malu mempunyai istri seperti Sam Rin Hyo? Oh astaga, lelucon macam apa itu. Tak ada sedikit pun pikiran diotaknya untuk malu mempunyai istri Sam Rin Hyo. Tapi, apa ia terlihat seperti itu?

“Qian-ie.” Panggil Kyuhyun tiba – tiba membuat pergerakan Qian yang sejak tadi merecoki Ryeowook agar menjawab pertanyaannya terhenti.

“Hm?” Kyuhyun menarik napasnya dalam – dalam, menghembuskannya panjang kemudian menatap Qian lekat – lekat.

“Aku sudah menikah. Istriku seorang penulis, namanya Sam Rin Hyo.” Ungkap Kyuhyun panjang lebar. Ryeowook membuka mulutnya cukup lebar, tak percaya dengan rentetan ucapan Kyuhyun yang ia peruntukkan pada Song Qian.

Sedangkan Qian berkedip beberapa kali. Mencoba merangkai satu persatu kata – kata Kyuhyun yang sangat mengejutkannya. “Kau… sudah menikah? Dan dengan siapa… Sam Rin Hyo? ” tanya Qian terbata. Cho Kyuhyun mengangguk penuh keyakinan.

“Ya, dua tahun yang lalu.” Jawabnya ringan.

“Astaga! kau tidak bercanda, kan?” tanya Qian lagi, memastikan.

A—aniya Qian-ie, dia… hanya melantur. Jangan dihiraukan!” Tambah Ryeowook sembari tertawa hambar. Seketika Kyuhyun menggeleng tegas.

“Aku benar – benar menikah. Aku kenal dengannya dimedia elektronik, dan bertemu di acara fanssign. Meski awalnya tidak berjalan dengan baik, tapi akhirnya kami berkencan selama satu tahun lalu menikah.” Kyuhyun mengangkat tangan kanannya, memamerkan sebuah cincin pernikahan yang tersemat dijari manisnya. Ia selalu memakai cincin ini saat tak ada kamera dimanapun.

Qian menatap cincin itu penuh takjub. “Daebak. Shim Changmin tahu ini?”

Kyuhyun mengangguk sekadar. “Dia datang ke pesta pernikahanku.” Jawab pria itu ringan. Song Qian segera melayangkan pukulan keras pada lengan Kyuhyun.

“Kau anggap aku apa, huh?! Bagaimana bisa kau tak mengundangku?!” Bentak Qian. Ia mulai berceloteh dengan bahasa cina yang tidak dimengerti oleh Ryeowoon dan Kyuhyun karena saking cepatnya gadis itu berbicara.

Mianhe. Karena ini adalah pernikahan diam – diam.” Kyuhyun menghela napasnya panjang lalu tersenyum kecil. “Ternyata memang sulit mengatakannya, tapi setelah mengucapkan pada satu orang rasanya sedikit lega.” Ujar pria itu yang langsung mendapat tatapan shock dari Ryeowook.

“Apa maksud dari perkataanmu, hah?!” pekik pria itu pada Kyuhyun yang menatapnya dengan segaris senyuman tipis.

“Kurasa akan sangat melegakan jika aku mengatakan pada semuanya. Tentang istriku, Sam Rin Hyo.” Ryeowook mendesah frustasi, tangan kanannya sudah ia gunakan untuk memijit pelipisnya.

Mwo?! Kau benar – benar akan melakukan itu?!” Kedua mata Qian membesar kearah Kyuhyun.

Cho Kyuhyun tak menjawab. Ia beranjak dari tempat duduknya lalu menatap Ryeowook dan Qian bergantian. “Sebaiknya kalian segera pergi karena aku akan pulang.”

“Kau… mengusir kami?” tanya Ryeowook tak percaya. Kyuhyun kembali mengulas senyumannya.

“Aku pulang! Kalian, hati – hati dijalan!!” Ujar Kyuhyun setelah menyambar mantelnya lalu segera berlari kecil keluar dari ruangannya. Meninggalkan Ryeowook dan Qian yang masih tercengang dengan ke-tidak sopanan pria itu.

***

Cho Kyuhyun memasuki lobi apartemennya dengan senyuman yang masih terulas dibibirnya. Ia harus segera meminta maaf pada Rin Hyo. mengutarakan ide yang mungkin terdengar gila pada istrinya. Tentang Kyuhyun yang ingin menggenggam tangan Rin Hyo dikeramaian. Tentang Kyuhyun yang ingin mengungkapkan pada semua orang dengan gamblang, ‘Sam Rin Hyo adalah istriku.’

Langkah pria itu tiba – tiba terhenti saat kedua matanya menangkap sesosok orang yang begitu ia hapal wajahnya. Pria itu berjalan melewati Kyuhyun dengan wajah yang terlihat sangat lesu. Kyuhyun berbalik, “Kang Haneul-ssi?” panggil Kyuhyun sebelum pria itu semakin menjauh.

Tubuh Kang Haneul seketika menegang, bersamaan dengan langkahnya yang terhenti. Haneul menoleh kebelakang, alisnya terangkat sebelah saat mendapati seorang pria bermasker hitam-lah yang sedang menatapnya.

“Kau memanggilku?” tanya Haneul sopan. Kyuhyun berjalan menghampiri Haneul. Menurunkan maskernya tanpa sedikit pun melepas tatapannya pada pria itu.

“Kau Kang Haneul, benar kan?” tanya Kyuhyun lagi, tak bisa menyembunyikan wajah dinginnya. Haneul mengangguk sekali.

“Ah, bukankah kau salah satu member Super Junior? Cho Kyuhyun? Bagaimana bisa kau tahu namaku?” Kyuhyun menarik salah satu sudut bibirnya.

“Sam Rin Hyo yang mengatakan padaku. Ah, kudengar kemarin kau baru saja bersenang – senang dengan istriku?”

“Istri? Kau… suaminya Rin Hyo?”

“Ah, aku belum memperkenalkan diri ya?” Tukas Kyuhyun dengan nada yang dibuat – buat. Tangan kanannya terulur kearah Haneul. “Aku Cho Kyuhyun, suami Sam Rin Hyo.”

Kang Haneul membuka sedikit bibirnya lalu menutupnya lagi. Pria itu hanya menatap uluran tangan Kyuhyun tanpa berniat untuk menjabat tangan itu. “Aku Kang Haneul, senior Rin Hyo disekolah. Sekaligus, cinta pertamanya.” Ucap pria itu ringan.

Rahang Cho Kyuhyun mengeras. Kedua tangannya sudah tergerak untuk meraih kerah Haneul, kedua matanya sudah dipenuhi oleh kilatan emosi. “Sialan! Apa yang kau lakukan disini, huh?! Dia sudah punya suami, yaitu aku! Apa kau tak mengerti juga?!” bentak Kyuhyun tertahan karena tak ingin membuat keributan dengan suara bentakannya.

Haneul tersenyum miring, menoleh kearah gerbang. Dimana sudah ada dua security yang tengah menatap mereka was – was. “Mereka sedang mengawasi kita. Kau tidak ingin membuat keributan, bukan?” Kyuhyun membuang napas kasarnya lalu menarik tangannya setelah mendorong tubuh Haneul cukup keras.

“Jangan datang kesini lagi, atau aku akan membunuhmu!” Kang Haneul tersenyum tipis membalas ucapan Kyuhyun.

“Melihat perlakuanmu padaku tadi, membuatku berubah pikiran. Awalnya aku tidak ingin lagi datang kesini, tapi kurasa aku akan sering kesini lagi untuk memeriksa bagaimana keadaan Sam Rin Hyo.”

“Kau tidak usah mengkhawatirkan keadaan gadis itu. Karena aku sudah mengurusnya dengan baik disini!”

“Kau membentak, berlaku kasar pada seseorang yang baru saja kau temui. Aku jadi penasaran dengan perlakuanmu pada istrimu, kukira dia sedang tidak sehat tadi.” Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya kuat, kedua matanya sudah menatap tajam menusuk kearah Haneul yang masih begitu tenang.

“Pergilah! Dan jangan-pernah-datang-kesini!” Tukas Kyuhyun tajam kemudian segera meninggalkan Haneul. Berlama – lama disana, membuat ia ingin segera memukul wajah pria itu.

***

Kyuhyun mengombinasikan password apartemennya dengan cepat. Kemudian segera memasuki beranda setelah mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Langkahnya terhenti saat kedua matanya mendapati Sam Rin Hyo tengah duduk disofa dengan dua cangkir teh yang masih belum habis tergeletak diatas meja.

Darahnya seperti naik keatas kepala. Ada dua cangkir disana, itu berarti segala prediksinya benar. Kang Haneul baru saja datang kesini.

“Menikmati kencan dengan cinta pertama, huh?” Ketus Kyuhyun seraya bersendekap. Tubuh Rin Hyo berjengit terkejut, keplanya menoleh lemah kearah Kyuhyun yang tengah menatapnya tajam.

“Urusanmu di inkigayo selesai?”

“Tch, tidak usah mengalihkan pembicaraan.” Rin Hyo mengernyit bingung mendengar nada tak suka yang dilayangkan Kyuhyun untuknya. Namun sejenak setelah ia menatap dua cangkir yang masih belum ia bereskan itu, ia sadar. Cho Kyuhyun kini pasti sedang diliputi pikiran negatif.

Sam Rin Hyo beranjak dari tempat duduknya. Berjalan menghampiri Kyuhyun dengan menekan segala rasa kesalnya pada pria ini karena foto yang ia temukan di twitter tadi. Ya, ia mengingat apa yang dikatakan Kikwang dan Ji Eun tadi. Emosi jangan dibalas dengan emosi.

“Kyu, ”  Tangan kanan Rin Hyo tergerak untuk menyentuh tangan Kyuhyun. Namun tanpa ia sangka, Kyuhyun menepis tangannya kasar.

Mwo?! Apalagi yang akan kau jelaskan padaku, huh?! Dia hanya seniormu? Kau mengundangnya kemari hanya sebatas teman lama yang bertemu kembali? Kau akan menggunakan alibi apalagi kali ini?!” Sentak Kyuhyun, menambah kepeningan dikepala Rin Hyo. Gadis itu menarik napasnya dalam – dalam lalu menghembus panjang.

“Bisakah kita bicarakan hal ini dengan tenang?” tanya Rin Hyo dengan suara lirih sedikit serak. Kyuhyun tetap Kyuhyun. Pria itu jika sudah naik emosinya akan melupakan segalanya, fokusnya hanya pada pelampiasan amarahnya saja.

“Kau menyuruhku untuk membicarakan ini dengan tenang?! Bagaimana aku bisa tenang, Hyo?! kau!! kau membawanya keapartemen kita. Tch, aku tidak menyangka kau akan melakukan hal ini! jika saja aku tidak datang kesini, pasti kau tidak akan mengatakan padaku, bukan?!”

“Maaf, tapi kau salah paham Kyu. aku bisa meluruskannya, tadi—“

“Mengapa kau tidak memberi tahuku jika dia adalah cinta pertamamu?”

“Bagaimana bisa aku mengatakan padamu, sementara kita selalu bertengkar seperti ini saat membahasnya.”

“Itu karena kau yang tak jujur!” jari telunjuk Kyuhyun sudah teracung lurus tepat didepan wajah Rin Hyo. sungguh, rasanya ia ingin melarikan diri. Ia sudah sangat lelah jika terus menerus menghadapi Kyuhyun yang seperti ini.

“Baiklah, aku minta maaf. Sekarang aku akan memberi tahu apa yang tidak kau ketahui tentang aku dan dia, jadi turunkan emosimu… tolong.” Mohon Rin Hyo setelah mengumpulkan tenaga untuk berbicara. Kepalanya terasa sangat berat. Sedangkan Kyuhyun masih menatap Rin Hyo datar, meskipun hatinya kini mengkhawatirkan wajah pucat Rin Hyo namun emosi dan rasa gengsinya kembali mendominasi.

“Aku dan Kang Haneul sebenarnya tidak kenal dekat di SMA. Aku adalah salah satu dari gadis yang menyukai pria itu. Kami hanya saling melempar senyum satu sama lain tak lebih. Namun tiba – tiba beberapa waktu yang lalu kami bertemu, hingga kemarin kami mengunjungi sekolah lama. Sebenarnya, aku sudah ingin memberitahumu sebelumnya saat kau meneleponku waktu itu. Tapi kau memutus ucapanku karena sepertinya kau sangat sibuk.”

“Aku memang sangat sibuk saat itu. Tapi bukankah sudah kukatakan padamu untuk tidak berkeliaran kemana – mana?” Tajam Kyuhyun. Rin Hyo menghela napasnya berat, berusaha untuk menekan emosinya hingga ketitik terendah.

“Ya, kau benar. Tapi aku tidak mungkin membatalkan janji, bukan? Aku ikut dengannya. Dan disanalah, dia… berkata jika ia menyukaiku.” Kyuhyun mendecih.

“Lantas, tadi menjadi kencan pertamamu? Woah, kau cukup berani menjadikan apartemenmu sebagai tempat berkencan.” Sam Rin Hyo menghela napas kasar, sudah cukup ia bersabar. Kyuhyun selalu menyimpulkan semuanya sendiri tanpa mau mendengar penjelasan orang lain.

“Dengar! Aku dan dia tidak apa – apa. Tadi Kang Haneul menungguku di lobi, karena tak enak akhirnya aku mengizinkannya mengunjungi apartemen untuk sekadar meminum teh bersama. Aku sudah mengatakan semuanya dan memintanya untuk tidak menyukaiku lagi, Kyu! jadi berhentilah mengatakan kata kencan!”

“Apa kau menyukainya?” Rin Hyo menatap Kyuhyun yang masih menatapnya serius. Perlahan gadis itu mengangguk lemah.

“Ya, aku menyukainya dulu. Dan tak bisa kupungkiri hingga saat ini aku merasa nyaman berada didekatnya.” Ungkap Rin Hyo. bukankah tadi ia sudah berniat untuk mengatakan semuanya pada Kyuhyun dengan jujur?

“Itu artinya kau menyukai pria sialan itu!!” bentak Kyuhyun membuat kepala Rin Hyo terasa berputar. “Dengar, Hyo! kau tidak bisa menyukainya, tidak boleh!!” bentak Kyuhyun lagi kini dengan mencengkram lengan Rin Hyo. satu hal yang membuatnya seperti ini adalah ia takut kehilangan Rin Hyo. baru kali pertama ini, istrinya mengatakan jika ia merasa nyaman didekat pria lain.

“Aku tidak menyukainya, Kyu. itu dulu.” Ujar Rin Hyo lemas kemudian kedua kelopak matanya tertutup sempurna. Kyuhyun segera mendekap tubuh lemas Rin Hyo yang hampir saja jatuh jika ia tidak memegangi lengan gadis itu.

“Hyo!” panggilnya, namun tak ada jawaban sama sekali. Kedua mata yang tadinya memancarkan amarah kini sudah berganti dengan tatapan kalut. Tubuhnya menegang saat kedua telapak tangannya merasakan tubuh Rin Hyo. Seluruh tubuh gadis itu panas. dan ia baru menyadari jika wajah Rin Hyo begitu pucat.

Tanpa menunggu lama ia segera menggendong tubuh kecil Rin Hyo untuk dibaringkan dikamar mereka. Ia harus segera menghubungi dokter Kim.

***

Cho Kyuhyun duduk disofa rumahnya. Kedua tangannya bergulat diatas paha, ia selalu begitu ketika gusar. Dokter Kim kini tengah memeriksa Sam Rin Hyo dikamar. Dokter Kim adalah dokter pribadi Kyuhyun. Ah, lebih tepatnya dokter pribadi untuk semua member Super Junior.

“Kenapa kau selalu menyakiti istrimu sendiri, huh?! Bodoh!” umpat pria itu pada diri sendiri. Ia sadar, ia sudah sangat keterlaluan pada Rin Hyo tadi.

“Kyuhyun-ah!” panggilan ringan dari Dokter Kim membuat pria itu beranjak dari tempatnya.

“Bagaimana keadaannya?” tanpa ia sangka, Dokter Kim malah tersenyum tipis. Pria itu menepuk pundak Kyuhyun dua kali, seolah Kyuhyun sudah melakukan hal baik.

Wae?” Dokter Kim semakin melebarkan senyumannya.

“Selamat, kau akan menjadi seorang ayah. Cho Kyuhyun.” Kedua mata Kyuhyun melebar sempurna. Ia merasa aliran darahnya mengalir dengan desiran yang begitu aneh. Jantungnya berdebar seperti ingin keluar.

Aku… akan menjadi ayah?

 

“A—aku?” tanya Kyuhyun terbata, telapak tangannya sudah menempel didadanya. Seolah meminta kepastian pada Dokter Kim.

Dokter Kim mengangguk pasti. “Kandungannya masih berumur 2 minggu. Jadi kau harus benar – benar menjaganya, jangan sampai dia stres. Kurasa, ia pingsan karena terlalu banyak pikiran.” Jelas Dokter Kim. Cho Kyuhyun menghela napasnya panjang, sungguh, ia menyesal.

“Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu!” Dokter Kim tersenyum manis pada Kyuhyun kemudian beranjak pergi. Namun, belum sampai dua kali melangkah ia kembali menghentikkan langkahnya. “Ah ya, istrimu sudah sadar. Aku sudah memberikan cairan vitamin pada tubuhnya, jadi—“

“Rin Hyo sudah bangun? Keure! Dokter Kim! Hati – hati dijalan!” Kyuhyun membungkuk sekadar pada Dokter Kim lalu berlari cepat menuju kamarnya. Meninggalkan Dokter Kim yang hanya bisa tertawa kecil menatap tingkah laku menggemaskan Cho Kyuhyun.

***

Sam Rin Hyo menyentuh perutnya yang masih datar. Tersenyum kecil saat otaknya membayangkan ada janin kecil disana. Ia kini duduk bersandar pada dinding ranjang, setelah diberi suntikan yang ia tidak tahu apa itu dari Dokter Kim. Ia merasa lebih baik dari sebelumnya.

“Kau… berada disini?” gumam gadis itu pelan seraya mengusap perutnya.

CKLEK

Tubuh gadis itu berjengit, kepalanya menatap kearah pintu kamarnya dengan wajah yang sudah berubah datar. Disana sudah ada Cho Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan raut wajah yang begitu menggambarkan jika ia menyesal.

Mulanya Kyuhyun menarik kursi, menempatkannya disamping ranjang. Duduk disana, lalu meraih tangan Rin Hyo. mengecupi punggung tangan gadis itu.

“Aku minta maaf. Aku sudah berlebihan tadi,” Ujar Kyuhyun penuh sesal seraya menunduk dalam. Rin Hyo tersenyum kecil, membingkai wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya lalu mengangkatnya.

“Dengar Kyu, aku memang merasa nyaman saat didekatnya. Tapi senyaman apapun aku pada orang lain, tak ada yang bisa menggantikan besarnya rasa cinta, nyaman, dan degupan aneh dijantungku saat bersamamu. Tak ada yang lebih baik dari dirimu. Kau, sudah lebih dari sempurna untukku.” Rin Hyo mengusap pipi Kyuhyun dengan ibu jarinya lembut. “Maaf, aku mengecewakanmu.”

Kyuhyun tersenyum tulus kearah Rin Hyo, lalu mendekatkan wajahnya hingga kedua bibir mereka bersatu. Saling melumat seperti dua orang yang kehausan, mengingat ia tidak merasakan bibir Rin Hyo satu hari ini membuat ia frustasi . Tangan Kiri Kyuhyun menekan tengkuk Rin Hyo, sedangkan tangan kanan pria itu sudah menyentuh pinggang gadis itu. Seketika, Rin Hyo segera mendorong dada Kyuhyun pelan.

Wae?” tanya Kyuhyun dengan tatapan tak suka setelah ia terpaksa melepas tautan bibir mereka. Rin Hyo tersenyum kecil lalu menyentuh perutnya.

“Kita tidak boleh lebih dari batasan ini. Kata Dokter Kim, aku tidak boleh terlalu lelah.” Kyuhyun mengerang frustasi.

“Aku yang akan menentukan batasannya. Tenang saja, aku tidak akan sampai berbuat jauh.” Desak Kyuhyun kemudian kembali mendekatkan wajahnya. Rin Hyo segera menjauh lalu menggeleng tegas.

“Jika kau yang menentukannya, itu sama saja dengan tidak ada batasan. Mulai sekarang, aku yang akan menentukan batasannya, atau aku akan pindah kerumah orang tuaku.” Kyuhyun memejamkan kedua matanya frustasi. Jika Rin Hyo pindah itu artinya neraka untuk Kyuhyun.

Keure! Aku akan menjadi anjing rumahanmu mulai sekarang!” Rin Hyo terkekeh geli lalu menepuk pipi Kyuhyun bangga. Cho Kyuhyun mengulas senyuman mesumnya, “Jadi, apa sekarang aku diizinkan untuk menciummu lagi?” tanya pria itu yang langsung dibalas anggukan oleh Rin Hyo.

Hampir saja bibir mereka bersentuhan. Suara lagu At Gwanghwamun yang begitu keras terputar menghentikkan kegiatan mereka. Cho Kyuhyun mendesah gusar, sedangkan Rin Hyo cepat – cepat mengambil ponselnya yang tergeletak disamping tubuhnya.

“Heechul oppa! Tumben sekali meneleponku!” Kyuhyun spontan menatap Rin Hyo saat mendengar nama salah satu hyeong-nya disebut – sebut.

SELAMAT ADIK IPAAAARR!!!!!!

            Teriakan menggelegar yang keluar dari speaker Rin Hyo membuat gadis itu menjauhkan ponselnya. Dengan cepat Kyuhyun menyambar ponsel Rin Hyo lalu menekan tombol speaker disana.

Ya!Ya!Ya! istriku sedang hamil!!! Jangan berteriak – teriak seperti itu!!”

Woaah, Cho Kyuhyun juga berada disana. Selamat yaaa!! Astaga, tak kusangka adik bungsuku ini sudah akan menjadi seorang ayah. Ujar Heechul yang disertai dengan suara berisik dari para member lain disana. Sepertinya mereka sedang berkumpul mengelilingi ponsel Heechul.

Kyuhyun-ah!!! Kita harus membuat pesta!! Aku sudah mengundang Qian dan Kyu-line. Nanti datanglaah!! Kini giliran Leeteuk yang berteriak.

“Astaga, dari mana kalian tahu jika istriku hamil, huh?!”

Tentu saja dari dokter Kim. Sudahlaah, datang saja nanti. Rin Hyo-ah, aku sudah menghubungi Ji Eun dan Kikwang. Mereka akan datang juga nanti malam. Donghae ikut menimpali.

Keure! Ara!! Kami akan datang!” tukas Kyuhyun yang sekaligus menjadi akhir dari percakapan penuh bising itu. Pria itu mematikan ponsel Rin Hyo lalu membuangnya diatas ranjang sembarangan. “Menganggu saja!” umpatnya pada ponsel itu.

Rin Hyo terkekeh geli. “Bisakah kita melanjutkan kegiatan kita?” tanya Kyuhyun kembali mengulas senyuman mesumnya seraya mendekat pada Rin Hyo. namun gadis itu malah menggeleng tegas.

“Aku tiba – tiba mengantuk. Kau boleh menciumku nanti setelah pesta selesai.” Tukas Sam Rin Hyo lalu membaringkan diri cepat dan menarik selimut.

“YA! SAM RIN HYO!”

END-

Halooooo^^

Akhirnya si Kyuhyun uda mau punya anaak  hehehe 😛

Okelaaah ini mungkin jadi ff terakhir saya yang dipost sebelum saya break sebentar untuk ujian yang uda satu minggu lagiii :”) Untuk satu minggu ini saya mau fokus belajar :”)

Maaf jika mengecewakan :”)

Saya sama Bella Eka juga mau mohon doa, semoga kami diberi kelancaran dan dapet nilai bagus :”)

Okeelaaah~ BYEEEE~~ *BOW

Advertisements

59 thoughts on “Nothing Better [2/2]

  1. Hai kaa !! yaampun kyu ckck harusnya dari pertama itu jangan marah marah sama jangan nyimpulin apaa apa sendiri geuraaa — ahay ada sequel nya ga ka ? seneng banget akhirnya RinHyo hamil kkkkk !!! Semangat ya buat ff yg lainnya ♡♡ Makasih juga udh selesai in ff ini ♡

  2. kadang pengen nyumpel mulut kyu pake lap pel kalo lagi marah,,,
    bener2 dah tu mulut
    tapi hyo hamil……yeyeyyy kyu mau jadi bapak
    chukhae,,,
    sukses ya utk ujian nya nanti..semoga lancar n dpt nilai yang memuaskan,,,
    good luck

  3. pertengkaran mereka menegangkan kyu ngotot banget jd orang.seneng banget akhirnya rin hyo hamil dan kyu jadi ayah.endingnya so sweet.

    buat autornya good luck buat ujiannya mg lulus dg nilai terbaik.

  4. Hahaaa..aku seneng bgt akhirnya endignya di update juga..gk sabar bacanya tdi..kkk cemburunya kyuhyun terlalu berlebihan..
    Dan aku suka banget ama endingnya lucu banget yaa oppadeulnya..hahaaa..
    Keep writing, saengg.. Hwaiting.. Aku suka ama ffnya..perbanyakin ff twoshoot ama oneshootnya ya, saeng..

  5. Kyuhyun sifatnya gbsa dtebak -..- Kasian Rin hyo nya :’ Aduh tp msih kurang jelas dy bkl umbar ke media atau gak xD wkwkwk tapi eonni focus dlu lah untuk ujian yg semakin dekat sama kaya gue x’) Hahaha Fighting eonni smg abis ujian Semua ffnya bisa cepet di next waks~~

  6. sebenernya aga garela ya karna kyuhyun belom dikasih pelajaran gara gara mulutnya itu suka seenaknya sendiri :3 sedih banget itu rin hyo digituin ama kyuhyun … rin hyo hamil?? siksa kyuhyun kak lewat kehamilan rin hyo kkkk~

  7. Dibagian part tengahnya mau nangis alias netesin air mata. Kyuhyun emosian nih ih sebel deh! Pokonya best stories banget nih menghayati banget sampai ke hati 😦 :”)

  8. Woahhhhh happy ending
    Akhirnyaa kyu jd ayah jg .
    Jd kang haneul sm aku aja lah ya eon xD
    Eoh eonni akan ujian? Aku doain saat ujian lancar2 aja dan mndptkan hasil yg memuaskann 🙂 semangat eonni ! Fighting for exam!^^

  9. Yeyeeee..hamil akhirnya,punya baby cho ga kebayang..
    Istri cantik kyk rinhyo,mmmm perpaduan yang istimewa…butuh sequel hehehhew
    Okay gpp lah pasti sabar nunggu cmn beberapa minggu kan..

    Semngat semoga ujiannya dpt nilai bagus…

    Makasih…

  10. Selalu keren deh pokoknya couple ini, meskipun bcanya. Telat tpi keren bngt deh alurnya.. Hahhaa si kyu udh mau jd bpak, cieee

  11. seneng bacanya walaupun awalnya mau nangis liat mereka berantem mulu dan akhirnya mereka mau pny anak yeheyy tp msh penasaran kpn kyu publish dia pny istri apalagi skrng istrinya hamil gt heheeh, ditunggu next ff thor fighting!

  12. Keliatan brt bnget y jdi istri artis halyu. Bayangin rin hyo aj pngen nangis. Tpi y krg kyuhyun jg sdh pny anak.
    Oalah msh kelas 3 sma y,
    Y sdh selamat ujian y dek. SMga ujian ny lncr, amin

  13. happy endingggg hihi senengnyahhh kan akhirnya kyuhyun mau ngaku juga huhu lagian jg rinhyo kannnnn. well, goodluck ujiannya ya kalian berdua! xX

  14. Hihihi…happy bgt baca ending.x 😄
    Brtmbah anggota baru lgi di keluarga cho…aq tnggu ff selanjut.x…
    Keep writing yah thor n smoga ujian.x lancar 😄🙏

  15. hoh kyu bakalan dapat Baby Cho
    waaaaaah
    daebaaak
    iiih senangnyaaaa
    ahahahahaha

    ya aampun
    member suju memang lah ya
    nelponnya kayak tawuran hohohoho

    aaaaa nunggu baby Cho lahiiiiiir kyaaaaaa ><
    suka suka suka

  16. Dasarr c evill,,,gg bisaa apa d than tu emosi,,,knp sllu meledak ledak kyak petasan,,,horeeee rihyo nyaa hamilll,,,nahh c evil mau jadi appa sekarangg,,,tolong d tekan emosinya ya abang kyu,,,kciann rihyo klo sllu d bentak” gto,,,ntr yg ad tu baby syok sblum waktunya,,,dnger apa’♈∂̥̥̲̣̣ª yg hobi triak”,,,hhahha
    Daebakk ff nya saengg,,,

  17. kyaaaa finally its happy ending.. im so happy saeng.. tp aku ga mw end d sini saeng harus ad lanjutannya pokoknya.. harus and kudu.. ya ya ya hahaha #maksa#
    kyu emosian bgt sih.. denger dlu penjelasan org baru nyela.. untung aj ga lanjut bertengkarnya dan masalah makin rumit.. kyu-rin junior emg penyelamat d antara mereka.. chukkaeeeeeee #teriak pake toa bareng appadeul# hahaha

  18. coba dr awal kyuhyun tdk marah2.. Dah tahu rin hyo pucat, masih saja dimarahi..
    Tp dg begitu mereka jadi tahu kalo rin hyo hamil..

    Epilognya dong kak

  19. Hua, seneng akhirnya hyo hamil. Tapi sempet emosi sama kyuhyun di bagian tengah, kyuhyun emosian bgt. Akhirnya slse juga, tapi ada yg kurang, kyuhyun blm ngomong ttg pernikahannya ke publik. Tapi ttp keren kok 🙂

  20. Aigooo..
    Embul cemburu ahahahaha gua pngen bnget ngeliat wajah jeleknya klo lg marah pasti lucu hhahahhaha
    #very nice !!!

  21. Kadang suka pengen nampol kyu kalo lagi marah -_- sukanya nethink,dan yaampun omongannya pedes banget. Emang dasar mulut cabe wkwk.
    Daebak! Ceritanya keren. Sequel lagi dong kak hehe. Penasaran sama kehidupan mereka setelah punya anak, n apa haneulnya masih ngejar rinhyo? Atau udah berenti ngejar rinhyo???
    Semangat ya kak 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s