Reincarnation 9B

REINCARNATION 9b

1426847739066

Author : Tsalza Shabrina

A/N : happy read, dear.

Recommended song: Huh Gak – Hello

Meski kau bersamaku ketika sakit kemudian pergi lagi.

Aku akan selalu disana, satu langkah dibelakangmu.

 

***

“Sudah lama sekali bukan, Kepala Cho?” rahang Kyuhyun mengeras saat mendengar suara Donghwa yang terdengar begitu menyebalkan di telinganya. Ekor mata Kyuhyun sedikit bergerak saat mendengar derap langkah dua orang berlari dari arah kiri. Kelopak matanya sedikit melebar ketika menemukan Rin Hyo dan Donghae yang baru saja sampai didepan pintu ruang meeting.

Sam Rin Hyo melebarkan kedua matanya, menyisir pandangannya pada petugas intellijen bersenjata api itu satu persatu hingga pandangannya sampai pada Kyuhyun. Pria itu tengah menatapnya dengan tatapan sendu, seperti biasa.

Aku Cho Kyuhyun. Satu – satunya pria yang sangat mencintaimu, dan satu – satunya pria yang kau cintai. Suamimu yang sudah berjanji didepan Tuhan untuk mencintaimu sepanjang usia, Sam Rin Hyo.

 

Kata – kata Kyuhyun saat itu mendengung ditelinganya seperti kaset rusak. Ia mengeratkan giginya, menutup bibirnya rapat – rapat. Degupan jantung yang menggila itu, kembali lagi. Namun, ia merasa masih belum percaya dengan pria ini. bagaimana jika pernyataan Kyuhyun saat itu hanyalah salah satu jebakan yang bisa membuatnya terpelosok jauh kedalamnya, dan itu pula yang dapat membahayakan nasib gold. Hal – hal negatif seperti itulah yang kini merasuk dibenaknya.

“Angkat tangan kalian, menyerahlah. Kalian sudah tidak bisa lari lagi.” Ucap Kyuhyun tanpa melepas pandangannya dari Sam Rin Hyo.

Rin Hyo menatap Donghae yang kini sudah hendak mengangkat tangannya. Sedangkan gadis itu menghela napasnya berat, sedikit menundukkan kepala lalu perlahan mengangkat kedua tangannya. Namun dengan cepat tangan kanannya mengambil belatinya, melemparkan belati kearah Kyuhyun.

DOR

Karena terkejut, Kyuhyun melempar pistolnya setelah menembakkan tembakan keatas. Untungnya belati itu bertabrakan dengan pistol Kyuhyun meski masih mengenai punggung tangan pria itu hingga mengucur darah segar disana. kesempatan itu dibuat Donghwa untuk menembak beberapa anggota tim Kyuhyun yang sudah bersiap menembakkan pelurunya, setelah itu mendorong tubuh Hyun Sung kuat – kuat. membuat para anggota harus menahan tembakannya. Kejadian itu berlangsung sangat cepat.

Lee Donghae yang membawa ransel berisi berlian, Donghwa, dan Rin Hyo segera berlari kearah kanan. Donghwa menembaki kaca yang sudah menyerupai dinding itu hingga pecah lalu menembakkan grapple gun-nya kearah sebuah pipa besi yang berada di gedung dua galeria foret. Saat pengaitnya sudah terkait kuat disana, segera Donghwa melompat, berayun diudara hingga sampai pada gedung dua. Menendang kaca apartemen lain, memencet tombol otomatis untuk mengulur tali itu lagi kemudian mulai berlari keluar dari pintu apartemen yang kebetulan tak berpenghuni itu. Begitu pun  Donghae dan Rin Hyo yang juga melakukan hal serupa seperti yang Donghwa lakukan.

“Kita beralih ke plan B.” Ujar Donghwa yang memimpin didepan pada mic kecilnya.

***

Kita beralih ke plan B

 

            Shin Ji Eun yang masih berada didalam ruang sumber listrik yang sangat sempit itu seketika menatap Kikwang yang juga tengah gusar disana.

“Tak ada jendela disini.” Ujar Ji Eun setelah menyapu pandangannya mengelilingi ruangan ini. Kikwang segera menyibukkan diri dengan ipad-nya, mempelajari lebih dalam design gedung apartemen ini.

“KALIAN YANG DIDALAM! LEBIH BAIK KALIAN KELUAR ATAU KAMI AKAN MEMBUKA PAKSA PINTU INI!”

“Lee Kikwang! Eottokhae?!”

EO!” Kikwang mencampakkan ipad-nya diatas kursi setelah beranjak dari duduknya. Mendorong lemari besar yang berada disamping monitor cctv hingga menampakkan sebuah lubang berbentuk kotak dengan panjang dan lebar tidak sampai 1 meter yang sangat gelap.

“Kau menyuruhku untuk masuk kedalam sana? Shireo, disana sangat gelap. Kau paling tahu kan jika aku sangat membenci gelap.” Kikwang menghela napasnya berat, menggenggam tangan Ji Eun seraya tersenyum kecil.

“Kau bisa berpegangan padaku.” Ucap Kikwang lembut. “Ini adalah satu – satunya jalan untuk sampai pada apartemen lain yang berada dilantai bawah, kita bisa menyebrang pada gedung dua lewat apartemen yang berada dibawah sini.” Jelas Kikwang lagi.

Ji Eun meneguk ludahnya berat kemudian mengangguk pelan. Kikwang mengulas senyuman manisnya, menyambar ipad-nya lalu menarik tangan Ji Eun. Mereka harus merangkak untuk memasuki lobang kecil itu.

Bersamaan dengan itu Lee Hyuk Jae, yang berada diluar sudah bersiap untuk menembak pintu yang sudah tidak bisa terbuka hanya dengan idcard. Ia tahu ini pasti perbuatan Kikwang yang sudah meretas keamanan pintu itu.

“KAMI AKAN MENEMBAKNYA DALAM HITUNGAN KETIGA. SATU… DUA… TIGA!” Suara tembakan yang bersahutan itu akhirnya dapat merusakkan pintu itu. mereka segera memasuki ruangan itu.

“Mereka tidak ada.” Ujar salah satu anggota tim Hyuk Jae.

Ara.” Singkat Hyuk Jae tanpa menghentikkan kegiatannya kedua bola matanya yang tengah menyisir ruangan yang jauh dari kata luas ini. Kelopak matanya sedikit melebar saat mendapati sebuah lubang kecil berbentuk kotak yang berada dibalik lemari. Pria itu segera menghampirinya, berjongkok, menyenteri lubang itu untuk memeriksa isinya.

“Mereka… melarikan diri. Periksa apartemen dilantai bawah. Pastikan kalian menemukan mereka.”

***

Kyuhyun memeriksa dinding kaca yang kini sudah berlubang itu, menelisik kearah gedung dua dengan bibir yang sudah mengeluarkan umpatan – umpatan kesal.

“Sebar semua anggota dilobi menuju gedung dua. Mereka ada disana.” ucap Kyuhyun pada HT kecilnya. Ia berbalik, berjalan dengan langkah besar – besar menuju ruang tengah apartemen ini. Disitulah, tim Ji Chang Wook dan tim Lee Hyuk Jae kembali bertemu dengan Cho Kyuhyun.

“Kalian sudah paham apa yang harus kalian lakukan, bukan?”

Chang Wook dan Hyuk Jae mengangguk sekali, kemudian segera berlari keluar dari apartemen ini.

“Tolong ambil berlianku kembali, jebal.” Teriak Lee Hyun Sung pada anggota NIS yang sudah hampir tak terlihat dibalik pintu apartemennya.

***

Lee Donghwa, Donghae, dan Rin Hyo akhirnya bertemu dengan Kikwang dan Ji Eun di tangga darurat lantai 40. Tak ada waktu untuk mereka berbicara, karena suara derapan langkah tergesa yang berasal dari lantai bawah membuat tubuh mereka membeku. Mereka saling bertatapan, sedetik kemudian kembali menaiki tangga. Keluar dari pintu darurat.

Donghwa, Donghae, Kikwang, dan Ji Eun berlari menuju pintu apartemen lain. Sedangkan Rin Hyo kearah jalur yang berbeda, yaitu lift. Gadis itu menunggu lift terbuka setelah memencet tombol. Setelah terbuka, ia segera memasukinya. Mulanya, ia memeriksa bagian atap lift, melompat hingga berpegangan diatas sana, kemudian mendorong kuat sebuah persegi yang biasa digunakan oleh orang2 untuk memperbaiki lift jika rusak.

Rin Hyo mengayunkan badannya, kemudian melengkungkan badannya hingga akhirnya ia bisa melewati lubang persegi itu dengan mudah. Ia menutup kembali lubang itu, segera mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan kaus yang panjangnya sebatas celananya. Kemudian melapisinya lagi dengan mantel sepanjang lutut.

Setelah menutup kepalanya dengan tudung yang berasal dari mantelnya, gadis itu memasang headseat , menyaku sebuah kantung kain kecil berwarna hitam yang berisi berlian the cullinan kemudian membuka tutup kotak itu lagi, memeriksa situasi, saat dirasa aman ia segera turun kembali kedalam lift. Meninggalkan gaunnya diatas sana.

Ya, tas ransel Donghae yang dikira berisi berlian oleh Hyun Sung sebenarnya tidak berada disana. melainkan berada di kantung hitam kecil yang kini berada disaku celana pendek Rin Hyo.

Sam Rin Hyo mengenakan kacamata hitamnya, berjalan degngan langkah ringan keluar dari gedung dua. Melewati beberapa anggota NIS yang baru saja memasuki gedung tanpa menampakkan gerak – gerik mencurigakan.

Setelah berada ditempat parkir, Rin Hyo memasuki mobil porsche-nya yang sudah disiapkan sejak kemarin malam. Melajukan mobil itu keluar dari kawasan apartemen, pada saat itu akhirnya ia bisa menghembuskan napas leganya.

“Aku sudah melewati gerbang utama Galeria Foret.” Ucap Rin Hyo pada mic kecilnya. Melajukan mobilnya dengan kecepatan rata – rata, dan hati yang kini sudah lapang. Namun semua itu tak berlangsung lama ketika beberapa mobil kepolisian menguntitnya di belakang. Rin Hyo menatap 2 mobil polisi yang kini sudah membunyikan sirinenya melalui back mirror. Menekan pedal gas kuat – kuat setelah mengumpat, “Oh, Shit.”

***

Donghwa, Donghae, Kikwang dan Ji Eun kembali memanfaatkan grapple gun-nya untuk mencapai kelantai dasar. Saat sampai dibawah, sebuah limonsin putih yang tadi mengantar mereka sudah bersiap disana. tanpa banyak bicara mereka memasuki mobil limonsin yang sudah didesign khusus untuk keperluan misi.

Driver khusus Gold segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, melewati beberapa anggota NIS yang kini menembakinya dengan senjata – senjata milik mereka. Namun tentu saja, hal itu dapat diatasi dengan mudah oleh sang driver. Mobil yang memiliki panjang tak normal itu dapat menghindari tembakan dengan luncurannya yang begitu mulus tanpa cela.

Aku sudah melewati gerbang utama Galeria Foret.

 

Ucapan Rin Hyo terdengar ditengah kesibukan mereka menghindari tembakan. Dan pada saat akhirnya mobil limonsin putih itu dapat keluar dari gerbang utama, terdengar lagi suara umpatan Rin Hyo disusul dengan suara tembakan dari headseat mereka.

“Apa yang terjadi, Jen?” tanya Donghae seketika.

2 mobil polisi sedang mengejarku dan menembakiku. Tenang saja, aku dapat mengurusi ini.

 

Lee Donghae dapat menghela lega karena hanya ada 2 mobil polisi yang mengejar Rin Hyo. hal itu dapat dipastikan oleh Donghae jika Rin Hyo dapat mengatasinya.

***

Mobil yang kini ditumpangi Kyuhyun terus menguntit mobil limonsin putih yang mempunyai kecepatan sekelas pembalap itu. diikuti dengan mobil – mobil NIS lainnya yang juga berusaha menghentikkan laju limonsin putih itu meski sangat sulit, hingga terasa seperti tidak mungkin.

Kyuhyun kembali berucap pada HT kecil yang digantungkan ditelinganya, menyuruh beberapa anggota kepolisian dan NIS yang tidak bertugas hari ini untuk mem-block jalan – jalan tertentu yang menurutnya akan dilalui limonsin itu nanti.

Sebagian mobil yang berada dibelakang Kyuhyun turut berbalik arah, untuk melaksanakan perintah kepala divisinya itu.

Kami sudah berada diposisi.

 

Bersamaan dengan pernyataan anggotanya, mobil limonsin putih itu berbelok kearah jembatan sungai han. Membuat ulasan senyum Kyuhyun tampak, berpikir diotaknya bahwa ini sesuai dengan rencana.

Para anggota yang sudah berjaga disana langsung menembaki badan mobil itu, namun tentu saja karena sudah di-design anti peluru, tak ada satu pun peluru yang merusakkan badan mobil. Akhirnya mereka beralih menembaki ban mobil itu, hingga salah satu ban depan mobil itu meletus, membuat mobil yang awalnya melaju kencang itu berputar kebelakang, menghantam besi pembatas sungai han hingga membuat setengah dari badan mobil itu berada diluar jembatan.

Cho Kyuhyun segera turun dari mobilnya, disertai beberapa anggota kepercayaannya, ia berjalan menghampiri mobil yang sudah mengeluarkan asap itu. saat mereka sudah sampai disana, dahi Kyuhyun mengerut bingung.

“Mereka hilang.” Desis Kyuhyun menahan emosi, kemudian berlari menuju pembatas, menatap kebawah hanya ada belasan kapal bebek yang memang tersedia di sungai han sebagai salah satu objek wisata.

“Sial.”

***

Sang driver membelokkan limonsinnya kearah sungai han. Meski jarak antara mobilnya dengan bagian tengah jembatan cukup jauh, tapi mereka dapat menangkap beberapa mobil kepolisian yang kini sudah mem-blokir jalan dan menodongkan senjatanya kearah mereka.

Senyuman miring Donghwa terulas, “Seperti dugaanku.” Ujar pria itu pelan. Saat semua orang menembaki mobil, mereka segera menyiapkan peralatan mereka. Melubangi bagian bawah mobil dengan alat peleleh besi, membentuk sebuah lubang yang dapat mereka lewati dengan mudah.

Pada saat mobil oleng dan akhirnya menyebabkan posisi mobil bagian belakang berada diarea luar jembatan, satu persatu dari mereka turun melewati lubang itu. mengaitkan kaitan grapple gun-nya dan melompat kebawah menuju  sebuah kapal bebek yang didalamnya sudah ada seorang anggota Gold menunggu disana.

Saat sudah berada disana mereka segera memposisikan diri duduk dengan manis dikursi – kursi itu. tentunya setelah melakukan high-five dengan tawa renyah yang keluar dari bibir mereka. Terkecuali Lee Donghae, pria itu masih mengkhawatirkan Sam Rin Hyo. karena sejauh ini gadis itu belum memberikan kabar.

“Jennifer, bagaimana situasimu sekarang?”

***

Sam Rin Hyo mempercepat laju mobilnya, berbelok menikung kearah sebuah lorong  kemudian saat kembali mencapai jalanan lebar ia segera mencari lorong lagi. Begitu seterusnya hingga akhirnya dua mobil polisi itu menghilang.

Rin Hyo segera keluar dari mobil porsche-nya. Berlari kecil menuju trotoar lalu menghentikkan taksi. Ya, meski Donghae selalu melarangnya menaiki taksi namun untuk keadaan terpaksa seperti ini pasti Donghae dapat memakluminya. Tidak mungkin ia masih memakai mobil yang sudah masuk dalam daftar pencarian dikamera cctv saat ini.

Selama ini ia belum pernah menaiki taksi, karena Donghae selalu melarangnya. Pria itu selalu membuat alasan yang sangat meyakinkan untuk mencegahnya menaiki salah satu transportasi umum yang biasa disebut taksi ini.

Sam Rin Hyo menyentuh gagang pintu taksi dengan jantung yang berdegup kencang, apa ini yang membuat Donghae melarangnya? Sungguh, rasanya ia diliputi ketakutan luar biasa saat ini.

“Nona, kau jadi naik tidak?” tanya sopir taksi yang kini sudah membuka jendelanya seraya menatap Rin Hyo tak suka. Sam Rin Hyo meneguk ludahnya berat.

Ne, ahjussi.” Cepat – cepat Rin Hyo membuka pintu taksi itu kemudian menaikinya. Senyuman kecilnya terulas saat merasa bahwa menaiki taksi tak semenakutkan perkiraannya.

“Kau mau kemana, nona?” tubuh Rin Hyo tersentak kuat ketika sopir itu bertanya padanya. Jantunya kembali berdegup dengan kencang tak tertahankan. Tubuhnya gemetaran, tak kuasa menahan ketakutan yang kini menggerogoti jiwanya. Spontan, ia memejamkan kedua mata. Namun hal itu seolah menjadi mimpi buruknya.

 “Kau mau kemana, nona Sam Rin Hyo?”

“Mengantarmu pada gerbang kematian.”

“Ck, ck, ck. Sangat mudah memang membuat gadis naif sepertimu mempercayaiku.”

 

Kilasan kejadian dan suara – suara mengerikan Lee Donghae memenuhi otak dan telinganya. Bergumul disana membentuk suatu gumpalan yang mau tak mau harus ia telan mentah – mentah. Sungguh, dadanya sangat sesak sekarang.

Kedua mata Sam Rin Hyo memanas, telapak tangannya sudah menutupi mulutnya yang kini sudah hendak mengeluarkan isakan kecil. Hatinya seperti terhantam beton yang sangat besar.

Lee Donghae… pria itu…

 

“Cho Kyuhyun…” gumam gadis itu tak terkendali. Segala memori tentang Kyuhyun dan dia kembali datang keotaknya seperti alur film. Mulai dari ia yang ketakutan, menelfon kantor polisi dan akhirnya dihubungkan pada seorang anggota NIS bernama Cho Kyuhyun. Saat ia hendak bunuh diri, namun Kyuhyun dengan sigap menghentikannya. Menerimanya tinggal dirumah pria itu, menjaganya dengan sepenuh hati, dan… mencintainya dengan tulus.

“Cho Kyuhyun…” ia bergumam lagi kini dengan diselingi isakan yang menyedihkan. Tak mempedulikan sopir taksi yang sudah berkali – kali bertanya padanya. Hatinya terasa diremas hingga hancur seperti bubur, mengingat sikapnya pada Kyuhyun. Mengingat bagaimana ia mengotori tangannya untuk membunuh banyak orang. Mengingat bagaimana berterima kasihnya ia pada Donghae yang sudah membuatnya seperti ini. Mengingat bahwa ia benar – benar sudah dibodohi dan dikhianati.

Jennifer, bagaimana situasimu sekarang?

 

Kedua matanya melebar sempurna mendengar suara Donghae yang keluar di headseat-nya. Cepat – cepat ia melepas headseat itu, membuang benda itu beserta mic keluar mobil dengan cepat. Tangannya gemetaran, jantungnya berdentum seperti akan hancur. Semuanya terasa begitu menyakitkan.

“Bagaimana… bagaimana bisa seperti ini?” tanyanya pada diri sendiri. Ia menatap refleksi dirinya lewat back mirror, menyentuh wajahnya, rambutnya, semuanya terasa asing baginya. Sangat asing.

“Nona, kau tidak apa – apa?” tanya sopir taksi itu lagi. Rin Hyo menatap sopir taksi itu, berusaha menenangkan diri kemudian mengangguk pelan. “Jadi kita mau kemana?”

Rin Hyo kembali terdiam. Hanya ada satu tempat yang muncul difikirannya saat ini. “Cheondamdong, 157.”

***

“Apa sudah ada jawaban?”

Donghae menatap kearah Kikwang kemudian menggeleng lemah. Kini mereka sudah sampai di markas, dan sangat terkejut ketika tak menemukan Rin Hyo disini. Karena seharusnya dalam perhitungan waktu mereka, Sam Rin Hyo datang terlebih dahulu disini.

Lee Donghwa beranjak dari tempatnya, menendang kursi yang tadi didudukinya dengan begitu keras hingga kursi itu terbalik. “Aku memberinya misi yang sangat sulit seperti ini karena aku ingin tahu seberapa bergunanya gadis itu untuk kita. Tapi apa?! Lee Donghae! Kau bisa menjelaskan semua ini padaku?!” bentak Donghwa pada Donghae yang masih duduk ditempatnya. Sudah tak tahu lagi harus bagaimana karena keberadaan Rin Hyo pun sudah tak dapat dideteksi lagi. Alat pelacak yang berada di mic gadis itu berada disatu tempat selama beberapa menit, kemudian tiba – tiba tak terdeteksi. Dan itu tandanya, alat pelacak telah rusak.

“Bisakah kau diam dan kita memikirkan hal ini dengan tenang, hyeong?” Ujar Donghae menyerupai geraman, karena menahan emosi.

Lee Donghwa menatap Donghae murka. Menarik kerah pria itu, dengan tatapan yang menghunus tajam kearah adiknya. “Kau pikir aku bisa tenang jika berlian seharga 400 milliar won sekarang entah berada dimana?!” bentak Donghwa lagi.

Lee Kikwang menghela napasnya jengah, menarik dua kakaknya itu agar saling berjauhan. Kemudian menatap Donghwa lelah, “sudahlah, hyeong. Kita akan menemukan Rin Hyo beserta berlian itu, jadi tolong jangan seperti ini.” ujar Kikwang tegas.

Donghwa membuang napas kasarnya, berjalan mundur beberapa langkah kemudian berbalik memasuki ruangannya setelah menutup pintu itu dengan keras.

***

Taksi yang ditumpangi Rin Hyo berhenti didepan sebuah rumah besar yang sangat familiar untuknya. Rumah Cho Kyuhyun, rumahnya, rumah mereka.

Rumah kita.

 

Setelah membayar, Rin Hyo keluar dari taksi. Menatap rumah yang tak berubah sama sekali. Ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya kuat – kuat, beruntung ada kacamata hitam yang kini tengah menghiasi kedua mata bengkaknya ini.

Gadis itu mengeluarkan sekantung berlian yang sejak tadi berada disaku celananya, menatapi kantung hitam itu. “Tch, kau benar – benar seorang pencuri yang pintar, Sam Rin Hyo.” gumamnya dengan nada masam.

Rin Hyo menaruh kantung hitam itu pada kotak surat rumah itu. bibirnya terbuka sedikit saat mengingat bagaimana ia melempar belatinya kearah Kyuhyun. Dan ia tahu, punggung tangan pria itu terluka karenanya. “Mianhe.” Ia kembali bergumam.

Suara berisik yang berasal dari dalam rumah itu membuat tubuh Rin Hyo berjengit. Segera berlari mencari persembunyian terdekat, mengintip sedikit kearah pagar rumah itu lagi.

Bibirnya terkatup rapat saat mendapati Bibi Jang tengah berjalan kearah jalan raya dengan membawa sebuket bunga. Perlahan Rin Hyo mengikuti kemana arah Bibi Jang pergi, berhenti dihalte bus, menaiki bus, dan kembali berjalan lagi. Dengan setia Rin Hyo selalu berjalan dibelakang bibi yang sudah seperti ibunya sendiri itu.

“Bukankah ini tempat pemakaman eomma dan appa?” gumamnya pada diri sendiri. Dengan kepala yang menoleh kesana kemari, menelisik tempat ini. “Untuk apa Bibi Jang kemari?”  lanjutnya seraya mengawasi Bibi Jang dari jarak yang cukup jauh.

Tubuh Bibi Jang terlihat lebih kurus dari pada saat terakhir ia bertemu dengannya. Wanita itu terlihat mengunjungi makam seseorang, dan yang semakin membuat bingung adalah ia kini tengah mengganti sebuket bunga yang sudah layu dengan sebuket bunga segar yang ia bawa tepat didepan makam yang berada disisi makam ayahnya. Meski pun ia tidak bisa membaca nama ayahnya dari jarak sejauh ini, tapi ia sangat hapal dimana ayah dan ibunya dimakamkan.

Bibi Jang terlihat sedang berdoa, kemudian berjalan menjauhi makam itu. Setelah dirasa Bibi Jang sudah cukup jauh darinya, Rin Hyo segera berjalan menghampiri makam itu. kedua matanya sedikit melebar saat membaca nama yang tertera di nisan itu.

“Sam… Rin… Hyo?” ejanya dengan suara tercekat, dadanya terasa begitu sesak. Kedua matanya telah memanas, kedua kakinya melemas hingga menyebabkan tubuhnya terjatuh diatas tanah itu. “Ini… makamku?”

***

Cho Kyuhyun pulang kerumah dengan ditemani Hyuk Jae yang memang selalu berada disisinya. Meski pun sebenarnya ia masih ingin berada dikantor, tapi Hyuk Jae memaksa pria keras kepala itu untuk menyelesaikan pekerjaannya dirumah saja. tangan kanan pria itu sudah diperban karen terkena belati, dan juga fakta bahwa pria itu tak segera melakukan pertolongan pertama pada tangannya akhirnya luka itu sekarang menjalar menjadi infeksi yang serius. Untung saja tidak sampai fase amputasi.

Gold  benar – benar merencanakan semuanya dengan sempurna. Kau tahu bahwa tadi kita sudah hampir menangkap mereka, kan?!” gerutu Kyuhyun saat ia baru saja keluar dari mobil Hyuk Jae.

Lee Hyuk Jae mengangguk mengerti, “Ya, kau benar. Tapi kita pasti bisa menangkapnya lagi, Kyuhyun-ah.” Ucap Hyuk Jae bijak. Kyuhyun mendesah frustasi, kemudian kedua bola matanya menatap kotak suratnya. Ada satu kantung kecil berwarna hitam yang menggantung disana. Alisnya mengernyit bingung, meski tangannya saat ini sudah mengambil kantung itu.

Saat ia mengeluarkan isi kantung itu, sepasang bola mata Kyuhyun dan Hyuk Jae melebar seketika. “Mwoya?! Bukankah itu berlian the cullinan yang dicuri Gold tadi?!” pekik Hyuk Jae.

Cho Kyuhyun menatap kosong berlian itu, menggenggamnya erat. Bibirnya menghembuskan napas beratnya. Pria itu menatap Lee Hyuk Jae, merampas kunci mobil pria kurus itu dari tangannya lalu segera memasuki mobil Hyuk Jae.

YA! MWOYA?!”

            “Aku pinjam mobilmu, eo?” ucap Kyuhyun sebelum menutup pintu mobilnya kemudian melesatkan mobilnya cepat.

Hyuk Jae mengumpat frustasi, “Pria itu benar – benar!! Aish, jinjja!”

***

Sam Rin Hyo masih terduduk didepan makamnya dengan tubuh bergetar kuat karena isakannya. Ia menatap makamnya kemudian menatap makam orang tuanya dengan kedua mata yang kini sudah membengkak. Tangisannya semakin pecah saat menghadapi kenyataan bahwa ia kini masuk kedalam organisasi yang membunuh orang tuanya.

Jusung hamnida. Jeongmal.”  Ucap Rin Hyo terbata, tak kuasa menahan isakannya yang semakin menjadi.

Sedangkan, Cho Kyuhyun yang baru saja memarkirkan mobilnya langsung berlari menuju makam orang tua Rin Hyo. langkahnya terhenti begitu saja saat ia bisa menatap Rin Hyo yang kini sudah menangis disana dari jarak yang tidak terlalu jauh. Pria itu menghela napasnya dalam – dalam, melepaskan rasa sesak yang selalu datang saat menatap istrinya dalam keadaan yang seperti itu. terjatuh, dan kesakitan.

Kyuhyun berjalan dengan langkah pelan namun pasti menghampiri Rin Hyo. mulanya ia menyentuh lengan gadis itu kemudian menariknya keatas agar gadis itu dapat langsung berdiri dalam sekali tarikan.

“Cho Kyuhyun.” Lirih Rin Hyo, menahan segala perasaan campur aduk yang kini menyelimuti dirinya. Gadis itu menggigit bibir bagian bawahnya kuat, berusaha meredam tangisannya yang kini sudah berhenti meski isakannya masih terdengar pilu.

Kyuhyun menipiskan bibirnya, ia menyodorkan tangan kanannya. Membuka genggaman tangannya yang sejak tadi menggenggam potongan berlian the cullinan itu pada Rin Hyo. “Kau meninggalkan sesuatu, dirumah kita.” Ucap Kyuhyun pelan. Air mata Rin Hyo kembali keluar, merasa usaha berpura – puranya sudah benar – benar gagal.

Gadis itu menatap berlian itu kemudian beralih kearah Kyuhyun yang kini masih menatapnya dengan tatapan sendu. “Kenapa kau semakin kurus? Apa bibi jang tidak mengurusmu dengan baik, hm?!” Ujar Rin Hyo dengan nada yang ia buat merajuk, meski masih terbata.

kedua mata Kyuhyun berkaca – kaca, sebisa mungkin ia mengulas senyuman patahnya. “Akhirnya, kau kembali, Sam Rin Hyo.” ucap pria itu bersamaan dengan keluarnya setetes air mata dari kedua matanya.

Isakan Rin Hyo semakin kuat ketika Kyuhyun memeluk tubuhnya dengan begitu erat. Begitu pun dengan Kyuhyun yang sudah tak bisa lagi membendung air matanya yang melesak keluar begitu saja. ya, ia lemah. Ia selalu lemah dihadapan gadis ini, jadi biar saja ia memperlihatkan kelemahannya pada istrinya. Sam Rin Hyo. satu – satunya gadis yang selalu ia nantikan, dan cintai.

Mianhe… Mianhe…” racau Rin Hyo tak mau mengendurkan pelukan Kyuhyun. Semakin meringsekkan tubuhnya pada dada bidang Kyuhyun yang selalu  memberinya ketenangan yang tiada tara.

Cho Kyuhyun hanya bisa menepuk – nepuk punggung Rin Hyo, seraya berucap “Jangan pergi lagi.”

TBC-

Haloooo^^ ini yang part b yaaa semoga kalian suka dan nggak mengecewakan 🙂

Dont be silent readers ya guyss^^

Advertisements

53 thoughts on “Reincarnation 9B

  1. Uwaaaaaa sayaa mauu teriaakk dluuuuuuu “akhirnya updatee jugaaaa!!!!!” kkk~. Syukurlahh ingatan rinhyo kembalii 😀 #senengnyatuhdisinii #kkk~ Sedikit shock pas adegan rinhyo ngelempar piso trus ngebuat kyu luka, tapii its okay, sekali2 si epil mesti dibuat luka #evilsmirk #abaikansaya. Gw sbnrnya agak kasian ama dongek sih, cuman gpp lah yg penting rinhyo sm kyu lagi, wkwkkw. Saeengg~ smangat yaaaaa ^^ ditunggu lagi kelanjutannyaaaaaaaaa ^^ muaahh :*

  2. Sedih, kecewa, marah, terluka, kasian Rin Hyo. GOLD udah keterlaluan banget sih, niatnya sih apa ? Bunuh orang apa nyuri ?? Tujuannya apa ? Apakah dgn semua itu bisa membuat mereka bahagia ??? Keterlaluan..
    Jangan-jangan nanti gold muncul disaat Kyuhyun sama Rinhyo masih disana..
    Ya ampuuuuun

  3. jengjengjeng… akhirnyaaa inget juga si rin hyo.. itu tin hyo gak bakal dipenjara kan karena udah bunuh banyak orang dan ikut dalam organisasi gold itu… semoga aja enggak… ditunggu kelanjutannya..pyong~ :”)

  4. akhirnya memory m kembali hyo…. chukae kyu istrimu telah kembali..jd kkkasian ma hae… T.T
    cintanya tulus ma hyo cm emng takdir berkata lain… ikhlasin ja hae cari yg lain ja cz hyo dah pnya kyu…hehehehe

  5. akhirnya part ini publisg juga..
    Udah pnsaran akut..
    Tercengang wktu tau rin hyo melempar belati kearah kyuhyun..
    Gold bener2 hebat,rencana mereka luar biasa,
    bersyukur rin hyo skrang sudah ingat semua..

  6. akhirnya rin hyo ingat lagi, terharu….
    smoga kyuhyun dan rin hyo bsa tetap brsama, tnggal brsama lagi.
    kasihan kyuhyun udh mrana slama ini.
    fighting thor

  7. ye ye ye akhirnya publish juga.. dari sekian byk moment yg ad d ff ini yg paling aku tunggu2 dr kemaren it kembalinya ingatan rin hyo.. akhirnya d part ini terwujud.. akhirnya mereka bisa bersatu kembali.. akhirnya rin hyo bebas dr gold.. akhirnya mereka bahagia.. hahaha kebanyakan akhirnya nih ntar benar2 berakhir lagi ceritanya.. jangan dlu y saeng.. kelarin dlu gold nya.. hehe
    wktu baca ad bunyi suara tembakan it kirain bakalan ad yg trtembak aku udah syok dluan.. untungnya ga ad jd bsa lega.. wlwpun tangan kyu luka tp ga pa2 yg penting selamat.. tp yg bikin aku bingung kenapa kyu langsung tw klw rin hyo kembali pas liat kantung berlian it.. kan mereka twnya donghae yg bawa berliannya.. it aj sih yg bikin agak bingung.. tp yg lain udah pas deh saeng.. semangat y..

    • hehe makasih banyaaaaaak yaaaaaaaaa
      dan buat yang berlian itu, kalo aku mikirnya kyuhyun pasti langsung tahu dan langsung bisa kebuka semuanya setelah tahu berlian itu ada dikotak pos nya dia. soalnya siapa lagi yang memungkinkan buat naruh itu berlian disana kalo gak rin hyo ._.

      okelaah makasih banyak yaa, stay tune~~

  8. Yeeyyyy…ahirnya nongol juga 🙂
    Syukurlah kalo rin hyo udah inget semua,,
    Ada gunanya jg dia naik taksi,, haaahaaa…pantesan ajaa dongae ngelarang gag boleh,
    Ntar gmn yaakk ??
    Hyo bakal masuk penjara gag yaa?? Secara udah bunuh org ??
    Tp kyu sllu bntuin kan ???
    Ditunggu utk part slanjutnya yaa 🙂 🙂
    Ttp smangat deh nuliisnya

  9. seneng bnget akhir y rinhyo y udh sembuh, sempet tegang bnget waktu denger suara temabakan aku kira rinhyo yang kena syukur deh dia g kenapa2..prnasaran sma klnjutan y gmna y reaksi donghae kw tau bhwa rinhyi y udh smbuh, dan pasti donghwa y bkalan marah bnget dehh..semoga ajh stelah ini kyu sma rinhyo y bisa hidup bahagia aminn..
    oke next part y di tnggu ya

  10. Keren banget, emng gold otaknya cerdas2 yaa, smpai2 bisa ngalahin nis ckck.
    Wah ingatan rin hyo udh balik grgr naik taksi, hebat bgt si taksi itu :-D.
    Kyuhyun kok tau sih klu rin hyo yg nyimpan berlian itu sm rin hyo ada di makan ortu rin hyo ???
    Rin hyo bakal di penjara gk nih krn udh buat bnyk kejahatan ??..

    Ditunggu kelanjutannya ^^

  11. OMG…..
    Aku senang banget….
    Rin hyo udah ingat semuanya lagi….
    😭😭😭😭😭
    Lanjutannya jangan lama lama ya thor…

  12. Ya ampun Eonni Akhirny update 9Bny juga Aaaaaaaaaa xD Kkk~
    Itu akhirny sedih bgt >< Mreka ktmu lg ya ampun kbhagiaan bru aja dmulai tp .. pasti si Donghwa itu ngncrin kbhgiaan itu lg =__= Jhat ah ~ Eonni buat mreka bhagia lebih lama lg ya Kkk~

  13. seneng bgt bisa liat sam ri hyo & kyuhyun bisa kembali lagi , semoga aja setelah ini nggak timbul beberapa masalah baru…
    terus gimana nih nasib donghae. ???
    next thor

  14. Wah,, kita harus nerterima kasih sama pak taxi..
    Karena taxinya lah ri hyo ingat kembali wkwkwk
    aduh,, ga sabar nunggu lanjutannya..
    Ri hyo sekarang kan bukan ri hyo yg polos kyk dulu..
    Dia udah ahli dlm penembakan.. Meloloskn diri, siap” jadi partner kyu.. Wkwkk

  15. Kyu psti sneng bnget tuh rin hyo udh inget lgi
    smpet tgang jga sh diawal
    tpi pas tau rin hyo udh ingt jdi lega
    dtunggu next’a thor

  16. GILA BENER BENER GILA
    Gila karena keren ceritanya hwaaaa

    aku sampe tegang bacanya
    akhirnya rinhyo inget tapi gimana dong dia nanti nya kan takutnya dia jadi inceran GOLD
    bisa kali dia pura pura amnesia lagi

  17. Huaa akhirnya ingatan rinhyo balik.. :’)
    Udaa terharu biru baca ini part.. pengorbanan kyuhyun.. sakitnya kyuhyun liat rin hyo jadi penjahat dan buronan akhirnya terbayar dengan ingatan rin hyo yg kembali.. :’)
    Ughh akhirnya bisa sedikit bernapas lega.. walaupun di next part harus nahan napas lagi..

  18. boleh teriak ngga? Aaaaa ffnya keren banget!!
    rin hyo ingatannya udah balik terhura aku pengen peluk kuyun *lah
    udah jangan ada konflik konflik lagi dong thor biarkan mereka bahagia 😥

  19. Yiiihaaaa… rinhyoo ud ingett semuaanyaa.. n bagusnyaa berlian ituu adaaa d diaa… sepertinyaa rinhyoo sangat bergunaa untuk menangkap gold dahh hee…

    Asekkk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s