Missing You

Missing You

Still-Cuts-of-Kim-Ji-Won-to-the-beautiful-you-31820467-333-500

Author : Tsalza Shabrina

 Genre : Angst, ficlet.

HAPPY READ^^

Aku tak dapat mengatakan aku merindukanmu, tapi jujur aku sangat merindukanmu.

 

Hembusan angin yang menerpa helaian rambutku membuatku menutup mata sejenak dengan senyuman tipis yang terpantri dibibirku.

Ini sudah malam, masuklah…” Sontak aku membuka kedua mataku lalu menatap kesekeliling. Sedetik kemudian senyuman kecutku terulas. Tidak ada siapa-siapa. Hanya lampu-lampu perkotaan yang menyala terang menemani heningnya malam.

Angin malam tidak baik untukmu” Ini sangat menyesakkan. Segera aku masuk kedalam apartemenku setelah menutup pintu balkon.

***

Kau menyuruhku melupakanmu, tapi mengapa bayangmu tetap saja mengikutiku?

 

***

 

          Kudorong trolley menyusuri deretan bahan-bahan makanan. Mengambil beberapa ikat sayuran hijau lalu memasukkanya kedalam trolley.

Makan sayur yang banyak agar sehat. Jangan sepertiku.” Kugigit bibir bawahku kuat seraya mendorong trolley lebih cepat berharap menjauh dari bisikan-bisikan menyesakkannya itu.

“Nona Sam!” suara yang berbeda. Aku menoleh keasal suara dan mendapati seorang yang sangat kukenali disana, Lee Donghae. Dokter pribadi sekaligus sahabat baikku. Aku tersenyum tipis padanya yang berlari kecil menghampiriku.

“Kau sedang berbelanja? Mau kutemani?” Aku mengangguk pelan seraya tersenyum tulus padanya, ia membalas senyumanku lalu kami berjalan bersama.

***

 

          Aku menyesap perlahan secangkir vanilla latteku yang kupesan disebuah café yang tak jauh dari supermarket. Lee Donghae ikut menyesap Mochacino nya dengan damai.

Jangan terlalu banyak caffeine tidak baik untuk kesehatan.” Kubulatkan kedua mataku. Bisikannya lagi, aku menaruh kembali cangkirku dengan kaku.

“Kau kenapa Rin Hyo-ah?” Aku menggeleng dengan kaku.

“Apa terjadi lagi?” Aku mengangguk. Ia menghembuskan nafasnya berat.

“Kau meminum obat dariku secara teratur?” Aku menutup bibirku rapat – rapat. Obat darinya bahkan tidak pernah kusentuh sedikitpun. Aku hanya takut, jika aku meminum obat itu, aku tidak pernah mendengar suara itu lagi.

“Jangan bilang kau tidak meminumnya?” Aku menggerak-gerakkan tanganku memberinya isyarat akan perkataanku.

Aku takut aku tak akan pernah mendengar suaranya lagi. Aku merindukannya, mendengar suaranya itu sudah cukup untukku.

Ia menghembuskan nafasnya pelan setelah itu meminum mochacino nya sekali tenggak. Kilasan kejadian 3 bulan yang lalu kembali menghampiri memori otakku, dimana aku kehilangan suaraku dan juga kehilangannya.

***

Suara sirine mobil kepolisian dan sirine ambulance berdengung ditelingaku. Dengan sekuat tenaga aku berusaha membuka kedua mataku. Tangisku pecah saat menatap wajah lelaki yang sangat kucintai ini penuh dengan luka dan darah. Kedua tanganku tergerak untuk menyentuh wajahnya.Aku tidak merasakan lukaku, Hatiku lebih sakit melihat ini.

          “K—Kk” Sulit sekali untuk sekedar berkata. Kulihat ia membuka matanya seraya menatapku, ia tersenyum. Dan senyuman itu membuatku semakin menangis, takut untuk kehilangan senyumannya lagi.

          “Aku mencintaimu Rin Hyo-ah… kita akan segera keluar dari sini.” Ucapnya dengan suara serak. Aku mengangguk seraya menggenggam tangannya erat.

          “Nona… cepat keluar” Ujar seorang petugas kepolisian seraya menarikku. Aku menggeleng seraya menatap Kyuhyun dan polisi itu bergantian. Tidak… aku tidak akan keluar dari sini sebelum Kyuhyun keluar.

          “Dia akan kita evakuasi setelah anda keluar. Karna kakinya terjepit.” aku hanya bisa menggenggam erat tangan Kyuhyun seraya menatapnya khawatir.

          “Gwenchana… keluarlah…” Ujar Kyuhyun parau seraya melepas genggamanku. Aku menggeleng, dan sedetik kemudian petugas itu menarikku keluar dan mengevakuasiku menjauh dari mobil itu. Aku hanya dapat menatap Kyuhyun dari sini, jauh darinya.

          DUARR

          Suara ledakan itu seolah bom untuk hatiku. Mobil itu, meledak. Dan disana masih ada Kyuhyun. Aku segera berlari menghampiri mobil itu, namun seorang petugas menahanku untuk tidak kesana. Tangisanku pecah, berteriakpun tidak bisa.

          Aku terduduk seraya menangis kuat. Tiba-tiba kepalaku berat, dan segalanya menjadi gelap. Dan disaat aku tersadar, aku dihadapkan dengan 2 kenyataan pahit. Kyuhyun pergi untuk selamanya begitupun dengan suaraku.

 

***

 

          Aku menyeka air mataku yang keluar dengan sendirinya.

“Nona Sam… gwenchana?” Aku mengangguk pelan seraya tersenyum tipis.

Bisakah kau mengantarku pulang? 

 

          Lee Donghae mengangguk seraya tersenyum tipis.

***

          “Rin Hyo-ah! kau belum tidur?” Tanya eomma seraya duduk ditepi kasur. Aku hanya menggeleng seraya tersenyum.

“Rin Hyo-ah… sebenarnya, Kyuhyun menitipkan ini untukmu.” Aku menghentikan tanganku yang hendak membalik lembaran novel digenggamanku. Beralih menatap gulungan kertas yang terlihat lusuh itu lalu menatap eomma bingung.

“Aku juga tidak tahu. Mungkin, Kyuhyun telah merasakannya sebelum kalian pergi untuk berbulan madu di Jeju. Tiba-tiba ia menitipkan ini padaku. Aku tidak diperbolehkan untuk membukanya sebelum kau, Rin Hyo-ah.” Aku meraih gulungan itu dengan ragu kemudian membukanya.

          Annyeong Rin Hyo-ah..

Mungkin kau akan berpikiran jika aku sangat kekanakan dengan menulis surat iniAku menulis ini karna… aku juga tidak mengerti karna apa. Perasaan ini sangat membingungkan, percayalah.

          Rin Hyo-ah… Aku hanya ingin mengatakan ini sebelum terlambat.

          Aku mencintaimu, sampai kapanpun. Dan tidak pernah berniat untuk merubahnya. Aku tidak akan pernah melepasmu dan jika kau mengkhianatiku aku tidak akan tinggal diam.

          Namun, jika ceritanya lain. Jika ceritanya aku harus pergi terlebih dahulu. Kau tetap tidak boleh menkhianati cinta kita. Namun, kau harus mencari penggantiku yang selalu menjagamu disana. Karna dengan begitu aku akan merasa lega.

          Selamat tinggal istriku… Aku sangat-sangat mencintaimu…

         

 Tanganku bergetar seraya menahan tangis.

“Menangislah Rin Hyo-ah…”seketika tangisanku pecah. Aku memeluk eomma dengan erat. Ini menyesakkan sangat menyesakkan.

***

Aku memasuki mobil Lee Donghae setelah membeli sebuket bunga. Hari ini hari kematian suamiku, Cho Kyuhyun. Tak terasa sudah satu tahun dia pergi meninggalkanku. Eomma menyuruhku untuk pergi ke makam dengan Lee Donghae. Bisikan-bisikan itu telah hilang, sejak eomma memberiku gulungan kertas itu. Dan jujur saja, aku sangat merindukan bisikannya.

Aku menaruh sebuket bunga itu tepat dihadapan nisannya, ulasan senyum getirku kutampikkan. Aku berjongkok seraya mengusap nisan itu. Donghae mengusap bahuku lembut, aku mengangkat kepalaku. Lalu segera memeluk Donghae, kupikir aku akan kuat tapi nyatanya kini aku malah terisak dipelukan pria ini. Donghae mengelus pundakku dengan lembut.

Uljima. Kyuhyun tidak akan bisa tenang jika kau masih belum merelakannya.” Ujar Donghae dengan nada menenangkannya. Perlahan tangisanku berhenti, aku membuka kedua mataku. Seketika kelopak mataku sedikit melebar, tak percaya dengan apa yang kusaksikan sekarang.

Cho Kyuhyun, pria itu kini tengah berdiri disana. mengulas senyuman manisnya yang selalu ia tujukan padaku.

“Cho Kyuhyun, bogoshipo. Saranghae.”

END

Hello^^ ini ff ficlet pertama banget yang uda lama terlantar di laptop -_-

entah kenapa pengen ng-post ff ini ._.

Maaf ya kalau seumpama feel-nya kurang dapet :”)

dan juga kalo mungkin ada yang pernah ngerasa baca ff ini ditempat lain, itu bisa saja terjadi karena ini pernah di post di tempat lain dengan cast yang berbeda.

semoga kalian suka ya, Bye 🙂

dont be silent reader , guys 🙂

Advertisements

45 thoughts on “Missing You

  1. Yaa ampun ini feelnya dapet bgt sampe mau nangis malah. untungnya donghae gak dijadiin pelarian. Ayooo banyakin lagi ficletnya sambil nunggu ff seriesnya selesai nih

  2. feelnya dpet kok kak..
    Nyesek bgt bacanya,
    ndak nyangka rin hyo hrus kehlangan suaminya sekaligus suaranya untk selama lamanya,
    rin hyo pasti sedih bgt

  3. sad ending …. 😦
    aku sedih bnget bc’y
    ga rela kyu mati dsni T.T
    hiks..hiks…

    daebak saeng 🙂
    you are t’best lah pokok’y
    😉

  4. Eonni slh bgt klo blg ini ga dpt feelnya , buktinya aku nangis pas rin hyo bc pesan kyuhyun TT
    Nangis eon , skg feelnya dpt hehehe
    Bleh dong dibanyakin ficletnya eonni hehehe
    Aku tunggu smua ff eonni 🙂

  5. Dari awal sedih banget, bisikannya lalu suratnya

    Lalu muncul di makam..

    Merinding dearrrr ><

    Feel sedih dan terlukanya dapat sekali T T

    Daebak! ❤

  6. Aaaahh nyesek… aku ampe nangis bacanya… Lanjut terus Thor! Fighting!!! O iya thor…. banyakin ff Hurt nya thor!! berharap bikin nangis. Kkkkkkkk ! ><
    Saranghae :v

  7. huaaa, sad ending..
    pertama bacanya kirain rinhyo ma kyuhyun udh putus. ternyata maut yg memisahkan mereka.
    huaa .. 😥

  8. Yaa ampun ini baru ficlet dan bisa buat aku nangis bacanya. Gimana klu chapter yaa.
    Ternyata kyuhyun meninggal, ahk nggak sanggup..
    Rin hyo pasti terpukul banget smpai harus menjalani perawatan dari dokter pribadi.
    Sedihhh 😥

  9. Percayalah saat kau kehilangan seseorang untuk selamanya, mendengar ocehan ledakan kemarahannya adalah hal berharga..
    Biarkanlah yang kehilangan hatimu jangan hidupmu…

  10. sedih bget, apa lg di tinggal suami mati di dpn mata sendiri gt. trs msh dgr suara bisikan suaminya. omg bisa gila si Sam…

    untung ada dong hae dokter nya

  11. ya ampun… sampe mewek…. gondok nya belum ilang…. sedih… bulan madu berakhir bencana…. tragis…

  12. Hai ka !! Huwaaa ini pendek tapi sukses bikin nangissss ;A; tanggung jawab gamau tau tanggung jawab /? hiks semangat buat yg lainnya ♡

  13. N. Nyesek banget…feelnya dapat rasanya sesak gitu…
    Ff kayak salah satu di mv nya SJ coagulation kalau gk salah…cwoknya mati karna mobil yg mereka tumpangi meledak dan cweknya aja yg selamat.. :”)
    Bagus chingu ^^

  14. bacanya nyesek:’) aku suka scene suaranya kyuhyun menghilang setelah rinhyo dapet gulungan, daebak(: suaranya ikut ilang?cobaannya rinhyo berat banget yaa, sabar ya rin hyo-ah tuhan selalu sayang sama orang sabar(:
    ditunggu ficlet selanjutnya ya kak hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s