Reincarnation 10

REINCARNATION  10

1426847739066

Author : Tsalza Shabrina

Happy read, dear 🙂

***

Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat didepan supermarket yang kebetulan mereka temukan disepanjang perjalanan pulang. Rin Hyo yang berada dikursi samping kemudi menatap Kyuhyun dengan alis terangkat.

“Kenapa berhenti disini?” tanya Rin Hyo bingung.

Kyuhyun mengulas senyuman tipisnya dengan kedua tangan yang sibuk melepas sabuk pengaman. “Tunggu disini sebentar, aku akan kembali.” Ujar Kyuhyun. Meski bingung, Rin Hyo hanya bisa mengangguk dua kali. Membiarkan Kyuhyun keluar mobil, dan berlari kecil menuju supermarket itu.

Supermarket… Lee Donghae…

           

Senyuman kecut Rin Hyo terulas ketika ingatannya kembali pada kejadian pertama yang menjadi asal mula terjadinya segala drama ini. drama yang tokoh utamanya adalah dirinya. Dulu, ia sempat pernah mendengar ucapan Donghwa tentang sesuatu yang masih abu – abu diotaknya. Seperti, Donghae yang merusak rencana pembunuhan Sam Rin Hyo. saat itu, ia benar – benar tidak bisa menangkap apa maksud ucapan Donghwa. Namun kini, semuanya sudah sangat jelas. Lee Donghae merusak rencana pembunuhannya agar ia dapat hidup.

“Dia pria yang baik.” Gumamnya pelan. Mengingat bagaimana kuatnya tangisan Donghae saat itu membuat ia sangsi menyebut Donghae sebagai pria jahat. Benar, pria itu hanya taat aturan. Pria itu seperti anjing pintar yang dididik oleh majikannya, Lee Donghwa. Tak lain dan tak bukan adalah kakak tertuanya sendiri.

Drrt Drrt

 

            Ponselnya kembali bergetar setelah beberapa saat getarannya hilang. Ya, sejak tadi ponselnya terus bergetar disepanjang jalan. Rin Hyo mengambil ponselnya disaku celana kemudian mengangkat telepon dari siapa lagi jika bukan, Lee Donghae. Pria yang sejak tadi merasuki pikirannya.

Ya Tuhan, akhirnya kau mengangkat teleponnya juga. Kau dimana sekarang, huh?! Kau tahu jika kami semua disini mengkhawatirkanmu kan, Jen!

            Sam Rin Hyo masih terdiam. Bingung harus mengatakan apa. Namun, setelah berpikir cepat selama beberapa saat akhirnya ia mulai berucap, “Maaf, aku tidak bisa mengangkat teleponmu tadi karena aku masih bersama Cho Kyuhyun. Karena keadaan mendesak, aku harus berpura – pura menjadi Sam Rin Hyo yang bangun dari kematiannya. Ia percaya jika Rin Hyo adalah aku, dan aku adalah Sam Rin Hyo yang mengidap amnesia. Dia sedang membeli sesuatu disuper market sekarang, aku masih berada di mobil.”

Mwo?! bagaimana bisa?! Apa untungnya kau berada disana!!

            “Kau jangan khawatir, aku akan baik – baik saja. ini semua terjadi begitu saja, Hae. Aku akan mencari tahu tentang perkembangan kasus Gold. Aku pasti akan kembali, mungkin nanti malam atau besok pagi. Agar ia tidak curiga.”

Bagaimana dengan berliannya? Lee Donghwa benar – benar marah besar karena berliannya masih ada ditanganmu.

            Rin Hyo menatap kantung hitam yang berada di dashboard mobil. “Berliannya masih ada padaku.” Jawab Rin Hyo, kemudian kedua matanya menatap kearah pintu supermarket. Kedua kelopak matanya sedikit melebar ketika menangkap sosok Kyuhyun yang baru saja keluar dari supermarket seraya membawa beberapa kantung besar.

“Cho Kyuhyun datang, aku harus menutupnya.”

Eo, hati – hati.

            Segera Rin Hyo menutup teleponnya secara sepihak, kemudian kembali menyimpan ponselnya didalam saku celana. Ia mempunyai rencana lain diotaknya, dan ia tidak ingin Kyuhyun tahu. Karena pasti pria itu akan ikut campur. Sudah cukup untuk Kyuhyun tersiksa karenanya. Ia tidak akan membawa Kyuhyun kedalam kerumitan hidupnya lagi.

“Menunggu lama?” tanya Kyuhyun pada Rin Hyo seraya menaruh kantung – kantung besar itu dikursi mobil bagian belakang.

Oh my god. Apa kau harus membeli sebanyak ini?!” tukas Rin Hyo dengan kedua mata yang menatapi kantung – kantung itu shock. Kyuhyun mengambil 2 kaleng minuman bersoda dari salah satu kantung itu lalu memberikannya pada Rin Hyo.

“Berhenti mengoceh dan lebih kau minum ini. kita berhenti disini dulu saja, hm?” Rin Hyo menghela napas kasar, Kyuhyun benar – benar tidak berubah sama sekali. Ia masih saja menjadi seseorang diktator yang mengerikan.

Tak mau mencari masalah, Rin Hyo akhirnya membuka minuman itu lalu meneguknya sedikit. “Keunde, untuk apa kau membeli bahan – bahan makanan sebanyak itu? bukankah biasanya itu tugas Bibi Jang?” tanya Rin Hyo lagi, merasa janggal jika Kyuhyun membeli banyak bahan makanan tanpa alasan.

“Nanti malam kita harus merayakan kembalinya kau dirumah.” Balas Kyuhyun ringan sebelum kembali meneguk minumannya. Kedua tangan Rin Hyo melemas seketika, helaan napas beratnya keluar seiring dengan kepalanya yang ia tolehkan kedepan. “Wae? Kau tidak suka?” tanya Kyuhyun menyadari perubahan ekspresi Rin Hyo yang begitu signifikan.

“Apa harus merayakan ini? kau ini berlebihan sekali. Dan juga, jika Bibi Jang melihatku sekarang dia bisa – bisa terkena serangan jantung.”

“Ia pasti akan sangat senang setelah aku menceritakan semuanya nanti. Dia sangat merindukanmu, asal kau tahu.” Senyuman patah Rin Hyo terulas. Merasa seperti gadis yang paling beruntung saat menyadari bahwa masih ada orang yang menyayanginya dengan tulus.

“Aku sangat merindukan Bibi Jang. Dia baik – baik saja, kan? Kulihat tadi dipemakaman tubuhnya lebih kurus dari sebelum—ah ya, bagaimana bisa kau datang ke pemakaman tadi?” Kyuhyun memutar bola matanya keatas, bertingkah seolah – olah tengah berpikir keras.

“Takdir? Insting cinta sejati? Atau mungkin… telepati cinta kita? Entahlah.” Rin Hyo mendesis malas seraya mendorong kepala Kyuhyun sekadar. Mengundang tawa kecil dari bibir pria itu, senyuman tipis Rin Hyo terulas. Sungguh, ia merindukan saat – saat seperti ini.

“Aku serius.”

Kyuhyun menggedikkan kepalanya kearah kantung berlian. “Pertama, awalnya aku berpikir berlian itu ada ditas Lee Donghae. Tapi, saat tahu jika kau memencar sendiri dari mereka. Sebenarnya saat itu aku tahu jika berlian itu ada padamu.”

Rin Hyo mengangkat alisnya bingung. “Lalu? Kau hanya memerintahkan 2 mobil polisi untuk mengejarku, huh? Kau meremehkan kemampuan mengemudiku? Asal kau tahu ya, kemampuan mengemudiku melebihi kau. jadi—“ seketika Rin Hyo menghentikkan ocehannya ketika Kyuhyun tiba – tiba mengecup bibirnya cepat. Kedua matanya berkedip cepat, menatap Kyuhyun tercengang.

Sedangkan Kyuhyun masih dengan wajah seriusnya, melanjutkan bicaranya. “Jangan banyak berasumsi yang aneh – aneh sebelum aku selesai bicara!” titah Kyuhyun yang langsung dibalas dua anggukkan kaku dari Rin Hyo. “Aku hanya mengirimkan dua mobil polisi itu karena yang kuincar sebenarnya bukanlah berliannya, Hyo. tapi Gold. Ini semua tentang Gold. Dengan memberi kelapangan untukmu, itu sudah membuat Gold berpikir jika rencananya berjalan dengan baik. Tapi sialnya, aku kehilangan mereka lagi tadi!” lanjut Kyuhyun panjang lebar.

Sam Rin Hyo membuka bibirnya, membentuk huruf ‘o’ menandakan bahwa ia mengerti dengan jelas apa yang diucapkan pria itu. “Lalu bagaimana kau tahu jika aku berada dipemakaman saat itu?”

Kyuhyun mendecih. “Itu sangat mudah. Karena aku melihat berlian itu berada disana, aku bisa langsung menebak jika kau sudah mendapatkan ingatanmu kembali. Dan pasti kau akan mengunjungi makam orang tuamu, saat ingatanmu kembali.”

Rin Hyo menghela napasnya berat, ketika ia kembali mendengar orang tua. “Ya, kau benar. Tapi sebenarnya, alasan mengapa aku berada di sana tadi karena aku mengikuti Bibi Jang.” Ujar Rin Hyo pelan, kembali meneguk minuman sodanya hingga tak terasa kaleng itu kosong.

“Cho Kyuhyun.”

“Hm?” Kyuhyun menoleh kearah Rin Hyo yang kini sudah menatapnya lekat. Gadis itu tersenyum kecil, mengambil kantung berlian itu sebelum memberikannya pada Kyuhyun.

“Kau bisa mengambilnya untuk bukti. Dan kau juga bisa mengambil sidik jariku untuk memasuki markas Gold, sebenarnya keberadaan markas Gold itu di—“

“Bawah gedung apartemen G.” Kedua mata Rin Hyo membulat tak percaya.

“Bagaimana kau bisa tahu?” Kyuhyun membuang napasnya kasar dengan kedua mata yang menatap Rin Hyo tajam. Pria itu kembali menaruh kantung itu diatas darshboard mobil, tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Rin Hyo.

“Kau berucap seperti orang yang tengah menyerahkan diri pada kepolisian, dan pergi.” Tukas pria itu tajam, bibir Rin Hyo terbuka kemudian tertutup lagi. Dan hal itu semakin meyakinkan Kyuhyun jika Rin Hyo benar – benar berniat untuk pergi, lagi. “Benar. Kau ingin pergi dariku, lagi?”

Aniya, bukan seperti itu. aku hanya—“

Kyuhyun menggenggam tangan Rin Hyo kuat, rahangnya sudah mengeras saat pikirannya kembali membayangkan bagaimana tersiksanya ia ketika Rin Hyo tak ada. “Dengar, kau, tidak bisa pergi dariku lagi. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, mengerti?!”

Sam Rin Hyo tersenyum kecil, mengecup pipi Kyuhyun cepat. Berusaha mencairkan suasana. “Siapa yang mengatakan akan pergi darimu, huh? Jangan banyak berasumsi aneh – aneh ketika aku belum selesai bicara!” balas Rin Hyo meniru nada bicara Kyuhyun.

Cho Kyuhyun mendecih, mengecup seraya memberikan lumatan sebentar pada bibir istrinya sebelum mengecup kening wanita itu cukup lama. “Melegakan jika itu tidak akan terjadi.” Gumam pria itu dengan senyuman tipis yang terpantri dibibirnya.

Rin Hyo terkekeh pelan, mendorong dada Kyuhyun agar menjauh darinya. “Ini sudah hampir malam, lebih baik kita segera pulang dan mengolah bahan – bahan ini, eo?”

Kyuhyun tersenyum seraya mengangguk sebelum ia mulai menyiapkan mesin mobilnya. Ah, ralat, mobil Lee Hyuk Jae.

Sedangkan Rin Hyo kini perlahan sudah melunturkan senyumannya. Berganti dengan raut yang diliputi gelisah.

***

Sam Rin Hyo mengeratkan pegangannya pada lengan Kyuhyun ketika tak terasa kedua kaki mereka sudah berada dipekarangan rumah mereka. Rin Hyo menatap kesekelilingnya dengan sesekali mengulas senyuman kecil.

“Tidak ada yang berubah.” Ujar Rin Hyo pelan.

“Tentu saja, semuanya harus sama hingga kau kembali.” Rin Hyo mendecih saat mendengar alasan Kyuhyun yang begitu konyol, menurutnya.

“Tapi seharusnya kau merubah dekorasinya. Tidakkah membosankan selama 3 tahun kau hanya melihat hal – hal yang sama seperti ini?!”

“Astaga, rasanya sudah lama aku tidak mendengar istriku mengomel.” Tukas Kyuhyun, membuat Rin Hyo menatap pria itu malas. Namun tiba – tiba rautnya berubah 180 derajat ketika kedua kakinya telah berhenti tepat didepan pintu rumahnya.

Eratan pegangan Rin Hyo semakin kuat, Kyuhyun yang merasakan itu sontak menatap Rin Hyo bingung. “Wae?”

Ania. Hanya saja, aku takut dengan reaksi Bibi Jang saat melihatku nanti.” Kyuhyun mengulas senyuman kecilnya. Mengecup puncak kepala Rin Hyo sebentar sebelum mensejajarkan wajah mereka.

“Dia pasti akan sangat senang. Jadi tidak usah takut seperti itu, hm?” Rin Hyo tersenyum tipis kemudian menganguk sekadar seiring dengan Kyuhyun yang mulai menariknya lembut memasuki rumah.

Ya! Cho Kyuhyun! Bagaimana bisa kau membawa mob—eo!” teriakan Hyuk Jae yang menggelegar sontak terhenti saat kedua matanya menangkap sosok Rin Hyo yang baru saja memasuki beranda rumah. Tubuh Hyuk Jae menegang, rasanya seperti melihat hantu meskipun dulu ia sudah pernah melihat Sam Rin Hyo. namun bedanya, sikap gadis itu saat itu seperti seorang Jennifer. berbeda dengan sekarang yang benar – benar menggambarkan seorang Sam Rin Hyo.

“Bagaimana bisa?” Kyuhyun mengulas senyuman kecilnya, tak berniat menjawab pertanyaan Hyuk Jae. Berjalan melewati tubuh Hyuk Jae setelah melepas tautan tangan Rin Hyo guna memasuki dapur, mencari Bibi Jang sekaligus menaruh bahan – bahan makanannya disana.

Eo! Kyuhyun-ah, kau sudah datang? Dan apa ini, kau membeli banyak sekali… apa akan ada pesta?” Kyuhyun mengulas senyuman manisnya, yang demi apapun membuat Bibi Jang terkejut dibuatnya. Pasalnya pria itu sudah hampir tidak pernah mengulas senyuman manis semenjak Rin Hyo pergi. “Mwoya ige?” gumam Bibi Jang ketika tiba – tiba Kyuhyun memeluk tubuhnya.

“Aku akan menata bahan – bahan makanannya, sekarang bibi lebih baik menemui seseorang diruang tengah.” Ujar Kyuhyun setelah melepas pelukannya. Alis bibi Jang terangkat keatas, bingung. Sedangkan Kyuhyun semakin melebarkan senyumannya, mendorong pelan punggung Bibi Jang agar segera keluar dari dapur.

Bibi Jang yang masih bingung dengan kelakuan Kyuhyun, menuruti saja apa yang diinginkan oleh pria pemaksa itu. dengen gerutuan kecil yang meluncur dibibirnya, Bibi Jang berjalan menuju ruang tengah. Langkahnya sontak terhenti saat menatap punggung seorang gadis yang benar – benar familiar dikedua matanya. Gadis yang selalu menghantui mimpi – mimpi indahnya, gadis yang sangat ia rindukan. Putrinya.

“Sam Rin Hyo?” panggil Bibi Jang sedikit ragu. Perlahan Rin Hyo membalikkan badan, gadis itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika dapat menatap Bibi Jang dari jarak sedekat ini. Rin Hyo mati – matian menahan air matanya yang sudah hampir menetes, dengan langkah pelan tapi pasti ia menghampiri Bibi Jang. Memeluk erat tubuh wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri dengan air mata yang sudah keluar.

Bogoshipo, Bibi.” Ujar gadis itu disela isakannya dengan suara bergetar. Bibi Jang membalas pelukan Rin Hyo dengan erat, meskipun masih banyak pertanyaan diotaknya saat ini namun semuanya terasa lengkap ketika ia sudah menemukan Rin Hyo dirumah yang mulai dingin ini.

Na ddo, Rin Hyo-ah.” Balas Bibi Jang tak bisa menahan tangisnya pula. Lee Hyuk Jae yang melihat itu semua hanya bisa tersenyum tipis, kedua matanya sudah berair. Pria itu memang mempunyai jiwa yang sedikit lebih sensitif dari pria kebanyakan.

Pria kurus itu lebih memilih untuk menghampiri Kyuhyun didapur. Membantu Kyuhyun mengurus dapur dengan sesekali membersitkan hidungnya. Kyuhyun tertawa pendek menatap tingkah laku Hyuk Jae.

“Kau menangis?” tanya Kyuhyun tak percaya. Hyuk Jae menyeka setitik air matanya yang keluar. mengambil lettuce dan membersihkannya ditempat cucian piring, seolah tak mendengarkan Kyuhyun meski bibirnya berucap “Rasanya seperti menonton melodrama.”

Kyuhyun tertawa kecil. Menyodorkan tisu pada Hyuk Jae yang menyibukkan diri mencuci lettuce. Hyuk Jae mematikan kran, mengambil tisu itu lalu menyeka air matanya lagi. “Bagaimana bisa kau menemukan Rin Hyo, huh? Kalian benar – benar pasangan yang sudah disatukan sejak disurga.”

“Tch, berhenti bersikap melankolis. Ceritanya panjang.”

***

Sam Rin Hyo tersenyum tipis ketika ia memasuki kamarnya lagi untuk sekian lamanya. Pesta kecil – kecilan yang hanya dirayakan oleh ia, Kyuhyun, Bibi Jang dan Hyuk Jae telah selesai satu jam yang lalu. Lee Hyuk Jae juga sudah pulang beberapa menit yang lalu, setelah membantu mereka membersihkan rumah.

Rin Hyo berlari kecil menuju ranjangnya. Duduk ditepi ranjang dengan wajah penuh kebahagiaan. Kyuhyun yang sejak tadi menatap gadis itu diambang pintu hanya bisa ikut tersenyum. Rasanya seperti mimpi. Istrinya telah kembali.

“Benar – benar tidak berubah.” Gumam gadis itu pelan, memuaskan kedua matanya memutari interior kamarnya tanpa kedip. “Apa saat musim dingin juga seperti ini?” tanya Rin Hyo seraya menatap Kyuhyun penuh telisik.

Cho Kyuhyun berjalan menghampiri Rin Hyo, duduk disamping gadis itu kemudian mengangguk pelan. Dahi Rin Hyo mengerut, seketika ia menunjuk selambu tipis yang menutupi jendela dengan ekspresi tak suka “Kau juga tidak mengganti selambu itu dengan selambu khusus musim dingin?!”

“Mm.” Jawab Kyuhyun sekadar seraya mengangguk pelan.

“Aish, kau ini bodoh atau apa, huh?! Bagaimana bisa kau tidak menggantinya?! Dan aku bisa pastikan, kau yang melarang Bibi Jang menggantinya, kan?!”

Kyuhyun tersenyum kecil menatap wajah kesal Rin Hyo. pria itu kembali mengangguk ringan, “Mm.”

Rin Hyo mendecak. “Kau ini benar – benar…” Sam Rin Hyo menahan umpatannya, mendesah kasar sebelum beranjak dari tempatnya. Berjalan menuju kamar mandi seraya berteriak, “Aku ingin mandi. Ck, kenapa disini panas sekali!”

Cho Kyuhyun tertawa pendek menatap tingkah laku Rin Hyo yang sudah jauh berbeda dari 3 tahun yang lalu. Rin Hyo yang sekarang lebih terbuka, pemarah dan berani. Namun sungguh, ia lebih suka Rin Hyo yang seperti ini. ia lebih suka jika Rin Hyo memarahinya saat ia salah dari pada gadis itu berpura – pura seperti tidak ada yang terjadi dan memendam semuanya seorang diri.

YA! CHO KYUHYUN! KAU JUGA TIDAK MENGGANTI SIKAT GIGIKU?! DASAR MENJIJIKKAN! AISH!!”

***

Rin Hyo keluar dari kamar mandi dengan bathrobe dan seutas handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya. Wajahnya terlihat sangat kesal, dan tatapan matanya langsung tertuju pada Kyuhyun yang masih duduk ditepi ranjang seraya menatapnya.

“Aku terpaksa memakai sikat gigimu. Lain kali kau harus menggantinya sendiri jika aku tidak ada. Atau buang saja, ara?!” Kyuhyun menautkan kedua alisnya, menatap Rin Hyo dengan tatapan memincing.

“Kau akan selalu berada disini. Jadi kau bisa menggantinya sendiri.” Balas Kyuhyun dengan wajah datar dan nada penuh penekanan. Sam Rin Hyo berkedip cepat, diam – diam ia meneguk ludahnya berat. Takut Kyuhyun dapat mengendus tabiatnya, gadis itu berdehem keras.

“Lebih baik kau segera mandi.” Titah Rin Hyo seraya mendudukkan dirinya didepan meja rias. Sibuk memolesi wajahnya dengan pelembab.

“Aku juga ingin mandi, tapi…” Kyuhyun mengangkat tangannya yang diperban, menatap Rin Hyo dari refleksi gadis itu yang terlihat dipantulan kaca.

Sam Rin Hyo menghela napasnya pelan. Rasa bersalahnya muncul lagi, membuat ia menggigit bibir bagian bawahnya. “Mian.

“Kau harus tanggung jawab. Apa kata maaf itu cukup untuk tanganku yang hampir diamputasi ini?”

Mwo?!”  pekik Rin Hyo terkejut saat mendengar kata amputasi didalam deretan kalimat Kyuhyun. Dadanya terasa diremas, digerogoti oleh perasaan bersalah yang semakin besar. Gadis itu menghampiri Kyuhyun dengan langkah cepat, menyentuh tangan pria itu dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. “Bagaimana bisa?”

Kyuhyun memasang wajah dinginnya. “lukanya terinfeksi dan jika aku terlambat sedikit saja, tidak menutup kemungkinan aku akan kehilangan sebelah tanganku.” Ujar Kyuhyun dengan nada tanpa irama. Rin Hyo menghela napasnya berat.

“Baiklah, kau ingin aku melakukan apa, hm?”

“Karena aku sangat gerah hari ini dan juga karena aku akan kesulitan untuk mandi sendiri dengan tangan terbalut perban seperti ini, jadi mandikan aku.”

MWO?!”

 

***

Sam Rin Hyo akhirnya benar – benar memandikan Cho Kyuhyun, dan ya, tentunya itu benar – benar hanya memandikan. Tak ada kegiatan lain selain itu. Kyuhyun bersikap seperti bayi bertubuh besar, ia dimandikan dan dipakaikan baju oleh Rin Hyo. Oh astaga, bagaimana bisa Cho Kyuhyun yang dulunya sangat dingin berubah menjadi seorang bayi manja sekarang huh?!

Kyuhyun tak bisa menyembunyikan senyuman kecilnya yang sejak tadi terulas. Meski sesekali ia meringis kecil ketika Rin Hyo tak sengaja menyentuh lukanya saat ia mengganti perban tangannya, seperti sekarang.

Oh my God, bagaimana bisa lukanya jadi seperti ini, huh?”

Kyuhyun melunturkan senyumannya, menatap Rin Hyo tajam. “Siapa juga yang membuat luka ini, huh?” Rin Hyo menipiskan bibirnya tak dapat menjawab pertanyaan sakartis Kyuhyun. Gadis itu memilih untuk mempercepat pekerjaannya.

Ja, selesai.” Ujar gadis itu sambil mengulas senyuman puasnya. “Sekarang apa yang harus kulakukan lagi untuk menebus dosaku, tuan?” tanya Rin Hyo pada Kyuhyun yang sejak tadi tak kunjung melepas tatapannya.

Pria itu berbaring diatas ranjang, merentangkan tangannya lebar – lebar seraya menggedikkan kepalanya kearah dadanya. “Kemari.” Titah pria itu. Rin Hyo tersenyum kecil kemudian segera masuk kedalam pelukan Kyuhyun. Menyurukkan wajahnya kedalam dada bidang pria yang selalu membuatnya nyaman dan membiarkan Kyuhyun menghirup aroma rambutnya dengan sesekali mengecupinya.

“Untuk malam ini kita tidur seperti ini saja, hm?” Rin Hyo mengangguk pelan didalam pelukan Kyuhyun.

“Jangan pergi lagi.” Sambung Kyuhyun yang hanya dibalas gumaman ragu dari Sam Rin Hyo. gadis itu memilih diam dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Cho Kyuhyun. Berusaha meredakan rasa gusarnya yang tiba – tiba kembali lagi.

***

“Rencana bodoh apalagi yang dilakukan bocah bodoh itu sekarang?!”

Bentakan Lee Donghwa terdengar begitu keras sedetik setelah Donghae menjelaskan semuanya pada hyeong­nya itu.

“Berhenti mengatainya bodoh, hyeong! Kurasa ia sudah melakukan yang terbaik saat dihadapkan dengan situasi sedarurat itu!” bentak Donghae tertahan, berusaha masih bersikap sopan pada hyeong tertuanya itu.

Lee Donghwa menatap nyalang kearah Lee Donghae, tawa pendek pria itu keluar begitu saja bersamaan dengan senyuman miring yang pria itu layangkan pada dongsaeng-nya. “Kau tahu? cinta sudah membutakanmu, Lee Donghae.” Ujar pria itu ringan.

Donghae terdiam, ia tak dapat menyalahkan ucapan Donghwa yang memang benar adanya. Lee Donghwa menatap Shin Ji Eun dan Lee Kikwang bergantian, “Kalian bisa dipercaya, bukan?” tanya Donghwa tiba – tiba.

Ji Eun dan Kikwang saling berpandangan tak mengerti. “Maksudmu?” tanya Ji Eun pada Donghwa yang kini sudah mengulas senyuman miringnya.

“Kematian Sam Rin Hyo, kini berada ditanganmu.” Titah Donghwa sebelum pria itu berbalik. Menyuruh mereka semua keluar dari ruangannya secara tidak langsung.

Shin Ji Eun membeku ditempatnya, gadis itu menatap Kikwang dengan tatapan gelisahnya. Pria itu hanya bisa menghela napas, menarik pundak Ji Eun, menuntun istrinya untuk keluar dari ruangan Donghwa. Begitu pun dengan Donghae yang dengan cepat langsung keluar dari ruangan Lee Donghwa setelah terdiam cukup lama.

Donghae, Kikwang dan Ji Eun duduk diruang tengah dengan diliputi atmosfir yang berbeda dari sebelumnya. “Kikwang-ah, haruskah aku benar – benar membunuhnya? Kau tahu sendiri kan, Sam Rin Hyo sudah seperti keluarga bagiku. Aku—“ Ji Eun menghentikkan cecarannya saat tiba – tiba dadanya begitu sesak membayangkan ia harus membunuh Sam Rin Hyo. sungguh, ia kalut dan tidak tahu harus bagaimana saat ini.

Sedangkan Lee Kikwang mengepalkan kedua tangannya kuat – kuat. ia benci menatap Ji Eun yang seperti ini, pancaran mata yang kosong dan tubuh gemetaran. Sungguh, ia membencinya.

“Ini semua karena kau, hyeong.”  Desis Kikwang dengan nada terendahnya. Membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasakan aura gelap yang kini meliputi pria itu. Donghae menatap Kikwang dengan alis terangkat.

“Maksudmu?”

Kikwang menatap Donghae dengan mata memerah menahan amarah. “Jika saja dulu kau tidak merenanakan semua ini. jika saja kau tidak membawa egomu kedalam organisasi ini, keadaan tidak akan seburuk ini!” Tukas Kikwang mulai meninggikan nada bicaranya.

Mwo? apa kau sekarang sadar dengan apa yang kau bicarakan, Lee Kikwang!?”

“Tch, dan apa kau sadar jika semua kekacauan ini terjadi karena egomu yang ingin mendapatkan Sam Rin Hyo, huh?!” balas Lee Kikwang tak kalah sengit. “Awalnya aku diam saja. tapi sekarang, aku tidak akan diam saja jika istriku juga dilibatkan menjadi korban dalam kekacauan egomu!”

Mwo?! Ya! Lee Kikwang! Lebih baik sekarang kau beritahu istrimu untuk tidak membunuh Sam Rin Hyo dari pada kau mengoceh tidak jelas seperti sekarang!”

“HENTIKAN!” Teriak Ji Eun seraya mengambil tempat ditengah – tengah dua bersaudara yang hampir saja melakukan aksi baku hantam itu. “Apa dengan berdebat seperti ini Sam Rin Hyo bisa selamat? Yang terpenting sekarang kita harus berdoa semoga Rin Hyo dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik disana dan menunggu kabar darinya dengan damai. Tanpa ada pertikaian dan menimbulkan konflik baru lagi, mengerti?!” seru Ji Eun yang sudah kesal dengan kelakuan dua orang ini.

Drrt drrt

 

Dengan wajah yang menahan kesal, Ji Eun mengambil ponselnya. Sontak kedua matanya melebar saat melihat ada satu notifikasi pesan dari Rin Hyo. jemari gadis itu mulai membuka pesan itu dengan bibir yang berucap, “Eo! Sa—“ namun dengan cepat pula ia menghentikkan ucapannya ketika kedua matanya membaca keseluruhan pesan yang dikirimkan Sam Rin Hyo.

Wae? Sam Rin Hyo menghubungimu?” tanya Donghae cepat.

Nde?” Ji Eun menatap Donghae was – was, kemudian memasang wajah poker-nya. “Ania. Aku salah membaca.” Sambung gadis itu kemudian memasukkan ponselnya kedalam saku lagi.

“Aku ingin mengambil minuman di pantry, ada yang mau?”

***

Sam Rin Hyo membuka kedua matanya perlahan, tersenyum kecil saat mendapati wajah Kyuhyun lah yang menjadi pemandangan pertama ketika ia membuka mata. Meskipun mereka sudah berpisah sangat lama. Tapi untuk Rin Hyo, rasanya baru kemarin ia bangun dan ada Kyuhyun dihadapannya. Seperti ini.

Gadis itu mengelus pipi Kyuhyun sebentar, pria itu masih terlelap. Tentu saja, ini masih jam 1 dini hari. Dengan gerakan penuh hati – hati, Rin Hyo melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar posesif dipinggangnya. Berjalan dengan berjingkat – jingkat menuju kamar mandi setelah menyambar ponselnya.

Sesampainya disana, ia mengunci pintu kamar mandi. Mengetikkan beberapa baris pesan untuk seseorang dengan gerakan jemari yang begitu cepat.

To : Shin Ji Eun

 

Ji Eun-ah, aku mohon jangan katakan pada siapapun aku sedang mengirimimu pesan sekarang. Hanya kau satu – satunya orang yang bisa kupercaya dibanding yang lain. Ada sesuatu yang terjadi, aku akan menghubungimu setelah kau berada ditempat yang aman. Kabari aku cepat, eo!

 

Rin Hyo menggenggam ponselnya kuat – kuat setelah mengetikkan sederet kalimat itu untuk Shin Ji Eun. Ia sesekali menggigit bibir bagian bawahnya gusar akan Ji Eun yang tak kunjung membalas pesannya. Kaki kanannya mengetuk – ketuk lantai pelan.

Drrt drrt

 

From : Shin Ji Eun

 

Kau bisa menghubungiku sekarang.

 

Tanpa pikir panjang, Rin Hyo segera menghubungi Ji Eun. Dan beruntungnya, Ji Eun juga langsung mengangkat telepon itu tanpa harus membuat Rin Hyo menunggu lama.

Wae? There is something happened, Jen?

            Yes, Im not Jennifer anymore.”

            Mwo?! kau… mungkinkah… ingatanmu kembali?

            “Ya.”

Rin Hyo dapat mendengar Ji Eun menghela napasnya berat diseberang sana.

Keunde, mengapa kau—astaga ini benar – benar kacau! Sekarang apa yang akan kau lakukan, huh?! Kau berniat melarikan diri?!

            Sam Rin Hyo tersenyum kecil mendengar nada bicara Ji Eun yang sarat akan kekhawatiran. “Aku tahu kau benar – benar seperti saudaraku sendiri. Maka itu aku memberi tahumu, aku tidak akan melarikan diri karena aku tahu sejauh apapun aku berlari Donghwa pasti akan menemukanku. Dan jika aku melarikan diri, pria itu pasti akan menaruh dendam yang sangat besar padaku.”

Ya, baiklah. sekarang apa yang ingin kau bicarakan padaku?!

            “Aku akan mengembalikan berlian itu pada Cho Kyuhyun. Keunde, aku akan mengatakan padanya jika berlian itu bukan curian. Melainkan kita membelinya secara paksa, karena Lee Hyun Sung juga sudah menerima uangnya.”

Ya, lalu bagaimana denganmu? Kau akan kembali kesini tanpa berlian itu dan membuatku harus membunuhmu, begitu?! Lee Donghwa baru saja mengeluarkan perintahnya padaku untuk membunuhmu, Hyo!

            Sam Rin Hyo tersenyum kecil mendengar celotehan Ji Eun yang mungkin saja ini adalah terakhir kali untuknya. “Aku juga akan memberikan sidik jariku pada Kyuhyun untuk mengungkap markas. Kalian adalah korban Lee Donghwa, aku tahu itu. jadi, aku ingin kalian pergi dari sana. Aku akan kembali pada Donghwa dan biar takdir yang menjawab apa yang terjadi padaku nantinya.”

Mwo?! YA! apa kau sudah gila?! Kau berencana untuk menggali lubang kuburanmu sendiri, huh?!

            “Sudah tidak ada alasan lagi untukku hidup didunia ini. kau tahu? Semuanya terasa memuakkan. Akan lebih memuakkan lagi jika aku tetap hidup dan menanggung dosa yang begitu berat. Aku selalu merepotkan orang lain dan tak pernah menjadi keberuntungan dalam hidup semua orang, untuk sahabatku, orang tuaku, bahkan untuk suamiku sendiri.”

Dengar, Hyo! kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja, huh?! Aku akan—

            “Sudahlah, lebih baik kalian pergi. Jika bisa sekarang juga. Eo? Aku tutup.”

Sam Rin Hyo segera menutup sambungan teleponnya sebelum mendengar Shin Ji Eun kembali melayangkan protesnya. Gadis itu menghela napasnya berat, memejamkan kedua mata yang sudah memanas. Ya, inilah jalan yang ia pilih. Pergi dari semua ini. ia merasa seperti pembawa sial bagi setiap orang yang berada disampingnya.

Sam Rin Hyo menghela napasnya dalam – dalam. Setelah menenangkan diri sejenak, ia berjalan menuju pintu kamar mandi. Dan ketika ia membuka pintu itu, mimpi burukpun berada dihadapannya. Cho Kyuhyun, pria itu berdiri didepan pintu kamar mandi seraya menatapnya dengan kedua mata berair. Sungguh, ekspresi pria itu sangat hancur.

“C—cho Kyuhyun.” Panggil Rin Hyo terbata. Ia bisa melihat rahang Kyuhyun mengeras, seperti menahan sebuah bongkahan es yang ingin ia keluarkan dari dadanya.

“Kau benar – benar kejam, Sam Rin Hyo.” desis Kyuhyun menahan segala emosi yang ingin ia luapkan sekarang juga. “Kau ingin pergi lagi dariku setelah membuatku tersiksa selama 3 tahun ini? tch, kau benar – benar gadis berhati dingin.” sambung pria itu dengan kedua mata memerah yang menatap tajam pada Rin Hyo.

Sam Rin Hyo menunduk. Menyembunyikan wajah basahnya, sekaligus menghindari tatapan Kyuhyun yang seolah mengulitinya. Perlahan gadis itu mengangguk 3 kali. “Keure, katakan saja jika aku adalah wanita kejam dan berhati dingin. maka itu, untuk kali ini jangan menghalangi langkahku.” Ujar Rin Hyo datar lalu berjalan melewati tubuh Kyuhyun. Namun tentu saja, Kyuhyun menahan lengan itu dengan cengkraman kuatnya. Menggambarkan jika ia tidak akan pernah mau kehilangan Rin Hyo lagi untuk yang kedua kalinya.

“Berhenti bersikap seperti ini! berhenti menjadi gadis egois, Sam Rin Hyo! apa semuanya bisa kau hadapi sendiri?! Kau bahkan tidak mempunyai kekuatan spesial untuk menanggung semua ini sendirian, Hyo! jadi, berhenti menjadi seperti ini, eo?!”  bentak Kyuhyun tak terkontrol. Tidak, ia tidak akan pernah melepas genggaman ini lagi. Rin Hyo membalikkan badan, menatap Kyuhyun dengan tatapan tangguhnya.

“Egois? aku melakukan ini untuk menebus dosaku pada orang – orang yang ditinggalkan oleh korbanku. Korban dari tangan kotorku.”

“Lalu bagaimana denganku? Bagaimana dengan perasaanku? Kau tidak memikirkannya?” Rin Hyo menggigit bibirnya kuat.

“Seiring berjalannya waktu kau akan menemukan seseorang yang bisa menyembuhkan luka itu.”

Mwo?! kau bisa dengan mudahnya berkata seperti itu. tapi apa kau bisa membayangkan bagaimana hancurnya aku selama 3 tahun ini? jika mau aku akan memilih ratusan gadis yang kuinginkan, Hyo. tapi, nyatanya? Aku tidak bisa.”

“Kau tidak mengerti apa yang kurasakan, Kyu!!” Rin Hyo mulai berteriak. Tangan bebasnya ia gunakan untuk menyentuh dadanya sendiri. “Disini, rasanya sangat berat. Aku selalu terbayang – bayang wajah mayat – mayat yang mati karenaku. Aku bahkan tidak bisa menghitung berapa banyak orang tak berdosa yang mati karenaku saat aku dalam masa pelatihan di New York. Aku tidak bisa menahan beban ini lagi. Rasanya jika aku memikirkannya lagi dan lagi, aku merasa seperti akan gila!”

“Kalau begitu biarkan aku yang membantu meringankan bebanmu, eo?” Rin Hyo menggeleng pelan.

“Kau tidak mengerti, Kyu!” tukas Rin Hyo. Kyuhyun memejamkan kedua matanya frustasi.

“Melarikan diri saja. aku akan menemanimu kemanapun kau ingin pergi. Greenland? South of africa? Nigeria? Kemanapun aku akan mengikutimu, Hyo. aku akan melindungimu. Jadi, tolong… jangan seperti ini.”

Sam Rin Hyo menghela napasnya panjang. Sungguh, ia merasa sudah gila memang. Namun, ia takut akan lebih gila lagi jika tidak hilang dari muka bumi ini. Perlahan gadis itu menatap Kyuhyun dengan kedua mata basahnya,

“Sayangnya aku sudah lelah menjadi satu – satunya orang yang selalu dilindungi, Cho Kyuhyun.”

TBC-


Halooooooo^^

mungkin 2-3 part lagi bakal uda ending ._.

maaf kalo mengecewakan, gak ada feel, kurang panjang, kepanjangan, dll.

semoga kalian terhibur dehya 🙂

See ya, dont be silent reader 🙂

Advertisements

47 thoughts on “Reincarnation 10

  1. ihihi, padahal belum pernah baca ff ini dr awal, tp langsung ke part 10…. kkkkk 😄😄 tp jd penasaran sama kelanjutannya, dan cerita sebelumnya… kkkk #aneh kumat

  2. ihihi, padahal belum pernah baca ff ini dr awal, tp langsung ke part 10.. kkkkk 😄😄 tp jd penasaran sama kelanjutannya, dan cerita sebelumnya… kkkk #aneh kumat

  3. Qhu dah pernah baca part yg sblm’y tp blm prnh ninggalin comment sama sekali.. 🙂 jd disini qhu meninggalkn jajak…

  4. Rinhyo benar2 yaaa….??? Nggak bosan apa bikin Selingkuhan #ColekKyu 😀 gue menderita… Diawal sih iyaa.. Bahagia, ternyata ada rencana lain yang direncanain ama rinhyo..
    Semoga happy end yaa… Dan nggak ada yang mati, tapi kalo yg mati donghwa nggak papa lah 😀

  5. rin hyo benar2 membuat rencana sendiri,
    mungkn dia ingin menebus dosa2nya..tp caranya akan menyakiti orang2 yg menyayanginya.
    Smoga semua akan baik2 saja,dan happy ending

  6. haaaaadooooh….
    makin pelik aja ni masalh…
    untuk kyu ya terang aj ngelarang toh slma 3 taon dia nunggu dn cri hyo skarang mo d tnggalin lg yeee pasti marah lah ….
    dn bwt hyo ga nyalahin jg dia perang batin bnget antara pilih tnggal ma kyu tp rsa bersalah slalu ngehantuuin hyo pasti ga akan tenag jg sih???
    smoga aj hppyending bwt smua….;)

  7. aku tau gmana prasaan rinhyo mngingat apa yg tlah dia lakukan slama amnesia,.shingga pnya rncana itu. smoga nanti bsa happy end dan mreka pnya anak, ksihan kyu dan rinhyo hrus brpisah.
    fighting ya eon ntuk part slanjutnya

  8. Aaaaa semlga rencana Rin Hyo berhasil deh dan Rin Hyo jgn meninggal duhh kasian kyuhyun mendrita lg :’ Rin Hyo jg mendrita si tp kn mreka brdua stdkny klo udh sma” bs lbih ringanin beban mreka:’) Semoga Happy End ^^ Fighting Eonni lnjutinny 2/3 part lg Yeyy smga cepet xD Kkkk~

  9. Wahhh,,
    sam rin hyo benar” jd penjahat kelas kakap coy..
    Dia bahkan akan bertarung sendiri dg donghwa..
    Daebak!
    Tapi, iya juga ya.. Kalau kyu ga ikut campur, pasti rin hyo kenapa”..
    Malah bisa kebunuh dg sekali tembakan dr donghwa..
    Huft semoga saja kyubon bisa melindungi rin hyo..

  10. rin hyo jangan pergi lagi.. masa tega ninggalin kyu utk yg kedua kalinya.. soal nebus dosa bisa d lakukan dg cara lain ga hrus ikut mengorbankan diri jga.. aadduuh jangan sampai ini sad ending y thor.. kalo iya aku bakalan nangis beneran nih.. huhuhu
    moga aj rencana rin hyo berhasil dan selamat dr donghwa.. aduh ga kebayang nanti bakalan seperti apa wkt rin hyo menghadapi donghwa..

  11. aaaakkkk dari chapter2 sebelumnya belum komen soalnya belom baca benerrrr hahaha nanti kalo udah baca bener2, baru kasih komen yahhh. btwwwww seneng rinhyo udah balik ingatannya tp kesian kalo kyuhyun kalo ditinggalin lagi huhuhuhuhu

  12. aahhh koq jadi melow begini donghwaa mati aja kau arrrggg mereka korban mu semua tuuuh ahhh kesel gilaa aku bacanya

  13. Bru aja bsa breng lg eeh mlah ada msalah lg
    smoga ada cra lain lah biar rin hyo ga smpe ngorbanin nyawa’a 😥
    next y thor

  14. Aaaaaaaaaaaaaaaaaa gw baruuu liaattttttttttttttt klo Reincarnation 10 udah dipublishh >.< aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa #teriakteriaksendiri #gajelasgitu. Disini gw ga bisa menyalahkan rinhyo sepenuhnya, krn ga ada yg salah sama keputusannya rinhyo hanya hrsnya rinhyo memikirkan soal kyu masak-masak. Trus soal Donghwa, duuhh saeengg tenggelemin aja dia di sungai han gimana? #evilnyakumat #hahahaa. Keep writing & Fightingg saeng~ :*

  15. Harus kah rin hyo nya bersikap kek gitu setelah kyuhyun tau ingatannya sudah balik.. 😥
    Kasian bgt sama kyuhyun.. harus sesakit apalagi km bang.. wkwkwk. 😀
    semoga rencana rin hyo berhasil.. dan happy end.. 🙂

  16. Yaampunn.. kasian jugaa amaa hyo.. nasibnyaa mengenaskann.. pdaa akhinhaa diaa yg hrus berkorbann.. huhh… gk tegaa dehh.. aplgii kyuu ud tau senuaa ituu.. gmnaa bs iaa merelakan ituu terjadii.. hikss

  17. serius nyesek banget kenapa Rin hyo begitu egois tanpa memikirkan perasaan orang-orang yang menyayanginya. apalagi perasaan Kyu yang sudah hancur hanya demi dosa masa lalu yang tak diinginkan Rin hyo karena cinta Donghae semuanya jadi rumit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s