Reincarnation 11

Reincarnation 11

1429739179371

Author : Tsalza Shabrina

***

“Melarikan diri saja. aku akan menemanimu kemanapun kau ingin pergi. Greenland? South of africa? Nigeria? Kemanapun aku akan mengikutimu, Hyo. aku akan melindungimu. Jadi, tolong… jangan seperti ini.”

Sam Rin Hyo menghela napasnya panjang. Sungguh, ia merasa sudah gila memang. Namun, ia takut akan lebih gila lagi jika tidak hilang dari muka bumi ini. Perlahan gadis itu menatap Kyuhyun dengan kedua mata basahnya,

“Sayangnya aku sudah lelah menjadi satu – satunya orang yang selalu dilindungi, Cho Kyuhyun.”Ucapan Rin Hyo yang terdengar begitu lemah itu membuat cengkraman tangan Kyuhyun terlepas begitu saja.

Rin Hyo menarik napasnya dalam – dalam, membuangnya panjang lalu melangkah mundur. Dengan gerakan cepat ia berbalik, namun saat tangannya baru saja menyentuh gagang pintu, ucapan Kyuhyun menghentikkannya.

“Kalau begitu aku ikut denganmu.” Ujar pria itu pelan. Rahang Rin Hyo mengeras, mendengar ucapan lemas pria itu membuatnya hancur. Apalagi dengan ucapan Kyuhyun yang benar – benar diluar dugaannya.

“Dan kau akan masuk kedalam jebakan Lee Donghwa. Itu yang kau mau?” tanya Rin Hyo tanpa membalikkan badannya. Ia belum siap menatap wajah hancur Kyuhyun sekarang.

“Kau bilang kau lelah menjadi satu – satunya orang yang dilindungi, kan? Kalau begitu sekarang lindungi aku.”

Rin Hyo memejamkan kedua matanya, meloloskan buliran air mata yang sudah menumpuk disana. Gadis itu membalikkan badan, menatap Kyuhyun dengan kedua mata basahnya.

“Ini caraku melindungimu, Cho Kyuhyun!” tukas Rin Hyo, menatap Kyuhyun dengan tatapan frustasinya.

Kyuhyun mengulas senyuman patahnya, “Dengan cara meninggalkanku?”

Rin Hyo menggigit bibir bawahnya, tak tahan menatap wajah rapuh Kyuhyun yang sangat jarang-hampir tidak pernah pria itu tampakkan. “Mm.” Jawaban singkat dari Rin Hyo yang disertai anggukan penuh keyakinan itu semakin memperjelas senyuman patah pria itu.

Kyuhyun mengangguk – angguk, seolah mengerti. “Keure, ara.” Ujar Kyuhyun dengan kedua mata yang kembali basah.

“Mm, selamat tinggal!”

“Jika kau benar – benar pergi dari sini, maka kau harus bersiap – siap melihatku mati konyol keesokan harinya.” Suara serak Kyuhyun itu kembali membuat Rin Hyo terkejut. Kedua mata gadis itu melebar waspada.

“Apa yang kau rencanakan, Kyu?!”

Bola mata Kyuhyun terlihat tak fokus, seperti mencari sesuatu. Hingga ia menemukan sebuah gunting besar diatas meja. Dengan gerakan cepat, Kyuhyun menyambar gunting itu. Menjapit pergelangan tangannya sendiri, namun belum ia tekan.

“Jauhkan itu dari tanganmu, Cho Kyuhyun! Apa kau gila?!” bentak Rin Hyo dengan kedua mata membesar ketakutan. Sedangkan tak ada sedikit pun ekspresi takut pada wajah Kyuhyun, pria itu malah tersenyum miring.

“Aku benar – benar akan memotong nadiku jika kau pergi lagi, Hyo.”

“Jangan bertindak bodoh!” Kepala Rin Hyo menggeleng frustasi, “Kau jangan seperti ini!” bentak gadis itu lagi. Sungguh, ia takut jika gunting itu benar – benar melukai tangan Kyuhyun. Terlebih pria itu memposisikan guntingnya tepat diatas perban yang masih melilit ditelapak tangannya yang tadi terkena infeksi.

“Kau lah yang bodoh! Rencanamu itu yang bodoh, Hyo! bukan seperti itu caranya menebus semua dosa – dosa yang bahkan sebenarnya tidak ingin kau lakukan!” balas Kyuhyun dengan bentakkannya.

Rin Hyo membuang napas beratnya. “Kau tidak mengerti. Dan aku tahu kau bukanlah pria yang akan mengakhiri hidup hanya karena wanita sepertiku. Jadi, singkirkan gunting itu sekarang, Kyu!”

Kyuhyun tersenyum miring, “Bagaimana jika aku memang pria yang seperti itu?” desis Kyuhyun seraya menekan gunting itu. membuat Rin Hyo segera berlari kearah pria itu, melingkarkan kedua tangannya pada leher Kyuhyun, memeluk tubuh Kyuhyun erat.

“Jangan seperti ini, kumohon.” Ujar Rin Hyo dengan kedua mata yang berlinangan air mata. Perlahan Kyuhyun melepaskan guntingnya, meski tindakannya itu meninggalkan luka ditangannya dan untungnya tidak sampai memutus pembuluh darahnya.

Cho Kyuhyun membalas pelukan Rin Hyo dengan erat. Menyeruakkan kepalanya pada leher gadis itu. menarik tubuh kecil Rin Hyo semakin rapat pada tubuhnya, dan menyanggah tubuh gadis itu kuat – kuat agar tidak jatuh. Mengingat, gadis ini harus menjinjit jika ingin memeluknya seperti ini.

“Jangan pergi lagi, kumohon.” Pinta Kyuhyun ditengah pelukannya. Sam Rin Hyo mengangguk berkali – kali.

“Aku tidak akan pergi, jadi kau  jangan pernah melakukan hal mengerikan itu lagi, eo?”
Arasseo.” Balas Kyuhyun. Sungguh, ia tidak akan pernah melepas gadis ini setelah tahu bagaimana rasa kehilangan yang benar – benar menyakitkan saat itu. Ia tidak akan pernah mau mengulangi kesalahan yang sama. Dan merasakan hal yang sama.

Sam Rin Hyo menarik diri sedikit dari pelukan Kyuhyun tanpa melepas pegangan tangannya pada leher Kyuhyun. Kedua matanya menatap Kyuhyun, masih ada ketakutan yang terselip ditatapan itu. Ya, ia sangat takut jika Kyuhyun benar – benar melakukan hal konyol itu.

Saranghae. Selama 3 tahun ini, sungguh, itu menjadi 3 tahun terburuk ang pernah kulalui. Disaat aku meminum wine, aku berharap kau datang dan mengomeliku. Saat aku pulang malam, aku berharap kau menungguku disofa hingga tertidur disana. Banyak hal yang kurindukan darimu, aku tidak bisa mengatakannya satu persatu. Jadi, kau mengerti bagaimana hancurnya aku saat kau tidak ada?”

Mianhe. Aku benar – benar minta maaf.”

Kyuhyun tersenyum simpul. “Aku tidak pernah membiarkan kau pergi lagi, Hyo. tolong jangan pernah merenggangkan kedekatan ini, eo?”

Rin Hyo membalas senyuman Kyuhyun, mengangguk pelan. “Aku mencintaimu.” Ucap gadis itu.

“Dan aku lebih.” Balas Kyuhyun seraya mendekatkan wajahnya, memapas jarak diantara mereka sebelum mempersatukan bibir mereka. Bibir yang sudah Kyuhyun rindukan selama 3 tahun ini. Akhirnya ia bisa merasakannya lagi. Dan tak ada yang bisa membayangkan bagaimana perasaan bahagia yang dirasakan keduanya saat ini.

Tangan Rin Hyo beralih menyentuh pipi Kyuhyun, mengimbangi ciuman Kyuhyun yang semakin dalam. Tangan Kyuhyun yang sebelumnya berada di pinggang Rin Hyo, beralih pada tengkuk gadis itu. Namun, ciuman penuh kerinduan itu terpaksa berhenti ketika Rin Hyo merasakan ada zat cair yang terasa ditengkuknya.

Sam Rin Hyo menarik tangan Kyuhyun, kedua matanya melebar saat menatap darah Kyuhyun yang sudah mengucur karena luka dari gunting tadi. “Lihat, karena kelakuan bodohmu tadi kau jadi terluka!” omel Rin Hyo seraya memeriksa tangan Kyuhyun. “Aku akan mengambil obat merah.”

Belum sempat Rin Hyo bergerak, Kyuhyun segera menggenggam pergelangan tangan gadis itu. “Tidak bisakah kita tuntaskan dulu kegiatan kita?”

Rin Hyo memasang wajah kesalnya. Menghentakkan lembut tangan Kyuhyun yang masih menggenggamnya, “Dalam mimpimu! lukamu harus diobati terlebih dahulu!”

“Tapi—“

Rin Hyo mengulas senyuman manisnya, menyentuh jari telunjuknya tepat dipermukaan bibir Kyuhyun. “Kita lanjutkan setelah lukamu sudah diobati, sayang.”

Bibir Kyuhyun seketika tertutup rapat saat mendengar panggilan Rin Hyo yang tidak pernah gadis ini pergunakan meski saat dulu mereka sedang berpacaran.

Rin Hyo mengecup bibir Kyuhyun cepat, “Aku akan mengambil obat.” Tukas gadis itu sebelum segera berlari kecil meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku ditempatnya. Senyuman gelinya terulas, ia bahagia, sangat.

***

“Akh! Tidak bisakah kau sedikit lembut melakukannya?!”

Berkali – kali gerutuan yang sama itu mengalun dari bibir Kyuhyun dan mau tak mau memasuki telinga Rin Hyo. Gadis itu menghela napas pendek, menghentakkan tangan Kyuhyun tanpa merasa bersalah meski Kyuhyun langsung mengeluarkan pekikkan melengkingnya.

“Jika kau terus menerus mengucapkan gerutuan tak bergunamu itu, lebih baik aku memanggil Bibi Jang agar mengobatimu.” Ancam Rin Hyo dengan wajah datarnya. Kyuhyun memutar bola matanya seraya memasang wajah malasnya.

Shireo. Baiklah, aku tidak akan menggerutu lagi.” Ucap pria itu akhirnya tanpa tenaga.Rin Hyo tersenyum tipis, menepuk pipi Kyuhyun dua kali kemudian kembali mengobati tangan Kyuhyun pelan – pelan.

Cho Kyuhyun mendecih, merasa Rin Hyo sudah benar – benar berubah. Namun tak sepenuhnya. Wajah pria itu berubah saat tiba – tiba ingatannya melayang pada percakapan Rin Hyo yang sempat ia dengar tadi.

“Hyo.”

“Hm?” sahut Rin Hyo tanpa membagi fokusnya pada wajah Kyuhyun, lebih memilih menyibukkan diri dengan tangan Kyuhyun yang masih terluka itu.

“Mengapa kau melindungi Donghae, Ji Eun, dan Kikwang? Aku mendengar kau berucap ditelepon tadi.” Gerakan Rin Hyo terhenti. Helaan napas gadis itu keluar dengan panjang. Rin Hyo memilih untuk bergerak cepat membungkus luka Kyuhyun dengan perban, kemudian memposisikan duduknya agar lebih nyaman.

“Kyu, asal kau tahu, mereka adalah korban dari keadaan. Lee Donghwa menjadi pembunuh berdarah dingin karena ayahnya membunuh ibunya. Lalu Kikwang dan Donghae, dua pria yang lemah itu tak bisa berbuat apapun selain menuruti semua keinginan Donghwa. Mereka berada dibawah tekanan Donghwa. Sedangkan Ji Eun, misi gadis itu masuk kedalam Gold sebenarnya adalah untuk menyembuhkan Lee Kikwang. Pria yang ia cintai.” Jelas Rin Hyo panjang lebar. Sedangkan Kyuhyun diam, mendengar ucapan Rin Hyo tanpa meninggalkan sesuatu sedikit pun.

“Lalu? Kau juga berniat melindungi Lee Donghae?” tanya Kyuhyun tanpa ekspresi. Rin Hyo mengangguk pelan.

“Mm.” Rahang Kyuhyun mengeras, entah kenapa jawaban Rin Hyo seolah – olah mengatakan jika gadis itu juga mencintai Donghae.

“Apa yang selama ini kau lakukan dengan Donghae? Dia pernah menyentuhmu?”

“Huh?!” kedua mata Rin Hyo melebar mendengar pertanyaan mengejutkan dari Kyuhyun. Karena sejak tadi, bukan itu yang sebenarnya ia bahas. Melainkan tentang kasus Gold.

“Kutanya apa ia pernah menyentuhmu?”

Eo… kami hanya berpelukan. Dan… sebenarnya, kami pernah berciuman satu kali.” Jawab Rin Hyo, menghindari tatapan mata Kyuhyun yang seolah mengulitinya mentah – mentah.

“Sialan. Apa kau menyukainya?! Bagaimana bisa kau berciuman dengan pria lain, huh?!” Bentak Kyuhyun. Darah pria itu serasa naik keatas kepala, dan hawa panas seolah meliputi dadanya. Membayangkan Rin Hyo berciuman dengan pria lain, terlebih pria itu adalah Lee Donghae membuatnya ingin memukul sesuatu.

Mianhe. Tapi jujur saja, hanya pria itu yang membuatku bahagia selama 3 tahun ini. ia selalu melindungiku dengan segala cara. Bahkan, ia merubah misi membunuhku dengan memasukkanku kedalam Gold. Dia adalah pria baik yang terjebak dalam permainan kakaknya, Kyu.” jelas Rin Hyo lagi. Tangan gadis itu telah berlaih menenyentuh rahang Kyuhyun, mengusapnya dengan lembut. Berharap Kyuhyun meredakan kemarahannya.

“Kau tahu jika aku sangat mencintaimu, kan?  Kali ini… aku hanya merasa ingin melindungi mereka. Kyu. jadi kau tidak usah salah paham.” Lanjutnya. Menatap Kyuhyun penuh harap. Cho Kyuhyun menghela napasnya berat, merasa Rin Hyo benar – benar jujur saat mengatakan itu.

keure. Lanjutkan ucapanmu.”

“Menurutku, lebih baik Donghae dan Kikwang diperiksa dulu psikologinya sebelum diringkus. Mengingat, selama bertahun – tahun mereka hidup dalam tekanan Lee Donghwa. Maka itu, bisakah aku ikut dalam misi ini?”

“Kau—“

“Aku mohon.” Kyuhyun menatap Rin Hyo tak suka. Pria itu memilih untuk menghindari tatapan Rin Hyo, kemudian berbaring diatas ranjang.

“Kita pikirkan besok saja, aku lelah. kemari!” ucap Kyuhyun, disertai titahan dan kedua tangan yang melebar. Rin Hyo memutar bola matanya malas, namun tetap menuruti ucapan Kyuhyun. Meringsek kedalam pelukan erat pria itu.

“Kita benar – benar harus melanjutkan pembicaraan ini besok!” tukas Rin Hyo penuh penekanan. Kyuhyun mendecak, semakin mengeratkan pelukannya lalu berucap

“Tidurlah.”

***

Markas Raid.

 

Wu Yi Fan menatap ikan emas yang berada didalam akuarium kecilnya, senyuman liciknya terulas. Bersamaan dengan ia yang mengangkat telepon genggamnya, memasukkan nomor seseorang kemudian menaruhnya tepat didepan telinga.

“Permainan dimulai.” Ujarnya sesaat setelah pria yang ia telepon mengangkat teleponnya. Kemudian ibu jarinya menyentuh logo merah, tanda bahwa ia yang memutuskan telepon terlebih dahulu.

“Kita lihat saja, Lee Donghwa. Apa kau masih mempertahankan keangkuhanmu setelah ini.”

***

Suara jatuhnya air dari shower yang samar – samar, menemani Rin Hyo yang baru saja terbangun dari tidur tak nyenyaknya. Semakin Kyuhyun mengeratkan pelukannya semalam, semakin pula tidurnya semakin tidak nyenyak. Rasanya, hingga sekarang hatinya masih sangat gundah. Dan hingga saat ini pun, ia masih memikirkan bagaimana cara untuk pergi dari sini tanpa khawatir akan keadaan Cho Kyuhyun.

Ia menatap bungkusan hitam yang masih berada diatas nakas. Berlian The Cullinan yang ia beli paksa kemarin. Helaan napas beratnya keluar, ia berharap Shin Ji Eun membawa Donghae dan Kikwang pergi dari markas.

“Sejak kapan kau bangun?” tubuh Rin Hyo berjengit terkejut saat suara bariton milik Kyuhyun tiba – tiba memecah lamunannya. Ia menatap Kyuhyun yang kini tengah berjalan menuju lemari dengan balutan handuk yang terkait dipinggangnya.

Eoh? Baru saja.” balas Rin Hyo sekadar.

“Tidurmu nyenyak?” Kyuhyun kembali bertanya dengan nada yang menurut Rin Hyo lebih dingin dari biasanya. Bahkan pria itu lebih memilih untuk memilah baju yang akan ia kenakan.

“Mm.” Gumam Rin Hyo tanpa bergerak sedikit pun dari posisinya yang kini tengah duduk ditepi ranjang. Rin Hyo mengalihkan pandangannya saat Kyuhyun mulai berganti pakaian, merasa masih canggung meskipun pada kenyataannya mereka adalah suami istri.

“Lebih baik aku memakai ini atau ini?” Rin Hyo kembali menoleh kearah Kyuhyun yang kini sudah memakai celana kremnya. Kedua tangan pria itu menenteng satu kemeja putih dan hitam.

Kepala Rin Hyo menggedik kearah kemeja hitam. “Aku suka yang hitam.”

Kyuhyun memandang kemeja hitam itu sejenak sebelum menggangguk dua kali lalu memakainya. Rin Hyo kembali mengalihkan pandangannya, apa hanya dia yang merasa hari ini Kyuhyun lebih flat dari biasanya?

Setelah memakai mantel panjangnya, Kyuhyun menghampiri Rin Hyo yang kini sudah menatapnya seraya menyodorkan kantung hitam berisi berlian the cullinan. Cho Kyuhyun tersenyum kecil, mengambil berlian itu dari tangan Rin Hyo lalu memasukkannya kedalam saku mantel.

“Kau tidak butuh sidik jariku juga?” tanya Rin Hyo seraya mengangkat ibu jarinya. Tanpa berucap, Kyuhyun menarik laci meja kecilnya. Mengambil peralatannya. Mulanya ia mengambil selembar kertas plastik yang sedikit tebal. Menyemprot ibu jari Rin Hyo dengan cairan khusus, lalu menempelkan permukaan ibu jari Rin Hyo pada kertas plastik itu hingga menciptakan sebuah pola sidik jari. Bagian akhirnya, Kyuhyun menaruh kertas plastik itu pada kantung plastik bening khusus.

“Aku tahu, kau pasti tidak mengizinkanku ikut campur tangan dengan kasus ini. jadi, hanya ini yang bisa kulakukan. Dan jangan lupa dengan kata – kataku tadi malam! periksa Donghae dan Kikwang pada psikiater terlebih dahulu sebelum menetapkannya sebagai tersangka!”

Kyuhyun kembali mengulas senyuman kecilnya seraya mengangguk. “Arasseo! Dan kau juga jangan pernah berpikir untuk keluar dari rumah ini.” Rin Hyo mengangguk beberapa kali.

Arasseo.”  Ujar gadis itu. Kyuhyun mengecup sebentar puncak kepala istrinya, sebelum keluar dari kamar setelah berkata Aku pergi dulu.

            Setelah beberapa menit Kyuhyun hilang dari balik pintu itu. Rin Hyo menyambar ponselnya, hendak menelepon Ji Eun dan memastikan jika mereka sudah pergi dari sana. Namun, belum sempat ia melakukan itu satu notifikasi pesan masuk dari Ji Eun membuat ia mengernyitkan dahi dan lebih memilih untuk membuka pesan itu terlebih dahulu.

From : Shin Ji Eun

 

Kami tidak akan pergi begitu saja dan membiarkanmu berusaha sendirian melawan Lee Donghwa, Hyo.

Aku belum mengatakan tentang kembalinya ingatanmu pada siapapun.

Tapi kumohon, lebih baik kau bawa berlian itu kesini lalu pergi dengan damai. Jika Donghwa menyakitimu, itu akan lebih mudah untuk kami membelamu sekuat tenaga.

 

Ps: Lee Donghae benar – benar mengkhawatirkanmu setengah mati. Tidakkah lebih baik kau memberinya ucapan selamat tinggal terlebih dahulu?

 

Helaan napas panjang dan berat Rin Hyo kembali keluar. ia memejamkan kedua matanya frustasi, memaksa Ji Eun untuk menuruti ucapannya juga sama saja dengan memaksa batu untuk bergeser dari tempatnya dengan kata – kata.

Eottokhae?”

 

***

 

“Apa yang sedang kau lakukan, Bibi?”

Tanya Rin Hyo sembari melongokkan kepalanya kedalam dapur. Bibi Jang yang sebelumnya sibuk dengan peralatan memasaknya, spontan menoleh kearah Rin Hyo. bibir wanita itu membentuk ulasan senyuman lebar ketika mendapati Rin Hyo yang terlihat sudah membersihkan diri dan kini berjalan menghampiri meja makan.

“Woah, kau membuat samgyupsal?!” pekik Rin Hyo dengan wajah penuh binar, tanpa disuruh gadis itu sudah duduk ditempatnya. Mengambil sumpit dan mencomot salah satu potongan daging yang bsaru saja digrill oleh Bibi Jang.

“Masakanmu masih sama enaknya, Bibi! Woah!” gumaman Rin Hyo tak terkontrol seiring dengan tangannya yang berkali – kali memasukkan daging itu kedalam mulutnya. Bibi Jang tersenyum penuh, ikut duduk dikursi makan setelah manaruh bumbu dimeja makan.

“Makan pakai ini agar lebih enak.”

Rin Hyo menampakkan cengirannya seraya menghormat kearah Bibi Jang.
Algesseumnida!”

            Sam Rin Hyo segera melahap hampir semua daging didepannya, hingga saat pertengahan ia baru sadar jika sejak tadi Bibi Jang tidak ikut makan. “Eo! Bibi tidak makan?!” tanya Rin Hyo dengan mulut penuh dan kedua mata membesar.

Bibi Jang menggeleng pelan, tanpa melupakan senyuman tipisnya yang keibuan. “Aku sudah kenyang melihatmu makan selahap ini.” Rin Hyo mendesis kesal lalu meletakkan sumpitnya.

“Bibi selalu seperti ini. kalau begitu aku selesai makan, lagipula tidak mungkin aku menghabiskan semua makan ini sendiri. Ah ya, Cho Kyuhyun tadi tidak melupakan sarapannya kan?”

“Dia makan roti isi tadi.”

“Ah, syukurlah kalau begitu.” Ujar Rin Hyo seraya mengangguk – angguk pelan. Sebelum beranjak dari tempatnya, ia mengambil mantel hitam yang tersampir dibelakangnya. Alis Bibi Jang terangkat saat menyadari pakaian dengan warna paduan dari abu – abu dan hitam yang kini dikenakan Rin Hyo.

“Kau… mau pergi?”

Rin Hyo mengangguk tegas, mengulas senyuman tipisnya seraya menggumam sekadar. “Diizinkan, kan? Aku tidak akan lama.”

Bibi Jang menghela napas panjang. Menampakkan wajah tak sukanya, lalu berucap “Terakhir kali aku membiarkanmu pergi, sesuatu yang besar-dan aku tidak tahu apa itu terjadi padamu. Lantas sekarang kau ingin menyuruhku melepaskanmu pergi lagi? Cho Kyuhyun berpesan padaku untuk mengawasimu disini.”

 Rin Hyo menghela napas panjangnya. Gadis itu memegang tangan Bibi Jang, seraya mengulas senyuman penuh keyakinan miliknya.

“Bibi… sesuatu yang tidak bibi ketahui itu benar – benar sesuatu yang sangat besar dan mengerikan. Selama 3 tahun ini, banyak sekali hal yang terjadi padaku. Sam Rin Hyo sudah meninggal, dan aku hidup sebagai Jennifer yang sangat mengerikan. Aku pergi untuk menyelesaikan semuanya, aku ingin menutup bukuku sebagai Jennifer kemudian kembali membuka lembaran baru sebagai Sam Rin Hyo yang lahir kembali.”

“Jennifer ? mengapa kau mengganti namamu?”

“Banyak sekali yang terjadi, Bibi. Aku tidak bisa bercerita sekarang. Aku hanya minta satu hal pada Bibi. Kumohon, jaga Cho Kyuhyun dengan baik. Bibi tahu sendiri jika ia sangat keras kepala dan selalu percaya dengan asumsinya,kan? Ia berpikir jika aku pergi sekarang, aku tidak akan kembali lagi. Padahal tidak seperti itu. Aku berjanji akan kembali lagi, setelah masalahku selesai. Karena jika aku terus menerus berada disini, bukan hanya aku yang celaka. Tapi Cho Kyuhyun dan bahkan Bibi juga. Aku tidakmau itu terjadi!”

“Tapi, Hyo—“

“Kemarin Cho Kyuhyun melakukan perbuatan sangat bodoh karena hal ini. jadi aku mohon Bibi… selama aku tidak disini, Bibi jaga Cho Kyuhyun dengan baik. Jangan meninggalkan ia sendirian dimana pun, hm?”

Bibi Jang menghela napas dalam – dalam. Meski ia masih ragu, namun keyakinannya pada ucapan Sam Rin Hyo saat ini mendominasi. Wanita yang terlihat semakin kurus itu akhirnya mengangguk pelan, membuat Rin Hyo segera memeluk Bibi Jang tanpa bisa menyembunyikan wajah leganya.

Gomawo, Bibi.”

***

Sam Rin Hyo berjalan keluar dari pagar seraya memasang mantel panjangnya. Tangan kanan gadis itu sibuk merogoh saku dalam mantel, mengambil ponselnya lalu segera menarikan jemarinya cepat disana. Sedetik kemudian ia sudah menempelkan benda itu didepan telinga.

“Ji Eun-ah. Aku akan kemarkas sekarang juga. Kalian masih disana, kan?”

Eo. Sekarang kau dimana?

            “Aku masih dijalan sekitar rumah. Tidak mungkin aku membawa mobil Cho Kyuhyun, jadi aku akan memakai bis. Bagaimana keadaan disana?”

Tidak ada seorang pun yang bisa tidur nyenyak tadi malam. orang Eropa itu menanyakan keberadaan berliannya, Lee Donghwa marah – marah, dan Lee Donghae bahkan tidak tidur sama sekali. Sampai sekarang ia berada di ruang cctv untuk mencari keberadaanmu. Kau membawa berliannya, kan?

            Helaan napas berat Rin Hyo berhembus. Gadis itu menghentikkan langkahnya saat otaknya membayangkan kekacauan yang berada di Gold. Terlebih pada keadaan Lee Donghae.

“Aku tidak membawanya.” Jawab Rin Hyo akhirnya setelah terdiam cukup lama.

Mwo?! apa kau gila?! Lantas?! Apa yang akan kau lakukan sekarang, huh?!

            Sam Rin Hyo kembali terdiam, bukan karena ia memikirkan sesuatu. Tapi karena keberadaan sebuah mobil yang tiba – tiba berhenti tepat disampingnya. Gadis itu berjalan mundur beberapa langkah,  hingga akhirnya pintu mobil van hitam itu terbuka lebar. Menampakkan dua orang berbadan besar keluar dari sana, dan segera mencengkeram lengan Rin Hyo.

Ponsel gadis itu terjatuh begitu saja. bersamaan dengan itu, ia melompat, melakukan putaran hingga kedua kakinya berada diatas pundak kedua pria itu dengan posisi split. Cengkraman kedua pria itu pun terlepas saat dengan sengaja Rin Hyo turun dari tubuh mereka setelah menendang kepala mereka. Sialnya ia tidak membawa senjata apapun kali ini, semua senjatanya berada didalam mobil yang terakhir kali ia tumpangi sebelum ia menaiki taksi.

Seolah berbadan besi, kedua pria itu tak berefek apapun oleh tendangan Rin Hyo. kedua pria itu malah dengan mudahnya, kembali mencengkram lengan Rin Hyo seraya menyeret tubuh berontak Rin Hyo kearah pintu mobil.

“Sebaiknya kau tenang dari pada kau mati disini, Sam Rin Hyo-ssi!” ujar salah satu pria itu, namun Rin Hyo tak mendengarnya. Tubuhnya bergerak – gerak seperti cacing kepanasan. Berharap kedua pria itu lengah, dan ia bisa melarikan diri.

“Lepaskan aku!” tegas Rin Hyo. namun saat kedua matanya menangkap pemandangan yang benar – benar membuat jantungnya berdebar setelah berdiri didepan pintu terbuka van itu, bibirnya tertutup rapat. Disana ada seorang pria lain yang tengah membidikkan snipernya tepat kearah Rin Hyo. satu tembakan saja, ia sadar ia akan mati.

Nice to meet you, Jen—ah, I mean Sam Rin Hyo.”

***

Kedua mata Shin Ji Eun melebar sempurna ketika telinganya menangkap suara samar – samar Rin Hyo yang tengah menggertak dan juga suara berisik yang terdengar aneh. Jantungnya berdegup dengan kencang, otaknya mulai memikirkan hal – hal terburuk yang kini terjadi pada gadis itu.

HALO! YA! SAM RIN HYO!” pekik Ji Eun tanpa bisa berpikir dengan jernih. Untungnya kini ia sedang berada dikamarnya. Dan tentunya tidak akan ada yang bisa mendengar suaranya kecuali dirinya sendiri.

“Sam Rin Hyo?” tubuh Ji Eun hampir saja melompat ketika ia mendengar suara lain. Tubuhnya dengan cepat berbalik, menatap Lee Kikwang yang tengah menatapnya penuh telisik.

“Kikwang-ah” lirih Ji Eun, perlahan menjauhkan ponselnya. Lee Kikwang yang awalnya berada di ambang pintu berjalan menghampiri Ji Eun.

“Apa yang sedang terjadi, huh?” Shin Ji Eun memejamkan kedua matanya frustasi, sepintar apapun ia mengelak pasti tak akan berhasil sama sekali. Lee Kikwang sudah mendengar semuanya.

“Ingatannya telah kembali.”

Kedua mata Kikwang sontak melebar sempurna. “Bagaimana bisa?!”

“Ceritanya panjang, yang terpenting sekarang aku mohon padamu untuk bungkam akan hal ini, eoh?” pinta Ji Eun tulus. Kikwang mengern.yit bingung dengan sikap Ji Eun. Ia pun masih bingung dengan apa yang sedang terjadi disini.

“Jelaskan padaku terlebih dahulu.” Shin Ji Eun menghela napas panjangnya. Sifat keras kepala Kikwang mulai keluar, dan ya! Ia pun pasti akan bingung jika berada diposisi Lee Kikwang.

“Jadi, begini—“ ucapan Ji Eun terpotong ketika suara sirine markas tiba – tiba berbunyi. Ji Eun meneguk ludahnya berat, apa hal ini berhubungan dengan Sam Rin Hyo? Mengingat timing-nya begitu tepat. Rin Hyo baru saja menutup teleponnya setelah hanya suara gaduh yang bisa ia dengar, kemudian sirine berbunyi.

“Kau berhutang penjelasan padaku, Shin Ji Eun.” tegas Kikwang sebelum ia berbalik, mendahului Shin Ji Eun yang menyusul dibelakangnya dengan langkah terburu – buru.

Di ruangan Lee Donghwa, pria itu sudah menunggu anggota intinya dengan ulasan senyum misterius. Suara derapan langkah membuat Donghwa membalikkan badan.

“Apa yang terjadi?” tanya Ji Eun, tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

“Kita berangkat ke markas raid, sekarang.”

***

Wu yi Fan berdiri dibalik meja kebesarannya dengan senyuman yang tak kunjung meluntur. Pria itu tentu tidak sendiri, ada Park Chanyeol disampingnya. Berjaga – jaga jika tiba – tiba sesuatu yang buruk terjadi.

Suara ketukan pintu semakin melebarkan senyuman pria yang lebih dikenal sebagai Kris daripada Wu yi Fan itu. Kris Wu, begitulah nama panggilannya diantara para gangster.

Kedua lengan Kris melebar, seolah menyambut tamu yang sudah ia tunggu – tunggu sejak beberapa menit yang lalu. Lee Donghwa dan keluarganya. Keluarga mafia Gold yang terkenal kuat dan mengerikan itu datang padanya tanpa membuatnya menunggu lama hanya karena ia menyebut satu nama. Sam Rin Hyo. Sungguh itu salah satu kebanggaan yang luar biasa untuk Kris.

“Selamat datang!” Sambutnya dengan nada ejekan. Namun bukannya was – was, Lee Donghwa malah membalas senyuman Kris. Berjalan tanpa ragu mendekati pria itu diikuti dengan Lee Donghae, Kikwang, dan Ji Eun yang masih bisa mengontrol ekspresi wajahnya meski mereka sebenarnya tidak tahu apa arti dibalik pertemuan mendadak ini.

“Sudah lama sekali bukan, kami tidak berkunjung kesini.” Ujar Donghwa basa – basi. Kris tersenyum kikuk, lalu menggedikkan kepalanya kearah meja bundar yang juga berada diruangannya. Markas Raid jauh berbeda dengan markas Gold yang berada di bawah apartemen. Markas Raid terletak disebuah pabrik gula tak terpakai didaerah Busan. Mungkin jika terlihat dari depan seperti pabrik tak berpenghuni dan menyeramkan. Namun suasana akan berbeda jika sudah masuk kedalamnya.

Donghwa duduk berhadapan dengan Kris dengan jarak yang cukup jauh. Chanyeol berdiri dibelakang Kris, sedangkan Donghae, Kikwang dan Ji Eun berdiri dibelakang Donghwa.

Lee Donghwa mengangkat kedua tangannya agar berada diatas meja, seolah memberi kode pada Kris bahwa ia tidak membawa ancaman apapun untuk Kris.

“Jadi, apa yang harus kita diskusikan kali ini?” tanya Donghwa tenang.

Kris tersenyum miring. Menjiplak gaya Donghwa, menaruh kedua tangannya diatas meja. “Awalnya aku ingin mengambil berlian the Cullinan sekaligus. Namun kebetulan sekali, berlian itu berada ditangan Cho Kyuhyun sekarang. Jadi hal itu semakin membuat rencanaku ini akan mudah.” Jelas Kris tak kalah tenang.

Rahang Donghwa mengeras, mendengar satu kalimat Kris yang mengatakan jika berlian itu berada ditangan Kyuhyun membuat darahnya serasa naik hingga kepuncak kepala.

SIAL!

 

Diam – diam pula, Donghae mengepalkan kedua tangannya kuat – kuat. Meski percakapan yang ia dengar masih sangat abu – abu, ia tahu apa yang terjadi saat ini. Pada intinya, keselamatan Rin Hyo sedang dipertaruhkan.

“Lalu?” hanya itu yang bisa Donghwa suarakan. Membuat Kris semakin mencetak jelas senyuman remehnya.

“Kau butuh berlian yang kini berada ditangan Cho Kyuhyun, aku butuh Cho Kyuhyun, sedangkan Cho Kyuhyun membutuhkan Sam Rin Hyo. Bukankah ini sudah sangat jelas? Mari kita bekerja sama, namun tetap aku yang memimpin.”

“Dimana Sam Rin Hyo sekarang?” Sahut Donghae tiba – tiba, bibirnya sudah tak tahan ingin menanyakan hal itu sejak tadi.

Kris terkekeh pelan, “Woah, sebegitu pentingkah Sam Rin Hyo untuk kalian? tenang saja, dia berada ditempat yang segar.” Ujar Kris seraya menyelipkan nada aneh pada kata segar.

Keure, Kita bisa bekerja sama. tapi apa yang kau inginkan dari Cho Kyuhyun, huh?” Selidik Donghwa mengalihkan topik.

Kris tersenyum misterius, “Kebebasan.” Singkatnya.

Alis Kikwang terangkat bingung. Begitupun Donghae. Hanya Ji Eun dan Lee Donghwa yang bereaksi biasa saja, seolah mengerti apa konotasi dari ucapan singkat Kris Wu.

“Sekarang tunjukkan pada kami dimana gadis itu.”

tbc-

Halo^^ Next part alhamdulillah uda mencapai ending, jadi seperti biasa… bakalan di password hehe^^

Maaf jika kalian tidak puas atau apapun itu :”( dan maaf juga kalau kita jarang banget post ff itu semua dikarenakan kesibukan kami ngurus masuk ke universitas :” minta doanya juga yaaa semoga Bella bisa lolos :”)

terima kasih buat kalian yang masih setia bubuhin komentar dan meluangkan waktu buat ngasih kita semangat :” gamsahamnida ^^ saranghae ^^

Okelah, jangan jadi siders dearr:) See ya!

Advertisements

53 thoughts on “Reincarnation 11

  1. gila kejadian ini benar2 diluar dugaan,
    knpa rin hyo nekad sih, kyuhyun pasti akan sgt sedih sekali,jika tau kalo rin hyo skrng mjd tahanan raid, dan nyawanya yg jd taruhan, dr rencana raid dan gold..

    Sbnarnya apa yg dimaksud kris dg kebebasan? Dan knpa hny donghwa dan ji eun yg seolah2 mengerti..? Apa mungkn ini berkaitan dg ingatan rin hyo?

  2. Rinhyo nekat bgt. Bisa stress kyu klu begini mah. Mana rinhyo dibsekap lg.
    Aduhh mereka barter nih, tp masa kyu yg jadi korban disini. Kebebasan apa sih yg diinginkan kris ??
    Penasarannnnn

  3. huhhhhhhhhh rinhyo lagi lagi culik emg gada abismya ya hahahahah btw kyuhyun sampw segitunya ke rinhyo huhu cintamya ampun dehhhhhh huh ingin(?) hahahah oh udah part ending dan bakal di protek yahhhh, sebenernya aku lupa selalu komen apa ga, cuma nanti kasih tau aja yahhh. okedeeehh ditunggu selalu lanjutannyaaaa

  4. astagaaa saeng~.. kenapa rinhyo senekat ini siih? ga kasian apa sama si abang?. Trus itu ucapan kris yg terakhir.. saya masih ga pahamm >.< Eh iyaa ciyus nih saeng part depan udah end? cepeet bangettttt siihh T-T. Btw, fighting ya saeng~ ^^

  5. aduhhh kenapa semakin k sini semakin menegangkan..malah aku yg deg2an bacanya.. hufffft moga aja mereka semua selamat y dan jangan bikin sad ending y thor.. kasian mereka hidupnya udah berat.. rinhyo sih ga mendengarkan perintah kyu jangan pergi kemanapun.. malah pergi kan jadi begini akhirnya.. pasti bakalan seru nih next part nya.. tembak2an sepertinya kemungkinan besar akan terjadi.. aduuhh ga sabar nunggu selanjutnya..

  6. Woooaaa… Aku udah lama nunggu looo lanjutan nyaa.. Ternyataaa.. nggak seperti dugaan.. Aku kira di part ini bakalan ada yang metong 😀 Bagus ceritanya… Tapi kalo benar part selanjutnya udah end.. Aku harap happy end ya.. Pleasee 😀 😀

  7. Akhirny dipost juga hehe ..
    Wahh kebebasan apa tu yg dimaksud kris oppa …
    Rin hyo eonni diculik sma anak buah kris oppa ne .. wahh penasaran kelanjutanny ditunggu part selanjutny ^^

  8. aiihhhh..nekat banget si tu hyo,
    udah dibilang jgn kmana2 masihh ajaa….gemessss akuu
    wahh besok udah part end yakk ???
    jgn buat kyu atau hyo mati yaa thor, mosok pisahh mulu

    goodluck yaa smga masuk diuniv favoritt

  9. Kenapa juga Rinhyo harus keluar dari rumah. Harusnya bibi jang lapor langsung ke Kyuhyun.. Hadeeuuhh.. Inimah kayaknya Raid bakalan numbalin RinHyo.. Kasian Kyuhyun, masa RinHyo harus mati 2x..

  10. hal paling menyebalkan dari sebuah ff adalah TBC..haha
    authornya cool!
    apa berikutnya adalah part terakhir?Semoga mereka berakhir baik.
    kalau dibuatkan part khusus untuk kyu_hyo kayanya bakal jadi penutup yang sweet banget thor?^^

  11. hyo kelwat nekat bnget…
    bisa ga sih skali aj nurut ma kyu
    kasian dong kyu klo begini bisa2 yg jd korban….
    bkannya bebas dari dosa malah akan tambah dosa dan penyesalan kalo ampe kyu kenapa2….
    d tnggu next part’y ya
    trus klo mo minta PW nya masih d FB kan saengi 🙂

  12. Oh keren 👍👍
    Pokoknya semoga sam rin hyo bakalan tetep baik – baik aja & bisa hidup tenang sama kyuhyun,dan penasaran bgt sama apa yg disebut ‘kebebasan’ oleh kris .
    Dan nggak nyangka bgt kala FF ini tinggal 1 part dan bakalan End,pokoknya trus SEMANGAT nulis Ff nya eon..! ! 😀😀

  13. hah, jd penasaran sama cerita selanjutnya.
    baru aja bebas eh ketangkep lg. kasihan rinhyo sama kyuhyun hidupnya di uji mulu sama author 🙂 kkk

  14. Jujur yaa,, ko aku’a ga dpt feel’a yaa dari part ini.. kaya’a tuh ga da gereget’a gtu.. aku bukan’a niat ngebash yaa,, tp aku cuma ngeluarin apa yg aku rasain..
    Dan aku jg minta maaf kl coment aku nih nyinggun author..

    Oh,, kl adim”a baru pada mw masuk universitas,, kl aku baru lulus universitas..
    But ok lah yaa.. good luck jja buat para adim,, biar busa masuk universitas favorit kalian.. n nanti’a baal dpt nilai” yang memuaskan..

    Ok see you next part..
    Ps: tlng nti dipos jg gmna cara minta pw’a..

  15. plleeasee sam sama kyuhyun jangan mati. klo donghae mati ga apa2 #plak ditampar fansnya hahaha
    makin complicated aja authorn ceritanya aku suka. ga ketebak bgt gmn part 12

  16. Adduuuhhh koqq hyo ndkat sibb.. astgaaa… apaalgi yg bkal terjadii pdaa hyoo nihh.. diaa beradaad antraa dua golongan bengis..
    Smogaa ajaaa diaa selamayt dahh.. jgn ampee mati lgii ..

  17. makin menegangkan ceritanya bahaya selalu ada di samping mereka. karena Rin hyo yang keras kepala dan egois emang jika dia pergi masalah selesai yang ada masalah malah bertambah. apalagi Raid juga ikut campur agar bisa bebas dari Kyuhyun. hmm makin rumit jadinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s